View allAll Photos Tagged nantis

Memikirkan kebahagiaan...

 

bererti memikirkan apa yang terjadi sebelumnya...

 

dan yang akan terjadi nanti...

 

dan sampai batas tertentu...

 

berfikir terlalu jauh itu...

 

boleh mengusik kebahagiaan itu sendiri.

BESSUDE

Sardegna, Sassari, Cabuabbas

 

Murale di Pina Monne

I love all blue color .. smile from Indonesia

 

Hadiah untuk mu clarissa ... belajar yang rajin ya .. nanti kita jalan2 lagi .. bawaannya cukup 1 ransel aja .. enggak boleh lebih. he.he.

 

Model : Clarisa

Location : Bromo mountain

hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput

nanti dulu, biarkan sejenak terbaring di sini

ada yg masih ingin kupandang, yg selama ini senantiasa luput

sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi ~sapardi djoko damono

Have a wonderful workday my friends.

Very sorry still can't visit your stream yet.

entah dianggap berguna ataupun tidak

tetaplah aku kan menetes

 

sekarang atau nanti

tetaplah akan menetes juga

 

menetes atau menguap mengering... akupun tak tahu.

The lizard plays in my little garden. It plays hide and seek with me..how sweet!!!

Sa Carrela 'e Nanti è una manifestazione tradizionale del carnevale di Santu Lussurgiu, un paese della provincia di Oristano situato ai piedi del versante sud orientale della catena del Montiferru, che si trova all'interno di un cratere di origine vulcanica.

Jangan berduka cita...

 

kerana nanti masih ada...

 

panorama dan kehidupan yang lain.

ssstt ... ini midnigth bubur ayam..

Mak Henny. nanti kalau kita pulang karaoke.. kita mampir sini ya..

jalan2 yuuk cari korma bakal buka puasa nanti ..

  

Masih kurasa segarnya udara pagi itu, semerbak wewangian khas lokal pun masih nancep di memory. Masih kulihat bebangau (para bangau) sibuk mencari kudapan di danau pagi itu (gak keliatan ya?, pas tgl. 15/04 sih keliatan). Angin menerpa wajahku lembut (maksudnya anginnya yang lembut bin sepoi-sepoi) sambil berbisik "udah pulangnya nanti aje ....". Melihat aku terlena, Erick, sohibku pun menghampiriku sambil berkata "Shall we go now..?", Ups... aku harus pulang sekarang, kembali ke alam keseharianku... di jakarta... hiks... Dan kami pun melaju ke Bandara... diiringi lagu-lagu lama Eagles... sambil membuka kaca (bukan dongkel ya..!) mobil karena udaranya masih sueger... brrr...

 

Tokina 12-24mm f/4 @ 18mm f/7.1, 1/60 sec, ISO 200 (+1.3 EV in A mode)

 

Forgive me for my late response to add some of you my friends. Just didn't see usual notification

tuh.. barusan aja mateng.. sebagian lg nanti deket bedug .. hmm. silahkan lohh

silahkan pilih dulu .. nanti diantar waktu pas buka puasa

sms bilang.. nanti di bulan desember .. tehkici akan menjadi Jidah (nenek) lagi loh.. oowwh senangnya.. hhmmm.. kalau nenek2 jaman dulu, dengar berita ini langsung merajut baju2 warna biru atau merah ya.. tapi jidah ini begitu dpt berita malah .. online .. online.. karena jidahnya fun dan lucu .. yak kan ya kan.. jadi.. mohon doa nya ya

Orang utan mother 'Rezeki' with her baby "Nanti"

aku harap suatu hari nanti aku dapat pandu kapal terbang ni..

Indahnya Masjid Nabawi Madinah

 

Untuk tatapan saudara muslimin/ Muslimat ku yang belum sampai ke sini. Mudah mudahan anda akan sampai ke sini satu masa nanti sebagai tetamu ALLAH. Bagi sesiapa yang pernah ke sini dahulu, perhatikanlah perubahannya yang mengkagumkan,

Allahu Akbar !

can you imagine bagaimana perasaan remaja tenganan saat pertama kali akan mengikuti ritual perang pandan (mekare-kare) ?

