View allAll Photos Tagged galau
Para anggota Pramuka tingkat Siaga di Kabupaten Wonosobo, diminta menjadikan pramuka sebagai ajang mengasah karakter diri. Karena apabila dilakukan secara serius, pramuka akan memberikan dampak baik dalam mengolah mental dan otak.
“para anak-anak Pramuka Siaga di Wonosobo, jangan sampai jadi anak galau,”kata Bunda Siaga Wonosobo Aina Liza Kholiq Arif, saat membuka Pesta Siaga, akhir pekan lalu Sabtu (22/3).
Aina, yang juga istri Bupati Wonosobo ini menyampaikan, maksud menjadi anak yang galau, yakni anak yang malas, tidak berbakti pada orang tua dan guru, pasif dan sifat buruk lainnya, tapi harus disiplin, berani dan setia, punya jiwa tolong menolong, bertanggung jawab dan dapat dipercaya, jernih dalam berfikir dan berbuat, hemat cermat, bersahaja, rajin dan trampil.
“inti kurikulum pendidikan Kepramukaan antara lain mencakup keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME, kecintaan pada alam dan sesama manusia, kecintaan pada tanah air dan bangsa,”katanya.
Aina juga berpesan kepada Pramuka Siaga, untuk terus melatih diri agar kedepan mampu hidup dalam kemandirian tanpa bergantung pada orang tua namun mereka dituntut untuk patuh dan taat kepada Ayah dan Bunda, sebagai orang tua yang telah melahirkan, merawat dan membesarkan mereka hingga sekarang.
“menghadapi arus globalisasi anak-anak harus bisa memanfaatkan teknologi secara maksimal agar tidak ketinggalan jaman,”katanya.
Namun demikian,kata AIna, agar perkembangan teknologi dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, sebab ibarat pisau, jika memperlakukannya secara bijak akan membawa manfaat yang besar, tetapi jika digunakan secara sembrono akan mencelakakan banyak pihak.
“Agar anak-anak mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara positif, orang tua harus ikut memberikan pendidikan perilaku yang baik dan benar, serta membekali anak dengan ilmu agama,”katanya.
Jika semua ini dapat berjalan seimbang, ia optimis anak-anak akan menjadi anak yang berkarakter dan berguna bagi keluarga, daerah dan bangsa. Terkait Pesta Siaga, hal ini bukan hanya kegiatan kompetisi untuk anggota pramuka siaga semata tapi juga punya fungsi strategis untuk membentuk karakter anak.
“pesta siaga, merupakan unjuk ketrampilan dan kemampuan, tetapi harus dalam suasana ceria, penuh kekeluargaan, anak harus bebas dan tidak merasa ada tekanan dan beban,”katanya.
Sementara Ketua Panitia Pesta Siaga, Tri Antoro, menyampaikan kegiatan pesta siaga bertujuan untuk membentuk pribadi pramuka siaga yang tangguh, mandiri, disiplin dan siap meneruskan nilai-nilai kejuangan. Pesta siaga mengusung tema "Pramuka Siaga Mandiri, Ceria, Patuh pada Ayah dan Bunda" diikuti oleh 480 anak, yang berasal dari 30 Barung peserta putra dan 30 Barung peserta putri, ditambah 60 pembina, dan 72 orang juri dari 15 kwaran se-Kwarcab Wonosobo.(ali)
1.
Laki-laki itu masih terdiam. Tampaknya menunggu jawaban. Pesanan sudah datang, secangkir kopi cappuccino. Lelaki itu mengangkat cangkir, kemudian dia dekatkan ke hidung. Lalu dia dekatkan ke bibir dan meminum. Kemudian dia letakkan lagi. Kembali dia menikmati wajah perempuan di depannya. Namun masih saja kaku. Keduanya nampak ragu untuk memulai pembicaraan.
“Jadi bagaimana?” lelaki itu nekat membuka kata.
Dan hasilnya sama saja. Hanya menimbulkan senyum di sudut bibir perempuan di hadapannya. Suara tetap beku, yang ada hanya isyarat tubuh yang tak mampu diterjemahkan dalam kata. Tampaknya perempuan itu tengah asyik dengan dunianya. Berkali-kali dia membolak-balik lembaran kertas yang dipegang.
Laki-laki itu mengaduk kopinya. Lalu meminumnya. Mengaduk lagi. Dan meminumnya lagi. Jarinya mengetuk-ngetuk meja. Wajahnya menampakkan kegelisahan. Namun matanya tetap tertuju pada perempuan di hadapannya. Entah perempuan macam apa yang sukses menyiratkan kegelisahan dari kedua mata lelaki itu. Perempuan di hadapannya masih saja membaca lembaran kertas yang diberikan oleh lelaki itu sepuluh menit lalu.
“Bagaimana?” lelaki itu memancing pembicaraan lagi.
Perempuan itu pun menoleh dan hanya tersenyum. Lelaki itu diam kembali. Wajahnya tambah gundah. Ada sesuatu yang mengganjal bibirnya untuk berbicara, atau sekadar berucap satu kata. Tangannya mengambil buku dari tas. Lalu menulis kata. Kemudian timbul kalimat-kalimat. Lalu semua dia coret. Dia sobek dan buang. Menulis lagi. Mencoret. Menyobek dan membuang. Dia layangkan tatapan ke sisa gerimis hujan malam ini. Masih saja sepi. Tak ada perubahan berarti. Dingin tetap mencengkeram kedua anak manusia di meja dua puluh satu itu.
“Bagus!” Perempuan itu melahirkan kata setelah sekian menit terdiam.
“Apanya?” Laki-laki itu tanya keheranan.
Perempuan itu tersenyum sambil mengembalikan lembaran kertas ke lelaki di hadapannya. Aku pun kembali datang mengantar pesanan ke meja itu.
2.
“Mereka sedang kasmaran!” teriakan Karman lagi-lagi membuat pelanggan kami menoleh kepadanya.
“Kedai kita ini memang tidak henti-henti mengukir kenangan ya!” ucapku sambil tertawa.
