View allAll Photos Tagged ijin

IBN MARYAM

 

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu'jizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh? (2:87)

 

Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada 'Isa putera Maryam beberapa mu'jizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada diantara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya. (2:253)

 

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), (3:45)

 

dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah ", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa.(4:157)

 

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (4:171)

 

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?". Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(5:17)

 

Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan 'Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (5:46)

 

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (5:72)

 

Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu). (5:75)

 

Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (5:78)

 

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai 'Isa putra Maryam, ingatlah ni'mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata". (5:110)

 

(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut 'Isa berkata: "Hai 'Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?". 'Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman". (5:112)

Isa putera Maryam berdo'a: "Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling Utama". (5:114)

 

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai 'Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". 'Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". (5:116)

 

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (9:31)

 

Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. (19:34)

 

Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir. (23:50)

 

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh. (33:7)

 

Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamnaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. (43:57)

 

Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik. (57:27)

 

Dan (ingatlah) ketika 'Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (61:6)

 

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana 'Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (61:14)

(JESUS IN QURAN)-Isa dalam Al Quran

 

Nabi Isa a.s. disebutkan sebanyak 25 kali dengan nama Isa, 11 kali dengan sebutan Al-masih, dan 23 kali dengan sebutan ibn Maryam.

1.Isa disebutkan 25 kali dalam Al Quran yaitu:

§ Al Baqarah, surat ke 2 ayat 87, 136, 253

 

§ Ali Imran, surat ke 3 ayat 45, 52, 55, 59, 84

 

§ An Nisa, surat ke 4 ayat 157, 163, 171

 

§ Al Maidah, surat ke 5 ayat 46, 78, 110, 112, 114, 116

 

§ Al An’am, surat ke 6 ayat 85

 

§ Maryam, surat ke 19 ayat 34

 

§ Al Ahzab, surat ke 33 ayat 7

 

§ Ash Shura, surat ke 42 ayat 13

 

§ Az Zukhruf, surat ke 43 ayat 63

 

§ Al Hadid, surat ke 57 ayat 27

 

§ As Saff, surat ke 61 ayat 6, 14

 

2.Al-Masih disebutkan 11 kali dalam Al Quran

§ Ali Imran, surat ke 3 ayat 45

 

§ An Nisa, surat ke 4 ayat 157, 171, 172

 

§ Al Maidah, surat ke 5 ayat 17 (dua kali), 72 (dua kali), 75

 

§ At Taubah, surat ke 9 ayat 30, 31

 

3. Ibn Maryam (Putra Maryam) disebut 23 kali dalam Al Quran

§ Al Baqarah, surat ke 2 ayat 87, 253

 

§ Ali Imran, surat ke 3 ayat 45

 

§ An Nisa, surat ke 4 ayat 157, 171

 

§ Al Maidah, surat ke 5 ayat 17 (dua kali), 46, 72, 75, 78, 110, 112, 114, 116

 

§ At Taubah, surat ke 9 ayat 31

 

§ Maryam, surat ke 19 ayat 34

 

§ Al Mu’minun, surat ke 23 ayat 50

 

§ Al Ahzab, surat ke 33 ayat 7

 

§ Az Zukhruf, surat ke 43 ayat 57

 

§ Al Hadid, surat ke 57 ayat 27

 

§ As Saff, surat ke 61 ayat 6, 14

  

Al Baqarah 87

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu'jizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh? (2:87)

 

Al Baqarah 136

Katakanlah (hai orang-orang mu'min): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (2:136)

 

Al Baqarah 253

Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada 'Isa putera Maryam beberapa mu'jizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada diantara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya. (2:253)

 

Ali Imran 45

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), (3:45)

 

Ali Imran 52

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri. (3:52)

 

Ali Imran 55

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya". (3:55)

 

Ali Imran 59

Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (3:59)

 

Ali Imran 84

Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, 'Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri."(3:84)

 

An Nisa 157

dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah ", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa.(4:157)

 

An Nisa 163

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, 'Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (4:163)

 

An Nisa 171

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (4:171)

 

An Nisa 172

Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya. (4:172)

 

Al Maidah 17

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?". Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(5:17)

 

Al Maidah 46

Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan 'Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (5:46)

 

Al Maidah 72

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (5:72)

 

Al Maidah 75

Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu). (5:75)

 

Al Maidah 78

Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (5:78)

 

Al Maidah 110

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai 'Isa putra Maryam, ingatlah ni'mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata". (5:110)

 

Al Maidah 112

(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut 'Isa berkata: "Hai 'Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?". 'Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman". (5:112)

 

Al Maidah 114

Isa putera Maryam berdo'a: "Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezkilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling Utama". (5:114)

 

Al Maidah 116

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai 'Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". 'Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". (5:116)

 

Al An’am 85

dan Zakaria, Yahya, 'Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh. (6:85)

 

At Taubah 30

Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?(9:30)

 

At Taubah 31

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (9:31)

 

Maryam 34

Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. (19:34)

 

Al Mu’minun 50

Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir. (23:50)

 

Al Ahzab 7

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh. (33:7)

 

Asy Syuura 13

Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (42:13)

 

Az Zukhruf 43

Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku". (43:63)

 

Al Hadid 27

Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik. (57:27)

 

As Saff 6

Dan (ingatlah) ketika 'Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (61:6)

 

As Saff 14

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana 'Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (61:14)

sekelompok pemuda sedang membetulkan sepeda motor mereka, rupanya akan di pakai untuk malam minggu besok .. dan mereka tersenyum waktu aku minta ijin memotret..

Extraordinary Photo Adventure Travel, Surabaya - Bromo- Ijin, East Java, Indonesia

Kepada siapa kami mengadu, Pemprov tak ada dana untuk kebakaran hutan, Pemerintah Pusat yang memberikan Ijin Pemanfaatan Hutan cuek saja, Perusahaan merusak lingkungan........masyarakat ingin murah membuka lahan.

Lingkaran setan!!!!!!!!!!!!!...................

Ribuan terkena ISPA

Anak sekolah libur

Hatiku dongkol

Tolong kami

Photo by: Andriawan Pratikto

Editing: Me..

 

*Udah Ijin sama empunya photo hehe*

before,only in dreams, how so I could get round the sun.

 

when escort simbok/my mother, weding party .

sun bulleted really, this chance, I should be drawing.

yes I permit while, for photographs.

 

is the result.

 

bring your camera anywhere if you do not want to lose the moment.

 

dulu hanya dalam angan,bagaimana ya aku bisa mendapatkan matahari bulet.

waktu itu pas lagi mengantar simbok nyumbang/kepesta pernikahaan.

wah matahrinya bulet banget ,ini kesempatan,aku harus dapat gambarnya.

ya aku ijin sebentar,untuk memfotonya.

 

inilah hasilnya.

 

bawa kamera kamu kemanapun jika tidak ingin kehilangan moment.

Taken at Kawah Ijen, East Java, Indonesia during Extraordinary Photo Adventure Travel 2010

 

Non-HDR image...

PENUMPANG ISTIMEWA

Pernah aku naik taksaka ini tahun 2000, beli tiket di stasiun Gombong (masih manual, dengan tulisan tangan). Taksaka ini hanya berhenti di Kutoarjo, Purwokerto dan Cirebon.

Karena di stasiun Gombong tak berhenti, harus naik di ketiga stasiun tadi, aku memilih stasiun Kutoarjo.

Dasar lagi apes, naik bus ke Kutoarjo, busnya lambat sekali, sering ngetem, , di Kutowinangun aku turun dari bis, naik ojek ke Kutoarjo...tapi tak terkejar juga kiranya.

Aku nekat turun di Prembun, masuk ke stasiun.

 

Bicara dengan Kepala Stasiun Prembun dan menunjukkan tiket, bahwa aku jelas telat kalau harus ke stasiun Kutoarjo, dengan alasan bus kecelakaan (bohong...wkwkwkwkwk).

 

Sang Kepala telpon ke Stasiun Kutoarjo, memang ternyata Taksaka sudah berangkat....trus minta ijin untuk berhenti di stasiun Prembun.

 

Akhirnya.....Taksakan itu betul2 berhenti ...mengangkut aku seorang di stasiun kecil....

 

Terima kasih Ka Stasiun yang baik hati...

~explore~ #451

Victim: Kongsi Con

Location: Tapak pembinaan Lestari Putra

Date: 14 Aug 2009 Time: 18:31:08

 

Boleh saya masuk...itu la ayat pertama ku bila sampai area bapak2 gantang nih..takut gak..hehehe..aku cari tempat ni melalui signal wau yg dorg main..ikut punya ikut rupanya kawasan setinggan penempatan kongsi con..dorg ni ok jer!!siap bg aku cuba naik kan wau sebesar aku!!

 

Wak mau mintak ijin ya, mau tangkap gambar!!bisa ya..selamber je aku!! terdiam mereka, terkelip-kelip melihat 1 sama lain..dengan hairan aku bertanya sekali lg!! bisa ya wak mau di ambil gambarnya..aku hairan lg..xder respon nih..debarang jantung dah mula kuat..tetiba ader suara sumbang berbunyi di belakang aku..kamu mau bagi sama bapak polisi ya, bulan puasa udah dekat..uang mau pakai banyak ni..!! nggak mau aku tidor di lockup polisi..terperanjat aku kali ni buatkan jantung aku berdegup lebih kencang seperti kelemasan!! aku tarik nafas panjang2 control macho sambil keluarkan kotak rokok Nusantara, cucuh sebatang!!kebetulan aku baru2 try rokok jenis nih..rokok asli dari negara mereka!!seribu mata memandang pada gelagat aku..hahahaha...aku buat2 tergelak pahit..selamber lg aku bilang...nggakk wak..hobby nya memang begini..pulang kerja ini aja yg mampu sy buat wak..ambil gambar sana sini..bikin album!! baru la dorg semua bercakap2 balik dalam lorat jawa barangkali yakin kan diri sendir yg aku nih baik gaknya hehehe!! terdengar lg suara garau menyampuk..bisa bg kami pabila siap tak?? huh lega aku baru la degup jantung aku reda..sambil memusingkan kepala ke arah suara tadi aku meniru lorat depa nih..waduh...bisa wak!!tapi selepas aku kerjain betul2!!bagi lagi muka wak lagi cantikkkk....ada lg yg menyampuk..jadi kamu bilang muka kami tidak cantik ya!!sambil yg lain dok gelak2 kan aku!!dorg pun dah hepy semacam ni..ada can la aku shot petang nih...yg xtahan tu siap ada yg nak on the sport...send aja di handpon sy..bisa??? slow jer nada aku berkata..nggak bisa wak ini kamera betul!! korg tau apa yg dorg perli aku...waduhhh...ketinggalan ya kamu!! handpon sy bisa buat panggilan. ambil gambar, main game pon boleh!! boleh dorg gelak2 kan aku!! siottt tol...tetiba tapak tangan rakannya singgah di kepala wak yg memerli aku tadi...kok nya jgn bisa buli dia dong..pelagi reramai kami gelak memecah suasana hening petang tu di selang seli bunyi irama wau yg bebas di udara!!!

 

Wah heppy jg sepetang bersama dorg nih...riuh rendah..aku sendiri hairan la dgn hobby aku nih..membuat kan aku jadi berani bikin apa2 yg sebelum ni aku tak biasa buat!!

 

Perbualan kami terhenti seketika pabila aku menunjukkan wau yg besar bewarna putih merah betul di atas kepala aku dan mereka2 nih...tanya ku...siapa yg empunya wau besar lagi tinggi megah di awan tu....?? semua pakat tengok di hujung jari aku melengok ke atas dan kembali melihat ke arah aku dengan riak muka yg semacam...kali ni lagi cuak aku...aku aku aku..gu gu gur gura......

to be continue nex episode....;-)

 

Jangan digunakan untuk komersil sebelum minta ijin, makasi!

Jangan digunakan untuk komersil sebelum minta ijin, makasi!

Jangan digunakan untuk komersil sebelum minta ijin, makasi!

Jangan digunakan untuk komersil sebelum minta ijin, makasi!

Jangan digunakan untuk komersil sebelum minta ijin, makasi!

Jangan digunakan untuk komersil sebelum minta ijin, makasi!

Jangan digunakan untuk komersil sebelum minta ijin, makasi!

Jangan digunakan untuk komersil sebelum minta ijin, makasi!

Jangan digunakan untuk komersil sebelum minta ijin, makasi!

Photo intellectual property owned by Andhika Mapparessa.

Do not remove watermark, and yes: cropping is removing.

Do not republish for commercial use without permission.

 

All character names & designs are properties of their respective copyright owners.

This is a fan project. No money making purpose intended.

 

=====================================

 

Hak kekayaan intelektual atas foto ini adalah milik Andhika Mapparessa.

Dilarang keras menghilangkan watermark, termasuk juga memotong, mengedit, atau apapun bentuk penghilangan atas sebagian dan/atau seluruh bagian dari watermark.

Dilarang keras mempublikasikan foto ini untuk kepentingan komersil tanpa ijin.

  

=====================================

 

Cosplayer cast:

Kamen Rider Super One: Felix

Kaizoku Sentai Gokaired: Tatsuya Bowo

Power Ranger Jungle Fury Bat Ranger: Erlan Arisandi

Kamen Rider OOO Tatoba Combo: Rizal Amir

Kamen Rider OOO Tajyador Combo: Bay Rider

Black Lion RIO - Natanael Adrian E

Jyuuken Sentai Gekired: Prakasha Ganda B

Kamen Rider Chalice: Erick Purnomosidi

Tokushou Sentai Dekared: Roby B

jangan digunakan untuk komersil, ijin dulu ya! Makasi!

Jamuan (Al-Mā'idah):110 - (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata".

jangan digunakan untuk komersil, ijin dulu ya! Makasi!

jangan digunakan untuk komersil, ijin dulu ya! Makasi!

BMW = be my wife.. eehh.. aku minta ijin dulu sama mereka ambil foto ini.. tertarik cara dia gendong anak sambil naik motor.. ckckck.. hebat ya .. barangkali hanya di indonesia ya yg boleh macam gini..

jangan digunakan untuk komersil, ijin dulu ya! Makasi!

Photo intellectual property owned by Andhika Mapparessa.

Do not remove watermark, and yes: cropping is removing.

Do not republish for commercial use without permission.

 

All character names & designs are properties of their respective copyright owners.

This is a fan project. No money making purpose intended.

 

=====================================

 

Hak kekayaan intelektual atas foto ini adalah milik Andhika Mapparessa.

Dilarang keras menghilangkan watermark, termasuk juga memotong, mengedit, atau apapun bentuk penghilangan atas sebagian dan/atau seluruh bagian dari watermark.

Dilarang keras mempublikasikan foto ini untuk kepentingan komersil tanpa ijin.

  

=====================================

 

Cosplayer cast:

Kamen Rider Super One: Felix

Kaizoku Sentai Gokaired: Tatsuya Bowo

Power Ranger Jungle Fury Bat Ranger: Erlan Arisandi

Kamen Rider OOO Tatoba Combo: Rizal Amir

Kamen Rider OOO Tajyador Combo: Bay Rider

Black Lion RIO - Natanael Adrian E

Jyuuken Sentai Gekired: Prakasha Ganda B

Kamen Rider Chalice: Erick Purnomosidi

Tokushou Sentai Dekared: Roby B

jangan digunakan untuk komersil, ijin dulu ya! Makasi!

ijin pindah kamar brapo trimakasih atas kerjasamanya pak pe..

KA BBM Lepas Walikukun

aryasaloka.blogspot.com/2012/01/hunting-awal-tahun-2012.html

Photo intellectual property owned by Andhika Mapparessa.

Do not remove watermark, and yes: cropping is removing.

Do not republish for commercial use without permission.

 

All character names & designs are properties of their respective copyright owners.

This is a fan project. No money making purpose intended.

 

=====================================

 

Hak kekayaan intelektual atas foto ini adalah milik Andhika Mapparessa.

Dilarang keras menghilangkan watermark, termasuk juga memotong, mengedit, atau apapun bentuk penghilangan atas sebagian dan/atau seluruh bagian dari watermark.

Dilarang keras mempublikasikan foto ini untuk kepentingan komersil tanpa ijin.

  

=====================================

 

Cosplayer cast:

Kamen Rider Super One: Felix

Kaizoku Sentai Gokaired: Tatsuya Bowo

Power Ranger Jungle Fury Bat Ranger: Erlan Arisandi

Kamen Rider OOO Tatoba Combo: Rizal Amir

Kamen Rider OOO Tajyador Combo: Bay Rider

Black Lion RIO - Natanael Adrian E

Jyuuken Sentai Gekired: Prakasha Ganda B

Kamen Rider Chalice: Erick Purnomosidi

Tokushou Sentai Dekared: Roby B

I thought my second layered Puzzle Bomb would be easier, as it has 3 rather than 5 layers and fewer (416) pieces. Big mistake.

  

Jamuan (Al-Mā'idah):110 - (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata".

jangan digunakan untuk komersil, ijin dulu ya! Makasi!

Photo intellectual property owned by Andhika Mapparessa.

Do not remove watermark, and yes: cropping is removing.

Do not republish for commercial use without permission.

 

All character names & designs are properties of their respective copyright owners.

This is a fan project. No money making purpose intended.

 

=====================================

 

Hak kekayaan intelektual atas foto ini adalah milik Andhika Mapparessa.

Dilarang keras menghilangkan watermark, termasuk juga memotong, mengedit, atau apapun bentuk penghilangan atas sebagian dan/atau seluruh bagian dari watermark.

Dilarang keras mempublikasikan foto ini untuk kepentingan komersil tanpa ijin.

  

=====================================

 

Cosplayer cast:

Kamen Rider Super One: Felix

Kaizoku Sentai Gokaired: Tatsuya Bowo

Power Ranger Jungle Fury Bat Ranger: Erlan Arisandi

Kamen Rider OOO Tatoba Combo: Rizal Amir

Kamen Rider OOO Tajyador Combo: Bay Rider

Black Lion RIO - Natanael Adrian E

Jyuuken Sentai Gekired: Prakasha Ganda B

Kamen Rider Chalice: Erick Purnomosidi

Tokushou Sentai Dekared: Roby B

officially the Republic of the Marshall Islands (RMI), is a Micronesian nation of atolls and islands in the middle of the Pacific Ocean, just west of the International Date Line and just north of the Equator. This nation of roughly 62,000 people is located north of Nauru and Kiribati, east of the Federated States of Micronesia, and south of the U.S. territory of Wake Island, to which it lays claim. In 1986 independence was attained under a Compact of Free Association with the

United States.

 

History

Little is clearly understood about the early history of the Marshall Islands. Researchers agree on little more than that successive waves of migratory peoples from Southeast Asia spread across the Western Pacific about 3,000 years ago, and that some of them landed on and remained on these islands. The Spanish explorer Alonso de Salazar landed there in 1529. They were named for English explorer John Marshall, who visited them in 1799. The Marshall Islands were claimed by Spain in 1874.

 

Following papal mediation and German compensation of $4.5 million, Spain recognized Germany's claim in 1885, which established a protectorate and set up trading stations on the islands of Jaluit and Ebon to carry out the flourishing copra (dried coconut meat) trade. Marshallese Iroij (high chiefs) continued to rule under indirect colonial German administration.

 

At the beginning of World War I, Japan assumed control of the Marshall Islands. The Japanese headquarters was established at the German center of administration, Jaluit. On January 31, 1944 American forces landed on Kwajalein atoll and U.S. Marines and Army troops later took control of the islands from the Japanese on February 3, following intense fighting on Kwajalein and Enewetak atolls. In 1947, the United States, as the occupying power, entered into an agreement with the UN Security Council to administer much of Micronesia, including the Marshall Islands, as the Trust Territory of the Pacific Islands.

 

From 1946 to 1958, it served as the Pacific Proving Grounds for the United States, and was the site of 67 nuclear tests on various atolls. A significant radar installation was constructed on Kwajalein atoll.

 

On May 1, 1979, in recognition of the evolving political status of the Marshall Islands, the United States recognized the constitution of the Marshall Islands and the establishment of the Government of the Republic of the Marshall Islands. The constitution incorporates both American and British constitutional concepts.

 

There have been a number of local and national elections since the Republic of the Marshall Islands was founded. The United Democratic Party, running on a reform platform, won the 1999 parliamentary election, taking control of the presidency and cabinet.

 

The islands signed a Compact of Free Association with the US in 1986. Trusteeship was ended under United Nations Security Council Resolution 683 of December 22, 1990. Until 1999 the islanders received US$180M for continued American use of Kwajalein atoll, US$250M in compensation for nuclear testing, and US$600M in other payments under the compact.

 

Despite the constitution, the government was largely controlled by traditional chiefs. It was not until 1999, following corruption allegations, that the aristocratic government was overthrown, with Imata Kabua replaced by the 'commoner' Kessai Note.

 

Original settlement

Although the Marshall Islands were settled by Micronesians in the 2nd millennium BC, little is known of their early history. People traveled by canoe between islands using traditional stick charts

 

Arrivals of the Europeans

Spanish explorer Alonso de Salazar was the first European to see the islands in 1526, but they remained virtually unvisited by Europeans until the arrival of British Captain John Charles Marshall in 1788. The islands were named after him in the British maps. However, they were claimed under the Spanish sovereignty as part of the Spanish Oceania. In 1874 the Spanish sovereignty was recognized by the international community. They were sold to Germany in 1884 through papal mediation.

 

A German trading company settled on the islands in 1885. They became part of the protectorate of German New Guinea some years later.

 

World War I

Under German Imperial control, and even before then, the Marshall Islands were from time to time visited by Japanese traders and fishermen, but contact with the islanders was not on a regular basis. After the Meiji Restoration the Japanese government undertook a policy of turning Japan into a great economic and military power in East Asia.

 

In 1914, Japan joined the Entente powers during World War I, and found it possible to capture German colonies in China and Micronesia. On September 29, 1914, Japanese troops occupied the atoll of Enewetak, and on September 30, 1914 the atoll of Jaluit the administrative center of the Marshall Islands. After the war, on June 28, 1919, Germany renounced all of its Pacific possessions, including the Marshall Islands. On December 17, 1920, the Council of the League of Nations approved the mandate for Japan to take over all former German colonies in the Pacific Ocean, located north of the equator. The Administrative Center of the Marshall Islands atoll remained Jaluit.

 

Unlike the German Empire, which had economic interests primarily in Micronesia, the accession of the territory to Japan, a small area and with few resources, would to some extent alleviate Japan's problem of increasing population but the ever increasing scarcity of land to house the exploding population. During the years of colonial rule in the Marshall Islands Japan moved more than 1,000 Japanese to the Marshall Islands. Unlike in the Mariana Islands and Palau, their share in the archipelago never exceeded the number of indigenous people.

 

Under Japanese rule a greatly enlarged administration was introduced and local leaders were appointed by the Japanese, which weakened the authority of local traditional leaders. Japan also tried to change the social organization in the islands from Matrilineality to the Japanese Patriarchal system, but with no success. In addition during the 30s one third of all land up to the high water level was declared the property of the Japanese government. On the archipelago, before it banned foreign traders, the activities of Catholic and Protestant missionaries were allowed.

 

Indigenous people were educated in Japanese schools, studying Japanese language and Japanese culture. This policy was the government strategy not only in the Marshall Islands, but on all the other mandated territories in Micronesia. In March 27, 1933, Japan left the League of Nations, but despite that, it continued to manage the islands in the region and in the late 1930s, even started the construction of air bases on some atolls, which also further served local residents. The Marshall Islands were an important geographical position, being the easternmost point in Japan's defensive ring at the beginning of World War II.

 

Independence

In 1979, the Government of the Marshall Islands was officially established and the country became self-governing.

 

In 1986, the Compact of Free Association with the United States entered into force, granting the Republic of the Marshall Islands (RMI) its sovereignty. The Compact provided for aid and U.S. defense of the islands in exchange for continued U.S. military use of the missile testing range at Kwajalein Atoll. The independence procedure was formally completed under international law in 1990, when the UN officially ended the Trusteeship status.

 

Geography

The Marshalls consist of 29 atolls and five major islands, which form two parallel groups--the "Ratak" (sunrise) chain and the "Ralik" (sunset) chain. Two-thirds of the nation's population lives in Majuro and Ebeye. The outer islands are sparsely populated due to lack of employment opportunities and economic development.

 

Location: Oceania, group of atolls and reefs in the North Pacific Ocean, about one-half of the way from Hawaii to Papua New Guinea

 

Geographic coordinates: 9°00′N 168°00′E / 9°N 168°E / 9; 168

 

Map references: Oceania

 

Area:

total: 181.3 km²

land: 181.3 km²

water: 0 km²

note: includes the atolls of Bikini, Enewetak, and Kwajalein

 

Area - comparative: about the size of Washington, DC

 

Land boundaries: 0 km

 

Coastline: 370.4 km

 

Maritime claims:

contiguous zone: 24 nm

exclusive economic zone: 200 nm

territorial sea: 12 nm

 

Maritime boundaries:

 

Micronesia

Kiribati

Climate: wet season from May to November; hot and humid; islands border typhoon belt

 

Terrain: low coral limestone and sand islands

 

Elevation extremes:

lowest point: Pacific Ocean 0 m

highest point: unnamed location on Likiep 10 m

 

Natural resources: phosphate deposits, marine products, deep seabed minerals

 

Land use:

arable land: 0%

permanent crops: 60%

permanent pastures: 0%

forests and woodland: 0%

other: 40%

 

Irrigated land: NA km²

 

Natural hazards: occasional typhoons

 

Environment - current issues: inadequate supplies of potable water

 

Environment - international agreements:

party to: Biodiversity, Climate Change, Desertification, Law of the Sea, Ozone Layer Protection, Ship Pollution

signed, but not ratified: Climate Change-Kyoto Protocol

 

Geography - note: two archipelagic island chains of 30 atolls and 1,152 islands; Bikini and Enewetak are former US nuclear test sites; Kwajalein, the famous World War II battleground, is now used as a US missile test range

 

Other info

 

Oficial name:

Aolepān Aorōkin M̧ajeļ

Republic of the Marshall Islands

 

Independence:

October 21, 1986

 

Area:

181.40 km2

 

Inhabitants:

54.000

 

Languages:

Kajin M̧ajeļ and English

English [eng] 600 in Marshall Islands (2004). Classification: Indo-European, Germanic, West, English

More information.

 

Marshallese [mah] 43,900 in Marshall Islands (1979 Bender). Also spoken in Nauru. Alternate names: Ebon. Dialects: Rälik, Ratak. Two inherently intelligible dialects. Speech on Ujelang, the westernmost island, is slightly less homogeneous. Lexical similarity 33% with Ponapean. Classification: Austronesian, Malayo-Polynesian, Central-Eastern, Eastern Malayo-Polynesian, Oceanic, Central-Eastern Oceanic, Remote Oceanic, Micronesian, Micronesian Proper, Marshallese

 

Capital city:

Dalap-Uliga-Darrit

 

Meaning country name:

Named after British Captain John Marshall, who first documented the existence of the islands in 1788.

 

Description Flag:

The flag of the Marshall Islands, an island nation in the Pacific, was adopted upon the start of self-governance, May 1, 1979.

The Marshall Islands were part of the Trust Territory of the Pacific Islands administered by the United States, from which the Marshall Islands and Micronesia split. In common with other island nations in the region, this flag features the symbolic representation of the islands' place within the ocean. The rising diagonal band represents the equator, the star above representing this Northern Hemisphere archipelago. The white and orange portions of the band represent, respectively, the Ratak Chain ("sunrise") and the Ralik Chain ("sunset"), as well as symbolizing peace and courage. The star's 24 points represent the number of electoral districts, while the four elongated points represent the principal cultural centers of Majuro, Jaluit, Wotje and Ebeye.

 

Coat of arms:

The coat of arms of the Marshall Islands consists of a blue background, which represents the sea. On the blue background, there is an angel with outstretched wings symbolizing peace. Behind the angel, there are two islands with an outrigger canoe and a palm tree. On the upper left and right in the shield are a red and white stripe. Behind the shield there is a stylized nautical chart. In the ring above the shield is the phrase Government of the Marshall Islands, and below, the national motto, Jepilpin ke Ejukaan (in Marshallese, "Accomplishment Through Joint Effort".

 

Motto:

"Jepilpilin ke ejukaan" ("Accomplishment through Joint Effort")

 

National Anthem: Forever Marshall Islands

 

Marshallese language

 

Aelon eo ao ion lometo;

Einwot wut ko loti ion dren elae;

Kin meram in Mekar jen ijoilan;

Erreo an romak ioir kin meramin mour;

Iltan pein Anij eweleosim woj;

Kejolit kij kin ijin jikir emol;

Ijjamin Ilok jen in aolemo ran;

Anij an ro jemem wonakke im kej rammon Aelin kein am.

 

English lyrics

 

My island (heart) lies o'er the ocean;

Like a wreath of flowers upon the sea;

With a (the) light of Maker from far above;

Shining the with the brilliance of rays of life;

Our Father's wondrous creation;

Bequeathed to us, our Motherland;

I'll never leave my dear home sweet home;

God of our forefathers protect and bless forever Marshall Islands.

 

Internet Page: www.visitmarshallislands.com

www.rmiembassyus.org

 

Marshall islands in diferent languages

 

eng: Marshall Islands

arg | spa: Islas Marshall

deu | nds: Marshallinseln / Marſhallinſeln

dsb | hsb: Marshallowe kupy

fra | jnf: Îles Marshall

glg | oci: Illas Marshall

ind | msa: Kepulauan Marshall / كڤولاوان مارشال

kin | run: Amazinga ya Mareshali

afr: Marshall-eilande

ast: Islles Marxall

aze: Marşall adaları / Маршалл адалары

bis: Masal Aelan

bos: Maršalovi otoci / Маршалови отоци

bre: Inizi Marshall

cat: Illes Marshall

ces: Marshallovy ostrovy

cor: Ynysow Marshall

crh: Marşall Adaları / Маршалл Адалары

cym: Ynysoedd Marshall

dan: Marshalløerne

epo: Marŝaloj

est: Marshalli Saared

eus: Marshall uharteak

fao: Marshalloyggjarnar

fin: Marshallinsaaret

frp: Iles March•al

fry: Marshalleilannen

fur: Isulis Marshall

gla: Na h-Eileanan Mharshall

gle: Na hOileáin Marshall / Na hOileáin Marṡall

glv: Ny h-Ellanyn Varshyl

hat: Machal

hrv: Maršalovi otoci

hun: Marshall-szigetek

ibo: Agwe-etiti Mashal

ina: Insulas Marshall

isl: Marshalleyjar

ita: Isole Marshall

jav: Kepulauan Marshall

kaa: Marshall atawları / Маршалл атаўлары

kmr: Adaêd Marşalê / Адаед Маршале / ئادایێد مارشالێ; Cizîrêd Marşalê / Щьзиред Маршале / جزیرێد مارشالێ

kur: Marşalên / مارشالێن

lat: Insulae Marsalienses

lav: Māršala salas

lin: Monɛ́nɛ ya Marshall

lit: Maršalo salos

lld-bad: Isoles Marshall

lld-grd: Ijules Marshall

ltz: Marshallinselen / Marſhallinſelen

mah: Aelōn̄ in M̧ajeļ

mlg: Nosy Marshalla

mlt: Gżejjer Marxall

mol: Insulele Marshall / Инсулеле Маршалл

nld: Marshalleilanden

nno: Marshalløyane

nob: Marshalløyene

nrm: Îles du Mach’cha

pol: Wyspy Marshalla

por: Ilhas Marshall; Ilhas Marechal

que: Marshall W’atakuna

rmy: Dvipa Maršall / द्वीपा मार्शाल्ल

roh: Inslas da Marshall

ron: Insulele Marshall

rup: Insulile Marshall

scn: Ìsuli Marshall

slk: Marshallove ostrovy

slo: Marsxal Ostrovis / Маршал Островис

slv: Maršallovi otoki

sme: Marshallsullot

smg: Maršala Saluos

smo: Atu Malesala

sqi: Ishujt Marshall

srd: Isulas Marshall

swa: Visiwa vya Marshall

swe: Marshallöarna

tet: Nusar Marxál

ton: ʻOtumotu Masalo

tpi: Masel Ailan

tuk: Marşal adalary / Маршалл адалары

tur: Marşallar; Marshall Adaları

uzb: Marshall orollari / Маршалл ороллари

vie: Quần đảo Mác-san

vol: Marjaluäns

vor: Marshalli Saarõq

wln: Iyes Marshall

wol: Dunu Marsaal

zza: Adey Marşali; Gırawê Marşali

alt: Маршаллов ортолыктар (Maršallov ortolyktar)

bak: Маршалл утрауҙары / Marşall utrauźarı

bel: Маршалавы астравы / Maršałavy astravy; Маршалавы выспы / Maršałavy vyspy

bul: Маршалови острови (Maršalovi ostrovi)

che: Маршалл гӀайреш (Maršall ġajreš)

chm: Маршалловый остров-влак (Maršallovyj ostrov-vlak)

kaz: Маршалл аралдары / Marşall araldarı / مارشالل ارالدارى

kir: Маршалл аралдары (Maršall araldary)

kjh: Маршаллово олтырыхтар (Maršallovo oltyryĥtar)

krc: Маршалл айрымканлары (Maršall ajrymkanlary)

kum: Маршалл атавлары (Maršall atavlary)

mkd: Маршалски острови (Maršalski ostrovi)

mon: Маршаллын арлууд (Maršallyn arluud)

oss: Маршаллы сакъадӕхтӕ (Maršally saḳadäĥtä)

rus: Маршалловые острова (Maršallovyje ostrova)

srp: Маршалска острва / Maršalska ostrva

tat: Маршалл утраулары / Marşall utrawları

tgk: Ҷазираҳои Маршал / جزیرههای مرشل / Çazirahoi Marşal

tyv: Маршалл ортулуктар (Maršall ortuluktar)

ukr: Маршаллові острови (Maršallovi ostrovy)

ara: جزر مارشال (Ǧuzuru Māršāl); جزر مرشال (Ǧuzuru Maršāl); جزائر مارشال (Ǧazāʾiru Māršāl); جزائر مرشال (Ǧazāʾiru Maršāl)

fas: جزایر مارشال / Jazâyere Mâršâl

prs: جزایر مارشال (Jazāyer-e Māršāl)

pus: د مارشال ټاپوګان (də Māršāl ṫāpogān)

uig: مارشال ئاراللىرى / Marshal aralliri / Маршалл араллири

urd: جزائر مارشل (Jazāʾir-e Māršal)

div: މާށަލް އައިލެންޑްސް (Māŝal A'ilenḋs)

heb: איי-מרשל (Iye-Maršal); איי-מארשאל (Iye-Mâršâl)

lad: איזלאס מארשאל / Izlas Marshal

yid: מאַרשאַל-אינדזלען (Maršal-Indzlen)

amh: የማርሸል ደሴቶች (yä-Maršäl dässetoč)

ell-dhi: Νησιά Μάρσαλ (Nīsiá Mársal)

ell-kat: Νῆσοι Μάρσαλ (Nī̃soi Mársal)

hye: Մարշալյան կղզիներ (Maršalyan kġziner)

kat: მარშალის კუნძულები (Maršalis kundzulebi)

ben: মার্শাল দ্বীপপুঞ্জ (Māršāl dbīppuñjô)

pan: ਮਾਰਸ਼ਲ ਟਾਪੂ (Māršal ṭāpū)

kan: ಮಾರ್ಶಲ್ ದ್ವೀಪಗಳು (Māršal dvīpagaḷu)

mal: മാര്ഷല് ദ്വീപുകള് (Mārṣal dvīpukaḷ); മാര്ഷല് ഐലന്റ്സ് (Mārṣal Ailanṟs)

tam: மார்ஷல் தீவுகள் (Māršal tīvukaḷ)

tel: మార్షల్ దీవులు (Mārṣal dīvulu)

zho: 馬紹爾群島/马绍尔群岛 (Mǎshào'ěr Qúndǎo)

jpn: マーシャル諸島 (Māsharu Shotō)

kor: 마셜제도 (Masyeol Jedo)

mya: မာရ္ဟယ္က္ဝ္ယန္းစု (Mašɛ Kyũsú)

tha: หมู่เกาะมาร์แชล ([h]Mū̀kɔ Mā[r]čʰǣn); หมู่เกาะมาร์แชลล์ ([h]Mū̀kɔ Mā[r]čʰǣn[l])

khm: កោះម៉ាស្យល (Kōḥ Māsyal); កោះម៉ាសាល (Kōḥ Māsāl)

 

Rambut lelaki dengan wajah putih bersih itu gimbal. Bagian depan rambut menutupi wajahnya yang tampan. Sorot matanya bening memandang penuh tenang. Hidung lelaki berkumis tebal itu memang mancung. Ia hanya berselimut sarung duduk diantara dua drum. Itu sebagai penyangga kayu penahan layar rangkap dua dengan pintu dari plastik tempat ia bertapa.

Dibagian belakang gubug kecil itu dipasang triplek. Setiap kali layar atap itu mulai menua dan lusuh maka akan diganti oleh pak Sugiyono yang kebetulan rumahnya persis di depan tempat mbah Fanani bertapa. Ketika kami mencoba membuka pintu plastik tempanya bertapa dan menyapanya dengan salam ia diam seribu bahasa.

