View allAll Photos Tagged jarak

JARUN /JARON, jarak, jaruga, jaružica uz rijeku/ negdašnji savski otok naseljen kaptolskim kmetovima/ predjel grada Zagreba

Grey-and-buff Woodpecker

Grey-and-buff Woodpecker, Hemicircus concretus, Belatuk Kecil Berjambul

It is found in southern Thailand, Malaysia, Sumatra and Borneo. Its natural habitats are moist lowland forests, where can usually be spotted at the forest edges hunting for insects with lots of noise.

Belatuk ini mudah di lihat jika ada berdekatan kerana perangainya yang berbunyi bising. Selalunya bergerak sepasang dari pokok ke pokok mencari makanan di antara dahan dahan pokok. Lazimnya ia tak takut pada manusia dan boleh didekati dalam jarak yang agak dekat terutama apabila ia sedang leka makan.

Exif: f5.6, 1/250, ISO 800, focal length 800mm, Cik Canon EOS 50D, lens Canon 400mm, tripod

 

~ Kecukupan bukanlah sesuatu yang telah di capai ... AKAN TETAPI ...

Kecukupan adalah sesuatu yang dipilih untuk dirasakan, dinikmati, DISYUKURI ~

 

en.wikipedia.org/wiki/Jatropha_curcas

168) Lesser Racket-Tailed Drongo

Lesser Racket-Tailed Drongo, Dicrurus remifer, Cecawi Gunung

This is a bird of the sub-montane forest, common in Fraser Hill. This species sopposed to have 2 long pendants extending from the tail, but this one only have single, maybe broken due to many reasons. Drongos always appear near to us birdwatchers and photographers, they seem not afraid of us. But they are not easy to photographed because of the dark colours and dark environment under the canopy.

Cecawi Gunung boleh dijumpai dengan mudah di kawasan hutan tanah tinggi seperti di Bukit Fraser. Selalunya ia yang akan mula-mula muncul apabila ada ‘birdwaves’ , mengetuai burung burung lain memburu makanan. Cecawi biasanya tidak takut dengan kehadiran manusia, namun ia akan berada dalam jarak yang tidak terlalu hampir. Namun warnanya yang gelap agak menyukarkan dapat gambar yang elok di bawah kanopi hutan.

Exif: f5.6, 1/200, ISO 1250, focal length 800mm, Cik Canon EOS 50D, lens Canon 400mm, TC 2.0, tripod Feisol

 

Stork-Billed kingfisher, Pelargopsis capensis, Pekaka Emas

This is a very large kingfisher, measuring up to 38 cm in length. The call of this species is noisy. Stork-billed kingfisher is a species of a variety of well-wooded habitats near lakes, rivers or coasts. It perches quietly whilst seeking food, and is often inconspicuous despite its size. It is territorial and will chase away eagles and other large predators. This species hunts fish, frogs, crabs, rodents and young birds. The nest is dig in a river bank, in the decaying tree, or maybe a tree termite nest. I came across this one at 31.5 meter away, so this is the best shot i can get.

Telah lama saya mencari Pekaka yang ini. Akhirnya bertemu pada jarak 31.5 m. Kerana ‘lifer’ kuturutkan jua hati menembak bertalu talu dengan Cik Canon walaupun ia jauh di seberang sungai. Pekaka ini lazimnya terdapat di kawasan berhampiran tasik atau sungai yang bersempadan hutan. Merupakan pemangsa yang aktif dalam kawasan perburuannya. Memburu ikan, katak, ketam, malah tikus dan burung-burung yang lebih kecil.

Exif: f8, 1/200, ISO 500, focal length 800mm, Cik Canon EOS 50D, lens Canon 400mm, TC 2.0, tripod Feisol

 

Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a berkata. Rasulullah bersabda "diantara 2 kali tiupan sangkakala itu itu jarak 40 tahun (tiupan yg mematikan & membangkitkan kembali). Kemudian Allah menurunkan hjan air bagaikan air mani orang lelaki maka tumbuhlah orang-orang mati bagaikan tumbuhnya tanaman.

 

Not to be used or reproduced without written permission

Sunan Tirmidzi 2454: Dari 'Ubadah bin Ash Shamit Rasulullah saw bersabda: "Di syurga ada seratus tingkat.

 

Jarak antara masing-masing tingkat seperti antara bumi dan langit dan Firdaus adalah syurga tertinggi, darinya empat sungai syurga memancar.

 

Di atasnya 'Arsy (dan) bila kalian meminta kepada Allah, mintalah (syurga) Firdaus." (Sahih) Sumber FB Koleksi Hadis

Gerhana Bulan Tetrad ke-3

Gerhana Bulan Total 4 April 2015 selain menjadi gerhana bulan pertama di tahun 2015, GBT ini juga merupakan gerhana bulan total ke-3 dari rangkaian 4 GBT yang terjadi berurutan. Seri gerhana bulan total yang diisi oleh 4 gerhana bulan total ini dikenal juga dengan sebutan seri tetrad. Dalam rangkaian seri tetrad tersebut, GBT pertama dan kedua telah terjadi pada tanggal 15 April 2014 dan 8 Oktober 2014.

 

Dalam 5000 tahun semenjak tahun -1999 sampai dengan 3000, terjadi 4378 gerhana penumbral (36,3%), 4207 gerhana bulan sebagian (34,9%) dan 3479 gerhana bulan total (28,8%). Dari keseluruhan gerhana bulan total yang terjadi dalam selang tersebut, 16,3 atau 563 gerhana dari gerhana bulan total merupakan bagian dari 142 seri tetrad yang terjadi dalam periode tersebut. Seri gerhana tetrad sebelum periode 2014-15 terjadi pada tahun 2003-04 dan seri berikutnya baru akan terjadi 20 tahun lagi yakni tahun 2032-33.

 

Seri gerhana Bulan tetrad pertama dalam millenium ke 3 telah berlangsung 12 tahun silam yaitu gerhana Bulan total 16 Mei dan 9 November 2003 dan 4 Mei dan 28 Oktober 2004. Walaupun seri gerhana Bulan total tetrad pertama dan kedua berjarak 11 tahun seri gerhana bulan Total tetrad berikutnya akan berlangsung 18 tahun kemudian, yaitu 25 April dan 18 Oktober 2032 dan 14 April dan 8 Oktober 2033. Keempat gerhana bulan total dalam seri tetrad ke 3 dalam millenium ke 3 tersebut dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.