Waiters-ku yang satu ini memang sering sekali mencari tahu asal-usul pelanggan di kedai kami. Terkadang dia sering menghampiri pelanggan sekadar menanyakan alamat rumah. Tentu saja dengan pembawaannya yang kocak, sehingga tidak mengganggu pelanggan kami. Bahkan pelanggan kami sering hanyut dalam pembicaraan bersama Karman. Sampai-sampai ketika Karman tidak masuk kerja, pelangganku pun bertanya-tanya mengenai lakilaki itu.
Belum lama aku mengenal Karman ñ setidaknya seusia dengan kedai ini berdiri. Aku merasa beruntung bisa bertemu orang jujur seperti Karman. Kami dipertemukan karena Karman menemukan dompetku yang tertinggal di kursi bus. Dengan percaya diri, dia mendatangi alamat yang tertera di kartu identitasku. Karena kejujurannya itulah, aku mengajak laki-laki yang belum kutahu asal-usulnya saat itu untuk membuka usaha. Dan sampai saat ini, kami menjadi bukan sekadar mitra kerja, lebih tepatnya keluarga.
Karman yang memang mudah bergaul, akhirnya selalu dekat dengan pelanggan kami. Semua kejadian unik tentang pelanggan kami, selalu dia bahas denganku. Kemudian dari sekian pelanggan yang datang malam ini, hanya pelanggan di meja dua puluh satu yang paling menarik bagi kami.
Perempuan itu masih terdiam dengan lembaran kertas yang dibaca. Namun laki-laki di depannya tampak gelisah menunggu sesuatu. Bahkan kopi ini menjadi pesanan ketiganya malam ini. Berbeda dari malam-malam sebelumnya, dua pelanggan setia kami itu tampak tegang membunuh waktu.
“Bagus!” perempuan itu berteriak girang.
Namun laki-laki di depannya hanya menampakkan raut keheranan. Beberapa kali lelaki itu berbicara panjang lebar ñ entah tentang apa karena suaranya tidak terdengar sampai sini. Namun, berkalikali pula perempuan di hadapannya membalas dengan tersenyum simpul. Tak ada penjelasan yang panjang, bahkan barangkali kepastian pun tak ada.
Hujan malam ini tampaknya menambah gelisah laki-laki itu. Namun perempuan di hadapannya tampak santai menikmati lembaran- lembaran kertas yang dipegang. Berkali-kali laki-laki itu membuka pembicaraan, tetapi hanya menyisakan kekakuan di meja dua puluh satu itu.
Laki-laki itu tampaknya sudah menyerah. Karena dia kembali memesan secangkir kopi cappuccino.
“Perempuan memang susah, Mas,” tiba-tiba Karman menceletuk pada laki-laki itu.
“Bukan susah, Mas, melainkan kita yang belum bisa memahami.” Laki-laki itu hanya tersenyum, lalu kembali ke mejanya.
3.
Menunggu adalah sesuatu yang membosankan. Ada orang yang mengatakan, menunggu adalah simbol dari kata menyerah yang tak terungkapkan. Menunggu karena sudah menyerah untuk berusaha. Menunggu karena menyerah untuk menikmati kegagalan. Ada pula yang mengatakan, menunggu adalah hal paling egois di dunia. Menunggu karena menanti orang lain untuk berusaha. Namun menunggu yang kulakukan kali ini bukanlah sekadar menunggu. Bukanlah menunggu karena aku sudah menyerah atau karena aku egoistik. Namun perempuan di depanku memaksaku kembali menunggu.
“Jadi bagaimana?” aku membuka percakapan, meski tampaknya sia-sia.
Perempuan ini hanya tersenyum menatapku, kemudian melanjutkan membaca cerita pendek yang tadi kuberikan. Raut wajahnya begitu serius mendalami kertas yang sejak sepuluh menit lalu dia pegang. Cerita pendek untuk sebuah kisah yang pendek. Bukan sekadar kisah. Lebih tepatnya kenangan. Barangkali lebih bagus, sebuah cerita pendek untuk kenangan yang pendek.
Waktu itu hujan mengguyur Solo. Aku dan dia masih saja berdebat demi mempertahankan pendapat yang entah siapa yang akan tahu kebenarannya. Sebenarnya hal kecil yang kami perdebatkan. Siapa yang menyangka sebuah puisi yang kami baca bersama bisa menimbulkan perdebatan yang sampai sekarang barangkali belum tahu ujung jawabnya.
“Bukan! Ini Chairil masih galau ya? Menunggu jawaban cinta Sri Ajati.” Dia masih ngotot dengan pendapatnya itu.
Berbagai argumen aku lontarkan untuk memupus pandangannya tentang puisi “Senja di Pelabuhan Kecil” karya Chairil Anwar. Namun dengan teguh, dia bertahan. Dari perdebatan itulah aku mengenal sosoknya. Perempuan yang selalu kutemui saat hujan tiba.
Seperti saat ini, hujan yang masih mengguyur lingkaran kampus, barangkali akan menjadi saksi keberadaan cinta yang kupendam selama ini. Belum lama aku mengenalnya, mungkin hanya lewat status media sosial yang dia miliki. Bahkan untuk sekadar bertegur sapa pun kami jarang. Perempuan ini selalu menyembunyikan tatap matanya ketika bertemu denganku. Namun aneh, karena itulah aku ingin menangkap tatap matanya. Sekadar untuk kuselami hingga relung hatinya. Walaupun sampai detik ini pun dia masih kukuh menyembunyikan pelangi di wajahnya itu.
Sudah dua puluh menit, dia membiarkanku membeku oleh waktu. Berkali-kali aku mencoba membuka kata, tetapi hanya senyum kecil di sudut bibirnya. Aku mulai beranjak untuk memesan kopi ketigaku malam ini. Namun tetap saja, kepergianku tidak mengacaukan keasyikannya dengan lembaran kertas yang perempuan ini pegang. Aku pun duduk kembali dengan secangkir cappuccino yang mengepuli wajahku.
“Bagus!” akhirnya dia melahirkan kata.
“Apanya?” tanyaku heran.
Dia hanya tersenyum sambil memberikan lembaran kertas itu padaku.
