View allAll Photos Tagged sedang
Kalau sedang perjalanan kemanapun☺entah ke kota entah ke pasar daerah, biasanya mata kita nemuuuu ajaah sesuatu yang "indah indah"😉Apalagi kalau sudah indah rupa dan harga nya "bersahaja" tanpa pikir terlalu lama, langsung kita buru juuuuung kulakan he he dan kita display di ruangan kosong kita, daaan kita kasih nama display kita SUPERMINI MARKET KAYYISAH, [Informasi^^] 1. Supermini → Biar kecil tapi kuat ( kuat bawa palu sama gada) he he 2. Market → tempat belanja ajaah 3. Kayyisah → nama kasir nya^^ 4. Logo dan Label Stiker → buatan mbak kasir^^
Nie sebernanye gambo secara tak sengaja apabila sedang mengambil gambar Siput vavi, tetiba saje ianya terbang ke sebelah. Dan apa lagi terus shot gambo, heheh
dapat amik satu gambo saje, pastu dah terbang jauh2, tak dapat la nak amik gambo depan dier.
Set-Up Apparatus
Nikon D70s, Nikon Nikkor Micro lens 60mm f/2.8 D, Kenko 36mm Extension Tube.
ISO 400, shutter 1/100, aperture f/8
A dragonfly is a type of insect belonging to the order Odonata, the suborder Epiprocta or, in the strict sense, the infraorder Anisoptera. It is characterized by large multifaceted eyes, two pairs of strong transparent wings, and an elongated body. Dragonflies are similar to damselflies, but the adults can be differentiated by the fact that the wings of most dragonflies are held away from, and perpendicular to, the body when at rest. Even though dragonflies possess 6 legs like any other insect, they are not capable of walking.
Dragonflies are valuable predators that eat mosquitoes, and other small insects like flies, bees, ants, and butterflies. They are usually found around lakes, ponds, streams and wetlands because their larvae, known as "nymphs", are aquatic.
Lokasi Belakang rumah.
Bagi wanita yang sedang mengandung penting sekali untuk mengetahui Cara menghilangkan stress saat hamil. Sebab hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar anda tidak mengalami stress yang berkepanjangan baik saat hamil muda maupun saat hamil 4,5,6,7,8,9 bulan (hamil tua). Ibu Hamil tidak boleh...
Lihat selanjutnya di : Ibu Hamil
Messi dinominasikan sebagai penerima penghargaan ini untuk gol memesonanya ke gawangAthletic Club Bilbaodalam laga finalCopa del Rey 2015. Follow us on Twitter Judi Bola Online Follow us sumber:www.fcbarcelona.co.id www.enla8.com/Sentuhan-akhir-sedang-dilakukan-diKongressh...
Kisah Misteri Hantu Wanita yang Mengungkap Kasus Pembunuhan Dirinya
Kisah Misteri Hantu Wanita yang Mengungkap Kasus Pembunuhan Dirinya.
Kejadian ini sudah terjadi cukup lama, tepatnya pada tahun 1897. Saat itu,
Elva Zona Heaster Shue ditemukan tewas oleh seorang anak laki-laki
tetangganya dalam keadaan yang tidak wajar.
Kepalanya miring, kedua kakinya lurus, satu tangannya tergeletak di samping
tubuhnya, sementara tangan yang lain berada di dada. ak berapa lama
kemudian, seorang dokter, George W. Knapp datang untuk memeriksa keadaan
Elva.
Namun saat dia datang, suami Elva sudah datang, memandikan, dan
mendandaninya dengan baju berkerah tinggi. Saat Knapp akan mengautopsi
mayat Elva, suaminya memeluk kepala perempuan itu dan terus menangis.
Hingga akhirnya Knapp tak bisa melakukan autopsi dan memutuskan bahwa
kematian Elva Shue dikarenakan oleh komplikasi kehamilan.
Mayat Elva dibawa untuk dikebumikan di rumah masa kecilnya. Selama proses
pemakaman suami Elva bertingkah aneh. Dia terus saja mengutak-atik mayat
Elva. Mengenakan pakaian tak wajar sebagai gaun pemakamannya. Dia
mendandani Elva dengan baju berkerah tinggi dan syal. Kemudian menutup
kepala Elva dengan kain dan menutupi wajahnya. Dia juga menaruh bantal
serta gulungan kain di bawah kepala Elva. Semua orang heran, namun hanya
menganggapnya sebagai keanehan yang wajar karena suami Elva sedang dalam
masa berkabung.
Semua orang tak menaruh curiga, kecuali ibu Elva, Mary Jane Heaster. Sejak
lama dia sudah tidak menyukai suami Elva. Dia yakin bahwa pria itu membunuh
putrinya. Setiap hari dia selalu berdoa agar Elva kembali dari kematian dan
menunjukkan kebenaran tentang kematiannya.
Doanya terkabul. Hantu Elva mendatanginya selama empat malam berturut-turut
untuk menceritakan kejadian yang menyebabkan kematiannya. Dia mengatakan
bahwa suaminya, Shue, dengan kejam menganiayanya karena dia tidak membuat
masakan daging untuk makan malam. Shue telah mematahkan lehernya, hingga
kepalanya terbalik. Setelah itu, hantu Elva pun menghilang sambil terus
melihat ibunya.
Mary Jane pun segera mendatangi jaksa penuntut di kota, John Preston, dan
meminta kasus kematian anaknya kembali diselidiki. Tak jelas apakah Preston
mempercayai cerita hantu yang dikatakan oleh Mary Jane, namun Preston
segera menemukan kejanggalan-kejanggalan dalam kematian Elva ketika dia
mulai mencari fakta-fakta yang ada.
Akhirnya Preston membuka kasus kematian Elva kembali dan mengautopsi tubuh
mayat itu. Di lehernya ditemukan bekas tangan yang menunjukkan bahwa Elva
telah dicekik. Lehernya patah dan hancur hingga terbalik, sama seperti yang
diceritakan oleh Mary Jane.
Namun tak ada bukti bahwa pembunuhnya adalah suami Elva sendiri. Untuk itu
Preston terus menyelidiki kasus ini dan mulai menggali masa lalu Shue. Pria
ini pernah dua kali menikah sebelum akhirnya menikahi Elva. Istri
pertamanya meminta cerai, sementara istri keduanya mengalami kematian yang
misterius. Shue pernah dipenjara karena mencuri kuda. Sementara selama
dalam tahanan dia pernah berencana untuk menikahi tujuh wanita. Masa lalu
Shue yang tidak bagus ini sudah memberikan cukup bukti bagi Preston.
Setelah itu, kasus kembali dibuka. Shue dibawa ke pengadilan dengan tuduhan
telah membunuh istrinya. Preston berusaha menghindari isu mengenai hantu
Elva yang mendatangi ibunya karena ini akan dianggap tidak sah oleh
pengadilan. Namun pada akhirnya masyarakat mempercayai cerita ibu Elva, dan
Shue dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Bisa saja cerita hantu ini hanya karangan Mary Jane, ibu Elva, namun bisa
juga hantu Elva benar-benar datang dan menceritakan semuanya. Apapun itu,
faktanya adalah semua bukti yang didapatkan oleh ibu Elva melalui mimpinya
terbukti benar, dan suami Elva telah dijatuhi hukuman sesuai kejahatannya.
///////////////////////////////////////////
Inilah 9 Sejarah Penemuan Hebat yang Terjadi secara Tidak Sengaja
Posted: 06 Jun 2013 01:15 AM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/bhkpWfIzGQ4/inilah-9...
9 Sejarah Penemuan Hebat yang Terjadi secara Tidak Sengaja. Ternyata tidak
semua penemuan diciptakan dari hasil penelitian bertahun-tahun dan
dilakukan dengan serius. Ada beberapa penemuan yang tercipta dengan tidak
sengaja.
Tak sedikit ilmuwan, peneliti bahkan rakyat jelata yang bisa menemukan
barang hebat karena ketidaksengajaan?
Mereka bisa menciptakan penemuan yang berguna sampai sekarang karena faktor
kecelakaan. Misalnya karena kehabisan bahan, bahkan lupa cuci tangan. Simak
sembilan penemuan yang tak terduga dilansir Reader Digest Asia.
Sejarah Penemuan Korek Api
Pada tahun 1826, seorang apoteker bernama John Walker secara tak sengaja
menemukan korek api yang dibuat dari logam putih antimony sulfida dan
dicampur dengan zat kimia potassium chlorate, getah pohon, serta kanji.
Walker menggunakan kayu untuk mencampur zat-zat kimia itu, sehingga
timbullah api yang membakar kayunya.
Sejarah Asal Usul Penemuan Penisilin
Pada tahun 1928, ilmuwan Skotlandia bernama Alexander Fleming menutup
laboratorium dan meninggalkan peralatan kerja berupa cawan yang dibiarkan
selama dua minggu liburan.
Saat kembali, ia menemukan sejumlah jamur (fungus) yang aneh telah ada dan
berkembang biak di dalam salah satu cawan kaca.
Jamur inilah yang dikemudian hari setelah melalui penelitian lebih lanjut
disebut penisilin, suatu obat antibiotik yang paling banyak digunakan
manusia hingga saat ini.
Sejarah Penemuan Velcro
Pada awal tahun 1950, Insinyur Swiss bernama George de Mestral berjalan
melewati pedesaan. Dalam perjalanannya itu dia mengalami kesulitan saat
harus melepas rontokan bunga thistle pada bajunya.
Kemudian dia melakukan penelitian dengan menggunakan mikroskop dan
mempelajari rontokan thistle. Di sana dia menemukan apa yang membuat
tumbuhan itu lengket dan muncullah produk velcro.
Asal Usul Sejarah Viagra
Pada tahun 1992, laki-laki di desa Welsh dari Merthyr Tydfil sedang menguji
sildenafil, obat aktif yang kini ada dalam Viagra. Awalnya, obat itu
dimaksudkan untuk membantu menurunkan tekanan darah dan nyeri dada akibat
penyakit jantung.
Tapi pasien tersebut malah tidak ingin menggunakan obat ini lagi, karena
membuat ereksi lebih kencang.
Asal Usul Penemuan Pemanis Buatan
Peneliti yang bekerja di John Hopkins University, Constantine Fahlberg
menemukan pemanis buatan pada 1879 karena dia lupa untuk mencuci tangan
sebelum makan malam. Ketika dia mengambil sepotong roti, dia menemukan
rasanya sangat manis. Ternyata hal itu disebabkan tangannya ditumpahi
sejenis bahan kimia di laboratoriumnya yang kemudian diberi nama sakarin.
Sejarah Asal Usul Vaseline
Robert A. Cheesebrough, pria 22 tahun asal Brooklyn bekerja di ladang
minyak Pennsylvania. Suatu hari dia menemukan suatu cairan minyak yang
biasanya disebut sebagai salah satu bahan batang lilin.
Dia melihat bahwa bahan tersebut dapat menyembuhkan luka pada kulit
manusia. Setelah melakukan penelitian, Robert berhasil mengekstrak
petroleum jelly yang akhirnya menjadi bentuk awal dari vaseline. Robert pun
menjadi kaya dengan hasil penemuannya itu.
Sejarah Penemuan Teh
Ribuan tahun sebelum Inggris Bisa mengklaim sebagai minuman favorit panas
mereka, seorang kaisar Cina bernama Shen Nung merebus air. tanpa sengaja
daun teh yang ada di kebun Kaisar jatuh dalam air panas yang sedang
dimasak. Ketika daun tersebut terseduh dengan air panas, aroma sedap teh
yang muncul membuat dia tergoda untuk meminumnya.
Menurut Kaisar, minuman tersebut dapat menyembuhkan berbagai macam
penyakit. Sejak saat itu, teh menjadi populer di seluruh China.
Asal Usul Sejarah Keripik Kentang
u mengeluh karena kentang goreng terlalu tebal dan basah. Lalu kepala koki,
George Crum memutuskan untuk menggoreng kentang dengan irisan yang sangat
tipis dan digoreng dalam minyak goreng yang banyak.
Awalnya kentang goreng tersebut terlalu tipis untuk ditusuk dengan garpu.
Namun setelah melakukan berbagai percobaan, hasilnya menjadi keripik
kentang seperti yang kita makan saat ini dan disukai banyak orang.
Sejarah Asal Usul Chocolate chip cookies
Pada awal 1930-an, Ruth Wakefield, pemilik penginapan, Massachusetts,
kehabisan cokelat leleh untuk membuat makanan.
Akhirnya ia mengambil cokelat batangan cokelat yang dihancurkan kecil-kecil
dan dilempar ke dalam oven. Ia berharap cokelat itu akan mencair. Ternyata
yang dihasilkan justru cokelat itu menggumpal kecil-kecil. Resep tersebut
akhirnya dibeli Nestle.
///////////////////////////////////////////
Contoh Khutbah Jumat tentang Maulid Nabi Muhammad SAW
Posted: 05 Jun 2013 09:53 PM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/91xkXZtVUog/contoh-k...
Khutbah Jumat tentang Maulid Nabi Muhammad SAW. Hari ini, semua umat muslim
di berbagai penjuru dunia telah memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad
SAW. Nah. Sehubungan dengan hal tersebut, pada kesempatan ini Dunia Baca
dot Com akan berbagi Contoh Khutbah Jumat atau Ceramah tentang Peringatan
Maulid Nabi Muhammad SAW.
Langsung saja Anda simak ulasannya berikut ini. Contoh Khutbah Jumat Maulid
Nabi, Oleh KH Abdurrahman Navis Lc, seperti dilansir dari sumber yang
tercantum di akhir khutbah ini.
الْحَمْدُ للهِ شَرَّفَ الأَنَاَمَ بِصَاحِبِ الْمَقَامِ الأعْلَى. وَكَمَّلَ
السُّعُوْدَ بِأَكْرَمِ مَوْلُوْدٍ. أَشْهَدُ أنْ لاإلهَ إلاّ اللهُ وَحْدَهُ
لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
الْمَبْعُوْثُ بِالْحُجَّةٍ الَبَالِغَةِ وَحُسْنِ الْبَيَانِ. أللّهُمَّ
صَلِّي وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِ
أجْمَعِيْنَ. أمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ أًوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي
بِتَقْوَى اللهِ وَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلا تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah
Dalam kesempatan yang mulia ini marilah kita tadzakkur dan tafakkur,
mengingat segala apa yang kita amalkan selama ini dan berusaha meningkatkan
keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dalam arti kita berusaha
melaksanakan segala usaha yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala yang
dilarang-Nya.
Marilah kita tinggalkan sejenak tugas-tugas duniawiyah, pekerjaan di
kantor, bisnis dan perdagangan, untuk masuk masjid melaksanakan sholat
Jumat,untuk dzikrullah, ingat kepada Allah SWT.Semoga dengan demikian kita
termasuk golongan orang-orang yang tidak lalai ingat kepada Allah, walaupun
kita disibukkan dengan aktivitas jual beli dan perdagangan. Semoga kita
semua dijadikan oleh Allah SWT sebagai hamba Allah yang muttaqin dan husnul
khatimah. Amin.
Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah
Di bulan Rabi’ul Awwal yang lebih dikenal dengan bulan maulid atau bulan
kelahiran Nabi Muhammad SAW, tepatnya tanggal 12 rabi’ul awwal, biasanya
kaum muslimin merayakan peringatan mauld Nabi Muhammad SAW, baik dirumah
dengan mengundang tetangga dan handai taulan. Atau diadakan oleh lembaga,
organisasi, masyarakat kampung dengan bentuk pengajian umum dan ceramah,
ada juga dengan bakti sosial, khitanan masal, dan bentuk amal-amal sholeh
yang lain.Yang menjadi pertanyaan, pernakah nabi Muhammad merayakan
peringatan maulidnya? Dan sejak kapankah diadakan dan untuk apa? Lalu
bagaimana hukumnya mengadakan peringatan mauled Nabi Muhammad SAW?
Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah
Jika menelusuri sejarah, ternyata Nabi Muhammad SAW belum pernah merayakan
hari ulang tahunnya dengan upacara dan acara. Rasulullah memperingati
kelahirannya dengan berpusa. Suatu ketika Nabi Muhammad ditanya: ”Wahai
rasul, mengapa engkau berpuasa hari Senin?” Rasul menjawab: “Pada hari
Senin itu aku dilahirkan.” Dengan demikian Nabi Muhammad merayakannya denga
puasa yang kemudian di masyarakat kita dikenal dengan puasa weton (puasa
kelahiran).
Namun sejarah tidak pernah mencatat Rasulullah merayakan maulid dengan
mengundang orang lain untuk bacaan shalawat, untu bacaan berberzanjian,
dibaan dan pengajian umum.Nah, apakah kalau Nabi Muhammad SAW sahabat tidak
pernah mengadakan peringatan maulid ini berarti mengada-ngada, dan apakah
termasuk bid’ah?Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullahMari kita
mengkaji hukum peringatan mauled Nabi Muhammad SAW.
Dalam sebuah kitab yang ditulis oleh Imam Jalaluddin as-Suyuthi yang
berjudul Husnul Maqasid fil Amal al-Mawalid. Beliau menjelaskan bahwa di
zaman Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin memang belum diadakan peringatan
dalam bentuk upacara, shalawatan dan pengajian tentang maulid Nabi,
sehingga ada sebagian kaum muslimin yang tidak mau memperingati kelahiran
dengan bentuk upacara itu.Jadi, kapan peringatan kelahiran Nabi ini mulai
dilaksanakan?
Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah
Sejarah menyebutkan bahwa sejak Islam berjaya dengan menaklukan romawi,
Persia bahkan Eropa, banyaklah orang non muslim masuk Islam, termasuk
orang-orang salib dari Eropa. Baik karena sukarela ataupun karena terpaksa.
Hal ini menimbulkan dendam kaum Nasrani, akhirnya mereka membalas dendam
dengan menjajah Timur Tengah. Maka berkobarlah perang salib. Kaum kafir
membunuh orang islam, merampas kekayaan, dijauhkan dari Islamnya, dijauhkan
dari Nabinya, dijauhkan dari sejarah kejayaan Islam. Yang ditampilkan oleh
penjajah di hadapan kaum muslimin adalah tokoh-tokoh kafir, tokoh-tokoh
fiktif sehingga rusaklah moral anak-anak muda, hancurlah kejayaan kaum
muslimin, hilang keteladanan, hingga tidak kenla kehebatan Islam.
Melihat kondisi umat yang terpuruk dan semakin jauh dari Islam, serta tidak
punya semangat memperjuangkan agamanya, para ulama’ dan tokoh Islam mencari
solusi bagaimana membangkitkan keislaman kaum muslimin dan melepaskan diri
dari cengkraman tentara salib.Di antaranya seorang raja yaitu Al-Malik
Mudhaffaruddin (Raja Himsiyyah), mengundang para ulama’ dan masayikh ke
istana untuk bermusyawarah, bagaimana membangkitkan semangat umat Islam,
membebaskan diri dari penjajah, serta menanamkan kecintaan anak muda dan
muslimin kepada Rasulullah, sehingga mau menteladani beliau.
Dari musyawarah ulama tersebut akhirnya ada yang mengusulkan agar diadakan
peringatan peristiwa bersejarah dalam Islam, diantaranya dengan peringatan
maulid Nabi Muhammad SAW, yang kemudian dikampanyekan dengan besar-besaran,
mengundang para penyair agar menulis syair pujian kepada Nabi, serta para
ulama dan mubaligh yang bertugas menceritakan sejarah Nabi.Al-Malik
Mudhaffaruddin menanggapi usulan ini dengan antusias. Tetapi ada yang tidak
setuju, dengan alasan kerena peringatan seperti itu tidak pernah dikerjakan
oleh Nabi, dan itu berarti itu bid’ah.
Menanangapi ketidak setujuan mereka, akhirnya dijawab oleh ulama’ yang
hadir, bahwa dalam penjelasan tentang bid’ah itu tidak semua sesat. Menurut
Imam al-Iz Abdussalam, Ibnu Atsar menjelaskan bahwa ada bid’ah dholalah dan
bid’ah hasanah. Bid’ah dholalah (sesat) adalah bid’ah yang tidak ada dasar
hukummnya dan tidak ada perintah sama sekali dari syariat, sedangkan bid’ah
hasanah adala suatu amalan yang dasar perintahnya sudah ada dari
Rasulullah, namun teknisnya tidak diatur langsung dan itu bukan temasuk
ibadah mahdah muqayyadah (ibadah murni yang telah ditentukan tata caranya).
Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah
Seperti sering dijelaskan bahwa ibadah itu ada dua macam. Pertama, ibadah
mahdah muqayyadah yaitu ibadah murni yang tata caranya terikat dan tidak
boleh diubah, karena perintah dan teknis pelaksanaannya contohkan langsung
oleh Rasulullah, seperti shalat dan haji yang harus sesuai dengan apa yang
dicontohkan oleh Rasul.Kedua, ibadah muthalaqah ghoiru muqayyadah, yaitu
ibadah mutlaq yang tata caranya tidak terikat, perintahnya ada sedangkan
teknis pelaksanaannya terserah masing-masing orang. Seperti berdzikir,
perintahnya sudah ada namun teknisnya tidak ditentukan sebagaiman firman
Allah:
فَاذْكُرُواْ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِكُمْ
Yang artinya: ”Berdzikirlah kalian dalam keadaan berdiri duduk, dan
berbaring. (QS an-Nisa)
Dzikir merupakan perintahnya, sedangakan teknisnya terserah kita, duduk,
berdiri, berbaring dirumah, dimasjid sendirian, bersama-sama, suara pelan
ataupun dengan suara keras tidak ada batasan-batasan, tergantung kepada
situasi dan kondisi asal tidak melanggar ketentuan syariat.Membaca shalawat
juga diperintahkan sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
Yang Artinya: ”Sesungguhnya Allah dan malaikat bershalawat kepada Nabi. Hai
orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepada Nabi dan ucapkanlah
salan penghormatan kepadanya.” (QS al-Ahzab56).
Perintah membaca shalawat ada sedangkan teknisnya terserah kita. Boleh
sholawat yang panjang, pendek, prosa, maupun syair, yang penting
bershalawat kepada rasullullah. Hal ini termasuk juga berdakwah, Allah
berfirman dalam Al-Qur’an:
ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ
Yang artinya: ”Serulah (manausia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik.” (QS an-Nahl 125)
Berdakwahlah kamu ke jalan Allah dengan cara hikmah dan mauidzah hasanah
atau wejangan yang baik. Perintahnya ada sedangkan teknis pelaksanaannnya
terserah kita, boleh dalam bentuk pengajian umum, pengajian rutin di
masjid, ataupun media TV, radio, koran, majalah,diskusi, maupun seminar.
Semuanya dipersilakan, yang penting momentum dan misinya adalah dakwah.
Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah
Peringatan Maulid Nabi yang diisi dengan pembacaan shalawat kepada Rasul,
pengajian umum, ceramah tentang kesadaran terhadap islam, membaca sejarah
Nabi, amal saleh, bakti sosial, khitanan massal dan lain-lain itu merupakan
ibadah mutlaqah ghairu muqayadah atau ibadah yang mutlaq dan tidak terikat
tata caranya dimana perintahnya ada sedangakan pelaksanaannya terserah kita.
Maka dengan demikian mengadakan peringatan Maulid Nabi yang diisi dengan
pembacaan shlawat, pengajian umum dan perbuatan yang baik bukan termasuk
bid’ah dlalalah, tapi tapi merupakan amrum muhtasan, yaitu “sesuatu yang
dianggap baik” dan kalau kalau dilakukan secara ikhlas karena Allah maka
akan mendapatka pahala dari Allah SWT.
Demikian juga Sayyid Alwi Al-Maliki al-Hasani menjelaskan dalam kitab
Mukhtashar Sirah Nabawiayah: “Bahwa memperingati Maulid Nabi bukan bid’ah
dlalalah, tapi sesuatu yang baik”. Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at
rahimakumullahAkhirnya para ulama yang hadir bersama Al-Malik
Mudhaffaruddin dalam pertemuan itu memutuskan bahwa peringatan Maulid Nabi
Muhammad itu boleh.
Kemudian Al-Malik Mudhafar sendiri langsung menyumbang 100 ekor unta dan
sekian ton gandum untuk mengadakan peringatan maulid Nabi muhammad SAW.
Setiap daerah diundang penyair untuk membuat syair pujian dan shalawat
kepada Nabi muhammad. Kitab-kitab yang tersisa hingga sekarang di antaranya
yang dikarang oleh Syeikh al-Barzanji dan Syeikh Addiba’i.Ternyata dengan
diadakannya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sangat efektif untuk
menyadarkan kaum Muslimin cinta kepada Rasul, sehingga seorang pemuda
bernama Shalahudin Al-ayyubi menggalang anak-anak muda, dilatih fisiknya,
disadarkan cinta Rasul, diajak membebaskan diri dari penjajahan tentara
salib. Akhirnya, laskar Islam bersama panglima Shalahudin al-Ayyubi, bisa
memenangkan perang salib pada tahun 580 H.
Sejak tahun itulah peringatan Maulid Nabi SAW diadakan oleh negara muslim
lainnya.Mudah-mudahan dengan peringatan Maulid Nabi hati kita semakin cinta
kepada Rasulullah SAW. Dengan cinta kepada Rasulullah kita akan
melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya dan kita termasuk orang
yang menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Sebagaimana sabda beliau yang
artinya: “Orang-orang yang telah menghidupkan sunnahku maka dia berarti
cinta kepadaku, dan orang-orang yang cinta padaku nanti akan bersamaku
disurga.” Semoga kita dikumpulkan bersama Rasulullah SAW kelak disurga
nanti. Amiin, ya rabbal alamin.
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَنِ الرَّجِيْمِ. بِِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ
الرَّحِيمِ. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَر
أقُوْلُ قَوْلِي هَذا وَأسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ لَِيْ وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ
Pembaca, itulah sedikit contoh khutbah jumat tentang peringatan maulid Nabi
Muhammad SAW. Semoga bermanfaat.
///////////////////////////////////////////
Inilah Cara Mengobati Gigitan Nyamuk pada Balita
Posted: 05 Jun 2013 06:45 PM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/AnIAHZ8dNTA/inilah-c...
Tips Cara Alami Mengobati Gigitan Nyamuk pada Balita. Gigitan nyamuk adalah
masalah kulit yang umum pada balita. Anak Anda mungkin tidak menyadarinya
bahwa gigitan serangga yang gatal akan menjadi parah.
Gigitan nyamuk bisa menyebabkan peradangan pada kulit sehingga menjadi
merah, bengkak dan gatal. Memasang kelambu adalah salah satu cara untuk
mencegah balita dari gigitan nyamuk. Tetapi, Anda tentu tidak bisa
membawanya sepanjang waktu, ketika anak berada di luar rumah.
Berikut adalah pengobatan alami untuk mengobati gigitan nyamuk pada balita,
seperti yang dilansir di Boldsky.
Oleskan lotion atau krim kalamin yang memiliki efek anti-gatal untuk
mencegah rasa gatal setelah digigit serangga.
Jika anak mulai merasa gatal, oleskan lagi krim atau lotion kalamin untuk
mencegah anak menggaruk bentol bekas gigitan nyamuk.
Setelah digigit nyamuk, gatal bisa menjadi sangat menjengkelkan. Kompres
bekas gigitan dengan air untuk menyingkirkan rasa gatal dan mengobati bekas
gigitan nyamuk secara alami. Gosokkan es batu pada bekas gigitan nyamuk
untuk meredakan rasa gatalnya.
Cuci bekas gigitan nyamuk dengan sabun dan biarkan kering. Jangan gunakan
handuk! Hal itu membuat anak tidak tahan menggaruk. Jadi, biarkan udara
yang mengeringkannya.
Campur soda kue dan air dingin. Kemudian cuci bekas gigitan nyamuk dengan
ramuan tersebut. Ini adalah obat yang paling umum untuk mengobati gigitan
nyamuk pada balita.
.
Jika balita demam atau dingin 23 hari setelah gigitan nyamuk,
berkonsultasilah dengan dokter. Kadang-kadang, nyamuk juga bisa berbahaya.
Pembaca, itulah beberapa tips dan cara mengobati gigitan nyamuk khususnya
untuk balita. Dan jangan lupa, berikan balita Anda pakaian yang tertutup
agar terbebas dari gigitan nyamuk. Tutup jendela dan pintu dengan kelambu
untuk mencegah nyamuk masuk. Semoga bermanfaat.
///////////////////////////////////////////
Selain Vitamin D, Inilah Manfaat Lain Sinar Matahari untuk Kesehatan
Posted: 05 Jun 2013 03:36 PM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/NEADUDaBQCs/selain-v...
Manfaat Sinar Matahari bagi Kesehatan. Vitamin D adalah salah satu nutrisi
penting yang dibutuhkan tubuh. Anda pun bisa mendapatkannya secara mudah
dan murah dari sinar matahari.
Namun tahukah Anda, selain vitamin D, ada banyak manfaat kesehatan lain
dari sinar matahari. Apa saja? Simak selengkapnya seperti yang dilansir
dari Medical Daily berikut ini.
Tidur nyenyak
Seberapa banyak tubuh terkena sinar matahari ternyata memengaruhi ritme
kardiak tubuh. Ritme tersebut termasuk fisik, mental, dan perilaku. Demi
menjaga ritme kardiak agar tetap seimbang, jangan ragu menghabiskan waktu
di luar rumah.
Selain itu, jangan berdiam diri di tempat gelap di siang hari. Sebab
kekurangan cahaya di siang hari bisa mengganggu jadwal tidur di malam hari.
Suasana hati
Paparan sinar matahari yang diterima tubuh secara rutin mampu meningkatkan
kadar hormon serotonin. Peningkatan hormon tersebut membuat Anda terhindar
dari depresi, cemas, sedih, dan masalah suasana hati buruk lainnya.
Tekanan darah
Kulit yang terkena paparan sinar UV matahari mengandung oksida nitrit yang
mampu menurunkan tekanan darah rendah. Bahkan hal tersebut telah dibuktikan
melalui penelitian yang dilakukan para pakar dari Edinburgh University.
Kanker kulit jenis melanoma
Semakin sering terkena sinar UVB, semakin rendah risiko serangan kanker
kulit melanoma. Sementara orang-orang yang kebanyakan menghabiskan waktunya
di dalam ruangan seringnya hanya mengalami paparan sinar UVA yang justru
meningkatkan risiko kanker karena kadar vitamin D mereka juga relatif
rendah.
Itulah berbagai manfaat kesehatan dari sinar matahari, selain sebagai
sumber vitamin D. Namun ingat, sinar matahari terbaik hanya berlangsung
sebelum pukul sepuluh pagi dan setelah jam empat sore.
///////////////////////////////////////////
Asal Usul Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Posted: 05 Jun 2013 10:46 AM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/D0QeY2jErIs/asal-usu...
Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi atau Maulud adalah
peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, dimana di Negara Indonesia
perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan
Hijriyah. Kata maulid atau milad di ambil dari bahasa bahasa Arab yang
artinya hari lahir.
Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam
jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah
ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.
Seperti yang tercatat wikipedia; sejarah awal mula perayaan maulud nabi
Muhammad SAW diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said
al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan
Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya
justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri.
Tujuan Maulud Nabi adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi
Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu,
yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam
upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya.
Untuk lebih lanjut mempelajari sejarah awal mula maulid nabi, seperti biasa
Dunia Baca dot Com berbagi informasi yang dirangkum dari berbagai sumber
untuk menambah ilmu pengetahuan kita tentang sejarah lahirnya nabi Muhammad
SAW.
Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Pertama kali yang mengada-adakan hari-hari raya dan perayaan-perayaan
secara umumnya Maulid-maulid secara khususnya adalah Ubaidiyyun,
sebagaimana disebutkan oleh Al Maqrizi dalam kitabnya “ Al-Mawa’idz Wal
I’tibar Bidzikril Khuthath Wal Aatsar “ secara nasnya:
(dahulu para khalifah Bani Fathimiyyun sepanjang tahunnya memiliki
hari-hari raya dan musim-musim yaitu: musim permulaan tahun, hari Asyura,
dan Maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan mauled Ali bin Abi Thalib
radhiallahu anhu, dan mauled Hasan dan Husin radhiallahu anhuma, dan mauled
Fathimah Az-Zahra radhiallahu anha, dan maulid khalifah Al hadhir, malam
pertama Rajab, malam pertengahan Rajab, malam pertama Sya’ban, malam
pertengahan Sya’ban, musim malam Ramadhan, awal Ramadhan, Pertengahan
Ramadhan, akhir Ramadhan …)
Dan Al-Maqrizi menyebutkan sebagian yang dilakukan pada perayaan-perayaan
dan hari-hari raya khususnya enam maulid. Syaikh Muhammad Bakhit
Al-Muthi’ie Mantan Mufti Mesir menyebutkan dalam kitabnya: (Ahsanul Kalam
Fiima Yata’allaqu bissunnah wal bid’ah minal Ahkam ): bahwa pertama kali
yang mengada-adakan enam perayaan maulid tersebut yakni: Maulid Nabi
shallallahu alaihi wasallam, maulid Ali, Fathimah, Hasan, Husain
radhiallahu anhum, dan maulid Khalifah Al-Hadzir yaitu Al-Mu’izzu
Lidinillah dan itu pada tahun 362 H. dan bahwa perayaan-perayaan ini
berlangsung hingga dibatalkan oleh Al-Afdzal bin Amirul Jaisy setelah itu.
Siapakah Bani Ubaidiyyun ?
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam kitabnya “ Al-Bidayah
Wannihayah”:
Raja Bani Fathimiyyun telah berkuasa selama 280 tahun. Yang pertama
berkuasa adalah Al-Mahdi yang merupakan orang yahudi, lalu masuk kenegeri
Maroko dan menggunakan nama Ubaidillah, dan mengaku sebagai keturunan
‘Alawi Fathimiy, dan mengatakan tentang dirinya: bahwa dia Al-Mahdi, yang
mana dakwaan pendusta ini didukung oleh orang-orang yang jahil, sehingga
mereka memiliki Negara dan kekuatan, dan mendirikan sebuah kota yang diberi
nama Al-Mahdiyah dinisbatkan kepadanya, dan dia menjadi raja yang ditaati.
Kemudian diteruskan oleh anaknya Al-Qoim Muhammad, kemudian anaknya
Al-Manshur Ismail, kemudian anaknya Al-Mu’izzu Ma’din, dialah pertama dari
mereka yang memasuki negeri Mesir, dan dibangun untuknya Kairo
Al-Mu’izziyah dan istana-istana kemudian anaknya Al-Aziz Nazzar, kemudian
anaknya Al-hakim Manshur, kemudian anaknya Ath-Thahir Ali, kemudian anaknya
Al-Mushtansir Ma’din, kemudian anaknya Al-Musta’li Ahmad, kemudian anaknya
Al-Amir Manshur, kemudian anak pamannya Al-Hafidz Abdul Majid, kemudian
anaknya Adh-Dhafir Ismail, kemudian Al-Faiz Isa, kemudian anak pamannya
Al-‘Adzid Abdullah, yang terakhir dari mereka, yang seluruhnya 14 raja
selama 280 tahunan.
