View allAll Photos Tagged istiqomah

Biarkanlah waktu berlalu dengan semestinya ia berlalu....

 

Namun alangkah indahnya.... .

 

jika kita tetap menjadikan pelita hati tetap istiqomah.....

 

pada Kebenaran dan anggun dalam pandangan-Nya

Pagi ini ketika aku melangkahkan kaki keluar rumah,

Ya Allah.. aku memohon bisa bahagia dengan orang orang yang aku temui hari ini.

Aku juga memohon bahwa mereka juga bahagia dengan keberadaanku.

Semua kuserahkan pada MU, sehingga tidak perlu ada khawatir dan ketakutan, karena aku yakin, setiap harinya akan selalu ada ada kejutan kejutan indah untuk ku.

semoga orang orang disekitarku dapat saling belajar dan saling memberi manfaat.

Ya Allah.. maafkan aku jika beberapa hari ini aku rapuh dan selalu mengeluh, tapi mulai pagi ini, aku seharusnya bersyukur dengan semua nikmat yang tidak bisa aku hitung, akumasih bisa bernafas, masih bisa berjalan, mohon jauhkan aku dari berkeluh kesah, kesempitan pikiran, kekotoran hati, dan dari kemalasan tubuh ini, dan

Ya Allah yang membaca tulisan ini adalah saudaraku yang baik, jaga, sayangi, kasihi, cintai dan lindung Ia selalu, mudahkanlah urusannya, lapangkan hatinya, kuatkan dan teguhkan imannya agar Ia tetap istiqomah di jalanMU, sambung cintanya yang pernah terputus dengan cintaMU yang Maha Agung agar setiap waktu, suka dan duka hanya Engkau satu satunya yang menjadi sandarannya, Mohon limpahkan kasih dan berkahMU, yang akan senantiasa memenuhi bumi ini..selamanya dan selamanya

Maha suci Engkau Tuhan segala kemuliaan, semoga kesejahteraan atas para rosul dan segala puji bagi Alloh semesta alam.. amein

Ya Allah berkenanlah Engkau membuat baik agamaku yang merupakan pemelihara urusanku, berkenanlah engkau membuat baik duniaku yangaku hidup di dalamnya, berkenanlah Engkau membaikkan akhiratku yang merupakan tempat kembaliku. Berkenanlah Engkau menjadikan hidup sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, dan menjadikan mati sebagai istirahat bagiku dalam setiap kejahatan.

(HR. Muslim)

Stand on principle, even if it means standing alone.

 

''Dan seandainya mereka itu bersikap istiqomah di atas jalan kebenaran, maka pastilah kami siramkan kepada mereka air yang melimpah.'' (QS. Al-Jinn : 16)

'segarkan keimanan dengan istiqomah mahmudah'..

    

loc:Dimasyq

gear: D200

hari ini (29 Agustus 2013) prov. Jawa Timur punya gawe PEMILUKADA GUBERNUR JAWA TIMUR...siapapun yang terpilih nanti mudah mudahan akan menjadi pemimpin yang Istiqomah

OOTers...kopipaste (111s1b4sm)

Saudaraku, jangan terburu-buru untuk sedih dan putus asa ketika orang tua tak kunjung paham. Mungkin memang belum sekarang Allah berikan hidayah kepada mereka. Tugas kita berbakti dan sebatas menyampaikan. Saudaraku, jangan pernah merasa bebanmu terlalu berat. Barangkali ada saudaramu yang jauh lebih berat memperoleh ujian. Keluarga yang semestinya beri dukungan tapi malah berikan permusuhan. Memang tak gampang, tapi apapun alasannya sunnah harus dipegang. Untuk saudaraku yang dikarunai keluarga yg mengenal sunnah, maka berbahagialah!. Bantulah saudaramu yang saat ini masih terseok-seok memperjuangkan sunnah dalam keluarganya. Jangan terburu-buru untuk memusuhinya bila ada syariat yang belum istiqomah ia jalankan. Berikanlah pengertian, ia butuh dukungan. . . . Terinspirasi dari obrolan ikhwah ba'da ta'im di Masjid Agung Cimahi, kemarin 3 Rajab 1437 © @happyislamcom Tags: #inspirasi #cerita #sabar #istiqomah #manhaj #salaf #salafy #ahlussunnah #ilmu #islam #quran #sunnah #bandung #cimahi #keluarga #semangat #minggu #pagi via Instagram ift.tt/1VIuwvt

Bagi orang yang memasuki dan mengambil thariqah Qodiriah

wan Naqsyabandiyah ini, maka dia harus melaksanakan kaifiah atau tata

cara sebagai berikut; 1. Datang kepada guru mursyid untuk memohon izin

memasuki thariqahnya dan menjadi muridnya. Hal ini dilakukan sampai

memperoleh izinnya. 2. Mandi taubat yang dilanjutkan dengan shalat

taubah dan shalat hajat. 3. Membaca istighfar 100 kali. 4. Shalat

istikharah, yang bisa dilakukan sekali atau lebih sesuai dengan

petunjuk sang Mursyid. 5. Tidur miring kanan dan menghadap kiblat

sambil membaca shalawat Nabi Saw sampai tertidur. Setelah lima hal

tersebut dilakukan, selanjutnya adalah; Pelaksanaan Talqin Dzikir/Bai’

at dengan cara kurang lebihnya seperti tersebut di atas. Melakukan

puasa dzir-ruh (puasa sambil menghindari memakan makanan yang berasal

dari yang bernyawa) selama 41 hari. Baru setelah itu, dia tercatat

sebagai murid thariqah qodiriyah wan naqsyabandiyah. Adapun setelah

menjadi murid thariqah ini, dia berkewajiban mengamalkan wirid-wirid

sebagai berikut; a. Diawali dengan membaca: ىهلا تنا ىدوصقم كاضرو

ىبولطم , كتبحمىنطعا كتفرعمو الو لوح الو ةوق الا هللاب ىلعلا ميظعلا 3 ×

b. Hadrah Al-Fatihah kepada Ahli silisilah Thariqah Qodiriah wan

Naqsyabandiyah. c. Membaca Al-Ikhlas 3 kali,Al- Falaq 1kali, dan

An-Nas 1 kali. d. Membaca shalawat umm 3 kali. مهللا لص ىلع انديس دمحم

ىبنلا ىمالا ىلعو هلا هبحصو ملسو e. Membaca istighfar 3 kali. رفغتسا

هللا روفغلا ميحرلا f. Rabithah kepada guru mursyid sambil membaca:

هلاال الا هللا يح قاب , ال هلا الا هللا يح دوجوم , ال هلا الا هللا يح

دوبعم g. Membaca dzikir nafi itsbat (ال هلا الا هللا ) ) enam puluh

lima kali. kemudian dilanjutkan dengan; h. Membaca lagi: ىهلا تنا

ىدوصقم كاضرو ىبولطم , كتبحمىنطعا كتفرعمو الو لوح الو ةوق الا هللاب

ىلعلا ميظعلا 3 × i. Menenangkan dan mengkonsentrasikan

hati ,kemudian kedua bibir dirapatkan sambil lidah ditekan dan gigi

direkatkan seperti orang mati, dan merasa bahwa inilah nafas

terakhirnya sambil mengingat alam kubur dan kiamat dengan segala

kerepotannya. j. Kemudian dengan hatinya mewiridkan dzikir ismudz-dzat

( (هللا seribu kali Keterangan: - Semua wirid tersebut dilaksanakan

setiap kali setelah shalat maktubah. - Untuk dzikir ismudz- dzat,

kalau sudah bisa istiqomah setelah shalat maktubah maka ditingkatkan

dengan di tambah qiyamul lail dan setelah shalat dhuha. - Untuk dzikir

ismudz-dzat boleh dilakukan sekali dengan cara di ropel 5000 x (bagi

yang masih ba’ da maktubah) aau 7000 X (bagi yang sudah di tingkatkan)

- Sikap duduk waktu melaksanakan wirid tersebut tidak ada keharusan

tertentu. Jadi bisa dengan cara tawarruk,iftirasy atau bersila. -

Bacaan aurad tersebut adalah bagi para mubtadi’ atau pemula. - Ajaran

aurad dan pelaksanaan amalan dzikir lainnya yang ada dalam thariqah

qodiriah wan Naqsyabandiyah ini secara lebih detail dan terperinci,

dapat diketahui apabila seseoang telah masuk menjadi anggotanya dan

meningkat ajarannya. Keterangan: -Informasi mengenai kaifiyah dan

amalan dalam thariqah qodiriyah wan naqsyabandiyah ini diperoleh dari

KH.Abdul Wahab Mahfudhi, seorang mursyid thariqah Qodiriyah wan

Naqsyabandiyah yang juga pengasuh pondok pesantren “ Asy-Syarifah” ,

Brumbung, Mranggen, Demak, Jawa Tengah. -Untuk kegiatan tawajuhhan di

tempat KH.Abdul Wahab Mahfudhi diadakan setiap hari selasa untuk

putri/ibu-ibu, dan setiap hari Rabu untuk putra/bapak- bapak, mulai

jam 08.00-12.00 wib. -Untuk pelaksanaan bai’ at, bisa dilakukan setiap

saat. Adapun sanad kemursyidan KH.Abdul Wahhab Mahfudhi adalah sebagai

berikut: KH.Abdul Wahhab Mahfudhi dari Syaikh Ihsan dari Syaikh

Muhammad Ibrahim dari Syaikh Abdul Karim Banten dari Syaikh Ahmad

Khotib Sambas dari Syaikh

Syamsudin dari Syaikh Muhammad Murodi dari Syaikh Abdul Fath dari

Syaikh Utsman dari Syaikh Abdurrahim dari Syaikh Abu Bakar dari

SyaikhYahya dari Syaikh Hisamudin dari Syaikh Waliuddin dari Syaikh

Nurrudin dari Syaikh Sarofudin dari Syaikh Samsudin dari Syaikh

Muhammad Al-Hatak dari Syaikh Abdul Aziz dari Sulthonul Auliya’

Sayyidisy Syaikh Abdul Qodir Al-Jilaniy dari Syaikh Abi Sa’ id

Al-Mubarak bin Mahzumi dari Syaikh Abul Hasan Ali Al- Makari dari

Syaikh Abu Farh At- Thurtusiy dari Syaikh Abdul Wahid At-Taimi dari

Syaikh Siir As-Saqthi dari SyaikhAbu Bakar As-Syibli dari Syaikh

Sayyidi Thoifah Ash- Shufiyah Abul Qasim Al-Junaid Al-Baghdadi dari

Syaikh Ma’ ruf Al-Kurkhi dari Syaikh Abu Hasan Ali Ar-Ridlo bin Musa

Ar- Rofi dari Syaikh Musa Al-Kadhim dari Syaikh Sayyidina Al-Imam Ja’

far Ash-Shadiq dari sayyidina Muhammad Al-Baqir dari sayyidina Al-Imam

Ali Zainal Abidin dari sayyidina Asy-Syahid Husein bin Sayyidatina

Fatimah Az- Zahro’ dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib dari Sayyidil

Mursalin wa Habibi Rabbil-‘ Alamin wa Rasulillah ila Kaffatil-

Khola-iq Ajma’ in Muhammad Saw dari sayyidina Jibril AS dari

Rabbul-Arbab wa Mu’ tiqur Riqab Allah Swt.

MENUJU MASYARAKAT ISLAMI

Oleh Sebuah Gerakan Kebangkitan pada 4 September 2011 pukul 2:01

  

MASYARAKAT ISLAMI

 

Masyarakat Islami adalah masyarakat yang dinaungi dan dituntun oleh norma-norma Islam, satu-satunya agama Alloh . Masyarakat yang secara kolektif atau orang perorangan bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam meniti sirotulmustaqim. Masyarakat yang didominasi oleh istiqomah, kejujuran, kebersihan ruhani dan saling kasih mengasihi. Walaupun mereka berbeda-beda dalam tingkat dan kadar pemahaman terhadap rincian ajaran Islam, tetapi mereka telah memiliki pondasi yang sama untuk menerimanya secara totalitas. Mereka adalah masyarakat yang tunduk dan patuh pada syariat Alloh , dan berupaya mewujudkan syariat Nya dalam semua aspek kehidupan. Saat itu, pada dasarnya mereka sedang berupaya secara serius mewujudkan arti penghambaan yang sebenarnya kepada Robbul ‘alamin. Untuk itulah, mereka bersungguh-sungguh mengamalkan sisi-sisi tuntunan ajaran Islam dalam bentuk amal shalih, dengan upaya yang maksimal dari kemampuan mereka.

Mereka adalah masyarakat yang dengan sungguh-sungguh menjaga diri agar tidak terjatuh secara sengaja dalam bentuk kedurhakaan kepada Alloh . Kalaupun terkadang tergelincir ke dalam bentuk dosa dan ma’siyat, mereka segera kembali kepada-Nya, tersungkur dengan bertaubat memohon maghfirah-Nya yang sangat luas dan bertekad kuat untuk tidak mengulangi-nya kembali. Walaupun pada kenyataannya mungkin saja ketergelinciran itu terulang kembali.

Pada masyarakat seperti ini, amanat dan keamanan akan sangat terjaga. Kerusakan dalam segala bentuknya akan sangat dan sangat terminimalisir. Kemiskinan yang terjadi hanyalah kemiskinan yang benar-benar normal dan tak terhindarkan. Bukan seperti kemiskinan yang merebak bagaikan wabah, disebabkan oleh konspirasi penghisapan darah rakyat jelata. Kemiskinan yang normal dan sangat minimal itu pun teringankan oleh keberkahan segalanya. Kemudian harapan-harapan balasan akhirat atas kesabaran hidup di kemiskinan menjadi pelipur dan penghibur yang besar sekali. Akhirnya hubungan mesra dengan Alloh akan mengguyur seluruh orang dengan hujan kebahagiaan sejati yang tak ada hentinya. Ketika masyarakat telah didominasi dan dituntun oleh norma-norma Islam, maka pasti Alloh akan memenuhi janji-Nya, dengan memberikan kepada mereka keberkahan dalam semua sisi kehidupan mereka.