***
Akhirnya perempuan itu melahirkan kata. Meski awalnya menimbulkan keheranan di wajah laki-laki di depannya. Layaknya bayi baru lahir, kata pertama yang terucap dari bibir perempuan itu pun langsung ditimang dengan senyum oleh laki-laki di hadapannya. Laki-laki itu mulai berbicara antusias seolah tak mau kehilangan sepasang bola mata yang ditatapnya ini. Perempuan itu pun mengangguk, sesekali tersenyum, tetapi sangat sedikit berbicara.
“Apa?” Tiba-tiba perempuan itu menampakkan wajah keheranan.
“Iya! Aku, aku mencintaimu tanpa tendensi apa pun. Aku ingin mencintaimu tanpa alasan yang memperkuat cintaku padamu. Karena jika alasan itu telah memudar, aku takut cintaku hilang bersama alasanku.”
Suasana pun kembali beku. Hanya ada sepasang bola mata yang saling menatap di antara rintik hujan malam ini.
Aku pun beranjak menghampiri majikanku di meja kasir. (28)
Surakarta, September 2017
– Sapta Arif NW, aktivis pramuka yang menyukai puisi, cerita-cerita, dan diskusi hingga pagi. Baru saja menjuarai Sayembara Sastra Bunga Tunjung Biru kategori cerita pendek. Kini, aktif sebagai ketua Gerakan Menulis Buku Indonesia, dapat dihubungi melalui surat elektronik saptawnd@gmail.com, IG @saptaarif, Twitter @saptaarifnw, FB Sapta Arif,(WA/SMS/telepon 085716286686).
[1] Disalin dari karya Sapta Arif NW
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Suara Merdeka” edisi Minggu 24 Februari 2019.
The post Tiga Cerita Satu Malam appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.
via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2Eabnj8
Kumpulan dp bbm gambar kata galau sedih saat hujan turun berbagi kata kata tentang hujan terbaru dimalam hari yang mengingatkan akan sebuah kenangan indah saat bersamanya membuka memory akan cerita klasik dimasa lalu, sejuta cerita mengalir bersama derasnya hujan berbagai kerinduan bersama angin...
www.fotokatakata.com/gambar-kata-galau-sedih-saat-hujan-t...
mengapa saya namakan sebuah malam yang indah karena pada saat itu saya mengantarkan nenek saya bareng kakak saya dan pacarnya, ya memang pada saat saya mengantarkan mbah saya dari kertosono ke surabaya perjalanan memang sampai malam pulangnnnya pun sampai larut malam, yang mengendarai pun pacarnya kakak saya, ini merupakan cerita saya menemukan sebuah lagu yang bikin nyaman gak tau dah kenapa bisa bikin suasana jadi tenang atau nyaman, nah jadi begini ceritanya ini langsung saja pada inti ceritanya jadi waktu itu saya bareng mba saya atau kakak saya pergi bersama pacarnya pada saat selesai mengantarkan mbah saya, kami pun beranjak untuk pergi mengunjungi icon-icon kota surabaya ya tadinya sih ingin jalan2 lebih lama cuman kondisi pada saat itu sudah jam 9 malam ya sudah mau larut malam sih belum nanti kembalinya otomatis pasti sudah jam 12 atau jam 1 pagi sampai di kertosono ya udah kami pun mampir ke icon pada gambar ini hanya sekedar mengambil gambar doang habis itu lanjut pulang nah di perjalan pulang ini, pada saat itu kakak saya memegang hp menggunakan GPS atau petunjuk jalan sedangkan pacarnya yang mengendarai saat itu saya duduk di belakang nah di sini baru mulai agak timbul perselisihan sedikit antara mba saya dengan pacarnya nah di saat itu gk tau kenapa tiba-tiba lagu itu pun di putar wahhh momentnya pas banget nih batin saya begitu lalu saya hanya bisa diam saja mendengarkan mbak saya berselisih pendapat dengan pacarnya yang sedang mengendarai, saat itu mba saya kesal dan dia bilang " jadi kamu nyalahin aku yang, aku yang salah ? " lalu pacarnya bilang " ya gk begituu, kamu ya salah harusnya kamu bilang dulu kalo (*maaf saya lupa lanjutannnya ) jadinya aku gk lurus kalo kamu kasih tau tadi " lalu pacarnya mba saya bilang " coba sini pinjam hp ku, ayolah yang, *dengan nada santai " gk tau kenapa tiba-tiba hp yang di tangan mba saya itu jatuh saya gk tau di jatuhin apa jatuh sendiri lalu lanjuttt di percepat akhirnya pun kami sudah dalam perjalan pulang pada saat pulang mba saya ini tertidur pulas dan pacarnya hanya memegang tangan mba saya tapi saya heran lagu ini kok masih di putar ya apa mungkin ini lagu untuk memenenangkan, memang lagunya sih menenangkan tapi sayang saya gk tau lagunya ini akhirnya pun mba saya terbangun di nganjuk kalo gk salah dan kembali lagi seperti biasanya sudah tidak marah kecil lagi kepada pacarnya.
-
jadi di sini saya sama dengan belom tau itu lagu apa dan judulnya apa namun sekarang baru saya tau itu lagunya, lagunya adalah ini nih Calvin " Harris - Feels ft pharell williams, katty perry, big sean " jadi saya mau bilang silahkan bagi kalian yang mengalami masalah, atua perselisihan atau sedang galau, coba deh dengerin lagu ini ya bukan menjamin atau apalah yang penting coba di dengarkan saja bila merasa mendingan atau baik atau lumayan boleh di sharing di comentar di bawah ini :D ya itu hanya sekilas cerita saya waktu liburan.....mohon maaf bila ada pihak yang tersinggung, sebelumnya terimakasih telah membaca cerita saya kali ini, lain kali akan ada cerita menarik seputar kehidupan saya, akhir kata sampai jumpa, jangan galau atau bertengkar lagi ya......... :D :D
In Zehdenick (Brandenburg) schürt die AfD Ängste gegen die Unterbringung von Geflüchteten. Mit rund 200 Teilnehmenden fand am späten Nachmittag des 14.07. eine Kundgebung des Landtagsabgeordneten und Landtagsvizepräsidenten in Brandenburg Andreas Galau statt. Als Hauptrednerin trat die AfD-Landesvorsitzende in Brandenburg, Birgit Bessin, auf. Andreas Galau suggerierte in seiner Rede mit diffusen Zahlen, der Afrikanische Kontinent würde Deutschland überlaufen, was in der Konsequenz auf die Verschwörungserzählung hinausläuft, die weiße Mehrheitsgesellschaft sei von einem geplanten "Bevölkerungsaustausch" bedroht. Birgit Bessin versprach den Zuhörenden, die AfD würde ein Abschiebeministerium aufbauen und damit beweisen, was Abschiebungen bedeuten.