Dahulu Bani Fathimiyyun merupakan khalifah yang terkaya, terkejam dan
paling dholim, yang paling bejat sejarahnya, muncul dimasa mereka
kebid’ahan dan kemungkaran, dan banyak pelaku kerusakan sedikit disisi
mereka orang-orang shalih dari para ulama dan ahli ibadah, dan banyak
tersebar dinegeri syam agama Kristen, Durruziyah, dan Hasyisyiyah..).
Inilah sekilas dari sejarah mereka supaya mereka yang menghidupkan perayaan
Maulid dan lainnya siapakah tauladan mereka dalam perkara ini sehingga
mereka mengikuti petunjuk dan menyerupai mereka. Sehingga tidak masuk akal
apabila para salafush sholih tidak mengenal hal ini lalu mereka mengikuti
para Ubaidiyyun yang sesat !!
Sultan Irbil dan perayaan Maulid:
Dahulu di Mosul ada ahli zuhud yaitu Syaikh Umar bin Muhammad Al-Mulla
(dahulu dia memiliki satu ruangan yang selalu didatanginya, dan setiap
tahunnya dibulan Maulid ada undangan yang didatangi oleh para raja,
pemerintah, para ulama, menteri dan mereka merayakan hal itu)
Abu Syamah berkata dalam kitabnya: “ Al-Ba’its ‘alaa inkaril Bida’I wal
hawadits” ketika membahas tentang maulid nabi: (pertama kali yang
melakukannya di Mosul Syaikh Umar bin Muhammad Al-Mulla seorang yang shalih
yang masyhur yang diikuti kemudian oleh Sultan Irbil dan yang lain semoga
Allah merahmati mereka).
Dan Sultan Irbil disini adalah Al-Mudzaffar Abu Sa’id Kukburi bin Zaidud
diin Ali bin Tabaktakin Sultan Irbil yang wafat tahun (630 H) yang paling
terkenal dalam merayakan Maulid Nabi secara berlebihan setelah Ubaidiyyun,
dimana dia merayakannya dengan mewah sebagaimana disebutkan oleh Ibnu
Katsir dalam sejarahnya, beliau berkata: (berkata As Sabth: telah
dihikayatkan oleh sebagian yang menghadiri perayaan Mudzaffar dalam maulid
dimana dia menyajikan 5000 kepala bakar, 10000 ayam, dan 100000 susu
kering, dan 30000 piring kue manis… dia berkata: diantara yang
menghadirinya dalam pesta maulid para ulama, ahli sufi, dan memperdengarkan
nyanyian sufi dari dhuhur hingga subuh dan dia ikut menari bersama mereka…).
Dari sini menjadi jelas bahwa perayaan maulid dan semacamnya termasuk
kebid’ahan Ubaidiyyun, kemudian diikuti oleh para ahli zuhud dan raja, dan
ikuti oleh orang awwam, sebagaimana kita tahu bahwa ini bertentangan dengan
nas-nas syarie dan amalan para salafush shalih yang mulia.
Walaupun sebagaimana dikatakan bahwa peringatan ini diperbolehkan oleh
sebagian ulama seperti Imam Subki, Suyuthi, atau Ibnu Hajar dan pernah
dilakukan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi, meskipun kita menghargai jasa para
ulama besar tersebut bagi kejayaan islam dan kaum muslimin, namun ketika
hal itu bertentangan dengan syariat, maka kita lebih mendahulukan kecintaan
kepada Allah dan RasulNya shallallahu alaihi wasallam, apalagi diantara
ulama yang sekaliber merekapun ada yang menolaknya, jadi kita menolak
perayaan ini bukan dengan pendapat kita sendiri.
Seandainya hal tersebut adalah baik, maka pastilah para salafus sholih
sudah melaksanakannya, karena mereka ada suri tauladan terbaik dalam
kesungguhan melaksanakan ajaran yang baik karena Allah Ta’alaa berfirman
yang artinya:
“Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Kalau
Sekiranya di (Al Quran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada
mendahului Kami (beriman) kepadanya”. [ Al-Ahqaf: 11].
Ibnu Katsir dalam menafisrkan ayat ini berkata: adapun Ahli Sunah Wal
Jamaah mereka mengatakan tentang setiap perbuatan atau perkataan yang tidak
penah dipastikan dari para sahabat: adalah bid’ah karena seandainya hal itu
baik tentulah mereka telah mendahului kita dalam hal itu mereka tidak
pernah meninggalkan satu perbuatan baik pun kecuali mereka segera
mengamalkannya. Tafsir Ibnu Katsir juz 7 hal 278.
///////////////////////////////////////////
27 Juni 2013, BlackBerry Messenger Resmi Hadir di Android dan iOS
Posted: 05 Jun 2013 07:38 AM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/qQ_vtDUX7tk/27-juni-...
BBM Resmi Hadir di Android dan iOS, 27 Juni 2013. Walaupun sudah resmi
dikabarkan bahwa BlackBerry Messenger (BBM) akan mendarat di Android dan
iOS, namun tanggal pastinya masih simpang siur. Kabar terbaru, BBM mulai
hadir akhir bulan Juni ini.
Kemarin (03/06), sebuah account Twitter bernama BlackBerry Worldwide,
@bbworldwid, mengunggah sebuah foto dengan sedikit informasi di bawahnya.
Bbm officially available on iphone and android phones from 27th june2013
twitter.com/bbworldwid/sta…
- Blackberry Worldwide (@bbworldwid) 29 Mei 2013
Dalam foto tersebut menunjukkan sebuah perangkat berbasis iOS menunjukkan
tampilan BBM pada layarnya. Tentunya, hal tersebut membuat heboh para
follower account tersebut karena di bawah gambar juga disebutkan bahwa BBM
akan secara resmi mendarat di iPhone dan perangkat berbasis Android pada
tanggal 27 Juni mendatang.
Belum diketahui juga apakah informasi beserta gambar tersebut asli atau
tidak, karena sampai sekarang, pihak BlackBerry hanya mengatakan bahwa BBM
akan hadir di iOS dan Android secepatnya namun tidak merilis tanggal
pastinya.
--
You are subscribed to email updates from "Dunia Baca dot Com."
To stop receiving these emails, you may unsubscribe now:
feedburner.google.com/fb/a/mailunsubscribe?k=5vjiFG5dQO4l...
Email delivery powered by Google.
Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610
Most women want a man that’s already established. A strong women will be a part of his struggle, survive it, succeed together and build an empire. – Victoria Beckham –
Pasangan romantis David Beckham dan Victoria Beckham ( sebelum menikah dengan David, namanya Victoria...
Punya penyakit varises? Pasti anda sedang mencari cara menghilangkan varises yang timbul.
Kenapa penyakit ini bisa muncul? Apa penyebabnya, dan bisakah penyakit tersebut dihilangkan secara alami?
Penyakit apapun tidak mengenal usia, baik muda dan tua, berpotensi terkena penyakit dan...
CC 201 96 yang langsiran, sedang bertatap tatapan dengan CC 201 95 yang membawa KA 7180 Harina Pagi "terakhir" yang kecepetan masuk BD 15 menit sehingga menurut untuk ditahan sinyal dulu
Taken on 31-10-2011
Seorang petani sedang memgembur tanah padi di Alor Star, Kedah Darul Aman.
Pada 10/05/2008 pakcik mendaftar flickr dan pertama kali mengupload gambar. Tak sangka dah 2 tahun pakcik menggunakan Flickr.
Thanks all for your support.
Masa anak-anak merupakan masa-masa yang paling indah bagi siapapun. Di masa anak-anak, kamu bisa merasakan kebahagiaan, tanpa harus banyak mengalami beban kehidupan. Di masa ini pula, proses perkembangan manusia berperan penting bagaimana membentuk seseorang di masa dewasanya. Anak-anak juga...
www.jatik.com/20-foto-anak-anak-yang-sedang-bermain-dari-...
Tampak Luna Maya sedang menikmati perjalanannya ke lokasi syuting dengan menggunakan perahu.. Enaknya bisa kerja sambil liburan gini.. 🌊⛵ #KapanLagi #KLovers
Source
www.kumpulankabarterkini.com/2017/01/12/tampak-luna-maya-...
#kabarterkini #berita #Selebritis #artis #gosip #cewek #photo #lifestyle #trend #fashion #pria #musik #film
Kisah Gadis Membunuh Ayah Kandung, Sakit Hati karena Diperkosanya.
Posted: 28 Jun 2013 04:40 AM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/Fd3l-cvyZC0/kisah-ga...
Kisah Gadis Membunuh Ayah Kandung, Sakit Hati karena Diperkosanya.
Perkosaan adalah tindakan kejahatan yang kejam dan tidak termaafkan. Tidak
ada satu wanita pun yang layak mendapatkan pelecehan seksual dan sudah
sewajarnya bila wanita melawan ketika mendapat tindak kejahatan.
Keluarga seharusnya melindungi putrinya dari pelecehan seksual, namun kali
ini yang terjadi malah sebaliknya. Seorang ayah tega memperkosa putrinya
berkali-kali tanpa perasaan.
Gadis berusia 18 tahun yang tinggal di Papua Nugini ini diperkosa oleh
ayahnya sendiri ketika ibu dan kedua adiknya sedang pergi ke rumah kerabat.
Ayah dari gadis ini tega memperkosanya hingga berkali-kali dan membuat
gadis ini trauma berat.
Ayah gadis itu kemudian ingin memperkosa putrinya itu sekali lagi pagi
harinya dan saat itulah gadis itu mengambil pisau dan memenggal ayahnya
ujar Pastor Lucas, pemuka agama di desa gadis itu tinggal yaitu Desa Rang,
Provinsi Dataran Tinggi Barat.
Sakit hati atas perlakuan ayahnya, gadis tersebut mengambil pisau dan
memenggal kepala ayahnya. Setelah melakukan perbuatan tersebut, gadis itu
melaporkan kejadian kepada warga dan menjelaskan mengapa dia membunuh
ayahnya sendiri.
Warga yang mengetahui fakta dari pembunuhan ini melindungi dan
menyembunyikan gadis ini ketika akan ditangkap oleh polisi.
Papua Nugini memang rawan akan kasus penculikan dan pemerkosaan. Tindak
pemerkosaan, pembunuhan terhadap orang yang diduga penyihir, dan prostitusi
memang tersebar luas di seantero Papua Nugini.
Papua Nugini memberlakukan hukuman mati bagi pelaku kejahatan seksual
seperti ini. Gadis yang diperkosa oleh ayahnya sendiri itu hingga kini
masih dirahasiakan nama dan wajahnya.
///////////////////////////////////////////
Kisah Menyentuh Hati Seorang Ayah dan Putrinya
Posted: 28 Jun 2013 01:11 AM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/OsIuX9p_H2M/kisah-me...
Kisah Menyentuh Hati Seorang Ayah dan Putrinya. Orang tua, rela
mengorbankan apa saja demi kebahagiaan anaknya. Tidak hanya harta, bahkan
nyawa pun mereka pertaruhkan. Tidak ada cinta yang begitu kuat dan tulus,
selain cinta orang tua kepada buah hatinya.
Risiko apapun dihadapi, mempertaruhkan hidup pun dijalani. Karena bagi
mereka, bahagia adalah melihat buah hatinya tersenyum lega. Bekerja siang
malam demi memenuhi kebutuhan sang putri namun ternyata masih mencukupi,
seorang ayah rela menjual ginjalnya. Ya, ginjal yang tidak akan ada
gantinya di toko manapun itu rela dijualnya demi putrinya tercinta.
Karena putriku adalah separuh napasku
Sugianto, laki-laki berusia 45 tahun itu membuat ribuan pasang mata yang
melintas di bundaran Hotel Indonesia menoleh kepadanya. Bagaimana tidak,
Sugianto membawa poster yang bertuliskan Kepada Saudara yang butuh ginjal,
kami siap jual. Tubuh kami siap dibelah demi untuk menebus ijazah. Sugianto
berdua putrinya, Ayu membawa poster itu dan mengedarkannya di seputar
bundaran HI. Banyak pengendara yang terhenyak dan berhenti sejenak.
Tidak ada orang yang ingin hidup dengan satu ginjal saja. Namun Sugianto
rela organ tubuhnya pincang agar masa depan Ayu cemerlang. Sugianto berkata
bahwa dia akan melakukan apa saja untuk menebus ijazah SMU milik Ayu yang
tertahan di sekolahnya lantaran tunggakan biaya. Bagi Sugianto, Ayu adalah
prioritas utama yang membuatnya tak segan menjual ginjal dan menanggung
risiko yang tak kecil.
Putriku harus sekolah, aku tidak akan menyerah
Ayu menunggak biaya sekolah sebanyak 17 juta rupiah. Angka yang sangat
besar bagi Sugianto yang berprofesi sebagai penjahit dan berpenghasilan 2,5
juta per bulan tersebut. Sebenarnya, Ayu bersekolah di sekolah yang gratis
namun ketika sekolah itu berganti aturan, tiba-tiba Ayu harus membayar 17
juta agar bisa mendapatkan ijazah SMU nya. Sugianto tak berdaya, dirinya
tak punya harta yang bisa dijual untuk menebus ijazah putri tercintanya.
Sugianto hanya punya ginjal yang dia relakan dijual agar Ayu bisa mendapat
Ijazah dan kuliah.
Untuk itu saya jual ginjal saya sesuai dengan tagihan anak saya. Sebetulnya
Rp 1 miliar tidak akan saya jual cuma ini demi masa depan anak, ujar
Sugianto dengan tatapan menerawang. Dia menghela napas dalam, dan
menghembuskannya dengan berjuta beban yang dipikulnya sendirian. Istrinya
sudah meninggal 12 tahun yang lalu dan Ayu adalah satu-satunya yang
berharga baginya. Kamu harus bisa jadi sarjana nak, bagaimanapun caranya…
Aku berusaha sekuat tenaga untuk masa depan putriku tercinta
Sebelum Sugianto menawarkan ginjalnya seperti ini, sebelumnya dirinya sudah
mendatangi Komnas HAM, menyurati Komisi X DPR RI hingga minta keringanan
dari pihak sekolah namun tidak membuahkan hasil. Sugianto tak ingin
mengemis dan pasrah, karena dia tahu bahwa hidup itu keras dan tidak mudah.
Putrinya sudah menentang keinginannya untuk menjual ginjal, namun Sugianto
tetap berkeras hati. Sugianto tidak ingin putrinya hanya berpendidikan
rendah dan berakhir menjadi pekerja seperti dirinya. Sugianto menaruh
harapan tinggi, bahwa putrinya akan memiliki nasib yang lebih baik darinya
suatu saat nanti.
Cinta sejati, tak akan segan melakukan pengorbanan besar bahkan rela mati.
Orang tua, bagaimanapun caranya, ingin memberikan yang terbaik bagi buah
hatinya. Kasih mereka sepanjang jalan, tak pernah terputus walau harus
menghadapi berbagai rintangan.
Di luar sana mungkin ada Sugianto-Sugianto lain yang berjuang keras untuk
biaya sekolah anak-anaknya tanpa peduli dengan bahaya yang mungkin
mengancam nyawa mereka.
///////////////////////////////////////////
Kisah Gadis-gadis Cantik China yang Dihukum Mati
Posted: 27 Jun 2013 10:07 PM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/tPl_C5QW6X8/kisah-ga...
Kisah Gadis-gadis Cantik China Dihukum Mati. Manusia berusaha, namun tetap
Tuhan yang menentukan takdirnya. Segala cobaan yang terjadi di luar kuasa
manusia, terkadang terasa begitu pahit dan sulit untuk dihadapi.
Wanita sering berada pada keadaan di mana mereka tidak memiliki pilihan dan
akhirnya melakukan tindakan yang berakhir dengan hukuman yang begitu
berat. Gadis-gadis ini memiliki paras elok menawan namun sayang, kisah
hidup mereka begitu getir dan menyakitkan. Terjebak dalam kondisi di mana
mereka mendapat siksaan atau terpaksa melakukan kejahatan, membuat
gadis-gadis yang masih berusia muda ini harus meregang nyawa di hukuman
eksekusi mati.
Berikut kisah gadis-gadis cantik yang seharusnya mendapatkan kehidupan yang
bahagia, tapi harus pergi dari dunia karena hukum negara China yang keras
dan tak bisa ditawar. Lalu apa yang membuat mereka sampai harus dihukum
mati? Simak ulasannya berikut ini :
Liu Yu
Mungkin Liu Yu berpikir bahwa cinta sejati haruslah di bawa sampai mati. Yu
memiliki kekasih yang sangat dicintainya, Wang. Mereka sudah bersama sejak
masih di sekolah menengah, namun sayangnya Yu tidak bisa melanjutkan
pendidikan ke bangku kuliah seperti Wang. Orang tua Wang ingin Wang dan Yu
putus, namun Yu menolaknya. Putus asa dan tidak ingin kehilangan Wang, Yu
berencana untuk membunuh Wang dan kemudian bunuh diri.
Yu mengajak Wang menginap di hotel dan memberinya obat tidur. Setelah itu,
Yu menusuk Wang dengan pisau hingga meninggal dunia. Yu semakin kalut dan
akhirnya keluar untuk membeli pil tidur lagi. Namun polisi mengetahui
tindakannya dan Yu langsung ditangkap. Setelah melalui beberapa
persidangan, Yu divonis hukuman mati dan akhirnya menyusul Wang ke alam
baka.
Lai Xiang Jian
Lai Xiang Jian melakukan tindakan pembunuhan yang direncanakan. Jian
membunuh suaminya sendiri, dibantu oleh laki-laki yang menjadi
selingkuhannya. Jian divonis hukuman mati dan pada awal tahun 1990 Jian
dieksekusi dalam usia 20 tahun.
Liu Yiping
Liu Yiping terbukti menggelapkan uang sebanyak 550.000 yen. China adalah
negara yang sangat keras terhadap kasus korupsi dan tanpa perlu menghadapi
banyak persidangan, Yiping divonis hukuman mati. Selama menunggu eksekusi
mati, Yiping menulis di buku harian tentang perasaannya menunggu
detik-detik akhir hidupnya. Yiping di eksekusi dalam usia 23 tahun.
Song Dan
Song Dan menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang guru sejak Song Dan
berusia 13 tahun. Tidak berhenti sampai di situ, Song Dan juga diperkosa
oleh pamannya sendiri. Keluarga Song Dan bukan malah menolong malah
membiarkan Song Dan dan menganggap Song Dan sebagai aib. Song Dan
disisihkan oleh keluarganya dan akhirnya masuk ke dalam pergaulan yang
semakin merusak Song Dan.
Song Dan menjadi pemabuk, melakukan seks bebas. Song Dan seolah tidak
peduli akan hidupnya sendiri dan tidak peduli dengan masa depannya lagi.
Entah apa yang ada di pikirannya, gadis cantik berusia 18 tahun ini
membunuh kekasihnya sendiri. Tahun 2005, Song Dan dihukum mati dan kini
namanya hanya tinggal menjadi kenangan yang menyesakkan.
Feng Cuiqiong
Feng mendapat vonis hukuman mati karena perdagangan narkoba. Feng dihukum
mati pada usia 21 tahun. Feng tahu bahwa apa yang dilakukannya salah dan
dia ingin berhenti dari kegiatan menjual narkoba namun tidak bisa. Feng
terlanjur jatuh pada pusaran peredaran narkoba dan nyawa Feng terancam bila
dia berhenti untuk menjadi pengedar. Namun malang tak dapat ditolak, nyawa
Feng tetap harus melayang karena hukuman yang diterimanya.
Tao Jing
Tao Jing berusia 20 tahun dan memiliki paras yang sangat cantik. Namun
sayangnya, hidupnya harus berakhir karena Jing divonis hukuman mati. Jing
dimanfaatkan oleh kekasihnya untuk membawa narkoba dalam jumlah yang sangat
besar. Jing dihukum mati pada tahun 1991 dan menjadi salah satu gadis
termuda yang mendapatkan vonis paling berat itu. Gadis cantik yang
seharusnya menjalani kehidupan dengan menyenangkan itu harus meninggal
karena cinta yang menyesatkannya.
Liu Jinfeng
Liu Jinfeng memiliki kisah hidup yang sangat menyakitkan. Sejak kecil
Jinfeng mendapatkan kekerasan dari ayah kandungnya. Setelah berusia remaja,
Ibu Jinfeng menikah lagi kemudian meninggal dunia. Pada usia 20 tahun,
Jinfeng dijual oleh ayah tirinya kepada Mr.Li. Nasib Jinfeng semakin tak
karuan setelah Mr.Li menjual Jinfeng kapda Mr.Hu. Hu sering menyiksanya
bahkan sampai hamil dan melahirkan pun Hu melakukan penyiksaan sampai
Jinfeng hampir meninggal dunia.
Jinfeng sudah tidak kuat menahan penyiksaan bertubi-tubi yang dilakukan
oleh Hu. Pada suatu malam, Jinfeng membunuh Hu dan membakar rumah tempat
mereka tinggal. Jinfeng tahu bahwa hidupnya sudah benar-benar kacau dan
tidak ada lagi harapan untuknya. Jinfeng kemudian divonis hukuman mati.
Ren Xue
Gadis cantik berusia 19 tahun ini mengalami kisah hidup yang tragis dan
membuat banyak orang menitikkan air mata. Ren Xue dihamili oleh kekasihnya
namun kekasihnya itu tidak mau bertanggung jawab. Tertekan oleh beban
moral, dijauhi oleh lingkungan sekitar dan dibuang oleh keluarganya membuat
Ren Xue semakin putus asa.
Ren Xue yang terhimpit oleh kondisi ekonomi kemudian mencari pekerjaan pada
keluarga seorang manajer tambang bermarga Ding. Ren Xue diberi pekerjaan
sebagai pelayan dan mendapatkan banyak siksaan seperti pajak gaji yang
besar dan perlakuan yang tidak layak. Sakit hati, Ren Xue membunuh salah
satu putri keluarga Ding dan karena itulah Ren Xue menerima hukuman mati di
usianya yang baru menginjak 20 tahun.
Gadis-gadis ini menjalani hukuman yang sangat berat dan mungkin mereka
sendiri takut untuk menghadapinya. Sebagian besar dari mereka melakukan
kejahatan karena keadaan hidupnya yang sudah berantakan dan sudah putus asa.
Menjadi korban pelecehan, dijual, diperdaya kekasih, mereka semua bermula
dari permasalahan yang membuat mereka melakukan kejahatan yang tak
termaafkan.
Pembaca, itulah kisah hidup gadis-gadis china yang dihukum mati,
sebagaimana Dunia Baca dot Com lansir dari laman Vemale. Semoga bermanfaat.
///////////////////////////////////////////
Kumpulan Kisah Mahasiswi yang Hilang secara Misterius
Posted: 27 Jun 2013 06:56 PM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/n6BhmLw9uAM/kumpulan...
Kumpulan Kisah Mahasiswi yang Hilang secara Misterius. Setiap hari, laporan
kehilangan orang terdekat sepertinya tak pernah ada habisnya. Namun,
rata-rata yang dilaporkan hilang adalah anak remaja atau mereka yang
memiliki problem kejiwaan.
Uniknya, beberapa kasus kehilangan itu terjadi pada mahasiswa beberapa
kampus ternama. Hingga kini kasusnya belum terpecahkan dan menjadi misteri.
Berikut adalah lima kisah hilangnya mahasiswa secara misterius, yang pernah
dilaporkan di dunia.
Paula Jean Welden, mahasiswi Bennington College
Usia Paula kala itu masih 18 tahun, dan setelah menghabiskan jam
freelancenya, ia pamit untuk pulang ke asrama tempat tinggal. Awalnya ia
mengajak beberapa rekannya, namun mereka masih enggan pulang dan memilih
menghabiskan waktu untuk bersenang-senang.
Paula sendiri memilih pulang sendiri, dengan alasan akan belajar sehingga
ia dapat segera hiking ke gunung Glastenbury.
Anehnya, itulah hari terakhir Paula muncul. Ia kemudian dilaporkan hilang
dengan masih mengenakan dress casualnya, tidak membawa apapun dari
kamarnya. Ia sepertinya tak pernah kembali ke asrama dan langsung
menghilang begitu saja.
Menurut saksi, Paula dibawa oleh para pemuda bermotor yang hendak berangkat
hiking. Namun, mustahil kan apabila ia pergi hiking tanpa persiapan apapun
dan akhirnya menghilang.
Jack Davis Jr, mahasiswa Indiana University
16 Oktober, 187, seorang mahasiswa bernama Jack sedang menghabiskan malam
bersama teman-temannya. Ia kemudian dilaporkan hilang dan tidak ditemukan
selama beberapa hari.
Mengejutkan, lima hari kemudian tiba-tiba mayatnya ditemukan di tangga hall
kampusnya. Jack dalam posisi tertelungkup dan ada sisa muntahan.
Diberitakan bahwa ia tersedak muntahan kemudian jatuh dari tangga.
Enggan mempercayai berita ini dan merasa ada yang janggal, kemudian
keluarga mengajukan pemeriksaan forensik. Di sini kemudian ditemukan bahwa
ada retakan di kepala Jack. Sebelum hilang, ia juga mencukur bersih
wajahnya, tetapi di hari itu terlihat beberapa luka bekas cukuran di wajah.
Tubuhnyapun ditemukan dalam kondisi kering, padahal seharusnya hujan
membasahinya, karena selama beberapa hari hujan turun begitu derasnya.
Pun demikian, akhirnya tak ada seorangpun yang bisa memecahkan kasus
kematian Jack. Dan keluarga harus merelakan kepergian misteriusnya itu.
Lynne Schulze, mahasiswi Middlebury College
Adalah Lynne, seorang mahasiswa baru di Middlebury College yang sedang
menjalani ujian semester jelang liburan panjang dilaporkan hilang
misterius. Pada saat itu, ia dan teman sekamarnya hendak pergi ke kampus
mengikuti ujian. Namun, ia meminta temannya pergi terlebih dahulu karena
bolpoinnya tertinggal.
Lynne pamit kembali ke asrama untuk mengambil alat tulisnya, tetapi ia tak
pernah datang ke ruang ujian. Beredar rumor bahwa Lynne memalsukan
kematiannya karena memang ia merasa stres dan bosan kuliah di sana. Namun,
teman-teman terdekat Lynne tahu benar bahwa Lynne tidak membuang-buang
waktu, dan ia tetap rajin belajar di sana. Sehingga mustahil apabila
kejenuhannya sampai membuat ia melakukan hal bodoh.
Hingga kini, Lynne tak pernah ditemukan dan tak ada yang tahu di mana ia
berada.
Joshua Guimond, mahasiswa St John University
Joshua Guimond, mahasiswa St John University dilaporkan hilang setelah
pamit pulang dari pesta bersama rekan-rekannya. Ia pamit hendak kembali ke
apartemen, tetapi ternyata ia tak pernah ditemukan pulang. Bahkan mobil
serta barang-barangnya masih tersimpan rapi di dalam mobil.
Dua minggu setelahnya, tiga mahasiswa yaitu Christopher Jenkins, Michael
Noll dan Erika Marie juga dilaporkan hilang setelah pesta. Namun kemudian
pembunuhnya ditemukan. Dikhawatirkan bahwa hilangnya Joshua masih berkaitan
dengan terbunuhnya tiga mahasiswa tersebut. Sayangnya tak pernah ada kabar
dan si pembunuh mengaku tak tahu menahu soal Joshua.
Kristin Smart, mahasiswa Cal Poly State University
Kristin, Paul Flores dan dua orang sahabatnya pergi ke pesta kampus di
sebuah malam, 24 Mei 1996. Kristin minum cukup banyak di pesta tersebut
sehingga ia berjalan terhuyung-huyung. Paul mengaku bersedia mengantarkan
Kristin hingga ke asramanya, sedangkan kedua teman lain memilih berpisah
jalan.
Namun, ternyata Kristin tak pernah kembali ke asrama dan dilaporkan hilang.
Paul adalah saksi terakhir yang terlihat bersama Kristin, namun ia mengaku
bahwa telah mengantarkan Kristin pulang dan membiarkannya masuk ke dalam
asrama sendiri. Kecurigaan polisi kemudian membuat mereka menggeledah kamar
Paul. Anjing pelacak menemukan bekas aroma Kristin di matras Paul, serta
tanda pengenal Kristin. Pun demikian, Paul terbebas karena menggunakan hak
amandemennya untuk tidak menjawab pertanyaan investigasi apapun.
Paul Flores merupakan tersangka utama hilangnya Kristin, namun hingga kini
ia bebas karena tak ada cukup bukti yang dapat memenjarakannya. Sedangkan
tubuh Kristin tak pernah ditemukan di manapun.
///////////////////////////////////////////
Kisah Polwan Inggris Berjilbab karena Jatuh Cinta Pada Islam
Posted: 27 Jun 2013 03:34 PM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/FRbocHjWpFQ/kisah-po...
Kisah Nyata Polwan Inggris Berjilbab karena Jatuh Cinta Pada Islam. Disadur
dari laman Merdeka, yang dilansir dari The New Stribe, setiap hari sekitar
13 orang Inggris masuk Islam dan sebagian di antaranya adalah warga
berkulit putih. 75 % di antaranya adalah wanita.
Membuat keputusan untuk memilih agama yang kita yakini memang tidak mudah.
Namun bagi wanita yang bekerja sebagai polisi, Jayne Kemp, berhasil
melakukannya dengan sungguh-sungguh dan nampaknya ia sangat menikmati hal
tersebut.
Wanita berusia 28 tahun ini jatuh cinta pada Islam dan mulai menggunakan
jilbab, bahkan ketika ia bekerja. Jayne menjadi begitu penasaran dengan
agama Islam sejak ia menolong seseorang. Ia kini juga berencana untuk
mengubah namanya menjadi Aminah.
Jayne bertugas dengan menggunakan hijab dan kadang mengambil waktu ekstra
agar pada hari Jumat ia bisa libur dan menghadiri Sholat Jumat di masjid,
dilansir dari The Sun. Keputusannya ini ia terapkan sejak April 2012 lalu.
Kupikir Islam mengharuskan setiap wanita untuk memasak di dapur, namun aku
belajar kesederhanaan, kesabaran dan sikap saling menghormati pada orang
lain, kata Jayne. Aku bukan mencari agama yang tepat saat ini saja. Kurasa
aku jatuh cinta dengan Islam.
Keputusan Jayne ini adalah kehendak pribadi. Oleh karena itu, ia kini
memiliki keyakinan yang berbeda dari anak-anaknya dan suaminya. Namun hal
itu tak menjadi masalah. Biasanya anak-anak ini akan merayakan Natal
bersama sang ayah dan Jayne akan membuat masakannya sendiri agar lebih
halal.
Keluargaku umumnya saling mendukung. Aku bahagia bila mereka bahagia. Kata
saudara perempuanku, aku terlihat sangat bahagia saat ini. ujarnya.
Salah satu yang membuat Jayne makin yakin untuk menjadi muslimah adalah
saat ia ngobrol dengan muslim lainnya di Twitter. Muhammad Manzoor yang
menjadi pengurus masjid lokal di sana membantunya untuk berubah seperti
sekarang. Meski pada awalnya ia sempat takut kalau para koleganya akan
mencibir dengan perubahan hidupnya yang sangat drastis dan dramatis.
Banyak orang yang meyakini bahwa langkah tersulit dalam kehidupan adalah
langkah pertama. Namun, kita tak akan tahu apa yang mungkin terjadi bila
tidak melangkahkan kaki kita. Jayne memang awalnya ragu menjadi muslimah.
Namun setelah belajar banyak dan memantapkan hati, ia memberanikan diri
untuk masuk Islam dan berjilbab.
Jayne bahkan mengikuti aturan sholat, berpakaian dan makan yang benar dalam
Islam. Beruntungnya Jayne memiliki keluarga yang saling mendukung sekalipun
memiliki perbedaan. Semoga Jayne bisa semakin memantapkan jalan hidupnya
kini.
///////////////////////////////////////////
Penyebab Ditindih Setan saat Tidur dan Cara Mengatasinya
Posted: 27 Jun 2013 10:16 AM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/JZaO0w1OTnQ/penyebab...
Penyebab Sleep Paralysis (Ditindih Setan saat Tidur) dan Cara Mengatasinya.
Ditindih setan atau makhluk halus adalah fenomena yang sering terjadi saat
tidur. Dalam kondisi tersebut, seseorang terbangun dari tidur, pikirannya
sadar tetapi seluruh badan tidak bisa digerakkan.
Seolah ada beban berat di atas tubuh, napas sesak dan seperti tercekik.
Belum lagi munculnya bayang-bayang hitam di atas tubuh. Sudah pasti,
fenomena tindihan atau ditindih makhluk halus menjadi hal mistis.
Tetapi.. pengetahuan makin maju, ada penjelasan ilmiah apa itu ditindih
setan, nama kerennya adalah sleep paralysis.
Penyebab Sleep Paralysis
Sebelum menjelaskan apa itu sleep paralysis, akan di jelaskan 4 tahapan
dalam tidur. Tidur tidak sekedar menutup mata, ada tingkat berlapis untuk
memiliki kualitas tidur yang baik. Semua orang dalam kondisi normal akan
melewati tahap ini:
Kondisi saat masih setengah sadar.
Kondisi mulai tertidur dalam.
Kondisi tidur yang lebih dalam.
Rapid eye movement (REM) dalam kondisi ini, mimpi terjadi.
Semua tahapan itu harus dilalui berurutan, sehingga ada koordinasi yang
bagus antara kesadaran dan gerakan anggota tubuh.
Dalam kasus tindihan atau sleep paralysis, seseorang yang tidur dengan
kondisi tubuh lelah membuat otak tidak merespon tidur dalam urutan yang
benar. Biasanya dari tidur setengah sadar langsung menuju REM. Akibatnya,
saat terbangun, pikiran sudah sadar, tetapi tubuh masih dalam kondisi
tidur,. Hal itu membuat tubuh terasa seolah lumpuh tidak bisa digerakkan.
Sleep paralysis biasanya terjadi pada orang yang sedang dalam kondisi
sangat capek, stres, banyak pikiran, punya lingkungan kerja buruk dan
sebagainya. Tubuh yang setengah sadar saat mengalami sleep paralysis sering
menimbulkan bayangan atau halusinasi makhluk menyeramkan, sehingga sleep
paralysis sering dianggap sebagai kejadian mistis.
