View allAll Photos Tagged mesir

Amazing trip to Egypt: Cairo, Luxor, Aswan and Alexandria

Biga Aptiağa köyünden. Niyazi ağabey benide çek dedi..

Eskiden orijinal hali bu değildi çeşmenin ama aptiağa veya Abdiağa köylüleri o kadar bıkmışlarki köyün içme suyu kaynağının başkaları tarafından hunharca kullanılmasından muhtarlık bu çözümü bulmuş sonunda. Eskiden köylere içme suyu götüren ve abdal suyunu talikalarla, traktörlerin arkasına bağlanmış bidondan yapılma tankerlerle, daha sonraları yine traktör römorklarında özel yapım tankerlerle, en son da kamyonet kasalarına yüklenmiş ucu musluklu hortumlu büyük naylon tankerlerle satan sakalar vardı. Bazıları suyu mal müdürlüğünden yıllık para ödeyerek satın alır öyle satardı. Abdal suyunun sahibi gibiydiler. Gel zaman git zaman sakalık öldü. Biga belediyesi de aptiağa mesire alanını düzenleyip halkın hizmetine sunuverdi Mehmet Özkan döneminde. İsmail Işık'ta ihanet etmedi sahip çıktı mesire alanına ve Biga için harika bir piknik alanı oldu hemen köyün yakınında. Elbette piknik yapmaya gidenler dönerken keloğlan kârdan geldi misali hazır gelmişken birkaç bidon da su alalım deyince içlerinden bazı uyanıklar 15-20 bidon su doldurmaya başladılar. Su bedava, kuyruk anasının gözünde. Tabii köy muhtarlığı bir çare düşündü nasıl yapayım da köy bütçesine katkı sağlatayım diye. Sonunda kumbaralı, elektronik zaman ayarlı muslukları taltırdılar yaptıkları şadırvanın çeşmelerine. 1 lira atıyorsunuz size 20ltlik bidonu dolduracak kadar su veriyor. Tabii bu işi daha düzenli hale getirdi su ticareti açısından. 2015 yılında oradan geçerken çekmiştim fotoğrafı..

 

Nikon D300S + AF-S Nikkor 18-200mm f:3.5-5.6 VRII IF-ED

  

“In the stock of pictorial representations of Istanbul that were produced in the course of the eighteenth century, a remarkable portion were constituted of women lounging leisurely on the grass, smoking, eating, dancing, or engaged in musical gatherings; of men walking, chatting, sipping their coffee, or napping in the shade of a tree; and of young boys and girls riding swings and climbing on trees. Public gardens, in particular, stood out as the most vibrant venue of social and leisure life.”

 

Source: Shirine Hamadeh, “The City’s Pleasures: İstanbul in the Eighteenth Century,” University of Washington Press, p. 110

 

#SALTResearch, Photography Archive

 

“İstanbul’un 18. yüzyılda üretilen resimli temsillerinde, çimlere sere serpe uzanan, tütün içen, yemek yiyen, dans eden ya da müzikli eğlencelere katılan kadınlar, yürüyen, sohbet eden, kahvelerini yudumlayan ya da bir ağacın gölgesinde kestiren erkekler, salıncakta sallanan ve ağaçlara tırmanan genç erkekler ve kızlar önemli bir yer teşkil etmekteydi. Özellikle mesireler, toplumsal yaşam ve boş zamanlar için en hareketli yerler olmuştu.”

 

Kaynak: Shirine Hamadeh, “Şehr-i Sefa: 18. Yüzyılda İstanbul”, İletişim Yayınları, s. 164

 

#SALTAraştırma, Fotoğraf Arşivi

 

Repository: SALT Research

 

Rights Info: This material can be used under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) license.

Since it's the World Cup season, lets put a photo related to football. Maybe one day these Egyptian kids can bring Egypt to play in the World Cup in the future.

 

Tone adjustment (cross processing) with Nik Colour Efex Pro in PS CS3. Comments and critics are highly appreciated.

 

The semi final is here, woot2! I'm predicting Holland vs Germany in the World Cup 2010 final, what about you?

 

Wish you guys a great day!

Video Lagu Rohani Terbaru 2019 - Tuhan Akan Memulihkan Keadaan Semula Ciptaan - Puji Tuhan Telah Menerima Kemuliaan

id.kingdomsalvation.org/

Saat firman-Nya mendalam, Tuhan awasi s'mesta.

Semua ciptaan dibuat baru sesuai firman Tuhan.

Surga dan bumi berubah, manusia pun terlihat aslinya.

Saat Tuhan ciptakan dunia, semua sesuai jenisnya,

termasuk juga semua yang terlihat.

Saat karya-Nya hampir selesai,

Dia 'kan pulihkan semua seperti saat dicipta.

S'cara bertahap, manusia dipisahkan jenisnya,

kembali pada keluarganya.

Tuhan bersuka kar'na ini.

Tiada yang dapat mengganggu-Nya.

Karya agung-Nya selesai,

seb'lum disadari, semua t'lah diubah.

S'cara bertahap, manusia dipisahkan jenisnya.

 

Tuhan akan memulihkan s'gala ke saat penciptaan.

Tuhan buat semua berubah dan kembali ke rencana-Nya.

Saatnya telah tiba!

Akhir rencana-Nya t'lah dekat.

Dunia yang najis dan cemar akan hancur di bawah firman Tuhan,

akan hilang tanpa jejak karena rencana Tuhan!

S'mua ciptaan punya hidup baru dalam firman,

Tuhan yang berdaulat!

Dunia baru yang murni ‘kan hidup dalam kemuliaan Tuhan

Gunung Sion, jangan diam.

Tuhan t'lah raih kemenangan!

Dia di antara ciptaan, mengawasi bumi.

Umat manusia punya harapan dan hidup yang baru.

S'cara bertahap, manusia dipisahkan jenisnya.

 

Umat Tuhan! Bangkitlah dalam terang-Nya.

Melompat bersukacitalah dalam pimpinan dan tuntunan-Nya.

Bumi dan laut bergembira.

Israel yang kembali hidup!

Tidakkah bangga s'bab kau ditakdirkan Tuhan?

Siapa menangis?

Siapa meratap?

Israel lama t'lah tiada lagi.

Israel baru t'lah bangkit di dunia.

Ada di hati tiap orang.

Dapat sumber hidup lewat umat-Nya.

Mesir penuh benci! T'ruskah kau lawan Tuhan?

Meski ada pengampunan-Nya, kau takkan lolos hajaran-Nya.

Bagaimana mungkin kau tak dihajar-Nya?

Yang dikasihi Tuhan ‘kan hidup s'lamanya.

Dia yang lawan Tuhan ‘kan dihukum selamanya.

Sebab Tuhan, Dia pencemburu.

Dia tak pernah biarkan perbuatan manusia.

Dia awasi bumi.

Dengan kebenaran, keagungan, dengan murka dan hajaran-Nya,

Dia muncul di Timur dunia,

tuk nyatakan diri-Nya ke semua orang.

 

S'cara bertahap, manusia dipisahkan jenisnya,

kembali pada keluarganya.

Tuhan bersuka kar'na ini.

Tiada yang dapat mengganggu-Nya.

Karya agung-Nya selesai,

seb'lum disadari, semua t'lah diubah.

S'cara bertahap, manusia dipisahkan jenisnya.

 

dari "Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru"

Egyptian goose [Alopochen aegyptiaca]

“In the stock of pictorial representations of Istanbul that were produced in the course of the eighteenth century, a remarkable portion were constituted of women lounging leisurely on the grass, smoking, eating, dancing, or engaged in musical gatherings; of men walking, chatting, sipping their coffee, or napping in the shade of a tree; and of young boys and girls riding swings and climbing on trees. Public gardens, in particular, stood out as the most vibrant venue of social and leisure life.”

 

Source: Shirine Hamadeh, “The City’s Pleasures: İstanbul in the Eighteenth Century,” University of Washington Press, p. 110

 

#SALTResearch, Söylemezoğlu Archive

 

“İstanbul’un 18. yüzyılda üretilen resimli temsillerinde, çimlere sere serpe uzanan, tütün içen, yemek yiyen, dans eden ya da müzikli eğlencelere katılan kadınlar, yürüyen, sohbet eden, kahvelerini yudumlayan ya da bir ağacın gölgesinde kestiren erkekler, salıncakta sallanan ve ağaçlara tırmanan genç erkekler ve kızlar önemli bir yer teşkil etmekteydi. Özellikle mesireler, toplumsal yaşam ve boş zamanlar için en hareketli yerler olmuştu.”

 

Kaynak: Shirine Hamadeh, “Şehr-i Sefa: 18. Yüzyılda İstanbul”, İletişim Yayınları, s. 164

 

#SALTAraştırma, Söylemezoğlu Arşivi

 

Repository: SALT Research

 

Rights Info: This material can be used under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) license.

Arifin Syam adalah putra dari kepala bagian pembesar istana dibawah

kekuasaan Raja Hut Mesir, beliau sejak bayi telah ditinggalkan oleh

ayah bundanya kehadirat Allah SWT, dan akhirnya dibesarkan oleh

seorang muslim yang taat, disalah satu kota terpencil bagian negara

Syam.

Nama Arifin Syam sendiri diambil dari kota dimana beliau dibesarkan

kala itu yaitu Negara Syam. Dalam keumuman manusia seusianya, Arifin

Syam dikenal sangat pendiam namun pintar dalam segi bahasa bahkan

saking pintarnya beliau sudah terkenal sejak usia 7 tahun dengan

panggilan sufistik kecil dikalangan guru dan pendidik lainnya. Karena

pintar inilah beliau banyak diperebutkan kalangan guru besar diseluruh

negara bagian Timur Tengah, dan sejak usia 11 tahun beliau telah

menempatkan posisinya sebagai pengajar termuda diberbagai tempat

ternama sepeti : Madinah, Mekkah, Istana Raja Mesir, Masjidil Aqso

Palestina dan berbagai tempat ternama lainnya.

Namun dalam kepribadiannya, beliau banyak dihujat oleh ulama fukkoha,

dikarenakan rambutnya yang semakin hari semakin memanjang tidak

terurus, sehingga dalam pandangan para ahlul fikokkha, Srifin Syam

terkesan bukan sebagai seorang pelajar religius yang mengedepankan

makna tatakrama seorang sufistik agung.

Hal semacam ini bukan karena Arifin Syam tidak mau mencukur rambutnya

yang lambat laun jatuh ke tanah, namun beliau sediri sudah ratusan

kali beriktiar kebelahan dunia untuk mencari orang sakti yang benar-

benar mampu memotonga rambutnya, pasalnya sejak dilahirkan ke alam

dunia, rambut Arifin Syam sudah tidak bisa dipotong oleh sejenis benda

tajam maupun alat lainnya dan kisah ini berlanjut hingga beliau

berusia 40 tahun. di usisa 30 tahun beliau diambil oleh Istana Mesir

dan menjadi panglima perang dalam mengalahkan pasukan Romawi dan

Tartar, dan dari sinilah nama beliau mulai mashur dikalangan

masyarakat luas sebagai panglima perang tersakti diantara panglima

perang sebelumnya. sebab keumuman seorang panglima kala itu bisa

dilihat dari strategi perangnya dan juga kelihaiannya dalam memainkan

pedang, panah maupun tombak dikancah peperangan, namun lain dengan

Arifin Syam, yang kini sudah bergelar dengan nama Panglima Mohammad

Syam Magelung Sakti, beliau acap kali tidak membawa pedang maupun

tombak dalam memimpin pasukannya, namun beliau selalu menebaskan

rambutnya yang seperti kawat baja disetiap menghadapi ribuan pasukan

musuh sehingga dengan kesaktian rambutnya pula membuat pasukan musuh

pontang panting.

Kisah kesaktian rambutnya mulai mashur di usia 32 tahun dan pada usia

34 tahun beliau bertemu secara yakodho / lahir dengan Nabiyullah Hidir

AS yang mengharuskan beliau mencari guru mursyid sebagai pembimbingnya

menuju maqom kewalian kamil. Kisah pertemuan dengan Nabiyullah Hidir

AS membuat beliau meninggalkan istana Raja Mesir yang kala itu sangat

membutuhkan tenaganya,

bahkan bukan hanyaitu beliau pun kerap dinantikan oleh seluruh

muridnya dalam pengena (Waliyullah).

Dengan perbekalan makanan dan ratusan kitab yang dibawanya, Mohammad

Syam Magelung Sakti mulai mengarungi belahan dunia dengan membawa

perahu jukung (Perahu getek) seorang diri, beliau mulai mendatangi

beberapa ulama terkenal dan singgah untuk mengangkatnya menjadikan

muridnya, diantara yang disinggahi beliau antara lain : Syeikh Dzatul

Ulum Libanon, Syeikh Attijani Yaman bagian Selatan, Syeikh Qowi bin

Subhan bin Arsy Bairut, Syeikh Assamargondi bin Zubair bin Hasan

India, Syeikh Muawwiyah As-salam Malaka, Syeikh Mahmud Yerussalem,

Syeikh Zakariyya bin Salam bin Zaab Tunisia, Syeikh Marwan bin Sofyan

Siddrul Muta’ allim Campa, dan masih banyak yang lainnya. Namun walau

begitu banyaknya para Waliyullah yang beliau datangi, tidak satu pun

dari mereka yang menerimanya, mereka malah berbalik berkata

“Sesungguhnya akulah yang meminta agar menjadi muridmu wahai sang

Waliyullah” Dengan kekecewaan yang mendalam, Moh. Syam Magelung Sakti

mulai meninggalkan mereka untuk terus mencari Mursyid yang

diinginkannya hingga pada suatu hari beliau bertemu dengan seorang

pertapa sakti bangsa Sanghiyang bernama Resi Purba Sanghiyang

Dursasana Prabu Kala Sengkala di perbatasan sungai selat malaka.

” Datanglah wahai kisanak di pulau Jawa, sesungguhnya disana

telah hadir seorang pembawa kebajikan bagi seluruh Wliyullah, benamkan

hati dan pikiranmu ditelapak kakinya, sesungguhnya beliau mengungguli

dari semua Waliyullah yang ada” Dengan perkataan sang Resi barusan,

Moh. Syam sangat senang mendengarnya dan setelah pamit beliaupun

langsung meneruskan perjalanannya menuju pulau Jawa.

Mungkin pembaca sekalian merasa bingung dengan perkataan Resi tadi

yang menanyatakan “Benamkan hati dan pikiranmu ditelapak kakinya”

seolah perkataan ini terlalu riskan di ucapkan pada seorang yang

mempunyai derajat Waliyullah. Sebelum pen- meneruskan cerita

selanjutnya, ada baiknya Misteri jelaskan terlebih dahulu kata bahasa

tadi agar tidak salah tafsir nantinya… Dalam pemahaman ilmu tauhid,

bahwasannya tingkat ke Walian di bagi menjadi beberapa bagian dan

tingkat tertinggi disini adalah Maqom Quthbul Mutlak, yang di teruskan

dengan Maqom Atmaniyyah, Arba’ atul ‘ Amadu, Muqoyyad, Autad, Nuqiba,

Nujaba ‘ Abdal, Nasrulloh, Rijalulloh dan lain sebagainya.

Diantara Wali yang ada, semua Waliyullah derajatnya dibawah telapak

Quthbul Muthlak sendiri derajatnya sebagai penerus Rosululloh, yaitu

dibawah ketiak atau pundaknya Nabiyulloh Muhammah SAW (Maqom Qurbah).

Jadi walau Moh. Syam Magelung Sakti pada waktu itu derajatnya sudah

mencapai Waliyullah Kamil, namun dalam hal Maqom, beliau belum ada

apa-apanya dengan Maqom Quthbul Mauthlak yang barusan Misteri bedarkan

tadi. Kami lanjutkan ke cerita semula… Setelah Moh. Syam sampai dilaut

pulau Jawa, beliau akhirnya singgah disalah satu pedesaan sambil tiada

hentinya bertafakkur memohon kepada Allah SWT, untuk cepat ditemukan

dengan Mursyid yang diinginkannya, tepatnya pada malam jum’ at kliwon

ditengah heningnya malam yang sunyi tiba-tiba beliau dikejutkan oleh

suara uluk salam dari seseorang ” Assalamu’ alaikum Ya Akhi min Ahli

Wilyah” lalu beliau pun dengan gugup menjawabnya ” Wa’ alaikum salam

Ya Nabiyulloh Hidir AS yang telah membawaku ke pintu Rohmatallil’

alamiin. Lima tahun sudah Ananda mencari riddhoku dan kini ananda

telah mencapainya, datanglah ke kota Cirebon dan temuilah Syarif

Hidayatulloh, sesungguhnya dialah yang mempunyai derajat raja sebagai

Maqom Quthbul Mutkhlak, terang Nabiyulloh Hidir AS, sambil menghilang

dari pandangannya. Dengan semangat yang menggebu beliau langsung

mengayuh jukungnya menuju kota Cirebon yang dimaksud, sedangkan

ditempat lain Syarif Hidayatulloh / Sunan Gunung Jati yang sudah

mengetahui kedatangan Moh. Syam Magelung Sakti lewat Maqomnya saat itu

beliau langsung mengutus uwaknya sekaligus mertuanya Mbah Kuwu Cakra

Buana untuk menjemputnya di pelabuhan laut Cirebon.

Sesampainya ditempat dimana Sunan Gunung Jati memerintahkannya. Mbah

Kuwu tidak langsung menghadapkannya kepada Kanjeng Sunan, melainkan

mengujinya terlebih dahulu, hal semacam ini bagi pemahaman ilmu tauhid

disebut “Tahkikul ‘ Ubudiyyah Fissifatir Robbaniah / meyakinkan

seorang Waliyulloh pada tingkat ke Walian diantara hak dan Nur Robbani

yang dipegangnya.

Setelah Moh. Syam sudah berada dihadapan Mbah Kuwu Cakra Buana, beliau

langsung uluk salam

menyapanya ” wahai kisanak, taukah anda dimana saya harus bertemu

dengan Sunan Gunung Jati? namun yang ditanya malah mengindahkan

pertanyaannya dan balik bertanya.. ” sudahkah kisanak sholat dhuhur,

setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh? terang Mbah Kuwu. ditanya

seperti itu Moh. Syam langsung mengangguk mengiyakan bahwa memang

dirinya belum melaksanakan sholat dhuhur, lalu Mbah Kuwu mengambil

satu bumbung kecil yang terbuat dari bambu “Masuklah dan sholat

berjamaah denganku” Sambil terheran- heran Moh. Syam mengikuti langkah

manusia aneh dihadapannya yang tak lain adalah Mabh Kuwu Cakra Buana,

masuk kedalam bumbung bambu yang ternyata dalamnya sangat luas dan

bertengger Musholla besar yang sangat anggun, setelah usai sholat Mbah

Kuwu mengajaknya menuju kota Cirebon, namun sebelum sampai ketempat

tujuan atas hawatif yang diterimanya dari sunan Gunung Jati, Mbah Kuwu

memotong rambutnya dan langsung menghilang dari hadapan Moh. Syam

Magelung Sakti. Tahu rambutnya telah terpotong beliau langsung

berkeyakinan bahwa tiada lain manusia tadi (Mbah Kuwu) adalah Sunan

Gunung Jati yang dimaksud. lalu beliaupun memanggilnya tiada henti

hingga keseluruhan pelosok desa.

Kisah terpotongnya rambut Moh. Syam yang kini terkenal dengan sebutan

Syeikh Magelung Sakti kini masih dilestarikan dan menjadi nama desa

hingga kini yaitu di Desa Karang Getas sebelah selatan kantor wali

kota Cirebon dan tahukah anda berapa meter rambut Syeikh Magelung

Sakti, sesungguhnya? yaitu 340 m, atau sepanjang jalan Karang Getas,

antara perbatasan desa Pagongan hingga lampu merah pasar Kanoman.

Panjangnya rambut syeikh Magelung Sakti ini sudah dapat restu dari

beberapa ulama khosois seperti Syeikh Auliya Nur Ali, Syeikh Kamil

Ahmad Trusmi, Syeikh Ahmad Sindang Laut, Syeikh Asnawi bin Subki

Gedongan.

Misteri lanjutkan kembali, dengan rasa bersemangat Moh. Syam terus

mencari keberadaan Sunan Gunung Jati yang dianggapnya barusan memotong

rambutnya, beliau terus berlari sambil memanggil nama Sunan Gunung

Jati terus-menerus, pada suatu tempat tanpa disadari olehnya, beliau

masuk dalam kerumunan orang banyak yang tak lain sedang dibuka

perlombaan memperebutkan putri cantik dan sakti, Nyimas Gandasari

Panguragan. Merasa dirinya masuk gelanggang arena, Wanita cantik yang

tak lain adalah Nyimas Gandasari langsung menyerangnnya… Merasa

dirinya diserang secara mendadak, Moh. Syam langsung mengelak dan

menjauhinya, namun bagaimana dengan Nyimas Gandasari sendiri yang kala

itu sedang diperebutkan para jawara dari berbagai pelosok daerah.

beliau sangat tersinggung dengan menghindarinya pemuda yang barusan

masuk tadi, maka dengan serangan berapi-api Nyimas Gandasari langsung

melipat gandakan tenaganya untuk menglahkan pesaing yang kini sedang

dihadapinya.

Dengan perasaan dongkol, Moh. Syam akhirnya memutuskan untuk

melayaninya dengan bersungguh hati hingga ditengah perjalanan Nyimas

Gandasari sangat kewalahan. Merasa kesaktiannya kalah dibawah pemuda

asing yang kini sedang dihadapinya, maka dengan sesekali loncatan

Nyimas Gandasari berucap “Ya Kanjeng Susuhan Sunan Gunung Jati,

Yajabarutihi ila sulthonil alam, kun fayakun Lailaha Illallah Muhamad

Rosululloh” lalu beliau langsung terbang ke awang- awang dengan maksud

agar pemuda tadi tidak sampai mengejarnya. lain dengan jalan pikiran

Moh. Syam waktu itu setelah beliau mendengar nama Sunan Gunung Jati

disebutnya, beliau tambah berambisi utnuk mencari tahu, maka

disusullah Nyimas Gandasari, hingga sampai tangan kanannya

terperangkap.

Merasa dirinya panik Nyimas Gandasari langsung melepaskan tangan Moh.

Syam sambil tubuhnya menukik tajam kebawah. pada saat yang bersamaan

Sunan Gunung Jati yang sedang tafakkur disungai Kali Jaga, kedatangan

Nyimas Gandasari yang wajahnya terlihat pucat pasi dan sambil menuding

kearah depan Nyimas Gandasari, memohon kepada gurunya agar pemuda yang

mengejarnya tidak melihat dirinya. lalu dengan menyelipkan tubuhnya

dibawah bekiak kakinya, kanjeng sunan Gunung Jati berkata pada pemuda

yang barusan datang dihadapannya ” Wahai kisanak, anda mencari siapa

ditempat yang sepi seperti ini?” lalu Moh. Syam pun menjawabnya ”

Kisanak mohon maaf sesungguhnya saya datang kemari mencari gadis untuk

meminta bantuannya, dimana saya bisa menemui Sunan Gunung Jati?”

dengan tersenyum akhirnya Sunan Gunung Jati melepaskan wujud kecil

Nyimas Gandasari ke wujud semula dan meminta berterus terang dengan

apa yang pernah di ikrarkan sebelumnya, yaitu wajib mematuhi janjinya

untuk menikah dengan orang yang mengalahkan kesaktiannya.

Dengan perjalanan ini akhirnya Moh. Syam berganti nama dengan sebutan

Pangeran Soka dan dipenghujung cerita antara Nyimas Gandasari dan

Pangeran Soka akhirnya berikrar untuk meneruskan perjalanan hidupnya

menuju ilmu tauhid yang lebih matang hingga mereka berdua mufakat

menjalankan nikah bisirri

tanpa hubungan badan selayaknya suami istri, namun akan bersatu dengan

nikah hakikiyah di alam surga kelak dengan disaksikan langsung oleh

Sunan Gunung Jati Min Quthbil Mutlak ila Jami’ il Waliyulloh.

