View allAll Photos Tagged zuhud

TANDA-TANDA ZUHUD. Berkata Imam Al-Fudhoil bin ‘Iyadh rohimahulloh: ﻋﻼﻣﺔ ﺍﻟﺰﻫﺪ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺱ ، ﺃﻥ ﻻ ﺗﺤﺐ ﺛﻨﺎﺀ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻴﻚ ، ﻭﻻ ﺗﺒﺎﻟﻲ ﺑﻤﺬﻣﺘﻬﻢ ، ﻭﺇﻥ ﻗﺪﺭﺕ ﺃﻻ ﺗﻌﺮﻑ ﻓﺎﻓﻌﻞ ، ﻭﻻ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻻ ﺗﻌﺮﻑ ، ﻭﻣﺎ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻻ ﻳﺜﻨﻰ ﻋﻠﻴﻚ ، ﻭﻣﺎ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﻣﺬﻣﻮﻣﺎ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺇﻥ ﻛﻨﺖ ﻣﺤﻤﻮﺩﺍً ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ. “Tanda-tanda zuhud terhadap dunia dan terhadap manusia ialah: engkau tidak suka manusia memuji diri engkau, dan engkau tidak perduli dengan cercaan mereka, dan jika engkau mampu untuk tidak dikenal maka lakukanlah, karena tidak ada dosa bagi engkau untuk tidak dikenal, dan tidak ada dosa bagi engkau untuk tidak dipuji atasmu, DAN TIDAK ADA DOSA BAGI ENGKAU UNTUK MENJADI TERCELA DI HADAPAN MANUSIA JIKA ENGKAU TERPUJI DI SISI ALLAH.” . . Hilyatul Awliya, Abu Nu'aim (8/90). . Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh عَفَا اللّٰهُ عَنْهُ. WA Ahlus Sunnah Karawang | ift.tt/1uO6u5u Diarsipkan oleh Happy Islam ift.tt/1JJ1Nyd Sep 15th, 2015 #zip #ahlussunnah #salafy #zuhud #faedah #fawaid #happyislam #nasehat #salafy #islam #quran #sunnah #quote #kutipan #katamutiara #quotes via Instagram ift.tt/1l27Asj

Kisah Misteri Hantu Wanita yang Mengungkap Kasus Pembunuhan Dirinya

 

Kisah Misteri Hantu Wanita yang Mengungkap Kasus Pembunuhan Dirinya.

Kejadian ini sudah terjadi cukup lama, tepatnya pada tahun 1897. Saat itu,

Elva Zona Heaster Shue ditemukan tewas oleh seorang anak laki-laki

tetangganya dalam keadaan yang tidak wajar.

 

Kepalanya miring, kedua kakinya lurus, satu tangannya tergeletak di samping

tubuhnya, sementara tangan yang lain berada di dada. ak berapa lama

kemudian, seorang dokter, George W. Knapp datang untuk memeriksa keadaan

Elva.

 

Namun saat dia datang, suami Elva sudah datang, memandikan, dan

mendandaninya dengan baju berkerah tinggi. Saat Knapp akan mengautopsi

mayat Elva, suaminya memeluk kepala perempuan itu dan terus menangis.

Hingga akhirnya Knapp tak bisa melakukan autopsi dan memutuskan bahwa

kematian Elva Shue dikarenakan oleh komplikasi kehamilan.

 

Mayat Elva dibawa untuk dikebumikan di rumah masa kecilnya. Selama proses

pemakaman suami Elva bertingkah aneh. Dia terus saja mengutak-atik mayat

Elva. Mengenakan pakaian tak wajar sebagai gaun pemakamannya. Dia

mendandani Elva dengan baju berkerah tinggi dan syal. Kemudian menutup

kepala Elva dengan kain dan menutupi wajahnya. Dia juga menaruh bantal

serta gulungan kain di bawah kepala Elva. Semua orang heran, namun hanya

menganggapnya sebagai keanehan yang wajar karena suami Elva sedang dalam

masa berkabung.

 

Semua orang tak menaruh curiga, kecuali ibu Elva, Mary Jane Heaster. Sejak

lama dia sudah tidak menyukai suami Elva. Dia yakin bahwa pria itu membunuh

putrinya. Setiap hari dia selalu berdoa agar Elva kembali dari kematian dan

menunjukkan kebenaran tentang kematiannya.

 

Doanya terkabul. Hantu Elva mendatanginya selama empat malam berturut-turut

untuk menceritakan kejadian yang menyebabkan kematiannya. Dia mengatakan

bahwa suaminya, Shue, dengan kejam menganiayanya karena dia tidak membuat

masakan daging untuk makan malam. Shue telah mematahkan lehernya, hingga

kepalanya terbalik. Setelah itu, hantu Elva pun menghilang sambil terus

melihat ibunya.

 

Mary Jane pun segera mendatangi jaksa penuntut di kota, John Preston, dan

meminta kasus kematian anaknya kembali diselidiki. Tak jelas apakah Preston

mempercayai cerita hantu yang dikatakan oleh Mary Jane, namun Preston

segera menemukan kejanggalan-kejanggalan dalam kematian Elva ketika dia

mulai mencari fakta-fakta yang ada.

 

Akhirnya Preston membuka kasus kematian Elva kembali dan mengautopsi tubuh

mayat itu. Di lehernya ditemukan bekas tangan yang menunjukkan bahwa Elva

telah dicekik. Lehernya patah dan hancur hingga terbalik, sama seperti yang

diceritakan oleh Mary Jane.

 

Namun tak ada bukti bahwa pembunuhnya adalah suami Elva sendiri. Untuk itu

Preston terus menyelidiki kasus ini dan mulai menggali masa lalu Shue. Pria

ini pernah dua kali menikah sebelum akhirnya menikahi Elva. Istri

pertamanya meminta cerai, sementara istri keduanya mengalami kematian yang

misterius. Shue pernah dipenjara karena mencuri kuda. Sementara selama

dalam tahanan dia pernah berencana untuk menikahi tujuh wanita. Masa lalu

Shue yang tidak bagus ini sudah memberikan cukup bukti bagi Preston.

 

Setelah itu, kasus kembali dibuka. Shue dibawa ke pengadilan dengan tuduhan

telah membunuh istrinya. Preston berusaha menghindari isu mengenai hantu

Elva yang mendatangi ibunya karena ini akan dianggap tidak sah oleh

pengadilan. Namun pada akhirnya masyarakat mempercayai cerita ibu Elva, dan

Shue dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

 

Bisa saja cerita hantu ini hanya karangan Mary Jane, ibu Elva, namun bisa

juga hantu Elva benar-benar datang dan menceritakan semuanya. Apapun itu,

faktanya adalah semua bukti yang didapatkan oleh ibu Elva melalui mimpinya

terbukti benar, dan suami Elva telah dijatuhi hukuman sesuai kejahatannya.

 

///////////////////////////////////////////

Inilah 9 Sejarah Penemuan Hebat yang Terjadi secara Tidak Sengaja

 

Posted: 06 Jun 2013 01:15 AM PDT

feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/bhkpWfIzGQ4/inilah-9...

 

9 Sejarah Penemuan Hebat yang Terjadi secara Tidak Sengaja. Ternyata tidak

semua penemuan diciptakan dari hasil penelitian bertahun-tahun dan

dilakukan dengan serius. Ada beberapa penemuan yang tercipta dengan tidak

sengaja.

 

Tak sedikit ilmuwan, peneliti bahkan rakyat jelata yang bisa menemukan

barang hebat karena ketidaksengajaan?

 

Mereka bisa menciptakan penemuan yang berguna sampai sekarang karena faktor

kecelakaan. Misalnya karena kehabisan bahan, bahkan lupa cuci tangan. Simak

sembilan penemuan yang tak terduga dilansir Reader Digest Asia.

Sejarah Penemuan Korek Api

 

Pada tahun 1826, seorang apoteker bernama John Walker secara tak sengaja

menemukan korek api yang dibuat dari logam putih antimony sulfida dan

dicampur dengan zat kimia potassium chlorate, getah pohon, serta kanji.

Walker menggunakan kayu untuk mencampur zat-zat kimia itu, sehingga

timbullah api yang membakar kayunya.

Sejarah Asal Usul Penemuan Penisilin

 

Pada tahun 1928, ilmuwan Skotlandia bernama Alexander Fleming menutup

laboratorium dan meninggalkan peralatan kerja berupa cawan yang dibiarkan

selama dua minggu liburan.

 

Saat kembali, ia menemukan sejumlah jamur (fungus) yang aneh telah ada dan

berkembang biak di dalam salah satu cawan kaca.

 

Jamur inilah yang dikemudian hari setelah melalui penelitian lebih lanjut

disebut penisilin, suatu obat antibiotik yang paling banyak digunakan

manusia hingga saat ini.

Sejarah Penemuan Velcro

 

Pada awal tahun 1950, Insinyur Swiss bernama George de Mestral berjalan

melewati pedesaan. Dalam perjalanannya itu dia mengalami kesulitan saat

harus melepas rontokan bunga thistle pada bajunya.

 

Kemudian dia melakukan penelitian dengan menggunakan mikroskop dan

mempelajari rontokan thistle. Di sana dia menemukan apa yang membuat

tumbuhan itu lengket dan muncullah produk velcro.

Asal Usul Sejarah Viagra

 

Pada tahun 1992, laki-laki di desa Welsh dari Merthyr Tydfil sedang menguji

sildenafil, obat aktif yang kini ada dalam Viagra. Awalnya, obat itu

dimaksudkan untuk membantu menurunkan tekanan darah dan nyeri dada akibat

penyakit jantung.

 

Tapi pasien tersebut malah tidak ingin menggunakan obat ini lagi, karena

membuat ereksi lebih kencang.

Asal Usul Penemuan Pemanis Buatan

 

Peneliti yang bekerja di John Hopkins University, Constantine Fahlberg

menemukan pemanis buatan pada 1879 karena dia lupa untuk mencuci tangan

sebelum makan malam. Ketika dia mengambil sepotong roti, dia menemukan

rasanya sangat manis. Ternyata hal itu disebabkan tangannya ditumpahi

sejenis bahan kimia di laboratoriumnya yang kemudian diberi nama sakarin.