Cara Mengatasi Tindihan Atau Sleep Paralysis
Setiap orang bisa mengalami sleep paralysis, jika ini sampai terjadi pada
Anda, ingatlah dua poin di bawah ini:
Jangan panik. Saat Anda panik, Anda akan semakin sulit bernapas dan
bergerak. Tarik napas panjang dan berdoa, karena semua akan baik baik saja.
Setelah tenang, walaupun tubuh dalam kondisi tidak bisa digerakkan,
Anda masih bisa menggerakkan jempol kaki. Gerakkan jempol kaki perlahan,
maka sedikit demi sedikit, tubuh Anda bisa kembali digerakkan.
Sebisa mungkin hindari posisi tidur terlentang, karena korban sleep
paralysis biasanya dalam posisi terlentang. Pilih posisi tidur menghadap ke
samping.
Pembaca, itulah Penyebab Ditindih Setan saat Tidur dan Cara Mengatasinya.
Semoga bermanfaat. Apakah Anda pernah mengalami tindihan atau sleep
paralysis?
--
You are subscribed to email updates from "Dunia Baca dot Com."
To stop receiving these emails, you may unsubscribe now:
feedburner.google.com/fb/a/mailunsubscribe?k=5vjiFG5dQO4l...
Email delivery powered by Google.
Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610
MENUJU MASYARAKAT ISLAMI
Oleh Sebuah Gerakan Kebangkitan pada 4 September 2011 pukul 2:01
MASYARAKAT ISLAMI
Masyarakat Islami adalah masyarakat yang dinaungi dan dituntun oleh norma-norma Islam, satu-satunya agama Alloh . Masyarakat yang secara kolektif atau orang perorangan bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam meniti sirotulmustaqim. Masyarakat yang didominasi oleh istiqomah, kejujuran, kebersihan ruhani dan saling kasih mengasihi. Walaupun mereka berbeda-beda dalam tingkat dan kadar pemahaman terhadap rincian ajaran Islam, tetapi mereka telah memiliki pondasi yang sama untuk menerimanya secara totalitas. Mereka adalah masyarakat yang tunduk dan patuh pada syariat Alloh , dan berupaya mewujudkan syariat Nya dalam semua aspek kehidupan. Saat itu, pada dasarnya mereka sedang berupaya secara serius mewujudkan arti penghambaan yang sebenarnya kepada Robbul ‘alamin. Untuk itulah, mereka bersungguh-sungguh mengamalkan sisi-sisi tuntunan ajaran Islam dalam bentuk amal shalih, dengan upaya yang maksimal dari kemampuan mereka.
Mereka adalah masyarakat yang dengan sungguh-sungguh menjaga diri agar tidak terjatuh secara sengaja dalam bentuk kedurhakaan kepada Alloh . Kalaupun terkadang tergelincir ke dalam bentuk dosa dan ma’siyat, mereka segera kembali kepada-Nya, tersungkur dengan bertaubat memohon maghfirah-Nya yang sangat luas dan bertekad kuat untuk tidak mengulangi-nya kembali. Walaupun pada kenyataannya mungkin saja ketergelinciran itu terulang kembali.
Pada masyarakat seperti ini, amanat dan keamanan akan sangat terjaga. Kerusakan dalam segala bentuknya akan sangat dan sangat terminimalisir. Kemiskinan yang terjadi hanyalah kemiskinan yang benar-benar normal dan tak terhindarkan. Bukan seperti kemiskinan yang merebak bagaikan wabah, disebabkan oleh konspirasi penghisapan darah rakyat jelata. Kemiskinan yang normal dan sangat minimal itu pun teringankan oleh keberkahan segalanya. Kemudian harapan-harapan balasan akhirat atas kesabaran hidup di kemiskinan menjadi pelipur dan penghibur yang besar sekali. Akhirnya hubungan mesra dengan Alloh akan mengguyur seluruh orang dengan hujan kebahagiaan sejati yang tak ada hentinya. Ketika masyarakat telah didominasi dan dituntun oleh norma-norma Islam, maka pasti Alloh akan memenuhi janji-Nya, dengan memberikan kepada mereka keberkahan dalam semua sisi kehidupan mereka.
Alloh berfirman :
“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan-keberkahan dari langit dan bumi...” (QS. Al-A’raf [7]: 96).
Mereka akan mendapatkan kebaikan, ketenangan dan kesejahteraan dalam kehidupan mereka, karena Alloh memberikan kenikmatan-Nya dalam beragam bentuk dan dari berbagai jalan. Seluruh aspek kehidupan; ekonomi, politik, dan sosial kemasyarakatan, dipenuhi sumber-sumber kebaikan yang diberkahi.
Alloh berfirman:
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl [16]: 97)
Kenikmatan yang mereka terima bukan hanya sebatas berwujud materi kebendaan, tetapi juga berwujud nonmateri yang mereka rasakan sebagai hasil dari baiknya hubungan interaksi (muamalah) dengan sesama dan buah dari penerapan setiap sisi ajaran Islam yang mulia oleh seluruh komponen masyarakat. Setiap orang, masing-masing dalam kedudukan dan tanggung jawabnya, menunaikan kewajiban sebagaimana mestinya sesuai tuntunan Islam. Semua bergerak, berlomba-lomba mencurahkan segenap kemam-puan dalam menghasilkan amal terbaik mereka. Sehingga tidaklah mereka mendapatkan hasil darinya kecuali kebahagiaan dan kemuliaan. Setiap orang tidak hanya akan menerima manfaat dari orang lain, tetapi juga akan berupaya untuk memberi manfaat kepada orang lain. Saling tolong-menolong dalam kebaikan menjadi budaya yang mendominan di tengah masyarakat. Termasuk dalam bentuk upaya serius dan terus menerus membina dan membimbing saudaranya ke arah penerapan sisi-sisi ajaran Islam, serta meluruskan dan menasihatinya di saat terjadi kekeliruan dan penyimpangan. Setiap gerak aktivitas mereka akan semakin menambah bobot amal shalih yang membuahkan kenikmatan bagi mereka masing-masing.
Dengan demikian, mereka akan mendapatkan manfaat teramat besar berupa terjaganya agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta mereka. Hal ini disebabkan faktor-faktor perusak dan penghancur unsur-unsur tersebut tidak lagi mendominasi masyarakat.
Sungguh, seluruh sisi kehidupan mereka akan menjadi hal yang membaha-giakan. Walaupun banyak problem kehidupan yang membawa duka dan melelahkan sebagai salah satu karakter kehidupan di dunia, akan tetapi mereka mampu menghadapinya dengan penuh kesabaran, didasarkan pada keimanan yang mendalam bahwa hal itu adalah salah satu bentuk ujian untuk mencapai derajat kemuliaan yang lebih tinggi.
Semua kerja keras mereka di dunia ini akan mendapatkan balasan berupa jannah dan seluruh kenikmatan yang tiada tara, dalam kehidupan di akhirat yang kekal abadi. Amal-amal kebaikan mengalir deras dan tumbuh lebat dengan hanya satu motivasi, mengharapkan ridho Alloh .
MASYARAKAT NON ISLAMI
Masyarakat yang non Islami adalah masyarakat yang secara kolektif tidak tunduk kepada syariat Alloh . Dengan demikian ia hanya tunduk kepada selain syariat Alloh . Di dalam suatu masyarakat yang tidak Islami, segala bentuk komponen penjauh manusia dari Alloh akan tumbuh menjamur dengan subur tanpa ada perintang yang berarti. Rangsangan-rangsangan birahi liar dan haram bermunculan di tiap pojok bangunan masyarakat. Rangsangan-rangsangan ini akan menjerumuskan kepada perzinahan-perzinahan yang menghasilkan penyakit-penyakit berat, kerusakan rumah tangga dan menuntun kepada banyak kerusakan-kerusakan lainnya yang tak terbatas.
Transaksi-transaksi riba akan menyebar seluas-luasnya. Kerusakan yang diakibatkan oleh sistem ribawi sudah tidak asing lagi. Krisis-krisis financial global adalah saksi-saksi yang selalu bermunculan dari waktu ke waktu. Sistem ribawi adalah sistem kedzoliman yang menyedot kekayaan kebanyakan umat untuk dipersembahkan kepada segelintir manusia. Dosa sesuap riba sama dengan dosa menyetubuhi ibu kandung sendiri!
Rasa tidak takut kepada Alloh akan terus menjalar dan inilah induk dari semua kedzoliman. Banyak lagi kerusakan-kerusakan yang tidak terhitung banyaknya akan terjadi. Semua itu akan menyebabkan kemurkaan Alloh untuk kemudian akan mengundang bencana-bencana yang tidak ada hentinya.
Di masyarakat non Islami, pembusukan jiwa terus terproses dan bersemi dikarenakan dominasi mesin-mesin kemungkaran. Hasilnya adalah tindakan-tindakan kriminalitas yang kian hari akan semakin meningkat. Perilaku buruk terus menjamur dan mendominasi kehidupan masyarakat menambah panjang deret angka kejahatan yang akan terus melonjak dengan sangat tajam. Pada masyarakat non Islami, motivasi prilaku kebanyakan manusia adalah hawa nafsu, kejahilan dan manfaat sementara untuk individu-individu. Dengan demikian pelanggaran-pelanggaran norma islami akan dilakukan oleh hampir semua tingkatan masyarakat, baik secara perorangan maupun kolektif, berbentuk tindak pidana ringan dari oknum-oknum pribadi maupun kejahatan sistematis dari banyak kelompok terorganisir. Bukan hanya aksi-aksi kriminalitas yang dilakukan dengan sangat halus dan tersembunyi yang akan terjadi, akan tetapi juga tindakan-tindakan yang sangat brutal, ganas dan sadis akan sangat mudah terjadi antar anggota masyarakat, atau bahkan antar anggota satu keluarga. Sedangkan penjara tidak pernah menjadi obat. Bahkan hanya menjadi tempat persemaian penjahat-penjahat kelas berat masa depan dan rumah derita untuk terpidana dan keluarga mereka. Pembunuhan dengan kekerasan yang dilakukan sangat biadab. Perjudian dari yang dilakukan dengan peralatan sederhana sampai paling modern. Perampasan harta dan kehormatan orang lain. Miras dan narkoba yang akan semakin bebas, dikonsumsi oleh kalangan yang tak lagi terbatas. Semua itu akan dilakukan dengan sangat terbuka dan terang-terangan, bahkan pelakunya tak lagi merasa berdosa.
Anak-anak muda akan terus mempertunjukkan gaya hidup hedonis. Tidak takut lagi melakukan pergaulan bebas, dan perbuatan amoral lainnya yang lebih buruk. Para orang tua akan melalui masa tua dengan penuh keresahan, sangat sulit membimbing putra-putri tercinta, disebabkan sang orang tua telah salah arah, karena mereka sendiri membangun hidup keluarga dengan sistim non Islami yang sangat jauh dari nilai ketauladanan. Unsur-unsur perusak yang meracuni buah hati mereka dibiarkan begitu saja, bahkan ditanam dengan sengaja, yang hasilnya mereka dapatkan dengan sangat pahit, mengenaskan dan menyengsarakan. Keluarga bahagia hanya akan tinggal cerita yang tak mungkin terwujud, karena anggotanya tak lagi memegang norma-norma Islami pembawa kebahagiaan sejati. Ketentraman dan kesejahteraan dalam kehidupan masyarakat tak mungkin didapatkan, di saat norma-norma Islam yang memayunginya telah dicampakkan.
Negara akan terus sibuk mengatasi berbagai problem yang terus menggunung. Seluruh aspek kehidupan; ekonomi, politik, dan sosial kemasyarakatan diliputi problem rumit dan tak kunjung dapat diatasi. Berbagai konsep dari para pakar-pun tak mampu mengatasinya. Yang ada hanyalah bencana dan malapetaka.
Semua terjebak oleh perangkap syetan durjana..! Hawa nafsu begitu diagungkan dan disembah. Harta menjadi standar untuk menilai tinggi rendahnya martabat seorang manusia. Ketenangan hidup, rasa aman dan kebahagiaan hakiki menjadi sangat mahal dan sulit dijumpai. Semua merasakan kesempitan, kepedihan, kesengsaraan dan duka mendalam akibat ulah tangan mereka sendiri yang melupakan ayat-ayat Alloh .
Alloh berfirman:
“Barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit... .” (QS. Thaha [20]: 124)
Sudah menjadi sunnatulloh dalam kehidupan manusia, baik secara pribadi maupun masyarakat bahwa jika mereka mengganti nikmat Alloh yang berupa keislaman dan keimanan dengan kejahiliyahan dan kekufuran, mereka pasti akan mendapatkan bencana-bencana yang sangat mengerikan baik di dunia maupun di akhirat. Suatu sunnatulloh yang tak mungkin akan berubah dan berganti.
Alloh berfirman:
“Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka; Alloh telah menimpakan kebinasaan atas mereka serta akan menimpakan pula kebinasaan yang sama atas orang-orang kafir itu.” (QS. Muhammad [47]: 10)
Lihatlah sejarah kelam kaum `Ad, Tsamud, kaum Fir`aun yang dihancur leburkan oleh Alloh , serta runtuhnya khilafah Utsmaniyyah di Turki, ketika pada akhir-akhir masa kekuasaannya mulai meninggalkan kemurnian Islam. Ingatlah bencana-bencana dan akibat buruk yang akan diderita suatu masyarakat, saat mereka tidak lagi Islami. Di antaranya bisa kita sebutkan berikut ini:
A. Penindasan Sesama.
Misi hadirnya Islam adalah mengeluarkan manusia dari perbudakan sesama hamba menuju pengabdian hanya kepada Alloh , dari kedzaliman agama-agama (selain Islam) menuju keadilan Islam serta dari kesempitan dunia menuju keluasan akhirat.
Hanya dengan Islam, manusia akan mendapatkan kemerdekaannya yang hakiki dari berbagai penindasan, baik penindasan perbudakan, penindasan agama dan penindasan dunia. Tanpa Islam, sebagian komunitas masyarakat hanya akan menjadi pihak penindas bagi komunitas lainnya.
Alloh menggambarkan bencana ini di masa Fir`aun dengan gamblang:
“Sesungguhnya Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berkasta-kasta, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir'aun termasuk golongan para perusak.” (QS. Al-Qosos [28]: 1-4)
B. Tidak Ada Rasa Aman.
Alloh akan mencabut rasa aman dan tuma`ninah dari seseorang atau masyarakat jika mereka tidak lagi Islami.
"Dan Alloh telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Alloh; Karena itu Alloh menimpakan mereka kondisi kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." (QS. An-Nahl [16]:112)
C. Kerusakan di Segala Bidang.
Dosa dan kemaksiatan telah membawa berbagai kerusakan di air, udara, tanam-tanaman dan buah-buahan serta tempat kediaman. Bencana sosial, keruskan moral, kekacauan politik, ekonomi dan budaya akan terus bergulir. Alloh berfirman:
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Alloh menimpakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Qs. Ar-Rum [30]: 41)
Menurut mujahid (seorang tabi’in):
“Jika orang dzolim berkuasa, dia akan melangkah melakukan kedzoliman dan kerusakan, sehingga Alloh menahan hujan-Nya. Di saat itulah Alloh menghancurkan tanam-tanaman dan anak keturunan, karena Alloh tidak menyukai kerusakan.”
Ibnu Qoyyim menjelaskan :
“bahwa yang dimaksud kerusakan dalam ayat ini adalah kekurangan, keburukan dan bencana-bancana yang dimunculkan Alloh di muka bumi akibat maksiat para hambaNya. Setiap kali mereka menampilkan satu dosa, setiap kali itu pula Alloh munculkan satu hukuman-Nya.”
(( فَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ ؛ قَالَ: أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللهِ . فَقَال :يَامَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ! خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ، وَأَعُوذُ بِاللهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ: لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا .وَلَمْ يَنْقَصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلاَّ أُخِذَوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّة الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ .وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ، وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا .وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللهِ وَعَهْدَ رَسُوِلِهِ، إِلاَّ سَلَّطَ اللهُ عَلَيْهِمْ عَدُوّاً مِن غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَافِي أَيْدِيهِمْ .وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللهِ، وَيَتَخَّيُروا ممَّا أَنْزَلَ اللهُ، إِلاَّ جَعَلَ اللهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ ))
“Dari Abdullah bin Umar bahwasanya Rosululloh menemui kami kemudian Rosululloh bersabda: “Hai orang-orang Muhajirin, lima perkara; jika kamu ditimpa lima perkara ini, aku mohon perlindungan kepada Alloh agar kamu tidak mendapatinya.
- Jika perbuatan keji (seperti: zina, minum khomr, judi, merampok dan lainnya) dilakukan pada suatu masyarakat dengan terang-terangan, maka akan tersebar wabah penyakit tho’un dan penyakit-penyakit lainnya yang tidak ada pada orang-orang dahulu yang telah lalu.
- Orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan, pasti mereka akan disiksa dengan paceklik, kehidupan susah, dan kezholiman pemerintah.
- Ketika orang-orang tidak membayar zakat hartanya, pasti hujan dari langit juga akan ditahan dari mereka. Seandainya bukan karena hewan-hewan, manusia tidak akan diberi hujan.
- Mereka yang membatalkan kesetiaan kepada Alloh dan kepada Rosul-Nya, pasti Alloh akan menjadikan musuh mereka (orang-orang kafir) menguasai mereka dan merampas sebagian yang ada di tangan mereka.
- Dan selama pemimpin-pemimpin (negara, masyarakat) tidak meng-hukumi dengan kitab Alloh, dan memilih-milih sebagian apa yang Alloh turunkan (untuk diterapkan dan tidak diterapkan), Alloh akan menjadikan permusuhan di antara mereka.”
(HR. Ibnu Majah no. 4019, al Bazzar, al Baihaqi; dari Ibnu 'Umar. Dishohihkan oleh Syaikh al Albani dalam ash-Shohihah no. 106, Shohih at-Targhib wat-Tarhib no. 764, Maktabah al Ma’arif)
D. Kehancuran umat-umat yang sebelum kita karena penyelisihan mereka terhadap Islam.
Alloh berfirman:
“Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini, karena mereka berbuat fasik. Dan telah Kami tinggalkan padanya satu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berakal. (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan, saudara mereka Syu'aib, Maka ia berkata: “Hai kaumku, beribadahlah hanya kepada Alloh, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kalian berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan”. Maka mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka. (Juga) kaum 'Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kalian (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Alloh), sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam, (juga) Qorun, Fir'aun dan Haman. Sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu). Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Alloh sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS. Al-`Ankabut [29]: 34-40)
REALITA MASYARAKAT KITA
Pada bab ini kita ingin menjawab suatu pertanyaan: masyarakat Islami kah masyarakat kita dewasa ini?
Realita memastikan bahwa masyarakat kita bukanlah masyarakat Islami walaupun mayoritas penduduk Indonesia adalah kaum muslimin, walaupun orang-orang soleh seperti Anda, wahai pembaca yang budiman, masih banyak sekali, akan tetapi bukan norma-norma Islam lah yang mendominasi kehidupan kita dalam bermasyarakat. Demikian juga banyak sekali individu-individu kita yang tanpa sadar telah mengadopsi pemikiran sekuler.
Realita keterpurukan ruhani di negeri kita pun sudah sangat mengerikan dan sudah banyak berpotensi mengundang azab dari Alloh . Bahkan azab-azab itu memang sudah berdatangan bertubi-tubi bagaikan gelombang lautan yang terus menerus bergantian menghempas pantai.
Bukankah kita dapati banyak sekali ”tuhan-tuhan palsu” yang dinobatkan untuk diibadahi oleh banyak orang? Kuburan-kuburan tempat berdo'a, pohon-pohon tempat bermohon, keris-keris yang dipelihara karena mengharapkan penjagaannya, simbol-simbol yang dipasang di atap-atap rumah untuk menolak bahaya dan lain-lain.
Bukankah sampai sekarang ruwatan desa atau kampung dengan mempersembahkan sesajen kepada para "penguasa gaib" masih terus berjalan dari waktu ke waktu demi "menyelamatkan" desa atau kampung? Sedangkan secara pasti kita sudah mengikrarkan bahwa tidak ada Tuhan yang sebenarnya selain Alloh dan ditangan-Nya lah semua keputusan. Dia-lah satu-satunya yang berkuasa menentukan apa saja di bumi ini, tiada Tuhan selain Dia!.
Bukankah sihir, yang tak mungkin didapat tanpa menyembah setan, banyak sekali menyebar di pelosok-pelosok negeri? Bahkan media televisi kita yang cukup banyak, gemar sekali menampilkan tayangan-tayangan kesyirikan. Media-media cetak kita memasang iklan-iklan penawaran pelayanan-pelayanan mistik dan semua media memuat ramalan-ramalan nasib manusia di masa depan, suatu kesyirikan menandingi Alloh di ilmu gaib-Nya dan masih banyak dan banyak sekali yang semacam itu. Semua ini menunjukkan adanya kepercayaan batil yang sangat bertentangan dengan kebenaran dan bertentangan dengan kemuliaan manusia. Inilah biang segala keterpurukan !!.
Tidak heran bila pada masyarakat yang mana akal dan pikirannya demikian, kita dapati banyak sekali pelanggaran-pelanggaran susila dari pameran aurat wanita sampai pada perzinahan. Korupsi besar-besaran yang semakin lama semakin marak, narkoba dan miras yang semakin turun lapangan penggunaannya mengarah ke tingkat anak-anak SD.
Adapun bencana-bencana yang bermunculan akibat pelanggaran tersebut sudah bukan rahasia lagi. Tentunya buku setebal apapun tidak akan cukup jika kita ingin mencatat semua musibah yang menimpa negeri ini walaupun hanya sejak kemerdekaan sampai akhir abad ke-20 lalu saja. Di antara rentang waktu antara kembalinya Sekutu tak lama setelah proklamasi kemerdekaan sampai pemberontakan-pemberontakan yang banyak menelan harta dan jiwa yang tak terhitung banyaknya sampai krisis moneter di penghujung abad ke-20 itu, banyak sekali musibah-musibah berupa bencana-bencana alam yang saling susul menyusul. Bencana-bencana yang tambah cepat jarak waktu dari satu ke yang lainnya terus berdesakan sejak kita memasuki abad ke-21 ini. Di antaranya Tsunami yang menelan lebih dari dua ratus ribu jiwa dan memporak-porandakkan habis-habisan sebagian dari negeri ini. Goyangan-goyangan gempa yang mematikan dan letusan-letusan gunung-gunung berapi yang membakar anak-anak bangsa hidup-hidup serta melenyapkan harta benda milik mereka yang tersisa hidup. Banjir yang bukan hanya menghancurkan banyak dari infra struktur negeri ini, akan tetapi juga menjadikan para korban yang masih hidup terpaksa menyandang profesi baru sebagai pengemis, karena kehilangan harta milik mereka. Jatuh-nya pesawat terbang dengan korban-korbannya, kebakaran yang seakan-akan tak kan pernah berhenti, sampai-sampai terjadi di atas laut yang luas, membakar kapal berpenumpang penuh. Sampai sekarang samudra masih terus menggertak dan menakut-nakuti kota Jakarta dengan banjir yang muncul dari waktu ke waktu. Seakan-akan memberi peringatan bahwa amarahnya sudah mendekati batas maksimal. Seakan terdengar lamat-lamat geretakan gigi-gigi nya, sambil bergumam mengancam: “Aku sudah siap, tinggal menunggu perintah Tuhanku!“.
Lalu... Lapindo... ya Rawa Lapindo yang sangat aneh! Tidak bisa dicerna oleh akal secara jelas! Menelan korban harta yang tak terhitung banyaknya, terus merayap entah bagaimana jadinya.
PENEGAKKAN SYARIAT
Yang dimaksud dengan syariat Islamiyyah adalah hukum-hukum Alloh yang berupa perintah-perintah dan larangan-larangan yang terkandung dalam agama Islam.
Penegakkan syariat adalah tulang punggung dari sebuah masyarakat Islami. Penegakkan syariat adalah suatu kewajiban yang besar sekali dan hukum peninggalannya pun berkisar antara beberapa bobot hukum, dimulai dari dosa kecil, dosa besar, kufur asgor, dan kufur akbar.
Akan tetapi jika yang terjadi adalah penolakan syariat atau peninggalan syariat secara total, apapun sebabnya, merupakan suatu kufur akbar, yaitu mengeluarkan seseorang dari Islam. Hal ini sudah menjadi suatu kesepakatan umat Islam sejak dahulu hingga sekarang dengan dalil-dalil yang kuat sekali. Akan tetapi ada sedikit kesalah fahaman di antara banyak orang tentang penegakkan syariat ini. Ketika masalah penerapan syariat diangkat ke permukaan, maka yang pertama-tama terbersit adalah penerapan syariat pada tingkatan institusi (Negara). Padahal sebenarnya syariat meliputi hukum-hukum yang harus diterapkan pada empat tingkatan, yang mana setiap bagian dari ke empat bagian syariat itu mempunyai kekhususannya sendiri-sendiri. Keempat bagian itu adalah sebagai berikut:
1. Syari'at Individu
Banyak sekali hukum-hukum syariat yang hanya bersangkutan dengan individu seperti solat, soum, dzikir, nikah, menutup aurat dan lain-lainnya. Bahkan mengucapkan syahadatain yang merupakan syarat keislaman awal seseorang adalah bagian mendasar dari penegakkan syariat di individu. Begitu juga menuntut ilmu, membaca al-Qur’an, serta menjaga kehormatan dan kesucian diri dan akhlaq. Hukum-hukum ini tidak bisa diterapkan oleh sebuah institusi yang namanya Negara, walaupun Negara masih mempunyai kewajiban lain terhadap hukum-hukum itu selain pelaksanaan praktis. Penegakkan syariat individu ini adalah bagian yang sangat mendasar pada penegakkan syariat total.
Dari sisi tehnis, individu yang menerapkan syariat individu ini bisa kita namakan “Individu Islami”.
2. Syari'at Keluarga
Hukum-hukum Islam pun sangat penuh dengan hukum-hukum kekeluargaan seperti hukum-hukum yang mengatur hubungan suami istri (banyak sekali!), seperti kewajiban-kewajiban anggota keluarga satu terhadap lainnya, hukum-hukum waris, hadonah (hak pengasuhan dan penyusuan anak), memberikan nafkah harta dan batin, silaturahmi, menghindari sikap dayyuts (mati rasa cemburu) dalam keluarga, birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) dan lain-lain.
Yang dimaksud penegakkan syariat harus mencakup penegakkan bagian ini juga dan bukan hanya penegakkan syariat institusi! Sebuah keluarga yang berkomitmen terhadap “syariat keluarga” ini kita sebut sebagai “Keluarga Islami”.
3. Syari'at Masyarakat
Syariat Islamiyyah pun mempunyai hukum-hukum kemasyarakatan yang harus bisa diterapkan oleh masyarakat tanpa institusi. Seperti misalnya hubungan antar tetangga, pertolongan dari pihak-pihak yang kaya secara kolektif untuk pihak-pihak yang miskin, hubungan jual beli, mendirikan sholat Jum’at, mengurus jenazah, mengurus pendistribusian zakat, amar ma’ruf nahi munkar terbatas, mencetak kader-kader ahli (seperti ulama, guru, ekonom, teknokrat, dan lain-lain) pendirian lembaga-lembaga Islami yang mendukung kehidupan Islami (seperti pekuburan, rumah sakit, lembaga ekonomi syariat, lembaga pendidikan, lembaga riset dan penelitian), membuat media-media cetak maupun elektronik islami (seperti radio, Koran, majalah, website dan lain-lainnya).
Semua itu merupakan bagian penegakkan syariat Islamiyyah. Kalau semua itu ditinggalkan berarti sebagian besar syariat tidak ditegakkan. Sebuah masyarakat yang didominasi oleh pelaksanaan hukum-hukum kemasyarakatan ini, bisa kita namakan sebagai “Masyarakat Muatan Islami”.
4. Syari'at Institusi
Yang kami maksud dengan syariat institusi adalah hukum-hukum Islam yang penegakannya menjadi kewajiban dan wewenang Negara (penguasa) seperti mengangkat dan memberhentikan pimpinan negara, mengelola dan menata keuangan umat (seperti jizyah, harta rampasan perang, khoroj, dan lain-lain), mengawasi sistem ekonomi pasar, meng-hukum para perusak agama, penerapan hukum-hukum pidana, melangsungkan jihad serangan, menghukum mereka yang harus dihukum menurut ketentuan syariat, amar ma’ruf dan nahi munkar sampai yang seluas-luasnya, menuruti tuntunan syariat dalam menjaga kemas-lahatan umat dan lain-lain. Penerapan syariat institusi adalah bagian terbesar dari penerapan syariat secara total. Tanpa penerapan bagian ini, maka penerapan-penerapan lainnya akan sangat rawan runtuh. Akan tetapi walaupun demikian, penerapan bagian terpenting ini di suatu negeri sangat sulit dibayangkan jika mayoritas penduduk negeri itu enggan dan tidak mau menerapkan syariat pada tingkat individu-individu, keluarga-keluarga dan pada tingkat masyarakat. Di waktu yang sama, penduduk negerilah yang bisa diandalkan sebagai penegak dan pengawal syariat di negeri masing-masing. Karena itu di suatu negeri Islam yang belum menerapkan syariat institusi, harus terlebih dahulu diadakan penyuluhan yang kuat tentang urgensi penerapan syariat. Penyuluhan ini tidak akan membuahkan tekad dan kemauan untuk menerapkan syariat, jika belum ada pencerahan keimanan yang cukup. Hanya pada suatu masyarakat yang berorientasi kepada keselamatan dan kebahagiaan akhiratlah penyuluhan itu bisa membuahkan tekad dan usaha penegakkan syariat. Dengan kata lain, sebuah dakwah Islamiyyah yang benar dan kuat harus mendahului proses Islamisasi sebuah masyarakat. Bahkan dakwah itu sendiri adalah bagian dari proses. Masyarakat yang menerapkan syariat institusi bisa kita namakan “Masyarakat Islami Struktural” atau bisa juga dinamakan “Negara Islam”.
MOTIVASI DAN STRATEGI
Pada hakikatnya jiwa atau ruh atau tulang punggung pembentukan masyarakat Islami adalah penegakkan syariat pada ke empat ruasnya. Masyarakat Islami dan penegakkan syariat adalah dua wajah dari satu mata uang. Ketika penegakkan syariat harus dilakukan oleh tangan-tangan manusia yang bergerak di bawah tuntunan jiwa-jiwa mereka dan jiwa-jiwa itu memerlukan motivasi yang benar, maka pemotivasian adalah langkah pertama.
A. Motivasi
Motivasi membangun masyarakat Islami bertolak dari dua hal asasi yaitu:
Sebagai suatu kewajiban besar yang dituntut oleh Alloh yang mana pelaksanaanya akan menghasilkan ganjaran yang besar sekali dan pengabaiannya akan mengakibatkan hukuman yang berat.
Peraihan keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat untuk para pelaksana, keturunan mereka dan semua umat.
Kedua dasar motivasi di atas tidak akan tumbuh kecuali dengan pencerahan keimanan dan penanaman pemahaman-pemahaman Islam yang benar, yang hanya bisa diwujudkan oleh dakwah yang benar dan memadai. Karena itu strategi yang benar, khususnya di Indonesia saat ini, untuk membentuk masyarakat Islami adalah strategi dakwah.
B. Strategi Dakwah
Masyarakat Islami yang kita idam-idamkan hanya bisa dibangun oleh jiwa-jiwa yang tercerahkan oleh komitmen kepada Islam yang murni. Jiwa-jiwa itu telah memahami Islam dan bertekad dengan sangat antusias untuk menitinya secara sempurna dan menyeluruh. Jiwa-jiwa seperti ini hanya bisa dibentuk oleh suatu dakwah yang benar dan memadai. Yang kami maksud dengan dakwah yang benar dan memadai adalah dakwah yang mencakup unsur-unsur berikut:
1. Mendakwahkan kemurnian Islam
Masyarakat Islami yang kita idam-idamkan hanya bisa dibangun oleh jiwa-jiwa yang tercerahkan oleh komitmen kepada Islam yang murni. Jiwa-jiwa itu telah memahami Islam dan bertekad dengan sangat antusias untuk menitinya secara sempurna dan menyeluruh. Jiwa-jiwa seperti ini hanya bisa dibentuk oleh suatu dakwah yang benar dan kuat. Rosululloh telah mengkhabarkan bahwa umat akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, dan hanya satu golongan yang berada di atas kemurnian. Yaitu mereka yang mengikuti jejak-jejak Rosululloh dan para sahabatnya dalam memahami Islam dan menerapkannya.
Islam adalah agama Alloh satu-satunya. Di atas peta Islamlah alam semesta dibentuk dan fitrah manusia (format dasar cipta manusia) pun dibentuk dengan format Islam, bahkan Islam adalah fitrah manusia dan fitrah manusia adalah Islam itu sendiri. Hanya dengan Islam lah manusia tetap mulia seperti dasar penciptaannya dan tanpa Islam manusia akan menjadi rendah serendah-rendahnya di dunia dan di akhirat.
Alloh berfirman:
“Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya” (QS. At-Tiin [95]: 5)
Islam yang menjadikan manusia mulia di dunia dan akhirat adalah Islam yang murni. Dengan Islam yang murni ini lah manusia bisa bangkit dari keterpurukannya. Sedangkan dengan selain Islam atau selain Islam yang murni, manusia akan terpuruk seterpuruk-puruknya. Karena lahir batinnya bertentangan dengan format ciptanya (fitrah) dan berbenturan dengan format struktur alam semesta. Artinya ketika seseorang melanggar suatu peraturan dari syariat Islam maka dia akan menderita lahir batin sekadar pelanggarannya itu di dunia sebelum di akhirat. Demikianlah kita saksikan ketika misalnya seseorang berzina atau minum miras.
Ketika sebuah masyarakat menjadi tidak Islami, terpuruklah masyarakat itu dan tidak akan pernah bangkit tanpa berpegang kepada Islam yang murni. Dari sini kita dapat melihat keharusan mendakwahkan Islam yang murni sekuat-kuatnya sebagai bentuk dari pengawalan terhadap agama Alloh satu-satunya dan sebagai obat untuk menyembuhkan umat dari keterpurukan. Jiwa yang terpuruk dan tidak bangkit, tidak akan mau apalagi mampu untuk membangun masyarakat Islami. Karena kebangkitan itu sendiri adalah suatu dinamika menuju kodrat manusia yang mulia, yang tidak akan pernah mulia tanpa bersenyawa dengan Islam yang murni.