Seagull 4A TLR

HAIOU-31 75mm ƒ3.5 l Lucky SHD 100 b&w

 

Cairo

  

Hampir pukul 10 malam saat bus yang kami tumpangi tiba di depan Hotel Daar al-Tawhid Inter continental, Madinah. Hotel tersebut berlokasi di depan Masjid Nabawi.

 

Jarak Jeddah-Madinah sekitar 450 km kami tempuh dalam waktu sekitar lima jam. Rombongan jamaah umrah Naja Tour berangkat dari Makkah pukul dua siang. Kami singgah di Jeddah–sekitar 75 Km dari Makkah–untuk berbelanja di al-Balad. Tempat tersebut sangat terkenal bagi jamaah haji dan umrah asal Indonesia sebagai pusat belanja oleh-oleh.

 

Tak lupa, jamaah menikmati bakso dan mi ayam di warung bakso Mang Udin. “Ini warung bakso yang sangat terkenal di Jeddah. Rasanya pun enak sekali, seperti rasa bakso yang biasa kita makan di Indonesia,” kata Ustaz Aminullah, muthowwif yang melayani kami, berpromosi.

 

“Pendek kata, ke Jeddah belum makan bakso Mang Udin, seakan-akan belum ke Jeddah. He he he. Di sini juga ada warung nasi yang terkenal asal Indonesia, Ayam Bakar Wong Solo. Restoran ini pun sangat ramai,” Ustaz Aminullah menambahkan.

 

Ini hari kelima aku melaksanakan umrah. Empat hari di Makkah, dan rencananya tiga hari di Madinah. Ini bukan umrahku yang pertama, tapi kali ini ada dua hal yang aku adukan kepada Tuhan. Pertama, aku ingin bertobat–sebenar-benar tobat–atas segala dosaku. Kedua, aku mencari petunjuk untuk menemukan istri dan anakku.

 

Dua puluh tahun lalu aku meninggalkan istri dan anakku karena tergoda sekretaris cantik di kantor. Sebagai pemilik dan bos perusahaan tersebut, aku merasa bisa melakukan apa saja. Termasuk menikahi sekretarisku, Sherly. Tapi rupanya ia meminta lebih dari itu. Ia meminta aku untuk memilih dia atau istri dan anakku. Dan jahatnya aku, saat itu lebih memilih dia. Aku menceraikan istriku dan membiarkannya pergi membawa anak kami yang baru berusia lima tahun.

 

Lima belas tahun berlalu, aku membina rumah tangga dengan Sherly. Kami tidak dikaruniai anak. Sherly tidak mau mengandung dan melahirkan anak karena takut bentuk badannya yang ramping dan seksi akan berubah.

 

Suatu hari, seperti disambar geledek, Sherly tiba-tiba minta cerai. Belakangan baru kutahu, ternyata dia sudah setahun lebih menjalin hubungan dengan seorang laki-laki, duda, pengusaha kaya, yang kemudian menjadi suaminya.

 

Kejadian itu menyadarkanku. Baru aku merasakan betapa aku merindukan istri dan anakku. Aku segera ke Cianjur. Namun, istri dan anakku sudah tak ada lagi di sana. Tetangga tidak ada yang tahu ke mana mereka pergi.

 

Bertahun-tahun aku mencari informasi tentang istri dan anakku. Namun, mereka seperti hilang ditelan bumi.

 

Hingga suatu hari, tahun kelima, aku mendengar kabar samar bahwa mereka pergi ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Tapi di mana tepatnya? NTB adalah provinsi yang luas.

 

Akhirnya kuputuskan pergi umrah. Dengan niat dan harapan penuh, semoga aku mendapatkan petunjuk di sana.

 

Begitu sampai di Jeddah dan bertemu Ustaz Aminullah, aku sampaikan niatku umrah untuk bertobat dan mencari petunjuk mengenai keberadaan istri dan anakku. Ustaz Amin, begitu dia dipanggil, sangat simpatik dan penuh empati.

 

Dia ikhlas menemaniku untuk melakukan tawaf lewat tengah malam, agar aku dapat mencium Hajar Aswad dan berdoa di tempat-tempat mustajab di Masjidil Haram. Dia juga membimbingku untuk shalat tobat dan istikharah. Namun, sampai kami berangkat ke Madinah, belum ada titik terang sama sekali.

 

“Jangan putus asa, Pak. Insya Allah, akan ada petunjuk. Di Masjid Nabawi kita akan bermunajat di Raudhah, tempat yang makbul. Semoga Allah megijabah doa Bapak,” tutur Ustaz Amin.

 

Satu hari menjelang pulang ke Tanah Air, Ustaz Amin mengatakan, ia bertemu seorang ustaz muda dari Indonesia, tepatnya Lombok, yang namanya sama dengan nama anakku.

 

“Mudah-mudahan dia memang anak Bapak,” ujarnya.

 

Selepas shalat Zhuhur di Masjid Nabawi, Ustaz Amin mempertemukan aku dengan ustaz muda itu. Ia berjalan bersama rombongan.

 

Dadaku langsung berdebar. Aku malu bertemu dengan ustaz muda yang berkharisma itu. Tapi ia yang mendahului bertanya, “Apakah Bapak bernama lengkap Fatih El Ghozi?”

 

“Iyyyaa,” jawabku terkejut.

 

“Istri Bapak bernama Sayyidah Qalbi?”

 

“Betul, Ustaz.”

 

“Anak Bapak bernama Adly Fairuz?”

 

“Semua itu benar,” sahutku bergetar.

 

“Apakah Bapak ingat ciri-ciri anak Bapak tersebut?”

 

Aku berusaha mengingat-ingatnya. Dua puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Namun, tiba-tiba aku ingat sesuatu. “Ya, saya ingat, dia punya dua tahi lalat di pundak kirinya.”

 

Ustaz muda itu membuka bajunya yang sebelah kiri. Lalu menunjukkan dua tahi lalat di pundak kirinya. Belum sempat aku berkata-kata, tiba-tiba ia menghambur ke dalam pelukanku. “Bapak adalah ayah saya. Subhanallah, terima kasih ya Allah, Engkau telah mempertemukan saya dengan ayah saya.”

 

Ia lalu mencium tanganku. “Maafkan Adly, Ayah. Adly mohon ridha Ayah,” ujarnya dengan suara bergetar penuh emosi.

 

Spontan aku memeluknya. Kami berpelukan lama sekali. Tak ada kata-kata yang bisa keluar dari mulutku. Hanya air mata yang terus berderaian tak henti.

 

“Maafkan Ayah, Nak. Ayah sangat berdosa kepadamu dan ibumu,” akhirnya keluar juga kalimat itu dari mulutku.

 

“Sudahlah, Ayah. Tiada yang lebih baik untuk kita lakukan selain bersyukur kepada Allah.”

 

Ia langsung sujud syukur. Aku pun melakukan hal yang sama: mencium lantai Masjid Nabawi.

 

Para jamaah umrah yang dibimbing Adly masih berkumpul di sekitar kami. Mereka mungkin bingung terhadap apa yang terjadi.

 

“Para jamaah sekalian yang dimuliakan Allah. Perkenalkan, ini Ayah saya, Bapak Fatih El Ghozi. Kami terpisah selama 20 tahun. Ceritanya panjang. Tapi satu hal yang pasti: bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin. Allah Mahakuasa,” kata Adly dengan wajah penuh kegembiraan.

 

Satu per satu jamaah memeluk aku dan mengucapkan selamat. Setelah itu, mereka kembali ke hotel.

 

Aku mengajak Adly masuk kembali ke dalam masjid. Kami duduk berhadapan.

 

“Nak, bagaimana kabar mamamu?”

 

“Alhamdulillah sehat, Ayah.”

 

“Di mana kalian tinggal? Dan bagaimana ceritanya?”

 

“Setelah berpisah dengan Ayah, mama mengajak Adly tinggal di Cianjur, di rumah nenek. Mama adalah anak satu-satunya. Beberapa bulan kemudian nenek meninggal, sedangkan kakek–seperti Ayah tahu–sudah meninggal setahun sebelumnya. Mama lalu menjual tanah dan rumah warisan.

 

Mama mengajak Adly pindah ke Lombok. Di sana, teman nyantri mama waktu di Gontor mendirikan pondok pesantren bersama dengan suaminya yang juga alumni Gontor. Mama jadi pembantu di pondok pesantren tersebut. Bagi mama, yang penting bisa untuk menyambung hidup dan Adly bisa nyantri gratis.”

 

Ya Allah, betapa besar dosaku kepada istri dan anakku. Aku menyia-nyiakan mereka hanya karena seorang wanita yang tidak mencintaiku dengan tulus.

 

“Alhamdulillah, Adly lulus Aliyah usia 16 tahun dan hafal 30 juz. Adly ikut seleksi beasiswa kuliah di al-Azhar University Kairo, Mesir. Alhamdulillah, Adly termasuk salah satu dari 300 pemuda Indonesia yang berhasil mendapatkan beasiswa tersebut.

 

Mama sangat senang. Beliau pernah berkata, “Seandainya ayahmu tahu bahwa engkau dapat beasiswa kuliah ke al-Azhar, pasti akan bangga.’”

 

Ucapannya membuat aku kembali menguras air mata. Hatiku terasa semakin sedih dan bersalah.

 

“Adly lulus S-1 dari Al Azhar dalam waktu empat tahun dan pulang ke Indonesia dengan membawa gelar Lc. Mama bilang kepada Adly, ‘Pulanglah dulu. Abdikan dirimu di pondok pesantren. Insya Allah beberapa tahun lagi kamu melanjutkan kuliah S-2 dan S-3 di al-Azhar. Mudah-mudahan sebelum engkau kembali ke Kairo, Allah pertemukan engkau dengan ayahmu.”

 

Kali ini aku tak tahan lagi. Aku peluk anakku. Aku peluk ia erat sekali. Aku tak bisa berkata apa pun. Hanya air mata yang terus tumpah.

 

Setelah sekian lama, Adly berkata, “Adly sekarang jadi salah seorang ustaz di pondok pesantren. Adly juga menjadi imam rawatib di salah satu masjid jami di Lombok. Selain berdakwah ke berbagai kota, Adly juga menjadi pembimbing ibadah haji dan umrah,” tuturnya.

 

Hatiku begitu bahagia dan bangga. Anak yang kusia-siakan kini sudah menjadi orang yang berguna.

 

Aku minta Adly menyambungkan telepon ke mamanya.

 

“Assalamualaikum, Ma. Mama tahu, Adly sekarang dengan siapa? Doa Adly dan Mama dikabulkan Allah Adly bertemu ayah di Masjid Nabawi. Ini, ayah mau bicara dengan Mama.”

 

Lama aku dan Sayyidah terdiam.

 

“Assalamualaikum, Sayyidah,” suaraku bergetar.

 

“Walaikumussalam,” terdengar suara lembut yang kukenal 20 tahun lalu di seberang sana.

 

“Sayyidah, masih bolehkah aku bertemu denganmu? Aku hanya ingin mencium tanganmu dan mengucapkan permohonan maaf.”

 

“Terbalik, Mas. Sayyidah yang meminta maaf. Mungkin selama ini Sayyidah belum bisa jadi istri yang baik. Biarkan Sayyidah yang mencium tangan Mas Fatih.”

 

Aku menggigit bibir. Namun, air mata ini terus saja menderas.

 

“Pulang umrah besok, aku akan langsung ke Lombok. Aku minta diantar Adly.”

 

“Semoga Allah berikan kepada kita umur yang panjang dalam sehat dan taat kepada Allah.”

 

Namun, keesokan harinya, hanya tiga jam sebelum kami kembali ke Tanah Air, ada telepon masuk ke Adly. Isinya mengabari bahwa mamanya terkena strok, pembuluh darah pecah. Ia langsung dirawat di rumah sakit. Sampai saat ini belum sadarkan diri.

 

Aku terkejut dan sangat khawatir. Ya, Allah, izinkan aku menemui istriku dan meminta maaf atas segala kesalahanku.

 

Perjalanan Jeddah-Cengkareng yang hanya delapan jam terasa begitu lama. Ditambah transit tiga jam, kemudian terbang Cengkareng-Lombok selama dua jam. Sepanjang perjalanan dari Jeddah sampai Lombok, aku sama sekali tak bisa memicingkan mataku. Bayangan buruk berkali-kali menghantuiku.

 

Begitu mendarat di Bandara Internasional Lombok (BIL), Praya, aku dan Adly langsung ke rumah sakit. Istriku masih koma. Adly langsung memeluk mamanya dengan penuh kasih sayang seraya melantunkan berbagai macam doa.

 

Sejenak aku terpaku. Namun, segera aku cium tangan istriku. Wanita mulia yang telah kutinggalkan begitu saja hanya karena dorongan nafsu. “Maafkan aku, Sayyidah,” bisikku di telinganya. Namun, ia sama sekali tidak merespons.

 

Selama lima hari, istriku koma. Dokter melakukan berbagai upaya untuk mengobatinya. Namun hasilnya nihil.

 

Hari keenam, tiba-tiba tangannya bergerak. Segera kugenggam tangannya. “Sayyidah, maafkan aku, sayang.”

 

Ia menjawab dengan isyarat. Tangannya menggenggam jariku.

 

“Cepat sembuh ya sayang. Aku ingin kembali hidup bersamamu dan anak kita.”

 

Namun, tiba-tiba air matanya meleleh dari matanya. Dan pegangan tangannya kembali melemah.

 

Ia kembali koma. Dan dua hari kemudian meninggal dunia, tanpa sempat mengucapkan sepatah kata pun kepadaku maupun Adly.

 

***

 

Senja makin tenggelam dalam muram. Mentari kembali ke balik malam. Angin seakan berhenti berdesau. Memagut hatiku yang kian galau.

 

“Ayah, mari kita pulang. Sebentar lagi gelap,” Adly menyentuh bahuku.

 

Untuk kesekian kali aku memeluknya. Air mataku berderai.

 

“Maafkan aku, Nak. Ayah sangat berdosa kepadamu dan mamamu.”

 

“Adly sudah memaafkan Ayah. Dan mama pun, Adly yakin sudah memaafkan Ayah. Kita hidup menjalani takdir yang sudah Allah gariskan. Tugas kita berikhtiar. Dan Ayah sudah berikhtiar maksimal untuk menemukan mama dan Adly dan merajut kembali bangunan keluarga kita yang sempat rapuh. Tapi manusia berencana, Tuhan pun punya rencana. Dan rencana Tuhan selalu yang terbaik.”

 

Adly mencium tanganku. “Adly selalu bangga dengan Ayah. Dulu, sekarang dan se lamanya. Itu yang selalu mama ajarkan kepada Adly.”

 

“Mama selalu bilang, Ayah adalah cinta pertamanya. Ayah adalah satu-satunya laki-laki yang beliau kenal dalam hidupnya. Ayah melamar mama, saat mama nyantri di Pondok Pesantren Gontor. Kata mama, Ayah tidak mau menunggu sampai mama lulus dari pesantren karena takut mama disunting anak Pak Kiai. Ketika akhirnya Ayah berpaling kepada wanita lain, mama tetap membanggakan cinta Ayah dan menyimpan nama Ayah di lubuk hatinya yang paling dalam.”

 

Mendengar ucapannya, aku kembali tersedu. Kembali kupeluk anakku, sambil memandang makam yang masih merah itu. “Istriku, terbuat dari apakah hatimu? Bahkan intan permata pun tidaklah semulia itu. Seandainya saja Allah izinkan aku sehari saja menemanimu, ingin kucium kakimu dan kulayani engkau sepanjang waktu.”

 

“Ayah, Adly yakin mama tersenyum di alam kuburnya. Ia ingin Ayah bahagia. Dan ia menunggu Ayah di pintu surga.”

 

Adly meraih tanganku. “Sekarang saatnya kita pulang. Besok Adly antar Ayah ziarah ke makam mama. Kita berdoa bersama-sama untuk mama. Semoga Allah bahagiakan dan muliakan mama di alam barzakh.”

 

Aku melangkah perlahan. Sekali lagi kutengok makam istriku.

 

“Selamat jalan, cahaya mataku. Aku akan selalu merindukanmu dalam sunyiku dan doa-doaku.”

 

Masjid Nabawi, Madinah, 2 Syawwal 1439 H

 

Irwan Kelana adalah cerpenis, novelis, dan wartawan Harian Republika. Ia telah menerbitkan sekitar 20 judul buku, baik novel, kumpulan cerpen, biografi maupun buku-buku Islam. Lebih dari 10 kali memenangkan lomba menulis novel, cerpen, karya tulis, dan artikel tingkat nasional. Ia juga aktif memberikan pelatihan jurnalistik dan sastra di dalam maupun luar negeri.

 

[1] Disalin dari karya Irwan Kelana

[2] Pernah tersiar di surat kabar “Republika” edisi Minggu 6 Januari 2019

 

The post Rindu di Tangkai Senja appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.

 

via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2CXh0lp

Nikkormat FT2 .

Nikkor 3.5/28mm .

ProFoto XL 100 .

  

Botanic Garden | Nile River

Kisah Sahabat: Peran Salman al Farisi dalam Perang Khandaq – Perang Khandaq yang juga dikenal sebagai pertempuran al-Ahzab, pertempuran konfederasi juga pengepungan kota Madinah. perang yang terjadi di bulan Syawal 5 H/627 M, pengepungan Madinah ini dipelopori oleh pasukan gabungan (kaum Kafir Quraisy Mekkah dengan Yahudi bani Nadir. Pengepungan Madinah ini terjadi selama 27 hari.

 

Perang Khandaq terjadi karena adanya hasutan dari kaum Yahudi. Berawal dari sekelompok orang Yahudi Bani Nadhir beserta orang-orang dari kabilah Arab Bani Wail yang pergi menuju Mekkah untuk menemui kaum kafir Quraisy. Kemudian mereka menghasut para pemimpin Quraisy agar memerangi Rasulullah Saw, yang ketika itu Rasul sedang berada di Madinah.

 

Setelah berhasil menghasut kaum kafir Quraisy, mereka pun pergi menuju kabilah Gathafan. Tidak hanya itu saja, mereka juga giat mendatangi kabilah-kabilah Arab di sekitaran Mekkah, dengan maksud yang sama yaitu menghasut para pemimpinnya. Akhirnya kaum kafir Quraisy dan bangsa Yahudi menyepaki untuk mengirimkan pasukan ke Madinah, 10.000 orang telah disiapkan dengan rincian 4000 orang tentara Quraisy dan 6000 orang dari kabilah Gathafan, sedangkan bangsa Yahudi siap menyerahkan hasil perkebunan kurma di Khaibar selama 1 tahun kepada kabilah Gathafan. Pasukan Musyrikin ini dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb, ia merupakan tokoh Quraisy yang terkenal begitu gigih memusuhi Rasulullah Saw dan kaum Muslimin.

 

Begitu berat di pundak Rasulullah Saw untuk menyebarkan agama Islam ketika itu, begitu banyak yang ingin memerangi beliau dan umat Islam. Atas izin Allah SWT, Allah mempertemukan seorang Salman al Farisi dengan Rasulullah Saw. Kecerdikan Salman itu membuahkan hasil di perang Khandaq, umat Islam memenangkan perang tersebut.

 

Rabbani Tour mencoba menapak tilas sejarah tersebut, jika anda memilih paket Wisata Muslim Mesir-Palestina-Jordan maka salah satu destinasi wisatanya adalah berziarah ke makam Salman al Farisi yang terdapat di Jordania. Atau anda bisa memilih paket Wisata Muslim lainnya juga, seperti Turki, Eropa, Bangkok dan jepang.

 

Kisah Sahabat: Peran Salman al Farisi dalam Perang Khandaq

 

Setelah mengetahui jumlah kekuatan musuh, muncul perasaan khawatir di kalangan umat islam. Rasulullah Saw sebagai panglima tertinggi kemudian mengadakan musyawarah bersama pasukannya untuk mengatur strategi yang tepat dalam menghadapi pasukan kafir Quraisy. Dalam musyawarah tersebut Salman al Farisi ra mengutarakan pendapatnya, strategi dalam menghadapi pasukan musuh adalah dengan cara membuat parit yang besar mengelilingi kota Madinah khususnya wilayah yang terbuka.

 

Cara pertahanan tersebut merupakan strategi yang dipakai ketika Salman masih bersama bangsa Parsi, beliau berkata kepada Rasulullah “wahai Rasulullah, dahulu ketika kami masih di Parsi jika kami merasakan takut akan serbuan tentara berkuda musuh maka kami akan menggali sebuah parit di sekitar kami”.

 

[caption id="attachment_8203" align="alignleft" width="379"] Kisah Sahabat: Peran Salman al Farisi dalam Perang Khandaq[/caption]

 

Kemudian Rasulullah Saw menerima ide tersebut dengan rasa gembira, karena ide tersebut merupakan strategi perang baru di kalangan Arab saat itu, trategi yang begitu brilian. Terbukti dengan menggunakan strategi perang tersebut atas izin Allah SWT tentunya, kemenangan berpihak kepada kaum Muslimin dan kota Madinah terbebas dari kehancuran tangan para kuffar. Akhirnya Salman al Farisi diberikan tanggungjawab untuk mengatur strategi, membuat rancangan denah daerah yang akan dilakukan penggalian parit tersebut. Atas kerjasama semua umat Islam rancangan parit tersebut terealisasikan.

 

Rasulullah Saw ikut serta dalam pembuatan parit tersebut. Mengingat kota Madinah yang begitu luas, dalam setiap 10 orang kaum muslimin diharuskan menyelesaikan penggalian parit sepanjang 40 meter. Menurut Syauqi Abu Khalil di dalam bukunya Atlas Hadits, kaum Muslimin berhasil menggali parit sepanjang 5,544 meter (5,5 km lebih) dengan lebar parit 4,62 meter dan mempunyai kedalaman 3,234 meter. Penggalian parit tersebut membutuhkan waktu selama 10 hari. adapun penjelasan di dalam Ensiklopedia Islam, penggalian parit tersebut memakan waktu hanya 6 hari.

 

Ketika itu kota Madinah sedang mengalami musim dingin. Banyak kaum Muslimin yang tidak memiliki persediaan makanan yang cukup, bahkan ada yang tidak memiliki apa-apa. Kata Abu Thalhah ra “kami pernah mengeluh kpd Rasulullah Saw tentang rasa lapar yg kami rasakan. Dan kami selalu mengikat perut dengan sebuah batu. Begitu pula dengan Rasulullah Saw mengikat perutnya dengan dua buah batu. Kata Anas: “ketika itu Rasulullah Saw keluar menyaksikan kaum Muhajirin & kaum Ansar bersama-sama sedang menggali parit di suatu pagi yg teramat dingin sedangkan mereka dalam kondisi teramat lapar.”

 

Parit yang digali itu memanjang dari sebelah utara hingga menuju selatan kota Madinah. Namun, saat ini parit yang berada di bagian selatan Madinah sudah tidak ada dan kini di dekatnya dibangun Masjid Fatah. Setelah pembuatan parit tersebut rampung, datanglah tentara Quraisy yang jumlahnya sekitar 10.000 orang. Umat Islam pun siap siaga menjaga kota Madinah. Kemudian Rasulullah Saw membawa pasukan Muslim menuju gunung Silih (Saia) dan menjadikannya sebagai benteng pertahanan.

 

Setibanya tentara kafir Quraisy di perbatasan kota Madinah, mereka tidak menyadari akan pertahanan kaum Muslimin dengan menggunakan parit tersebut. Akhirnya mereka tidak dapat melewati parit dan ketika berhadap-hadapan mereka pun tidak melakukan peperangan seperti biasanya di tempat terbuka. Tentara Abu Sofyan ketika sampai di Madinah merasakan kekecewaan karena tidak mampu menyebrangi parit, strategi Khandaq (parit) yg dibina oleh Rasulullah Saw atas gagasan Salman al Farisi ini merupakan strategi perang baru di tanah Arab.

