View allAll Photos Tagged ranting

I would tell you how I feel, but I'm kind of saving it for a mental break down

Frustration at no inspiration.

www.tumblr.com/ridhobejoutama/702362073445859328/sang-rem...

 

Rembulan diatas pucuk ranting cemara..

Perumpamaan Seperti berharapnya pohon cemara berbuah bulan di rantingnya dan bagaimana bisa pohon cemara berbuah bulannya kalau itu hanyalah di penglihatan mata saja yang seolah-olah berbuah bulan di atas pucuk rantingnya atau bahkan berbuah bintang di ranting- rantingnya..? Padahal yang sebenarnya apakah sang Rembulan hanyalah bersinar bercahaya menyinari siapapun juga ketika berada di gelap malamnya ataupun berada dalam kehampaan jiwa yang bukan hanya pohon cemara saja yang disinarinya dan mereka berharap bulan berada dipangkuannya…?

 

Lalu siapakah yang salah atau menganiaya apakah pohon cemara berbuah Rembulan ataupun bintangnya ataukah yang sebenarnya hanyalah berbuah cemara saja hasil dari apa yang dikerjakan atau diusahakannya di dalam pengharapan dalam diamnya dan tetaplah benih pohon cemara hanya akan menjadi pohon cemara ataupun hanya berbuah cemara dan tetaplah juga bulan bersinar bercahaya di gelap malamnya melintasi adanya kehampaan malamnya berjalan bercahaya menyinari siapapun juga di gelap malamnya yang kadang terlihat juga seperti berada di atas dahan cabang ranting pohon cemara atau seperti ada pada suatu kebiasaanya sebagai peringatan perhitungan atau penanda adanya bilangan yang terbilangnya ataupun waktunya..? Jadi siapakah yang salah atau menganiaya apakah saling menganiaya atau kah tidak ada yang saling menganiaya atau tidak ada yang menganiaya kecuali dirinya sendiri yang bersalah atau menganiaya..?

 

Dan jika pepohonan itu layaknya sang rembulannya yang ketika ada pada musimnya bertebaranlah bersemilah dedaunan dan bunga memenuhinya di ranting cabang-cabang dedahanannya atau seperti layaknya bulan purnama apakah masihkah kita bisa melihat bintangnya di balik ranting dedahanannya dan ada kalanya bunga serta daunnya mengalami masa gugurnya seperti bulan sabitnya atau hanya tinggal cabang dedahanannya dan masihkah kita tetap melihat bintang gemintangnya yang cahayanya menembus kegelapannya kehampaan kekosongannya keluangan kerenggangannya bahkan meskipun daun dan bunga memenuhinya atau seperti ketika di bulan purnama jadi apakah telah terbelah bulannya atau sudahkah hancur sang rembulannya dan menjadikannya ada di bentuk sabit atau purnama yang menjadikan perhitungan atas dirinya dan menceritakannya mengatakan tentang dirinya…??

 

Bintang cahayanya menembus kegelapan kekosongan kehampaan keluangan kerenggangan..

 

Dan biarkan mereka sendiri yang bersaksi atas dirinya dan mengatakan tentang dirinya..?

 

Bintang berkerlipan bercahaya di kegelapan malam dan tetap berjalan di jalur yang terang dan cahayanya menembus kegelapan kehampaan kekosongan keluangan kerenggangan..

 

Dan biarkan mereka sendiri yang bersaksi atas dirinya dan mengatakan tentang dirinya..?

 

Keberagaman suatu nyata di dalam bayang seribu fatamorgana dan tetaplah jua bulan menjadi saksi atas dirinya diatasnya begitu pun gunung menjadi saksi atas dirinya di bawahnya…?

 

Gunung adalah gunung yang berasal dari buminya dan begitu pun bulan adalah juga sang rembulan yang bercahaya…?

Jadi sudah jelaslah mereka bersaksi atas dirinya dan masing masing tidak ada yang saling menganiaya kecuali diri mereka sendiri yang menganiaya tentang adanya diri mereka jadi siapakah yang bersalah ataupun menganiaya..? Gunung adalah gunung yang tercipta dari buminya dan menceritakan atas dirinya begitupun bulan adalah juga sang rembulan yang bercahaya..? Dan menceritakan juga atas dirinya dan gelap malam bisa membaca atas diri mereka di penglihatan sang mata..? Bahwa mereka hanyalah bercahaya di gelap malamnya..?