“Assalamualaikum mbah,” kata kami kepadanya. Ia hanya diam saja. Mata memandang kebawah lalu ia hanya melumatkan bibirnya.

Dalam suasana penuh tanda tanya itu angin dingin yang berhembus bersahut kencang dengan raungan bunyi mesin-mesin dipinggir jalan tak ku hiraukan. Tampak dibawah pintu itu dua gelas bekas minuman air putih dan teh serta dua mangkok bekas bakso dan mie. Didalam ruangan tersebut terlihat pengab. Namun kondisi tersebut tak dihiraukan oleh mbah Fanani. Meski tampak lusuh ada aura positif yang terpancar dari badannya. Ia hanya melumatkan kedua bibirnya yang tampak merah.

Setelah beberapakali berhasil mengambil gambar beliau dengan ijin beberapakali dengan berbahasa Indonesia akhirnya saya putuskan untuk menutup kembali pintu tempatnya bertapa.

Menurut pak Ono bahwa mbah Fanani bertapa di tepi jalan kawasan RT 1 RW 1 depan musala Al-Amin itu sudah 20 tahun. Setiap pagi ia mengaku memberinya makan mie goreng dan malam harinya kadang ada juga diberi nasi goreng lengkap dengan minum teh hangat dan air putih.

“Barusan saya ganti layar atap tempatnya bertapa. Ia tidak mau diberi pakaian bagus dan sandal jepit. Tiap bulan sekali keluarganya dari Kuningan Jawa Barat selalu menengok perkembangan dia,” katanya.

Lain halnya dengan penturan Susliono. Lelaki berusia 35 tahun yang berjualan bakso dekat tempat mbah Fanani bertapa tersebut mengaku tiap siang selalu memberikan bakso. Ia menyadari tak tahu kapan mbah Fanani keluar dari tempat tersebut untuk sekedar buang air besar dan air kencing. Itu terjadi bagi semua warga Wonosobo yang dulu pernah memenangi saat dia bertapa di Desa Tieng Kecamatan Kejajar.

“Ia tapa bisu.Saya hanya ingin berbagi dengan sesama dan Alhamdulillah rejeki lancar,” kata warga Garung Wonosobo yang bolak-balik tiap hari untuk berjualan bakso tersebut.

Meski terjadi hujan deras dan panas, lanjut dia, mbah Fanani tak pernah beranjak dari duduknya. Ia tetap diam di dalam bangunan kecil di pinggir jalan tersebut. Keadaaan lelaki yang tak pernah diketahui pernah mandi di Desa tersebut tak pernah membuat masyarakat merasa terganggu. Sebaliknya masyarakat sepertinya sudah terbiasa dengan sikap aneh yang muncul dari dalam diri mbah Fanani.

“Jika sewaktu-waktu keluar diberi bakso tangannya juga mau menerima meski dia bergerak dari tempat satu dengan yang lain dengan merangkak. Alhamdulillah bakso saya selalu habis,” ujarnya.

Susliono mengaku pernah diajak berbicara dengan mbah Fanani dalam bahasa Indonesia. Suatu malam mbah Fanani mengaku pernah diusir oleh seorang putri agar pergi dari tempat tersebut.”Akibatnya ia merangkak cepat sekitar 500 meter sampai pos polisi di Desa Dieng Kulon ini,” paparnya.

Kejadian lain, lanjut dia, banyak orang dari Kudus, Banjarnegara yang berbondong-bondong ke tempat pertapaan mbah Fanani. Mereka membawa beberapa botol air mineral.”Botol air itu diletakkan ditempat mbah Fanani bertapa, setelah seperempat jam dengan doa penuh keyakinan mereka lalu meninggalkan tempat mbah Fanani,” paparnya.

Ketika keluarga warga Kuningan ini bertandang ke tempat ia bertapa menggunakan mobil mbah Fanani juga tak mau diajak berbicara. Kendati ditawari untuk berganti pakaian ia tetap menolak mengenekannya.”Mbah Fanani sepertinya lebih nyaman hidup tanpa mengenakan pakaian bagus. Ia bilang bahwa laku yang ia perbuat itu karena dulu kakekknya pernah bertapa selama tiga tahun di kawah Sikidang dan Sumur Jolotundo objek wisata Dieng wilayah Kabupaten Wonosobo,” tandasnya.

Dari informasi yang dihimpun dan berhembus luas di tengah masyarakat Wonosobo lelaki misterius yang diduga memiliki nilai mistis ini memiliki pandangan tersendiri dengan dataran tinggi Wonosobo. Sebagaimana tertera dalam ramalam Jayabaya wilayah Kedulangmas (Kedu, Magelang dan Banyumas) nantinya akan ditutupi dengan banjir bandang. Karena itu mbah Fanani memiliki pandangan bahwa dia tidak akan kembali ke tanah kelahirannya sebelum kejadian tersebut terjadi di wilayah Wonosobo.

“Mbah Fanani berkata dia akan kembali ke rumahnya di Kunginan Jawa Barat dengan naik perahu,” kata Budiyanto warga Wonosobo.

Atas dasar pemahaman itulah lelaki yang disebut-sebut sebagai manusia aneh dan langka di zaman modern saat ini terus duduk diam di dataran tinggi Dieng.

Meski sebagian besar masyarakat dilokasi tersebut mengenakan kaos kaki dan kaos tangan serta baju serta celana panjang namun mbah Fanani memilih telanjang dada. Hanya kain sarung saja yang menempel dibagian tubuhnya. Ia merasa damai dengan kondisi tersebut lantaran memiliki pandangan lain pada umumnya yang terjadi atas berbagai konstruksi agama, budaya dan keyakinan yang terjadi ditengah masyarakat umum.(Yudi)

 

Pudarnya Pesona Cleopatra

   

Dengan panjang lebar ibu menjelaskan,

sebenarnya sejak ada dalan kandungan

aku telah dijodohkan dengan Raihana

yang tak pernah kukenal."Ibunya Raihana

adalah teman karib ibu waktu nyantri di

pesantren Mangkuyudan Solo dulu" kata

ibu.

"Kami pernah berjanji, jika dikarunia

anak berlainan jenis akan besanan untuk

memperteguh tali persaudaraan. Karena

itu ibu mohon keikhlasanmu", ucap

beliau dengan nada mengiba.

    

Dalam pergulatan jiwa yang sulit

berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku

menuruti keinginan ibu. Aku tak mau

mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi

mentari pagi dihatinya, meskipun untuk

itu aku harus mengorbankan diriku.

Dengan hati pahit kuserahkan semuanya

bulat-bulat pada ibu. Meskipun

sesungguhnya dalam hatiku timbul

kecemasan-kecemasan yang datang begitu

saja dan tidak tahu alasannya. Yang

jelas aku sudah punya kriteria dan

impian tersendiri untuk calon istriku.

Aku tidak bisa berbuat apa-apa

berhadapan dengan air mata ibu yang

amat kucintai. Saat khitbah (lamaran)

sekilas kutatap wajah Raihana, benar

kata Aida adikku, ia memang baby face

dan anggun.

   

Namun garis-garis kecantikan yang

kuinginkan tak kutemukan sama sekali.

Adikku, tante Lia mengakui Raihana

cantik, "cantiknya alami, bisa jadi

bintang iklan Lux lho, asli ! kata

tante Lia. Tapi penilaianku lain,

mungkin karena aku begitu hanyut dengan

gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra,

yang tinggi semampai, wajahnya putih

jelita, dengan hidung melengkung indah,

mata bulat bening khas arab, dan bibir

yang merah. Di hari-hari menjelang

pernikahanku, aku berusaha menumbuhkan

bibit-bibit cintaku untuk calon

istriku, tetapi usahaku selalu sia-sia.

   

Aku ingin memberontak pada ibuku,

tetapi wajah teduhnya meluluhkanku.

Hari pernikahan datang. Duduk

dipelaminan bagai mayat hidup, hati

hampa tanpa cinta, Pestapun meriah

dengan empat group rebana. Lantunan

shalawat Nabipun terasa menusuk-nusuk

hati. Kulihat Raihana tersenyum manis,

tetapi hatiku terasa teriris-iris dan

jiwaku meronta. Satu-satunya harapanku

adalah mendapat berkah dari Allah SWT

atas baktiku pada ibuku yang kucintai.

Rabbighfir li wa liwalidayya!

Layaknya pengantin baru, kupaksakan

untuk mesra tapi bukan cinta, hanya

sekedar karena aku seorang manusia yang

terbiasa membaca ayat-ayatNya. Raihana

tersenyum mengembang, hatiku menangisi

kebohonganku dan kepura-puraanku. Tepat

dua bulan Raihana kubawa ke kontrakan

dipinggir kota Malang.

   

Mulailah kehidupan hampa. Aku tak

menemukan adanya gairah. Betapa susah

hidup berkeluarga tanpa cinta. Makan,

minum, tidur, dan shalat bersama dengan

makhluk yang bernama Raihana, istriku,

tapi Masya Allah bibit cintaku belum

juga tumbuh. Suaranya yang lembut

terasa hambar, wajahnya yang teduh

tetap terasa asing. Memasuki bulan

keempat, rasa muak hidup bersama

Raihana mulai kurasakan, rasa ini

muncul begitu saja. Aku mencoba

membuang jauh-jauh rasa tidak baik ini,

apalagi pada istri sendiri yang

seharusnya kusayang dan kucintai.

Sikapku pada Raihana mulai lain. Aku

lebih banyak diam, acuh tak acuh, agak

sinis, dan tidur pun lebih banyak di

ruang tamu atau ruang kerja. Aku merasa

hidupku ada lah sia-sia, belajar di

luar negeri sia-sia, pernikahanku sia-

sia, keberadaanku sia-sia.

   

Tidak hanya aku yang tersiksa,

Raihanapun merasakan hal yang sama,

karena ia orang yang berpendidikan,

maka diapun tanya, tetapi kujawab

"tidak apa-apa koq mbak, mungkin aku

belum dewasa, mungkin masih harus

belajar berumah tangga "Ada kekagetan

yang kutangkap diwajah Raihana ketika

kupanggil 'mbak', "kenapa mas

memanggilku mbak, aku kan istrimu, apa

mas sudah tidak mencintaiku" tanyanya

dengan guratan wajah yang sedih.

"wallahu a'lam" jawabku sekenanya.

Dengan mata berkaca-kaca Raihana diam

menunduk, tak lama kemudian dia terisak-

isak sambil memeluk kakiku, "Kalau mas

tidak mencintaiku, tidak menerimaku

sebagai istri kenapa mas ucapkan akad

nikah? Kalau dalam tingkahku melayani

mas masih ada yang kurang berkenan,

kenapa mas tidak bilang dan menegurnya,

kenapa mas diam saja, aku harus

bersikap bagaimana untuk membahagiakan

mas, kumohon bukalah sedikit hatimu

untuk menjadi ruang bagi pengabdianku,

bagi menyempurnakan ibadahku didunia

ini". Raihana mengiba penuh pasrah. Aku

menangis menitikan air mata buka karena

Raihana tetapi karena kepatunganku.

Hari terus berjalan, tetapi komunikasi

kami tidak berjalan. Kami hidup seperti

orang asing tetapi Raihana tetap

melayaniku menyiapkan segalanya

untukku.

   

Suatu sore aku pulang mengajar dan

kehujanan, sampai dirumah habis

maghrib, bibirku pucat, perutku belum

kemasukkan apa-apa kecuali segelas kopi

buatan Raihana tadi pagi, Memang aku

berangkat pagi karena ada janji dengan

teman. Raihana memandangiku dengan

khawatir. "Mas tidak apa-apa" tanyanya

dengan perasaan kuatir. "Mas mandi

dengan air panas saja, aku sedang

menggodoknya, lima menit lagi mendidih"

lanjutnya. Aku melepas semua pakaian

yang basah. "Mas airnya sudah siap"

kata Raihana. Aku tak bicara sepatah

katapun, aku langsung ke kamar mandi,

aku lupa membawa handuk, tetapi Raihana

telah berdiri didepan pintu membawa

handuk. "Mas aku buatkan wedang jahe"

Aku diam saja. Aku merasa mulas dan

mual dalam perutku tak bisa kutahan.

Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi

dan Raihana mengejarku dan memijit-

mijit pundak dan tengkukku seperti yang

dilakukan ibu. "Mas masuk angin.

Biasanya kalau masuk angin diobati

pakai apa, pakai balsam, minyak putih,

atau jamu?" Tanya Raihana sambil

menuntunku ke kamar. "Mas jangan diam

saja dong, aku kan tidak tahu apa yang

harus kulakukan untuk membantu Mas".

"Biasanya dikerokin" jawabku lirih.

"Kalau begitu kaos mas dilepas ya, biar

Hana kerokin" sahut Raihana sambil

tangannya melepas kaosku. Aku seperti

anak kecil yang dimanja ibunya. Raihana

dengan sabar mengerokin punggungku

dengan sentuhan tangannya yang halus.

Setelah selesai dikerokin, Raihana

membawakanku semangkok bubur kacang

hijau. Setelah itu aku merebahkan diri

di tempat tidur. Kulihat Raihana duduk

di kursi tak jauh dari tempat tidur

sambil menghafal Al Quran dengan

khusyu. Aku kembali sedih dan ingin

menangis, Raihana manis tapi tak

semanis gadis-gadis mesir titisan

Cleopatra.

   

Dalam tidur aku bermimpi bertemu dengan

Cleopatra, ia mengundangku untuk makan

malam di istananya. "Aku punya

keponakan namanya Mona Zaki, nanti akan

aku perkenalkan denganmu" kata Ratu

Cleopatra. "Dia memintaku untuk

mencarikannya seorang pangeran, aku

melihatmu cocok dan berniat

memperkenalkannya denganmu". Aku

mempersiapkan segalanya. Tepat puku

07.00 aku datang ke istana, kulihat

Mona Zaki dengan pakaian pengantinnya,

cantik sekali. Sang ratu mempersilakan

aku duduk di kursi yang berhias berlian.

   

Aku melangkah maju, belum sempat duduk,

tiba-tiba "Mas, bangun, sudah jam

setengah empat, mas belum sholat Isya"

kata Raihana membangunkanku. Aku

terbangun dengan perasaan kecewa.

"Maafkan aku Mas, membuat Mas kurang

suka, tetapi Mas belum sholat Isya"

lirih Hana sambil melepas mukenanya,

mungkin dia baru selesai sholat malam.

Meskipun cuman mimpi tapi itu indah

sekali, tapi sayang terputus. Aku jadi

semakin tidak suka sama dia, dialah

pemutus harapanku dan mimpi-mimpiku.

Tapi apakah dia bersalah, bukankah dia

berbuat baik membangunkanku untuk

sholat Isya. Selanjutnya aku merasa

sulit hidup bersama Raihana, aku tidak

tahu dari mana sulitnya. Rasa tidak

suka semakin menjadi-jadi. Aku benar-

benar terpenjara dalam suasana konyol.

Aku belum bisa menyukai Raihana. Aku

sendiri belum pernah jatuh cinta, entah

kenapa bisa dijajah pesona gadis-gadis

titisan Cleopatra.

"Mas, nanti sore ada acara qiqah di

rumah Yu Imah. Semua keluarga akan

datang termasuk ibundamu. Kita diundang

juga. Yuk, kita datang bareng, tidak

enak kalau kita yang dieluk-elukan

keluarga tidak datang." Suara lembut

Raihana menyadarkan pengembaraanku pada

Jaman Ibnu Hazm. Pelan-pelan ia

letakkan nampan yang berisi onde-onde

kesukaanku dan segelas wedang jahe.

Tangannya yang halus agak gemetar. Aku

dingin-dingin saja. "Maaf#8230; maaf jika

mengganggu Mas, maafkan Hana,

"lirihnya, lalu perlahan-lahan beranjak

meninggalkan aku di ruang kerja. "Mbak!

Eh maaf, maksudku D..Din..Dinda Hana!,

panggilku dengan suara parau tercekak

dalam tenggorokan. "Ya Mas!" sahut Hana

langsung menghentikan langkahnya dan

pelan-pelan menghadapkan dirinya

padaku. Ia berusaha untuk tersenyum,

agaknya ia bahagia dipanggil "dinda".

"Matanya sedikit berbinar. "Te.. terima

kasih Di..dinda, kita berangkat bareng

kesana, habis sholat dhuhur, Insya

Allah." ucapku sambil menatap wajah

Hana dengan senyum yang kupaksakan.

   

Raihana menatapku dengan wajah sangat

cerah, ada secercah senyum bersinar

dibibirnya. "Terima kasih Mas, Ibu kita

pasti senang, mau pakai baju yang mana

Mas, biar dinda siapkan? Atau biar

dinda saja yang memilihkan ya?". Hana

begitu bahagia.

Perempuan berjilbab ini memang luar

biasa, Ia tetap sabar mencurahkan bakti

meskipun aku dingin dan acuh tak acuh

padanya selama ini. Aku belum pernah

melihatnya memasang wajah masam atau

tidak suka padaku. Kalau wajah sedihnya

ya. Tapi wajah tidak sukanya belum

pernah. Bah, lelaki macam apa aku ini,

kutukku pada diriku sendiri. Aku memaki-

maki diriku sendiri atas sikap dinginku

selama ini., Tapi, setetes embun cinta

yang kuharapkan membasahi hatiku tak

juga turun. Kecantikan aura titisan

Cleopatra itu? Bagaimana aku

mengusirnya. Aku merasa menjadi orang

yang paling membenci diriku sendiri di

dunia ini.

Acara pengajian dan qiqah putra ketiga

Fatimah kakak sulung Raihana membawa

sejarah baru lembaran pernikahan kami.

Benar dugaan Raihana, kami dielu-elukan

keluarga, disambut hangat, penuh cinta,

dan penuh bangga. "Selamat datang

pengantin baru! Selamat datang pasangan

yang paling ideal dalam keluarga!

Sambut Yu Imah disambut tepuk tangan

bahagia mertua dan bundaku serta

kerabat yang lain. Wajah Raihana cerah.

Matanya berbinar-binar bahagia. Lain

dengan aku, dalam hatiku menangis

disebut pasangan ideal.

   

Apanya yang ideal. Apa karena aku

lulusan Mesir dan Raihana lulusan

terbaik dikampusnya dan hafal Al Quran

lantas disebut ideal? Ideal bagiku

adalah seperti Ibnu Hazm dan istrinya,

saling memiliki rasa cinta yang sampai

pada pengorbanan satu sama lain. Rasa

cinta yang tidak lagi memungkinkan

adanya pengkhianatan. Rasa cinta yang

dari detik ke detik meneteskan rasa

bahagia.

Tapi diriku? Aku belum bisa memiliki

cinta seperti yang dimiliki Raihana.

Sambutan sanak saudara pada kami benar-

benar hangat. Aku dibuat kaget oleh

sikap Raihana yang begitu kuat menjaga

kewibawaanku di mata keluarga. Pada

ibuku dan semuanya tidak pernah

diceritakan, kecuali menyanjung

kebaikanku sebagai seorang suami yang

dicintainya. Bahkan ia mengaku bangga

dan bahagia menjadi istriku. Aku

sendiri dibuat pusing dengan sikapku.

Lebih pusing lagi sikap ibuku dan

mertuaku yang menyindir tentang

keturunan. "Sudah satu tahun putra

sulungku menikah, koq belum ada tanda-

tandanya ya, padahal aku ingin sekali

menimang cucu" kata ibuku. "Insya Allah

tak lama lagi, ibu akan menimang cucu,

doakanlah kami. Bukankah begitu, Mas?"

sahut Raihana sambil menyikut lenganku,

aku tergagap dan mengangguk sekenanya.

   

Setelah peristiwa itu, aku mencoba

bersikap bersahabat dengan Raihana. Aku

berpura-pura kembali mesra dengannya,

sebagai suami betulan. Jujur, aku hanya

pura-pura. Sebab bukan atas dasar

cinta, dan bukan kehendakku sendiri aku

melakukannya, ini semua demi ibuku.

Allah Maha Kuasa. Kepura-puraanku

memuliakan Raihana sebagai seorang

istri. Raihana hamil. Ia semakin manis.

Keluarga bersuka cita semua. Namun

hatiku menangis karena cinta tak

kunjung tiba. Tuhan kasihanilah hamba,

datangkanlah cinta itu segera. Sejak

itu aku semakin sedih sehingga Raihana

yang sedang hamil tidak kuperhatikan

lagi. Setiap saat nuraniku bertanya

"Mana tanggung jawabmu!" Aku hanya diam

dan mendesah sedih. "Entahlah, betapa

sulit aku menemukan cinta" gumamku.

   

Dan akhirnya datanglah hari itu, usia

kehamilan Raihana memasuki bulan ke

enam. Raihana minta ijin untuk tinggal

bersama orang tuanya dengan alasan

kesehatan. Kukabulkan permintaanya dan

kuantarkan dia kerumahnya. Karena rumah

mertua jauh dari kampus tempat aku

mengajar, mertuaku tak menaruh curiga

ketika aku harus tetap tinggal

dikontrakan. Ketika aku pamitan,

Raihana berpesan, "Mas untuk menambah

biaya kelahiran anak kita, tolong nanti

cairkan tabunganku yang ada di ATM. Aku

taruh dibawah bantal, no.pinnya sama

dengan tanggal pernikahan kita".

Setelah Raihana tinggal bersama ibunya,

aku sedikit lega. Setiap hari Aku tidak

bertemu dengan orang yang membuatku

tidak nyaman. Entah apa sebabnya bisa

demikian. Hanya saja aku sedikit repot,

harus menyiapkan segalanya. Tapi toh

bukan masalah bagiku, karena aku sudah

terbiasa saat kuliah di Mesir.

   

Waktu terus berjalan, dan aku merasa

enjoy tanpa Raihana. Suatu saat aku

pulang kehujanan. Sampai rumah hari

sudah petang, aku merasa tubuhku benar-

benar lemas. Aku muntah-muntah,

menggigil, kepala pusing dan perut

mual. Saat itu terlintas dihati

andaikan ada Raihana, dia pasti telah

menyiapkan air panas, bubur kacang

hijau, membantu mengobati masuk angin

dengan mengeroki punggungku, lalu

menyuruhku istirahat dan menutupi

tubuhku dengan selimut. Malam itu aku

benar-benar tersiksa dan menderita. Aku

terbangun jam enam pagi. Badan sudah

segar. Tapi ada penyesalan dalam hati,

aku belum sholat Isya dan terlambat

sholat subuh. Baru sedikit terasa,

andaikan ada Raihana tentu aku ngak

meninggalkan sholat Isya, dan tidak

terlambat sholat subuh.

Lintasan Raihana hilang seiring

keberangkatan mengajar di kampus.

Apalagi aku mendapat tugas dari

universitas untuk mengikuti pelatihan

mutu dosen mata kuliah bahasa arab.

Diantaranya tutornya adalah professor

bahasa arab dari Mesir. Aku jadi banyak

berbincang dengan beliau tentang mesir.

Dalam pelatihan aku juga berkenalan

dengan Pak Qalyubi, seorang dosen

bahasa arab dari Medan. Dia menempuh S1-

nya di Mesir. Dia menceritakan satu

pengalaman hidup yang menurutnya pahit

dan terlanjur dijalani.

"Apakah kamu sudah menikah?" kata Pak

Qalyubi.

"Alhamdulillah, sudah" jawabku.

"Dengan orang mana?".

"Orang Jawa".

"Pasti orang yang baik ya. Iya kan?

Biasanya pulang dari Mesir banyak

saudara yang menawarkan untuk menikah

dengan perempuan shalehah. Paling tidak

santriwati, lulusan pesantren. Istrimu

dari pesantren?".

"Pernah, alhamdulillah dia sarjana dan

hafal Al Quran".

"Kau sangat beruntung, tidak sepertiku".

"Kenapa dengan Bapak?"

"Aku melakukan langkah yang salah,

seandainya aku tidak menikah dengan

orang Mesir itu, tentu batinku tidak

merana seperti sekarang".

"Bagaimana itu bisa terjadi?".

Kamu tentu tahu kan gadis Mesir itu

cantik-cantik, dank arena terpesona

dengan kecantikanya saya menderita

seperti ini. Ceritanya begini, Saya

seorang anak tunggal dari seorang yang

kaya, saya berangkat ke Mesir dengan

biaya orang tua. Disana saya bersama

kakak kelas namanya Fadhil, orang Medan

juga. Seiring dengan berjalannya waktu,

tahun pertama saya lulus dengan predkat

jayyid, predikat yang cukup sulit bagi

pelajar dari Indonesia.

   

Demikian juga dengan tahun kedua.

Karena prestasi saya, tuan rumah tempat

saya tinggal menyukai saya. Saya

dikenalkan dengan anak gadisnya yang

bernama Yasmin. Dia tidak pakai jilbab.

Pada pandangan pertama saya jatuh

cinta, saya belum pernah melihat gadis

secantuk itu. Saya bersumpah tidak akan

menikaha dengan siapapun kecuali dia.

Ternyata perasaan saya tidak bertepuk

sebelah tangan. Kisah cinta saya

didengar oleh Fadhil. Fadhil membuat

garis tegas, akhiri hubungan dengan

anak tuan rumah itu atau sekalian

lanjutkan dengan menikahinya. Saya

memilih yang kedua.

Ketika saya menikahi Yasmin, banyak

teman-teman yang memberi masukan

begini, sama-sama menikah dengan gadis

Mesir, kenapa tidak mencari mahasiswi

Al Azhar yang hafal Al Quran, salehah,

dan berjilbab. Itu lebih selamat dari

pada dengan YAsmin yang awam

pengetahuan agamanya. Tetpai saya tetap

teguh untuk menikahinya. Dengan biaya

yang tinggi saya berhasil menikahi

YAsmin. Yasmin menuntut diberi sesuatu

yang lebih dari gadis Mesir.

   

Perabot rumah yang mewah, menginap di

hotel berbintang. Begitu selesai S1

saya kembali ke Medan, saya minta agar

asset yang di Mesir dijual untuk modal

di Indonesia. KAmi langsung membeli

rumah yang cukup mewah di kota Medan.

Tahun-tahun pertama hidup kami berjalan

baik, setiap tahunnya Yasmin mengajak

ke Mesir menengok orang tuanya. Aku

masih bisa memenuhi semua yang

diinginkan Yasmin. Hidup terus

berjalan, biaya hidup semakin nambah,

anak kami yang ketiga lahir, tetapi

pemasukan tidak bertambah. Saya minta

Yasmin untuk berhemat. Tidak setiap

tahun tetapi tiga tahun sekali YAsmin

tidak bisa.

Aku mati-matian berbisnis, demi

keinginan Yasmin dan anak-anak

terpenuhi. Sawah terakhir milik Ayah

saya jual untuk modal. Dalam diri saya

mulai muncul penyesalan. Setiap kali

saya melihat teman-teman alumni Mesir

yang hidup dengan tenang dan damai

dengan istrinya. Bisa mengamalkan ilmu

dan bisa berdakwah dengan baik.

Dicintai masyarakat. Saya tidak

mendapatkan apa yang mereka dapatkan.

Jika saya pengin rending, saya harus ke

warung. Yasmin tidak mau tahu dengan

masakan Indonesia.

Kau tahu sendiri, gadis Mesir biasanya

memanggil suaminya dengan namanya. Jika

ada sedikit letupan, maka rumah seperti

neraka. Puncak penderitaan saya dimulai

setahun yang lalu. Usaha saya bangkrut,

saya minta YAsmin untuk menjual

perhiasannya, tetapi dia tidak mau. Dia

malah membandingkan dirinya yang hidup

serba kurang dengan sepupunya.

Sepupunya mendapat suami orang Mesir.

   

Saya menyesal meletakkan kecantikan

diatas segalanya. Saya telah diperbudak

dengan kecantikannya. Mengetahui

keadaan saya yang terjepit, ayah dan

ibu mengalah. Mereka menjual rumah dan

tanah, yang akhirnya mereka tinggal di

ruko yang kecil dan sempit. Batin saya

menangis. Mereka berharap modal itu

cukup untuk merintis bisnis saya yang

bangkrut. Bisnis saya mulai bangkit,

Yasmin mulai berulah, dia mengajak ke

Mesir. Waktu di Mesir itulah puncak

tragedy yang menyakitkan. "Aku menyesal

menikah dengan orang Indonesia, aku

minta kau ceraikan aku, aku tidak bisa

bahagia kecuali dengan lelaki Mesir".

Kata Yasmin yang bagaikan geledek

menyambar. Lalu tanpa dosa dia

bercerita bahwa tadi di KBRI dia

bertemu dengan temannya. Teman lamanya

itu sudah jadi bisnisman, dan istrinya

sudah meninggal.

   

Yasmin diajak makan siang, dan

dilanjutkan dengan perselingkuhan. Aku

pukul dia karena tak bisa menahan diri.

Atas tindakan itu saya dilaporkan ke

polisi. Yang menyakitkan adalah tak

satupun keluarganya yang membelaku.

Rupanya selama ini Yasmin sering

mengirim surat yang berisi berita

bohong. Sejak saat itu saya mengalami

depresi. Dua bulan yang lalu saya

mendapat surat cerai dari Mesir

sekaligus mendapat salinan surat nikah

Yasmin dengan temannya. Hati saya

sangat sakit, ketika si sulung

menggigau meminta ibunya pulang".

Mendengar cerita Pak Qulyubi membuatku

terisak-isak. Perjalanan hidupnya

menyadarkanku. Aku teringat Raihana.

Perlahan wajahnya terbayang dimataku,

tak terasa sudah dua bualn aku berpisah

dengannya. Tiba-tiba ada kerinduan yang

menyelinap dihati. Dia istri yang

sangat shalehah. Tidak pernah meminta

apapun. Bahkan yang keluar adalah

pengabdian dan pengorbanan. Hanya

karena kemurahan Allah aku mendapatkan

istri seperti dia. Meskipun hatiku

belum terbuka lebar, tetapi wajah

Raihana telah menyala didindingnya. Apa

yang sedang dilakukan Raihana sekarang?

Bagaimana kandungannya? Sudah delapan

bulan. Sebentar lagi melahirkan. Aku

jadi teringat pesannya. Dia ingin agar

aku mencairkan tabungannya.

Pulang dari pelatihan, aku menyempatkan

ke toko baju muslim, aku ingin

membelikannya untuk Raihana, juga

daster, dan pakaian bayi. Aku ingin

memberikan kejutan, agar dia tersenyum

menyambut kedatanganku. Aku tidak

langsung ke rumah mertua, tetapi ke

kontrakan untuk mengambil uang

tabungan, yang disimpan dibawah bantal.

   

Dibawah kasur itu kutemukan kertas

merah jambu. Hatiku berdesir, darahku

terkesiap. Surat cinta siapa ini,

rasanya aku belum pernah membuat surat

cinta untuk istriku. Jangan-jangan ini

surat cinta istriku dengan lelaki lain.

Gila! Jangan-jangan istriku "serong"?.

Dengan rasa takut kubaca surat itu satu

persatu. Dan Rabbi ternyata surat-surat

itu adalah ungkapan hati Raihana yang

selama ini aku zhalimi. Ia menulis,

betapa ia mati-matian mencintaiku,

meredam rindunya akan belaianku. Ia

menguatkan diri untuk menahan nestapa

dan derita yang luar biasa. Hanya Allah

lah tempat ia meratap melabuhkan

dukanya. Dan ya#8230; Allah, ia tetap setia

memanjatkan doa untuk kebaikan

suaminya. Dan betapa dia ingin hadirnya

cinta sejati dariku.

"Rabbi dengan penuh kesyukuran, hamba

bersimpuh dihadapan-Mu. Lakal hamdu ya

Rabb. Telah muliakan hamba dengan Al

Quran. Kalaulah bukan karena karunia-Mu

yang agung ini, niscaya hamba sudah

terperosok kedalam jurang kenistaan. Ya

Rabbi, curahkan tambahan kesabaran

dalam diri hamba" tulis Raihana.

   

Dalam akhir tulisannya Raihana berdoa

"Ya Allah inilah hamba-Mu yang kerdil

penuh noda dan dosa kembali datang

mengetuk pintumu, melabuhkan derita

jiwa ini kehadirat-Mu. Ya Allah sudah

tujuh bulan ini hamba-Mu ini hamil

penuh derita dan kepayahan. Namun

kenapa begitu tega suami hamba tak

mempedulikanku dan menelantarkanku.

Masih kurang apa rasa cinta hamba

padanya. Masih kurang apa kesetiaanku

padanya. Masih kurang apa baktiku

padanya? Ya Allah, jika memang masih

ada yang kurang, ilhamkanlah pada hamba-

Mu ini cara berakhlak yang lebih mulia

lagi pada suamiku. Ya Allah, dengan

rahmatMu hamba mohon jangan murkai dia

karena kelalaiannya. Cukup hamba saja

yang menderita. Maafkanlah dia, dengan

penuh cinta hamba masih tetap

menyayanginya. Ya Allah berilah hamba

kekuatan untuk tetap berbakti dan

memuliakannya. Ya Allah, Engkau maha

Tahu bahwa hamba sangat mencintainya

karena-Mu. Sampaikanlah rasa cinta ini

kepadanya dengan cara-Mu. Tegurlah dia

dengan teguran-Mu. Ya Allah

dengarkanlah doa hamba-Mu ini. Tiada

Tuhan yang layak disembah kecuali

Engkau, Maha Suci Engkau".

   

Tak terasa air mataku mengalir, dadaku

terasa sesak oleh rasa haru yang luar

biasa. Tangisku meledak. Dalam tangisku

semua kebaikan Raihana terbayang.

Wajahnya yang baby face dan teduh,

pengorbanan dan pengabdiannya yang

tiada putusnya, suaranya yang lembut,

tanganya yang halus bersimpuh memeluk

kakiku, semuanya terbayang mengalirkan

perasaan haru dan cinta.

Dalam keharuan terasa ada angina sejuk

yang turun dari langit dan merasuk

dalam jiwaku. Seketika itu pesona

Cleopatra telah memudar berganti cinta

Raihana yang datang di hati. Rasa

sayang dan cinta pada Raihan tiba-tiba

begitu kuat mengakar dalam hatiku.

Cahaya Raihana terus berkilat-kilat

dimata. Aku tiba-tiba begitu

merindukannya. Segera kukejar waktu

untuk membagi cintaku dengan Raihana.

Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang

seiring dengan air mataku yang menetes

sepanjang jalan. Begitu sampai di

halaman rumah mertua, nyaris tangisku

meledak. Kutahan dengan nafas panjang

dan kuusap air mataku.

Melihat kedatanganku, ibu mertuak

   

u memelukku dan menangis tersedu-sedu.

Aku jadi heran dan ikut menangis. "Mana

Raihana Bu?". Ibu mertua hanya menangis

dan menangis. Aku terus bertanya apa

sebenarnya yang telah terjadi.

"Raihana#8230; istrimu..istrimu dan anakmu

yang dikandungnya".

"Ada apa dengan dia".

"Dia telah tiada".

"Ibu berkata apa!".

"Istrimu telah meninggal seminggu yang

lalu. Dia terjatuh di kamar mandi. Kami

membawanya ke rumah sakit. Dia dan

bayinya tidak selamat. Sebelum

meninggal, dia berpesan untuk

memintakan maaf atas segala kekurangan

dan kekhilafannya selama menyertaimu.

Dia meminta maaf karena tidak bisa

membuatmu bahagia. Dia meminta maaf

telah dengan tidak sengaja membuatmu

menderita. Dia minta kau meridhionya".

Hatiku bergetar hebat. "Ke#8230;. kenapa ibu

tidak memberi kabar padaku?". "Ketika

Raihana dibawa ke rumah sakit, aku

telah mengutus seseorang untuk

menjemputmu di rumah kontrakan, tapi

kamu tidak ada. Dihubungi ke kampus

katanya kamu sedang mengikuti

pelatihan. Kami tidak ingin

mengganggumu. Apalagi Raihana berpesan

agar kami tidak mengganggu ketenanganmu

selama pelatihan. Dan ketika Raihana

meninggal kami sangat sedih, Jadi

maafkanlah kami".

   

Aku menangis tersedu-sedu. Hatiku pilu.

Jiwaku remuk. Ketika aku merasakan

cinta Raihana, dia telah tiada. Ketika

aku ingin menebus dosaku, dia telah

meninggalkanku. Ketika aku ingin

memuliakannya dia telah tiada. Dia

telah meninggalkan aku tanpa memberi

kesempatan padaku untuk sekedar minta

maaf dan tersenyum padanya. Tuhan telah

menghukumku dengan penyesalan dan

perasaan bersalah tiada terkira.

Ibu mertua mengajakku ke sebuah

gundukan tanah yang masih baru

dikuburan pinggir desa. Diatas gundukan

itu ada dua buah batu nisan. Nama dan

hari wafat Raihana tertulis disana. Aku

tak kuat menahan rasa cinta, haru,

rindu dan penyesalan yang luar biasa.

Aku ingin Raihana hidup kembali.

