View allAll Photos Tagged draf
Activists gather outside the Department of the Interior in Washington, D.C., Dec. 6, 2011, during a public hearing on the Obama administration's draft 5-year plan for offshore oil and gas drilling, which includes potential drilling in America's pristine and fragile Arctic Ocean. Photo by Robert Meyers/Greenpeace
Neljäntienristeys on sukupolvien tarina ulkopuolisuudesta, salaisuuksista ja anteeksiannosta. Lavalla: Joonas Saartamo, Kirsi Tarvainen, Ulla Reinikainen, Riitta Salminen, Mika Kujala, Stefan Karlsson, Kimmo Rasila Lasten rooleissa vuorottelevat Aamu Ahola, Ella Cancara, Sofia Cancara, Kelly Draffan, Elmeri Karlsson, Toivo Kouki, Lilian Salmi. Kuva: Otto-Ville Väätäinen.
e-wonosobo - Belasan Mahasiswa Universitas Sains Alquran (Unsiq) tergabung dalam Font Mahasiswa Nasional (FMN), kemarin (10/5) menggelar aksi mendesak agar rencana undang-undang Pendidikan, khususnya Perguruan Tinggi (PT) digagalkan. Pasalnya dalam draf rancangan tersebut, terdapat beberapa pasal yang menunjukan negara akan lepas tanggung jawab terhadap pendidikan.
Aksi belasan mahasiswa tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, mereka melakukan orasi serta membentangkan poster yang mengkritik tentang pendidikan perguruan Tinggi dimulai di Kampus Unsiq. Dalam aksi tersebut mahasiswa meminta kepada perwakilan Rekor untuk menandatangani secarik kertas berisi sikap keberatan terhadap rancangan undang-undang pendidikan Perguruan Tinggi yang tengah dirumuskan di DPR RI.
Desakan tersebut mendapatkan dukungan dari perwakilan dari Rektor, Abdul Kholik salah satu Pejabar rektorat Unsiq ikut membubuhi tantangan dalam surat pernyataan dukungan tersebut. Tak cukup sampai disitu, para mahasiswa menggunakan sepeda motor melanjutkan aksi di Alun-Alun Wonosobo kemudian berjalan melalyui rute Jalan Angkatan 45, Jalan A Yani kemudian melakukan orasi di Taman Plaza.
Koordinator Lapangan Aan Susanto dalam aksi tersebut mengatakan, bahwa apabila rancangan pendidikan tentang perguruan tinggi itu disahkan maka akan berdampak pada komersialisasi pendidikan. Dengan kondisi ini maka akan terjadi diskriminasi karena yang bisa mengenyam pendidikan hanya yang berkantung tebal.
“Melalui rancangan undang-undang ini, maka secara tidak langsung pemerintah akan lepas tanggung jawab dalam memenuhi hak warga mendapatkan pendidikan,”katanya.
Disebutkan dia, bahwa dalam undang-undang pendidikan sangat jelas pemerintah harus mengalokasikan anggaran minimal 20 persen dari APBN maupun APBD. Alokasi ini diluar gaji tenaga pendidikan.
“ Selama ini belum berjalan maksimal. Karena anggaran 20 persen tersebut dihitung termasuk gaji tenaga pendidikan,”katanya.
Padahal, kata dia, dalam rancangan undang-undang tersebut sangat jelas pemerintah dengan dalih kemandirian pendidikan akan mengalihkan anggaran pendidikan kepada rakyat secara langsung.
“ Yang akan terjadi, yang bisa masuk perguruan tinggi hanya yang punya uang. Padahal mendapatkan pendidikan merupakan hak semua warga negara,” pungkasnya.
Meski yang melakukan aksi hanya belasan mahasiswa, kemarin jumlah petugas keamanan yang diturunkan sangat banyak. Informasi dari pihak Polres Wonosobo untuk mengamankan aksi tersebut diturunkan empat pleton. (rase)
e-wonosobo – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Wonosobo kemarin mendatangi (21/9) kantor PDAM Wonosobo menolak kenaikan tarif dasar PDAM. Namun aksi tersebut berlangsung ricuh, mahasiswa beradu dorong dengan pihak keamanan (satpam) kantor PDAM karena memaksa masuk menemui direktur PDAM. Akibat aksi ini kantor PDAM terpaksa ditutup.
Aksi puluhan mahasiswa ini berlangsung pagi. dengan membentangkan bendera organisasi, bendera merah putih serta berbagai poster yang berisi penolakan terhadap kenaikan dasar PDAM. Puluhan mahasiwa ini mendatangi kantor pusat PDAM Wonosobo. Namun setelah menembus pintu gerbang, rombongan aksi ini dihadang oleh para petugas keamanan (satpam) kantor PDAM karena bermaksud menemui direktur PDAM di ruang kerja.