 

Jarak antara satu seri gerhana bulan total tetrad yang satu ke seri berikutnya bisa berjarak 7 tahun, 11 tahun, 18 tahun dan 22 tahun; namun juga bisa berjarak 311 tahun dan 293 tahun.

 

Dalam millenium ke 3 terdapat 32 seri gerhana bulan Total tetrad, 5 diantaranya berjarak 7 tahun, 13 diantaranya berjarak 11 tahun, 10 diantaranya berjarak 18 tahun, 1 berjarak 22 tahun dan satu berjarak 311 tahun dan satu berjarak 293 tahun. Seri tetrad yang panjang adalah perubahan dari tetrad ke 12 menuju tetrad ke 13 berjarak 293 tahun yaitu seri tetrad 12 yang terdiri dari GBT 19 Maret dan 11 September 2155 dan GBT 7 Maret & 31 Agustus 2156 ke seri tetrad 13 yang terdiri dari GBT 17 Juni 2448 & 10-11 Desember 2448 dan GBT 6-7 Juni 2449 & 30 November 2449. Di masa tersebut tetap ada gerhana Bulan Total, namun yang tidak ada adalah gerhana Bulan tetrad, empat gerhana Bulan Total yang berlangsung secara berurutan.

 

Perubahan seri tetrad ke tetrad berikutnya yang terpanjang dalam millenium 3 tersebut adalah perubahan seri tetrad ke 31 GBT 22 Maret dan 14 September 2676 dan GBT 11 Maret dan 3-4 September 2677 menuju kelompok tetrad ke 32 yaitu GBT 2 Juli 26 Desember 2987 dan GBT 21 Juni & 14 Desember 2988.

 

Perlu diingat, seri tetrad merupakan 4 gerhana bulan total yang terjadi berurutan, dan tidak berarti setelah itu tidak ada gerhana bulan total yang terjadi sampai seri tetrad berikutnya. Gerhana Bulan Total masih akan terjadi tapi tidak berurutan 4 gerhana seperti dalam seri tetrad melainkan diselingi gerhana bulan sebagian dan gerhana bulan penumbral.

Lokvarsko (Omladinsko) Lake – History, Nature, Legends and Interesting Facts

maps.app.goo.gl/QvssDGzdzdAWgeoa6

Lokvarsko Lake, formerly known as Omladinsko Lake, is the largest artificial lake in Gorski Kotar and one of the most beautiful lakes in Croatia. It lies between Lokve and Mrzla Vodica, at an altitude of approximately 770 metres, surrounded by dense fir, spruce and beech forests. Although it was created by human intervention, over the course of seven decades it has become completely integrated into the natural landscape and today looks like a natural mountain lake.

 

Surface area: approximately 2.1 km²

Volume: approximately 32 million m³ of water

Maximum depth: approximately 40 m

Created: 1955

River feeding the lake: Lokvarka

The lake forms part of the Vinodol Hydroelectric Power System.

 

The idea of creating a reservoir dates back to the period before the Second World War, but it was not realised until after the war.

 

Between 1952 and 1955, a large earth-fill dam, approximately 48–51 metres high, was constructed. Its construction involved specialists from Hidroelektra, thousands of young volunteers from all over the former Yugoslavia, as well as local and German prisoners of war.

 

According to contemporary records, more than 27,000 young men and women participated in the organised youth work brigades. This was the reason the new lake was named Omladinsko Lake (“Youth Lake”). It was later officially renamed Lokvarsko Lake, although many older local residents still use its former name.

 

Before the lake was created, the area was a picturesque valley. The following were submerged beneath the water: the village of Srednji Jarak, the hamlet of Homer, three sawmills, inns, fields and meadows, as well as part of the old Lujzijana Road (Louisiana Road).

 

The inhabitants were forced to leave their homes, and a new road was constructed south of the future lake.

 

One of the lake's greatest curiosities is that it is occasionally almost completely drained for the inspection and maintenance of the hydroelectric system.

 

At such times, the following emerge once again from the mud: house foundations, sections of the old Lujzijana Road, remains of bridges, walls of the former sawmills, orchards and stone retaining walls.

 

The scene resembles a kind of “sunken Atlantis” of Gorski Kotar and attracts numerous photographers, historians and curious visitors.

 

Lokvarsko Lake is well known among sport anglers.

 

The most famous record was set in 1973, when a 25.40-kilogram brown trout was caught. For a long time, this was cited as a world record for the species.

 

Lokvarsko Lake also holds an important place in Croatian sporting history. It has hosted:

 

the first World Championship in Underwater Orienteering, in 1973;

international rowing regattas;

kayaking and canoeing competitions;

the traditional POJ (“Walking Around the Lake”) and BOJ (“Cycling Around the Lake”) events, which have been held since 1978.

 

Unlike many Croatian lakes that are associated with centuries-old myths, Lokvarsko Lake is relatively young. Consequently, it has not developed the old medieval legends found elsewhere, but rather a number of modern local stories.

 

1. The Bells of the Sunken Chapel

 

The best-known local legend tells that on exceptionally quiet nights, especially on foggy autumn evenings, the bells of a submerged chapel in Srednji Jarak can supposedly be heard from the depths of the lake.

 

Naturally, no evidence has ever been found to support the story, but it remains well known among the people of Lokve.

 

2. The Ghosts of the Old Lujzijana Road

 

Older residents used to tell stories that, on foggy nights, lights from old horse-drawn carriages could be seen along the shore, supposedly travelling along the route of the former Lujzijana Road.

 

A more likely explanation is the reflection of moonlight and mist above the water.

 

3. The Submerged Village

 

For decades, children in Lokve have heard the story that houses are still “standing” beneath the surface, as though their former inhabitants were simply waiting for the water to recede.

 

Interestingly, this story is not entirely fictional – when the lake is drained, the remains of the former settlement really do become visible.

 

4. The Strange Mists

 

The lake is known for its very dense fogs.

 

Local people once regarded them as the “breath of the submerged valley.” Today, meteorologists explain them as a result of the considerable difference between the temperature of the water and the cold mountain air of Gorski Kotar.

 

5. Hidden Wells

 

There is a local belief that wells and stone cellars belonging to the former houses still lie at the bottom of the lake. When the water level falls, parts of these structures do indeed become visible, further feeding the imagination of visitors.

