View allAll Photos Tagged api

Royal cell of Apis mellifera (Hym. Apidae) in bee hive, 20.IV.2007, Watermael-Boitsfort (B). The larva of a future queen can be seen at the bottom of the royal cell, in the royal jelly. Thanks to Marc Wollast for introducing me to his beloved bees!

Honey Bee - Apis mellifera

I'm sure it's in this one

Autor: Jaroslav Appletauer

Sign of Constancy Apple a.k.a Äpi, the Brussels Griffon.

Taking advantage of dead bee I was lucky to find well preserved (altough lacking the abdomen), reverse 28mm on full set of tubes - don't worry, I won't ever stop the natural shots!

On 1 May 2019, GDS ran it's 4th cross-government API meetup, bringing together people involved in API development. It was a chance for everyone to learn from each other, and move towards common government API standards. There were also talks from various UK and international governments.

The holly began blooming today and that brought out honeybees by the hundreds.

Abeille domestique,Finikounda,Péloponèse,Grèce

Honeybee.

Well, I couldn't leave it out!

 

Seen at Cefn Ila reserve.

Fuji S5600 + DIY macro attachment

Probably not the most accessible form of API documentation, but I did enjoy the colouring in.

Suasana Kereta di Api Bandung

Kereta api sancaka pagi.

Version video kompilasi : youtu.be/lBp91eCBCd4

Oltre 40 mila api “al lavoro” in un’arnia costruita alla base di un Trasformatore Voltmetrico Capacitivo, nella stazione elettrica di Terna a Magenta (Mi).

Ci sono andato molto vicino....anche utilizzando lo zoom...

Apis mellifera unicolor worker (Hym. Apidae), 3.i.2026, Montagne d'Ambre, Joffreville, Madagascar.

Autor: Jaroslav Appletauer

Kereta mini bisa digunakan untuk mainan anak

tidak beranjak kendati gerbong tiba

bukan kereta yang dituju rupanya

you can see this loco in Manggala Wanabakti building, opposite Palmerah rail Station.

I guess it did work back in 1926.

It stated

"Berliner Maschinebau"

don't know what it meant.

Westliche Honigbiene

western honey bee

D90 + tamron 90mm macro f:2.8+flash SB900

Autor: Jaroslav Appletauer

Fire war that held when "Pengerupukan" (a day before silent day)

hosted by the society of Br.Gunung and Umakepuh, buduk village, mengwi, Badung, Bali

was a inheritance from the ancestors.

 

as the implementation of Pengerupukan especially on Fire war

the atribute they need is coconut fibre and fire, as fire is the symbol of bravery.

 

fire war being held on Sandikala (about 6pm) which is the border of day and night that have a meaning of rwa bineda (two that different),

on fire war the part when we throw fire on each other also has a meaning that the one we fight is the enemy inside each of ourselves

that really hard to defeat, like for example the lust as the next day is the silent day,

we have to do Tapa Brata penyepian.

 

Perang Api yang dilaksanakan pada saat pengerupukan yang dilaksanakan oleh masyarakat Adat Br.Gunung dan Umakepuh,

Desa Adat Buduk, Kec.Mengwi Kab.Badung Bali sudah berlangsung dari sejak dulu

yang saat ini kalau ditanyakan kepada yang umurnya paling tua tidak dapat memberikan makna yang jelas

terhadap pelaksanaan perang api pada saat pengerupukan ,

dikatakan tetamian ( warisan ).

 

Untuk sarana upacara dalam agama hindu salah satu dipakai adalah “ Api “ sekarang pada umumnya memakai dupa,

dulu orang memakai api dakep ( Dua serabut kelapa yang disilang didalamnya ada api),

dalam pelaksanaan rentetan pengerupukan khususannya perang api yang digunakan adalah Serabut Kelapa dan api,

dimana api adalah simbul keberanian, keberanian terkait dengan kesaktian / ilmu kebatinan,

jaman dahulu banyak yang mempelajari ilmu kebatinan dimana sudah dipastikan adanya adu kesaktian,

sudah dipastikan dalam pertandingan ada yang kalah dan ada yang menang.

 

Dalam pelaksanaan perang api pada saat pengerupukan dilaksanakan pada saat Sandikala

yaitu jam perbatasan siang dan malam yang mempunyai makna rwa bineda ( dua yang berbeda ),

dalam perang api tersebut kita saling lempar api juga memiliki makna bahwa yang kita perangi adalah musuh dalam diri kita yang sangat sulit dilumpuhkan,

misalnya hawa nafsu yang besoknya hari raya nyepi kita melaksanakan Tapa Brata Penyepian .

 

Siapapun mereka dalam kehidupan sekarang dapat menunjukan keberanian yang positif dan kemauan dan dapat mengalahkan musuh yang ada dalam dirinya ( Sad Ripu )

maka mendapatkan ketenangan yang abadi .

1 2 ••• 14 15 17 19 20 ••• 79 80