2. Dakwah yang berjama’ah dan terorganisir
Dakwah yang tidak berjama’ah dan tidak terorganisir, tidak akan mampu menghadapi musuh-musuh Islam yang menjalankan perusakan-perusakan pada sendi-sendi Islam secara berjama’ah dan sistematis. Di dunia ini ada konspirasi global terhadap Islam dan kaum muslimin. Konspirasi ini sangat besar, terorganisir dan sistematis. Di waktu yang sama kalau hanya untuk memberi nasihat bisa dikerjakan secara individual. Akan tetapi untuk mega proyek membangun masyarakat Islami mustahil dilakukan dengan usaha-usaha dakwah sendiri-sendiri. Walaupun yang demikian tetap ada manfaatnya.
3. Dakwah sarat muatan kebangkitan
Muatan kebangkitan yang dimaksud adalah misi pembangkitan jiwa-jiwa para mad’u untuk bangkit menjalankan amanah yang Alloh bebankan pada pundak manusia.
Alloh berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, lalu dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzolim dan amat bodoh” (QS. al-Ahzab [33]: 72)
Amanat ini mempunyai dua sisi, yaitu:
a. Sisi peribadatan
Manusia diciptakan dengan tujuan menjalankan peribadatan kepada Alloh saja. Inilah yang dinamakan Tauhid. Menjadikan Tauhid sebagai dasar penegakkan syariat, baik individu, keluarga, masyarakat atau institusi adalah bentuk dari pelaksanaan sisi yang satu ini.
Alloh berfirman:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah hanya kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat [51]: 56)
b. Sisi Kekhilafahan
Manusia diciptakan sebagai khalifah.
Alloh berfirman:
“Ingatlah ketika Robbmu berfirman kepada para malaikat: “Sesung-guhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…” (QS. al-Baqoroh [2]: 30)
Kekhilafahan manusia dari segi zatnya berarti dia adalah makhluk yang mempunyai kriteria-kriteria yang pantas “dipertuankan” oleh makhluk-makhluk bumi. Seluruh alam semesta pun telah diorbitkan untuk mensuplai kebutuhannya di segala bidang. Adapun kekhilafahan sebagai sebuah tugas, artinya: manusia harus menjalankan tugas sebagai pelaksana syariat atau hukum Alloh di bumi ini.
Untuk mewujudkan kebangkitan di jiwa umat hingga mau, siap dan mampu melaksanakan amanat ini, sebuah mega proyek tarbiyah jangka panjang harus dimulai dengan serius, walaupun dimulai hanya dengan pembentukan jaringan yang masih kosong dari muatan kebangkitan. Tak ada jalan untuk mengisi jaringan itu dengan muatan kebangkitan Islami, kecuali dengan dakwah yang benar dan memadai.
STRATEGI ALTERNATIF
Di lapangan gerakan kebangkitan kita dapati dua strategi alternatif dalam mencapai tujuan. Yaitu strategi parlementer dan strategi kekerasan. Walaupun dalam langkah-langkahnya sangat bertentangan, akan tetapi kedua strategi ini sama-sama mempunyai target awal yang sama yang mereka yakini akan sangat berguna untuk mewujudkan kebangkitan umat dan membentuk masyarakat Islami. Target itu adalah kekuasaan. Karena itu kedua strategi ini kita namakan “strategi tampuk kekuasaan”.
Paling sedikit ketika strategi ini diterapkan di Indonesia pada kondisi dan zaman seperti sekarang ini kami sangat yakini tidak akan mampu mewujudkan tujuan total akhir, yaitu masyarakat islami. Jangankan mewujudkan masya-rakat Islami, meraih target awal, yaitu tampuk kekuasaan pun pasti tak akan tercapai, kecuali kalau Alloh menghendakinya. Kedua strategi ini mempunyai beberapa sisi negatif yang sejenis, di antaranya:
A. Keterbengkalaian dakwah
Keterbengkalaian dakwah berarti kehancuran untuk umat. Kalau kedua strategi alternatif ini masih mempercayai dakwah adalah jalan satu-satunya untuk pencerahan jiwa, maka ini berarti mereka hanya menangguhkan dakwah sampai target awal yaitu tampuk kekuasaan teraihkan. Ini berarti bahwa penyelamatan umat dari ketergelinciran ke jahannam dan dari keterpurukan dunia tertangguhkan sampai mereka menang. Selama penangguhan itu entah berapa jiwa yang akan mati dalam kegelapan. Itupun kalau mereka menang!! Kalau mereka tidak akan pernah menang seperti yang kami yakini, maka dakwah mereka tidak akan pernah ada! Mereka akan mengklaim bahwa mereka pun berdakwah sambil berstrategi tampuk kekuasaan. Tetapi mari kita simak yang berikut:
Sangat tidak mungkin, ketika suatu kelompok mencanangkan suatu strategi untuk mencapai tujuan, kemudian kelompok itu tidak mengerahkan seluruh atau mayoritas tenaganya untuk mensukseskan strategi itu. Ketika seluruh tenaga dicurahkan untuk dakwah saja, kita masih melihat banyak yang tidak tertangani. Bagaimana pula ketika seluruh tenaga atau mayoritasnya dicurahkan untuk strategi lain.
Memang sebagian tenaga para penyandang strategi tampuk kekuasaan disalurkan di “amal dakwah”. Hal ini karena strategi mereka memerlukan “amal dakwah” untuk merekrut pengikut. Kita bisa membayangkan apakah usaha dakwah yang motivasinya hanya sekedar merekrut pengikut untuk melaksanakan strategi parlementer atau kekerasan bisa menghasilkan suatu kebangkitan? Berbeda halnya dengan perekrutan pengikut dengan tujuan untuk dakwah pula (strategi dakwah).
Demi mendapatkan suara sebanyak mungkin, strategi parlementer memerlukan siasat perangkulan yang hampir-hampir tidak terbatas. Pada siasat ini mereka harus pandai-pandai tutup mulutdan berbasa-basi dengan penodaan kemurnian dan para penodanya. Dengan demikian kemurnian Islam pun terancam. Di sini terjadi keterbengkalaian dakwah dalam kwalitas.
Sifat dakwah rahasia pada jalur kekerasan akan sangat membatasi dakwah jalur ini. Para perencana dan pelaksana dakwah mereka sudah tidak tertarik untuk mendakwahkan masyarakat umum. Dari sudut ini pun terjadi suatu keterbengkalaian.
B. Kemandulan
Kedua jalur ini sangat tidak realistis dalam kondisi seperti sekarang ini. Kedua strategi ini merupakan keterburu-buruan dan keputus asaan. Para peyakin strategi tampuk kekuasaan sebenarnya mempunyai rasa pesimis untuk menjalankan strategi dakwah, lalu melupakan bahwa dakwah bukanlah hanya sekedar strategi, tetapi juga suatu kebutuhan yang sangat. Keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat banyak bergantung kepada usaha-usaha dakwah. Bahkan dakwah sudah sangat berguna sekali, walaupun “hanya” menyelamatkan umat dari neraka jahannam dan tidak berhasil membentuk masyarakat Islami di dunia ini.
LANGKAH-LANGKAH MENUJU TUJUAN
A. Langkah Strategi Alternatif
Masing-masing dari kedua jalur peyakin strategi tampuk kekuasaaan, yaitu jalur kekerasan dan jalur parlementer bisa saja mengklaim mempunyai teori yang “jelas” dan “simpel” tentang langkah-langkah riel perealisasian tujuan mereka. Pelaku jalur parlementer akan memetakan langkah-langkah riel perealisasian tujuan mereka sebagai berikut: Pembentukan partai, pembesaran partai, masuk parlemen, peraihan suara terbanyak lalu sampai ke tampuk kekuasaaan untuk kemudian memenej umat secara Islami. Tentunya dengan harus melupakan bahwa: banyak sekali pelanggaran-pelanggaran syariat dalam permainan parlementer, keterbengkalaian dakwah dan fakta lapangan yang menunjukan banyaknya kegagalan walaupun hanya “sekedar meraih” tampuk kekuasaan, apalagi untuk mampu merubah masyarakat menjadi masyarakat Islami. “Kesuksesan” partai Islam Turki memcapai puncak kekuasaan harus diuji lagi kebenarannya dari segi “siapa sebenarnya yang berkuasa” di Turki dewasa ini dan episode apa yang akan dimunculkan oleh angkatan bersenjata Turki setelah ini. Apakah tentara akan tetap menjaga keadaaan seimbang seperti sekarang atau akan melakukan kudeta seperti waktu-waktu sebelum ini. Seandainya terbuktipun kekuasaan ada di tangan partai Islam, itu masih sebatas mendapatkan sarana ampuh dan tidak berarti sebuah kebangkitan telah dicapai. Pembubaran partai-partai Islam Turki di masa lalu ketika mereka “meraih” tampuk kekuasaan dan penjeblosan para pemimpin partai ke penjara serta pembubaran partai Islam (FIS) di Aljazair setelah mereka menang mutlak di pemilu 1992 dan penjeblosan pemimpin-pemimpin mereka ke dalam penjara untuk jangka waktu bertahun-tahun, semua itu membuktikan dengan jelas bahwa status non Islam di negeri-negeri Islam masih dikawal kuat oleh kekuatan-kekuatan konspirasi salibis internasional yang setelah berkorban besar untuk menguasai dunia di perang dunia ke dua tidak akan rela melepaskan cengkramannya dan membiarkan umat Islam terbebaskan hanya dengan senjata suara terbanyak!
Jalur kekerasan dengan mudahnya akan mengatakan langkah-langkah kami adalah: pembentukan suatu organisasi (rahasia?), melatih, mem-persenjatai, berperang dan menang, untuk kemudian memegang kendali serta mengatur masyarakat secara Islami.
Tentunya harus dilupakan kenyataan bahwa langkah-langkah ini adalah langkah-langkah super sulit, banyaknya ke tidak realistisan di sepanjang jalan, korban-korban yang luar biasa banyaknya yang akan berjatuhan, kehancuran-kehancuran besar-besaran yang akan terjadi, keterbengkalaian dakwah yang merupakan mesin utama pembangkit umat dan hasilnya masih tanda tanya, khususnya dalam kondisi seperti sekarang ini. Bahkan keabsahan amal seperti itu pun masih harus dipertanyakan dengan sangat keras. Memang benar, jika tidak ada jalan lain yang bisa sukses dan hasilnya jauh lebih dari pengorbanannya, maka strategi ini “bisa diterima”. Akan tetapi berpendapat tidak ada jalan lain selain jalan kekerasan pada kondisi seperti sekarang ini adalah hasil penelusuran yang sangat dangkal.
Pertumpahan darah manusia pada dasarnya adalah suatu yang dibenci dan dicela Islam, kecuali pada kondisi syar’i yaitu pada hukuman atas pembunuhan disengaja, pezina yang telah menikah, penumpasan pemberontakan terhadap pemerintah Islam yang sah dan Jihad fi sabilillah. Di ketiga kondisi pertama yang berhak melaksanakan hanyalah Negara. Sedangkan Jihad fi sabilillah (jihad kekerasan), telah dilarang ketika umat Islam dalam keadaan lemah seperti kondisi Rosululloh dan para sahabatnya di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah. Di waktu itu strategi kekerasan ditinggalkan jauh-jauh. Tidak ada usaha-usaha pembunuhan gelap terhadap pemimpin-pemimpin Quraisy atau serangan malam atau pergi ke gunung-gunung dan gua-gua Makkah untuk melancarkan perang gerilya terhadap para penguasa Makkah. Kekerasan ditinggalkan bukan hanya dalam bentuk serangan, bahkan dalam membela diri pun tidak dilakukan, sehingga banyak para sahabat Rosululloh yang disiksa tanpa menjadikan emosi Rosululloh dan para sahabat lainnya terpancing untuk menggunakan kekerasan dalam menolong mereka. Ketika sesudah dibolehkan untuk berjihad pun, Alloh mencegah terjadinya pertempuran karena kondisi yang memungkinkan terjadinya pertumpahan darah orang-orang Islam yang berbaur dengan penduduk Mekkah yang masih kafir seperti halnya para insiden Hudaibiyyah. Adapun masalah “Tatarrus” (penggunaan orang-orang yang beriman oleh orang-orang kafir sebagai tameng untuk mencegah serangan kaum muslimin) yang mana terbunuhnya orang-orang Islam karena kondisi yang memaksa itu bisa diterima, hanya pada kondisi dimana pertempuran tidak bisa dihindari dan sudah menjadi suatu keharusan.
Jadi kita tidak membolehkan jihad?!?
Siapa yang melarang Jihad secara umum dan mutlak telah kafir! Na’uzdubillahi min Dzalik!!! Kita sama sekali tidak demikian!! Kita hanya berprinsip kekerasan tidak bisa dipakai sebagai strategi dalam mewujudkan kebangkitan umat ini di negeri yang kondisinya seperti Indonesia sekarang ini!!
B. Langkah-Langkah Strategi Da'wah
Langkah-langkah para peniti strategi dakwah adalah langkah-langkah yang penuh kedamaian, kesejukan dan ketentraman. Pada hakikatnya tujuan utama strategi dakwah (tentunya juga tujuan utama strategi alternatif) adalah keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Perwujudan masyarakat Islami adalah dalam rangka melaksanakan tugas suci merealisasikan kedaulatan hukum-hukum Alloh di bumi dan mewujudkan atmosfir peribadatan tauhid yang kondusif untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat.
Pada strategi tampuk kekuasaan ada dua hal penting yang tertangguhkan atau terabaikan. Kedua hal ini tidak demikian pada strategi dakwah. Kedua hal itu adalah dakwah dan pengawalan untuk Islam yang murni. Kedua hal itu tetap eksis selalu pada strategi dakwah. Dengan demikian strategi dakwah memetik hasilnya di setiap langkah ketika kemajuan sekecil apapun terwujudkan. Sedangkan strategi alternatif sepanjang jalan baru mengejar sarana atau alat kebangkitan, yaitu kekuasaan.
Langkah-langkah strategi dakwah sangat singkat dan sederhana sekali. Langkah pertama adalah mengikut sertakan sebanyak mungkin kaum muslimin dalam sebuah jaringan terdiri dari mereka yang mempunyai keinginan yang serius untuk meniti sirotulmustaqim, terlepas dari tingkatan keimanan dan keislaman mereka. Langkah kedua adalah memupuk keislaman mereka dan mengarahkan mereka untuk menerapkan syariat di ruas syariat individu, kemudian keluarga lalu mendorong terciptanya masyarakat muatan Islami. Adapun penegakkanruas syariat institusi adalah tugas dari masyarakat muatan islami dan bukan tugas sebuah harakah. Peranan dakwah (baca: Harakah) ada pada penyuluhan agar jiwa-jiwa tercerahkan dan timbul padanya keinginan untuk ikut serta dalam usaha-usaha membentuk masyarakat Islami, kemudian menyatukan mereka dalam suatu jaringan Islami dan pada akhirnya mendorong serta membantu mereka untuk menerapkan syariat di ketiga ruasnya tanpa menunggu penerapan syariat institusi terwujudkan. Penegakkan syariat institusi yang berarti terbentuknya masyarakat Islami struktural, telah kita katakan menjadi tugas masyarakat muatan Islami. Sebab hanya sosok sebesar masyarakat muatan Islami lah yang sanggup mewujudkannya tanpa fitnah yang menghancurkan. Kekuatan muatan Islami di dalam masyarakat seperti ini akan melahirkan daya penekan yang mampu meluluh lantakan para penentang berdirinya masyarakat Islami struktural, serta akan melahirkan sebuah muatan panas yang melelehkan semua kendala dan resistant. Hal inilah yang terjadi di Madinah setelah masyaratakat muatan Islami di Madinah di bawah pimpinan Rosululloh mencapai bobot tertentu ketika menang di perang Badar. Ketika itu seluruh komponen masyarakat Madinah pun berbondong-bondong masuk Islam. Hal yang serupa terjadi dalam ukuran yang lebih besar ketika Fathu-Makkah. Ketika itu seluruh kabilah di Jazirah Arab masuk Islam secara massal.
#IniJugaScania
Sedang menunggu pengaturan headway
Scania kedatangan baru di Poris Plawad seiring dengan perubahan pengaturan operasi Transjakarta, dan seperti yang diduga, tidak ada maniak yang ramai mengerubunginya.
A classic of Cinderella stamps.
The Sedang in reality are a people of the highlands of Vietnam but in 1889, when this area was part of French Indochina, one Charles-Marie David de Mayréna arrived in Paris claiming to have been made the King of Sedang. Maybe he really believed it, maybe he was a plain conman, it's a complicated story, but the stamps of Sedang were initially accepted as genuine then subsequently reviled by philatelists as worthless fantasies.
Now there is considerable interest in them for the romantic story attached if nothing else.
DI saat gerimis menggaris tipis, dan tebal kabut begitu akut, aku melamunkan burung möwe, krähe, atau taube, dan segala jenis burung yang biasa berkitar liar di sekitar pantai dan teluk di sini, pastilah sedang mendekam dengan bulu terkembang sembari saling bercumbu dengan pasangan masing-masing. Dalam cuaca dingin di mana api unggun hanya sebatas rencana yang gagal, dan selimut tebal tak bisa menahan gigil yang bebal, bergumul bisa menjadi pilihan terbaik selain menenggak anggur ditemani cerutu sampai jatuh dan tersungkur.
Tapi, sungguh, aku tak paham dengan tingkah gadis asing yang sedang duduk sambil terpingkal-pingkal di depanku ini. Tak pernah bertemu sebelumnya, tiba-tiba ia datang menghampiri sambil membawa dua gelas glühwein dan mengatakan akan mentraktirku malam ini. Ia juga menawarkan –lebih tepatnya melemparkan– cerutu ke arahku, yang jika dilihat dari jenisnya sulit untuk mengatakan dia tipe gadis yang hanya merokok di kala putus asa, atau sekadar coba-coba.
Kemudian, dia memperkenalkan diri bernama Helen, asli Jerman. Dengan alasan basa-basi paling basi sekalipun, sungguh, tak ingin aku merespons salam pekenalan darinya. Hanya sekilas kuperhatikan matanya saat ia bicara; mata yang lebar dengan pupil kebiruan. Alisnya cokelat muda tebal, sangat kontras dengan kulit wajahnya yang khas Eropa; putih terang dan nyaman dipandang. Dia mengenakan sweater wol rajut bermotif kereta santa, yang terlihat agak terlalu besar untuk tubuhnya. Rambutnya lurus sebahu, terbungkus penutup kepala warna merah muda
“Dari mana asalmu?” Aku tak bicara. Hanya menggeleng. Tatapannya teduh, namun mendalam seakan teluh hendak merelungi tubuhku. Lalu, dia berkata setengah tersenyum, “Cuaca dingin seperti ini kau bahkan tak memakai sehelai mantel pun? Sangat aneh.” Aku membalas senyumannya dengan tarikan napas panjang sambil mengangguk-angguk kecil setengah terpaksa. Jujur saja, aku tak suka jika ada yang mengganggu kegemaran sekaligus tugasku untuk bersendiri dan diam-diam mengamati.
Bagi banyak manusia, barangkali kegemaran dan tugas adalah dua hal berbeda. Hidup mereka pun selalu berada di antara gaya tarik-menarik antardua hal itu. Maka, perasaan lelah, ketidakadilan, bahkan kadang putus asa sama purbanya dengan usia dunia mereka. Tapi, tidak bagiku. Keduanya adalah sama. Kesendirian adalah momentum paling sempurna untuk bercakap-cakap dengan diri sendiri tentang apa saja, tanpa perlu malu, takut, atau gelisah pada suatu perasaan apa pun. Lain halnya manusia yang berinteraksi dengan rutinitas sehari-hari yang sering kali terlalu menuntut dan mutlak harus diturut.
Lagi pula aku sudah telanjur yakin bahwa aku memang hidup untuk sendiri, diam-diam mengamati, merekam tiap getir, keluh kesah, atau harapan yang kadang terkatakan lantang, kadang lemah dalam bisikan, atau bahkan yang teredam dalam diam dari tiap manusia. Itu adalah kegemaranku, sekaligus tugas yang tak pernah lepas dariku. Aku akan berpindah, selalu tak pernah menetap lama. Aku hanya mendengar dan tak harus mengenal kata berbagi, ingin, atau lain-lainnya lagi.
Tetapi, kenyataan sekarang memang sungguh ganjil. Meski makhluk bernama Helen ini kusadari sedang menginterupsi kesendirianku, aku tak cukup punya alasan untuk pergi. Cuaca di luar teramat buruk: kabut membuat jarak pandang berkisar tiga meter, dan membuat segelas glühwein panas hanya mampu mempertahankan kehangatannya tak lebih dari waktu yang dibutuhkan mengisap setengah batang cerutu. Lagi pula, selain penjaga gerai di weihnachtsmarkt yang meringkuk menahan dingin dan kantuk, tak ada lagi makhluk selain aku dan gadis kejutan ini. Mana bisa mendadak pergi?
“Rupanya kamu orang yang suka diam, ya?” tanyanya lagi. Aku menggerakkan sedikit kepalaku, dan kutarik alisku agak ke atas. Dia mengangguk, seakan memahami maksudku.
“Baiklah. Kalau begitu, aku saja yang berbicara. Kalau kamu mau membalas, aku akan senang. Kalau kadu diam pun, tidak mengapa. Aku hanya ingin kamu tahu. Deal?” Begitu katanya. Aku menghela napas panjang dan mengangguk. Ah, ini akan jadi lebih lama dari yang kuduga, pikirku.
Jam menunjuk pukul dua dini hari ketika dia bercerita tentang hidupnya: yatim-piatu semenjak usia sembilan tahun; kerja sambil belajar di suatu perguruan tinggi di daerah pinggiran Hamburg; bertunangan dengan seorang pelaut untuk kemudian gagal karena kapal yang dinakhodai kekasihnya dinyatakan tak akan pernah berlabuh kembali di suatu malam badai beberapa tahun lalu.
Aku memang tak seberapa menghiraukan ceritanya. Tetapi, dapatlah kukatakan bahwa pada awalnya dia mampu bercerita dengan jelas dan kronologi. Namun, selepas dia menenggak lima–enam gelas glühwein dicampur dengan rum, bicaranya jadi tak keruan. Ini diperparah dengan cerutu tipis yang daun tembakau dan kertas lintingannya dijual terpisah itu. Helen mengeluarkannya tanpa perasaan bersalah sedikit pun, melintingnya, lalu mengisapnya dengan detail bibir yang begitu subtil hingga per satuan helai asap seolah terlalu sayang untuk dibuang. Aromanya sungguh kuat dan khas. Maka, beberapa saat setelah itu, jadilah semua yang diceritakannya terkesan ambigu, tak tentu maksud, dengan ekspresi bicara yang teaterikal dan terkesan absurd.
Apa yang membuatnya terpingkal-pingkal seperti saat ini adalah ketika ia bertanya kepadaku, “Mengapa banyak orang justru membeli kemabukan di eh..eh…situ? Ha..ha..,” ucapnya sambil menunjuk menara rumah ibadah. Itulah pertanyaan yang diajukannya kepadaku, sekitar lima menit lalu. Selama itu pula dan hingga kini, ia tertawa begitu lepas tak tentu arah.
Ah, aku tahu, itu jenis pertanyaan sindir ejekan yang bukan tanpa dasar. Eropa, ya aku paham. Tempat di mana ilmu dan logika pernah menjadi segalanya. Menyempit ke Jerman, negeri penghasil banyak pemikir berotak kidal sehingga pemikirannya pun kerap kekiri-kirian, namun tetap liberal memuja kebebasan. Dan mengapa aku bilang bahwa pertanyaan Helen tadi adalah sindiran, lebih tepatnya sindir satir yang cerdas, adalah diam-diam aku berpikir dia tak sepenuhnya keliru.
Pertanyaannya itu mengingatkanku akan kejadian beberapa tahun yang lalu, ketika di suatu negeri nun jauh di sana terjadi bencana dahsyat tak berkeputusan. Pada musim kemarau, segalanya mengering dan menyedihkan: sawah hanya tanah kering yang retak, pepohonan meranggas, dan sungai-sungai mengering menjelma tanah lapang tempat bocah-bocah bertubuh layu bermain sepak bola bergawang debu.
Udara dan pemandangan yang terlampau gerah dan menyedihkan itu diperparah dengan beberapa ladang yang mulai terbakar. Tak begitu jelas mengapa dan siapa yang membakar. Yang pasti, terjadi keributan antar penduduk tentang siapa yang harus dipersalahkan dalam kebakaran seperti itu. Beberapa pihak yang dituduh mengaku dirinya hanya disuruh oleh tuan tanah yang mereka sendiri tak pernah melihatnya. Ketika ia terus dipaksa dan akhirnya dengan pasrah menyebut sebuah nama, tertuduh itu kemudian dianggap tak hanya membakar hutan, tapi juga tukang fitnah!
Begitulah, keributan itu menerus berulang, seperti sengketa tak berkesudahan. Perangkat desa itu sudah berusaha melakukan berbagai tindakan untuk meredakan kegusaran warga. Tetapi, itu saja tidak cukup. Seluruh warga seolah terlalu sangsi untuk menuruti segala perintah yang diberi. Sampai pada saat para tetua di negeri itu mengumandangkan seruan-seruan sebagai penenang. Ajaib! Sebagian besar penduduk seolah terbius, mendadak terdiam seakan suatu mantra sakti mandraguna meredam segala kegalauan.
Selang beberapa bulan kemudian, langit seolah menjawab doa mereka. Hujan membayar dahaga mereka dengan curah yang setimpal. Sungai menderas, rumput-rumput hijau semarak dengan celoteh girang dari kanak-kanak. Semua orang bergembira menyambut hujan yang dianggap selalu membawa mujur karena mereka kini tak lagi menganggur sebab sawah dan ladang kini siap disemai dengan padi, rempah, atau biji anggur.
Sayang, keceriaan karena lepas dari langit kemarau itu tak berlangsung lama. Bala banjir dan gelombang pasang dari laut di utara negeri menjelma lengan-lengan Izrail yang datang mengambili nyawa-nyawa penduduk desa itu secara acak. Di bukit, di pesisir, setiap hari, selalu saja ada yang meninggal. Penduduk desa mulai putus asa dan marah. Di saat itulah, sekolompok tetua dengan hiasan zirah di tubuh dan kepala bekerja keras mencegah keputusasaan penduduk macam itu. Dan sekali lagi, seperti waktu lalu, mereka berkumpul untuk berdoa beramai-ramai. Setelah berdoa dengan seksama, mereka pulang bersama dada lapang sembari serempak berkata, “Beruntunglah terdapat bencana susul-menyusul seperti ini. Sebab, dengan begini, persatuan dan kesatuan kita yang selalu rentan kini semakin terkuatkan.” Dan tak ada upaya lain yang sungguhsungguh kulihat dari mereka agar malapetaka semacam itu tak terulang di tahun berikutnya.
Ah, aneh sekali. Memang begitukah tabiat manusia?
Sering aku merenung dan membayangkan jawaban atas pertanyaanku itu. Dan Helen yang masih saja terpingkal-pingkal di depanku ini membuatku sedikit menemu jawab. Ah, sudah lewat delapan menit ia tertawa. Tidakkah ia lelah?
Tiba-tiba Helen menutup bibirnya, lalu terdiam. Bahkan lebih aneh, mimik mukanya berbalik total seperti hendak menangis. Matanya membening, bibirnya bergemetar samar. Ia sedang menahan air mata.
Tiba-tiba dia menggeser posisinya: duduk tepat rapat di sebelah bahu kananku. Kerlip lampulampu dari kapal yang hendak merapat ke pelabuhan tampak sedikit cemerlang. Barangkali kabut sudah berangsur menipis. Tiba-tiba saja disandarkannya kepalanya itu pada lenganku, dan dengan setengah memeluk ia mulai terisak.
“Kau lihatlah di luar sana. Lautan itu menyimpan begitu banyak riak di dalamnya, yang pada suatu saat akan meledak menjadi gelombang. Setiap kali aku menatap ombak, juga kapal-kapal yang datang dan pergi itu, aku selalu teringat…” suaranya kembali parau. Dingin. Helen tak mampu melanjutkan kalimatnya. Dia menangis lagi.
“Dia masih di sana bukan? Ah..mengapa..bahkan sekadar bisik menenangkan. Tak ada jawab, selain bunyi-bunyi ganjil yang selalu menerorku di malam hari dan membuatku menggigil tak henti mengutuki diri sendiri!”
Helen seakan bermonolog, dan kalimatnya yang terakhir itu seakan marah sekaligus lemah, dan jujur saja aku sedikit tertarik.
“Kenapa kamu masih diam saja? Kamu mengerti ceritaku, kan?” tanyanya.
Pada jarak dan suasana sedemikian dekat, aku putuskan untuk membalas tatapannya. Ah, sepasang mata yang indah, namun dengan tatapan kesepian yang begitu pucat. Kukira Helen juga merelungi mataku, dan kurasakan kini dia sengaja lebih mendesakkan tubuhnya kepadaku. Tapi, sungguh, aku tetap tak menemukan alasan untuk berlaku lebih dari diam.
“Kenapa kamu baru datang sekarang, malaikatku?” Nada bicaranya kini selembut kabut. Diraihnya tanganku, lalu ditempatkannya pada pipi kanannya yang basah oleh air mata. Aku membalas pandangan matanya yang masih membasah, sama dalam dan tenangnya. Sementara aku dan dia saling melepaskan pandangan, aku merasa di antara jarak pandang itu beribu cemara tumbuh menjulang begitu rimbun dan tinggi. Terlalu rimbun, hingga aku, dan mungkin dia, tak bisa melihat sesuatu yang dicari dengan lebih seksama. Tak bisa! Hanya bisa saling menebak-nebak, memanjat, kemudian turun, dan naik di pohon yang lain lagi, begitu seterusnya, berharap bisa menemukan sudut penglihatan yang lebih baik.
Mendadak ia melepaskan tanganku, berdiri dan berjalan agak linglung, menoleh sejenak ke arahku, lalu pergi menembus kabut dan gerimis. Ah, segelas glühwein yang Helen berikan untukku bahkan belum terminum separo.
Ketika melihat punggungnya menjauh, sungguh aku tak tahu persis apa yang sebenarnya Helen pikirkan atau duga tentangku. Mungkin ia berpikir bahwa aku bisu. Atau, aku tak berminat pada nafsu. Aku maklum, dan itu bukan masalah bagiku. Tapi, karena kejadian barusan, aku mulai berpikir bagaimana seandainya aku ini manusia, yang ternyata bisa begitu rela melakukan apa saja demi menawarkan rasa sepi dan kerinduannya….
Hamburg, 2018
Möwe: camar
Krähe: gagak
Taube: merpati
Glühwein: Minuman lokal Jerman. Terbuat dari campuran wine, jeruk, dan rempah-rempah yang disajikan hangat. Hanya dijual di bulan Desember jelang perayaan Natal
Weihnachtsmarkt: Pasar Natal, umumnya buka sore hingga dini hari
K.Y. Karnanta
Kukuh Yudha Karnanta, staf pengajar di Departemen Bahasa dan Sastra Inggris FIB Universitas Airlangga Surabaya. Visiting lecture di Departemen Languages and Cultures of Southeast Asian Universitat Hamburg, Jerman.
[1] Disalin dari karya K.Y. Karnanta
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Jawa Pos” Minggu 23 Desember 2018
The post Secangkir Glühwein untuk Darda’il appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.
via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2RiyG2L
Angga sedang merenungi kisahnya dengan Ratih. 😆 #AIMnesia #CintaSubuh2.5
157 Likes on Instagram
9 Comments on Instagram:
dessy1302: semangat mas angga....klo jodoh sama ratih jg g bkl kemana2 kok xD
fatkhiana_arum: Bang addin pny instagram gk sih??
hasnikad: kern
nin_dwi27: Kerenn
Musim dingin bulan Januari menemani langkah kakiku keluar dari lobi Steigenberger Frankfurter Hotel. Gedung-gedung berbalut lampu warna-warni, menambah indah sepenggal wilayah penanda kota, kawasan Domplatz. Town Hall yang memasang poster besar Aaron Neville membuatku sejenak menghentikan langkah. Sang maestro jazz itu berkabar sedang menggelar konser di Frankfurt.
Langkah kaki berlanjut, menelusuri jalan kecil untuk bertemu ikon kota, Katedral Santo Bartolomeus. Ada stasiun kereta, tepat di depan sisi kanan katedral. Aku berjalan merapat di samping stasiun kereta. Di belakang, sedikit di luar halaman katedral ada museum yang menyimpan koleksi perjalanan peradaban bangsa Jerman. Di pintu masuk museum tersua kedai kopi White Cafe.
Dia duduk membaca sebuah buku di White Cafe. Kupanggil lirih, “Saras….” Ia, pemilik nama itu, meletakkan buku. Bibirnya terbuka, lirih menyebut Sang Pencipta. Saras memandang tajam wajahku. Beralih menatap jaket tebal Versace yang baru kubeli seminggu lalu di Milan. Celana panjang Ermenegildo Zegna yang belum patah seterikanya tak lepas dari pandangannya. Tatapan Saras berakhir ke sepatu Adidas edisi terbatas yang kubeli di toko utama Adidas di Berlin.
Aku membentangkan tangan. Saras beranjak dari kursi. Menyerbu dan mendekapku. Dekapan erat lagi hangat. “Bau tubuhmu berbeda, Agung. Calvin Klein Obsession. Aku memang begitu terobsesi bertemu denganmu.”
Ya, bau tubuhku memang berbeda. Begitu kontras dengan bau tubuhku sebelas tahun lampau. Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Dua ratusan mahasiswa mengelilingi panggung demontrasi. Oktober dua puluh delapan. Saat paling tepat menggelorakan Sumpah Mahasiswa. Aku meloncat ke atas panggung. Meraih mikrofon untuk berorasi. Itulah demonstrasi yang muncul lagi di kampus setelah terakhir besarbesaran sepuluh tahun lalu saat melengserkan kekuasaan Orde Baru.
“Kawan-kawan, sudah sepuluh tahun mahasiswa hidup dalam kenyamanan. Saatnya bergerak lagi. Ada banyak ketimpangan. Ada banyak penyelewengan kekuasaan. Ayo kita bergerak ke rumah rakyat. Kita ke gedung DPRD!”
Aku turun dari panggung. Berdiri paling depan, memimpin rombongan. Kami bergerak meninggalkan panggung demonstrasi. Seribu meter dari Gedung Pusat UGM. Ada perempatan jalan besar. Kami tetap bergerak. Namun tepat di depan department store lokal, rombongan mahasiswa diadang puluhan aparat keamanan. Lengkap dengan sepatu lars, tameng, pentungan, dan gas air mata.