 

Interesting Facts

Lokvarsko Lake changes colour from dark green to turquoise, depending on the season and weather conditions.

In winter, the surface often freezes.

The surrounding forests are among the richest habitats for large carnivores in Croatia.

A tunnel approximately 3.5 kilometres long connects Lokvarsko Lake with Bajer Lake near Fužine, as part of the hydroelectric system.

A Special Atmosphere

 

What makes Lokvarsko Lake unique is not only its natural beauty, but also the fact that beneath its peaceful surface lies an entire lost landscape – a road, houses, sawmills and traces of former life.

 

This is why it is often called the “Gorski Kotar Atlantis.”

 

When the water recedes, history briefly rises back into the light of day, reminding us that today's tranquil mountain lake was once a lively river valley.

 

----------

Lokvarsko jezero

 

Lokvarsko jezero, nekada poznato kao Omladinsko jezero, umjetno je akumulacijsko jezero u Gorskom kotaru, na području Općine Lokve u Primorsko-goranskoj županiji. Nalazi se između Lokava i Mrzle Vodice, na nadmorskoj visini od približno 770 metara. Jezero je nastalo pregrađivanjem rijeke Lokvarke i dio je hidroenergetskog sustava HE Vinodol.

 

Okruženo je šumama jele, smreke i bukve te je danas jedno od prepoznatljivih prirodnih i turističkih obilježja Gorskoga kotara. Iako je umjetno nastalo, tijekom desetljeća postalo je sastavni dio planinskog krajolika.

 

Datum fotografiranja: 4. kolovoza 2026.

Datoteka: 20260804 9156 PhotosCROLokveJezero

 

Osnovni podaci

PodatakVrijednost

Vrstaumjetno akumulacijsko jezero

PoložajLokve, Gorski kotar, Hrvatska

Nadmorska visinaoko 770 m

Površinaoko 2,1 km²

Zapreminapribližno 32 milijuna m³

Najveća dubinaoko 40 m

RijekaLokvarka

Nastanak akumulacije1955.

Hidroenergetski sustavHE Vinodol

Izgradnja

 

Ideja o izgradnji akumulacije na Lokvarci pojavila se još prije Drugoga svjetskog rata, ali je ostvarena tek nakon 1945. godine. Između 1952. i 1955. izgrađena je velika zemljana brana, visoka približno 48–51 metar.

 

U izgradnji su sudjelovali stručnjaci poduzeća Hidroelektra, omladinske radne brigade iz različitih krajeva tadašnje Jugoslavije te domaći i njemački ratni zarobljenici. Prema tadašnjim podacima, u radnim akcijama sudjelovalo je više od 27.000 brigadira i brigadirki.

 

Zbog velikog sudjelovanja omladinskih radnih brigada akumulacija je dobila naziv Omladinsko jezero. Naziv je kasnije službeno zamijenjen nazivom Lokvarsko jezero, iako se stariji naziv i danas može čuti među lokalnim stanovništvom.

 

Potapanje doline

 

Prije izgradnje akumulacije na području današnjeg jezera nalazila se dolina s naseljima, prometnicama, poljoprivrednim površinama i gospodarskim objektima.

 

Izgradnjom brane i punjenjem akumulacije pod vodom su ostali dijelovi nekadašnjeg krajolika, među njima selo Srednji Jarak, zaseok Homer, tri pilane, gostionice, oranice i livade, kao i dio stare Lujzinske ceste, odnosno Lujzijane.

 

Stanovnici područja zahvaćenog izgradnjom akumulacije morali su napustiti svoje domove. Za promet je izgrađena nova cesta južnije od budućeg jezera.

 

Povremeno pražnjenje jezera

 

Jedna od posebnosti Lokvarskog jezera jest mogućnost njegova znatnog snižavanja, odnosno gotovo potpunog pražnjenja u određenim razdobljima, radi pregleda i održavanja hidroenergetskog sustava.

 

Pri niskom vodostaju ponovno postaju vidljivi dijelovi nekadašnjeg krajolika. Iz vode mogu izroniti temelji kuća, dijelovi stare Lujzijane, ostaci mostova, zidovi nekadašnjih pilana, voćnjaci i kameni podzidi.

 

Pojava ostataka potopljene doline jedan je od najzanimljivijih prizora povezanih s Lokvarskim jezerom. Zbog toga se jezero ponekad opisuje kao „goranska Atlantida“.

 

Ribarstvo

 

Lokvarsko jezero poznato je po sportskom ribolovu, osobito po ribljem fondu pastrve.

 

Godine 1973. u jezeru je ulovljena riječna pastrva težine 25,40 kg. Taj se ulov dugo navodio kao svjetski rekord za tu vrstu te je postao jedan od najpoznatijih događaja u povijesti jezera.

 

Sport

 

Lokvarsko jezero ima važnu ulogu u razvoju sportskih aktivnosti u Gorskom kotaru. Na njemu su održavana različita međunarodna i domaća sportska natjecanja, među kojima:

 

Svjetsko prvenstvo u podvodnoj orijentaciji 1973. godine;

međunarodne veslačke regate;

natjecanja u kajaku i kanuu;

tradicionalni susreti POJ – Pješice oko jezera;

BOJ – Biciklom oko jezera, koji se održavaju od 1978. godine.

Legende i lokalne predaje

 

Budući da je Lokvarsko jezero nastalo tek sredinom 20. stoljeća, uz njega nisu povezane srednjovjekovne i druge višestoljetne legende kakve postoje uz neka starija prirodna jezera. Ipak, među lokalnim stanovništvom razvile su se različite suvremene predaje povezane s potopljenim naseljima i starim krajolikom.

 

Zvona potopljene kapelice

 

Prema lokalnoj predaji, tijekom posebno tihih noći, osobito u maglovitim jesenskim večerima, iz dubine jezera mogu se čuti zvona potopljene kapelice u Srednjem Jarku.

 

Za ovu priču nema poznatih materijalnih dokaza, ali je predaja prisutna u lokalnom usmenom pripovijedanju.

 

Duhovi stare Lujzijane

 

Prema drugoj predaji, tijekom maglovitih noći uz obalu se mogu vidjeti svjetla koja se povezuju s nekadašnjim kočijama na Lujzijani.

 

Pojava se može tumačiti prirodnim pojavama, poput odraza mjesečine, svjetala i magle iznad površine jezera.

 

Potopljeno selo

 

Među lokalnim pričama postoji i predaja da se ispod površine jezera još uvijek nalaze kuće nekadašnjih stanovnika.