 

Di dalam sebuah keteguhan sang gunung yang meredam dan menjaga bisa saja terbelah hancur menjadi kepingan fatamorgana ataupun tandus lagi rata maka biarkan lubang lubang yang menganga itu menceritakan semuanya atau biarkan desir pasir yang kan menjawabnya..? Lalu bagaimana dengan adanya bulan yang terbelah bercahaya maka biarkanlah bulan sendiri yang menceritakannya di sabit atau purnama yang menjadi petunjuk atas dirinya bahwa adanya perbuatan di dalam gelap atau terang pasti akan kelihatan atau ada dalam penghitungannya ataupun tidak dibalas melainkan sama dengan apa yang diperbuatnya dan akan kembali lagi di sabit atau purnama sebagai penghitungan atas dirinya..?

 

Layaknya Retak terbelah cermin kaca seribu bayangan dalam fatamorgana dan tetaplah jua mencerminkannya tentang siapakah dirinya jadi siapakah yang bersalah atau menganiaya meskipun berbeda tetapi tetaplah cermin kaca di retakan kepingan seribu fatamorgana hanya akan mencerminkannya..? Maka bercerminlah atau berkacalah siapakah dirinya ataukah siapakah saya dan hanyalah dirinya ataukah hanyalah saya..? Bercermin berkacalah.. Dan Terlihat seperti apakah dirinya tampak seperti apakah di cerminnya..?Hanya dirinya ataukah hanyalah saya.. Lalu siapakah yang menganiaya..? Hanyalah dirinya ataukah Hanyalah saya..?

 

Perumpamaan Seperti berharapnya pohon cemara berbuah bulan di rantingnya dan bagaimana bisa pohon cemara berbuah bulannya kalau itu hanyalah di penglihatan mata saja yang seolah-olah berbuah bulan di atas pucuk rantingnya atau bahkan berbuah bintang di ranting- rantingnya..? Padahal yang sebenarnya apakah sang Rembulan hanyalah bersinar bercahaya menyinari siapapun juga ketika berada di gelap malamnya ataupun berada dalam kehampaan jiwa yang bukan hanya pohon cemara saja yang disinarinya dan mereka berharap bulan berada di pangkuannya..?

 

Gapai tak tergapai hanyalah sebuah cerminan ataupun bayangan dan adanya seberkas ataupun setitik cahaya terang menjadikan pada penerangan akan adanya kenyataan..

 

Setiap kesalahan atau dosa meskipun itu hanya setitik perbuatan buruk gelapnya akan ada balasannya atau tidak akan dibalas melainkan sama persis seperti apa yang dilakukannya atau akan kembali pada dirinya dan setitik perbuatan baiknya yang terlihat terangnya atau akan tampak terlihat dikalikan terangnya…

www.tumblr.com/ridhobejoutama/702362073445859328/sang-rem...

 

Rembulan diatas pucuk ranting cemara..

Perumpamaan Seperti berharapnya pohon cemara berbuah bulan di rantingnya dan bagaimana bisa pohon cemara berbuah bulannya kalau itu hanyalah di penglihatan mata saja yang seolah-olah berbuah bulan di atas pucuk rantingnya atau bahkan berbuah bintang di ranting- rantingnya..? Padahal yang sebenarnya apakah sang Rembulan hanyalah bersinar bercahaya menyinari siapapun juga ketika berada di gelap malamnya ataupun berada dalam kehampaan jiwa yang bukan hanya pohon cemara saja yang disinarinya dan mereka berharap bulan berada dipangkuannya…?

 

Lalu siapakah yang salah atau menganiaya apakah pohon cemara berbuah Rembulan ataupun bintangnya ataukah yang sebenarnya hanyalah berbuah cemara saja hasil dari apa yang dikerjakan atau diusahakannya di dalam pengharapan dalam diamnya dan tetaplah benih pohon cemara hanya akan menjadi pohon cemara ataupun hanya berbuah cemara dan tetaplah juga bulan bersinar bercahaya di gelap malamnya melintasi adanya kehampaan malamnya berjalan bercahaya menyinari siapapun juga di gelap malamnya yang kadang terlihat juga seperti berada di atas dahan cabang ranting pohon cemara atau seperti ada pada suatu kebiasaanya sebagai peringatan perhitungan atau penanda adanya bilangan yang terbilangnya ataupun waktunya..? Jadi siapakah yang salah atau menganiaya apakah saling menganiaya atau kah tidak ada yang saling menganiaya atau tidak ada yang menganiaya kecuali dirinya sendiri yang bersalah atau menganiaya..?