Entah siapa memulai, terdengar sebuah kata kencang lagi keras, “Serbu!!!” Serentak pentungan turun dari udara. Menebas tubuh mahasiswa. Menerjang kaki mahasiswa. Kekerasan tercipta. Rombongan mahasiswa berhamburan. Cerai-berai menuju empat penjuru mata angin senyampang dengan guyuran gas air mata.
Mataku panas. Aku tertatih-tatih. Gebukan pentungan mendera tubuhku. Aku tersungkur. Sebelum gebukan kedua menghajar, aku segera bangkit. Berlari. Tiga aparat keamanan menyusul. Lorong-lorong department store. Berujung di sebuah gang. Gang yang terasa amat panjang. Sebuah pertigaan, aku belok ke kanan. Ada pintu rumah terbuka. Aku nyelonong ke sana.
“Ya, Tuhan!” seorang wanita membuka bibir begitu aku memasuki pintu rumahnya.
“Dikejar aparat!” tersengal-sengal aku menjelaskan.
Wanita itu langsung bergerak, menutup pintu. Lalu berkata tegas, “Buka sepatumu. Lepaskan bajumu!”
“Apa?!” aku tidak paham perintahnya.
“Ayo, cepat. Jangan terlambat!”
Kuikuti perintahnya. Kucopot sepatu. Kulepas baju. Ia kemudian mendekapku. Bersandar di tembok, ia berseru, “Peluk aku! Dekap aku!” Naluriah aku patuhi ajakannya.
Pintu didobrak. “Ketangkap kau!” suara dari mulut aparat keamanan terdengar.
“AaahhÖ.” dia berseru. Masih tetap mendekapku. Hanya matanya tajam menatap si aparat keamanan.
“Maaf, maafÖ,” aparat itu menurunkan pentungan. Menutup pintu pelan. Lalu terdengar teriakan, “Bukan! Bukan cecenguk itu!” Derap-derap sepatu lars meninggalkan rumah, hilang di kelokan jalan.
“Aman,” katanya. Lalu ia melepas dekapan. Ia meninggalkan aku yang masih terpaku di tempat. Mengambil segelas air putih, “Minumlah.”
Kuteguk air putih itu. Kesadaran hinggap dalam logikaku. Kemudian aku tahu, dia Maria Saraswati. Berasal dari Surabaya. Ambil fakultas psikologi di kampus yang sama denganku, UGM. Kami beda fakultas. Aku di ekonomi jurusan manajemen.
Pelukan tanpa rencana itu ternyata bersambung berjilid panjang. Aku sering mendatangi kosnya. Lalu sering berboncengan motor menelusuri jalanan kota Yogya. Di Stadion Kridosono kudekap dia sambil mendengarkan konser grup lawas Michael Learn to Rock. Mampir di Lembaga Indonesia Prancis, melihat pameran lukisan. Tentu di depan pintu kosnya yang selalu berujung pada ciuman di pipi. Saras yang sungguh ayu benar-benar merontokkan naluri purbaku; jatuh cinta.
Sayang hubungan emosional itu putus tak lebih dari umur jagung. Perkawinan orang tua Saras memburuk, berujung pada perceraian. Itu menimbulkan luka sangat dalam bagi Saras. Ia kecewa pada orang tuanya. Kekecewaan itu dia lampiaskan dengan meninggalkan jauh kedua orang tuanya. Berlin tujuan Saras. Melanjutkan kuliah S-2. Uang warisan ayahnya yang pengusaha di Surabaya lebih dari cukup untuk membiayai kuliah dan hidup Saras di Berlin.
Tidak hanya memutus hubungan dengan kedua orang tuanya. Hubungan emosi denganku pun terjerembap. Suara telepon Sarah nun jauh di Berlin menghentikan hubungan kami. “Agung, aku trauma atas perceraian kedua orang tuaku. Terlampau berat bagiku menerima kenyataan ini. Biarkan aku di Berlin menenangkan diri. Biarkan pula aku membunuh benih-benih cinta padamu. Selamat tinggal dan sukses dengan wanita baru pilihanmu.” Telepon dia tutup dan sejak itu pula hubunganku dengan Saras tertutup.
***
“Kau masih seperti dulu, Saras. Tetap ayu,” aku membuka percakapan setelah kami duduk berhadapan.
“Kau berubah terlampau jauh. Penampilanmu sekarang tidak mencerminkan dulu ketika dikejar-kejar aparat,” Saras menimpali.
Aku tertawa ringan. “Di Frankfurt tiada sah bila tidak mencecap anggur.” Saras menunjukkan daftar menu ke arahku. “Cabernet Sauvignon paling terkenal di cafe ini.”
Aku menyetujui anggur pilihan Saras.
“Sebelas tahun tiada bersua, bagaimana kau bisa sampai di kota ini?” Saras bertanya.
“Selesai kuliah, orang tuaku membiayaiku ambil master bisnis di Amerika. Berbekal gelar master, aku diterima di perusahaan multinasional di Jakarta. Pengalaman sebagai aktivis mempercepat karierku. Tak sampai tujuh tahun aku sudah jadi general manager. Membawahkan semua penjualan produk di Indonesia. Dua minggu ini aku berkeliling Eropa. Mengunjungi kantor pusat di Swiss, ke kantor cabang di Barcelona, Lyon, Roma. Lalu berlanjut konferensi bisnis digital dua hari di Rotterdam. Hari ini bebas, dan siap jalan-jalan di Frankfurt. Kau?”
Kutatap wajah aristokrat Saras. Ia menyibakkan rambut. Ada anting hijau muda menghias telinganya. Anting yang dulu kubelikan di salah satu toko di Malioboro.
“Master psikologi aku raih di Berlin enam tahun lalu. Pernah bekerja di perusahaan global yang berkantor cabang di Indonesia juga. Tapi hanya bertahan dua tahun. Tiga tahun ini aku di Frankfurt. Ambil doktor sambil jadi asisten dosen. Kabar Bayu? Ong? Dita? Ahmad?” Saras bertanya tentang teman-teman mantan aktivis.
“Bayu jadi orang partai. Ong sekolah di Amerika. Selesai doktor hukum malah jadi pastor Katolik dan sekarang bertugas di Venezuela. Dita kawin dengan Sitompul dan pulang kampung ke Kabanjahe. Jadi petani dengan puluhan hektare tanaman jeruk. Ahmad membesarkan pesantren leluhurnya di Situbondo.”
Aku teguk Cabernet Sauvignon. “Aaron Neville malam ini main di Town Hall. Bagaimana kalau kita habiskan malam di Town Hall?”
Ajakanku disetujui Saras. White CafÈ, penggalan kawasan Domplatz dan berujung di Town Hall. Ketika Aaron Neville bernyanyi “Don’t Know Much”, kudekap erat tubuh Saras. Kucium lembut pipi ranum Saras.
***
Lonceng Katedral Santo Bartolomeus Frankfurt terdengar lantang. Penanda sore berganti petang. White Cafe, secangkir latte panas dan dua potong sosis frankfurter wurtschen menemaniku petang ini. Penjaga cafe menyerahkan surat bertulis tangan. Surat dari Saras. Katanya, Saras mendadak ada acara yang tak bisa ditinggalkan. Kubuka surat dan kueja perlahan.
“Agung, aku tulis surat ini agar tidak meninggalkan jejak di dunia maya. Semalam ketika tanganmu erat menggenggam tanganku, puluhan aparat Jerman datang mengepung apartemenku. Ketika kau melumat habis bibirku, habis juga seluruh isi apartemenku diobrak- abrik aparat. Sejak malam itu aku jadi buron. Aku tidak ingin melibatkanmu. Lanjutkan kariermu yang cemerlang. Biarkan aku dengan kawan-kawan dari Solidarity Without Borders bergerak di bawah tanah. Menghilang darimu. Bau Calvin Klein Obsession yang menempel di tubuhmu masih menyengat dalam indra ciumku. Aku terus terobsesi denganmu. Sama persis dengan obsesiku untuk penghapusan perdagangan bebas dunia yang membuat negara-negara miskin makin miskin. Tunggu aku di Indonesia.”
Aku terpana. Seketika metabolisme tubuhku kacau tak beraturan.
Maria Saraswati, gadis ayu yang mampu membangkitkan naluri purbaku, ternyata aktivis gerakan transnasional. Kulipat surat tulisan tangan Saras. Dari balik jendela White CafÈ, kutatap lanskap kota. Musim dingin Januari kali ini di Frankfurt terasa sepi sekali. (28)
Catatan
Solidarity Without Borders merupakan gerakan transnasional yang menentang globalisasi. Pada 2017 di Hamburg Solidarity Without Borders menggerakkan demonstrasi besar, yang berujung pada kerusuhan massal.
– AM Lilik Agung, trainer dan konsultan bisnis. Menulis novel Awan dan dua kumpulan cerpen, Starbucks Suatu Senja dan Orang-Orang Kampus.
[1] Disalin dari karya AM Lilik Agung
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Suara Merdeka” edisi Minggu 13 Januari 2019
The post Di Frankfurt Januari Ini Sepi Sekali appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.
via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2CoPWK2
Kedua inang ini sedang asyik bercerita..., tanpa basa-basi saya segera menghentikan mobil lalu mengambil kamera dan memotret mereka dari jendela mobil.
-
Both of these women are in an interesting conversation ...,
without preamble I immediately stopped the car and took a camera and shoot them from the car window. I think this is nice candid.
Please feel free to visit my Toba Series :
www.flickr.com/photos/docbudie/sets/72157622302159246/
All rights reserved. Copyright © Budie Herfian. This image are protected under international authors copyright laws and may not be downloaded, reproduced, copied, transmitted or manipulated without my written explicit permission.
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: "Api neraka telah dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga gelap bagaikan malam yang kelam."
GAMBAR HIASAN
Diriwayatkan bahawa Yazid bin Martsad selalu menangis sehingga tidak pernah kering air matanya dan ketika ditanya, maka dijawabnya: Andaikata Allah s.w.t. mengancam akan memanjarakan aku didalam bilik mandi selama seribu tahun. nescaya sudah selayaknya air mataku tidak berhenti maka bagaimana sedang kini telah mengancam akan memasukkan aku dalam api neraka yang telah dinyalakan selama tiga ribu tahu."
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari mujahid berkata: "Sesungguhnya dijahannam ada beberapa perigi berisi ular-ular sebesar leher unta dan kala sebesar kaldai, maka larilah orang-orang ahli neraka keular itu, maka bila tersentuh oleh bibirnya langsung terkelupas rambut, kulit dan kuku dan mereka tidak dapat selamat dari gigitan itu kecuali jika lari kedalam neraka."
Abdullah bin Jubair meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: "Bahawa didalam neraka ada ular-ular sebesar leher unta, jika menggigit maka rasa redih bisanya tetap terasa hingga empat puluh tahun. Juga didalam neraka ada kala sebesar kaldai, jika menggigit maka akan terasa pedih bisanya selama empat puluh tahun."
Al-a'masy dari Yasid bin Wahab dari Ibn Mas'ud berkata: "Sesungguhnya apimu ini sebahagian dari tujuh puluh bagian dari api neraka, dan andaikan tidak didinginkan dalam laut dua kali nescaya kamu tidak dapat mempergunakannya."
Mujahid berkata: "Sesungguhnya apimu ini berlindung kepada Allah s.w.t. dari neraka jahannam." Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka iaitu seorang yang berkasutkan dari api nerka, dan dapat mendidihkan otaknya, seolah-olah ditelinganya ada api, dan giginya berapi dan dibibirnya ada wap api, dan keluar ususnya dari bawah kakinya, bahkan ia merasa bahawa dialah yang terberat siksanya dari semua ahli neraka, padahal ia sangat ringan siksanya dari semua ahli neraka."
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Amr r.a. berkata: "Orang-orang neraka memanggil Malaikat Malik tetapi tidak dijawab selama empat puluh tahun, kemudian dijawabnya: "Bahawa kamu tetap tinggal dalam neraka." Kemudian mereka berdoa (memanggil) Tuhan: "Ya Tuhan, keluarkanlah kami dari neraka ini, maka bila kami mengulangi perbuatan-perbuatan kami yang lalu itu bererti kami zalim." Maka tidak dijawab selama umur dunia ini dua kali, kemudian dijawab: "Hina dinalah kamu didalam neraka dan jangan berkata-kata."
Demi Allah setelah itu tidak ada yang dapat berkata-kata walau satu kalimah, sedang yang terdengar hanya nafas keluhan dan tangis rintihan yang suara mereka hampir menyamai suara himar (kaldai).
Qatadah berkata: "Hai kaumku, apakah kamu merasa bahawa itu pasti akan terkena pada dirimu, atau kamu merasa akan kuat menghadapinya. Hai kaumku, taatlah kepada Allah s.w.t. itu jauh lebih ringan bagi kamu kerana itu, taatilah sebab ahli neraka itu kelak akan mengeluh selama seribu tahun tetapi tidak berguna bagi mereka, lalu mereka berkata: "Dahulu ketika kami didunia, bila kami sabar lambat laun mendapat keringanan dan kelapangan, maka mereka lalu bersabar seribu tahun, dan tetap siksa mereka tidak diringankan sehingga mereka berkata: Ajazi'na am sobarna malana min mahish (Yang bermaksud) Apakah kami mengeluh atau sabar, tidak dapat mengelakkan siksa ini.Lalu minta hujan selama seribu tahun sangat haus dan panas neraka maka mereka berdoa selama seribu tahun, maka Allah s.w.t. berkata kepada Jibril: "Apakah yang mereka minta?". Jawab Jibril: "Engkau lebih mengetahui, ya Allah, mereka minta hujan." Maka nampak pada mereka awan merah sehingga mereka mengira akan turun hujan, maka dikirim kepada mereka kala-kala sebesar kaldai, yang menggigit mereka dan terasa pedih gigitan itu selama seribu tahun. Kemudian mereka minta kepada Allah s.w.t. selama seribu tahun untuk diturunkan hujan, maka nampak mereka awan yang hitam, mereka mengira bahawa itu akan hujan, tiba-tiba turun kepada mereka ular-ular sebesar leher unta, yang menggigit mereka dan gigitan itu terasa pedihnya hingga seribu tahun, dan inilah ertinya: Zidnahum adzaba fauqal adzabi. (Yang bermaksud) Kami tambahkan kepada mereka siksa diatas siksa.
Kerana mereka dahulu telah kafir, tidak percaya dan melanggar tuntutan Allah s.w.t., kerana itulah maka siapa yang ingin selamat dari siksaan Allah s.w.t. harus sabar sementara atas segala penderitaan dunia didalam mentaati perintah dan menjauhi larangan Allah s.w.t. dan menahan syahwat hawa nafsu sebab syurga neraka diliputi syahwat-syahwat.
Seorang pejungga berkata: "Dalam usia tua itu cukup pengalaman untuk mencegah orang yang tenang dari sifat kekanak-kanakan, apabila telah menyala api dirambutnya (beruban). Saya melihat seorang itu ingin hidup tenang bila dahan pohon telah menguning sesudah hijaunya. Jauhilah kawan yang busuk dan berhati-hatilah, jangan menghubunginya tetapi bila tidak dapat, maka ambil hati-hatinya, dan berkawanlah pada orang yang jujur tetapi jangan suka membantah padanya, engkau pasti akan disukai selma kau tidak membantah kepadanya. Berkawanlah dengan orang bangsawan dan yang berakhlak baik budinya."
Maka siapa yang berbuat baik pada orang yang tidak berbudi bererti ia telah membuang budi itu kedalam laut. Dan Allah s.w.t. mempunyai syurga yang selebar langit tetapi diputi dengan kesukaran-kesukaran.
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Allah memanggil Malaikat Jibril dan menyuruhnya melihat syurga dengan segala persiapannya untuk ahlinya, maka ketika kembali berkata Jibril: Demi kemuliaanMu, tiada seorang yang mendengarnya melainkan ia akan masuk kedalamnya, maka diliputi dengan serba kesukaran, dan menyuruh Jibril kembali melihatnya, maka kembali melihatnya, kemudian ia berkata: Demi kemuliaanMu saya khuatir kalau-kalau tiada seorangpun yang masuk kedalamnya. Kemudian disuruh melihat neraka dan semua yang disediakan untuk ahlinya, maka kembali Jibril dan berkata: Demi kemuliaanMu tidak akan masuk kedalamnya orang yang telah mendengarnya, kemudian diliputi dengan kepuasan syahwatnya, dan diperintah supaya kembali melihatnya kemudian setelah dilihatnya kembali, berkatanya: Saya khuatir kalau tiada seorangpun melainkan akan masuk kedalamnya."
Juga Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Kamu boleh menyebut tentang neraka sesukamu, maka tiada kamu menyebut sesuatu melainkan api neraka itu jauh lebih ngeri dan lebih keras daripadanya."
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Maimun bin Nahran berkata: "Ketika turun ayat (yang berbunyi) Wa inna jahannam lamau'iduhum ajma'in (yang bermaksud) Sesungguhnya neraka jahannam itu sebagai ancaman bagi semua mereka. Salman meletakkan tangan diatas kepalanya dan lari keluar selama tiga hari baru ditemuikannya.
Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik r.a. berkata: "Jibril datang kepada Nabi Muhammad s.a.w pada saat yang tiada biasa datang, dalam keadaan yang berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi Muhammad s.a.w: "Mengapa aku melihat kau berubah muka?" Jawab Jibril: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu pada saat dimana Allah menyuruh supaya dikobarkan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahawa neraka jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya." Lalu Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Ya Jibril, jelaskan kepadaku sifat jahannam." Jawabnya: "Ya, ketika Allah menjadikan jahannam maka dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yang mengutuskan engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yang mengutuskan engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung diantara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan baranya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut Allah dalam Al-Quran itu diletakkan diatas bukit nescaya akan cair sampai kebawah bumi yang ketujuh. Demi Allah yang mengutusmu dengan hak, andaikan seorang dihujung barat tersiksa nescaya akan terbakar orang-orang yang dihujung timur kerana sangat panasnya, jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan api. Api neraka itu ada mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagian yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan."
Nabi Muhammad s.a.w bertanya: "Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah-rumah kami?" Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, setangahnya dibawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain tujuh puluh kali ganda, maka digiring kesana musuh-musuh Allah s.w.t. sehingga bila telah sampai kepintunya disambut oleh malaikat-malaikat Zabaniyah dengan rantai dan belenggu, maka rantai itu dimasukkan kedalam mulut mereka hingga tembus kepantat, dan diikat tangan kirinya kelehernya, sedang tangan kanannya dimasukkan dalam dada dan tembus kebahunya, dan tiap-tiap manusia itu digandeng dengan syaitannya lalu diseret tersungkur mukanya sambil dipukul oleh para malaikat dengan pukul besi, tiap mereka ingin keluar kerana sangat risau, maka ditanamkan kedalamnya."
Nabi Muhammad s.a.w bertanya lagi: "Siapakah penduduk masing-masing pintu itu?" Jawabnya: "Pintu yang terbawah untuk orang-orang munafiq, orang-orang yang kafir setelah diturunkan hidangan mujizat Nabi Isa a.s. serta keluarga Firaun sedang namanya Alhawiyah. Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim, pintu ketiga tempat orang-orang shobi'in bernama Saqar. Pintu keempat tempat iblis laknatullah dan pengikutnya dari kaum Majusi bernama Ladha, pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah. Pintu keenam tempat orang-orang kristien (Nasara) bernama Sa'ie."
Kemudian Jibril diam segan pada Nabi Muhammad s.a.w sehingga Nabi Muhammad s.a.w bertanya: "Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ketujuh?" Jawab Jibril: "Didalamnya orang-orang yang berdosa besar dari ummatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat." Maka Nabi Muhammad s.a.w jatuh pengsan ketika mendengar keterangan Jibril itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi Muhammad s.a.w dipangkuan Jibril sehingga sedar kembali, dan ketika sudah sedar Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummatku yang akan masuk neraka?" Jawab Jibril: "Ya, iaitu orang yang berdosa besar dari ummatmu."
Kemudian Nabi Muhammad s.a.w menangis, Jibril juga menangis, kemudian Nabi Muhammad s.a.w masuk kedalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian masuk kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah s.w.t., dan pada hari ketiga datang Abu Bakar r.a. kerumah Nabi Muhammad s.a.w mengucapkan: "Assalamu'alaikum yang ahla baiti rahmah. apakah dapat bertemu kepada Nabi Muhammad s.a.w?" Maka tidak ada yang menjawabnya, sehingga ia menepi untuk menangis, kemudian Umar datang dan berkata: "Assalamu'alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah dapat bertemu dengan Rasulullah s.a.w?" Dan ketika tidak mendapat jawapan dia pun menepi dan menangis, kemudian datang Salman Alfarisi dan berdiri dimuka pintu sambil mengucapkan: "Assalamu'alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah dapat bertemu dengan Junjunganku Rasulullah s.a.w.?" Dan ketika tidak mendapat jawapan, dia menangis sehingga jatuh dan bangun, sehingga sampai kerumah Fatimah r.a. dan dimuka pintunya ia mengucapkan: "Assalamu'alaikum hai puteri Rasulullah s.a.w."Kebetulan pada masa itu Ali r.a. tiada dirumah, lalu bertanya: "Hai puteri Rasulullah, sesungguhnya Rasulullah s.a.w. telah beberapa hari tidak keluar kecuali untuk sembahyang dan tidak berkata apa-apa kepada orang dan juga tidak mengizinkan orang-orang bertemu dengannya." Maka segeralah Fatimah memakai baju yang panjang dan pergi sehingga apabila beliau sampai kedepan muka pintu rumah Rasulullah s.a.w. dan memberi salam sambil berkata: "Saya Fatimah, ya Rasulullah." Sedang Rasulullah s.a.w. bersujud sambil menangis, lalu Rasulullah s.a.w. mengangkat kepalanya dan bertanya: "Mengapakah kesayanganku?" Apabila pintu dibuka maka masuklah Fatimah kedalam rumah Rasulullah s.a.w. dan ketika melihat Rasulullah s.a.w. menangislah ia kerana melihat Rasulullah s.a.w. pucat dan sembam muka kerana banyak menangis dan sangat sedih, lalu ia bertanya: "Ya Rasulullah, apakah yang menimpamu?" Jawab Rasulullah s.a.w.: "Jibril datang kepadaku dan menerangkan sifat-sifat neraka jahannam dan menerangkankan bahawa bahagian yang paling atas dari semua tingkat neraka jahannam itu adalah untuk umatku yang berbuat dosa-dosa besar, maka itulah yang menyebabkan aku menangis dan berduka cita." Fatimah bertanya lagi: "Ya Rasulullah, bagaimana caranya masuk?" Jawab Rasulullah s.a.w.: "Diiring oleh Malaikat keneraka, tanpa dihitamkan muka juga tidak biru mata mereka dan tidak ditutup mulut mereka dan tidak digandingkan dengan syaitan, bahkan tidak dibelenggu atau dirantai." Ditanya Fatimah lagi: "Lalu bagaimana cara Malaikat menuntun mereka?" Jawab Rasulullah s.a.w.: "Adapun kaum lelaki ditarik janggutnya sedangkan yang perempuan ditarik rambutnya, maka beberapa banyak dari orang-orang tua dari ummatku yang mengeluh ketika diseret keneraka: Alangkah tua dan lemahku, demikian juga yang muda mengeluh: Wahai kemudaanku dan bagus rupaku, sedang wanita mengeluh: Wahai alangkah maluku sehingga dibawa Malaikat Malik., dan ketika telah dilihat oleh Malaikat Malik lalu bertanya: "Siapakah mereka itu, maka tidak pernah saya dapatkan orang yang akan tersiksa seperti orang-orang ibi, muka mereka tidak hitam, matanya tidak biru, mulut mereka juga tidak tertutup dan tidak juga diikat bersama syaitannya, dan tidak dibelenggu atau dirantai leher mereka? Jawab Malaikat: "Demikianlah kami diperintahkan membawa orang-orang ini kepadamu sedemikian rupa." Lalu ditanya oleh Malaikat Malik: "Siapakah wahai orang-orang yang celaka?"
Dalam lain riwayat dikatakan ketika mereka diiring oleh Malaikat Malik selalu memanggil: "Wa Muhammad." tetapi setalh melihat muka Malaikat Malik lupa akan nama Rasulullah s.a.w. kerana hebatnya Malaikat Malik, lalu ditanya: "Siapakah kamu?" Jawab mereka: "Kami ummat yang dituruni Al-Quran dan kami telah puasa bulan Ramadhan." Lalu Malaikat Malik berkata: "Al-Quran tidak diturunkan kecuali kepada ummat Rasulullah s.a.w.." Maka ketika itu mereka menjerit: "Kami ummat Nabi Muhammad s.a.w" Maka Malaikat Malik bertanya: "Tidakkah telah ada larangan dalam Al-Quran dari ma'siyat terhadap Allah subha nahu ta'ala." Dan ketika berada ditepi neraka jahannam dan diserahkan kepada Malaikat Zabaniyah, mereka berkata: "Ya Malik, diizinkan saya akan menangis." Maka diizinkan, lalu mereka menangis sampai habis airmata, kemudian menangis lagi dengan darah, sehingga Malaikat Malik berkata: "Alangkah baiknya menangis ini andaikata terjadi didunia kerana takut kepada Allah s.w.t., nescaya kamu tidak akan disentuh oleh api neraka pada hari ini, lalu Malaikat Malik berkata kepada Malaikat Zabaniyah: "Lemparkan mereka kedalam neraka." dan bila telah dilempar mereka serentak menjerit: "La illaha illallah." maka surutlah api neraka, Malaikat Malik berkata: "Hai api, sambarlah mereka." Jawab api: "Bagaimana aku menyambar mereka, padahal mereka menyebut La illaha illallah." Malaikat Malik berkata: "Demikianlah perintah Tuhan Rabbul arsy." maka ditangkaplah mereka oleh api, ada yang hanya sampai tapak kaki, ada yang sampai kelutut, ada yang sampai kemuka. Malaikat Malik berkata: "jangan membakar muka mereka kerana kerana mereka telah lama sujud kepada Allah s.w.t., juga jangan membakar hati mereka kerana mereka telah haus pada bulan Ramadhan." Maka tinggal dalam neraka beberapa lama sambil menyebut: "Ya Arhamar Rahimin, Ya Hannan, Ya Mannan." Kemudian bila telah selesai hukuman mereka, maka Allah s.w.t.memanggil Jibril dan bertanya: "Ya Jibril, bagaimanakah keadaan orang-orang yang maksiat dari ummat Nabi Muhammad s.a.w?" Jawab Jibril: "Ya Tuhan, Engkau lebih mengetahui." Lalu diperintahkan: "Pergilah kau lihatkan keadaan mereka." Maka pergilah Jibril a.s. kepada Malaikat Malik yang sedang duduk diatas mimbar ditengah-tengah jahannam. Ketika Malaikat Malik melihat Jibril segera ia bangun hormat dan berkata: "Ya Jibril, mengapakah kau datang kesini?" Jawab Jibril: "Bagaimanakah keadaan rombongan yang maksit dari ummat Rasulullah s.a.w.?" Jawab Malaikat Malik: "Sungguh ngeri keadaan mereka dan sempit tempat mereka, mereka telah terbakar badan dan daging mereka kecuali muka dan hati mereka masih berkilauan iman."Jibril berkata: "Bukalah tutup mereka supaya saya dapat melhat mereka." Maka Malaikat Malik menyuruh Malaikat Zabaniyah membuka tutup mereka dan ketika mereka melihat Jibril mereka mengerti bahawa ini bukan Malaikat yang menyiksa manusia, lalu mereka bertanya: "Siapakah hamba yang sangat bagus rupanya itu?" Jawab Malaikat Malik: "Itu Jibril yang biasa membawa wahyu kepada Nabi Muhammad s.a.w." Ketika mereka mendengar nama Nabi Muhammad s.a.w. maka serentaklah mereka menjerit: "Ya Jibril, sampaikan salam kami kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan beritakan bahawa maksiat kamilah yang memisahkan kami dengannya serta sampaikan keadaan kami kepadanya." Maka kembalilah Jibril menghadap kepada Allah s.w.t. lalu ditanya: "Bagaimana kamu melihat ummat Muhammad?" Jawab Jilril: "Ya Tuhan, alangkah jeleknya keadaan mereka dan sempit tempat mereka." Lalu Allah s.w.t. bertanya lagi: "Apakah mereka minta apa-apa kepadamu?" Jawab Jibril: "Ya, mereka minta disampaikan salam mereka kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan diberitakan kepadanya keadaan mereka." Maka Allah s.w.t. menyuruh Jibril menyampaikan semua pesanan itu kepada Nabi Muhammad s.a.w. yang tinggal dalam khemah dari permata yang putih, mempunyai empat ribu buah pintu dan tiap-tiap pintu terdapat dua daun pintu dari emas, maka berkata Jibril: Ya Muhammad, saya datang kepadamu dari rombongan orang-orang yang derhaka dari ummatmu yang masih tersiksa dalam neraka, mereka menyampaikan salam kepadamu dan mengeluh bahawa keadaan mereka sangat jelek dan sangat sempit tempat mereka." Maka pergilah Nabi Muhammad s.a.w. kebawah arsy dan bersujud dan memuji Allah s.w.t. dengan ucapan yang tidak pernah diucapkan oleh seorang makhlukpun sehingga Allah s.w.t. menyuruh Nabi Muhammad s.a.w.: "Angkatlah kepalamu dan mintalah nescaya akan diberikan, dan ajukan syafa'atmu pasti akan diterima." Maka Nabi Muhammad s.a.w. berkata: "Ya Tuhan, orang-orang yang durhaka dari ummatku telah terlaksana pada mereka hukumMu dan balasanMu, maka terimalah syafa'atku." Allah s.w.t. berfirman: "Aku terima syafa'atmu terhadap mereka, maka pergilah keneraka dan keluarkan daripadanya orang yang pernah mengucap Laa ilaha illallah." Maka pergilah Nabi Muhammad s.a.w. keneraka dan ketika dilihat oleh Malaiakt Malik, maka segera ia bangkit hormat lalu ditanya: "Hai Malik, bagaimanakah keadaan ummatku yang durhaka?" Jawab Malaikat Malik: "Alangkah jeleknya keadaan mereka dan sempit tempat mereka." Maka diperintahkan membuka pintu dan angkat tutupnya, maka apabila orang-orang didalam neraka itu melihat Nabi Muhammad s.a.w. maka mereka menjerit serentak: "Ya Nabi Muhammad s.a.w., api neraka telah membakar kulit kami." Maka dikeluarkan semuanya berupa arang, lalu dibawa mereka kesungai dimuka pintu syurga yang bernama Nahrulhayawan, dan disana mereka mandi kemudian keluar sebagai orang muda yang gagah, elok, cerah matanya sedangkan wajah mereka bagaikan bulan dan tertulis didahi mereka Aljahanamiyun atau orang-orang jahannam yang telah dibebaskan oleh Allah s.w.t.. Dari neraka kemudiannya mereka masuk kesyurga, maka apabila orang-orang neraka itu melihat kaum muslimin telah dilepaskan dari neraka, mereka berkata: "Aduh, sekiranya kami dahulu Islam tentu kami dapat keluar dari neraka."
Allah s.w.t. berfirman: "Rubama yawaddul ladzina kafaruu lau kanu muslimin." (Yang bermaksud) "Pada suatu saat kelak orang-orang kafir ingin andaikan mereka menjadi orang Muslim."
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Pada hari kiamat kelak akan didatangkan maut itu berupa kambing kibas putih hitam, lalu dipanggil orang-orang syurga dan ditanya: "Apakah kenal manut?" Maka mereka melihat dan mengenalnya, demikian pula ahli neraka ditanya: "Apakah kenal maut?" Mereka melihat dan mengenalnya, kemudian kambing itu disembelih diantara syurga dan neraka, lalu diberitahu: "Hai ahli syurga kini kekal tanpa mati, hai ahli neraka kini kekal tanpa mati." Demikianlah ayat: Wa andzirhum yaumal hasrati idz qudhiyal amru (Yang bermaksud) Peringatkanlah mereka akan hari kemenyesalan ketika maut telah dihapuskan."
Abu Hurairah r.a. berkata: "Janganlah gembira seorang yang lacur dengan suatu nikmat kerana dibelakangnya ada yang mengejarnya iaitu jahannam, tiap-tiap berkurang ditambah pula nyalanya."
DI setiap jeda waktu yang tak terlalu jarang, lelaki tua itu terlihat selalu tak jauh dari mesin tik kesayangan. Terlepas dari cuaca yang sedang tak menentu, keperluan genting yang mengharuskannya keluar rumah, atau kunjungan mendadak para tamu. Sebab, benda itulah satu-satunya hiburan paling masuk akal di hari tua, mengelakkan layar televisi yang melulu bicara sensasi, bujuk rayu komersial, dan kepalsuan tingkah para politisi yang membuatnya jengah belaka. Ia telah menghabiskan hampir seluruh usia untuk mempelajari banyak hal di dunia ini, kecuali menjadi tua.
“Ide itu seperti bisikan langsung Mahakuasa yang datang tiba-tiba. Daya ingat manula makin menyusut,” gumamnya seperti bicara sendiri, menguak alasan.
Di waktu-waktu lampau saat pikiran masih setajam penglihatan, jemari si lelaki begitu lincah menari pada tuts aksara, berampai kepulan asap merajah paru, berderap laiknya langkah serdadu saat parade. Seirama Strauss memainkan Waltz tiga perempat The Blue Danube yang sering ia putar, sensasi bunyi tak-tok dari moncong mesin tulis manual adalah anestesi dari perangkap kesepian.
Mesin tik tua itu setia menemaninya hidup, sebaik-baiknya hidup secara manusiawi di tengah kehidupan manusia yang kini telah berubah, bagai mesin. Ia akan tenggelam di pusaran waktu, mengail ribuan kata untuk bercerita, perihal apa pun yang menurutnya penting dan patut untuk diceritakan. Sebagaimana ingatan lama yang masih tersisa, kecakapan itu nyatanya diwarisi dari sang ibu yang keburu mangkat sebelum ia mengenal bangku sekolah. Ia tak akan tidur sebelum ibu menceritakan sebuah kisah, menumbuhkan tunas imajinasi di kepalanya. Setelah tumbuh besar, tunas itu mengejawantahkan banyak anak tulisan.
Menulis bak pelengkap hikayat. Menjadikannya berarti setidaknya bagi diri sendiri.
“Bagaimana Bapak bertahan di penjara? Bertahan dalam kesunyian?”
“Ada saja cara membunuh sunyi.”
“Apakah Bapak mendendam?”
