View allAll Photos Tagged bunga
Seharusnya Sabtu pagi itu menjadi hari yang cerah dan tenang bagi Helene. Pukul sembilan ia akan membuka toko dan menata karangan-karangan bunga sesuai rangkaian ciamik hasil kreasi tangannya.
Lalu, ia akan membikin segelas teh lemon yang ditambahi sedikit gula ā entah mengapa ia paling tidak bisa menghabiskan teh tawar sejak kecil ā meletakkannya di salah satu meja di dalam toko. Tak perlu ada tambahan biskuit atau kudapan ringan untuk menemani ritual minum teh paginya. Ia tak ingin tubuhnya menjadi gembrot. Meski tak mungkin lagi jatuh cinta dan atau bercinta, Helene tetap ingin menjaga tubuhnya tetap ramping.
Namun, dering telepon pagi itu membuyarkan segala rutinitas akhir pekan yang cerah dan menyenangkan. Seseorang di seberang sana memesan karangan bunga untuk kematian. Gangguan semacam ini tak pernah menjadi masalah bagi Helene karena untuk itulah ia membuka toko bunganya; menyediakan bunga baik untuk kegembiraan seperti pernikahan, pesta ulang tahun, lamaran, dan juga untuk berita duka seperti barusan.
āBaik, satu karangan bunga untukā¦ā Helene mencatat setiap pesanan dengan teliti. Ia membacakannya sekali lagi untuk memastikan. Ada perasaan aneh saat ia menyebut, āTulip dan white acacia untuk hand bouquet.ā
āItulah satu-satunya pesan yang aneh yang diminta oleh mendiang suamiku,ā suara di seberang menjelaskan, seolah-olah bisa merasakan ketidakmengertian Helene.
āOh ya, baiklah,ā jawab Helene. Ia tak pernah menolak setiap jenis dan rangkaian bunga apa pun yang diminta pelanggannya. Pelanggan adalah raja, ya kaanā¦?!
Namun, keanehan kali ini bukanlah tentang hand bouquet untuk seseorang yang sudah mati. Tapi, lebih pada jenis bunga yang dipilih; tulip dan white acacia. Mantan suami Helene yang telah bercerai dengannya belasan tahun yang lalu sangat menyukai jenis bunga tersebut.
Helene memeriksa nama dan alamat tujuan. Namanya persis seperti nama mantan suaminya. Ah, paling hanya kebetulan, perempuan paruh baya itu mencoba berpikiran positif dan tak ambil pusing. Ia segera menyiapkan pesanan dibantu salah seorang pegawainya. Saat karangan bunga sudah jadi, ia memutuskan untuk mengantarnya langsung ke alamat. Tak menggunakan jasa antar yang telah menjadi langganan mereka seperti biasanya.
āHanya karangan bunga kecil,ā katanya beralasan. āAku juga ingin berkeliling sambil melemaskan kaki. Kau jaga toko baik-baik, ya.ā
Pegawai toko bunga milik Helene mengangguk dan segera masuk kembali.
Helene mengantarkan karangan bunga ke alamat pemesan. Selepas berpisah dengan mantan suaminya, P-J, ia tak lagi mengikuti kabar laki-laki itu. Sempat ia diberi tahu oleh seorang kawan bahwa laki-laki itu menikah lagi. Tapi, menikah dengan siapa, kemudian tinggal di mana, dan apakah akhirnya laki-laki itu mau punya anak atau tidak, Helene tak peduli dan tak mau tahu.
***
Tiba di alamat tujuan, Helene segera menurunkan rangkaian bunga dan menatanya sesuai dengan petunjuk Maria, seorang istri yang sedang berduka. Perempuan itu mengenakan gaun berwarna hitam dengan kalung mutiara ā entah asli atau sekadar tiruan ā sederhana. Tampangnya terlihat sedih, matanya sembab bekas menangis.
āAnda membawakan hand bouquet tulip dan white acacia itu?ā tanya Maria.
Helene menyerahkan bungkusan kertas cokelat berisi rangkaian bunga pesanan. Maria menerimanya sembari menghela napas. āPilihan yang aneh, bukan? Lagian, untuk apa, sih, kau sudah mati tapi masih menenteng-nenteng buket bunga meski cuma diletakkan di dalam peti?ā
Helene tak menjawab. Ia hanya mengamati Maria yang melangkah pelan-pelan ke arah peti. Maria terlihat begitu muda dan rapuh. Bibirnya mungil dan berwarna merah muda. Kulitnya putih pucat agak kemerahan.
Sosok laki-laki itu terbaring tenang di dalam peti. Seperti sedang tertidur pulas dengan kedua telapak tangan diletakkan tepat di tengah. Helene melongok. Meski sudah banyak berubah ia masih bisa mengenali; ya, itu P-J, mantan suaminya.