 

Dan jika pepohonan itu layaknya sang rembulannya yang ketika ada pada musimnya bertebaranlah bersemilah dedaunan dan bunga memenuhinya di ranting cabang-cabang dedahanannya atau seperti layaknya bulan purnama apakah masihkah kita bisa melihat bintangnya di balik ranting dedahanannya dan ada kalanya bunga serta daunnya mengalami masa gugurnya seperti bulan sabitnya atau hanya tinggal cabang dedahanannya dan masihkah kita tetap melihat bintang gemintangnya yang cahayanya menembus kegelapannya kehampaan kekosongannya keluangan kerenggangannya bahkan meskipun daun dan bunga memenuhinya atau seperti ketika di bulan purnama jadi apakah telah terbelah bulannya atau sudahkah hancur sang rembulannya dan menjadikannya ada di bentuk sabit atau purnama yang menjadikan perhitungan atas dirinya dan menceritakannya mengatakan tentang dirinya…??

 

Bintang cahayanya menembus kegelapan kekosongan kehampaan keluangan kerenggangan..

 

Dan biarkan mereka sendiri yang bersaksi atas dirinya dan mengatakan tentang dirinya..?

 

Bintang berkerlipan bercahaya di kegelapan malam dan tetap berjalan di jalur yang terang dan cahayanya menembus kegelapan kehampaan kekosongan keluangan kerenggangan..

 

Dan biarkan mereka sendiri yang bersaksi atas dirinya dan mengatakan tentang dirinya..?

 

Keberagaman suatu nyata di dalam bayang seribu fatamorgana dan tetaplah jua bulan menjadi saksi atas dirinya diatasnya begitu pun gunung menjadi saksi atas dirinya di bawahnya…?

 

Gunung adalah gunung yang berasal dari buminya dan begitu pun bulan adalah juga sang rembulan yang bercahaya…?

Jadi sudah jelaslah mereka bersaksi atas dirinya dan masing masing tidak ada yang saling menganiaya kecuali diri mereka sendiri yang menganiaya tentang adanya diri mereka jadi siapakah yang bersalah ataupun menganiaya..? Gunung adalah gunung yang tercipta dari buminya dan menceritakan atas dirinya begitupun bulan adalah juga sang rembulan yang bercahaya..? Dan menceritakan juga atas dirinya dan gelap malam bisa membaca atas diri mereka di penglihatan sang mata..? Bahwa mereka hanyalah bercahaya di gelap malamnya..?

 

Di dalam sebuah keteguhan sang gunung yang meredam dan menjaga bisa saja terbelah hancur menjadi kepingan fatamorgana ataupun tandus lagi rata maka biarkan lubang lubang yang menganga itu menceritakan semuanya atau biarkan desir pasir yang kan menjawabnya..? Lalu bagaimana dengan adanya bulan yang terbelah bercahaya maka biarkanlah bulan sendiri yang menceritakannya di sabit atau purnama yang menjadi petunjuk atas dirinya bahwa adanya perbuatan di dalam gelap atau terang pasti akan kelihatan atau ada dalam penghitungannya ataupun tidak dibalas melainkan sama dengan apa yang diperbuatnya dan akan kembali lagi di sabit atau purnama sebagai penghitungan atas dirinya..?

 

Layaknya Retak terbelah cermin kaca seribu bayangan dalam fatamorgana dan tetaplah jua mencerminkannya tentang siapakah dirinya jadi siapakah yang bersalah atau menganiaya meskipun berbeda tetapi tetaplah cermin kaca di retakan kepingan seribu fatamorgana hanya akan mencerminkannya..? Maka bercerminlah atau berkacalah siapakah dirinya ataukah siapakah saya dan hanyalah dirinya ataukah hanyalah saya..? Bercermin berkacalah.. Dan Terlihat seperti apakah dirinya tampak seperti apakah di cerminnya..?Hanya dirinya ataukah hanyalah saya.. Lalu siapakah yang menganiaya..? Hanyalah dirinya ataukah Hanyalah saya..?