 

Za razliku od mnogih legendi, ova predaja ima stvarnu materijalnu osnovu: pri znatnom snižavanju vodostaja na pojedinim mjestima doista postaju vidljivi ostaci nekadašnjih građevina i drugih objekata.

 

Magla nad jezerom

 

Lokvarsko jezero često je prekriveno maglom, osobito tijekom hladnijeg dijela godine. U lokalnoj tradiciji magla se povezivala s „dahom potopljene doline“.

 

Nastanak magle može se objasniti meteorološkim uvjetima, odnosno razlikom između temperature vode i hladnog zraka iznad okolnog goranskog područja.

 

Potopljeni bunari i podrumi

 

Prema lokalnim pričama, na dnu jezera još se nalaze bunari, kameni podrumi i drugi ostaci nekadašnjih kuća. Pri niskom vodostaju pojedini dijelovi tih struktura mogu postati vidljivi.

 

Prirodne značajke

 

Lokvarsko jezero okruženo je prostranim šumskim područjem u kojem prevladavaju jela, smreka i bukva. Okolne šume dio su šireg šumskog i planinskog područja Gorskoga kotara, koje predstavlja važno stanište brojnih životinjskih vrsta, uključujući velike zvijeri.

 

Boja jezera mijenja se ovisno o vremenskim uvjetima, godišnjem dobu, osvjetljenju i stanju vode te može varirati od tamnozelene do zelenkastoplave i tirkizne.

 

Tijekom hladnih zimskih razdoblja površina jezera može se djelomično ili potpuno zalediti.

 

Hidroenergetska uloga

 

Lokvarsko jezero dio je hidroenergetskog sustava Vinodol. Voda Lokvarke koristi se u sustavu akumulacija i dovodnih objekata povezanih s hidroenergetskim postrojenjima na području Gorskoga kotara i Vinodola.

 

S Lokvarskim jezerom povezan je i hidroenergetski sustav koji uključuje jezero Bajer kod Fužina. Između sustava je izveden tunel dug približno 3,5 kilometara.

 

„Goranska Atlantida“

 

Zbog potopljenog krajolika koji se povremeno ponovno pojavljuje pri niskom vodostaju, Lokvarsko jezero često se naziva „goranskom Atlantidom“.

 

Ispod današnje površine jezera nalaze se tragovi nekadašnjeg života: prometnice, temelji građevina, gospodarski objekti, poljoprivredne površine i drugi ostaci nekadašnje doline.

 

Lokvarsko jezero stoga predstavlja spoj hidrotehničkog pothvata 20. stoljeća, prirodnog krajolika Gorskoga kotara i materijalnih tragova prostora koji je nestao pod vodom. Pri niskom vodostaju ti tragovi ponovno postaju vidljivi i predstavljaju vrijedan podsjetnik na krajolik i život koji su postojali prije izgradnje akumulacije.

Grey-and-buff Woodpecker, Hemicircus concretus, Belatuk Kecil Berjambul

It is found in southern Thailand, Malaysia, Sumatra and Borneo. Its natural habitats are moist lowland forests, where can usually be spotted at the forest edges hunting for insects with lots of noise.

Belatuk ini mudah di lihat jika ada berdekatan kerana perangainya yang berbunyi bising. Selalunya bergerak sepasang dari pokok ke pokok mencari makanan di antara dahan dahan pokok. Lazimnya ia tak takut pada manusia dan boleh didekati dalam jarak yang agak dekat terutama apabila ia sedang leka makan.

Exif: f8, 1/250, ISO 500, focal length 400mm, Cik Canon EOS 50D, lens Canon 100-400mm, handheld

 

Castor Oil Bean, Palma Christi, Jarak

Ada perasaan damai saat bisa duduk disitu..

Jauhnya jarak yang harus ditempuh seolah tidak terasakan.. :)

KameraCanon EOS 40D

Tokina 11-16mm

Lee GnD 0.9H

Exposure8

Aperturef/8.0

Jarak Fokus11 mm

Kecepatan ISO250

Castor Oil Bean, Palma Christi, Jarak

Exif untuk shot ini:

Exposure0.5

Aperturef/11.0

Jarak Fokus13 mm

Kecepatan ISO200

Bias Exposure0 EV

KameraCanon EOS 5D Mark II

LensEF17-40mm f/4L USM

Exposure0,01 sec (1/100)

Aperturef/13.0

Jarak Fokus17 mm

Kecepatan ISO100

SoftwareAdobe Photoshop CS5 Macintosh

Exposure ProgramManual

____________

BONEMER Photo

Abdulaziz Al-Duwisan

THUMB this up? OR View Large On Black?

____________________________________________________________________

 

Al-Quran | Ar-Ruum | Ayat 24:

"And among His Signs, He shows you the lightning, by way both of fear and of hope, and He sends down rain from the sky and with it gives life to the earth after it is dead: verily in that are Signs for those who are wise."

 

"Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kebesaranNya dan kekuasaanNya, Ia memperlihatkan kilat kepada kamu, untuk menakutkan (dari panahan petir) dan memberi harapan (dengan turunnya hujan); dan Ia menurunkan hujan dari langit, lalu Ia hidupkan bumi sesudah matinya dengan hujan itu. Sesungguhnya yang demikian mengandungi keterangan-keterangan bagi orang-orang yang menggunakan akal untuk memahamiNya."

 

About The Shot | The Biggest Lightning:

This was captured a few days ago. Saya menjangkakan jarak antara saya dan kilat ini sekitar 7km mengikut perkiraan "berapa saat bunyi petir kedengaran selepas ia keluar" yang biasa saya amalkan.

 

Location, Date & Time:

- Darul Quran, Kuala Kubu Bharu | 24 November 2010 | 7:51pm (+8GMT)

 

Canon EOS 7D + Kitlens:

- ISO250, f/10, 30 seconds at 18mm.

 

Me:

I'm really appreciate your kind visit and support =)

All comments, criticism and tips for improvements are welcome.

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

• Feel free to view my BEST INTERESTING SHOTS according to Flickr: Search here:

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

- Search for ISLAM

- Search for MALAYSIA

- Search for 350D

- Search for 500D

- Search for KITLENS

- Search for MASJID

- Search for MOSQUE

- Search for HDR

- Search for Handheld

- and search for Annamir ;p

 

_________________________________________________________________

© & ® 2010 annamir[at]putera.com | www.facebook.com/annamir

Ada kisah yang terpisah, sebab jarak yang membelah. Latar yang tertulis pernah bertamu, semoga kelak akan bertemu. Langit yang menguning adalah langkah bepergiannya mentari, menuju hadirnya kelip bintang.