Maria menghenyakkan buket bunga ke dalam peti begitu saja. Tatapannya letih dan setengah jengkel. āAkhirnya mati juga. Dasar laki-laki bangkotan.ā
Helene menoleh saat jemari Maria menyentuh lengannya. āKau masih tampak cantik, Maāam. Dan, aku juga mengerti kenapa akhirnya kau memilih berpisah denganā¦.ā perempuan yang sedang dalam pakaian berduka itu menunjuk ke dalam peti menggunakan dagu, āMantan suamimu.ā
Helene memerhatikan lagi paras pucat nan dingin yang sedang terbaring di dalam peti. Laki-laki yang kerap berkata dan berperilaku kasar. Dan, tak pernah menganggap memiliki anak dalam sebuah perkawinan adalah ide yang menarik. Helene merasa pernikahannya sudah tak sehat manakala mereka kerap cekcok. Pertamanya, mereka bertengkar mengenai prinsip hidup yang tak lagi sepaham. Berikutnya, mereka bertengkar mengenai hal-hal sepele yang sebenarnya tak patut untuk dijadikan sumber masalah.
Maria menyentuh lengan Helene sekali lagi. Tatapannya seperti tertarik, namun hanya sekejap. Ia segera berlalu untuk menyambut tamu-tamu yang berdatangan. Helene mengamati sosok PJ yang terbujur kaku sekali lagi sebelum kemudian pamit.
***
Seharusnya Selasa pagi itu menjadi hari yang cerah dan tenang bagi Helene. Pukul sembilan ia akan membuka toko dan menata karangan-karangan bunga dengan rangkaian ciamik hasil kreasi tangannya. Lalu, ia akan membikin secangkir teh lemon yang ditambahi sedikit gula ā entah mengapa ia paling tidak bisa menghabiskan teh tawar sejak masih kecil. Tak perlu ada tambahan biskuit atau kudapan ringan sebagai teman minum teh. Helene tak suka lingkar pinggangnya bertambah sekian inci.
Bel di pintu berkelinting ketika Helene baru saja meletakkan nampan teh hangat untuk ia nikmati sendiri. Pegawai yang bekerja di toko segera menyambut dan menanyakan keperluan pelanggan yang baru datang.
āAku ingin bertemu bu Helene. Apa ia ada?ā
Helene mengenali suara Maria. Senyum Maria segera mengembang ketika melihat si pemilik toko ternyata berada di ruang yang sama. Perempuan itu semestinya masih dalam masa berduka tapi ia mengenakan pakaian warna cerah.
Helene menyilakan Maria duduk dan ngeteh bersama. Pelayan toko mengambilkan satu cangkir kosong. Maria lebih senang teh tawar. Ia menyeruput perlahan, tampak begitu menikmati tehnya.
āP-J benar-benar laki-laki kasar, ya,ā katanya saat meletakkan cangkir tehnya.
Helene tak kaget dengan kenyataan bahwa mantan suaminya adalah laki-laki tak berperilaku halus. Ia hanya kaget dengan kehadiran Maria dan kalimat pembuka obrolan mereka.
āIa tak pernah setuju kami punya anak.ā Maria memain-mainkan cangkir tehnya. āSaat aku berkeras ingin punya anak, ia menyebut nama Anda dan mengatakan banyak hal yang buruk.ā
āOh,ā tanggap Helene pendek. Ia sudah tak ada perasaan dan takkan ambil pusing dengan segala perkataan mendiang P-J.
āAku penasaran dengan Anda. Aku mencari tahu dan senang mendapati bahwa Anda juga menyukai bunga ā bahkan punya toko bunga,ā kata Maria. āAku jadi menyangsikan perkataan P-J tentang Anda yang katanya perempuan berhati keras dan dingin. Seseorang yang menyukai bunga tentunya berhati lembut, kan?ā
Helene hanya mengangkat bahu. Ia tak mengiyakan atau menolak karena bibirnya sedang sibuk menyeruput minuman.
āAku sering mengamati Anda. Aku juga sering membayangkan betapa harum tubuh Anda, Maāam Helene. Harum wewangian bunga-bungaan. Aku penasaran bagaimana rasanya tidur dalam pelukan Anda.ā Maria menghela napas. āP-J tak lagi tidur memelukku sejak aku berkeras ingin punya anak darinya.ā
āIa memang tak pernah menyukai ide tentang memiliki anak,ā kata Helene.
āSejak melihatmu kupikir ide memiliki anak itu tak lagi penting.ā Maria mengikih malu. āSuatu malam P-J tersedak makanannya. Aku membiarkannya selama beberapa saat. Ia jatuh pingsan dan barulah aku menghubungi dokter keluarga kami. Nyawa P-J tak bisa diselamatkan. Aku berpura-pura menangis begitu sedih. Keesokan pagi, aku menghubungi Anda. Kupesan karangan bunga kematian dan hand bouquet berisi jenis kembang yang aneh.ā
Maria mencondongkan tubuhnya mendekat ke arah Helene.