Alloh berfirman :

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan-keberkahan dari langit dan bumi...” (QS. Al-A’raf [7]: 96).

 

Mereka akan mendapatkan kebaikan, ketenangan dan kesejahteraan dalam kehidupan mereka, karena Alloh memberikan kenikmatan-Nya dalam beragam bentuk dan dari berbagai jalan. Seluruh aspek kehidupan; ekonomi, politik, dan sosial kemasyarakatan, dipenuhi sumber-sumber kebaikan yang diberkahi.

 

Alloh berfirman:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl [16]: 97)

 

Kenikmatan yang mereka terima bukan hanya sebatas berwujud materi kebendaan, tetapi juga berwujud nonmateri yang mereka rasakan sebagai hasil dari baiknya hubungan interaksi (muamalah) dengan sesama dan buah dari penerapan setiap sisi ajaran Islam yang mulia oleh seluruh komponen masyarakat. Setiap orang, masing-masing dalam kedudukan dan tanggung jawabnya, menunaikan kewajiban sebagaimana mestinya sesuai tuntunan Islam. Semua bergerak, berlomba-lomba mencurahkan segenap kemam-puan dalam menghasilkan amal terbaik mereka. Sehingga tidaklah mereka mendapatkan hasil darinya kecuali kebahagiaan dan kemuliaan. Setiap orang tidak hanya akan menerima manfaat dari orang lain, tetapi juga akan berupaya untuk memberi manfaat kepada orang lain. Saling tolong-menolong dalam kebaikan menjadi budaya yang mendominan di tengah masyarakat. Termasuk dalam bentuk upaya serius dan terus menerus membina dan membimbing saudaranya ke arah penerapan sisi-sisi ajaran Islam, serta meluruskan dan menasihatinya di saat terjadi kekeliruan dan penyimpangan. Setiap gerak aktivitas mereka akan semakin menambah bobot amal shalih yang membuahkan kenikmatan bagi mereka masing-masing.

Dengan demikian, mereka akan mendapatkan manfaat teramat besar berupa terjaganya agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta mereka. Hal ini disebabkan faktor-faktor perusak dan penghancur unsur-unsur tersebut tidak lagi mendominasi masyarakat.

Sungguh, seluruh sisi kehidupan mereka akan menjadi hal yang membaha-giakan. Walaupun banyak problem kehidupan yang membawa duka dan melelahkan sebagai salah satu karakter kehidupan di dunia, akan tetapi mereka mampu menghadapinya dengan penuh kesabaran, didasarkan pada keimanan yang mendalam bahwa hal itu adalah salah satu bentuk ujian untuk mencapai derajat kemuliaan yang lebih tinggi.

Semua kerja keras mereka di dunia ini akan mendapatkan balasan berupa jannah dan seluruh kenikmatan yang tiada tara, dalam kehidupan di akhirat yang kekal abadi. Amal-amal kebaikan mengalir deras dan tumbuh lebat dengan hanya satu motivasi, mengharapkan ridho Alloh .

 

MASYARAKAT NON ISLAMI

 

Masyarakat yang non Islami adalah masyarakat yang secara kolektif tidak tunduk kepada syariat Alloh . Dengan demikian ia hanya tunduk kepada selain syariat Alloh . Di dalam suatu masyarakat yang tidak Islami, segala bentuk komponen penjauh manusia dari Alloh akan tumbuh menjamur dengan subur tanpa ada perintang yang berarti. Rangsangan-rangsangan birahi liar dan haram bermunculan di tiap pojok bangunan masyarakat. Rangsangan-rangsangan ini akan menjerumuskan kepada perzinahan-perzinahan yang menghasilkan penyakit-penyakit berat, kerusakan rumah tangga dan menuntun kepada banyak kerusakan-kerusakan lainnya yang tak terbatas.

Transaksi-transaksi riba akan menyebar seluas-luasnya. Kerusakan yang diakibatkan oleh sistem ribawi sudah tidak asing lagi. Krisis-krisis financial global adalah saksi-saksi yang selalu bermunculan dari waktu ke waktu. Sistem ribawi adalah sistem kedzoliman yang menyedot kekayaan kebanyakan umat untuk dipersembahkan kepada segelintir manusia. Dosa sesuap riba sama dengan dosa menyetubuhi ibu kandung sendiri!

Rasa tidak takut kepada Alloh akan terus menjalar dan inilah induk dari semua kedzoliman. Banyak lagi kerusakan-kerusakan yang tidak terhitung banyaknya akan terjadi. Semua itu akan menyebabkan kemurkaan Alloh untuk kemudian akan mengundang bencana-bencana yang tidak ada hentinya.

Di masyarakat non Islami, pembusukan jiwa terus terproses dan bersemi dikarenakan dominasi mesin-mesin kemungkaran. Hasilnya adalah tindakan-tindakan kriminalitas yang kian hari akan semakin meningkat. Perilaku buruk terus menjamur dan mendominasi kehidupan masyarakat menambah panjang deret angka kejahatan yang akan terus melonjak dengan sangat tajam. Pada masyarakat non Islami, motivasi prilaku kebanyakan manusia adalah hawa nafsu, kejahilan dan manfaat sementara untuk individu-individu. Dengan demikian pelanggaran-pelanggaran norma islami akan dilakukan oleh hampir semua tingkatan masyarakat, baik secara perorangan maupun kolektif, berbentuk tindak pidana ringan dari oknum-oknum pribadi maupun kejahatan sistematis dari banyak kelompok terorganisir. Bukan hanya aksi-aksi kriminalitas yang dilakukan dengan sangat halus dan tersembunyi yang akan terjadi, akan tetapi juga tindakan-tindakan yang sangat brutal, ganas dan sadis akan sangat mudah terjadi antar anggota masyarakat, atau bahkan antar anggota satu keluarga. Sedangkan penjara tidak pernah menjadi obat. Bahkan hanya menjadi tempat persemaian penjahat-penjahat kelas berat masa depan dan rumah derita untuk terpidana dan keluarga mereka. Pembunuhan dengan kekerasan yang dilakukan sangat biadab. Perjudian dari yang dilakukan dengan peralatan sederhana sampai paling modern. Perampasan harta dan kehormatan orang lain. Miras dan narkoba yang akan semakin bebas, dikonsumsi oleh kalangan yang tak lagi terbatas. Semua itu akan dilakukan dengan sangat terbuka dan terang-terangan, bahkan pelakunya tak lagi merasa berdosa.

Anak-anak muda akan terus mempertunjukkan gaya hidup hedonis. Tidak takut lagi melakukan pergaulan bebas, dan perbuatan amoral lainnya yang lebih buruk. Para orang tua akan melalui masa tua dengan penuh keresahan, sangat sulit membimbing putra-putri tercinta, disebabkan sang orang tua telah salah arah, karena mereka sendiri membangun hidup keluarga dengan sistim non Islami yang sangat jauh dari nilai ketauladanan. Unsur-unsur perusak yang meracuni buah hati mereka dibiarkan begitu saja, bahkan ditanam dengan sengaja, yang hasilnya mereka dapatkan dengan sangat pahit, mengenaskan dan menyengsarakan. Keluarga bahagia hanya akan tinggal cerita yang tak mungkin terwujud, karena anggotanya tak lagi memegang norma-norma Islami pembawa kebahagiaan sejati. Ketentraman dan kesejahteraan dalam kehidupan masyarakat tak mungkin didapatkan, di saat norma-norma Islam yang memayunginya telah dicampakkan.

Negara akan terus sibuk mengatasi berbagai problem yang terus menggunung. Seluruh aspek kehidupan; ekonomi, politik, dan sosial kemasyarakatan diliputi problem rumit dan tak kunjung dapat diatasi. Berbagai konsep dari para pakar-pun tak mampu mengatasinya. Yang ada hanyalah bencana dan malapetaka.

Semua terjebak oleh perangkap syetan durjana..! Hawa nafsu begitu diagungkan dan disembah. Harta menjadi standar untuk menilai tinggi rendahnya martabat seorang manusia. Ketenangan hidup, rasa aman dan kebahagiaan hakiki menjadi sangat mahal dan sulit dijumpai. Semua merasakan kesempitan, kepedihan, kesengsaraan dan duka mendalam akibat ulah tangan mereka sendiri yang melupakan ayat-ayat Alloh .

 

Alloh berfirman:

“Barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit... .” (QS. Thaha [20]: 124)

 

Sudah menjadi sunnatulloh dalam kehidupan manusia, baik secara pribadi maupun masyarakat bahwa jika mereka mengganti nikmat Alloh yang berupa keislaman dan keimanan dengan kejahiliyahan dan kekufuran, mereka pasti akan mendapatkan bencana-bencana yang sangat mengerikan baik di dunia maupun di akhirat. Suatu sunnatulloh yang tak mungkin akan berubah dan berganti.

 

Alloh berfirman:

“Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka; Alloh telah menimpakan kebinasaan atas mereka serta akan menimpakan pula kebinasaan yang sama atas orang-orang kafir itu.” (QS. Muhammad [47]: 10)

 

Lihatlah sejarah kelam kaum `Ad, Tsamud, kaum Fir`aun yang dihancur leburkan oleh Alloh , serta runtuhnya khilafah Utsmaniyyah di Turki, ketika pada akhir-akhir masa kekuasaannya mulai meninggalkan kemurnian Islam. Ingatlah bencana-bencana dan akibat buruk yang akan diderita suatu masyarakat, saat mereka tidak lagi Islami. Di antaranya bisa kita sebutkan berikut ini:

 

A. Penindasan Sesama.

Misi hadirnya Islam adalah mengeluarkan manusia dari perbudakan sesama hamba menuju pengabdian hanya kepada Alloh , dari kedzaliman agama-agama (selain Islam) menuju keadilan Islam serta dari kesempitan dunia menuju keluasan akhirat.

Hanya dengan Islam, manusia akan mendapatkan kemerdekaannya yang hakiki dari berbagai penindasan, baik penindasan perbudakan, penindasan agama dan penindasan dunia. Tanpa Islam, sebagian komunitas masyarakat hanya akan menjadi pihak penindas bagi komunitas lainnya.

Alloh menggambarkan bencana ini di masa Fir`aun dengan gamblang:

“Sesungguhnya Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berkasta-kasta, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir'aun termasuk golongan para perusak.” (QS. Al-Qosos [28]: 1-4)

 

B. Tidak Ada Rasa Aman.

Alloh akan mencabut rasa aman dan tuma`ninah dari seseorang atau masyarakat jika mereka tidak lagi Islami.

"Dan Alloh telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Alloh; Karena itu Alloh menimpakan mereka kondisi kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." (QS. An-Nahl [16]:112)

 

C. Kerusakan di Segala Bidang.

Dosa dan kemaksiatan telah membawa berbagai kerusakan di air, udara, tanam-tanaman dan buah-buahan serta tempat kediaman. Bencana sosial, keruskan moral, kekacauan politik, ekonomi dan budaya akan terus bergulir. Alloh berfirman:

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Alloh menimpakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Qs. Ar-Rum [30]: 41)

 

Menurut mujahid (seorang tabi’in):

“Jika orang dzolim berkuasa, dia akan melangkah melakukan kedzoliman dan kerusakan, sehingga Alloh menahan hujan-Nya. Di saat itulah Alloh menghancurkan tanam-tanaman dan anak keturunan, karena Alloh tidak menyukai kerusakan.”

Ibnu Qoyyim menjelaskan :

“bahwa yang dimaksud kerusakan dalam ayat ini adalah kekurangan, keburukan dan bencana-bancana yang dimunculkan Alloh di muka bumi akibat maksiat para hambaNya. Setiap kali mereka menampilkan satu dosa, setiap kali itu pula Alloh munculkan satu hukuman-Nya.”

 

(( فَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ ؛ قَالَ: أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللهِ . فَقَال :يَامَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ! خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ، وَأَعُوذُ بِاللهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ: لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا .وَلَمْ يَنْقَصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلاَّ أُخِذَوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّة الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ .وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ، وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا .وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللهِ وَعَهْدَ رَسُوِلِهِ، إِلاَّ سَلَّطَ اللهُ عَلَيْهِمْ عَدُوّاً مِن غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَافِي أَيْدِيهِمْ .وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللهِ، وَيَتَخَّيُروا ممَّا أَنْزَلَ اللهُ، إِلاَّ جَعَلَ اللهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ ))

“Dari Abdullah bin Umar bahwasanya Rosululloh menemui kami kemudian Rosululloh bersabda: “Hai orang-orang Muhajirin, lima perkara; jika kamu ditimpa lima perkara ini, aku mohon perlindungan kepada Alloh agar kamu tidak mendapatinya.

- Jika perbuatan keji (seperti: zina, minum khomr, judi, merampok dan lainnya) dilakukan pada suatu masyarakat dengan terang-terangan, maka akan tersebar wabah penyakit tho’un dan penyakit-penyakit lainnya yang tidak ada pada orang-orang dahulu yang telah lalu.

- Orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan, pasti mereka akan disiksa dengan paceklik, kehidupan susah, dan kezholiman pemerintah.

- Ketika orang-orang tidak membayar zakat hartanya, pasti hujan dari langit juga akan ditahan dari mereka. Seandainya bukan karena hewan-hewan, manusia tidak akan diberi hujan.

