View allAll Photos Tagged api

rel kereta di st malang

Looking for a crashed alien spaceship in New Mexico, but the kind of dbris we find looks more like this...

Ketika masih kinyis-kinyis K1 nya, dan pertamax CC20406 lewat Tulungagung

  

SEMUA orang bahagia. Kembang api disulut di tepian pantai. Mereka semua bersorak di atas pasir putih. Seorang bule hanya memakai celana. Sedang kekasihnya memakai baju setengah dada. Mereka berpesta, laiaknya engkau baru saja diangkat menjadi manager, atau bahkan orang tua pacarmu baru saja merestui hubunganmu. Semua bersorak luar biasa meriah. Tentu rezeki nomplok bagi pedagang. Di akhir tahun seperti ini, cuaca tak bisa ditebak. Hujan kadang-kadang datang pagi-pagi sekali. Wisatawan yang berkunjung, menjadi tak tentu. Padahal saat ini adalaha musim liburan. Permasalahan baru muncul lantaran sulitnya memutar uang setoran. Beruntung, malam penghujung tahun, cuaca begitu mendukung. Entah itu mendukung turis-turis yang sengaja datang dari negeri jauh ke sini, atau mendukung perayaanmu atas kegembiraan atas jabatan baru dan tunjangan ahir tahun, bisa pula dukungan kepada para pedagang di sepanjang pesisir.

 

Sungguh tak masuk akal. Semua rela demi kembang api. Sepanjang jalan adalah bunyi klakson dan antrean mobil. Tak sedikitpun bisa bergerak. Diperkirakan sepanjang 5 kilometer, mengantre ribuan mobil, bus, dan bahkan truk yang mengangkut logistik. Seperti ular panjang yang tak kau ketahui bagian kepala dan ekornya. Pintu masuk tak dijaga petugas, mereka menyerah. Kewalahan mengatur deretan mobil yang tak bisa masuk ke dalam pantai.

 

Di pinggiran jalan, bocah berjualan minuman dingin. Seorang bapak kulihat menggendong bayinya, sembari berjualan ketupat sayur. Rezeki pula bagi bayi yang mungkin baru lahir beberapa bulan yang lalu ditinggal mati ibunya. Semua bersorak sebagai perayaan kemenangan. Mungkin akan ada kegembiraan yang melebihi percikan kembang api yang disulut tepat jam duabelas nanti. Dari Pak Bupati, Gubernur, tukang sapu, pedagang, anak muda, dan siapapun bersorak bersama-sama. Menghitung mundur angka, dan perayaan dimulai.

 

Namun tak diduga. Semua memang bisa saja datang secara tiba-tiba. Nyala kembang api yang begitu meriah, seperti siang yang kulihat begitu terang. Di tengah laut tepatnya, kulihat sesuatu yang teramat besar dan terlihat mengerikan. Menggulung kapal-kapal yang tengah berlayar. Air perlahan naik.

 

“Lari-lari! Lari-lari !“ teriak orang-orang. Seperti mereka, aku berlari menjauhi pantai. Masing-masing melupakan perayaan. Seperti riuh dentuman kembang api. Orang-orang meletup bersama-sama ke angkasa. ❑ – c

 

23 Desember 2018

 

*) Faiz Adittian, bergiat di Sekolah Kepenulisan Sastra Peradaban (SKSP) Purwokerto. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Purwokerto

 

[1] Disalin dari karya Faiz Adittian

[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” Minggu 30 Desember 2018

 

The post Kembang Api appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.

 

via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2BOFqeX

Apis mellifera honeybee on ceanothus flowers.

cf17 Week 19: Bees. 1

Abeja en plena polinizacion

Melintas langsung di jembatan Bukit Panjang

Kereta api singasari dengan rangakain kereta eksekutif

Lokomotif CC 20404 menarik kereta api turangga.

Difficult to ID but this is my best guess

© TUTTI I DIRITTI RISERVATI ©

Ang api-api (Avicenniaalba) ay isang uri ng bakawan. Ito ay kadalasang lumalaki ng dalawampung metro (66 na talampakan). Ang punò nitó ay kulay abo kapag tuyo at kulay itim naman kapag nabasâ ang balát. Ang dahon nitó ay makintab na kulay berde sa ibabaw at maputî naman sa ilalim, kadalasang hugis itlog o hugis sibat na matulis ang dulo. Ang bulaklak ng api-api ay parang mga krus tulad ng inflorescence nitó. Ang mga talulot nitó ay kulay dilaw na may habàng apat na milimetro. Ang kulay ng bunga ng api-api ay maputla na berde, pahabâ, at may mga sumisibol na buto sa loob. Ito ay siksik o maraming palumpong na korona na madalas sumasanga sa katawan ng bakawan. Ang ugat ay mababaw at nagdadala ng maraming bilang na hugis lapis na pneumatophores.

 

Ito ay matatagpuan sa mga nabuong putikan (mudbanks) sa may gilid patungong dagat o sa kahabaan ng ilog. Ito ay umaakit ng mga malilit na kulisap (fireflies).

 

Ang troso ng api-api ay hindi pwedeng gamiting panggatong o uling ngunit ito ay mainam gamitin na pampausok ng goma o ng isda. Ang katas ng heartwood ay ginagamit sa mga herbal na gamot upang makagawa ng isang gamot na pampalakas. Ang abo ng kahoy ng api-api ay maaaring gamitin upang makagawa ng sabon. Ang mga buto naman nitó ay pinakukuluan at kinakain bilang gulay. Paminsan-minsan may mabibili nitó sa mga lokal na pamilihan (ACAL) ed VSA

  

Api banchettano su fiore di passiflora

A meeting about slots and values

This is my first attempt at using the Flickr API. It was actually my first attempt at a lot of things, like PHP and Javascript. But after a few weeks of figuring things out the hard way, this is the result. This concentration or memory game pulls two each of the top ten interestingness pics at that given moment, randomly assigns them in my table, and then checks for matches as you uncover them. I have seen this done in Flash once with Flickr pics, but I wanted to see how nice I could make it with out Flash. All the effects are courtesy of Script.aculo.us.

 

The app is up at www.jamesandbirgit.com/concentration/match.php if anyone would like to try it. :)

Apis mellifera worker (Hym. Apidae) foraging on the male flowers of the oil palm, Elaeis guineensis (Arecaceae), 15.vi.2009, Yabi (DRCongo)

API, 1000say bassist and vocalist, at Japan Expo 2011.

 

Kereta Api Argo Wilis bernuansa Livery Kemerdekaan Indonesia ke-76.

A lovely honey bee, Apis mellifera, stands ready for take-off. She will start her day gathering nectar and pollen for the hive. Newly emerged honey bees have more hair on their thorax while older bees have a shiny thorax - appears this little girl is new to the world. Welcome! She will probably only live about 6 to 8 weeks due to working so hard for the honey flow. In the winter time, they can live longer due to less work.

 

"Ready For Take-Off, Apis mellifera" © by Christy Cox Photography ~ SEE~Stop Enjoy Explore the magic and beauty of nature

1st century BC – early 1st century AD

Italy or Eastern Mediterranean

Medium: Bronze

 

This bronze bull served as a votive offering. This sculpture was probably commissioned by a wealthy worshiper and would have impressed the god to whom it was offered.

 

Cincinnati Art Museum

DSCF4449-2

1 2 ••• 16 17 19 21 22 ••• 79 80