āAku hanya berbekal googling saat mencari nama bunga itu; tulip dan white acacia. Semua kulakukan supaya aku bisa bertemu dan bertegur sapa dengan Anda, Maāam.ā Wajah Maria memerah.
Helene tak yakin P-J tak pernah menyebut jenis bunga kesukaannya pada Maria. Apa yang diceritakan Maria barusan mengindikasikan dua hal; gadis itu berbohong atau hanya sedang mengarang-ngarang untuk diceritakan saat bertandang ke toko bunga dan bertemu dengan pemiliknya.
Maria kembali tersenyum malu. āKuberanikan diri datang ke mari. Anda benar-benar cantik.ā
Helene merasakan wajahnya menghangat. Ia ingin bangkit untuk mengaca dan memeriksa apakah wajahnya menjadi kemerahan ā tapi ia menahan diri.
āAku penasaranā¦.,ā sorot mata Maria berubah. āApakah Anda⦠juga⦠terasa wangi⦠saat ku⦠ciumā¦.ā
Helene diam sejenak sebelum kemudian ia tertawa. Maria menatap bingung.
āWangi bukan rasa, Sayang. Wangi adalah aroma,ā jelas Helene.
Gadis muda berambut merah keriting itu menyadari kesalahannya. Ia mengikih malu. āMaaf. Beginilah kalau seorang janda yang masih dalam masa berkabung malah keluyuran.ā Ia kemudian berpamitan.
āTerima kasih atas waktunya, Maāam. Kuharap kau tak keberatan bila aku mampir lagi kapan-kapan.ā
Helene tersenyum. Ia bangkit hendak mengantar Maria ke pintu. āMampirlah kapan pun kau mau.ā
Maria yang sudah berdiri tiba-tiba berbalik. Kedua tangannya merengkuh bahu Helene. Bibirnya yang merah muda dan kenyal mengecup bibir Helene. Mereka berciuman, lidah mereka bersentuhan, begitu ringan, begitu tanpa paksaan.
Maria menarik kepalanya ke belakang dengan lembut. āAnda terasa manis, Maāam. Ada sedikit kecut⦠Anda mencampur lemon dalam teh Anda, ya kan? Aku suka.ā
Wajah Helene kembali meruap hangat.
Maria kembali berpamitan. āAu revoir.ā
Bel di pintu toko berkelinting. āAu revoir,ā balas Helene lirih. Jari tangannya menelusuri bibirnya, merasakan kembali betapa lembut ciuman Maria di sana.
Desi Puspitasari, kini tinggal di Yogyakarta. Sebagai cerpenis, cerpen-cerpennya telah dipublikasikan oleh beberapa media lokal dan nasional. Sementara sebagai novelis, lebih dari 10 buku karyanya telah diterbitkan. Tiga tahun terakhir, karya tulisnya juga merambah ke naskah-lakon, di antaranya adalah āToilet Bluesā (2018), āSekar Murkaā (2017), dan āMenjaring Malaikatā (2016) yang merupakan adaptasi dari cerpen karya Danarto; āMereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikatā.
Edi Sunaryo, pelukis dan pegrafis tinggal di Yogyakarta. Dosen Seni Murni di Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta dan Pascasarjana ISI Surakarta. Sangat giat mengikuti berbagai pameran di tingkat nasional dan internasional.
[1] Disalin dari karya Desi Puspitasari
[2] Pernah tersiar di surat kabar āKompasā Minggu 30 Desember 2018
The post Karangan Bunga appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.
via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2BSdR4o
Malvaceae (mallow family) Ā» Hibiscus rosa-sinensis
Hye-bisk-us: -- rose-mallow
Roh-suh - sin-nen-sis: rose, of or from China
commonly known as: blackening plant, China rose, Chinese hibiscus, Hawaiian hibiscus, rose of China, shoeblack plant, tropical hibiscus ⢠Hindi: ą¤ą„ą„ą¤² gurhal ⢠Konkani: ą¤¦ą„ą¤øą„णि ą¤«ą„ą¤² dosni phool ⢠Malayalam: chemparati ⢠Manipuri: ą¦ą§ą¦¬ą¦¾ ą¦ą§ą¦øą§ą¦® juba kusum athonba ⢠Marathi: ą¤ą¤¾ą¤øą„ą¤ą¤¦ jasund, ą¤ą¤¾ą¤øą„वन jaswan, ą¤ą¤¾ą¤øą¤µą¤ą¤¦ jaswand ⢠Sanskrit: ą¤ą¤¾ą¤øą„ą¤®ą„ jasumi ⢠Tamil: ą®ąÆą®®ąÆą®Ŗą®°ąÆą®¤ąÆą®¤ą®æ sembaruthi ⢠Telugu: ą°®ą°ą°¦ą°¾ą°°ą° mandaram
Native to: Asia and islands of Pacific
References: Flowers of India ⢠Top Tropicals
Bunga Kertas atau nama saintifiknya "Bougenville" merupakan sejenis tanaman hiasan yang sangat popular dan berasal dari Amerika Selatan.
