View allAll Photos Tagged merapi

Jujur. Tak mudah untuk membantu recovery kembali hunian bagi warga korban merapi yang tempat tinggalnya tersapu awan panas dan lahar panas. Setelah tiga bulan berlalu dan aktivitas kemanusiaan tak segempita kala Merapi erupsi, tragedi kemanusiaan sesungguhnya baru dimulai.

 

Al-Azhar Peduli Ummat, Front Umat Islam (FUI), dan Yayasan Klaten Peduli Ummat (YKPU) satu dari beberapa lembaga yang masih berkiprah di Merapi. Setelah membangun pipanisasi air dari Merbabu ke Merapi sejauh 12 KM, kini kami mulai membangun rumah untuk korban Merapi di Balerante, Kemalang, Klaten. Sebagian area di Balerante tersapu awan panas kala itu.

 

Kini warga memilih kembali ke rumah semula yang telah musnah dengan membuat bedeng seperti kandang ayam. Pilihan kembali ini dirembug bersama relawan Al-Azhar Peduli Ummat dan YKPU. Pengalaman Al-Azhar Peduli Ummat membangun 600 unit rumah bagi warga korban gempa di padang dimusyawarahkan dengan warga.

Masyarakat Balerante pun memutuskan kembali jika ada relawan yang mendampingi untuk membangun rumah.

 

Alhamdulillah, ada 100 unit rumah yang bisa dibangun di lokasi rumah mereka yang telah hilang oleh awan panas. Tapi ada ratusan rumah lain yang juga menunggu. Hari ini sudah 14 unit yang sedang dibangun dan 4 rumah siap ditempati. Lokasi pembangunan rumah di atas tanah mereka sendiri.

 

Rumah ini tipe 36 dilengkapi dapur dan kamar mandi. Untuk mencapai 100 unit, Al-Azhar Peduli Ummat tentu tak mampu sendiri. Pembangunan rumah ini juga melibatkan peran warga korban merapi. Peran Anda, kita, dan lembaga serta perusahaan bisa disinergikan dalam program ini. Kami mengundang untuk membangun kembali

kehidupan warga korban merapi. Kapan jika tidak hari ini? Mari segera tunaikan amanah kemanusiaan yang telah dipercayakan pada kita.narsa

On the Merapi Jeep tour.

[Indonesia]

Mount Merapi from Borobudur

The Maguwoharjo stadium is now being used a shelter for thousands of displaced. Some 4 - 5,000 have already arrived. Aid agencies expect up to 10,000 to be sheltered here.

 

Photo credit: Mathias Eick EU/ECHO

Thousands of displaced are arriving Maguwoharjo stadium in central Yogyakarta by motorbike, cars and trucks.

Volcano Merapi 5 November 2010

 

Photo credit: EU/ECHO/Mathias Eick

Read more about it here: bit.ly/reubenteo

Follow me on Instagram: instagram.com/reubenteo

Like me on Facebook: www.facebook.com/ReubenTeoPhotography

 

© 2015 All rights reserved. All photos are owned by Reuben Teo Jia Chyau. For permissions to use, please contact him at reubenteo@gmail.com

Read more about it here: bit.ly/reubenteo

Follow me on Instagram: instagram.com/reubenteo

Like me on Facebook: www.facebook.com/ReubenTeoPhotography

 

© 2015 All rights reserved. All photos are owned by Reuben Teo Jia Chyau. For permissions to use, please contact him at reubenteo@gmail.com

Jujur. Tak mudah untuk membantu recovery kembali hunian bagi warga korban merapi yang tempat tinggalnya tersapu awan panas dan lahar panas. Setelah tiga bulan berlalu dan aktivitas kemanusiaan tak segempita kala Merapi erupsi, tragedi kemanusiaan sesungguhnya baru dimulai.

 

Al-Azhar Peduli Ummat, Front Umat Islam (FUI), dan Yayasan Klaten Peduli Ummat (YKPU) satu dari beberapa lembaga yang masih berkiprah di Merapi. Setelah membangun pipanisasi air dari Merbabu ke Merapi sejauh 12 KM, kini kami mulai membangun rumah untuk korban Merapi di Balerante, Kemalang, Klaten. Sebagian area di Balerante tersapu awan panas kala itu.

 

Kini warga memilih kembali ke rumah semula yang telah musnah dengan membuat bedeng seperti kandang ayam. Pilihan kembali ini dirembug bersama relawan Al-Azhar Peduli Ummat dan YKPU. Pengalaman Al-Azhar Peduli Ummat membangun 600 unit rumah bagi warga korban gempa di padang dimusyawarahkan dengan warga.