Sejarah Asal Usul Vaseline

 

Robert A. Cheesebrough, pria 22 tahun asal Brooklyn bekerja di ladang

minyak Pennsylvania. Suatu hari dia menemukan suatu cairan minyak yang

biasanya disebut sebagai salah satu bahan batang lilin.

 

Dia melihat bahwa bahan tersebut dapat menyembuhkan luka pada kulit

manusia. Setelah melakukan penelitian, Robert berhasil mengekstrak

petroleum jelly yang akhirnya menjadi bentuk awal dari vaseline. Robert pun

menjadi kaya dengan hasil penemuannya itu.

Sejarah Penemuan Teh

 

Ribuan tahun sebelum Inggris Bisa mengklaim sebagai minuman favorit panas

mereka, seorang kaisar Cina bernama Shen Nung merebus air. tanpa sengaja

daun teh yang ada di kebun Kaisar jatuh dalam air panas yang sedang

dimasak. Ketika daun tersebut terseduh dengan air panas, aroma sedap teh

yang muncul membuat dia tergoda untuk meminumnya.

 

Menurut Kaisar, minuman tersebut dapat menyembuhkan berbagai macam

penyakit. Sejak saat itu, teh menjadi populer di seluruh China.

Asal Usul Sejarah Keripik Kentang

 

u mengeluh karena kentang goreng terlalu tebal dan basah. Lalu kepala koki,

George Crum memutuskan untuk menggoreng kentang dengan irisan yang sangat

tipis dan digoreng dalam minyak goreng yang banyak.

 

Awalnya kentang goreng tersebut terlalu tipis untuk ditusuk dengan garpu.

Namun setelah melakukan berbagai percobaan, hasilnya menjadi keripik

kentang seperti yang kita makan saat ini dan disukai banyak orang.

Sejarah Asal Usul Chocolate chip cookies

 

Pada awal 1930-an, Ruth Wakefield, pemilik penginapan, Massachusetts,

kehabisan cokelat leleh untuk membuat makanan.

 

Akhirnya ia mengambil cokelat batangan cokelat yang dihancurkan kecil-kecil

dan dilempar ke dalam oven. Ia berharap cokelat itu akan mencair. Ternyata

yang dihasilkan justru cokelat itu menggumpal kecil-kecil. Resep tersebut

akhirnya dibeli Nestle.

 

///////////////////////////////////////////

Contoh Khutbah Jumat tentang Maulid Nabi Muhammad SAW

 

Posted: 05 Jun 2013 09:53 PM PDT

feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/91xkXZtVUog/contoh-k...

 

Khutbah Jumat tentang Maulid Nabi Muhammad SAW. Hari ini, semua umat muslim

di berbagai penjuru dunia telah memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad

SAW. Nah. Sehubungan dengan hal tersebut, pada kesempatan ini Dunia Baca

dot Com akan berbagi Contoh Khutbah Jumat atau Ceramah tentang Peringatan

Maulid Nabi Muhammad SAW.

 

Langsung saja Anda simak ulasannya berikut ini. Contoh Khutbah Jumat Maulid

Nabi, Oleh KH Abdurrahman Navis Lc, seperti dilansir dari sumber yang

tercantum di akhir khutbah ini.

الْحَمْدُ للهِ شَرَّفَ الأَنَاَمَ بِصَاحِبِ الْمَقَامِ الأعْلَى. وَكَمَّلَ

السُّعُوْدَ بِأَكْرَمِ مَوْلُوْدٍ. أَشْهَدُ أنْ لاإلهَ إلاّ اللهُ وَحْدَهُ

لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

الْمَبْعُوْثُ بِالْحُجَّةٍ الَبَالِغَةِ وَحُسْنِ الْبَيَانِ. أللّهُمَّ

صَلِّي وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِ

أجْمَعِيْنَ. أمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ أًوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي

بِتَقْوَى اللهِ وَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ

تُقَاتِهِ وَلا تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

 

Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah

 

Dalam kesempatan yang mulia ini marilah kita tadzakkur dan tafakkur,

mengingat segala apa yang kita amalkan selama ini dan berusaha meningkatkan

keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dalam arti kita berusaha

melaksanakan segala usaha yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala yang

dilarang-Nya.

 

Marilah kita tinggalkan sejenak tugas-tugas duniawiyah, pekerjaan di

kantor, bisnis dan perdagangan, untuk masuk masjid melaksanakan sholat

Jumat,untuk dzikrullah, ingat kepada Allah SWT.Semoga dengan demikian kita

termasuk golongan orang-orang yang tidak lalai ingat kepada Allah, walaupun

kita disibukkan dengan aktivitas jual beli dan perdagangan. Semoga kita

semua dijadikan oleh Allah SWT sebagai hamba Allah yang muttaqin dan husnul

khatimah. Amin.

 

Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah

 

Di bulan Rabi’ul Awwal yang lebih dikenal dengan bulan maulid atau bulan

kelahiran Nabi Muhammad SAW, tepatnya tanggal 12 rabi’ul awwal, biasanya

kaum muslimin merayakan peringatan mauld Nabi Muhammad SAW, baik dirumah

dengan mengundang tetangga dan handai taulan. Atau diadakan oleh lembaga,

organisasi, masyarakat kampung dengan bentuk pengajian umum dan ceramah,

ada juga dengan bakti sosial, khitanan masal, dan bentuk amal-amal sholeh

yang lain.Yang menjadi pertanyaan, pernakah nabi Muhammad merayakan

peringatan maulidnya? Dan sejak kapankah diadakan dan untuk apa? Lalu

bagaimana hukumnya mengadakan peringatan mauled Nabi Muhammad SAW?

 

Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah

 

Jika menelusuri sejarah, ternyata Nabi Muhammad SAW belum pernah merayakan

hari ulang tahunnya dengan upacara dan acara. Rasulullah memperingati

kelahirannya dengan berpusa. Suatu ketika Nabi Muhammad ditanya: ”Wahai

rasul, mengapa engkau berpuasa hari Senin?” Rasul menjawab: “Pada hari

Senin itu aku dilahirkan.” Dengan demikian Nabi Muhammad merayakannya denga

puasa yang kemudian di masyarakat kita dikenal dengan puasa weton (puasa

kelahiran).

 

Namun sejarah tidak pernah mencatat Rasulullah merayakan maulid dengan

mengundang orang lain untuk bacaan shalawat, untu bacaan berberzanjian,

dibaan dan pengajian umum.Nah, apakah kalau Nabi Muhammad SAW sahabat tidak

pernah mengadakan peringatan maulid ini berarti mengada-ngada, dan apakah

termasuk bid’ah?Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullahMari kita

mengkaji hukum peringatan mauled Nabi Muhammad SAW.

 

Dalam sebuah kitab yang ditulis oleh Imam Jalaluddin as-Suyuthi yang

berjudul Husnul Maqasid fil Amal al-Mawalid. Beliau menjelaskan bahwa di

zaman Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin memang belum diadakan peringatan

dalam bentuk upacara, shalawatan dan pengajian tentang maulid Nabi,

sehingga ada sebagian kaum muslimin yang tidak mau memperingati kelahiran

dengan bentuk upacara itu.Jadi, kapan peringatan kelahiran Nabi ini mulai

dilaksanakan?

 

Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah

 

Sejarah menyebutkan bahwa sejak Islam berjaya dengan menaklukan romawi,

Persia bahkan Eropa, banyaklah orang non muslim masuk Islam, termasuk

orang-orang salib dari Eropa. Baik karena sukarela ataupun karena terpaksa.

Hal ini menimbulkan dendam kaum Nasrani, akhirnya mereka membalas dendam

dengan menjajah Timur Tengah. Maka berkobarlah perang salib. Kaum kafir

membunuh orang islam, merampas kekayaan, dijauhkan dari Islamnya, dijauhkan

dari Nabinya, dijauhkan dari sejarah kejayaan Islam. Yang ditampilkan oleh

penjajah di hadapan kaum muslimin adalah tokoh-tokoh kafir, tokoh-tokoh

fiktif sehingga rusaklah moral anak-anak muda, hancurlah kejayaan kaum

muslimin, hilang keteladanan, hingga tidak kenla kehebatan Islam.

 

Melihat kondisi umat yang terpuruk dan semakin jauh dari Islam, serta tidak

punya semangat memperjuangkan agamanya, para ulama’ dan tokoh Islam mencari

solusi bagaimana membangkitkan keislaman kaum muslimin dan melepaskan diri

dari cengkraman tentara salib.Di antaranya seorang raja yaitu Al-Malik

Mudhaffaruddin (Raja Himsiyyah), mengundang para ulama’ dan masayikh ke

istana untuk bermusyawarah, bagaimana membangkitkan semangat umat Islam,

membebaskan diri dari penjajah, serta menanamkan kecintaan anak muda dan

muslimin kepada Rasulullah, sehingga mau menteladani beliau.

 

Dari musyawarah ulama tersebut akhirnya ada yang mengusulkan agar diadakan

peringatan peristiwa bersejarah dalam Islam, diantaranya dengan peringatan

maulid Nabi Muhammad SAW, yang kemudian dikampanyekan dengan besar-besaran,

mengundang para penyair agar menulis syair pujian kepada Nabi, serta para

ulama dan mubaligh yang bertugas menceritakan sejarah Nabi.Al-Malik

Mudhaffaruddin menanggapi usulan ini dengan antusias. Tetapi ada yang tidak

setuju, dengan alasan kerena peringatan seperti itu tidak pernah dikerjakan

oleh Nabi, dan itu berarti itu bid’ah.

 

Menanangapi ketidak setujuan mereka, akhirnya dijawab oleh ulama’ yang

hadir, bahwa dalam penjelasan tentang bid’ah itu tidak semua sesat. Menurut

Imam al-Iz Abdussalam, Ibnu Atsar menjelaskan bahwa ada bid’ah dholalah dan

bid’ah hasanah. Bid’ah dholalah (sesat) adalah bid’ah yang tidak ada dasar

hukummnya dan tidak ada perintah sama sekali dari syariat, sedangkan bid’ah

hasanah adala suatu amalan yang dasar perintahnya sudah ada dari

Rasulullah, namun teknisnya tidak diatur langsung dan itu bukan temasuk

ibadah mahdah muqayyadah (ibadah murni yang telah ditentukan tata caranya).