 

Keberadaan parit yang berada memanjang dan memisahkan dua pasukan ini membuat para pasukan hanya bisa saling memanah. Dengan peperangan model begini, hanya beberapa orang yang syahid di kubu Muslim tercatat enam orang, sedangkan dari kafir Quraisy jatuh korban sebanyak 12 orang. Dalam perang Khandaq ini sempat terjadi duel satu lawan satu, yaitu antara Ali bin Abi Thalib dengan Amr bin Abdu Wudd dan dimenangkan oleh Ali.

 

Melalui gunung Sila (Sal’a) ini Rasulullah Saw mengawal pergerakan tentara Muslim juga mengawasi pergerakan pasukan musuh. Kemudian Rasulullah Saw bermunajat di gunung Sila selama 3 hari dan turunlah surat al-Ahzab. alhasil Allah SWT mengabulkan munajat Rasulullah Saw dan memenangkan kaum Muslimin dari pertempuran tersebut. Allah SWT memberikan kemenangan dengan cara mengirimkan bala tentara Malaikat juga angina yang begitu kencang sehingga memporak-porandakan tentara kafir sampai mereka lari terbirit-birit. (QS Al-Ahzab[33] : 9)

 

[caption id="attachment_8202" align="aligncenter" width="626"] Kisah Sahabat: Peran Salman al Farisi dalam Perang Khandaq[/caption]

 

Kisah Sahabat: Peran Salman al Farisi dalam Perang Khandaq – Kezuhudan Beliau

 

Di dalam sebuah riwayat dijelaskan, Abu Nu’aim mengeluarkan dari Athiyah bin Amir, lalu ia berkata:”aku pernah melihat Salman al Farisi ra menolak makanan yg disuguhkan kepadanya, kemudian ia berkata, “tidak, tidak, karena aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda: “sesungguhnya orang yg lebih sering kenyang di dunia akan lebih lama laparnya di akhirat. Wahai Salman, dunia ini hanyalah penjara bagi orang Mukmin dan surganya bagi orang kafir”. (HR. Muslim)

 

[caption id="attachment_8204" align="aligncenter" width="712"] Kisah Sahabat: Peran Salman al Farisi dalam Perang Khandaq[/caption]

   

Demikian Kisah Sahabat: Peran Salman al Farisi dalam Perang Khandaq, beliau merupakan sahabat nabi yang berasal dari luar daerah Arab, Persia (sekarang termasuk daerah Iran). Begitu semangatnya Salman untuk mencari mutiara kebenaran, baralih dari Majusi kemudian Nasrani dan terakhir ia menemukan mutiara Islam. Semoga ada manfaat yang dapat dipetik dari Kisah Sahabat: Peran Salman al Farisi dalam Perang Khandaq.

“… Fakat şehrin su ihtiyacı zaman zaman artmakta, hayır yapmak, bilhassa su dağıtmak gayesi de devam etmekte olduğundan her devirde büyük himmetlere ve hizmetlere vesile olmuştur ki bentlerimizi sıralayınca hakikat belirecektir. […] Şehrin başlıca su ve hayat kaynağı olan bu tarihi bentler, İstanbul’un en tanınmış mesire ve gezi yerlerindendi. Yine de bu yüce himmet mahsulleri, sakin ormanlariyle, kemerleriyle cidden görülmeğe değer birer varlıktır.” Kaynak: Tahsin Öz, “Bentler”, Panorama, Eylül 1955, sayı: 16

 

Büyük Bent

#SALTAraştırma, Harika-Kemali Söylemezoğlu Arşivi

 

Repository: SALT Research

 

Rights Info: This material can be used under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) license.

10 Masjid Besar di United Kingdom – Bagi seorang muslim yang hendak berwisata ke negara United Kingdom, selain nantinya berkunjung ke beberapa tempat wisata tentunya tidak lupa juga untuk mencari lokasi masjid dan tempat makan yang menyediakan makanan halal, mengingat kewajiban seorang muslim untuk beribadah dan menjaga makan makanan yang halal.

 

Dalam wisata halal Rabbani, tidak hanya sekedar berwisata namun juga kita memerhatikan agar para peserta tour dapat shalat tepat waktu juga mendapatkan jaminan makanan yang halal. Rabbani Tour berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan memberikan kenyamanan, keamanan kepada peserta tour selama dalam perjalanan. Berikut paket yang dapat anda tentukan negara tujuannya, Paket Wisata Halal Muslim.

 

United Kingdom yang memang bukan negara Muslim, tetapi jumlah penduduk Muslim di negara tersebut cukup banyak, sehingga di UK banyak terdapat masjid juga restoran yang menyediakan makanan halal. untuk lokasi masjid-masjid ini banyaknya terdapat di kota-kota besar, seperti di London, Manchester, Birmingham, Liverpool, Brisol, Sheffield, Glasgow dan Edinburgh. Berikut sedikit paparan mengenai 10 Masjid Besar di United Kingdom:

 

London Central Mosque

 

[caption id="attachment_8507" align="aligncenter" width="327"] 10 Masjid Besar di United Kingdom[/caption]

 

London Central Mosque atau yang lebih dikenal dengan Islamic Cultural Centre (ICC), masjid ini terletak di 146 Park Road, London. Dikarenakan letaknya dekat dengan Regent’s Park maka masjid tersebut sering juga disebut Regent’s Park Mosque. Masjid ini dibangun pada tahun 1977, yang dikelola oleh London Central Mosque Trust. Masjid yang dibangun di atas tanah yang didonasikan oleh King George VI untuk warga Muslim Britain, ini sebagai bukti tanda terima kasih kepada King Farouk, Raja Mesir & Sudan, yang juga sudah mendonasikan lahan untuk pembangunan gereja katedral Anglican yang berada di Cairo, Mesir. Masjid berarsitekturkan Islamic-Modern ini memiliki 1 minaret, 1 kubah yang berwarna keemasan, dan dapat menampung 5.000 jamaah. di halaman masjid anda dapat menemukan café yang menyediakan makanan & minuman halal dan juga terdapat sebuah toko buku kecil.

 

East London Mosque

 

[caption id="attachment_8508" align="aligncenter" width="394"] 10 Masjid Besar di United Kingdom[/caption]

 

East London Mosque ini terletak di antara Whitechapel dan Aldgate, menyatu dengan London Muslim Centre dan Maryam Centre. Masjid ini merupakan masjid terbesar di Eropa. Masjid yang dibangun pada tahun 1982 di tanah kosong bekas pengeboman selama perang dunia II. Biaya dalam pembangunannya merupakan donasi dari King Fahd, kemudian dari pemerintahan Kuwait dan pemerintah UK sendiri. Pada tahun 1985, masjid ini diresmikan ke publik dan dikelola oleh East London Musque Trust. Masjid ini memiliki 1 kubah, 3 minaret dan dapat menampung 7.000 jamaah. beberapa imam Masjidil Haram seperti Abdul Rahman Al-Sudais dan Saud Al-Shuraim pernah mengunjungi masjid tersebut.

 

[ Lihat juga Program Perjalanan Mini Europa (Amsterdam – Brussels – Bruges – Paris) ]

 

Birmingham Central Mosque

 

[caption id="attachment_8509" align="aligncenter" width="407"] 10 Masjid Besar di United Kingdom[/caption]

 

Birmingham central Mosque ini letaknya di 180 Belgrave Middleway, Highgate, Birmingham. Masjid yang dibangun pada tahun 1969, merupakan hasil donasi dari kaum Muslim & non-Muslim setempat. Kemudian di tahun 1976 barulah masjid ini resmi dibuka untuk publik dan dikelola oleh Birmingham Mosque Trust. Masjid ini memiliki 1 kubah dan 1 minaret. Di tahun 1988 sampai 1990, al-Hijrah School menggunakan beberapa ruangan masjid untuk kegiatan sekolah sebelum pindah ke Midland House di Small Heath. Masjid yang digunakan sebagai tempat ibadah juga menyediakan layanan konsultasi perihal agama Islam, Pendidikan, Pernikahan dan Pemakaman Jenazah.

 

Glasgow Central Mosque

 

[caption id="attachment_8510" align="aligncenter" width="462"] 10 Masjid Besar di United Kingdom[/caption]

 

Glasgow Central Mosque lokasinya berada di 1 Mosque Ave, Gorbals, Glasgow Skotlandia. masjid yang dibangun pada tahun 1983 di atas lahan 1,6 hektar di tepian sungai Clyde, oleh seorang pensiunan bisnisman sekaligus juga pemimpin komunitas Glasgow Central Mosque yaitu Muhammed Tufail Shaheen MBE. Pada tahun 1984 barulah masjid ini resmi dibuka untuk umum oleh H.E Abdullah Omar Nasseef, merupakan Secretary General Muslim World League. Bangunan masjid ini memiliki arsitektur Islamic-Arabesque, 1 kubah berwarna perak dan 1 minaret dan dapat menampung hingga 2.500 jamaah. selain digunakan untuk tempat beribadah juga terdapat Islamic Centre yg menyediakan layanan untuk konsultasi komunitas Muslim dan non-Muslim.

 

Finsbury Park Mosque

 

[caption id="attachment_8512" align="aligncenter" width="379"] 10 Masjid Besar di United Kingdom[/caption]

 

Finsbury Park Mosque lokasinya terletak di Finsbury Park, 7-11 St Thomas Road, Islington, London. Masjid yang dibuka pada tahun 1994 dan telah dikunjungi oleh Prince Charles of Wales. Masjid berarsitektur Islamic-Modern ini memiliki 5 lantai, 1 minaet dan dapat menampung 1.800 jemaaah. Masjid yang dikelola oleh Finisbury Park Mosque Trut, merupakan sebuah organisasi amal yg melayani komunitas Muslim di Islington. Di masjid ini juga sering diadakan beberapa Islamic event antara lain Visit my Mosque, Young Sisters Event dan Family day.

 

[ Ikutilah Wisata Tour ke London & Scotland ]

 

Edinburgh Central Mosque

 

[caption id="attachment_8513" align="aligncenter" width="298"] 10 Masjid Besar di United Kingdom[/caption]

 

Edinburgh Central Mosque atau dikenal juga dengan nama King Fahd Mosque & Islamic Centre of Edinburgh, masjid yang terletak di Potterow, Edinburgh Skotlandia. masjid yang jaraknya tidak jauh dari University of Edinburgh & National Museum of Scotland. Edinburgh Central Mosque ini dibangun untuk tempat ibadah dan layanan penduduk Muslim yang berada di Edinburgh, mengingat semakin bertambahnya umat Muslim disana. Awalnya pembangunan ini sempat terputus karena keterbatasannya biaya, tetapi King Fahd, Raja Arab Saudi mendonasikan sekitar 90% dari total dana yg dibutukan dalam pembangunannya, sehingga di tahun 1998 pembangunan masjid tersebut dapat rampung dan dibuka untuk publik. Masjid yang berarsitektur antara perpaduan Islamic-Turkish dan Scots Baronial ini memiliki 2 kubah, 1 minaret, 3 tower pada setiap sudut bangunan dan dapat meanmpung 1.300 jamaah. di komplek masjid terdapat pula perpustakaan dan dapur umum yg menyediakan makanan halal bagi para pengunjung. Pada bulan Agustus di setiap tahunnya, masjid ini selalu mengadakan Islamic Festival, yg merupakan bagian dari Edinburgh Festival.

 

Medina Mosque

 

[caption id="attachment_8514" align="aligncenter" width="395"] 10 Masjid Besar di United Kingdom[/caption]

 

Medina Mosque yang lokasinya berada di 24-28 Wolseley Road, Sheffield, South Yorkshire Inggris. dikarenakan letaknya di Wolseley Road, sehingga masjid ini sering juga dinamakan Wolseley Road Mosque. Masjid ini dibuka pertama kali pada tahun 2006, masjid yang berarsitekturkan Islamic ini memiliki 1 kubah berwarnakan hijau toska, 2 minaret dan berdaya tampung hingga 2.500 jamaah. masjid ini memiliki 19 ruangan, 2 prayer hall, perpustakaan dan sebuah day centre. Masjid yang dikelola oleh Sheffield Islamic Centre Medina Masjid Trust, melayani penduduk Muslim di distrik Nether Edge & Sharrow, Sheffield Inggris.

 

Bristol Jamia Mosque

 

[caption id="attachment_8515" align="aligncenter" width="293"] 10 Masjid Besar di United Kingdom[/caption]

 

Bristol Jamia Mosque ini lokasinya berada di Green Street, Totterdown, Brisol Inggris. Bristol Jamia ini merupakan masjid yang pertama di Bristol. Masjid yang didirikan pada tahun 1968, dibangun di sebuah area gereja yang tidak lagi digunakan. Kemudian British Muslim Association membeli area tersebut dari parish Council dan dibangunlah sebuah masjid di area tersebut. Masjid dengan panjang bangunan sekitar 67 meter, dengan lebar 64 meter, memiliki 1 buah kubah, 1 minaret yang tingginya 88 meter dan masjid ini dapat menampung 840 jamaah. sampai saat ini, masjid Bristol masih terbesar di region South West England. Masjid yang dikelola oleh Council of Bristol Mosque dan terbuka untu seluruh Muslim juga non-Muslim.

 

[ Tour ke West Europe (Amsterdam-Koln-Frankfurt-Zurich-Lucerne-Paris brussels) ]

 

Manchester Central Mosque

 

[caption id="attachment_8516" align="aligncenter" width="442"] 10 Masjid Besar di United Kingdom[/caption]

 

Manchester Central Mosque dan Islamic Cultural Centre ini berlokasi di 20 Upper Park Road, Manchester, Inggris. masjid yang letaknya di tengah Victori Park dan tidak jauh dari Curry Mile, sehingga masjid ini sering disebut dengan Victoria Park Mosque. Masjid ini awalnya hanya terdiri 2 bangunan: rumah pertama milik seorang merchant tekstil asal Suriah dan rumah kedua milik komunitas dari India yg tinggalnya di area tersebut. Pada tahun 1971, komunitas Jamaat el-Muslimeen memutuskan akan membangun sebuah masjid di Manchester. Kemudian kedua rumah tersebut dihancurkan, lalu dibangunlah sebuah masjid dengan berwarnakan hijau dan merah bata seperti yang terlihat sekarang ini. Selain fungsinya sebagai sarana ibadah juga masjid ini menyediakan layanan pendidikan, pernikahan dan pemakaman.

 

Al-Rahma Mosque, Liverpool

 

[caption id="attachment_8517" align="aligncenter" width="422"] 10 Masjid Besar di United Kingdom[/caption]

 

Masjid Al-Rahma yang lokasinya di 29-31 Hatherley Street, Toxteth, Liverpool ini dikenal juga dengan nama Liverpool Muslim Society Al-Rahma Mosque and Cultural Centre. Dalam sejarah, Al-Rahma Mosque merupakan sebuah masjid yang dibangun pada tahun 1889 oleh seorang muallaf yaitu William Abdullah Quilliam, di Brougham Terrace, Liverpool. Di tahun 1974, masjid ini dibangun kembali & dikelola oleh Liverpool Muslim Society. Masjid ini memiliki 1 kubah, 2 minaret dan bisa menampung 2.500 jamaah.selain fungsinya untuk tempat ibadah dan Islamic Centre, masjid ini juga melayani pendidikan Bahasa Arab & tempat makan halal bagi umat Muslim di Liverpool.

 

Nah itulah 10 Masjid Besar di United Kingdom semoga menginspirasi tour anda di negara tersebut. Yuk berwisata bersama Wisata Halal Muslim Rabbani Tour.

Karnak Temple in Luxor. This angle was taken from the step inside the pool.

 

_______________________________________________

Photo by Yadi Yasin © 2007 All Rights Reserved.

yadiyasin.fotografer.net

All my images are under © All Rights Reserved and should not be use in any other way.

Please don't use this image on websites, blogs or other media without my explicit permission.

9 Alasan Untuk Berumroh atau Berhaji di Waktu Muda

 

Ibadah Haji atau Umroh merupakan ibadah yang mulia dan dilakukan di tempat paling mulia yaitu di Masjidil Haram, Kota Suci Mekkah. Dibutuhkan kesungguhan dan pengorbanan untuk melaksanakan kedua ibadah tersebut, kesungguhan niat yang tulus mengharap ridho Allah SWT juga pengorbanan dari segi materi maupun fisik.

 

Terutama dalam hal fisik, di dalam perjalanan ibadah suci ini sangat dibutuhkan. Mengingat kita yang berada di beda benua, membutuhkan perjalanan yang begitu jauh dan mungkin melelahkan untuk sebagian orang. Berjam-jam kita duduk di pesawat, setibanya langsung melakukan ibadah selama 9 hari lamanya, belum lagi kondisi cuaca yang berbeda sehingga mengharuskan kita untuk beradaptasi dengan perubahan cuaca. Maka benar jika Rasulullah mencintai seorang mukmin yang sehat dan kuat karena ibadah itu memerlukan mental yang terjaga dan stamina yang prima.

 

Berikut kami rangkum 9 alasan untuk berumroh atau berhaji di waktu muda:

 

Memiliki Stamina yang Kuat dan Bugar

 

[caption id="attachment_8310" align="aligncenter" width="704"] 9 Alasan Untuk Berumrah atau Berhaji di Waktu Muda[/caption]

 

Kegiatan ibadah Haji dan Umroh sangat memerlukan kekuatan fisik. Dengan kondisi cuaca yang berbeda, kemudian ada beberapa rukun ibadah yang memang dapat menguras tenaga, seperti: tawaf, sa’I, mencium hajar aswad. Maka sudah dipastikan prosesi rukun tersebut dibutuhkan perjuangan baik itu berdesak-desakan antara jamaah lainnya, mengingat jika postur tubuh kita kecil berdesak-desakan dengan orang-orang afrika yang tinggi besar, kemudian jarak sa’I yang begitu lumayan jauh, belum lagi jarak hotel dengan masjid yang jauh. Maka bagi anda yang sudah berniat haji atau umroh mulailah dari sekarang untuk menjaga stamina agar tetap kuat dan bugar.

 

Dapatkan fasilitas hotel yang nyaman di Paket Umroh Eksklusif Bintang 5 hanya $2.100.

 

Daya ingat yang kuat dan mampu beradaptasi

 

Tidak hanya fisik tapi juga dibutuhkan ingatan yang kuat dan mampu beradaptasi. Ibadah Haji dan Umroh ini tidak terlepas dari do’a-do’a juga bacaan yang telah dianjurkan Rasulullah Saw. Biasanya daya ingat anak muda itu masih kuat, mampu menghafalkan dan tidak perlu baca buku lagi. Bukan berarti tidak menjadikannya membaca do’a dari buku itu tidak sah, tetap sah dan kita tetap yakin Allah Maha Mengetahui dari setiap do’a-do’a dan maksud baik itu diucapkan secara dzahir maupun batin.

 

Mengingat iklim antara Negara kita dengan Mekkah itu berbeda, biasanya imunitas anak muda lebih kuat tapi tidak menutup kemungkinan orang tua yang sudah berumurpun ada yang masih kuat. Namun biasanya anak muda bisa dengan mudah menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan perbedaan iklim. Maka untuk yang muda ini menjadi alasan untuk bersegera menunaikan ibadah tersebut.

 

Menambah ilmu pengetahuan

 

Keingin tahuannya anak muda biasanya lebih tinggi, dengan daya ingat yang kuat sehingga ibadah ini bisa menjadi semangat untuk menambah ilmu pengetahuan. Karena di kota suci Mekkah dan Madinah bukan hanya untuk tempat ibadah saja, namun terdapat banyak sekali sejarah dan ilmu-ilmu yang mungkin nanti bisa dipelajari olah calon jamaah.

 

[caption id="attachment_8311" align="aligncenter" width="289"] 9 Alasan Untuk Berumrah atau Berhaji di Waktu Muda[/caption]

 

Disanalah tempat awal mula peradaban Islam berkembang, tempat lahirnya para Nabi, makam-makam para sahabat, juga sejarah-sejarah lainnya yang terdapat di Negara tetangganya seperti Palestina dengan Masjid aqsa, Jerussalem dengan peninggalan Nabi Sulaeman, Nabi Ibrahim, Nabi Daud, jika Umroh Plus Cairo maka akan dipastikan anda melihat bukti sejarah Fir’aun dengan Piramid dan Spinknya. Dengan demikian perjalanan ibadah tersebut dapat menambah wawasan pengetahuan bagi para jama’ah.

 

Dapatkan paket Promo Umroh HEBAT [Hemat dan BersahaBAT] + CAIRO MESIR hanya 25 JUTA. Tersedia juga paket-paket lainnya di Umroh PLUS dan Wisata Halal Muslim.

 

Dapat membantu jamaah lain

 

[caption id="attachment_8312" align="aligncenter" width="331"] 9 Alasan Untuk Berumrah atau Berhaji di Waktu Muda[/caption]

 

Dengan pergi berumroh atau berhaji bersama-sama rombongan yang di dalamnya bisa didapatkan jamaah yang berbeda daerah, berbeda suku dan juga bervariasi umurnya. ini menjadikan kita dapat bersilaturahim menambah saudara baru. Dan apabila dalam rombongan tersebut ada jamaah yang mungkin bisa dikatakan lanjut usia, maka ini menjadi kesempatan bagi yang muda dan kuat untuk membantunya dan ini menjadi amal tambahan baginya. Apalagi membantu dalam perihal ibadah yang suci ini dan dilakukan di tempat yang suci, sungguh akan menjadi pahala yang besar bagi yang saling tolong menolong. Anak muda, Umroh Yuukk!! Asyiikk . . .

 

Inspirasi penyemangat ibadah

 

Di Masjidil Haram, sejauh mata memandang akan ditemukan orang-orang yang beribadah dengan khusyu. 24 jam waktu berputar, masjid ini tidak pernah berhenti dengan orang-orang yang beribadah mengharap ridho Allah SWT. Mendirikan shalat berjamaah, bertawaf sambil mengucapkan talbiyah, orang-orang memanjatkan do’a, lingkungan super kondusif ini mampu untuk memperbaiki dan menyemangati diri untuk beribadah lebih baik dan lebih baik lagi. Sehingga ini menjadi alasan bagi anda seorang ayah yang akan mengajak anak dan sekeluarganya untuk beribadah bersama-sama, atau bagi anda yang masih muda yang haus untuk inspirasi ibadah.

 

Rabbani Tour menyediakan paket Umroh Sekeluarga, dapatkan juga potongan diskonnya!!!

 

Menentukan pilihan hidup

 

[caption id="attachment_8313" align="aligncenter" width="386"] 9 Alasan Untuk Berumrah atau Berhaji di Waktu Muda[/caption]

 

Jaman sekarang ini kerisauan atau permasalah hidup akan selalu ada menghinggapi kita, begitupun dengan kalangan muda. Dikhawatirkan pelarian solusi dari kerisauan tersebut dilarikan ke jalan yang tidak tepat. Beribadah ke tanah Suci dengan melaksanakan ibadah haji atau umroh ini merupakan solusi yang tepat untuk mencurahkan kerisauan kita pada Allah SWT, bermunajat tepat di depan Ka’bah, memohon petunjuk kepada Allah SWT atas segala permasalahan duniawi yang dihadapi. Semoga ibadah haji dan Umroh ini menjadi spirit dan pilihan hidup setelah menunaikannya.

 

Jiwa petualang yang tinggi

 

[caption id="attachment_8314" align="aligncenter" width="400"] 9 Alasan Untuk Berumrah atau Berhaji di Waktu Muda[/caption]

 

Kaum muda biasanya menyukai petualangan yang tinggi juga ingin segala ingin tau. Sangat menjadi pilihan yang tepat jika menjadikan kota Mekkah dan Madinah sebagai destinasi petualangannya. Apalagi ditambah dengan Wisata Halal Muslim dengan berbagai destinasi Negara lainnya. Berpetualang menapaki jejak-jejak sejarah peradaban Islam, menjadikan petualangan ini bernilai ibadah dan dapat memberikan wawasan yang luas.