Masyarakat Balerante pun memutuskan kembali jika ada relawan yang mendampingi untuk membangun rumah.

 

Alhamdulillah, ada 100 unit rumah yang bisa dibangun di lokasi rumah mereka yang telah hilang oleh awan panas. Tapi ada ratusan rumah lain yang juga menunggu. Hari ini sudah 14 unit yang sedang dibangun dan 4 rumah siap ditempati. Lokasi pembangunan rumah di atas tanah mereka sendiri.

 

Rumah ini tipe 36 dilengkapi dapur dan kamar mandi. Untuk mencapai 100 unit, Al-Azhar Peduli Ummat tentu tak mampu sendiri. Pembangunan rumah ini juga melibatkan peran warga korban merapi. Peran Anda, kita, dan lembaga serta perusahaan bisa disinergikan dalam program ini. Kami mengundang untuk membangun kembali

kehidupan warga korban merapi. Kapan jika tidak hari ini? Mari segera tunaikan amanah kemanusiaan yang telah dipercayakan pada kita.narsa

In their rush to escape, families are being separated. This volunteer reads out messages by those trying to trace their missing loved ones on a loudspeaker system .

Volcano Merapi 5 November 2010

 

Photo credit: EU/ECHO/Mathias Eick

Read more about it here: bit.ly/reubenteo

Follow me on Instagram: instagram.com/reubenteo

Like me on Facebook: www.facebook.com/ReubenTeoPhotography

 

© 2015 All rights reserved. All photos are owned by Reuben Teo Jia Chyau. For permissions to use, please contact him at reubenteo@gmail.com

sholat ied di barak pengungsian maguwoharjo, yogjakarta

 

:)

 

taken with D60 n af-s 55-200

Read more about it here: bit.ly/reubenteo

Follow me on Instagram: instagram.com/reubenteo

Like me on Facebook: www.facebook.com/ReubenTeoPhotography

 

© 2015 All rights reserved. All photos are owned by Reuben Teo Jia Chyau. For permissions to use, please contact him at reubenteo@gmail.com

Taken from Borobudur Temple. Be prepared for an early start, as it takes a while to get there from Yogyakarta!

Sony Nex 5N + Zeiss 24-70/4.0

naik naik ke puncak gunung, capek capek capek sekaliiii

warga dan relawan mengangkat peti jenasah korban letusan gunung Merapi untuk dimakamkan Foto : Puskompublik Kemenkes RI /Rifany

Letusan Merapi 2010 adalah rangkaian peristiwa gunung berapi yang terjadi di Merapi di Indonesia. Aktivitas seismik dimulai pada akhir September 2010, dan menyebabkan letusan gunung berapi pada hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010, mengakibatkan sedikitnya 165 orang tewas, termasuk Mbah Maridjan.[1].

Kronologi:[2]

 

* 20 September, Status Gunung Merapi dinaikkan dari Normal menjadi Waspada oleh BPPTK Yogyakarta.

* 21 Oktober, Status berubah menjadi Siaga pada pukul 18.00 WIB.

* 25 Oktober, BPPTK Yogyakarta meningkatkan status Gunung Merapi menjadi Awas pada pukul 06.00 WIB.

* 26 Oktober, Gunung Merapi memasuki tahap erupsi. Menurut laporan BPPTKA, letusan terjadi sekitar pukul 17.02 WIB. Sedikitnya terjadi hingga tiga kali letusan. Letusan diiringi keluarnya awan panas setinggi 1,5 meter yang mengarah ke Kaliadem, Kepuharjo. Letusan ini menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km.[3]

* 27 Oktober, Gunung Merapi pun meletus. Dari sekian lama penelitian gunung teraktif di dunia ini pun meletus.

* 28 Oktober, Gunung Merapi memuntahkan Lava pijar yang muncul hampir bersamaan dengan keluarnya awan panas pada pukul 19.54 WIB.

 

Berikut adalah kronologi letusan Gunung Merapi[4]:

 

1. Pukul 17.02 mulai terjadi awan panas selama 9 menit

2. Pukul 17.18 terjadi awan panas selama 4 menit

3. Pukul 17.23 terjadi awan panas selama 5 menit

4. Pukul 17.30 terjadi awan panas selama 2 menit

5. Pukul 17.37 terjadi awan panas selama 2 menit

6. Pukul 17.42 terjadi awan panas besar selama 33 menit

7. Pukul 18.00 sampai dengan 18.45 terdengar suara gemuruh dari Pos Pengamatan Merapi di Jrakah dan Selo

8. Pukul 18.10, pukul 18.15, pukul 18.25 terdengan suara dentuman

9. Pukul 18.16 terjadi awan panas selama 5 menit

10. Pukul 18.21 terjadi awan panas besar selama 33 menit

11. Dari pos Pengamatan Gunung Merapi Selo terlihat nyala api bersama kolom asap membumbung ke atas setinggi 1,5 km dari puncak Gunung Merapi

12. Pukul 18.54 aktivitas awan panas mulai mereda

13. Luncuran awan panas mengarah ke sektor Barat-Barat Daya dan sektor Selatan-Tenggara

 

Pendakian Gunung Merapi, 5 April 2015.

