View allAll Photos Tagged ADAT
13 Disember 2011, Sultan Kedah Tuanku Abdul Halim Mu'azam Shah, melafaz sumpah memegang jawatan sebagai Yang di-Pertuan Agong ke-14 dalam upacara penuh adat istiadat di Istana Negara di sini. Ini merupakan kali kedua baginda dipilih sebagai Yang di-Pertuan Agong. Kali pertama ialah dari 21 Jan 1970 hingga 20 Sept 1975 semasa berusia 43 tahun.
Sila hubungi iFoto Penerangan untuk melihat lebih banyak lagi koleksi gambar bersejarah milik Perpustakaan Fotografi Jabatan Penerangan Malaysia.
Islamic and Quranic Wazaif in urdu, Ahadees, Masnoon Duain, Durood Sharif, Complete Quran Pak with Urdu and English translation and find the solution of all your problems through Rohani Ilaj.
Helisea 70Helisea 110
Adatok
Helisea 70
Teljesítmény
300 W
Tápfeszültség
230 V~ 50 Hz
Súly
3,8 kg
Törölközőtartók száma
4 (2+2) db
Szabályozás
Termosztát, időzítő
Befűtött terület
4 m²
Méret
520 x 710 x 165 mm
Védettség
IP 24
Szigetelési osztály
Kettős szigetelésű
Adatok
Helisea 110
Teljesítmény
400 W
Tápfeszültség
230 V~ 50 Hz
Súly
5 kg
Törölközőtartók száma
6 (3+3) db
Szabályozás
Termosztát, időzítő
Befűtött terület
6 m²
Méret
520 x 1010 x 165 mm
Behatolás elleni védelem
IP 24
Szigetelési osztály
Kettős szigetelésű
A termék raktárról elérhető
elektromoshosugarzo.hu/termek/helisea-torolkozoszaritos-i...
Pontianak, Kalimantan Barat (West Kalimantan), Indonesia.
(Komplek Perkampungan Budaya Jl Sutan Syahrir, Kota Baru, Pontianak)
Rumah adat Dayak Radakng, a recently completed (July 2013) vernacular longhouse built according to the Dayak Kanayatn (Dayak Kendayan, Dayak Kedayan; a political ethnic identity to conveniently referred as Land Dayak- Klemantan) building architecture. The building measures L 138 m x B 15 m x H 7 m, perhaps a venue for the community cultural events and displaying artifacts.
Rhinoceros horn-bills sculptures, a sacred creature to the Dayak tribes which they believe are the terrestrial manifestation of the headhunting god, Kenyalang.
Ref. and suggested reading:
www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/07/12/mpq3zz-...
Villagers made ‘Sasi adat’ for avocado tree, a local traditional resource management system, encompasses temporal prohibitions on harvesting crops products in Honitetu village, West Seram regency, Maluku province, Indonesia on August 23, 2017.
Photo by Ulet Ifansasti/CIFOR
If you use one of our photos, please credit it accordingly and let us know. You can reach us through our Flickr account or at: cifor-mediainfo@cgiar.org and m.edliadi@cgiar.org
Photo by Lucy McHugh/CIFOR
If you use one of our photos, please credit it accordingly and let us know. You can reach us through our Flickr account or at: cifor-mediainfo@cgiar.org and m.edliadi@cgiar.org
Traditional dances : Maluku tenggara
Dear friends ,
Thank you very much for your sympathy and support during my recent hospitalisation.
Your good wishes and prayers have been of great importance in helping me to cope with this stressful period in my life. I still have a long way to go to my full recovery, but 'm sure I can make it with a little help from my family and friends .
Franc
Rumah adat tradisional suku Bima. Uma lengge ini terdiri dari tiga bagian yaitu, susunan atas yang gunanya untuk menyimmpan hasil panen, bagian tengah di gunakan sebagai tempat tinggal dan susunan paling bawah yaitu sebagai tempat untuk menyimpan ternak. Uma lengge terbuat dari kayu alam, setiap bilik maupun tiang uma lengge tersebut mengunakan tali akar pohon yang di gunakan sebagai pengikat atau penguat tiang tiang uma lengge. Tiang uma lengge mengunakan kayu yang di jadikan sebagai penyangga. Sekarang Uma lengge hanya tinggal beberapa di tanah Bima.