 

senang karena akan diakui telah dewasa.

bahagia bisa tampil di depan umum.

ngeri, takut, cemas, sedih, pilu, membayangkan betapa sakit nya kulit arinya akan tercabik-cabik nantinya.

semua berbaur menjadi satu.

 

mungkin dia sudah bisa dan hanya bisa bertanya dalam hati (tanpa jawaban yang memuaskan): "mengapa harus seperti ini?", "mengapa harus begini?", "mengapa harus begitu?"....

 

terlalu banyak yang ada di benak kedua remaja ini.

 

terlalu banyak.... atau malah kosong sama sekali?

bantuin cuci motornya ya om..nanti ongkosnya naek odong-odong terus beliin permen aja..tapi om yang genjot odong-odongnya..

  

Indahnya Masjid Nabawi Madinah.

 

Untuk tatapan saudara muslimin/ Muslimat ku yang belum sampai ke sini. Mudah mudahan anda akan sampai ke sini satu masa nanti sebagai tetamu ALLAH. Bagi sesiapa yang pernah ke sini dahulu, perhatikanlah perubahannya yang mengkagumkan,

Allahu Akbar !

Al-Ĥijr:2 - Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.

Alhamdulillah I touched down in KLIA last Monday evening. The next day, early in the morning, I pulled off to Melaka. "Baru balik Malaysia dah nak keluar?". Oh sungguh ramai orang yang mempersoalkan. Huhu.. Maaf jika ku tidak menunaikan hak ahli keluarga terutamanya. Tapi aku sudah spend time dengan Abang dan Mak di Paris dan London 3 minggu sebelumnya. Jadi, sekarang tiba masa aku menunaikan hak orang lain.. Tak sempat aku nak melayan jet lag. Hoho..

 

On Monday night, I intended to book my bus ticket to Melaka online. "Alamak, kat sini mana ada National Express!" I forgot. Hence, no online booking that night.

 

Di KTM station, hendak ke puduraya, jam menunjukkan waktu 9pagi. Tertera "Rehat/Break" di kaunter tiket. OH! SUNGGUH KU TERKEJUT! Terasa seperti ingin menjerit sekuat hati!

 

Setibanya di Puduraya.. "Dik, nak pegi mana?" tanya seorang jejaka bertopi hitam. "Melaka" jawabku sopan santun. "Jom ikut abang" dan aku mengikutinya sehingga ke kaunter. Dia menulis sesuatu dan hampir saja dia 'book' tiket basku tapi sempat ku menyelit "Eh bang, saya nak naik Transnasional sebenarnya" jawabku sopan santun. "Hek eleh, tadi tanak cakap!! Sial betul!" =o aku terkedu. Adakah aku masih di planet bumi? Why is he not making any sense? Mana adab? Mana attitude?

 

Aku mengomel seorang diri. "Jangan la compare Malaysia dengan UK. Memang laa lain! Tapi kau kan kat Malaysia, buat laa cara orang sini. Jangan laa expect tinggi" kata kawan. Tapi Rehat pukul 9 pagi????!!! And cursing unnecessarily like *&^%$#$%^&*???!!! That is sooo unacceptable!!!

-------------------------------

So I went to see some friends. And got the chance to go to a suburban school for a motivation camp.

 

"Akak, saya teringin nak belajar jadik doktor macam akak, tapi saya tak pandai, saya tak mampu"

 

"Akak, susah la belajar Sains dengan Matematik dalam Bahasa Inggeris. Cikgu pun terpaksa terang dalam Bahasa Melayu sebab kami tak faham"

 

"Kenapa akak datang kejap sangat? Lawat laa kami lagi. Kami seronok sangat jumpa akak"

 

Oh! Hampir saja ku menitiskan air mata T_T Sayu sungguh!!