- Mereka yang membatalkan kesetiaan kepada Alloh dan kepada Rosul-Nya, pasti Alloh akan menjadikan musuh mereka (orang-orang kafir) menguasai mereka dan merampas sebagian yang ada di tangan mereka.

- Dan selama pemimpin-pemimpin (negara, masyarakat) tidak meng-hukumi dengan kitab Alloh, dan memilih-milih sebagian apa yang Alloh turunkan (untuk diterapkan dan tidak diterapkan), Alloh akan menjadikan permusuhan di antara mereka.”

(HR. Ibnu Majah no. 4019, al Bazzar, al Baihaqi; dari Ibnu 'Umar. Dishohihkan oleh Syaikh al Albani dalam ash-Shohihah no. 106, Shohih at-Targhib wat-Tarhib no. 764, Maktabah al Ma’arif)

 

D. Kehancuran umat-umat yang sebelum kita karena penyelisihan mereka terhadap Islam.

Alloh berfirman:

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini, karena mereka berbuat fasik. Dan telah Kami tinggalkan padanya satu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berakal. (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan, saudara mereka Syu'aib, Maka ia berkata: “Hai kaumku, beribadahlah hanya kepada Alloh, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kalian berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan”. Maka mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka. (Juga) kaum 'Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kalian (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Alloh), sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam, (juga) Qorun, Fir'aun dan Haman. Sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu). Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Alloh sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS. Al-`Ankabut [29]: 34-40)

 

REALITA MASYARAKAT KITA

 

Pada bab ini kita ingin menjawab suatu pertanyaan: masyarakat Islami kah masyarakat kita dewasa ini?

Realita memastikan bahwa masyarakat kita bukanlah masyarakat Islami walaupun mayoritas penduduk Indonesia adalah kaum muslimin, walaupun orang-orang soleh seperti Anda, wahai pembaca yang budiman, masih banyak sekali, akan tetapi bukan norma-norma Islam lah yang mendominasi kehidupan kita dalam bermasyarakat. Demikian juga banyak sekali individu-individu kita yang tanpa sadar telah mengadopsi pemikiran sekuler.

Realita keterpurukan ruhani di negeri kita pun sudah sangat mengerikan dan sudah banyak berpotensi mengundang azab dari Alloh . Bahkan azab-azab itu memang sudah berdatangan bertubi-tubi bagaikan gelombang lautan yang terus menerus bergantian menghempas pantai.

Bukankah kita dapati banyak sekali ”tuhan-tuhan palsu” yang dinobatkan untuk diibadahi oleh banyak orang? Kuburan-kuburan tempat berdo'a, pohon-pohon tempat bermohon, keris-keris yang dipelihara karena mengharapkan penjagaannya, simbol-simbol yang dipasang di atap-atap rumah untuk menolak bahaya dan lain-lain.

Bukankah sampai sekarang ruwatan desa atau kampung dengan mempersembahkan sesajen kepada para "penguasa gaib" masih terus berjalan dari waktu ke waktu demi "menyelamatkan" desa atau kampung? Sedangkan secara pasti kita sudah mengikrarkan bahwa tidak ada Tuhan yang sebenarnya selain Alloh dan ditangan-Nya lah semua keputusan. Dia-lah satu-satunya yang berkuasa menentukan apa saja di bumi ini, tiada Tuhan selain Dia!.

Bukankah sihir, yang tak mungkin didapat tanpa menyembah setan, banyak sekali menyebar di pelosok-pelosok negeri? Bahkan media televisi kita yang cukup banyak, gemar sekali menampilkan tayangan-tayangan kesyirikan. Media-media cetak kita memasang iklan-iklan penawaran pelayanan-pelayanan mistik dan semua media memuat ramalan-ramalan nasib manusia di masa depan, suatu kesyirikan menandingi Alloh di ilmu gaib-Nya dan masih banyak dan banyak sekali yang semacam itu. Semua ini menunjukkan adanya kepercayaan batil yang sangat bertentangan dengan kebenaran dan bertentangan dengan kemuliaan manusia. Inilah biang segala keterpurukan !!.

Tidak heran bila pada masyarakat yang mana akal dan pikirannya demikian, kita dapati banyak sekali pelanggaran-pelanggaran susila dari pameran aurat wanita sampai pada perzinahan. Korupsi besar-besaran yang semakin lama semakin marak, narkoba dan miras yang semakin turun lapangan penggunaannya mengarah ke tingkat anak-anak SD.

Adapun bencana-bencana yang bermunculan akibat pelanggaran tersebut sudah bukan rahasia lagi. Tentunya buku setebal apapun tidak akan cukup jika kita ingin mencatat semua musibah yang menimpa negeri ini walaupun hanya sejak kemerdekaan sampai akhir abad ke-20 lalu saja. Di antara rentang waktu antara kembalinya Sekutu tak lama setelah proklamasi kemerdekaan sampai pemberontakan-pemberontakan yang banyak menelan harta dan jiwa yang tak terhitung banyaknya sampai krisis moneter di penghujung abad ke-20 itu, banyak sekali musibah-musibah berupa bencana-bencana alam yang saling susul menyusul. Bencana-bencana yang tambah cepat jarak waktu dari satu ke yang lainnya terus berdesakan sejak kita memasuki abad ke-21 ini. Di antaranya Tsunami yang menelan lebih dari dua ratus ribu jiwa dan memporak-porandakkan habis-habisan sebagian dari negeri ini. Goyangan-goyangan gempa yang mematikan dan letusan-letusan gunung-gunung berapi yang membakar anak-anak bangsa hidup-hidup serta melenyapkan harta benda milik mereka yang tersisa hidup. Banjir yang bukan hanya menghancurkan banyak dari infra struktur negeri ini, akan tetapi juga menjadikan para korban yang masih hidup terpaksa menyandang profesi baru sebagai pengemis, karena kehilangan harta milik mereka. Jatuh-nya pesawat terbang dengan korban-korbannya, kebakaran yang seakan-akan tak kan pernah berhenti, sampai-sampai terjadi di atas laut yang luas, membakar kapal berpenumpang penuh. Sampai sekarang samudra masih terus menggertak dan menakut-nakuti kota Jakarta dengan banjir yang muncul dari waktu ke waktu. Seakan-akan memberi peringatan bahwa amarahnya sudah mendekati batas maksimal. Seakan terdengar lamat-lamat geretakan gigi-gigi nya, sambil bergumam mengancam: “Aku sudah siap, tinggal menunggu perintah Tuhanku!“.

 

Lalu... Lapindo... ya Rawa Lapindo yang sangat aneh! Tidak bisa dicerna oleh akal secara jelas! Menelan korban harta yang tak terhitung banyaknya, terus merayap entah bagaimana jadinya.

 

PENEGAKKAN SYARIAT

 

Yang dimaksud dengan syariat Islamiyyah adalah hukum-hukum Alloh yang berupa perintah-perintah dan larangan-larangan yang terkandung dalam agama Islam.

Penegakkan syariat adalah tulang punggung dari sebuah masyarakat Islami. Penegakkan syariat adalah suatu kewajiban yang besar sekali dan hukum peninggalannya pun berkisar antara beberapa bobot hukum, dimulai dari dosa kecil, dosa besar, kufur asgor, dan kufur akbar.

Akan tetapi jika yang terjadi adalah penolakan syariat atau peninggalan syariat secara total, apapun sebabnya, merupakan suatu kufur akbar, yaitu mengeluarkan seseorang dari Islam. Hal ini sudah menjadi suatu kesepakatan umat Islam sejak dahulu hingga sekarang dengan dalil-dalil yang kuat sekali. Akan tetapi ada sedikit kesalah fahaman di antara banyak orang tentang penegakkan syariat ini. Ketika masalah penerapan syariat diangkat ke permukaan, maka yang pertama-tama terbersit adalah penerapan syariat pada tingkatan institusi (Negara). Padahal sebenarnya syariat meliputi hukum-hukum yang harus diterapkan pada empat tingkatan, yang mana setiap bagian dari ke empat bagian syariat itu mempunyai kekhususannya sendiri-sendiri. Keempat bagian itu adalah sebagai berikut:

 

1. Syari'at Individu

Banyak sekali hukum-hukum syariat yang hanya bersangkutan dengan individu seperti solat, soum, dzikir, nikah, menutup aurat dan lain-lainnya. Bahkan mengucapkan syahadatain yang merupakan syarat keislaman awal seseorang adalah bagian mendasar dari penegakkan syariat di individu. Begitu juga menuntut ilmu, membaca al-Qur’an, serta menjaga kehormatan dan kesucian diri dan akhlaq. Hukum-hukum ini tidak bisa diterapkan oleh sebuah institusi yang namanya Negara, walaupun Negara masih mempunyai kewajiban lain terhadap hukum-hukum itu selain pelaksanaan praktis. Penegakkan syariat individu ini adalah bagian yang sangat mendasar pada penegakkan syariat total.

Dari sisi tehnis, individu yang menerapkan syariat individu ini bisa kita namakan “Individu Islami”.

 

2. Syari'at Keluarga

Hukum-hukum Islam pun sangat penuh dengan hukum-hukum kekeluargaan seperti hukum-hukum yang mengatur hubungan suami istri (banyak sekali!), seperti kewajiban-kewajiban anggota keluarga satu terhadap lainnya, hukum-hukum waris, hadonah (hak pengasuhan dan penyusuan anak), memberikan nafkah harta dan batin, silaturahmi, menghindari sikap dayyuts (mati rasa cemburu) dalam keluarga, birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) dan lain-lain.

Yang dimaksud penegakkan syariat harus mencakup penegakkan bagian ini juga dan bukan hanya penegakkan syariat institusi! Sebuah keluarga yang berkomitmen terhadap “syariat keluarga” ini kita sebut sebagai “Keluarga Islami”.

 

3. Syari'at Masyarakat

Syariat Islamiyyah pun mempunyai hukum-hukum kemasyarakatan yang harus bisa diterapkan oleh masyarakat tanpa institusi. Seperti misalnya hubungan antar tetangga, pertolongan dari pihak-pihak yang kaya secara kolektif untuk pihak-pihak yang miskin, hubungan jual beli, mendirikan sholat Jum’at, mengurus jenazah, mengurus pendistribusian zakat, amar ma’ruf nahi munkar terbatas, mencetak kader-kader ahli (seperti ulama, guru, ekonom, teknokrat, dan lain-lain) pendirian lembaga-lembaga Islami yang mendukung kehidupan Islami (seperti pekuburan, rumah sakit, lembaga ekonomi syariat, lembaga pendidikan, lembaga riset dan penelitian), membuat media-media cetak maupun elektronik islami (seperti radio, Koran, majalah, website dan lain-lainnya).

Semua itu merupakan bagian penegakkan syariat Islamiyyah. Kalau semua itu ditinggalkan berarti sebagian besar syariat tidak ditegakkan. Sebuah masyarakat yang didominasi oleh pelaksanaan hukum-hukum kemasyarakatan ini, bisa kita namakan sebagai “Masyarakat Muatan Islami”.

 

4. Syari'at Institusi

Yang kami maksud dengan syariat institusi adalah hukum-hukum Islam yang penegakannya menjadi kewajiban dan wewenang Negara (penguasa) seperti mengangkat dan memberhentikan pimpinan negara, mengelola dan menata keuangan umat (seperti jizyah, harta rampasan perang, khoroj, dan lain-lain), mengawasi sistem ekonomi pasar, meng-hukum para perusak agama, penerapan hukum-hukum pidana, melangsungkan jihad serangan, menghukum mereka yang harus dihukum menurut ketentuan syariat, amar ma’ruf dan nahi munkar sampai yang seluas-luasnya, menuruti tuntunan syariat dalam menjaga kemas-lahatan umat dan lain-lain. Penerapan syariat institusi adalah bagian terbesar dari penerapan syariat secara total. Tanpa penerapan bagian ini, maka penerapan-penerapan lainnya akan sangat rawan runtuh. Akan tetapi walaupun demikian, penerapan bagian terpenting ini di suatu negeri sangat sulit dibayangkan jika mayoritas penduduk negeri itu enggan dan tidak mau menerapkan syariat pada tingkat individu-individu, keluarga-keluarga dan pada tingkat masyarakat. Di waktu yang sama, penduduk negerilah yang bisa diandalkan sebagai penegak dan pengawal syariat di negeri masing-masing. Karena itu di suatu negeri Islam yang belum menerapkan syariat institusi, harus terlebih dahulu diadakan penyuluhan yang kuat tentang urgensi penerapan syariat. Penyuluhan ini tidak akan membuahkan tekad dan kemauan untuk menerapkan syariat, jika belum ada pencerahan keimanan yang cukup. Hanya pada suatu masyarakat yang berorientasi kepada keselamatan dan kebahagiaan akhiratlah penyuluhan itu bisa membuahkan tekad dan usaha penegakkan syariat. Dengan kata lain, sebuah dakwah Islamiyyah yang benar dan kuat harus mendahului proses Islamisasi sebuah masyarakat. Bahkan dakwah itu sendiri adalah bagian dari proses. Masyarakat yang menerapkan syariat institusi bisa kita namakan “Masyarakat Islami Struktural” atau bisa juga dinamakan “Negara Islam”.

 

MOTIVASI DAN STRATEGI

 

Pada hakikatnya jiwa atau ruh atau tulang punggung pembentukan masyarakat Islami adalah penegakkan syariat pada ke empat ruasnya. Masyarakat Islami dan penegakkan syariat adalah dua wajah dari satu mata uang. Ketika penegakkan syariat harus dilakukan oleh tangan-tangan manusia yang bergerak di bawah tuntunan jiwa-jiwa mereka dan jiwa-jiwa itu memerlukan motivasi yang benar, maka pemotivasian adalah langkah pertama.