Während sie außerdem eine in Hör- und Sichtweite gegen die rassistische Kundgebung protestierende Gruppe als „braun“ beschimpfte, waren unter den Versammelten auf Seiten der AfD etliche in neonazistischer Szenekleidung. Ein Teilnehmer trug an der Wade ein Tattoo, das zwei gekreuzte Stielgranaten zeigte und dem Truppenabzeichen der 36. Waffen-Grenadier-Division der SS nachempfunden war.
Die Fotos unterliegen dem Copyright. Sie sind in druckbarer, hochauflösender Qualität ohne Wasserzeichen vorhanden und können für kommerzielle wie unkommerzielle Zwecke erfragt werden.
JKT48 at AFAID 6-Sep-2013
dek Nabilah sama Sonya kalo ngga di dadah2in juga ga nengok kesini. Beby mukanya galau terus
In Zehdenick (Brandenburg) schürt die AfD Ängste gegen die Unterbringung von Geflüchteten. Mit rund 200 Teilnehmenden fand am späten Nachmittag des 14.07. eine Kundgebung des Landtagsabgeordneten und Landtagsvizepräsidenten in Brandenburg Andreas Galau statt. Als Hauptrednerin trat die AfD-Landesvorsitzende in Brandenburg, Birgit Bessin, auf. Andreas Galau suggerierte in seiner Rede mit diffusen Zahlen, der Afrikanische Kontinent würde Deutschland überlaufen, was in der Konsequenz auf die Verschwörungserzählung hinausläuft, die weiße Mehrheitsgesellschaft sei von einem geplanten "Bevölkerungsaustausch" bedroht. Birgit Bessin versprach den Zuhörenden, die AfD würde ein Abschiebeministerium aufbauen und damit beweisen, was Abschiebungen bedeuten.
Während sie außerdem eine in Hör- und Sichtweite gegen die rassistische Kundgebung protestierende Gruppe als „braun“ beschimpfte, waren unter den Versammelten auf Seiten der AfD etliche in neonazistischer Szenekleidung. Ein Teilnehmer trug an der Wade ein Tattoo, das zwei gekreuzte Stielgranaten zeigte und dem Truppenabzeichen der 36. Waffen-Grenadier-Division der SS nachempfunden war.
Die Fotos unterliegen dem Copyright. Sie sind in druckbarer, hochauflösender Qualität ohne Wasserzeichen vorhanden und können für kommerzielle wie unkommerzielle Zwecke erfragt werden.
Pada tanggal 5 Maret 2011, hari Sabtu. Temen ogut seperjuangan di YES Selection dari Samarinda yang bernama Yudhis sudah bikin janji dengan saya untuk jalan sama-sama keliling Jakarta siang hari mengisi waktu sebelum Java Jazz... Plis, gue aja yang anak Megapolitan kagak nonton Java Jazz, nah diaa?! Aduuuuuuuh enaknya, mana nonton Santana dan George Benson.... *nangis*
Kemudian, dia bilang bahwa mendingan ajak temen lagi, sebenernya anak Jakarta sudah ogut ajakin semua tapi yang dateng (lagi-lagi) hanya Vio. Setelah ogut jalan bertigaan sama Vio dan Arwan dari Bogor, berarti kami jalan bertiga lagi, tapi sekarang sama Yudhis bukan sama Arwan. Yah, beginilah peserta seleksi YES memang terlalu keren jadi pada sibuk gitu...
Perjalanan berawal jam 11. Gue sampe di Hotel Sheraton Media yang super keren gila-gilaan, waktu masuk, jujur, gue nganga, "***jrit ini hotel... Keren..." gitu dalam hati. Akhirnya ogut ketemu Yudhis diantar oleh ortunya yang sedang ingin pergi juga.
Gue ngajak Yudhis ke @america dan maen ke Pacific Place, coba kalo bawa duit lebih, gue ajakin ke Kidzania (tapi pasti ditolak petugasnya juga). Main iPad dan nonton Akeelah and The Bee. Pokoknya, hari itu adalah hari busway, kemana-mana kami naik busway. Sebagian besar hari itu adalah di busway, kami mengobrol lebih buanyak di busway ketimbang di tempat lain. Yah obrolan kita nggak lepas dari masalah anak YES dan daily life. Balik lagi, waktu di @america, Yudhis BBMan sama anak YES Jogja (yang gue sempet kesengsem berat sama dia karena ganteng dan pinter setengah mati dan ternyata udah punya pacar ANAK JAKARTA *nangis darah*) begini sneak peaknya:
Dia: Yud, lo lagi di Jakarta?
Yudhis: Iya, lo di Jakarta juga?
Dia: Iya nih, di rumah pacar di Cinere
Yudhis: Wah, dateng kapan lo?
Dia: Tadi pagi...
Yudhis: Pulangnya kapan?
Dia: Ntar sore hehe
"Wah boker duit!" kata gue, "Ke Jakarta sehari cuma buat ngapel?! Hebat," lanjut gue lagi. Padahal dalam hati "Mau doooooongg cowok kayak gitu, unyu banget!" HAHAHAHAHAH lanjut.