Tanah Toraja, merupakan obyek wisata yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Kabupaten yang terletak sekitar 350 km sebelah Utara Makassar ini sangat terkenal dengan bentuk bangunan rumah adatnya. Rumah adat ini bernama TONGKONAN. Atapnya terbuat dari bambu yang dibelah dan disusun bertumpuk, namun saat ini banyak juga yang menggunakan seng. Tongkonan ini juga memiliki strata sesuai derajat kebangsawanan masyarakat seperti strata emas, perunggu, besi dan kuningan.
Saking begitu melekatnya image Tanah Toraja dengan bangunan rumah adatnya ini, sebagai bentuk promosi pariwisata dan untuk menggaet turis Jepang ke daerah ini, maka rumah adat pun dibangun di negeri “matahari terbit” itu. Bangunannya dikerjakan oleh orang Toraja sendiri dan diboyong pengusaha pariwisata ke negari sakura. Sekarang di Jepang, sudah ada dua Tongkonan yang sangat mirip dengan Tongkonan yang asli. Kehadiran Tongkonan selalu membuat kagum masyarakat negeri tersebut karena bentuknya yang unik. Perbedaannya dengan yang ada di Tanah Toraja hanya terletak di atapnya yang menggunakan bambu.
Masih banyak lagi daya tarik dari Tanah Toraja selain upacara adat rambu solo (pemakaman) yang sudah kesohor selama ini. Sebutlah kuburan bayi di atas pohon tarra di Kampung Kambira, Kecamatan Sangalla, sekitar 20 kilometer dari Rantepao, yang disiapkan bagi jenazah bayi berusia 0 - 7 tahun.
Meski mengubur bayi di atas pohon tarra itu sudah tidak dilaksanakan lagi sejak puluhan tahun terakhir, tetapi pohon tempat “mengubur” mayat bayi itu masih tetap tegak dan banyak dikunjungi wisatawan. Di atas pohon tarra yang buahnya mirip buah sukun yang biasa dijadikan sayur oleh penduduk setempat itu dengan lingkaran batang pohon sekitar 3,5 meter, tersimpan puluhan jenazah bayi.
Sebelum jenazah dimasukkan ke batang pohon, terlebih dahulu pohon itu dilubangi kemudian mayat bayi diletakkan ke dalam kemudian ditutupi dengan serat pohon kelapa berwarna hitam. Setelah puluhan tahun, jenazah bayi itu akan menyatu dengan pohon tersebut. Ini suatu daya tarik bagi para pelancong dan untuk masyarakat Tanah Toraja tetap menganggap tempat tersebut suci seperti anak yang baru lahir.
Penempatan jenazah bayi di pohon ini juga disesuaikan dengan strata sosial masyarakat. Makin tinggi derajat sosial keluarga itu maka makin tinggi pula tempat bayi yang dikuburkan di batang pohon Tarra tersebut. Bahkan, bayi yang meninggal dunia diletakkan sesuai arah tempat tinggal keluarga yang berduka. Kalau rumahnya ada di bagian barat pohon, maka jenazah anak akan diletakkan di sebelah barat.
Kuburan Batu, salah satu bentuk kuburan Orang Toraja
Untuk menuju Tanah Toraja yang mengagumkan ini terdapat jalur penerbangan domestik Makassar - Tanah Toraja yang saat ini hanya sekali seminggu dan memakai pesawat kecil berpenumpang delapan orang, yang memakan waktu 45 menit dari Bandara Hasanuddin Makassar. Jika lewat darat, perjalanan yang cukup melelahkan ini membutuhkan waktu selama tujuh hingga sepuluh jam.
Event menarik di kawasan wisata ini yaitu adanya upacara pemakaman jenazah (rambu solo) dan rambu tuka (pesta syukuran) yang merupakan kalender tetap tiap tahun. Selain event tersebut, para pengunjung bisa melihat dari dekat obyek wisata budaya menarik lainnya seperti penyimpanan jenazah di penampungan mayat berbentuk “kontainer” ukuran raksasa dengan lebar 3 meter dan tinggi 10 meter serta tongkonan yang sudah berusia 600 tahun di Londa, Rantepao.
Pesta Rambu Solo’ atau pesta/ritual acara penguburan
Ini adalah sebagian kecil dari sekian banyak pesona wisata yang ditawarkan oleh tana toraja sebagai daerah tujuan wisata andalan sulawesi selatan. Bagaimana? Tertarik melihat keunikan wisata budaya ini?
Read more: Tanah Toraja - Andalan Wisata Sulawesi Selatan tongkonanku.blogspot.com/2009/03/tanah-toraja-andalan-wis...