 

A. Motivasi

Motivasi membangun masyarakat Islami bertolak dari dua hal asasi yaitu:

 

Sebagai suatu kewajiban besar yang dituntut oleh Alloh yang mana pelaksanaanya akan menghasilkan ganjaran yang besar sekali dan pengabaiannya akan mengakibatkan hukuman yang berat.

Peraihan keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat untuk para pelaksana, keturunan mereka dan semua umat.

 

Kedua dasar motivasi di atas tidak akan tumbuh kecuali dengan pencerahan keimanan dan penanaman pemahaman-pemahaman Islam yang benar, yang hanya bisa diwujudkan oleh dakwah yang benar dan memadai. Karena itu strategi yang benar, khususnya di Indonesia saat ini, untuk membentuk masyarakat Islami adalah strategi dakwah.

 

B. Strategi Dakwah

 

Masyarakat Islami yang kita idam-idamkan hanya bisa dibangun oleh jiwa-jiwa yang tercerahkan oleh komitmen kepada Islam yang murni. Jiwa-jiwa itu telah memahami Islam dan bertekad dengan sangat antusias untuk menitinya secara sempurna dan menyeluruh. Jiwa-jiwa seperti ini hanya bisa dibentuk oleh suatu dakwah yang benar dan memadai. Yang kami maksud dengan dakwah yang benar dan memadai adalah dakwah yang mencakup unsur-unsur berikut:

 

1. Mendakwahkan kemurnian Islam

Masyarakat Islami yang kita idam-idamkan hanya bisa dibangun oleh jiwa-jiwa yang tercerahkan oleh komitmen kepada Islam yang murni. Jiwa-jiwa itu telah memahami Islam dan bertekad dengan sangat antusias untuk menitinya secara sempurna dan menyeluruh. Jiwa-jiwa seperti ini hanya bisa dibentuk oleh suatu dakwah yang benar dan kuat. Rosululloh telah mengkhabarkan bahwa umat akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, dan hanya satu golongan yang berada di atas kemurnian. Yaitu mereka yang mengikuti jejak-jejak Rosululloh dan para sahabatnya dalam memahami Islam dan menerapkannya.

Islam adalah agama Alloh satu-satunya. Di atas peta Islamlah alam semesta dibentuk dan fitrah manusia (format dasar cipta manusia) pun dibentuk dengan format Islam, bahkan Islam adalah fitrah manusia dan fitrah manusia adalah Islam itu sendiri. Hanya dengan Islam lah manusia tetap mulia seperti dasar penciptaannya dan tanpa Islam manusia akan menjadi rendah serendah-rendahnya di dunia dan di akhirat.

 

Alloh berfirman:

“Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya” (QS. At-Tiin [95]: 5)

 

Islam yang menjadikan manusia mulia di dunia dan akhirat adalah Islam yang murni. Dengan Islam yang murni ini lah manusia bisa bangkit dari keterpurukannya. Sedangkan dengan selain Islam atau selain Islam yang murni, manusia akan terpuruk seterpuruk-puruknya. Karena lahir batinnya bertentangan dengan format ciptanya (fitrah) dan berbenturan dengan format struktur alam semesta. Artinya ketika seseorang melanggar suatu peraturan dari syariat Islam maka dia akan menderita lahir batin sekadar pelanggarannya itu di dunia sebelum di akhirat. Demikianlah kita saksikan ketika misalnya seseorang berzina atau minum miras.

Ketika sebuah masyarakat menjadi tidak Islami, terpuruklah masyarakat itu dan tidak akan pernah bangkit tanpa berpegang kepada Islam yang murni. Dari sini kita dapat melihat keharusan mendakwahkan Islam yang murni sekuat-kuatnya sebagai bentuk dari pengawalan terhadap agama Alloh satu-satunya dan sebagai obat untuk menyembuhkan umat dari keterpurukan. Jiwa yang terpuruk dan tidak bangkit, tidak akan mau apalagi mampu untuk membangun masyarakat Islami. Karena kebangkitan itu sendiri adalah suatu dinamika menuju kodrat manusia yang mulia, yang tidak akan pernah mulia tanpa bersenyawa dengan Islam yang murni.

 

2. Dakwah yang berjama’ah dan terorganisir

Dakwah yang tidak berjama’ah dan tidak terorganisir, tidak akan mampu menghadapi musuh-musuh Islam yang menjalankan perusakan-perusakan pada sendi-sendi Islam secara berjama’ah dan sistematis. Di dunia ini ada konspirasi global terhadap Islam dan kaum muslimin. Konspirasi ini sangat besar, terorganisir dan sistematis. Di waktu yang sama kalau hanya untuk memberi nasihat bisa dikerjakan secara individual. Akan tetapi untuk mega proyek membangun masyarakat Islami mustahil dilakukan dengan usaha-usaha dakwah sendiri-sendiri. Walaupun yang demikian tetap ada manfaatnya.

 

3. Dakwah sarat muatan kebangkitan

Muatan kebangkitan yang dimaksud adalah misi pembangkitan jiwa-jiwa para mad’u untuk bangkit menjalankan amanah yang Alloh bebankan pada pundak manusia.

 

Alloh berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, lalu dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzolim dan amat bodoh” (QS. al-Ahzab [33]: 72)

 

Amanat ini mempunyai dua sisi, yaitu:

a. Sisi peribadatan

Manusia diciptakan dengan tujuan menjalankan peribadatan kepada Alloh saja. Inilah yang dinamakan Tauhid. Menjadikan Tauhid sebagai dasar penegakkan syariat, baik individu, keluarga, masyarakat atau institusi adalah bentuk dari pelaksanaan sisi yang satu ini.

Alloh berfirman:

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah hanya kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat [51]: 56)

 

b. Sisi Kekhilafahan

Manusia diciptakan sebagai khalifah.

Alloh berfirman:

“Ingatlah ketika Robbmu berfirman kepada para malaikat: “Sesung-guhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…” (QS. al-Baqoroh [2]: 30)

 

Kekhilafahan manusia dari segi zatnya berarti dia adalah makhluk yang mempunyai kriteria-kriteria yang pantas “dipertuankan” oleh makhluk-makhluk bumi. Seluruh alam semesta pun telah diorbitkan untuk mensuplai kebutuhannya di segala bidang. Adapun kekhilafahan sebagai sebuah tugas, artinya: manusia harus menjalankan tugas sebagai pelaksana syariat atau hukum Alloh di bumi ini.

Untuk mewujudkan kebangkitan di jiwa umat hingga mau, siap dan mampu melaksanakan amanat ini, sebuah mega proyek tarbiyah jangka panjang harus dimulai dengan serius, walaupun dimulai hanya dengan pembentukan jaringan yang masih kosong dari muatan kebangkitan. Tak ada jalan untuk mengisi jaringan itu dengan muatan kebangkitan Islami, kecuali dengan dakwah yang benar dan memadai.

 

STRATEGI ALTERNATIF

 

Di lapangan gerakan kebangkitan kita dapati dua strategi alternatif dalam mencapai tujuan. Yaitu strategi parlementer dan strategi kekerasan. Walaupun dalam langkah-langkahnya sangat bertentangan, akan tetapi kedua strategi ini sama-sama mempunyai target awal yang sama yang mereka yakini akan sangat berguna untuk mewujudkan kebangkitan umat dan membentuk masyarakat Islami. Target itu adalah kekuasaan. Karena itu kedua strategi ini kita namakan “strategi tampuk kekuasaan”.

Paling sedikit ketika strategi ini diterapkan di Indonesia pada kondisi dan zaman seperti sekarang ini kami sangat yakini tidak akan mampu mewujudkan tujuan total akhir, yaitu masyarakat islami. Jangankan mewujudkan masya-rakat Islami, meraih target awal, yaitu tampuk kekuasaan pun pasti tak akan tercapai, kecuali kalau Alloh menghendakinya. Kedua strategi ini mempunyai beberapa sisi negatif yang sejenis, di antaranya:

 

A. Keterbengkalaian dakwah

Keterbengkalaian dakwah berarti kehancuran untuk umat. Kalau kedua strategi alternatif ini masih mempercayai dakwah adalah jalan satu-satunya untuk pencerahan jiwa, maka ini berarti mereka hanya menangguhkan dakwah sampai target awal yaitu tampuk kekuasaan teraihkan. Ini berarti bahwa penyelamatan umat dari ketergelinciran ke jahannam dan dari keterpurukan dunia tertangguhkan sampai mereka menang. Selama penangguhan itu entah berapa jiwa yang akan mati dalam kegelapan. Itupun kalau mereka menang!! Kalau mereka tidak akan pernah menang seperti yang kami yakini, maka dakwah mereka tidak akan pernah ada! Mereka akan mengklaim bahwa mereka pun berdakwah sambil berstrategi tampuk kekuasaan. Tetapi mari kita simak yang berikut:

 

Sangat tidak mungkin, ketika suatu kelompok mencanangkan suatu strategi untuk mencapai tujuan, kemudian kelompok itu tidak mengerahkan seluruh atau mayoritas tenaganya untuk mensukseskan strategi itu. Ketika seluruh tenaga dicurahkan untuk dakwah saja, kita masih melihat banyak yang tidak tertangani. Bagaimana pula ketika seluruh tenaga atau mayoritasnya dicurahkan untuk strategi lain.

Memang sebagian tenaga para penyandang strategi tampuk kekuasaan disalurkan di “amal dakwah”. Hal ini karena strategi mereka memerlukan “amal dakwah” untuk merekrut pengikut. Kita bisa membayangkan apakah usaha dakwah yang motivasinya hanya sekedar merekrut pengikut untuk melaksanakan strategi parlementer atau kekerasan bisa menghasilkan suatu kebangkitan? Berbeda halnya dengan perekrutan pengikut dengan tujuan untuk dakwah pula (strategi dakwah).

Demi mendapatkan suara sebanyak mungkin, strategi parlementer memerlukan siasat perangkulan yang hampir-hampir tidak terbatas. Pada siasat ini mereka harus pandai-pandai tutup mulutdan berbasa-basi dengan penodaan kemurnian dan para penodanya. Dengan demikian kemurnian Islam pun terancam. Di sini terjadi keterbengkalaian dakwah dalam kwalitas.

Sifat dakwah rahasia pada jalur kekerasan akan sangat membatasi dakwah jalur ini. Para perencana dan pelaksana dakwah mereka sudah tidak tertarik untuk mendakwahkan masyarakat umum. Dari sudut ini pun terjadi suatu keterbengkalaian.

 

B. Kemandulan

Kedua jalur ini sangat tidak realistis dalam kondisi seperti sekarang ini. Kedua strategi ini merupakan keterburu-buruan dan keputus asaan. Para peyakin strategi tampuk kekuasaan sebenarnya mempunyai rasa pesimis untuk menjalankan strategi dakwah, lalu melupakan bahwa dakwah bukanlah hanya sekedar strategi, tetapi juga suatu kebutuhan yang sangat. Keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat banyak bergantung kepada usaha-usaha dakwah. Bahkan dakwah sudah sangat berguna sekali, walaupun “hanya” menyelamatkan umat dari neraka jahannam dan tidak berhasil membentuk masyarakat Islami di dunia ini.

 

LANGKAH-LANGKAH MENUJU TUJUAN

 

A. Langkah Strategi Alternatif

Masing-masing dari kedua jalur peyakin strategi tampuk kekuasaaan, yaitu jalur kekerasan dan jalur parlementer bisa saja mengklaim mempunyai teori yang “jelas” dan “simpel” tentang langkah-langkah riel perealisasian tujuan mereka. Pelaku jalur parlementer akan memetakan langkah-langkah riel perealisasian tujuan mereka sebagai berikut: Pembentukan partai, pembesaran partai, masuk parlemen, peraihan suara terbanyak lalu sampai ke tampuk kekuasaaan untuk kemudian memenej umat secara Islami. Tentunya dengan harus melupakan bahwa: banyak sekali pelanggaran-pelanggaran syariat dalam permainan parlementer, keterbengkalaian dakwah dan fakta lapangan yang menunjukan banyaknya kegagalan walaupun hanya “sekedar meraih” tampuk kekuasaan, apalagi untuk mampu merubah masyarakat menjadi masyarakat Islami. “Kesuksesan” partai Islam Turki memcapai puncak kekuasaan harus diuji lagi kebenarannya dari segi “siapa sebenarnya yang berkuasa” di Turki dewasa ini dan episode apa yang akan dimunculkan oleh angkatan bersenjata Turki setelah ini. Apakah tentara akan tetap menjaga keadaaan seimbang seperti sekarang atau akan melakukan kudeta seperti waktu-waktu sebelum ini. Seandainya terbuktipun kekuasaan ada di tangan partai Islam, itu masih sebatas mendapatkan sarana ampuh dan tidak berarti sebuah kebangkitan telah dicapai. Pembubaran partai-partai Islam Turki di masa lalu ketika mereka “meraih” tampuk kekuasaan dan penjeblosan para pemimpin partai ke penjara serta pembubaran partai Islam (FIS) di Aljazair setelah mereka menang mutlak di pemilu 1992 dan penjeblosan pemimpin-pemimpin mereka ke dalam penjara untuk jangka waktu bertahun-tahun, semua itu membuktikan dengan jelas bahwa status non Islam di negeri-negeri Islam masih dikawal kuat oleh kekuatan-kekuatan konspirasi salibis internasional yang setelah berkorban besar untuk menguasai dunia di perang dunia ke dua tidak akan rela melepaskan cengkramannya dan membiarkan umat Islam terbebaskan hanya dengan senjata suara terbanyak!

 

Jalur kekerasan dengan mudahnya akan mengatakan langkah-langkah kami adalah: pembentukan suatu organisasi (rahasia?), melatih, mem-persenjatai, berperang dan menang, untuk kemudian memegang kendali serta mengatur masyarakat secara Islami.