-------------------------------

Petang tu, aku terus bergegas ke Lembah Beringin, melawat kolej terchenta, berjumpa dengan adik-adik kolej.

 

"Kak Dina, if I want to do medicine, what subjects should I take for my AS Level? Science or Non-Science? Economics or English Literature? If I were to apply to Oxford and Cambridge, what are the requirements? How are the assessments carried out? I'm a Bank Negara scholar and I'm one of the Skim Kijang Emas award recipients"

-------------------------------

On my way back to Bangi, I reflected upon my experience. 2 different worlds. Paginya aku berjumpa dengan adik-adik yang serba kekurangan. Petangnya aku berjumpa dengan adik-adik yang ber'speaking' belit-belit dan pandai-pandai belaka. Skim Kijang Emas lagi tu! Oh! Sungguh 2 dunia yang berbeza!

 

I always resented the statement of "Life is unfair" because I used to believe that Allah itu Maha Adil. Kehidupan ini tak pernah tidak adil. Semuanya adil belaka. Namun pada hakikatnya, Life is indeed unfair!

 

But my beliefs to Allah the Most Fair and Most Just stand still. Allah memang Maha Adil. Namun keadilanNya tidak terbanding kerana adanya Hari Pembalasan. Di mana ketidakadilan di dunia akan terbalas di sana. Di dunia, mungkin perbezaan harta benda, pangkat dan jawatan, tahap pendidikan menjadi isu, tetapi segalanya tidak bermakna apa-apa di akhirat kelak. Akhirnya, yang membezakan seseorang dengan seseorang yang lain bukan harta benda, bukan pangkat dan pendidikan, tetapi TAQWA. Dan orang-orang yang bertaqwalah golongan yang mendapat kejayaan teragung dan hakiki.

 

Aku mungkin marah dan bengang dengan pakcik kaunter tiket komuter dan tiket bas. Tapi di akhirat nanti, ketaqwaan mereka mungkin akhirnya akan melebihiku. Aku mungkin beruntung daripada adik-adik di sekolah kampung itu, tapi di sana nanti, mereka mungkin berada di darjat yang lebih tinggi.

 

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa”. (Surah Aali Imran : Ayat 133)

 

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, nescaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai kurnia yang besar”. (Surah al-Anfal: Ayat 29)

 

panjang pulak aku bebel.

Lebih kurang 50 meters dari Hotel penginapan ke masjid Nabawi Madinah.

 

Untuk tatapan saudara muslimin/ Muslimat ku yang belum sampai ke sini. Mudah mudahan anda akan sampai ke sini satu masa nanti sebagai tetamu ALLAH. Bagi sesiapa yang pernah ke sini dahulu, perhatikanlah perubahannya yang mengkagumkan,

Allahu Akbar !

Foto scattata con una Minolta X700, scannerizzata con un Acer Scanprisa 1240UT

Pemandangan dalam Masjid Nabawi Madinah.

 

Untuk tatapan saudara muslimin/ Muslimat ku yang belum sampai ke sini. Mudah mudahan anda akan sampai ke sini satu masa nanti sebagai tetamu ALLAH. Bagi sesiapa yang pernah ke sini dahulu, perhatikanlah perubahannya yang mengkagumkan,

Allahu Akbar !

"The snow..

Will one day melt..

And will be gone..

The traceable footsteps in it..

Will disappear..

And leave nothing behind..

And so will my story..

It will end..

But it will leave me..

A remembrance to be kept..

In a music-box of memories.."

 

Entah kenapa, dalam kesibukan diri, tiba-tiba hati rindu pada seseorang. Seseorang di tanah air yang aku gaduh dengan sebelum balik ke UK tempoh hari. Tak sempat aku nak cakap sesuatu, tapi dia sudah menghilangkan diri. Tak sempat aku nak luahkan sesuatu tapi dia sudah melangkah pergi. Tiada lagi kata-kata penyejuk hati seperti biasa. Tiada lagi ayat-ayat cinta sebelum aku terbang jauh ke sini (ok, geli geliman..)

