View allAll Photos Tagged ilmu

Jalan kebahagiaan ada di depan kita...

 

Carilah ia dalam lautan ilmu... amal soleh... dan akhlak yang mulia...

 

Bersikaplah objektif dalam setiap hal...

 

nescaya kita akan bahagia.

dedicate for my children and my husband who wake up me in the morning.

 

1 2..3 4..5 6..7 8.. siapa rajin ke sekolah cari ilmu sampe dapat.

Sungguh senang amat senang, bangun pagi-pagi sungguh senang.

 

Nafas hidup ini kaya akan ilmu pengertian....

 

jika saja kita mahu memperhatikan lebih dengan bijaksana.

INDONESIEN, Im botanischen Garten von Bogor.

 

The Bogor Botanical Gardens (Indonesian: Kebun Raya Bogor) is a botanical garden located in Bogor, Indonesia, 60 km south of Jakarta. It is currently operated by Indonesian Institute of Sciences (Indonesian: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia or LIPI). The Gardens are located in the city center and adjoin the presidential palace compound of Istana Bogor. It covers an area of 87 hectares (210 acres) and contains 13,983 different kinds of trees and plants of various origin. The geographic position of Bogor means it rains almost daily, even in the dry season. This makes the Garden an advantageous location for the cultivation of tropical plants.

Founded in 1817 by the order of the government of the Dutch East Indies, the Garden thrived under the leadership of many renowned botanists including Johannes Elias Teijsmann, Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer, and Melchior Treub. Since its foundation, Bogor Botanical garden has served as a major research center for agriculture and horticulture. It is the oldest botanical garden in Southeast Asia

Nafas hidup ini kaya akan ilmu pengertian .

Ya Rabb...

Bisikkanlah hati-hati kami agar tak mudah rapuh.

Kami memohon petunjuk, ilmu, ketaqwaan, kehormatan, dan kekayaan hati dari-Mu,

duhai Tuhanku yang Maha Mulia...

 

semoga esok kan selalu tersimpan semangat baru, Insyallah ..

INDONESIEN, Im botanischen Garten von Bogor.

 

The Bogor Botanical Gardens (Indonesian: Kebun Raya Bogor) is a botanical garden located in Bogor, Indonesia, 60 km south of Jakarta. It is currently operated by Indonesian Institute of Sciences (Indonesian: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia or LIPI). The Gardens are located in the city center and adjoin the presidential palace compound of Istana Bogor. It covers an area of 87 hectares (210 acres) and contains 13,983 different kinds of trees and plants of various origin. The geographic position of Bogor means it rains almost daily, even in the dry season. This makes the Garden an advantageous location for the cultivation of tropical plants.

Founded in 1817 by the order of the government of the Dutch East Indies, the Garden thrived under the leadership of many renowned botanists including Johannes Elias Teijsmann, Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer, and Melchior Treub. Since its foundation, Bogor Botanical garden has served as a major research center for agriculture and horticulture. It is the oldest botanical garden in Southeast Asia

Perang Api yang dilaksanakan pada saat pengerupukan yang dilaksanakan oleh masyarakat Adat Br.Gunung dan Umakepuh, Desa Adat Buduk, Kec.Mengwi Kab.Badung Bali sudah berlangsung dari sejak dulu yang saat ini kalau ditanyakan kepada yang umurnya paling tua tidak dapat memberikan makna yang jelas terhadap pelaksanaan perang api pada saat pengerupukan , dikatakan tetamian ( warisan ).

 

Untuk sarana upacara dalam agama hindu salah satu dipakai adalah “ Api “ sekarang pada umumnya memakai dupa, dulu orang memakai api dakep ( Dua serabut kelapa yang disilang didalamnya ada api), dalam pelaksanaan rentetan pengerupukan khususannya perang api yang digunakan adalah Serabut Kelapa dan api, dimana api adalah simbul keberanian, keberanian terkait dengan kesaktian / ilmu kebatinan, jaman dahulu banyak yang mempelajari ilmu kebatinan dimana sudah dipastikan adanya adu kesaktian, sudah dipastikan dalam pertandingan ada yang kalah dan ada yang menang.