 

Kemampuan finansial

 

[caption id="attachment_8315" align="aligncenter" width="397"] 9 Alasan Untuk Berumrah atau Berhaji di Waktu Muda[/caption]

 

Usia muda merupakan usia yang produktif. Banyak anak muda yang berbakat dan berintelektual di usiaanya. Sangat disayangkan jika ketika muda hanya berfoya-foya tanpa menyisihkan anggaran untuk menabung. Tapi tidak semua anak muda seperti itu, banyak anak muda yang bisa mengelola keuangannya bahkan bisa sampai memberikan hadiah yang terbaik buat orang tuanya, seperti: menghajikan atau mengumrohkannya. Hadiah yang sangat special bagi kedua orang tuanya yang telah mengurus, mendidik dan membimbing sampai saat ini. Berumroh selagi muda, apalagi bisa mengumrohkan orang tua itu baru luar biasa. Umroh yuuuk…Asyiik!!

 

Terjadi perubahan positif

 

[caption id="attachment_8316" align="aligncenter" width="339"] 9 Alasan Untuk Berumrah atau Berhaji di Waktu Muda[/caption]

 

Setelah melaksanakan serangkaian ibadah haji atau umroh di tanah suci Mekkah. Tibalah saatnya pulang ke tanah air Indonesia. Biasanya energi-energi positif dalam hal ibadah masih melekat dalam diri kita sepulang dari Mekkah, energi tersebut haruslah kita jaga dan menjadikannya perubahan positif untuk kehidupan selanjutnya. Insya Allah pendidikan ibadah Umroh atau Haji menjadikan kita selalu semangat beribadah di kemudian hari, terkhusus bagi kalangan muda.

 

Demikian artikel singkat mengenai 9 Alasan Untuk Berumroh atau Berhaji di Waktu Muda. Kontak langsung CS kami untuk mendapatkan info dan kuota Paket Umroh, sekarang juga!!!

Photographer : Greenboy a.k.a Budakijau

 

::foto ini dirakam semalam dalam secara terus dngan camera mode BW menggunakan picture control GreenboyBW,terasa lame sungguh dok post BW,ubuh luw sutir,lagi 7 hari akn bermula bulan B&W bagi Greenboy,seperti mana tahun2 sudah,NO COLOURFUL FOR FEB,he..he..he..::

 

Exif :

Single Exposure

22 Jan 2012,19:41PM

Shot in NEF

Process : CS3

Apacture : 20sec f29

Filter : GND0.6h

Exposure Program : M

Matering Mode: Pattern

ISO Sensitivity : 1VE under 200

Flash: No

Focal Lenght : 14mm

Exposure Bias : -0.3VE

Camera: Nikon D300s

Lens : Sigma 10-20mm f4

White Balance : Auto

Picture Control : Greenboy Landscape

 

keep in touch : www.facebook.com/greenboyoriginal or www.flickr.com/photos/budakijau or www.http://500px.com/GreenboyOriginal

 

Sejarah Maulid Nabi S.A.W & Pandangan Ulama

Rasulullah S.A.W bersabda (maksudnya), "Tidak sempurna iman seseorang kamu, sehinggalah aku lebih dicintai daripada anaknya, orang tuanya, dan manusia seluruhnya". (Riwayat Imam Bukhari & Muslim). Begitupun mencintai Nabi Muhammad S.A.W tidak boleh dijadikan ukuran dengan sekadar memperingati bulan Rabi'ul Awal, iaitu pada hari kelahiran Baginda. Dalam sejarah-pun, bukan sahaja mereka yang diiktiraf bermazhab Sunni merayakan Maulid Nabi, bahkan golongan yang dikenal sebagai Batiniyyah (salah satu aliran kefahaman yang terdapat dalam ajaran Syiah) juga turut merayakannya.

 

C. Cherfils di dalam bukunya ‘Napoleon And Islam’ menukilkan bahawa Napoleon Bonaparte juga telah menganjurkan upacara besar-besaran menyambut Maulid Nabi di atas kekagumannya terhadap Rasulullah S.A.W, hingga ada yang mengatakan dengan yakin berdasarkan beberapa dokumen sahih bahawa Napoleon, di akhir hayatnya adalah seorang Muslim dengan nama Muhammad Ali Bonaparte.

 

Salah satu kumpulan awal yang mahsyur memperkenalkan sambutan Maulid Nabi adalah kabilah Bani Ubaid Al Qaddah, dikenal sebagai Fatimiyyun atau Bani Fatimiyyah (salah satu cabang Syiah) pada pertengahan abad ke-4 H. Mereka menubuhkan kerajaan Fatimiyyah setelah berjaya memindahkan dinasti pemerintahan mereka dari Morocco (Maghribi) ke Mesir pada tahun 362 H.

 

Ia diacarakan oleh puak Batiniyyah untuk menarik simpati masyarakat Mesir ketika itu yang majoritinya begitu memuliakan dan menjiwai rasa cinta kepada Nabi Muhammad S.A.W. Sehingga ke hari ini, jika kita pernah melangkah kaki ke Mesir, masyarakatnya akan sedia menghentikan perkelahian yang berlaku jika masing-masing diundang untuk melafazkan salawat ke atas Nabi Muhammad S.A.W, "Sollu 'ala Nabiyy..."

 

Pemerintahan Fatimiyyah ketika itu melakukan Maulid Nabi untuk meraih sokongan rakyat Mesir, malah pakar sejarah Islam yang bernama Al Maqrizi menjelaskan bahawa selain "Maulid Nabi", begitu banyak perayaan yang dilakukan oleh Fatimiyyah dalam setahun. Al Maqrizi menyebutkan bahawa terdapat lebih kurang 25 jumlah perayaan yang menjadi rutin sambutan setiap tahun dalam masa Fatimiyyah, dan hal itu memburukkan lagi apabila mereka turut merayakan hari kebesaran orang-orang Majusi dan Nasrani iaitu hari Nairuz (tahun baru Parsi), hari Al Ghottos, hari Natal, dan hari Khomisul ‘Adas (perayaan tiga hari sebelum Paskah).

 

Manakala, sumber yang lain pula menyebut, perayaan "Maulid Nabi" diperkenalkan oleh Sultan Al Muzaffar Abu Said Kaukabri ibn Zainuddin Ali bin Baktakin (549 H - 630 H), seorang gabenor bandar ke-4 terbesar selepas Baghdad, Basrah dan Mosul, iaitu Erbil/ Irbil di Iraq sewaktu zaman pemerintahan Sultan Salahuddin Al Ayyubi (532 H - 589 H).

 

Menurut Imam Az Zahabi, Abu Said Kaukabri merupakan seorang pemerintah yang sangat merendah diri, bermazhab Sunni, dan sangat mencintai para ulama [ Rujuk Siyar A'lam An Nubala 22/336 ]. Malah Abu Said Kaukabri mengetuai tentera Mosul dan Jaza'ir untuk turut bersama-sama Sultan Salahuddin Al Ayyubi di dalam siri-siri peperangan yang penting antaranya perang Hittin. Segala pujian tentang kesolehan dan sikap wara' Abu Said Kaukabri turut direkodkan oleh Ibnu Kathir [ Bidayah wan Nihayah ] dan Imam As Sayuti [ Husnul Maqsid fi Amali Maulid ].

 

Memang benar secara khususnya, Nabi Muhammad S.A.W tidak pernah mengarahkan umatnya untuk meraikan hari kelahiran Baginda. Oleh kerana tiada arahan daripada Baginda, maka perkara tersebut tidak boleh dikatakan sebagai - masyru’ - (disyariatkan). Namun, sekalipun ia tidak disyariatkan bukan bermaksud bagi sesiapa yang meraikannya telah melakukan penyelewengan terhadap agama.

 

Bukanlah semua perkara yang tidak disuruh oleh Nabi itu, maka ia tidak boleh dilakukan secara mutlaq. Sebagai contoh poligami. Poligami itu bukan budaya Islam, bahkan Islam tidak mengarahkan umatnya berpoligami, tetapi dalam masa yang sama juga Islam tidak melarang umatnya berpoligami. Amalan berpoligami telah dilakukan oleh umat sebelum ini lagi, yakni sebelum kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. Namun, Islam hadir mendisiplinkan umatnya mengenai keharusan berpoligami, bukan melarangnya.

 

Apa yang perlu ditekankan dalam memaknai citra sambutan Maulid Nabi ialah mengingati kembali nilai-nilai dan hikmah yang terkandung tentang kenapa Rasulullah diutuskan. Lihatlah sebahagian pandangan Sheikhul Islam Ibn Taimiyyah, ketika beliau menyebut tentang menyambut Maulid Nabi :

 

"Memuliakan kebesaran hari Maulid Nabi dan mengambil (peringatan) secara bermusim telah dilakukan sebahagian manusia, dan ia menjadikannya sambutan tersebut memiliki nilai yang begitu bermakna, maksudnya yang baik, bertujuan memuliakan Rasulullah S.A.W.

 

Begitupun sesuatu yang baik dilakukan sebahagian mereka ini dianggap buruk oleh sebilangan orang Mukmin yang lurus (sukar bertolak ansur). Sikap tolak ansur ada pada akhlak Imam Ahmad ketika beliau ditanya mengenai tindakan seorang penguasa yang menginfakkan wang 1000 dinar untuk memperindah Mushaf Al Quran. Lalu Imam Ahmad menjawab, biarkan dia, itu adalah infaq yang paling bagus pada harta emasnya" [ rujuk: Iqtida' Sirat Al Mustaqim, Ibn Taimiyyah hal.297 ]

 

Padahal menurut mazhab feqah ulama Hanabilah (Ulama bermazhab Hanbali - Imam Ahmad Ibn Hanbal), memperindahkan Mushaf Al Quran adalah makruh. Sebaliknya, Imam Ibn Hanbal mengharuskan pula perbuatan tersebut. Apapun ia adalah natijah daripada pandangan Imam Ahmad yang mengetahui tujuan sebenar tindakan penguasa tersebut.

 

Tulisan ini bukanlah untuk menjustifikasikan kemestian menyambut "Maulid Nabi", tetapi tulisan ini sebagai pencerahan agar kita bersikap lapang dada, tidak asyik bergelumang dengan pertikaian-pertikaian furu'iyyah dan tohmahan-tohmahan "sesat orang itu" atau "sesat orang ini", sehingga menimbulkan tuduhan kafir-mengkafir sesama saudara.

 

Fahamilah ilmu Allah itu sangat luas, dan setiap ulama memiliki disiplin ilmu masing-masing. Para ulama hadis berbeza disiplinnya dengan ulama dakwah, manakala disiplin ulama dakwah berbeza dengan ulama feqah, begitu juga disiplin ulama feqah berbeza dengan ulama tasawwuf. Apa yang penting masing-masing mesti saling kuat-menguatkan antara satu sama lain, bukannya tuduh-menuduh dan jatuh menjatuhkan.

 

Sambutan Maulid Nabi hanyalah sebuah platform alternatif bagi dakwah 'ammah, mendidik masyarakat di seluruh dunia yang tidak pernah bertemu Nabi merasai nikmat yang begitu besar Allah turunkan di atas muka bumi ini. Sememangnya tidak dapat dinafikan bahawa masih ramai yang tidak mengenali Rasulullah S.A.W sama ada dari aspek pemikiran, peribadi, akhlak, politik, pendekatan dan keseluruhan cara hidup Baginda S.A.W.

 

Jika kita merujuk kepada sejarah penulisan Sirah Rasulullah S.A.W, ia telah pun dimulakan oleh Para Sahabat seperti Abu Rafi Mawla yang telah menulis tentang sifat solat dan ibadah Baginda. Ini termasuk Sahl bin Abi Hathmah Al Madani Al Ansari dan ‘Abd Allah bin ‘Amru bin Al ‘As. Penulisan sirah Rasulullah S.A.W secara sistematik telah dimulakan oleh Ulama' Muhaddithun yang juga ahli sejarah seperti Sa`id bin Al Musayyib Al Makhzumi, ‘Urwah bin Al Zubayr bin Al ‘Awwam and Abu Fadalah ‘Abd Allah bin Ka’b bin Malik Al Ansari, Syurahbil bin Sa’ad.

 

Penulisan sirah Rasulullah S.A.W kemudiannya kian popular ketika zaman Muhammad bin Ishaq yang telah menulis kitab Kitab "Al Mubtada’ wa Al Mab`ath wa Al Maghazi" iaitu buku yang membincangkan secara terperinci kehidupan Baginda bermula kelahiran hingga kewafatan. Ini diikuti oleh Muhammad bin ‘Umar Al Waqidi yang menulis Kitab "Azwaj An Nabiyy", Kitab "At Tarikh wa Al Maghazi wa Al Mab`ath" dan Kitab "Wafat An Nabiyy" dan Kitab "Al Maghazi".

 

Kitab Sirah yang menjadi rujukan utama hingga kini telah ditulis oleh ‘Abd Al Malik bin Hisham (Ibnu Hisham) melalui karyanya yang masyhur iaitu Kitab "As Sirah An Nabawiyyah". Ulama-ulama lain yang turut merekodkan tentang perihal Rasulullah S.A.W ialah Imam Abi Nu'aim Al Asfahani yang menulis Dala’il An Nubuwah, Imam At Tirmizi yang menulis "As Syama’il", Imam As Sayuti menulis "Syama'il As Syarifah". Ibnu Hazm yang terkenal sebagai pendiri mazhab Zahiri juga turut menulis sirah Nabi yang berjudul "Jawami' As Sirah".

 

Sumber-sumber tersebut telah menghasilkan tulisan-tulisan yang boleh dijadikan rujukan dalam memahami perjalanan hidup Nabi, antaranya ialah :

 

>"Ar Raheq Al Makhtum" oleh Sheikh Shofi'urrahman Al Mubarakfuri

>"Al Fushul fi Ikhtishari Siratur Rasul Salallahu ‘Alaihi wa Sallam" oleh Ibnu Katsir

>"Al Wafa’ bi Ahwal Al Musthafa" oleh Ibnu Jauzi

>"Feqh Sirah" oleh Sheikh Muhammad Ghazali

>"Fiqh Sirah An Nabawiyyah" oleh Muhammad Sa’id Ramadan Al Buti

>"Siratun Nabawiyyah : Durus wa 'Ibar" oleh Dr. Mustafa As Siba'ie

>"Al Manhaj Al Haraki lis Siratin Nabawiyah" oleh Dr. Munir Muhammad Al Ghadban

>"Hayat Muhammad" oleh Muhammad Husain Haykal

>"As Sirah An Nabawiyyah : Tarbiyah Ummah wa Bina' Ad Daulah" oleh Syeikh Soleh Ahmad As Shami

>"Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin" oleh Sheikh Al Khudoriy

>"Sirah An Nabawiyyah" oleh Dr. Mohamad Ali As Solabi

>"Dirasah fi Sirah" oleh Dr. 'Imaduddin Kholil

>"Muhammad Salallahualaihi Wasalam" oleh Sheikh Mohamad Redha dan banyak lagi.

 

Terdapat juga buku-buku lain yang menceritakan perihal Baginda S.A.W dalam bahasa selain Arab, sebagai contoh :

 

>"Prophet Muḣammad & His Mission" oleh S. Athar Husain

>"Muhammad, The Messenger Of Islam : His Life and Prophecy" oleh Hajjah Amina Adil

>"The Messenger Of God Muhammad : An Analysis of the Prophet’s Life" oleh M. Fethullah Gulen (tokoh pemikir Islam dari Turki)

>"Prophet Muhammad & His Family : A Sociological Perspective" oleh Shamim Aleem

>"Muhammad : Prophet & Statesman" oleh William Montgomery Watt

>"Muhammad : Prophet For Our Time (Eminent Lives)" dan "Muhammad : Western Attempt To Understand Islam" oleh Karen Armstrong (seorang orientalis yang menulis tentang sirah nabawiyah dengan pendekatan ‘ilmiah’)

>"Introducing Muhammad" oleh Ziauddin Sardar (tokoh pemikir Islam dari Iran)

 

Di samping itu, terdapat juga koleksi rujukan dalam bentuk cakera padat seperti "The Life of the Last Prophet", sebuah audio biografi oleh Yusuf Islam.

 

Terdapat buku-buku dalam bahasa Melayu yang menceritakan perihal Nabi Muhammad S.A.W dan perjuangannya secara terperinci, antaranya oleh :

 

>"Feqh Al Harakah Dari Sirah Nabawiyyah" oleh Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang

>"Sirah Nabawiyyah : Insan Teladan Sepanjang Zaman" oleh Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat

 

Terdapat juga tulisan mengenai Rasulullah S.A.W yang ditulis dengan bahasa-bahasa puitis karangan Sasterawan Negara, A.Samad Said berjudul "Al Amin".

 

Ada juga tulisan-tulisan yang berkonsepkan pembelaan kepada Rasulullah S.A.W, antara judul-judul buku yang berkisar tentang konsep tersebut ialah :

 

>"Bidayah As Sul fi Tafdhil Ar Rasul" oleh Al Imam Sheikh 'Izzidin Abd Salam

>"As Sorim Al Battar" oleh Sheikhul Islam Ibnu Taimiyyah

>"An Nifaq wal Munafiqun fi Ahdi Rasulillah Salallahualaihi Wasalam" oleh Dr. Ibrahim Ali Salim

>"Penghinaan Terhadap Rasulullah S.A.W : Implikasi Hukum, Menelusuri Sejarah & Isu Kontemporari" oleh Riduan Mohamad Nor dan Mohd Asri Mat Daud

 

Umat Islam sangat wajar untuk memiliki sekurang-kurangnya senaskhah sirah Rasulullah S.A.W sebagai koleksi bacaan peribadi, kerana memahami dan meneladani Rasulullah S.A.W merupakan suatu kewajipan bagi semua umat Islam sebagaimana Para Sahabat mengajar nasihat-nasihat Baginda S.A.W kepada generasi mereka saban waktu.

 

Perkara ini tidak akan dapat dicapai melainkan melalui proses pencarian ilmu. Dalam aspek ini, sememangnya kita telah disajikan dengan pelbagai koleksi rujukan mengenai kehidupan Rasulullah S.A.W. Hanya tinggal kini ialah kemahuan, keazaman, keiltizaman diri untuk belajar memahami dan meneladani seterusnya mendidik jiwa dan rohani untuk mengasihi Rasulullah S.A.W.

 

Ini kerana, sekalipun keharusan menyambut perayaan Maulid Nabi itu adalah wajar dan dibenarkan, umat Islam mestilah mengerti bahawa mencintai Nabi Muhammad S.A.W sepatutnya tidak bermusim, bahkan mestilah kita mencintai Nabi Muhammad sepanjang hayat kita, dengan makna mematuhi segala arahan, mentaati segala suruhan, menuruti Sunnah Baginda dan menjadikan Baginda S.A.W sebagai uswah yang menghiasi akhlak dan peribadi kita. Lalu di saat tibanya waktu maulid yang istimewa ini, ambillah kesempatan untuk menulis mengenai sirah Nabi Muhammad S.A.W.

 

Wallahua'alam

1 JAN 2012

 

... " happy new years "

 

om-2n l G.Zuiko 28mm f/3.5

Lucky SHD b&w 100

 

Old Cairo,Egypt

  

Ziarah Kota Mekkah dan Sekitarnya – Dapatkan fasilitas yang menarik di Program Umroh Rabbani Tour, seperti paket UMROH HEBAT [Hemat dan BersahaBAT] + CAIRO MESIR hanya 23 JUTA, atau di Paket Umroh Plus lainnya. Rabbani Tour – Sahabat Anda Menuju Baitullah – membantu para calon jamaah mewujudkan niat ibadah Umroh ke tanah Suci Mekkah. Menjadikan Umroh anda nyaman, aman dan insya Allah Mabrur. Berumroh sekaligus menikmati CityTour dan ziarah di kota Madinah juga di Kota Suci Mekkah. Berikut akan dipaparkan beberapa tempat-tempat Ziarah Kota Mekkah dan Sekitarnya, diantaranya:

 

Jabal Tsur

 

[caption id="attachment_8039" align="aligncenter" width="815"] Ziarah Kota Mekkah dan Sekitarnya[/caption]

 

Gunung yang sering disebut Jabal Tsur ini terletak sekitar kurang lebih 5 km dari Kota Mekkah. Jabal Tsur ini memiliki 3 puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu puncak tersebut terdapat sebuah gua, gua Tsur namanya. Gua tersebut telah menjadi saksi sejarah perjuangan Rasulullah Saw bersama sahabatnya Abu Bakar. Mereka bersembunyi di dalam gua tersebut, berlindung dari kejaran kafir Quraisy, pada tahun 622 M sewaktu Rasulullah akan melakukan hijrah ke Madinah.

 

Turunlah pertolongan Allah SWT kepada Rasulullah dan sahabat Abu Bakar, diselamatkan dari kejaran kafir Quraisy. Mereka para pengejar yang akan membunuh Rasul terkecoh ketika mendapati mulut gua Tsur tertutup dengan jaring laba-laba dan ada burung merpati yang bersarang di depannya. Mereka mengira jika memang ada orang yang masuk ke Gua Tsur maka jaring laba-laba juga sarang burung tersebut pasti akan ruksak, namun tidak demikian karena semua itu atas izin Allah SWT. Sehingga Rasulullah Saw dan sahabat Abu Bakar selamat dari kejaran kafir Quraisy.

 

Selama tiga hari berturut-turut Rasulullah Saw dan sahabat Abu Bakar berdiam berlindung di dalam Gua Tsur. Secara diam-diam, Asma binti Abu Bakar ra datang mengunjungi mereka. Membawa makanan juga keperluan lainnya. Setelah dirasakan aman, Rasulullah Saw melanjutkan perjalanan hijrahnya menuju Madinah. [lihat SEJARAH KOTA SUCI MADINAH]

 

Jabal Nur dan Gua Hira

 

[caption id="attachment_8040" align="aligncenter" width="800"] Ziarah Kota Mekkah dan Sekitarnya[/caption]

 

Gunung yang sering disebut Jabal Nur ini terletak kurang lebih 5 km di sebelah utara kota Mekkah. Di puncak Jabal Nur terdapat sebuah Gua yang dikenal dengan Gua Hira. Ketinggian Jabal Nur kira-kira 200 meter, dikelilingi gunung, bukit berbatu juga jurang yang cukup curam. Sekitar Jabal Nur ini sangat jarang sekali ditemui tanaman dan tidak pernah juga dikunjungi oleh orang. Gua Hira yang menjadi tempat Rasulullah Saw menerima wahyu pertama (surat al-alaq ayat 1-5) dari Allah SWT, terletak di belakang dua batu besar yang sangat dalam juga begitu sempit. Tinggi gua tersebut kira-kira 2 meter atau setinggi manusia berdiri, luasnya cukup untuk 3 orang tidur berdampingan. Terdapat sebuah celah di ujung kanan, dari celah tersebut dapat melihat kea rah ka’bah dan gurun pasir. Di gua Hira ini Rasulullah Saw menghabiskan 3 tahun lamanya, sebelum beliau diangkat menjadi Rasul.

 

Arafah – Muzdalifah – Mina

 

[caption id="attachment_8041" align="aligncenter" width="830"] Ziarah Kota Mekkah dan Sekitarnya - Padang Arafah[/caption]

 

Arafah bisa dikatakan sebagai miniatur alam mashsyar, tempat nantinya manusia dibangkitkan dari alam kubur yang kemudian dihitung segala amal perbuatan manusia baik itu baik ataupun buruknya. Arafah terletak 25 km sebelah timur kota Mekkah, dahulu kondisi Arafah hanya berupa padang pasir dan bebatuan, Arafah ini memiliki luas sekitar 5,5 x 3,5 km. padang Arafah dikelilingi bukit-bukit batu yang bentuknya setengah lingkaran. Jika musim haji tiba maka padang Arafah ini selalu dipadati oleh jama’ah yang sedang berwukuf. Wukuf di tanggal 9 Zulhijah yang merupakan rukun haji ini tidak boleh ditinggalkan oleh jama’ah, jika tidak hajinya tidak akan sah.

