View allAll Photos Tagged bunga
Kebetulan di rumah aku ada taman untuk menanam bunga. Hobi bercocok tanam tanaman hias disukai hampir seluruh anggota keluarga aku. Aku mengambil gambar ini di saat malam hari, agar memperoleh kesan bunga kuning yg kuat dan begitu menonjol.
Nymphaea /nɪmˈfiːə/ adalah genus tumbuhan akuatik keras dan lembut dalam keluarga Nymphaeaceae. Genus mempunyai pengedaran kosmopolitan. Banyak spesies ditanam sebagai tumbuhan hiasan, dan banyak kultivar telah dibiakkan. Sesetengah taksa berlaku sebagai spesies diperkenalkan di mana mereka tidak asli,dan ada yang rumpai.Tumbuh-tumbuhan genus ini biasa dikenali sebagai teratai air.Nama genus berasal dari Yunani νυμφαια, nymphaia dan Latin nymphaea, yang bermaksud "teratai air" dan diilhamkan oleh nimfa Yunani dan Mitologi Latin.
Thx to Bunga & Angga
Studio pre wed shot
2 beauty dish model left and right
1 background light
1 hair light
From the Balinese Villa Bunga Wangi
entrance gates to the villa grounds, one finds oneself descending the white palimanan stone steps through the landscaped gardens to the extraordinary ten metre high main living/dining pavilion whichoverlooks the natural green stone swimming pool nestled adjacent to the Pangi River.
Rambusa, permot, ciplukan blungsung, timun dendang, seletupan, anggur hutan, rambutan hutan, j*mb*t londo, semangka kurung, stinking passion flower (Passiflora foetida)
Pink flower
kembang kertas merupakan tanaman asli meksiko dan dapat ditemuan sampai ketinggian 1.400 m dpl. tanaman ini menyukai tempat terbuka yang terkena cahaya matahari bunga kertas termasuk tanaman menahun daunya berwarna hijau, letaknya berhadapan. helaian daun bentuknya memanjang, ujung runcing , pangkal memeluk batang, tepi rata tulang daun melengkung.
Bougainvillea disebut tanaman bunga kertas karena bentuk seludang bunganya yang tipis dan mempunyai ciri – ciri seperti kertas. bunga kertas juga mempunyai beberapa manfaat dalam mengobati beberapa penyakit seperti Disentri , Kencing Nanah , Bisul , Sakit pada putting susu...
This flower is hibicus or Bunga Raya and its scientific name is Hibiscus rosa-sinensis L., it is belongs to family Malvaceae and this photo is taken in UKM ( Kolej Pendeta Za'ba)
The Chinese hibiscus (Hibiscus rosa-sinensis, family Malvaceae) is an evergreen shrub native to East Asia. It is also known as China rose and shoe flower. It is widely grown as an ornamental plant throughout the tropics and subtropics. The flowers are large, red, firm, but lack any scent. Numerous varieties, cultivars and hybrids are available, with flower colors ranging from white through yellow and orange to scarlet and shades of pink, with both single and double sets of petals. Despite their size and red hues attractive to hectar-feeding birds, they are not visited regularly by hummingbirds when grown in the Neotropics. Generalist (like Sapphire-spangled Emerald, Amazilia lactea) or long-billed species (like Stripe-breasted Starthroat, Heliomaster squamosus) may occasionally be seen to visit it however.[1] In the subtropical and temperate Americas, hummingbirds are attracted to them on a regular basis.
Hibiscus rosa-sinensis is the national flower of Malaysia, called Bunga Raya in Malay, sembaruthi in Tamil and mamdaram (మందారం) in Telugu. The flowers are used to shine shoes in parts of India, as well as for the worship of Devi. Hibiscus flower preparations are also used for hair care.
I don't know how to describe how fragrant scented of this flower. I just can show you the shape of this white camellia flower and tell you the lyric of an 80's Indonesian song, Camelia 2 by Ebiet G. Ade :
Gugusan hari-hari indah bersamamu.... Kamelia
Bangkitkan kembali
rinduku mengajakku kesana
Ingin ku berlari
mengejar seribu bayangmu... Kamelia
Tak peduli kan kuterjang
biar pun harus ku tembus padang ilalang
Tiba-tiba langkahku terhenti
Sejuta tangan telah menahanku
Ingin kumaki, mereka berkata:
Tak perlu kau berlari
Mengejar mimpi yang tak pasti
Hari ini juga mimpi
Maka biarkan ia datang
di hatimu... di hatimuu.....
Bunga Cempaka Putih di dapati di kawasan perkampungan Seneng, Bachok, Kelantan.
Michelia alba atau lebih dikenali dengan nama Cempaka putih adalah sejenis pokok berkayu yang biasanya tumbuh di hutan dengan ketinggian mencapai hingga 30 meter. Cempaka (atau nama genusnya Michelia) memiliki 3 spesis dengan warna bunga yang berbeza iaitu warna putih (michelia alba), warna kuning,dan warna merah (michelia champaca). Daun cempaka putih mempunyai permukaan yang licin.
Buahnya yang boleh dimakan dan mempunyai rasa yang sedap ,mempunyai bentuk seperti jantung dengan bahagian bijinya yang agak pahit. Kayunya boleh dijadikan perabot dan peralatan rumah. Akan tetapi hasil perabot dari kayu ini jarang didapati kerana kuantiti pokok cempaka besar yang terlalu kurang. Sekarang, kaedah kahwin telah membolehkan cempaka ditanam sebagai tumbuhan tanaman dalam pasu dan boleh berbunga walaupun tingginya belum mencecah satu meter.
Bunganya yang berbau wangi mempunyai kandungan minyak volatile yang terdiri daripada cheraniol, linalol, methuleugenol, asid benzik, nerol, dan methulaethulazijnzuur. Kayu cempaka juga mempunyai bau yang sangat wangi dan biasanya minyak pati cempaka didapati dari ekstrak bunga, daun dan kayunya.
Bunga Abadi (Edelwiess), Biasa di gunakan untuk berdo'a di pinggir kawah bromo yang kemudian bunga tersebut di buang ke dalam kawah bromo
Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan
rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang
kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa
melewatikesehariannya dengan baik.
Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia
tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari
bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari
untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa,
dan tidak memiliki arti.
“Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih
baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,” katanya dalam hati.
Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang
pohon.
Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela
lembut. “Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan
menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia
patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ,
bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini.”
Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon
yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar
suara lirih si pohon, “Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada
sarang tawon yang sedangdikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan
tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat
lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi
tidak dapat menikmati hasilnya.”
Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan
mencari pohonyang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda,
“Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia
dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah
dedaunanku. Tolong jangan mati disini.”
Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir,
“Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka
menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap
rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain”.
Segera timbul kesadaran baru. “Aku manusia; masih muda, kuat, dan
sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai
sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk
bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain”.
Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.
Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan
pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan
saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan
pintas yaitu bunuh diri.
Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu
indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini.
Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme,
penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul
dengan manusia-manusia lainnya.