 

Dalam pelaksanaan perang api pada saat pengerupukan dilaksanakan pada saat Sandikala yaitu jam perbatasan siang dan malam yang mempunyai makna rwa bineda ( dua yang berbeda ), dalam perang api tersebut kita saling lempar api juga memiliki makna bahwa yang kita perangi adalah musuh dalam diri kita yang sangat sulit dilumpuhkan, misalnya hawa nafsu yang besoknya hari raya nyepi kita melaksanakan Tapa Brata Penyepian .

 

Siapapun mereka dalam kehidupan sekarang dapat menunjukan keberanian yang positif dan kemauan dan dapat mengalahkan musuh yang ada dalam dirinya ( Sad Ripu ) maka mendapatkan ketenangan yang abadi .

 

please view photo with all zise....

 

Fire war that held when "Pengerupukan" (a day before silent day)

hosted by the society of Br.Gunung and Umakepuh, Desa adat buduk, mengwi, Badung, Bali

was a inheritance from the ancestors.

 

as the implementation of Pengerupukan especially on Fire war

the atribute they need is coconut fibre and fire, as fire is the symbol of bravery.

 

fire war being held on Sandikala (about 6pm) which is the border of day and night that have a meaning of rwa bineda (two that different),

on fire war the part when we throw fire on each other also has a meaning that the one we fight is the enemy inside each of ourselves

that really hard to defeat, like for example the lust as the next day is the silent day,

we have to do Tapa Brata penyepian

   

photo in kupink www.flickr.com/photos/24251447@N08/3402989773/

 

“Apabila matinya anak Adam itu terputuslah baginya segala amalan kecuali tiga perkara iaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa dari anak yang soleh.” (Riwayat Muslim)

  

----------------------------------------------------------

 

Nikon FM2

nikkor 50mm 1:1.8

Fujicolor 100

INDONESIEN, Im botanischen Garten von Bogor.

 

The Bogor Botanical Gardens (Indonesian: Kebun Raya Bogor) is a botanical garden located in Bogor, Indonesia, 60 km south of Jakarta. It is currently operated by Indonesian Institute of Sciences (Indonesian: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia or LIPI). The Gardens are located in the city center and adjoin the presidential palace compound of Istana Bogor. It covers an area of 87 hectares (210 acres) and contains 13,983 different kinds of trees and plants of various origin. The geographic position of Bogor means it rains almost daily, even in the dry season. This makes the Garden an advantageous location for the cultivation of tropical plants.

Founded in 1817 by the order of the government of the Dutch East Indies, the Garden thrived under the leadership of many renowned botanists including Johannes Elias Teijsmann, Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer, and Melchior Treub. Since its foundation, Bogor Botanical garden has served as a major research center for agriculture and horticulture. It is the oldest botanical garden in Southeast Asia

 

Busana Jawa

 

Busana adat Jawa biasa disebut dengan busana kejawen yang mempunyai perumpamaan atau pralambang tertentu terutama bagi orang Jawa yang mengenakannya. Busana Jawa penuh dengan piwulang sinandhi, kaya akan suatu ajaran tersirat yang terkait dengan filosofi Jawa. Ajaran dalam busana kejawen ini merupakan ajaran untuk melakukan segala sesuatu didunia ini secara harmoni yang berkaitan dengan aktifitas sehari – hari, baik dalam hubungannya dengan sesame manusia, dengan diri sendiri, maupun dengan Tuhan Yang Maha Kuasa pencipta segala sesuatu dimuka bumi ini. Busana Kejawen yang akan dijelaskan dibawah ini terdiri dari busana atau pakaian yang dikenakan pada bagian atas tubuh, seperti iket, udheng;bagian tubuh seperti rasukan atau bisa disebut dengan baju, jarik, sabuk, epek,timang,bagian belakang tubuh yakni keris, dan bagian bawah kaki yaitu candela.