Canon EOS 40D

Tokina 11-16mm

Lee Gnd 0.9s

Hoya nd400

Exposure20

Aperturef/19.0

Jarak Fokus14 mm

Kecepatan ISO100

Kemunculan fenomena Supermoon terakhir tahun ini!

 

Kemunculan fenomena bulan purnama gergasi atau Super Flower Moon untuk kali keempat dan terakhir buat tahun ini.

 

*Fenomena bulan purnama sepenuhnya muncul pada hari ini pada jam 7.18 malam (waktu Malaysia) Khamis, 7 Mei, 2020 iaitu apabila bulan mula mendekati garisan cakerawala.*

 

Menurut kenyataan National Aeronautics and Space Administration (NASA), fenomena ini akan mula dapat dilihat bermula Selasa sehingga Jumaat, 8 Mei.

 

Pada Mac lalu, warga dunia telahpun melihat kemunculan Supermoon yang dikenali sebagai Worm’s Moon dan diikuti Pink Moon pada April.

 

Namun, perbezaan Super Flower Moon ialah ia akan kelihatan 14 peratus lebih besar dan 30 peratus lebih terang daripada bulan purnama biasa.

 

Supermoon atau bulan purnama gergasi ini juga memiliki nama-nama lain seperti Bulan Tanam Jagung (Corn Planting Moon) dan Bulan Susu (Milk Moon).

 

Lebih menarik lagi, Super Flower Moon ini juga dikenali sebagai Bulan Festival Wesak bersempena dengan kelahiran Gautama Buddha serta permulaan musim bunga yang subur.

 

Istilah "Supermoon" berasal dari seorang pakar astrologi, Richard Nolle pada tahun 1979. Ia merujuk kepada bulan baru atau bulan purnama yang tercipta pada 90 peratus perigee, atau titik kedudukan antara bumi dan orbit yang tertentu.

 

Fenomena ini berlaku apabila bulan mendekati Bumi pada jarak sekitar 360,000 kilometer. Dengan itu, bulan akan kelihatan lebih besar dan terang daripada biasa.

 

*Jangan lepaskan peluang untuk menyaksikan fenomena Supermoon ini pada minggu ini. Kemunculan Supermoon yang seterusnya pula dijangka pada 27 April 2021 dan 26 Mei 2021.*

View on WHITE?

Al-Quran | An-Nuur | Ayat 43:

“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan."

 

"Seest thou not that Allah makes the clouds move gently, then joins them together, then makes them into a heap? then wilt thou see rain issue forth from their midst. And He sends down from the sky mountain masses (of clouds) wherein is hail: He strikes therewith whom He pleases and He Turns it away from whom He pleases. The vivid flash of His lightning well-nigh blinds the sight."

 

____________________________________________________________________

 

About The Shot | Lightning at DQ [UNEDITED!]:

Malam semalam saya dapat peluang untuk shot kilat yang meriah sekali menghujani bumi "Hulu Selangor" ni! Tak sempat nak ke mana-mana, maka saya shot dari atas rumah saya aje. Sekejap saya kat balkoni dapur, sekejap saya ke muka tingkap kat dalam bilik pun ada...payah nak cari angle yang menarik.

 

Saya pernah mendapat satu info (telah lama saya jumpai info ini) yang saya sendiri telah lupa dari mana sumbernya; bilamana anda ternampak kilat, cuba kirakan berapa saat antara cahaya kilat dan bunyinya terjarak? Katakan pada saat yang ke 7 baru anda mendengar bunyi kilat tersebut, ini bermakna jarak anda dengan kilat tersebut adalah sekitar 7km! Saya tak pasti akan kesohehan fakta ini, kena tanya pakar cuacalah tentang kebenaran info ini. Tapi itulah yang saya biasa hitungkan bila ternampak kilat dan hampir pasti kesohehan fakta itu daripada pengalaman-pengalaman lama saya ;)

 

Location, Date & Time:

Darul Quran, Kuala Kubu Bharu | 19 April 2010 | 7:34pm (+8GMT)

 

Canon EOS 500D + Kitlens + Tripod:

- ISO200, f/14, 30 seconds exposure at 18mm.

 

Me:

I really appreciate your kind visit and support =)

All comments, criticism and tips for improvements are welcome.

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

• Feel free to view my BEST INTERESTING SHOTS according to Flickr: Search here:

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

- Search for ISLAM

- Search for MALAYSIA

- Search for 350D

- Search for 500D

- Search for KITLENS

- Search for MASJID

- Search for MOSQUE

- Search for HDR

- Search for Handheld

- and search for Annamir ;p

 

_________________________________________________________________

© & ® 2010 annamir[at]putera.com | www.facebook.com/annamir

Wak-Wak

White-Breasted Waterhen, Ruak-Ruak, Wak-Wak, Amaurornis phoenicurus

A very wary and alert bird, which will running for cover in first sign of threat. Can be found in wet area and marshes, but very adaptable and has expanded into parks, villages and sometimes in monsoon drains of housing estates, as long there is some vegetation cover nearby for its to hide. During courting, will give a loud call “Waak! Waak! Waak!” from inside the reeds, giving its local name.

Wak-Wak atau Ruak-Ruak adalah burung yang mudah didapati di kawasan berpaya. Sungguh pun begitu kerana sifatnya yang sentiasa berjaga-jaga memang agak sukar untuk berada dalam jarak fokus yang baik bagi merakan gambarnya. Ia kerap mencari makan di kawasan yang sama kerana sifat kewilayahannya, malah bunyi bisingnya memastikan ia berada di situ. Maka, tembakan shutter dari tempat sembunyi atau dari dalam kereta yang di parkir sedekat mungkin adalah cara terbaik.

Exif: f /6.3, 1/500, ISO 500, focal length 500mm, Cik Canon EOS 30D, lens Tamron 200-500mm, handheld

 

KameraCanon EOS 40D + Tokina 11-16mm

Exposure141

Aperturef/8.0

Jarak Fokus11 mm

Kecepatan ISO100

Lee 0.9H

Good to see all of you again.