Tiba-tiba dunia gelap gulita

  

By: Habiburrahman El-Shirazy

Rambut lelaki dengan wajah putih bersih itu gimbal. Bagian depan rambut menutupi wajahnya yang tampan. Sorot matanya bening memandang penuh tenang. Hidung lelaki berkumis tebal itu memang mancung. Ia hanya berselimut sarung duduk diantara dua drum. Itu sebagai penyangga kayu penahan layar rangkap dua dengan pintu dari plastik tempat ia bertapa.

Dibagian belakang gubug kecil itu dipasang triplek. Setiap kali layar atap itu mulai menua dan lusuh maka akan diganti oleh pak Sugiyono yang kebetulan rumahnya persis di depan tempat mbah Fanani bertapa. Ketika kami mencoba membuka pintu plastik tempanya bertapa dan menyapanya dengan salam ia diam seribu bahasa.

“Assalamualaikum mbah,” kata kami kepadanya. Ia hanya diam saja. Mata memandang kebawah lalu ia hanya melumatkan bibirnya.

Dalam suasana penuh tanda tanya itu angin dingin yang berhembus bersahut kencang dengan raungan bunyi mesin-mesin dipinggir jalan tak ku hiraukan. Tampak dibawah pintu itu dua gelas bekas minuman air putih dan teh serta dua mangkok bekas bakso dan mie. Didalam ruangan tersebut terlihat pengab. Namun kondisi tersebut tak dihiraukan oleh mbah Fanani. Meski tampak lusuh ada aura positif yang terpancar dari badannya. Ia hanya melumatkan kedua bibirnya yang tampak merah.

Setelah beberapakali berhasil mengambil gambar beliau dengan ijin beberapakali dengan berbahasa Indonesia akhirnya saya putuskan untuk menutup kembali pintu tempatnya bertapa.

Menurut pak Ono bahwa mbah Fanani bertapa di tepi jalan kawasan RT 1 RW 1 depan musala Al-Amin itu sudah 20 tahun. Setiap pagi ia mengaku memberinya makan mie goreng dan malam harinya kadang ada juga diberi nasi goreng lengkap dengan minum teh hangat dan air putih.

“Barusan saya ganti layar atap tempatnya bertapa. Ia tidak mau diberi pakaian bagus dan sandal jepit. Tiap bulan sekali keluarganya dari Kuningan Jawa Barat selalu menengok perkembangan dia,” katanya.

Lain halnya dengan penturan Susliono. Lelaki berusia 35 tahun yang berjualan bakso dekat tempat mbah Fanani bertapa tersebut mengaku tiap siang selalu memberikan bakso. Ia menyadari tak tahu kapan mbah Fanani keluar dari tempat tersebut untuk sekedar buang air besar dan air kencing. Itu terjadi bagi semua warga Wonosobo yang dulu pernah memenangi saat dia bertapa di Desa Tieng Kecamatan Kejajar.

“Ia tapa bisu.Saya hanya ingin berbagi dengan sesama dan Alhamdulillah rejeki lancar,” kata warga Garung Wonosobo yang bolak-balik tiap hari untuk berjualan bakso tersebut.

Meski terjadi hujan deras dan panas, lanjut dia, mbah Fanani tak pernah beranjak dari duduknya. Ia tetap diam di dalam bangunan kecil di pinggir jalan tersebut. Keadaaan lelaki yang tak pernah diketahui pernah mandi di Desa tersebut tak pernah membuat masyarakat merasa terganggu. Sebaliknya masyarakat sepertinya sudah terbiasa dengan sikap aneh yang muncul dari dalam diri mbah Fanani.

“Jika sewaktu-waktu keluar diberi bakso tangannya juga mau menerima meski dia bergerak dari tempat satu dengan yang lain dengan merangkak. Alhamdulillah bakso saya selalu habis,” ujarnya.

Susliono mengaku pernah diajak berbicara dengan mbah Fanani dalam bahasa Indonesia. Suatu malam mbah Fanani mengaku pernah diusir oleh seorang putri agar pergi dari tempat tersebut.”Akibatnya ia merangkak cepat sekitar 500 meter sampai pos polisi di Desa Dieng Kulon ini,” paparnya.

Kejadian lain, lanjut dia, banyak orang dari Kudus, Banjarnegara yang berbondong-bondong ke tempat pertapaan mbah Fanani. Mereka membawa beberapa botol air mineral.”Botol air itu diletakkan ditempat mbah Fanani bertapa, setelah seperempat jam dengan doa penuh keyakinan mereka lalu meninggalkan tempat mbah Fanani,” paparnya.

Ketika keluarga warga Kuningan ini bertandang ke tempat ia bertapa menggunakan mobil mbah Fanani juga tak mau diajak berbicara. Kendati ditawari untuk berganti pakaian ia tetap menolak mengenekannya.”Mbah Fanani sepertinya lebih nyaman hidup tanpa mengenakan pakaian bagus. Ia bilang bahwa laku yang ia perbuat itu karena dulu kakekknya pernah bertapa selama tiga tahun di kawah Sikidang dan Sumur Jolotundo objek wisata Dieng wilayah Kabupaten Wonosobo,” tandasnya.

Dari informasi yang dihimpun dan berhembus luas di tengah masyarakat Wonosobo lelaki misterius yang diduga memiliki nilai mistis ini memiliki pandangan tersendiri dengan dataran tinggi Wonosobo. Sebagaimana tertera dalam ramalam Jayabaya wilayah Kedulangmas (Kedu, Magelang dan Banyumas) nantinya akan ditutupi dengan banjir bandang. Karena itu mbah Fanani memiliki pandangan bahwa dia tidak akan kembali ke tanah kelahirannya sebelum kejadian tersebut terjadi di wilayah Wonosobo.

“Mbah Fanani berkata dia akan kembali ke rumahnya di Kunginan Jawa Barat dengan naik perahu,” kata Budiyanto warga Wonosobo.

Atas dasar pemahaman itulah lelaki yang disebut-sebut sebagai manusia aneh dan langka di zaman modern saat ini terus duduk diam di dataran tinggi Dieng.

Meski sebagian besar masyarakat dilokasi tersebut mengenakan kaos kaki dan kaos tangan serta baju serta celana panjang namun mbah Fanani memilih telanjang dada. Hanya kain sarung saja yang menempel dibagian tubuhnya. Ia merasa damai dengan kondisi tersebut lantaran memiliki pandangan lain pada umumnya yang terjadi atas berbagai konstruksi agama, budaya dan keyakinan yang terjadi ditengah masyarakat umum.(Yudi)

 

KOBE IJIN-KAN

§©·d ßü¬£yñUØjõ¤pðs¯_ð¿øò'ÊÞVK+ø5&¼¾µ½Kgàæ7DqFa½·¾OØ µë5R¸!(ÿ9u·íî¢Ð¹å¡,7·ü"Ò4çPÜÿf¸F0yRÿbv¢E«!þÛ$2hQ»ÒïoẼ6U~QÆõõ

'¾ÝH2Ù²Yõq£qÿ½úòíAºûS+Óf&`KÚxø2 o×ÉzÏu8®íhEæÖ¤,±×u5®ÿÈß²Ù¶1·%ôÞæ=kNµÕôÉ=[K ÕN V¤VÙUäm8Bâ%L`Ò»DûÒ¹%!MyHTßL¯4.%«4L @æù[κåî¹æåj

jw&¼©ÓðÊã

¡ÇÃ#õIëE]ʶ²êhñjww/(U¤Û GaðzÀÈÉë³Äy±ß1é6ÿYµµºúìCGtW`Ë_³ÚÝb^A³{3M8`¶pÄ]l¥ÉâÛí7Ù_/ôöÞ{_,cÕ¹

Ü$©Êõj#`Æ¥_J?Øû.íËâø³Q¨½¿Ü²/Iò}ìÒýrá­âi§¦Å8å¾ÿev^9£9rc.hmBéXDZ&KV ÷é×3

«yzÁ.uqp@¨ä©hzaR4TTª)*_oÇfñÏ1m^îöiÕ´ö£H«ÁY©GU~(·¾án.,d¢r!Xnß&^X%

pE>^Í¥éH)å¢êIãöþ-DnÁz/­´kë{·QBúW$>=Ê

¥P<¾Ís=BR¿ád§æôß'ëöcËòZ­Ôs^O+£R²ÇÊÔþÏ/³ÇUmD+n.£¹ùÈLìnÀe²Ót3/.Y}_NIëãNÈ2IDê×Ã

Æ,å_ädYjÛËw¨jÖâX§c;öXÖbH,8[SìæºY¯ÓÏrË×Ze¶v¶Ó¼wRʯ:ÆQ'ÇØå<B©1'&¶Üx}i9zü©ÁzWküü~._köswü_ÇÓþr¿ÿÖâé;4ºÒ¾çlïÉ\¼Ô5ÛU`¹

íòË"ÈÒs£è+ç*è×

ê*ªHX(UÇç1Ì×6oæ­'E°¶¶¢

®ZIjT!¶û²^¯J£

{äv£rÈÓtÛâ5$1®WM2¯É»ImtKåâKkÍ$´,+ÈuôÈDÛlUù¬"Ïy%Ó­m£~lNÁÇ­ÅrF²8+Ì4uÛ`¦6ÒZßÎê¹XÇq±5ÉÁ¢QhHuoC1ÍÖHèÔ$÷¥23ÛìúË7úUàRÕEøSº°4(Àý§lYrùÎÓi%©0

ñU¨ $/¯^{x¦°­Ìm*zB¼`V^ê¹NiÄÜæ=Gô]íô©,±¹£`¦á 'n@8½Ïa2Z^E§Åéª\ëLÆ2}HG×ã#[ù²ÄrQL$~×ú¿¦ß~¯-¹ú?X¯ú¹oäóÂÿÿ×ä÷Úæ%·Õ­¤÷ÔÔy£8¶Tþ¬[l=Kɶò?oeÒlïï!k:E%²p$fb/ò«Ê7tGº;æ´¼¹MÜVáï[(íq$±þÇü¬$ß%yßuÏBÖëR¾ºi

¯ÂÏ@ò?EÙh*ÉËù4ð

OSúå®&?t A6É,

«+öM¬÷òöÒsÍÜFxÄç©þLeô¯&ëÇC×¢¸y)i'îîüïNüŤdßgl¢ænAãGCðÉfO¶¶ºS©­Äï<E[°@!å³Uø·øW®ãgäI

µX¬Y9I<+ñ5P);låbxçQÖu¥¿Ó¬ì§êfÝ«'TfF#·ò×ál®3â-ÙáÁîx¥§®Zjja­gã·}»0=²3ÃNåúÖª+Û7(Ûª^,7ëàrìraZy¤épz

µÈI!t

¤òå&ßÕ+æl¯4·r±òdÞYÔõ/k§]¤NÁ}(¨Ç×íJíñ

±Å0v(Éç¦~ÔÙ~³p`µg4åq'@Gp;ûS-2éÑY5·4û¨eyþ·§¤©2IuV)¯CNû²¬ o»

1ÕùªÅµ=I%©h.æÃ2·_Ë)£.kÆ.Kq

nQÐjN/þ·4³Y¬ZH=EZw`z)øW,Dú

A[|¨ßÞz«táÆ¹°Ý³gÿÐçZ¦±¥ÜéPi-­%Ìýr"ZVôpÌOíwÁ lq<Q

·ó¤FÚD<U.âáÆÀã ÌÌYüw¼ó:þ

;óQÔ¹M4ß`À¸áÀPµÛ,l×Åd¼sÎlÔ_¹ÔîB

ôàSûÉ ú2¹LÈÀ³Zy"Ê+(ÚáâªñSSÜ|Àɯ

PqòÌH¸¼+"íUªòoì(rp×d7èk_^ùd÷ÐÆMëªFæÎà©FHzzdTòÀgìã

\²xc6RÈõ[÷ó>£b{r õêM?É]ócØhÅ*Õ35ý#ÌSéþ]u,ad*ÑórÑ!cµ7Ù~9Ùè;Npçç/épý_KÒh{;%?âa?æÀM_××íâÖ-ê^ýe*ûn>Ú­æ¬hv>,HÃXòDþ#'#UÁ; A¢y/̬ºÝýìÐØHZHl¤

ñ¤gìð

ù5ûYÂeÇ8HÆBëù¯?,p;_y7´Ãw=Òhn¬þæ>jeP½y%ö¦R*ììÃòärõ1ß/ëibÓo*[-§º²ö©È-9Sè{]/ËwS%α"Gk¥Ùw;˱0BbûÍó^Iõ5¹o^ü·Ñ<ÅçØ<ã{7;dl.4éÔ,sFÈè~2C)ýçü.l!§"~¯©²vxæ¡ù;ag®^-­ÉheAE­Bx˼I}\?Ñhq#d%×^dÓæ¶ÅìS³4BÄX¹TfLÌmNX4ú^;6ÂxaÌûò/SÕµ;íoQ»Ú(½(#<J½jî´ÉçÓøR®

Dh:Ö©sçÍRËJ¶õK½åÂ(EbíHÍE]óY{8YÉÂÈ<£Ã}-ÅüO{­O,Þ

Gj«(

ÃУÈÒHÍö~×ûï6½±ÚÓÎv<8`#c/ï8~®/æäôÅé²HÏéÇÃÆ2úÿârG

ãßzÝäÚ|VñqýUSÔfðõ¢Æ¿äf¿M¬fÈtÿcõF£Ô'qz¿ý¯ø¸ÙFOlü¬Ò`¶ò¯KnÄÅØC¿n)ÖêwyÍF_Y`ßú ¾KÝ66³¾¿z`¨aN´ñùeóÊ\÷\MóyF¯åÀk$3OoÄÂäx­~N¹tv'¨fÞAüÉÔtûFp/´a'²ÊH­Vµì;ü9A/H¶Ñ|¹®iêÚ-éR"_A]9õ(èh9{Óý`á(á

Y¶©ªk0èÚä1p²õ§k3L©P¯ZæQ7&H¨í¶é.æí^ÏL_ÔóIçsÍ$ɺ!ñ¤c¬½ãò×ÎÇMTÕ=-Ñ(º}¬õK,qª|Ah?¼p«üÙÚµÅcßÑôÿÒRgãN\húWi~EÒgò=Ï|Ó3­åÑ{]Ïþ>!Ý9J²|

Ë=_hHýßó?âÿKõ8øèq-¸x¥ÿ©1ü¬ó

´ýJGëcRf1(åCJJT/êúÇþ16UW3À*úâ\\ ¿§üÕÚ?õ]PÕ¯ôlnõ)$ò'ð*ÑOµãü¹hÑ7ýV8°zâH2þ*üôSüÒÕ§2´öUKÇ8ææðÐÅñV.,V0¿ðUOeRÀ|þËýSýSø~®'6¯ª`È@o´Ô

»|_/ìä±JFvI¿MúZuY+¥*Pú}>WãéÓ|Õçl¢0AjñÆ¿Q(

tÛ4Ì#Íåx¸0ò_3yÞÊV`aè~0@úÌX«v#uu²½v${e°~%K§ê¯ÄÒ4é÷e¤[aؾÿs[¿ÒÄá¬ÚÝ^rwøË~ïÜëÌlÄÞç,[K¨Xùé{}ZáÂHgSÅîÀòÁVÝèÌ.ò¾¡q{§yßÓ+¶SĹV_§|ÊnT 5k³&§!aĸ'MëÖ,CfRBúk[ÿÓùwMÕuYÚ×HÓæÕgøåÛmÐñ

=I¤¢ªÿö³¶£E¡±Çùßå?©Äïábäx2²MhæçU·PÌÍÆ@ýãI#ðøP_îþÙåºjçÊâ%9VÒn:¢;â¥KÕü0ô£üµòÚÞ_«êm-ç¥l$bcÍ$hµ>

ÿ³äÙËë{SWħôãõz8gÇü8}\\?Æã-ø}^,}\rþ8¾®.㮳ùuå5Õ¯ÐXz]@ßT°¶¹HÑdi(Ѥgeýã9û?c4qÊ%ïÀ!!ÅS¯ø8üä`ÒFx£\92J%é¯òäý?JD|¤iº%ôb9u7R¯w'«G·ÛÅ$Q¬¾ìë+£ÿ¹`xõ?O§/ðñú¸8¿¡9XôÐË&Gîø¢c

Oûo®Qü93²ò®

I®u/%wí%Â6Í*N|Q¢é$ð_±CÕðßIãýï¯ÃðËøg)qúbÓ,£gÕ(dÉ&9Î?GüÙJÁüÔðùË]¼ú¾ ,¶W0¢¾Äñ;ªýR@~>_/ø\ƸB<^¸8xeâGúé\l£zª9"»<^7ùÑþíêߺ¤×XÆ&¶GmÅe⬠£<$jý¨ø?Ùø&r¢c(Ê\\|<\2þ¦O§þ&Ì1è¢Rúÿ¥üÎ?GõÞ}«k×zÌêf¿ÊÊʾ°G@Å2J*½6ãÿä²Hߢ~àþærÿ7ù¥£8ÈCøqu<þ/óR9Yíeè"'ºÕâFÇýÖWþ$Ù zñ_ó6ÿwý'yHßð'ÿO6f%ei.yDãIE^¬Ýø©ðäe9¡¿ô.k¸z¿Íþø¥(&eXÄír£Ö6¡´

!æ@ÉHØðñ}[z¿â¥üÖr"¦\__ÓþÊúY'[PÒî£Õc´iùG!µ©¢GyÓáÚ³þV]KFXIþiÿJ;GêI|Ãez¯"/îI~;=ÛàïVÿWeDW'1äEæ»äIªÑZÞ¥$ òd5¡QJ­?Ͳ[·8ÒÖ_Qíáôc­-·^§¾N%L@ä2É=ì{ëZm¶K£Ýív±òî±s¤jî-¡Ô-µÃý*Dfýܶ9T©Ûè1ëvZ~4÷1ñHM§É

ÌË^*BS Ûkgy¿òßËÐùaW{Z[wµX£ãòeÌ´â¿Ïö²qÕoÂÈü¹²ó?2ù[^²ÔDÏa2ÚMÍmnxÖ±ûÝ·û̬R×-ù%¿¢u?÷Áûׯ\»1à/ÿÔë2-mm¡éÖiZe²a*á-ÝÝPð¡´®x_¼ãûÜÄXÎÌOð×ï#Ï$©õqí±Æ&$Ç×/æpKÿyO£êþ·¥'S´]2é$Î-ZYb´¿ê,rFÎGÕÓ

iP¾$DÌÁ$±Ë.!âÊí¼¾²r%s0ñ<8ÀæÅÅ8ñÿÃ¥ôøq¿Î[¨ëv·-ªØÚYB×ýÂÍ<sy8[µXuãéý¾Oc¡Á3/Tý{pF|¿{ûÙKù¼?WÕýZ|RÅ1d°aðÿÛx¥×Ãÿ(Ùk8ÑZ»Ïm¡CQÒ§Õ5ëÞKøD^­

 

b©UpYBÉ7%û_»\ÆXË-Bcx¥SãàÍ_þöé?²ïøï,L¿¯.(ý_Äy»{keô+A²Åö1Ï"ºÛhÜ3ª3ðóâñ#/QüìPáÿw/Rtù"`1PÊe)dþû?ô#/âù¼<LT6q¢OoZÛ£³þ$²V

 

x©ýý¬Ë¹%/§ó¼Qúx¢ñà

¿#8ß,QÆcÅËûÏæðüïê¸yDIhx{OÕÇÇ?çAéà[x{ùÙÜs$EÀ­âýÙøùe +¯TMd}süI«Ccú¸¿~¯_û%)®W,ð«°ªJõ^A¾MQµò§.9`ÇqÿWþ©¶øQ5¹1ôô¬ËºÇÕºêa`Þ¢¼¥*®ä~Ö]I3¹q%¨;?K6òÜÚð#ê(T!4)\·Àr<h¬ÎwP,?¿Q²

µI#ä2qÄÏÁäO^¥6àd+ð׿2ÎÇ/P

}ÜÓß$UÒíÀ¥Düó

ÕÕZ~­9¸HéibÒ((¿äì¤æ%7@1Î+ýGôåÚ]e´Ñ1¸õhJü_,ʼܵÅäÉoü­ËK

Æn.-kxöìÜk,±\¸Öµ<2p±Ëkïy÷Õô«úÿ ®½ª×¨üëëz©éÿyë|~÷Å<JÿÿÕzÐÛÇj¶¶¶Ú¡&W³¨.$Cx÷ü_ìxf¿øÌ±ï]z88¥ëó~ÿÇüæg)JG..._ðx7êÿþÕýHù.µYõmKNµI.ò[²)¡p¡&pÛ,¿û-ðæ<£B3ð¿âÍçNWû¿ê}.0ÇO

DðÇÕÆÞ¦kä`"yb|0õ~ë_ÞdñÿWÕü×yåîöëO»2ïuW¶¸æ Ô}^"Kn«_ÝþÛqø3Y±F~2GPÓxáÿÏþ+øZNª%cá®êc²¾]E§ÃVÒíËzó)cAÔ}Écú­×fvÃë2íòoVÕR?¨k±Âb E^:å@4SþOÙÍÈ`ÚÏå_ænyêÙÝZ^¬G÷RBj(9#mïö±$w²â®aê:N½o«EÒh-"ÆèÜèwø·Âà²q¾lĶٯ^}`½®kHBþ¡D+OM@ääåysÄ3JF2Øl6̳2µ³­ eUUIÆvÜ |ùá%G4²Y¤k/My¤V*NÕ­Aû³*ú$Þ«ùe}%4s;%­ÌÕôÑdØW~l~Î$|f!­2ÇZ¥´{¨";«y%vi¡ª¤_|Uªñ~?±ãÓÄÝl\hg£ê$ózç<õ¥kq W^o´ò£

ºÑ»år'w"<ÕtÖ»ò­h+Êûéß#³+/ÿÖÆÎÚ[]ÌEÍkoq¢]eîä(.ú|Òû¤ÂHÛ®i´?x.\X÷£yãú¸e_%õ}/C¦É,#ÇôKª£ñxrãþ/ãðÖëã½í¥ëwgx`ômuEa5ÓÉ

3|*¡§Ôçñz¼?ÖãCÌÇHqqKÑ_§úÞGð3Ã(8¥?ZY3û¾ÿ÷|_ôË[ÒT¤rkÜY]²éÒéqÙÒ¯f2dâj9ú~ý

ø³6,»Bpý÷r~ò#)z?ÞÅ¢1LÂ0ü¾X^XäiqãÃüá¿üRâÆÆßGÕ!¹Â}vÂö)b·²fµRêJ[ú¼ªoVáËâ_ø,Ï)Î&',päÆcÅ÷¾«7ó¿¬Ç&²dæðò@ãóGúráõzÿNÞ&XzrâîcþS2ÉJY×<¿%ì¤Öp&°ÊdÔcvâÛë´Iªð£§S'¤²}¿æÇ^À¯Dñ_ùY?£êa÷z½ä÷7

¼ëbò2ÍdU¤)YyYP×ìóÿ#*" @ÃÄÿTú8áL±ÿ;þuðÄ"Wû¸L(\Ù´·J[¼º!YÐÿv§WVjþÉfÃÕÔ¸qËÃþw«×õ3×ë¢}Gý/Ç

ðÝe¥Äî<7¢ãj»7ù?i' =;F ðJ¼ôÆ1Ú7Á?¯ý:`¶±Ø´vN'\cã

VU_ 5&W+òôOþú¢Óâs³µ¦F~CùçË}Ä/õ]N'K#x-ê$þH©Wÿ[71x°¸ê¸@}Ay,s©·t?HÛ52ÏÚ8#­y§E³¬°Ï(ñdoÔNO«$¹³ùÎòZÍIDq§MÁè

dÑÿ

̼ZIuÙ1=CS¸¿r¢BT}·?@ÌìxÄELË=Íâ[ó­ÃËjÏûYÇvaaª}_Z·¶¶&;t¤

ÃÀõo¿)Ç:YÓÿ>M5¥ÄS´\É×!êy ¢Ø)SÁ[ãe6¤/úÎ6¬wH°äÖgúô7v°éÓ64ä6§!Ëb>ßùs,@En³úó>µgêzu¯ª¼y×*×ìz{zûùy_>,»ÿ×Y\éºvÁul&i{Xí!sqõYD> tãû¿µÇ,æ£)Ê¢D¥Î°cÁûϧcêýǪ1ñ/¯üÔÝüÖr}n=U4àeôm­5Í«Ë-d¸²ó©nÓx9|OÇeÆ(á09vã£û¬¼ôbðÿ±âññãñgKQ/ï'ÃpÔx0ôcÇü0Çüî(9¯GP´ÊxÕtûk·nf´#õ§ZrõUD<¹¢ñøbK$$3O$£ÅÁÈË~ÞSëþ']ãBC!%9Ëèý×õ¿%ÿ\Ò"½¾·aò±Õ-5WCqê×Òá";£Jú]ãþ|8eäBDËùø|?_¢Q¿Úéø59<ÉB1ü¿å½~Þð±I-OÐ~Çr\3ÃÇýä²úÈÏ×þÇ

y]'QHã¸ìàbòæãxòȪLNþ^<¡ãñ·òæfædÓáGOÃòþ)»þ?àÆjrçü¿Åø?ÿJ1cñǪgêþó1Å,RÅ9²3tLmox¼ò~;¢Ëñ»eð N¶õqKãýé¤DÅY2þ§ý7â>Ööêa¬TB#v`yz@2IO$¢òÛùs0×ÕêõM½|_ípa:°9ÿ±ý"mYü¿æxµ«UH¢?¼*Qáuã"oÝíÍÇnÿ¤âêa½Vï§ùíá²Y-ëúwCSTä*¨î¶ø×'L&l8O5ïÌ]:H[ýÙp?3èòßÔ>IÙ

kjÔîVGDÓôËs_B¬ÿKQwù²:?çJÒ+¹äd½w$ÒÝ¥fN

åÑ %Z~

®kwImek-ÌÒ}xAcOòEÿe-²Í+òóS´»hõ=­ÏÇû(FÿtÊråÈúÆÜ;PY[i®`[ùWüÄ&÷)2­QÀÃSY!$¤L9Û~¸#-ÚÇ6a®ÜÇ-Æ,çWzy·A+¡û³+Nëõ{«i:LWi̪лÂÔiSO«z¾¯µýÏ/Óû\ð%ÿÐ(òd·ðéeÚ\}Rúx&%fá* Möù_Ϊ¹ÎÎ@ÏÃ#1ñqúÿÊÏ/õ]Q5£ÄL¿wg§þW.F{.¯c°ÞÁ¬&×Ör"¸òUïKýGUVãé/õlNqÄ£êÇO§ãøÜ0¥)eñãû¨O¼L>úæ2kòM,kªÛ\Ýé~­üËiDÙzÃ¥6^

ÿ»üYùÿ£ÐáÅûÌ¿êÿ;ÕþŦ^@3Àxqñ?ÊÆ^ú<\L뾫Íd²Ýz¾Ãr,ÒJèZ þÈSöó7'¦_Á/ýë±×åÉx±åð!,0?ñßøÿ)¸.æ5¾Ïc4¬#UºfzqGáÆ@9Sþ1ðL=9¥Å¿î¿­ÿ§þuéã×g'ñÿVÎҲѦÔcÿRí¢w)­¦a¥]ÙujqÝãû+eÔGñËÕ(ä×ÿbËÇÈÉ~ú_\gD¸¿¸ÒÍ H;IAH㹦u`²/·/ö³ÊN+¬2>¹µÿ1¯<{ñ?ÍõJÑÿA4ß[¼gïMÍÉHÂäÃãåÇsSáûa a/\¿Íÿ;ý3÷@BQg§\Ã/é¹R.ÛÔ¹¾éÉ~³x-y¥x²ÊÈËG"0¯WðKÑÅøÿ6Dï=gû¹ùÿÐô¦7?¤!¶Y'a©Nu¢N+RÊs<

ê|¿WùpÈpþûßó

äeóG®.ãçÚ}¤jª¼Y6Ý|_åfËI"8Á#ëôÿF-9ñC+ÿzXï<¡¬è\¤cmaÝ~(ó35±J?1í/<¹9+Yld5QÔWö[ü¬rñȵm^êöBÒ1à:-IÈÛ£m¥z-ÄãàFÞ9L§ÜÙÂŪjËo¬s´0D¥!ýÐ ±cË

9­qÙÃÌ×÷í2ÞLLq·á]¶ÿÌvý¬n#5Äò/¦

Ú*j&ÓKBÈjM6_/&A­BdÐ<µºùOZSýdãC÷zÿ/|±o¦Ù\ÝéñÍ},I$ï 2~ñøXñvg§'Ùè]úTáÂ}Ö:`²Ë?ÿÑ.òþ=®½¥FüÔZ5Û6aépdE©ffåð¯Ùø³3 oÓÅÃý/\_ë;lÃp?qø³âÿx˵x

äܶíÖ¯"?¨f¸K3n©:DÑózE-OÇû?ë7tÓ>+âôqxÜràãâôúàåFPã¬||rÚ´óÔBrõåþOúD=öo¯É¥ÝX\ÎtÈ-ìtçVi¥íz¯Fæ®Üy;}çÃíf¿õOS×µKkÛ¸/Ê~FÖÔ[²ÍÊA)"Eé«À¤ÿÏ%

4ãF"³}Y=»?Úø¸ør8ÑÓNJ#|_]0xøg.1éâ¿úEÖ-

­â½D(ç!çVT*

O¦«öý\Ycøw)púa,Öñ²'ãõKéô;×êãò[Á:DëÆï²)xê¬LaOîÓ

Bñø¹c##ÅýßÕõý>¿çÏêYøIþ®)ú¥êþóæéâúÖ|Ò¢Ês¬O)$GïYòAð-pÂ\zMÿV?Ýÿ?© l=2âÿKæÿôÈ]JQÓdE±!ô8¡¨¿·æ§þjÍzïþ®ïx½(Ê. ý_ÃÏÕøþj]ù)=Õæ©ks7%Ô£8võ"È¿ð¼ó?,=¸7»;óýËi"ºI¡FÜ¿íV|õæÍ%4ï=˦Bl$q5§Sû©cõTÿ-xåâWý3Êú¾£Qag$Ê»4(æÆÚ]uc=ÛÁsXÍO·Ë*fN..¦¶²Éd't{Rȯ@ÜXÓb2éÄÓd7Wt'lÅOE¢I)í a£³¿(BÖ£]DÁ4ó5ç&ØI²"£ù×6£@8ñþóúÁë²ê2Ò¨?õFÿyÌsF0úôÿïÃ×Ǿ,øGsÿÒ)Ò|û«kî§]1DgkjʲÐ:g¾Ï©ðýætø'ËÄÇŽþ¯û×c§Åw/àñÿú_«ýóÓtë[»}e®!¶[¨0Ënb$¹j$~·d¯Ýü\?,âôírêõB\ÅüÿWðñ9&>Y§ÇûÏñÇÓÇþV÷\FÁ°O«sÊP­A¬e¬§÷ÍÌÚ̲¦ø8d=]}\N·$¸÷»?Î`´3}u.-5YmÖkÈ£YÍÌÈѧÄçÄÆòüÿ«xaã03ÿ2ñ'þºP`#ë2âã¿àþoûä/|¹¨Þit¢XÖÊÓN¶{ä'Ö%õUYü|OµûÏø&ÌÙNñúx#Gô¿m&v>%úx(0«Àccº3GÌ-U>§Sãÿ³É²8È"à#)J1ãþ_WóøHÜG¥Þý\Pþt¸çüH4÷ñÎú`º´Cji­CFEøÑãUý¦øÛýo.ý<ÝGúÞ·& d&R$ÎãÃüÈÅ$6ñLÑDêú%}9$2¬TƦ`¥~ÖX'" WðÇ'õÿÍþkdLõqÃÞdâþ9Køxîµ&È]Ës

Á$G×*²±¯IÜ¥û\¹c$ÄF\B^Kêÿsþ/_÷8÷ÿKêü9ùqgu¯4zd72ZÜlö×ìÑ+#§èÜC_i³exy¹G«ùÿKýª»Öþ·õ^¿åÊË-þ

Yï§¹¾·oV0 GmëQñ1å_ÌKN ÇÕ?ó|+>îªËê!ú*?À)x·ä·\ò¯%PRÒålïGÿµ^Þ¶NR÷ûø"ØÇ,qUø¼ö&/0!Õ& î#w?2?ü¾Dü¿·8ÕYfJë±`Õoö'fÏûCЯ%õ.ôûIÄÃ?MÇoí´]ÓâµÓ­¡~ÅQk

xGrI{3Gù¦8 lfoòI8ÔÑ#Y¹AåCLzÑøµ

/ÿÓä?'&åó×6×osj^Ù¥K[Q"%,B}fìrâµYe(×õ¸f£Ëéîzm½­ôºtZ}ôò¼7<PôäµT覴ûmûY¤ÎLä"æÿÒ

õ¾OâH_1iöV1Þ_»Æ.f»õã@Û§và¿ëdõ p-Ìkø½_ÑþsØÛ¬ÕÇçÒôéo´ù`µ½NdÌöÂXZ©Ìu<øÏìütÈ.¯OãeÿOغú|®õ8"º[)!ô4

HâÿÉ˹»ff?êü~?