 

Ok cut the crap. Sebenarnya, aku rindu Nazme yang teramat :( tapi sehari sebelum aku balik ke UK haritu, aku gaduh dengan dia. "Mak na tanak sayang Nazme dah!" konon-konon merajuk, sebab dia tanak dengar cakap aku. Haha.. "Ok lah! Nazme pun tanak sayang Mak Na!" dia lari meninggalkan aku, pergi sambung main game.

 

Masa aku salam-salam semua kaum keluarga sebelum ke airport sambil menangis teresak-esak, aku panggil Nazme dan peluk dia sekuat hati. Tak sempat nak minta maaf dengan dia. Tapi dia tengah main game masa tu, tak kuasa kot nak layan aku. Haha..

 

Tapi betul, aku terkilan sebab gaduh dengan Nazme sehari sebelum aku balik UK. Menyesal, sebab aku lupa yang dia tak selamanya menjadi seorang kanak-kanak berusia 5 tahun. Dan sebab aku pun tak tahu bila lagi ada peluang balik Malaysia, mungkin Nazme yang bakal aku jumpa nanti, dah besar dan tanak dilayan seperti budak kecil lagi.

 

"Mama, Nazme nak ikut Mak Na balik UK boleh? Nazme nak main snow nak buat snowman" tanya Nazme kepada kakakku, sehari selepas aku sampai Malaysia tempoh hari.

 

Setiap kali aku nampak snow, kesejukan dan kedinginan angin betul-betul meresap ke tulang sumsum. Ditambah dengan kesejukan hati aku merindui Nazme, sejuk yang teramat perit terasa seperti ingin masuk dalam oven!

 

Ok aku dah merepek ni. Tapi betul, aku rindu Nazme yang teramat sangat :(

 

Maafkan aku andai ku tak sempurna. Tapi jika aku ada kuasa, kan ku bekukan detik ini, agar kau terus menjadi pojaan hatiku. ya Allah, jadikanlah anak-anak saudaraku anak-anak yang soleh dan solehah, penyejuk mata ayah dan ibu, pembangga ummah yang berjaya, insyaAllah..

 

p/s: gambar diambil semasa kami meredah salji yang agak lebat untuk ke dewan peperiksaan. MasyaAllah, sejuk yang menggigit tulang dan organ dalaman!!

Lebih kurang 50 meters dari Hotel penginapan ke masjid Nabawi Madinah.

 

Untuk tatapan saudara muslimin/ Muslimat ku yang belum sampai ke sini. Mudah mudahan anda akan sampai ke sini satu masa nanti sebagai tetamu ALLAH. Bagi sesiapa yang pernah ke sini dahulu, perhatikanlah perubahannya yang mengkagumkan,

Allahu Akbar !

thanks to all my friends.sorry pada yg tak masuk,nanti kita buat lagi :)

 

nikon d90

af nikkor 50mm f1.8

 

song : malique ft. najwa - senyum

   

senyum = smile = 笑顔

Vangaindrano (Madagascar) - A Madagascar, la majorité des habitations sont des cabanes, comme sur la photo. Des planches de récupération, quelques bouts de bois pour la structure et vous avez une maison traditionnelle typique des villages de brousse.

On trouve aussi des maisons en pisé. Des constructions en terre crue, caractéristiques de la région des Hautes-Terre, au centre de la Grande île. Quant aux plus nantis, ils optent pour le béton. Mais dans les campagnes et dans les périphéries des villes, les cabanes en bois restent largement majoritaires car on se procure gratuitement la matière première en la prélevant directement dans ce qui reste des surfaces boisées. Comment expliquer à de pauvres gens qu’il faut préserver les arbres, alors que c’est pour eux le seul moyen de se loger et de se chauffer. D’autant que les Chinois contribuent de façon industrielle à la déforestation.

