View allAll Photos Tagged zuhud
TANDA-TANDA ZUHUD. Berkata Imam Al-Fudhoil bin ‘Iyadh rohimahulloh: ﻋﻼﻣﺔ ﺍﻟﺰﻫﺪ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺱ ، ﺃﻥ ﻻ ﺗﺤﺐ ﺛﻨﺎﺀ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻴﻚ ، ﻭﻻ ﺗﺒﺎﻟﻲ ﺑﻤﺬﻣﺘﻬﻢ ، ﻭﺇﻥ ﻗﺪﺭﺕ ﺃﻻ ﺗﻌﺮﻑ ﻓﺎﻓﻌﻞ ، ﻭﻻ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻻ ﺗﻌﺮﻑ ، ﻭﻣﺎ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻻ ﻳﺜﻨﻰ ﻋﻠﻴﻚ ، ﻭﻣﺎ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﻣﺬﻣﻮﻣﺎ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺇﻥ ﻛﻨﺖ ﻣﺤﻤﻮﺩﺍً ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ. “Tanda-tanda zuhud terhadap dunia dan terhadap manusia ialah: engkau tidak suka manusia memuji diri engkau, dan engkau tidak perduli dengan cercaan mereka, dan jika engkau mampu untuk tidak dikenal maka lakukanlah, karena tidak ada dosa bagi engkau untuk tidak dikenal, dan tidak ada dosa bagi engkau untuk tidak dipuji atasmu, DAN TIDAK ADA DOSA BAGI ENGKAU UNTUK MENJADI TERCELA DI HADAPAN MANUSIA JIKA ENGKAU TERPUJI DI SISI ALLAH.” . . Hilyatul Awliya, Abu Nu'aim (8/90). . Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh عَفَا اللّٰهُ عَنْهُ. WA Ahlus Sunnah Karawang | ift.tt/1uO6u5u Diarsipkan oleh Happy Islam ift.tt/1JJ1Nyd Sep 15th, 2015 #zip #ahlussunnah #salafy #zuhud #faedah #fawaid #happyislam #nasehat #salafy #islam #quran #sunnah #quote #kutipan #katamutiara #quotes via Instagram ift.tt/1l27Asj
Kisah Misteri Hantu Wanita yang Mengungkap Kasus Pembunuhan Dirinya
Kisah Misteri Hantu Wanita yang Mengungkap Kasus Pembunuhan Dirinya.
Kejadian ini sudah terjadi cukup lama, tepatnya pada tahun 1897. Saat itu,
Elva Zona Heaster Shue ditemukan tewas oleh seorang anak laki-laki
tetangganya dalam keadaan yang tidak wajar.
Kepalanya miring, kedua kakinya lurus, satu tangannya tergeletak di samping
tubuhnya, sementara tangan yang lain berada di dada. ak berapa lama
kemudian, seorang dokter, George W. Knapp datang untuk memeriksa keadaan
Elva.
Namun saat dia datang, suami Elva sudah datang, memandikan, dan
mendandaninya dengan baju berkerah tinggi. Saat Knapp akan mengautopsi
mayat Elva, suaminya memeluk kepala perempuan itu dan terus menangis.
Hingga akhirnya Knapp tak bisa melakukan autopsi dan memutuskan bahwa
kematian Elva Shue dikarenakan oleh komplikasi kehamilan.
Mayat Elva dibawa untuk dikebumikan di rumah masa kecilnya. Selama proses
pemakaman suami Elva bertingkah aneh. Dia terus saja mengutak-atik mayat
Elva. Mengenakan pakaian tak wajar sebagai gaun pemakamannya. Dia
mendandani Elva dengan baju berkerah tinggi dan syal. Kemudian menutup
kepala Elva dengan kain dan menutupi wajahnya. Dia juga menaruh bantal
serta gulungan kain di bawah kepala Elva. Semua orang heran, namun hanya
menganggapnya sebagai keanehan yang wajar karena suami Elva sedang dalam
masa berkabung.
Semua orang tak menaruh curiga, kecuali ibu Elva, Mary Jane Heaster. Sejak
lama dia sudah tidak menyukai suami Elva. Dia yakin bahwa pria itu membunuh
putrinya. Setiap hari dia selalu berdoa agar Elva kembali dari kematian dan
menunjukkan kebenaran tentang kematiannya.
Doanya terkabul. Hantu Elva mendatanginya selama empat malam berturut-turut
untuk menceritakan kejadian yang menyebabkan kematiannya. Dia mengatakan
bahwa suaminya, Shue, dengan kejam menganiayanya karena dia tidak membuat
masakan daging untuk makan malam. Shue telah mematahkan lehernya, hingga
kepalanya terbalik. Setelah itu, hantu Elva pun menghilang sambil terus
melihat ibunya.
Mary Jane pun segera mendatangi jaksa penuntut di kota, John Preston, dan
meminta kasus kematian anaknya kembali diselidiki. Tak jelas apakah Preston
mempercayai cerita hantu yang dikatakan oleh Mary Jane, namun Preston
segera menemukan kejanggalan-kejanggalan dalam kematian Elva ketika dia
mulai mencari fakta-fakta yang ada.
Akhirnya Preston membuka kasus kematian Elva kembali dan mengautopsi tubuh
mayat itu. Di lehernya ditemukan bekas tangan yang menunjukkan bahwa Elva
telah dicekik. Lehernya patah dan hancur hingga terbalik, sama seperti yang
diceritakan oleh Mary Jane.
Namun tak ada bukti bahwa pembunuhnya adalah suami Elva sendiri. Untuk itu
Preston terus menyelidiki kasus ini dan mulai menggali masa lalu Shue. Pria
ini pernah dua kali menikah sebelum akhirnya menikahi Elva. Istri
pertamanya meminta cerai, sementara istri keduanya mengalami kematian yang
misterius. Shue pernah dipenjara karena mencuri kuda. Sementara selama
dalam tahanan dia pernah berencana untuk menikahi tujuh wanita. Masa lalu
Shue yang tidak bagus ini sudah memberikan cukup bukti bagi Preston.
Setelah itu, kasus kembali dibuka. Shue dibawa ke pengadilan dengan tuduhan
telah membunuh istrinya. Preston berusaha menghindari isu mengenai hantu
Elva yang mendatangi ibunya karena ini akan dianggap tidak sah oleh
pengadilan. Namun pada akhirnya masyarakat mempercayai cerita ibu Elva, dan
Shue dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Bisa saja cerita hantu ini hanya karangan Mary Jane, ibu Elva, namun bisa
juga hantu Elva benar-benar datang dan menceritakan semuanya. Apapun itu,
faktanya adalah semua bukti yang didapatkan oleh ibu Elva melalui mimpinya
terbukti benar, dan suami Elva telah dijatuhi hukuman sesuai kejahatannya.
///////////////////////////////////////////
Inilah 9 Sejarah Penemuan Hebat yang Terjadi secara Tidak Sengaja
Posted: 06 Jun 2013 01:15 AM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/bhkpWfIzGQ4/inilah-9...
9 Sejarah Penemuan Hebat yang Terjadi secara Tidak Sengaja. Ternyata tidak
semua penemuan diciptakan dari hasil penelitian bertahun-tahun dan
dilakukan dengan serius. Ada beberapa penemuan yang tercipta dengan tidak
sengaja.
Tak sedikit ilmuwan, peneliti bahkan rakyat jelata yang bisa menemukan
barang hebat karena ketidaksengajaan?
Mereka bisa menciptakan penemuan yang berguna sampai sekarang karena faktor
kecelakaan. Misalnya karena kehabisan bahan, bahkan lupa cuci tangan. Simak
sembilan penemuan yang tak terduga dilansir Reader Digest Asia.
Sejarah Penemuan Korek Api
Pada tahun 1826, seorang apoteker bernama John Walker secara tak sengaja
menemukan korek api yang dibuat dari logam putih antimony sulfida dan
dicampur dengan zat kimia potassium chlorate, getah pohon, serta kanji.
Walker menggunakan kayu untuk mencampur zat-zat kimia itu, sehingga
timbullah api yang membakar kayunya.
Sejarah Asal Usul Penemuan Penisilin
Pada tahun 1928, ilmuwan Skotlandia bernama Alexander Fleming menutup
laboratorium dan meninggalkan peralatan kerja berupa cawan yang dibiarkan
selama dua minggu liburan.
Saat kembali, ia menemukan sejumlah jamur (fungus) yang aneh telah ada dan
berkembang biak di dalam salah satu cawan kaca.
Jamur inilah yang dikemudian hari setelah melalui penelitian lebih lanjut
disebut penisilin, suatu obat antibiotik yang paling banyak digunakan
manusia hingga saat ini.
Sejarah Penemuan Velcro
Pada awal tahun 1950, Insinyur Swiss bernama George de Mestral berjalan
melewati pedesaan. Dalam perjalanannya itu dia mengalami kesulitan saat
harus melepas rontokan bunga thistle pada bajunya.
Kemudian dia melakukan penelitian dengan menggunakan mikroskop dan
mempelajari rontokan thistle. Di sana dia menemukan apa yang membuat
tumbuhan itu lengket dan muncullah produk velcro.
Asal Usul Sejarah Viagra
Pada tahun 1992, laki-laki di desa Welsh dari Merthyr Tydfil sedang menguji
sildenafil, obat aktif yang kini ada dalam Viagra. Awalnya, obat itu
dimaksudkan untuk membantu menurunkan tekanan darah dan nyeri dada akibat
penyakit jantung.
Tapi pasien tersebut malah tidak ingin menggunakan obat ini lagi, karena
membuat ereksi lebih kencang.
Asal Usul Penemuan Pemanis Buatan
Peneliti yang bekerja di John Hopkins University, Constantine Fahlberg
menemukan pemanis buatan pada 1879 karena dia lupa untuk mencuci tangan
sebelum makan malam. Ketika dia mengambil sepotong roti, dia menemukan
rasanya sangat manis. Ternyata hal itu disebabkan tangannya ditumpahi
sejenis bahan kimia di laboratoriumnya yang kemudian diberi nama sakarin.