 

Tentunya harus dilupakan kenyataan bahwa langkah-langkah ini adalah langkah-langkah super sulit, banyaknya ke tidak realistisan di sepanjang jalan, korban-korban yang luar biasa banyaknya yang akan berjatuhan, kehancuran-kehancuran besar-besaran yang akan terjadi, keterbengkalaian dakwah yang merupakan mesin utama pembangkit umat dan hasilnya masih tanda tanya, khususnya dalam kondisi seperti sekarang ini. Bahkan keabsahan amal seperti itu pun masih harus dipertanyakan dengan sangat keras. Memang benar, jika tidak ada jalan lain yang bisa sukses dan hasilnya jauh lebih dari pengorbanannya, maka strategi ini “bisa diterima”. Akan tetapi berpendapat tidak ada jalan lain selain jalan kekerasan pada kondisi seperti sekarang ini adalah hasil penelusuran yang sangat dangkal.

 

Pertumpahan darah manusia pada dasarnya adalah suatu yang dibenci dan dicela Islam, kecuali pada kondisi syar’i yaitu pada hukuman atas pembunuhan disengaja, pezina yang telah menikah, penumpasan pemberontakan terhadap pemerintah Islam yang sah dan Jihad fi sabilillah. Di ketiga kondisi pertama yang berhak melaksanakan hanyalah Negara. Sedangkan Jihad fi sabilillah (jihad kekerasan), telah dilarang ketika umat Islam dalam keadaan lemah seperti kondisi Rosululloh dan para sahabatnya di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah. Di waktu itu strategi kekerasan ditinggalkan jauh-jauh. Tidak ada usaha-usaha pembunuhan gelap terhadap pemimpin-pemimpin Quraisy atau serangan malam atau pergi ke gunung-gunung dan gua-gua Makkah untuk melancarkan perang gerilya terhadap para penguasa Makkah. Kekerasan ditinggalkan bukan hanya dalam bentuk serangan, bahkan dalam membela diri pun tidak dilakukan, sehingga banyak para sahabat Rosululloh yang disiksa tanpa menjadikan emosi Rosululloh dan para sahabat lainnya terpancing untuk menggunakan kekerasan dalam menolong mereka. Ketika sesudah dibolehkan untuk berjihad pun, Alloh mencegah terjadinya pertempuran karena kondisi yang memungkinkan terjadinya pertumpahan darah orang-orang Islam yang berbaur dengan penduduk Mekkah yang masih kafir seperti halnya para insiden Hudaibiyyah. Adapun masalah “Tatarrus” (penggunaan orang-orang yang beriman oleh orang-orang kafir sebagai tameng untuk mencegah serangan kaum muslimin) yang mana terbunuhnya orang-orang Islam karena kondisi yang memaksa itu bisa diterima, hanya pada kondisi dimana pertempuran tidak bisa dihindari dan sudah menjadi suatu keharusan.

 

Jadi kita tidak membolehkan jihad?!?

 

Siapa yang melarang Jihad secara umum dan mutlak telah kafir! Na’uzdubillahi min Dzalik!!! Kita sama sekali tidak demikian!! Kita hanya berprinsip kekerasan tidak bisa dipakai sebagai strategi dalam mewujudkan kebangkitan umat ini di negeri yang kondisinya seperti Indonesia sekarang ini!!

 

B. Langkah-Langkah Strategi Da'wah

Langkah-langkah para peniti strategi dakwah adalah langkah-langkah yang penuh kedamaian, kesejukan dan ketentraman. Pada hakikatnya tujuan utama strategi dakwah (tentunya juga tujuan utama strategi alternatif) adalah keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Perwujudan masyarakat Islami adalah dalam rangka melaksanakan tugas suci merealisasikan kedaulatan hukum-hukum Alloh di bumi dan mewujudkan atmosfir peribadatan tauhid yang kondusif untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat.

 

Pada strategi tampuk kekuasaan ada dua hal penting yang tertangguhkan atau terabaikan. Kedua hal ini tidak demikian pada strategi dakwah. Kedua hal itu adalah dakwah dan pengawalan untuk Islam yang murni. Kedua hal itu tetap eksis selalu pada strategi dakwah. Dengan demikian strategi dakwah memetik hasilnya di setiap langkah ketika kemajuan sekecil apapun terwujudkan. Sedangkan strategi alternatif sepanjang jalan baru mengejar sarana atau alat kebangkitan, yaitu kekuasaan.

 

Langkah-langkah strategi dakwah sangat singkat dan sederhana sekali. Langkah pertama adalah mengikut sertakan sebanyak mungkin kaum muslimin dalam sebuah jaringan terdiri dari mereka yang mempunyai keinginan yang serius untuk meniti sirotulmustaqim, terlepas dari tingkatan keimanan dan keislaman mereka. Langkah kedua adalah memupuk keislaman mereka dan mengarahkan mereka untuk menerapkan syariat di ruas syariat individu, kemudian keluarga lalu mendorong terciptanya masyarakat muatan Islami. Adapun penegakkanruas syariat institusi adalah tugas dari masyarakat muatan islami dan bukan tugas sebuah harakah. Peranan dakwah (baca: Harakah) ada pada penyuluhan agar jiwa-jiwa tercerahkan dan timbul padanya keinginan untuk ikut serta dalam usaha-usaha membentuk masyarakat Islami, kemudian menyatukan mereka dalam suatu jaringan Islami dan pada akhirnya mendorong serta membantu mereka untuk menerapkan syariat di ketiga ruasnya tanpa menunggu penerapan syariat institusi terwujudkan. Penegakkan syariat institusi yang berarti terbentuknya masyarakat Islami struktural, telah kita katakan menjadi tugas masyarakat muatan Islami. Sebab hanya sosok sebesar masyarakat muatan Islami lah yang sanggup mewujudkannya tanpa fitnah yang menghancurkan. Kekuatan muatan Islami di dalam masyarakat seperti ini akan melahirkan daya penekan yang mampu meluluh lantakan para penentang berdirinya masyarakat Islami struktural, serta akan melahirkan sebuah muatan panas yang melelehkan semua kendala dan resistant. Hal inilah yang terjadi di Madinah setelah masyaratakat muatan Islami di Madinah di bawah pimpinan Rosululloh mencapai bobot tertentu ketika menang di perang Badar. Ketika itu seluruh komponen masyarakat Madinah pun berbondong-bondong masuk Islam. Hal yang serupa terjadi dalam ukuran yang lebih besar ketika Fathu-Makkah. Ketika itu seluruh kabilah di Jazirah Arab masuk Islam secara massal.

  

Daftar sobat-sobat yang udah mesen DVD Original #CintaSubuh Trilogi.

 

1. Andi Suyono, Riau

2. Andika yansah, Banten

3. Ade nursyamsiah, Jakarta

4. Ova Achmad Musofa, Jakarta

5. Dwi Apri Kurniawan, Surakarta

6. Diah permata, Tanggerang

7. Salma, Bogor

8. Adella Lilia Dewi, Semarang

9. Nama : Himmatun Aliyah, Tegal

10. Nama : Mullynanda Pontiaka, Pacitan

11. Ika Indriyanti, Depok

12. Nama: Dwi Astuti Handayani, Jakarta

13. Nama : Andi Rachman Fauzi, Bandung

14. Arief normansyah, Banjarmasin

15. Rini, Pasuruan

16. Ika Partiwi, Cilandak

17. Budiarto, Kalibata

18. Pratiwi Yuni Astuti, Jayapura

19. Rosdiana, Palopo

20. ISTI MAESHONAH, Cibinong

21. Nurul puji pratiwi, Bandung

22. Ahadan Kahfi, Riau

23. Vitya, Malang

24. Damar Damar, Depok

25. Pungky Antula, Manado

26. Arif Munandar, Jakarta

27. Budyanke, Karawang

28. Raffi Andira, Riau

29. Humar Hadi, Depok

30. Asad Muhammad, Purwokerto

31. Nitih Windu Astut, Banyumas

32. Ilmalia, Bogor

33. Amanda Dwi Putri, Banten

34. Tresna Fitri Rosmayanti, Kaarawang

35. Oktalina vigiyanti, Kendal

36. Rafina Aulia Renjana, Bandung

37. Sherly Octiz, Padang

38. Hendry Dien Huwae, Jakarta

39. Syurifatun Nisa, Bekasi

40. M. iqbal akram, Medan

41. Sekar ayu nur fadhilah, Jakarta

42. Burhan Arif Muhammad, Bandung

43. Dede Sariti Ratna, Tasikmalaya

44. Dewi Aldiany, Medan

45. Ishak Iskandar, Bekasi

 

Buat yang udah mesen tapi namanya belum tercantum, silahkan konfirmasi ke 087877215731. Trimakasih buat yang sudah mesen. Barang akan dikirim mulai 10 oktober 2015.

 

Buat yang mau mesen, bisa sms atau wa ke 087877215731. Pre-order ditutup tanggal 6 Oktober 2015.

 

149 Likes on Instagram

 

17 Comments on Instagram:

 

ratumas_istiqomah: Masih bisa pesan gak min?? @filmmakermuslim

 

evanbisa: @_ikasetya

 

miatriyuniati: Min..ini masih gak ya dvd nya?

 

zulhanjoel: Sdh habis ya min

  

NASEHAT UNTUK PEMUDA DI AWAL JALAN MENUJU KEISTIQOMAHAN Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah Pertanyaan: Apa nasihat Anda untuk seorang pemuda di awal-awal jalan menuju keistiqamahannya? Jawaban: Nasihat kami untuk pemuda ini, yang mana dia berada dalam arah tujuan yang selamat , insya Allah, 1. Senantiasa meminta kepada Allah Ta'ala, ats-Tsabat (kekokohan) dan ash-Shawab (kebenaran) 2. Memperbanyak membaca al-Qur'an dengan tadabbur (merenungkan maknanya), karena al-Qur'an memiliki pengaruh yang besar dalam hati apabila seseorang membacanya dengan mentadabburinya. 3. Bersemangat untuk senantiasa melakukan amalan ketaatan, tidak merasa malas dan bosan, karena Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam meminta perlindungan kepada Allah dari sikap merasa lemah dan sikap malas. 4. Bersemangat untuk senantiasa bergaul dengan orang-orang yang baik, dan menjauh dari berteman dengan orang-orang yang jelek. 5. Hendaknya menasehati dirinya ketika dirinya terpengaruh dengan hal-hal tadi. Dengan mengatakan kepada dirinya, "Sesungguhnya jarak ini masih jauh, dan perjalanan ini masih panjang." Hendaknya ia menasehati dan menguatkan dirinya, karena surga ditutupi dengan hal-hal yang dibenci dan neraka dihiasi dengan syahwat. 6. Hendaknya menjauhi teman-teman yang buruk, walaupun ia merupakan teman lamanya. Karena teman yang buruk akan berpengaruh kepadanya. Oleh karena itu, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Perumpamaan teman yang buruk seperti tukang pandai besi, bisa jadi ia akan menyebabkan terbakar bajumua, atau engkau akan mendapatkan bau yang tidak sedap darinya." Liqa'ul Babil Maftuh 23/70 Alih bahasa: Ustadz Abdulaziz Taufiq Thalab Ilmu Syari Diarsipkan di ift.tt/1RBWxmi #istiqomah #nasehat #salaf #quote #hadits #sunnah #salafy #sunday #happyislam via Instagram ift.tt/1TMHKEw

Ya ALLAH, wahai yang Maha Mendengar, Tiada Tuhan selain Engkau Ya ALLAH.

 

Wahai yang Maha Menatap, saat ini kami datang memenuhi panggilan Mu, dengan kenikmatan dan kebahagiaan yang tak ternilai, di tempat yang tiada penghalang antara Engkau dan hamba Mu yang hina ini.

   

Ya ALLAH, kini kami mengadahkan kedua tangan kepada Mu, senista apapun kami, kami adalah mahluk ciptaan Mu ya ALLAH.

 

Kami mohon kepada Mu, dihari yang penuh kemuliaan ini, ampuni seluruh dosa kami ya ALLAH.

   

Saat Engkau mendengarkan hamba-hamba Mu dihadapan para malaikat Mu, Engkau undang kami di tempat ini, padahal kami tahu siapa diri kami, hanya mahluk Mu yang berlumur dosa, yang kotor dan hina, yang jarang sekali ingat kepada Mu.

   

Ya ALLAH, dengan segala keagungan dan kemurahan Mu, cintailah kami ya ALLAH. Hanya dengan cinta Mu, dosa-dosa terampuni, hanya dengan cinta Mu yang kotor Engkau bersihkan, yang hina Engkau angkat.

   

Kehadiran kami di tempat ini hanya karena ridho Mu Ya ALLAH. Banyak orang-orang yang kami sakiti, yang mereka balas sakit hatinya dengan do’a kemuliaan untuk kami.

   

Mungkin kami berada di tempat ini karena do’a orang tua kami yang tiada henti-hentinya, siang malam berdo’a kepada Mu agar memiliki anak yang sholeh dan sholehah, padahal segitu sering kami melukai hatinya.

 

Atau mungkin kami berada di tempat ini karena do’a anak-anak kami yang sering dikecewakan dengan contoh yang buruk yang sering kami lakukan sehingga mereka bermohon kepada Mu ya ALLAH agar mereka memiliki orang tua yang sholeh dan sholehah.

   

Ya ALLAH, ampuni seburuk apapun diri kami. Ampuni sekelam apapun masa lalu kami, ampuni senista apapun aib-aib kami.

   

Duhai ALLAH yang Maha Mendengar, ampunilah orang tua kami ya ALLAH, ampuni segala kezaliman dan kedurhakaan kami kepada ibu bapak kami selama ini.