  

The sweetness of home

 

Vangaindrano (Madagascar) - In Madagascar, the majority of homes are cabins, as in the photo. Recycled boards, a few pieces of wood for the structure and you have a traditional house typical of bush villages.

There are also adobe houses. Raw earth constructions, characteristic of the Hautes-Terre region, in the center of the Big Island. As for the wealthiest, they opt for concrete. But in the countryside and on the outskirts of towns, wooden cabins remain largely in the majority because the wood is obtained free of charge by taking it directly from what remains of the forests. How can we explain to poor people that we must preserve trees, when for them it is the only way to find housing and heat? Especially since the Chinese contribute industrially to deforestation.

 

Coba-coba buat lokomotif... silakan mengamati...

CC201 & 204nya nanti dulu...

Sa carrela ‘e nanti è la strada in terra battuta teatro di una sfrenata e pericolosa corsa a cavallo, chiamata allo stesso modo, in cui i partecipanti, tutti rigorosamente lussurgesi e organizzati in pariglie composte da due o tre cavalieri per volta, si sfidano in bravura, provando la propria maestria equestre, l'assetto durante la corsa, la compostezza dei cavalli lungo il tortuoso percorso.

La corsa si tiene l'ultima domenica di carnevale e si ripete il martedì

j'ai le coco blues, caprice de nanti ? ça me va ...

bukaaaann... bukan mksd iming2.. tapii silahkan ambil dulu. nanti buka puasa baru di icip2 ya.. ssokk dipilih lah. mau yg mana

Aku bertanya pada malam: “Wahai malam, mengapa engkau cepat sekali datang, tidakkah kau bosan dan lelah kerana mengunjungiku setiap hari?”

 

Kemudian malam menjawab: “Sesungguhnya aku bukanlah malam yang kemarin atau malam-malam sebelumnya yang pernah engkau temui. Aku adalah aku, malam ini adalah malamku dan yang kemarin bukanlah aku. Begitupun esok engkau akan bertemu dengan malam yang baru.

 

Lalu malam kembali berkata dengan nada tinggi: “ Janganlah engkau bertanya seperti itu, seharusnya kau bersyukur kerana dapat melihatku kembali, kerana pada waktunya nanti ada saat di mana aku ataupun malam yang lain tak akan pernah lagi datang mengunjungimu, dan itu adalah akhir dari kehidupanmu!”

Varanasi (Inde) - La Kharbuza n’est pas le bidonville le plus déshérité du monde. Il y a certes des familles très pauvres qui vivent dans des baraques en bambou dont les murs ne sont que des bâches et de vielles couvertures. Les plus « nantis », parviennent à construire de maison en barque et torchis. Ces derniers sont souvent souvent des chauffeurs de taxis, des commerçants ou des salariés relégués ici en raison de la crise du logement. De sorte que le bidonville de La Kharbuza est un lieu de mixité sociale.

 

La femme présentée ci-dessus, est l’épouse d’un modeste cyclo-pousse. Le couple vit dans une maison de fortune avec son beau-frère et sa belle-soeur. Ils n’ont pas les moyens de s’acheter des matériaux pour construire une maison en dur. En revanche, cette famille a quand même de quoi de se nourrir. Et petit plus, elle a récupéré un vieux téléviseur (visible en arrière-la) et un antique lecteur de DVD pour se distraire.

Mais les revenus ne sont pas suffisants pour se soigner. Cette famille fait donc appelle aux services de l’ONG Action Bénarès, qui offre des consultations gratuites aux habitants du bidonville.

  

Preparation of chapatis

 

Varanasi (India) - The Kharbuza is not the most deprived slum in the world. There are certainly very poor families who live in bamboo huts whose walls are nothing but tarpaulins and old blankets. The "better off" manage to build houses in brick and mud. The latter are often taxi drivers, traders or employees relegated here due to the housing crisis. So the slum of La Kharbuza is a place of social diversity.