Sejarah Asal Usul Vaseline
Robert A. Cheesebrough, pria 22 tahun asal Brooklyn bekerja di ladang
minyak Pennsylvania. Suatu hari dia menemukan suatu cairan minyak yang
biasanya disebut sebagai salah satu bahan batang lilin.
Dia melihat bahwa bahan tersebut dapat menyembuhkan luka pada kulit
manusia. Setelah melakukan penelitian, Robert berhasil mengekstrak
petroleum jelly yang akhirnya menjadi bentuk awal dari vaseline. Robert pun
menjadi kaya dengan hasil penemuannya itu.
Sejarah Penemuan Teh
Ribuan tahun sebelum Inggris Bisa mengklaim sebagai minuman favorit panas
mereka, seorang kaisar Cina bernama Shen Nung merebus air. tanpa sengaja
daun teh yang ada di kebun Kaisar jatuh dalam air panas yang sedang
dimasak. Ketika daun tersebut terseduh dengan air panas, aroma sedap teh
yang muncul membuat dia tergoda untuk meminumnya.
Menurut Kaisar, minuman tersebut dapat menyembuhkan berbagai macam
penyakit. Sejak saat itu, teh menjadi populer di seluruh China.
Asal Usul Sejarah Keripik Kentang
u mengeluh karena kentang goreng terlalu tebal dan basah. Lalu kepala koki,
George Crum memutuskan untuk menggoreng kentang dengan irisan yang sangat
tipis dan digoreng dalam minyak goreng yang banyak.
Awalnya kentang goreng tersebut terlalu tipis untuk ditusuk dengan garpu.
Namun setelah melakukan berbagai percobaan, hasilnya menjadi keripik
kentang seperti yang kita makan saat ini dan disukai banyak orang.
Sejarah Asal Usul Chocolate chip cookies
Pada awal 1930-an, Ruth Wakefield, pemilik penginapan, Massachusetts,
kehabisan cokelat leleh untuk membuat makanan.
Akhirnya ia mengambil cokelat batangan cokelat yang dihancurkan kecil-kecil
dan dilempar ke dalam oven. Ia berharap cokelat itu akan mencair. Ternyata
yang dihasilkan justru cokelat itu menggumpal kecil-kecil. Resep tersebut
akhirnya dibeli Nestle.
///////////////////////////////////////////
Contoh Khutbah Jumat tentang Maulid Nabi Muhammad SAW
Posted: 05 Jun 2013 09:53 PM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/91xkXZtVUog/contoh-k...
Khutbah Jumat tentang Maulid Nabi Muhammad SAW. Hari ini, semua umat muslim
di berbagai penjuru dunia telah memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad
SAW. Nah. Sehubungan dengan hal tersebut, pada kesempatan ini Dunia Baca
dot Com akan berbagi Contoh Khutbah Jumat atau Ceramah tentang Peringatan
Maulid Nabi Muhammad SAW.
Langsung saja Anda simak ulasannya berikut ini. Contoh Khutbah Jumat Maulid
Nabi, Oleh KH Abdurrahman Navis Lc, seperti dilansir dari sumber yang
tercantum di akhir khutbah ini.
الْحَمْدُ للهِ شَرَّفَ الأَنَاَمَ بِصَاحِبِ الْمَقَامِ الأعْلَى. وَكَمَّلَ
السُّعُوْدَ بِأَكْرَمِ مَوْلُوْدٍ. أَشْهَدُ أنْ لاإلهَ إلاّ اللهُ وَحْدَهُ
لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
الْمَبْعُوْثُ بِالْحُجَّةٍ الَبَالِغَةِ وَحُسْنِ الْبَيَانِ. أللّهُمَّ
صَلِّي وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِ
أجْمَعِيْنَ. أمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ أًوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي
بِتَقْوَى اللهِ وَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلا تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah
Dalam kesempatan yang mulia ini marilah kita tadzakkur dan tafakkur,
mengingat segala apa yang kita amalkan selama ini dan berusaha meningkatkan
keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dalam arti kita berusaha
melaksanakan segala usaha yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala yang
dilarang-Nya.
Marilah kita tinggalkan sejenak tugas-tugas duniawiyah, pekerjaan di
kantor, bisnis dan perdagangan, untuk masuk masjid melaksanakan sholat
Jumat,untuk dzikrullah, ingat kepada Allah SWT.Semoga dengan demikian kita
termasuk golongan orang-orang yang tidak lalai ingat kepada Allah, walaupun
kita disibukkan dengan aktivitas jual beli dan perdagangan. Semoga kita
semua dijadikan oleh Allah SWT sebagai hamba Allah yang muttaqin dan husnul
khatimah. Amin.
Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah
Di bulan Rabi’ul Awwal yang lebih dikenal dengan bulan maulid atau bulan
kelahiran Nabi Muhammad SAW, tepatnya tanggal 12 rabi’ul awwal, biasanya
kaum muslimin merayakan peringatan mauld Nabi Muhammad SAW, baik dirumah
dengan mengundang tetangga dan handai taulan. Atau diadakan oleh lembaga,
organisasi, masyarakat kampung dengan bentuk pengajian umum dan ceramah,
ada juga dengan bakti sosial, khitanan masal, dan bentuk amal-amal sholeh
yang lain.Yang menjadi pertanyaan, pernakah nabi Muhammad merayakan
peringatan maulidnya? Dan sejak kapankah diadakan dan untuk apa? Lalu
bagaimana hukumnya mengadakan peringatan mauled Nabi Muhammad SAW?
Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah
Jika menelusuri sejarah, ternyata Nabi Muhammad SAW belum pernah merayakan
hari ulang tahunnya dengan upacara dan acara. Rasulullah memperingati
kelahirannya dengan berpusa. Suatu ketika Nabi Muhammad ditanya: ”Wahai
rasul, mengapa engkau berpuasa hari Senin?” Rasul menjawab: “Pada hari
Senin itu aku dilahirkan.” Dengan demikian Nabi Muhammad merayakannya denga
puasa yang kemudian di masyarakat kita dikenal dengan puasa weton (puasa
kelahiran).
Namun sejarah tidak pernah mencatat Rasulullah merayakan maulid dengan
mengundang orang lain untuk bacaan shalawat, untu bacaan berberzanjian,
dibaan dan pengajian umum.Nah, apakah kalau Nabi Muhammad SAW sahabat tidak
pernah mengadakan peringatan maulid ini berarti mengada-ngada, dan apakah
termasuk bid’ah?Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullahMari kita
mengkaji hukum peringatan mauled Nabi Muhammad SAW.
Dalam sebuah kitab yang ditulis oleh Imam Jalaluddin as-Suyuthi yang
berjudul Husnul Maqasid fil Amal al-Mawalid. Beliau menjelaskan bahwa di
zaman Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin memang belum diadakan peringatan
dalam bentuk upacara, shalawatan dan pengajian tentang maulid Nabi,
sehingga ada sebagian kaum muslimin yang tidak mau memperingati kelahiran
dengan bentuk upacara itu.Jadi, kapan peringatan kelahiran Nabi ini mulai
dilaksanakan?
Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah
Sejarah menyebutkan bahwa sejak Islam berjaya dengan menaklukan romawi,
Persia bahkan Eropa, banyaklah orang non muslim masuk Islam, termasuk
orang-orang salib dari Eropa. Baik karena sukarela ataupun karena terpaksa.
Hal ini menimbulkan dendam kaum Nasrani, akhirnya mereka membalas dendam
dengan menjajah Timur Tengah. Maka berkobarlah perang salib. Kaum kafir
membunuh orang islam, merampas kekayaan, dijauhkan dari Islamnya, dijauhkan
dari Nabinya, dijauhkan dari sejarah kejayaan Islam. Yang ditampilkan oleh
penjajah di hadapan kaum muslimin adalah tokoh-tokoh kafir, tokoh-tokoh
fiktif sehingga rusaklah moral anak-anak muda, hancurlah kejayaan kaum
muslimin, hilang keteladanan, hingga tidak kenla kehebatan Islam.
Melihat kondisi umat yang terpuruk dan semakin jauh dari Islam, serta tidak
punya semangat memperjuangkan agamanya, para ulama’ dan tokoh Islam mencari
solusi bagaimana membangkitkan keislaman kaum muslimin dan melepaskan diri
dari cengkraman tentara salib.Di antaranya seorang raja yaitu Al-Malik
Mudhaffaruddin (Raja Himsiyyah), mengundang para ulama’ dan masayikh ke
istana untuk bermusyawarah, bagaimana membangkitkan semangat umat Islam,
membebaskan diri dari penjajah, serta menanamkan kecintaan anak muda dan
muslimin kepada Rasulullah, sehingga mau menteladani beliau.
Dari musyawarah ulama tersebut akhirnya ada yang mengusulkan agar diadakan
peringatan peristiwa bersejarah dalam Islam, diantaranya dengan peringatan
maulid Nabi Muhammad SAW, yang kemudian dikampanyekan dengan besar-besaran,
mengundang para penyair agar menulis syair pujian kepada Nabi, serta para
ulama dan mubaligh yang bertugas menceritakan sejarah Nabi.Al-Malik
Mudhaffaruddin menanggapi usulan ini dengan antusias. Tetapi ada yang tidak
setuju, dengan alasan kerena peringatan seperti itu tidak pernah dikerjakan
oleh Nabi, dan itu berarti itu bid’ah.
Menanangapi ketidak setujuan mereka, akhirnya dijawab oleh ulama’ yang
hadir, bahwa dalam penjelasan tentang bid’ah itu tidak semua sesat. Menurut
Imam al-Iz Abdussalam, Ibnu Atsar menjelaskan bahwa ada bid’ah dholalah dan
bid’ah hasanah. Bid’ah dholalah (sesat) adalah bid’ah yang tidak ada dasar
hukummnya dan tidak ada perintah sama sekali dari syariat, sedangkan bid’ah
hasanah adala suatu amalan yang dasar perintahnya sudah ada dari
Rasulullah, namun teknisnya tidak diatur langsung dan itu bukan temasuk
ibadah mahdah muqayyadah (ibadah murni yang telah ditentukan tata caranya).
Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah
Seperti sering dijelaskan bahwa ibadah itu ada dua macam. Pertama, ibadah
mahdah muqayyadah yaitu ibadah murni yang tata caranya terikat dan tidak
boleh diubah, karena perintah dan teknis pelaksanaannya contohkan langsung
oleh Rasulullah, seperti shalat dan haji yang harus sesuai dengan apa yang
dicontohkan oleh Rasul.Kedua, ibadah muthalaqah ghoiru muqayyadah, yaitu
ibadah mutlaq yang tata caranya tidak terikat, perintahnya ada sedangkan
teknis pelaksanaannya terserah masing-masing orang. Seperti berdzikir,
perintahnya sudah ada namun teknisnya tidak ditentukan sebagaiman firman
Allah:
فَاذْكُرُواْ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِكُمْ
Yang artinya: ”Berdzikirlah kalian dalam keadaan berdiri duduk, dan
berbaring. (QS an-Nisa)
Dzikir merupakan perintahnya, sedangakan teknisnya terserah kita, duduk,
berdiri, berbaring dirumah, dimasjid sendirian, bersama-sama, suara pelan
ataupun dengan suara keras tidak ada batasan-batasan, tergantung kepada
situasi dan kondisi asal tidak melanggar ketentuan syariat.Membaca shalawat
juga diperintahkan sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
Yang Artinya: ”Sesungguhnya Allah dan malaikat bershalawat kepada Nabi. Hai
orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepada Nabi dan ucapkanlah
salan penghormatan kepadanya.” (QS al-Ahzab56).
Perintah membaca shalawat ada sedangkan teknisnya terserah kita. Boleh
sholawat yang panjang, pendek, prosa, maupun syair, yang penting
bershalawat kepada rasullullah. Hal ini termasuk juga berdakwah, Allah
berfirman dalam Al-Qur’an:
ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ
Yang artinya: ”Serulah (manausia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik.” (QS an-Nahl 125)
Berdakwahlah kamu ke jalan Allah dengan cara hikmah dan mauidzah hasanah
atau wejangan yang baik. Perintahnya ada sedangkan teknis pelaksanaannnya
terserah kita, boleh dalam bentuk pengajian umum, pengajian rutin di
masjid, ataupun media TV, radio, koran, majalah,diskusi, maupun seminar.
Semuanya dipersilakan, yang penting momentum dan misinya adalah dakwah.
Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah
Peringatan Maulid Nabi yang diisi dengan pembacaan shalawat kepada Rasul,
pengajian umum, ceramah tentang kesadaran terhadap islam, membaca sejarah
Nabi, amal saleh, bakti sosial, khitanan massal dan lain-lain itu merupakan
ibadah mutlaqah ghairu muqayadah atau ibadah yang mutlaq dan tidak terikat
tata caranya dimana perintahnya ada sedangakan pelaksanaannya terserah kita.
Maka dengan demikian mengadakan peringatan Maulid Nabi yang diisi dengan
pembacaan shlawat, pengajian umum dan perbuatan yang baik bukan termasuk
bid’ah dlalalah, tapi tapi merupakan amrum muhtasan, yaitu “sesuatu yang
dianggap baik” dan kalau kalau dilakukan secara ikhlas karena Allah maka
akan mendapatka pahala dari Allah SWT.
Demikian juga Sayyid Alwi Al-Maliki al-Hasani menjelaskan dalam kitab
Mukhtashar Sirah Nabawiayah: “Bahwa memperingati Maulid Nabi bukan bid’ah
dlalalah, tapi sesuatu yang baik”. Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at
rahimakumullahAkhirnya para ulama yang hadir bersama Al-Malik
Mudhaffaruddin dalam pertemuan itu memutuskan bahwa peringatan Maulid Nabi
Muhammad itu boleh.
Kemudian Al-Malik Mudhafar sendiri langsung menyumbang 100 ekor unta dan
sekian ton gandum untuk mengadakan peringatan maulid Nabi muhammad SAW.
Setiap daerah diundang penyair untuk membuat syair pujian dan shalawat
kepada Nabi muhammad. Kitab-kitab yang tersisa hingga sekarang di antaranya
yang dikarang oleh Syeikh al-Barzanji dan Syeikh Addiba’i.Ternyata dengan
diadakannya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sangat efektif untuk
menyadarkan kaum Muslimin cinta kepada Rasul, sehingga seorang pemuda
bernama Shalahudin Al-ayyubi menggalang anak-anak muda, dilatih fisiknya,
disadarkan cinta Rasul, diajak membebaskan diri dari penjajahan tentara
salib. Akhirnya, laskar Islam bersama panglima Shalahudin al-Ayyubi, bisa
memenangkan perang salib pada tahun 580 H.
Sejak tahun itulah peringatan Maulid Nabi SAW diadakan oleh negara muslim
lainnya.Mudah-mudahan dengan peringatan Maulid Nabi hati kita semakin cinta
kepada Rasulullah SAW. Dengan cinta kepada Rasulullah kita akan
melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya dan kita termasuk orang
yang menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Sebagaimana sabda beliau yang
artinya: “Orang-orang yang telah menghidupkan sunnahku maka dia berarti
cinta kepadaku, dan orang-orang yang cinta padaku nanti akan bersamaku
disurga.” Semoga kita dikumpulkan bersama Rasulullah SAW kelak disurga
nanti. Amiin, ya rabbal alamin.
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَنِ الرَّجِيْمِ. بِِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ
الرَّحِيمِ. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَر
أقُوْلُ قَوْلِي هَذا وَأسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ لَِيْ وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ
Pembaca, itulah sedikit contoh khutbah jumat tentang peringatan maulid Nabi
Muhammad SAW. Semoga bermanfaat.
///////////////////////////////////////////
Inilah Cara Mengobati Gigitan Nyamuk pada Balita
Posted: 05 Jun 2013 06:45 PM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/AnIAHZ8dNTA/inilah-c...
Tips Cara Alami Mengobati Gigitan Nyamuk pada Balita. Gigitan nyamuk adalah
masalah kulit yang umum pada balita. Anak Anda mungkin tidak menyadarinya
bahwa gigitan serangga yang gatal akan menjadi parah.
Gigitan nyamuk bisa menyebabkan peradangan pada kulit sehingga menjadi
merah, bengkak dan gatal. Memasang kelambu adalah salah satu cara untuk
mencegah balita dari gigitan nyamuk. Tetapi, Anda tentu tidak bisa
membawanya sepanjang waktu, ketika anak berada di luar rumah.
Berikut adalah pengobatan alami untuk mengobati gigitan nyamuk pada balita,
seperti yang dilansir di Boldsky.
Oleskan lotion atau krim kalamin yang memiliki efek anti-gatal untuk
mencegah rasa gatal setelah digigit serangga.
Jika anak mulai merasa gatal, oleskan lagi krim atau lotion kalamin untuk
mencegah anak menggaruk bentol bekas gigitan nyamuk.
Setelah digigit nyamuk, gatal bisa menjadi sangat menjengkelkan. Kompres
bekas gigitan dengan air untuk menyingkirkan rasa gatal dan mengobati bekas
gigitan nyamuk secara alami. Gosokkan es batu pada bekas gigitan nyamuk
untuk meredakan rasa gatalnya.
Cuci bekas gigitan nyamuk dengan sabun dan biarkan kering. Jangan gunakan
handuk! Hal itu membuat anak tidak tahan menggaruk. Jadi, biarkan udara
yang mengeringkannya.
Campur soda kue dan air dingin. Kemudian cuci bekas gigitan nyamuk dengan
ramuan tersebut. Ini adalah obat yang paling umum untuk mengobati gigitan
nyamuk pada balita.
.
Jika balita demam atau dingin 23 hari setelah gigitan nyamuk,
berkonsultasilah dengan dokter. Kadang-kadang, nyamuk juga bisa berbahaya.
Pembaca, itulah beberapa tips dan cara mengobati gigitan nyamuk khususnya
untuk balita. Dan jangan lupa, berikan balita Anda pakaian yang tertutup
agar terbebas dari gigitan nyamuk. Tutup jendela dan pintu dengan kelambu
untuk mencegah nyamuk masuk. Semoga bermanfaat.
///////////////////////////////////////////
Selain Vitamin D, Inilah Manfaat Lain Sinar Matahari untuk Kesehatan
Posted: 05 Jun 2013 03:36 PM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/NEADUDaBQCs/selain-v...
Manfaat Sinar Matahari bagi Kesehatan. Vitamin D adalah salah satu nutrisi
penting yang dibutuhkan tubuh. Anda pun bisa mendapatkannya secara mudah
dan murah dari sinar matahari.
Namun tahukah Anda, selain vitamin D, ada banyak manfaat kesehatan lain
dari sinar matahari. Apa saja? Simak selengkapnya seperti yang dilansir
dari Medical Daily berikut ini.
Tidur nyenyak
Seberapa banyak tubuh terkena sinar matahari ternyata memengaruhi ritme
kardiak tubuh. Ritme tersebut termasuk fisik, mental, dan perilaku. Demi
menjaga ritme kardiak agar tetap seimbang, jangan ragu menghabiskan waktu
di luar rumah.
Selain itu, jangan berdiam diri di tempat gelap di siang hari. Sebab
kekurangan cahaya di siang hari bisa mengganggu jadwal tidur di malam hari.
Suasana hati
Paparan sinar matahari yang diterima tubuh secara rutin mampu meningkatkan
kadar hormon serotonin. Peningkatan hormon tersebut membuat Anda terhindar
dari depresi, cemas, sedih, dan masalah suasana hati buruk lainnya.
Tekanan darah
Kulit yang terkena paparan sinar UV matahari mengandung oksida nitrit yang
mampu menurunkan tekanan darah rendah. Bahkan hal tersebut telah dibuktikan
melalui penelitian yang dilakukan para pakar dari Edinburgh University.