 

Kami sering sekali memperlakukan kedua orang tua dengan tidak pantas.

   

Andai kedurhakaan kami menjadi penggelap kehidupan kami, jadikanlah saat ini Engkau takdirkan kami menjadi anak yan sholeh dan sholehah, yang dapat menjadi cahaya kemuliaan bagi dunia akhirat kedua orang tua kami.

   

Ya ALLAH, selamatkan kedua orang tua kami yang berlumur dosa, Islamkan yang belum Islam, beri hidayah bagi yang masih tersesat.

   

Pertemukan bagi yang belum pernah berjumpa dengan ibu bapak nya ya ALLAH. Lapangkan kubur bagi yang telah di alam kubur.

 

Cahayai, ringankan hisabnya, jadikan ahli syurga Mu ya ALLAH.

 

Tolong ya ALLAH, darah dagingnya melekat pada tubuh kami ya ALLAH.

   

Air matanya, keringatnya ….. tolong ya ALLAH, golongkan kami menjadi anak yang tahu balas budi kepada orang tua kami dan kepada orang-orang yang telah menolong kami.

   

Apalagi yang dapat kami lakukan ya ALLAH, beri hidayah dan taufik Mu ya ALLAH. Jadikanlah segala amal ibadahnya menjadi penerang di kehidupan orang tua kami di dunia maupun di akhirat. Jadikan mereka orang yang sholeh dan sholehah sampai akhir hayatnya.

   

Wafatkan kami, orang tua kami dan saudara-saudara kami dalam keadaan Khusnul Khotimah, diatas Al Qur’an dan Sunnah Nabi Mu ya Robbi.

   

Ya ALLAH, selamatkan keluarga kami, kabulkan cita-cita kami, membentuk anak-anak dan keturunan kami menjadi orang yang selalu berjihad di jalan Mu. Yang selalu meng infaq kan jiwa dan harta demi agama Mu Ya ALLAH.

   

Ya Allah, Selamatkan orang-orang yang pernah kami zhalimi selama ini, khususnya kaum muslimin yang pernah kami sakiti ya Allah.

 

Jangan biarkan kezhaliman kami menjadi kegelapan bagi dunia akhirat kami.

   

Selamatkan kaum muslimin yang pernah menzhalimi kami ya Allah.

 

Golongkan kami menjadi pemaaf yang tulus.

 

Ya Allah ampuni segala kezholiman kami terhadap tubuh kami ini ya Allah.

 

Ampuni segala maksiat yang pernah dilakukan oleh jasad ini ya Allah.

 

Bersihkan ya Allah, pada hari ini sebersih-bersihnya. Ijinkan saat akhir hayat tubuh ini menjadi tubuh yang bersih.

   

Ya Allah, Tiada Tuhan selain Engkau yang Maha Mendengar.

 

Ampuni tetangga-tetangga kami ya Allah, sahabat-sahabat kami, ampuni pula saudara-saudara kami ya Allah.

   

Ya Allah, berkahilah hari ini ya Allah. Jadikan hari ini hari Engkau jamu siapapun yang bermunajat kepada Mu.

 

Demi segala keagungan Mu ya Allah, Demi segala janji-janji Mu yang tiada mungkin Kau pungkiri.

   

Ijabah siapapun yang bermunajat saat ini ya Allah, Amin... amin... ya Allah ya Hayyu, ya Qoyyum.

   

Ya Allah, Engkau Maha Adil, kami berada di tanah yang paling berkah, Ijabah… ya Mujiib, ijabah ya Mujiibassaa ilin.

   

Ya Allah, berikan kelapangan bagi yang dihimpit kesusahan.

 

Ya Allah, berikan jalan keluar bagi yang dililit kesulitan.

 

Ya Allah, berikan kecukupan yang selalu kekurangan.

 

Ya Allah, bayarkan yang hidupnya dililit hutang-piutang.

 

Ya Allah, jangan biarkan kami mati dalam hutang-piutang.

 

Ya Allah, angkat derajat yang selalu dihina dan selalu direndahkan.

 

Ya Allah, lindungi kaum muslimin-muslimat yang terancam dan teraniaya dimanapun berada ya Allah, khususnya mujahidin-mujahidah yang selalu memuliakan agama Mu.

 

Ya Allah, berikan kelapangan bagi yang sedang dilanda kesusahan, tolonglah jauhkan dari fitnah dan bencana ya Allah, berikan kekuatan dan kesabaran, berikan pendamping terbaik yang merindukannya ya Allah.

   

Karuniakan kepada kami rumah tangga yang sakinah ya Allah.

 

Jangan biarkan rumah tangga kami menjadi rumah tangga yang penuh fitnah.

   

Jadikan kami suami yang sholeh ya Allah, suami yang jujur, suami yang dapat mempertanggung jawabkan rumah tangganya dihadapan Mu.

   

Jangan jadikan kami suami/istri yang senang menebar fitnah, suami yang berkhianat, Ampuni ya Allah, berikan kesempatan untuk kembali kejalan Mu.

   

Jadikanlah istri kami, istri yang sholehah, istri yang ikhlas, istri yang dapat menjadi penyejuk, istri yang benar-benar menjadi ibu yang tulus bagi anak-anaknya.

   

Ya Allah titipkan kepada kami keturunan yang lebih baik daripada kami, jangan biarkan terlahir dari diri kami keturunan-keturunan yang durhaka, keturunan durjana ya Robbi.

   

Jangan biarkan anak-anak kami mencoreng aib diwajah kami, Ampuni jikalau kami salah mendidik mereka Ya Allah, jangan biarkan anak-anak kami menuntut kami di akhirat, utuhkan kami... di dunia dan di akhirat Ya Allah.

   

Ya ALLAH, jauhkan kami dari segala penyakit yang berat, dari kemiskinan, kemunafikan, kesyirikan, kesombongan dan kebodohan, yang bisa membawa kami kedalam murka Mu Ya ALLAH.

   

Ya Allah hanya Engkaulah pengenggam segala-galanya, kami mohon kepadaMu, terimalah haji kami ini ya Allah.

   

Jangan biarkan haji kami menjadi fitnah ya Allah. Jadikan haji ini benar-benar membawa keberkahan bagi keluarga kami, bagi keturunan kami, bagi lingkungan kami.

 

Jangan biarkan kami mencemarkan agama kami dengan haji ini Ya Allah.

   

Undang kami kembali dengan keluarga kami, dengan sanak saudara kami, dengan sanak keturunan kami, juga dengan guru-guru, tetangga dan sahabat-sahabat kami ya Allah.

 

Jangan Engkau jadikan haji ini yang terakhir buat kami.

   

Jadikan haji ini awal dari bertambahnya ketaqwaan kami kepada Mu ya Allah, yang membuat hati ini selalu tunduk di depan baitullah Mu Ya Robbi.

   

Wahai yang maha Mendengar, Engkaulah yang menggenggam segala kejadian. Jadikan umur yang tersisa ini menjadi seindah-indah umur ya Allah.

   

Jadikan siapapun yang bermunajat ini menjadi ahli sholat yang khusyu', ahli tahajjud, ahli shaum, ahli shodaqoh yang tulus, ahli amal yang istiqomah, ya Allah.

   

Jangan biarkan kami jauh dari AlQuran-Mu ya Allah. Undang kami semua ke baitullah-Mu ya Allah.

   

Jadikan kami haji yang mabrur dan mabruroh. Ya Allah hanya Engkaulah yang Maha Tahu akhir hayat kami.

   

Ya Allah jadikan sisa umur ini, sisa umur yang selalu dekat dengan Mu.

 

Andai ajal menjemput kami, cabutlah nyawa ini dalam khusnul khotimah.

 

Kami berlindung kepada Mu dari mati Suul Khotimah.

 

Mudahkan kami dalam mencari ilmu agama Mu, berikanlah kami kemudahan dalam memahami agama Mu Ya Allah.

   

Allahummaghfir lilmu'miniina wal mu'minat wal muslimina wal muslimat, al ahyaa i minhum wal amwaat...

   

Ya Allah muliakan agama Mu ini ya Allah.

 

Jadikan Islam menjadi jalan keluar bagi keluarga kami dan saudara-saudara kami ya Allah.

   

Jadikan para ulamanya menjadi suri tauladan bagi ummat Mu ya Allah.

 

Ya Allah lindungi ummat Islam dari kehinaan ya Allah, Ya Allah selamatkan kaum mujahid dimanapun yang teraniaya, Ya Allah berikan kami kenikmatan dan kelezatan ma'rifat, kesabaran dan kemenangan. Yaa Arrhamar Rahimin.

   

Ya Allah berkahilah hari ini ya Allah, berkahilah bagi siapapun yang bermunajat saat ini ya Allah.

   

Kabulkan do’a kami Ya Mujiibbassaa ilin ….

 

Cukupkan kami dengan rizki Mu Ya Rozzak ….

   

Robbi dzidni ‘ilman war dzukni fahman.

 

Robbi audzi’nii an asykuro ni’matakallati an ‘amta ‘alayya wa ‘ala wa lidayya wa an a’malasholihan tardohu waa adkhilni birohmatika fii ‘ibadikasholihin.

 

Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah Wa Qiina Adzabannar.

UNTUKMU YAA SYABAB Asy Syaikh Robi' bin Hadiy Al Madkholiy Hafizhohulloh berkata: "Aku menasehatkan kepada seluruh pemuda salafi di mana pun mereka berada, di mana pun mereka tinggal, hendaknya mereka mempelajari manhaj salaf dan hendaknya mereka mengetahui kemuliaan Ahlus sunnah wal jama'ah, hendaknya mereka menempatkan (para ulama ahlus sunnah) sebagai orang-orang yang telah memberikan nasehatnya sekaligus sebagai orang-orang yang berpengalaman, apa yang mereka katakan -demi Allah- pasti akan terwujud pada diri orang yang mengambil perkataan mereka tersebut ataupun pada diri orang yang menyelisihinya.! Maka siapapun yang menyelisihi mereka biasanya akan jatuh dalam kebatilan dan jatuh dalam kejelekan. Namun siapa yang mengambil faedah dari mereka niscaya dia selamat sejahtera, padahal tidak ada satupun perkara yang dapat menandingi keselamatan dan kesejahteraan.! Bila tokoh-tokoh salaf semisal Ayub As-Sikhtiyani, Ibnu Sirin, atau Mujahid dan selain mereka merasa tidak mampu (bertahan) mendengarkan satu kata bahkan setengah kata saja YANG TERUCAP DARI AHLU BATHIL, mereka pun tidak suka kalian berdebat dengan ahlul bid'ah karena perdebatan dapat menjatuhkanmu ke dalam fitnah. Mereka adalah orang-orang baik, orang-orang cerdas, orang yang telah memberikan nasehatnya. Maka aku nasehatkan kepada para pemuda hendaknya mereka mengambil faidah dari: Pertama: Kitabullah Kedua: Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam Ketiga: Pengarahan dan bimbingan serta sikap-sikap salafus salih. Mauqif Ash Shohih min Ahlu Bida' Alih bahasa ASAF Syarhus Sunnah #nasehat #manhaj #istiqomah #sabar #islam #sunnah #salaf #salafy #ahlussunnah via Instagram ift.tt/1ogreD5

 

Sudah hampir sepuluh tahun Ropah (29) meninggalkan Dusun Wonoaji, Setieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Ia hidup bersahaja dengan suaminya, Nashudi (32), buruh tani asal tetangga desa di sebuah rumah kayu kontrakan berukuran 6 x 8 meter persegi. Sehari, penghasilan Nashudi mentok di angka 10 ribu rupiah, ditambah kerja serabutan sebagai kuli panggul kebutuhan pertanian, paling banter keluarga kecil berputri tunggal itu menegakkan mahligai dengan topangan penghasilan Rp. 16 ribu sehari. Namun toh keluarga itu bisa hidup dan menyekolahkan putri mereka yang kini kelas 2 SD. Sembilan tahun itu kehidupan berjalan lambat seperti dinginnya udara di lereng pegunungan Dieng yang selalu berkabut.

 

Rabu, 20 Januari 2010, pukul 13.00 wib. Hujan lebat sejak tengah hari membuat Nashudi enggan turun ke ladang. Keluarga kecil itu tengah meriung di dekat pendiangan ketika pintu digedor-gedor orang. Ropah bergegas membuka pintu dan mendapati dua adik perempuannya berdiri di ambang pintu dalam keadaan “berantakan”.

 

“Yu, nyong arep milu mati wae..! Nyong arep milu mati wae!! (Kak, aku mau ikut mati saja),” histeris Rohana (16) berteriak-teriak sambil berurai air mata.

 

“Kenang opo, de’e dikapakno uwong (Kenapa, kamu diapain sama orang)?” Tanya Nashudi yang kebingungan melihat kedua adik iparnya histeris.

 

“Bapake mati, Mboke mati, Kang Madhon yo mati,” si bungsu Zaqirah (14) yang kemudian menjawab karena Rohana keburu pingsan.

 

“Mati prige? De’e nek ngomong ojo ngawur (Mati bagimana? Kamu kalau bicara jangan sembarangan)!” hardik Nashudi yang disergap gelagat buruk.

 

“Mati kurugan gunturan. Omahe nggon dewek kurugan gunturan (Mati tertimbun tanah longsor. Rumah kita tertimbun longsor)...”

 

Ropah pingsan seketika, Zaqirah tenggelam dalam tangis berkepanjangan. Musibah tanah longsor yang menerjang Dusun Wonoaji dua jam sebelumnya telah menemukan korbannya. Tusamin dan Wagisah (orangtua Zaqirah) serta Romadhon (satu-satunya anak lelaki tulang punggung keluarga) wafat. Tinggallah Istiqomah (19), Rohana, dan Zaqirah menjadi 3 dara yatim piatu yang tak tahu harus bagaimana melanjutkan kisah hidup mereka.