1. Iket

Iket adalah tali kepala yang dibentuk sedemikian rupa sehingga berbentuk penutup kepala.

Cara mengenakan iket harus kenceng, kuat supaya ikatannya tidak mudah terlepas. Bagi orang Jawa arti iket adalah agar manusia memiliki pamikir atau pemikiran yang kencang, tidak mudah terombang – ambing hanya karena factor situasi atau orang lain tanpa pertimbangan yang matang

2. Udheng

Udheng dikenakan pada bagian kepala dengan cara mengenakan seperti mengenakan topi. Bila

Udheng

Udheng dikenakan pada bagian kepala dengan cara mengenakan seperti mengenakan topi. Bila sudah dikenakan diatas kepala, iket menjadi sulit dibedakan dengan udheng karena ujudnya sama. Udheng berasal dari kata mudheng artinya mengerti dengan jelas. Maknanya manusia akan memiliki pemikiran yang kukuh bila sudah mudheng atau memahami tujuan hidupnya. Manusia memiliki fitrah untuk senantiasa mencari kesejatian hidup sebagai sangkan paraning dumadi. Makna lain dari udheng ini adalah agar manusia memiliki keahlian / ketrampilan serta dapat menjalankan pekerjaannya dengan pemahaman yang memadai karena memiliki dasar pengetahuan.

3. Rasukan

Sebagai ciptaan Yang Maha Kuasa, hendaklah manusia ngrasuk atau menganut sebuah jalan atau agama dengan kesadaran penuh menyembah Tuhan Yang Maha Esa.

4. Benik

Busana Jawa seperti beskap selalu dilengkapi dengan benik ( kancing ) disebelah kiri & kanan. Lambing dari benik itu adalah bahwa manusia dalam melakukan tindakannya dalam segala hal selalu diniknik; artinya diperhitungkan dengan cermat. Apapun yang dilakukan janganlah sampai merugikan orang lain, dapat menjaga antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum.

5. Sabuk

Sabuk digunakan dengan cara melingkarkan di badan atau lebih tepatnya dipinggang. Sa-buk artinya hanya impas saja, ngga untung & ngga rugi. Makna sabuk adalah agar manusia menggunakan badannya untuk bekerja sungguh – sungguh, jangan sampai pekerjaannya tidak menghasilkan atau tidak menguntungkan ( buk ).

6. Epek

Persamaan Epek adalah apek; golek; mencari. Artinya dalam hidup ini, kita harus memanfaatkannya dengan mencari ilmu pengetahuan yang berguna

7. Timang

Timang adalah pralambang bahwa ilmu yang ditempuh harus dipahami dengan jelas & gamblang, agar tidak gamang atau menimbulkan rasa kuatir. (samang – samang; berasal dari kata timang )

8. Jarik

Jarik adalah kain panjang yang dikenakan untuk menutupi tubuh sepanjang kaki. Jarik artinya aja serik. Jangan mudah iri terhadap orang lain, karena iri hati hanya akan menimbulkan rasa emosional, grusa – grusu dalam menanggapi segala masalah.

9. Wiru

Mengenakan jarik atau kain selalu dengan cara mewiru ujungnya sedemikian rupa. Wiru atau wiron bisa terjadi dengan cara melipat – lipat ujung jari sehingga berwujud wiru. Wiru artinya wiwiren aja nganti kleru. Olahlah segala hal sedemikian rupa sehingga menumbuhkan rasa menyenangkan dan harmonis, jangan sampai menimbulkan kekeliruan dan disharmoni.

10. Bebed

Bebed adalah kain atau jarik yang dikenakan laki – laki. Bebed artinya manusia harus ubed yakni tekun & rajin dalam bekerja mencari rezeki.