Kanker kulit jenis melanoma
Semakin sering terkena sinar UVB, semakin rendah risiko serangan kanker
kulit melanoma. Sementara orang-orang yang kebanyakan menghabiskan waktunya
di dalam ruangan seringnya hanya mengalami paparan sinar UVA yang justru
meningkatkan risiko kanker karena kadar vitamin D mereka juga relatif
rendah.
Itulah berbagai manfaat kesehatan dari sinar matahari, selain sebagai
sumber vitamin D. Namun ingat, sinar matahari terbaik hanya berlangsung
sebelum pukul sepuluh pagi dan setelah jam empat sore.
///////////////////////////////////////////
Asal Usul Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Posted: 05 Jun 2013 10:46 AM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/D0QeY2jErIs/asal-usu...
Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi atau Maulud adalah
peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, dimana di Negara Indonesia
perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan
Hijriyah. Kata maulid atau milad di ambil dari bahasa bahasa Arab yang
artinya hari lahir.
Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam
jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah
ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.
Seperti yang tercatat wikipedia; sejarah awal mula perayaan maulud nabi
Muhammad SAW diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said
al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan
Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya
justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri.
Tujuan Maulud Nabi adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi
Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu,
yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam
upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya.
Untuk lebih lanjut mempelajari sejarah awal mula maulid nabi, seperti biasa
Dunia Baca dot Com berbagi informasi yang dirangkum dari berbagai sumber
untuk menambah ilmu pengetahuan kita tentang sejarah lahirnya nabi Muhammad
SAW.
Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Pertama kali yang mengada-adakan hari-hari raya dan perayaan-perayaan
secara umumnya Maulid-maulid secara khususnya adalah Ubaidiyyun,
sebagaimana disebutkan oleh Al Maqrizi dalam kitabnya “ Al-Mawa’idz Wal
I’tibar Bidzikril Khuthath Wal Aatsar “ secara nasnya:
(dahulu para khalifah Bani Fathimiyyun sepanjang tahunnya memiliki
hari-hari raya dan musim-musim yaitu: musim permulaan tahun, hari Asyura,
dan Maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan mauled Ali bin Abi Thalib
radhiallahu anhu, dan mauled Hasan dan Husin radhiallahu anhuma, dan mauled
Fathimah Az-Zahra radhiallahu anha, dan maulid khalifah Al hadhir, malam
pertama Rajab, malam pertengahan Rajab, malam pertama Sya’ban, malam
pertengahan Sya’ban, musim malam Ramadhan, awal Ramadhan, Pertengahan
Ramadhan, akhir Ramadhan …)
Dan Al-Maqrizi menyebutkan sebagian yang dilakukan pada perayaan-perayaan
dan hari-hari raya khususnya enam maulid. Syaikh Muhammad Bakhit
Al-Muthi’ie Mantan Mufti Mesir menyebutkan dalam kitabnya: (Ahsanul Kalam
Fiima Yata’allaqu bissunnah wal bid’ah minal Ahkam ): bahwa pertama kali
yang mengada-adakan enam perayaan maulid tersebut yakni: Maulid Nabi
shallallahu alaihi wasallam, maulid Ali, Fathimah, Hasan, Husain
radhiallahu anhum, dan maulid Khalifah Al-Hadzir yaitu Al-Mu’izzu
Lidinillah dan itu pada tahun 362 H. dan bahwa perayaan-perayaan ini
berlangsung hingga dibatalkan oleh Al-Afdzal bin Amirul Jaisy setelah itu.
Siapakah Bani Ubaidiyyun ?
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam kitabnya “ Al-Bidayah
Wannihayah”:
Raja Bani Fathimiyyun telah berkuasa selama 280 tahun. Yang pertama
berkuasa adalah Al-Mahdi yang merupakan orang yahudi, lalu masuk kenegeri
Maroko dan menggunakan nama Ubaidillah, dan mengaku sebagai keturunan
‘Alawi Fathimiy, dan mengatakan tentang dirinya: bahwa dia Al-Mahdi, yang
mana dakwaan pendusta ini didukung oleh orang-orang yang jahil, sehingga
mereka memiliki Negara dan kekuatan, dan mendirikan sebuah kota yang diberi
nama Al-Mahdiyah dinisbatkan kepadanya, dan dia menjadi raja yang ditaati.
Kemudian diteruskan oleh anaknya Al-Qoim Muhammad, kemudian anaknya
Al-Manshur Ismail, kemudian anaknya Al-Mu’izzu Ma’din, dialah pertama dari
mereka yang memasuki negeri Mesir, dan dibangun untuknya Kairo
Al-Mu’izziyah dan istana-istana kemudian anaknya Al-Aziz Nazzar, kemudian
anaknya Al-hakim Manshur, kemudian anaknya Ath-Thahir Ali, kemudian anaknya
Al-Mushtansir Ma’din, kemudian anaknya Al-Musta’li Ahmad, kemudian anaknya
Al-Amir Manshur, kemudian anak pamannya Al-Hafidz Abdul Majid, kemudian
anaknya Adh-Dhafir Ismail, kemudian Al-Faiz Isa, kemudian anak pamannya
Al-‘Adzid Abdullah, yang terakhir dari mereka, yang seluruhnya 14 raja
selama 280 tahunan.
Dahulu Bani Fathimiyyun merupakan khalifah yang terkaya, terkejam dan
paling dholim, yang paling bejat sejarahnya, muncul dimasa mereka
kebid’ahan dan kemungkaran, dan banyak pelaku kerusakan sedikit disisi
mereka orang-orang shalih dari para ulama dan ahli ibadah, dan banyak
tersebar dinegeri syam agama Kristen, Durruziyah, dan Hasyisyiyah..).
Inilah sekilas dari sejarah mereka supaya mereka yang menghidupkan perayaan
Maulid dan lainnya siapakah tauladan mereka dalam perkara ini sehingga
mereka mengikuti petunjuk dan menyerupai mereka. Sehingga tidak masuk akal
apabila para salafush sholih tidak mengenal hal ini lalu mereka mengikuti
para Ubaidiyyun yang sesat !!
Sultan Irbil dan perayaan Maulid:
Dahulu di Mosul ada ahli zuhud yaitu Syaikh Umar bin Muhammad Al-Mulla
(dahulu dia memiliki satu ruangan yang selalu didatanginya, dan setiap
tahunnya dibulan Maulid ada undangan yang didatangi oleh para raja,
pemerintah, para ulama, menteri dan mereka merayakan hal itu)
Abu Syamah berkata dalam kitabnya: “ Al-Ba’its ‘alaa inkaril Bida’I wal
hawadits” ketika membahas tentang maulid nabi: (pertama kali yang
melakukannya di Mosul Syaikh Umar bin Muhammad Al-Mulla seorang yang shalih
yang masyhur yang diikuti kemudian oleh Sultan Irbil dan yang lain semoga
Allah merahmati mereka).
Dan Sultan Irbil disini adalah Al-Mudzaffar Abu Sa’id Kukburi bin Zaidud
diin Ali bin Tabaktakin Sultan Irbil yang wafat tahun (630 H) yang paling
terkenal dalam merayakan Maulid Nabi secara berlebihan setelah Ubaidiyyun,
dimana dia merayakannya dengan mewah sebagaimana disebutkan oleh Ibnu
Katsir dalam sejarahnya, beliau berkata: (berkata As Sabth: telah
dihikayatkan oleh sebagian yang menghadiri perayaan Mudzaffar dalam maulid
dimana dia menyajikan 5000 kepala bakar, 10000 ayam, dan 100000 susu
kering, dan 30000 piring kue manis… dia berkata: diantara yang
menghadirinya dalam pesta maulid para ulama, ahli sufi, dan memperdengarkan
nyanyian sufi dari dhuhur hingga subuh dan dia ikut menari bersama mereka…).
Dari sini menjadi jelas bahwa perayaan maulid dan semacamnya termasuk
kebid’ahan Ubaidiyyun, kemudian diikuti oleh para ahli zuhud dan raja, dan
ikuti oleh orang awwam, sebagaimana kita tahu bahwa ini bertentangan dengan
nas-nas syarie dan amalan para salafush shalih yang mulia.
Walaupun sebagaimana dikatakan bahwa peringatan ini diperbolehkan oleh
sebagian ulama seperti Imam Subki, Suyuthi, atau Ibnu Hajar dan pernah
dilakukan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi, meskipun kita menghargai jasa para
ulama besar tersebut bagi kejayaan islam dan kaum muslimin, namun ketika
hal itu bertentangan dengan syariat, maka kita lebih mendahulukan kecintaan
kepada Allah dan RasulNya shallallahu alaihi wasallam, apalagi diantara
ulama yang sekaliber merekapun ada yang menolaknya, jadi kita menolak
perayaan ini bukan dengan pendapat kita sendiri.
Seandainya hal tersebut adalah baik, maka pastilah para salafus sholih
sudah melaksanakannya, karena mereka ada suri tauladan terbaik dalam
kesungguhan melaksanakan ajaran yang baik karena Allah Ta’alaa berfirman
yang artinya:
“Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Kalau
Sekiranya di (Al Quran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada
mendahului Kami (beriman) kepadanya”. [ Al-Ahqaf: 11].
Ibnu Katsir dalam menafisrkan ayat ini berkata: adapun Ahli Sunah Wal
Jamaah mereka mengatakan tentang setiap perbuatan atau perkataan yang tidak
penah dipastikan dari para sahabat: adalah bid’ah karena seandainya hal itu
baik tentulah mereka telah mendahului kita dalam hal itu mereka tidak
pernah meninggalkan satu perbuatan baik pun kecuali mereka segera
mengamalkannya. Tafsir Ibnu Katsir juz 7 hal 278.
///////////////////////////////////////////
27 Juni 2013, BlackBerry Messenger Resmi Hadir di Android dan iOS
Posted: 05 Jun 2013 07:38 AM PDT
feedproxy.google.com/~r/duniabaca/~3/qQ_vtDUX7tk/27-juni-...