Vio yang (katanya) lagi imunisasi kami suruh nyusul ke D'Cost Gajahmada Plaza. Kami makan duluan di situ. Sebenernya, tujuan ogut milih GM adalah supaya lebih deket dan cepet kalo ni anak mau langsung ke Kemayoran atau ke hotel dan memang tidak salah. Yudhis dengan sangat baik hati sekali mentraktir, sebenernya ogut juga traktir doi, tapi cuma tiket busway ^____^ waktu selesai makan, kami sibuk ngomongin soal YES dan AFS lagi. Dia bilang anak Samarinda udah ketauan 5 orang AFS, tapi kita simpen dulu ceritanya, kami lalu menelfon dua kawan sesama Jojoga (Jomblo-Jomblo Galau) YES, pertama Adli, ngangkat, terus langsung mati, kesel, (diketahui kemudian Adli lagi nyetir mobil pas angkat telfon) lalu telfon Tanto, ngobrol ampe 8 menit dan dia lagi di Pangandaran (lebih enak!) lagi libur panjang -,- lalu, Yudhis yang masih penasaran dengan hasil AFS lalu telfon kakak chapternya, sementara ogut hubungi Vio. Kemudian Yudhis stres... ogut kaget dan panik, wah anak orang nih gimana kalo pingsan, ditengah telfon, muncul Vio dengan lengan diplester dan kaku, lalu kenalan sama Yudhis lalu Yudhis lanjutin telfonnya. Pas tutup telfon... berita buruk, Yudhis nggak dapet AFS. Tapi semua langsung kecover sama obrolan hangat dengan Vio, tapi salahnya Vio dia dateng pas kami sudah selesai makan, so dia makan sendiri dah tuh.. Dan singkat sekali, dia selesai makan langsung kita capcus!
Habis itu kami bertiga ke Harmoni. Nunggu busway Ancol buat balik lagi ke Gunung Sahari dan buat nganter Yudhis ke JiExpo. Yudhis panik karena hari makin sore dan bus belom datang. Vio selow. Sementara Yudhis tidak, lalu melampiaskannya ke gue dengan nyubit lengan, parah, sakit abis! Fyi, itu cubitan sakitnya baru ilang total 2 hari yang lalu! Umur cubitan: 1 minggu... Gila!
Waktu udah mau sampe hotel, di busway, waktu rem mendadak, ogut udah berdiri sementara pas ogut nengok ke belakang, Vio dan Yudhis yang masih duduk ternyata saling bertahan agar tidak jatoh pas bus ngerem, yang bikin terus teringat adalah Yudhis yang ndut yang malah pegangan sama Vio yang gak ndut, megang telunjuknya doang lagi, apa gak mau copot tuh telunjuk HAHAHAHA (peace yud ^___^v)
Sebelum mengakhiri perjalanan selamanya, kami masih sempet FOTO-FOTO DULU DI JEMBATAN PENYEBRANGAN hahahaha untung sepi total jadi bebasssss. Oh ya dan foto di atas adalah candid, di jembatan penyebrangan, yg kiri Vio dan yang heboh Yudhis.
Yah gitu lah, hari yang seru dan semoga tidak membosankan bagi mereka, karena bagi gue hari itu adalah salah satu hari menyenangkan gue :) Thanks Yudhis, kapan-kapan kalo gue ke Samarinda elo yang guide ya (Y)!!
Tekankan Pertanian Sehat, Manfaatkan Limbah untuk Penyubur dan Pemusnah Hama.
Pola pertanian di Wonosobo, beberapa tahun terakhir banyak yang menggunakan obat penyubur dan pemusnah hama Pestisida kimiawi. Hal ini, membuat sejumlah petani di Dusun Kongsi, Desa Bumirejo Kecamatan Mojotengah, Wonosobo galau. Kini mereka kembangkan sekolah lapang pertanian organik, mendasarkan pada pertanian sehat.
Puluhan ibu dan bapak-bapak serta deretan anak muda, siang itu tampak memadati saung yang berada di tengah ladang. Di ruangan itu, mereka duduk melingkar, di dinding sebelah utara, tertempel kertas. Salah seorang, tengah sibuk menulis, mengidentifikasi usulan, dari tiap orang yang berada di ruangan berukuran sekitar 4 x 8 meter itu.
Puluhan warga itu, tengah membahas tentang rencana penanaman. Pada kertas tertuang beberapa nama tanaman, di antaranya cabe, kul dan loncang. Pada bagian kertas sebelahnya, tertuang resep pembuatan obat penyubur tanaman. Dibawah tulisan resep itu, ada beberapa nama barang, seperti tetes tebu, susu sapi murni, telur bebek, trasi dan limbah tahu.
“kami sedang membahas rencana penanaman untuk musim ini. Hari ini, baru selesai tanam cabe,” kata Mustofa, pria yang memimpin diskusi itu, kepada wartawan Jawa Pos Radar Semarang.
Mustofa kemudian melanjutkan diskusi, lantas membagi tiap warga, untuk mencari barang-barang yang dibutuhkan tersebut, lengkap dengan jumlah yang dibutuhkan.
“resep yang akan kami buat ini, merupakan resep pembuatan vitamin atau penyubur tanaman, untuk tanaman cabe dan loncang,”katanya.
Mustofa mengatakan, dia merupakan Ketua Kelompok Pager Bumi, sebuah kelompok berisi para petani yang mengadakan sekolah lapang untuk pendidikan menanam yang sehat dengan pola organik.
“kami sudah berjalan dua tahun, tepatnya sejak tahun 2012 lalu,”ujarnya.
Dalam melakukan proses belajar, kata Mustofa, kelompok Pager Bumi, selalui melakukan proses perencanaan sebelum menanam. Selain mempertimbangkan musim, juga sebagai media transformasi mengenai pertanian organik.
“sebelumnya, dalam kami bertani tidak memahami dampak lingkungan. Hanya mempertimbangkan musim, dan panen tinggi,”katanya.
Dalam melakukan proses pembelajaran, Mustofa mengaku didampingi oleh Zam Zaeni dari Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP). Selama dua tahun ini, Mustofa dan puluhan warga lain mengaku mendapatkan banyak manfaat. Selain hasil panen pertanian lebih sehat dikonsumsi, juga mendapatkan ilmu dalam menjaga lingkungan.
“hasil panen, selama ini kami konsumsi sendiri, karena lebih enak dan sehat. Kami belum memikirkan untuk menjual,”katanya.
Dalam melakukan proses pembelajaran, kelompok Pager Bumi menggunakan lahan seluas 2000 meter yang berada di sebelah timur Dusun Kongsi. Di antara lahan itu, dibangun kandang sapi sebagai peternakan, gudang proses pembuatan pupuk dan penyubur tanaman dan satu bangunan berupa saung untuk diskusi.
