View allAll Photos Tagged mutiarasalaf
Nasehat Emas Berkata al-Imam Sufyan Ats-Tsaury -rahimahullah ta'ala-: "Berhati-hatilah engkau dari segala sebab yang bisa merusak pahala amalanmu. Karena sesungguhnya yang bisa merusak amalanmu adalah RIYA'. Jika kamu (selamat) dari riya' maka hati-hatilah dari 'UJUB atas dirimu. Yaitu, engkau berpikir bahwa, "engkau lebih afdhal dari saudaramu yang lain". Padahal, boleh jadi kamu tidak memperoleh dari amalan sebagaimana yang diperoleh dirinya. Dan boleh jadi dia lebih wara' (berhati-hati/menjaga diri) dibanding kamu dari segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah. Bisa jadi pula dia lebih suci amalannya dibandingkan denganmu. Dan jika kamu (selamat)/tidak 'ujub akan dirimu. Maka, berhati-hatilah engkau dari menyukai/senang untuk dipuji oleh manusia. Demikian pula kamu senang agar orang-orang memuliakanmu karena amalanmu tersebut. Kamu juga menghendaki agar memiliki kedudukan yang mulia di hati mereka. Demikian pula kamu inginkan dengan itu, agar bisa memenuhi beragam kebutuhan yang kamu tuntut dari mereka. Padahal, semestinya yang kamu niatkan dari amalanmu adalah (kebaikan) negeri akhirat kelak. Bukan selainnya. Maka cukuplah (sebagai peringatan) dengan banyak mengingat mati. Zuhud terhadap dunia serta hanya mengharapkan akhirat. Dan cukuplah (sebagai peringatan) agar menjaga diri dari panjangnya angan-angan, sedikit rasa takut (kepada Allah), dan berani berbuat maksiat. Dan cukuplah (sebagai kerugian) seseorang dengan banyak berduka dan menyesal di hari kiamat. Yaitu, barangsiapa yang mengilmuinya namun tidak mengamalkannya." Hilyatul Auliya' (6/391) أصحاب السنة Ashhaabus Sunnah #ArsipLama #Repost #nasehat #emas #renungan #mutiarasalaf #quote #istiqomah #salaf #islam #sunnah #happyislam #WSI via Instagram ift.tt/1JblxQb
BERBUAT BAIKLAH DISISA USIA YANG ADA; Oleh: Al Ustadz Idral Harits Hafizhahulloh Beliau mengatakan: Barangsiapa yang mengetahui bahwa dia adalah hamba kepunyaan Allah, dan dia mengetahui bahwa dia akan kembali kepadaNya, maka dia harus mengetahui bahwa dia pasti akan berdiri di hadapanNya. Barangsiapa yang mengetahui bahwa dia akan berdiri di hadapanNya, maka dia harus mengetahui pula bahwa dia pasti ditanya (tentang amalannya di dunia). Dan barangsiapa yang mengetahui bahwa dia akan ditanya, maka dia harus menyiapkan jawaban untuk pertanyaan tersebut. Lalu ada yang bertanya: “Lantas apa daya kita?” Kata Al Fudhail bin ‘Iyadh: “Sangat mudah,” “Apa itu?” : Tanya orang tersebut. Beliau berkata: “Kamu berbuat baik pada apa yang masih tersisa, niscaya apa yang telah lewat akan diampuni. Sebab, jika kamu berbuat jelek pada apa yang masih tersisa, niscaya kamu akan disiksa karena apa yang telah lewat dan apa yang tersisa.” Wallahu Muwaffiq ___ ift.tt/18RKPkN Ashhabus Sunnah Diarsipkan oleh @happyislamcom Juni 2015 #repost #archive #quotes #mutiarasalaf via Instagram ift.tt/1LzHPw9
AKU TAK MALU MENGATAKAN "AKU TIDAK TAHU" Imam Asy-Sya’bi Rahimahullah pernah ditanya dalam suatu masalah. Beliau menjawab, “Saya tidak tahu”. Maka si penanya heran dan berkata, “Apakah kamu tidak malu mengatakan “tidak tahu”, padahal engkau adalah ahlul fiqh negeri Iraq?” Beliau menjawab, “Tidak, karena para malaikat sekalipun tidak malu mengatakan tidak tahu, ketika Allah tanya: “Sebutkan kepadaKu nama benda-benda itu jika kamu memang benar!”(Al-Baqoroh:31). Maka para malaikat menjawab: “Mereka menjawab: Mahasuci Engkau, tidak ada ilmu bagi kami selain dari apa yang telah engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (Al-Baqoroh:32) (Lihat ucapan Imam Asy-Sya’bi dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhili (2/51) melalui Hilyatul ‘Alimi al-Mu’alim karya Salim bin Ied Al-Hilali). Sumber : catatanmms.wordpress.com #idontknow #nasehat #quote #instaquote #mutiarasalaf #laa #adri #nasehat #muhasabah #renungan #ask #question #ulama #fatawa #salafi #salaf via Instagram ift.tt/22TCo0o