BBM Resmi Hadir di Android dan iOS, 27 Juni 2013. Walaupun sudah resmi
dikabarkan bahwa BlackBerry Messenger (BBM) akan mendarat di Android dan
iOS, namun tanggal pastinya masih simpang siur. Kabar terbaru, BBM mulai
hadir akhir bulan Juni ini.
Kemarin (03/06), sebuah account Twitter bernama BlackBerry Worldwide,
@bbworldwid, mengunggah sebuah foto dengan sedikit informasi di bawahnya.
Bbm officially available on iphone and android phones from 27th june2013
twitter.com/bbworldwid/sta…
- Blackberry Worldwide (@bbworldwid) 29 Mei 2013
Dalam foto tersebut menunjukkan sebuah perangkat berbasis iOS menunjukkan
tampilan BBM pada layarnya. Tentunya, hal tersebut membuat heboh para
follower account tersebut karena di bawah gambar juga disebutkan bahwa BBM
akan secara resmi mendarat di iPhone dan perangkat berbasis Android pada
tanggal 27 Juni mendatang.
Belum diketahui juga apakah informasi beserta gambar tersebut asli atau
tidak, karena sampai sekarang, pihak BlackBerry hanya mengatakan bahwa BBM
akan hadir di iOS dan Android secepatnya namun tidak merilis tanggal
pastinya.
--
You are subscribed to email updates from "Dunia Baca dot Com."
To stop receiving these emails, you may unsubscribe now:
feedburner.google.com/fb/a/mailunsubscribe?k=5vjiFG5dQO4l...
Email delivery powered by Google.
Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610
norkandirblog.wordpress.com/2016/09/01/cita-citaku-hafal-...
Cita-Citaku Hafal Al-Qur’an Sebelum Wisuda Teknik
Cita-Citaku Hafal Al-Qur’an Sebelum Wisuda Teknik
Target Halafan Al-Qur’an
SURAT KE
NAMA SURAT
HAFAL
TINGKATAN DHOBIT
SELURUH
SEBAGIAN
I
II
III
IV
V
1
Al-Fatihah
√
√
2
Al-Baqoroh
√
√
3
Ali Imron
√
√
4
An-Nisa
√
√
5
Al-Maidah
√
√
6
Al-An’am
√
√
7
Al-A`rof
√
√
8
Al-Anfal
√
√
9
At-Taubah
√
√
10
Yunus
√
√
11
Huud
√
√
12
Yusuf
√
√
13
Ar-Ro’d
√
√
14
Ibrohim
√
√
15
Al-Hijr
√
√
16
An-Nahl
√
√
17
Al-Isro’
√
√
18
Al-Kahfi
√
√
19
Maryam
√
√
20
Thoha
√
√
21
Al-Anbiya
√
√
22
Al-Hajj
√
√
23
Al-Mukminun
√
√
24
An-Nur
√
√
25
Al-Furqon
√
√
26
Asy-Syuaro’
√
√
27
An-Naml
√
√
28
Al-Qosos
√
√
29
Al-Ankabut
√
√
30
Ar-Rum
√
√
31
Luqman
√
√
32
As-Sajdah
√
√
33
Al-Ahzab
√
√
34
Saba’
√
√
35
Fatir
√
√
36
Yasin
√
√
37
Ash-Shoffat
√
√
38
Shood
√
√
39
Az-Zumar
√
√
40
Al-Ghofir
√
√
41
Al-Fussilat
√
√
42
Asy-Syuuro
√
√
43
Az-Zukhruf
√
√
44
Ad-Dukhon
√
√
45
Al-Jatsiyah
√
√
46
Al-Ahqof
√
√
47
Muhammad
√
√
48
Al-Fath
√
√
49
Al-Hujurot
√
√
50
Qoof
√
√
51
Adz-Dzariat
√
√
52
Ath-Thur
√
√
53
An-Najm
√
√
54
Al-Qomar
√
√
55
Ar-Rohman
√
√
56
Al-Waqi’ah
√
√
57
Al-Hadid
√
√
58
Al-Mujadilah
√
√
59
Al-Hasyr
√
√
60
Al-Mumtahanah
√
√
61
Ash-Shof
√
√
62
Al-Jumuah
√
√
63
Al-Munafiqun
√
√
64
At-Taghobun
√
√
65
Ath-Tholaq
√
√
66
At-Tahrim
√
√
67
Al-Mulk
√
√
68
Al-Qolam
√
√
69
Al-Haqqoh
√
√
70
Al-Ma’arij
√
√
71
Nuh
√
√
72
Al-Jin
√
√
73
Al-Muzammil
√
√
74
Al-Muddatstsir
√
√
75
Al-Qiyamah
√
√
76
Al-Insan
√
√
77
Al-Mursalat
√
√
78
An-Naba’
√
√
79
An-Naziat
√
√
80
Abasa
√
√
81
At-Takwir
√
√
82
Al-Infithor
√
√
83
Al-Muthoffifin
√
√
84
Al-Insyiqoq
√
√
85
Al-Buruj
√
√
86
Ath-Thoriq
√
√
87
Al-‘Ala
√
√
88
Al-Ghosyiyah
√
√
89
Al-Fajr
√
√
90
Al-Balad
√
√
91
Asy-Syam
√
√
92
Al-Lail
√
√
93
Adh-Dhuha
√
√
94
Al-Insyiroh
√
√
95
At-Tin
√
√
96
Al-Alaq
√
√
97
Al-Qodar
√
√
98
Al-Bayyinah
√
√
99
Az-Zalzalah
√
√
100
Al-Adiyat
√
√
101
Al-Qoriah
√
√
102
At-Takastur
√
√
103
Al-‘Asr
√
√
104
Al-Humazah
√
√
105
Al-Fil
√
√
106
Al-Quroisy
√
√
107
Al-Maun
√
√
108
Al-Kautsar
√
√
109
Al-Kafirun
√
√
110
An-Nashr
√
√
111
Al-Lahab
√
√
112
Al-Ikhlas
√
√
113
Al-Falaq
√
√
114
An-Naas
√
√
Inilah program cita-citanya yang harus dia selesaikan sebelum wisuda. Dia bertekad sebelum wisuda, hafalan Al-Qur’annya selesai dan Hadits Arbain karya An-Nawawi. Sebagai buktinya, dia membuat tabel Target Hafalan Al-Qur’an. Terkesima kita melihatnya. Namun, masih ada di dalam hatinya rasa pesimishingga ia berbisik, “Namun, hal ini sepertinya mustahil. Aku tidak mungkin bisa menyelesaikannya. Mata kuliyah teknik amat sulit dan sukar, belum lagi tugas yang melimpah-ruah, asistensi, dan target IP cumloude untuk lanjut studi S2 di Saudi. Ditambah lagi, aku telah terserang MERIANG* dan PILEK** sehingga ingin segera merajut tali pernikahan.”
[*MERINDUKAN KASIH SAYANG]
[**PENYAKIT INGIN LEKAS KAWIN]
Si dia di sini barangkali adalah kenalan kita, teman kita, atau bahkan kita sendiri. Di tahun-tahun terakhir ini tidak dipungkiri lagi semarak kajian Sunnah di mana-mana sehingga nuansa semangat mempelajari agama semerbak di kampus-kampus, terutama kampus teknik. Nah, melalui tulisan ini, saya hendak memberi sedikit motivasi kepada si dia agar tetap optimis menatap masa depan yang masih rahasia Ilahi.
Pembaca Budiman, mari kita mendengarkan perkataan seorang Imam ahli tafsir, ahli hadits, ahli qiro’ah, ahli fiqih, ahli zuhud, dan ahli ibadah, serta ahli arudh pada zamannya, Abu Ja’far Ibnu Jarir ath-Thobari tatkala berkata kepada murid-muridnya.
Beliau berkata, “Apakah kalian bersemangat untuk menulis tafsir Al-Qur’an?”
Muri-murid beliau menjawab, “Berapa jumlah halamannya?”
Beliau menjawab, “30.000 halaman.”
“Wah, umur akan habis sebelum menyelesaikannya,” ujar mereka.
Akhirnya, beliau meringkasnya hanya sekitar 3.000 halaman. Beliau mendiktekan kitab tafsir tersebut selama 7 tahun, dimulai sejak tahun 283 H hingga tahun 290 H. Kemudian, beliau bertanya lagi kepada mereka,
“Apakah kalian bersemangat menulis sejarah dunia sejak Adam hingga zaman kita hari ini?”
“Berapa jumlah halamannya?” tanya mereka. Beliau pun menjawab seperti jawaban pertama dan mereka pun menjawab dengan jawaban yang sama. Maka, beliau bekata,
“Inna lillahi. Sungguh, cita-cita besar itu telah mati!”
Maka, beliau pun meringkasnya seperti yang beliau lakukan terhadap kitab tafsir. Beliau selesai menyusun dan menelitinya kembali dan selesai membacakannya pada hari Rabu, tiga hari menjelang akhir bulan Rabi’ul Akhir tahun 303 H.
Sesungguhnya menghafal Al-Qur’an adalah pekerjaan yang mulia. Adakah perkataan yang lebih mulia daripada Kalam Allah? Sungguh, perumpamaan perkataan Allah Subhanahu wa Ta’ala dibanding seluruh perkataan yang ada bagaikan Allah Subhanahu wa Ta’ala dibanding seluruh makhlukNya. Tidaklah seseorang menyibukkan diri dengan Al-Qur’an melainkan Dia akan memberi dengan pemberian yang lebih utama melebihi apa yang Dia berikan kepada orang-orang yang berdzikir dan meminta kepadaNya.