¨Ð&2éüßRT|¯£YØêÚìz¼¾¸µBèÅ.t2ºü.­%=%Eÿ²ÜÃ}¿Óþk<¨écþj^Zâ4ÔmíæX#y°$F2VASCÕþß._ófn-Tâ(ëòõ?Ïþ£l5ѼAõ}sÇý_é%÷R\ÏzßVrñµ¬²[¡grõD^Uu<Gí+7Åð䡯Gâø³éªSáÔÏeáI¾8Ë-Fàþ²]æT-å^9âFI"JòqN¿åÙø3;ArÍã(Æf·eSê¯*|U]¸¢OVXn4Á$bN té¶bÌnÂQ¢ùûÍÈu

-©Âb$üW§Þ2 ÑCÜü½©SÈÚF¤ÛË=¤~§SýÌ­kþa]$Ú¢c5

¥+ZôÈCfSßË=ùoBòS<­x²Hó¢!oÚ£âØ}f| eÉ9Ä

ÙüÞòëICÒ/Båþ²~eãÅz~fùrz$s$ìhþ&=©½1ðOëö­'t¨ôy¡?V;h'eC1hhEiƽò©$7hýq4Í4knTwÔíb²jR4I½FÿeAOÇ$k£5

¿íæ³´0C$M#OÑýVøã«Ý%óñ¶_0EÄRzÏl^ÞFbY^±´iPSÓøWUxd3á¹éú¥ÿiõæÀ<åwy§þýÃ@fÆ4TðbÒÈ´Ù¹|16gbÓCÕ/þD}_W«ÿ~äå#&øk÷ßæú¡ÅëM¢êþ^±Ôî$?¦vVÊÕhfq!Oâxâ`éûL«=ÃÅü|Xÿâþ¦pqû¿¢ÿ©üïé t½Xj¦±*pÉfa?Má/MqNÞ¯øê7ÎÌI3ý~7ô?êKü·¦]ZÛj

2

T¸PlJÍìPñþoåån¦Qâ+ÐGãüäûË>kóè´ØëNÓ`UO^åQ¸GJ¡è:ÈÅÆñ'Ñê_~uÓnô[Ýn®.î-c7Mstwz°V¥YbWlÇÔGª$ls²ó½reVÕ¹Ç|Å(z×妢ÏùuèD¡¤´â*ª:ÿÆL$ì¡âþkYçPVeiX±%MEzõ#Ì2,wDNLI*§®ÁyµB§`Xü9'É[Ô´ßÊ)d

ּ

p,Ê¿&jÄs æîlÔ²ÍÈ2\ÚÄò\­xO+zPÐ

/áË!-±Äê^oP¯®7âçÑVgâ+?#ÿ͹©ÕâÇ+ÒùßÒrqðÕVýìbÊ;íNþc?ïoavýÛ¨Èn`[pßü¯ö9®Ëduõôp£)çüæý)ªÉ®^iÚ©ý'§F7i,Aè¾¢V´ÝþÍyþ¶CVßMµÂ{pËó

¶»g4¶3Hu{{à³é×-!7µSPÑÄ?yPÜ}H¾Ê}ÍðqÝpù¿§ôÿ¾âv~?_ø7õOêýçôU¼Á¦Ëo¤ipÞÝǶñÜG

Æ=Hå]¥1=OvâJý'J¾?WúOó

ÅÇiÁ!«$¯ø¿ÉÆ(éЬ4÷p°ÂK82ɪàòoí±Á)Qâ)ÿ¥þw©à =\²z¡ÿÃõ¤¢AvcyõN#éýWZTCñ~õs&Dø`~ï7/êÂùÒþQ? |8ýqÿ]e¥"\]É-¿Ôímßâ¸*´bôÒgf&®*øaEðÑñ$GÑÂ}~!ãðÿ£é8x¥wŰâóý_GõÓõ9áWF)s4r´`JgÊÓq'ãÿ²ÜØbH;Â3ùAÇ3ßø"ÍnGd?ÊߣúïS­OüÁb R+©fo¬0iJÍx+

áOØàÙnkß»ôãô #¾÷éé\LÝ?.üÅç:\R23ÊÏ&û;7nxáóCÒ4{iÞÚÊÖv7VÆ _ÙjR¹9"KǼÁgzÃInÑfJ

WjÒ lħÃ"ü®V{Ûý&z«ÜFH z^KóWâr\;#,ó6¬X]I

ÍÖ`5øÌdü[VûÎEl<óQ´±²pöæd-_°T{§2#..ÉyCó'XÒôøíõFÝW¡zÆÔA%@öËa4ÛÔË üÛÑßZÏõ¡\Wýj¯êË<Ø3D±_ÎÚ¾µ(¯wÆÙJ7èÅûæ$ÓfiZ$ÿaLóË"OócþǨÄYy

­á°¸kÄ»ô>ª¬¾ÊPªÒ¼5(+ËãWÇ(ã

úþö?æð§!ê¿«ýÏÕøáO\Ñ'P»~wp%×6a¬²/RX»·Çû<0¥H©ÇüSHÂMW;EyfIõím"äÆ-¸»$á*üJ±W~Mð»ð,¶|£?T½Ù®`Â"Gðß÷ÑÁeejÒ̯4©ßWúãæä9`&þTÊäe>"#(ÈxOÓü^öL£LJb?L½\?Üãõ7qÜ]\I,Ikª[õbXÇéÅ'.r3!Gû\~:¿ú¹vDqá?L¸½\y!ôÿ;ý+fÅÇÿ¸ãù¨ýÌBÖ'fá©FQnbh~ß2ÍúÏü¸3bôÊ<nÌü®YâF¥ÃKë×Ãá§6£â$Gêë÷æÇúRG=ÌV÷aDíTÆ^ÀxD^4éJîÞÿ+pý¬:hNädâ2ðçõóÿø¦xñÜÔ÷ãü?î}Hÿ9ë·5j¢5Ta­~YÑå=ê¾^ózV«âMpó5bw³+Po&2E5Ì®5moZêv:ôüb ò^ÿg5äW6dçAIt?5hjÌ]­ù¹©nQCþÍWPÉ¼áæ½;J{-âõR@&¨¯ÀM*>IHy®µù"³yRÞI¦Fq â)ÜʾäâÂUe}w©êÈÎÎB<v¨ÛîÌÌCuMRêvT©æõÛ2еØó+!ikE¢þý3Sôµæúmë^]ÕôCmµ_W

E8(

9xà6çÀÙ=ä+×jÓ¨éOEÿÙ8BIM%âE$J.þ|y]ÿâXICC_PROFILEHLinomntrRGB XYZ Î1acspMSFTIEC sRGBöÖÓ-HP cprtP3desclwtptðbkptrXYZgXYZ,bXYZ@dmndTpdmddÄvuedLviewÔ$lumiømeas$tech0rTRC<gTRC<bTRCELRY`gnu|¡©±¹ÁÉÑÙáéòú&/8AKT]gqz¢¬¶ÁËÕàëõ!-8COZfr~¢®ºÇÓàìù -;HUcq~¨¶ÄÓáðþ

+:IXgw¦µÅÕåö'7HYj{¯ÀÑãõ+=Oat¬¿Òåø2FZnª¾Òçû%:Ody¤ºÏåû

 

'

=

T

j

  

®

Å

Ü

ó"9Qi°Èáù*C\u§ÀÙó

  

&

@

Z

t

 

©

Ã

Þ

ø.Id¶Òî%A^z³Ïì&Ca~¹×õ1OmªÉè&Ed£Ãã#Cc¤Åå'Ij­Îð4Vx½à&Il²ÖúAe®Ò÷@e¯Õú Ek·Ý*QwÅì;c²Ú*R{£ÌõGpÃì@j¾é>i¿ê A l Ä ð!!H!u!¡!Î!û"'"U""¯"Ý#

#8#f##Â#ð$$M$|$«$Ú%%8%h%%Ç%÷&'&W&&·&è''I'z'«'Ü(

(?(q(¢(Ô))8)k))Ð**5*h**Ï++6+i++Ñ,,9,n,¢,×--A-v-«-á..L..·.î/$/Z//Ç/þ050l0¤0Û11J11º1ò2*2c22Ô3

3F33¸3ñ4+4e44Ø55M55Â5ý676r6®6é7$7`77×88P88È99B99¼9ù:6:t:²:ï;-;k;ª;è<'<e<¤ >`> >à?!?a?¢?â@#@d@¦@çA)AjA¬AîB0BrBµB÷C:C}CÀDDGDDÎEEUEEÞF"FgF«FðG5G{GÀHHKHH×IIcI©IðJ7J}JÄKKSKKâL*LrLºMMJMMÜN%NnN·OOIOOÝP'PqP»QQPQQæR1R|RÇSS_SªSöTBTTÛU(UuUÂVV\V©V÷WDWWàX/X}XËYYiY¸ZZVZ¦Zõ[E[[å\5\\Ö]']x]É^^l^½__a_³``W`ª`üaOa¢aõbIbbðcCccëd@ddée=eeçf=ffèg=ggéh?hhìiCiiñjHjj÷kOk§kÿlWl¯mm`m¹nnknÄooxoÑp+ppàq:qqðrKr¦ss]s¸ttptÌu(u

uáv>vvøwVw³xxnxÌy*yyçzFz¥{{c{Â|!||á}A}¡~~b~Â#åG¨

kÍ0ôWºã

G

«r×;iÎ3þdÊ0ücÊ1ÿfÎ6nÖ?¨zãM¶ ô_É4

uàL¸$ühÕB¯÷dÒ@®ú i Ø¡G¡¶¢&¢££v£æ¤V¤Ç¥8¥©¦¦¦ý§n§à¨R¨Ä©7©©ªª««u«é¬\¬Ð­D­¸®-®¡¯¯°°u°ê±`±Ö²K²Â³8³®´%´µµ¶¶y¶ð·h·à¸Y¸Ñ¹J¹Âº;ºµ».»§¼!¼½½¾

¾¾ÿ¿z¿õÀpÀìÁgÁãÂ_ÂÛÃXÃÔÄQÄÎÅKÅÈÆFÆÃÇAÇ¿È=ȼÉ:ɹÊ8Ê·Ë6˶Ì5̵Í5͵Î6ζÏ7ϸÐ9кÑ<ѾÒ?ÒÁÓDÓÆÔIÔËÕNÕÑÖUÖØ×\×àØdØèÙlÙñÚvÚûÛÜÜÝÝÞÞ¢ß)߯à6à½áDáÌâSâÛãcãëäsäüåæ

æçç©è2è¼éFéÐê[êåëpëûìííî(î´ï@ïÌðXðåñrñÿòóó§ô4ôÂõPõÞömöû÷øø¨ù8ùÇúWúçûwüüý)ýºþKþÜÿmÿÿÿáËhttp://ns.adobe.com/xap/1.0/

     

©2014 Bert Jaspers

      

ÿîAdobedÿÛ

  

""""ÿÀÐ5ÿݧÿÄ¢

 

s!1AQa"q2¡±B#ÁRÑá3bð$rñ%C4S¢²csÂ5D'£³6TdtÃÒâ&

EF¤´VÓU(òãóÄÔäôeu

¥µÅÕåõfv¦¶ÆÖæö7GWgw§·Ç×ç÷8HXhx¨¸ÈØèø)9IYiy©¹ÉÙéù*:JZjzªºÊÚêúm!1AQa"q2¡±ðÁÑá#BRbrñ3$4CS%¢c²ÂsÒ5âDT

&6E'dtU7ò£³Ã()Óãó¤´ÄÔäôeu

¥µÅÕåõFVfv¦¶ÆÖæöGWgw§·Ç×ç÷8HXhx¨¸ÈØèø9IYiy©¹ÉÙéù*:JZjzªºÊÚêúÿÚ?®c9

â­q¡ÅWN¸¡Õ¦*íÆ*Þ*âkµV6´*Ùc¹wöÅZqWTPÞ)kõõÅ[#lP¶ÇÏ®§qµÊªÓ\¤aVÃS®(oqVëLUª×lWlaVØ«}1WUp4Å­qUµ'®)XÊH4ë¥j¡©'WábÙÅ\*1U´å\M1Vú~¼U¦(XG°%Ԯث=}±Wb«iÛµJm´:|ñU¿`Ußd{×n6àhza

UA|(h8À®g¦[]Æû`Jð*´Âp¨¡Å[d¦ãZßl

â®Þ¸«\¨IÀ«Ë)ë

PìßH¦ù·ÀOÓ

ZWéÅW¢Ã\h0¡Ý0+)k*µ^¬øâ¼1¸u¨ñÅW«SoÅêWÛ

»>üUµ'jûâÜb­1¸UpÂ

A¾*¶¾wÅZ;­ë°ñÅW.Ão®*î8«dm·*æÅVî1UÕ¦4M0%¢i¸7*Ø8¡up«X«Å]Zâ­U¾ø«M­\j¾;Uup¡k5p+¶'lR´µ?º¤ôÅTä}ð%rлZAüñWÈýت jaBâÀì{â

¬þx¥i°`K@b®®*î½|qC¸áK`ÓñÅ

ÇݬëóßWÃç

 

r¦*º¸¡v*Õk[¯aEE1Wï

V¹'ïÀ¬v÷þ¸ªçZ¥

{tÅW

®*Ù¡ÜTâ­ªó×µ~(i~iø·^»â×m±UÅ«±Â

¼ùð+u]Û

¸xâ®aMñU

|p+û¿®*¼áVé´Ë^ª|huÛo^¸¡£Ö³_J%;áUç÷àJêm\PÿÿÐr¦b¹

)ßT®®*ÐRvÅ["¡ºb×lPѵªÓJâ*µp%µéZõÅ

3o]ÄqðÅ\E1W¨÷ÅZ¨qWr1V©M^¥aÛ[÷Å[¯c

zb«W

®Pà|1UÀáCx¥¬U qUÛUÕÅ]µZuÅ[ëòÅ\u+­58²ÅZ"¥¯lPÒïóÅ.5Å]ÃðßnÅVñ¦*ÑÜàW0Å-SpP:ôP´ÿZzW·ÈöÅV­ê

1UE&~8UaâzìǪ+PoÛ

ã

lRêb­áCTü0+]zâÈ¡LWP6hÇ\impZm´w

ÑÅZlÐ⫦)Sd®ÃÀàJÑUÛÀb«©Sôâ­ ?Å

ÿÃ

¶M~uÅ=\n¡ªjaVöíã¸}تîXPÐÜàV÷§Ñ®mð«]?U°;ü±UÀS

¸î)#¸WqÅ-tÅ]±ë¸®*×LUÀâ­òÅZ'jb­±Vë

 

â­Wn½±Wb«O\Rã¶þ²qV©¶þ¥ÝöÅTׯZ`VúUQhã*ÙÛïª|öÛíføàUA!QN£aL(¥âºûáV

´ï[}8ªÎ⭦ݱU«ÓÚî@§/QMðªÖjüñK}zâr§NªîX«|Ux¡PÙÛnتÂk¬owMñU§n¸koï\RØZtÛh·Û_Q×ïPÓÆ>ÑéÚÅÛà0+U4¯ù×uF*Ý@Å+ï¿Ë^

1UÄÓ§lPî@b«·pÅWSÇlÿÎUwaLUµ8«FªÆN)[»²@:6Ø

\<p+tû±WÿÑqÌW!w*ØðÅ]LU±íZªÐõßWV¸PêWh­qK]qU¥k×»:vÅZ']Ʀ¸ªêSè­»nøiÅVñßç¶)]OÇ-þ8¥½õâ®+]þ

×LUÕÅW.o8·lUz*Þ(ZqK¦*êÓ®®XNmpªþC¶(j¸¥°¸ªÞ8«©¬a\\§¾(vlUpÅV°þ¸«EAÜvÀ¼i¶*×¶*â@ÅVôëV8¨ÀXl0%³¿]«LUw.?F8ÝzbÀ;bý]¾ãkJ¡QÒ§Ã$

áÇ|PØ"´Å[¨ï

\GëÅT¼Ua&¿*bá»wÅÓÄwUq\P´ì1JÒOêÀ«ýxU°ÂF(oû1VÓï«è1C[×éÅ.§êÅ[¯;®*´op}±U§l51WTb®4ªÖl

ÐñÅW×

µZo¬/\²Slmi!ß

·ËlU¢N*°L

·¾)kÛøU¿Ptï­)°äyt4À

íS¶*¸o(l½M)ãÒÖJôö·Òn¤W®*ïL±£xUT)Q±Â

õ®-é.åôb­nqVí¾pb«¨øUÔ¡ÅZ÷ÅW¡ÛW¦)ulPº

­;n0+\Ã

m-íÛ

ÒuÀPb®**×_»vÝ\Uc¥>%ᄅ-U®*Q

Þ ¦-2+רHQ×TëÄQ¶Z­êtØSõàJ¨¦I

³þ~«@Ðb­¨÷þ¸ªàMk®Ønp¡ÛUµ%~Uq8«\±V¨¡À®àz*ÕI8«`|5ÅV+Ó·Ëz}«ÿÒ§c®B¦:Uko¶µ_

±ßzxâ

àVë

 

ò¦*¼7|*àj7ÅZ+NªßpQª.ß|Ui¥ µÀ®&1UÂ=ð¡k~¼JTë×Ç®E-ßå¾*ª*ÂÓåZTñù`UÁ¦XM>

Ø5ÅWVPØq\m[ä1W

aW`VéµMñWb®Å[­1VÃW

·\(qð*Ò¸¥°1VñWb«V|

·|R¼Ø¡ÄS

´PXS©|R·ZàUÝ\\¢£q

\ÄÒ£¶*Ù4è{â

´­ÌbÁßÛõb

Þ¥zí¸ÃkNVø½ëLUQ¤Ú0Ú)¿SÛßZZ V´î^¢(lo¹1BÐj1JâÔªÒ߯¸m

V±ðÀ­Ç~â

¨Ø¡ÄqK\qU¼MqWt«`öùb«ÃS

Ëõb«WïÅ\[m¼1WWzb«M{{â«xûb­á¬ »\*´U¢HÀR£l

bbqí´WßkÓï-µC®ªþ¸PÑA´¸«F:ímw¦:a[wÓj U£AÐ`UÀáWw®*Ñ;m´@üqUÛÛ\\Çlo·ðÅZjb®~*ר:VZ½0+ª@ÅZ®ÕÅ[ç

VS»UaC`øøâ

ç ÀqjíóÅWR»aU3Éw0%rÈÏ

ñÞ¸«ã8±JÓ×ujwÅV]ñU¿gqÔ`Kjüª,u+Cãüp%L¯ k×úàU¦®^§a

Z$¾ø¿ÿ3

]@1Uü©¶#|P©_*ãÓk¿¶*ئ*¶ ÷ß¶k

[ ¦*´±]*Ðø·é»jàWÿÓÎùä+(§\¬h~x·®)ZMp*ÃNø×î*áQ×\ð«|±Bå=ñVÈ®u1Vn¦øUbJO\­/áU§­©úø¥Ê(PßÔb«wØ¥ +·L

¼W¥=°«`×_

 

­hûÚÎuí\GôÅVÒ«º´;â­ôÅ

ØP©·l(u1UQ-

ºâÎ*ìPÞp8«uÅ\N*àqVé§LRáñb­0À­R¿®-©8©HCFìzâRHø¨jG|imcE¹#&Ö¦ø®ôÅWð ñÃJ°¦ÞÀ®4øo´üqJл{Óõb«Ø=ö8¡°M~/Uw:=\§þ8¡xÛ®67­ø×ëàqVý:Pâ­µqU¤b®±VêÅV+_|]ÄaBÒõÀS{qZC$À#cÓ+ò«»b¸×µÃõâ«i¶*Ý(ká®âȨ®

{â­ñ¦ÝñWÅZã®á·Jb­R¿*ßaWqñÀ®>تÒ6®*êShUªxàK¦*Ù4Å

R»RÝqBÞ§®×

¥qU¤WlU¾«t®*Ð#¦*ºhÃj£ñÅZä)´¾hoÔõÅZ$þ8¥¤5§\Bë˶*Ùí¬áµíW

ZT÷é×PUc(ì1K©A¶(htekÛWuUÔ=kµC¸Ô

±Vé»(\W

­áCVªjt#M¯!Û.«xáWâ«9`Wo×

»¦s/,*§ºÔó®´

¯MÿæÅZd+°û#¯ÑÿÅZ·jb­3<O¿XµmǾ¯aO£øaCGzü¿âX¥ºnø¥xÛ

¦(^p«[Ölûõ?ǵÄõÅW*´íòÅ[b­b­ÐÒ¸«ÿÔlsÈTÂ

¯ÅÜôÀöÅ]|0¬olR°l|±WP¶*â|1UEl(w1¸½vÚ´Ç\UÛuqV«¹÷ßv*â?RÐÅW±BÓ¾*°_¶­Z*¼5qUÕÂ

êÓ

»ôÅZ+ËéÀk¾4®+ZàU¤¶)pªÐiª)ñÂÉ¡m;b\ULEMÆ

M¶zâ®m±U<0%®45¦*´ÑM<0+G¥zb®¯ð8ªä=Ï*¸µÑ

W(1C»*º«`â

¤

íãZd'¦*´TuÀù~¼PР﮸UºöÅ\*ÙA\VÖzuÚ¸)m¢éZbEØøáC@ïô`VÉíM«

VÝG´*ø«u'/0«cw}ñV*á·¶*á¶*ß,PêáWWµ\UÄâ¹xcj´

|°*þøUa8«DïãZ-O»¶*á¶ø¡²p«jU¾¡ªmJâ«Â«®(v)ZØ«¬5ï+y©²ÜÖ½p%ÅEk¬d Qh;o-¢ýxUq#­{â

ÜbÖWµáª¡ß-°ªáâ0«u¦Þø«KZo.+]ñBÕP¾ûâ2>تàt=ñUà5p¡¢*±À~¹sª×

Sl:â«iá\*¸l

l<1VÍ;â­b®ëµ°Å[ï$V¥¯§o¦(Zk-â­o·NÃÇ

ºFn¸UfôÀ­05Å.ßÛ]QøáCî*ÑÀ«ØUº×k*êb­qï[aWø«}1Vë®áCÅ[ÅZ¦*êU¯*î«b««´G¶*´×V­¯A.jâ«

qV÷À­ÅZ#îÅ-mÓl&*¼PØZaVèV*íñWöŪÇ

º´ùb«¶;â­¼qV»oøâ«ha.+OP´Óîñ¥°{b«Yvé¿|UH~¿|p©ÿ?U²´ú1U¼7?çÓo

1U*PÐõ?ÇWÚ£¯¾(o?1

W®Ø¡ku÷þ¥p4â®*¼þ=°«¹WçµËÿÖ)íëwÜàV«.­qW*Ó-p+J´Å+«C þUm)]Jý¬U°¼»aVøØÒÚë+»bLU®ûb®8«t¦Ø««N«rÅ[ãßj¤Ur¿sR¸o\RÝ+|UØ¥²PѪá

Z5¦Ø«Làlß<

ÞÝqVùvÅTÊ×­¦lâ­LUplUpzôÃh\Ç

«u«*Þ*Ö*ÙÅVwÀ«Å®ÅZ*1U¾Øª£ñS@z}¬zaCDتÖ/.ø¼qWP×®*×ô8«L©À«@?ôv«ûàV@éòÅTJr;tÅ+Â×o®1lQm0^ç¶)koÇT(=ñAo|*¹G(jbÀS

5§mƪRß

p¡²»W[Ç}ð%ºPî½1K©÷=zS]AQóÅ]BwöÅ[ûáUÊ(7Å

^¥iRp+dxaVµÅZ¡ûð%Äo­=6À­Pâ­ÐáVþ/ÇiXôöÅU*zûáCEF*âk­¶®oPâµbúaCTÅ[ã½qV©·Jâ­Sowm°+ap«F*ÕqUƸ«8¡±ó®;b­1W1UÀÓn£j¾«±V¹UƧSe¯N¸µP.ç®øºâ:b«H¬j`JÊTb­¶Øx?v]LPد|*Þ*Ñ$m¶´Å]Ê¡Þ =1Vö:áU¼õ®®©n-<ºâ{øb«K

ûb­V¸«jÇé=1VÉ®ãéÅVµqU¤ñÀ«xW¾ÿæØ¥uë¬c_ש¾øÙoÃ

QÇ~ßç˯çÆÿíaUâ¯JÿqBâwïizuë\<N*îcèéÿâ¯ÿ×V¿,Ær¯~çhTâ­±b«GL

º¸U¯|Ui;Ó[QA¥pªî5ź*¤XöùäRî«;bØPÑÜâ­®XEv:`JäØaUç-"¸õÅVp¯Nø)6»ï!ªb­Öb®ØU°äb­ó®6b®XoZ¡1V

F*»(o*Ùß

´=»`W=ñZZdÅ4·ÕöÁkM0­8ÈE~ü´¹X*×/Õ»íµAøÓ­*¿)s¿F*ÐëAãLU¶xb«}=ë´½Ü`Kt©®Ý0¡p.¸ªáïáHð÷Å\

â­ì:Ó

ª×

ß·Ú¸U±´~XºW

»ÔöÅ[§ëÅV2ÔàK\Ewö8«ªø«F*Ù8¡®G·Zân6¥iñU àKdUnøªîG|UiÅ]]é®bȯ|*Õi×®¦jâ­Ól

±UÔÂ

Så-ÓÃpÅ]LUnãw\

Þ*ì*tÅZ â­â­|±W\@ÅZ«¦*áSå

]\U¬Ui¨é-×[Aß¾*êU­«´NXMNØÙ^ßNYJm-U¼PÞØUp8PÕÀ#¦*Ñb>ÖÃ[Í[¡ÅWn ôÅZ*Fêk¸ÐUib<i®

â®&*·cÓ®*´3-8ï¾þà`UBøáUíÓúàKÓ Å[äZÊGÄ1U0×}ÿ¦)hÑFû×¶*@8«jïßúâ

aðî0¡Üñµ¥¬j;b/öâª{S?ÿÐÒf3{DrÜ`Kº

±U¼8«dj¸«ub­SÇ´

1Bªï

W

×­¦¶(:v«MFq?ӻتÒÀ®£ZvÀÕã

÷Å\8ªó

®ÕÅ-ÔbÀbÀâÈ«h{`VÆløªÜ

êWlUªWlRã¶(k1KöÅõw§¶6­|R±Ø¿P·éóÐrzô#

ÓuïÓ]Ó[â«À Â(ÅW

\EqVnlU²µéG|UÛ¸¥oUÜF*ß1WÅ\qVÀß8¯)k¦*í¿UªT}«¸×|Uo

=ð%Ô?*ѵÅV_Ä`VÅW®ûW

·Çj

b­ñ¦;Aﮩ~¸«f®*×Ëo¦(iØ¥®Db«Ãçåü1K±V«Q¸ñWn:â®5ÅVÓoz`UÇÃ

¶*î½qU¥vÛ´)woU¼([ïLoèÅ¥:bzâ®ø¡w,*×\Upâ­ûb­(hâ®$UÝ0%£\U¾¸ªÒ¸«¨F*êâ«wp8U²qV¶Å]\U««·Q¸oº¸ªÚâ­òÅ[®(j

Vñ=NqZo­þ¬n¡c%wÅ-Íw8«p*ßLñMº\U Üvú1VµÅWzmÄU¾X¡£FØâ¡xý»\]@;b

¤/|Rà¡÷«D2ûUuß[·LU MñVéá×hk^bªnFüïÙÀ:qúêÅZ`µ1K|îÀ]°ªÒué-¢¸ÅUR)Ó

TÓn°*Õ5?ôÅ+ßnØ¡^5çB¥0¡ÿÑ^zæ+ÒïÓw*tß¾*êúñV«Mü1K«MñW*Ø{âùX¥U:m

e¾ìUo˦)uE6«Û|U¯o£µ×·CM±C·ï´@ÀpÒ¬

k¸W¸öÅ+¨Å

â­*´°8¥z(Tmð¡ªÓovÇkÅZ=0+_,UªwÅ. ±WÅ\¾*ÑÖ¸Á|p«`m·A×oë-´V}ªÌkp+تá

ÃaVë+á®U¼Uªâ«[Z5^ªáSÛnPÝ1V±WWväàV¨1WS庸ªàk

Z¥qV¸àVÅ-{â«H¦j®Â\U}kÓ

Q]Zôé»lUÄø«U¯lR»ß

@qVè1V¨1WSkqWÅ]ƸÜqVÓ¸®*´Óu1WPàU´'¸1CaN*Õ7Å+(jØU±¶h1WWÃièêTô ¡"A

*ìðÅJêU°0«G¥p+x¡Ø«xU¢©L

âÛb­

âÀ8P߸%1V¾

Ñ¥qW1VÉTáWZä;U¡(ÆÕSI

õ`JÞBªÂß:o+jGOlUÊÄïã¶Ï]þxªÏüPÀk°ðÅV;×ãWõ©¦ØU¢¢¿,Uuë»n¡¶§Zâ«KhHÅW¬a]©¾´ddûU¦¥E~cnP¨¤

Æ7µÐm¬åã+©^ßv(iÅ(9ÚG4^ød0cP¾äíó¦I¸ßîöÅVê>?où«¹Ý0«ñÀ«ÔrÜâ®f§\Uá×îÅ*bs^?çþNUU

ÐPo×

+M°¡¾g¦)ÿÒ°ðÌG%¡QúÁÅ\}¾x«uU£|UÕ®*ßéEvÅ[8«uë®'

µ\UÃÃu+×k¶\~,P°±­0%ªbÕ{vÆâhh7Å+~Ð÷À«¸×

­*p*§W*ï

 

m

 

Å\1UÀxaVÀÅ['5A]ÄU¯lUØ«*´í¾hï\»í´Aoj¤UÜ«¶o~x«×i|0+þ8ªÞ;âÔůlU°Ç¨ÅW«x(\pªÒNp¥¼(uqWÅ\[v*Þ*ÑØªÐGO£¶iLPß_ áU½¶À«In¥oÖ¸ÝF(j¦¿N)h9ùõÀ´¼5véBþ>¡M¾»âã¡Àm^¿v*¼µqCÅWFÙ$;¦w,U°k

[®*Þ(j¾8¥Ø«UÅ[k»¦*´Rî@b­S»qZÅ]\Uºâ«y

b­Wl°ï¬. 8¥ÁýñUáñCAëÒ¸«|»U¿S

ÓÅUT×

³vتڷëÀo]±UÄm×

Zæ[ê¥w1ÔvÅ

z¶6´´I¦4E--áZ®*ã¿LUªxàVûaVûÔb«L}±WQÇ^ëÅ]Æ»b«½ záE­(m·8ÙJb­pSèÅVúdb­üq¥¶ý:imÞ6ÅZôLim¦¸ÆÚàGzàJÛ

k

~&ýx®¨)L(qÅ]\U°8¡x+ß

)ÔUºW¦ZÃV

¯]_|*ØP7 Å\WÇwãXÊz×o»ZR½©.(;áC©ßT×çVb1(?ÏlUE*>

kØöÀ®®*ÿÿÓ2Üf#ÐÅTÛc·l

دÓ

]ËÜb­î~XªúáW

b«¯LPÙ¦hü;àVÅ[ßsÇj b«ÁUÇÇh­w8ªÐØàJâ§¡ÅYIÅ-q¦ã~øª¢ÔtÅ

0®­ôñ¤®HÀÂ^p¡a4À­rÅ+«áç\*ê×o§LUÛâ­S¾*ìU¬

ÖýñWb«N)w*Ý1Vï^ø«tßhWq4ßo®*îéé+a)óÆÚ"j°ôªÖ¸Úir¹8m¼5zâ«©á

 

wNø«X«uÅ]ÈbrÅZæ6¥»â®ø`W#hHØ­4XRíþUwL(]OU¿*à1V¸ÅWlØm

Õ

F4¶¦ÉM°%aØ@?i[,ú0¡k¶¸8ß+

(iZ¢ âñCT=ñUÔ­r¦j»ý8¥Á±C¹

â® ÅV²âSw¿Ïhú°+@7÷Å-_Uc(_´I|Uio+WnI8UÊAÅW±Bê×

­¯*ÝTüqV½@:b®3øm×Zi®Üøãh¦àצ¬¤SÐm4ߨݽ±µ¥ÍÆÀ*¿=ºÇmR»{USÇ

ôë×p[h®*Ð_

ºaWuÅZ#ZTøm+ûaB¨É1h§,Zc#¦

VÆ_LPêaV©.¦*êb®¦(jÅ.#Ãk¦*êâ­UcxàK[b­L

ØØo×pQÖ*Ñ«Fk[¥zt®Ütè1VÃ7|Uºø«GâÅZ5î+º¸«dÓ®*ÝGlUÜÅb6RGÃýz`JÒ8

]¿V*·6ÅWª1W3ñö¦*×*íÓüùb«Á Åâ?³ÿÔPÆõÌG%mhwùàK}wÂã¸é-sþ«k%6ú0¡0qUE8PÙ5é

Z»£¶G*ê*ØñVb«Z0:`¥µËÓ

·¶1WR¸ªàµÂø|ð%ÀbþxU¡¾q¸b­qÅ\V½p*Ð)sb®"««®¸¡¾¸U¢qWb®ÅZ$uÅ]¶*ÕðÀ®1Vè;aWS­·×,a.åJ}±UÀoRpªþ#­p¢ÝÀø)Z(<q¤µ@1U¼p+Å[ Å\6ï

[1UÀ

 

\[Ã\U¢<1Wl Æk4¶µÕF©Àø°Å[àqC¡Üâ­PøâÃ6I­*°R¸áM·b«Ù«×XÅ\F*¦ëÈPßZ,¿FØ«KNµé\

½Mv¯J*¨(6øPÚÓ]¶(uFqPzï-q\UM£R6Ûl¶u?N*ÐBǶ*¹AŨÄaWÞØ«GO*´Ôì}ð%¢ ü¶ÅZ*ëV

ýx¥Þ§l

qU½ë®íá®Zz`K\?UnÃl

»ë¶qA¸F¦

UDGãE¯XƵü}±C¸ûaV¸p+|qV;â®é´H#hÓµ\*´½µÈ⮩À­ÐáV¹ÆÖë

®([ÄâVw#´_¶*ØjìqWÅ[»â«yâ´ØcßwÚÛXAÝqCdªÞ¥Ô ¦*´¯/*â)¾*Þø«Ej{ShíÔb®¥qUÊO|Pã¾)kc­5è1U ïL

¸R»áUô»btÅV±=)hÛ®*Ýÿn*´Ò÷Å]ÇoUEª:àJÕßü÷Àª¸*îgíSèÅ_ÿÕø«±Vê:â­l;b®

?*ØÅ[®(u{b­)­Å.®*Õ*â*kôàVÀïº

·S®5¦Ø¡ÅvÅ[§õ«xï-0$b®ãMðRµí¶*¼¥qWqÅ]AµP1VÐ^§\jvŦ)lPî5®ã+L\öÅ]B1V®ç[ZýÅWTâ®ZUűV¹Sh8=±WTØß ¢aW,qUëCÛ4ÌÛ¶)oüqCa«M·¦*©Èdµ°ZZ-íµÌÃhàKA¿Q­/mð¡²jqVÀQ»a­4ÅV5)í¾µA\U³Ói;`V§|Uo.£çWñÂ

´8x뿾ozb®¦Ø«DSnâÉãÓ|*¼H(¦¹ÓÛÓ|(uNµÛ¬l

Õ)µAú±Jê

W

,0%¢GLU®½0+öÅ[®iMXöÅ4½]©ÐªÊ×Û­ôÆ4¶Ó-¾¸|±C§Ñ»Û

¸#üûàK¹ÔûaBàÝñU­CZQ^ø¥vø¡Ãßoc

ZaáVÒ¥ÔÅ\N*ÐßlUÅ|1WPâ­LU¢ÔÅZ®*î#©í·]½±BÞf´¦Ø¼p¡Ç~¸¥ 1Vè*Ðñ#j·\UoíVztÜb§Àíý¸«¸ã_ÿÖSAß1\¼SÓ­pR¹V¥¢Ôë·ôÅ

(©øºtùàJò+Óå¶7C»Õ«BB>cl®õ«¾Ï\URµÛ

U³%0Ú)°ÊØ«ºb­ÖUº»|*êb­q8զث)uqBàØUØ«T§\

î#®*Ø¡é

\FXXôÀWh×hbp+©\Uզثj=ðªìPá[¡Äb­bêÅ[;⮫ºUm}ð+`áVöÅ]P(\

w®ã»ßhõÀ

ñUÄaBÒ)+I#»l±UÜ*Ø¡¼RÝ0¡ªW·

]\UÞø«¹b­V¸«}ñV=°+·Å-õPµÎRf®Ø·

±K\iô×[­7Ø¡oªo*ÒJ²¯ OJb«_s+øâzتþ@üqWsðð®õ4÷À

TÜo¾ÝrA[+´p+¸£|iZ¦õùb«*⦽*1UôÀ«

+

\UÜ}±WÅ]CLUÜ7©ÁIw"Úd¨§Li6ÐB6­Eq¥pøzâGlmi³'a

TÙê>Vûâäª(Yê

»OßÕx';Ø««üqVÃv­uÀ_|UiÒ¸«c~Þ«Gå´kÛß·ÄáVø,U®h«x`K|1[Zb¦Ãl)OlP¨7É!wLUÔÅZ¦*⸫EÜb®¡À­n:RÑë¾*´wÅWã/¯Ó

ZäqV{`VÁUºWh:â«IÀ£]QØUÇl

³µÓZôk\¤Pºb«®ØU¦¨Å\´ê1W}¬UÍA¸ÅV¯õÅ\ª:°+\*î#®ÿ,ÿ×PtÌW!Å»b«h)h¦Ûo¬aÄTàKHÜ·_¿ªÇåï

½0k^°ÒÛb:tÆ×q|PÑ8·ðÅZä~X«u¯\*¸

öÅ

î;â­ì~X«aéþg^oá

äzâõ§\(j àU¥

iã\kºui¶*ÖØªìUØ«íã­À­·Å.¯(uk\·kvÄ`U S\*ì*êUƽ±WôÅ]LUÄTm»~ªÒOALUÔîp+¾_,Uh©ßUF4VURð¡n·M««©Û

´W b®àF»

F*×¥]é-­â]Ó

»Å[­p¡p«TÅ]Nø«`b® Å[ÅZ8«TÅ[í»kuÅ-qÅà0Rm¦@E6ÆÚÛb¶·Òé¶

M¸¢4¶°¨§L

¦Ð)>q¤ÚßH¦£åVUËRkÐâ«ùxâ«hzöðöÅ_ÿÐðëKBO»Zh·#¶:o¯P~xUubøþ8«_g¦*îTÅWr¯\UÜGðÅV²×a*Õ^=±KtðÅVÖF[S^=ºR¼Ï¾(lS¶idàVÅFsÔ}«a½MqUE ôÅ

oI;àV¸Zã´AÅZÀ­ÎøU¾»â®*1U¥;vÀ¸ø|ñVøU¢§øb­

`W¯CßpWp#n

»¦Ø«x«@×n«|F[EF­#p_iWP1K

1UÕÃ

º£miä1WsUÜÆk1K\«»Å\iV1·Ìb­Ãh]Ìb­ÔbmZÅ[ÂS»µLUÀb®8ªÕzö"ÚÒãíºªÓà0%ÄÓXÄYBp%p{aVïJ÷ÅZ§êÅZeå·|U¯J-©±Tu;â«ÔTÒ»aV¹

ÐÐàUÜQÒ£[ëS·nØÚÒõ×|6´¸Hø¡Äøb­m^«SçU¯ã

7û°&ÜzSqÅVªòëíWðaCDï¾ø¥´ØÒÛ

SpQáµéiVñ±[pAÓ¶À«ZW¸«aAé¯

+\

Õ(qJá

 

TöÅ[¯*Ñ>ø OolUªµ1Jî5ëS¾k0% êÅ\F*µúÔb­WÇ»¾*ê

[ë¾*¸1Pºµßh¶ø«EÇLmZÀ­áW\

ã¾)ZAÅVó í×úb´¨=ð¡¬

åJuÆÝ,>øáRqVùø««á¸qC¾X¥¼P·ç\iÛ8

)j£ZzàV0÷ÅV^ÇqZø®_îw¦.\Sw©ÛÿÑ>LsÉpCÛ®ôÇ|Qkº*¸P¸-p«¦*·~¸ºøáW

 

ï*ÝAêqW>øUÄT¤4ýX

BÞ'Þ§c.¥zí

Õí

Zg¯ËppqUÃ~¡Ôâk¸ìqU@h)