Kegiatan Layar Tancep Keliling bagi Pengungsi Merapi. Hari ke-5 di Kantor Kecamatan Prambanan. (20/11/2011)

merapi lava tour jeep 4wd travel street best photography mirror refleksi reflection nikon flag red white sand volcanic nikon indonesia java iawa selfie spion green grass nikon d3200 voigtlander skopar 20mm

Jujur. Tak mudah untuk membantu recovery kembali hunian bagi warga korban merapi yang tempat tinggalnya tersapu awan panas dan lahar panas. Setelah tiga bulan berlalu dan aktivitas kemanusiaan tak segempita kala Merapi erupsi, tragedi kemanusiaan sesungguhnya baru dimulai.

 

Al-Azhar Peduli Ummat, Front Umat Islam (FUI), dan Yayasan Klaten Peduli Ummat (YKPU) satu dari beberapa lembaga yang masih berkiprah di Merapi. Setelah membangun pipanisasi air dari Merbabu ke Merapi sejauh 12 KM, kini kami mulai membangun rumah untuk korban Merapi di Balerante, Kemalang, Klaten. Sebagian area di Balerante tersapu awan panas kala itu.

 

Kini warga memilih kembali ke rumah semula yang telah musnah dengan membuat bedeng seperti kandang ayam. Pilihan kembali ini dirembug bersama relawan Al-Azhar Peduli Ummat dan YKPU. Pengalaman Al-Azhar Peduli Ummat membangun 600 unit rumah bagi warga korban gempa di padang dimusyawarahkan dengan warga.

Masyarakat Balerante pun memutuskan kembali jika ada relawan yang mendampingi untuk membangun rumah.

 

Alhamdulillah, ada 100 unit rumah yang bisa dibangun di lokasi rumah mereka yang telah hilang oleh awan panas. Tapi ada ratusan rumah lain yang juga menunggu. Hari ini sudah 14 unit yang sedang dibangun dan 4 rumah siap ditempati. Lokasi pembangunan rumah di atas tanah mereka sendiri.

 

Rumah ini tipe 36 dilengkapi dapur dan kamar mandi. Untuk mencapai 100 unit, Al-Azhar Peduli Ummat tentu tak mampu sendiri. Pembangunan rumah ini juga melibatkan peran warga korban merapi. Peran Anda, kita, dan lembaga serta perusahaan bisa disinergikan dalam program ini. Kami mengundang untuk membangun kembali

kehidupan warga korban merapi. Kapan jika tidak hari ini? Mari segera tunaikan amanah kemanusiaan yang telah dipercayakan pada kita.narsa

Read more about it here: bit.ly/reubenteo

Follow me on Instagram: instagram.com/reubenteo

Like me on Facebook: www.facebook.com/ReubenTeoPhotography

 

© 2015 All rights reserved. All photos are owned by Reuben Teo Jia Chyau. For permissions to use, please contact him at reubenteo@gmail.com

The Maguwoharjo stadium is now being used a shelter for thousands of displaced. Aid agencies expect up to 10,000 to be relocated here in the coming hours.

 

Photo credit: Mathias Eick

Jujur. Tak mudah untuk membantu recovery kembali hunian bagi warga korban merapi yang tempat tinggalnya tersapu awan panas dan lahar panas. Setelah tiga bulan berlalu dan aktivitas kemanusiaan tak segempita kala Merapi erupsi, tragedi kemanusiaan sesungguhnya baru dimulai.

 

Al-Azhar Peduli Ummat, Front Umat Islam (FUI), dan Yayasan Klaten Peduli Ummat (YKPU) satu dari beberapa lembaga yang masih berkiprah di Merapi. Setelah membangun pipanisasi air dari Merbabu ke Merapi sejauh 12 KM, kini kami mulai membangun rumah untuk korban Merapi di Balerante, Kemalang, Klaten. Sebagian area di Balerante tersapu awan panas kala itu.

 

Kini warga memilih kembali ke rumah semula yang telah musnah dengan membuat bedeng seperti kandang ayam. Pilihan kembali ini dirembug bersama relawan Al-Azhar Peduli Ummat dan YKPU. Pengalaman Al-Azhar Peduli Ummat membangun 600 unit rumah bagi warga korban gempa di padang dimusyawarahkan dengan warga.