 

Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah

 

Seperti sering dijelaskan bahwa ibadah itu ada dua macam. Pertama, ibadah

mahdah muqayyadah yaitu ibadah murni yang tata caranya terikat dan tidak

boleh diubah, karena perintah dan teknis pelaksanaannya contohkan langsung

oleh Rasulullah, seperti shalat dan haji yang harus sesuai dengan apa yang

dicontohkan oleh Rasul.Kedua, ibadah muthalaqah ghoiru muqayyadah, yaitu

ibadah mutlaq yang tata caranya tidak terikat, perintahnya ada sedangkan

teknis pelaksanaannya terserah masing-masing orang. Seperti berdzikir,

perintahnya sudah ada namun teknisnya tidak ditentukan sebagaiman firman

Allah:

فَاذْكُرُواْ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِكُمْ

 

Yang artinya: ”Berdzikirlah kalian dalam keadaan berdiri duduk, dan

berbaring. (QS an-Nisa)

 

Dzikir merupakan perintahnya, sedangakan teknisnya terserah kita, duduk,

berdiri, berbaring dirumah, dimasjid sendirian, bersama-sama, suara pelan

ataupun dengan suara keras tidak ada batasan-batasan, tergantung kepada

situasi dan kondisi asal tidak melanggar ketentuan syariat.Membaca shalawat

juga diperintahkan sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا

الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

 

Yang Artinya: ”Sesungguhnya Allah dan malaikat bershalawat kepada Nabi. Hai

orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepada Nabi dan ucapkanlah

salan penghormatan kepadanya.” (QS al-Ahzab56).

 

Perintah membaca shalawat ada sedangkan teknisnya terserah kita. Boleh

sholawat yang panjang, pendek, prosa, maupun syair, yang penting

bershalawat kepada rasullullah. Hal ini termasuk juga berdakwah, Allah

berfirman dalam Al-Qur’an:

ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

 

Yang artinya: ”Serulah (manausia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan

pelajaran yang baik.” (QS an-Nahl 125)

 

Berdakwahlah kamu ke jalan Allah dengan cara hikmah dan mauidzah hasanah

atau wejangan yang baik. Perintahnya ada sedangkan teknis pelaksanaannnya

terserah kita, boleh dalam bentuk pengajian umum, pengajian rutin di

masjid, ataupun media TV, radio, koran, majalah,diskusi, maupun seminar.

Semuanya dipersilakan, yang penting momentum dan misinya adalah dakwah.

 

Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah

 

Peringatan Maulid Nabi yang diisi dengan pembacaan shalawat kepada Rasul,

pengajian umum, ceramah tentang kesadaran terhadap islam, membaca sejarah

Nabi, amal saleh, bakti sosial, khitanan massal dan lain-lain itu merupakan

ibadah mutlaqah ghairu muqayadah atau ibadah yang mutlaq dan tidak terikat

tata caranya dimana perintahnya ada sedangakan pelaksanaannya terserah kita.

 

Maka dengan demikian mengadakan peringatan Maulid Nabi yang diisi dengan

pembacaan shlawat, pengajian umum dan perbuatan yang baik bukan termasuk

bid’ah dlalalah, tapi tapi merupakan amrum muhtasan, yaitu “sesuatu yang

dianggap baik” dan kalau kalau dilakukan secara ikhlas karena Allah maka

akan mendapatka pahala dari Allah SWT.

 

Demikian juga Sayyid Alwi Al-Maliki al-Hasani menjelaskan dalam kitab

Mukhtashar Sirah Nabawiayah: “Bahwa memperingati Maulid Nabi bukan bid’ah

dlalalah, tapi sesuatu yang baik”. Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at

rahimakumullahAkhirnya para ulama yang hadir bersama Al-Malik

Mudhaffaruddin dalam pertemuan itu memutuskan bahwa peringatan Maulid Nabi

Muhammad itu boleh.

 

Kemudian Al-Malik Mudhafar sendiri langsung menyumbang 100 ekor unta dan

sekian ton gandum untuk mengadakan peringatan maulid Nabi muhammad SAW.

Setiap daerah diundang penyair untuk membuat syair pujian dan shalawat

kepada Nabi muhammad. Kitab-kitab yang tersisa hingga sekarang di antaranya

yang dikarang oleh Syeikh al-Barzanji dan Syeikh Addiba’i.Ternyata dengan

diadakannya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sangat efektif untuk

menyadarkan kaum Muslimin cinta kepada Rasul, sehingga seorang pemuda

bernama Shalahudin Al-ayyubi menggalang anak-anak muda, dilatih fisiknya,

disadarkan cinta Rasul, diajak membebaskan diri dari penjajahan tentara

salib. Akhirnya, laskar Islam bersama panglima Shalahudin al-Ayyubi, bisa

memenangkan perang salib pada tahun 580 H.

 

Sejak tahun itulah peringatan Maulid Nabi SAW diadakan oleh negara muslim

lainnya.Mudah-mudahan dengan peringatan Maulid Nabi hati kita semakin cinta

kepada Rasulullah SAW. Dengan cinta kepada Rasulullah kita akan

melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya dan kita termasuk orang

yang menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Sebagaimana sabda beliau yang

artinya: “Orang-orang yang telah menghidupkan sunnahku maka dia berarti

cinta kepadaku, dan orang-orang yang cinta padaku nanti akan bersamaku

disurga.” Semoga kita dikumpulkan bersama Rasulullah SAW kelak disurga

nanti. Amiin, ya rabbal alamin.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَنِ الرَّجِيْمِ. بِِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ

الرَّحِيمِ. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَر

أقُوْلُ قَوْلِي هَذا وَأسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ لَِيْ وَلَكُمْ

وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ

 

Pembaca, itulah sedikit contoh khutbah jumat tentang peringatan maulid Nabi

Muhammad SAW. Semoga bermanfaat.

 

///////////////////////////////////////////

Inilah Cara Mengobati Gigitan Nyamuk pada Balita

 

Posted: 05 Jun 2013 06:45 PM PDT

feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/AnIAHZ8dNTA/inilah-c...

 

Tips Cara Alami Mengobati Gigitan Nyamuk pada Balita. Gigitan nyamuk adalah

masalah kulit yang umum pada balita. Anak Anda mungkin tidak menyadarinya

bahwa gigitan serangga yang gatal akan menjadi parah.

 

Gigitan nyamuk bisa menyebabkan peradangan pada kulit sehingga menjadi

merah, bengkak dan gatal. Memasang kelambu adalah salah satu cara untuk

mencegah balita dari gigitan nyamuk. Tetapi, Anda tentu tidak bisa

membawanya sepanjang waktu, ketika anak berada di luar rumah.

 

Berikut adalah pengobatan alami untuk mengobati gigitan nyamuk pada balita,

seperti yang dilansir di Boldsky.

 

Oleskan lotion atau krim kalamin yang memiliki efek anti-gatal untuk

mencegah rasa gatal setelah digigit serangga.

Jika anak mulai merasa gatal, oleskan lagi krim atau lotion kalamin untuk

mencegah anak menggaruk bentol bekas gigitan nyamuk.

Setelah digigit nyamuk, gatal bisa menjadi sangat menjengkelkan. Kompres

bekas gigitan dengan air untuk menyingkirkan rasa gatal dan mengobati bekas

gigitan nyamuk secara alami. Gosokkan es batu pada bekas gigitan nyamuk

untuk meredakan rasa gatalnya.

Cuci bekas gigitan nyamuk dengan sabun dan biarkan kering. Jangan gunakan

handuk! Hal itu membuat anak tidak tahan menggaruk. Jadi, biarkan udara

yang mengeringkannya.

Campur soda kue dan air dingin. Kemudian cuci bekas gigitan nyamuk dengan

ramuan tersebut. Ini adalah obat yang paling umum untuk mengobati gigitan

nyamuk pada balita.

 

.

Jika balita demam atau dingin 23 hari setelah gigitan nyamuk,

berkonsultasilah dengan dokter. Kadang-kadang, nyamuk juga bisa berbahaya.

 

Pembaca, itulah beberapa tips dan cara mengobati gigitan nyamuk khususnya

untuk balita. Dan jangan lupa, berikan balita Anda pakaian yang tertutup

agar terbebas dari gigitan nyamuk. Tutup jendela dan pintu dengan kelambu

untuk mencegah nyamuk masuk. Semoga bermanfaat.

 

///////////////////////////////////////////

Selain Vitamin D, Inilah Manfaat Lain Sinar Matahari untuk Kesehatan

 

Posted: 05 Jun 2013 03:36 PM PDT

feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/NEADUDaBQCs/selain-v...

 

Manfaat Sinar Matahari bagi Kesehatan. Vitamin D adalah salah satu nutrisi

penting yang dibutuhkan tubuh. Anda pun bisa mendapatkannya secara mudah

dan murah dari sinar matahari.

 

Namun tahukah Anda, selain vitamin D, ada banyak manfaat kesehatan lain

dari sinar matahari. Apa saja? Simak selengkapnya seperti yang dilansir

dari Medical Daily berikut ini.

 

Tidur nyenyak

 

Seberapa banyak tubuh terkena sinar matahari ternyata memengaruhi ritme

kardiak tubuh. Ritme tersebut termasuk fisik, mental, dan perilaku. Demi

menjaga ritme kardiak agar tetap seimbang, jangan ragu menghabiskan waktu

di luar rumah.

 

Selain itu, jangan berdiam diri di tempat gelap di siang hari. Sebab

kekurangan cahaya di siang hari bisa mengganggu jadwal tidur di malam hari.

 

Suasana hati

 

Paparan sinar matahari yang diterima tubuh secara rutin mampu meningkatkan

kadar hormon serotonin. Peningkatan hormon tersebut membuat Anda terhindar

dari depresi, cemas, sedih, dan masalah suasana hati buruk lainnya.

 

Tekanan darah

 

Kulit yang terkena paparan sinar UV matahari mengandung oksida nitrit yang

mampu menurunkan tekanan darah rendah. Bahkan hal tersebut telah dibuktikan

melalui penelitian yang dilakukan para pakar dari Edinburgh University.

 

Kanker kulit jenis melanoma

 

Semakin sering terkena sinar UVB, semakin rendah risiko serangan kanker

kulit melanoma. Sementara orang-orang yang kebanyakan menghabiskan waktunya

di dalam ruangan seringnya hanya mengalami paparan sinar UVA yang justru

meningkatkan risiko kanker karena kadar vitamin D mereka juga relatif

rendah.

