View allAll Photos Tagged Merapi
Arrêt dans un village dévasté une pluie de bombes volcaniques et de cendres ardentes à une température de 1000° C lors de l'éruption du 26 octobre 2010.
The slopes of Mount Merapi near the 20km exclusion zone are covered in a thick layer of volcanic ash.
Photo credit: EU/ECHO/Mathias Eick
Look and find 4 'little' truck..! Lihat, truck itu kelihatan kecil sekali jika di banding dengan tebing kali Gendol. Foto ini menunjukkan tepat ujung lidah material vulkanik yang mengubur Kali Adem. Ujung pasir itu sudah mulai dikeruk.
Seasonal rains have cut deep ravines in the exposed slopes of the mountain, washing thousands of tons of sand, mud and ash into the rivers causing them to flood in towns and villages around the volcano.
Clearing the debris from the recent floods will be a huge task but some also see it as an economic opportunity and are selling the sand to the local construction industry
View of Merapi volcano from the North. The night before the climb. The weather is clearing up, it's looking good.
Yogyakarta's main football stadium is now the center of a major relief effort. Some 36,000 people are said to have found shelter here and tons of humanitarian are being delivered by a steady stream of trucks. According to government officials nearly 200,000 people have now fled their homes in the area around Mount Merapi.
Photo credit: EU/ECHO/Mathias Eick
Gunung Merapi dan Merbabu
lihat dari Solo, musim panas 2001
(The volcanoe Merapi and Merbabu, Central Java)
Judul Buku: Lirik Lereng Merapi; Antologi Puisi dan Geguritan
Pengantar: Dewan Kesenian Sleman dan Suminto A. Sayuti
Penerbit: Dewan Kesenian Sleman bekerja sama dengan Yayasan Aksara Indonesia
Tahun: 2001
Tebal: 174 hlm.
ISBN: 979-95817-18-9
Judul antologi ini memang Lirik Lereng Merapi, tetapi sidang pembaca jangan bertanya di manakah letak ciri-ciri ke-Merapi-an atau ke-Sleman-an yang tampak dalam sajak atau geguritan yang terhimpun dalam antologi ini. Jangan pula bertanya apakah ke-Merapi-an merupakan idiosinkrasi penyair-penggurit Sleman.
Karya sastra memang tidak diikat oleh wilayah geografis. Sebuah tempat adalah sebuah tempat, yang bisa saja ditinggali para penyair dan penggurit. Akan tetapi, pikiran dan imajinasi mereka selalu menggelandang ke mana-mana. Memang bisa juga sajak secara alusif dan referensial menunjuk tempat-tempat tertentu, atau peristiwa-peristiwa yang terjadi dan gejala khas di suatu tempat.
Akan tetapi, semua itu terjadi lebih karena tempat-tempat yang referensial itu memang menjadi atau paling tidak pernah menjadi “tempat tinggal” penyairnya, baik secara material maupun spiritual, sehingga menjadi semacam sumber dan muara akhir proses kreatif yang dirambahnya.
…
Buku ini berisi puisi-puisi karya Abidah El Khalieqy, Agung Suryahadi, Agus Manaji, Akhmad Muhaimin Azzet, Aprinus Salam, Arief Fauzi Marzuki, Arwan Tuti Artha, Bambang Widiatmoko, Hamdy Salad, Ignatius Sawabi, Ismet NM Haris, Kuswaidi Syafi’ie, Linus Suryadi AG, L. Bambang Suryanto, Salman Yoga, Santosa Warna Atmaja, Sri Wintala Achmad, Sunardian Wirodono, Tini Sastra Saleh, Ulfatin Ch, Umilia Rokhani, dan Yeni Siregar.
Berisi juga geguritan karya Christy WN, Effy Widianing, Greg Susanto, Krishna Mihardja, Maharani Widayarti, Marcellus Nur Basah, Muhammad Yamin, Sardiyono, Sartono Kusumaningrat, Sena B. Sulistya, Sri Suprapti, Suharyanto BP, Sulistyanto, Suparno Eko Saputro, Tri Wahyono, VM Murwaningsih, dan Wakidi.