 

Kondisi Arafah saat ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan infrastruktur yang canggih, dengan jalan-jalan beraspal yang lebar juga ditumbuhi pohon-pohon yang rindang. Di bagian tengah lokasi terdapat tiang-tiang setinggi tiang listrik yang di puncaknya terdapat spuyer-spuyer kecil yang fungsinya untuk menyemburkan uap air halus. Setiap musim haji tiba dan jamaah haji berwukuf di padang Arafah ini maka tiang-tiang air tersebut dihidupkan agar bisa memberikan kesegaran bagi para jamaah karena kawasan yang disemprotkan air tersebut akan menjadi sejuk dan nyaman sehingga diharapkan bisa mengurangi heat stroke (sengatan matahari) yang biasa menyerang para jamaah.

 

[caption id="attachment_8042" align="aligncenter" width="790"] Ziarah Kota Mekkah dan Sekitarnya - Mina[/caption]

 

Mina adalah sebuah lembah di padang pasir yang letaknya di antara Mekkah dan Muzdalifah sekitar 5 km di sebelah timur kota Mekkah. Mina ini dikenal sebagai kota tenda, karena setiap tahunnya ribuan jamaah haji akan berdiam di dalam tenda-tenda tersebut. Jemaah haji akan tiba di tenda-tenda tersebut di tanggal 8 Zulhijah, sehari sebelum berwukuf di Arafah dan kembali lagi ke Mina apabila telah selesai wukuf. Di Mina Jemaah haji akan melaksanakan lempar Jumrah, seperti Jumrah Aqabah, Jumrah Wusta dan Jumrah Ula. Di Mina Jemaah haji diwajibkan mabit (bermalam) yaitu di tanggal 11, 12 Zulhijah bagi yang melaksanakan nafar awal atau malam tanggal 11, 12, 13 Zulhijjah jika melaksanakan nafa Tsani. Mina juga merupakan lokasi untuk penyembelihan hewan qurban.

 

[caption id="attachment_8043" align="aligncenter" width="604"] Ziarah Kota Mekkah dan Sekitarnya - Mabit di Muzdalifah[/caption]

 

Muzdalifah merupakan sebuah kawasan terbuka yang letaknya tidak begitu jauh dari padang Arafah. Muzdalifah terletak diantara Ma’zamain (dua jalan yg memisahkan dua gunung yg saling berhadapan), Arafah & lembah Muhassir. Muzdalifah memiliki luas 12,25 km2. Setelah para jamaah selesai wukuf di Arafah lalu menuju Muzdalifah untuk bermalam dan mengumpulkan batu-batu kecil yang nantinya dipakai melempar Jumrah. Di Muzdalifah para jamaah melaksanakan shalat maghrib dan isya secara digabungkan & disingkat (jamak qashar), bermalam sampai tiba fajar.

 

Jabal Rahmah

 

[caption id="attachment_8044" align="aligncenter" width="610"] Ziarah Kota Mekkah dan Sekitarnya - Jabal Rahmah[/caption]

 

Gunung yang disebut dengan Jabal Rahmah merupakan sebuah bukit batu yang berada di padang Arafah, letaknya sekitar 25 km sebelah tenggara kota Mekkah. Terdapat tugu putih di puncak Jabal Rahmah yang dibangun untuk mengenang peristiwa pertemuan yang mengharukan antara Nabi Adam as dengan Siti Hawa, setelah mereka diturunkan Allah SWT dari surga dan dipisahkan selama 200 tahun dan akhirnya dipertemukan kembali di tempat yang terdapat tugu putih tersebut.

 

Di Arafah ini pula Allah SWT menurunkan surat al-maidah ayat 3 kepada Rasulullah Saw. Setelah disampaikan oleh Rasul kepada paa sahabat isi dari ayat tersebut, banyak diantara sahabat yang menangis aka nisi kandungan ayatnya. Karena mereka yakin bahwa tidak akan lama lagi Rasulullah Saw akan dipanggil Allah SWT.

 

Daar Maulid Nabi

 

[caption id="attachment_8045" align="aligncenter" width="650"] Ziarah Kota Mekkah dan Sekitarnya - Daar Maulid Nabi[/caption]

 

Daar Maulid ini diyakini sebagai rumah kelahirannya Nabi Saw, terletak di kampong suul lail Mekkah yang terkenal dengan pasar seng. Daar Maulid ini berjarak 150 km ke Masjidil Haram dari arah depan pintu Babussalam, disitulah Nabi Muhammad Saw dilahirkan pada 12 Rabi’ul Awwal (571 M) yg dikenal dengan Tahun Gajah.

 

Diriwayatkan bahwa dahulu tempat itu sering diadakan acara untuk memperingati hari lahir Rasulullah Saw oleh para pejabat Mekkah dengan cara mengunjungi tempat kelahirannya. Di tempat itu pula pernah dibangun sebuah masjid. Pada masa pemerintahan Malik Al-Muzhaffar (666 M) dibangun juga sebuah gedung yang megah dan besar. Saat ini Daar Maulid berupa gedung perpusatakaan. Namun tidak banyak jamaah haji maupun umroh yang berkunjung kesini, mungkin tempat tersebut tidak menjadi objek sejarah yang resmi.

 

Pemakaman Ma’la

 

[caption id="attachment_8046" align="aligncenter" width="922"] Ziarah Kota Mekkah dan Sekitarnya - Pemakaman ma'la[/caption]

 

Pemakaman Ma’la ini merupakan pemakaman yang tertua di Mekkah, letaknya di sebelah timur Masjidil Haram. Di pemakaman inilah seseorang yang dicintai Rasulullah Saw disemayamkan, Ummul Mukminin Siti Khadijah. Dialah istri pertama Nabi Muhammad Saw. Di pemakaman Ma’la ini semua kuburan sama rata tidak memakai batu nisan juga gundukan tanah, hanya bercirikan sebuah batu sebesar segenggam tangan orang dewasa. Bentuk juga ukuran makam disini semuanya sama, sehingga tidak diketahui pastinya letak makam Siti Khadijah.

 

Museum Haramain

 

[caption id="attachment_8047" align="aligncenter" width="600"] Ziarah Kota Mekkah dan Sekitarnya - Museum Haramain[/caption]

 

Museum Haramain yang terletak di Ummul Joud kota Mekkah ini menyimpan berbagai benda-benda yang berkaitan dengan Masjidl Haram dan Masjid Nabawi. Di dalam Museum tersebut terdapat potongan pilar kabah yang bentuknya sudah seperti kayu fosil berwarna coklat tua, disimpan pula kunci pintu ka’bah dari kayu yang berwarna coklat tua. Pintu ka’bah selalu dikunci dan pemegangnya sudah turun-temurun dari satu keluarga, dari sejak sebelum lahirnya Nabi Saw.

 

Museum Haramain menjadi objek wisata yang paling diminati semua orang. Jamaah bisa melihat pintu ka’bah pertama yang berbahan kayu, tapi untuk sekarang pintu ka’bah sudah berlapiskan emas. Juga terdapat bekas sumur Zamzam, terdapat tali timba dengan penggereknya, juga ada bekas mimbar Rasul dan bekas pilar ka’bah sebelum direhab. Tersimpan pula al-Qur’an yang sudah berusia ratusan tahun dengan tulisan Arab yg berbeda. Ada juga ornamen Masjidil Haram tempo dulu, serta ornamen Masjid Nabawi.

 

Sebetulnya masih banyak tempat-tempat Ziarah Kota Mekkah dan Sekitarnya yang belum terpaparkan di artikel ini, insya Allah di lain artikel akan kami bahas. Baca pula Sejarah Percetakan Al-Quran di Madinah.

 

Jangan dilewatkan Paket UMROH HEBAT [Hemat dan BersahaBAT] + CAIRO MESIR hanya 23 JUTA.

 

 

 

Sumber:

 

Umroh, Menggapai Berkah di Tanah Suci, Masrura Ram Idjal SE, MBA, Penerbit Cendekia Visitama, Bandung, Cetakan Ketiga: Oktober 2016

İstanbul Çamlıca Tepesindeki Osmanlı Kahvehansi Çamlica, Bogaziçi ve Marmara Denizi’ne nazir iki önemli tepenin bulundugu en önemli mesire yerlerinden biridir. Yüzyillardan bu yana eteklerini mesken tutan insanlari zirvesine davet eden, dünya baskenti Istanbul’un en güzel, en yüksek ve en cazip mekanlarindan biri olan Çamlica, “Büyük Çamlica” ve “Küçük Çamlica” diye ikiye ayrilir. Büyük Çamlica deniz seviyesinden 267 metre yüksekliktedir.

 

Foto: Emre Aydoğan

 

 

Oleh : Ahmad Saiful Millah

Terlepas dari hukum dan suka atau tidaknya seseorang mendengarkan musik, pada kenyataannya ia sudah menjadi bagian dari hidup umat islam. Dalam artian seorang muslim paling tidak pernah mendengarkan suatu musik.

Pada kenyataannya pula, ada sebagian orang yang senang mendengarkan musik dan sebagian lagi tidak. Hal ini disebabkan oleh dua faktor: pertama, karena wataknya yang memang tidak menyukai musik, kedua karena adanya pro kontra hukum mendengarkan musik itu sendiri.

Sebenarnya hukum mendengarkan musik telah dibahas oleh para ulama berabad-abad yang lalu. Sebagian dari mereka mengharamkannya sekalipun musik tersebut tergolong islami, kecuali pada keadaan-keadaan tertentu seperti pada hari ‘ied dan pernikahan (seperti yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Katsir ketika menafsiri surat Luqman ayat 6, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Ighâthatul Lafahân, Nâshiruddîn al-Albâni dalam Tahrîm Âlatit Tharb dan ulama-ulama lain).

Sedangkan sebagian ulama lain membolehkannya, akan tetapi dengan beberapa ketentuan-ketentuan (seperti yang dijelaskan oleh syekh ‘Ali Jum’ah dalam al-Kalim at-Thayyib, syekh Mutawalli Sya’râwi dalam tafsirnya dan ulam-ulama lainnya).

Sebagai kaum muslim yang hidup di masa kini, seringkali kita dibingungkan dengan dua pendapat ulama yang berbeda dalam satu permasalahan, bahkan lebih. Apalagi keduanya sama-sama bersandar pada dalil Qur`an dan Hadis.

Oleh karena itu, mari kita pahami beberapa hal di bawah ini dalam menyikapi perbedaan pendapat ulama secara umum dan perbedaan pendapat ulama dalam mendengarkan musik secara khusus:

  

Hal pertama yang harus kita fahami yaitu fiqhunâ mabniyyun ‘alâ at-ta’addudiyyah (fikih kita berasaskan keberagaman). Maksudnya, dalam masalah-masalah fikih sangatlah wajar sekali terjadi perbedaan pendapat, al-Qâdi Abul Walîd Muhammad ibn Ahmad ibn Rusyd al-Qurthubi al-Mâliki dalam Bidâyatul Mujtahid menjelaskan sebab-sebab perbedaan ulama dalam fikih padahal sumber pengambilan hukumnya sama: perbedaan metodologi pengambilan hukum dari sumbernya, perbedaan macam-macam hukum syar’i, dan perbedaan dalam menyikapi redaksi-redaksi sumber pengambilan hukum, meskipun imam as-Syaukâni dan imam Ashab hanya menyebutkan sebab yang ke tiga saja.

 

Berbicara ta’addudiyyah (keberagaman) sebenarnya ia tidak terbatas pada masalah fikih, tetapi juga masalah akidah (keyakinan), sebagaimana yang di jelaskan oleh al-Imâm al-Akbar Ahmad Thayyib (grand syeikh al-Azhar sekarang) dalam acara televisi ‘fiqhul hayâh’. Adanya keberagaman dalam masalah keyakinan inilah yang membuat kaum Asy’ariyyah tidak mudah mengafirkan kelompok lain, seperti mu’tazilah dan kelompok yang mengaku sebagai pengikut imam Ahmad ibn Hanbal.

  

Hal ke dua adalah islâmunâ mabniyyun ‘alâ al-washathiyyah (islam kita berasaskan kemoderatan). Apa itu islam moderat? Apa ciri-ciri khas islam moderat? kelompok mana yang moderat? Adalah pembahasan yang panjang, apalagi semua kelompok yang ada mengaku bahwa merekalah yang moderat? Ringkasnya, moderat bisa diartikan sebagai suatu sikap yang tidak tasyaddud (sikap keras dan sempit) dan tidak tasâhul (sikap teledor dan bebas) dalam berhukum.

Hal ke tiga yang tidak kalah penting yaitu, ketika kita sudah berpegang pada satu madzhab/satu kelompok/satu hukum, seyogyanya tidak kemudian merasa yang kita pegangi adalah yang paling benar, sedang yang lain salah dan akan masuk neraka. ’Na’ûdzubillâh’.

 

Adapun dalam permasalahan mendengarkan musik, rasanya sangat sulit dan sempit sekali ketika hukumnya haram secara mutlak. Karena tidak bisa dipungkiri ada jenis-jenis musik yang memiliki lirik positif -bisa membantu mengingat Allah. Namun, terlalu berlebihan juga ketika hukumnya boleh secara mutlak, karena tidak bisa dipungkiri ada juga jenis-jenis musik yang lirik-liriknya berpotensi menutup hati dari unsur kebaikan dan mengingat Allah.

Kesimpulannya adalah kita harus mempunya tolak ukur yang jelas untuk menentukan apakah musik yang ini haram, yang ini boleh dan seterusnya. Syeikh Mutawalli Sya’rawi pernah berkata, ”kullu syai`in yulghîka ’an mathlûbillâhi minka lahwun” (segala sesuatu yang melalaikanmu dari perintah Allah Swt. adalah hal yang tidak berguna), sedangkan lahwun (sesuatu yang tidak berguna) kita diperintahkan untuk menjauhinya berdasarkan Qur`an dan Hadis.

Berdasar pada ketentuan di atas, untuk menghukumi suatu hal, kita perlu menimbang-nimbang apakah ia melalaikan dan menelantarkan perintah Allah atau tidak. Jika melalaikan -meninggalkan perintah Allah, menutup hati dari kebaikan, menggugah nafsu, melupakan Allah Swt, maka ia haram, jika tidak maka ia boleh.

Jadi, setiap dari kita adalah penentu apakah mendengarkan musik itu haram atau tidak, sehingga dalam masalah mendengarkan musik bisa jadi bagi sebagian orang melalaikan sehingga hukumnya haram baginya dan bagi sebagian lagi tidak melalaikan sehingga hukumnya boleh baginya. Wallahu a’lam wa waliyyuttaufîq.

*Penulis adalah anggota Rumah Syariah Mesir. kswmesir.org/4044-2/

Kisah Hajar Aswad – Hajar Aswad yang tertanam di bagian sisi selatan Ka’bah dahulunya memiliki diameter sebesar kurang lebih 30 cm. Namun banyak peristiwa yang menimpanya, akhirnya hajar aswad yang sekarang ini hanya tersisa bongkahan kecil sebanyak 8 butir sebesar biji kurma, dibingkai dengan bahan perak. Dalam bingkai tersebut tidak semuanya hajar aswad, butiran hajar aswad hanya tepat berada di tengah-tengah bingkai. Hajar aswad inilah yang banyak disentuh dan dicium oleh jutaan umat Muslim dari seluruh Dunia.

 

[caption id="attachment_8306" align="aligncenter" width="980"] Kisah Hajar Aswad[/caption]

 

Dalam sebuah hadits Nabi Saw diterangkan, bahwasannya hajar Aswad ini merupakan batu mulia, berikut makna redaksi hadits tersebut:

 

Hajar Aswad turun dari surge, dalam kondisi berwarna lebih putih dari air susu. Kemudian, dosa-dosa anak Adam-lah yang membuatnya sampai berwarna hitam.” (Hadits sahih riwayat at-Tirmidzi. Disahihkan oleh al-Albani sahih sunan at-Tirmidzi no.877)

 

Rabbani Tour menyediakan manasik Umroh gratis dan terbuka untuk umum, dengan maksud bisa mengedukasi seluas-luasnya kepada masyarakat mengenai tata cara ibadah Umroh. Tentunya tata cara manasik yang sesuai dengan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Rabbani Tour siap memberikan bimbingan dari awal persiapan, saat umroh dan sesudah melaksanakan umroh. Menjadi sahabat Rabbani Tour, anda akan mendapatkan fasilitas-fasilitas juga promo-promo yang telah disediakan. Beberapa promo yang Rabbani Tour sediakan seperti Paket Umroh HEBAT [Hemat dan BersahaBAT] + CAIRO MESIR hanya 25 JUTA. Belum lagi promo Daftar 10 Paket + GRATIS 1 PAKET UMROH.

 

Kisah Hajar Aswad – Keutamaannya

 

[caption id="attachment_8305" align="alignleft" width="473"] Kisah Hajar Aswad[/caption]

 

Diantara keutamaan lainnya Rasulullah Saw bersabda:

 

“Sesungguhnya batu ini akan punya lisan dan dua bibir akan bersaksi bagi orang yang menyentuhnya di hari kiamat dengan cara yang benar.” (Hadits riwayat al-Hakim dan Ibnu Hibban, dan disahihkan al-Albani. Lihat shahihul-Jami’ no.21841)

 

Juga ada riwayat lain yang menjelaskan, dari Ibnu Umar, saya telah mendengar Rasulullah Saw bersabda:

 

“Sesungguhnya mengusap keduanya (Hajar Aswad dan Rukun Yamani) akan menghapus dosa.” (Hadits Shahih riwayat an-Nasai. Disahihkan oleh al-Albani. Lihat shahih sunan an-nasai no.2919)

 

 

 

 

 

Hajar Aswad ini pernah dijarah pada tahun 317 H, pada masa pemerintahan al-Qahir Billah Muhammad bin al-Mu’tadhid dengan cara dicongkel dari tempatnya. Sehingga yang awal bentuknya sebongkah besar menjadi bongkahan-bongkahan kecil dikarenakan proses penjarahan tersebut. Kejadian penjarahan tersebut membuat geger di kalangan umat Islam.

 

Abu Thahir, Sulaiman bin Abu Said al-Husain al-Janabi merupakan tokoh dari golongan Qaramithah. Mereka yang telah melakukan kerusakan dan peperangan terhadap kaum Muslimin. Pengikut-pengikutnya telah melakukan berbagai kejahatan seperti pembunuhan, perampokan dan perusakan rumah-rumah. Kota suci Mekkah dan Masjidil Haram pun tak luput menjadi incaran kerusakan oleh tangan-tangan mereka. Jika terdengar namanya pada masa itu, maka orang-orang akan berusaha melarikan diri agar selamat dari kekejaman mereka. (sumber al-Bidayah wan Nihayah, 11/187)

 

Alkisah pada tahun 317 H ketika musim haji tiba, rombongan haji yang bertolak dari irak menuju Mekkah yang dipimpin oleh Manshur ad-Dailami akan melaksanakan haji ketika itu. Mereka datang ke Mekkah dengan keadaan selamat, namun ketika tanggal Tarwiyah (8 Zulhijjah) rombongan hajinya diserang tiba-tiba oleh orang-orang Qaramithah (merupakan salah satu sekte dalam Syiah Isma’iliyah), mereka melakukan huru-hara, merampok harta benda dan menghalalkan untuk memeranginya. Ketika itu banyak Jamaah Haji yang menjadi korban kekejaman Qaramithah walau posisi mereka sedang berada di dekat ka’bah.

 

Abu Thahir yang merupakan pimpinan Qaramithah ini berdiri tepat di depan pintu Ka’bah dengan pengawalan yang ketat, ia hanya menyaksikan korban-korban jamaah haji yang terhunung dan terbunuh oleh pengikut-pengikutnya, tidak ada raut bersalah yang ada hanya kepuasan semata yang sudah tertutup hatinya oleh bisikan syetan. Na’udzubillahi min dzalik

 

Begitu congkak dan ia pun berkata: “saya adalah Allah, saya bersama Allah, sayalah yg menciptakan makhluk-makhluk dan saya pulalah yang akan membinasakan mereka”

 

Huru-hara terjadi begitu saja, orang-orang berlarian menyelamatkan diri, namun yang terjadi semuanya menjadi korban pedang kekejaman kaum Syi’ah Qaramithah, menebas jamaah yang sedang berhaji, termasuk para ahli hadits yang menjadi korbannya. Abu Thahir (semoga Allah SWT melaknatnya) juga memerintahkan para pasukannya untuk membuang para jenazahnya ke dalam sumur Zamzam, sebagian lainnya dikubur di tanah haram dan sekitaran Masjidil Haram.

 

Tidak hanya para jamaah yang dibantai, tapi juga kubah sumur Zamzam ia hancurkan. Pintu ka’bah dicopot dan melepas kiswahnya. Kemudian ia robek-robek kiswah ka’bah di hadapan pasukannya. Ia perintahkan juga pasukannya untuk mencopot talang ka’bah, namun yang terjadi orang suruhannya terjatuh dan mati seketika. Akhirnya Abu thahir mengurungkan untuk mencopot talang tersebut. Dan yang terakhir ia memerintahkan untuk mencongkel Hajar Aswad, maka diambillah Hajar Aswad tersebut oleh kaum Syiah Qaramithah (semoga Allah SWT melaknatnya).

 

Abu Thahir berteriak lantang di depan orang-orang seraya menantang: “Mana burung-burung Ababil? Mana batu-batu yang dari Neraka Sijjil?”

 

Hajar Aswad ini sempat berada di tangan Abu Thahir selama 22 tahun lamanya. Berbagai cara Amir Mekkah untuk menebus hajar Aswad tersebut, namun yang terjadi Amir Mekkah beserta keluarga dan pasukannya pun menjadi korban kekejaman Abu Thahir. Hajar Aswad itu dibawa menuju daerah Hajr (Ahsa) merupakan daerahnya Abu Thahir.

 

Dalam penjelasan Ibnu Katsir, orang-orang Qaramithah itu sebenarnya Kuffar Zanadiqah. Yang berafiliasi kepada regim Fathimiyyun. Pemimpin mereka mempunyai gelar al-Mahdi, yang bernama Abu Muhammad ‘Ubaidillah bin Maimun al-Qadah, yang dulunya adalah seorang yahudi dengan profesi sebagai tukang emas. Kemudian ia mengaku-ngaku telah masuk Islam dan mengakui sebagai keturunan Nabi Muhammad. Ketika itu banyak orang-orang barbar yang mempercayainya, sampai akhirnya ia berkuasa di Negaranya. Orang-orang Qaramithah menjalin hubungan baik dengan mereka, sehingga mereka menjadi terkenal dan semakin kuat.

 

Kembalinya Hajar Aswad Pada Tahun 339 H

 

Dikisahkan ketika pengambilan batu Hajar Aswad, orang-orang Qaramithah mengangkut batu tersebut dengan beberapa unta. Namun yang terjadi, punuk-punuk unta tersebut mengalami luka dan sampai mengeluarkan nanah. Namun setelah 22 tahun penjarahan tersebut akhirnya Hajar Aswad dikembalikan. Tepatnya pada tahun 339 H batu Hajar aswad dikembalikan. Kaum Qaramithah berkilah: “kami mengambil batu tersebut berdasarkan atas perintah dan akan mengembalikan dengan dasar perintah orang bersangkutan”

 

Pada tahun 339 H, sebelum Hajar Aswad itu dikembalikan, orang-orang Qaramithah sempat menggantungkan Hajar Aswad pada 7 tiang masjid Kuffah. Agar orang-orang dapat menyaksikannya, kemudian Abu Thahir menulis ketetapan “kami dahulu mengambil Hajar Aswad atas dasar perintah, dan sekarang kami akan mengembalikannya karena dasar perintah juga, agar pelaksanaan ibadah manasik haji umat menjadi lancar”.

 

Akhirnya di tahun tersebut Hajar Aswad dikirim menuju kota Suci Mekkah dengan memakai satu tunggangan dan tanpa ada halangan, berbeda ketika penjarahannya yang begitu sulit. Hajar Aswad pun sampai di Mekkah pada bulan Zulkaidah tahun 339 H. semua umat Muslim merasakan kegembiraan yang teramat sangat karena batu Jannah tersebut sudah kembali ke tempatnya.