11. Canela

Canela dijabarkan dari canthelna jroning nala, atau peganglah kuat di dalam hatimu. Canela sama dengan selop,cripu atau sandal. Canela dikenakan di kaki dengan maksud agar kita selalu menyembah lahir & batin, hanya di kaki-Nya

12. Curiga & Rangka

Curiga atau keris berujud wilahan, bilahan dan terdapat didalam warangka atau wadahnya. Curiga dan warangka adalah pralambang bahwa manusia sebagai ciptaan menyembah Tuhan sebagai penciptanya dalam sebuah hubungan kawula jumbuhing Gusti. Curiga ditempatkan di belakang artinya dalam menyembah yang Maha Kuasa hendaknya manusia bisa ngungkurake godhaning Syetan yang senantiasa mengganggu manusia ketika akan bertindak kebaikan

 

"Dan dia memejamkan mata. Lagi-lagi memejamkan mata.

 

Yang dialami para peyakin sejati agaknya adalah sebuah keterhijaban akan masa depan. Mereka tak tahu apa sesudah itu. Yang mereka tahu saat ini bahwa ada perintah Ilahi untuk begini. Dan iman mereka selalu mengiang-ngiangkan satu kaidah suci, “Jika ini perintah Ilahi, Dia takkan pernah menyia-nyiakan iman dan amal kami.” Lalu mereka bertindak. Mereka padukan tekad untuk taat dengan rasa hati yang kadang masih berat. Mereka satukan keberanian melangkah dengan gelora jiwa yang bertanya-tanya.

 

Perpaduan itu membuat mereka memejamkan mata. Ya, memejamkan mata.

 

Begitulah para peyakin sejati. Bagi mereka, hikmah hakiki tak selalu muncul di awal pagi. Mereka harus bersikap di tengah keterhijaban akan masa depan. Cahaya itu belum datang, atau justru terlalu menyilaukan. Tapi mereka harus mengerjakan perintahNya. Seperti Nuh harus membuat kapal, seperti Ibrahim harus menyembelih Isma’il, seperti Musa harus menghadapi Fir’aun dengan lisan gagap dan dosa membunuh, seperti Muhammad dan para sahabatnya harus mengayunkan pedang-pedang mereka pada kerabat yang terikat darah namun terpisah oleh ‘aqidah." - baca lanjut.

 

About 1.5 years ago, I was once in the middle of two roads, not knowing which path Allah should take me to; it was either I could continue my degree here in Leicester or go back to Malaysia for good. It was indeed a situation whereby with only this one result slip would totally change the next chapter of life. Begitulah yang terjadi pada 2 orang sahabat, one of whom is now doing great in Malaysia as the President of iluvislam[dot]com.

 

At one point you will ponder, for whatever happens in your life, the only thing that will remain the same is your position as His servant. Having gone through these years of uncertainties, I learnt the word TAWAKKAL and REDHA as I strongly believe that He decides only THE BEST for His servants. And the value of uncertainties faced by the Prophets and their companions is definitely incomparable to what I have in mind.

 

My results will be announced next week; when I might not be around in Leicester. Aku doakan semuanya berjaya dengan cemerlang, supaya semuanya dapat pulang ke Malaysia untuk cuti 4 minggu, kecuali aku. Haha.. Sedikit kecewa tak dapat pulang ke tanah air tapi insyaAllah 4 minggu ni aku gunakan sebaiknya mengutip ilmu dan pengalaman. And insyaAllah, sheffield would be the first place to start with. Kent, Nottingham, Newcastle, Leeds, Belfast and Cork; just to name a few, would be next, insyaAllah.

 

p/s: sangat seronok, majalah SOLUSI dah sampai :D

Siapa mengharap imbalan uang

Demi ilmu yang ditulisnya

Ia hanya memuaskan diri sendiri

Dan berpura-pura tahu segala hal

Seperti bangau di sungai

Diam, bermenung tanpa gerak.

Pandangnya tajam, pura-pura suci

Di hadapan mangsanya ikan-ikan

Ibarat telur, dari luar kelihatan putih

Namun isinya berwarna kuning

 

INDONESIEN, Im botanischen Garten von Bogor.