Sesungguhnya Neraka itu darokat (bertingkat ke bawah) dan Surga itu darojat (bertingkat ke atas). Setiap penduduk Surga akan diseru, “Bacalah Al-Qur’an dengan mentartilkan bacaanmu lalu naiklah. Sesungguhnya tempatmu di Surga adalah di akhir ayat yang kamu baca sewaktu di dunia!” Atau yang semakna dengan itu. Lantas, Adakah jenis manusia yang bacaannya lebih banyak selain Ahlul Qur’an? Para penghafal Al-Qur’an menghabiskan waktunya untuk menghafalnya, mentadabburi makna ayat-ayatnya, mengamalkannya, lalu memurojaah hafalannya agar tidak hilang. Setiap huruf Al-Qur’an yang mereka baca diganjar dengan satu hasanah dan satu hasanah itu dilipatgandakan menjadi 10 hasanah. Sebab, alif laam miim bukanlah satu huruf. Namun, alif adalah satu huruf, laam adalah satu huruf, dan miim adalah satu haruf. Maka, seseorang yang telah membaca alim laam miim akan mendapatkan 30 hasanah. Barangsiapa datang dengan satu hasanah, maka baginya sepuluh yang semisalnya. Oleh karena itu, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyesal tidak memperbanyak waktu untuk menyelami makna-makna Al-Qur’an, yaitu tatkala beliau berkata, “Sungguh, selama di penjara ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membukakan bagiku banyak sekali makna-makna Al-Qur’an dan prinsip-prinsip ilmu yang banyak diinginkan oleh mayoritas ulama. Aku menyesal telah telah menyia-nyiakan kebanyakan waktuku bukan untuk membahas makna-makna Al-Qur’an.”
Barangkai si dia memiliki keyakinan bahwa dia merasa cukup dengan menghadiri kajian-kajian ilmu dengan duduk manis mendengarkan ceramah ustadz ditambah lagi dengan adanya kajian-kajian agama di radio yang bisa didengarkan dengan mudah sehingga lebih memperkuat keyakinannya akan kecukupan mendapatkan ilmu dari keduanya. Memang benar, ini adalah perkara yang tidak bisa dipungkiri kebenarannya tetapi bila mencukupkan diri hanya dengan itu saja, maka jelas ini keliru. Memang, dia paham dan mengerti bahkan miah-miah apa yang disampaikan ustadz. Namun, untuk berdakwah tidaklah cukup dengan pemahaman saja. Sebab, dakwah butuh hujjah-hujjah, atsar-atsar para shohabat dan tabi’in, serta pendapat para imam yang harus dia hafalkan dan yang paling penting di antara itu adalah hafalan Al-Qur’an. Dengan itulah, hati mad’u bisa tertawan dan apa yang dia sampaikan dengan hafalannya semakin membuat mad`u yakin, meskipun ini tidaklah mutlak.
Terakhir, saya akhiri risalah ini dengan doa penduduk Surga. Semoga saya, antum, dan Si Fulan itu dikumpulkan di dalam Surga Firdaus yang merupakan pertengahan Surga dan Surga yang paling tinggi. Dari sanalah sumber sungai-sungai Surga, baik sungai air tawar, sungai susu yang tidak pernah berubah rasanya, sungai khomr yang lezat bagi peminumnya, atau sungai madu yang tersaring dan di atas Surga Firdauslah terdapat `Arsy ar-Rohman yang Maha Agung. Serta, semoga kita dinikahkan dengan bidadari bermata jeli yang belum tersentuh sebelumnya oleh jin dan manusia yang kerudungnya lebih indah daripada dunia dan seisinya dan aroma wanginya akan memenuhi dunia bila menoleh kepadanya.
“Doa mereka di dalamnya ialah:subhaanakallahummadan salam penghormatan mereka ialah:salaamDan penutup doa mereka ialah:alhamdulillahirabbil aalamiin.”[1]
Surabaya, Mei 2011
Nor Kandir
Artikel norkandirblog.wordpress.com
[1]QS. Yuunus [10]: 10.
وكان سيدى عبد القادر الجيلى رحمه الله يقول : من اراد الآخرة فعليه بالزهد فى الدنيا ومن اراد الله تعالى فعليه بالزهد فى الآخرة ومادام فى قلب العبد شهوة من شهوات الدنيا او لذة من لذات الدنيا من مآكول او ملبوس او منكوح اوولاية اورياسة او تدقيق فى فن من فنون العلم الزائد عن الفرض كرواية الحديث الآن وقراءة القرآن بالقراءات السبع وكالنحو والفقه والفصاحة فليس هذا محبا فى الآخرة انما هو راغب فى الدنيا تابع لهواه
Adalah Beliau Sayyidiy Syaikh Abdul Qodir Al Jilany rohimahullohu berkata : "Barang siapa menginginkan akhirat maka zuhudlah (masalah) dunia dan barang siapa yang menginginkan Alloh Ta'ala maka berlakulah zuhud (terhadap apa apa yang ada di) akhirat, dan selama dalam hati seorang 'abdun terdapat keinginan dari berbagai macam keinginan dunia atau keinginan terhadap kenikmatan dari kenikmatan duniawi, katakanlah misalnya makanan yang hendak dimakan, pakaian yang hendak dipakai, atau wanita yang hendak dinikahi ataupun berkeinginan menjadi wali, atau pemimpin atau keinginan untuk memperdalam cabang dari cabang-cabang ilmu pengetahuan yang lebih dari perkara yang difardlukan baginya, seperti meriwayatkan hadis pada masa sekarang, mempelajari qiroatussab'ah, mempelajari nahwu, fiqih, fasohah, maka yang sedemikian itu bukanlah termasuk orang yang cinta pada akhirat, sesungguhnya dia seorang yang senang masalah ke duniawian ia seorang yang tengah mengikuti hawa nafsunya".
Sumber Kitab Al Minahussaniyah
norkandirblog.wordpress.com/2016/09/02/mana-yang-lebih-mu...
Mana Yang Lebih Mulia, Ahli Dunia Atau Ahli Hadits?*
Mana Yang Lebih Mulia, Ahli Dunia Atau Ahli Hadits
Ada hubungan erat antara ahli hadits dan ahli dunia. Pasalnya, kebanyakan ahli dunia –karena sudah asyik dan terbuai dengan kenikmatan dunia– tidak lagi butuh untuk mendalami hadits. Sebaliknya, para ahli hadits kebanyakan adalah orang-orang yang menghinakan dunia dan zuhud terhadapnya. Dari sini seolah-olah mereka tidak akan pernah bertemu meskipun di persimpangan jalan. Seolah-olah mereka hanya diberi satu pilihan: menjadi ahli hadits atau ahli dunia? Mana yang lebih mulia dan menguntungkan?
Allah berfirman:
“Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka milik Allah-lah semua kemuliaan.”
Akal yang sehat akan menyatakan dengan tegas bahwa ahli hadits lebih utama daripada ahli dunia. Sayangnya, kenyataan berbicara lain. Fakta yang ada membuktikan bahwa perguruan tinggi teknik dan umum dibanjiri pendaftar daripada jurusan agama, mall dan pasar lebih padat daripada majlis ta’lim, kebanyakan pembicaraan manusia seputar dunia bukan akhirat, dan para pelaku dosa laksana buih di lautan sementara para pengikut sunnah laksana musafir di padang pasir.
Mereka menyangka bahwa kemuliaan dan kebahagiaan itu ada pada dunia dan mengekor kaum kafir. Mereka telah ditipu oleh setan. Setan membungkus kehinaan itu dengan seindah-indahnya hingga kehinaan tampak sebagai kemuliaan, padahal tipu daya setan itu lemah. Adapun orang-orang mukmin tidak akan tertipu karena melihat dengan mata hati yang bersinar karena cahaya keimanan.
Allah berfirman:
“Apakah mereka mencari kemuliaan di sisi mereka? Padahal kemulian itu milik Allah seluruhnya.”
Az-Zujaj menafsirkan:
أَيَبْتَغِي الْمُنَافِقُوْنَ عِنْدَ الْكَافِرِيْنَ العِزَّةَ؟
“Apakah orang-orang munafiq itu mencari di sisi orang-orang kafir kemuliaan?”
Banyak ayat al-Qur`an yang memuji ilmu dan ahlinya, tetapi tidak untuk dunia dan ahlinya meskipun sekali. Justru yang ada adalah celaan dan ancaman. Sifat-sifat buruk mengelilingi dunia dan ahlinya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«لَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا، وَلاَ يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللّٰهُ عَلَى مَنْ تَابَ»
“Seandainya anak Adam memiliki dua lembah harta, niscaya dia menginginkan yang ketiga. Perut anak Adam tidak akan penuh kecuali dengan tanah. Allah menerima tobat bagi siapa yang bertobat.”
Seandainya kemuliaan itu milik ahli dunia, tentu Fir’aun, Qarun, dan Hamam lebih mulia daripada Musa dan Harun ‘alahimas salam. Dari sini telah nampak akan kemuliaan ahli hadits daripada ahli dunia.
Kekayaan berapapun yang dimiliki ahli dunia akan segera sirna karena dikelola tanpa ilmu atau berkurang karena dibelanjakan. Kekayaan tidak menambah kebahagiaan mereka tetapi justru menimbulkan hati mereka tidak tentram karena khawatir hilang atau dicuri. Kekayaan mengkhianati ahli dunia karena mereka telah menyerahkan seluruh hidupnya untuk mencarinya tetapi ketika saat-saat sendirian di alam kubur ia justru meninggalkannya.
Adapun ahli hadits akan bertambah haditsnya saat dibelanjakan di jalan Allah. Hatinya tentram karena mendapat penjagaan dan bimbingan ilmu yang senantiasa menyertainya di dalam hatinya.
Mereka mendapat kedudukan tinggi di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan para shahabatnya untuk menyambut dan memuliakan para pendatang yang ingin belajar hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda:
«سَيَأْتِيكُمْ أَقْوَامٌ يَطْلُبُونَ الْعِلْمَ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمْ فَقُولُوا لَهُمْ: مَرْحَبًا مَرْحَبًا بِوَصِيَّةِ رَسُولِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ! وَاقْنُوهُمْ»
“Akan datang kepada kalian suatu kaum untuk menuntut ilmu. Jika kalian melihat mereka maka ucapkanlah, ‘Selamat datang, selamat datang dengan wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam!’ Dan ajarilah mereka.”