 

Demikian sejarah singkat Kisah Hajar Aswad semoga ada manfaat yang bisa diambil.

dari raut wajah nya ku nampak sedikit lesu dan keletihan. barangkali dato' penat berjalan tak henti henti. terima kasih Dato' Dr Hassan Ali sudi turun ke Mesir melihat ragam anak2 di perantauan ini.. Moga pengorbanan mu melihat sedikit sebanyak permasalahan anak2 selangor mendapat balasan yang setimpal di sana nnt...

 

syakirin awi...

salam dr edoi

Kisah Sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari, Pahlawan Konstantinopel – Sahabat Nabi Muhammad Saw yang bernama Khalid bin Zaid bin Kulaib bin Tsa’labah bin Abdi ‘Amr bin ‘Auf bin jasym bin Ghanam bin Malik bin an-Najjar bin Tsa’labah bin al-Kazraj merupukan keturunan dari bani Najjar, adapun ibunya yang bernama Hindun binti Sa’id bin Amru keturunan dari Bani al-Harits bin al-Khazraj. Sahabat Nabi ini lebih populernya dengan nama Abu Ayyub Al-Anshari Al-Khazraj Al-Badri. Beliau seorang yang sudah tidak lagi muda, di usianya yang ke 80 tahun hampir tak menyurutkannya untuk selalu membela Rasul dan berjihad di jalan Allah SWT, sampai ia wafat menghadap ilahi sesuai dengan apa yang telah ia idam-idamkan dari sejak muda.

 

Kisah Sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari, Pahlawan Konstantinopel ini merupakan penduduk Madinah, ia berasal dari kabilah Anshar. Walaupun ia tidak tinggal di Mekkah dan menjadi seorang yang pertama masuk Islam, akantetapi pancaran keimanan juga kecintaan terhadap Rasulullah Saw begitu teramat besar, sehingga ia ikut hadir dalam perjanjian setia Aqabah.

 

Tatkala Rasulullah Saw beserta Abu Bakar melaksanakan hijrah dari Mekkah menuju Madinah, maka rumah Abu Ayyub lah yang pertama disinggahi oleh Rasulullah. Abu Ayyub juga telah dipersaudarakan oleh Rasulullah Saw dengan Mus’ab bin Umair, seorang sahabat dari Muhajirin yang sekaligus menjadi utusan Rasul untuk mengajarkan Islam dan berdakwah kepada penduduk Madinah sebelum hijrahnya Rasulullah Saw.

 

[caption id="attachment_8272" align="aligncenter" width="700"] Kisah Sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari, Pahlawan Konstantinopel[/caption]

 

Dalam itinerary Paket Wisata Muslim Aqsa selain anda berwisata di palestina-jerussalem, anda pun akan dibawa ke Istanbul Turki dan berziarah ke makam Kisah Sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari. Menapaki bukti-bukti sejarah Islam bersama Wisata Muslim Rabbani Tour. tak hanya berwisata tapi Rabbani Tour menyediakan Paket Umroh Plus.

 

Abu Ayyub senantiasa menyertai Rasulullah Saw dalam segala pertempuran antara Muslimin dengan orang-orang kafir, diawali dengan ikut serta dalam perang Badar, kemudian perang Uhud dan pertempuran-pertempuran sesudahnya. Ia tidak pernah absen berjihad di jalan Allah SWT bersama Rasulullah Saw dan para Khalifah sesudahnya hingga akhir hayatnya.

 

Kisah Sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari, Pahlawan Konstantinopel

 

Setibanya Nabi Saw di Madinah semua orang-orang Anshar berharap rumahnya disinggahi oleh Rasulullah Saw, setiap melewati rumah pasti tali kekang onta Rasul dipegang oleh mereka karena menginginkan untuk disinggahi, namun beliau bersabda “berilah jalan untuk onta ini, karena ia adalah onta yg sudah diperintah

 

Yang akhirnya unta Rasulullah Saw berhenti tepat di depan rumah Bani Malik bin Najjar, beliau pun turun dari untanya. Tampak seorang muslim yang berseri-seri karena merasa bergembira, kemudian seseorang tersebut membawakan barang muatan yang dibawa Rasulullah dan mempersilahkan beliau masuk ke rumah. Seseorang yang beruntung tersebut adalah Abu Ayyub Al-Anshari Khalid bin Zaid, merupakan cucu dari Malik bin Najjar.

 

Pertemuan kali ini bukanlah yang pertama, karena sebelumnya sewaktu utusan Madinah pergi menuju kota Mekkah untuk berbaiat Aqobah, Abu Ayyublah salah satu dari 70 orang Mukmin yang mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat ke tangan Rasulullah Saw, berjanji setia dan siap menjadi pembela Rasul. Janji yang dilandasi atas kecintaan dan mengharap ridho Allah SWT.

 

Setelah itu Rasulullah bermukim di Madinah, menjadikan kota tersebut sebagai pusat penyebaran agama Allah SWT. begitu beruntungnya sahabat Abu Ayyub yang rumahnya dijadikan tempat pertama yang didiami oleh Rasulullah Saw. Beliau akan tinggal beberapa waktu di rumah Abu Ayyub hingga selesainya pembangunan Masjid dan rumah beliau di sampingnya.

 

sejak itu pula kaum kafir Quraisy berniat untuk berbuat jahat, diadakannya penyerangan-penyerangan ke kota Madinah, karena mereka tidak rela Islam menyebar di luar Mekkah. Abu Ayyub pun selalu ikut serta dalam berjihad di jalan Allah SWT. mulai dari perang Badar, perang Uhud dan juga Khandaq. Setiap kali ada perang, Abu Ayyub tidak pernah absen, ia tampil sebagai pahlawan yg siap mengorbankan harta dan jiwanya. Firman Allah SWT yang senantiasa Abu Ayyub ulang-ulang dalam kehidupannya, baik siang maupun malam, “Berangkatlah kamu, baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat” (Surat at-Taubah: 41)

 

ketika terjadi pertikaian antara Ali dan Muawiyah, Abu Ayyub berdiri di pihak Ali tanpa ada sedikitpun keraguan di dadanya. Tatkala Khalifah Ali bin Abi Thalib syahid, khilafah pun berpindah kepada Muawiyah, Abu Ayyub menyendiri dalam kezuhudannya. Tidak ada harapan dari dunia selain untuk hanya berjihad di jalan Allah SWT bersama barisan kaum Muslimin.

 

Ketika ada kabar bahwa tentara Islam akan bergerak menyerang ke konstantinopel, ia pun bersegera memegang kudanya dan membawa pedang, pergi untuk mencari syahid di jalan Allah SWT yang telah lama ia damba-dambakan. Padahal umur Abu Ayyub sudah tidak lagi muda, umurnya sudah 80 tahun.

 

Dengan kondisi badan yang tak lagi muda itu Abu Ayyub tidak bisa berlama-lama bertempur, ia menderita sakit yg mengharuskannya beristirahat. Didatangilah ia oleh panglimanya. Nafas Abu Ayyub sudah begitu tersengal-sengal berlomba dengan keinginannya untuk menghadap ilahi. Panglima pasukan yaitu Yazid bin Muawiyah mendekatinya dan kemudian bertanya kepada Abu Ayyub, “Apa keinginan anda wahai Abu Ayyub?

 

[caption id="attachment_8279" align="aligncenter" width="225"] Kisah Sahabati: Abu Ayyub Al-Anshari, Pahlawan Konstantinopel[/caption]

 

Kemudian Abu Ayyub meminta kepada panglima Yazid untuk menyampaikan salamnya kepada seluruh kaum muslimin dan juga berpesan kepada para pasukan agar terus maju ke daerah musuh dan agarmembawanya ke tengah-tengah pasukan musuh, bila ia meninggal agar jasadnya dikuburkan di bawah dinding batu kontantinopel. Pasukan musliminpun menerobos pasukan musuh dan mendapatkan kemenangan, namun di waktu itu pulalah Abu Ayyub dimakamkan. Wasiat Abu Ayyub telah dilaksanakan oleh Yazid, tepat di jantung kota Konstantinopel yang sekarang bernama Istanbul, disanalah terdapat makam Kisah sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari seorang laki-laki besar yang berjihad di jalan Allah SWT, seorang yang sudah tua yang bercita-cita mati syahid. Abu ayyub wafat pada tahun 52 H.

 

[caption id="attachment_8278" align="aligncenter" width="375"] Kisah Sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari, Pahlawan Konstantinopel[/caption]

 

 

 

[caption id="attachment_8281" align="aligncenter" width="594"] Kisah Sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari, Pahlawan Konstantinopel[/caption]

 

Jasad Abu Ayyub memang terkubur disana, namun ringkikan kuda dan gemerincing pedang tak akan lagi terdengar di telinga kita. Waktu yang telah berlalu begitu lama, risalah-risalah islam yang dibawa estapet dari Rasul kemudian kepada para sahabat yang akhirnya sampai kepada kita. kini kita merasakan manisnya Islam dan bisa menyaksikan bukti-bukti sejarah yang tersebar di belahan dunia.

 

Demikian sejarah singkat Kisah Sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari, Pahlawan Konstantinopel semoga ada manfaat yang bisa dipetik. Mari bergabung bersama Rabbani Tour dan dapatkan promo-promo menarik mengenai Umroh. Diantaranya promo Peket Umroh Hebat [Hemat dan Bersahabat] + CAIRO MESIR, juga ada promo Daftar 10 paket Umroh “GRATIS 1 PAKET UMROH”, dan ada promo Umroh Ekslusif HOTEL *5 di setiap awal bulan. Segera daftarkan diri dan keluarga anda untuk mengambil Paket Umroh di Rabbani Tour, hubungi atau datangi langsung ke kantor Rabbani Tour. umroh yuk !!! Asyiiiikkk . . .

 

 

 

 

 

 

Jabal Tsur Saksi Sejarah Perjuangan Rasulullah SAW Bersama Abu Bakar – Kurang lebih 6 km di sebelah selatan Masjidil Haram ada sebuah gunung kecil yang biasa disebut Jabal Tsur. Di atas puncak Jabal Tsur tersebut ada Gua Tsur, tempat yang telah dijadikan perlindungan oleh Nabi Muhammad SAW beserta sahabatnya Abu Bakar RA dari kejaran kaum kafir Quraisy. Kala itu di tahun 622 Masehi, Rasulullah berniat hijrah ke kota Madinah yang lebih kondusif untuk penyebaran Islam. Tidak rela Islam menyebar lebih luas ke luar Mekah, maka kaum kafir Quraisy mengejar untuk menghalang-halangi niat Rasulullah. Di saat terdesak inilah, Allah SWT melalui perantaranya malaikat Jibril memberikan petunjuk agar Rasulullah dan Abu Bakar berlindung ke dalam Gua Tsur. Akhirnya mereka berdua berlindung di dalam Gua, di Jabal Tsur yang tandus selama tiga hari tiga malam.

 

[caption id="attachment_7998" align="aligncenter" width="640"] Jabal Tsur Saksi Sejarah Perjuangan Rasulullah SAW Bersama Abu Bakar[/caption]

 

Gua Tsur yang berada di Jabal Tsur ini telah menjadi saksi sejarah Nabi Muhammad SAW dalam penyebaran Islam. Selepas pelaksanaan Ibadah Umroh atau Haji, maka anda dapat berkunjung ke Jabal tersebut. Anda akan merasakan bagaimana perjuangan Nabi Muhammad SAW ketika menapaki jalan menuju puncak Jabal. Bersama RABBANI TOUR dengan PAKET UMROH 2017 atau PAKET UMROH HEBAT [Hemat dan BersahaBAT] + CAIRO MESIR anda akan menyaksikan bukti-bukti sejarah Islam di dalamnya.

 

[caption id="attachment_7999" align="aligncenter" width="980"] Jabal Tsur Saksi Sejarah Perjuangan Rasulullah SAW Bersama Abu Bakar[/caption]

 

Jabal Tsur Saksi Sejarah Perjuangan Rasulullah SAW Bersama Abu Bakar

 

Peristiwa pertolongan Allah SWT atas Rasulnya Muhammad Saw dan Sahabatnya Abu Bakar di Gua Tsur telah diabadikan di dalam firmanNya, dalam surat At-Taubah ayat 40 berbunyi:

 

[caption id="attachment_8001" align="aligncenter" width="675"] Jabal Tsur Saksi Sejarah Perjuangan Rasulullah SAW Bersama Abu Bakar - QS. at-Taubah : 40[/caption]

”Bila kamu tdk mau menolong Rasul, maka Allah SWT telah menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan sahabatnya. Ketika keduanya berada dalam gua, dia berkata kepada sahabatnya: ”Janganlah engkau berduka cita, karena Allah SWT bersama kita.” Lalu Allah SWT menurunkan ketenangan hati (kepada Muhammad) dan membantu-nya dengan pasukan-pasukan yang tiada tampak olehmu. Dijadikan-Nya kepercayaan orang-orang kafir paling rendah dan agama Allah SWT menduduki tempat teratas. Sesungguhnya Allah SWT Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At-Taubah / 40)

Ketakutan kaum kafir Quraisy akan hijrahnya Nabi Muhammad ke kota Madinah guna untuk menyebarkan Islam dan khawatir akan terganggunya perdagangan mereka dengan syam, akhirnya mereka para kaum kuffar berencana untuk membunuh Rasululoh pada malam hari. Kaum kafir Quraisy bersiaga dan mempersiapkan pemuda-pemuda tangguh untuk berjaga dan membunuh Nabi Muhammad SAW.

 

Setelah Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Muhammad untuk berhijrah, disinilah mulai kisah yang penuh bahaya, demi kebenaran dan mempertahankan kalimat Tauhid. Rasululloh SAW kemudian pergi ke rumah Abu Bakar dan memberitahukan perihal hijrah tersebut, lalu memintanya untuk menemani dalam hijrah tersebut.

 

Abu bakar telah menyiapkan dua ekor unta yang sebelumnya sudah diserahkan untuk dipelihara oleh Abdullah bin Uraiqiz. Kemudian Rasulullah bersama Abu Bakar siap-siap untuk meninggalkan kota Mekah, mereka yakin bahwa Quraisy akan membuntuti dari belakang. Dengan kecerdasan Nabi Muhammad SAW, akhirnya memutuskan akan menempuh jalan lain dari yang biasanya, juga akan berangkat bukan pada waktu seperti biasanya.

 

Malam telah tiba, Pemuda-pemuda tangguh yang telah disiapkan oleh kafir Quraisy untuk membunuhpun sudah mengepung kediaman Rasulullah SAW, karena dikhawatirkan ia akan lari. Namun Rasulullah SAW sudah mempunyai strategi yang jitu untuk mengelabui makar mereka. Rasulullah SAW telah memerintahkan sahabat Ali bin Abi Thalib agar memakai mantel hijau yang biasa Rasulullah SAW pakai dan kemudian disuruh berbaring di atas tempat tidurnya.

 

Malam sudah semakin larut, para pemuda kafir Quraisy mencoba mengintip dari sebuah celah ke tempat tidurnya Nabi. Mereka melihat ada sesosok tubuh yang tertidur di tempat tidurnya, merekapun merasa aman karena sang Nabi masih berada di tempatnya. Selang beberapa saat, Allah SWT menakdirkan para pemuda itu tertidur. Akhirnya Rasulullah SAW bersama Abu Bakar bisa menyelinap keluar dan pergi meninggalkan kota Mekah. Mereka berdua bertolak mengambil arah selatan menuju Gua Tsur. sesampainya di Gua Tsur, merekapun beristirahat di dalamnya.

 

Tidak ada seorangpun yang mengetahui kemana persembunyian Rasulullah dan Abu Bakar, selain Abdullah bin Abu Bakar dan kedua putrinya Aisyah dan Asma, serta pembantu mereka ‘Amir bin Fuhaira. Abdullah yang ditugaskan untuk berada di tengah-tengah Quraisy untuk mendengar segala pemufakatan mereka terhadap Muhammad, yang kemudian di malam harinya baru disampaikan segala berita yang didapat kepada Rasul dan ayahnya. Sedangkan ‘Amir bertugas untuk menggembalakan kambingnya Abu Bakar di pagi hari dan mengistirahatkannya di sore hari, kemudian memerah susu dan menyiapkan daging. Jika Abdullah bin Abu Bakar keluar menemui Rasulullah dan ayahnya, maka ‘Amir mengikutinya dengan membawa kambing guna menghapus jejak langkahnya.

 

Rasullulah SAW bersama Abu Bakar tinggal di dalam gua Tsur selama 3 hari. Di pihak Quraisy begitu sibuk tanpa mengenal lelah mencari mereka berdua. Ketakutan jika mereka berdua sampai ke Madinah. Selama di dalam Gua Tsur Rasulullah tak henti-hentinya menyebut nama Allah SWT. Menyerahkan nasibnya hanya kepadaNya, dan memang hanya kepadaNya segala persoalan akan kembali. Abu Bakar tetap waspada menjaga dinding Gua, ditakutkan orang-orang kafir Quraisy berhasil dan mengikuti jejak mereka.

 

[caption id="attachment_8000" align="aligncenter" width="815"] Jabal Tsur Saksi Sejarah Perjuangan Rasulullah SAW Bersama Abu Bakar[/caption]

 

Kemudian pemuda-pemuda terbaik Quraisy yang diambil dari setiap kelompoknya itu datang sambal membawa pedang, berjalan bulak balik mencari ke setiap penjuru. Begitu dekat mereka berjalan dengan gua Tsur, mereka bertemu seorang pengembala lalu menanyainya perihal Muhammad yang lari ke arah tersebut.

 

Sang pengembala menjawab “mungkin saja mereka masuk ke dalam gua itu, tapi saya tidak melihat seorangpun masuk ke dalamnya”. Ketika mendengar jawaban seperti itu, Abu Bakar langsung waspada. Dengan air keringat yang bercucuran, Abu Bakar khawatir akan diserbu ke dalam gua. Dia mencoba menahan nafas juga tidak bergerak, dan pastinya menyerahkan segala daya upaya kepada Allah SWT. kemudian orang-orang kafir Quraisy datang mendekat ke Gua Tsur, namun terdengar ada yang berbalik dan turun kembali.

 

kenapa kau tidak melihat masuk ke dalam Gua tersebut?” tanya kawan-kawannya.

 

ada sarang laba-laba di pintu masuknya, yang memang sudah ada dari sejak sebelum Muhammad lahir” jawabnya.”juga saya meilhat ada dua ekor burung dara hutan di lubang masuk Gua tersebut. Jadi saya mengetahui bahwa tidak ada seorangpun di dalamnya.

 

Kemudian Nabi Muhammad merapatkan diri kepada Abu Bakar dan berbisik ke telinganya:

 

“Jangan bersedih hati, sesungguhnya Allah bersama kita”.

 

Dalam buku-buku hadits ada juga yang menyebutkan, bahwa ketika Abu Bakar merasakan adanya orang-orang Quraisy mendekat ke dalam pintu Gua, iapun berbisik:

 

kalau seandainya mereka ada yang menengok ke bawah pasti mereka akan melihat kita

 

Abu Bakar, kalua kau menduga bahwa kita hanya berdua, maka ketiganya adalah Allah” kata Muhammad.

 

Orang kafir Quraisy semakin yakin bahwa tidak mungkin seseorang masuk ke dalam gua karena mendapatkan banyak cabang pohon yang terkulai tepat di mulut gua. Mereka berpendapat bahwa jika seseorang masuk maka mereka perlu menghalau cabang-cabang pohon tersebut. Dengan begitu mereka kembali ke tempat semula. Atas izin dan pertolongan Allah SWT ini, keimanan dan keislaman Abu Bakar semakin besar kepada Allah SWT dan Rasulnya, Muhammad Saw.

 

Demikian paparan mengenai Jabal Tsur Saksi Sejarah Perjuangan Rasulullah SAW Bersama Abu Bakar semoga menjadi pelajaran bagi kita sebagai umatnya Nabi Muhammad SAW. Mari kita menapaki bukti-bukti sejarah Islam yang tersebar di berbagai Negara bersama Rabbani Tour. tersedia PAKET WISATA HALAL MUSLIM ke berbagai Negara Eropa dan Timur Tengah. Rabbani Tour – Sahabat Anda Menuju Baitullah.

“… Fakat şehrin su ihtiyacı zaman zaman artmakta, hayır yapmak, bilhassa su dağıtmak gayesi de devam etmekte olduğundan her devirde büyük himmetlere ve hizmetlere vesile olmuştur ki bentlerimizi sıralayınca hakikat belirecektir. […] Şehrin başlıca su ve hayat kaynağı olan bu tarihi bentler, İstanbul’un en tanınmış mesire ve gezi yerlerindendi. Yine de bu yüce himmet mahsulleri, sakin ormanlariyle, kemerleriyle cidden görülmeğe değer birer varlıktır.” Kaynak: Tahsin Öz, “Bentler”, Panorama, Eylül 1955, sayı: 16

 

Büyük Bent

#SALTAraştırma, Harika-Kemali Söylemezoğlu Arşivi

 

Repository: SALT Research

 

Rights Info: This material can be used under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) license.

WAWANCARA

Lauti Nia Astri Sutedja, Plt. Atdik Kairo:

28 Januari kemarin, KBRI baru saja meresmikan asrama Indonesia. Berbagai pertanyaan muncul di benak publik Masisir akan kehadiran asrama mahasiswa yang, diharapkan mampu membangun kemaslahatan. Tidak hanya itu, selain proses pembangunan yang bisa dinilai agak telat, dikhawatirkan asrama ini tak kunjung difungsikan oleh pengelola. Akibatnya, kehadiran asrama ini bisa jadi tidak begitu dinantikan atau bahkan terlupakan untuk sementara waktu.

 

Menanggapi keresahan publik, kswmesir.org melaksanakan kewajibannya memenuhi fungsi pokok sebagai pers –fungsi informasi. Dikirimlah Tim untuk mewawancarai pihak KBRI, selaku wakil pemerintah Indonesia di Mesir agar tidak muncul lebih banyak dugaan tak berdasar. Pada kesempatan ini, Tim mewawancarai Plt. Atdik Kairo, Bu Nia. Berikut hasil liputannya:

 

Bisa diceritakan, Bu, awal mula adanya pembangunan asrama Indonesia?

  

Ide awal dibangunnya asrama digagas tahun 2008 oleh A.M. Fachir. Beliau adalah mantan Dubes Indonesia untuk Mesir tahun 2007-2011. Setelah turun jabatan, ide ini dilanjutkan sampai masa kepemimpinan Nurfaizi Suwandi. Dan jadilah asrama Indonesia.

  

Jangan-jangan latar belakang pembangunan asrama tidak murni untuk Masisir....

  

Pembangunan ini dilandasi oleh upaya agar Masisir bisa lebih fokus belajar, karena sudah tidak memikirkan tempat tinggal. Selain itu lokasinya pun lebih dekat dengan kampus. Lebih penting dari itu, pembangunan asrama Indonesia dipandang sangat perlu. Melihat angka kriminalitas di Mesir yang kian meningkat dari tahun ke tahun.

Bagaimana kabar anggaran tersedia?

 

Soal anggaran memang menjadi masalah. Maka dari itu, setelah mendapatkan sebidang tanah, Pak Fachri mengumpulkan dana terlebih dahulu. Saat itu baru terkumpul 19 milyar. Kemudian bertepatan dengan kunjungan Presiden SBY saat OKI di Mesir, dibahaslah lagi mengenai proyek ini. Dalam kesempatan ini pula pak SBY sempat meninjau lokasi pembangunan.

    

Kendalanya apa?

  

Permasalahan yang muncul terletak pada birokrasi. Kala itu undang-undang tidak mengatur pasal pemberian hibah ke negara lain. Yang ada hanya mengatur penerimaan hibah. Sehingga pencairan dana untuk pembangunan asrama tidak memiliki dasar hukum. Namun, dengan kekuasaan SBY sebagai presiden, ditekenlah keppres no.8 tahun 2014 mengenai pemberian hibah bangunan.

  

Adakah sumber pendanaan lain selain pemerintah pusat?

 

Tentu. Pembangunan ini dibantu oleh Sumatra Utara sebanyak 5 milyar. Banyak provinsi juga menyumbangkan, ya. Namun sekali lagi statusnya adalah sumbangan, bukan iuran. Karenanya, kami sendiri tidak mematok seberapa jumlah minimalnya. Terserah mau berapa.