å

[8«®l*î8«\1W¸·A·A´@8«[`U¼F)vØ«ª1W©ï_lw^øÇm°«T=F\0«tÅ

;áWPU¯|

åñ¥Çk¨Å\bê1JêáCT®u\*мUºaWS¶kwÅ]Ƕ)ZcÅZâF*ÞÇ®*ß|Uup¡Ô«tÅ]]LUÇhâ«wÀ»»®~¸«±WSh»jb­Ã» ûð«£¥qWuû±U4·@å|\Ô=}±U

(zxàK·§¶*µh>¯¯ê~(ZÀÓcÛ­âàûàJú´ð8Pî¯lUz9ðïÛ

¢ò¯á

Mð%ºï×¾*áNÞØªñÒ7C

\}±WTuÅW×

®[PqJÃAÓ®º¡MHßw*µV«>8ªÝÇ|UÕ8«`W®*ßUÔ¡ÅZ­1W

ñUàø{âð«ªF*ß,U¢Ø«CZH¶µØûb®

´U²|p«U=i¾uwÜb«ë\*º¾ø¡M,ZT¸¥pß¾(l0«|Øâ­r®ÝñVÑ~üUºÓ

µ[

^¡¾x«ÅV|(1Kí¶*µªÑW¦ØUÁÅ[麵ÅVN«XÀïÅ[ ¦Ø«ïá·@zö«YI;}ø±ðâ«Á®;jâ¯ÿÒðßßÇß1Ý0ªß»®ãÇß

º¾(_Ël6q4ÅZäkb«Lªzü°Zi î6'|U¾µï+B>'­F4«éNÞØUÀ×c¸ÆÿHÅ\A1U ×´@Å-Q»b«ÕéòÅÁ®7ÇÃéÅ[¦*ì*¸PÝqWTõ®]Zb­r«}qV«­Û·×u0ªÒ0%À{â­µLUo,lP´¯)wqVFkqóÅ['n¸Ug"NøP

  

¦wø«¸ÓjÞÃ5^Ø«|Å]^ØU°qUÀâ­Wlâ®|U±

ÅZ¥p%¢)­¦¸UÕ¦(w1Öå·º¸«ØªÚàK±C«

[ùb­°%ÃÃw}±V«ºâ­R«ußv*Ób«?®´P¿sÅTܵ*1M*¨Å\áñV×}éM*¼lzS®86ýø«UöÅV;

Õé¶7é®Â­6*´­0+T¦*Øí

[iÁmlï·\*××u}ñW=ñVì1UË·SR1CuÅ[¯lUÛUm|qK1U¥küp+8aU¢£¸µ:â«ðªÒ`U¼XuíW

÷Å»áWßho¾*áïW

 

ÓÿÓ

÷ÌW%ÅÉÀ®qV÷úp«TìNøÁÛ-.TíóÅ+C>£|U H?)T8¡°»t¡ÅWÓ

íÅW0ªÖ®YÆ»ÿqJ éøáBà8ªÒ1JÖ¡À­1Uõ0¡°Fw,UÜ*Ñ"»U®XÅÇlU®G¶¦(]Ë

¸6Ø«eñZh¶Ø«¹o¶mñBá 8UÁ*Ñ`p+¶Å-b«iZ¨ï]A·Èbë\*àk¶*ìUÄb®¡Å]´V½±WPø`K¸ûaCeqU´8ßáC\OA]LR´lUÜh)óÅZá½pR»Ò\i6åWaÞ¸Qn¨í´@À«¾)pnÃÛ¯B8V«

áE*\PãVÒ«±WV½1W|UÛoû1U´cºªUÇå´ÍJW¬*çVÇ©Àê£}ñCEï¶*×!àqWÛ¦*ß«C°ßZlK\6´´=°%Àöºb­

'\{áBîñWTt®*ÐaZWl°>¡ÛJaU¤+©ø°ÛhìqKMZí®CM°¡q5ÅVvÅWá¶wØPÑÅ.ö«¨{â¸SmñÅZÙzb«j{â«@$àUD5«ª;â©\R¶Û¸µ0«U®*âk×XM:`K@rÅ[¡1VÕíb«-?çks½p+

~Ç]_*âøÕ4¯ÿÔuÌG%½q`تÎté¾6«E:b«[ßYZïJ-(òª¡!º(wôâ­«±ï¯

W÷Â«Æø«ClbW¸n1Cí¸Ó¯ÓµAÛµÄàU[ëZãá»Ó8Ò®

|pªá¶(l

]±í¶*ßM°¡Äx`WSw*ØÅ]Aµ»w,U¢N)[S[*Ó

àU¼qKÀ­U *ãóÅZä1K®ã]\(vôÅ[ßj8ÕÞ¸«k¶Ç

¸â­±W{¸©Å\1C«¿\U®ßF)\1CD1Ktýx«Db®§*×Õ¸Ô}ø«XºáWÛ_\(lâ­ôÅ\N(j¸¥Õ¦ø«|¶ÅZå\U®X«|±VÍ1BÒF)uqV*Ñ4À«LU¾[b

¤øbéï©8&£Û"¨ËZÖ¿,R×>;´8ÚÒ¢ÌømâAv*ã#õcKk|1UN8P³°ßÇ

®ÇpÅ]Óaº£õâ­o]ث׮*´¯lUa~"<X¦§üöÀÀøaCkÚ­ãÈïV¸)ÓiZ½qW

Ḯ*î?.øª¢

u9$. ñÅ]Æ=±V*»jé¸í­f¹À­:*íë·í»1V8ªÒGß["½1UÃÛ

­"±

[«\ñWr箯|(ltßzâ­Tb­Ph¡ï¶|UºqðÅ-ÔöÅZ-¾*ÖÇéÅ[¦*â+©å-¨§\PÙ ñU´#§LRØû°¡ºm¾*µ¶Àù7l(hî|)ß´1Vë¿ÿÕPæ#Ñ=*âµß¬ãO)\<1W*Fl¯~¡ªÝ1Uµßj~¬oqú±UàÚ×

 

îpªý\PÙ`p«[öÀ®çA¿ÏmH­·Â1V$Ua$ôùàK@±é®ÓsíUºPÝLR´­qU¥Hé.ùâ­ì1Cª1Vê0«ª*Õ}ñWTUÕ¦\8UÛâ·Å+«\Pêb­bðÅZï¶w!

]QÓoïÅZ§¶k'K\

UÜ4­p)m¾x᥷1Vê;â®4Å

s¸ôÅ[åÞ«dâ

¥öÅ.ôÆÖò4ÂVóöÀÕÅyûb­ß¦*Ù$ví¸¸¯L*àâ¦n«á

Z%i\8ªÒ@Å.ªõÅ[UuF6$Ú¹8ªp%ÀUºâ­ïß4W·MþX«8¡v[B0+¾xRÑÀ«JàWqÅ\TöÅZ5lU¢;|ñK¸â­vû±U¼WzàK¸p¡cÀq]ûâ

UzaBðôë

[æ´ë¨ë]LU¡¶*ØnX«E7öï¯8P·µ©µ7'ßV°'ñÀ©ßüöÅ;SèÅZ"¸¥ªøâ­ð¿lP¦ÊPí¾´)k¯_lU¼Pß:aµoë_Uµ5ÅWË|P¶×§LRØ=qCtU±LUÅF*Ó:b®ñVöéµÀb®

qVÒ½*¹(Y¹À¦ØªÒSß®¸PÙ8«¹b­U±·Ï\0¡Äø`WmµÇÃiÅ+iá·JûUÄâ­1À­WkcZ"½qVÅGË7±ùâ­

Z#ZA:àJÃRh:تäU¢Hé¾*·#C¶\U¾UÅ]·\Uº b­tÅZ$«¶ë¶Ezb­qðÅVÀÅÅ>ü*âµÅZ¥~x«DÓµZb®*ø«Tâ|qVùm\Uÿ×1¦Ç»}±UÜk

Vñ§NØ´¨8c+¬f§Ïq&¿/Õº õüqUÃÛ®*¹NøP¼%>,U¢ûUÊ´ë×øâ««áó«Â(qC[ãL*Ý1CtÛjG*´¶»+N8ªï§

­$ã·_lU¼U° â­4Å#ÃZä1K¹A<G\miµcôâ«Wlµ0««F\miw:mi£¾*á\Ç

µ\

âqWßláU´=NlUL¶)_ö*ÐJtÅZc^Á;â­]Æ)h×ç·\UծتÖÜUºïôâ­ÿLP¸-Nlb«{àVï¶1W{áWÛÇS`æ´»|ñUÞØ«·¦Øªå߯(Tè0¡fÕûñKB§å´»p%¶]ñWV¡°+¾*Ù4®®lTaU§n«cq|PÐlR¼SZE1V*Ñþ«@í´k-ííW¡ÇZªôß­(p+L<zoZá˶*áðtð«\«×\ÿ~(TY)¶,2i×®vãu|qVáx¦8íÓ¸¶*ÕÛhØ«\i+]K|¶ÅTJSÇüθï]°*ê*µ·Ç»í´Sç­RF]Ó;¯\Urôé

ß¶*ÐÛq®=0ªÖh×§ùí-Å\

(\

pªà|qCD×­-ÄoµÊ¿øªâßmM6­Uoø«eN*´

ÕN*î^8«

{⦣¦*ÚPÙ>«¸÷í¿ÿÐôæ3Ñ

 

Úí[ áCÝ·AÛ¬àqJÑॷNøªÒ´ê=°%¾#¿|*Ñ=pnæÔ}±UäW®.ªài

ùáE4Nhb«©´F*×wÅ+Y1¥·Pï\+

[¯¸ÅZÛÜàU½iL*ÝO(h¸­*àêqKlvÛS;õÀªDª°%ծǴ|z÷À®T®õÂl­~Ö*¼)^«

Nî*´Æ[®*¾b«;´Qþ iôb«ÔÓ

®¸¡p«©­?*ÐßküþüUßk®"½0«hz×

9¨ÅT*p2^¾(svÅVß\MqV±WW;lRî5öÅ[eåýqCªG¾*ÕyuÅ[-ÛZ6ÛüÿlW©ÅWVUÝqUÀPÕjxRà½*Õ1U7_ö°%o:

þìUx=ûâ®ãhlqUÜÿÑîsÈk=qUô¦(o®øU¦ÃlRµè>Xh§s¾*åwÅ]×ç㸡n¿,RïO[w

b¶Ñjl0*ÀåÍ?θ¥x`»â

À×

¶zñUç

õnq´7êøÚÒîUßj ô5ÅZsØâ¾h0'ðÅ\$ÆÕw8ÄÖk§ÝW¢×.¦ui­Ç\»â®u¨Û

 

±UÚ§]¿\UmIØ`UUUoz⫹¹Å2w=1Zhª)Û|*ÝqCºbúíÛ

¬c*|{õÀ©LU¾TéwÝqV½ñWÿÒ:æ3{`â­áW8kß®)QÚùmJõ½7ª´'

Liâ;wÅV1¦ø¥o*ôéV8,8ö;`Kh¼GÏõãJêTTb­qﺦ´|ñUÕ4ÜUaQ÷`VÁ4 '

®æ)¿\UrS

oÛZ\¸ªµFÇVGÊõÅ+Ï_Ç5MèqKeN*à¾8ªõmZv­¾(S-½0%p¦Zë]°+T?1×®TÆpÂ

6Q¹è0+d)­5S+öÂ

Þ Â®ë[éÓ

¸¶kêΫu|*àqUÃ7L*¶»àJáLPâ1Wt®À­|ñK®*⣾+kY0*Õ¥Á)!i­wé]¶*ÙÅVï[©üpªáñuÅW,xiÛ%7ÅTÉ®k¿Nø¥±\UpZõÅL*àh1U¬ÛàU§Ä{bËUÅËÐTáBÊûb´íÛ|

¬TqÛ

Ú+ø`K}þüPß!

\«Óh±À®¿oçWaVùb®®*Ñ8«E©øãjêUØ«Å\wé·Ç¾*ÕlU®ØÀ¹ÃM¬++qV©´Û\

¶¡E1UÅ6÷«Ä6ÃhwzöÀ­mZW

¸~#­î>׫q$

ÄUk nø×¦q¥·2ñßS&¦Pm¶8â¤b«x¸£¶ãºµØUªxb«6mîi\BNy$SjÅ*¼{b­¶Ø«©­*0+AI>ØUl°Þ0RA\Âz»â®ç]\U°x¥Ã|Umm°%xÛ|(TPÙé¨p¦§sZöÿW#IµN;W

©È(}º`*±jÕ÷ßWèkþ{ãJÝBý8UÁÈÅZõClF6´¼wÅYHùb®¯õûñJàBaBàÕÅWRPØZaVþxªÒ@ÅVÓ[*Ýi

­qVhRá\UÜ|qU¤V6ÃmñKAÏL

¸¶Â«ï¾(\dòÃkKÀ൦íãVÅW¢»aUN8-ipz·UÅwÛ¶©L*¼®(S;j«c®sµ6í¬;ïí-wùU¢(*³§O

¼8oÇ

ÓdUºW8ßl°Â®;â­T

¼*ã·LU ?*Ñ'¶lã

['ÃpñV¸íµJ`W ÅZ¨8U£

M©#®¬jôÀ®ØUgoaW ø½ÿ(u

¸Z/â£a×

ÚÑõÃ[ZIåLU´ÐíÖ@p¡Ë

¬o

÷À¢=ê:b¶¼)¡Å{â'ð=0+Go¾*æN[âhÔtÅ\

:â­2¸ÅZÝzàUêþP¨£

aUµÀ\P¸t«6À;¿-²)¥ª

*½*¾Vúp¡Äâ­^¸«@àWq­qñÀ­¶qJÊWs[¥p«Ø«@ß\§ßc¶AñChi×

µZ°*WìâÀxbª íS¶.¯Ý\HÅ

W°Å+HoØ¥ÿÔ¯jãÎCmÄbªeX«OáJôwñÃHTãL(wLR¼(v*Ñ5Å]Zb«Z­·lhUuGlPÝi×

´ÏØ`µhRÙ*»ªü|qJÖQÔ±UiK|1V¸Ól¨Â­ª]ñCUñJÒ@À­s={b­t«|¼1WrÚ£

¸QÄ7é»í-¶(7®*¦d5ß·PÛ⫸öÅWSl*ÑØtÅV½ÔàUë'ÝÑM8ÒÚÞ%~[bDQ!TÓbPl*¼×

+

ÛZ߸ûáVÔÔí­e$àV©^¸¥UTaBÞ~«L¬ Çl¨"¿v*âi­,ocµ\Ur¶6Þ8«}0«|·Å\lo¶ËØb­PUª®¸«ÅV¸®*ÐÅ\wÅVp¯\Vú~6ÆÐ4ü1Wu«LèwÅW;·8ÚkÄp%S§ß

V¡ößõ`Uêm^Ó

¸¯U¸Ø»â¼|B¸Urxb

Ýð«S~»û`)SÜàKj¦¸¡y4é¶YZÐõé+kÊ«T#c®ùâ«ká®Wâ1Caùo®Sã

W+aCÆ*°ÃV¦¯L(hV±Û})^QÓ

EqVÔí\vØáU¼hW¶E>x¡ÔðÅ+X°À­ =ð«LÄ|°+jaµ¥Uea¶4WzàU¥wÅ-LPÐ5ë\*Ð$`Uàí·_*Òº`V¯C»¦ÿÕ²3w¦b¹TÛ|U~.

·LUÄb«Æ°+SSõ?Ïߦ%®à{ãkKÔ×

¶vÅ[

qWq®(h*ìR¨­¶)I!`%4±kÐîzàJî

b{â­q8¥M#AÓ¦*¸

 

ö'XRz`K Å,@ØbÅ1U»ë\

·ü?)TTPõÃl[C¾ßá¸àVºâ«úaCDâLUÁyb­ßå­$

ð*ÇUjÓß©· iÛû0%°ÄuöÅWúbÎØUÕÀ­ß

¶¦¿*¸°¡uiº¸ªÞøØ«Â­ìqW±WuÅV

î«xªÖ¦)Xc¦

M¬ +­bH8Üj*w¯õÅ+BßoíÅ[ãüqUôxu¹Høªúréï §¾^¦(]_*ÑöÅVHß¶´)ÔUºW¦(iR¦k.U=öë® Â

'bpM{dSK¦vuS¶qzb´Ò±mÉë­qUë¾ç¾lb«ØªÀ0*êPâ­3qé

i²À

ñV¹×eßå»&§¦*îÛl

à¶]Äw#µûvÀ­

þx¥³¬"½qU#¶®Cß+h1U

wØ`W}U Ié´Iªêòé±Å[

\UR§¦?ÿÖûf;{©Zùb®ç¥Ü(ohµp+\*k%o§\¶Ý8¾xUw/UÃ~¸ªú×

é\

qW'

´Ø¯lRÓl1WFE¥©X¢N¡ÑÖn§¥pXÞ#Sø»äRã7Ïøâð«â?

î­Ã5À7o|UÞ¶)]±Ä ¹=1VÂo¿^U¶cÐb¸Ónø¥oCQW(îØUº½qVŦ*à8ÒÚü(iUc­p%L¥:àKÓT§|(k¡§ùï[>®Sj¿sAôàJÒæ´³¾ÞÇl1½ðªá.ô8Ú)¿QOC

W\

ØðªÒ1VÁÞ§üë­"´®l:b­s5öÅ\=±UÇ|*×lU°µÅ[-O4p%¢µÅZ8p\*Ý1Uø`W\Rî"¸«¸ªá¶-yiÓ®ZX¬XWå+éCcÇukøb­±U­×ïÀ­]ð«@[éZáWq'®*êøb«yvù`WuÅ\P4ZFô;Sj>Xh§ìâ­§ã[¨Å

Ór*ÝqVÁ#®(lU²ØU®¸±

\EqV±UÕÅ\qWR¸«¨øªÒøb¶¹ªÞ àM­1öÒÚS+?«¯7ß

´<0+T¦*êÓüýðªá?oóÜãh¥àóÂߦ)U{â«öèqUêØaCtÞ¸ÒÚí+ÐvüqVǾvçoU¡ííÿ5b­.*µ¤Q¹Å-Óã¶(Se=FMªP©È

áCFBßg]Ôo

V¶?U¢9uÛuBaU½wZaQV'nتÐÇ¥)þ|qVÔ×åªTaB×Û®¬

kSªqBêûaV¸V

º´ØpªÚøø~¬

ßvÂ­Ëø`UÞ¥

E*+­Pt«Tßh

 

µ*Ø4뺣®*áV>ØU²àl*Õ{wÀ«·Â«H$ÔUÓ

®*´ø¥½©¿\UqÂ

´q.ÅZ$6*³ïíÑZ

±V¹øâ´¸H᡺⭶jµûð+l

m

[lU®«\Éß­"UÔðÅ+«LP×*â«G)jFi«C_|RÑROß¶9PÚ¸8ªîXUªøb®#¾p8Uºâ­

÷aUÃ~¸«Db­¶[]ÇsShU­ûb­â­ïV´`¶t·ùíKAÈØó¦+KÃxaWqhÆËÓ+HxõªË%E/­wÂÐïWt­s5¦6´»fë¶*ÑNǵ1½0RV*×lUqïÅV2àU¼Kmþ}qJáPا|*±»Q1³lp%pElP½á§o¦(\^UO>ÐBzâ®õ)JóûX«}qU

«°À(-°Ûüøâ

` Â

¢ñK¶8«j)Sk~øUÜ«±Å\V¸i^Ø¥i4ë­¨#|U°8þ«òØâ«

l6Ålü;

Ý{â¯ÿÐmÍëhk×lR¼PàÅ[ã

\WkÁJãðâ«§[L*©\(kk*Ñ â­ã\ÌNÀàVÅO\Ur(sl+¬=6Å*r1MúÃWç·Ç6wÅ[Up­qBêS

#¬+^´á¾¸)êzõÅW8¯lR¤TäRå@wï®]Æm®(\´=(Fu)¾*¶8xUºÓ®(h½wÅ+yýØ«aª1W3vÅ\¶ØU Ôß]@ç4Pi+#µZo¸V2ý?¯ÚäOoá

]°ÜvÀ®$¿N¸UÇüpb§

¯õâê

·ÆªÞÜ`¤´»UcJÀ )úñµ¥üwöÅ]Ó|Uw*

áBá¾*Þ4NZN)mqV­¾*©JaBo.

MÛnUc!ëóÀ

_lUÞimMê½}ð+×¥üÿT¾9*â|qV¾k¦Ø«Gß¶í|RØÅVî1VéµMþüUxZïº8ªßMZ[[éÐjqVÅN*ßN¸¡¼*ØÅ\8ªÿ(j§¦*Ò£Wz|ñJúS

¶HÅZë¶(wRÕ1Vúâ­q®*¦ñkóÁIµ9cðÀR±U«\

¬£$AÀªl)ÓU#-O¿

i

iwÚÅ

 

®$

»â­©Å[;aBݪzSZáÒ¥±4l8ªÖj`Jéß[¡8«dTS,áC]È)¦*µ«þ~Ø«DPS©¦­-ǧùþÎ(w«ãÓZTmß

©ñ'aÓüÛWÇN(%P|;W

OXM~Xåâ«ÆØP¿s®ÃZ;tÅ[®*Ýv¦*¦Ë\R´­:b«T1L

´

øøbª¥>XmixPÛáCt#lUÝ©O£ÿÑPæ3{t¦\qWn1VÆ*à)¸â

´ï]OU¢¿~pSV¶ÝqU3SÓ®¸=6ÆÕPb¶j¸«|éjRíTý:D×û0RmzÝ1C®Ã ÅW

\qC|×®*Ùjb«Wç\E{U´R;ÔàUÄaUµÅZ­~X«Ej)o¿¹vÄ)ZÒTôÁi§*.تíÏÚÅ

Ô.ØU¾]Î(Xâ»àJ,ÍÓolTRÇ®.]Í~Up«À¦ø¡a$â¶À«Tï¶*ª¿,(q8ªÆÅ+iãVá-

½ð«}±UÑR0+`3

{b­P¨ú?V)l2þ}ñC|¡Üiß¶(n´Â­ìÝqVø÷ªÖqÓ¾6´×ï\

·Å+8øàKŸ÷«\Ó­ãImM(zWÛ,e û`JPm߸ӯ*´PÿûUZ99lzvÂÅy=ñVqW5{b:¿u9b®åã/ÄTï·Ëm±V¸÷Å\|U¦Å.8ªà+¾(qPF*³Ó Pb

qW/ÃÓTxáC|ÅqWÿÒè=s½Ø«k·LPÑ>8¥ qVÁo-ûG·PwÅ[öÅ

¬o¿TÚlZbFÝðRm6Â

¤WØàV¸ûâLPåqµ¥§ðÀFjªF]SJ

°ªôRp¡¦Mö?F[Ä®ø¸t§l(\:aVÀÅ]Z|ñC¸ªÆ¸¥¥©ø«UÀ­öÅV±ðÅ+jNغ0k¾

J}øP´Ô`JlJU°¾ç6ÃZ)º¾¥rÉ\m¸¶ØP°¾JÞc¾)TZð¡u{b

ÂUo¹À§¸±Uâ¿ù÷Å[é¿ùí¸"¸«ë­1ø0R­zWǪ)?«

ì6¡ªÇm[]ÌwÂèLR¸

aB×4À«Nø¥h8Ô8ªõ­ü±VÅVlU¿*ØÃo¶(j¥¢;¸«[ôù`V¨LRíÆÇQÔ·÷`)\"¦4¶à¡Å

;áVúUo

ëóÀ«¸áWl1WW¶*êâ­Pa|qVÈ­á´MqW/L

¦jOùøâiþ~ø¦@w¦Àþx«@ûâªÁ°¡vo¦(lUp8UØ««á­`MÅ.¶\¢PâqV¹ö=±VÂ×Û\A«_,U¢ uÅVÔ£¬q\R´±w.ØUÄUi>È÷íJ¯^X·Û

­/ZäÇiºm×­õ8ìqµ¥Áë¶*¸Pá

\FZA1K¾*¸

öÂ

2©:×TH`Mp%ÄvüáqVÛ

ñUDcMúbk×oóåªðõPâlRÙ;m»µ{â«*iï¯Aß7ʧ]Ë

»~ø«D`VùS

»iº`V©Üâ¦*°øUªví¿ÿÓèÛ1ÛÚ­No*ê×qðÅ\+×®=0¡¬Rá»8«|±BZ§·êªðE0¡ÅqU¥@öÅ-µ@0*Î m-~üU°W¾luÀ«Ç8P¤ä~!rÔïZáUô¦Ç,äAÅ+qúqC$â«\»l1K+uÅ[AÓw3ÓZjù`VøÓ\¦7ZaW6S?)nb­¦U9$,jvÀ2ØàKªLUa¨;`U¥Ij°%zï¹ë

 

¥E)á

m\*â1BÒÀb}¡\U­Á¦uÅZ»?,UÌØÁ±Vmixjuë/áÕ¢ØÃßu1V¾x¥¢Þ8«¶#lUÇmuM}°«~¥qµ¦®*Ý1WS¾*Ñ\

×\TlUkGQ×­â*¸Põë

Wb«µÎ½qK{þÖ(i|qJãaCÓE­TáÓ¶vâ­

ñUÁiº¸«U¦*Ñ5Û´ÜqUÁ)¹Â­âÎ*µ\ZG*° 8)6×mñVùi»s¾*©Ï¶I

r®X#âÛåUñÂöÅZ¶*×϶

:aVËã[óÀ­S¶)]@¸P°ç[U#èþ«e¿dáBªH#mÆE+Àà´ö·O)oïí"R´ÏªòñÂÔ*Ñ'·\Uºm¾*§]ð+`VáUÔ8ªãLUªâ­ ÂÓ¶Ò£¶zâÅVbØÄªÖÝqKEé×µPqWSÃZ*)\N¸P¾µÅ]Ë8¨a¾)]LPÙUÃu1U¥»tÀªq(AEöÄ$¯výqW4Å

©®*ÓRÑ@w8aüýñK|Hÿ?|(mZóß^Ûûâ

µ®Ô¦)h\

¾÷­)#6=±VêOöaVÃS7Èð«¹VÔb»ÓW)

 

¦lTü°«Ó-©¸ È¥Eßp)[SS~¦*½^Äâ®'¹Â­òÛ\8PÑÛ´;â­ã×»ß/«tû°««¸â«8¦ÃÀÇz

¸{õ«Xr4`U>4­0%¡Ö¿çüتúÐPûáVÏÅÓh1;bÃÓ¶*ß?ÇTØUÝqW#w#Ó\$ñ´-;bX©

xñW@!!ÛÄZTmþxP¦êÛPø`Jî|E_jch§ãVY|rVÆàJÒþ)hE1VÓ¦jb­×ïÅ]ÄtÀ®(¬wú1¥¶¸rí³`K¸¾qÛaäw®*ÝEvÅUäß\UÕ¦*´àVºý«Å-ñoí!iß§¶)XEz{`Ve íW

í\(U]è[l(n ôÅ

<M}¶È²ZM?RÚTï_Pß-·Â®SW

V»ç¹S\}ñV·ú1VÀ¦-.L[SZâ«ÐW~تú

 

3vÅVò8²pªÆAZ÷ȦÔ$Bz`K\)ÔâêätP»¾(h®ÕÅ+jkLUP0ý¬PÛ8è0«|wñÅZv éih{ãkKù×

ð«`Tb­SZST¤L%`¯S¶qZâ®àZb

¾µm×·QÓZ¾#q¯aµzâºí\Sn¡Âµë®.ÀaZr9;UYB

Ó¶ØÚÓW8S¶)u1W{b«9`WÿÖb¹

~ß§Ë2µ9;üðRv\$+öãh§zÝ÷ÆÖA

 

T·Êp«aÁÅ\øªõß

¦(oa·A×

´vÀ«

p%¢NwuÀ­°«@àUǧ¾h

Õj1UÁ*×U®5ÅZF)hÓ¡° Å[âFw/U®uÅV=°+{UËïªTwÉ!¢ÕÀ«O¶¸ß^é

¶4ծإÄâ«I'®Q

[8ªÒ+óÀ«¾Z¸ªÒ7¦·Zâ|8¥g¤ã-­`Ǧ)kâqLUb6ý0*¡jL(T_*ÝjqUÒ¡¶)^-¯s×lU³\Uqjb

÷8·®¦Ôø¡ªTâà+ìzbþ8«\·¦*×/áV^oíÅ+ºôâ

Áé×

¯Z§

Zb«Mz`UÔìp«©¦*·å]úñV¹civ*êÓlo¾47ÀPõÅVñ¯á]Ä««ã¾q¶u/\vÅ

Å[]U¡Û6ñÁkJǦ,;Rß\U¾8¡¢¥®ðRÚÆO¸¥x\(wUcømAÀué\ Ó~¸«m¡©Å-¬Å¸8oc

W?N(sH«×Sõ

M;uÅV¸¥É°¯|B·A^X«·8«Ek[UáUç

¤Z+J*½MM0ªð|(Z[°é¶Z§WóÃhk~Ø«LÇ[­qBØV[8U°*Ø#®(ZMNø¥pQZâ«Âáb¾

ðªÓ·OU£0G4¶æ6ÄW®4¶¨)ß

"¸«\qW±Wuë¸(í¸­0*ÂÀqJÂÜb®å^£¹¾*q#®øU¢´À­MÎ*àA8ªð¢áU¤×©)n¢ªÃN¸ºý0«`ß¾i¦ßZZ¦§ü÷Å[

Zb®¨Å]Ë­vûð*ÎDíUc­p±*?+máBîªÚU¾¸«¨1WW[Ó·JõÅ\Ëá­\RµÛ

¤HRÓ!ê0+MZbÔø¡qé

TÊÐ`JäøzáB¨a´5ê¨ÁjãS×\¸UºÓs*°ýñJÒµÀøñݺb

¹Û¶\QmñÅZmºb.îÝp*ÖtéZ õ?v*¦V»

Ú×äXÒÚ'zn0Z¬W'å¶6´©ê×­1UÊÃéÂ

Ãs®Û

­cLUª×µJwÅ[$â­N)p^G|UwPÙaUøwVÚâIéãV¹+Ðb«v¨'Û¸å·JïµB1VÃRUuk¾(\iWà=ðòBÞ~8-]λ.6^*vÂ

M:¸«]qUØ«±Cj꺻Tâ­V¸«W¦*´S4×

Õi·Zâ®+mLUijo­c½1K|qVöXÍVP½p% §¾*ÙÛ

­rH mï¤5©=ªàq*|*´¸ïV¨åCª)ã±Â

U|(kÔÞ«|ñUÊÃ

¶EqWtÅZ#µLU°0«Å]ÓRÔm¤(q$KªWÞUPõ¡³wÒÚÒ

íZå^¸«¸×l*Ukìj7Àª`±=kAUUÇBvÂÅ£ rTvßuXP_äýB

¸ZnrHZô8E=ñC`×|U}õP¥!ïÞ àVÛYÀwØbÂâ®T=ö¡²xl>üUÂPM1µ¦ë

_ÿÓcnJªÐdîX«|Pà+¹ë\qW|U³

 

ñWqÅVÓ]µBqVÀvØU£¾*¶´OlRØ5ÅWÓ4IÅVò'Vã¬åCÄuÅ+Ãxâ

ã

\t­U¾X¡Ø«Å\qU¦½ð%°;aWU¡\

º½°«¦*ØlPÑ5Å-Su0+EEjqJη\®1Ó[S¥7¥0%µÛ§ùÓ

®õ+¶6\¸«|Ok¦*îTÅW«S

W

¦*Õ;â«)ã+ÁPÝF*¦û

Ðß®)kÓ)6Ø\PØUcÃ\GÓí´QpRÚÆ¸ÒAS1ï+ÑJíZâ

òHpa­-SZSS[§Ý¦ÛaWtØ`V8«©Zâ«U¾¸«AûU­\

·í%iCô`U¡Jâtßüúâ

êîpÒÛmEé'aÓMâ­ïÓç

U£^øCª2Hi*ìU¢i-òÂ*ßLU³»hUÛUªS®*ê×[ÀW&Ûã©9´>xªÒN)qßç»ûâ® øªÒǵËÇ

­®ZvÅ-r#nko¹s¶«

®Ç

¯(:U ¢¸«\ß4FÕÅ-«öÅUS/WÂ

Ä×

­\

Þo®*ÝiZ `V¸W­ôû\imiÛ·¾]ĸªÆ

[iÅTþÎÕ8¥¢j:àU+H Ðb®H<Õ¿Ïöp¡AC

 

qÓT,{ôÂ^¥ F*Ñ­)]ñV©ANæ*î§hÛ|UnNø«\­©'¦¬%]¾X¥rÐ

±V£®*·Å_ÿÔè)Û1)ÈSc.®$Ux`£|(h=pZ·ÈaWr®*àÕÅW

­zb«Nº£5Zâoº¸«{b­P¸«i®'

j¸ûâ

»

°S+^

#ÃXW¾´^¸Ú¯æpÚ

®â®8¡Ý1WuÅ[«X¥ÔÅ]LUÃv*¸PÑ¥oU¦N[`Jà´Å

2Sk`l

 

[pJb­¶ØUh8}ÂØ¥p8P¸51C¹Wlo×jùb­\RÕ)¶nUr¶(u+°ÅZ+Øbw¦¸¯ñUÊ|P×Ûo4¶´¦4¥0*02m|N*¼tÂbªPaCga¬$

Ý;*àGlU°qVPb®\

Ý)

]óÅ\@Å]Äu8ÒÚ×%¶0*§§µ¸éï[­7ÅW¨$ï

 

ªã$¿(jÅ[¦qßh7Å[5Å\=ñWº¸«Ap+xUÃßkcº«}1UÔªÆLRjt¬*Õk]Äb®äLU²tÅTÙHíVRиªÕ¯@+¾^@PÓ.S|R½IÅ[æÇ,Ä]Ç*¹TU±^£85qUêp¡vØ«©\*ã¶Ø«GßhÛ¸Pâ««ØaV«´~,

·lRãðïµÏ§pàVjwÆÖM±JÂÀ«\RÒòñUejo

ÿ[¶6´Ñ8¥L±«häâ

\qU¦:]ZtÅ\¤ºáUàw8¡kÆGLk)k:tÅ\Wk*ÿÿÕèLÅruªÃ?,ØÒ­d¯\­N­ ð+`áCÆÖ®øUw«|·Ûl©;UÕ¦*ÑÀ«JÓ¸¨Múâ«9±ÁkM ¡ÿ=°ªõm©ê6l5p¡/UØU¾«UÅ\wÅZ`Vë

]µL

ÞookXûà)S;XÿË[âF(XÇTÍN)oq¶(^²Ó®ZoaQßµ'V]ò)iiL*ºâ­õÅ

õÅVñ¨Å-#¾*Ó?½ñVâíï¶I«¾Ñ ÅWq'¯LUiUÊÄw®(oÕÆÖ¬¡°¡ºÓ|Rî~«`múâ¹î1VÁåòÅW

p¡Ü~ìUi`JµÚâqKU8PØn[b­8k!í+(qK¸Ø«F£|

¶´ß

νqJå&¾8¡p oøaV÷'.LU³Vé¸-qVéá

\*7ÅWÅmþX«^ØÒ­¡ï-qÅ_ÿÖètÌföÀñÅZÛ[Lv*´¯.£lYÇ|®â~Uoá]ÇÃhß\ «L¨«¹Øªî£

Çk®ÂSZp%¬UÀU½±CT8¥®8«¶*¶¸ªÂM<p%p«¸cKnôQ-­âÀï\+8ÚÓ|°ÚrÅ]\UÝ:b®U¼Uo\Uw\U¼PÑ$b®¥¾8¡®,RÕiúm

£ß·^ø«h¥vÀ­

#

¯®(ZÇ­®]Ë

\UÔ¯LU²)

Zë®b\U¡WPêSXø¥a©È¥¯L˵ÄáWb®«\|p+¸Po­*qK]1WðÅWñŧ*Ù®o*ÒéØâ«K\p*ú

aV8«U#®l

áUÕðÅZã^¸«GÛ­)\Rม¦zl:âoÔôÅU(¦ÄÚ)¿R¸mip5Å[PÕp%À×n¸¡Õ Å]Ë

®®*ãã­¯.ªb¤S¬zR°¶hõÅ+Bø`KÃ,`Å+K2ºdRª%ccMðVû'

-­`T`JÐÔÅËcWbrí­`n+[68Ò- )lbÍzaU¬µÛVñ+·¾l*Ѫì½1VÑÏ|miÅÁÛ¡Å[¯lUpñ8¡u+

Z"1VÐÚÅ\ÌØªÓï´øqe;¸Ue

jvÀ«¸

]Äâ«9SnøÐaß]LUM

7ÀªEk\|U°i°Å¯LU}(0ªåjuØâ

àøaWN*êbÎÃ[ï+Ý0¡²ÕØí

Zÿ\

êw¦)ÿ×èiííâ­b«z`KtÅ]Ê¡c6´b­±1UW|ZAð%¤fn KÏÏ

÷8«ðÆÕP7¢r®n£8Uß,U£Z¦ol(hUÃ['

ÓZ+\UhÛWW

«¸W¾*Þõ ÅTÜ×l-PS[â{áC©LUÅ©Ó\±µ^

¯aC«A»¯L

Ø aU¬qW·í»u;â­R¸¢§ Å-ñÅ Å\ªì(q¥iZàU

)-V«jÕÅUL(l*²ÀuÅ[qBí¦u1Woº8«\+¹À­q8¥pPî#¦*Ó

UªwïZ#­¥MN*Ù¾*·p*Ò¤b5À­òãßm\Uvݰ¡výñWlUűUW©ñÅ-¨* V¾ç7ßl*¼l7Å

TR´ôÀ®'lU®#¶)]B1CLÔÅV_öâ¹ÓnÿÛUU¸õÉ!x|m

×

¸UÝ1W

÷ÅWvÅ8Ui©;àKµ×|UØkR¤Ôí+WµW*â1UÀ´ñÀ®¨í¸F*¸Hzñµ]E|4w

b¶Ó-1U¤S·¶*¨­

DíLR³îtÛ.å

Z¦jïßiÿ~)\àtÅVpßÀ«;ïUª.ç\6®Ç_Pzâ­tÅ\EqCT§\R´X¾G¦l0úqVÔß

l!A¶¦E+¹ß

´Õl

´Gµ)sU¯O¹è{b­OM±U@´ÂÈ^ýqBà«ë

O·\

á® aVâ­ñÅ[PêvÅ/ÿЦ­lÕSï¼MôK°AúpÚ®\s·

H®¬â)ZFp\Rßi~]2)pUq# ßwÏ®*ØP\i]ò·8ØÅ­:aV¹`µw3Õµjïªð0¡Ç[J`Kºâ«NÛb®ÅZ­1W`Ka|p¡u1VëL*°ÐïZâ1¤º¦*Ø=±U:iL\vÅ

pÅZRA¯o|U¾G

·Ë\(qBê*°àUÝ0«±WñV©®¡¼Un)l·Å[Åw=qJÓ¶l=v¦Ø«fqPqV8¥¾¡¯)hb­ïï¶0«¹b­ò#80olU½»aWS´1Wb­ß´¾*îÁJÐ]

UPACARA PITRA YADNYA

 

Ada empat lontar utama yang memberi petunjuk tentang adanya upacara Pitra yadnya, yaitu Yama Purwa Tatwa (mengenai sesajen yang digunakan), Yama Purana Tatwa (mengenai filsafat pembebasan atau pencarian atma dan hari baik-buruk melaksanakan upacara), Yama Purwana Tatwa (mengenai susunan acara dan bentuk rerajahan kajang), dan Yama Tatwa (mengenai bentuk-bentuk bangunan atau sarana upacara).