“Buat apa? Saya tak punya kekuatan apa-apa. Tak akan ada yang berubah. Hidup terus berjalan,” lenguhnya pelan sembari mengisap sisa keretek.
Jauh sebelum seperti sekarang, nama itu kadung dianggap lebih berbahaya dibanding sosoknya yang ceking, hanya bersenjata kertas dan pena. Awak yang tidak lebih tinggi dari pundak orangorang Londo atau bumiputra kebanyakan. Kelana—dalam artian serupa asal—adalah manusia pelintas zaman, hidup dari satu masa ke masa yang lain. Dari satu bui ke bui lain. Dari satu rezim ke rezim yang lain. Orang menganggapnya kaku dan jemawa. Kepongahan prinsip lumrah mengakibatkannya menjadi terasing.
Tetapi Arum melihat keunikan lain dari semua cap buruk yang kerap dialamatkan kepadanya. Lelaki nyentrik ini cuma kambing hitam kebuasan, pikirnya.
***
Di sekitar era kemerdekaan, Kelana muda (pendatang dari kampung) hidup menyambi apa saja untuk dapat sekadar bertahan. Karena ikut menumpang di kediaman sanak jauh, ia cukup ringan hati membayar segala kebaikan keluarga itu dengan melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga. Seperti mencuci, mengepel, menyapu, dan sejenisnya. Meskipun saat itu telah diterima sebagai juru ketik di kantor berita Domei. Bersama suami dari sanaknya, ia mulai mengenal dunia tulis-menulis. Ikut membantu pengerjaan pamflet, selebaran, atau majalah-majalah berbau perjuangan. Rezim pendudukan lantas berganti. Seiring waktu karena berbagai sebab, sempat pula Kelana ikut bagian menjadi prajurit dalam front Divisi Siliwangi. Untuk pertama kalinya itu ia melihat manusia harus mati bergelimpangan tepat di hadapan. Betapa keras hidup di arena pertempuran. Kadang ia berpikir, untuk apa ada perang di dunia ini? Mengapa manusia harus saling menaklukkan satu sama lain?
Tak jarang, sewaktu pasukan mesti bergerak menuju titik sasaran, ia ikut rebahan seadanya di beranda rumah tiap penduduk yang sedang dilalui. Di salah satu rumah penduduk itulah Kelana bertemu sosok perempuan cantik, putri pedagang papier-tembakau, yang telah langsung menawan hatinya.
Apa yang lebih menggetarkan dari kisah romansa di medan peperangan?
Tak hendak mengulur-ulur, tiga sasi sejak pertemuan pertama, Kelana mempersunting Delima lewat prosesi sederhana. Tak lama setelah itu ia kemudian dipindah ke bagian perkabaran. Sayangnya, belum cukup merasakan manis madu perkawinan, ia malah tertangkap dalam suatu operasi. Setahun lebih Belanda membuinya tanpa peradilan.
Selama masa penghukuman itu ia merenung, lalu memutuskan untuk berhenti menjadi seorang prajurit. Nasib baik lalu membebaskannya dari kungkungan penjara. Ketika pulang, ternyata ia telah menjadi seorang ayah. Jati telah lahir ketika ia dipenjara. Kondisi ekonomi saat itu begitu sulit. Namun, berbekal pengalaman, ia akhirnya diterima sebagai pekerja pengarsipan di penerbit Bandar Poestaka, sebelum akhirnya menjabat redaktur sastra.
Sejak itu Kelana semakin getol dengan tulisan. Hari-harinya berkutat tak jauh dari buku, tumpukan naskah, dokumen, berbagai karya tulis prosa maupun drama. Semakin hari, pembacaannya yang dalam pada berbagai ide pemikiran semakin melebarkan sayapnya ke ranah lain yang penuh marabahaya: politik. Permainan kekuasaan di antara para gajah meminta tumbal. Peristiwa ’65 meletus. Kelana ikut terjebak di dalamnya. Semua orang saling curiga, tak jarang malah dimanfaatkan untuk menghajar mereka yang tak disukai dengan tuduhan tak berdasar. Sebelum Kelana diringkus, keluarganya lebih dulu diungsikan ke kampung halaman. Vonis hakim dari sesama bumiputra mengganjarnya hukuman 15 tahun penjara. Ia diasingkan ke pulau terpencil. Terpisah dari anak-istri, tanpa kabar.
Belasan tahun kemudian setelah menghirup udara bebas, jejak keberadaan Delima dan Jati seakan lenyap begitu saja ditelan bumi. Para tetangga menjauh, sampai kemudian sejawat dekat menyampaikan sesuatu dengan raut tak tega; Delima dan Jati pernah terlihat ada dalam rombongan orang-orang tertuduh sewaktu digiring pasrah ke Sungai Brantas. Ia membayangkan nasib nahas keduanya, sejak hilang kontak bertahun-tahun, harapan untuk berjumpa lagi saat berada dalam penjara itu nyatanya sia-sia belaka. Keyakinannya runtuh.
***
“Oleh karena itu Bapak menulis? Membuat karangan untuk lupakan kesedihan?”
“Di titik nadir, kau tak pernah yakin pada apa pun, kecuali ada sesuatu yang harus kauyakini. Sesuatu yang hanya kau sendiri yang tahu.”
“Banyak yang bilang, karangan Bapak sangat personal. Apakah itu curahan hati Bapak sesungguhnya?”
“Kamu sendiri apa sudah baca? Ya, seperti kata seorang pemikir, aku adalah satu hal, tulisanku adalah hal yang lain.”
“Benarkah Bapak dulu ditangkap karena ideologi?” tanya Arum mempertanyakan hal yang terlalu sering ditanyakan kepadanya.
“Omong kosong. Di negeri ini tak ada bedanya kekuasaan tangan besi dengan ide kebebasan. Semua gado-gado. Kebebasan itu kan paradoks juga. Dia menghasilkan kelas baru yang menyebabkan kelas lain tak bisa memilih kebebasannya sendiri. Lihat saja acara televisi. Sudahlah, jangan terlalu serius. Saya ditangkap karena rezim sedang iseng. Mereka senang bermain-main dengan kemanusiaan. Anda sendiri mengapa menulis? Anda penulis juga kan?”
Tanya berbalas tanya. Begitulah kemudian percakapan demi percakapan menjadi abstraksi perkenalan Arum dengan Kelana di sebuah kafe sekitar pusat kota, semenjak Arum pertama kali mendatangi rumahnya untuk sebuah proyek tulisan. Ia merasa tersirap setiap kali mengikuti jalan pikiran lelaki tua itu kala menceritakan sejarahnya. Lelaki sunyi dengan pencapaian yang baru diakui setelah rezim jatuh.
Kesedihan dan perjuangan Kelana begitu mirip dengan kisah hidupnya. Kesunyian yang ia rasakan pastilah juga dirasakan lelaki tua itu meski ia kerap berusaha menutupinya dengan kesan slebor. Siapa yang bisa mengerti riwayat kesedihan seseorang selain seseorang dengan kesedihan itu sendiri? Hanya sunyi yang mampu merasakan kesunyian.
Sunyi itu, jeri yang merasuk ke dalam sumsum paling tersembunyi, di hati dan jiwanya setelah ia dengan tubuh lunglai berbalut pakaian habis terisak dan darah segar yang mengalir di sela-sela paha, seolah mengulang sejarah gelap yang ia tahu pernah mendera sekian tahun lamanya ingatan Kelana. Kesuciannya sebagai perempuan ternodai dalam beberapa menit adegan laknat di sebuah jembatan kota saat sepulang kantor. Beberapa wajah masih terbayang. Suasana kacau. Jalanan terlihat lengang, asap dan teriakan orang-orang yang berlarian sangat membekas. Ia coba melapor. Tapi semuanya pupus, sia-sia.
Ingatannya mungkin terlalu berbahaya bagi sekelompok orang. Satu-satunya keadilan yang mesti dijalani adalah dengan tidak melupakan ingatannya sendiri.
Maka demikianlah adanya, sejak Arum mengenal Kelana lebih dekat, ia merasakan sosok yang mengerti keberadaan dirinya secara utuh, yang bisa merasakan kegetirannya, mengisi kekayaan pikirannya, memacu cita-citanya, atau sekadar membantu mengerjakan sesuatu yang remeh seperti menemaninya berbelanja di pasar dan nonton ke bioskop, walau mulanya terasa canggung.
Atau ngopi-ngopi, seperti sekarang. Kelana penyuka kopi. Ia percaya minum kopi bisa menetralkan racun. Ada-ada saja. Tapi kini lelaki tua itu lebih banyak diam. Beberapa waktu belakangan isi kepalanya seperti kosong. Kemampuannya menulis susut, berbanding terbalik dengan kegemarannya merokok, kencang bagai sepur. Seturut halnya dengan Arum, Kelana pun sesungguhnya merasakan sesuatu yang berbeda sejak mengenal perempuan cantik dan pintar itu setelah pertemuan pertama mereka. Hari-hari yang mereka lalui di perpustakaan, pergelaran seni, atau hanya duduk menghabiskan senja di sebuah kafe adalah pengalaman baru yang menerangi hidupnya yang lusuh, tua, dan membosankan. Kini semua itu berubah. Dari jalin pertemanan antara seorang murid dan guru, ia tak bisa lagi membohongi perihal sesuatu yang telah lama tak ia rasakan dalam hidup.
Ia jatuh cinta. Tapi bibir yang menghitam itu sulit sekali mengatakannya.
***
“Kamu percaya tidak, seseorang yang telah mati akan selalu ada di dekat sesuatu yang dicintainya saat masih hidup?” tanya perempuan itu menerawang.
“Sebagai orang yang agamais, tentu saja tidak. Memangnya kenapa? Kamu dihantui seseorang? Jangan-jangan mantan,” seloroh sang lelaki.
“Entahlah, akhir-akhir ini seperti ada yang berbisik kepadaku untuk terus menyelesaikan novelku yang terbengkalai.”
“Editor.”
Perempuan itu tersenyum kecut.
“Yaa, itu juga. Targetku sebulan lagi.”
“Kamu terlalu banyak baca fiksi. Ayo, kita piknik minggu ini.”
“Tidak, Ray. Ini penting. Solusimu tak membantu,” ujar perempuan itu serius. Mimiknya berubah.
“Iya, maaf. Aku tak bermaksud apa-apa.” Keduanya diam sesaat.
“Novelmu tentang apa, boleh aku jadi orang pertama yang tahu kisah dari calon buku laris tahun ini?”
Perempuan itu kembali tersenyum, “Kisah cinta,” tuturnya singkat. Menatap raut sang lelaki yang menunggu penjelasan, ia melanjutkan, “Tentang pengarang tua yang jatuh cinta pada perempuan muda yang juga seorang penulis. Awalnya hubungan mereka tak lebih dari status murid dan guru. Seorang pembaca dan idolanya. Karena kesamaan latar belakang, mereka jadi sering berhubungan, menghabiskan waktu bersama sampai tumbuh benihbenih cinta di antara keduanya.”
“Siapa nama tokohnya?”
“Arum dan Kelana.”
“Nama yang bagus. Mengapa mereka bisa saling jatuh cinta?”
“Keduanya memiliki sejarah kelam masing-masing. Kelana adalah penulis tua legendaris yang pernah dipenjara belasan tahun oleh rezim despotik atas tuduhan subversif. Sementara Arum perempuan malang korban pemerkosaan brutal sekelompok orang tak dikenal di periode yang chaos, memilih sastra sebagai pelarian dari bisikan-bisikan asing yang kerap menyuruhnya bunuh diri. Kesunyian masing-masing membuat mereka saling mengisi karena empati yang murni tumbuh dari suatu rasa yang pernah sama-sama terluka,” tutur sang perempuan dengan nada bergetar.
Lelaki itu mematung. Dadanya sesak mendengarkan cerita yang sudah tak asing di telinganya. Cerita masa lalu sang kekasih yang telah terkubur hendak ditulis kembali. Ia memeluk erat perempuan itu seakan esok tak akan lagi menyapa.
Sementara itu, di suatu sudut yang lain, di ruang dan waktu yang berbeda, seorang lelaki tua terlihat selalu tak jauh dari mesin tik kesayangan, bermerek Brother, menanti sebuah kisah yang belum rampung untuk dituntaskan. Kisah yang bercerita tentang dirinya.
Ia ingin sekali menyentuh tombol-tombol itu, deret rangkaian huruf yang pernah membuatnya merasa hidup. Sejak pikirannya mandek seiring tubuh yang menua, kesunyian terasa begitu nyata—tak teraba oleh bahasa puisi apa pun, digambarkan dengan prosa paling realis sekalipun.
Ia rindu bernostalgia dengan kenangan yang tak pernah ada. (*)
D. HARDI
Menulis cerpen, puisi, dan resensi yang sudah tersebar di media cetak dan digital. Karya terbarunya adalah antologi puisi berjudul “Sesuatu yang Tak Pergi di Malam Hari”.
[1] Disalin dari karya D. Hardi
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Jawa Pos” edisi Minggu 3 Maret 2019
The post Sunyi Bercerita tentang Kesunyian appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.
via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2Tg4I13
Ketika hujan tiba aku sedang dalam perjalanan dari Bandara Sentani menuju kota Jayapura.
Meski hujan, mentari tetap menyinari alam Sentani yang indah. Unik sekali cahaya alam saat itu. Maka ketika kumelihat pelangi ini bersinar melengkung didepanku, aku teramat ingin mengabadikannya.
Kuminta kawanku menepikan kendaraan, lalu aku turun dan menyebrangi jalan, kemudian turun sedikit ke arah danau...
Yah...ini saja yang sempat kuambil, karena hujan pun semakin deras... Itupun aku bersyukur, teringat akan janjiNya ketika Ia membuatkan tanda ini bagi manusia.
"Sayang, Abang minta izin untuk nikah sorang lagi," Aliyah yang sedang melipat kain, terdiam seketika. Mungkin terkedu. Adakah pendengarannya kian kabur lantaran usianya yang kian beranjak. Adakah dialog tadi hanya dilafazkan di dalam TV, sementelah TV juga dipasang. Tapi, ahh bukanlah.
TV sedang menayangkan iklan Sunsilk, mustahil sudah ada siri baru iklan Sunsilk?
Dia menghela nafas panjang.
Dia memandang sekali imbas wajah Asraf Mukmin, kemudian tersenyum. Meletakkan kain yang telah siap dilipat di tepi, bangun lantas menuju ke dapur. Langkahnya diatur tenang. Segelas air sejuk diteguk perlahan. Kemudian dia ke bilik Balqis, Sumayyah, Fatimah. Rutin hariannya, mencium puteri-puterinya sebelum dia masuk tidur. Dahulu, semasa puterinya kecil lagi, rutin itu dilakukan dengan suaminya. Kini, anak-anak kian beranjak remaja. Kemudian, dia menjenguk bilik putera bujangnya yang berdua, si kembar, Solehin dan Farihin. Pengabisannya dia kembali kepada suaminya.
Asraf Mukmin hanya diam, membatu diri. Dia amat mengenali isterinya. Jodoh yang diatur keluarga hampir 16 tahun yang lepas menghadiahkan dia sebuah keluarga yang bahagia, Aliyah adalah ikon isteri solehah. Namun, kehadiran Qistina, gadis genit yang menjawat jawatan pembantu tadbir kesetiausahaan di jabatannya benar-benar membuatkan dia lemah.
"Kau mampu Asraf, dengan gaji kau, aku rasa kau mampu untuk beri makan 2 keluarga," sokongan Hanif, teman sepejabat menguatkan lagi hujah apabila dia berdepan dengan Aliyah.
" Abang Asraf, Qis tak kisah. Qis sanggup bermadu jika itu yang ditakdirkan. Bimbinglah Qis, Qis perlukan seseorang yang mampu memimpin Qis," masih terngiang-ngiang bicara lunak Qis.
Akhir-akhir ini, panas rasanya punggung dia di rumah. Pagi-pagi, selesai solat subuh, cepat-cepat dia bersiap untuk ke pejabat. Tidak seperti kelaziman, dia akan bersarapan berjemaah bersama isteri dan anak- anak. Aduhai, penangan Qis gadis kelahiran Bumi Kenyalang benar-benar menjerat hatinya.
" Abang , Aliyah setuju dengan permintaan Abang. Tapi, Aliyah nak berjumpa dengan wanita tu," Lembut dan tenang sayup-sayup suara isterinya. Dia tahu, Aliyah bukan seorang yang panas baran. Aliyah terlalu sempurna, baik tetapi ahh hatinya kini sedang mengilai wanita yang jauh lebih muda.
"Bawa dia ke sini, tinggalkan dia bersama Aliyah selama 1 hari saja, boleh?" pelik benar permintaan isterinya. Hendak dipengapakan apakah buah hatinya itu? Namun, tanpa sedar dia menganguk, tanda setuju. Sebab, dia yakin isterinya tidak akan melakukan perkara yang bukan-bukan. Dan hakikatnya dia seharusnya bersyukur. Terlalu bersyukur. Kalaulah isterinya itu wanita lain, alamatnya perang dunia meletus lah jawabnya. Melayanglah periuk belanga. Ehhh, itu zaman dulu-dulu. Zaman sekarang ni, isteri-isteri lebih bijak.
Teringat dia kisah seorang tentera yang disimbah dengan asid, gara-gara menyuarakan keinginan untuk menambah cawangan lagi satu. Kecacatan seumur hidup diterima sebagai hadiah sebuah perkahwinan yang tidak sempat dilangsungkan. Dan dia, hanya senyuman daripada Aliyah.
"Apa, nak suruh Qis jumpa dengan isteri Abang," terjegil bulat mata Qis yang berwarna hijau. "Kak Aliyah yang minta," masih lembut dia memujuk Qis.
"Biar betul, apa dia nak buat dengan Qis?" "Takutlah Qis, silap haribulan dia bunuh Qis!" terkejut Asraf Mukmin. "Percayalah Qis, Aliyah bukan macam tu orangnya. Abang dah lama hidup dengannya. Abang faham," Qistina mengalih pandangannya.
Mahu apakah bakal madunya berjumpa dengannya? Dia sering disogokkan dengan pelbagai cerita isteri pertama membuli isteri kedua. Heh, ini Qistina lah. Jangan haraplah jika nak membuli aku. Desis hati kecil Qistina. Hari ini genap seminggu Qistina bercuti seminggu. Seminggu jugalah dia merindu. Puas dicuba untuk menghubungi Qistina, namun tidak berjaya. Rakan serumah menyatakan mereka sendiri tidak mengetahui ke mana Qistina pergi. Genap seminggu juga peristiwa dia menghantar Qistina untuk ditemuduga oleh Aliyah. Sedangkan dia diminta oleh Aliyah bermunajat di Masjid Putra. Di masjid itu, hatinya benar-benar terusik. Sekian lamanya dia tidak menyibukkan dirinya dengan aktiviti keagamaan di masjid Putra.
Dulu, sebelum dia mengenali Qistina, saban malam dia akan bersama dengan Aliyah serta anak-anaknya, berjemaah dengan kariah masjid. Kemudian menghadiri majlis kuliah agama. Membaca Al-Quran secara bertaranum itu adalah kesukaannya. Namun, lenggok Qistina melalaikannya. Haruman Qistina memudarkan bacaan taranumnya. Hatinya benar-benar sunyi. Sunyi dengan tasbih, tasmid yang sering dilagukan. Seharian di Masjid Putra, dia cuba mencari dirinya, Asraf Mukmin yang dulu. Asraf Mukmin anak Imam Kampung Seputih. Asraf Mukmin yang asyik dengan berzanji. Menitis air matanya. Hatinya masih tertanya-tanya, apakah yang telah terjadi pada hari itu. Aliyah menunaikan tanggungjawabnya seperti biasa. Tiada kurangnya layanan Aliyah. Mulutnya seolah-olah terkunci untuk bertanya hal calon madu Aliyah.
Tit tit... sms menjengah masuk ke kantung inbox hensetnya.
"Qis minta maaf. Qis bukan pilihan terbaik utk Abang jadikan isteri. Qis tidak sehebat kak Aliyah. Qis perlu jadikan diri Qis sehebatnya untuk bersama Abang.
Dibawah hensetnya, ada sekeping sampul besar.
Kepada: Asraf Mukmin, Suami yang tersayang...
Asraf Mukmin diburu kehairanan. Sampul berwarna cokelat yang hampir saiz dengan A4 itu dibuka perlahan.
---------------------------------------------------------------
Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasihani.
Salam sejahtera buat suami yang tercinta, moga redhaNya sentiasa mengiringi jejak langkahmu. Abang yang dikasihi, genap seminggu sesi temuduga yang Aliyah jalankan pada Qistina. Terima kasih kerana Abang membawakan Aliyah seorang calon madu yang begitu cantik. Di sini Aliyah kemukakan penilaian Aliyah.
1. Dengan ukuran badan ala-ala model, dia memang mengalahkan Aliyah yang sudah tidak nampak bentuk badan. Baju- bajunya memang mengikut peredaran zaman. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tak sanggup Abang diheret ke neraka kerana menanggung dosa. Sedangkan dosa Abang sendiri pun, masih belum termampu untuk dijawab di akhirat sana , apatah lagi Abang nak menggalas dosa org lain. Aliyah sayangkan Abang...
2. Aliyah ada mengajak dia memasak. Memang pandai dia masak, apatah lagi western food. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tahu selera Abang hanya pada lauk pauk kampung. Tapi tak tahulah pula Aliyah kalau-kalau selera Abang sudah berubah. Tapi, Aliyah masih ingat lagi, masa kita sekeluarga singgah di sebuah restoran western food, Abang muntahkan semua makanan western food tu. Lagi satu, anak-anak kita semuanya ikut selera ayah mereka. Kesian nanti, tak makan la pula anak-anak kita. Aliyah sayangkan Abang...
3. Aliyah ada mengajak dia solat berjemaah. Kelam kabut dibuatnya. Aliyah minta dia jadi Imam. Yelah, nanti dia akan menjadi ibu pada zuriat Abang yang lahir, jadinya Aliyah harapkan dia mampu untuk mengajar anak-anak Abang untuk menjadi imam dan imamah yang beriman. Tapi, kalau dia sendiri pun kelam kabut memakai telekung... Aliyah sayangkan Abang...
Abang yang disayangi, cukuplah rasanya penilaian Aliyah. Kalau diungkap satu persatu, Aliyah tak terdaya. Abg lebih memahaminya. Ini penilaian selama 1 hari, Abang mungkin dapat membuat penilaian yang jauh lebih baik memandangkan Abang mengenalinya lebih dari Aliyah mengenalinya.
Abang yang dicintai, di dalam sampul ini ada borang keizinan berpoligami. Telah siap Aliyah tandatangan. Juga sekeping tiket penerbangan MAS ke Sarawak. Jika munajat Abang di Masjid Putra mengiayakan tindakan Abang ini, ambillah borang ini, isi dan pergilah kepada Qistina. Oh ya, lupa nak cakap, Qistina telah berada di Sawarak. Menunggu Abang... Aliyah sayangkan Abg...
Tetapi jika Abg merasakan Qistina masih belum cukup hebat untuk dijadikan isteri Abang, pergilah cari wanita yang setanding dengan Aliyah... Aliyah sayangkan Abg.
Tetapi, jika Abg merasakan Aliyah adalah isteri yang hebat untuk Abangg.. tolonglah bukakan pintu bilik ni. Aliyah bawakan sarapan kegemaran Abang, roti canai.. air tangan Aliyah.
Salam sayang, Aliyah Najihah binti Mohd Hazery.
Jangan lupa untuk tekan butang share selepas anda baca♥
info : facebook
TATKALA suara ketukan pintu mengibaskan dingin di sekitar telinga, hujan sedang bertambah lebat. PLN baru saja melakukan pemadaman bergilir dan Nosa menggigil karena demam berdarah.
Melly tahu yang mengetuk pintu itu tiada lain, kecuali Tuhan. Pertolongan Tuhan hanya datang di akhir, demikian Melly meyakini. Melly bergeming di tubir paling pinggir. Bilamana tangan Tuhan terulur? Orang-orang membekap mulut, bersedekap sambil mengamati dari jauh, memandang jijik, dan menganggap Melly tak lagi manusia seperti mereka. Pertolongan Tuhan kali ini pasti datang, bisik Melly kepada Nosa. Tuhan tak mungkin abai.
Tuhan berdiri di muka Melly. Kehadiran-Nya saja sudah membuat Melly jatuh bahagia. Seolah semua beban hidup, segala kesulitan, dan penyakit Nosa yang hampir membuatnya yakin kematian akan memisahkannya dengan Nosa, tak berkutik menyiksa Melly lagi.
Tuhan yang tahu semua yang dirasakan Melly, menyingkirkan Melly dari hadapan-Nya. Masuk menuju dipan di kamar satu- satunya. Di sana Nosa menjelma kepompong. Digulung sarung, kain batik peninggalan Ibu Melly, selimut putih, dan dua lembar seprai. Itu satu-satunya cara Melly membantu mengusir demam Nosa yang tak kunjung turun.
Tiga bulan lalu, Melly membawa Nosa ke kampung ini. Satu-satunya yang tersisa di kampung ini ialah rumah Ibu yang sempit, rapuh, doyong, dan tak terurus. Akan tetapi, hanya di pojok sanalah, tempat di muka bumi ini yang Melly harapkan memberinya atap. Sepotong harapan dan sedikit pertolongan.
Kita akan liburan ke rumah nenek, kata Melly menenangkan Nosa. Dalam hati, Melly menampik, rumah nenek Nosa tak sehangat dalam cerita dongeng. Nenek yang meninggal karena usia tua, tak Melly antarkan ke permakaman.
Melly tak ingin melihat wajah ibunya dengan ragam cumbu, keringat, dan pekat sperma laki- laki telah berkerak dan menebal di tubuhnya. Tak ingin ia membiarkan kenangan terakhir di benak ibunya demikian. Biarlah ibunya membawa kenangan bahwa Melly ialah gadisnya yang berusia sembilan belas tahun, turut Sapuan si supir truk ke Jakarta, merantau sebagai buruh di pabrik garmen.
Sepanjang perjalanan dari terminal bus, dua degup perempuan itu saling memburu. Melly diterkam kekhawatiran bagaimana orang-orang kampung menilainya dan Nosa dikejar kegembiraan untuk menyaksikan bagaimana rupa sang nenek. Bukan Mami Julya, perempuan tua sekaligus pemilik pondokan Melly. Bukan juga Manissa, perempuan yang kerap Nosa saksikan kencing sambil berdiri seperti para lelaki pengunjung pondokan Melly. Aku mau minta gendong sama nenek, Nosa membatin.
Tak ada yang mau menerima Melly. Yang melihat Melly diantar ojek menatap seperti mata pemanah yang bersiap menarik busur. Alih-alih menyapa dengan kerinduan, mereka justru mengirim perkataan kasar. Anak durhaka. Ibunya mati, tidak datang. Anak tak tahu diuntung. Sekarang pulang membawa anak. Anak pelacur. Pulang pasti menjual tanah dan sawah. Mengais warisan yang tersisa.
Melly sesunggukkan. Dengkulnya loyo. Bersimpuh di hadapan Tuhan. Apakah Tuhan datang karena akan menutup hidup Melly? Apa Tuhan ingin menertawakan hidup Melly? Melly semakin tergugu, kata-kata berloncatan tak teratur.
Mengantar kematian itu sudah diserahkan kepada Izrail. Malam ini bukan malam terakhir hidup Melly. Kali ini Tuhan benar-benar datang ingin menolong Melly dan Nosa.
Karomah Tuhan. Nosa langsung sembuh. Bangun dari kasur dan menyibak kokon selimut, seperti kupu-kupu yang mengepakkan sayap. Lebih cerah dan segar. Apa dia nenek, Ibu? Nosa polos bertanya dari balik kokon selimut. Bukan, dia Tuhan. Kita kedatangan Tuhan dan akan diberi pertolongan. Melly mengusap wajahnya yang basah keringat dan air mata. Malam itu, Tuhan menginap di rumah Melly. Melly yang kikuk mendapatkan kunjungan mendadak dari Tuhan, diliputi rasa bahagia sekaligus merasa istimewa. Benar yang sering dia dengar, pertolongan Tuhan datang di akhir-akhir pengorbanan.
Saat pagi mulai merekah, Melly mendekati Tuhan. Dan begitu lirih bertanya, apa Tuhan tidak sebaiknya kembali ke al-arsy1), tempat Tuhan berkedudukan? Tentu Tuhan akan terhina bila diketahui oleh pengikutnya tengah bermalam di rumah Melly, mantan perempuan nakal.
Tuhan membalas dengan lembut. Tuhan tak perlu dibela seperti itu, Tuhan mulia dengan cara di luar akal manusia.
Belum lagi dibalas, Melly mendengar suara orang-orang bergumam dari belakang rumah. Nosa yang sedang buang hajat di jumbleng2) terdengar berbincang dengan mereka. Melly gegas menuju Nosa, tak ingin bocah polos dan tak tahu cara berdusta itu menceritakan semuanya.
Baru sampai di pintu belakang, Melly melihat dua lelaki yang dia kenali sebagai Topan dan Andung, bercakap-cakap dengan Nosa. Dua lelaki itu jongkok di luar jumbleng, bertanya dan Nosa menjawab dengan tetap ada di atas mulut kakus mengejankan kotoran dari dubur. Melly menepuk keningnya sendiri.
Tuhan semalam datang ke rumah. Menolongku dan Ibu. Seneng, ternyata Tuhan itu keren dan tidak tidur. Tuhan bisa datang ke rumah. Nosa mengoceh mirip burung emprit usai didulang pepaya masak. Yakin kamu kalau itu Tuhan, bukan lelaki simpanan ibumu, tanya Andung. Topan terkikik. Tangannya memegang bilah dari dahan kemlanding, menepuk-nepuk dinding kakus yang berbahan plastik dan anyaman bambu mulai keropos. Beberapa terjatuh.
Benar, dia Tuhan. Tengok saja, dia sekarang ada di rumah ngobrol bersama Ibu. Nosa menuding ke rumah. Andung menoleh. Seketika Melly sembunyi di balik pintu belakang. Mengamati apa yang akan mereka lakukan. Keduanya berdiri. Melly tahu apa yang akan keduanya kejar. Bukti bahwa Melly menyembunyikan lelaki. Bila itu mereka temukan, warga kampung akan menindak langsung Melly. Bisa mengusir, membakar rumah, atau menebas hidup Melly seketika. Toh sudah tak ada yang mau menganggap Melly.
Sebaiknya, Tuhan kembali ke langit. Andung dan Topan akan masuk ke rumah ini. Dan aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan. Melly lagi- lagi bersimpuh.
Tuhan yang berhak memerintah manusia, bukan manusia yang mengatur Tuhan. Jawaban itu mengunci lidah Melly. Matanya basah. Dadanya goyah. Lebih-lebih, terdengar langkah kaki mendekat dan pintu belakang digeser.
Bisik keduanya mulai jelas terdengar. Melly! Tak dilanjutkan kalimat Andung, setelah tahu bukan manusia yang di hadapannya. Benar kata Nosa, Tuhan semalam menginap di rumah Melly.
Tuhan, mengapa harus bermalam di sini. Ini tempat kotor. Pemilik rumah ini perempuan kotor. Manusia kotor. Tentu lebih pantas bila Yang Mahasuci menginap di tempat suci. Tuhan bisa singgah di masjid, musala, atau di rumah Kiai Toha. Andung gugup menyampaikannya. Dan siapa saja tentu tak bisa berkata lancar bila sudah bertatap wajah dengan Tuhan. Tuhan diam tak menyahut.
Merasa lemah, Andung dan Topan segera keluar dari rumah Melly dan mencari bala bantuan. Tak berselang lama, Andung datang dengan segerombolan orang. Ada Kiai Toha, ada sekdes, ada modin, ada lurah, dan tentu ada gemuruh kemarahan yang berarak seperti awan di atas mereka.
Mengapa Tuhan lebih memilih Melly? Kurang suci dan taat apa, Kiai Toha dan orang-orang kampung? Mengapa justru bermalam di rumah perempuan hina seperti Melly? Perempuan hina itu telah menyembunyikan Tuhan! Menghina kesucian Tuhan dengan merendahkan, laiknya pengunjung jalang pondokannya. Semua menyerang pertanyaan. Melly sama seperti mereka, tak tahu betul maksud Tuhan. Nosa menangis, tangannya diikatkan di paha Melly. Melly hanya diam. Mulutnya sudah buntu.
Tak mendapat jawaban jelas. Orang-orang dengan arahan Kiai Toha mencoba merangsek masuk ke rumah Melly. Perempuan mana yang bisa menghalau laki-laki dalam jumlah banyak. Setelah masuk, mereka tak menemukan apa-apa kecuali barang-barang usang dan tak seberapa milik Melly dan Nosa. Suara teriakan. Suara tangisan Nosa. Berkelindan.
Tanpa ada yang mengetahui bersumber dari tangan siapa, api pertama tepercik, mulai membakar rumah Melly. Kiai Toha beralasan, rumah perempuan jalang tak boleh ada di kampung ini. Agar Tuhan tidak kembali menyambangi rumah hina, dan hanya datang ke tempat-tempat suci; masjid, musala, dan kediaman Kiai Toha.
Api membesar. Suara emprit bersuitan, suara ayam berkokok ketakutan. Sesaat Kiai Toha tersadar, belum disaksikannya Tuhan keluar dari rumah Melly. Bila demikian, sama saja dia memerintahkan membakar Tuhan. Dia lari ke depan. Dengan serban serta gerakan tangan seadanya, Kiai Toha berusaha memadamkan api. Andung mencegah, takut orang suci itu jatuh mati dalam kobaran. (M-2)
Catatan:
1. Al-Arsy: tempat kedudukan Tuhan dalam keyakinan agama Islam. Berupa berupa singgasana seperti kubah yang memiliki tiang-tiang yang dipikul dan dikelilingi malaikat.
2. Jumbleng: Kakus tradisional, biasanya berdinding tidak terlalu tinggi dan diletakkan di belakang bangunan utama.
Teguh Affandi, menulis cerpen dan ulasan buku di berbagai media massa. Pernah menjuarai sayembara cerpen Femina, Green Pen Awards Perhutani, dan Pena Emas Nurul Fikri. Sekarang tinggal di Jakarta sebagai editor sastra di salah satu penerbit di Jakarta.
[1] Disalin dari karya Teguh Affandi
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” Minggu 16 Desember 2018
The post Tuhan Bermalam di Rumah Melly appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.
via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2BoZcNQ
AKU ingin tahu berapa umur malaikat di tahun ini? Kalau tidak keberatan, bisa tidak ibu katakan berapa umur malaikat?