   

Seperti apa perhatian SBY mengenai pembangunan asrama Indonesia?

 

Dalam rapat yang berlangsung tanggal 25 Februari 2014, pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR menyepakati usulan dana hibah untuk pembangunan asrama. Khusus asrama, telah dianggarkan 2,94 juta dolar AS. Sebenarnya saat rapat tidak hanya membahas pembangunan asrama Indonesia di Mesir. Tapi juga bersamaan dengan kesepakatan untuk memberikan hibah kepada masjid IMAAM Centers di Maryland, Washington, DC, Amerika Serikat sebesar 3 juta dolar AS.

   

Seperti apa gambaran singkat proses penggarapannya?

 

Tahun 2011 Pak fachir menghadap Grand Syeikh al-Azhar meminta sebidang tanah untuk dibangun di atasnya asrama mahasiswa. Dapatlah tanah yang di Hay sadis untuk pembangunan. Pada 2012 baru mulai pembangunan fisik. Namun belum nampak signifikan. Tahun 2013 pembangunan baru bisa dinilai masif. Nah, 2014 Pak SBY meresmikan asrama ini di Jakarta. Kemudian di akhir 2015 seluruh bangunan siap digunakan. Perlu diketahui juga, semua tahapan pembangunan berada dibawah tanggung jawab al-Azhar, kita hanya memberi dana dan menerima laporan berkala. Terakhir, kemarin tanggal 28 Januari kita serah terima kunci kepada pihak al-Azhar.

  

Siapa yang akan mengelola asrama?

 

Pihak pengelola sepenuhnya kami serahkan ke al-Azhar. Adapun kapan mulai bisa ditempati, kami menunggu hasil pembicaraan dari al-Azhar. Tapi yang jelas, kita akan tetap mengawal proses ini.

   

Seberapa besar kapasistas asrama Indonesia?

 

Total ada empat bangunan dan satu gedung untuk dapur umum. Di lantai bawah juga ada hall yang cukup luas, kira-kira cukup untuk menyelenggarakan acara Masisir. Adapun daya tampung gedung sebanyak 1.400 mahasiswa.

   

Kami dengar ada pembagian kuota. Betul?

 

Dari kapasitas yang tersedia, ada mix Indonesia-Mesir. Sebanyak 50% atau 700-nya akan diisi oleh mahasiswa Indonesia. Sisanya untuk mahasiswa Mesir.

   

Bagaimana Masisir bisa menempati asrama Indonesia?

 

Prosedur untuk itu belum jelas. Karena kita harus bicara dan negosiasi terlebih dahulu dengan pihak pengelola, dalam hal ini al-Azhar. Kabar yang bisa kita pegang saat ini, bagi mahasiswa Mesir yang akan tinggal di asrama Indonesia tentu ada screening. Yaitu bagi mahasiswa yang berprestasi atau asisten dosen. Sedangkan Mahasiswa Indonesia, nanti akan kita minta masukan dari kawan-kawan soal ini.

   

Seperti apa tanggapan Masisir mendengar adanya isu pembangunan asrama?

 

Berdasarkan kabar yang saya dengar di KBRI, tentunya mahasiswa menyambut baik adanya pembangunan asrama. Namun tidak semua bisa ditampung di sini. Karena kemampuan kita baru segitu –empat gedung. Kedepannya nanti tetap ada usaha untuk membangun asrama putri.

   

Selain memberikan keamanan serta kenyamanan mahasiswa, apa nilai positif dari asrama ini?

 

Mengambil sudut pandang hubungan internasional, tentu saja wujud asrama mahasiswa akan mempererat hubungan kedua negara, walaupun sifatnya akan tetap fluktuatif. Namun kita tahu bahwa al-Azhar memiliki peran besar dalam menciptakan generasi kita yang unggul dalam keislaman. Jadi pembangunan asrama ini kita jadikan dalam rangka balas jasa pula. Dengan demikian, hubungan Indonesia-Mesir akan semakin kaya.

 

#Tim terdiri dari: Pandhu Dewanata, Furqon Kaha, Muna Ni'ami.

 

kswmesir.org/3792-2/

“… Fakat şehrin su ihtiyacı zaman zaman artmakta, hayır yapmak, bilhassa su dağıtmak gayesi de devam etmekte olduğundan her devirde büyük himmetlere ve hizmetlere vesile olmuştur ki bentlerimizi sıralayınca hakikat belirecektir. […] Şehrin başlıca su ve hayat kaynağı olan bu tarihi bentler, İstanbul’un en tanınmış mesire ve gezi yerlerindendi. Yine de bu yüce himmet mahsulleri, sakin ormanlariyle, kemerleriyle cidden görülmeğe değer birer varlıktır.” Kaynak: Tahsin Öz, “Bentler”, Panorama, Eylül 1955, sayı: 16

 

#SALTAraştırma, Feridun Fazıl Tülbentçi Arşivi

 

Repository: SALT Research

 

Rights Info: This material can be used under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) license.

“… Fakat şehrin su ihtiyacı zaman zaman artmakta, hayır yapmak, bilhassa su dağıtmak gayesi de devam etmekte olduğundan her devirde büyük himmetlere ve hizmetlere vesile olmuştur ki bentlerimizi sıralayınca hakikat belirecektir. […] Şehrin başlıca su ve hayat kaynağı olan bu tarihi bentler, İstanbul’un en tanınmış mesire ve gezi yerlerindendi. Yine de bu yüce himmet mahsulleri, sakin ormanlariyle, kemerleriyle cidden görülmeğe değer birer varlıktır.” Kaynak: Tahsin Öz, “Bentler”, Panorama, Eylül 1955, sayı: 16

 

Büyük Bent

#SALTAraştırma, Harika-Kemali Söylemezoğlu Arşivi

 

Repository: SALT Research

 

Rights Info: This material can be used under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) license.

7 Mayıs 2017 Işıkeli yolundan Biga'nın görünüşü.

Aptiağa mesire alanı yukarısından Biga'nın merkezi izleniyor.

Hani batılıların downtown dedikleri alan.

 

Nikon D300S + Nikon 100mm f/2.8 series E AIS

Al-Alamah al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Abdullah bin Abi Bakr bin Idrus bin Umar bin Idrus bin Umar bin Abi Bakr bin Idrus bin al-Husin bin al-Shaikh Abi bakr bin Salim bin Abdullah bin Abd. al-Rahman bin Abdullah bin al-Shikh Abd. al-Rahman al-Saqaf bin Muhammad Maulay al-Duwailah bin Ali bin Alawi bin Muhammad sahib al-saumiah ibn Alawi bin Abdullah bin al-Imam al-Muhajir ila Allah Ahmad bin Isa bin Muhammad al-Naqib bin Ali al-Aridhy bin Jafar al-Sadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zain al-Abiddin bin al-Husin al-Sibthi bin Ali bin Abi Thalib dan anak Fatimah al-Zahra’ binti Saidina Muhammad Khatam al-Nabiyin selawat, salam dan keberkatan ke atasnya dan ke atas mereka seluruhnya

 

Dilahirkan di Bandar Tarim, Hadramaut Negara Republik Yaman sebelum fajar hari Isnin 4 Muharam 1383H bersamaan 27 Mei 1963M. Mendapat pendidikan awal daripada bapanya yang ketika itu menjawat jawatan mufti di Tarim. Seterusnya menerima ilmu daripada ulamak-ulamak Hadramaut yang ada pada masa itu, antara guru beliau yang utama ialah al-Habib Salim bin Abdullah al-Shathry. Bermula tahun 1402H bersamaan 1982M al-Alamah al-Habib Umar berulang-alik ke al-Haramain al-Sharifain untuk menimba ilmu dan tarbiyah daripada al-Imam al-Arif al-Daiyah al-Habib Abd al-Qadir bin Ahmad al-Saqaf, al-Arif al-Daiyah al-Habib Ahmad bin Taha al-Hadad, al-Arif al-Alamah Abi Bakr al-Athas bin Abdullah al-Habasi dan beliau menerima ijazah al-Asanid daripada al-Musnid al-Shaikh Muhammad Yasin al-Fadany dan al-Alamah Muhadith al-Haramain al-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliky dan ulamak-ulamak lain.

 

Beliau mula mengajar dan melaksanakan tugasan dakwah Islam ketika berusia 15 tahun disamping meneruskan pengajian secara talaqi. Berdakwah, mengajar dan belajar telah sebati dalam jiwa beliau. Pada tahun 1414H bersamaan 1994M apabila kembali ke tanah tumpah darahnya, beliau telah mengasaskan sebuah pusat pendidikan Islam yang diberi nama “Dar al-Musthafa” di Bandar Tarim Hadramaut. Ini berikutan daripada pelajar-pelajar yang datang dari beberapa Negara Islam untuk menerima didikan daripada beliau. Diperingkat awal penubuhan Dar al-Mustafa diasaskan atas beberapa matlamat seperti berikut:-

 

1. Menimba ilmu syariat dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya secara talaqi daripada guru-guru yang berkeahlian dalam bidang tersebut berserta sanad mereka

 

2. Membersihkan jiwa serta mendidik akhlak

 

3. Mengarusperdanakan ilmu-ilmu yang bermanafaat serta dakwah kepada Allah.

 

Akhirnya Dar al-Musthafa mampu membangunkan tapak pengajian sendiri yang dinobatkan secara rasmi sebagai sebuah pusat pengajian dan pendidikan Islam pada 29 Zu al-Hijjah bersamaan 6 Mei 1997. Kini Dar al-Mustafa begitu mendapat perhatian daripada pelajar-pelajar seluruh dunia Islam, ditambah pula graduan-graduannya telah diiktiraf oleh al-Azhar al-Sahrif dan kebanyakan universiti terkemuka dunia Islam.

 

Al-Alamah al-Habib Umar al-Hafiz telah banyak menbuat lawatan dakwah Islami dan menyampaikan ilmu syarak ke negara-negara Islam lain seperti Syria. Mesir, Sudan, Pakistan, Indonesia, Brunei Darussalam dan Negara kita Malaysia saban tahun.

Nikon FM | 50/1.4

Maybe because it's entirely an artist's eye, patience and skill that makes an image and not his tools. Ken Rockwell, Your Camera Does Not Matter, 2005

____________________________________

  

Majlis Ramah Mesra bersama YB Dato' Dr Hasan Bin Hj Mohamed Ali

Pengerusi Jawatankuasa Tetap Hal Ehwal Agama,Adat Melayu,Infrastuktur & Kemudahan Awam

EXCO Kerajaan Negeri Selangor Darul Ehsan

serta rombongan

-Tempat: Dewan Abdullah Solah Kamil , Universiti Al-Azhar,Hayyu Sadis,Kaherah,Mesir

-Tarikh:26 Disember 2010

-Dengan kerjasama Pejabat HEP Selangor Mesir

Badan Kebajikan Anak Selangor Mesir (BKASM)-PMRAM Cawangan Selangor

Documentary-Style Photography :Amu Abdullah

 

Yashica -A

Yashikor 80mm f/3.5

120mm Kodak Portra 160VC

 

K e m b a r a s u f i© 2012

1.derece dogal SIT alani olan ve Caretta Caretta kaplumbagalarinin ureme alani olan Cirali sahili otelcilere peskes cekiliyor. Yore halki direnmeye calisiyor. Onlari yalniz birakmayalim ve bu yagmayi herkese duyuralim. www.dilekceonline.com/cirali sitesinden bir imza verelim.

 

Orman Kanunu!

Orman Spor Kulübü, Antalya Orman Bölge Müdürlüğü bünyesinde bulunan ve bugün 1. amatör kümede mücadele eden bir spor takımı. Takım maddi sıkıntı gerekçesiyle Beydağları Sahil Milli Parkı sınırları içinde bulunan, 1. Derece Doğal Sit Alanı statüsünde bulunan Çıralı sahilini kiralamaya karar verdi.

11 TEMMUZ 2011: Çıralı’nın C Tipi Mesire Yeri (Orman İçi Dinlenme Yeri) olarak kiralanması konusunda ilk izin Kültür ve Turizm Bakanlığı Kültür ve Tabiat Varlıklarını Koruma Bölge Kurulu’nun 11 Temmuz 2011 kararıyla çıktı. Ardından Orman ve Su İşleri Bakanlığı, Antalya Orman Bölge Müdürlüğü de günübirlik tesis için Çıralı’nın 10 yıl kiralanmasına ‘olur’ dedi. Çevre ve Şehircilik Bakanlığı, Antalya Tabiat Varlıklarını Koruma Kurulu Bölge Komisyonu da 19 Aralık 2011 de orman içine tesis kurulmasına izin verdi. Tüm bu izinler kısa sürede verilirken tek itiraz Orman Bakanlığı’na bağlı, Milli Parklar Genel Müdürlüğü’nden geldi.

28 TEMMUZ 2011: Antalya Orman İşletme Müdürü Mitat Uyan’ın onayıyla imza altına alınan sözleşmeyle, Çıralı’daki 18 bin 297 metrekarelik ormanlık alan, 28 Temmuz 2011’de yıllık 5 bin liraya Antalya Orman Spor’a kiralandı.

28 TEMMUZ 2011: Aynı gün imzalanan ‘Sponsorluk Sözleşmesi’yle Çıralı, Hüseyin Gedik’e (Nerissa Hotel) yıllık 55 bin TL karşılığında 10 yıllığına kiraya verildi.

 

“Çıralı’daki yeni yerde idman yapılacak”

Antalya Orman Spor Kulübü yetkilileri yıllık 55 bin liraya kiraya verdikleri bölgeyi, 5 bin liraya aldıklarını doğruladı.

Yetkililer, “Gerekli bilgileri bakanlığın müsteşarına ilettik. Her şey yasal mevzuatına uygun, gerekli izinler alınmıştır. Gerek sit, gerekse doğal koruma birimlerinden, Kültür ve Turizm Bakanlığı’ndan projeler için izin alınmıştır. Kurumun da bu şekilde bir geliri olacak. Kuruma bağlı spor kulübü. Bölge müdürlüğünde bir idman sahası var ancak küçük bir saha. Uygun değil, mezbelelik bir yer. Çıralı’da yapılacak yeni yerde idmanlar yapılacak. Kurum kulübe kiraladı. Kulüp de sponsorluk anlaşması yaptı. Kulüp de kuruma 5 bin TL ödüyor.”

 

Orman Spor ‘paravan’ arazi devri hukuksuz

Yasalara göre 1. Derece Doğal Sit Alanları’na normal inşaat yapılması yasak. Mesire yerleri yapılabiliyor. Ancak bu durumda da sadece küçük piknik alanları, mini futbol ve basketbol sahaları, tuvalet ve mini büfe için izin veriliyor. Yani bir futbol kulübünün antrenman sahası olabilecek bir tesis öngörülmüyor. Ayrıca ormanda tahsis edilen alanların başkasına devri de olmuyor.

 

“Kötü kokular geliyor”

Antalya Barosu Çevre Komisyonu Başkanı avukat Tuncay Koç Çıralı’ya günübirlik işletme için tesisler yapılacak olmasını ‘kötü kokular geliyor’ diye değerlendirdi:

“Ormanlık alanın Orman Spor’a verilmesi, Orman Kanunu’nun 17. maddesine göre usulsüz. Bu maddede kamu yararı ve zorunluluk halinden bahsedilmektedir. 1. derecede doğal sit alanının kiraya verilmesinde ne gibi zorunluluk vardır anlaşılmıyor.” Avukat Koç, “Yine Orman Bakanlığı ile spor kulübü arasında yapılan sözleşmeye bakıldığında ‘Kiracı bu hakkını devredemez, ortak alamaz’ demekte. Ancak spor kulübü sponsorluk sözleşmesi yaparak alanın kullanımını bir 3. kişiye bırakmıştır. İki sözleşmenin aynı tarihte olması da burada bir hülle olduğunu ortaya çıkarıyor. Orman Spor’un bir paravan olduğu anlaşılıyor. Milli Parklar Genel Müdürlüğü’nün olumsuz görüşüne rağmen bu işlemler nasıl bu kadar hızlı yapılabilmiş, anlamak mümkün değil” diye konuştu.

 

Lokantalara yazı gitti

Avukat Koç “Çıralı’da yaşayan herkes sit alanı yüzünden ceza almış durumdayken Koruma Kurulu’nun büyük bir hızla bu alana ilişkin izin vermesi de şüpheli. Aynı zamanda sahildeki lokantalara yıkım yazıları gitmeye başlamıştır. Görünen amaç o ki Orman Spor kullanılarak alan bir kişiye devredilecek, yapılacak lokanta ve sosyal alanlar, diğer alanların yıkılmasıyla Çıralı’da tek yeme içme merkezi olacak ki, rant büyüktür” dedi.

    

Sidi Gaber railway station, one of two main railway stations in Alexnadria

“… Fakat şehrin su ihtiyacı zaman zaman artmakta, hayır yapmak, bilhassa su dağıtmak gayesi de devam etmekte olduğundan her devirde büyük himmetlere ve hizmetlere vesile olmuştur ki bentlerimizi sıralayınca hakikat belirecektir. […] Şehrin başlıca su ve hayat kaynağı olan bu tarihi bentler, İstanbul’un en tanınmış mesire ve gezi yerlerindendi. Yine de bu yüce himmet mahsulleri, sakin ormanlariyle, kemerleriyle cidden görülmeğe değer birer varlıktır.” Kaynak: Tahsin Öz, “Bentler”, Panorama, Eylül 1955, sayı: 16

 

Büyük Bent

#SALTAraştırma, Harika-Kemali Söylemezoğlu Arşivi

 

Repository: SALT Research

 

Rights Info: This material can be used under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) license.

Kisah Sahabat: Zaid bin Haritsah Anak Angkat Rasulullah Saw – Pada awal sejarah Islam, Negara Yordania pernah menjadi salah satu pusat peradaban Islam. Konon negara ini termasuk dalam wilayah Syam karena berdekatan dengan Damaskus. Selama berabad-abad, Yordania telah menjadi saksi jatuh bangunnya kejayaan Islam. Negara yg pernah menjadi saksi akan terjadinya perang Mu’tah di jaman Rasulullah Saw dan perang Salib pada masa Dinasti Ayyubiyah.

 

Sudah dipastikan di negara Yordania terdapat banyak bukti-bukti sejarah tersebut, diantaranya adanya makam para sahabat. Banyak sahabat yang menjadi syahid di wilayah Yordania. Sampai sekarang makamnya masih bertahan dan bahkan banyak orang dari mancanegara mengunjunginya. Salah satu makam sahabat Rasulullah Saw adalah Zaid bin Haritsah.

 

Jika anda memilih paket Wisata Halal Mesir – Palestina – Jordan di Rabbani Tour, maka anda akan dibawa tour melihat bukti-bukti sejarah di kota para Nabi tersebut, termasuk berzirah mengunjungi para makam sahabat. Berikut akan dipaparkan sedikit Kisah Sahabat: Zaid bin Haritsah Anak Angkat Rasulullah Saw.

 

[caption id="attachment_8164" align="alignleft" width="292"] Kisah Sahabat: Zaid bin Haritsah Anak Angkat Rasulullah Saw[/caption]

 

Kisah Sahabat: Zaid bin Haritsah Anak Angkat Rasulullah Saw

 

Dikisahkan ketika Zaid masih kecil, ketika itu dibawa oleh ibunya yang bernama Su’da binti Tsalabah pergi untuk mengunjungi keluarganya, Bani Ma’an. Zaid bin Haritsah al Ka’by berasal dari kabilah Kalb yg menghuni sebelah utaranya jazirah Arab. Tak lama ketika mereka tinggal disana datanglah segerombolan orang berkuda dari Bani Qain, mereka menyerang juga merampok semua harta benda penduduk desa, unta dan menculik anak-anak desa. Termasuk anak-anak yang diculik para gerombolan tersebut adalah Zaid bin Haritsah.

 

Umur Zaid ketika itu baru menginjak 8 tahun. Para perampok menggiring Zaid ke pasar Ukaz dan menjualnya kepada para pembeli. Akhirnya Zaid pun dibeli oleh seorang bangsawan dari bangsa Quraisy, Hakam bin Hazam bin Khuwalid, ia membelinya dengan harga 400 Dirham. Hakam juga membeli beberapa budak lainnya. Kemudian dibawanya pulang menuju Mekkah. Sepulangnya di Mekkah, didatangilah Hakam oleh Khadijah binti Khuwalid untuk sekedar mengucapkan selamat datang, karena Khadijah merupakan bibi dari Hakam.

 

Hakam berkata pada Khadijah agar memilih salah satu dari budak-budak yang ia bawa sebagai hadiah untuk bibinya. Khadijah pun memeriksa budak-budak itu satu persatu, yang kemudian jatuhlah pilihan kepada Zaid bin Haritsah. Khadijah melihat pada diri Zaid terdapat kepintaran dan kecerdikan, dibawalah budak yang bernama Zaid oleh Khadijah.

 

Singkat cerita, Khadijah menikah dengan Muhammad bin ‘Abdullah (ketika itu beliau belum menjadi seorang Nabi). Terbersit Khadijah ingin menyenangkan suaminya dengan menghadiahkan sesuatu sebagai kenang-kenangan. Setelah menimbang-nimbang, Khadijah tidak menemukan hadiah yg lebih baik untuk suaminya. Melainkan seorang budak yg memiliki budi pekerti halus, akhirnya Zaid bin haritsah pun dihadiahkan oleh Khadijah kepada Rasulullah Saw.

 

Zaid pun menjadi sahabat serta pelayan setia Nabi Muhammad Saw. Ia menikah denan Ummu Ayman dan mempunyai putra yg bernama Usamah bin Zaid bin Haritsah. Ia selalu mengikuti Rasulullah Saw termasuk hijrah ke Madinah, serta mengikuti di setiap pertempuran dalam membela islam. Dalam pertempuran Mu’tah inilah Zaid dipilih Rasulullah Saw sebagai panglima perang namun pada akhirnya ia menjadi syahid.

 

Kisah Sahabat: Zaid bin Haritsah Anak Angkat Rasulullah Saw

 

Zaid bin Haritsah sering disebut putranya Muhammad. Padahal awalnya Zaid dibeli Khadijah, kemudian menjadi budaknya dan tidak lama diberikan kepada suaminya Nabi Muhammad Saw sebagai hadiah untuk menjadi kenang-kenangan.

 

Rasulullah Saw begitu mencintai Zaid, dikarenakan ia memiliki sifat-sifat yg terpuji. Begitu pula Zaid mencintai Rasulullah. Namun di tempat lain, ada seseorang yang merindukan Zaid, ialah ayahnya yg selalu mencari kabar tentang kehilangan anaknya waktu dirampok ketika itu. Akhirnya ayahnya mendapatkan kabar bahwa Zaid telah berada di kediaman Muhammad dan Khadijah. Ia pun mendatangi Rasulullah Saw, memohon agar beliau bersedia mengembalikan Zaid kepadanya walapun ia harus membayar dengan harga mahal sekalipun.

 

Maka Muhammad bin Abdullah pun berkata “panggillah Zaid kesnini, suruh kepada untuk memilih sendiri. Jika seandainya ia memilih anda, maka saya akan kembalikan kpd anda dengan tanpa tebusan sepeserpun. Namun jika sebaliknya ia memilihku, Demi Allah aku tidak akan menerima tebusan & tidak akan menyerahkan orang yg telah memilihku”.

 

Setelah mendengar perkataan Nabi Muhammad Saw, Haritsah pun tersentuh hatinya. Betapa murah hatinya seorang laki-laki yg ada dihadapannya itu. Ia pun berujar “sungguh anda telah menyadarkan kami & anda pun telah memberi keinsafan di balik kesadaran itu”.

 

Setibanya Zaid dihadapan keduanya, ayah kandungnya dan ayah angkatnya. Muhammad bin Abdullah pun bertanya kepada Zaid “tahukah engkau siapa orang ini?