 

Pitra Yadnya berasal dari bahasa Kawai.Pitr artinya leluhur dan Yadnya berarti korban suci yang tulus iklhas.Pitra Yadnya adalah suatu kewajiban dari preti sentana sebagai wujud bakti kepada leluhur sesuai dengan Panca Srada yaitu Widhi Tatwa, Atma Tatwa, Purnabhawa,Karma Phala,dan Moksa.Anak yang berbakti kepada orang tua dinamakan Putra, dalam bahasa sansekerta Putt berarti neraka dan ra berarti menghindarkan atau menyelamatkan.Maka putra berarti anak yang menghindarkan orang tua atau leluhurnya dari neraka.Seorang suputra (su artinya baik) yang melaksanakan pitra yadnya bertujuan mensucikan arwah atau roh atau atma leluhurnya yang telah meninggal dunia.Atma perlu disucikan terus agarsuatu ketika dapat manunggal (bersatu) demngan ParamaAtma (Brahman atau Hyang Widhi).Pensucian atma setelah manusia meninggal dunia diartikan sebagai upaya membebaskan atma dari ikatan-ikatannya yaitu Stula Sarira (Panca Maha Butha) dan Sukma Sarira (Panca Tan Matra).Panca Maha Butha adalah badan atau tubuh yang terdiri atas unsur-unsur padat (yaitu tulang dan daging), cair (yaitu darah,air seni,dan cairan dalam tubuh), udara (yaitu paru-paru), panas atau cahaya (yaitu sinar mata dan panas tubuh), ether atau langit-langit(yaitu urat saraf).Panca Tan Matra adalah pengaruh semua panca indra (mata,telinga,hidung,lidah,dan kulit) terhadap atma ketika masih hidup.Pensucian atma ketika manusia masih hidup dapat dilaksanakan oleh setiap manusia dengan cara tubuh dibersihkan dengan air, pikiran dibersihkan dengan kejujuran,jiwa dibersihkan dengan ilmu pengetahuan dan tapa (pengendalian sad ripu),akal dibersihkan dengan kedyatmikaan atau kebijaksanaan berdasarkan ajaran agama Hindu.

 

Adapun pahala bagi seorang suputra dapat dijabarkan sebagai berikut :

Kirti yaitu mendapat pujian dan kerahayuan atau kesejahteraan

Mahayusa yaitu umur panjang

Bala yaitu tangguh menghadapi gejolak kehidupan

Yasa Patitingal Rahayu yaitu jasa mulia yang dikenang, diteladani, serta membuat kesejahteraan bagi keturunannya.

 

Pitra Yadnya terdiri atas tiga tahapan sebagai berikut : Ngaben,Nyekah, dan Mapaingkup.

Apabila ketiga tahapan ini diselesaikan dalam waktu 1 hari atau 12 jam maka dinamakan Nandang Mantri .Sedangkan pada upacara yang biasa ada tenggang waktu beberapa hari antara Ngaben,Nyekah, dan Mapaingkup.Ngaben dengan ngebet tulang dinamakan Asti Wedana,sedangkan yang tidak ngebet tulang atau langsung dari jenazah yang baru meninggal dinamakan dunia disebut Sawa Sedana.

 

Upacara ngaben memiliki kata Ngaben yang berasal dari kata ngabuin (huruf u dan i dipolahkan menjadi e) yang berarti menjadikan abu (diperabukan).Upacvara ngaben merupakan serangkaian upacara untuk mengembalikan unsur-unsur Panca MahaButha ke tempatnya masing-masing yaitu unsur padat ke tanah (Pertiwi), unsur cair ke Apah, unsur udara ke Bayu, unsur panas atau cahaya ke Teja, dan unsur ether ke Akasa.Upacara ini dimulai dengan Ngulapin di pura Dalem,memungkah di setra,Meseh lawang di catus Pata atau di cangkem Setra, masiram, lalu Ngaskara,Narpana,lalu ngeseng dan nganyut ke Segara Agung atau Alit.Ngulapin di pura Dalem bertujuan untuk memohon ijin Ida Bethara Durga sebagai sakti Siwa bahwa sang Suputra akan melaksanakan Pitra Yadnya.mamungkah di Setra bertujuan untuk membuat simbolswa berupa kayu (cendana atau sebagai) atas ijin Ida bethara Mrajapati.Bagi jenazah baru simbol ini tidak digunakan.Meseh Lawang bertujuan untuk memulihkan secara simbolis cacat-cacat tubuh jenazah yang diperoleh semasa hidup.Masiram atau mabersih bertujuan untuk membersihkan sawa (mayat) dengan cara memandikan mayat.Ngaskara adalah upacara pensucian atma tahap awal.Narpana adalah manghaturkan sang Lina (yang meninggal) sesajen seperlunya.Ngeseng sawa adalah membakar sawa di setra dirangkai dengan nyepit,nguyeg,dan ngereka abu jenazah.Upacara ngaben diakhiri dengan nganyut abu ke segara sebagai pengembalian unsur cair ke apah.Setelah ngaben status sang Lina meningkat menjadi sang Pitara.

 

Nyekah disebut juga Nyekar karena nama sang Pitra sudah diganti dengan nama bunga, misal sandat,cempaka,jempiring,dan sbeagainya (untuk sawa wanita), sedangkan untuk sawa pria memakai nama kayu yaitu cendana,majagau,ketewel,damulir,dan sebagainya.Sering juga upacara ini dinamakan Ngeroras, yang berasal dari kata Ro (dua) dan Ras (pisah), yang secara harfiah berarti pisah dua kali.

 

Tujuan upacara ini adalah menghilangkan Sukma Sarira atau Panca tan matra sebagai langkah kedua mensucikan atma.Nyekah diawali dengan Ngulapin di Segara,kemudian Ngajum Sekah,lalu Ngaskara Sekah,Narpana Sekah,Ngeseng Sekah, dan Nganyut Sekah.Ngulapin di Segara bertujuan untuk mohon ijin Ida Bethara Baruna sebagai penguasa laut untuk melanjutkan upacara Pitra Yadnya .Ngajum Sekah adalah membuat simbol Panca Tan Matra yang disebut Puspa Lingga.Ngaskara Sekah adalah mendak dan mensucikan Puspa Lingga.Narpana Sekah adalah menghaturkan sesajen kepada atman yang sudah disucikan.Ngeseng sekah dilaksanakan dengan membakar Puspa Lingga sebagai simbol menghilangkan Panca Tan Matra bertujuan agar atma dapat dengan damai menuju khayangan, tidak lagi terikat dengan keduniawian.Nganyut Sekah adalah kelanjutan dari membuang panca tan matra serta mensucikan atma dengan air dari tujuh sungai yang ada di India (Sapta Gangga), yaitu gangga, Yamuna, Serayu,kaweri,Sindu,Saraswati, dan Narmada.Ketujuh sungai suci itu bermuara ke laut, sehingga laut dapat dipandang sebagai perwakilan ketujuh sungai tersebut.Setelah Nyekah, ikatan atma sudah terbebas dari Panca maha Butha dan panca tan matra, sehingga yang masih melekat dan ditanggung jawabkan oleh atman ke hadapan Hyang Widhi adalah karma Wasana, yaitu baik buruknya karma (Subha Asubha Karma) sewaktu masih hidup.Kondisi Karma Wasana inilah yang menentukan baik buruknya kehidupan dimasa yang akan datang setelah berinkarnasi (lahir kembali) ke dunia.

 

Upacara mapaingkup disebut juga sebagai upacara Ngerajeg Linggih, karena mepaingkup artinya menyatukan serta menstanakan, dalam hal ini menyatukan atma yang baru diupacarai dengan atma-atma yang yang sudah lama diupacarai yang berstana di Sanggah Pamerajan.Upacara ini terdiri dari dua bagian yaitu Masakapana Nilapati dan Nawur danda Kalepasan.Masakapan Nilapati diawali dengan Ngulapin di Segara sebagai permohonan ijin kepada Ida Bhatara Baruna, kemudian Nyegara Gunung yang tujuannya mohon kesejahteraan kepada Hyang Widhi dan dilanjutkan di sangah merajan untuk proses panunggalan dan penstanaan disaksikan oleh Catur Dewata (Iswara,Brahma,Mahadewa,dan Wisnu).Bagian kedua upacara Mapaingkup adalah Nawur Danda Kalepasan yang dilaksanakan dengan persembahyangan oleh preti sentana, memohon kepada Hyang Widhi agar atma yang telah diupacarai mendapat tempat yang baik serta dimaafkan segala kesalahannya ketika amsih hidup, termasukjanji-jani sesangi atau saud-saud yang belum terbayar, agar dipulihkan serta tidak lagi menjadi beban bagi preti sentana.Setelah mepangkur, status atma sudah menjadi Bethara Dewa Hyang atau Bethara Raja Dewata.

 

Setelah upacara mapaingkup atau ngerajeg linggih,dilaksanakan upacara maajar-ajar.Tujuannya adalah nagkilang Bhatara Raja Dewata ke pura pura stana para Dewa (Hyang Widhi) agar mendapat restu serta dikenal sebagai atma yang sudah disucikan.Kemiripan upacara ini seperti pelaksanaan TirtaGamana bagi manusia yang masih hidup.Adapun pura-pura yang wajib dikunjungi ketika meajar-ajar antara lain :

1. Pura Khayangan Tiga setempat

2. Kelompok pura di Lempuyang Stana Hyang Giri Jaya

3. Silayukti, stana Mpu Kuturan dan Mpu Bharadah

4. dasar Bhuwana Gelgel stana Mpu Ghana

5. Pura kawitan

6. Besakih, meliputi pura Dalem Puri,Manik Mas,Pedharman masing-masing,Penataran Agung

 

Bilamana ada kesempatan, alangkah baiknya jika dilanjutkan ke pura Uluwatu,Pulaki,Batur,Penulisan,RambutSiwi,dan sebagainya.Setelah meajar-ajar,maka selesailah seluruh rangkaian upacara Pitra yadnya.

 

Diambil dari Serial Upacara Panca Yadnya

Disusun oleh :

Ida Pedanda Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi

Griya Tamansari Lingga Ashrama

Jl pantai Lingga Singaraja Bali

 

2IFm²ÍéÜUÞëC¥&_*Ƕj%Rã§®)--s>WÔ((çµ*lOÚµMXiò»DQùhc·súÔ#>a*J©9Èë\¼ºõ¾MÎÇ'û¹Îêb.ü3ªn®iåÜnq8¸8)J¥vÐHõÇS];â$YDhµÙÚ±2]N>ó%ìæ³ÔdÖYØÙGAØÀɦÆ*ÔÖÃi¬})ÛC¯Ý°«ÐPN*yHöXÍô¦´9%¸OJuXÚ²,ÅÏõ­ Ü

Ø=+Ϋ±¬µÙ:¶AT«åGqÆ^l9j$ÝËjÊ>ø :ï#8à×tS8²O0,d0G\ô¥IÕ²T#[Êi2®ì)r\¸cõ¨&B>تó1wM«¹ÁÎ=)Ì»Î#ÐôºØhAó+üÀ(A89ÆíE´9Øþ- 6áó~#/#£r[951!Ŧ7SÓ´²$$

Ü£nÔÁü+fìò»²ÏæÈÅFqÀÀç?äÓÞ»N~¤VièfÝäÑ,aUpÀo#;Ò67÷ïSm

9K

ÌÜÁöáµ#'9bJÁYcÉ{Ó¶a2=;T=µ7ÌìG÷HëOÜ;zqY'¦§\nÈc<ùW?¥Yþb8½ëËQèÆ6c¼y,Ã?!ëZ(®"r2ð:W$)ÝìîUf=J½[i#UÈp)W3¼V§TLù`¼{U)6íaÇ<úzWLî¨ô+.d÷yÉÉò*f?õÎÞ8<gÛó¬dÕ¯cϾãâÚmà§_Ëó§Hì¨'=ð9­Ô¬­cU²%Þe½TN*Üp·ÏåÀgæSYM8¨òUXI×&óFõʱlô©RVHêSæ±n[eXüÐgà+î'¿òªé,±Æí^FïJÂIs]W-Òä(ÚqÔqD-æÏ¶aùÔV"Ø-ßÕ.òË(ëvDÑFùóQÐ>ÌxÍuÓ£h»óÀL°SÉoN*ÄS²J6¨1´qÅm/y)X½åÇÜ3U8¢%sÊç½G·ãIû±¥ñ³ tVõ¨dkv÷©æVFs´#,IóNõONÿJ´gI!ùIÂN´/uhB"*ÈaS¶*§¾z¤Ridùo#<Í6ÛHw¾Ä÷ÙSÃî?*V*d"*]ø®´ùy· y

W={dúÖEýÒÉÔHnaþsUfsÏÜV($aVQÕd$\ô®mM]j­1*j±êsüë`»ûýÛñòlàcéYNiJÇe?ì«0íöO¯ãUVÚI§QWM»Èù}GÖ¹î6Û°öFLB°qÐ~j!å¨1È;rk8«½v6W®ùvÀ£ÍÐþô±Àddï¼]$ÖäÏòFåå[ýbôú

TapwüÍùH=ª©Éìdå­ËËFIo͸nÎsÅeCóÉ´´è7

u-Ì\u¹¥öb@#¯¥^Tû4ùC$üÝø­ÚÐæn×.^â t#?7LÙ°3&âU±ó\»»ÜuÞå`=1ÍUºÎp«·åzSi·bæù]@

,Ã`{ÔJ¯6@o¸uF|Ã

¤ìIlX\G\NÕsËGx­

)jt(ÙÙ®Ö1t]»1õªw%@26¯^¹¬S³

+"F6»oÍÁɧ$(ÀÏxéF7V<ôÔd(ÉRyÚOãÖ©^þú-5½ÜtFrw3ZÝÄôîǾ

@,Jyù××ôÍ©ÂÖc³1Jý(=Êr¼òøy¯:µÒguµ5ê«#.á&ÖþеH²)ñÎxäÒ¢|²Z¢¤tÖ·BL|«6ÒXð2kiîvAÈ ¯|þï§%a\H³xpJg¯j²;䣨­yñ½õ4G$6²ù,Üÿµ©hWÏ s´3J¤¹ÎXÔçËÉ6ç¨ÍóNí¹WkÔU#fuµub4+(X~W=*½ÀdA!÷ÖðL"­ÔäùGØ?ä75W$|óÍL¥`µ>È¿)fë)X,ù!Xíã¨ å¸ ÿJÕù19ÉÆ9w/÷GZÍor""í

@ÇøTÛÐ+@®®eb¯Ð®Ü(öæGÔä<£Ö¥BIÏqé\òÔA­bHdãýó\ÍjkbUm°°ÛóýÓXÆÁ ¯Vº®%Á1 òÍȨ#Y\2WÞª+¸¤µ´ù³øúÐÙP­vFJÂLXð,2Æ(`íþxâ

¹²6ÀùG_ZI\vÍ\¬eb³eÊ?*Uʾ^µÁ;={÷ç­0ár;u©lGæäçõ¢O'Þ·Q¹ÏÔEí­7$¹þµ·¥ìOÓFyLnÇ,Ä0=ëòÇÎÖg!©H>ücy+f®ÚÌÑ0ÿíùNµæViÊëȨèÔöi¾ðN{V©\¨ÆI#¥va⢻+"à?Â9Ü[×<×éßCN/º9*_ê*Ð+e

äî|

 

ß<s^´beEmµÉmGøSl²È°+Ä`ÁS÷N[1­;FÁ%è¿wÍeÞHÛ21ÈVï]î:3ÑS²9Ù路x(ä³t»Ëþ|Xûu®ZsG$ÖÇ?;pNZ£h@01Àüê&ºTv

¯·YºÏNjã+;3xêK6$ç=}*ÔsùÊÎdsHÜW$çéYr°yæ-Uä.ÑÎ=«ÒM+µgc:èïÀíp£dàúÒÃ(ÚdùÀÆN8?®+5)6¶3[UÕd&B©1NÞ$|²1ÑñÓÞRIrÛsKÚÄ¡RR¼ç#ϽO`es»8È÷¢1V}ÙÑÏi$M,»Ãóàå»sM\Fz;ÇÈ de%s¦R{s7hÛ,:F8Å[ÂÁX¨Ü^¨¨¾k\

bÙ&_â*0zU9îQXl8˹>õI(«N6¸%xÿX¤ÞVE&ص¸¥9kæg4R¿¶Þû­ÙÁòþ½g´Ì*Jñ¼~¦±»­÷&K¨¨ÞY2;àÁüx?¥\1òúÖr7®æ]Kþcw7wtÏZI\KhA.8ÊUV»n¬ÚúèfoxeWRpXñþ½kÀ±<q¤HÛ³ ×J7½5Ðq\ÏSiÏw<cnÑÁªò©\~T

9Ð×S¿7oëô4³¹^K ã'¬~½ëjÆDÑ̨

'÷cq[SºÒ[ÂWC ¦cn·Â9Û÷Nã}kTù­bÕìÛ0¢]¨í¸ïÈ9ǵK,âp<¨Üy$cVwd©4dK GÆ7¸êUGl0VAùHïYÛèLS³]Ï"åq=+Úü;/îÀm+üL:ô¢ÛV0Öì÷æ6¶Ú'%<âºøsl"×y¥«8R´©]Émå¬LyÉQéç^yy0]ѳ!ÜúÙý+²

;4|½z²±ç/ÓE)gÙ²åzù'Sfk×2s^¬ì.g³aqMNd'Ò¦£¼NÚoSÖ¿+SDaøçºqÞ¹ýnñãµS

n4­y^ÅÆw>­ûº<RÊòÔõ§oûÖYgÜQñk®ï¹NNÂl¿(ü*®ûÆhÎÓó1éÍk$kÍ}

hîÖ8HwSøeÊ19Ed¿ïÒñס¼lÕ?íµwî$P\Ü·(,ÌWóç ~

iÍ3[Zá®Â²£K§½YÉiH2e÷OzâåS´¤mF

­M&gû9pG#gõZyØ@NQþ­$×gÂ×'bÀ³F

Ò&ÝÛIÆ+PºÌ¨Å0(

%ó¤sì®mpÒÀh\¢áY÷5E¥\3ÏÄ¡c¸'$ä6{WÏͧ5g¤¯;¹_·-HÛõ5¦n!HòÄ37Î=+}¤ÄÅÚ÷$]»(˳¤/;G­vºcQdb¹ÃÿJòÛäÖZæ«hY¼ExJ¨§ðÈ÷¬ý«#nPð8#=ë®ðÒç¢Ò¾¥¼T

û\XÁô£+ĬX³ck¢æâa9rIç$^lhÃ.ÑPÛ\ù[~Ü

ÌÐt®äùZKciÞã/<©´{@b\sòÍBغe

¿§¿ë^ʲVïùuUÔæÙÜ;¯ÞÐÂZ^4$e=àóÇù÷¯OW³ü-É=Îö;Ǽ~I£hǽkÌÂ#'ÍÇÝëõ»^Õ·±êFNvHÔÝ,nWzóùÓÖ

ÁKdþúPØÙÒkVQÜéw¹c+dãk·Óãi}

E^©"°·+=ìT¾báY¹Ü~ñìrrê-ÈP3íÝ{ÐäåoRÛ˲ÚD¸l"üãÚ¹¹âÌm¸!Cï]oYKcmTlÌ#!ã}§*Íõ¥·´oW8cêk&¢¯(ìÙçR«i3vÒpÌH>ðyô®4ib`ÿ(Î3ïéDiòÜúz#*å_íEfvW^K;÷ªsìv%õä×Þ©ÉEÙVö³2YJ^|£©%py­#æà*íÛÎàxük}âô8 ÔYµ$Ù·(ëQ¨7ãYQÆ[¾ñÿÍA6®¹K[cásl8ÿ8¬æp¤Hç¹cSHÁX»m4o§íe>z2q

ï\æ«:®Å a@VÙÀϵuÅ{×{µ%¥,àHyVOobkvæ(Ű1d6×µv¸¨+Dó:i6ËstA!Ðg;úWk®ô;c`q÷ð:W'î¶uSJ&4ñ±Æ#\½ý´²%AêÄ¿

y8Jp÷æz½®øÐ9*¸

ÉÿõÖ­¼ypr7t8ÇÊù¤´fã/ÙÉĸàéùÖ5Ì»åeêÝs'ר®éNÞèªÉ%¡ËÜ+'°÷Ê<zÍç)|$G

·F+Ä.YÙìïøÜàTå-M¹àX£EXòêV<è*¯Äî»ÚStýïuh\á¨ëhöÃÍ1ó·é¿J}¥qGO¥JN)YéúÝlY¦¨Ü¤r;ûV¬­­·q

V`ª3ÉÍtÞº°õÂ÷8'äÛÏ`QÜ~¾Ç*ùP*×mxÆ0¾ÌèÃÎ̳"ªä»å×ZÅaå;#£$jO=Ï¥x_,/cè%+@5Üʲò¹w­]f&ì¯vôöý+Î ½ITr:/·3,k8$¹)®¼µpIn

÷ ¢Õú$öG.²<EV6'æb*ý¼A¶cÇ#óÒ+ZG§vÓ/mdR7¤õâ²oÂ,­ò)Ç~Gò®©¶º©F7F[Ü,¥T+~º

ÚÓ¦Þ<8æ1ÉÛµc)ÚVþ¿×Ëíq÷7/#æ¹ÅS!RT7|ÿÄkµCMNy=aA¼E&Iàôµè^µIñ+/Ý<T©®wÛ_¼ç÷Ñ©<Pu$!Üy~T

Ïáp««)ÙYÙY1sµA]äÿZ3¶ÔòØ\sN¥Ghô<ö¹ÈP¢ÀòV=úÒ²4[éÇåæækæoBI,<Ç%@,vG@jòÊñ¡«¹à°®§ÝÎÏfâîVgjÞ¥x,Üç«3´n[x#;¸ýªZ+÷ueY"«a¶å¡öý*¤ó®ù#ågÎÝßÍ:©+ósfÓʶÁzrG4èá$dç<ô¯^ºU`Ó¹½b;~`çgLâ°o¤0ÄÀvcüëØùQãî£áÙÁ@íÛOçüª;;òb1ÉckÚh¿­÷øãÜÕóª9ôôÅtO±Ò¢ù|Ì+ÉÙÆðÌàá|¾zT£ÀÉ/Ïã^J4ÓüëüÎ)驨

¢À_»ßos«w",¸*G`:­vM¤Ú{Z&&ñ%Ð1Ü®;W¢ø6ܵØä+KuçøWM¤äüΪ^óIcèè³B$3ñ#§á]R,(®à*×Þ¼Js¼®tËì>Ð¥çûßH±¢îpàà8¯Ù©Fço´ædêW÷¨¬3ÈAÀ#Ö¢µxæG@ZGF F0¶(´ËQ^äqÁæYÉ%¸±09ÿÕßbJ®7)êV½=óµàÔ,|§¨j'dOâm£VKìëÕ½E~¤¹,|NÄ×mØUÜn\ó^£_mUÚÛYyÃqïñDîwáçyÎâHÚKR­Îån?®÷;cð@áO\zVtãFïs¾ªh¨ÛwHy-»¿ÓÖ®ÚÎZ]]Æ7=ÍrÊ<²¹ÓObrÉìG~BÖkCæ¾é9^õ|®ú9]óÚ«¾#*®}ºâ°¯Ä¤£è[¦Rº9'7¡i7¤­µxçéP<Jó"ÎW\R§ÊìqNòãíü±+ÿ-nø®2ú3vá\7hcÛò®8¾V:²rV9ù­ÀäH¾Pã=¼ÝªQq×ßi[#Âu±¡P!r /=~«HFªûæ<gq¯Ç5Lî¤ZFÕ³}¿Äyvô­xb2á²Çî¹úWN½Ï~3Néð)

9ÇqÓ=³Rî8Ýkº|¶±Üvá¶õùøÓαl:cÖ·Qè)]² q¤þj53Ï©Üzk9EsF

n?bù\Gñ5\THÓª;V$wGÌiÜBÛzåjázÖNVbk[¢Äp±ëïR1Q2m|d8§FìÈÕ1YSî°=:TL1÷O^höq{"\u¸©&xAxÎ*DMÃ÷½WÀþµJйsóÈûÔò°dX½

ccWîìãÒüD)ÕZèºe+ô!s6÷$síSýçbÄíèëNNìPzjVegB*9=E@¤¨±ÇÐnâüÀÇãÖpÆÞGn{Ö©·aYAAÀÝøRDÓ9eÁäÇùïMìs­u'(ÌÒD2ß.î¡}ý

%p¦ïóÖ¡hLE*v®y<úU)r·D1ÓÕ¹ëVõAuaç

1øP3·;v¥i¡Îôw]É'ý±UãÃv»Tß¡qKqíò'îñëØQ±X-êæ¦ý¤Æ«óÀíP<k¸yõý*í`è!QßôSQÈpd2´¯mIZ¡T*X8!OjUV}Ùl½ªn£SK½FD-¸08Tw>Tp£;¹çúWÇt褻U(Ñ£1#í5æ±ÚpO`ç[:+©ÇdJå&;dVÉÏñUÔ@pÑnù¹ùxǵy±nÏëþ뤻À0FüX:óJ£Üê~nGwÖÖÐè³² VùJ>qZ³äâýÒe#ÔWdéò¥Ê

¤Mn¡£W|û/©Çj[vúW?³hío¨_æ.¹ÆIêjôa·BêAuÜ3ü¿JÛáÜûú2y¡cÛ½25á·)RN äjÎÑ©¹fݬ_¸o78ù¹éÍbIpΡ[£w5ge×"¸7 Fãã0¦îónìÃ?çT÷íОT8+±RO|ûÒ«+n.^ã­z\¬ÅORü$ÈvPcs3O

Eò­§éY?Þ+#ksj¤fár»Ï=zÕ¨ã̧Í!£E*}jùv- ±Ûµ óÎN;Ö|±ªÈÉý¤däô>Õq³²g;jö3f9ÔîmÃõ«bçËù»V/o_JßÙÚ(i¤)o4`s¸.sXÇyË1ïÉöÅjô++®q+nùƵaÝG÷ÐÌ­ÆÞ¦©S8ªËö"Xq»º#­ÁÄÂ=¿693QZ¯sE±æÒ¦Â:#áv/éUÁ"°ºuuâ¹ê+Êçl]ß(éÈ£å=r)¶ÏöguQÜä{t¬¥juü/Aâ`\È]¸Çòª³¨%0ϸǦjS¶¥Êw³hß*vùF6JäS0}qYIsjÌ\ýÒp«%°¦p[=8ïP«ªù0qÆOb+HÚ,

4Ú(M«xÍ»¢6zMÄVª

ܪÖc¥ukËt)Uw²7ÅàOÄ1ÝVc.òJï ×ò«s²±zª"Ý#ùæG ãAmæÊ·OóÓ©¬â5Ùͤ.D.aÝHÞÏ×s£çÅ+ QØ(éøSr³lNqnUhsà6ç°ê*¬÷ͼß'Ö¡Êì¸%?ÊÙ

S¡jV4$±]¤dzÖéßCª÷Ô¨Ó¤N|°ý~Ó²8ÇÝ^ÿýzÎoJÆ'­6ó0£Zs!gRrF°®èTwHãzèAŗrÚFÖXêxl§ ú×}£cêà9a

TíIf&Lõ>À׳½Gc§!«BÌ»+`*X§À+Á8ÈÇ´bGM6äîi,A§Êzíä

p2ÄÉòüÃ=«Ë

7'·ùZÍ[R¼*#k"®yîML²38²¼çÑåÒÇ;FWÏpË»g¶*X¢iX¬¼(,zgë]®J)$uAÝX¿_cH±õ³öH¢`±¶1Ïzçwg\)Ø´*©[£5a

ÅpIYkw®ilTNÒF6ïìFp?¥]x4 Æ«s¨ûîr(òjYXíâ$qÜþµ×JѲý_¨®uMnwFjÚågÚ0Ù#;HíUÝã.T6©@§¯A=Q´ô9ùNq«Ö«H

f2EÁ<ô!$Ï+GBHmÕ'$ã<Ó1åÅw£­ùÔçövÕ¤¸Fb²«Ô·lÓÊNqDR­Ò,®G+¶ÃÈQØ/ûU?-ZBNGMÝ

wEÆKu$å&ËqÉr§½

fEÁëÅR¤fª]XLìÄÝ6·"³î$m¤±Pr=+Õ§Ø»c¼UÀÇ+*A®¶¯

UÈãOϧcÀÚȱý1ÀÎ;T`¶zô?áZÆ]ÎLé­ 8^¡«+|"'ÆM.ÍÀu®=ÐC±v¯\ö4ä`óü

a+îdݸÁ%yïI´pAiðt/q§/mFÂò:U}Ä>[5·ÂL¤Ú4b2`ݨÉ"µæº9Ó±ø÷4Á©n®yû§ T§vkÍq¬¿ 'íÍF¹vÚrH½+[4hYì`çóÍI?ÈÛdW¸äð>µ\×з©H

f$çRíÃ庬/c-XããA>µhL ydÎ:µ5X(Ú¹cÜÕytL|³ÏòïÔ2(¥S¼bÜ^§Ö­.K%kK\µ7`ûûT¨ó2a©4j¢d_ àÐýjµÛ´2D3ÎIùVÍ$µ:×f@X,g îô¥É9l㶬#'åôʸëïThC|¶N=iêT®Næ|äÀVQZóæó

éOÔgéÚ¹g¡CvÏJFÛrMfSv'SÏÞ§cÇ

Z`Gvûãq<þsH¬¦V[o8<QФíC¶áÀärj¡;Ûó8­átn$nØáy­&íØw<àô¦´%hX]ª£®iVÝîd

ÒHN ZRÜ¢bpA æ¤fç®kÇST´#ÞH#ëLwÂúg½b¹ú÷©ÄE'ÅkhEº99ǵBÜ9Û´Ó<úTÛ`úòk]<Ìrì<T$íªHêJÈFlHÆÑZf;±.çÂéÜÖº°ØÝ¹úæ¸L×Ú²èfÕÏ¥e&8I+18ÛÁÀúv¬S¥K³]Üdzv¯Éi«5¨4¥h£áÑf,1CS-zlB¾kÄw½yXJoGýZÈ-ÊìjÀ\JÆ5ÛFæ©eI$*z1ô×O0zzØz²C?!ïéRºeeÝÉÏÓ5àâ®w%ËçE¿ï

S¬[mv HïÞ¶¥y;²¢uDZÁbàåAÈö­;O.(9§æ@úÒzÎÖ:RKRâH

üÇ#y=½

8sn¦o-°0ëZ:·HÛ"34rYÎäQÓ Î~µfHc?LgP4AßRRRzC²bR§f'êk¿-%ÖðOCäzÿ7vqÐ˹U(UbGqTmÂD¾\6à¿©UNZUC.¬Þh¼#]¤ò ªO?9Ê0ÇÌÏ=k*©Eû¡U«YvÑ7)Õ[õ­Ky#Ýrî»ýkªñ3

u+ÞÝù"®ãó¬XäÙU<·8ëjwå76ÆM²eÛðý±Y}Â8Ý·9½wÓÓ}Øe¬%c-/$s

àÑsqE,Cs]Q«ìáï=Nf­¹]$FºòcÉÏ¥RRÈyÀóÍ8ÔJ±$³23láfºÇ¯¥a:Nñ7Jö6mj

f*ê¸ÚÝ?