Sufyan ats-Tsauri (w. 161 H) berkata:
الْمَلَائِكَةُ حُرَّاسُ السَّمَاءِ، وَأَصْحَابُ الْحَدِيثِ حُرَّاسُ الْأَرْضِ
“Para malaikat adalah penjaga langit, sementara para ahli hadits adalah penjaga bumi.”
Di akhirat, tempat duduknya paling dekat dengan tempat duduk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda:
«إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً»
“Sesungguhnya manusia yang paling berhak atasku pada hari Kiamat adalah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.”
Hadits ini menunjukan kedekatan ahli hadits dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di akhirat kelak, karena mereka adalah orang-orang yang paling banyak bershalawat kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nama para perawi senantiasa bersanding dengan nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baik saat diriwayatkan, ditulis, dan didengarkan.
Imam asy-Syafi’i (w. 204 H) berkata:
إِذَا رَأَيْتَ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ الْحَدِيثِ كَأَنِّي رَأَيْتُ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Apabila aku melihat seorang dari para ahli hadits, seolah-olah aku melihat seorang dari para shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Cukuplah kemuliaan ahli hadits bila pada hari Kiamat nanti berada di iring-iringan rombongan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Allah berfirman:
“(Ingatlah) pada hari Kami memanggil manusia beserta imam-imam mereka.”
Sebagian kaum salaf berkata:
هَذَا أَكْبَرُ شَرَفٍ لِأَصْحَابِ الْحَدِيثِ، لِأَنَّ إِمَامَهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Ini adalah sebesar-besar kemuliaan bagi para ahli hadits, karena imam mereka adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[]
* Dinukil dari Mungkinkah Aku Hafal Satu Juta Hadits Seperti Imam Ahmad? hal. 129-134 cet Pustaka Syabab karya Abu Zur’ah Ath-Thaybi. Untuk takhrij dan referensi silahkan merujuk ke buku aslinya. Marketing Pustaka Syabab 085730 219 208.
Nor Kandir
Artikel norkandirblog.wordpress.com
TEMAN YANG BAIK Yusuf bin al-Husain menceritakan: Aku bertanya kepada Dzun Nun tatkala perpisahanku dengannya, “Kepada siapakah aku duduk/ berteman dan belajar?”. Beliau menjawab : “Hendaknya kamu duduk bersama orang yang dengan melihatnya akan mengingatkan dirimu kepada Allah. Kamu memiliki rasa segan kepadanya di dalam hatimu. Orang yang pembicaraannya bisa menambah ilmumu. Orang yang tingkah lakunya membuatmu semakin zuhud kepada dunia . Bahkan, kamu pun tidak mau bermaksiat kepada Allah selama kamu sedang berada di sisinya. Dia memberikan nasehat kepadamu dengan perbuatannya , dan tidak menasehatimu dengan ucapannya semata.” {lihat al-Muntakhab min Kitab az-Zuhd } Dikirim oleh : abdul majid al maidany SLN via walis.blogspot.com Fawaaid lainnya: www.happyislam.com #semangat #pagi #senin #monday #teman #sahabat #ukhuwah #majelis #islam #sunnah #salaf #nasehat #quotes via Instagram ift.tt/1VviLK5
“Zuhud Waktu Membatu Dicelah Zarah Aima”
IV.
Aiiihhh…..Aiiihhh…..Aima
Waktu lebih cepat mendekat
Sedekat karat tak bersekat
Hati yang merekat-rekat martabat
Karena teluk lebih berhak atas lekuk
Ikan-ikan lebih berhak atas karang
Gelombang lebih berhak atas buih
Laut lebih berhak atas pantai dan pesisir
Alam menulis hukumnya sendiri
jangankan kemarahan lebih cepat pekat
Kepedihan seringkali sedikit menyela
diantara begitu banyak kegembiraan tertera
sudah berlalu lama bersapa tanpa cerita
Betapun rindu begitu dekat mendekap
berjeda titik koma yang terucap lengkap
nafas kata gelisah yang sama
Lalu mengapa tidak kita menjaganya
Bagaimanapun gemetarnya memegangi doamu
Menyimpan hasrat bertalu menuju yang maha tahu
diam didasar sungai sesabar membujuk rayu ragu
Waktu tidak pernah menunggu
Sisanya luka selebihnya semu
Hidup tak lain antrian menunggu maut-Nya
Jikalau dongeng hanyalah alpa pada waktunya
Semua akan berlabuh didermaga abadi
Hanya engkau dan aku sesepi nurani
Menyulam keheningan malam tak bertepi
secangkir pagi betapun harus tetap kopi
menganyam doa melewati sepiring harapan
merembas seperti aroma keringat keiklasan
dicelah semebrak udara yang berkelindan
meracik sungkan menawarkan persahabatan
V.
Aiiihhh…..Aiiihhh…..Aima
Subuh pun terkatup disudut gersang
Memanggut masa muda yang lelah usang
Bencana tiada rupa bergegas lepas dipinta
Hanya malam selalu bersembunyi dibalik senja
Sewaktu kegelapan menyediakan ranjang tubuhnya
Bagai burung hantu bersarang menikam pualam
Berhati-hatilah jika bibir bawahmu memerah masam
bertambah rebah ke bawah gelisah
pertanda rasa marah sejenak masih singgah
Singgasana yang teramat agung jika ternoda
Notkah iba disebabkan salah memaknai duka
yang menumpang dideretan huruf sia-sia
Sungguhpun begitu tetaplah sulamkan kata-kata
Sebelum musim berganti rupa warna
mengelabuhui angin sepanjang laut diantara gunung
merapatkan dingin salju dendangkan kabar beku
Bukan kotamu yang membayang sepenuh kelu
kesendirian tengah membeberkan pengharapan
menjadi kayu bakar yang mengajarkan cara bertahan
seberapa panas menghantar kabar seluas kehangatan
Ketabahan mega-mega menanti gerimis tiba
ketika pintu-pintu menutup gelap semata
dan jendela-jendela terkatup untuk cahaya
keramahan begitu tenang dan lembut suatu ketika
sendiri menyebrangi malam seperanti hati
Kadang sunyi berpelukan gelap merindu hari
melebihi imajinasi mencuri mimpi tanpa permisi
Menikahlah seberkas aksara maya di dunia nyata
ruang niskala tak teraba sengaja mengeja mata
Zuhudkanlah waktumu dicelah zarah menjaga Darma
: Selamat pagi yang manis, Aima.
Lembah Merapi 2018.
*) Bambang J. Prasetya, penulis kelahiran Yogyakarta ini pernah mendapat beberapa penghargaan dibidang Penulisan, Sinematografi, Televisi. Karya sajak, cerpen dan esainya tersebar dalam banyak buku kumpulan antologi. Sampai saat ini masih aktif menjadi Creatif Director, Script Writer, Screenplay, Menulis Esai, Artikel, Prosa Lirik dan Buku. Fasilitator-Supervisior beberapa program kegiatan. Membenamkan diri secara intens berkelanjutan dalam kerja-kerja Media Seni Publik dan aktifitas Sosial Budaya. Berperhatian secara khusus pada permasalahan Kebudayaan dan Perdaban, sebagai suatu rangkaian dari politik keberpihakan terhadap harkat Kehidupan dan Kemanusaiaan. ❑-e
[1] Disalin dari karya Bambang J. Prasetya
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” edisi Minggu 14 Oktober 2018
The post “Zuhud Waktu Membatu Dicelah Zarah Aima” appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.
via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2QOmVx2
norkandirblog.wordpress.com/2016/12/29/merenungi-sejenak-...
Merenungi Sejenak Biografi Yahya bin Sallam Al-Qairawani
Merenungi Sejenak Biografi Yahya bin Sallam Al-Qairawani
Di sini saya akan menukil secara ringkas biografi ahli ilmu dan ahli ibadah ini dari kitab Al-I’lam karya Az-Zarkali atau Az-Zirakli:
Dialah Yahya bin Sallam bin Abi Tsa’labah Al-Bashri Al-Kufi Al-Qairawani yang lahir pada 124 – 200 H atau 742 – 815 M. Dia seorang mufassir (ahli tafsir), faqih (ahli fiqih), ahli ilmu hadits dan bahasa yang sempat bertemu sekitar 20 para Tabi’in dan mengambil riwayat-riwayat mereka. Dia lahir di Kufah (Iraq) dan pindah bersama ayahnya ke Bahsrah sehingga dia dinasabkan kepadanya dan tumbuh di sana. Dia juga safar ke Mesir lalu ke Afrika (tepatnya Al-Qairawan) lalu menetap di sana.
Dia berhaji di masa tua dan meninggal sepulang dari haji di Mesir. Di antara karya-karyanya adalah Tafsir Al-Qur’an. Imam Ibnul Jazari (Syaikhul Qurra) berkomentar mengenai kitab ini:
سكن إفريقية دهرا، وسمع الناس بها كتابه في تفسير القرآن، وليس لأحد من المتقدمين مثله
“Dia tinggal di Afrika beberapa masa yang lama dan manusia mendengar pengajaran kitab Tafsirnya dan tidak pernah ada dari ulama-ulama yang terdahulu yang menandinginya.”
Di antara karyanya yang lain adalah Al-Ikhtiyarat fil Fiqhi yang disinggung penyebutannya oleh Pengarang Ma’alimul Iman dan Al-Jami.
Pujian Ulama Kepadanya
Ibnul Jazari berkata:
كان ثقة ثبتا ذا علم بالكتاب والسنة ومعرفة باللغة والعربية
“Dia orang tsiqah (terpercaya) yang sangat mengilmui Al-Qur’an dan As-Sunnah dan mengilmui Bahasa Arab.”
Abul Arab berkata:
له مصنفات كثيرة في فنون العلم
“Dia memiliki banyak karya dalam berbagai cabang ilmu.”