Masyarakat Balerante pun memutuskan kembali jika ada relawan yang mendampingi untuk membangun rumah.

 

Alhamdulillah, ada 100 unit rumah yang bisa dibangun di lokasi rumah mereka yang telah hilang oleh awan panas. Tapi ada ratusan rumah lain yang juga menunggu. Hari ini sudah 14 unit yang sedang dibangun dan 4 rumah siap ditempati. Lokasi pembangunan rumah di atas tanah mereka sendiri.

 

Rumah ini tipe 36 dilengkapi dapur dan kamar mandi. Untuk mencapai 100 unit, Al-Azhar Peduli Ummat tentu tak mampu sendiri. Pembangunan rumah ini juga melibatkan peran warga korban merapi. Peran Anda, kita, dan lembaga serta perusahaan bisa disinergikan dalam program ini. Kami mengundang untuk membangun kembali

kehidupan warga korban merapi. Kapan jika tidak hari ini? Mari segera tunaikan amanah kemanusiaan yang telah dipercayakan pada kita.narsa

Local volunteers help distribute food and water to the displaced.

 

Photo credit: Mathias Eick EU/ECHO

Indahnya Merapi dari kejauhan

Gunung Merapi diambil dari boulevard UGM. Latar depan Grha Sabha Universitas Gadjah Mada.

Jam 07.00 WIB 15/12/2010

Soldiers distribute food and water to the displaced at Maguwoharjo stadium in Yogyakarta.

Volcano Merapi 5 November 2010

 

Photo credit: EU/ECHO/Mathias Eick

 

Some of the displaced are able to return to their villages and have started to reconstruct their homes.

After a harrowing night fleeing the volcano, the displaced, still covered in volcanic ash are being provided with food and water.

Volcano Merapi 5 November 2010

 

Photo credit: EU/ECHO/Mathias Eick

Jujur. Tak mudah untuk membantu recovery kembali hunian bagi warga korban merapi yang tempat tinggalnya tersapu awan panas dan lahar panas. Setelah tiga bulan berlalu dan aktivitas kemanusiaan tak segempita kala Merapi erupsi, tragedi kemanusiaan sesungguhnya baru dimulai.

 

Al-Azhar Peduli Ummat, Front Umat Islam (FUI), dan Yayasan Klaten Peduli Ummat (YKPU) satu dari beberapa lembaga yang masih berkiprah di Merapi. Setelah membangun pipanisasi air dari Merbabu ke Merapi sejauh 12 KM, kini kami mulai membangun rumah untuk korban Merapi di Balerante, Kemalang, Klaten. Sebagian area di Balerante tersapu awan panas kala itu.

 

Kini warga memilih kembali ke rumah semula yang telah musnah dengan membuat bedeng seperti kandang ayam. Pilihan kembali ini dirembug bersama relawan Al-Azhar Peduli Ummat dan YKPU. Pengalaman Al-Azhar Peduli Ummat membangun 600 unit rumah bagi warga korban gempa di padang dimusyawarahkan dengan warga.

Masyarakat Balerante pun memutuskan kembali jika ada relawan yang mendampingi untuk membangun rumah.

 

Alhamdulillah, ada 100 unit rumah yang bisa dibangun di lokasi rumah mereka yang telah hilang oleh awan panas. Tapi ada ratusan rumah lain yang juga menunggu. Hari ini sudah 14 unit yang sedang dibangun dan 4 rumah siap ditempati. Lokasi pembangunan rumah di atas tanah mereka sendiri.

 

Rumah ini tipe 36 dilengkapi dapur dan kamar mandi. Untuk mencapai 100 unit, Al-Azhar Peduli Ummat tentu tak mampu sendiri. Pembangunan rumah ini juga melibatkan peran warga korban merapi. Peran Anda, kita, dan lembaga serta perusahaan bisa disinergikan dalam program ini. Kami mengundang untuk membangun kembali

kehidupan warga korban merapi. Kapan jika tidak hari ini? Mari segera tunaikan amanah kemanusiaan yang telah dipercayakan pada kita.narsa

Gambar diambil diawal tahun 2013 tepatnya tanggal 01 Januari 2013. Sambutan yang cerah dari pemandangan gunung Merapi dan Persawahan. Suasana embun masih menyelimuti pagi hari itu semalaman Tahun Baru diguyur hujan sangat lama.

this is the sulfur of Merapi mountain, Java island, Indonesia. just up of the caldera

1 2 ••• 10 11 13 15 16 ••• 79 80