 

Perumpamaan Seperti berharapnya pohon cemara berbuah bulan di rantingnya dan bagaimana bisa pohon cemara berbuah bulannya kalau itu hanyalah di penglihatan mata saja yang seolah-olah berbuah bulan di atas pucuk rantingnya atau bahkan berbuah bintang di ranting- rantingnya..? Padahal yang sebenarnya apakah sang Rembulan hanyalah bersinar bercahaya menyinari siapapun juga ketika berada di gelap malamnya ataupun berada dalam kehampaan jiwa yang bukan hanya pohon cemara saja yang disinarinya dan mereka berharap bulan berada di pangkuannya..?

 

Gapai tak tergapai hanyalah sebuah cerminan ataupun bayangan dan adanya seberkas ataupun setitik cahaya terang menjadikan pada penerangan akan adanya kenyataan..

 

Setiap kesalahan atau dosa meskipun itu hanya setitik perbuatan buruk gelapnya akan ada balasannya atau tidak akan dibalas melainkan sama persis seperti apa yang dilakukannya atau akan kembali pada dirinya dan setitik perbuatan baiknya yang terlihat terangnya atau akan tampak terlihat dikalikan terangnya…

but some people have to be on it constantly. I still don't know if it is good or bad for the next generation. I think about the humans in Wall-E when I see people on their cellphones nonstop. Seriously watch that movie if you don't know what I am talking about. Cellphones are the new having your head up your ass. Cellphone smartphone cameraphone telephone. My favorite function is camera.

This piece of art was made by Alex Arcane Nordby at CONvergence 2005, in the Cthulhu Coffee room party.

tamron af 18-200mm

Polaroid A700 picture

Ranting salah satu pohon menusuk pohonyang lain

Nikon D7000 | Tamron 70-200mm | Monyet di Pantai Kelanang

Right now freelancing can kiss my ass.

 

I have two clients who can, too.

 

Client A is my biggest source of income (in theory) and two old colleagues work there, so I have a personal connection that makes things awkward sometimes. My most recent check from them is now two weeks late (supposedly it got put in the mail on Monday). My next check is due on Friday, but I know it hasn't been sent yet. I probably won't be able to deposit that payment (which is over two thousand dollars, for heaven's sake. This affects rent, credit card bills, automatic deductions.) before we leave for Singapore for the whole of December.

 

This is dumb. They already have 30 days to pay me after I invoice them (which means up to 45 days after I actually complete the work). If I failed to meet a deadline for them, I'd hear about it. In fact I'm always early, and I know I'm one of their best and most reliable freelancers. Why can't they meet their own contractual obligations?

 

Client B hired me for a one-off project back in September, which they said had an extremely tight deadline. I worked my ASS off for a solid week for not very much pay, and met the deadline. They are due to pay me within two weeks of the date they publish this material, but

 

1) They said they were going to publish in mid-October. Clearly not happening.

 

2) Technically, my obligations to them are not complete until I revise my work according to their editorial feedback. But they have not SENT me editorial feedback for half the work, despite the fact that I've asked them about it repeatedly and they keep promising they will send it "in a few days" or "this week." If they weren't a pretty well established company I'd be afraid they were deliberately scamming me. As it is I only think they're fucking me over.

 

We're not in the hole, or anything. I'll be fine. But I make my financial plans based on the expectation that I will be paid according to an agreed upon schedule. And it just makes me angry that they can swing me around like a cat (just looked at your recent upload, MJ) and I can't do a damn thing about it.

 

I have to remind myself that the freedom is worth it. I repeat it like a mantra. I do not have to go into an office and follow the orders of a manager. I do not have to attend soul-sucking meetings. I do not have to pretend to care about company policy. The freedom is worth it. The freedom is worth it.

 

I just wish I were worth paying on time. Asses.

This is the plan. Let's do it.

Contrary to popular notion, I do not consider myself left-wing, or feminist. Those are constricting, pigeonholing labels that carry too-specific connotations. Rather, if I must label myself, I would label myself a secular humanist who believes in social justice for all, and gender equality. I do not practice misandry, and nor am I an adherent of political correctness.

 

That said, this magnet is HI LARRY US. I do harbor some disdain for males (and females) who cower in the presence of a fiesty femme.

Julia Horbaschk starts off "Brighton rants" a pop up event organised for and within the "Unfrastructure" exhibition space as part of the Brighton Photo Fringe 2010

1 2 ••• 74 76 78 79 80