View allAll Photos Tagged Merapi
Central cone and lava flows on the flank of Mount Merapi.
Known in Indonesian as Mountain of Fire, Mount Merapi is one of Indonesia's most active volcanoes.
It is listed as one of the world's Decade Volcanoes due to its high level of activity and risk posed to nearby populated areas.
Une photo prise durant mon voyage sur l’île de Java en Indonésie. Un cliché au lever du soleil sur le volcan Merapi qui est encore actif comme nous pouvons le voir sur la photo. La brume du fond de vallée masque encore le temple de Borbudur.
cf Xylocopa latipes (Drury, 1773)
.
The widely spread broad-handed carpenter bee really pops up everwhere. This one Martin Siering and I found afoot the famous active volcano Merapi. Similar to drangonflies they perch in one particular spot over and over again. This way we where able to photograph it after only a few tries.
.
Diese in Asien weitverbreitete Bienenart kann in Indonesien gefühlt an jeder Ecke gesehen werden. Martin Siering und ich haben diese, thematisch passend zu unserer Reise, am Fuße des Vulkans Merapi gefunden. Ähnlich wie Libellen, kehren sie immer wieder zu ihrem Ansitz zurück. So konnten wir sie nach nur wenigen Versuchen fotografieren.
Java Indonesia - volcano mount merapi
View my Java Indonesia set here
borobudur
Please note that all the contents in this photostream is copyrighted and protected under the Digital Millennium Copyright Act and the Copyright Act of Singapore, any usage of the images without permission will face liability for the infringement.
For enquiry, drop a flickr mail
Yogyakarta Indonesia
Literally "Mountain of Fire", Mount Merapi is the most active volcano in all Indonesia and it has erupted at least 68 times since 1548. The volcano is though to be largely responsible for the downfall of the Hindu Mataram kingdom in 1006 and the desertion of the huge temple complex at nearby Prambanan. Recent eruptions include 1994 (64 killed), 2006 (no immediate deaths, but a prelude to an earthquake that killed over 5000) and 2010 (30 dead).
A very amazing photo spot from Indonesia, precisely in Magelang, Central Java, presenting a dashing view of an active volcano, namely Mount Merapi with a waterfall, the most suitable time to capture the moment here is at sunrise.
Merapi Volcan, Yogyakarta, Indonesia
The Kinahrejo village in central Java is among those devastated by the eruption of Mt. Merapi in 2010, which blanketed areas with ash. A few months after it was still an empty place but the green slowly starts to be the main colour again...
All copyrights reserved for my photos, so please do not use them without my explicit permission.
Another day begins as the sun's disc peeps out from the slopes of Gunung Merapi.
[UPDATE 28/10/10] I've just realized that this photo has been featured in the Big Picture blog on Boston.com. If you're reading this, thanks for clicking through.
In light of the disasters Indonesia is facing now, you may consider if your local Red Cross has set up any initiatives to help.
The one for Singapore is at www.redcross.org.sg/Red-Cross-responds-to-six-disasters-i....
*Jejaki Merapi dan Juru Kunci
Di bagian Utara Jogjakarta, tertancap kuat nan gagah paku bumi, yaitu gunung Merapi. Jarak dari pusat kota ke kaki gunung Merapi yang berada di Dusun Kinaherjo, Desa Umbul Harjo, Sleman, sekitar 30 kilometer. Bagi pengunjung yang berwisata ke Jogjakarta, namun tak menikmati keindahan alam di kaki gunung Merapi, itu sungguh rugi. Memangnya ada apa di sana?
Menikmati lukisan Sang Maha Pencipta bukan sekadar kebahagiaan sesaat bersama keluarga, teman, dan para kolega jika sedang berwisata. Namun jauh dari itu, banyak manfaat yang bisa dipetik jika mau merenung atas penciptaan alam yang begitu indah untuk manusia.
Untuk memasuki area pegunungan dikenakan tarif sebesar Rp 3.000,- per orang. Dan jika sudah sampai di area basecamp, akan ada yang menawari pengunjung untuk menawarkan sewa motor trail atau jeep, atau juga jasa sebagai pemandu. Jika tidak memakai jasa pemandu juga tidak masalah. Sewa trail atau jeep ini mungkin cocok bagi pengunjung untuk menikmati alam sekalgus menguji adrenalin. Namun, nilai spritualnya tentu saja lebih baik berjalan kaki menuju objek wisata.
Udara yang sejuk dan segar yang dikelilingi pepohonan rindang memanjakan pengunjung disetiap langkahnya. Sekalipun kaki mulai terasa letih, karena sudah mulai menanjak, namun aroma khas hutan pegunungan memberikan spirit bagi setiap pengunjungnya. Bagi yang belum terbiasa berjalan jauh, mungkin cukup menguras tenaga. Jika demikian, maka jangan dipaksa! Beristirahatlah sejenak sembari menyatui alam dengan seteguk air mineral yang sudah dibawa.