 

The woman pictured above is the wife of a modest pedicab. The couple live in a makeshift house with their brother-in-law and sister-in-law. They cannot afford the materials to build a solid house. On the other hand, this family still has something to eat. She recovered an old TV (visible in the background) and an ancient DVD player for entertainment.

But the income is not sufficient to treat oneself. This family therefore calls on the services of the NGO Action Bénarès, which offers free consultations to the inhabitants of the slum.

 

Revisit ke danau fenomenal ini bikin rada baper. Teringat masa-masa 4 tahun lalu waktu pertama kali ke sini.

Dengkul masih fresh tapi belum terlatih jadi jalannya kayak keong, ngabisin waktu sampai 6 jam dari Ranupani, kemarin bisa lebih hemat 2 jam.

 

Sayangnya 2x kesini masih juga belum berkesempatan menapakan kaki di Mahameru. Ah, mungkin nanti, sama kamu..

This is my favourite insects flying shot so far. I use Sigma 70-300mm lense with manual focus ~because the autofocus is corrupt :( ~

  

Thanx and all the best :)

 

Download wallpaper size photos = e-picworld.blogspot.com

  

Setiap yang bernyawa pasti akan merasai MATI. Siapakah gerangannya yang akan menjadi sahabat2 kita di akhirat nanti? Adakah penghuni SYURGA mudah-mudahan, ataupun penghuni NERAKA?? Na'uzubillah

 

Ingat-mengingatilah kita sesama sahabat dengan akhirat , kerana orang yang PALING PANDAI ialah yang PALING BANYAK INGAT MATI .......

  

Ku Berlari

Album : Dunia Yang Lebih Indah

Artist : Firdaus

  

Firdaus:

Ku langkahkan kaki ini

Di hangat mentari pagi

Ku syukuri hari ini, aku masih berdiri

 

Dan aku tinggalkan masa kelabu

Dan lalu mulakan jalannya kerna-Mu

 

Semangat optimis diri jalan hari dengan pasti

Selama jantung berdetak, selama itupun

 

Takkan berhenti berlari wujudkan mimpi

Terus berlari agar hidup ini bererti

 

Terjatuh bangkit aku kembali

Susah payah aku tak peduli

Kerna hidup hanya sekali

 

Akbar:

Dengarkanlah teman seloka hiburan

Tak perlulah kita asyik nak berlawan

Kita semua kawan tak boleh berlawan

Kalau kita renggang kita ketinggalan

 

Bebaskan dirimu dari dibelenggu

Teruskan langkahmu ayuh kita maju

Mari bersamaku nyanyi lagu ini

Jangan difikirkan resah yang di hati

 

Semua itu hanya dimindamu

Tak perlu kau sangsi tak perlu kau ragu

Segala-galanya pastikan berlalu

Mentari kan muncul mendung kan berlalu

 

Cat Farish:

Suka duka perkara biasa

Kita pasti lalu bezanya pada waktu

Bila berlari kenalah berstrategi

Jangan ikut hati, ikut hati nanti mati

Biarlah terlambat atur jalan cermat

Pelan-pelan kayuh jangan sampai otak penat

Sentiasa bawa diri hati-hati hari-hari beri erti pada diri

Jangan berhenti kejar mimpi senyuman diberi tanpa semua benci menghantui hati

Biarkan saja, takdir semua nyata

Bersyukurlah masih lagi bernyawa

 

Firdaus:

Dan aku tinggalkan masa kelabu

Takkan berhenti berlari wujudkan mimpi

Terus berlari agar hidup ini bererti

 

Takkan berhenti

Berlari wujudkan mimpi

Terus berlari

Agar hidup ini bererti

 

Takkan berhenti berlari wujudkan mimpi

Berlari..

an old picture during last geelong waterfront bbq...

aku bajet nak baring je, tapi jaket basah nanti beb...ahaha

 

(editing : curves, gradient overlay, stamp tool, rotate)

Location: Tok Bali, Pasir Puteh

many thanks for your kind visit & support..

1 3 4 5 6 7 ••• 79 80