 

Nostalgia momen persilangan, antara KA Argo Parahyangan dan KA Harina Pagi (sekarang sudah tidak beroperasi) di Stasiun Sasaksaat. Dulu, masih diperbolehkan posisi lok ujung kabin panjang (Longhood) saat perjalanan KA jarak jauh.

 

Date taken : 13th June 2011

Sasaksaat, West Java, Indonesia

Bersyukur sebagai seorang manusia..

Tarikh foto diambil:24/11/2011

Jam:7:15pm

Canon 550D + kitlens 18-135mm

Jarak Fokal 18mm

Cantuman 3 berlainan pengcahayaan

Apperture F14

Iso100

en.wikipedia.org/wiki/High_dynamic_range_imaging

Cukup melakukan perjalanan 4km jalan kaki sambil berlari-lari kecil dari gerbang 1 taman hutan raya juanda, maka sampailah ke curug omas ini. Waktu yang ditempuh sekitar 1jam sampai 1,5 jam. Ingat itu baru 1x jalan, waktu dan jarak yang sama harus dilalui lagi untuk pulangnya :)

 

Happy holiday to flickr-ers in Indonesia :)

Kepimpinan pada zaman nabi sengaja mengurangi nikmat dunia, menjaga jarak dengannya, menjauhkan diri dari godaan dan kemewahannya.

 

Semua hal itu membuatkan mereka berada dalam ketenangan, dalam kedamaian dan ketetapan hati.

Oriental Pratincole, Kedidi Padang, Glareola maldivarum

The oriental pratincole , also known as Kedidi Padang in Malaysia, can usually be found in open country, and some times near water in the evening, hawking for insects. These pratincoles are found in warmer parts of south and east Asia, breeding from Northern Pakistan and the Kashmir region across into China and south west. Their 2–3 eggs are laid on the ground. They are migratory, wintering in both India and Pakistan, Indonesia and Australasia. These birds have short legs, long pointed wings and long forked tails. They have short bills, which is an adaptation to aerial feeding. The back and head are brown, and the wings are brown with black flight feathers. The belly is white. The underwings are chestnut.

Bila sampai musimnya, Kedidi Padang mudah didapati di tengah kawasan padang rumput, kawasan tanah lombong, malah di hampir semua kawasan terbuka seperti sawah dan padang ragut. Burung ini memburu dengan menyambar serangga di udara dan juga memagut di atas tanah. Lazimnya burung ini akan berdiam diri apabila anda cuba menghampirinya. Jika anda menghampirinya dengan hati hati dan perlahan-lahan anda akan berada dalam jarak yang cukup baik untuk merakam gambarnya. Cara terbaik adalah menggunakan kenderaan sebagai ‘mobile hide’, selagi anda tidak turun dari kenderaan selalunya dia tidak terbang lari. Cuma hati hati bila memandu dalam padang ragut itu, kalau masuk lubang kena call kawan untuk tarik kereta keluar.

Exif: f /8, 1/640, ISO 500, focal length 400mm, Cik Canon EOS 50D, lens Canon 100-400mm, handheld

 

Cukang Taneuh atau Green Canyon (Ngarai Hijau) adalah salah satu objek wisata di Jawa Barat yang terletak di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis ± 31 km dari Pangandaran. Ngarai ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran sungai Cijulang selama jutaan tahun yang menembus gua dengan stalaktit dan stalakmit yang mempesona serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan menyajikan atraksi alam yang khas dan menantang. Untuk mencapai tempat ini, kita harus menyewa sebuah perahu kayuh dari dermaga Ciseureuh. Perjalanannya memakan waktu kurang lebih 30-45 menit dengan jarak sekitar 3 km untuk sampai ke Green Canyon. Harga sampannya sekitar Rp.75.000 untuk maksimal 5 orang dan beroperasi setiap hari mulai dari pukul 7.30 sampai 16.00 WIB. Sepanjang perjalanan, mata kita akan dimanjakan oleh hijau teduhnya warna air sungai. Di mulut gua terdapat air terjun Palatar sehingga suasana di objek wisata ini terasa begitu sejuk. Kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya panjat Tebing, berenang, bersampan sambil memancing. Untuk mencapai lokasi ini wisatawan dapat menggunakan perahu yang banyak tersedia di Dermaga Ciseureuh, baik perahu tempel maupun perahu kayuh. Objek wisata ini berdekatan degan objek wisata Batukaras serta Bandar Udara Nusawiru.

Seoul is suprisingly green for a metropolis of its kind. The camera did not record a geotag, but I think this one was taken somehwere at the Ansan Jarak-gil trail

Photographer : Greenboy a.k.a Budakijau

 

::Bismmilah'hirohmani'rohhim...Alahamdulillah,selesai segalanya,semua org merasa kepahitanya,kita sabar udah la,ambil contoh2 ulama idola kita,teladan yang terbaik,islam xkan pernah kalah,ok2...dah..jom kita layan jiwa plak dengan entuhan alam,terasa seperti lama sungguh diri ini x up foto berkongsi warna-warna lukisan ilahi,subhanallah,foto ini dirakam suatu pg di lokasi teluk cempedak kuantan,pahang,semoga sedikit sebanyak mendapat teguran membina drpd sahabat2 untuk penambakbaikan dlm karya digital saya,jazakallah..::

 

Exif : Single Exposure

9 Feb 2013,07:57AM

Shot in NEF

Process : CS3

Apacture : 241sec f22

Filter : Bigstopper

Exposure Program : M

Matering Mode: Matrix

ISO Sensitivity : 1VE under 200

Flash: No

Focal Lenght : 10mm

Exposure Bias : -0.7VE

Camera: Nikon D300s

Lens : Sigma 10-20mm f4

White Balance : 8330k

Picture Control : Greenboy Landscape

 

keep in touch : www.facebook.com/greenboyoriginal or www.flickr.com/photos/budakijau or www.http://500px.com/GreenboyOriginal

 

::Dua golongan yang akan menjadi penghuni neraka::

 

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah Salawatu Alai Wasalam. bersabda, “Ada dua golongan yang akan menjadi penghuni Neraka yang belum lagi aku melihat mereka. Pertama, golongan (penguasa) yang mempunyai cemeti-cemeti bagaikan ekor Iembu yang digunakan untuk memukul orang. Kedua, perempuan yang berpakaian tetapi bertelanjang, berlenggang lenggok waktu berjalan, menghayun-hayunkan bahu. Kepala mereka (sanggul di atas kepala mereka) bagaikan bonggol (goh) unta yang senget. Kedua-dua golongan ini tidak akan masuk syurga dan tidak akan dapat mencium bau wanginya. Sesungguhnya bau wangi syurga itu sudah tercium dari perjalanan yang sangat jauh daripadanya”.