Read more about it here: bit.ly/reubenteo
Follow me on Instagram: instagram.com/reubenteo
Like me on Facebook: www.facebook.com/ReubenTeoPhotography
© 2015 All rights reserved. All photos are owned by Reuben Teo Jia Chyau. For permissions to use, please contact him at reubenteo@gmail.com
The government is building several hundred transitional shelters in various locations around the mountain for those who cannot return to their villages. ECHO is providing funding for the construction of some of the water and sanitation facilities.
Two people check the list of 77 injured from Thursday's violent eruptions on Mount Merapi being treated at Dr. Sardjito Hospital.
Sardjito Hospital, Yogyakarta, Volcano Merapi 7 November 2010
Photo credit: EU/ECHO/Mathias Eick
onggokan mobil apv milik kantor berita viva news yang sedianya dipersiapkan buat mengevakuasi mbah maridjan.
@cangkringan, sleman, yogyakarta
Bodies being loaded at Sardjito Hospital's morgue onto an ambulance for transport to a mass burial site in Sleman district.
Sardjito Hospital, Yogyakarta, Volcano Merapi 7 November 2010
Photo credit: EU/ECHO/Mathias Eick
For the elderly, the last few days have been especially traumatic, losing their homes, their livelihoods and finding themselves amongst thousands of strangers.
Photo credit: EU/ECHO/Mathias Eick
Merapi Lava Tour are local initiatives from fellow jeep community, bringing tourist from Kaliurang to several villages near Merapi, which had been suffered from Merapi eruption on October 2010. The condition are a lot better now. Houses and masjid are built. Roads are paved. The trees are growing.
The clouds of hot ash and gas racing down the mountains levelled entire villages, killing hundreds and destroying homes and livelihoods.
Jujur. Tak mudah untuk membantu recovery kembali hunian bagi warga korban merapi yang tempat tinggalnya tersapu awan panas dan lahar panas. Setelah tiga bulan berlalu dan aktivitas kemanusiaan tak segempita kala Merapi erupsi, tragedi kemanusiaan sesungguhnya baru dimulai.
Al-Azhar Peduli Ummat, Front Umat Islam (FUI), dan Yayasan Klaten Peduli Ummat (YKPU) satu dari beberapa lembaga yang masih berkiprah di Merapi. Setelah membangun pipanisasi air dari Merbabu ke Merapi sejauh 12 KM, kini kami mulai membangun rumah untuk korban Merapi di Balerante, Kemalang, Klaten. Sebagian area di Balerante tersapu awan panas kala itu.
Kini warga memilih kembali ke rumah semula yang telah musnah dengan membuat bedeng seperti kandang ayam. Pilihan kembali ini dirembug bersama relawan Al-Azhar Peduli Ummat dan YKPU. Pengalaman Al-Azhar Peduli Ummat membangun 600 unit rumah bagi warga korban gempa di padang dimusyawarahkan dengan warga.
Masyarakat Balerante pun memutuskan kembali jika ada relawan yang mendampingi untuk membangun rumah.
Alhamdulillah, ada 100 unit rumah yang bisa dibangun di lokasi rumah mereka yang telah hilang oleh awan panas. Tapi ada ratusan rumah lain yang juga menunggu. Hari ini sudah 14 unit yang sedang dibangun dan 4 rumah siap ditempati. Lokasi pembangunan rumah di atas tanah mereka sendiri.
Rumah ini tipe 36 dilengkapi dapur dan kamar mandi. Untuk mencapai 100 unit, Al-Azhar Peduli Ummat tentu tak mampu sendiri. Pembangunan rumah ini juga melibatkan peran warga korban merapi. Peran Anda, kita, dan lembaga serta perusahaan bisa disinergikan dalam program ini. Kami mengundang untuk membangun kembali
kehidupan warga korban merapi. Kapan jika tidak hari ini? Mari segera tunaikan amanah kemanusiaan yang telah dipercayakan pada kita.narsa
Search and Rescue teams are checking the latest information on their mobile phones.
Volcano Merapi 5 November 2010
Photo credit: EU/ECHO/Mathias Eick
its a straight road to Mount Merapi and locals and tourist would stop at the nearby towns to have a meal and enjoy the great view. (yes archi students...the axis is pretty obvious)
Read more about it here: bit.ly/reubenteo
Follow me on Instagram: instagram.com/reubenteo
Like me on Facebook: www.facebook.com/ReubenTeoPhotography
© 2015 All rights reserved. All photos are owned by Reuben Teo Jia Chyau. For permissions to use, please contact him at reubenteo@gmail.com