 

Itulah berbagai manfaat kesehatan dari sinar matahari, selain sebagai

sumber vitamin D. Namun ingat, sinar matahari terbaik hanya berlangsung

sebelum pukul sepuluh pagi dan setelah jam empat sore.

 

///////////////////////////////////////////

Asal Usul Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

 

Posted: 05 Jun 2013 10:46 AM PDT

feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/D0QeY2jErIs/asal-usu...

 

Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi atau Maulud adalah

peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, dimana di Negara Indonesia

perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan

Hijriyah. Kata maulid atau milad di ambil dari bahasa bahasa Arab yang

artinya hari lahir.

 

Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam

jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah

ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.

 

Seperti yang tercatat wikipedia; sejarah awal mula perayaan maulud nabi

Muhammad SAW diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said

al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan

Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya

justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri.

 

Tujuan Maulud Nabi adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi

Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu,

yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam

upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya.

 

Untuk lebih lanjut mempelajari sejarah awal mula maulid nabi, seperti biasa

Dunia Baca dot Com berbagi informasi yang dirangkum dari berbagai sumber

untuk menambah ilmu pengetahuan kita tentang sejarah lahirnya nabi Muhammad

SAW.

Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

 

Pertama kali yang mengada-adakan hari-hari raya dan perayaan-perayaan

secara umumnya Maulid-maulid secara khususnya adalah Ubaidiyyun,

sebagaimana disebutkan oleh Al Maqrizi dalam kitabnya “ Al-Mawa’idz Wal

I’tibar Bidzikril Khuthath Wal Aatsar “ secara nasnya:

 

(dahulu para khalifah Bani Fathimiyyun sepanjang tahunnya memiliki

hari-hari raya dan musim-musim yaitu: musim permulaan tahun, hari Asyura,

dan Maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan mauled Ali bin Abi Thalib

radhiallahu anhu, dan mauled Hasan dan Husin radhiallahu anhuma, dan mauled

Fathimah Az-Zahra radhiallahu anha, dan maulid khalifah Al hadhir, malam

pertama Rajab, malam pertengahan Rajab, malam pertama Sya’ban, malam

pertengahan Sya’ban, musim malam Ramadhan, awal Ramadhan, Pertengahan

Ramadhan, akhir Ramadhan …)

 

Dan Al-Maqrizi menyebutkan sebagian yang dilakukan pada perayaan-perayaan

dan hari-hari raya khususnya enam maulid. Syaikh Muhammad Bakhit

Al-Muthi’ie Mantan Mufti Mesir menyebutkan dalam kitabnya: (Ahsanul Kalam

Fiima Yata’allaqu bissunnah wal bid’ah minal Ahkam ): bahwa pertama kali

yang mengada-adakan enam perayaan maulid tersebut yakni: Maulid Nabi

shallallahu alaihi wasallam, maulid Ali, Fathimah, Hasan, Husain

radhiallahu anhum, dan maulid Khalifah Al-Hadzir yaitu Al-Mu’izzu

Lidinillah dan itu pada tahun 362 H. dan bahwa perayaan-perayaan ini

berlangsung hingga dibatalkan oleh Al-Afdzal bin Amirul Jaisy setelah itu.

Siapakah Bani Ubaidiyyun ?

 

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam kitabnya “ Al-Bidayah

Wannihayah”:

 

Raja Bani Fathimiyyun telah berkuasa selama 280 tahun. Yang pertama

berkuasa adalah Al-Mahdi yang merupakan orang yahudi, lalu masuk kenegeri

Maroko dan menggunakan nama Ubaidillah, dan mengaku sebagai keturunan

‘Alawi Fathimiy, dan mengatakan tentang dirinya: bahwa dia Al-Mahdi, yang

mana dakwaan pendusta ini didukung oleh orang-orang yang jahil, sehingga

mereka memiliki Negara dan kekuatan, dan mendirikan sebuah kota yang diberi

nama Al-Mahdiyah dinisbatkan kepadanya, dan dia menjadi raja yang ditaati.

 

Kemudian diteruskan oleh anaknya Al-Qoim Muhammad, kemudian anaknya

Al-Manshur Ismail, kemudian anaknya Al-Mu’izzu Ma’din, dialah pertama dari

mereka yang memasuki negeri Mesir, dan dibangun untuknya Kairo

Al-Mu’izziyah dan istana-istana kemudian anaknya Al-Aziz Nazzar, kemudian

anaknya Al-hakim Manshur, kemudian anaknya Ath-Thahir Ali, kemudian anaknya

Al-Mushtansir Ma’din, kemudian anaknya Al-Musta’li Ahmad, kemudian anaknya

Al-Amir Manshur, kemudian anak pamannya Al-Hafidz Abdul Majid, kemudian

anaknya Adh-Dhafir Ismail, kemudian Al-Faiz Isa, kemudian anak pamannya

Al-‘Adzid Abdullah, yang terakhir dari mereka, yang seluruhnya 14 raja

selama 280 tahunan.

 

Dahulu Bani Fathimiyyun merupakan khalifah yang terkaya, terkejam dan

paling dholim, yang paling bejat sejarahnya, muncul dimasa mereka

kebid’ahan dan kemungkaran, dan banyak pelaku kerusakan sedikit disisi

mereka orang-orang shalih dari para ulama dan ahli ibadah, dan banyak

tersebar dinegeri syam agama Kristen, Durruziyah, dan Hasyisyiyah..).

 

Inilah sekilas dari sejarah mereka supaya mereka yang menghidupkan perayaan

Maulid dan lainnya siapakah tauladan mereka dalam perkara ini sehingga

mereka mengikuti petunjuk dan menyerupai mereka. Sehingga tidak masuk akal

apabila para salafush sholih tidak mengenal hal ini lalu mereka mengikuti

para Ubaidiyyun yang sesat !!

Sultan Irbil dan perayaan Maulid:

 

Dahulu di Mosul ada ahli zuhud yaitu Syaikh Umar bin Muhammad Al-Mulla

(dahulu dia memiliki satu ruangan yang selalu didatanginya, dan setiap

tahunnya dibulan Maulid ada undangan yang didatangi oleh para raja,

pemerintah, para ulama, menteri dan mereka merayakan hal itu)

 

Abu Syamah berkata dalam kitabnya: “ Al-Ba’its ‘alaa inkaril Bida’I wal

hawadits” ketika membahas tentang maulid nabi: (pertama kali yang

melakukannya di Mosul Syaikh Umar bin Muhammad Al-Mulla seorang yang shalih

yang masyhur yang diikuti kemudian oleh Sultan Irbil dan yang lain semoga

Allah merahmati mereka).

 

Dan Sultan Irbil disini adalah Al-Mudzaffar Abu Sa’id Kukburi bin Zaidud

diin Ali bin Tabaktakin Sultan Irbil yang wafat tahun (630 H) yang paling

terkenal dalam merayakan Maulid Nabi secara berlebihan setelah Ubaidiyyun,

dimana dia merayakannya dengan mewah sebagaimana disebutkan oleh Ibnu

Katsir dalam sejarahnya, beliau berkata: (berkata As Sabth: telah

dihikayatkan oleh sebagian yang menghadiri perayaan Mudzaffar dalam maulid

dimana dia menyajikan 5000 kepala bakar, 10000 ayam, dan 100000 susu

kering, dan 30000 piring kue manis… dia berkata: diantara yang

menghadirinya dalam pesta maulid para ulama, ahli sufi, dan memperdengarkan

nyanyian sufi dari dhuhur hingga subuh dan dia ikut menari bersama mereka…).

 

Dari sini menjadi jelas bahwa perayaan maulid dan semacamnya termasuk

kebid’ahan Ubaidiyyun, kemudian diikuti oleh para ahli zuhud dan raja, dan

ikuti oleh orang awwam, sebagaimana kita tahu bahwa ini bertentangan dengan

nas-nas syarie dan amalan para salafush shalih yang mulia.

 

Walaupun sebagaimana dikatakan bahwa peringatan ini diperbolehkan oleh

sebagian ulama seperti Imam Subki, Suyuthi, atau Ibnu Hajar dan pernah

dilakukan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi, meskipun kita menghargai jasa para

ulama besar tersebut bagi kejayaan islam dan kaum muslimin, namun ketika

hal itu bertentangan dengan syariat, maka kita lebih mendahulukan kecintaan

kepada Allah dan RasulNya shallallahu alaihi wasallam, apalagi diantara

ulama yang sekaliber merekapun ada yang menolaknya, jadi kita menolak

perayaan ini bukan dengan pendapat kita sendiri.

 

Seandainya hal tersebut adalah baik, maka pastilah para salafus sholih

sudah melaksanakannya, karena mereka ada suri tauladan terbaik dalam

kesungguhan melaksanakan ajaran yang baik karena Allah Ta’alaa berfirman

yang artinya:

 

“Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Kalau

Sekiranya di (Al Quran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada

mendahului Kami (beriman) kepadanya”. [ Al-Ahqaf: 11].

 

Ibnu Katsir dalam menafisrkan ayat ini berkata: adapun Ahli Sunah Wal

Jamaah mereka mengatakan tentang setiap perbuatan atau perkataan yang tidak

penah dipastikan dari para sahabat: adalah bid’ah karena seandainya hal itu

baik tentulah mereka telah mendahului kita dalam hal itu mereka tidak

pernah meninggalkan satu perbuatan baik pun kecuali mereka segera

mengamalkannya. Tafsir Ibnu Katsir juz 7 hal 278.

 

///////////////////////////////////////////

27 Juni 2013, BlackBerry Messenger Resmi Hadir di Android dan iOS

 

Posted: 05 Jun 2013 07:38 AM PDT

feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/qQ_vtDUX7tk/27-juni-...

 

BBM Resmi Hadir di Android dan iOS, 27 Juni 2013. Walaupun sudah resmi

dikabarkan bahwa BlackBerry Messenger (BBM) akan mendarat di Android dan

iOS, namun tanggal pastinya masih simpang siur. Kabar terbaru, BBM mulai

hadir akhir bulan Juni ini.

 

Kemarin (03/06), sebuah account Twitter bernama BlackBerry Worldwide,

@bbworldwid, mengunggah sebuah foto dengan sedikit informasi di bawahnya.