The Bogor Botanical Gardens (Indonesian: Kebun Raya Bogor) is a botanical garden located in Bogor, Indonesia, 60 km south of Jakarta. It is currently operated by Indonesian Institute of Sciences (Indonesian: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia or LIPI). The Gardens are located in the city center and adjoin the presidential palace compound of Istana Bogor. It covers an area of 87 hectares (210 acres) and contains 13,983 different kinds of trees and plants of various origin. The geographic position of Bogor means it rains almost daily, even in the dry season. This makes the Garden an advantageous location for the cultivation of tropical plants.

 

Founded in 1817 by the order of the government of the Dutch East Indies, the Garden thrived under the leadership of many renowned botanists including Johannes Elias Teijsmann, Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer, and Melchior Treub. Since its foundation, Bogor Botanical garden has served as a major research center for agriculture and horticulture. It is the oldest botanical garden in Southeast Asia

 

INDONESIEN, Im botanischen Garten von Bogor , Sommersitz /Palast

The Bogor Botanical Gardens (Indonesian: Kebun Raya Bogor) is a botanical garden located in Bogor, Indonesia, 60 km south of Jakarta. It is currently operated by Indonesian Institute of Sciences (Indonesian: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia or LIPI). The Gardens are located in the city center and adjoin the presidential palace compound of Istana Bogor. It covers an area of 87 hectares (210 acres) and contains 13,983 different kinds of trees and plants of various origin. The geographic position of Bogor means it rains almost daily, even in the dry season. This makes the Garden an advantageous location for the cultivation of tropical plants.

Founded in 1817 by the order of the government of the Dutch East Indies, the Garden thrived under the leadership of many renowned botanists including Johannes Elias Teijsmann, Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer, and Melchior Treub. Since its foundation, Bogor Botanical garden has served as a major research center for agriculture and horticulture. It is the oldest botanical garden in Southeast Asia.[

  

Keluarga Luqman:20 - Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.

Si dungu tidak menyadari,

Bualannya semakin menjadi jadi,

ngelantur bicara yang tidak-tidak,

Bicaranya tidak masuk akal,

makin aneh tak ada jedanya.

Lain halnya, Si Pandai cermat dan mengalah,

Menutupi aib si bodoh

....

Demikianlah ilmu yang nyata,

Senyatanya memberikan ketentraman hati,

Gembira dibilang bodoh,

Tetap gembira jika dihina

Tidak seperti si dungu yang selalu sombong,

Ingin dipuji setiap hari.

Janganlah begitu caranya orang hidup.

...

Banyak orang yang faham akan ilmu tentang kehidupan...

 

namun yang dapat berkomitmen dalam kebaikan untuk kehidupannya sekarang dan setelahnya... hanyalah sedikit.

 

semoga kita ada dalam yang sedikit,

 

kerana dinding pagar yang mudah ditembus adalah "kejelekkan", dan yang sulit untuk ditembus adalah "kebaikkan"

 

hidup adalah sementara , dan mati adalah kekal yang sesungguhnya.

Sebelum dan selepas...

sebelum ni aku keliru dan kabur tentang keindahan cahaya matahari..

selepas aku faham tentang ilmu photography barulah aku begitu mencintai dan menghargai hari yg mendatang....begitu indah ciptaan-Nya.....Subhanallah...

 

Yang bertekuk lutut (Al-Jāthiyah):23 - Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

tuntutlah ilmu untuk menjadi hamba yang lebih taat, bukannya mendabik dada melawan pencipta.

    

lc-a.

lomography.

ori pic. no PS.

kodak color 200.

scan -ve.

thanks for viewing.

Sesungguhnya ilmu kita ternyata belum membuat kita menjadi takut kepada Allah...

 

Maka sedarlah, bahawa sesungguhnya kita belumlah seorang yang berilmu.