Ibuku hanya diam. Memperhatikan aku yang sedang bingung. Matanya menyimpan rahasia. Dia selalu menampakkan mata yang indah. Seakan kunang- kunang singgah di matanya.
Mata yang indah dan rahasia telah aku rebut dengan sebuah tanya yang tidak bisa ibu jawab. Bagaimana aku bisa menjadi anak yang patuh jika seperti itu. “Nak, malaikat itu diciptakan dan diberikan tugas khusus. Mereka bukan laki-laki dan juga bukan perempuan. Yang jelas Tuhan menciptakan malaikat sebelum menciptakan manusia.”
Aku tidak percaya kata-kata ibu. Aku ingin bukti. Bukti yang bisa membuat aku percaya dan tak bertanya lagi. Aku akan menunjukkannya kepada bapak. Kata orang-orang, nyawa bapak dicabut malaikat. Tapi, bapak kok justru menyuruh malaikat untuk menjagaku.
***
Tepat di ulang tahunku yang kesembilan, ibuku bertanya. “Nak, tahun ini kamu minta kado apa?” Aku langsung ingat malaikat. Sebelum detik-detik bapak meninggal di rumah sakit, tempatnya dirawat karena kecelakaan, ia bilang kepadaku, “Jika aku tiada. Nanti ada ibumu dan malaikat yang menjagamu, nak. Bapak harap kamu jadi anak yang baik dan patuh.” Begitu ucapnya. Setelah itu bapakku meninggal.
Kejadian itu membuat ibuku tak masuk bekerja selama satu minggu. Memikirkan bapak yang sudah tak lagi bersama-sama. Tak lagi menikmati hari raya Lebaran dengan naik delman istimewa, yang kata kusirnya, delman itu milik orang Belanda. Aku senang naik bersama-sama. Aku selalu duduk di pangkuan bapak sambil melihat ekor kuda yang berkibas-kibas. “Aku ingin memberikan kado untuk malaikat, bu. Kapan malaikat ulang tahun?”
“Ah itu kado yang rumit sayang. Ibu kasih kamu kado apa aja asalkan tidak meminta itu.” Raut wajah ibuku berubah. Ibu sedih melihat permintaanku itu. Aku juga ikut sedih. Tapi, aku ingin bertemu dengan malaikat. Aku ingin menanyakan akan kupanggil apa dia nantinya, om apa tante? Tapi, itu tidak penting. Aku hanya ingin tahu seperti apa orang yang bernama malaikat itu.
Ibuku bilang dia bukan manusia. Aku heran. Kenapa bisa malaikat itu bukan manusia? Kata pak ustaz, malaikat itu ada yang bertugas mencabut nyawa. Menjaga kuburan. Menjaga surga dan neraka. Mencatat amal baik dan buruk, dan lain sebagainya. Aku jadi bingung.
Tapi, aku percaya kalau dia itu manusia. Manusia bisa membunuh manusia lainnya. Bisa menjaga perilaku baik seperti tetanggaku yang selalu menanyakan kabarku yang selalu baik. Kalau aku nakal, tetanggaku itu juga menegurku.
Pamanku yang bernama Supri juga jaga kuburan. Katanya lagi, surga itu banyak taman dan air yang mengalir. Terus di desa sebelah ada taman dan air yang mengalir. Di situ juga ada penjaganya.
Terakhir, neraka. Neraka katanya banyak api berkobar-kobar, yang siap memakan kulit manusia. Di Api tak kunjung padam, di Desa Larangan Tokol juga banyak penjaganya. Lalu, apa yang bisa membedakan malaikat dengan manusia?
“Tidak, ibu, aku hanya ingin itu. Titik. Kalau tidak sekarang aku harap tahun depan ibu bisa memberikan kado itu untukku.”
Aku meringankan tugas ibu. Sebenarnya aku kasihan melihat wajah ibu yang semakin memelas. Ibu selalu baik. Merawatku penuh kasih sayang. Ibu tidak pernah jahat. Aku senang kalau ibu mengantarku ke sekolah. Dia ikut tersenyum jika teman- temanku menyapanya.
***
Hari ini langit berubah warna. Aku melihat warna abu- abu. Warna itu terbang dan berubah-ubah, ditambah bau amis ikan yang menyerbu hidungku.
Warna ini berasal dari alat pengebor minyak. Alat itu dekat dengan rumahku. Kemarin warga nelayan di sini sempat berkelahi dengan orang yang bekerja di alat pengebor itu. Ibuku bercerita. Mereka naik perahu nelayan dan perahu kecil. Katanya ini demi masa depan anak dan cucunya. Puluhan tahun dan ratusan tahun laut ini bakal jadi lumpur. Begitu juga katanya. Mereka bicara keras-keras. Sama seperti suara mesin. Raut wajah ibu muram saat bercerita. Seperti langit yang abu- abu.
Tapi, kata ibu, warga tidak berhasil. Mereka menyerah karena diberi janji sama ketuanya. Kesejahteraan para kampung nelayan akan diperhatikan betul katanya.
“Sekarang warga hanya diam saja. Menikmati pemberian itu tanpa tahu apa yang akan terjadi.” Suara ibu nyaris tak terdengar.
Mendengar cerita itu, aku jadi kasihan pada anak-anak yang berumur di bawahku. Nanti mereka menginjak lumpur. Bukan lagi pasir. Terus nelayan berhenti melaut karena ikan tidak melahirkan lagi. Kalau sudah begitu, para pemanggul ikan juga tidak bisa bekerja. Tidak bisa membayar uang SPP untuk anak- anaknya. Ibu memberitahuku kalau semua butuh uang. Aku tidak habis pikir kalau warga di sini kehilangan pekerjaan dan juga uang, tentu saja.
***
“Ibu… Kenapa ibu tidak tuntut malaikat yang membunuh bapak?”
Ibuku tersenyum. Sesekali sambil melepaskan tawa. Apa begitu cara ibu tidak sedih? Aku tidak tahu. “Ah… Meskipun aku melaporkan ini kepada Tuhan. Itu tidak akan mengembalikan bapakmu, nak. Lagian itu kan tugas malaikat. Perintah Tuhan!”
“Terus, Pak Sukirno yang tinggal di desa sebelah. Dia meninggal karena dibunuh temannya yang mencurigai dirinya selingkuh dengan istrinya. Apa itu juga perintah Tuhan, bu?”
Ibuku terus tertawa. Aku cemberut. Setiap kali aku bertanya, ibu selalu tertawa. “Itu perintah setan, nak. Bukan Tuhan!”
Aku tahu tentang setan. Kata guru ngajiku, setan ialah musuh manusia yang paling nyata. Bisa memasuki tubuh manusia dan berada di dalamnya. Kalau setan itu sudah masuk, bisa bahaya. Setan itu akan melakukan apa saja dengan manusia yang dimasukinya.
Sekarang sudah jelas. Setan itu beda dengan malaikat. Malaikat diperintah Tuhan dan setan tidak. Manusia juga diperintah Tuhan. Sama dengan malaikat. Jadi manusia dan malaikat sama.
Selama perjalanan, ibuku diam. Matanya menatap lurus ke depan. Entah apa yang dipikiran ibu aku tidak tahu. Tapi aku merasakan kalau ibu punya beban. Mungkin karena permintaanku itu.
“Ibu kenapa?”
Pertanyaan pertama tak dijawab. Ibu tetap termenung. Matanya berubah. Aku seperti melihat sungai yang disinari matahari. Pertanyaan kedua, dengan pertanyaan sama aku lontarkan. Wajah ibu memucat. Dia langsung memelukku. Dan mengelus- elus rambutku. Air matanya menetes. Urat yang berwarna hijau, yang kulihat setiap hari di pipinya itu, berubah. Memudar. Berubah menjadi abu-abu karena air matanya membasahi pipi ibu. Aku ikut menangis sampai ibuku berhenti mengeluarkan air mata. Dia terisak pelan. Sambil mendongakkan kepalaku di depan wajahnya yang sedih.
“Ibu ingat bapakmu, nak!”
“Kenapa dengan bapak, bu? Dia orang baik. Dia meninggal gara- gara dibunuh Malaikat. Tuhan pasti ngasih taman dan air yang mengalir. Bukankah begitu bu?”
“Kamu benar nak. Bapakmu orang baik. Tapi ucapanmu itu mengingatkan aku pada bapakmu.”
“Ingat apa bu?”
“Bapakmu pernah mengatakan sesuatu. Waktu dia sakit keras, tepat di ulang tahunnya yang ke- 48, dia menyuruhku memanggil malaikat. Dia ingin memeluk dan berpesan agar bisa menjaga anak dan istrinya. Setahun kemudian, di ulang tahunnya yang ke-49, dia dipanggil Tuhan.”
Ibuku menangis lagi. Aku bingung mau berbuat apa. Pelukan tidak cukup membuat ibu berhenti. Aku usap semua air matanya dengan bajuku.
***
Hari-hari dan berbulan-bulan berlalu. Ibu seperti biasanya merawat dan mengantarku ke sekolah. Dua hari lagi ulang tahunku yang ke-sepuluh. Ibu tampak tenang-tenang saja. Tidak berusaha mencari malaikat yang aku minta untuk ulang tahunku kali ini.
Aku sudah menyiapkan kado untuknya. Sebuah pisau yang siap aku tancapkan di dadanya. Aku sayang bapak dan ibu. Tapi, tidak kepada seorang pembunuh. Malaikat itu harus kubunuh. Biar tidak ada orang-orang yang terbunuh lagi. Diam-diam aku menyembunyikan ini pada ibu. Sehari menjelang ulang tahunku, ibu pamit keluar. Katanya ada tamu penting dari luar kota yang ingin tahu Madura. Bagiku, itu hanya alasan ibu yang ingin mencarikan malaikat untukku.
Malam ini membuatku gigil. Angin datang dengan kencang. Hal itu membuat para penjaga perahu nelayan datang ke tepi pantai untuk menjaga perahu mereka dari ombak besar. Mungkin mereka tidak mau ada perahu yang hancur seperti tiga tahun lalu. Tiba-tiba aku butuh pelukan ibu. Ibu belum juga pulang. Aku jadi khawatir. Ia tidak menelepon di HP milik bapak untuk bilang tidak pulang hari ini.
Aku semakin gelisah. Kegelisahan ini muncul ketika aku teringat dengan malaikat pembunuh itu. Jangan-jangan, ibuku dibunuh malaikat itu.
Satu jam kemudian HP milik bapak berbunyi. Ini dari ibu. Aku angkat telepon itu dan ternyata bukan suara ibu. Aku minta bicara pada ibu. Dia hanya diam tak bersuara. Aku berteriak, “Dasar pembunuh!”. Dia tertawa lepas dan menutup teleponnya.
Keesokan harinya, ibuku terbujur kaku di depan pintu. Aku seperti melihat kata-kata ‘ini kado untukmu’ di matanya. Aku menangis sejadi-jadinya. Ternyata, dugaanku benar. Malaikat itu membunuhnya lebih dulu sebelum ibu membawakannya untukku. Ibuku orang jujur. Sampai-sampai para warga kampung memberikan kepercayaan kepada ibu untuk mengurus perizinan hak tanah yang akan dijadikan pabrik. Apa salah ibu, Tuhan? (M-2)
Zainal A Hanafi ialah penulis yang berasal dari Pamekasan, Madura. Buku perdananya, kumpulan cerpen berbahasa Madura, Esarepo Bencong, telah diterbitkan di Halaman Indonesia pada 2017. Zainal juga pegiat literasi di komunitas Sivitas Kotheka.
[1] Disalin dari karya Zainal A Hanafi
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” Minggu 30 Desember 2018
The post Meminta Kado Malaikat pada Ibu appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.
via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2s32YIq
Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:
Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba - tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah:
"Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku. "
Rasulullah bersabda : "Tahukah kalian siapa yang memanggil?"
Kami menjawab : "Allah dan rasulNya yang lebih tahu."
Beliau melanjutkan, "Itu iblis, laknat Allah bersamanya."
Umar bin Khattab berkata: "Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah"
Nabi menahannya :" Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, fahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik."
Ibnu Abbas RA berkata: Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang tua yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi..
Iblis berkata: "Salam untukmu Muhammad.... Salam untukmu para hadirin..."
Rasulullah SAW lalu menjawab : "Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu? "
Iblis menjawab : "Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun kerana terpaksa."
"Siapa yang memaksamu? "
"Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata:
"Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin."
"Oleh kerana itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh."
Orang Yang Dibenci Iblis
Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?"
Iblis segera menjawab: " Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci."
"Siapa selanjutnya? "
"Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT."
"Lalu siapa lagi?"
"Orang Alim dan wara' (Loyal)"
" Lalu siapa lagi?"
"Orang yang selalu bersuci."
"Siapa lagi?"
"Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain."
"Apa tanda kesabarannya? "
" Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang - orang yang sabar."
"Selanjutnya apa?"
"Orang kaya yang bersyukur."
"Apa tanda kesyukurannya ?"
"Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya ."
"Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?"
"Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam."
"Umar bin Khattab?"
"Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur. "
"Usman bin Affan?"
"Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya ."
"Ali bin Abi Thalib?"
" Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mahu melakukan itu." (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)
Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis
"Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak solat?"
"Aku merasa panas dingin dan gementar. "
"Kenapa?"
"Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 darjat."
"Jika seorang umatku berpuasa?"
"Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka ."
"Jika ia berhaji?"
"Aku seperti orang gila. "
"Jika ia membaca al-Quran?"
"Aku merasa meleleh laksana timah di atas api."
"Jika ia bersedekah?"
"Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji."
"Mengapa jadi begitu? "
"Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya... Iaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya."
"Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?"
"Suara kuda perang di jalan Allah."
"Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?"
"Taubat orang yang bertaubat."
"Apa yang dapat membakar hatimu?"
"Istighfar di waktu siang dan malam."
"Apa yang dapat mencoreng wajahmu?"
"Sedekah yang diam - diam. "
"Apa yang dapat menusuk matamu?"
"Solat fajar."
"Apa yang dapat memukul kepalamu? "
"Solat berjamaah."
"Apa yang paling mengganggumu? "
"Majlis para ulama."
"Bagaimana cara makanmu?"
"Dengan tangan kiri dan jariku."
"Dimanakah kau menaungi anak - anakmu di musim panas?"
"Di bawah kuku manusia."
Manusia Yang Menjadi Teman Iblis
Nabi lalu bertanya : "Siapa temanmu wahai Iblis?"
"Pemakan riba."
"Siapa sahabatmu?"
"Penzina."
"Siapa teman tidurmu?"
"Pemabuk.."
"Siapa tamumu? "
"Pencuri."
"Siapa utusanmu?"
"Tukang sihir."
"Apa yang membuatmu gembira?"
"Bersumpah dengan cerai."
"Siapa kekasihmu? "
"Orang yang meninggalkan solat jumaat"
"Siapa manusia yang paling membahagiakanmu? "
"Orang yang meninggalkan solatnya dengan sengaja."
Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas
Rasulullah SAW lalu bersabda : "Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu. "
Iblis segera menimpali :" Tidak , tidak.. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau boleh berbahagia dengan umatmu, sementara aku boleh masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak boleh melihatku.
Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang boleh membaca dan tidak boleh membaca, yang durjana dan yang soleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas."
"Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?"
"Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahawa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku boleh pastikan bahawa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku."
Iblis Dibantu oleh 70000 anak - anaknya
Tahukah kamu Muhammad, bahawa aku mempunyai 70000 anak.. Dan setiap anak memiliki 70000 syaitan.
Sebahagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebahagian untuk menggangu anak - anak muda, sebahagian untuk menganggu orang - orang tua, sebahagian untuk menggangu wanita - wanita tua, sebahagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada solat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu solat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia khabarkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaitan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.
Syaitan juga berkata, "Keluarkan tanganmu", lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaitan pun menghiasi kukunya.
Mereka, anak - anakku selalu meyusup dan berubah dari satu tempat ke tempat lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad? Bahawa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.
Cara Iblis Menggoda
Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
Akulah makhluk pertama yang berdusta.
Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahawa aku benar-benar menasihatinya.
Sumpah dusta adalah kegemaranku.
Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku.
Kesaksian palsu kegembiraanku.
Orang yang bersumpah untuk menceraikan isterinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata - kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak - anak zina dan ia masuk neraka hanya kerana satu kalimat, CERAI.
Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka lalai semasa solat. Setiap ia hendak berdiri untuk solat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan solat di luar waktu, maka solat itu dipukulkannya kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia solat. Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu',
Dia pun menoleh. Pada masa itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'solatmu tidak sah'.
Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam solatnya akan dipukul.
Jika ia solat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Dia pun solat seperti ayam yang mematuk beras.
Jika dia berhasil mengalahkanku dan dia solat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga dia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.
Kamu tahu bahawa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keldai.
Jika dia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga dia menguap dalam solat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaitan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.
Dan diapun semakin taat padaku.
Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan solat. Aku katakan padanya, 'kamu tidak wajib solat, solat hanya wajib untuk orang yang berkemampuan dan sihat. Orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau solat.'
Dia pun mati dalam kekafiran. Jika dia mati sambil meninggalkan solat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?
10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT
"Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?"
"10 macam"
"Apa saja?"
Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.
Allah berfirman, "Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji syaitan kecuali tipuan." (QS Al-Isra :64)
Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan isterinya tanpa berlindung dengan Allah, maka syaitan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaitan.
Aku minta agar boleh ikut bersama dengan orang yang menaiki kenderaan bukan untuk tujuan yang halal.
Aku minta agar Allah menjadikan bilik mandi sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.
Allah berfirman, "Orang - orang boros adalah saudara - saudara syaitan. " (QS Al-Isra : 27)
Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku boleh melihat manusia sementara mereka tidak boleh melihatku.
Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, "Silakan", aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebahagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.
Iblis berkata : "Wahai muhammad, aku tak bolej menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya boleh membisikan dan menggoda."
Jika aku boleh menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun.
Sebagaimana dirimu, kamu tidak boleh memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.
Jika kau boleh memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.
Kau hanya boleh menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.
Rasulullah SAW lalu membaca ayat : "Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT " (QS Hud :118 - 119)
Juga membaca, " Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab : 38)
Iblis lalu berkata : " Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong."
Sedang mencari jasa kontraktor kolam renang?
Spesialis perawat dan pembangun kolam renang berkualitas ❤
Kami memiliki tim Teknisi Kolam Renang profesional, Spesialis Kolam Renang, Arsitek, Insinyur & Desainer yang berpengalaman dan ahli di bidang konstruksi, desain, rehabilitasi, perbaikan dan pemeliharaan Fitur Kolam Renang & Air. Tim kami bekerja sama untuk melampaui harapan klien kami secara nasional.
Untuk pertanyaan, silahkan hubungi kami untuk info tlp anda bisa klik profile kami
PELAYANAN KAMI
• Pembuat kolam renang
• Pembuatan jacuzzi dan sauna
• Pembuatan waterboom dan waterpark
• Desain & konstruksi kolam renang
• Perbaikan & pemeliharaan kolam renang
• Kolam renang Pipa internal dan eksternal
• Pemecahan masalah dan pengolahan air kolam renang
• Menyediakan perlengkapan kolam renang
• Menyediakan obat penjernih air kolam renang
Dengan garansi 5 tahun 😍
Biarkan kami membangun kolam renang, kolam, spa, taman, dan air terjun khusus Anda sekarang!
trijaya Pool Palembang
mobile phone 0811 7327 131
telpon 0711 573 6697
Endangered species. Elang Jawa atau dalam nama ilmiahnya Spizaetus bartelsi adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia.
Elang yang bertubuh sedang sampai besar, langsing, dengan panjang tubuh antara 60-70 cm (dari ujung paruh hingga ujung ekor).
Kepala berwarna coklat kemerahan (kadru), dengan jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu, panjang hingga 12 cm) dan tengkuk yang coklat kekuningan (kadang nampak keemasan bila terkena sinar matahari). Jambul hitam dengan ujung putih; mahkota dan kumis berwarna hitam, sedangkan punggung dan sayap coklat gelap. Kerongkongan keputihan dengan garis (sebetulnya garis-garis) hitam membujur di tengahnya. Ke bawah, ke arah dada, coret-coret hitam menyebar di atas warna kuning kecoklatan pucat, yang pada akhirnya di sebelah bawah lagi berubah menjadi pola garis (coret-coret) rapat melintang merah sawomatang sampai kecoklatan di atas warna pucat keputihan bulu-bulu perut dan kaki. Bulu pada kaki menutup tungkai hingga dekat ke pangkal jari. Ekor kecoklatan dengan empat garis gelap dan lebar melintang yang nampak jelas di sisi bawah, ujung ekor bergaris putih tipis. Betina berwarna serupa, sedikit lebih besar.
Iris mata kuning atau kecoklatan; paruh kehitaman; sera (daging di pangkal paruh) kekuningan; kaki (jari) kekuningan. Burung muda dengan kepala, leher dan sisi bawah tubuh berwarna coklat kayu manis terang, tanpa coretan atau garis-garis.
Ketika terbang, elang Jawa serupa dengan elang brontok (Spizaetus cirrhatus) bentuk terang, namun cenderung nampak lebih kecoklatan, dengan perut terlihat lebih gelap, serta berukuran sedikit lebih kecil.
Bunyi nyaring tinggi, berulang-ulang, klii-iiw atau ii-iiiw, bervariasi antara satu hingga tiga suku kata. Atau bunyi bernada tinggi dan cepat kli-kli-kli-kli-kli. Sedikit banyak, suaranya ini mirip dengan suara elang brontok meski perbedaannya cukup jelas dalam nadanya.
Sebaran elang ini terbatas di Pulau Jawa, dari ujung barat (Taman Nasional Ujung Kulon) hingga ujung timur di Semenanjung Blambangan Purwo. Namun demikian penyebarannya kini terbatas di wilayah-wilayah dengan hutan primer dan di daerah perbukitan berhutan pada peralihan dataran rendah dengan pegunungan. Sebagian besar ditemukan di separuh belahan selatan Pulau Jawa. Agaknya burung ini hidup berspesialisasi pada wilayah berlereng.
Elang Jawa menyukai ekosistem hutan hujan tropika yang selalu hijau, di dataran rendah maupun pada tempat-tempat yang lebih tinggi. Mulai dari wilayah dekat pantai seperti di Ujung Kulon dan Meru Betiri, sampai ke hutan-hutan pegunungan bawah dan atas hingga ketinggian 2.200 m dan kadang-kadang 3.000 m dpl.
Pada umumnya tempat tinggal elang jawa sukar untuk dicapai, meski tidak selalu jauh dari lokasi aktivitas manusia. Agaknya burung ini sangat tergantung pada keberadaan hutan primer sebagai tempat hidupnya. Walaupun ditemukan elang yang menggunakan hutan sekunder sebagai tempat berburu dan bersarang, akan tetapi letaknya berdekatan dengan hutan primer yang luas.
Burung pemangsa ini berburu dari tempat bertenggernya di pohon-pohon tinggi dalam hutan. Dengan sigap dan tangkas menyergap aneka mangsanya yang berada di dahan pohon maupun yang di atas tanah, seperti pelbagai jenis reptil, burung-burung sejenis walik, punai, dan bahkan ayam kampung. Juga mamalia berukuran kecil sampai sedang seperti tupai dan bajing, kalong, musang, sampai dengan anak monyet.
Masa bertelur tercatat mulai bulan Januari hingga Juni. Sarang berupa tumpukan ranting-ranting berdaun yang disusun tinggi, dibuat di cabang pohon setinggi 20-30 di atas tanah. Telur berjumlah satu butir, yang dierami selama kurang-lebih 47 hari.
Pohon sarang merupakan jenis-jenis pohon hutan yang tinggi, seperti rasamala (Altingia excelsa), pasang (Lithocarpus dan Quercus), tusam (Pinus merkusii), puspa (Schima wallichii), dan ki sireum (Eugenia clavimyrtus). Tidak selalu jauh berada di dalam hutan, ada pula sarang-sarang yang ditemukan hanya sejarak 200-300 m dari tempat rekreasi.
Di habitatnya, elang Jawa menyebar jarang-jarang. Sehingga meskipun luas daerah agihannya, total jumlahnya hanya sekitar 137-188 pasang burung, atau perkiraan jumlah individu elang ini berkisar antara 600-1.000 ekor. Populasi yang kecil ini menghadapi ancaman besar terhadap kelestariannya, yang disebabkan oleh kehilangan habitat dan eksploitasi jenis. Pembalakan liar dan konversi hutan menjadi lahan pertanian telah menyusutkan tutupan hutan primer di Jawa. Dalam pada itu, elang ini juga terus diburu orang untuk diperjual belikan di pasar gelap sebagai satwa peliharaan. Karena kelangkaannya, memelihara burung ini seolah menjadi kebanggaan tersendiri, dan pada gilirannya menjadikan harga burung ini melambung tinggi.
Mempertimbangkan kecilnya populasi, wilayah agihannya yang terbatas dan tekanan tinggi yang dihadapi itu, organisasi konservasi dunia IUCN memasukkan elang Jawa ke dalam status EN (Endangered, terancam kepunahan). Demikian pula, Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai hewan yang dilindungi oleh undang-undang.
Sesungguhnya keberadaan elang Jawa telah diketahui sejak sedini tahun 1820, tatkala van Hasselt dan Kuhl mengoleksi dua spesimen burung ini dari kawasan Gunung Salak untuk Museum Leiden, Negeri Belanda. Akan tetapi pada masa itu hingga akhir abad-19, spesimen-spesimen burung ini masih dianggap sebagai jenis elang brontok.
Baru di tahun 1908, atas dasar spesimen koleksi yang dibuat oleh Max Bartels dari Pasir Datar, Sukabumi pada tahun 1907, seorang pakar burung di Negeri Jerman, O. Finsch, mengenalinya sebagai takson yang baru. Ia mengiranya sebagai anak jenis dari Spizaetus kelaarti, sejenis elang yang ada di Sri Lanka. Sampai kemudian pada tahun 1924, Prof. Stresemann memberi nama takson baru tersebut dengan epitet spesifik bartelsi, untuk menghormati Max Bartels di atas, dan memasukkannya sebagai anak jenis elang gunung Spizaetus nipalensis.
Demikianlah, burung ini kemudian dikenal dunia dengan nama ilmiah Spizaetus nipalensis bartelsi, hingga akhirnya pada tahun 1953 D. Amadon mengusulkan untuk menaikkan peringkatnya dan mendudukkannya ke dalam jenis yang tersendiri, Spizaetus bartelsi.
Kedai kopi bermunculan di mana-mana, tetapi warung kopi Bu Trinil tetap menjadi favorit saya. Kopi bikinan Bu Trinil tetap paling jos rasanya; saya sudah merasakan khasiatnya bagi kesehatan jiwa saya.
Di warung Bu Trinil saya bisa berkenalan dan mengobrol dengan berbagai macam orang. Petang itu, misalnya, saya berkenalan dengan seorang pria berbaju batik biru, namanya Marbangun. “Panggil saja Bang Bangun,” ujarnya.
Marbangun bercerita, saat ini dia sedang menata hidupnya. Sudah bertahun-tahun dia mencari peruntungan di dunia politik, tetapi belum juga membuahkan hasil. Dia pernah dua kali nekat ikut mencalonkan diri sebagai anggota badan legislatif di kotanya dan kedua-duanya gagal.
“Semoga sampean tidak terjerumus ke dalam kancah politik. Politik itu keras, penuh muslihat. Orang lugu seperti sampean akan celaka,” katanya.
Untuk menuruti ambisinya, banyak harta benda yang telah dia korbankan. Dia sudah menjual tanah dan sapi di kampung, mobil, perabotan furnitur, dan barang-barang berharga lainnya. Bahkan, katanya, “Seandainya saya punya kucing, mungkin saya akan jual kucing juga.”
Setelah didera berbagai kegagalan, Marbangun memutuskan untuk berserah kepada Tuhan, menjauhkan diri dari godaan duniawi. Dia ingin ikut membangun masyarakat yang bertakwa dan berakhlak mulia.
“Tak ada lagi yang bisa saya jual,” katanya. “Satu-satunya yang masih bisa saya jual ialah…”
Dengan agak tergesa-gesa Marbangun beranjak dari duduknya, membayar jajanannya, lalu pamit pergi; katanya dia akan menengok dan mendoakan temannya yang sakit. Pada saat bersamaan merebak bau kentut yang menyengat. Saya dan beberapa orang saling memandang curiga, seakan-akan saling menyelidik siapa yang telah melepaskan kentut tanpa bunyi itu. Sambil memencet hidungnya, Bu Trinil mengarahkan telunjuknya kepada Marbangun yang sedang melangkah pergi. “Orang itu memang suka kentut sembarangan,” cetusnya.
***
Sepulang dari warung Bu Trinil, saya bersiap menyambut kedatangan Paman Yusi, senior saya. Saya dan teman-teman menyebutnya “paman” karena sifat kebapakan dan dedikasinya yang besar sebagai guru dan penasihat spiritual penulis-penulis muda.
Paman Yusi baru saja pulang dari Amerika. Seusai menjalani residensi selama enam bulan di sana, dia berhasil merampungkan sebuah novel yang telah bertahun-tahun di kerjakannya—sebuah novel yang tebalnya melebihi Alkitab, yang untuk membacanya dengan khidmat dan meresapkannya ke dalam kalbu diperlukan retret minimal sebulan.
Paman Yusi mengajak beberapa teman merayakan rezeki dengan pesta puisi dan kopi di kos saya. Tentu saja Paman Yusi yang bertanggung jawab atas ketersediaan kopi, rokok, kacang rebus, singkong, dan pisang goreng.
Kegiatan iseng yang diprakarsai Paman Yusi ini menarik perhatian beberapa remaja setempat. Mereka bergabung dengan kami dan kami oke-oke saja.
Para remaja itu tampaknya ikut terserang virus puisi. Mereka jadi hafal baris puisi saya: Kurang atau lebih, setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi. Entah siapa di antara mereka yang mengubahnya menjadi Rayakanlah setiap rezeki dengan ngopi agar bahagia hidupmu nanti. Kata-kata ini mereka kumandangkan dan dendangkan di mana-mana. Kami gembira karena usaha kami menghaluskan jiwa melalui sastra di kalangan anak-anak muda mulai membuahkan basil.
Paman Yusi kembali mengadakan pesta kopi dan puisi di kos saya ketika novelnya yang lebih tebal dari Alkitab itu terbit. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini tidak ada remaja setempat yang datang dan bergabung. Mereka pasti sedang sibuk belajar untuk menghadapi ujian sekolah.
Di tengah kegembiraan kami merayakan rezeki Paman Yusi, serombongan pemuda setempat tiba-tiba mendatangi kami sambil menyerukan kata-kata bernada ancaman. Ternyata mereka mau menemui dan meringkus saya. Saya dianggap dan dituduh telah menyebarkan ajaran sesat.
Saya bingung, ajaran sesat mana yang saya sebarkan. Komandan pemuda setempat menunjukkan sesobek kertas bertuliskan Rayakanlah setiap rezeki dengan ngopi agar bahagia hidupmu nanti.
“Oh, itu puisi, kak, bukan ajaran,” saya menjelaskan.
Komandan pemuda setempat: “Pokoknya, gara-gara ayat yang anda sebarkan ini, anak-anak di sini jadi rusak kerohaniannya.”
“Puisi itu menghaluskan jiwa, kak, bukan merusak,” timpal saya.
“Menghaluskan jiwa bagaimana? Karena terpengaruh oleh ayat ini, orang-orang di sini jadi keranjingan kopi. Dikit-dikit ngopi. Anak-anak jadi betah melek semalaman, lalu bangun kesiangan. Kita jadi susah ngebangunin mereka buat sekolah. Dikasih duit buat bayar sekolah malah dipake buat ngopi-ngopi.”
Paman Yusi melirik ke arah saya sambil pura-pura batuk-batuk, entah maksudnya apa.
Yang tua-tua ikutan keranjingan juga. Suami-suami habis gajian sibuk ngopi. Istri-istri dikasih uang belanja malah dipake ngopi. Rusaklah pokoknya.”
Subagus, teman kami yang sering berperan sebagai “seksi keamanan”, menyimak dengan tegang. Untung dia memakai kacamata gelap sehingga kegalauan matanya tidak kelihatan.
“Kalau dapat rezeki, mestinya kan berdoa dan bersyukur kepada Tuhan, bukan malah ngopi-ngopi. Yang bisa kasih kebahagiaan kan cuma Tuhan, bukan kopi.”
Saya tak tahu lagi harus bilang apa.
“Intinya kami minta pertanggungjawaban. Bisa jadi urusan polisi nih.”
Mendengar “urusan polisi”, hati saya terguncang. Saya membayangkan hal-hal buruk akan menimpa saya.
Paman Yusi memberikan kode kepada Subagus agar segera menangani komandan pemuda setempat
Subagus bangkit, mengajak komandan pemuda setempat bicara empat mata. Oleh komandan pemuda setempat, Subagus dibimbing untuk menemui pemimpin gerakan yang menunggu di seberang sana, di bawah pohon mangga. Ya ampun, ternyata itu Marbangun, pria tampan berbaju batik biru itu.
Saya tak tahu perundingan macam apa yang mereka lakukan. Saya hanya melihat Subagus berbicara dengan pemimpin gerakan dan komandan pemuda setempat sambil memiringkan telunjuk di jidatnya. Pasti dia bilang saya ini sinting, tidak waras. Saya juga sempat melihat dia merogoh saku celananya.
Setelah melalui perundingan yang cukup alot, pemimpin gerakan memerintah komandan pemuda setempat membubarkan rombongan.
Mungkin karena dianggap sinting, setelah itu saya dicuekin orang-orang. Hanya beberapa remaja yang tetap segan kepada saya. Saya sempat bertanya, benarkah orang-orang jadi keranjingan kopi gara-gara puisi saya. Mereka bilang tidak tahu.
Ketika suatu sore saya keluar untuk cari angin dan beli rokok, saya melihat Marbangun sedang duduk manis menyeruput kopi dan melahap pisang goreng di warung Bu Trinil.
***
Pada suatu kangen, setelah berhari-hari pergi mengerjakan proyek penulisan naskah film dokumenter, saya singgah ngopi di warung Bu Trinil. Bu Trinil senang saya muncul lagi. Dia mengira saya pergi untuk tidak kembali.
Bu Trinil bercerita bahwa selama saya pergi telah terjadi sesuatu yang menggemparkan.
“Ada sosok laki-laki enggak pake celana muncul di gardu ronda. Ngeri deh. Kelaminnya luka, berdarah. Dia merintih Sakit, Jenderal! Sakit, Jenderal!”
“Oh, eltece,” saya menyela.
“Eltece?”
“Iya, itu namanya eltece, laki-laki tanpa celana.”
Bu Trinil tertawa mantap.