 

Bbm officially available on iphone and android phones from 27th june2013

twitter.com/bbworldwid/sta…

 

- Blackberry Worldwide (@bbworldwid) 29 Mei 2013

 

Dalam foto tersebut menunjukkan sebuah perangkat berbasis iOS menunjukkan

tampilan BBM pada layarnya. Tentunya, hal tersebut membuat heboh para

follower account tersebut karena di bawah gambar juga disebutkan bahwa BBM

akan secara resmi mendarat di iPhone dan perangkat berbasis Android pada

tanggal 27 Juni mendatang.

 

Belum diketahui juga apakah informasi beserta gambar tersebut asli atau

tidak, karena sampai sekarang, pihak BlackBerry hanya mengatakan bahwa BBM

akan hadir di iOS dan Android secepatnya namun tidak merilis tanggal

pastinya.

 

--

You are subscribed to email updates from "Dunia Baca dot Com."

To stop receiving these emails, you may unsubscribe now:

feedburner.google.com/fb/a/mailunsubscribe?k=5vjiFG5dQO4l...

 

Email delivery powered by Google.

Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610

norkandirblog.wordpress.com/2016/09/01/cita-citaku-hafal-...

Cita-Citaku Hafal Al-Qur’an Sebelum Wisuda Teknik

 

Cita-Citaku Hafal Al-Qur’an Sebelum Wisuda Teknik

 

Target Halafan Al-Qur’an

 

SURAT KE

 

NAMA SURAT

 

HAFAL

 

TINGKATAN DHOBIT

 

SELURUH

 

SEBAGIAN

 

I

 

II

 

III

 

IV

 

V

 

1

 

Al-Fatihah

 

 

 

2

 

Al-Baqoroh

 

 

 

3

 

Ali Imron

 

 

 

4

 

An-Nisa

 

 

 

5

 

Al-Maidah

 

 

 

6

 

Al-An’am

 

 

 

7

 

Al-A`rof

 

 

 

8

 

Al-Anfal

 

 

 

9

 

At-Taubah

 

 

 

10

 

Yunus

 

 

 

11

 

Huud

 

 

 

12

 

Yusuf

 

 

 

13

 

Ar-Ro’d

 

 

 

14

 

Ibrohim

 

 

 

15

 

Al-Hijr

 

 

 

16

 

An-Nahl

 

 

 

17

 

Al-Isro’

 

 

 

18

 

Al-Kahfi

 

 

 

19

 

Maryam

 

 

 

20

 

Thoha

 

 

 

21

 

Al-Anbiya

 

 

 

22

 

Al-Hajj

 

 

 

23

 

Al-Mukminun

 

 

 

24

 

An-Nur

 

 

 

25

 

Al-Furqon

 

 

 

26

 

Asy-Syuaro’

 

 

 

27

 

An-Naml

 

 

 

28

 

Al-Qosos

 

 

 

29

 

Al-Ankabut

 

 

 

30

 

Ar-Rum

 

 

 

31

 

Luqman

 

 

 

32

 

As-Sajdah

 

 

 

33

 

Al-Ahzab

 

 

 

34

 

Saba’

 

 

 

35

 

Fatir

 

 

 

36

 

Yasin

 

 

 

37

 

Ash-Shoffat

 

 

 

38

 

Shood

 

 

 

39

 

Az-Zumar

 

 

 

40

 

Al-Ghofir

 

 

 

41

 

Al-Fussilat

 

 

 

42

 

Asy-Syuuro

 

 

 

43

 

Az-Zukhruf

 

 

 

44

 

Ad-Dukhon

 

 

 

45

 

Al-Jatsiyah

 

 

 

46

 

Al-Ahqof

 

 

 

47

 

Muhammad

 

 

 

48

 

Al-Fath

 

 

 

49

 

Al-Hujurot

 

 

 

50

 

Qoof

 

 

 

51

 

Adz-Dzariat

 

 

 

52

 

Ath-Thur

 

 

 

53

 

An-Najm

 

 

 

54

 

Al-Qomar

 

 

 

55

 

Ar-Rohman

 

 

 

56

 

Al-Waqi’ah

 

 

 

57

 

Al-Hadid

 

 

 

58

 

Al-Mujadilah

 

 

 

59

 

Al-Hasyr

 

 

 

60

 

Al-Mumtahanah

 

 

 

61

 

Ash-Shof

 

 

 

62

 

Al-Jumuah

 

 

 

63

 

Al-Munafiqun

 

 

 

64

 

At-Taghobun

 

 

 

65

 

Ath-Tholaq

 

 

 

66

 

At-Tahrim

 

 

 

67

 

Al-Mulk

 

 

 

68

 

Al-Qolam

 

 

 

69

 

Al-Haqqoh

 

 

 

70

 

Al-Ma’arij

 

 

 

71

 

Nuh

 

 

 

72

 

Al-Jin

 

 

 

73

 

Al-Muzammil

 

 

 

74

 

Al-Muddatstsir

 

 

 

75

 

Al-Qiyamah

 

 

 

76

 

Al-Insan

 

 

 

77

 

Al-Mursalat

 

 

 

78

 

An-Naba’

 

 

 

79

 

An-Naziat

 

 

 

80

 

Abasa

 

 

 

81

 

At-Takwir

 

 

 

82

 

Al-Infithor

 

 

 

83

 

Al-Muthoffifin

 

 

 

84

 

Al-Insyiqoq

 

 

 

85

 

Al-Buruj

 

 

 

86

 

Ath-Thoriq

 

 

 

87

 

Al-‘Ala

 

 

 

88

 

Al-Ghosyiyah

 

 

 

89

 

Al-Fajr

 

 

 

90

 

Al-Balad

 

 

 

91

 

Asy-Syam

 

 

 

92

 

Al-Lail

 

 

 

93

 

Adh-Dhuha

 

 

 

94

 

Al-Insyiroh

 

 

 

95

 

At-Tin

 

 

 

96

 

Al-Alaq

 

 

 

97

 

Al-Qodar

 

 

 

98

 

Al-Bayyinah

 

 

 

99

 

Az-Zalzalah

 

 

 

100

 

Al-Adiyat

 

 

 

101

 

Al-Qoriah

 

 

 

102

 

At-Takastur

 

 

 

103

 

Al-‘Asr

 

 

 

104

 

Al-Humazah

 

 

 

105

 

Al-Fil

 

 

 

106

 

Al-Quroisy

 

 

 

107

 

Al-Maun

 

 

 

108

 

Al-Kautsar

 

 

 

109

 

Al-Kafirun

 

 

 

110

 

An-Nashr

 

 

 

111

 

Al-Lahab

 

 

 

112

 

Al-Ikhlas

 

 

 

113

 

Al-Falaq

 

 

 

114

 

An-Naas

 

 

   

Inilah program cita-citanya yang harus dia selesaikan sebelum wisuda. Dia bertekad sebelum wisuda, hafalan Al-Qur’annya selesai dan Hadits Arbain karya An-Nawawi. Sebagai buktinya, dia membuat tabel Target Hafalan Al-Qur’an. Terkesima kita melihatnya. Namun, masih ada di dalam hatinya rasa pesimishingga ia berbisik, “Namun, hal ini sepertinya mustahil. Aku tidak mungkin bisa menyelesaikannya. Mata kuliyah teknik amat sulit dan sukar, belum lagi tugas yang melimpah-ruah, asistensi, dan target IP cumloude untuk lanjut studi S2 di Saudi. Ditambah lagi, aku telah terserang MERIANG* dan PILEK** sehingga ingin segera merajut tali pernikahan.”

 

[*MERINDUKAN KASIH SAYANG]

 

[**PENYAKIT INGIN LEKAS KAWIN]

 

Si dia di sini barangkali adalah kenalan kita, teman kita, atau bahkan kita sendiri. Di tahun-tahun terakhir ini tidak dipungkiri lagi semarak kajian Sunnah di mana-mana sehingga nuansa semangat mempelajari agama semerbak di kampus-kampus, terutama kampus teknik. Nah, melalui tulisan ini, saya hendak memberi sedikit motivasi kepada si dia agar tetap optimis menatap masa depan yang masih rahasia Ilahi.

 

Pembaca Budiman, mari kita mendengarkan perkataan seorang Imam ahli tafsir, ahli hadits, ahli qiro’ah, ahli fiqih, ahli zuhud, dan ahli ibadah, serta ahli arudh pada zamannya, Abu Ja’far Ibnu Jarir ath-Thobari tatkala berkata kepada murid-muridnya.

 

Beliau berkata, “Apakah kalian bersemangat untuk menulis tafsir Al-Qur’an?”

 

Muri-murid beliau menjawab, “Berapa jumlah halamannya?”

 

Beliau menjawab, “30.000 halaman.”

 

“Wah, umur akan habis sebelum menyelesaikannya,” ujar mereka.

 

Akhirnya, beliau meringkasnya hanya sekitar 3.000 halaman. Beliau mendiktekan kitab tafsir tersebut selama 7 tahun, dimulai sejak tahun 283 H hingga tahun 290 H. Kemudian, beliau bertanya lagi kepada mereka,

 

“Apakah kalian bersemangat menulis sejarah dunia sejak Adam hingga zaman kita hari ini?”

 

“Berapa jumlah halamannya?” tanya mereka. Beliau pun menjawab seperti jawaban pertama dan mereka pun menjawab dengan jawaban yang sama. Maka, beliau bekata,

 

“Inna lillahi. Sungguh, cita-cita besar itu telah mati!”

 

Maka, beliau pun meringkasnya seperti yang beliau lakukan terhadap kitab tafsir. Beliau selesai menyusun dan menelitinya kembali dan selesai membacakannya pada hari Rabu, tiga hari menjelang akhir bulan Rabi’ul Akhir tahun 303 H.

 

Sesungguhnya menghafal Al-Qur’an adalah pekerjaan yang mulia. Adakah perkataan yang lebih mulia daripada Kalam Allah? Sungguh, perumpamaan perkataan Allah Subhanahu wa Ta’ala dibanding seluruh perkataan yang ada bagaikan Allah Subhanahu wa Ta’ala dibanding seluruh makhlukNya. Tidaklah seseorang menyibukkan diri dengan Al-Qur’an melainkan Dia akan memberi dengan pemberian yang lebih utama melebihi apa yang Dia berikan kepada orang-orang yang berdzikir dan meminta kepadaNya.