 

Enam orang meninggal dalam musibah akibat bahu jalan raya menuju dataran tinggi Dieng di tanjakan 15 persen sempal. Lahan-lahan berkontur curam yang sangat rawan longsor akibat penggundulan hutan untuk bertanam kentang, mengakibatkan bongkahan kecil yang longsor menimbulkan efek bola salju. 9 rumah hancur lebur. 30 KK diungsikan ke Balai Desa Setieng. RT 04/VIII dinyatakan sebagai kawasan terlarang untuk hunian.

 

Selasa, 26 Januari 2010, Pemkab Wonosobo menutup tempat pengungsian sementara di Balai Desa. Pengungsi sementara dititipkan ke rumah-rumah kerabat sambil menunggu rencana relokasi yang belum jelas pelaksanaannya. Janji Pemkab, dalam tempo 3 bulan bekas warga Wonoaji yang diungsikan sudah mendapat rumah baru.

 

Tapi, skim mitigasi bencana yang tampak cantik itu menimbulkan masalah baru bagi keluarga Nashudi.

 

Sebagai satu-satunya kerabat, Nashudi harus menampung ketiga adik iparnya di rumah kontrakannya yang sempit dan teramat bersahaja. Rumahnya sendiri, gubuk berukuran 4 x 6 meter persegi yang tidak lebih baik dari kandang kambing dihuni kedua orangtua Nashudi yang praktis menjadi beban karena ayahnya lumpuh akibat stroke sejak 9 tahun lalu.

 

Gubuk itu berlantai tanah, tidak ada perabot keculai sebuah dipan kayu tempat berbaring ayah Nashudi. Lantainya tanah lembab yang jorok karena berserak sampah basah akibat seng yang bocor di sana-sini. Al Azhar Peduli Ummat yang berkunjung ke gubuk itu nyaris frustasi karena “rumah” keluarga Nashudi tidak bias direnovasi: lokasinya berada di bawah tebing kritis, di atasnya sebatang pohon tua akarnya sudah tergantung, tinggal menunggu waktu untuk longsor.

 

“Bagaimana kalau pindah, Kang?” Tanya relawan Al Azhar Peduli Ummat.

“Pindah ke mana? Untuk hidup sehari-hari dengan tambahan beban tiga adik saja saya sudah bingung. Yang saya khawatirkan, di musim hujan seperti ini sewaktu-waktu orangtua saya bisa mati tertimbun longsor. Untuk beli tanah jelas hal yang mustahil,” Nashudi menjawab lirih.

 

Inisiatif diambil. Di bawah rinai gerimis Al Azhar Peduli Ummat berburu lahan layak huni yang sangat sulit ditemukan di kawasan pegunungan gundul itu. Tapi akhirnya tanah kapling berukuran 10 x 10 meter persegi ditemukan. Harganya 150.000 rupiah permeter.

 

“Bagaimana kalau pindah ke sini, Kang?”

“Walah.., kalau sampean bisa membantu kami memiliki rumah di sini, keluarga kami ibarat pindah ke surga,” jawab Nashudi dengan mata berbinar penuh harap.

 

“Doakan ya Kang, mudah-mudahan saudara-saudara kita di Jakarta bisa membantu. Doakan ya, Kang…”

 

The Malaysia National Flower is the hibiscus rosa sinensis. It is locally known as the Bunga Raya. The origin of its existence in this country is unknown. It is believed to have been brought to Malaysia through early trade from its original home in China around the 12th century. Hence its scientific name sinensis meaning Chinese.

 

Hadith :

Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud: “Tidak lurus (istiqomah) iman seseorang hamba itu sehingga hatinya lurus dan hatinya tidak akan lurus sehingga lurus lidahnya.”

  

Riwayat Ahmad

 

agamaxcreations.blogspot.com/

www.facebook.com/#!/Agamax.Creations

DAKWAH SUNNAH Beberapa asatidzah telah menasehatkan tentang perihal yang sama, yakni semangat menjaga dakwah sunnah. Setiap jiwa yang berkomitmen dengan sunnah maka ia musti memahami bahwa banyak kalangan manusia tak sekedar menilai dirinya secara personal, melainkan juga atas nama dakwah. "Orang yg rajin shalat berjamaah di masjid, pakai jubah tapi kelakuannya kok kayak gitu?" Sungguh ini merupakan tanggungjawab bersama dan seharusnya kita harus saling taawun agar dakwah dapat tegak mulia. Namun, ada hal yg disayangkan ketika sebagian orang menisbahkan diri pada ahlussunnah, salaf, tetapi pada hakikatnya ia adalah pemecah belah. Maka, ahlul 'ilm berjihad tak kenal lelah menyampaikan kebenaran agar kaum muslimin tak tertipu dg mereka sebab dzahirnya sama, kitab yg diajarkan sama. Tapi mereka memiliki syubhat menggelora, sedang hati ini sangat lemah. Dakwah sunnah telah Allah jamin akan senantiasa ada hingga akhir masa dunia. Tinggal kita bertanya, apakah kita ada di dalamnya? Merusaknya ataukah menjaganya? Nas'alallahas salamah wal 'afiah. Menasehati diri, Bandung 3 Jumadil Akhir 1437 #reminder #islam #sunnah #renungan #nasehat #istiqomah #dakwah #salaf #guardian via Instagram ift.tt/1LhsaBw

Pada suatu senja yang lengang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-hayung. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam.

 

Kerudungnya menutup hampir seluruh wajahnya tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang telah meroyak hidupnya.

  

Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu perlahan-lahan sambil memberi salam.

 

Maka terdengarlah ucapan dari dalam,

"Silakan masuk"

 

Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya

berderai tatkala ia berkata,

"Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya."

 

"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut.

 

"Saya takut mengatakannya."jawab wanita cantik..

 

"Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.

 

Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya... telah berzina".

 

Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak.

 

Perempuan itu meneruskan,

"Dari perzinaan itu saya pun... hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya... cekik lehernya sampai... mati," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.

 

Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik,

"Perempuan bejad, pergi kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku kerana perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata kerana jijik.

 

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa..

 

Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu.. Bahkan ia tak tahu mahu dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.

 

Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya,

"Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?"

 

Nabi Musa terperanjat.

"Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?"

Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.

"Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?"

 

"! Ada!" jawab Jibril dengan tegas.

 

"Dosa apakah itu?" tanya Nabi Musa.

 

"Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina".

 

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Bererti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan

tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya.

 

Sedang orang yang bertaubat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh bererti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu ada, di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mahu menerima kedatangannya.

  

Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban solat dengan istiqomah.

 

♥ Ustaz Azhar Idrus ( Original ) ♥

 

"Sesungguhnya aku sedang menasihati kamu, bukanlah bererti akulah yg terbaik dalam kalangan kamu. Bukan juga yang paling soleh dalam kalangan kamu, kerana aku juga pernah melampaui batas untuk diri sendiri. Seandainya seseorang itu hanya dapat menyampaikan dakwah apabila dia sempurna, nescaya tidak akan ada pendakwah. Maka akan jadi sikitlah orang yang memberi peringatan."

 

SUMBER: najmie

Masjid Istiqomah, Sendowo, Yogyakarta, Indonesia, Nikon 18-135/3.5-5.6

#POSITIVE_THINKING #AZZAHRAH #Lâ_haulâ_walâ_quwwata_illâ_billâhil_Aliyyil'adziim

#Semua_Karena_Allah_Swt.

Ada sedikit cerita mengenai hewan yang biasa disebut Kelelawar atau Kalong atau Codot ini, setau saya ini adalah hewan pemakan buah.

Kronologisnya: selepas magrib Malam Jumat minggu ini tgl 7/5/2015, Akrom yang baru datang dari sholat berjamaah di masjid Al-Istiqomah dan seperti biasa kemudian membuka laptopnya, sedangkan Aishah sibuk dengan boneka mainannya,tiba2 mereka berteriak2 dan masuk ke kamar, sambil bilang ada kelelawar masuk rumah.

Spontan saya terkesiap, dan menyuruh anak2 masuk kamar dan saya menutup pintunya.dan benar saja kelelawar itu terbang berputar-putar di dalam rumah,beberapa kali terbang ke lantai 2 kemudian turun lagi,hingga akhirnya si Kelelawar menemukan persinggahannya yaitu di kabel listrik yang tergantung diruang tamu.

Yang terpikir saat itu adalah memotretnya buwahahaha, saya ambil kamera,serta tripod dan mulai memotretnya.Saat itu lensa 100mm f/2.8L IS USM Macro yang melekat di kamera, dan ternyata setelah beberapa kali shoot hasil kurang memuaskan, detail wajah dan sekitarnya yang menjadi target saya tidak saya dapatkan (mungkin karena atap yang tinggi dan lighting agak remang di ruang tamu),akhirnya langsung saya replace dengan lensa Canon EF70-200mm f/2.8L USM dan saya taruh di tripod,dan kemudian mulai memotret yang benar dugaan hasilnya beda jauh, tajam pakai banget dan sesuai dengan yang saya inginkan (pelajaran yang diperoleh memang lensa ada kegunaan,tujuan dan situasi masing-masing).

Setelah selesai memotret baru kepikiran loh kok kelelawar bisa masuk rumah ada apa ini???, akhirnya mulai tanyak sama mbah google dan mendapatkan beberapa link yang saya bookmark, 2 link menunjukkan hal negatif dan 1 satu link menunjukkan hal positif.

1.http://pintughoib.jw.lt/tanda-tanda%20binatang%20di%20rumah

2.http://www.wattpad.com/17606152-kelelawar/page/2

dan yang menunjukkan hal positif:

3.http://www.indofengshui.com/paidarea/index.php/Tanda-Tanda.html

Tapi intinya saya hanya percaya pada Allah Swt. Dan otak saya yang Inshaa Allah selalu berpikiran positif sesuai dengan tag saya diatas.

Akhirnya dengan dibantu anak2 (masing2 bertugas menjaga di pintu rumah dan masing2 pegang sendok besar dan garpu besar dari kayu)saya usir dengan mencoba berkomunikasi dengan si Kelelawar, maaf ya, kamu saya usir dari rumah ini, saya tau kamu mungkin lapar,saya ada buah-buahan,tapi gimana saya caranya saya kasih makan kamu,jadi sebaiknya kamu keluar ya dari rumah, sambil bawa sapu dan naik kursi membuka semua pintu, dan karena masih saja terbang berputar-putar dalam rumah,akhirnya saya gerpas pakai sapu, si Kelelawar jatuh dan saya dorong keluar ke garasi rumah, ketika terbang kembali, si kelelawar masih mencoba masuk rumah, terpaksa saya angkat sapu tentu saja dengan ijuk diatas untuk menandakan bahwa saya enggak mau lagi kamu datang kerumah ini lagi, rupanya si Kelelawar mengerti tanda ini, dan akhirnya pergi bebas ke luar halaman rumah.

#Alhamdulillah

Begitulah cerita singkatnya. Semoga berkenan.

Canon 70-200mm f2.8 EF L USM

PS:Rotate CCW 2x, Cropping

Transform agar nggak pusing dan melihat wajah dengan perspective normal manusia melihat.

  

Istirahat yuk sob.

Tidur lebih awal, bangun lebih awal.

.

Buat yang masih susah bangun subuh ontime. Bisa dipraktekin nih tips bangun subuh ini:

.

youtu.be/JR1ZAxkNA_0

.

1. Berazam yang kuat untuk bangun subuh dan minta pertolongan ALLAH.

.

2. Usahakan tidur sebelum jam 10 malam. Perangi hawa nafsu untuk nongkrong, begadang, nonton tv, dll.

.

3. Pasang alarm di jam 4 kurang karena subuh sekarang jam 04.14. Alarm kalau bisa tiga, 2 di hape dan 1 lagi di jam weker. Hape dalam keadaan aktif posisi ringing maksimal.

.

4. Wudu sebelum tidur, biar setan menjauh. Kalau pun tidur ga bangun-bangun alias wafat, kita Insyaa Allah dalam keadaan suci dan tercatat berniat subuh berjamah.

.

5. Bertekad untuk sholat Subuh berjamaah di masjid selama 40 hari berturut-turut tanpa putus. InsyaAllah setelah itu akan terbiasa.

.

6. Minta dibangunkan teman yang sudah terbiasa bangun subuh.

.

7. Jika sudah mulai terbiasa, ajak teman untuk ikut sholat subuh berjamaah di masjid.

.

Buat sobat yang mau dibangunin sholat subuh biar bisa berjamaah di masjid, silahkan follow dan kontak @pejuangsubuhjkt atau @psbekasi. :)

 

266 Likes on Instagram

 

6 Comments on Instagram:

 

psbekasi: Mumtaz... Kece Bangat Bang FMM Keep Istiqomah sampai Husnul Khatimah :)

 

arif_khanna: bangun sblum subuh tapi hidung mbeler alias pilek. . solusi mas rangga

 

mutiaraandahh: Deh😍😍😍

 

dwipiscessa: @whyaditia

  

#RamadhanCantik adalah web series perdana @daqumovie. Bercerita tentang cinta, persahabatan dan keseharian fatma & sahabat-sahabatnya dalam istiqomah berjalan di jalan Allah.

 

29 Episode Ramadhan Cantik ditayangkan selama 29 hari Ramadhan di youtube. Ramadhan Cantik menjadi tontonan alternatif, penambah semangat beribadah di bulan Ramadhan.