“di lahan ini sebagai percontohan, begitu berhasil. Anggota kelompok mempraktekkanya di lahan pribadi dan sudah berhasil,”katanya.
Zam Zaeni dari Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) menyampaikan, dalam pembelajaran selama dua tahun ini, anggota kelompok terus bersemangat. Karena pola pendekatan pelatihan, mengedepankan pada potensi desa.
“misalnya saja, dalam membuat pupuk dan vitamin penyubur tanaman. Saya dorong menggunakan bahan baku yang ada di seputar Dusun Kongsi,”katanya.
Dia mencontohkan, dalam pembuatan pupuk, warga diajak mengelola sampah organic yang ada di lingkungan warga, dibuat menjadi pupuk. Kemudian untuk vitamin penyubur, meramu sendiri menggunakan bahan baku yang ada di dusun itu. Misalnya saja limbah tahu, karena di dusun kongsi banyak industry tahu, warga diajak memanfaatkan limbah yang mempunyai kandungan nitrogen itu.
“tiap barang berupa limbah atau barang lain yang ada di desa, kami ajak warga mengenali kandungannya. Setelah itu kami ramu bersama. Sehingga masyarakat tahu dari prosesnya,”katanya.
Untuk menghindari pencemaran lingkungan, utamanya dalam membuat obat pemusnah hama (pestisida) , Zam Zaeni mengajak warga tidak menggunakan obat pestisida sintetis atau mengandung kimiawi. Namun warga dikenalkan cara membuat obat pestisida nabati dan hayati, menggunakan bahan yang ada di kampung itu. Salah satunya, saat ini tanaman warga sedang diserang jenis ulet kepompong, yang bisa memakan akar tanaman hingga kedalaman 1,5 meter.
“kami sudah temukan obat pemusnah, dengan membuat metenesium sejenis jamur yang bisa beracun saat dimakan ulet. Hasilnya, ulet musnah tanpa pestisida sintetis,”katanya.
Zam Zaeni mengatakan, bahwa lahan seluas 2000 meter berikut bangunan saung dan tempat pengelolaan sampah, merupakan bantuan dari program CSR PT. Aqua Tirta Investama. Ditargetkan, dengan proses pembelajaran ini, masyarakat akan memahami dan bisa menjelaskan kepada orang lain.
“sehingga pada beberapa tahun ke depan, siapapun yang mau belajar pertanian organik di Dusun Kongsi ini, karena warga memahami dari proses perencanaan sampai panen,”pungkasnya. (rase)
Kumpulan foto dan gambar kata kata galau sedih patah hati berisi kata kata cinta yang bikin galau sakit hati senang sedih patah hati gambar DP BBM kata kata sedih kecewa patah hati ungkapkan semua rasa kesedihan yang ada di dalam hati dengan sebuah kata kata cinta sedih yang dapat anda gunakan s...
www.fotokatakata.com/gambar-kata-kata-galau-sedih-patah-h...
In Zehdenick (Brandenburg) schürt die AfD Ängste gegen die Unterbringung von Geflüchteten. Mit rund 200 Teilnehmenden fand am späten Nachmittag des 14.07. eine Kundgebung des Landtagsabgeordneten und Landtagsvizepräsidenten in Brandenburg Andreas Galau statt. Als Hauptrednerin trat die AfD-Landesvorsitzende in Brandenburg, Birgit Bessin, auf. Andreas Galau suggerierte in seiner Rede mit diffusen Zahlen, der Afrikanische Kontinent würde Deutschland überlaufen, was in der Konsequenz auf die Verschwörungserzählung hinausläuft, die weiße Mehrheitsgesellschaft sei von einem geplanten "Bevölkerungsaustausch" bedroht. Birgit Bessin versprach den Zuhörenden, die AfD würde ein Abschiebeministerium aufbauen und damit beweisen, was Abschiebungen bedeuten.
Während sie außerdem eine in Hör- und Sichtweite gegen die rassistische Kundgebung protestierende Gruppe als „braun“ beschimpfte, waren unter den Versammelten auf Seiten der AfD etliche in neonazistischer Szenekleidung. Ein Teilnehmer trug an der Wade ein Tattoo, das zwei gekreuzte Stielgranaten zeigte und dem Truppenabzeichen der 36. Waffen-Grenadier-Division der SS nachempfunden war.
Die Fotos unterliegen dem Copyright. Sie sind in druckbarer, hochauflösender Qualität ohne Wasserzeichen vorhanden und können für kommerzielle wie unkommerzielle Zwecke erfragt werden.
Kumpulan Gambar Kata Lucu DP BBM Malam Minggu kelabu galau terbaru sebuah gambar animasi bergerak lucu malam minggu untuk dp bbm berbagai macam kata kata lucu untuk malam minggu dikemas dalam sebuah gambar berisi kata kata lucu malam minggu, sebuah malam yang panjang yang biasa digunakan untuk m...
www.fotokatakata.com/gambar-kata-lucu-dp-bbm-malam-minggu...
kruk as cg
bandul cg
anti galau stroke-up 'mendem' murmersipceng.
baca diskripsinya ok, ada yg ganjel di hati capcus cyin sms/tlp. monggo tanya2 sampe puas gratis.
In Zehdenick (Brandenburg) schürt die AfD Ängste gegen die Unterbringung von Geflüchteten. Mit rund 200 Teilnehmenden fand am späten Nachmittag des 14.07. eine Kundgebung des Landtagsabgeordneten und Landtagsvizepräsidenten in Brandenburg Andreas Galau statt. Als Hauptrednerin trat die AfD-Landesvorsitzende in Brandenburg, Birgit Bessin, auf. Andreas Galau suggerierte in seiner Rede mit diffusen Zahlen, der Afrikanische Kontinent würde Deutschland überlaufen, was in der Konsequenz auf die Verschwörungserzählung hinausläuft, die weiße Mehrheitsgesellschaft sei von einem geplanten "Bevölkerungsaustausch" bedroht. Birgit Bessin versprach den Zuhörenden, die AfD würde ein Abschiebeministerium aufbauen und damit beweisen, was Abschiebungen bedeuten.