 

Sesungguhnya Neraka itu darokat (bertingkat ke bawah) dan Surga itu darojat (bertingkat ke atas). Setiap penduduk Surga akan diseru, “Bacalah Al-Qur’an dengan mentartilkan bacaanmu lalu naiklah. Sesungguhnya tempatmu di Surga adalah di akhir ayat yang kamu baca sewaktu di dunia!” Atau yang semakna dengan itu. Lantas, Adakah jenis manusia yang bacaannya lebih banyak selain Ahlul Qur’an? Para penghafal Al-Qur’an menghabiskan waktunya untuk menghafalnya, mentadabburi makna ayat-ayatnya, mengamalkannya, lalu memurojaah hafalannya agar tidak hilang. Setiap huruf Al-Qur’an yang mereka baca diganjar dengan satu hasanah dan satu hasanah itu dilipatgandakan menjadi 10 hasanah. Sebab, alif laam miim bukanlah satu huruf. Namun, alif adalah satu huruf, laam adalah satu huruf, dan miim adalah satu haruf. Maka, seseorang yang telah membaca alim laam miim akan mendapatkan 30 hasanah. Barangsiapa datang dengan satu hasanah, maka baginya sepuluh yang semisalnya. Oleh karena itu, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyesal tidak memperbanyak waktu untuk menyelami makna-makna Al-Qur’an, yaitu tatkala beliau berkata, “Sungguh, selama di penjara ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membukakan bagiku banyak sekali makna-makna Al-Qur’an dan prinsip-prinsip ilmu yang banyak diinginkan oleh mayoritas ulama. Aku menyesal telah telah menyia-nyiakan kebanyakan waktuku bukan untuk membahas makna-makna Al-Qur’an.”

 

Barangkai si dia memiliki keyakinan bahwa dia merasa cukup dengan menghadiri kajian-kajian ilmu dengan duduk manis mendengarkan ceramah ustadz ditambah lagi dengan adanya kajian-kajian agama di radio yang bisa didengarkan dengan mudah sehingga lebih memperkuat keyakinannya akan kecukupan mendapatkan ilmu dari keduanya. Memang benar, ini adalah perkara yang tidak bisa dipungkiri kebenarannya tetapi bila mencukupkan diri hanya dengan itu saja, maka jelas ini keliru. Memang, dia paham dan mengerti bahkan miah-miah apa yang disampaikan ustadz. Namun, untuk berdakwah tidaklah cukup dengan pemahaman saja. Sebab, dakwah butuh hujjah-hujjah, atsar-atsar para shohabat dan tabi’in, serta pendapat para imam yang harus dia hafalkan dan yang paling penting di antara itu adalah hafalan Al-Qur’an. Dengan itulah, hati mad’u bisa tertawan dan apa yang dia sampaikan dengan hafalannya semakin membuat mad`u yakin, meskipun ini tidaklah mutlak.

 

Terakhir, saya akhiri risalah ini dengan doa penduduk Surga. Semoga saya, antum, dan Si Fulan itu dikumpulkan di dalam Surga Firdaus yang merupakan pertengahan Surga dan Surga yang paling tinggi. Dari sanalah sumber sungai-sungai Surga, baik sungai air tawar, sungai susu yang tidak pernah berubah rasanya, sungai khomr yang lezat bagi peminumnya, atau sungai madu yang tersaring dan di atas Surga Firdauslah terdapat `Arsy ar-Rohman yang Maha Agung. Serta, semoga kita dinikahkan dengan bidadari bermata jeli yang belum tersentuh sebelumnya oleh jin dan manusia yang kerudungnya lebih indah daripada dunia dan seisinya dan aroma wanginya akan memenuhi dunia bila menoleh kepadanya.

 

“Doa mereka di dalamnya ialah:subhaanakallahummadan salam penghormatan mereka ialah:salaamDan penutup doa mereka ialah:alhamdulillahirabbil aalamiin.”[1]

 

Surabaya, Mei 2011

 

Nor Kandir

 

Artikel norkandirblog.wordpress.com

   

[1]QS. Yuunus [10]: 10.

  

  

وكان سيدى عبد القادر الجيلى رحمه الله يقول : من اراد الآخرة فعليه بالزهد فى الدنيا ومن اراد الله تعالى فعليه بالزهد فى الآخرة ومادام فى قلب العبد شهوة من شهوات الدنيا او لذة من لذات الدنيا من مآكول او ملبوس او منكوح اوولاية اورياسة او تدقيق فى فن من فنون العلم الزائد عن الفرض كرواية الحديث الآن وقراءة القرآن بالقراءات السبع وكالنحو والفقه والفصاحة فليس هذا محبا فى الآخرة انما هو راغب فى الدنيا تابع لهواه

 

Adalah Beliau Sayyidiy Syaikh Abdul Qodir Al Jilany rohimahullohu berkata : "Barang siapa menginginkan akhirat maka zuhudlah (masalah) dunia dan barang siapa yang menginginkan Alloh Ta'ala maka berlakulah zuhud (terhadap apa apa yang ada di) akhirat, dan selama dalam hati seorang 'abdun terdapat keinginan dari berbagai macam keinginan dunia atau keinginan terhadap kenikmatan dari kenikmatan duniawi, katakanlah misalnya makanan yang hendak dimakan, pakaian yang hendak dipakai, atau wanita yang hendak dinikahi ataupun berkeinginan menjadi wali, atau pemimpin atau keinginan untuk memperdalam cabang dari cabang-cabang ilmu pengetahuan yang lebih dari perkara yang difardlukan baginya, seperti meriwayatkan hadis pada masa sekarang, mempelajari qiroatussab'ah, mempelajari nahwu, fiqih, fasohah, maka yang sedemikian itu bukanlah termasuk orang yang cinta pada akhirat, sesungguhnya dia seorang yang senang masalah ke duniawian ia seorang yang tengah mengikuti hawa nafsunya".

 

Sumber Kitab Al Minahussaniyah

norkandirblog.wordpress.com/2016/09/02/mana-yang-lebih-mu...

Mana Yang Lebih Mulia, Ahli Dunia Atau Ahli Hadits?*

 

Mana Yang Lebih Mulia, Ahli Dunia Atau Ahli Hadits

Ada hubungan erat antara ahli hadits dan ahli dunia. Pasalnya, kebanyakan ahli dunia –karena sudah asyik dan terbuai dengan kenikmatan dunia– tidak lagi butuh untuk mendalami hadits. Sebaliknya, para ahli hadits kebanyakan adalah orang-orang yang menghinakan dunia dan zuhud terhadapnya. Dari sini seolah-olah mereka tidak akan pernah bertemu meskipun di persimpangan jalan. Seolah-olah mereka hanya diberi satu pilihan: menjadi ahli hadits atau ahli dunia? Mana yang lebih mulia dan menguntungkan?

 

Allah berfirman:

 

“Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka milik Allah-lah semua kemuliaan.”

 

Akal yang sehat akan menyatakan dengan tegas bahwa ahli hadits lebih utama daripada ahli dunia. Sayangnya, kenyataan berbicara lain. Fakta yang ada membuktikan bahwa perguruan tinggi teknik dan umum dibanjiri pendaftar daripada jurusan agama, mall dan pasar lebih padat daripada majlis ta’lim, kebanyakan pembicaraan manusia seputar dunia bukan akhirat, dan para pelaku dosa laksana buih di lautan sementara para pengikut sunnah laksana musafir di padang pasir.

 

Mereka menyangka bahwa kemuliaan dan kebahagiaan itu ada pada dunia dan mengekor kaum kafir. Mereka telah ditipu oleh setan. Setan membungkus kehinaan itu dengan seindah-indahnya hingga kehinaan tampak sebagai kemuliaan, padahal tipu daya setan itu lemah. Adapun orang-orang mukmin tidak akan tertipu karena melihat dengan mata hati yang bersinar karena cahaya keimanan.

 

Allah berfirman:

 

“Apakah mereka mencari kemuliaan di sisi mereka? Padahal kemulian itu milik Allah seluruhnya.”

 

Az-Zujaj menafsirkan:

 

أَيَبْتَغِي الْمُنَافِقُوْنَ عِنْدَ الْكَافِرِيْنَ العِزَّةَ؟

 

“Apakah orang-orang munafiq itu mencari di sisi orang-orang kafir kemuliaan?”

 

Banyak ayat al-Qur`an yang memuji ilmu dan ahlinya, tetapi tidak untuk dunia dan ahlinya meskipun sekali. Justru yang ada adalah celaan dan ancaman. Sifat-sifat buruk mengelilingi dunia dan ahlinya.

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

«لَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا، وَلاَ يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللّٰهُ عَلَى مَنْ تَابَ»

 

“Seandainya anak Adam memiliki dua lembah harta, niscaya dia menginginkan yang ketiga. Perut anak Adam tidak akan penuh kecuali dengan tanah. Allah menerima tobat bagi siapa yang bertobat.”

 

Seandainya kemuliaan itu milik ahli dunia, tentu Fir’aun, Qarun, dan Hamam lebih mulia daripada Musa dan Harun ‘alahimas salam. Dari sini telah nampak akan kemuliaan ahli hadits daripada ahli dunia.

 

Kekayaan berapapun yang dimiliki ahli dunia akan segera sirna karena dikelola tanpa ilmu atau berkurang karena dibelanjakan. Kekayaan tidak menambah kebahagiaan mereka tetapi justru menimbulkan hati mereka tidak tentram karena khawatir hilang atau dicuri. Kekayaan mengkhianati ahli dunia karena mereka telah menyerahkan seluruh hidupnya untuk mencarinya tetapi ketika saat-saat sendirian di alam kubur ia justru meninggalkannya.

 

Adapun ahli hadits akan bertambah haditsnya saat dibelanjakan di jalan Allah. Hatinya tentram karena mendapat penjagaan dan bimbingan ilmu yang senantiasa menyertainya di dalam hatinya.

 

Mereka mendapat kedudukan tinggi di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan para shahabatnya untuk menyambut dan memuliakan para pendatang yang ingin belajar hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda:

 

«سَيَأْتِيكُمْ أَقْوَامٌ يَطْلُبُونَ الْعِلْمَ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمْ فَقُولُوا لَهُمْ: مَرْحَبًا مَرْحَبًا بِوَصِيَّةِ رَسُولِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ! وَاقْنُوهُمْ»

 

“Akan datang kepada kalian suatu kaum untuk menuntut ilmu. Jika kalian melihat mereka maka ucapkanlah, ‘Selamat datang, selamat datang dengan wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam!’ Dan ajarilah mereka.”