Lokasi pertama yang harus dikunjungi adalah petilasan Mbah Marijan. Dikutip dari wikipedia petilasan adalah istilah yang diambil dari bahasa Jawa (kata dasar “tilas” atau bekas) yang menunjuk pada suatu tempat yang pernah singgahi atau didiami oleh seseorang (yang penting). Mas Penewu Surakso Hargo atau Mbah Marijan seorang juru kunci merapi yang mendapat amanah dari Sultan Hamengku Buwono IX. Di sanalah beliau mengabdi sebagai juru kunci.
Di area bekas pemukiman Mah Marijan yang tersembur awan panas, masih bisa dilihat sisa-sisa peninggalan beliau, berupa: gamelan, dan perabot rumah. Selain itu juga ada motor Pak Asih (putra Mbah Marijan), dan mobil evakuasi, yang semua itu terlihat ringsek. Dan di sebelahnya ada lukisan besar Mbah Marijan dan beberepa warga yang dilatar belakangi Merapi yang sedang meletus.
Jika pengunjung ingin bersantai ria diraba dengan angin sepoi-sepoi pegunungan, silahkan beristirahat di pendopo. Selain sebagai fasilitas bagi pengunjung, pendopo yang berbentuk joglo tersebut digunakan untuk menggelar prosesi labuhan gunung Merapi yang rutin digelar setahun sekali. Dan di sisi kanan, ada warung yang dikelola putra-putri Mbah Marijan. Makanan dan minuman ringan ada dijual di warung tersebut, selain itu juga menjual souvenir dan kaos-kaos oblong.
Sejak tahun 1982 Mbah Marijan sudah menjadi juru kunci Merapi. Namun, nama beliau tersohor di tanah air sejak kejadian gunung Merapi yang akan meletus pada tahun 2006. Mbah Marijan menjadi perbincangan nasional sebab menolak dievakuasi, beliau yakin Merapi tak akan meletus. Ternyata prediksinya benar, gunung Merapi tak memuntahkan isi perutnya. Beliau juga menjadi bintang iklan produk minuman suplemen yang ditayangkan diberbagai saluran televisi.
Pada tanggal 26 Oktober 2010 gunung terganas di Indonesia itu kembali erupsi. Semula Kuncen (juru kunci) dan warga Dusun Kinaherjo yang berada di kaki gunung diperintahkan agar segera mengungsi, tapi Mbah berkeyakinan gunung Merapi belum (tidak) akan meletus. Hingga akhirnya beliau ditemukan meninggal dalam posisi sujud.
Di persimpangan jalur pendakian ada monumen untuk mengenang Mbah Marijan dan 39 warga yang menjadi korban erupsi. Tertulis di monumen itu: Monumen ini mengingatkan kita semua untuk mencintai alam sekitar agar alam tidak murka.
Untuk menikmati secara langsung keindahan alam kaki gunung Merapi, pengunjung meski lebih bersemangat lagi melangkahkan kakinya dari persimpangan tersebut. Jangan khawatir, karena tidak terlalu jauh, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit menuju lokasi. Walaupun jalannya tidak beraspal lagi, namun tidak begitu buruk, tetap nyaman dijejaki. Kanan-kiri jalan pun semak hijau dan pepohonan rindang ramah menyambut.
Jika Pengunjung sudah sampai pada titik lokasi, disarankan jangan terlalu berlebihan. Sebab mengapa? Ciptaan-Nya saja begitu indah, apalagi Sang Pencipta. Upps ... jangan dibayangkan! Intinya apa yang dilihat pengunjung di sana, selain menyenangkan hati, dan ber-selfy ria, juga bisa meningkatkan spritual hidup dan menambah ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Puasilah memandang hijau kebiruannya gunung Merapi. Dia (gunung) tegak berdiri gagah nan anggun ditumbuhi hutan tropis sebagai paku bumi, untuk keamanan dan kenyamanan umat manusia. Sudah sepatutnya sadar bagi siapa saja manusia atau pengunjung yang tak peduli dan menganggap biasa saja terhadap gunung Merapi. Karena gunung memang sengaja dicipta, hanya untuk manusia. Maka berkewajiban pula untuk menjaga dan merawatnya.
Pengunjung juga bisa menatap lamat-lamat sang surya jatuh perlahan di peraduannya. Jangan sampai ketinggalan moment sunset di kaki merapi. Si bundar orange dan langit keemasan akan selalu terlukis di benak pikiran pengunjung. Bagi yang ingin melihat atau memotret bunga edelwish (bunga abadi) juga ada di sekitar itu. Namun ingat! Jangan dipetik apalagi dipanen, biarkan tumbuh liar bersama tumbuhan hijau lainnya. Dengan begitu, pengunjung ikut serta melestarikan alam di kaki gunung Merapi.
Sumber: www.asmarainjogja.id
Mount Merapi is one of the world's Decade Volcanoes due to its high level of activity and risk posed to nearby populated areas.
Lower-right is the scientific monitoring station.
Java Indonesia - vocalno
View my Java Indonesia set here
Please note that all the contents in this photostream is copyrighted and protected under the Digital Millennium Copyright Act and the Copyright Act of Singapore, any usage of the images without permission will face liability for the infringement.
For enquiry, drop a flickr mail