You're only here for a short visit. Don't hurry, don't worry. And be sure to smell the flowers along the way. -Walter Hagen
Kampung Sungai Ular, Cherating, Pahang, Malaysia.
Eichhornia crassipes (Mart.) Solms. Pontederiaceae. CN: [Malay - Keladi bunting, Kameling telur, Bunga jamban], Lilac devil, Water hyacinth. Native to Northern South America (French Guiana, Guyana, Suriname, Venezuela, Brazil). Widely naturalized in tropics and subtropics. Ornamental, Soil improver (green manure). Plants perennial , typically free-floating. Vegetative stems condensed, except when branching. Flowering stems erect , bending over after flowering, to 25 cm, distal internode less than 4 cm. Sessile leaves in basal rosette. Very prolific growth and the dense mat-like floating vegetation contributed to clogged drains, waterways and rivers. Probably the most aggressive aquatic weed ever known in the tropics. Eradication of filariasis was also claimed hindered by this plant due to the ability of the Mansonia mosquito larvae to breathe via the spongy airy roots.
Note: Stilted roots of Pandanus tectorius in the foreground.
Synonym(s):
Pontederia crassipes Mart.
Eichhornia speciosa Kunth [Illegitimate]
Piaropus crassipes (Mart.) Raf.
Eichhornia cordifolia Gand. [Illegitimate]
Eichhornia crassicaulis Schltdl.
Eichhornia crassicaulis Schlecht.
Heteranthera formosa Miq.
Ref. & suggested reading:
FRIM Flora Database
Kamus Dewan Bahasa dan Pustaka, Malaysia
Rosettes (on left & right shoulder) with double spiral in in rotated forms from the Dayak Iban tribes of Borneo. Made with traditional Dayak hand-tapping instruments. No tattoo machine !
Bunga Terung (eggplants flower) is a popular tattoo from the borneo. belong to the Iban Tribe or commonly called the Head Hunters during the White Rajah era. the tattoo is to memorializes the tranformation of the iban tribe child to adult. yeah, its mean your a man now! The swirl in the middle is called " the tali nyawa" which means the rope of life that symbolize the person life force and the beginning of a new journey(as adult).The petals surrounding the Tali Nyawa symbolize the Strength and Power. this is the first time ever i promoted the Native of Borneo tattoo arts. i'm not so into tattoos but living here in sarawak where there are bout 180 plus ethnics with tons of believe and hold different religion. we manage to make an understanding with each others without any problem all this long years living together. since most of the tourist would take this tattoo home as a souvenir. i remembered the iban tattoos being feature in miami ink a few years back, if im not mistaken. the photo is all done in a single exposure. compressed to jpeg. feel free to drop some comment and thanks for viewing my photo.
THUMB this up? OR View Large On White?
____________________________________________________________________
About The Shot | Bunga Apa Ya?
Bila balik kampung, suka benar saya sebab banyak subjek untuk di-eksperimentasi-kan.
Cuma lemahnya, saya bukannya tahu sangat nama² bunga ni, termasuklah yang ini ;)
Location, Date & Time:
- Kg. Keledek, Kuala Lipis | 12 September 2010 | 9:12am (+8GMT)
Canon EOS 7D + Kitlens:
- ISO400, f/5.6, 1/200" at 113mm.
Me:
I'm really appreciate your kind visit and support =)
All comments, criticism and tips for improvements are welcome.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
⢠Feel free to view my BEST INTERESTING SHOTS according to Flickr: Search here:
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Search for ISLAM
- Search for MALAYSIA
- Search for 350D
- Search for 500D
- Search for KITLENS
- Search for MASJID
- Search for MOSQUE
- Search for HDR
- Search for Handheld
- and search for Annamir ;p
_________________________________________________________________
Ā© & Ā® 2010 annamir[at]putera.com | www.facebook.com/annamir
Bunga terompet adalah salah satu bunga yang telah direferensikan oleh peneliti Hiasan Rumah untuk ditanam didepan rumah. Efeknya dari bunga terompet ini adalah bikin teras lebih teduh, terlebih ketika ditanam menggunakan kawat seperti menanam anggur karena bunga terompet selain bisa tumbuh berdiri juga bisa tumbuh menjalar.
f number is 40,
exposure is 1/160,
lens is 60mm micro + extension tube by kenko,
and attach with R1C1 flash