 

Sutradara : M. Amrul Ummami

Penulis Naskah : M. Ali Ghifari

Produser Pelaksana : Andre M. Addin

Sinematografi : Ryan Kurniawan, M. Amrul Ummami

Editor : M. Amrul Ummami, Ryan Kurniawan

Music : Yaser Abdallah

 

Pemain:

Dwi Puspitasari sebagai Fatma

Ario Antara sebagai Nanda

Inez Ayuningtyas sebagai Annisa

Andre M. Addin sebagai Addin & Angga

Imerta Garcia sebagai Aisyah

Rhezy A. Rhezanov sebagai Bram

Hidayatur Rahmi sebagai Ratih

 

249 Likes on Instagram

 

8 Comments on Instagram:

 

kancil_jendral: Bikin film birrul walidain donk..

 

instagram.com/adi.jum: Keren2 short movienya Alhamdulillah menginspirasi banget banyak ilmu yg dapet kita ambil dari film2nya cuma banyak yg bertanya2 sebenernya berkaitan ga seh episode 1-29 itu karena beberapa ada yg sedikit "belok". Banyak pula yang bertanya2 ramadhan cantik dan cinta subuh tu berkaitan ga???? Plisss jawab ya

 

widz_ummibad: @rikisidik456 siapa tahu menambah inspirasi.. Berseni Karna Illahi.. ^^

 

budiepinank: Mbk @sarirote 😍

  

norkandirblog.wordpress.com/2017/02/01/mengapa-menolak-ke...

*MENGAPA MENOLAK KEBENARAN?*

 

Banyak sebab yang menghalangi seseorang untuk menerima kebenaran dan lebih memilih tegar di atas kebatilan. Kebenaran yang dimaksud di sini adalah ilmu yang berdasar kepada al-Quran dan as-Sunnah dengan pemahaman para sahabat _radhiyallahu ‘anhum_. Berikut di antara faktor penghalang tersebut. Semoga bermanfaat.

*(1). Teman Dekat yang Tidak Baik*

Firman-Nya (artinya): _“Dan Ingatlah hari ketika orang yang zalim menggigit dua tangannya (karena menyesal), seraya berkata: “Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku dulu tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Quran ketika al-Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.”_ (QS. al-Furqon: 27-29)

Karenanya kita harus pandai mencari sahabat, sebab _”Seseorang bisa bergantung kepada agama sahabatnya, maka itu hendaknya anda melihat dengan siapa anda bersahabat.”_ (Hadis hasan riwayat Abu Dawud)

*(2). Menuruti Hawa Nafsu dengan Mengikuti Pemimpin dan Pembesar yang Jauh dari Kebenaran*

Allah _ta’ala_ berfirman (artinya): _“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat pula kepada Rasul”. Dan mereka berkata: _”Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Rabb kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar.”_ (QS. al-Ahzab: 66-68)

*(3). Taklid Buta kepada Orang Tua dan Nenek Moyang*

Allah _subhanahu wa ta’ala_ berfirman (artinya): _“Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”_ (QS. al-Baqarah: 170)

*(4). Takut istri dan Godaan Wanita*

Bisa jadi, seorang suami nekat korupsi karena dorongan istri. Ia tidak jadi pergi ngaji karena ancaman istri. Ia berani meninggalkan sunnah-sunnah Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ karena lebih menuruti kemauan istri. Semoga Allah memberi hidayah kepada suami-suami yang seperti ini. Sebagaimana semoga Allah menunjuki para wanita muslimah kepada petunjuk al-Quran dan as-Sunnah. Hanya kepada Allah semata kita memohon pertolongan.

Demikian pula hendaknya kita berhati-hati dari godaan wanita. Di balik kelembutannya tersimpan racun yang amat berbisa, yang dapat membius pemuda perkasa hingga menjadi lemah tak bertenaga, hingga akhirnya ia terbuai gila di bawah dekapan asmara. Banyak realita yang menjadi bukti dari kalimat ini.

*(5). Harta, Kedudukan dan Ketenaran*

Berhati-hatilah dari ketiga hal ini. Jangan sampai ketiganya menjadikan kita buta dan enggan menerima kebenaran yang datang kepada kita. Dalam berdakwah dahulu, Nabi kita Muhammad _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ dijanjikan akan diberikan harta, wanita, tahta dan sebagainya dengan syarat mau berhenti dari dakwahnya itu. Namun, sedikitpun beliau tidak bergeming dan terus lurus mendakwahkan Islam di tengah-tengah kuffar Quraisy. Sebaliknya, tidak ada yang menghalangi Abu Jahal untuk menerima kebenaran melainkan ketenaran dan kedudukannya di tengah kaumnya. Ia mengira dengan tunduk kepada kebenaran maka ia akan menjadi hina.

*(6). Kebiasaan Buruk yang Biasa Dilakukan*

Bisa jadi kebenaran itu sulit diterima oleh sebab kemaksiatan yang terus dikerjakan. Bisa jadi karena kemaksiatan yang masih dilakukan, maka al-Quran jarang diperhatikan, nasihat bijak tak dipedulikan, teman baik pun disingkirkan, hingga akhirnya ia semakin jauh dari kebenaran dan dari orang-orang yang mengajak kepada kebenaran.

Sejarah menyebutkan bahwa seorang penyair kawakan al-A’sya Maymun pergi ke kota Madinah untuk masuk Islam di hadapan Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam_. Di tengah perjalanan ia bertemu seorang musyrikin. Tatkala orang itu mengetahui tujuan Maymun maka ia berkata: _“Sesungguhnya Muhammad mengharamkan khamer!”_ –sementara Maymun adalah pecandu khamer–. Ia berkata: _”Yang satu ini aku tidak bisa meninggalkannya, aku akan minum puas selama setahun ini lalu aku akan masuk Islam.”_ Ia tidak jadi pergi ke Madinah dan memilih untuk kembali ke negerinya. Di tengah perjalanan ia terjatuh dari untanya hingga lehernya terluka dan akhirnya ia meninggal dunia.

Semoga Allah _ta’ala_ membukakan hati kita untuk selalu menerima kebenaran dan memudahkan kita untuk istiqomah di atasnya hingga ajal datang kepada kita. _Aamiin._

*Bagian Indonesia*

 

*ICC DAMMAM KSA*

 

*[ 03/05/1438 H ]*

 

==================

 

Berlangganan tulisan:

 

Via WhatsApp +966556288679

 

Via Telegram @iccdammamksa

  

Kementerian Luar Negri AS Membuat Pos Baru Hadapi Media Jihad Kementerian Luar Negri AS Membuat Pos Baru Hadapi Media Jihad “Wahai Nabi, kobarkanlah semangat kaum mukminin untuk berperang” (Q.S Al-Anfal:65) Oleh Abu Asybal Usamah Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, Yang mengatur siang dan malam, Membagi rezki diantara makhluk-Nya, Yang Maha Adil lagi Maha bijaksana. Aku bersaksi tiada Ilah melainkan Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan Utusan- Nya yang telah menunaikan amanah, menyampaikan risalah, menasehati ummat dan berjihad di jalan Rabb- Nya dengan sebenar-benarnya jihad serta meninggalkan ummatnya diatas manhaj yang terangbenderang, tidak ada seorangpun yang menyimpang darinya kecuali akan binasa. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan keharibaan baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, sahabat dan orang-orang yang masih istiqomah di atas manhaj beliau. Madad News Agency dalam bulletin yang dikeluarkan pada edisi nomor 23 Rajab 1433 H- Juni 2012 memuat opini tentang peperangan yang dilancarkan Amerika di Yaman secara khusus dan pergolakannya secara global di dunia Jihad. Salah satu yang menjadi sorotan adalah perang opini AS melawan mujahidin di dunia maya. Media berperan penting dalam propaganda dan menyulut ‘api’ peperangan. Kebanyakan orang yang terkena propaganda (tepatnya mereka yang tidak cerdas dan komperhensif dalam melihat permasalahan) media sekuler menganggap media Jihad internasional dan lokal adalah media provokator yang menimbulkan kekerasan dimana-mana. Maka dari sinilah kita bisa melihat pengaruh yang ditimbulkan media, baik media proporsional maupun yang abal-abal. AS sangat memahami kondisi dilapangan dan realita bahwasanya mujahidin memiliki pengaruh besar dalam mengoperasikan media di dunia maya. Mujahidin dalam menyampaikan berita terbilang lebih objektif dibandingkan media sekuler atau lokal. Media lokal sering melakukan kebohongan dalam data lapangan. Meskipun kita tidak pungkiri setiap media memiliki tendensi masing-masing. Namun hal itu tidak menjadi masalah ketika data yang dihadirkan benar- benar akurat. Hillary Clinton, menlu AS, mengumumkan di media tentang pengadaan pusat “Pusat Komunikasi Strategi Menghadapi Terorisme” yang menggandeng dalam barisannya para diplomasi, Programmer, analisis dan intelijen yang konsen mereka berselancar didunia maya dalam bentuk patrol ke situs-situs dan jejaring sosial dengan tujuan melawan upaya Al-Qaidah dalam membariskan dan menarik simpatisan lebih untuk berafiliasi ke aqidah mereka. Penanggungjawab di kementerian luar negri AS menegaskan dalam pernyataannya di situs berita AS, Dawn News, bahwa langkah tersebut dari pihak pemerintah AS yang diambil setelah melihat hasil kesuksesan media Al-Qaidah semenanjung Arab (AQAP) dalam rangka meluncurkan kampanye media efektif dibandingkan media local yang memberitakan kesuksesan Al-Qaidah dalam memerangi pasukan AS dengan menampilkan dokumentasi foto peti mati korban tyewas pasukan AS yang dibalut bendera AS akibat serangan mujahidin Afghanistan, Iraq dan Somalia. Memblokir situs jihad pun bukan sebuah alternatif untuk mencegah Al-Qaidah dalam hal propaganda ‘perang salib’. Situs-situ yang lain pun bermunculan untuk meramaikan dunia maya dalam mengobarkan jihad. Dalam pertemuan peresmian “Pusat Komunikasi Strategi Menghadapi Terorisme” yang dihadiri oleh Clinton dan Adam Bell Mc.Riven selaku Kepala komando operasi khusus AS dan partisipasi petinggi- petinggi operasi khusus AS serta negarawan mensinyalir adanya bahaya yang dirasakan pemerintah AS dan militernya ditambah lagi militer Eropa menghadapi kemampuan Al-Qaidah dalam medan informasi atau yang disebut perang hati dan pikiran melawan AS dan sekutunya. Penyebabnya adalah perbedaan yang besar antara kedua belah pihak dalam hal kemampuan dan kekuatan. Mereka menambahkan bahwa meskipun Amerika menggaungkan kemajuan mereka dalam bidang penelitian media dan menggiring opini umum serta ilmu sosial, akan tetapi mereka tidak belajar dari kesalahan mereka. Setelah mereka menutup situs- situs media jihad untuk memadamkan cahaya Allah, namun mereka menuai berulang kali kegagalan. Kemudian mereka pindah lagi ke medan pemikiran yang mana tempat tersebut adalah medan pertempuran yang diungguli oleh para mujahidin, insya Allah. Disamping itu mereka juga menyebarkan syubuhat untuk membuat hati kaum muslimin ragu atas apa yang dilakukan mujahidinya diantaranya adalah tidak benarnya target Al-Qaidah semenanjung Arab dalam penyerangan dan manhaj mereka, baik itu di halaman jejering social facebook maupun di beranda berita lokal Yaman. Wallahu Ghalibun ‘ala amrihi walakinna aktsarannasi la ya’lamun

Bismillah Mahasiswa IKJ, Hamasah;)

OPEN PRE-ORDER : KAOS PECINTA SUBUH (Fase 2)

 

Suka sama film #CintaSubuh? Yuk dipesen kaos Pecinta Subuhnya. Pakai dengan bangga, jadikan dakwah sebagai jati diri! Cocok buat kamu-kamu yang lagi berjuang melawan kantuk ketika adzan subuh berkumandang.

Harga: Rp.100,000 (termasuk donasi untuk film dakwah)

~ Nama kamu bakal dicantumin sebagai co-produser di Film #CintaSubuh2 #MahaCinta

~ Discount 10% untuk pemesanan lebih dari 3 pcs.

 

Pilihan warna:

- Hitam

- Putih

(Untuk ketersediaan warna lain, silakan hubungi CP di bawah)

Pilihan ukuran:

S/M/L/XL ~ Custom lengan panjang + Rp. 10,000 ~ PAKET dengan DVD koleksi film @filmmakermuslim (#CintaSubuh 1 & 2, #AssalamualaikumSally, #ValentineSudahBasi, #IstriParuhWaktu) + Rp. 40,000

 

Pre-Order dibuka hingga tanggal 30 April 2015.

Proses produksi kaos 1 minggu.

Barang siap diantar tanggal 8 Mei 2015.

 

Berapapun yang pesan akan tetap kami produksi sesuai dengan jadwal :D

 

PESAN SEKARANG :

SMS/WA 0878-800-66-169 dengan FORMAT: PESAN KAOS [Warna] [Ukuran] [Jumlah] [Alamat Pengiriman] [Nama]

 

Contoh: PESAN KAOS HITAM XL 3 Bekasi Didin

 

Tunjukkan #CintaSubuh mu dengan kaos ini dan tetap istiqomah untuk Sholat Subuh Berjamaah di Masjid tanpa putus. :D

 

39 Likes on Instagram

 

20 Comments on Instagram:

 

filmmakermuslim: @widahidayati_dr Silahkan hubungi 087880066169

 

agustinabilqis: Aih ketinggalan 😑

 

maspristyawan: Yahh ketinggalan

 

annisaltfha: Yah udah gabisa ya ka?

  

Masjid Istiqomah, Yogyakarta, indonesia, Nikon 18-135/3.5-5.6

Ibu-ibu peserta pengajian rutin Istiqomah yang diliput SCTV, Jakarta, 2006

1 3 4 5 6 7 ••• 22 23