H.R. Muslim

 

Huraian:

Kebenaran sabdaan Rasulullah Salawatu Alai Wasalam. ini dapat kita lihat dari realiti masyarakat yang ada pada hari ini. Ada golongan yang suka memukul orang dengan cemeti tanpa soal-siasat, bertindak kepada manusia dengan hukum rimba. Dan ramai perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi bertelanjang. Maksudnya, kalau kita hendak katakan berpakaian pun boleh, kerana masih ada secarik kain di atas badan, dan kalau kita hendak katakan bertelanjang pun boleh, kerana walau pun berpakaian tetapi hanya dengan secarik kain sahaja, maka samalah dengan bertelanjang. Atau pun ia berpakaian dengan pakaian yang sangat tipis sehingga menampakkan warna kulit dan mencorakkan bentuk aurat. Kemudian berjalan sambil menghayun-hayunkan badan dengan sanggul yang besar, seperti gob unta.

Kedua-dua golongan ini tidak akan masuk ke dalam syurga dan tidak akan dapat mencium bau wanginya, walaupun semerbak wanginya telah tercium dari jarak perjalanan selama 500 tahun sebelum sampai kepadanya.

Canon EOS 40D

Exposure0.7

Aperturef/11.0

Jarak Fokus11 mm

Kecepatan ISO100

Lee 0.9H

Lagi-lagi kecelakaan besar terjadi di negeri kita

Lagi-lagi (sepertinya) memakan banyak korban jiwa

Joy flight jadi tragedy flight

Sukhoi Super Jet 100 menabrak Gunung Salak

 

Salah siapa?

 

Seringnya kalau kejadian kecelakaan yang disalahkan adalah manusianya.

Yang kurang pengalaman lah, yang tidak profesional lah, yang teledor lah (baca: mengantuk), yang mabok lah (baca: pakai narkoba)

Tapi kali ini kan pilotnya mantan kosmonot Rusia?

 

Atau kalau tidak salah manusianya, maka biasanya yang disalahkan adalah kendaraannya:

Yang uzur, bobrok, tidak laik jalan, or malah bahan bakarnya dipalsukan!

Tapi kali ini kan yang terbang pesawat luar, yang kalau tidak salah aku baca di koran first flight-nya baru tahun 2008!

Masih muda banget kan ya?

Mana mesinnya katanya canggih bener pula!

 

Apa salah gunung salaknya yang wingit?

Katanya, dengar-dengar, di situ ada medan magnet kuat yang bikin nuansanya mirip segitiga bermuda

Sehingga biar kata gunung-nya gak tinggi-tinggi amat, kcelakaan pesawat sudah berkali-kali terjadi di situ sih~

 

Mungkin juga kecelakaan ini terjadi karena sang pilot, biar kata pengalamannya yahut betul, namun kurang mengenal medan Indonesia.

Boleh dibilang negeri kita ini kan EO-extra ordinary gitu

Cuaca gampang berubah seenaknya sendiri!

Pertama tentang awan.

Di tempat kita mah banyak banget awannya yang suka bikin turbulensi..

Apalagi masalah kabut!

Jangankan di gunung, di tempat saya aja yang notabene dataran rendah, tiap pagi juga ada kabut.

Bahkan terkadang sangat tebal sehingga jarak pandang nyaris hanya beberapa meter saja!

Maklum saja, suhu udara panas + banyak air = menguap -> kabut deh!

 

Tapi yang paling sesalkan adalah berita yang beredar di luar sana..

Yang mencurigai adanya sabotase lah, pembajakan lah..

Please deh!

Kami bukan sarang teroris!

Asal tau saja pasukan anti teror kita dulu saja pernah berhasil melakukan operasi penyelamatan pembajakan pesawat di Thailand, yang kemudian dijadikan salah satu rujukan operasi penyelamatan!

 

Jadi tolong lah,,, sekarang bukan saatnya saling salah menyalahkan!

Salah siapa?

Itu tidak penting untuk ditanyakan sekarang!

Yang penting sekarang, bagaimana itu evakuasi para korban?

Sudah sehari semalam kok kayaknya berita masih simpang siur (baru 12 korban ya?)~

Kalau melihat keadaanya sih, sulit sekali ada kemungkinan ada korban yang bisa selamat ya?

Nabrak gunung – terbakar –meledak – masuk jurang

 

Semoga segenap korban diterima diterima di sisi Yang Maha Kuasa dengan sebaik-baiknya..

Dan segenap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan

 

In blue..

Lagi-lagi, Indonesia berduka!

 

===========================================================================

 

Again, a major accident occurred in our country

Again and again (it seems) will take a lot of casualties

A joy flight become a tragedy flight

Sukhoi Super Jet 100 crashed into Mount Salak

 

Whose wrong?

 

Frequently, we blame to the human error for occurrence of accidents

The lack of experiences, unprofessional, careless (read: sleepy), drunk (read: drug use)

But this time, the pilot of this plane is a former Russian cosmonaut, right?

 

Or if not to the human, then we used to blame the vehicle:

An aging, dilapidated, not road worthy, or even fabricated fuel!

But this time, this plane is a foreign airplane, which I read in the newspaper its first flight was only at 2008!

Yes it is still very young, isn't it?

While they said it has an advanced engine!

 

Is that because the Salak Mt. spooky?

Some said, there is a strong magnetic field, that make the nuances similar to the Bermuda triangle

So even if this mount not too high, aircraft accident often happen on those place~

 

These accidents may also occur because the pilot, even if they said he is well experienced, but less familiar to the terrain of Indonesia.

Arguably our country is EO-extraordinary

Arbitrarily own fickle weather

The first matter of the cloud.

Our place have a lot of clouds that easy to make air's turbulence!

And then, the haze problem!

Moreover on the mountain, even in my place where it may said as a lowlands, there is always appear fog in the morning.

In fact, sometimes the mist was so thick that make our visibility turn down into a few feet only!

Understandably, the temperature of hot air + water = evaporating -> much mist!

 

But my regret is the bad news out there ..

Is suspected of sabotage, piracy ..