Während sie außerdem eine in Hör- und Sichtweite gegen die rassistische Kundgebung protestierende Gruppe als „braun“ beschimpfte, waren unter den Versammelten auf Seiten der AfD etliche in neonazistischer Szenekleidung. Ein Teilnehmer trug an der Wade ein Tattoo, das zwei gekreuzte Stielgranaten zeigte und dem Truppenabzeichen der 36. Waffen-Grenadier-Division der SS nachempfunden war.
Die Fotos unterliegen dem Copyright. Sie sind in druckbarer, hochauflösender Qualität ohne Wasserzeichen vorhanden und können für kommerzielle wie unkommerzielle Zwecke erfragt werden.
In Zehdenick (Brandenburg) schürt die AfD Ängste gegen die Unterbringung von Geflüchteten. Mit rund 200 Teilnehmenden fand am späten Nachmittag des 14.07. eine Kundgebung des Landtagsabgeordneten und Landtagsvizepräsidenten in Brandenburg Andreas Galau statt. Als Hauptrednerin trat die AfD-Landesvorsitzende in Brandenburg, Birgit Bessin, auf. Andreas Galau suggerierte in seiner Rede mit diffusen Zahlen, der Afrikanische Kontinent würde Deutschland überlaufen, was in der Konsequenz auf die Verschwörungserzählung hinausläuft, die weiße Mehrheitsgesellschaft sei von einem geplanten "Bevölkerungsaustausch" bedroht. Birgit Bessin versprach den Zuhörenden, die AfD würde ein Abschiebeministerium aufbauen und damit beweisen, was Abschiebungen bedeuten.
Während sie außerdem eine in Hör- und Sichtweite gegen die rassistische Kundgebung protestierende Gruppe als „braun“ beschimpfte, waren unter den Versammelten auf Seiten der AfD etliche in neonazistischer Szenekleidung. Ein Teilnehmer trug an der Wade ein Tattoo, das zwei gekreuzte Stielgranaten zeigte und dem Truppenabzeichen der 36. Waffen-Grenadier-Division der SS nachempfunden war.
Die Fotos unterliegen dem Copyright. Sie sind in druckbarer, hochauflösender Qualität ohne Wasserzeichen vorhanden und können für kommerzielle wie unkommerzielle Zwecke erfragt werden.
#regram from @powerbankhati
Kamu galau? Mungkin kamu kurang vitamin Q (Qur'an). .
Sering kita diprovokasikan untuk 'harus' galau di masa muda, seakan-akan itu masa yang tepat untuk galau.
.
Rasa-rasanya, hal itu menggiring kita secara 'halus' untuk lupa bagaimana solusinya biar nggak galau.
.
Yuk, baca Al Qur'an, InsyaAllah hati jadi lebih tenang dan ga gampang galau :)
.
.
#dakwah #islam #poster #miniposter #muslim #lettering #hikmah #desain
359 Likes on Instagram
5 Comments on Instagram:
gitagitta: 👍👍👍👍
initikaiwe: 🙌🙌🙌🙌
miss_strawberry20: 🙌 @astutilisnawati @sindy_junadi @listakillua
ucup_blagadul: @mita0205 @p_aditiya @kikiayulestarisetiawan @widyael_hub16 @saniibot5
Batik itu ditulis dengan hati, hati mengungkapkan perasaan baik galau maupun bahagia karena BATIK memiliki arti Beri Aku Tanda Ikatan Kasih
Efek Batik belum jadi, jadi foto bahannya aja.
Selamat hari #Batik Indonesiaku
469 Likes on Instagram
1 Comments on Instagram:
unaisme13: Batiknya yahood om (Y)
Para anggota Pramuka tingkat Siaga di Kabupaten Wonosobo, diminta menjadikan pramuka sebagai ajang mengasah karakter diri. Karena apabila dilakukan secara serius, pramuka akan memberikan dampak baik dalam mengolah mental dan otak.
“para anak-anak Pramuka Siaga di Wonosobo, jangan sampai jadi anak galau,”kata Bunda Siaga Wonosobo Aina Liza Kholiq Arif, saat membuka Pesta Siaga, akhir pekan lalu Sabtu (22/3).
Aina, yang juga istri Bupati Wonosobo ini menyampaikan, maksud menjadi anak yang galau, yakni anak yang malas, tidak berbakti pada orang tua dan guru, pasif dan sifat buruk lainnya, tapi harus disiplin, berani dan setia, punya jiwa tolong menolong, bertanggung jawab dan dapat dipercaya, jernih dalam berfikir dan berbuat, hemat cermat, bersahaja, rajin dan trampil.
“inti kurikulum pendidikan Kepramukaan antara lain mencakup keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME, kecintaan pada alam dan sesama manusia, kecintaan pada tanah air dan bangsa,”katanya.
Aina juga berpesan kepada Pramuka Siaga, untuk terus melatih diri agar kedepan mampu hidup dalam kemandirian tanpa bergantung pada orang tua namun mereka dituntut untuk patuh dan taat kepada Ayah dan Bunda, sebagai orang tua yang telah melahirkan, merawat dan membesarkan mereka hingga sekarang.
“menghadapi arus globalisasi anak-anak harus bisa memanfaatkan teknologi secara maksimal agar tidak ketinggalan jaman,”katanya.
Namun demikian,kata AIna, agar perkembangan teknologi dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, sebab ibarat pisau, jika memperlakukannya secara bijak akan membawa manfaat yang besar, tetapi jika digunakan secara sembrono akan mencelakakan banyak pihak.
“Agar anak-anak mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara positif, orang tua harus ikut memberikan pendidikan perilaku yang baik dan benar, serta membekali anak dengan ilmu agama,”katanya.
Jika semua ini dapat berjalan seimbang, ia optimis anak-anak akan menjadi anak yang berkarakter dan berguna bagi keluarga, daerah dan bangsa. Terkait Pesta Siaga, hal ini bukan hanya kegiatan kompetisi untuk anggota pramuka siaga semata tapi juga punya fungsi strategis untuk membentuk karakter anak.