 

“ya tahu, ini adalah ayahku, sedangkan yg seorang lagi adalah pamanku” ucap Zaid. Kemudian Nabi Muhammad Saw menjelaskan kepadanya akan kebebasan dalam memilih, apakah ia akan ikut ayahnya atau ikut bersama dirinya.

 

Tanpa piker panjang, Zaid memutuskan dan menjawab “tidak ada orang pilihanku kecuali engkau! Engkaulah ayah dan engkaulah pamanku”

 

Mendengar jawaban tersebut, Muhammad bin Abdullah terharu, menangis dan bersyukur. Dituntulah Zaid menuju pekarangan Ka’bah dimana ketika itu orang-orang Quraisy sedang berkumpul. Muhammad mengabarkan ke khalayak ramai “saksikanlah oleh kalian semua, dimulai dari saat ini Zaid adalah anakku, yang nantinya menjadi ahli warisku dan aku menjadi ahli warisnya”

 

Haritsah pun sang ayah aslinya mendapatkan kegembiraan, ia merasakan anaknya sudah merdeka juga tanpa ada tebusan dan pastinya ketenangan karena kini anaknya berada di bawah asuhan seseorang yg mulia dari suku Quraisy. Dari situlah Zaid dijuluki Zaid bin Muhammad, tetapi hukum pengangkatan anak tersebut gugur setelah turunnya ayat yg membatalkannya. Seperti yang telah Allah SWT firmankan dalam surat at-Taubah: 5.

 

Kisah Sahabat: Zaid bin Haritsah Anak Angkat Rasulullah Saw – Perannya dalam Perang Mu’tah

 

[caption id="attachment_8166" align="alignleft" width="246"] Kisah Sahabat: Zaid bin Haritsah Anak Angkat Rasulullah Saw[/caption]

 

 

 

Perang Mu’tah yang terjadi pada tahun 629 M atau 5 Jumadil Awal 8 Hijriyah, terjadi di kampong yang bernama Mu’tah, sebelah timur sungai Yordania & al Karak, perang terjadi antara pasukan Khulafaur Rasyidin yg dikirim Rasulullah Saw dan tentara kekaisaran Romawi Timur (Bashra).

 

Perang Mu’tah

 

Sebelum pasukan Islam diberangkatkan, Rasulullah Saw telah memilih 3 orang sahabat untuk mengemban amanah sebagai panglima dengan cara bergantian, jika panglima pertama gugur dalam medan perang maka disambung oleh panglima kedua dan ketiga seterusnya. Ini merupakan keputusan yang sebelumnya tidak pernah Rasulullah lakukan. 3 orang sahabat tersebut adalah Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib dan seorang sahabat dari anshar, Abdullah bin Rawahah (seorang penyair Rasulullah Saw).

 

Setelah dipilihnya panglima tersebut, Rasulullah memberangkatkan sekitar 3000 pasukan tentara Islam. Terdengar berita bahwa Heraklius telah mempersiapkan 100.000 pasukan. Ditambah bala tentara bantuan dari kaum Nasrani yang terdiri dari beberapa suku Arab (kaum musyrikin Arab) dengan jumlah yg sama. Mendengar kabar berita demikian, sebagian para sahabat mengusulkan kepada Rasulullah Saw agar meminta bantuan pasukan atau memberikan keputusan yg lainnya.

 

[caption id="attachment_8170" align="aligncenter" width="638"] Kisah Sahabat: Zaid bin Haritsah Anak Angkat Rasulullah Saw[/caption]

 

Lantas ‘Abdullah bin Rawahah ra mengobarkan semangat juang kepada para sahabat dengan perkataannya “Demi Allah, sesungguhnya perkara yg kalian tidak sukai ini adalah perkara yg kamu keluar mencarinya, yaitu Syahadah (gugur dalam medan perang di jalan Allah azza wa jalla). Kita tidak berjuang karena jumlah pasukan atau kekuatan. Kita berjuang untuk membela agama ini yg Allah azza wa jalla telah memuliakan kita dengannya. Bergeraklah, hanya ada salah satu dari 2 kebaikan; kemenangan atau gugur (syahid) dalam medan perang”.

 

Orang-orang kemudian menanggapi dengan perkataan “Demi Allah, Ibnu Rawahah telah berkata benar”

 

Zaid bin Haritsah ra sebagai panglima pertama yg ditunjuk oleh Rasulullah Saw kemudian membawa pasukan ke wilayah Mu’tah. Kedua pasukan saling bertemu dan berperang begitu sengit. Panglima yang begitu gigih penebasi panah-panah pasukan musuh dan sampai akhirnya tewas terbunuh fi sabilillah.

 

Bendera panji pun beralih tangan ke panglima kedua Ja’far bin Abi Thali ra. ia merupakan sepupu Rasulullah Saw, kemudian ia mengambil pimpinan perang sampai tangan kanannya terputus. Bendera yg beliau pegang beralih ke tangan kirinya dan akhirnya putus juga oleh tebasan musuh. Dengan kondisi tidak memiliki tangan, beliau berusaha mempertahankan bendera dengan begitu semangat dengan cara memeluknya sampai akhirnya beliau pun gugur. Dari keterangan

Ibnu Umar ra, merupakan saksi mata ketika perang tersebut, menyatakan bahwa terdapat 90 luka di tubuh Ja’far bin Abi Thalib, baik itu luka yang diakibatkna luka tusukan pedang maupun anak panah.

 

Kemudian pimpinan dilanjutkan oleh panglima yg ketiga Abdullah bin Rawahah ra, setelah melakukan perjuangan yang gigih, beliaupun menyambut syahadahnya di medan perang. Tak lama Tsabit bin Arqam ra mengambil bendera yg sudah tidak bertuan karena semua panglima gugur dalam peperangan, ia pun berteriak memanggil semua para sahabat agar menentukan pengganti pemimpin pasukan muslimin. Pilihan sahabat jatuh pada Khalid bin Walid ra, dengan kecerdikan dan kecemerlangan strategi perang yg dimilikinya, atas izin Allah SWT kaum muslimin dimenangkan dalam peperangan Mu’tah ini, pasukan Romawi terpukul mundur dan mengalami kerugian yang besar.

 

Demikian paparan singkat mengenai Kisah Sahabat: Zaid bin Haritsah Anak Angkat Rasulullah Saw. Rabbani Tour menyediakan paket wisata Muslim lainnya, antara lain: Wisata Halal Turki, Wisata Halal Eropa.

 

 

Amazing trip to Egypt: Cairo, Luxor, Aswan and Alexandria

Logo Illuminati di setiap wang satu dollar Amerika Syarikat dengan tulisan Latin MD CCLXXVI yang maksudnya 1776. (Lihat: Carr. W.G Pawns In The Game) Dan mata wang Amerika mula diguna pada tarikh ini (1hb May 1776) iaitu bersempena tarikh ditubuhkan Illuminati.

 

Bentuk piramid yang menjadi logo Iluminati tertulis di atasnya perkataan sulit iaitu ANNUIT COEPTIS bermaksud “Perjuangan Kita Yang Berjaya”. Di bawahnya pula tertulis “Novus Ordo Seclorum” bermaksud Orde Baru Sosial”.

 

Logo pertubuhan Illuminati terdapat di mohor Amerika Syarikat. Pada mohor itu terdapat berbagai-bagai tanda-tanda sihir (occult). Contohnya: Nombor mistik 13 terdapat pada 13 bintang-bintang Nabi Daud, 13 daun-daun, 13 anak panah berserta perkataan Annuit Coeptis dan E Pluribus Unum dan 13 abjad.

 

Batu-batu piramid disusun dalam 13 barisan. Piramid menunjukkan sebagai tanda merujuk kepada “Great Pyramid” di Gizeh, Mesir iaitu sumber segala ilmu sihir di zaman purba atau Segitiga Bermuda tempat tinggalnya Dajjal dan pusat pemerintahan Iblis (Illuminati).

 

Simbol mata di atas piramid bermaksud mata tuhan Yahudi “Lucifer” iaitu Iblis atau Dajjal yang melihat dan mengawal segala-galanya

 

Angka 13 digunakan kerana anggota (ahli) Majlis Tertinggi bagi pertubuhan Illuminati berjumlah 13.

 

Dan antara tugas utama mereka ialah memusnahkan agama yang dibawa oleh Nabi Isa ‘alaihissalam dan 12 sahabatnya.

 

No. 13 juga menunjukkan 13 suku (kabilah) Israil yang menyebabkan angka 13 menjadi angka rasmi dan penting.

 

Wang Amerika pula telah dicipta oleh seorang anggota Freemasonry dari pergerakan Illuminati bernama Pat Robertson.

Ringkasan Riwayat Hidup Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad .

______________________

 

Beliau bernama Abdullah bin Alawi bin Muhammad bin Al-Tarimi Al-Haddad Al-Hussaini Al-Yamani . Beliau [ rahimahullah ] dilahirkan di Subir sebuah perkampungan berhampiran Kota Tarim di Wadi Hadhramaut , selatan negeri Yaman pada hari Ahad 5hb Safar tahun 1044 hijriah bersamaan 30hb Julai 1634 Masehi .

 

Al-Habib telah diasuh dan ditarbiahkan di Kota Tarim . Ketika beliau meningkat umur 4tahun , Al-Habib dijangkiti cacar yang mengakibatkan kehilangan daya penglihatan . Walaupun demikian , Allah yang Maha Agung lagi Mulia telah menggantikan kepada Al-Habib dengan mata hati [ cahaya ilmu dan pengetahuan serta keyakinan dan wilayah ] . Berasaskan kurniaan ini , Al-Habib telah berusaha dengan penuh dedikasi dan kegigihan menceduk ilmu dari sejumlah besar para ulama' di Yaman . Cinta beliau terhadap ilmu dan para ulama' menghasilkan kebolehan menguasai ajaran para ahli tahkik [ orang yang mengenali Allah dengan 'ainul yaqin serta haqqul yaqin ] . semenjak kecil lagi beliau memaparkan kekuatan usaha ibadat dan kerajinan menuntut ilmu .

 

Al-Habib pernah berkata " ketika aku masih kecil , aku telah berusaha bersungguh-sungguh untuk beribadat dan melaksanakan pelbagai mujahadah yang lainnya , sehingga ditegur oleh nindaku yang solehah bernama Salma binti Said Al-Ali Omar Ba'Alawi , supaya menjaga diriku . Dia sering berkata demikian jika dikira ibadat serta mujahadah yang aku usahakan dianggap terlalu kuat dan banyak . Sebaliknya aku telah banyak meninggalkan mujahadah semenjak permulaan perjalanan ini semata-mata memelihara hati kedua ibu bapaku yang amat perihatin terhadap keadaanku " .

 

Walaupun Al-Habib [ Radhiallahu'anhu ] sering keluar ke kawasan sekitarnya dan perkampungan di sekeliling Tarim , beliau berkata " aku lebih seronok bersendirian demi kerana Allah , kerana alangkah nikmatnya kelazatan [ al-uns ] bersama dengan Allah " .

 

Pada permulaan perjalanan hidup Al-Habib , beliau sentiasa menyusuri negerinya untuk bertemu para solihin , menziarahi pusara para ulama' dan auliya' . pada masa beliau berada di perkampungannya , beliau sering duduk di sudut 'Masjid Al-Hijriah' dan pada waktu malamnya sering bersolat bergiliran di setiap masjid dalam kota Tarim . Sesungguhnya inilah yang membuka hati beliau semenjak kecil lagi . Al-Habib sering membaca Surah Yaasin yang mempengaruhi jiwanya dan menyebabkan beliau menitiskan air mata yang begitu banyak . Keadaan demikian sering mengakibatkan ketidakmampuannya membaca surah yang mulia ini . Inilah yang mendorong Sayyed Abdullah Bilfagih menjelaskan tentang Al-Habib dengan katanya " Di sinilah futuh [ pembukaan ] bagi Al-Habib .

_____________________

 

Qasidah imam Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad radiyaLlahu 'anhu .

 

يَارَبِّ يَا عَالِمَ الْحَالْ

(Wahai Allah yang mengetahui hal hamba)

 

إِلَيْكَ وَجَّهْتُ اْلآمـَالْ

(Kepada-Mu aku hadapkan segala cita-cita)

 

فَامْنُنْ عَلَيْناَ بِاْلإقْبـَالْ

(Kurniakanlah kami nikmat perkenan dari-Mu)

 

وَكُنْ لَناَ وَاصْلِحِ الْبـَالْ

( Serta belas kasihan dan tenteramkan hati kami)

 

يَارَبِّ يَا خَيـْرَ كـَافِي

(Wahai Allah yang Maha mencukupi)

 

اُحْلُـلْ عَلَيْنـَا الْعَـوَافِي

(Berilah kami sihat walafiat)

 

فَلَيْسَ شَيْء ثَمَّ خـَافِي

(Karena tiada yang sulit atas-Mu)

 

عَلَيْكَ تَفْصِيْلُ وَاجْمـَالْ

(Segala sesuatu dalam pengetahuan-Mu)

 

وَقَـْد أَتـَاكَ بِعُـذْرِه

(Ia telah datang pada-Mu dengan dosa)

 

وَبِانْكِسـَارِهِ وَفَقْـرِه

(Dan kesedihan dan kefakirannya)

 

فَاهْزِمْ بِيُسْـرِكَ عُسْـره

(Angkatlah dengan kemudahan-Mu segala kesusahannya)

 

بِمَحْضِ جُوْدِكَ وَاْلإِفْضَالْ

(Dengan Berkat kemurahan dan kurnia-Mu)

 

وَامْـنُنْ عَلَيـْهِ بِتَوْبـَةْ

(Kurniakanlah padanya taubat)

 

تَغْسِلْهُ مِنْ كُلِّ حَوْبـَةْ

(Yang dapat menghapus segala dosa)

 

وَاعْصِمْهُ مِنْ شَرِّ أَوْبـَةْ

(Jagalah ia dari segala bahaya)

 

لِكُلِّ مَا عَنْهُ قَدْ حـَالْ

(Dari segala yang akan menimpa padanya)

 

فَأَنْتَ مَـوْلَى الْمَـوَالِي

(Engkau adalah Tuhan seluruh hamba)

 

الْمُنْـفَرِدُ بِـالْكَمـَالِ

(Yang Esa dalam kesempurnaanMu)

 

وَبِـالْعُـلَى وَالتَّعـَالِي

(Dalam ketinggian dan keagunganMu)

 

عَلَوْتَ عَنْ ضَرْبِ الأَمْثَالْ

(Maha suci Allah dari semua keserupaan)

 

جُوْدُكَ وَفَضْلُكَ وَبِـرُّكَ

(Kemurahan, kurnia, dan kebaikan-Mu)

 

يُرْجَى وَبَطْشُكَ وَقَهْـرُكَ

(Sungguh sangat di harapkan. Murka dan

marah-Mu)

 

يُخْشَى وَذِكْرُكَ وَشُكْـرُكَ

(Sungguh sangat di takutkan. Berdzikir dan

bersyukur pada-Mu)

 

لاَزِمْ وَحَمْدُكَ وَاْلإِجْـلاَلْ

(Adalah lazim, demikian pula memuji dan mengagungkan-Mu)

 

وَصَـلِّ فِي كُلِّ حَالَـةْ

(Sholawat pada setiap masa)

 

عَلَى مُزِيْـلِ الضَّلاَلـَةْ

(Di atas nabi penghapus kesesatan)

 

مَـنْ كَلَّمَتْـهُ الْغَزَالـَةْ

(Kepadanya rusa bercakap)

 

مُحَمَّدِ الْهـَادِي الـدَّالْ

(Yaitu Nabi Muhammad penunjuk jalan)

 

وَالْحَمْـدُ لِلّـه شُكْـرًا

(Segala puji bagi Allah sebagai tanda syukur)

 

عَلَى نِعَمٍ مِنْـهُ تَتْـرَى

(Atas nikmatNya yang tidak putus)

 

نَحْمَـدُهُ سِـرًّا وَجَهْـرًا

(Kami memuji padaNya dengan rahasia dan terang)

 

وَبِـالْغَـدَايَـا وَاْلآصـَالْ

(Di waktu pagi dan petang)

 

Wallahu Ta'ala A'lam .

_____________________

 

Para-para Masyaikh yang hadir .

 

[1] Habib Ahmed Al-Maqdy

[2] Habib Muhammad bin AbduLlah Al-Idrus

[3] Habib Ali bin AbduLlah Al-Idrus

[4] Sh Dr Jamal Farouq Ad-Daqqaq

[5] Sh Dr Usamah Sayyid Al-Azhary

[6] Sh Abdul Kareem (mas'ul sahah yemen)

_______________

 

Date : 7 Zulkaedah 1432 H .

Location : Dataran Penuntut Malaysia . Hayyu 'Asyir . Madinah Nasr . Kaherah . Mesir .

 

16 Zulkaedah 1432 H

F.S.M17 | B.F.E .

Holga 120 GCFN .

Going to Upper Egypt, Luxor and Aswan, trains depart from the rail station in Giza and not Ramses Station. The Sleeping Trains [8] leave Cairo 8 pm and arriving in Luxor 5.05 am and Aswan 8.15 am.

Nama penuh beliau ialah Yusri Rushdi as-Sayyid Jabr al-Hasani. Berpegang teguh dengan aqidah ahli sunnah wal jama'ah, bermazhab Syafi'ie, berpegang dengan tariqat as-Siddiqi melalui susur galur tariqat as-Syazuli.

 

Dilahirkan pada 25 Muharram 1374 H bersamaan 23 September 1954 M di Hayyu Raudhul Faraj, Kaherah. Beliau memulakan alam persekolahan di sekolah kerajaan sehinggalah menyambungkan pelajaran dalam bidang perubatan di Universiti Kaherah dan mendapat pangkat 'Jayyid Jiddan' pada Disember 1978. Kemudian beliau mendapat Ijazah Sarjana (M.A) dalam bidang 'Pembedahan Am dan Pembedahan الأوعية الدموية (tak tau pembedahan apa, sapa2 tau bagitau yer) juga dari Universiti Kaherah pada November 1983 dan beliau mendapat Ijazah Doktor Falsafah (PhD) dalam 'Pembedahan Am' juga dari Universiti yang sama pada Mei 1991. Kemudian beliau meneruskan pengajian di bidang syariah (B.A) dalam kuliah Syariah wal Qanun, Universiti Al-Azhar pada tahun 1992 dan mendapat pangkat 'Jayyid Jiddan' pada tahun 1997.

 

Beliau mula menghafaz al-quran dengan riwayat Hafs 'an 'Asim semasa dalam pengajian di kulah perubatan melalui guru beliau Fadhilat as-Syeikh Abdul Hakim bin Abdul Salam Khatir (sekarang bertugas sebagai panel rujukan al-Quran al-kareem di Madinah) dan berjaya mengkhatamkannya secara hafazan pada tahun 1985. Guru al-Quran beliau yang lain ialah Syeikh Muhammad Adam, Syeikh Muhammad Badawi as-Sayyid yang bersambung sanad mereka dengan Rasulullah صلى الله عليه وعلى آله وسلَّم melalui Saidina Jibril alaihissalam dari Luh Mahfuz dari Allah سبحا نه وتعالى .

 

Beliau mempunyai ramai guru dalam disiplin ilmu agama, antaranya:

 

1. Syeikh Hafiz at-Tijani rahimahullah, beliau menghadiri pengajian kitab al-Muwatto' Imam Malik selama 2 tahun (1976-1978)

 

2. Syeikh Muhammad Najib al-Muti'ie rahimahullah (pelengkap kepada kitab al-Majmu' bisyarhil al-Muhazzab), beliau menghadiri pengajian Sahih al-Bukhari dan kitab-kitab fiqh Syafi'ie, beliau juga mendapat sanad hadis dan fiqh ketika pengajian di Asrama Rumah Melayu Abbasiah (ARMA).

 

3. Syeikh Abdullah as-Siddiq al-Ghumari al-Hasani rahimahullah, beliau menghadiri pengajian kitab as-Syamaa-il lit-Tirmizi, al-Muwatto' Imam Malik, al-Luma' fi Ilmi al-Usul yang dibacakan oleh Syeikh Dr Ali Jum'ah (Mufti Mesir sekarang). Beliau mengambil sanad tariqat as-Siddiqi ad-Darqawiyah as-Syazuliyyah dari gurunya ini.

 

4. Syeikh Ahmad al-Mursi an-Naqsyabandi rahimahullah, salah seorang dari ulama Al-Azhar. Beliau kerap menziarahinya dan mengambil banyak faedah darinya.

 

5. Syeikh Isma'il Sodiq al-Adawi rahimahullah, bekas imam besar Masjid Al-Azhar. Beliau menghadiri pengajian kitab al-Muwatto' dan tafsir sebahagian surah dari al-Quran. Beliau sentiasa bersama dengan gurunya ini untuk beberapa tahun dan sering bermusafir bersama ke pedalaman Mesir untuk ziarah para solihin. Beliau banyak mempelajari mengenai hakikat ilmu tasawuf darinya.

 

6. Fadhilat al-Ustaz ad-Duktur Ali Jum'ah hafizahullah (Mufti Mesir sekarang), juga sahabat seperguruan beliau dengan Syeikh Abdullah as-Siddiq al-Ghumari al-Hasani rahimahullah.

 

7. Fadhilat al-Ustaz al-Imam Muhammad Zaki Ibrahim al-Husaini rahimahullah

 

8. Syeikh as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani rahimahullah.

 

9. Syeikh Muhammad Ibrahim Abdul Baa'iets al-Husaini al-Kittani hafizahullah, muhaddis dan musnid Iskandariah.

 

10. Fadhilat al-Ustaz ad-Duktur Muhammad Rabi'e al-Jauhari hafizahullah, (Dekan Kuliah Usuluddin, Univ. Al-Azhar sekarang)

 

11. Fadhilat as-Syeikh al-Habib Ali al-Jufri hafizahullah

 

12. Fadhilat al-Ustaz Hassan Osman hafizahullah.

 

dan ramai lagi guru-guru beliau.

 

Jawatan beliau sekarang ialah Penasihat dan Ketua Jabatan Pembedahan Am dan الأوعية الدموية di Hospital Ahmad Mahir at-Ta'limi, Kaherah. Beliau juga merupakan imam dan khatib di Masjid Al-Asyraf, Hayyu al-Muqattam.

 

"Semoga Allah memanjangkan umur beliau dan dikurniakan kesihatan yang baik dan diberkati segala amalan beliau."

 

Sumber : Putramanz.Blogspot.Com

   

Subang Jaya, Selangor, Malaysia.

 

Dactyloctenium aegyptium (L.) Willd. Poaceae, alt. Graminae. CN: [Malay and regional vernacular names - Rumput jari mesir, Rumput tapak jalak], Egyptian crowfoot grass. Plant native to Africa, and naturalized here typically at sandy places in the lowlands, including seashores. Unbelievably, the humble little known grains, it produces is still a traditional food plant used as a famine food in Africa; elsewhere considered as minor weeds.

 

Synonym(s):

Many, see www.theplantlist.org/tpl/record/kew-406842

 

Ref. and suggested reading:

FRIM Flora Database

www.theplantlist.org/tpl/record/kew-406842

en.wikipedia.org/wiki/Dactyloctenium_aegyptium

“… Fakat şehrin su ihtiyacı zaman zaman artmakta, hayır yapmak, bilhassa su dağıtmak gayesi de devam etmekte olduğundan her devirde büyük himmetlere ve hizmetlere vesile olmuştur ki bentlerimizi sıralayınca hakikat belirecektir. […] Şehrin başlıca su ve hayat kaynağı olan bu tarihi bentler, İstanbul’un en tanınmış mesire ve gezi yerlerindendi. Yine de bu yüce himmet mahsulleri, sakin ormanlariyle, kemerleriyle cidden görülmeğe değer birer varlıktır.” Kaynak: Tahsin Öz, “Bentler”, Panorama, Eylül 1955, sayı: 16

 

Büyük Bent

#SALTAraştırma, Harika-Kemali Söylemezoğlu Arşivi

 

Repository: SALT Research

 

Rights Info: This material can be used under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) license.

 

1 2 4 6 7 ••• 79 80