Dengan segala pujian dan karya beliau ini, ternyata dia dilemahkan oleh Imam Ad-Daruquthi dalam masalah hadits, yakni periwayatan haditsnya tidak diterima, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Al-‘Asqalani. Tetapi Ibnu Hibban berkomentar dalam At-Tsiqat, “Terkadang keliru.” Mungkin maksudnya, Ibnu Hibban menilainya tsiqah (terpercaya) hanya saja terkadang keliru.
Sejenak Merenung
Tatkala kita membaca di awal biografi beliau, kita terkagum akan keilmuan sang imam ini apalagi ditambah pujian beberapa ulama terhadapnya. Saya sendiri sebelum membaca biografinya pernah membaca kitabnya:
التصاريف لتفسير القرآن مما اشتبهت أسمائه وتصرفت معانيه
Lalu saya terkagum dengan kandungan kitab ini yang membahas sisi makna kata dalam Al-Qur’an. Misalkan kata Al-Huda memiliki 17 arti dalam Al-Qur’an lalu beliau sebutkan penguat-penguatnya dari ayat-ayat Al-Qur’an.
Begitulah kedalaman dan kafaqihan imam ini. Namun, bersamaan dengan ini beberapa ahli hadits menilainya sebagai perawi dhaif (lemah) sehingga hadits-hadits periwayatannya tertolak. Jika dibandingkan dengan para perawi Al-Bukhari dalam kitab As-Shahih tentu sangat jauh sisi ketsiqahan dan keilmuannya. Para perawi Kitab As-Shahih ini begitu hebat dan istimewa dari sisi keilmuan, kezuhudan, ibadah, kewaraannya. Apalagi, jauh sekali jika dibandingkan dengan diri kita. Adakah di antara manusia zaman sekarang yang menyamai Yahya bin Sallam dalam keilmuan seperti ini? Adakah orang zaman sekarang yang menyamainya dalam pujian ulama kepadanya? Sungguh hampir tidak ada, atau bahkan memang tidak ada!
Dari sini, kita bisa mengambil sebuah pelajaran besar dan berharga: jika demikian keadaannya maka kedudukan Mu’awiyah bin Abi Sufyan jauh lebih hebat dan istimewa karena semua ahli hadits menilainya tsiqah dan tidak ada satu pun kitab hadits yang tidak mau mengambil riwayat dari shahabat mulia ini. Ini berbeda dengan sikap sebagian orang yang suka mencela dan memaki shahabat ini atas peperangan yang terjadi antara dirinya dengan Ali bin Abi Thalib dalam perang Shiffin.
Saat kita membaca biografi para ulama-ulama tsiqah lainnya semisal Sa’id Ibnul Musayyid, Ibnul Mubarak, Sufyan Ats-Tsauri, Abu Hanifah, Malik, Syafii, Ahmad, Ishaq bin Rahawaih, At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah, Al-Baihaqi, dan lainnya kita jadi mengerti akan kedudukan mereka dalam ilmu, ibadah, zuhud, dan wara. Binasalah orang yang mencela mereka dan beruntunglah orang yang memuji mereka dan mengetahui kadar dirinya sendiri.
Surabaya, Januari 2016
Abu Zur’ah Ath-Thaybi
Nor Kandir
Artikel norkandirblog.wordpress.com
Nasehat Emas Berkata al-Imam Sufyan Ats-Tsaury -rahimahullah ta'ala-: "Berhati-hatilah engkau dari segala sebab yang bisa merusak pahala amalanmu. Karena sesungguhnya yang bisa merusak amalanmu adalah RIYA'. Jika kamu (selamat) dari riya' maka hati-hatilah dari 'UJUB atas dirimu. Yaitu, engkau berpikir bahwa, "engkau lebih afdhal dari saudaramu yang lain". Padahal, boleh jadi kamu tidak memperoleh dari amalan sebagaimana yang diperoleh dirinya. Dan boleh jadi dia lebih wara' (berhati-hati/menjaga diri) dibanding kamu dari segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah. Bisa jadi pula dia lebih suci amalannya dibandingkan denganmu. Dan jika kamu (selamat)/tidak 'ujub akan dirimu. Maka, berhati-hatilah engkau dari menyukai/senang untuk dipuji oleh manusia. Demikian pula kamu senang agar orang-orang memuliakanmu karena amalanmu tersebut. Kamu juga menghendaki agar memiliki kedudukan yang mulia di hati mereka. Demikian pula kamu inginkan dengan itu, agar bisa memenuhi beragam kebutuhan yang kamu tuntut dari mereka. Padahal, semestinya yang kamu niatkan dari amalanmu adalah (kebaikan) negeri akhirat kelak. Bukan selainnya. Maka cukuplah (sebagai peringatan) dengan banyak mengingat mati. Zuhud terhadap dunia serta hanya mengharapkan akhirat. Dan cukuplah (sebagai peringatan) agar menjaga diri dari panjangnya angan-angan, sedikit rasa takut (kepada Allah), dan berani berbuat maksiat. Dan cukuplah (sebagai kerugian) seseorang dengan banyak berduka dan menyesal di hari kiamat. Yaitu, barangsiapa yang mengilmuinya namun tidak mengamalkannya." Hilyatul Auliya' (6/391) أصحاب السنة Ashhaabus Sunnah #ArsipLama #Repost #nasehat #emas #renungan #mutiarasalaf #quote #istiqomah #salaf #islam #sunnah #happyislam #WSI via Instagram ift.tt/1JblxQb
kiriman : idris
idris212@yahoo.com
KH.Muhammad Dimyati yang biasa
dipanggil dengan Buya Dimyati
merupakan sosok Ulama Banten
yang memiliki karismatik, beliau
lahir sekitar tahun 1952 anak
pasangan dari H.Amin dan Hj.Ruqayah. Sejak kecil Buya
Dimyati sudah menampakan
kecerdasannya dan
keshalihannya, beliau belajar dari
satu pesantren ke pesantren
lainnya mulai dari Pon-pes Cadasari, kadupeseng
Pandeglang,ke Plamunan hingga
ke Pleret Cirebon. Buya Dimyati sosok ulama yang
cukup sempurna dalam
menjalankan perintah agama,
beliau bukan saja mengajarkan
dalam ilmu syari’ ah tapi juga menjalankan kehidupan dengan
metode bertashauf, tarekat
yang di anutnya tarekat
Naqsabandiyyah Qodiriyyah. Maka
wajar jika dalam perilaku sehari-
hari beliau penuh tawadhu’ ,istiqomah ,zuhud dan ikhlas. Banyak dari beberapa
pihak maupun wartawan yang
coba untuk mempublikasikan
kegiatannya di pesantren selalu
di tolak dengan halus oleh Buya
Dimyati begitupun ketika beliau di beri sumbangan oleh para
pejabat beliau selalu menolak dan
mengembalikan sumbangan
tersebut, hal ini pernah dialami
ketika Buya Dimyati di beri
sumbangan Oleh Mba Tutut ( Anak Mantan presiden
Soeharto) sebesar 1 milyar
beliau mengembalikannya. Buya Dimyati merintis pesantren
di desa Cidahu Pandeglang
sekitar tahun 1965 beliau
banyak melahirkan ulama-ulama
ternama seperti Habib Hasan bin
ja”far assegaf yang sekarang memimpin Majlis Nurul Musthofa di
Jakarta dan masih banyaklagi
murid-murid beliau yang
mendirikan pesantren. Tanggal 3 october 2003 tepat
hari jum’ at dini hari Kh.Muhammad Dimyati dipanggil
oleh Alloh SWt
keharibaannya.Banten telah
kehilangan sosok ulama yang
karismatik dan tawadhu’ yang menjadi tumpuan berbagai
kalangan masyarakat untuk
dimintai nasihatnya bukan hanya
dari masyarakat Banten saja
tapi juga umat islam pada
umumnya.Beliau di maqomkan tak jauh dari rumahnya di Cidahu
Pandeglang hingga kini maqom
tersebut selalu ramai dikunjungi
oleh para peziarah dari berbagai
daerah di tanah air.
Botanists rely heavily on networking and personal contacts. I was fortunate to work with Indonesian Rafflesia team headed by Pak Ervizal Zuhud of Universitas Pertanian Bogor (far left) . Jamili Nais is in my right
I like this photo,,, he just like a Master in this pic. although he`s only low profile n Zuhud person...
gmbar yg pling jadk stakat nie.. hehe...
ikutlah resmi padi, semakin berisi semakin tunduk. Semakin berilmu, semakin warak, semakin zuhud, semakin takut kepada Allah dan semakin banyak beribadat kepadanya.
Siapa yang bertambah ilmunya tetapi tidak bertambah zuhudnya, sesungguhnya dia telah bertambah jauh dari Allah” Riwayat Ad-Dailami dari Sayyidina Ali KRMWJ.
Ref : nasbunnuraini.wordpress.com/2007/06/15/ikutlah-resmi-padi/
Ketahuilah bahwa rasa syukur merupakan tingkatan tertinggi, dan ini lebih tinggi daripada kesabaran, ketakutan (khauf), dan keterpisahan dari dunia (zuhud). – Imam al-Ghazali
Berakhlak tinggi, pemurahnya sangat ketara, sangat menjaga syariat Tuhannya. Berani memberi nasihat atau menegur kepada siapa sahaja sekalipun raja. Dengan rezeki sangat tawakkal kepada Tuhannya. Zuhud dengan dunia, sekalipun kaya. Kasih sayangnya sangat ketara.Ramah dan mesra jadi budaya hidupnya. Ibadahnya banyak, khusyuk pula, sangat berdisiplin hidupnya. Sangat menghormati tetamunya
Mereka memberi ilmu tidak dikenakan upahnya, kalau orang memberi tidak pula menolak. Percakapannya bak mutiara sangat berharga. Tidak ada yang sia-sia, orang-orang jahil didoakannya. Mereka adalah suri teladan manusia di zamannya. Orang ramai sangat menghormatinya kerana mulia keperibadiannya. Mereka itulah yang dikatakan ulamak pewaris Nabi.