View allAll Photos Tagged bunga
Bunga Cempaka Putih di dapati di kawasan perkampungan Seneng, Bachok, Kelantan.
Michelia alba atau lebih dikenali dengan nama Cempaka putih adalah sejenis pokok berkayu yang biasanya tumbuh di hutan dengan ketinggian mencapai hingga 30 meter. Cempaka (atau nama genusnya Michelia) memiliki 3 spesis dengan warna bunga yang berbeza iaitu warna putih (michelia alba), warna kuning,dan warna merah (michelia champaca). Daun cempaka putih mempunyai permukaan yang licin.
Buahnya yang boleh dimakan dan mempunyai rasa yang sedap ,mempunyai bentuk seperti jantung dengan bahagian bijinya yang agak pahit. Kayunya boleh dijadikan perabot dan peralatan rumah. Akan tetapi hasil perabot dari kayu ini jarang didapati kerana kuantiti pokok cempaka besar yang terlalu kurang. Sekarang, kaedah kahwin telah membolehkan cempaka ditanam sebagai tumbuhan tanaman dalam pasu dan boleh berbunga walaupun tingginya belum mencecah satu meter.
Bunganya yang berbau wangi mempunyai kandungan minyak volatile yang terdiri daripada cheraniol, linalol, methuleugenol, asid benzik, nerol, dan methulaethulazijnzuur. Kayu cempaka juga mempunyai bau yang sangat wangi dan biasanya minyak pati cempaka didapati dari ekstrak bunga, daun dan kayunya.
Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan
rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang
kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa
melewatikesehariannya dengan baik.
Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia
tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari
bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari
untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa,
dan tidak memiliki arti.
“Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih
baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,” katanya dalam hati.
Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang
pohon.
Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela
lembut. “Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan
menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia
patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ,
bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini.”
Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon
yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar
suara lirih si pohon, “Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada
sarang tawon yang sedangdikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan
tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat
lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi
tidak dapat menikmati hasilnya.”
Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan
mencari pohonyang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda,
“Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia
dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah
dedaunanku. Tolong jangan mati disini.”
Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir,
“Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka
menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap
rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain”.
Segera timbul kesadaran baru. “Aku manusia; masih muda, kuat, dan
sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai
sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk
bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain”.
Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.
Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan
pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan
saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan
pintas yaitu bunuh diri.
Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu
indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini.
Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme,
penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul
dengan manusia-manusia lainnya.
Rambusa, permot, ciplukan blungsung, timun dendang, seletupan, anggur hutan, rambutan hutan, j*mb*t londo, semangka kurung, stinking passion flower (Passiflora foetida)
Pink flower
Nobody ever bothered about this thorny plant. But it may be so meaningful to some other creatures. Nothing created uselessly in this world.....
shot with 50mm reverse lens..
From the Balinese Villa Bunga Wangi
entrance gates to the villa grounds, one finds oneself descending the white palimanan stone steps through the landscaped gardens to the extraordinary ten metre high main living/dining pavilion whichoverlooks the natural green stone swimming pool nestled adjacent to the Pangi River.
Dengan mencangkok [atau men-stek? atau malah join venture???] dari tanaman lain, bunga yang dihasilkan tanaman ini jadi variatif. Ada sekitar empat warna kembang di tanaman ini.
Mandi Bunga dalam hubungannya dengan budaya orang Melayu memang sudah tidak asing lagi. Mandi bunga adalah antara amalan yang masyhur. Mandi bunga dilakukan kerana dua sebab. Yang pertama semata-mata untuk mewangikan badan dan menyegarkannya. Sebab kedua pula memiliki tujuan-tujuan tertentu seperti menghilangkan sial dan sebagainya.
Bagi tujuan kedua, mandi bunga adalah salah satu cara pengawalan atau penyembuhan, dalam sistem perubatan Melayu tradisional. Selain bertujuan membuang sial, mandi bunga juga merupakan rawatan untuk menyingkir tenaga asing seperti kuasa sihir, membuang penyakit, menemukan jodoh, menaikkan seri, mendatangkan tuah dan mencapai hajat tertentu.
Antara jenis bunga yang biasa digunakan ialah melur, cempaka, mawar putih, mawar merah, melati, lili, krisan, lotus, kenanga, anggerik ungu, dan raya putih. Pelbagai ramuan turut dicampur seperti daun sireh dan daun serai wangi. Dipercayai, aroma daun, bunga dan limau dalam mandi bunga akan menjauhkan makhluk jahat tertentu dan mendatangkan makhluk lain yang ‘baik’ sebagai khadam atau ‘pendamping’.
"Hanya mereka yang memiliki Halawatul Iman (Kemanisan Iman) sahaja dapat merasai kemanisan nikmat Ramadan yang sebenar-benarnya..."
The architect designed Villa Bunga Pangi comprises 5 separate pavilions with feature ceilings including four double bedrooms, a multi-media room, a separate modern kitchen, and a magnificent open air main pavilion. The infinity pool is fronted by hardwood decking with sunbeds. It is designed with multiple depths so children of all ages can enjoy it. The lower plunge pool fronts the river where you sometimes see fish or swimming lizards.
As promised, I present to you guys my "Fireworks Shot".
It's nowhere near "nice". I suck at this whole fireworks thing. Before this was processed, it looked even worse.
I shall post more of these fireworks shots. This particular shot was just a random pick from the library.
Have a great Monday good people!
bunga ni baru je dishotkan. kembang 12 malam. pagi kuncup. pernah dikatakan boleh dijadikan ubat..... berminat banyak kat rumah saya.... he..he....he....
Layered with texture from irisb477
4/365 Photo Manipulations Project
**************************************************************************
Tiada terfikir
Terlintas
Engkau akan tiba
Membawa perangsang
Tiada terfikir
Terlintas
Engkaukan membuka
Sempadan perasaan
Bunga kembang bertali hati
Bunga kembang di puncak akli
Duri
Penjajahan cinta mu
Di atas bumi raga ku
Duri
Penjajahan cinta mu
Di bawah awan setuju
Adalah suatu pengalaman
Engkaulah yang kini mekar
Dalam diri ku yang melankolia
Akulah simpang tersasar
Karam janji ku yang melankolia
**************************************************************************