View allAll Photos Tagged mesir
Burung terbang mencari arah di mana dia bisa memperoleh suasana baru. Suasana nyaman dan rindang adalah tujuan dari kepakan sayapnya. Waktu dan kesempatan datang silih berganti. Akan ada suatu masa di mana sebuah komunitas perlu me-refresh tatanan pola pikir dan laju perkembangannya. Sebuah usaha demi kelangsungan hidup suatu komunitas agar dapat bertengger lekat dan erat, serta menyambungkan wahana estafet komunitas tersebut.
Tak terasa waktu melesat begitu cepat. KSW Mesir salah satu organisasi kekeluargaan di Masisir, akan menunaikan hajat tahunan. Hajat yang menjunjung tinggi musyawarah demokratis yang tersemat pada suatu acara RPA; Rapat Permusyawaratan Anggota KSW Mesir untuk memilih generasi pemimpin barunya untuk periode satu tahun ke depan.
Sebagai yang merasa dipercaya menjadi ketua KSW periode tahun ini, secara pribadi saya menikmati masa-masa pembelajaran diri. Mencoba mengerti dan memahami alur dan kemauan anggota KSW yang begitu kritis dan atraktif dalam proses bergulirnya roda organisasi. Sebuah ajang untuk mencoba me-manage dan menyalurkan bakat minat masing-masing anggota. Tentu banyak sekali kemanfaatan dan ibroh untuk kita jadikan sebagai motivasi menjalankan organisasi. Salah satunya mencoba mengenal karakter masing-masing anggota dan berbaur demi sebuah tujuan organisasi yang mendidik dan bermartabat, serta bermanfaat untuk pribadi dan khalayak ramai.
Di KSW saya belajar memahami sebuah arti
Di KSW saya belajar mengayomi
Di KSW saya belajar menahan diri
Di KSW saya belajar mengerti diri
Di KSW saya belajar tidak berkecil hati dan
Di KSW saya belajar mencintai
Dengan mengusung tema “Bersama, Wujudkan KSW yang Harmonis dan Inovatif”, RPA kali ini mengharapkan sebuah gebrakan baru, bukan semerta wacana belaka. Calon generasi mendatang tidak semestinya merasa terbebani dengan sebuah tuntutan kepada alur yang kaku.
Menjadi ketua KSW tidaklah berjalan sepi sendiri, akan tetapi berjalan bersama menuju tujuan hakiki sebuah organisasi. Sehingga akan muncul inovasi baru menuju keharmonisan dalam berorganisasi.
Jikalau kita bayangkan, satu tahun tidaklah cukup untuk menjalankan sebuah organisasi. Akan tetapi dengan diiringi i’tikad baik pastinya akan menghasilkan sesuatu yang cukup apik. Dalam memaknai, sebuah keadaan tidak akan terasa maya, ia akan menjadi fakta jika kita semua bangga akan keberadaannya.
Di akhir jabatan saya sebagai ketua KSW hanya bisa berpesan dan titip kepada penerus selanjutnya untuk tidak berbesar hati dan tetap mawas diri. KSW tidak sendiri, akan ada banyak sekali jiwa-jiwa yang ikut nimbrung nguri-nguri menghidupkan KSW. KSW akan selalu ada jika kita bersama menjalin komunikasi dan menciptakan keakraban bersama untuk sebuah dimensi baru dalam berorganisasi. Dan pada perjalanannya, penantian akan keharmonisan sebuah organisasi menjadi ujung tombak pilar generasi mendatang yang mumpuni serta menjadikan kita bebas berekspresi dalam berorganisasi. Mari berjalan bersama KSW mewujudkan cita-cita berarti. kswmesir.org/kenangan-seorang-ketua-ksw/
Relatively new discoveries, around Fort Qaitbey the site has unearthed hundreds of objects, including what experts believe are the remains of the Pharos Lighthouse, one of the ancient wonders of the world
Designed by Norwegian architects, The Library of Alexandria was inaugurated in 2003 near the the Ancient Library in the Brucheion (the Ancient Royal Quarter), as verified by the 1993 archeological survey.
The most famous of them all, the Great Pyramid of Khufu, continues, year after year, to give up a few more secrets, and there doubtless remains much to learn from these Egyptian treasures. There may even be one or more pyramids yet to be discovered.
The Nile floods the lands in Egypt, leaving behind black sediment. That's why the ancient Egyptians named the river Ar, meaning black.
How were the pyramids built? there are many theories and ideas as to how the pyramids were constructed, The most common theory for moving large blocks is to slide logs under the large stones to make mobility easier. Moving the block was one thing but placing it into position was another. This idea has also left scientist baffled. The most common theory for placement of each stone is said to have a ramp that went around the pyramid’s sides. Each stone weighed about two to five tons and came from Aswan and Tura.