Explore Nov 14, 2009 Highest Position #20

 

warnapiksel.com outing#7 with lenspanjang .com

 

photographers : Ayie, Paktam, Munir, Ganu, Ching Ern, Paklah, Anna, Sood

Models : Ching Ern, Michelle, Anna, Xianni

 

Location : World Cup Stadium Park

 

Thanx kepada photographer2 yang sudi berkongsi ilmu dan model2 yang peramah dan nakal2 haha

 

여건이 여의치 않은 상황에서도..

놀라운 집중력과 열의를 보여준 Chelle양에게 언제나 감사드립니다.

INDONESIEN, Im botanischen Garten von Bogor , Sommersitz /Palast

The Bogor Botanical Gardens (Indonesian: Kebun Raya Bogor) is a botanical garden located in Bogor, Indonesia, 60 km south of Jakarta. It is currently operated by Indonesian Institute of Sciences (Indonesian: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia or LIPI). The Gardens are located in the city center and adjoin the presidential palace compound of Istana Bogor. It covers an area of 87 hectares (210 acres) and contains 13,983 different kinds of trees and plants of various origin. The geographic position of Bogor means it rains almost daily, even in the dry season. This makes the Garden an advantageous location for the cultivation of tropical plants.

Founded in 1817 by the order of the government of the Dutch East Indies, the Garden thrived under the leadership of many renowned botanists including Johannes Elias Teijsmann, Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer, and Melchior Treub. Since its foundation, Bogor Botanical garden has served as a major research center for agriculture and horticulture. It is the oldest botanical garden in Southeast Asia.[

Ilmu akan bertambah bila diamalkan dan diasah terus, dengan belajar kita akan hapal dengan berlatih kita akan terampil

Sepatutnya kita pada hari ini...

 

lebih bijak dan pandai membahagi-bahagikan waktu kita dengan baik...

 

jadikankan setiap minitnya bagai ribuan tahun...

 

dan setiap saatnya bagai ratusan bulan...

 

tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya hari ini...

 

dan persembahkan sesuatu yang paling indah untuknya...

 

beristighfarlah atas semua dosa... ingatlah sentiasa kepadaNya...

 

bersiap-siaplah untuk satu perjalanan jauh menuju akhirat...

 

dan nikmatilah hari ini dengan segala keriangan dan kebahagiaan...

 

terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah , ilmu dan jawatan kita hari ini....

 

dengan penuh keredhaan.

It has been awhile since my last macro upload.....wishing you a happy new week ahead...

see more of my photo @ www.facebook.com/sulaiman.salikan

 

many thanks for supporting KL Nature Outers www.flickr.com/groups/1352572@N23/

Location: dpp Putrajaya Malaysia

a shot from my Oly e500

terima kasih - thank you - syukran - for your kind interest & support...really appreciate & take good care always ...rgds tank/sulaiman

 

I studied and currently working here. Never thought that my university has a lot of spots that are ideal for photography

©2012 Muktasyaf Ibrahim AnNamir™ (my facebook)

Not to be used or reproduced without written permission.

____________________________________________________________________

THUMB this up? OR View Large?

____________________________________________________________________

 

"Apabila seseorang mati terputuslah daripadanya amalannya melainkan tiga;

1. Sedekah jariah,

2. Ilmu yang bermanfaat, dan

3. Anak soleh yang mendoakannya."

- Riwayat al-Tirmizi.

 

About The Shot:

My second try of this kind Infra-Red photography. Thanks to Azman Abdullah for his D80 IR body. Sangat meracunkan sih~!!

 

Location, Date & Time:

Darul Quran | 12 February 2012 | 8:57am (+8GMT)

 

Nikon D80 (IR) + Tamron 10-24mm:

- ISO-100, f/11, 1/100" second at 10mm.

- stitched from 2 vertical photos.

 

Me:

Thanks for your kind visit and support =)

All comments, criticism and tips for improvements are welcome.