F!ÞD.iÏâ+£â¹º\¡!ClcÏ©¬'³NæûsøW5Oݹ¬¢&HÁÁ/¸²|ªOô«0Ç"¹_ÍÜÒkúþÆ´Á,HÛØÖYPÓ7Ù Ò£öi#KßBË2,d1NHÅ,Cr4à*ªäã88úV\ñJ:¿ò)-,Mi

çjõ8GP·IÆòOTòyªW½ÎWÊÒ2§·[DU`ÁOÝbÙïëU¥"èlîòß¡¸§/Þ7ýÃrÙXZAælÊÜ¨Ç 8ªò_>ilÇ>õëR§fÏ2¥ÖÑ8

nNïéUäÌ+¶õ' '\Öõ5w<úÒÃ_æ;3Ðó·øEJËåÚÌïϧé^j1<)«]3NÆà¢ävÅÎp1;ÖmîÎ5ïlO)7Dl`YB}ìöÏ¥7íaùGM¯jÒ²:ùT#n¥ë$[t^W{r{ãÖ½cÂÒ­ã¬qP0Z½*znpÎ_Nìó_Z?ÙQ§dU_r0M|½«¢¬>7Z¶eP§}ÎrNÔ`Z&ýÓÒ´¬z¯

¬¶Â¦QÛóúõÚA[Áóf1Á'¿5ùþ)®{

ÑÔi±âvØv¡SÉ<þ½Z0@W~3^SjÚÙ£

¾ÂmJüÛ5³j£Ìó'ô?p÷®6¹µBqiØÕ¶l|gÆtGµÆ6+È©ÇÔúüIª¶Ck±ÛÈRr{ÖV³¨h 8P dú~Ï;'cèäþÉËH_ÎåÎ

&A·kcézÆdnß"±RâEmÁ²ÛGáüéÖÒÒlV'wC^íyüï#Q»Õ¢ìrVBYN$µd\9?AÞ¦MÓ3$6Ì'qÜ× 8®f5mãr7^ë{8ùFÚãPm©§teZy¦cøÚUõ¾*üö*ÊÏË ûÔ'²gmkcBIH«ç+ôÁÏ,*¼§{ªº*(adW\ûR7mÜÆJ++Ï\Õ

ETY6lÇ;¹'Þ´¦ù¯ZE³!c)Âp©ªÿ`3ùªÞ¤3p¹ÇjµF£cÃö~Õ\ÌUTb0F ÕYÈWÆs×q]oBÞã­h¼äDêA*=Fj)ãòÝ¡B¸ÇúWÒ½ïÒÇJYFè

¡L*(íUB(

 

ã?

zê©g×úÿ!ÍmcV(¤rfW

]£@ulK->íûsä_%^2u=íü2ýÞ£ Ïó/$üÙÁÿ" ÆGÜÝ}~¼S§¡»¸¶Ùð3ѯPl¥±c"Úà²è£ÓëJ¦¤Ûîs¸sêT¼¸sT1&Ñ:f©@ÒÜÉEsó ù]ê^õ»vq"K0Ø+·Ë»§Íqú

7GÑR³å÷^·G]rèb

2D|HfÉ$:ØÒíÒt7ªJ±ãoñ®ºÔ¢·[G³îwðÏZ¬cc»z`W=jÐôé%а;eo(©e?)qÔý{ÖLìT̸ó$7AXÂzhwÎÒZ­'13¶OÊjìô¹Z(Dá0ÈÏ4;Û]Ï.2åMzôO'OÈóÅvmÒH6ôÞó^UHó-º³Uå!³r6ò?«Ê=Ú+»]§×~µêSq]ÎiJÒQGc§D°`Èu©óû·;/+ìîÊÏjU$lÉúÖyË3F67Éõ©)'¿»Óóý­6nÚô2)'è¢q4«Â|¹Óú×J^éô1ا}¸¤

Áù·¯=9¬9¤A!pàêkPF¯·ê:è¯p¾SÛ,äåpré½h¢$"h­¹¯.Tqr'îÂ3¸n(¼`U&Ù½¼¦yÃß·>õrLÙ$

åÙUH-°+zÎÀyæ}þµÏ.k£¦7±'$<ñR:ͼ6

Æ}Õ

¼ótÔóä¹ÜÍä÷qÈs[°¸Y<J÷5ÇK:ßõýhrsY´khº[±±®0Fpô5Ûù¯,n"Y6~aµè»8éÔé¥iÒïÊe0Hà±÷ªfEfÛ.6§CsÛñ¯5YE;E»Ú¸:¶3×wñSÖÙwHÑõ=09cN)ûÍì¶.D]¤Û:

N¨ýMRÔ;vba+ÔúÖöæmí6ÌîwHÆ5Áëµ8ö«ÖÅ~Я.ÐCm;ø {{WfªÂþ×ùÑå³6®YLÙVQÈ$¾lî$)Ç\WO»©GfÉbº,O

\c­Cw½!xÑÊ~^ø«QæG¯±¯áåy²)aÓt<õë[V±È]².åÂ' Té;+îz4àÜ[:r¾ç;¹$vmØ^«õ#&Ȳ±ãg?waonÿçýy3¤Üµ£e

æB!±3Á5ê\ÐÖ¤/¨õõªFC#±®ë×#9ô¯:qæ¤Ï^Wiìmä÷VF\d2}+¥Ðaùæ[Ôm~oæ+ËÃÓ µ¿ùéBÈ×¹¶I 8ÚÇ}+Ô

Ã0 6'EQòéõ)ÔIW÷uG3u?_ìÊçZÑÒ%- óFQ©ZèçÙÄòãÝÑvâé¿WÑAÉ2°"¸*7ýë¬ÙsÛÝeG´1íBAÎÕ­[%qçª@

vÆØUÉHínµÍ߬^`Kp2=k®RÝès:w¹"ÇömÁb¬ýO½zTÂ.w|§?Òºc%ù­îsÂQ~öÐöò¼søb±e.IUB9_nxª¨µ¹¥Hû·"ù+`ç#·Ö¥6 [¤¯cí\´µêqEû¥9cû<MÈäïéô¦Å:9TáN2+£$÷K¶ìÀn°9XÖ¬Q¥ÂoÊ~ÿL×l§Ë+Ñ9KË2LÁúe²GsbHa*Ààäuê

B5û¤7)ÁËß\

C22*)DBôÁÝ¿æÇÊÈ©ö1z=çF&dóþôÚ1¸e°yZ[pÜdG®ÅMÜÕGR«»îädõ³®a&-÷fLcpà}kÑô8îä½I¢É(7ã§ZDu_ò+£sVr¹®ÌjM«ºC8ã¥Bò.HL`+c¯µqʤ[V:£%ÐÏdUBªSósÐ}j¦e`´g¡QÃ

Á6£xÿ_×P{¡#|x

m'&¶ Ûköpv×¥lÂ;Ì­3v¨R# rǵ25có3ÀÅuÕJçs}u8FP¬@äç?áPGmöyIçq!ù1onðN«Í¶xp¿&ÑOÿù,ì1Ðq^¦¶Ä

a¥R%o_ZôÛÃotÌ °ÜÀô¯OW}ÿSzLûÂׯ±aÔ¶§qô®¶âG7Q#

>â¼

ÕmxeÏ

hNXààqjdî±>'|Äg<f¼åRÚ+DdÇ1*X² ü¤cÏU4±G/ú~UÑ{aÎzFõm´Ò;s;ñ޼Ƿ2IoÄÒȧvÕÚì}ëÔ¦Úhó±¹iÜùP¶òÜG0.ÊܹÉö¬6³Ì18?JûÚP椮õ?3¬¹Y~°ÉeèÉ®¢Ân 8Hù

®mÃÊó@DÚÊ£ã¥M4*Rô. PõW.>îîr̳°ù».wj

¥uQ+c'Ò-³'$Ó*Ë2DU{þõs]Éæn}ØØôOZÍÉ´ìq¿{FVðI³®GB?ýuF±`Gòg

½mNÍóu*1ÓA¥`0Ä)+Î(YU§?gm«§û×µM¤üÏ6w¬×ål±9Ü:ý)[P|à¸}(êsI·ÙÙ

R(ØùîÊ#j$ªÍ¶&wzX6婤5

OÿÏ4]¡§MÄè¦kbÔD|±²*ìä½Go\´Ç½sΣw{¡Ëre²K)pè+"ybÄ|Hí^MIZVG]Ó!Ä@Õv{óëQ4h¶ä@¸#Úºe(Ý2øµ bå2ûy«ÉUضî'§¦E|î*~ÒüÛÁs;ÖÊËtcI4q²0r¯

U^p0îq_ RnçÂ˱gfå

£'¹ÅQhÌ s^¤jèáä×Qb˾$áIãoz¾#UMªr3ì§;Äjb*î|Hþ_JFsóAÕݵt]­¡*HL,XôÀëOX@ÃhÇ4Ôo¹-ØR7¸*zàR;n0nº:bÕ¯aµç­#¸9¿JÊ^öä©nwáöÆ>ð© ýÓò6T©ã$ñ©·Q¶

fÁÜYN>nÔrccsøÖj£·ÐÊR[

UÚ*®áÆjj&ïò=«²Iµ¡Ñ7Èį8çjÔÈ$;s\I¤ùM®Éøm£¾?

ss°jè½I´h-ÆpØÁeíþAænÝÕO^Æ¢é+2ùFÇGĤ0_9àñN9cPvÐVÐnÝû¶*=ýj`Á¾Bu>¦®Ú3Ú©ùOîñC.2 ¤¡Ë°¯ÐQX4xÀÜO?/C^ÔÉ'qâMäyéÅH²sÇ)XÞÖetw`t=éÌáãÓük©2Aùváx8ö¦¬¤e\ñÖ°rWì52pGLzRùLO³[ètÅ+\ pÀãæã÷£Ê¿+?±ÏZèQæz&âÌ=ZÌD>wGm£ýYÈÉ®JEÃ⺹yt:Ó¸ÌqHFEZV;©Æè1EK`á¨Ý¹¥¸X0

-jO-ÆÇ?3wR9äg­^æErËs«vÜÌ6gêIþwÊ;ʶ@®G7{KXܵ

ÏVÏjB©Â8õÁ­$í¡Ê¨2c9ä~´îCt<óS

MlÒÑ÷NW¡5ñ«¤0}È®gtí½¶±äîëO

åì½êÔ^¨WFW

£§zq@Ãh<sïZ-Å8@Á!F9jBC&ìãÜÖ/â±J6m]Ì·$ÕóJ[+ǧҬÍÝhû^Ôõå=j:pÀ9§do8?ëEìX ²¾Íû[Ýée;gG5ÏÍïQVE0É$cÖ;Øy|îõ®®kèL`/;ð0{ñÛµ!àu¾Nêl°Ò]DÌ« äḩ6ax#üÒNÂo¢wv|Ã<Ó&-´®@8Æ

9ËSWìã¦^WÙÔ¤£¡0ãn*Ñå³§Òþr¹_2í#¾pjámÈËJ

-k ÌÇ4õL`ãjã¸R¸<dò:Ø®@uæºeò ,YðR#ÁNO^õDuÇGb¤½³Í*±õüë£ÓZj[

pä}*í¼[¦Ü`z×4Ý´6庹¿n¡C¹íS*HNåÚ£ÃWT£¢0.ZûÖê$Ü79ëÿרbÊ$mó#ý+Ì¿³§RN:¡l0VÞs)Î*ÔeÔàíÎ;ôÅíl6yÀd!O9Q_zEBHëÉ8çõ¬#/{QÍ{ÖÀÊU*}²;qU¦

IÚ7@®

wv^*ÄÇzsVãY9u|ÈÈõÅkÊÐâ°¯îC1Z

RÀS¼{{W<ï»5ZY²9bܨUm à§ÖdXÐ,n=Gjã

ã4Ì&ýâ¿T7z"ZFvàðsÒ»*CÙËÞvmØHÅK¯¯Qõüê%vI=Ê\ûb¹ª%­¹èÓ²E3$A¯=]Õ]©; ÆÏõ®8Æ{5­É<ÝÏ·,3Zåv»[ÎiÂWFèº

Á{

IT!ÝqèhnÇjN(¡*¼¯·)ÀÕÂ!Ü

çw9Òçmã+Ë(GÊx ~UG·iOSÏãY¨Ù½K-ndFeÚ®sÕxÏÖ²Ï4 '³åçgkË.ÀÇéLl¼{123P£ÕÎïa\ÛìL¹çnÞÄÜ#(ÊóÆw¿~Íö1.ìj[Z°\CóÆÒqÍ2tÛ!.ðîx¡{º#Ñ9Q8TpB p|ÃßÚ,rùF6È\ÿÞoJ[½LõlªEB~QɦEc±»päNÍ3PnW(H£å¾ð9¨ÀfYÙO©ö®ØÊÑÔÑG]K

ß!o¸A9Î=ªx7¬HdüÅjk~

8ëb9ßµ×r»ª@@d<`á VM³Qåz¨c³»#æÇ0°º%ßÙ|pO¥nìeËÔÝX#òJÊC|ÝGµ.do)|a$yµ_$©Ú÷Ù¿rIÆÞà{ÕÉd*6ë\þ4à¹Ó:w¸Ã$Lg

½xǽ=-×ìå¶sÛ=·¥K¢¥¡¡+öVdpX*~b$¤§ÊvÕm$9å

ÄyEäÎ3S±!I·0\·Èr[ó¬ígs(ÇS

ñP±%`QZÇÈSÝx«¹4á r¥#BÝvd³(¾lõüêò,e¨Ä»¶®Î8õ®XûòÔÚTºåU\°añÍ2}§1¶ì2mùzÕ´¥gÊ)EI²²YÇbÞ¬89ìM°·n·²¨îs¨­Ù¬ m§/9æò!2õÑsXÆQåZYNÿ,wÿõVtÍå!Uàg^¤W¡ÍË©ÓR(J©$@RÃÓ©©¬*ìÀFAçÚ°öÝ3Ks«"«+´0X*äcÒ­Û±B<Ñ­ÁOµqÖ´ïÌzT 6aÚ2Ð8¾f$ôÅ6vÝ Ë?Tv®HÍBí*ï1&$ùUNev$hYàI$öÇÜØÀ¤íÀ8ãJ®©&2ì9çë]KANÉ4\U/ægëÈ4/6áB¥uÅYYß¡RT3ÜÏÏNfÇ`½EtÂJÚs6£$*\nÏÍSÀR'ç8ùÏ­omO>i$9"1)$ô=ù©¼¨8Î

¹ë[©\ÁE+ÇUÊðküì9ç¥u)XéQæÔæfã |Õ&Ï8ïú×]9½="FNÜGÐu¥zõ®ÖĪ65y[°z

nN&ÉÚÃ$uÉØw}=*¤/ÝÎr+FùΩ$+©"X·´±ä¨íãJĦ%aó¦ 1Z2¬3

rnek¤ª;»·Óð¨¤r[gõQPµ#TLo`$ò~ÉTÄa9ùº¥-CãYp8ïÇZIÆ=9+£revùÿÇ)e+=ø©Rw9ùäÜÊqÇa*¥ÊàAZD¥;i}»T|±ëÔ]VѲ©Ê1Ï^jIæeó9ÆsY\±n|(É`ÓÌasÀïþ5

_R-qR8î)"

aU­Ùl AÊöªÒ(#zzUêBlDùºS£%þUËwDñðäcÐÕ¡²zeªWÃqjÂ)Y8ù6öÈÉ>õÝ$ô99ÛÆiBñw4óþb

F8'<õ[|ÌÆWb¹i0?/ò¤÷G$¾õ¬m¥ß×ìèZÔ\ü£8ÁãuBòÅìô¬Òw/¹úàõüG½5mòçîc8{SoPQЮçl¬f$ÇéS·ûÇw^µ´d+7¹UÀÚ»8P.K}ê¢uy9}©Ñ¼±H^'ØpGõ.%F=ÅfYÛÌPÈ6¶Àsâ¡ÈÒý

¤N)§ ò)·tCÐzrzsVe$«c·Øú`fS'¡®´!jîà5FÙoÏ §{1%@Hã·5&ÎǯֶO¡ÕÍ¥àsóHNf¢ö3H

8â¼.N1VCv9bzÑÐ9¤Ñ-Øúe¼£å\Ãoñ

¢óïyÁ6@Ï>Õù,½5ws»5Þ±«\ã>z)Îòܼíÿ

ò_+·B¥tm y\Çß 1è1Kÿïþ£cMz*ü®ËbeOÞб$±ÊUaVR@=áDvÍçj±$ð}

gSÞJÅ9;¤]

ÉÇ2nåp1ÚÆTp²6¾áÆZ¸¥Eé®RØebêÇ÷zqÚ¬ZƶåÄ¡Lg#

ÛµW,mÎkmÆäòF¢¡!¾÷¥7¶!G*6¨ÆxúVÆ$Ë+iñpÏzÜòÔçÛÉlí^$©·&ßÉR.LrùJw¯Aî0Çüæ¡b$Ï62ZôTZ%¸¤rÂÛÊDÿlµN$0ÏÊNöç¤nUKý}«¼®)Ûµ:ɸ`p!

Û¿½zìÒ}I®ìHl\Ýã?

SxÈÝÝO8­'M9rWV9$V:ýÔ

õöïZ¶vËk¶eÈ~?yOlq¦å~u±vÔÏVò6åÜ@ÛþzU ZTO,nR~l

åMEjmOÞ%KEHÃ2í¯,:gÔÓ&XV=ºîàüÍÞ°qJ÷Óþôe"ûFÝ3³§zÙ¶ý]EHpÆGçÉNR»×úÿTfËI²útµSr}£)ÓȯwB7e=YT,K)hܲ #ælúÓØ>ÞûxÞÍò+*pM9n{"W

_ã=H«BÜ¥°0¸;GѶ¨æ¶¶!xD*w|Ì6O¦+=fh¿1r0TgãYM¹ü¬z²oMÍ¿æÚT:Sâ¹NѰP§#ú~Ì Óþµ7ôMùD;x$õçõ¥mÅÙ§õÅLá6·6åzcÓñr¿yKvqõ» ·FXî@Æ;W|·oþC¡ÇZ|*2»|¹nÕ$Ñ4vÎI>¸êÓÒ¢¢\Ép²ÊÈ\!PmÁùkV%g`b%cÀÊt ý=+æ×3VØÃò»/pä,Çi?uº:Ts4

b«*°û¼ä

ôâÖÇk\ªæ,óÄò.Ixò:ãéP\ÎUö®â7ëZFÊWG*È@2ysùïéTÚ,Jd`ïKnÎ+غ¬ysÔ³4"DHänÀ8&³öäÄj'·øÖµ^§5ÕÞ0¸ÜpXã ïV~ÈÜy`yÊàV±÷á¯CȪîìÁE½ïêpzýj Aåq{==«khG*¤µ$ÊùÚJ;þzÛæ3 öÅkF\íÍÌÆØ?xÊ2%Æzuí^Åá¹ZÍ¡1¦×OL׭α2=J·"ê

eyÝOËÍùW¨%Üf.<ÆeãæËÚ»1

âµ0u/μҸVÆHã 'FüzÖ/cÊ©6Ïø+8¥Ãíz=~ò=îRRHô­%¬Ó1¦ù4(úTöÊB\ôÍmJ#®Z±*ãaA(ag½tv­²¼Hr )ñǽtVà¹{L)óV¿ÄxVwaíóhuDâ

É=Gå^}h­/ë©sÔÃ226ÜUÇ£¦Ø-̹1?

û÷Í_*¿-Äæ®mÜFÛXdç·á\tû!ùçªôíYû[Lö§$U"/#"P[¾1[:j³å÷èAéô¹ºâ¥©·>öYw©q÷céøÖݵºÉ£¨,«/U¦õM²eh;¼ðw´æní)K!n:dä

á¥-ÉШÉó .vçq×¥iéíx¨ùK8ÎONÕÖ©¥«Z)®¦¥Ú¹·-ÕØBôê;ÖıÃ)s9Ê£`óÚ°\¥®ÅÍYhHÒm@éÃmùõ¨Ñ¼ÿ

QÃMiË{\ÛÆ)¤À¢Û+È+»Ú°/$w=knE't{[S*ÙS#

íæ³G÷sì+F»ÁF6á8?sÑ®úl¿¦ynØPw8aÐýk»ïì©äc·ï2ï]sªÅ¯qYΡn×SªÆÌ±âÎÔB

ïiÀçqÉÞ¼ßgfؽÕÙMähË,Ç{§qÆ>Òp²ÇÀéNIkÐã­$ ÊÆ&xX:íåûÖq¶ítÏ çµ]*4knÅYía7®#þn£Òim½Ã~§é\®a¥´þê'6åE°SØúv®bîç˹9 c沩yY[úG=W$vZkxMâÆCÿ¯O½í_êmÈùõ5DÔ5ݯé8¾KÏHÓ,I`Ê­ßMçBÎé·<ûû×E:´v½º]{#M6óg

zö¯b²mWIênZ2ÅAp2~IaáÁt¬ªÂ6¹ìáåuc+>cAnp9À÷«bxßr\¢ùú%Më¢×ðçË#SNõÉ?0^r?

ô-«Û

m§ôª'={×=ÏjÑ¢6@°ó8$v®zhÖW&E`xéWK÷h笴åDÖ±¬L3Á!=½+§(ârZSbrô®ZS¼¶6·ÇÐVjªEÙ´

Û¸w¬æEE´TY¢e

¼ä§µv_m÷Ë}+ê]Üv7¯îV+Q#ìH'¡¯9ÔçûEÉ[rxzå½ö9êûÈÄ

ê»à1q·Ö¯i®c03ãà°ÇZõ°ôùí#ͺË7v!m¯$gç¤Aq·)Û¹äÿZE7Íwý05º&EdaÌ:ñÉÍkZD$b¤g t>Ò½

ª÷iÊNéîË[[ªL¯ð(®'PAGÉ#§òz×ýßut:Ñ£3Ë6ÌN#ûÃÞº}6o"XKg%»]Í(¤Ó9v7'ÄeË)ä0}«]Çç_g¿ýzÙËÚU¶¬H

Ú¿+q÷­ÛYâ³ÓLÿr+%I^ìãlµ0o5RÆV̨OlUxY&UH·m¥c±%Ì\·_:RÒ9úzélió|èÇÜÝÎÈû¬ò8¤MÊSää

=zô¬¹wZÈÖ )Oà>µq¼vV²Ô£arZ0ÌNv¢Ç¡¥,îÅv÷cþÉ÷®¨7¥Ïlsm$O&Ò|¼ñWm¬ª´¾@OzîMM\Íjìn_$n¸È=3Y÷Ê«++gwÔbº©ÓmêEEÉtV@^2UÇÉ×ñý*

Ë Xf¸Û×=ª+Uv@¥Yö

Þ¯2¡-w2©òÀ³;*¿uÎ÷ªsÅ¥# â 8êG§µwJÒV}LÔZVfMÄ

Và±°u÷¯Xðu«Kl$2aÇ$ú×ÎI·)'ýv;hÓ÷¬Ï£¼/,a¤uU_{q]ÂjPMpªÙÃ`SóOzùÊÉs]SF*:JþD¦Cü§ ±çéUïçYdHìÃÊ@éÞ¸\}ã¾Éje4»mt£8ù:f¦²ºUSʵDèqÖºã/fbë_Dk·{0oÊG9ÇóO[ÈïÚ±gËFR¼W£N¢Ç3À50·Q¹¹89æ°þÊѱi#8\ò=+ô.ÑHüÚ²R¹µa4lá$F!T×ygm1FaTyÝì+ªR/ô±¿

´J¤"²!ÏFôýj¬z¬T×­xòQv±ô1Õ&ðÞ¬ÆY¸ÿõS%ÑÍ XË9ûÄRPÐRNæ{0X×nq¼M6&"£kÌ1º²Þ-#Ü«w¢|ûÛÁ¤é¾ÏÆGÍÐ2(i(èk¢4ÖWlíäàgô¨'ÿT(å[¿áD}èØïTùUÂ8ļÂì­üþµ?ä¤kå2õþµO*åw)EI0Úrk$À`qëT¥Ì;

ØÆäW0n,áÑÉæmɱÏáS}ÖÙOvǾâ¥ÔüùÝ;B´ç×â,30å8ôïridCÔ(ÅóY@^jÓ)aÛçØ­ cczi!V2Þ¥9#6Эe5Í-mUs¹=O¥°äqÏ5~Ñ$e(»0bädwqXð©ù^ÃwSÓ©#h_¸²k¡Ùܲ¸a±È@äwÅâ9Ú9®o¡Öb6SÔ1û½ri|ì|»'ëÒ«5vh!NÑÔÆ9ÿ=*¹

'ÊÁð}zÖ°¹iaÉi®r2;ÓäU'*OvÍSÓC>[«2¸3õc*¸´ô1³ÔHÓÖ¡h.c%óÆiêÑ! d`6ýî{TÑá8

Øtã­rÂÝ¢,6G

½]¨ &[o9ÏJìÖÀ±¯ÜÆÓä1p$)P[û½zW/.¬R´¦×$Ô3Îið±·Ä±íR÷X}êÞ¶æ¶rHÒÊCIëÇZp0Jü¸Çjìó»æG±îUÎKïÐW3sÎcé×rm´uB7EéÖ£ç³=

w¢§ÒME&¬Ç¸£Õ`'?Ê'Ç%rT\zÐ

ÇÃ9rªw5"UF$L­l`¶>½Gç\*JäµöY9Ê!Ês½ ]Ä»|«Ù@Å\ÛC;0Wq¯zL¤R5-§éé]+Ýb¸0IB®â¹é¾Zí9=ñÏZ´ìoØþG*ä»N8unqÇjMZWv¸×F\mSÑEVa¹;¨½ÎgÇÂÉ,¤1ùHÏaÏù/Ùú#!vàzJÎHÑ+¢rØ'ùâxç³z0åì"ºÈ0þ :`ÿú©ë'0á¼ÝÍb¾»Ø@#

ÀnaÈö¡Wb6Wàdä×b²d¨ª>®[ý¡M

¨

Hô#¬¥kÚä3íc´dç¾xçËUIóX7­­fJ>ZAÉ4ÿ5pS#°Ç5:&uÃB2¨n{àu'98lúSZ]JúÜî÷?JT_äúWÏ©Ë(Ýè?vÐ@´¿dÎùª

ys÷WìokèIg¤¢5,)~½~v(ò2qÁ©÷ÅqÂåå}êP¶ä6VýâåG~j£³y¥aüééPàâ±U#­ÂxÑa~aòïôª^iY¶ü Ø÷*Z&íränªàÈqÒ­TI

9RÝøíÒ»'5®nw2 äñJ|P

äH[׿9ÅqÊ|Í£6ÛÐFd2²«î+ÀRpMfÎæ)¿xÈ¿+`pzä®ßõ©WLW̼ ãéÞ§ôäéô®V&5MÂÀF2AÈÀñQ·*a¿¼Ã¨ÏéXMYÜôT\nX¶É«mcÏçUçÛµÂç9àp*Û¼uLãÊó±P28?Iå8À<áry#üjaÍÊ5§}ÐZM¼º¶à6=2èd"äP}«GkØô}Ó"RU)à[iÿ¥:)å+í\u£¯íRVÜ·mÉ+<a¹ùGUÉ^9.à@ܽG­c]{ÆB)-dtvdÞ áJsUã±iP¶ÆÈaý3\µaÍ+47M4KY»òÈbH')À^kAÿÑ.Ô7Lúð®^hÆét(¾VØÆebÐgsx<úUöW{dµI!×éíX=M%-t-ÂCäJ?x[cpØÇÓᯬ¥7u¡»".ä ®ï^N~µ,±Æ yH6vÔSVQ±×tÑ÷¸F0Ç&¤E!?tQÁþªãy4cÌÊï\Ç@Ìwd@éÚcVµ

s¹x¸cÅo

vV:y{anùs|ì§å`ÝýëR"<üÀªó¤×L!faÉÔÄk©ºCqòûö©ðÅóg**õ#¶SÒÌ@-ãgD&ÐïïÿêªR<°ä«

¸ ׿5¤DCIGAªHF+ëÚVUï±Íd¢âÎ-eUÒF|æø}*5µ;ÂärÇ­v«Æ'8;"}­´pXÜzb¬$HB´¡öÈ^ªjéCK±ÀÛÄB;xéû×){#.Dé;¨Æx®½S6·,N^è

¿_zÍI¹úWe5dzzªY²Ø«Jn¿"ºÖ¬Õ!ç¹PÿVÃÈb¢fû&ÔÈuè>FËäôæzÝÛQ.¶ùEË

lÔS#bc̸éÆ+9ÄÍ&÷G`ùê¥zSÕv2?6ìqÍd©ü,QÁÆíÌri#?MÉnîÈÈx¢fÂ÷¾aôªû9Ú#PÞ+¡e×ÍR±çåç#üûÕPB°PCmùxéBv2[X! `¤jd#¼Jü|¤çêke+j5lFУ|í¿þx?ç5 ëlHe;±?I¾cxÝeRͽ

Ó((G­CF­]û>ÅW9;¹9ìj6f

£§Òº%DD`_8=×µy aéô¬ÜYVd¨6õàÎ{ÕøÑ%îc°çnr1 ¤®QÙºCånOÞNxnzb´m-nQ|ÀÎL÷©1òv~´L«Ü·Å-ùtúÒ;cÆW9"°qÖåD«,{¤` VÏ"p3I&ÖãÐä88ëÇZLn Üõºd5¨(÷=¨?1Æãèj·E'aeÊ)]£ÄÔ/¹Ûǽs2ZÔ6îÇàô5iaèB¦H9§¯Í(¶¤IÛB`?Tª'9-q]WÐÊÚÙ¶:XzTLxíR´:dϸ©w0a{Ö©«ßÉëLfëÇz½ÅÍÐUíÅ×P´2hvÝÇåÅ0¦¥jÕÖ´}ÆèG÷_·¹S1WÏf¤c/gfu^ÊÄÁ[¦hа?ÃÇ¥NQV3(Èp08ý)BQk¦°Ý©Ã®>_ëNÛÈãnNâ@çNÑVE·mê)&x4ùj±

d$v^EM§bØ*ÝsÛÔËøLìÓn:0ÅX_ ¯<\ÕØr«

%U0@N3Ïz«4x

=

[ôìr;Y®¥;hVùÌçt¥rTcþEiM9½Lù±E­¼Ý˹pç

{ÈcöK¢í

¿.{ýk±Zý¿¯¼JÞð»³?ú9Ü sßÔBMËæmoâ^JÞkÝ=D·ÌHÉTddäÓå20ñ»,ÌxãÒºÜ÷3²½ØS'î·2IûÝ*Ò£

ò9lä¦x÷5橸ÞÏúÿoN<º%g_oÒ¹#%$ÙÐ+5 #mLp~î9¢æÒyS%(Ç˸óÔ×]JZ&zTúÙË126>PjhJÅóL®§§dW]8µM#_mfPän=ù'éTî I3úøôéR¢ùI8Øæ¡PrØnxíKò

ØçqÄO"»©ÇYTãØ«`âe=I

Ó4±BÙPAcmý@AôäMeðxÀØÃÖ×RMtãÌ*î2rwqæµm·EG þ­N}+Jm¯tðZ÷.`wbVõ?ç5F[GXD+`à#ëC÷®*^lO!¤BÐã½L²FÛÓ4©GÜFÆLLwõ-¼÷DÆrSÊûîW7W³>Ñ#K4òÕuáùÍtöò¹rpH\·B+Õ¤Wg5owDQxd

Ìå1Ðâ5ß9ÜIVëíìÞçvÕÑã?ìÂèâfVi¶wëü«ä

JS%ÉÈÛ>µ)¾d^å 02AÇ­IýàÏLæ»j/të¢ýä{Ѭ

»Û`.F}«¬¶A6Üïþ'é_I=Oce¹Hð¬}Â;÷«

*ïåÀ

Ç«Çp:W*E¢É

¹Ú~Q·_¬@ÌXF¬ÒH2ô¯:q³iÍ# °ieDvTÚ2Xn°®$«:KçÐ.kÛSë0ñ±=Ê´2#¶#mÇ«fYt¤¬IÃåçåV=÷îèSÄ8(¡0@¨L«¸´Èîã#ð¬ÒRdµx¢;ÍùJqé´Ôñ¾É\{îÅwÚ*Rسs/ÌW

ǶqµXâIKÁ¼²\|Þ¸¯:ÜÎÅSîÉ6û2­ÆT>~èÂ+çåðÁÇJí

.VTRÔb²°Î3Æ}jÒ*M2¤HÄ`tú×l*1»ÐHZ(T íëÁªòL»r0ìEe)\ÛFè祸[Ðy`dÇÕVrXîbq·¨¥m*ì°ÁbR"o1åe¢ñÒçYºÃ$N+:µÎÕ¥®&y@.¤s>Pk¾»,Yc(²&A9¬c­'»"^ê)lfE3²± '©y©ûÀA#t'öa{jxÍ7©=ÆÊLsÐý?*b,ä&:+«X-v0PKRyeÊ«±æ¢¶Apí $pÐ*ÉÆëC¡[DÊ(rvspH¦Z¶&!TðXñÿê¯.e8·ÈÒ6ëyÙö«mSÃÐ×KÞJ ÈîÆ¿xÿ:¤/3=JÃ']Ǹ==ª¬vsÓð5ͦ­Ôèz³^P¡1ÛGðõ?kDÌxòÀÆ9ÅZ¦£²°»U89-TòAª2ÂÒ1.pzàÒÚJæ\º6øFÂ#æùy5(¹àgSXÆ2GXr²ëgwÈø°ùÏ_J]ÊF0Û³2§é^effôFRãh'÷Ï÷¹#=Ehâ-ÎsµÇ5¥OzÖ]ö,ÀÒlÊv²ä|çêk{¥w&Bwd²¼V¦ÒÔIØÉ½»6÷Aí¡ùsÅt¶×%$#që]Õ ;#Î¥9{fº­ÚṮ#wÓë^Oii¹`FÆûÞ£5óxeÛ{5£ï

ªÍ³~Õ?"§ÞÏ¡­=-§kì±Ú»ä­hã+«w2o£¦ºQq¸%Ü\ÍîÖ`áÈä/aÒ´.I\õÌÆó"\D~PFNN[é[zvÜâRêyùszPäàí-é't¥Y'ÞáØ­Óçñ®dX­QÖ\1à®kªºæ;^¦e\N2Îìîÿ>õ¨J©+8Î;WDgZFt

6náå`ÜqÛëZY}A"º

Vã8è+5åkyܢʹ[¦}jÓÖèÚïIeyO£¯­>Ü*H

IwS·qç¶®µ|Ú²õô¥¢%¥ÉÀ5ÌI;g$ÆÅAhü«Ê\þîÆ5¬ö6¢Xnln͹5$qÉ*¡Ê)Áü)ÍÆI>¦±I]ÈH,Nõ+r?zÐk¦Xäî¾nO9ük

iũ-ZJ78

E¼ÀÿeVÜÏÁ#Ʊ¤¢»µvQ×'§µ}îî¯ïͳkNVÔ`ª79>·{&rFAÚ½+¢æíáÕg?"ìy¶UT²

çpªÖvªÐ,²ïú©®ÒM®o?ÐÍÇÜÜÓÙÐDß #Úº¸Û¼ÅØ«¤c7w¾_ÂcÏ,{ö½Ç~µZLyçq'«{ºläÛc¶G-â;FL¯á]8Úî2Ò°öj0}ÙéÑiFÌ/{æ09ëÆ¼ÇRïÞ8ü

y×öi¦zêQµ8ò=3[:TM0|ç$r>¸¯2´ÛZÊ×±<èb·òåbÏÔãq×2mwu!W9´Òfc!]ä@̬ùúV¥òºæNHäôô8:®Q»>ô®n]º#íÈ#}OSYûUb,íFJþئæÓfTò2ùf=»[åÛO¦+u-%Ò)î&ùC0 éîk2¤ãÓsMóXÉ»LàH¡0|Í£8¨¡ÄR[v_±ü+ÉEèõþêG7+бlDÒïºp

õÍn¨fýÚwqó£ÎºaI(óE·©)·#eÁîç5y"À z¥g-Ö¹ã©#ù¡#gÜwüªUýìN á-æF+E(§dq%[Ô±b§vÎkBÆôÛd/8«R|éGÓñ8íË#¢s4/4ä 'ø½1Î+*yãz.à¼Bx¯rþÍ¢æ1.-DIwÆóÈÏ?@¬¸,@Æô¨tù¥¡äJ¤k)Á'h¢Õd'¨Æ

¹õE˪:Z#"è<É^9¨­Á6ìC1ã9ô«Ì¯9._ëræ­%bHßÌQ(lqZ0ÔRp¬«GQ_+U¹\õ©9u7u}

ÚGcG®jyP·ÎñüzW<_6[©Í¡VDU dªÿÖ¬ÚÞl9aém8êrE(½I/í÷Ù3Z)cïÓÒ¾oñl¥`c9Ü8OùÍtQ±"J1±óf®ÅîÙ~oáÀZ3.udäÝsé_¦PQM³ó*nlØÓ-äiÁ#A½wî³Ã¡X÷í\õdõ=:PåÍË|HÊÀ}áß½o% D6.Þ;cë^?$·G½OD®uý¦nfuJ£rai@µXô_Ï¥"Ë,XKÃvæî¤ØÆí4]¶R½-½?JÐܤi§½qªniÜê§+jqúÜÓBï@¿oü>庬nÓ£[2¢ëÉö¯wNqºØù¬Â\ÈÀä#å sPã÷êʹþ÷²

v±}Ô+þ­G#4×}Ѱ@Ô3^¬53k\XãE(9ÇNÂÒG èQ²±·p=ðhÇV­D×Q{Wp%8û¿áJ#Üê«FsëPôVFvVdrþìy7kerTõÜ8úÕIXç°øÊ¨;Ç'Ú%!÷â¡5ÊÍV¢«ù;7vàg½?æUòäs^}9^WèonT$p©LwÆyþLÀÊØl¼§­u=h,d1À5sËÙógp#NEr]¶iN+¤ãúÞµ]ãonvñ§Úãu¦âzJÄãæg$çpìj¬É+o#

zß5ú~

åËnîBö©Âó{sÅtÆñÜFK63Á8âÃi+·=;«Þì¯k:ÊNry5£eTíÇ^Â÷¶æFaÈôGÌ«¢8PªÎìu5<x0C+dv®£±PVeÿX9\ô­6H°ÅÀð_{Ö<»~ò¸®C)p¾ÔWDY£V*ÍoÉØvC\ÍÚ Û5³IÓLÉu cñ¦¨©ëA\ku¦W±s÷D¢¥ê̲r):ô­lP§Þ¬"ãÖ¢Z"êD¥9ûǦ}jür*0pq× ¯.¦¤ß±bVàþFµbB>S\ÏSR÷X¯ô¨Õ°ÄHÑù£4cïFxéPýÜ4jSÎ9¯BË©Í)\T<e¸,y<céMBS##¾sÔÔJVõ3µÎ3·µI+l¶ 0È#£ÈÏ©MAV;áFx=M[IÞ\+u>´cNÃ$\ÉÎÞWùTeÇïPõ)"@Ã8$ÊéRmòá\ôÉ+;²W¹TȾvç©ÓÛ%òÄñÐ)âºak64´Ñ´@3ªÃ °ëïO,ʼӳÍL_8ù\HD[2¾yÈþY

«É99?JÍÁ§vO*r$9 ½T'¹Û:òr1Í&¹º|¬tR)Qæ»®ÑÍ$¼d3ZF7ïr4=êh£>`Ï zW#¢ÓÐÊÜ£g8å¤×àúÕ÷#n6¹PT Å?s¸'që·]¤Úv»ýkCü'¹Ï¥1£Úù|

=Hê*f¯

Ã1æ2!.3·<ýqU2\Q´|¡°7`WN

ÿ^d­ÂmRÛTcvyÏ¥h[6èWxÚ29ÇøÕT»5U,ìM7)/Üäþ5lÀBØû¸ëÖ)( J÷+}ásÈcãdö1ÇAüëNÏDdãmØÙH$1'åïÚ®ãiÀ8ºqz0¢G¨ nÅëí

å%ñÆ\õëZò9£YK[nYv¦FÞi/1çÚÌw?ýu¦Ûô2såÐ|±¬ØçiíúÔG:y@îAÆxãµMÕ=.[3Z2²ÌÇ&î3·î¿,ê7FN¨¾¬õºº(ecçиÓQ{ÝUS<

ݵc;ÉØæÐ±Ó;}*¾Y®ÄsdoqÁèË×DRºy6ª¸dt^µYmÛWÝH¨\Ê÷ØOKÜÕûLb- 8Uþö8]îð8ÁçÕºTekìD`æ@¿º+B²ÄX1±Åt'toM4EÔ

¼ãPöáf ÈUS*.·×&¥

5/4âà}jÚÌ;ªFì{võ®ÍI÷¹¨Ò³·Ì9ëÒª]ß·ØäwVÈ*;c¦k9yüªæwCycæ>¿ç°$òü½±®Ü£ùкåÍs»àÇÝÉ«¾sCºõSÎOÒºÓKC¦)DËxÁqmÃýô¨]NÈ

ÅSZ71©«¸mýàoÑò«qǹq0RTpÕ;èNªB]FÒãzuÍBêìOp°¬º

0I

.Üñz´drqzçæ{r«±¸Xã1+gòOøTèw\+)T,8ùsÚ

+1¨­Í§Ä8^3ÙV$U>c*¨ÆÐqSÊD©©jR2e±Ì¬>÷ô¨f"9;qÇÖ¶ö2·Båâd;»¿j±m E@)˸5Ã.^]N7ïȤÝ{qÝüõ¨LUó@Èù±Î}k9É·dtŦ´+HÀrHÈ>ôÓ 1á¸-ÜgÒ¶pihsËW©Zæãz$(òõ&³¹7n'/­é«î'/vâ¼FÙµ·)Ú@>´!l¤Äâ?8ÇøÒ_1Í£l¬Ê¾^+×&°î"ß+l {Ñ]\æjëBF·ïç7¿z6(Ah<=8ª¿*²;iÂÊãÅla¶sVí¤õ%OOc^uFÛÔô!#r5ÉöÎíÀv¦}jëïJ±»Dæ|#|YV['$0^;gç½ë0érµ¿$¨qÎ}êI"R9#MpÅ93±´¢ÐëHl]¡¶µ¿o¼¹Q´|£8ϦkÂòÔé§K{)e

þïïQÉûì3;|¸c|µÑK³

!