“pesta siaga, merupakan unjuk ketrampilan dan kemampuan, tetapi harus dalam suasana ceria, penuh kekeluargaan, anak harus bebas dan tidak merasa ada tekanan dan beban,”katanya.
Sementara Ketua Panitia Pesta Siaga, Tri Antoro, menyampaikan kegiatan pesta siaga bertujuan untuk membentuk pribadi pramuka siaga yang tangguh, mandiri, disiplin dan siap meneruskan nilai-nilai kejuangan. Pesta siaga mengusung tema "Pramuka Siaga Mandiri, Ceria, Patuh pada Ayah dan Bunda" diikuti oleh 480 anak, yang berasal dari 30 Barung peserta putra dan 30 Barung peserta putri, ditambah 60 pembina, dan 72 orang juri dari 15 kwaran se-Kwarcab Wonosobo.(ali)
Banyak pilihan objek wisata di DI Yogyakarta. Itu tergantung minat sahabat muda, lebih suka objek wisata seperti apa?
Jika sahabat muda mencari tempat liburan yang menyenangkan yaitu wisata alam? Tidak ada salahnya, jika ke Air Terjun Cibiru.
Kenapa ke Curug/Air Terjun Cibiru?
Bagi kamu yang tidak terlalu suka dengan kepadatan pengunjung, dan suara berisik sesama pengunjung, maka bergegaslah ke Air Terjun yang terletak di Dusun Ngetak, Desa Pageharjo, Samigaluh, Kulon Progo.
Kicauan burung merdu di balik dedauanan menyambut kami saat berkunjung ke sana. Dipayungi alam hijau meneduhkan kami di jalan setapak menuju lokasi air terjun tersebut.
Tidak jauh dari area parkir, sekitar 15 menit, gemericik air menyahdukan telinga. Nada-nada alam mulai terasa, menenangkan hati dan pikiran. Sungguh damai, bro!
Wisata alam Air Terjun Cibiru cocok bagi kamu yang sedang galau, stress, atau juga frustrasi. Apakah sekarang kamu sedang mengalaminya seperti saya? Hahaha …
Jujur saja nih teman-teman, saya pribadi pun lebih suka liburan ke alam. Alasannya sederhana, karena liburan seperti itu membuat saya tenang. Rileks, guys, jadinya!
Sebab itu pula liputan objek wisata di asmarainjogja.id lebih banyak tentang wisata alam dibandingkan wisata jenis lainnya. Dan juga penulis tidak suka kebisingan, tidak terlalu tertarik wisata yang mainstream, dan tidak suka wisata yang terlalu padat wisatawan.
Kok egois banget, ya? Hahaha …
Nah, di Air Terjun Cibiru kamu bisa basah-basahan dengan airnya yang sejuk. Merendamkan diri di air ke warna kebiruan, itu sensasi yang luar biasa, bukan?
Air terjun tersebut tidak terlalu tinggi, sekitar 40 meterlah. Tapi cukup eksotis bagi kalian yang "gila" selfy berlatar belakang air terjun. Hahaha ... saya juga dulu suka selfy, tapi sekarang sudah mulai berkurang. Senangnya malah fotoin objek.
Di sekitar air terjun juga terdapat bebatuan besar. Kami lihat anak-anak warga sekitar bersalto, layaknya atlet beneran kayak di teve. Senang sekali mereka bermain-main di curug itu.
Beauty Shoot Model - Foto Model
Fotografer : Doni Ismanto - Donjuan Photoworks
Lokasi : Studio Foto Donjuan Photography, Yogyakarta
Info : +628122654235 atau 2817F9ED
Trotz eines Aufgebots an SpitzenrednerInnen, wie Alice Weidel, Jörg Meuthen, Andreas Kalbitz und einem reichhaltigen Angebot an Bier und Bratwurst, sowie einer Hüpfburg und Kinderschminken, kamen nur um die 400 Personen zur Wahlkampf-Kundgebung der AfD nach Oranienburg.
Unter dem Motto „Vollende die Wende-Wende 2.0“, eine geschichtsrevisionistische Instrumentalisierung und der Versuch die Bundesrepublik als undemokratisch zu diskreditieren, gingen die Ansprachen der RednerInnen kaum über persönliche Diffamierungen der politischen GegnerInnen hinaus. Weidel stürzte sich auf die Klimadebatte, echauffierte sich über „grüne Querulanten“, die einem den Sommer nicht gönnten und sogar "das Atmen besteuern“ wollten. Weiterhin warf sie den TeilnehmerInnen an den SchülerInnen-Demos „Fridays for Future“ Hysterie und Bildungsresistenz vor.
Kalbitz, der sich wie schon in Cottbus als „neuer Ministerpräsident Brandenburgs“ ankündigen ließ, beschimpfte unter Applaus die KundgebungsteilnehmerInnen einer etwa gleich großen Gegendemonstration in Sichtweite, die von Vertretern aller gesellschaftlichen Bereiche, wie Parteien, Kirchen und Verbänden getragen wurde, als „rotlackierte Linksfaschisten“ und „Scheindemokraten“, vor deren Gewalttätigkeit der Bürger geschützt werden müsse.
Als weitere RednerInnen traten die DirektkandidatInnen Andreas Galau, Dietmar Buchberger, Daniela Oeynhausen, Sabine Barthel und der ehemalige Veltener Ex-Boxer Marco Schulze mit weit kürzeren Redezeiten auf.
Erneut waren im Publikum viele Neonazis auszumachen, darunter Identitäre oder Aktivisten der NPD/ JN. Ein Teilnehmer trug ein T-Shirt mit einem kaum verschlüsselten „NS“ (ENNESS), über dem ein winziger Teil eines Hakenkreuzes prangte. Dieses Shirt geht auf den langjährigen NPD-Funktionär, Veranstalter von Neonazi-Konzerten und NS-Propagandisten Patrick Schröder zurück, der es als „[s]atirische Anspielung und Provokation in Shirtform (Zwinkersmiley)“ in seinem Shop "FSN" (frei sozial national) vertreibt.
Die Fotos unterliegen dem Copyright. Sie sind in druckbarer, hochauflösender Qualität ohne Wasserzeichen vorhanden und können für kommerzielle wie unkommerzielle Zwecke erfragt werden.