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

• Feel free to view my BEST INTERESTING SHOTS according to Flickr: Search here:

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

- Search for ISLAM

- Search for MALAYSIA

- Search for 350D

- Search for 500D

- Search for KITLENS

- Search for MASJID

- Search for MOSQUE

- Search for HDR

- Search for Handheld

- and search for Annamir ;p

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Seperti ilmu padi, makin tua makin merunduk adalah Orang berilmu yang semakin banyak ilmunya semakin merendahkan dirinya....

selamat hari guru!

Antara tempat yang sering dikunjungi suatu masa dahulu. Memperbaiki segala kelemahan dan kefahaman tentang exposure bagaimana untuk mengimbangi cahaya yang sesuai semasa "shutter" dibuka. Apa pun syukur kepada Mu ya Allah kerana minat dan "passion" ini telah menemukan saya ramai kenalan tidak kira dalam dan luar negara serta ilmu dari mereka.

kata Imam Al Ghazali

4 cara utk kita berubah menjadi baik

 

1. sentiasa hadiri majlis ilmu

2.berkawan dengan kawan yg boleh jadi pembimbing

3.menerima kritikan secara terbuka baik dari kawan atau lawan

4.bergaul dengan semua orang tak kira apa jua latar belakang atau profession.

 

Not to be used or reproduced without written permission

Seharian bersama kawan-kawan di Muriwai Beach. Terima kasih byk2 to tony........byk ilmu dapat hari ni.

Sunan Kalijaga berbicara,

Menyampaikan pencapaian spiritual beliau,

Sadarlah senantiasa,

Jangan sampai tergoyahkan,

Senantiasa Menyadari Adanya Tuhan,

Bagaimana cara menyadari-Nya?

Bukankah Tuhan tidak ber-Wujud?

 

Tidak ber-Kedudukan disuatu tempat juga Tidak ber-Bentuk,Tidak ada Wujud-Nya,Tanpa Ruang dan Waktu,Sesungguhnya tidak ada,

apabila sudah tidak ada, Sesungguhnya yang ada hanya kosong, “wujudpun’”sebenarnya tidak ada/tak berbentuk.

 

BLOGGER INDONESIA: Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya

“ Ya Allah, jauhilah aku dari kebingungan, muliakanlah aku dengan cahaya ilmu dan pengertian, bukakanlah kepadaku makrifat-Mu, dan mudahkanlah bagiku pintu-pintu kurnia-Mu, wahai Yang Paling Pengasih di antara yang pengasih.”

About half an hour from the centre of Kuala Lumpur on the Putra Line is the huge campus of the University of Malaysia. Tucked into the northeast corner is the Rimba Ilmu - the Forest of Wisdom - , the university's fine botanical garden. Though a bit out of the way if you use public transport - crossing streets on foot in KL is an adventure in itself - visits here are spectacular for serious plant lovers.

The Rimba Ilmu has medicinal plants, palm collections (among which the amazingly huge-leafed and greatly threatened Johannesteijsmannia magnifica palm), a marvellous fern house, and very much more.

This morning - dripping from the muggy heat - I was colorfully greeted by this member of the ginger family, well-known as Torch Ginger in English and Kanan in Malaysian. 'Elatior' needs no explanation. ' Etlingera' stands for Andreas Ernst Etlinger (1730-1790) who was apparently admired by Paul Dietrich Giseke (1741-1796), a close friend of Linnaeus in the latter's final years. Giseke in his 1792 descriptive book on the order of nature first uses the genus name 'Etlingera' . Etlinger himself was an expert on salvia. Regrettably I cannot - here in KL - find anything else about him.

I'm always amazed at the versatility of these early-modern botantists. Giseke was not only a botanist and a physician but became a professor of physics at the Akademisches Gymnasium of Hamburg, Germany. He also taught rhetoric and poetics. Just think of the poems that might be written about this beautiful plant!

Nafas hidup ini kaya akan ilmu pengertian....

 

jika saja kita mahu memperhatikan lebih dengan bijaksana....

1 3 4 5 6 7 ••• 79 80