A SARS-CoV-2 típusú új koronavírus 2020 eleje óta már több mint 541.371.487 embert fertőzött meg és 6.324.081 életet követelt világszerte. Ma reggelig a Föld lakosságát 11.628.339.567 COVID-19 elleni vakcinával oltották be. USA Egy új kutatás szerint a nőknél 22%-kal nagyobb az esélye annak, hogy a hosszú COVID-t kifejlesszék, mint a férfiaknál. Azt is megállapították, hogy a nemek […]
fuhu.hu/a-vilagjarvany-legfrissebb-adatai-2022-junius-14-...
#COVID19, #Járvány, #Omikron
Sebuah Tradisi Budaya adat Minangkabau.
© 2011 KidiaImages
Follow me on [ www.facebook.com/kidia.goo ], Follow me [ twitter.com/#!/kidiagoo]
A Malay wedding ceremony spreads over two days, beginning with the akad nikah ceremony. The groom signs the marriage contract and agrees to provide the bride with a mas kahwin(dowry). After that, their hands are dyed with henna during the berinai besar ceremony. The bride's hair is also trimmed or her eyebrows shaped by a beautician known as the mak andam.
The second day, the groom is accompanied by friends, relatives, musicians and bunga manggar (palm blossom) carriers to the bride's house where they are usually greeted with the sprinkling of yellow rice and scented water.
Sometimes, the pencak silat or the traditional Malay Martial Art is performed. To add gaiety to the joyful affair, the groom and his party are required to overcome humorous obstacles before being allowed to go in.
Adat Merisik
When it is time for a young man to get married his family will look around to identify a number of potential candidates. Having decided upon one particular young lady, then, the merisik of investigation process takes place. For this ceremony one or more representatives (wakil) of the young man’s family will pay a friendly visit to the family of the young woman whom they have in mind as his potential bride. The visit is purely for the purpose of further investigation. Its allows the visitors to see the young lady. A hint will be given to her parents regarding the purpose of the visit, and their reaction will be assessed. The girl’s parents may also give the visitors some idea as to whether or not their daughter will be interested in the match. The merisik does not constitute a formal proposal. Following the visit both sides can begin to think more seriously about the possibility or otherwise of the union. It is possible that no progress may take place, and the young man’s parents or representatives will then look for another possible candidate.
Adat Bertunang
Also known as an engagement ceremony which is normally held at the bride's residence.
Akad Nikah
A Malay wedding begins with the akad nikah ceremony. The groom signs the marriage contract and agrees to provide the bride with a mas kahwin. After that, their hands are dyed with henna during the berinai besar ceremony. The bride's hair is also trimmed or being put on make-up by a beautician known as the mak andam. Women/Bride will also put on their 'tudung' or hijab to cover their hair and a 'selendang' or beautiful embroidered with beads scarf on top of their hijab. A crown is also placed on top of the scarf.
Bersanding
During the bersanding ceremony, the bridal couple will be seated on the dais and sprinkled with yellow rice and scented water by family members, relatives and guests as a sign of blessing. Each guest will receive a bunga telur, which means 'flower' and 'egg' - a symbol of a fertile union.
Rumah Bolon merupakan rumah adat Batak yang biasa digunakan sebagai tempat berkumpulnya para keluarga atau untuk acara-acara adat.
Sedangkan bangunan kecil disebelahnya adalah...
kuburan "RAJA IHUTAN OP SANGGAM SIDABUTAR" Rupe Boru Manik
Photo taken with Nikon D90 which has been modified to IR Version 9.8 by Harlim
+ Preset BW
Software : Photoshop CS2
Special Thanks to Brother Paulus for the IR camera.
Shot during recent outing with Dr Jamal , Wan Badang, Dr Ali from Malaysia,
Johnny Siahaan and Dr.Anwar from Medan - North Sumatra.
Pontianak, Kalimantan Barat (West Kalimantan), Indonesia.
(Komplek Perkampungan Budaya Jl Sutan Syahrir, Kota Baru, Pontianak)
Rumah adat Dayak Radakng, a recently completed (July 2013) vernacular longhouse built according to the Dayak Kanayatn (Dayak Kendayan, Dayak Kedayan; a political ethnic identity to conveniently referred as Land Dayak- Klemantan) building architecture. The building measures L 138 m x B 15 m x H 7 m, perhaps a venue for the community cultural events and displaying artifacts.
Rhinoceros horn-bills sculptures, a sacred creature to the Dayak tribes which they believe are the terrestrial manifestation of the headhunting god, Kenyalang.
Ref. and suggested reading:
www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/07/12/mpq3zz-...