 

Sufyan ats-Tsauri (w. 161 H) berkata:

 

الْمَلَائِكَةُ حُرَّاسُ السَّمَاءِ، وَأَصْحَابُ الْحَدِيثِ حُرَّاسُ الْأَرْضِ

 

“Para malaikat adalah penjaga langit, sementara para ahli hadits adalah penjaga bumi.”

 

Di akhirat, tempat duduknya paling dekat dengan tempat duduk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda:

 

«إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً»

 

“Sesungguhnya manusia yang paling berhak atasku pada hari Kiamat adalah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.”

 

Hadits ini menunjukan kedekatan ahli hadits dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di akhirat kelak, karena mereka adalah orang-orang yang paling banyak bershalawat kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nama para perawi senantiasa bersanding dengan nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baik saat diriwayatkan, ditulis, dan didengarkan.

 

Imam asy-Syafi’i (w. 204 H) berkata:

 

إِذَا رَأَيْتَ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ الْحَدِيثِ كَأَنِّي رَأَيْتُ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

 

“Apabila aku melihat seorang dari para ahli hadits, seolah-olah aku melihat seorang dari para shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

 

Cukuplah kemuliaan ahli hadits bila pada hari Kiamat nanti berada di iring-iringan rombongan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Allah berfirman:

 

“(Ingatlah) pada hari Kami memanggil manusia beserta imam-imam mereka.”

 

Sebagian kaum salaf berkata:

 

هَذَا أَكْبَرُ شَرَفٍ لِأَصْحَابِ الْحَدِيثِ، لِأَنَّ إِمَامَهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

 

“Ini adalah sebesar-besar kemuliaan bagi para ahli hadits, karena imam mereka adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[]

 

* Dinukil dari Mungkinkah Aku Hafal Satu Juta Hadits Seperti Imam Ahmad? hal. 129-134 cet Pustaka Syabab karya Abu Zur’ah Ath-Thaybi. Untuk takhrij dan referensi silahkan merujuk ke buku aslinya. Marketing Pustaka Syabab 085730 219 208.

   

Nor Kandir

 

Artikel norkandirblog.wordpress.com

 

TEMAN YANG BAIK Yusuf bin al-Husain menceritakan: Aku bertanya kepada Dzun Nun tatkala perpisahanku dengannya, “Kepada siapakah aku duduk/ berteman dan belajar?”. Beliau menjawab : “Hendaknya kamu duduk bersama orang yang dengan melihatnya akan mengingatkan dirimu kepada Allah. Kamu memiliki rasa segan kepadanya di dalam hatimu. Orang yang pembicaraannya bisa menambah ilmumu. Orang yang tingkah lakunya membuatmu semakin zuhud kepada dunia . Bahkan, kamu pun tidak mau bermaksiat kepada Allah selama kamu sedang berada di sisinya. Dia memberikan nasehat kepadamu dengan perbuatannya , dan tidak menasehatimu dengan ucapannya semata.” {lihat al-Muntakhab min Kitab az-Zuhd } Dikirim oleh : abdul majid al maidany SLN via walis.blogspot.com Fawaaid lainnya: www.happyislam.com #semangat #pagi #senin #monday #teman #sahabat #ukhuwah #majelis #islam #sunnah #salaf #nasehat #quotes via Instagram ift.tt/1VviLK5

  

“Zuhud Waktu Membatu Dicelah Zarah Aima”

 

IV.

Aiiihhh…..Aiiihhh…..Aima

Waktu lebih cepat mendekat

Sedekat karat tak bersekat

Hati yang merekat-rekat martabat

Karena teluk lebih berhak atas lekuk

Ikan-ikan lebih berhak atas karang

Gelombang lebih berhak atas buih

Laut lebih berhak atas pantai dan pesisir

Alam menulis hukumnya sendiri

jangankan kemarahan lebih cepat pekat

 

Kepedihan seringkali sedikit menyela

diantara begitu banyak kegembiraan tertera

sudah berlalu lama bersapa tanpa cerita

Betapun rindu begitu dekat mendekap

berjeda titik koma yang terucap lengkap

nafas kata gelisah yang sama

Lalu mengapa tidak kita menjaganya

Bagaimanapun gemetarnya memegangi doamu

Menyimpan hasrat bertalu menuju yang maha tahu

diam didasar sungai sesabar membujuk rayu ragu

 

Waktu tidak pernah menunggu

Sisanya luka selebihnya semu

Hidup tak lain antrian menunggu maut-Nya

Jikalau dongeng hanyalah alpa pada waktunya

Semua akan berlabuh didermaga abadi

Hanya engkau dan aku sesepi nurani

Menyulam keheningan malam tak bertepi

secangkir pagi betapun harus tetap kopi

menganyam doa melewati sepiring harapan

merembas seperti aroma keringat keiklasan

dicelah semebrak udara yang berkelindan

meracik sungkan menawarkan persahabatan

 

V.

Aiiihhh…..Aiiihhh…..Aima

Subuh pun terkatup disudut gersang

Memanggut masa muda yang lelah usang

Bencana tiada rupa bergegas lepas dipinta

Hanya malam selalu bersembunyi dibalik senja

Sewaktu kegelapan menyediakan ranjang tubuhnya

Bagai burung hantu bersarang menikam pualam

Berhati-hatilah jika bibir bawahmu memerah masam

bertambah rebah ke bawah gelisah

pertanda rasa marah sejenak masih singgah

Singgasana yang teramat agung jika ternoda

Notkah iba disebabkan salah memaknai duka

yang menumpang dideretan huruf sia-sia

 

Sungguhpun begitu tetaplah sulamkan kata-kata

Sebelum musim berganti rupa warna

mengelabuhui angin sepanjang laut diantara gunung

merapatkan dingin salju dendangkan kabar beku

Bukan kotamu yang membayang sepenuh kelu

kesendirian tengah membeberkan pengharapan

menjadi kayu bakar yang mengajarkan cara bertahan

seberapa panas menghantar kabar seluas kehangatan

 

Ketabahan mega-mega menanti gerimis tiba

ketika pintu-pintu menutup gelap semata

dan jendela-jendela terkatup untuk cahaya

keramahan begitu tenang dan lembut suatu ketika

sendiri menyebrangi malam seperanti hati

Kadang sunyi berpelukan gelap merindu hari

melebihi imajinasi mencuri mimpi tanpa permisi

Menikahlah seberkas aksara maya di dunia nyata

ruang niskala tak teraba sengaja mengeja mata

Zuhudkanlah waktumu dicelah zarah menjaga Darma

 

: Selamat pagi yang manis, Aima.

 

Lembah Merapi 2018.

 

*) Bambang J. Prasetya, penulis kelahiran Yogyakarta ini pernah mendapat beberapa penghargaan dibidang Penulisan, Sinematografi, Televisi. Karya sajak, cerpen dan esainya tersebar dalam banyak buku kumpulan antologi. Sampai saat ini masih aktif menjadi Creatif Director, Script Writer, Screenplay, Menulis Esai, Artikel, Prosa Lirik dan Buku. Fasilitator-Supervisior beberapa program kegiatan. Membenamkan diri secara intens berkelanjutan dalam kerja-kerja Media Seni Publik dan aktifitas Sosial Budaya. Berperhatian secara khusus pada permasalahan Kebudayaan dan Perdaban, sebagai suatu rangkaian dari politik keberpihakan terhadap harkat Kehidupan dan Kemanusaiaan. ❑-e

 

[1] Disalin dari karya Bambang J. Prasetya

[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” edisi Minggu 14 Oktober 2018

 

The post “Zuhud Waktu Membatu Dicelah Zarah Aima” appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.

 

via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2QOmVx2

norkandirblog.wordpress.com/2016/12/29/merenungi-sejenak-...

Merenungi Sejenak Biografi Yahya bin Sallam Al-Qairawani

 

Merenungi Sejenak Biografi Yahya bin Sallam Al-Qairawani

Di sini saya akan menukil secara ringkas biografi ahli ilmu dan ahli ibadah ini dari kitab Al-I’lam karya Az-Zarkali atau Az-Zirakli:

 

Dialah Yahya bin Sallam bin Abi Tsa’labah Al-Bashri Al-Kufi Al-Qairawani yang lahir pada 124 – 200 H atau 742 – 815 M. Dia seorang mufassir (ahli tafsir), faqih (ahli fiqih), ahli ilmu hadits dan bahasa yang sempat bertemu sekitar 20 para Tabi’in dan mengambil riwayat-riwayat mereka. Dia lahir di Kufah (Iraq) dan pindah bersama ayahnya ke Bahsrah sehingga dia dinasabkan kepadanya dan tumbuh di sana. Dia juga safar ke Mesir lalu ke Afrika (tepatnya Al-Qairawan) lalu menetap di sana.

 

Dia berhaji di masa tua dan meninggal sepulang dari haji di Mesir. Di antara karya-karyanya adalah Tafsir Al-Qur’an. Imam Ibnul Jazari (Syaikhul Qurra) berkomentar mengenai kitab ini:

 

سكن إفريقية دهرا، وسمع الناس بها كتابه في تفسير القرآن، وليس لأحد من المتقدمين مثله

 

“Dia tinggal di Afrika beberapa masa yang lama dan manusia mendengar pengajaran kitab Tafsirnya dan tidak pernah ada dari ulama-ulama yang terdahulu yang menandinginya.”

 

Di antara karyanya yang lain adalah Al-Ikhtiyarat fil Fiqhi yang disinggung penyebutannya oleh Pengarang Ma’alimul Iman dan Al-Jami.

 

Pujian Ulama Kepadanya

 

Ibnul Jazari berkata:

 

كان ثقة ثبتا ذا علم بالكتاب والسنة ومعرفة باللغة والعربية

 

“Dia orang tsiqah (terpercaya) yang sangat mengilmui Al-Qur’an dan As-Sunnah dan mengilmui Bahasa Arab.”

 

Abul Arab berkata:

 

له مصنفات كثيرة في فنون العلم

 

“Dia memiliki banyak karya dalam berbagai cabang ilmu.”