“Saat mau ditangkap, hantu itu lari ke gang, dikejar, dikepung, tapi lolos.”
Saya menyeruput kopi.
“Malam berikutnya ia nongol di rumah Marbangun. Marbangun teriak-teriak ketakutan, ia malah ketawa-ketawa.”
Eltece konon menghadang Marbangun malam-malam dalam perjalanan ke kamar mandi. Marbangun digertak: Piye kabare? Ngeri zamanku to? Eltece kemudian mencubit-cubit pipinya sambil berseru Beri aku kopi! Beri aku kopi!
Saya tidak terkejut mendengar cerita Bu Trinil.
Pada suatu malam, saat sedang bermain ketoprak, ayah saya dijemput oleh beberapa orang tak dikenal dan sejak itu saya tak pernah lagi melihatnya. Waktu itu sedang berlangsung gerakan pembersihan terhadap orang-orang yang dianggap kiri. Di kemudian hari saya mendengar cerita tentang para seniman dan aktivis yang diculik, disiksa, bahkan ada yang dikerat kemaluannya. Ayah ikut diciduk atas rekomendasi seorang temannya yang merasa punya masalah pribadi dengan Ayah. Sesungguhnya Ayah hanyalah orang lugu yang punya hobi bermain ketoprak.
Saya pernah dihadang eltece—dengan darah mengental di ujung kelaminnya—saat mau menyepi di kamar mandi menjelang dinihari. Dia merintih Sakit, Jenderal! Saya tatap wajahnya yang memelas. Ia memandang saya dengan heran. Saya membungkuk dan mengucapkan kalimat, Kita adalah cinta yang berjihad melawan trauma. Setelah itu ia menghilang.
Sosok eltece tampaknya benar-benar menghantui Marbangun sehingga dia sulit tidur dan tidak berani ke kamar mandi sendirian. Atas anjuran Bu Trinil, secara diam-diam dia menemui saya. Dia menduga, kemunculan eltece di rumahnya ada hubungannya dengan saya.
“Hantu itu teriak Beri aku kopi! Beri aku kopi! Saya lantas teringat ayat kopi yang sampean bikin dan disebarkan anak-anak remaja itu.”
Marbangun bertanya, apakah saya tahu cara mengusir hantu eltece.
“Wah, Bang Bangun salah alamat. Masak orang sinting seperti saya ngerti cara mengusir hantu.”
“Sudahlah. Yang bilang sinting itu kan bukan saya.”
Ya sudah, saya katakan saja kepada Marbangun, “Kalau eltece muncul lagi, sambutlah dengan ramah, kasih hormat, lalu bikinkan kopi. Setelah itu, berjanji akan bertakwa secara benar, mencari rezeki secara halal, dan tidak kentut sembarangan.”
Marbangun terdiam.
***
Saya pikir, setelah Marbangun menemui saya, persoalannya dengan eltece selesai. Ternyata ada kelanjutannya.
Malam itu orang-orang di warung Bu Trinil geger melihat Marbangun berlari kencang sambil berteriak-teriak minta tolong seperti sedang dikejar seseorang. Katanya dia mau ditangkap eltece. Orang-orang bingung karena tidak melihat sosok yang memburunya.
Marbangun terns berlari menuju kos saya. Dia minta perlindungan. Dia sembunyi di kamar saya. Sesaat kemudian Eltece datang: “Mana Marbangun? Marbangun mana?” Saya terima dia dengan baik. Saya tanya, mengapa dia mau menangkap Marbangun. Ternyata dia cuma mau memberikan dompet Marbangun yang dia temukan di depan ATM. Saya terima dompet Marbangun dari eltece seraya mengucapkan banyak terima kasih. Setelah itu, dia pergi sambil tertawa.
Marbangun tertegun sembari menenangkan jantungnya. Saat itulah dia merasa mantap untuk menempuh jalan kerohanian yang bersih dan mewartakan hal-hal baik kepada sesama. Saya mendukung niat sucinya.
Niat suci Marbangun mulai kelihatan ketika keesokan harinya dia mengajak saya ngopi di warung Bu Trinil. Bu Trinil heran melihat saya datang berdua dengan Marbangun. Namun, diam-diam saya tetap waspada. Siapa tahu kebaikannya hanya modus.
Sikap saya untuk tetap waspada terbukti tepat. Di tengah kenikmatan kami—para pengunjung warung Bu Trinil—minum kopi dan menyantap pisang goreng, tiba-tiba merebak bau kentut yang menyengat. Meskipun aromanya agak berbeda, saya sudah yakin itu pasti kelakuan Marbangun. Seketika itu pula saya kehilangan respek lagi terhadapnya. Orang semacam itu memang sulit berubah.
Sewaktu saya bergegas pergi, Bu Trinil dengan cepat menggamit lengan saya dan berkata pelan, “Aduh, maaf ya tadi. Saya sudah enggak kuat nahan. Perut saya kembung. Untung enggak bunyi.”
Joko Pinurbo alias Jokpin telah menerbitkan sejumlah buku puisi dan beroleh berbagai penghargaan. Buku puisinya antara lain Selamat Menunaikan Ibadah Puisi (2016), Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu (2016), dan Buku Latihan Tidur (2017) . Cerpennya dimuat dalam buku kumpulan Cerpen Pilihan Kompas tahun 2013, 2014, dan 2015.
Made Gunawan, lahir di Apuan, Tabanan, 14 Juli 1973, dan menempuh pendidikan di STSI Denpasar (1995-2001). Tahun 1999 ia pernah pameran Sketsa dan Lukisan di rumah indekosnya, sebuah gang sempit dan kumuh di Kota Denpasar. Tahun 1997 mendapat penghargaan Sketsa Terbaik dari STSI Denpasar. Tahun 2001 sebagai 10 Besar Karya Seni Terbaik dari STSI Denpasar. Tahun 2003 sebagai pemrakarsa Lukisan 1000 Kotak (Perempuan & Bunga) dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
[1] Disalin dari karya Joko Pinurbo
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kompas” Minggu 9 Desember 2018
The post Ayat Kopi appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.
via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2QqZ1fl
SAAT kuceritakan kepada ayah, bahwa sepulang sekolah tadi aku menemukan bangkai anjing di pinggir jalan, dia langsung muntah dan menghujaniku dengan sumpah serapah. Awalnya, aku menerka ceritaku itu terlalu menjijikkan untuk diucapkan di meja makan, terlebih ketika ayah sedang mengunyah makanannya. Dan untuk membuktikan tebakanku itu, di lain waktu aku mengatakan jika tadi aku menjumpai seekor bangkai ayam di pinggir jalan.
“Mungkin dia terlindas oleh sepeda motor yang melintas,” tambahku.
Ajaibnya, ayahku tak bereaksi apa-apa, pun ketika aku mengisahkan bangkai-bangkai lainnya, tentu saja selain anjing.
Aku mulai mencium aroma sebuah misteri. Dan sebagai kanak-kanak menjelang remaja—di masa itu—seketika hatiku bersorak. Aku suka misteri. Dan kurasa seluruh anak-anak di dunia ini menyukai cerita misteri dan petualangannya.
Namun sayangnya, aku tak menemukan petunjuk apa pun untuk memecahkan misteri: Kenapa ayah muntah setiap kali aku mengatakan melihat bangkai anjing? Beberapa tahun berlalu dan hal itu tetaplah menjadi misteri, sampai saat aku kelas 3 SMP dan aku mengatakan sepulang sekolah, kami menabrak seekor anjing sampai mati. Ayah langsung menampar dan menendangku.
Aku tercengang dalam beberapa detik. Setelahnya, saat rasa sakit menyerang akibat pukulan ayah, aku meraung. Ayah mencengkeram kerah bajuku, matanya mendelik dan dari bibir hitamnya yang telah digerogoti tembakau selama bertahun-tahun itu, terluncur kata-kata. “Sekali lagi kau bercerita tentang bangkai anjing di depanku, aku tak segan menghajarmu.”
Saat ayah melepaskan cengkeramannya pada kerah bajuku, aku seketika bangkit dan menghambur ke dalam kamar. Meninggalkan meja makan dan wajah ibu yang pias. Kubanting pintu kamar dan mengepal tinju. Ada perasaan marah yang menggelegak dalam dadaku, seperti air panas yang mencapai titik didih.
Sejak malam itu aku membenci ayah. Dan untuk membalas dendam yang bersemayam, aku akan terus mencari kisah-kisah tentang bangkai anjing. Aku akan menikmati kemenangan saat melihat ayah muntah, menggigil, bahkan mengamuk padaku hanya gara-gara aku membangkang lantaran tak menuruti perintahnya untuk tak menceritakan perihal apa pun yang berhubungan dengan bangkai anjing.
Dan anehnya, aku seperti orgasme saat melihat kemuakan ayah pada bangkai anjing yang kuceritakan. Rasanya jauh lebih nikmat tinimbang saat aku meracap diam-diam di kamar sepulang sekolah.
***
“AKU tadi mancing di Sungai Lematang bersama Alan,” ucapku saat aku, ibu, dan ayah menikmati makan malam. Aku ingat sekali, saat itu aku sudah duduk di kelas 3 SMA. Dan misteri tentang kenapa ayah sangat membenci bangkai anjing belum terpecahkan olehku.
Aku memang pergi memancing dengan kawan sekelasku itu. Dan seperti mendapat anugerah luar biasa, aku melihat seekor bangkai anjing tersangkut pada rimbun semak yang menganjur ke dalam sungai. Keempat kaki anjing itu terangkat ke atas, lalat-lalat hijau besar berdengung-dengung laksana sekompi tentara yang siap pesta besar di atas perutnya yang menggembung. Alan seketika muntah saat hidungnya mencium aroma busuk luar biasa. Ganjilnya, aku tersenyum dan merasa girang bukan kepalang.
“Apa kau dapat ikan?” pertanyaan ibu membuyarkan ingatanku pada bangkai anjing itu.
Aku menggeleng, “Tidak.”
Kulirik ayah yang masih sibuk mengunyah makanannya.
“Tapi, aku menemukan bangkai anjing.”
Seketika meja makan kami menjadi hening. Ayah menghentikan sendok berisi nasi yang hendak dia suap. Ibu menoleh kepadaku. Aku melempar senyum untuk ayah sekaligus memberikan wajah menantang. Dari ekor mataku, aku bisa melihat ibu meremas kain rok di atas pahanya. Punggung ibu tegak lurus, seperti menahan napas. Matanya lurus menatap ayah yang mematung. Pandangan ayah tertuju padaku. Aku masih bersetia dengan senyumku.
“Keempat kaki bangkai anjing itu teracung ke atas,” aku melanjutkan cerita. Seketika tangan kiri ibu yang ada di bawah meja menarik bajuku. Aku bergeming, seolah-olah tak memahami isyarat dari ibu.
“Perut bangkai itu membuncit. Seperti akan meledak. Lalat hijau sangat banyak. Besar-besar. Berdengung macam sirene perang. Kurasa belatung-belatung dalam perut bangkai itu sangat gemuk. Jika saja perutnya meledak saat kutusuk dengan kayu.”
“Bangsat!”
Tiba-tiba ayah berteriak. Lalu, aku mendengar suara kursi didorong paksa. Dan gelas pecah berkeping-keping di lantai. Ibu terlonjak. Tangannya mencengkeram kuat rok di atas pahanya. Tubuhnya menggigil. Aku bergeming dan tetap tersenyum sembari menatap wajah ayah yang memerah, seperti ada larva yang akan muntah dari kepala ayah.
“Bangkai anjing itu seperti….”
“Setan kau!”
Ayah tiba-tiba melompat, menghancurkan isi meja makan, menerjang ke arahku. Aku tak sempat menghindari. Piring-gelas dan apa pun berjatuhan. Menciptakan irama yang terdengar begitu harmonis tetapi ganjil. Ibu menyempurnakan irama itu dengan jeritan panjang sembari berdiri dari duduknya.
***
TANGAN ibu gemetar ketika mengelap wajahku dengan sapu tangan basah. Aku meringis, menahan perih. Kamarku begitu hening. Kuduga, ayah pasti berada di teras, mengisap rokoknya dalam-dalam dan mengembuskan asapnya begitu kuat. Begitulah yang dia lakukan jika tengah kesal atau marah atau bisa jadi tengah depresi.
“Ibu kan sudah bilang, jangan pernah bahas apa pun tentang anjing, terlebih bangkainya, di depan ayah. Jangan menyulut emosi ayahmu.”
Aku kembali mendesis saat ibu kembali mengelap luka di pelipisku dengan sapu tangan basah. Setelah merasa lukaku bersih, ibu meletakkan sapu tangan ke dalam baskom kecil berisi air, lalu membuka kotak P3K.
“Kenapa?” aku bertanya. Pertanyaan yang telah berpuluh kali kuulang kepada ibu. Sejak misteri “kenapa ayah membenci bangkai anjing” menghantui imajinasi kanak-kanakku. Lalu dendam kepada ayah beranak-pinak dan aku begitu gigih untuk membalasnya.
“Tak semua hal harus ada jawaban dan alasan, kan? Iya, kan?” ibu justru balik bertanya. Seperti yang sudah-sudah.
“Berarti, akan banyak kisah bangkai anjing yang kuceritakan pada ayah.” Dan aku pun mengikuti kehendak ibu.
Aku mendengar ibu menghela napas. Dia mengoleskan obat merah di pelipisku dan aku kembali mendesis menahan perih.
“Apa lukamu terasa perih?” ibu bertanya dan kurasa itu pertanyaan yang konyol sekali.
“Ya,” tapi tetap kujawab.
“Begitu juga yang ayahmu rasakan,” sambung ibu. Aku mengernyitkan kening.
Ibu merapikan kotak P3K. Dan seperti akan beranjak, meninggalkanku. Aku seketika mengambil lengannya. Menahan langkah ibu.
“Ceritakan padaku.” Mata kami bertemu di kekosongan udara. Dan sekali lagi ibu menghela napas. Aku mengerjap. Memohon.
“Dan kau berjanji untuk tak mengusik luka ayahmu lagi?”
“Akan kucoba.”
“Berjanjilah?”
Aku mendengus. “Baiklah. Aku berjanji.”
Ibu duduk kembali di sisi ranjang. Dia terlihat berkali-kali menghela napas, seakan-akan cerita yang akan dia ungkapkan adalah kisah penuh lebam.
“Di pengujung tahun ’65,” ibu membuka ceritanya. “Pasca-peristiwa Gerakan 30 September, terjadi pembersihan besar-besaran di kota ini, termasuk kampung kita. Setiap hari ada saja mobil-mobil truk yang datang dan membawa orang-orang. Dan setiap yang pergi tak akan pernah kembali.”
Kata ibu, waktu itu umur ayah 14 tahun, sementara ibu berusia 10 tahun. Jadi, mereka berdua sudah punya ingatan yang cukup bagus akan peristiwa yang terjadi. Namun, ibu tak tahu siapa yang membawa orang-orang itu. Setiap malam rumah-rumah akan lengang dan gulita. Seluruh penghuninya berdebar-debar, khawatir kalau pintu rumah mereka diketuk seseorang. Bila itu terjadi, terdengar teriakan histeris dan tangisan pilu. Tapi, tak akan ada yang berani membuka pintu untuk mencari tahu. Semua orang pura-pura tuli sembari berdoa bukan pintu rumah mereka yang diketuk. Besoknya, barulah orang-orang akan bertanya dalam bisik-bisik, siapa yang dibawa semalam?
“Konon katanya, orang-orang itu dibawa ke daerah yang bernama Pembantaian sekarang. Lokasinya di jalan perlintasan rel kereta api bila kita ke Muara Enim.”
Aku langsung tahu dengan tempat yang ibu kisahkan.
“Tak hanya orang kampung kita. Banyak dari kampung-kampung lain. Bahkan, katanya, orang-orang yang dibawa dari Talang Ubi sana diseret dengan truk.”
Aku bergidik.
“Beberapa bulan lamanya Sungai Lematang dipenuhi mayat.” Aku bisa melihat bulu kuduk di tangan ibu meremang. “Setiap ada rakit pohon pisang yang hanyut, orang-orang yang keluarganya hilang pasti langsung histeris dan menangis. Sebab, di setiap rakit pohon pisang itu pasti ada mayat. Sekurang-kurangnya tiga mayat dalam satu rakit. Tak hanya dihanyutkan dalam rakit, mayat-mayat juga dihanyutkan sembarangan. Air Sungai Lematang beraroma busuk. Bahkan, tak ada orang yang berani memakan ikan dari sungai setelah ada yang menemukan jari manusia dalam perut ikan.”
Aku ingin muntah lantaran teringat dengan ikan yang kami santap di meja makan tadi.
“Lalu, apa hubungan dengan ayah dan bangkai anjing?”
Ibu mencengkeram roknya. Dia sedikit gemetar.
“Kakekmu,” suara ibu mendesis, “Ayahku….” ibu menelan ludah. Dia meluruskan punggung, menghela, lalu menghirup napas kembali.
“Ayahku juga dibawa oleh orang-orang itu. Padahal, beliau sudah bersembunyi. Tak ada yang tahu persembunyiannya selain kami. Kakekmu juga tak bersalah. Dia tak tahu apa-apa. Ibu yakin itu. Kakekmu taat sembahyang.” Mata ibu memerah, kaca-kaca perlahan pecah di sana.
“Kami histeris saat kakekmu dibawa pergi, tapi kami tak bisa berbuat apa-apa. Lebih dari dua minggu kami menunggu dalam cemas sembari berharap kakekmu pulang. Tapi, hari menyedihkan itu datang. Ayahmu menemukan mayat ayahku tersangkut di semak pinggir sungai. Mayat ayahku ditemukan bersama bangkai anjing.”
Aku menelan ludah. Malam itu terasa ganjil sekali bagiku.
***
BERTAHUN-TAHUN setelah cerita ibu malam itu, aku tak pernah mengisahkan apa pun tentang bangkai anjing kepada ayah ataupun ibu. Tentu rekaman masa lalu itu sangat mengerikan bagi ayah. Dia menemukan ayah gadis pujaannya—mereka sudah berpacaran kala itu kata ibu—membusuk bersama bangkai anjing di pinggir sungai. Jadi, adalah ganjil sekali ketika usai tahlilan malam ketujuh kematian ibu, ayah tiba-tiba mendekat kepadaku dan berkata, “Aku ingin berbagi rahasia tentang bangkai anjing yang membusuk di pinggir sungai.”
Aku memandangnya bingung. Hanya kami berdua di teras belakang. Anak-istriku sudah terlelap bersama sanak keluarga di dalam rumah. Ayah memandangku dengan mata berkaca-kaca. Dia mengambil tanganku. Aku bergeming.
“Kupikir,” mata ayah menerawang jauh, menembus langit malam. “Aku akan membawa rahasia ini sampai ke liang kubur.” Ayah menoleh, memandangku. “Tapi, kurasa aku tak sanggup membawanya sampai mati. Seharusnya, rahasia ini kubagikan pada ibumu. Tapi, aku terlalu pengecut. Aku takut dia membenciku. Tak ada hal yang lebih menyakitkan daripada dibenci oleh orang yang kita cintai, bukan?”
Aku menelan ludah, kesat. Sepasang air mata mengalir di pipi keriput ayah.
“Aku tak ingin ibumu membawa kebencian dan ingatan buruk tentangku ke alam kuburnya.”
Ayah memandangku dengan mata lembap. Dia mengambil tanganku. Aku bergeming.
“Ibumu pasti sudah menceritakan penyebab ayah membenci bangkai anjing,” ucapnya, yang kujawab dengan anggukan. “Ya, aku menemukan ayahnya membusuk bersama bangkai anjing di pinggir sungai. Ada bekas luka tembak di dadanya. Juga bekas luka-luka lainnya.” Tangan ayah terasa dingin sekali di telapak tanganku.
“Tapi, ada yang ibumu tidak tahu,” suaranya bergetar. Hening beberapa detik. Aku menahan napas.
“Aku yang memberi tahu persembunyian ayahnya.”
Hening. Terasa ganjil sekali sunyi ini. Kami bersitatap tanpa suara. Aku menelan ludah.
“Kau pasti bertanya, kenapa aku setega itu?” air mata ayah mengalir, “Karena orang-orang itu hampir menemukan ayahku.” Jawabnya, dengan suara yang gemetar.
Aku tertegun. Tanganku terasa kebas. Kupandang ayah. Baru kusadari, betapa dia telah bertahun-tahun kehilangan kepalanya karena digerogoti belatung dari bangkai seekor anjing yang dia peram dalam kepalanya.
Malam terasa jauh lebih ganjil daripada saat ibu mengisahkan rahasia ayah berpuluh tahun lalu. Dan perutku mual sekali, rasanya aku hendak muntah, tapi tak bisa. (*)
Pali, September 2017–Juli 2018
Seperti yang dikisahkan Kajut Munif. Untuk Pak Martin Aleida, terima kasih untuk cerita-ceritanya yang membuat mataku kerap basah. Terus berkarya, Pak.
Guntur Alam.
Menulis cerita pendek dan berkebun di pekarangan. Buku kumpulan cerita pendeknya, Magi Perempuan dan Malam Kunang-Kunang, diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada 2015. Saat ini bekerja dan menetap di Pali.
[1] Disalin dari karya Guntur Alam
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Jawa Pos” edisi Minggu 30 September 2018
The post Bangkai Anjing dalam Kepala Ayah appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.
via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2QsnIU2
Tempat Berbelanja di Mekkah – Mekkah yang sekarang sudah sangat berbeda dengan Mekkah pada tahun-tahun sebelumnya. Kini Masjidil Haram sedang dalam proyek perluasan. Proyek yang sudah berjalan dari tahun 2005, sudah meratakan bangunan-bangunan yang berada di sekelilingnya. Termasuk juga pasar seng, pasar yang menjadi tempat favorit Jemaah Indonesia untuk berbelanja. Saat ini pasar tersebut sudah rata tanah, lalu kemana kita akan berbelanja oleh-oleh ketika berada di Mekkah? Berikut ada beberapa Tempat Berbelanja di Mekkah yang bisa dijadikan rujukan, diantaranya:
Komplek Abraj Al Bait atau Zamzam Tower
[caption id="attachment_8120" align="aligncenter" width="680"] Tempat Berbelanja di Mekkah[/caption]
Al-Bait Tower Complex (ABRAJ ALBAIT) atau disebut juga ZAMZAM TOWER dimana dipasangkan Jam Besar di tower atasnya, bangunan tersebut terletak tepat di depan Masjidil Haram. Zamzam Tower memiliki komplek pertokoan yang modern yang berisi gerai atau toko-toko dengan merek yang sudah terkenal di dunia. Dilengkapi juga fasilitas restoran-restoran mewah dan fast food yang sudah terkenal di dunia. Komplek pertokoan dan hotel ini memiliki luas keseluruhan 1.500.000 m2. Berbagai merek yang terkenal semuanya terdapat di komplek tersebut, seperti barang-barang souvenir, fashion, parfum, perhiasan dan banyak lagi jenis lainnya yang bisa anda dapatkan dengan mudah. Mall ini didesain dengan begitu modern dan nyaman, jadi anda tidak perlu bingung untuk mencari tempat berbelanja lainnya.
Supermarket Bin Dawood
[caption id="attachment_8121" align="aligncenter" width="480"] Tempat Berbelanja di Mekkah[/caption]
Supermarket Bin Dawood ini merupakan tempat berbelanja yang sudah terkenal dan tidak pernah dilewatkan oleh para jamaah haji atau umroh juga para peziarah. Supermarket tersebut terletak di kota Madinah dan Mekkah. Seperti halnya superstore lainnya, Bin Dawood ini menyediakan pula berbagai kebutuhan untuk sehari-hari.
UMROH HEBAT [Hemat dan BersahaBAT] + CAIRO MESIR hanya 23 JUTA!!
Jika anda berkunjung ke Supermarket Bin Dawood ini maka akan anda dapati berbagai macam toko-toko seperti tempat makan, penjual elektronik, penjual baju hingga sampai ke peralatan rumah tangga semuanya tersedia di superstore tersebut. Berbagai barang dengan merek-merek terkenal tersedia disini. Anda akan merasakan hiruk-pikuk sebuah pusat perbelanjaan milik negeri padang pasir ini.
Pertokoan di Sepanjang Jalan Misfalah-Bakhutmah
[caption id="attachment_8122" align="aligncenter" width="455"] Tempat Berbelanja di Mekkah[/caption]
Sejak ditiadakannya pasar seng, kini para pedagang memenuhi jalan Misfalah hingga Bakhutmah. Jalan ini merupakan salah satu jalur utama dari Masjidil Haram menuju ke berbagai hotel yg terletak di area tersebut. Di sepanjang trotoar area Misfalah terdapat banyak toko yang menjual aneka oleh-oleh khas Arab Saudi.
Biasanya para peziarah mengincar beberapa oleh-oleh khasnya seperti tasbih, karpet, sajadah, kurma, aroma terapi, celak mata dan tentunya pacar kuku (inai Mekkah). Tersedia juga berbagai macam souvenir seperti gantungan kunci dan gelang tasbih. Bagi anda yang berkunjung kesana, jangan terpaku pada satu toko karena semakin dekat ke Masjidil Haram maka akan semakin banyak pula toko-toko yang bisa dijumpai. Barang-barang souvenir ini biasanya dijual dari harga 2 riyal – 5 riyal, tergantung toko-toko yang menjualnya.
Pasar Zakfariah
[caption id="attachment_8123" align="aligncenter" width="448"] Tempat Berbelanja di Mekkah[/caption]
Pasar borong atau Pasar Zakfariah ini terletak sekitar 1 km dari Masjidil Haram, Mekkah. Pasar tradisional ini menjual barang-barang keperluan ibadah, termasuk juga perhiasan emas, jam tangan dan barang-barang elektronik seperti telepon genggam. Tidak hanya Pasar atau Pertokoan, anda bisa mendatangi tempat ZIARAH KOTA MEKKAH DAN SEKITARNYA.
Jangan takut untuk tidak dapat berkomunikasi dengan para pedagang karena rata-rata para pedagang dapat menggunakan Bahasa Indonesia walaupun bicaranya dengan logat Arab. Anda dapat melakukan tawar-menawar dengan pedagang disini. Uniknya di pasar ini jika datang waktu shalat, pasar akan segera tutup. Kemudian digelar karpet di lorong-lorong pasar guna untuk melaksanakan shalat.
Shopping Mall di Hilton Tower Mall
[caption id="attachment_8125" align="aligncenter" width="512"] Tempat Berbelanja di Mekkah[/caption]
Hilton Tower ini terletak di depan Masjidil Haram. Gedung Hilton Tower memiliki sekitar 450 gerai toko bermerek internasional juga lokal yg menjual berbagai barang fashion, souvenir, perhiasan, parfum, dan banyak jenis lainnya. Dilengkapi juga berbagai macam restoran fast food baik merek lokal maupun internasional.
Mira Ajyad Mall
[caption id="attachment_8126" align="aligncenter" width="400"] Tempat Berbelanja di Mekkah[/caption]
Mira Ajyad Mall merupakan pusat perbelanjaan yg terletak di Gedung Mira Ajyad Hotel di Ajyad Street. Lokasi perbelanjaan ini sangat mudah dicapai, anda dapat berjalan kaki sekitar 100-200 meter dari setelah keluar pintu nomor 1 Abdul Azis kemudian ke arah kiri maka anda pun sudah sampai di pusat perbelanjaan tersebut.
Mekkah Mall
[caption id="attachment_8128" align="aligncenter" width="700"] Tempat Berbelanja di Mekkah[/caption]
Mekkah Mall merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern dengan berbagai merek internasional disertai berbagai macam restoran merek lokal maupun internasional. Komplek Mekkah Mall yang begitu megah ini terletak di King Abdullah ibn Abdul Azis Road.
Umroh YUK !!! bersama RABBANITOUR – Sahabat Anda Menuju Baitullah – pilih PAKET UMROH dan dapatkan keunggulan fasilitasnya, Umroh Hemat bersama Rabbani Tour.
Selain pusat perbelanjaan berupa toko-toko yang berada dekat dengan Masjidil Haram, ada juga beberapa pasar yang bisa dijadikan tujuan untuk berbelanja oleh-oleh, namun jarak pasar ini bisa terbilang agak jauh. Untuk mencapai pasar diperlukan naik kendaraan, untuk variasi barang sudah dipastikan komplit dan harga pun lebih murah dibandingkan dari toko-toko yang dekat Masjidil Haram. Berikut beberapa pasar itu adalah:
Pasar Aziziyah
Pasar Aziziyah terletak di kawasan antara Mekkah dan Mina. Di sekitaran kawasan ini terdapat banyak apartemen atau akomodasi bagi jamaah haji. Para jamaah haji banyak tinggal disini, sebelum nantinya tinggal di Mina untuk beberapa hari. wilayah ini selalu dipadati oleh pengunjung juga warga asli. Sangat mudah untuk menemukan pasar Aziziya ini dan juga pusat perbelanjaan lainnya. Disini terdapat berbagai macam pertokoan yang menjual fashion, parfum juga barang-barang yang beranekaragam lainnya.
Pasar Ukaz
Pasar Ukaz ini terletak diantara Thaif dan Mekkah, pasar yang sudah ada dari sejak 500 SM. Di zaman Nabi Muhammad Saw, pasar Ukaz merupakan pasar yg menjual barang dagangan untuk para kafilah yg datang ke kota Mekkah. Nabi Saw pun pernah berdagang hingga ke negeri Syam dan sekaligus berdakwah.
Pasar Ukaz ini melebihi segalanya baik dalam hal kemegahan, relasi dagang, serta dikunjungi oleh suku Quraisy, Ghafatan, Hawazin, Aslam, Ahbaish, Ad dish, Adl, Al Mustaliq dan Al Haya. Di pasar ini anda bisa temukan barang-barang seperti permadani, bulu domba, tenda, perabotan, tembikar, hasil bumi, perhiasan, dan rempah-rempah. Tak hanya barang dagangan tapi juga di pasar ini sering diadakann pertunjukan baik syair maupun nyanyian. Menurut arkeolog Saudi, pasar Ukaz ini berakhir pada tahun 760 sesudah masehi.
Setelah 1300 tahun, pasar Ukaz dioperasikan dan diresmikan kembali oleh gubernur Mekkah, Pangeran Khalid al-Faisal putra Raja Faisal. Saat ini pasar Ukaz menjadi pusat expo modern dengan ciri yang khusus yaitu memakai tenda-tenda badui yg masih ada.
Pasar Hafair
Pasar Hafair yang terletak di kawasan Hafair atau sekitar 15 km dari Masjidil Haram, merupakan salah satu kawasan bagi pemondokan jamaah haji Indonesia. Pasar Hafair ini tepat berada di tengah areal pemondokan. Di pasar tersebut dijual barang-barang khas Arab dan berbagai souvenir.
Pasar Kaqiyah
Pasar Kaqiyah ini terkenal dengan pasar hewan ternak dan merupakan pasar terbesar di Mekkah. Pasar ini biasanya ramai dikunjungi pada bulan-bulan tertentu seperti ketika bulan Idul adha. Biasanya para pengunjung datang untuk mencari hewan yg akan dikurbankan atau untuk membayar dam. Rata-rata penjual disini tidak bisa berbahasa inggris, jadi bagi anda yang berkunjung perlu sekali menguasai Bahasa araba tau bisa membawa teman yang bisa berbahasa arab. Di pasar Kaqiyah ini anda bisa membeli dan langsung memotong hewan qurban tersebut di tempat.
Demikian paparan singkat mengenai Tempat Berbelanja di Mekkah semoga bisa menjadi referensi perjalanan anda di Mekkah.
Sumber:
Umroh, Menggapai Berkah di Tanah Suci, Masrura Ram Idjal SE, MBA, Penerbit Cendekia Visitama, Bandung, Cetakan Ketiga: Oktober 2016
Subang Jaya, Selangor, Malaysia.
Euphorbia thymifolia L. Euphorbiaceae. CN: [Malay - Gelang susu, Jarak belanda, Rumput janggut, Sedang padang, Sisik merah], Patikan china, Gelang pasir, Krokot china, Makikitot, Chickenweed, Gulf sandmat. Pantropical distribution. Tufted prostrate herb and common on paths. Weed; folk medicine.
Synonym(s):
Anisophyllum thymifolium (L.) Haw.
Aplarina microphylla (Lam.) Raf.
Chamaesyce mauritiana Comm. ex Denis
Chamaesyce microphylla (Lam.) Soják
Chamaesyce rubrosperma (Lotsy) Millsp.
Chamaesyce thymifolia (L.) Millsp.
Chamaesyce thymifolia f. suffrutescens (Boiss.) Hurus.
Euphorbia afzelii N.E.Br.
Euphorbia botryoides Noronha [Illegitimate]
Euphorbia foliata Buch.-Ham. ex Dillwyn
Euphorbia microphylla Lam.
Euphorbia rubicunda Blume
Euphorbia rubrosperma Lotsy
Euphorbia thymifolia f. Vlaxifoliata Chodat & Hassl.
Euphorbia thymifolia var. suffrutescens Boiss
Ref. and suggested reading:
FRIM Flora Database
www.theplantlist.org/tpl/record/kew-82529
www.ars-grin.gov/cgi-bin/npgs/html/taxon.pl?423411
Subang Jaya, Selangor, Malaysia.
Euphorbia thymifolia L. Euphorbiaceae. CN: [Malay - Gelang susu, Jarak belanda, Rumput janggut, Sedang padang, Sisik merah], Patikan china, Gelang pasir, Krokot china, Makikitot, Chickenweed, Gulf sandmat. Pantropical distribution. Tufted prostrate herb and common on paths. Weed; folk medicine.
Synonym(s):
Anisophyllum thymifolium (L.) Haw.
Aplarina microphylla (Lam.) Raf.
Chamaesyce mauritiana Comm. ex Denis
Chamaesyce microphylla (Lam.) Soják
Chamaesyce rubrosperma (Lotsy) Millsp.
Chamaesyce thymifolia (L.) Millsp.
Chamaesyce thymifolia f. suffrutescens (Boiss.) Hurus.
Euphorbia afzelii N.E.Br.
Euphorbia botryoides Noronha [Illegitimate]
Euphorbia foliata Buch.-Ham. ex Dillwyn
Euphorbia microphylla Lam.
Euphorbia rubicunda Blume
Euphorbia rubrosperma Lotsy
Euphorbia thymifolia f. Vlaxifoliata Chodat & Hassl.
Euphorbia thymifolia var. suffrutescens Boiss
Ref. and suggested reading:
FRIM Flora Database
www.theplantlist.org/tpl/record/kew-82529
www.ars-grin.gov/cgi-bin/npgs/html/taxon.pl?423411