Please!

We are not terrorists!

Just know it, our anti-terror forces ever have been successfully perform rescue operations in Thailand hijacking planes, which are then used as a reference to a rescue operation!

 

So I beg please,,, is not the time to blame each other!

Whose wrong?

It's not important to ask it now!

What matters now, how's evacuation of the victims?

Already a day since it happen, but the news about its rescue is still un-clear (only 12 victims found yet?) ~

If you see how it place looks, it's hard to have any possibility that the victim could be survived..

Hit a mountain - exploded - fire - fall into the abyss

 

Hopefully all of the victims would be acceptable in the sight of the Almighty with the best ..

And all the families left behind are given fortitude~

 

In blue ..

Again, Indonesia on grief!

  

id.berita.yahoo.com/foto/evakuasi-korban-pesawat-sukhoi-d...

 

Menurut Ki Hadi Sukatno "dolanan anak" yang tradisional dapat dibagi menurut maksudnya:

 

Pertama, mainan yang bersifat menirukan perbuatan orang dewasa, misalnya: pasaran, mantenan, dayoh-dayohan, membuat rumah dari batu dan pasir, membuat pakaian boneka dari kertas, membuat wayang dari janur atau rumput-rumputan, dan lain sebagainya. Permainan ini dilakukan dengan asyiknya, seakan anak-anak merasakannya sebagai perbuatan yang sungguh-sungguh.

 

Ke dua, permainan untuk mencoba kekuatan dan kecakapan. Permainan ini dengan tidak disadari oleh anak-anak sendiri mempunyai maksud melatih kekuatan dan kecakapan jasmani. Misalnya: tarik-menarik, berguling-guling, bergulat, berkejar-kejaran, gobaksodor, gobak-bunder, bengkat, benthik-uncal, jetungan, genukan dengan gendongan, obrok, tembung, bandhulan, dan masih banyak lagi yang sudah kuranga dikenal lagi oleh generasi masa kini.

 

Ke tiga, permainan melatih panca-indera. Dalam permainan ini termasuk latihan kecakapan meraba dengan tangan, menghitung bilangan, memperkirakan jarak, menajamkan alat penglihatan dan pendengaran, menggambar, dan lain sebagainya. Permainan semacam ini, misalnya: gatheng, dakon, macanan, sumbar-suru, sumbbarmanuk, sumbar-dulit, kubuk, adu-kecik, adu-kemiri, main kelereng, jirak, bengkat, paton, dekepan, menggambar di tanah, main petak umpet, main bayang-bayangan, serangserongan, dan lain sebagainya. Permainan jenis ke dua dan ke tiga ini erat sekali hubungannya dengan kegiatan olahraga.

 

Ke empat, permainan dengan latihan bahasa, yaitu permainan anak-anak berupa percakapan. Setiap kali anak-anak berkumpul, biasanya selalu terlibat dalam perbincangan tentang dongeng, cerita pengalaman atai teka-teki, yang menimbulkan tumbuhnya fantasi. Biasanya selalu tampil seseorang dengan teka-tekinya, yang kemudian diikuti oleh yang lain, ketiks seseorang tidak hanya pasif menebak saja, tetapi juga membalas mengajukan teka-tekinya sendiri. Ini tidak terbatas pada teka-teki yang sudah lazim saja, seperti: pitik-walik saba kebon, pong-pong bolong, tetapi bisa timbul teka-teki buatan sendiri yang orisinal. Di sinilah tumbuh-kembangnya kecakapan bahasa dan kecerdasan otak.

 

Ke lima, permainan dengan lagu dan wirama. Membicarakan "dolanan anak" dengan lagu dan gerak wirama, sangatlah luas dan banyak sekali ragamnya, misalnya: jamuran, cublak-cublak suweng, bibi tumbas timun, manuk-manuk dipanah, tokung-tokung, blarak-blarak sempal, demplo, bang-bang-tut, pung-irung, bethu-thonthong, kidang-talun, ilir-ilir karya Sunan kalijaga, dan lain sebagainya.

Hujan akhirnya turun dan kabutpun menebal dengan jarak pandang hanya beberapa meter, kami kembali kedalam mobil, dan perlahan menyusuri jalan mecari lokasi lain. beberapa kali kami harus memutar karena jalan didepan berubah menjadi semacam sungai karena gerusan air hujan.. sempat ngeri dan mencekam.. tapi karena pemandu kami sudah sangat ahli.. akhirnya berubah menjadi teriakan gembira, sewaktu mobil kami loncat karena tersandung bebatuan.. seru seru

 

sambil denger lagu Gangnam style

  

lokasi masih sekitar

BROMO

dan cuaca disini selalu berubah ubah dalam hitungan jam dalam sehari.. sungguh sangat menarik disini

 

Sv. Jana countryside, hamlet Dolanski Jarak, early December 2016.

 

Taken with Nikon D600 digital camera and old Micro-Nikkor AI 105mm F4 manual-focus lens.

Kereta Commuter dan Feeder sebenarnya sama fungsi cuma beda nama saja...yaitu sepor yang melayani jarak pendek.

kabut benar benar sangat tebal... jarak pandang mata hanya beberapa meter dan hujan sangat deras.. lampu hazard pun kurang berguna. dan kamu tahu, jalan sangat curam menurun dan jalan sungguh sangat kecil, ... membuat jantung berdetak membuat adrenalin meningkat..

 

kami terus berjalan dengan sangat perlahan dan mengira ngira kemungkinan yang akan terjadi di depan mobil .... dan betul saja, kadang harus berpapasan dengan mobil yang naik kearah gunung Bromo, dan jalan yang tiba tiba berkelok tajam .. tegang .. seru .. takut

dan woo hoo .. jalan yang longsor..

 

dibelakang kita ada 3 mobil yang mengikuti .. hhhmm

 

jadi: saya sarankan, kalau hendak naik ke puncak Bromo.. jangan di musim hujan

 

sampai jumpa

Sea gull ..... early in the morning.

 

Masih pagi lagi masa tu bila aku nampak sekawan camar berkumpul di pantai. Mungkin kerana dah biasa dengan manusia, mereka mempunyai jarak lari yang dekat.

Tes Run Jarak Jauh

Madiun - Surabaya - Malang - Kediri - Madiun

aryasaloka.blogspot.com/2012/09/lokomotip-diesel-hidrolik...

1 3 4 5 6 7 ••• 79 80