 

Dengan segala pujian dan karya beliau ini, ternyata dia dilemahkan oleh Imam Ad-Daruquthi dalam masalah hadits, yakni periwayatan haditsnya tidak diterima, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Al-‘Asqalani. Tetapi Ibnu Hibban berkomentar dalam At-Tsiqat, “Terkadang keliru.” Mungkin maksudnya, Ibnu Hibban menilainya tsiqah (terpercaya) hanya saja terkadang keliru.

 

Sejenak Merenung

 

Tatkala kita membaca di awal biografi beliau, kita terkagum akan keilmuan sang imam ini apalagi ditambah pujian beberapa ulama terhadapnya. Saya sendiri sebelum membaca biografinya pernah membaca kitabnya:

 

التصاريف لتفسير القرآن مما اشتبهت أسمائه وتصرفت معانيه

 

Lalu saya terkagum dengan kandungan kitab ini yang membahas sisi makna kata dalam Al-Qur’an. Misalkan kata Al-Huda memiliki 17 arti dalam Al-Qur’an lalu beliau sebutkan penguat-penguatnya dari ayat-ayat Al-Qur’an.

 

Begitulah kedalaman dan kafaqihan imam ini. Namun, bersamaan dengan ini beberapa ahli hadits menilainya sebagai perawi dhaif (lemah) sehingga hadits-hadits periwayatannya tertolak. Jika dibandingkan dengan para perawi Al-Bukhari dalam kitab As-Shahih tentu sangat jauh sisi ketsiqahan dan keilmuannya. Para perawi Kitab As-Shahih ini begitu hebat dan istimewa dari sisi keilmuan, kezuhudan, ibadah, kewaraannya. Apalagi, jauh sekali jika dibandingkan dengan diri kita. Adakah di antara manusia zaman sekarang yang menyamai Yahya bin Sallam dalam keilmuan seperti ini? Adakah orang zaman sekarang yang menyamainya dalam pujian ulama kepadanya? Sungguh hampir tidak ada, atau bahkan memang tidak ada!

 

Dari sini, kita bisa mengambil sebuah pelajaran besar dan berharga: jika demikian keadaannya maka kedudukan Mu’awiyah bin Abi Sufyan jauh lebih hebat dan istimewa karena semua ahli hadits menilainya tsiqah dan tidak ada satu pun kitab hadits yang tidak mau mengambil riwayat dari shahabat mulia ini. Ini berbeda dengan sikap sebagian orang yang suka mencela dan memaki shahabat ini atas peperangan yang terjadi antara dirinya dengan Ali bin Abi Thalib dalam perang Shiffin.

 

Saat kita membaca biografi para ulama-ulama tsiqah lainnya semisal Sa’id Ibnul Musayyid, Ibnul Mubarak, Sufyan Ats-Tsauri, Abu Hanifah, Malik, Syafii, Ahmad, Ishaq bin Rahawaih, At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah, Al-Baihaqi, dan lainnya kita jadi mengerti akan kedudukan mereka dalam ilmu, ibadah, zuhud, dan wara. Binasalah orang yang mencela mereka dan beruntunglah orang yang memuji mereka dan mengetahui kadar dirinya sendiri.

   

Surabaya, Januari 2016

 

Abu Zur’ah Ath-Thaybi

   

Nor Kandir

 

Artikel norkandirblog.wordpress.com

 

Nasehat Emas Berkata al-Imam Sufyan Ats-Tsaury -rahimahullah ta'ala-: "Berhati-hatilah engkau dari segala sebab yang bisa merusak pahala amalanmu. Karena sesungguhnya yang bisa merusak amalanmu adalah RIYA'. Jika kamu (selamat) dari riya' maka hati-hatilah dari 'UJUB atas dirimu. Yaitu, engkau berpikir bahwa, "engkau lebih afdhal dari saudaramu yang lain". Padahal, boleh jadi kamu tidak memperoleh dari amalan sebagaimana yang diperoleh dirinya. Dan boleh jadi dia lebih wara' (berhati-hati/menjaga diri) dibanding kamu dari segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah. Bisa jadi pula dia lebih suci amalannya dibandingkan denganmu. Dan jika kamu (selamat)/tidak 'ujub akan dirimu. Maka, berhati-hatilah engkau dari menyukai/senang untuk dipuji oleh manusia. Demikian pula kamu senang agar orang-orang memuliakanmu karena amalanmu tersebut. Kamu juga menghendaki agar memiliki kedudukan yang mulia di hati mereka. Demikian pula kamu inginkan dengan itu, agar bisa memenuhi beragam kebutuhan yang kamu tuntut dari mereka. Padahal, semestinya yang kamu niatkan dari amalanmu adalah (kebaikan) negeri akhirat kelak. Bukan selainnya. Maka cukuplah (sebagai peringatan) dengan banyak mengingat mati. Zuhud terhadap dunia serta hanya mengharapkan akhirat. Dan cukuplah (sebagai peringatan) agar menjaga diri dari panjangnya angan-angan, sedikit rasa takut (kepada Allah), dan berani berbuat maksiat. Dan cukuplah (sebagai kerugian) seseorang dengan banyak berduka dan menyesal di hari kiamat. Yaitu, barangsiapa yang mengilmuinya namun tidak mengamalkannya." Hilyatul Auliya' (6/391) أصحاب السنة Ashhaabus Sunnah #ArsipLama #Repost #nasehat #emas #renungan #mutiarasalaf #quote #istiqomah #salaf #islam #sunnah #happyislam #WSI via Instagram ift.tt/1JblxQb

kiriman : idris

idris212@yahoo.com

 

KH.Muhammad Dimyati yang biasa

dipanggil dengan Buya Dimyati

merupakan sosok Ulama Banten

yang memiliki karismatik, beliau

lahir sekitar tahun 1952 anak

pasangan dari H.Amin dan Hj.Ruqayah. Sejak kecil Buya

Dimyati sudah menampakan

kecerdasannya dan

keshalihannya, beliau belajar dari

satu pesantren ke pesantren

lainnya mulai dari Pon-pes Cadasari, kadupeseng

Pandeglang,ke Plamunan hingga

ke Pleret Cirebon. Buya Dimyati sosok ulama yang

cukup sempurna dalam

menjalankan perintah agama,

beliau bukan saja mengajarkan

dalam ilmu syari’ ah tapi juga menjalankan kehidupan dengan

metode bertashauf, tarekat

yang di anutnya tarekat

Naqsabandiyyah Qodiriyyah. Maka

wajar jika dalam perilaku sehari-

hari beliau penuh tawadhu’ ,istiqomah ,zuhud dan ikhlas. Banyak dari beberapa

pihak maupun wartawan yang

coba untuk mempublikasikan

kegiatannya di pesantren selalu

di tolak dengan halus oleh Buya

Dimyati begitupun ketika beliau di beri sumbangan oleh para

pejabat beliau selalu menolak dan

mengembalikan sumbangan

tersebut, hal ini pernah dialami

ketika Buya Dimyati di beri

sumbangan Oleh Mba Tutut ( Anak Mantan presiden

Soeharto) sebesar 1 milyar

beliau mengembalikannya. Buya Dimyati merintis pesantren

di desa Cidahu Pandeglang

sekitar tahun 1965 beliau

banyak melahirkan ulama-ulama

ternama seperti Habib Hasan bin

ja”far assegaf yang sekarang memimpin Majlis Nurul Musthofa di

Jakarta dan masih banyaklagi

murid-murid beliau yang

mendirikan pesantren. Tanggal 3 october 2003 tepat

hari jum’ at dini hari Kh.Muhammad Dimyati dipanggil

oleh Alloh SWt

keharibaannya.Banten telah

kehilangan sosok ulama yang

karismatik dan tawadhu’ yang menjadi tumpuan berbagai

kalangan masyarakat untuk

dimintai nasihatnya bukan hanya

dari masyarakat Banten saja

tapi juga umat islam pada

umumnya.Beliau di maqomkan tak jauh dari rumahnya di Cidahu

Pandeglang hingga kini maqom

tersebut selalu ramai dikunjungi

oleh para peziarah dari berbagai

daerah di tanah air.

Botanists rely heavily on networking and personal contacts. I was fortunate to work with Indonesian Rafflesia team headed by Pak Ervizal Zuhud of Universitas Pertanian Bogor (far left) . Jamili Nais is in my right

I like this photo,,, he just like a Master in this pic. although he`s only low profile n Zuhud person...

 

gmbar yg pling jadk stakat nie.. hehe...

ikutlah resmi padi, semakin berisi semakin tunduk. Semakin berilmu, semakin warak, semakin zuhud, semakin takut kepada Allah dan semakin banyak beribadat kepadanya.

Siapa yang bertambah ilmunya tetapi tidak bertambah zuhudnya, sesungguhnya dia telah bertambah jauh dari Allah” Riwayat Ad-Dailami dari Sayyidina Ali KRMWJ.

 

Ref : nasbunnuraini.wordpress.com/2007/06/15/ikutlah-resmi-padi/

 

Buku Islamiah www.bukuislamku.com

toko buku islam online|islamic bookstore

Beliau no.1

 

Beliau adalah anugerah terbaik. InsyaAllah, TGNA is my living role model....

Missed focus but I like it, how about you?

Ketahuilah bahwa rasa syukur merupakan tingkatan tertinggi, dan ini lebih tinggi daripada kesabaran, ketakutan (khauf), dan keterpisahan dari dunia (zuhud). – Imam al-Ghazali

Berakhlak tinggi, pemurahnya sangat ketara, sangat menjaga syariat Tuhannya. Berani memberi nasihat atau menegur kepada siapa sahaja sekalipun raja. Dengan rezeki sangat tawakkal kepada Tuhannya. Zuhud dengan dunia, sekalipun kaya. Kasih sayangnya sangat ketara.Ramah dan mesra jadi budaya hidupnya. Ibadahnya banyak, khusyuk pula, sangat berdisiplin hidupnya. Sangat menghormati tetamunya

Mereka memberi ilmu tidak dikenakan upahnya, kalau orang memberi tidak pula menolak. Percakapannya bak mutiara sangat berharga. Tidak ada yang sia-sia, orang-orang jahil didoakannya. Mereka adalah suri teladan manusia di zamannya. Orang ramai sangat menghormatinya kerana mulia keperibadiannya. Mereka itulah yang dikatakan ulamak pewaris Nabi.

   

"Muka Zuhud & Tawadduk Jawatankuasa Baru"

1 3 4 5 6 7