Karena dihadang, puluhan peserta aksi ini kemudian menggelar orasi secara bergantian menuntut agar direktur PDAM keluar dari ruang kerja menemui mereka. Namun tuntutan tersebut tak digubris, peserta aksi semakin emosi, aksi saling dorong dengan para satpam tak terelakkan. Setelah saling dorong aksi kemudian berhasil dilerai oleh Petugas Polres Wonosobo, setelah itu Direktur PDAM Retnoningsih keluar dari ruang kerjanya.
Koordinator Lapangan, Zainudin mengatakan pihaknya secara tegas menolak kenaikan tarif PDAM dengan alasan apapun.Pihaknya meminta kebijakan tersebut dibatalkan demi kepentingan rakyat.
“Kami menolak rencana kenaikan tarif dengan alasan apapun,” katanya.
Dia mengatakan rencana kenaikan dari Rp 900 menjadi Rp 1.150 per meter kubik adalah pengkhianatan kepentingan rakyat. Menurutnya PDAM hanya mendistribusikan tanpa mengolah sehingga beban yang ditanggung sangat rendah.
“Kami melihat ini akal-akalan untuk memperkaya manajemen PDAM,” tegasnya.
Mahasiswa menegaskan, dalam pengelolaan keuangaan transparan dan dilaporkan ke masyarakat.Pasalnya, sejak PDAM tidak menanggung utang secara otomatis keungaan menjadi sehat namun kenyataannya lain karena ada rencana kenaikan.
“PDAM harus membuka laporan keungaan dan berapa gaji karyawan,” protesnya.
Ketua PMII Cabang Wonosobo, Ibnu Ngakil menyatakan pihaknya akan terus berupaya membendung rencana kebijakan yang tak populis tersebut.Menurutnya manajemen yang buruk tidak bisa dilimpahkn ke masyarakat sebagai korbannya.
"Kenaikan akan kami tolak.Jangan sampai rakyat menjadi korban," jelasnya.
Dihadapan para demontran, Direktur PDAM Wonosobo Retnoningsih menegaskan, bahwa rencana penyesuaian tarif air PDAM belum final. Sejauh ini draf atau proposal kenaikan masih dalam pengkajian di Dewan Pengawas PDAM.
Menurutnya, kenaikan tarif itu sudah sesuai Peraturan Daerah. Setiap dua tahun sekali, PDAM boleh melakukan penyesuaian tarif. Selain itu rencana penyesuaian tarif juga sudah melalui pengkajian dengan berbagai pertimbangan.
Anggota Dewan Pengawas, Haki El Ansyari saat ditemui mengaku tidak berkomentar.Menurutnya semua permasalahan diserahkan ke direksi PDAM Wonosobo. "Saya no comment," katanya.
Anggota DPRD Wonosobo yang nemui peserta aksi, M Khafidz mengatakan pihaknya setuju dengan penolakan kenaikan tarif tersebut.Menurutnya Wonosobo sebagai sumber mata air tidak layak kalau tarif air PDAM dinaikkan.
“Kami setuju tolak kenaikan tarif PDAM.Rakyat membutuhkan air bersih yang murah," katanya.
Pihaknya akan mengusulkan secara resmi ke komisinya dan akan dijadikan bahan evaluasi ke manajemen PDAM. Menurutnya jajaran DPRD berada di belakang mahasiswa dan siap memperjuangkan aspirasinya.Pihaknya juga akan meminta rasionalisasi manajemen PDAM dan laporan keuangaan.(rase)
Operation Shower - Atlanta - Sept. 2011
Photos courtesy of AndersRuff:
www.andersruff.com/custom-printable-parties/diy/ruff-draf...
Fitted, Structured, High Crown, Normal Bill
www.snapbacksclub.com/houston-texans-new-era-59fifty-draf...
Gallop
Filmstill from Gallop. Here one sees the actual horse Porrik in canter while on the right the photographic bar is ticking
Project 365 [Day 241] Working on a Draf of a Poem on Prayer. This image is part of my ongoing Project 365. To see more information about this project visit scottfillmer.com/project365
Die inwoners van Orania noem hom die Klein Reus. Die klein mannetjie wat kordaat sy moue oprol is nie bang om die dag se werk, énige werk, aan te pak en kaf te draf nie. Hy weet dat eie arbeid sy volk vry maak.
Or in English: Trot.
She had to go in trot round after round to practice. Good opportunity for me to practice panning with my 50mm f/1.4. Out of the tens of shots I took, only a few were keepers.
Mushrooms are vessels which play with forms and materials.
Products made by the skill of Bertolin ceramist and the glassworker Pietro Viero.
Picture by Giuseppe Milani
Styling by Jessica Draf
Operation Shower - Atlanta - Sept. 2011
Photos courtesy of AndersRuff:
www.andersruff.com/custom-printable-parties/diy/ruff-draf...