Tð£5¯mr"

gåÎDRó|*ü¼4

,9

ß»yPO©5ÑÞÌÝËÙK¶=Ë"ä·*2}+P%£,:8®ø%r¤UØî#º¹àãu¥,j>¸ÏZõ¶çn¤²Æ¢Ðÿx¼p¼íôÍD£÷{Õ¶óü

s4ù®L¯¡*®Õ;xUieÝãfx¬^¤¤£Ea$Qæ®Ü0uo¨è+¶þêgÚ{EÈÊSßäjF3;¤®Ð:{¸Ú2{·ºÚ6ÀÁØmÀôé\=åé

Û²<¾¤¯tÍ/¡Òoàd.~08ÉéÂû»0m§§8^ÃüzÇ´üÝ=OzéFÊ×°7ä

Á<¯¹éJKSW¸á°¨úT÷9¤a¼|£­q$M\08Ôðʱ3Ð+£Ý(i¹Rã¥QRÉ6$#æç=«8¾]­µFÞÝsì)

póéÚÙ¦ÄÞp`U©ÎIâ£fÅodZ8÷6##4äAÊ 3Éæ¡ê̤µ$UpÃ9zSn§ â£T-SÔYPÙÊâ£r

÷èMdÛzW*ì/&#hêO2IËÛª(/T)$b¨¼Ö¹cÉÏ''®i~Wæ«X"IÿëSnÀC;V6±CÁ$MóBFsÒ¶è&çF$ò8¨öÁ|óÅrrÝ

î7nÒvG¼òOµ³V'©#[áA$c¶iÉò/ÍøQº3uæÄ¤b£c

'Ú}rÇúR

ÎG~­¬RwdÀ\TÆBÎ=iE6]ä)æn*2JäçT¿)ä­S`â26ærw0+¢/MCçмBQÛæÜ½}EAUDòq

¾Â¿¥Í_{Ãó³f=ìfGuû©»øøëô¦ZÊË"$ìx^Gú×Zj§7Ë&\YÏbqâÉÀ¨nVIàbhà>Ý*Í&eÍrx­§)PJ¯ÞÁç>õfI\ZÇã 3ãú×

HIߦTS¦®!ÇwÁAïÇô­»yL(#vîæ¹i4¤âuÅóîW16âBòNæëxQ˽2[Ö»æV4ÕÝ-÷¥û!AéS´"í¾¥Jjö2ÛîS

Êá³ù5òK2¹Ç9É5QæJßç¡-E2¶ò¤î^JçV£o=Õ@$éÆ+Ös´U·d(òîf_1G1Ýó6֬Ʀ;PnaqÂf¢ú·±¿tA>Ó48åQ:Õ)ü¨L¬@ÈÀãæö®NHûDÖßämï]#`î2I$äç½X4-å¸\mÜÄz

ôì;÷1eòá

)ÇÍéÓÝã~ªvövmvÚ/_,dmîQËdõ5BâeYÚRÄqO¥C5Ñ>T*ã=ÿt×lÃINqÈ5mÉØUÚTÆÄî^Ç8<ÕÝádÎ[îíHç¤åf"Q±;0É÷5,Û²HQòíÒª[°Ð©;d{rEFÙp¥Y÷dÄOëYJæªIè[FfU?7EçÒ¬î78àú{W]«ÈÉö®iÙ&}F»÷<KîmN^íú®UÙNYw\÷ª¦[cåìVé·ÐzÒå¹r2m¥a»j«ÁrÆ¥6¸(mN½"R¹WûÒAÏxÉ®ræ=ÂI

¶àNYGôÇ­4¹,ÏQ·¡V ||«ÃF¼­_Reãs| úWu9.DÑç¥tT¸²vëëÓ ªbØ ä·$ó]rýälèH˺4FG¸ÁíT'­ü¦OøzàÓå\ªúX,äÓ3 ù¥$åÆF÷ã>¸«ñ¶µ Þ¼lÄñüýø¥¹+¦g³¤Òw² âAÓÓµtoæ?4Aä8ü3SVÏChÏFÍêQËÁ%u%ËúÖDÒ+´j,Ù;q¸¨

7qÍÛr¼Ï, BYw½:Óró½1ÏñRI;£&¯¹¨×*ó0*ÎÞ¢«L÷äå@}Ç¡¦¹¹v&R·º Ôp¥ÙU`¤Ûp~eJè÷Y¤tÜ~LªÎ¬hFT$ù˼ùZMÿ]?S^fé&T©Â1Ï¥lÄæs¸9NÒ«øæ¡ÎËH#Êe8ùG**;ûI<|ÞÇèB±êN,.

aökòÇ̹%ÓÓôªR²ÊUI,p@_~¿¥zQ±ñû×.Ú<¡ãû4äÆ9¾+jIeFv/,Gl×vè˨8'ô¬]Õ¤¹]ËÉ8iØþ÷'Úµáu<g=5u-=JKmâªÈÔ¬mßD¾AÞA,AºêkËTùé§fXkR%+´q·q]6'ö}ªùgi$SÞ°ç¦;×ofË´3)÷úÔP*jÿÒ¹#Ê®_¸C¶5y8,O@=3ëUØ© É

RqæµrOqjÝÈf¶ä&BüÃ}EtSºiQÅæyð¶V,çiïI§6åWÔå%¶å·ì(Àê3ïúÔ8

ÈÚHùϧzãÍÌÖÎÒ»"Ò-äs¾@îÁ^àÿJêüÔMÛóÑ<WeÓ´q3.nÙe%K$N5uqºá²x'wµdåìgUÚV/ÚZ#@D¬¾bÎAª7%©1È£ ÿ*¬ô}NÝr+Á"D8ÆMhعdd|Ívk·ÊÔfÏΤÑÕ£®¡j7ª¿67zó\ôÑÜ$ÑAê+Õ¾¯Ôªå³(ÊÅ´,K¡ +Õ¼Ï.ZR¹ÉôúÖ±¼ZG½Ëï2öHÁª©fPÁr0Ø=½kJÔT +µ©JêTZ`µ]dxWae#pQ_?Qk̺_õ)Êí6i²´vmïVSØb¬Æp¸tVp2ð:ì¥7w¥4ã¡~Ü«8Ø`?1Ó Lºxã·»K¨é½Ëµy?Õq°ãÒ¯Z6æ6'¨úW2\ö5ÚZ2\µµ°C C'W7¬J`3;±¹ßìêÞ\®ìoÒ½CÂòl¹Auó:qv¯ÓTãÊßæU9h})§ËQ,;V# >ÕÑG{æ]2G$N8§ó¥äzÍòBÐorà?j²²mÓDrÛIâã®{ÓTÔu5¶·"#fP?)ÇQê+Ry"ed]¬¢»9éÅ«¶Pæ

SPhP

¤H$GÖ¾TñÌeêß~õW!zzW«¦ÜçbZÙ>Ol²86åë

¢/sÈ5ú:w¦ùíUË#«°½£ !û°î+¦kϵ!

ìX}kÄÄ{ºÍ9^65­òÈa»Þõ±§ªË"dâ>Êr+2åÜõ£vÇ_¦ÒD=)Ú¤KwhK8¿Þ^=MfÚÑ*±çÒÉå\*ËÓT°à

Τw·;HϧZàåI´aÙ2ÄWc

fséÄÔ­4¢¬/ìõaÉÿ8¯N½H"ÞÅ«il·nN;V媼H£+/<ãÞ½¥&õ:æ´rå$ÆÑÉÒµRÍ#j920 úU&¤r=^

¦JÎU:ä½1Xú|ñ0Î[$á~­ºSVv0çÍ´ÈGÍÎÝ«ÔóÍf±h]ÁVÚÇÏQø×î¤

ÆV­[I¿ÜáCÿ׬ùuæ4ç[1ù$¸o½î¼ý(hlüÇkQ¦)1¦19íMiGôçFj9RD§fD˸1©~näuÊ»W»¹é7d|ÄSU(«¡rêJÑírÃn÷NEFÊzcÕr÷ÚÔ3KÛµFXv;ÆÖv!½

ÊLn6g%±õ÷«~{nØ

%´DEßqà

ÃqU=ãÇáQ¶èìFÝýÍc=£¼6E_;*iy5"md¶qÆJÖ*ä´¢Ç+®õG(çvÍÁ¶áTµlÕÁ0|¾

HÜÝ

Oxç¯JÍK[Úh$T?0%Pzõ¤cÉu<?85»I]ì#&àJÎ=éðÖÛdQËn,F0)ÄÝjÊ<±áK}+#P/ÌÅX¨è«Kõ;ákÍõüê¾HkXêzÐ

ǽyîÏs£|Úíç''<dÖÌÂ/ÁÌÜì¶97B#ísS7ä¨ôíï]´Ö­¡­Qc*/×תÉc³þº[ÔÅ»h( p¡Wo$úÒ¼NùeÚ»GÕ¡ä>ÏLñN×D¶î@éób cÏò¦í*§<úqM-,ãÑßødQµwö#

ØÊõõ4áÈõ*Roq0ÂüÄã¨ä

3/s]ÞØkìG'Í×õ¨Y°

ð¹àdñX¥Êͺ"T0hÉVÜ}zÓ²¾F3¢jæWh(÷ *ÃÈ4¼)Q±@Þ´ÝìÊ¥ö&sÓEæd®0N·Nú"Ýïap;Ò*çwåg£jÃÛ

>¦m9¬§%cÓºJÀ¬KþÐZ#aI+Åo$ÑÍ#r$¶zÀ=êÜ_4á8lúÔVcx-4¶Ë!©ÏSÒCîm¼§çIÛbÇü³Í$}*U

^ERO¨bp?Ï5Ï(¹q³ÔWJO äûQ³Ûqá<ñXÞÖ!Ýsr|³ÃpsÁ?çû«O)U×<wÏ,] ÆÕ%ÇÊÇ êM^A¹#cûÖJ*kÌ[²Í¹È¬pN6ýM\êH,¿1ÆÍ[Fñ¥)ç4'w¸ÊÏzUXÝ~γv'5*É0qÖåRvÌ|°0ÜÂ¥åöQßæ9=*íÏèmZèiµÎN

MVR;¡#Ð]1j+Ê×cD{$ýùÃs´%G,NÃeäO½a7®2.Ô

N ¼÷©`ElU`Ç,1Ú¦BY

Ìw/ëJéó{ÈWrldî8çÚ¬ÙÊUw,aÇ+¸Ô½%¡«vh¥¨ZnÞ¨.3gAj ;òþU£xÝѧå0ÚÄ»úÔ¥ö»(¨Ãñü=*éÂÐIÁÛr_]¹èëZ×¶±Py8§7.WW,=Ë Ô»ÊÊXdÔÅ{0Udázóýk«Iw=|²¶¿¾A¿¿ §C2Êæ£

fUö5\È2³F"ùÜ2ñÀÏCP\±Ø_(Kàg9¦Ú£ÌHåtsÛ­hÃ:Ç Ümç$rk¯4r){Öeø¥I^ÜwÍMgÛç¥

ØënåèîÝUa_dHü

RÏIÃÛÞ²ùt2í¡Wì̹%@}Øn¸­h-b¹Wo?7¾q\üî[

4ÔªìqáÇ *8¥0gÖ§ÒÔIò»2µÚ­ÚnG*TàqÖ£Úóã®G&½%$Ì&õv2®r0¨Ã0oZ£õÉ

G×Et+GTr¶ÚÌ$g¾r~èïîiìÏ(aßÄHüñUÉí#sMËÝ(HYPö±

=ª;gu°ªmo#U¦*æY~_®?ýuÚT2ªää1äúóYÎIHõi+Äe)HR¹aÆzþ½kCÂbÙaäu®*­r¾S{4ËHòt«j*¤n<çÚ¹©&­s{uæåd(9 J²ª±;H$ÈQÐcùïQRwG\ed:8Ô!0lÇE8Þ99©Cbh

ïì+^#æ²ùÅpÅkse&2l´{0H<ç *4(U×Ï\ö¬j;ÈÇ©,HêËæ.åô«·V®Öl}ÌçqøT¨s295$3FD{wñ÷FýU,Q¦#nîyæºehluBQLQÊå¥yÞO_ozäõua!X,¶3UB§9UYë½ÄOLÔ0y÷¸à®ëÍ{v¹æ7Ê6%»mß?úÕ2Ûî`©_¼ÀwéÓ94"/MHdeÞBdÏûûôéUÕ9=½ë«§aÍhBÙ¥1î|

Ùßµe#O!¼ÜAéZÁûX¥Øó­v(eXöF8×?Z7XÐ H#9®¾SU¹¨ÌbWó¾c¸{{W<iX¹<Ö­Y$l¥©YnScúg¥vÃDlÎÀÆzÔ°ÊH"nÚºSH¤ìÉ<²äÈ'¨©eÁô<Ô¹jok¼Æ¡³¥j'Á2:~ùjÌP2<Ìpx4¾rïÜi'<

ÆR»±W$av',ü¦zE

ç1¶aN)õ0q'n:=*&GqEGB'a2{w¤\Jàä+íÐS²5e¯(Náܵc©%OûU¯;h®Oï%

üc%5b§ c9ǵTRÜÆZKoÂg%»ôÀ¨'+ÃüU¤¶ªçwÉÉèM9ؤlä2?

ÉòèN²m"ñG§L6hr°AïKä'¡n¿§@©´¹zdJÊJÄ5qw«g'w~:fùÇN½¨·*"ÌVÌËÉVêõ«w»¯ëH;ô×[×µ^RaUpwHïZÎ Y½LÅA^qØ

z9^ôFNFjºp6§¥:;eg4yHEQüi¨ëÖ³µì0àojz{¥®+}ëÈsÀ sçVåÂ69;»úÓ]Áéú

­I´c y¤FÛõµÐÍ9m©agÀ$óô¨Ì÷

ôÇj¾8O9äRmXºÍ(êÌb¬/Ô~4à{έîir7È éR)%{~5ºÑ:Ey;§;ñËÇ ¥/

U0W

UzWâÔôÏM7syFÀ

ç­5"¥0Y²>ïa]¿29>y;s¬#îà³8ªñÂ`±x'qSV

>//³êòD

Û#¬Ý}êD]Ó¶¹çVRi-©T»å'´í¹ìzo­]}{&JîòÐôüiBÝjJD®

b®F'©ïQÅõ¥Ó ^"M\¦Dæ<Éåð3¸R$¸6WQÎån¿LWæ½Îuºò$q$ðqÿ8¬öXüÌÈçp­äìõ=ÌnQ1;\íÇ÷yêkÖ6ÛI

u$îG5nÎ7DMër$

Ttþ¬²·`î2A+I©·ò%T¹nwÍ2ìúÕæUÖr2ÙèÏ¥oM5¬M[RE"vEþ$ÜsÍf¯Ð«vL¤­±©;AFÃvÆïXβ]Ãp¨êÓÕØã¨îgy¯µSh\c*dyÙ­ÙX+g5Ë%Íî­54\¥¸Äqïò1|õ'½6I%?gíp

§{W]7m$`Ú¢3¡ª17÷ióÄwËãùqÇÿ®²Uß)Q®IJ«©Ç¿sûA ícÁÇqõÓ&V; ôÔgÿ{ÆÓÀÒ¬Ezò¡7*XpsÅÉÉÙ­~

GÇ9ÇNÆÙ¤!jÈëô¬Z:e-D±ª¢Báöð@nZIbµNâ¬yÈ5ºÛ¡4BÌQ|ÆS~âzÿ*w9Wí]<íJÇ; ¨Ææû´³930Çðíã5ÔÖ¦7ÖÄ2Å=Áw7)Àæño#äíå''kRQw4PÔ»n~bC+)b6@೺

sñ¯21¼ÏúÓür÷ÑC[â!µU³ÏSÚ±ËaÔ¾sÍvJËCh+ê++< Äc9é}´&<8 å`GLf²o-ÆÏß è

U8{ÚìEUs(Á4ETzQE{e1¸£s½¤±Åk+%C½S?7{7YnÜ­70cøV³´ÎN{èYxhZ6^!ÎQ|äÑ jµ¨KÝE1nX»»oпk$K"ÄmÛ¯¯¯µvFµ>n£NF«%¤ºHãÝ>éÀÃToí6£ì§{;b¼

½«uô2m¼©$ý#·O§¹ulÆ¡@ÈÈçÞ¤mæ8?u¶f¥¬²E®üì àp?úôël+¸¸;||¸Èüëº49ÙÍ)ésQµ©fÃ4¤¸~µåI-&Æ Ð

µkÉó­

¥D»ç$gûS­ÖFç59hJZX¡B-ªlÙÿ=ªì4ûØ·åvzjEczRi$YÐLýMr&Xòû½kW6=ɱ¶1¥²/yÎHêkT:«)oâ=p0¢µöNQFtÕ»ç

]òÌÃ;vóYèÏ"¡pà18÷ï]¼#©ôÛü¨#$À¬÷@,:È_ó¹95tRÜEIP¦N¡ØtÏ_åSá¾Íæ`x?

ròÍ=?¦mmlPîgÀ,`_MzrcTi

;'<+È/ïz~Ó=8OÙ\Ûä1c<}¥C½]Fwyv÷Åa»=+hÈÖy.¤.ï3¶ÿ¥ëjÄn#uéR§%+Koø?ðÇ<Ûè[0?J(CÚGCr*úÁ,h+27úõMzM¦î:ID¡"îvÜáÔ»ùöüªª(æãw\ëUßQM§-Lò¾l&ñÎ1cëVà ¸"}¹`Pv«qKVy¶Qe¹fY¦¼+`¾õÝF³

ê²ZÝçrä~l(ã qUÆe§³Ì\*ªÎrèu¤XYÑßí;A-ÉÖ¯dc

­Æò:ÑÍÑû¥6£m]sXÓÈáüª1

r»ëbe¢1ÚÂK7Ì?碴tàÕØµ²|ªÇJWw)Ý]@.»±>¬)8w\>î:W4SrHýÄqλÉ;±n=jÍ¥Ì)bWo?1>ÿë×D¤ºtôeMn9gyB£Ï&¸í>å£,×ÊTáãÜõ¯»2¶ÅI~òïc~ÚDÁ¸nëZnìùçsîÚ1úÎæ2ØëÐxÝÇç##qê¥bß\¼[Ä»T1ÍwÅ7Mß¡¥Ë ºsùÒ(

ÌÎ6ùý+Fâ"¨ÀÝIæªÃgýw&7Q¹sH%"1!&A¹s¼v«Óâ(lÃ"0F8ª5¹=YæÚÝÃIp]óÉëYHY÷È

ü½:f·U.rÕ¥bfóRRÑ6áÉö«¶qG,Iæf-çdW¥üÅÏг5¨HaPPüü*S°GÍÓêÕ5

õwÈÅTää÷?äT¶0AÈà~TJJ˱¾Ñ/ÝÄÏ?/AXY+1*vrö=k´£VÉN*{­¢pw! þ]MM-± íláùë^Õè|¥¤ºtênÈn,@hÈÛÿúëVùBÇÝ÷÷¯6³rôWf×SrïË÷¸ëL2I$2ÀdÃôüë«)F£¿õøö9\®ÎÃùjáDrO,Gõ®]B©p6²a¤

¨?s»ô7SRÐåµXØòIs»¨¬d"+0Â.Ækӣ̮´H¤;Æa¦¸Ý7­h+jÈ5Baß»q<dW6<ËmªÎ%w:W'¿ËÜôç+«×"hÃ1Àéõ­­4Gä

Á^t#(Ôæå׿õýnyê¯R=§#;FzóTãerz§ÿDq\)$N?xÜy5áw¡7KA1IrÛ mÁ¸àÕµ£n¥ÀCçåü}ë¦ÜÉ6Á§'¡}·¥ª

'äþqÀ¬Ï"%H\îù9?Lv­[æA%t_Ó;ÎüÃî£r¢f&G*È2X¤uçñªqØj*(ÏmÌ¥Ô¨N¸äÏ@e2+aG%00}«Ê¯y4º~5¬Ð?w*X±Éâ³îÆøáóóNßzÚn)o§âs=Q

庢?0Çò­«* ¶ôa^µÊ*ÍlrÆÓÝZ¨

±íQÔm8ãÒ¹Kë}¬\¸ÎBEvrÝÛ¡ÓZ²3í¥û\j1ÎÜð1ïÜÒÅ$q

*vüc5Ý{¨ÉceÉ#_#{ãèN

6ÏqHÞ½¸é]§»a;%É* 7;ä

U ãªõ¼¥~S$µ°BFKº}³Wv­ÄMÿùTtýzÒ/s¥+/YO8 0p)·ð)Ýäm$·s»½¼}Õc0¯îÁmÛÌHã5«b]Oó¸>n¾y§ou_©¬UÑ©v°HTÂûÛocÀ÷5Ä_HÇÌU%Î1úW5hè­RjöC4«mg"1¼6[æêÖ½Ãý ¡¼M¸Î:g·ç^

çÉKmu:hk£>ÑôP2ÈBç}ÞqüërPËß*6ÌcwÉîkÍØúêSf¨_"c£6ûS°Ì¡\+øõ¢z-(®¾°¢¾ëáW.«G «í6Ãl ¼0ã·/¼t¸ò«ÚåÃÂì¨ø,Î ä×É*Ëu;Ý#'jãµôxäïÐùbv¹â×L<ãå;xÓÿÖ¯ÅûÏCÒÂûÆüw

eùY~aë[PD¦ðv@yà9ÝòütvfÌzÄQì£ü´ÏþÛ×Hàü¬?

{H©Í§ds·Ìeùå9ä`sY¹À'wê3æ´Ìì5"òæÈ½Ykô÷OÍßJé®î[÷vÒwzÈè¹$

¼¥håm©¸áÍ{ð2dÊ\ÑÐÖÓTÃ8o0(f>õÜiT÷vªÈ³{+H«4ÅÖÓv\È"DsÝï\n¯yËQ\í~?*ô-­Ê¶¬Á9/2a´ýݤt÷¦>¼¼ÅeB2ñë\s»ÜxuϨëb+g!FXGnÖ­Ã+ààíþ,÷>µäW¹ô³iÜÛ}]¹ù¾nõ¬Ç!nnwª¯ s×5Êå}OCA\UXÜ,grJô'§jÀ¹HÀÌI'1¥sJ¯)çë)hqú¸VV]ÈàLRøcàçñ¬§UTG5TâîkÛ,¹RyYºçµt:Rù«.òAPFò;ûTEÝXÎ-ÓgY¦èB

JêϹüëØô}$ØÄUõ^>µ×JHî©%-­%H¡xÃî`ÝÝ8ôÅCw:KI$I~dÇ×¥9´ì´ñw©ÀÑ\wÚp;q_(xÅë;\Óüâ¾¹¢®|n!¶q+Fã`?Nÿ¥:i$Æ1É>룿/CŹa¢dB¡A?NqSCÊ#${Ö±vbkhDçhãߥ0ÆXîcÖü¶3zÜF[÷øÇAïV"P[®ziØ]¢Ô;s¤ñQ̹Á'#¯^µ§Äm"²ÉµÀ l^stlù£ZiY¥ÊY·9ÁùqMn­c íW5}^ó¸Ð²H¤Ïb¥Eýá m#¯©®;µ¹Öâ-<¡cÀ;CçU·¤/§Ê8¤wc3üäÆÜÖ2¨å-FêäûïäÐ*nÆsÂp3øT´ú5¢ØøÈô ãç#Ôórvvrб¬PÅXýjÞbsÒ¶wµ

~££%Q÷ã¿lU!ùÏííT¢®VìW'oLÖ¤hbû90²y8®kµÐbÌF~chòfÂûö©êf¥>3ÔníS¹oá®gï³vÚ-ª7©^z`

£©é[¯uتÐT órAã=ÏJS <uëÈúÑ9_DB\«QÛ#Ü¡½ëTØ2ÎYTd¯=k5½ÌìDcnX©!ý9À©"ï`»x\[Jæ}GÇ,Ùù³ià¸jã÷úRR¹ÛY¬K(Æáިݨ\V©3¦2¶

Z®;VÉØîKQ*UÀûÜU'fuB6ZuÁ¨Åt%us¤uºF;¥7¡Èvì*hÁÝÍsËr¹5cùò½1ÁÁ«1¨Ü1yä×EËjì³÷[$û«i´æýßÊÎqé+^R¹®¬R2_ ô¦ôõ5-YòC²Êä`fÃnѹϯҡ» 8 íêyàûTás(î{PQÌðüEG´9-ߦ_A6þS¡Ûh`§¢ã¡!1Zì8÷°ULüÇ¥G,eð~Pãã¿Zi\Z;¡`Mç÷«;2v¨ùzä¿)¥±FHÜ*1Î>cT*v+m9ëV/S¶MGAìàrsCǹFÞø95Ú99nK\g,0yÚi]pøQ÷Gç[&t¥dA þ쪾7p>¢¦r½Çl/¸Â>üâ¡5S·Ì¤ÖÝ

Çîã¯AÒ¸ùõåKcb5iw,ÎsWÙQÄCÊ$õf¸dzôÑóðÌ'SøÔ[nyäSÎpsYó[K´oF&N¡\ðè©sWùUÇ$ ÌÌ繸ϭ4ÊLê¡Ôc ÿ:Æ¢i_¨FWLAr¬ä#&Þz$ʹÈ

xã"°uW^Û

twMç#Æ0@5kïÑão@ßÒ²MÂVþ¬Bm ¬@E»pO>ôë@×E¶Õ=òMoRîÖ6mÅèZ¸í(¸È*zâ£÷®Õ9ù¹-ÁÅJºW7[jC4A\É:çÓ¢O8o¸A¹FÕãzVÐønfì¤BwCs¾T÷@ëÏÿZ¬+,¾wrÌHÝ÷©ù^¦ª<ÛyL¶ªnìzåU¦ÁXÁÜF·9ËvãÌ÷@×.¥x¢ÁÝîe²yϵhSP8,¸àó\é鮿Øä/+2e亻BÄ@ÁÊ:Ý´¤ÍTyÝÆ8V#ÎâJt`ËÚÀx

{VQVЮDö$Ú¥Joe^)±3Ä;£Ã`«ÅKj,·edK"¬è#!Û ªXKiÛÈÜXpKãÔ

ÙÅN:'£d&sã°¹®Y>w¡0ZÓÄWîgs£$M`¢±Ú1Á<WBVZrOR®Ó!

$®'¸¾õmB3ÉeÝÊç\ðø9ß¼Ëq+Ã0xïQÝKóm¨=0q^|¨ÎÖM

+@Àÿ¾HïV¢nÑ· BæZþÏÝ&hÙF09àõ«0@ð0/òðÃ=+e&ÐãNÆo¬¥[w×5zîÅlÚÑÖh&ÅEÉÜuâ¸d1èÂÒE³ÄfráWyÿgS4bÞå0A#$R[P*¬·Y'å¦x&£[m¤62xãùö©Ø¶_y­'XuïÒ¥c$Å}qÇëCæKâ²Ø[x®%³÷ð¥s!#ûÝÏZÖþêBq²(ª3»å~¹^ÿ

K ilpÓë]p]N+_cIÙþ«»HÞ­B¤|òc,zW-Yҽשyí'·ýi"ùpõìkwlR

õCvß·,xÚ9ÇÖ¼ê×oCºº´s¼däääçÚ· °60q}ë§%ï¤ZØ@ÊaAèí¯6Õm°±í×­Eù]×¼lLQÑ£2dxyïëS¬rF¤Q̤sÍa+Å7Ô\º1K*§Ó>`SÂëí\ÍòÆäB} ¾d3+

¡6ýìäÖÅm6\;.IùNvã×¥¯­KSV%XÕß%¹Æ½bU`Ídé\ír£¦êÅ+ræHxÁë-ÿÒ#.)»;5çÛöw/áÌ©üMq3´ý?

ª¿2mÂïÃâ¾

NÈóÞ¥ã1Æ-øë*t} F¤dõ=pk¥KÝVT¶UÀ.rzb¨Hä*P`r%ËräÈíúp»zè>`®ÖA'Ü@1Ç&´ÃÅF'\¤*Éæº¹o=N3ô¨®RL@mÏU®Û6Ë]NoV`Ñ÷ËtµrRÄa_Çê¥%{vVÞY0ÄúÓ;àWTv:3nMK21

O'}JIZ&

çvÞ¬ªO3r2ÁaÚ£cЧ°Æd9ÝÌ>biceÞ¥HIç&³F@ϼÊëQ²Cä¸{µc-$gaqÌüÇåMY1 ü£åÔ}k£a-I°Z"$#=>nÔ±Ä%K6yç½'Ur,V=¤0¿¦*ªä0òùÇR*£fË»Ï\U¿+Ì? üÛ½)¶vcDݱ²ªzp3ô§,b\sÎXsQ»#Øq¯óøTA×k¬rzàf·ÖCG°}3rlÝxÉàT%fi~

øYv|àÃh).~Xó:Í]ìÌÔt2ÆAÇ·jvAÜ9ë&ï ¹"´Å=ç

qøÓ¸´lªA{/óªä²ü9'±¡.]½±$~Ù'Ú¬DÊnVvèUzý}«jÍ:,J¨ÂõäsùÕö¾?P:ýk¦ÎÀÖ¢Íîõ

¬ñôPx'yÍsQzJ:hG&Øÿ×`ù¨¶uÓ}kÒNÆ=o!Ùc+ÝQVÖNs'GVïZ7t(««ò>ZSèè*aHçó\ÜÎçDvT¡ÁÇ\µ²6@#v~UÀ­µ4REv-Ë!IÎQR ¡k²,M[RÒÅæ|¹ç$õíÚ@É6á~_c5{

   

PROPOSAL

PENGAJUAN DAN PENGELOLAAN PENYELENGGARAAN

PENINGKATAN MUTU PKBM IRSYADULHAYAT

TAHUN 2012

     

Diajukan Kepada

Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat,

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Gedung E Lantai 6, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270

     

Oleh:

 

Nama Lembaga : PKBM Irsyadulhayat

Alamat : Jl. Gunung Sasak, Babussalam Kec. Gerung Lombok Barat

No. Telp./HP: 081805219554

        

PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT

(PKBM)*IRSYADULHAYAT*

Jl. Gunung Sasak, Bilekedit, Desa Babussalam, Kec. Gerung, Kab. Lombok Barat

Kode Pos. 83363 Hp. 081805219554

 

Babussalam, 05 Maret 2011

 

Kepada

Yth. Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat

Direktorat Jenderal PAUDNI, Kementerian Pendidikan Nasional

Up. Subdit Kelembagaan dan Kemitraan

Gedung E Lantai 6, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta

Di

J a k a r t a

 

SURAT PENGANTAR

Nomor : 014/Ph/A/PKBM-IH/III/2012

 

NoJenis Yang DikirimJumlahKeterangan

1.

  

Proposal Pengajuan dan Pengelolaan Dana Kegiatan Peningkatan Mutu PKBM Tahun 2012 1 Bundel

 

Dikirim dengan hormat untuk mendapatkan pertimbangan dan persetujuan. Terima kasih

 

Ketua PKBM Irsyadulhayat

  

Hamdi FD,QH

Tembusan :

1.Kabid PNFI Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Barat di Gerung.

2.Arsip

  

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

Jl. Soekarno Hatta Girimenang – Gerung Tlp. (0370) 681539

 

SURAT REKOMENDASI

Nomor :

 

Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Lombok Barat menerangkan bahwa :

Nama Lembaga : PKBM Irsyadulhayat

Ketua Lembaga : Hamdi FD,QH

Alamat Lembaga : Dusun Bilekedit Barat, Desa Babussalam, Kecamatan Gerung,

Kab. Lombok Barat, Provinsi NTB

Nomor Telepon : 081805219554

 

Adalah lembaga PKBM yang memiliki kelayakan dalam menyelenggarakan Kegiatan Peningkatan Mutu Kelembagaan PKBM, untuk seterusnya dinyatakan layak untuk mengajukan proposal kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini ,Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan Nasional untuk memperoleh dana Kegiatan Peningkatan Mutu Kelembagaan PKBM Tahun 2012.

Apabila PKBM yang bersangkutan mendapatkan bantuan maka kami sanggup memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Demikian Rekomendasi ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Giri Menang, 05 Maret 2012

A.n. Kepala Dinas Dikpora Kab.Lombok Barat

Kabid PAUDNI

    

Drs. H. KHALID

Pmbina IVa

NIP. 19571231 1978021 019

 

PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT

(PKBM)*IRSYADULHAYAT*

Jl. Gunung Sasak, Bilekedit, Desa Babussalam, Kec. Gerung, Kab. Lombok Barat

Kode Pos. 83363 Hp. 081805219554

 

SURAT PERNYATAAN

KESANGGUPAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN MUTLAK

 

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Lembaga : PKBM Irsyadulhayat

Jabatan : Ketua PKBM Irsyadulhayat

Alamat : Jl. Gunung Sasak Bilekedit Babussalam

Telp./HP: 081805219554

Dengan ini menyatakan bahwa:

1. Bantuan digunakan untuk Peningkatan Mutu kelembagaan PKBM Irsyadulhayat dan

tidak akan digunakan untuk keperluan pribadi.

2. Kegiatan Peningkatan Mutu PKBM Irsyadulhayat dilaksanakansesuai dengan jadwal yang diajukan dalam proposal.

3. Penyerahan laporan awal dilaksanakan 3 (tiga) hari setelah danacair dan laporan akhir 6 (enam) minggu setelah dana diterima atau selambat-lambatnya tanggal 28 Desember 2012.

4. Apabila di kemudian pernyataan ini tidak sesuai dengan keadaanyang sebenarnya, saya bersedia dikenakan sanksi administrasi dan/atau tuntutan lain sesuai ketentuan perundang-undangan yangberlaku.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan bermateraicukup untuk digunakan sebagaimana mestinya.

 

Babussalam, 05 Maret 2012

Yang Membuat Pernyataan

    

Hamdi FD,QH

 

Profil Lembaga

 

1.Nama LembagaPUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) IRSYADULHAYAT

2.Alamat LembagaDusun Bilekedit, Desa Babussalam, Kecamatan

Gerung, Kab. Lombok Barat Prov. NTB

3.Tanggal Berdiri27 Oktober 2007

4.Akte Notaris

Perijinan No06 Notaris : LL. FAHRIZAHARTA, SH

14 Tahun 2011

5.NPWP15.038.464.2.915.000

6.NILEM52.1.03.0001.4.0.0001

7.Nama BankBRI Unit Gerung Cabang Mataram

8. No.Rek Lembaga4684-01-012711-53-4

9.Kegiatan pendidikan masyarakat yang dilaksanakan saat ini:

1.Program Kursus / Pemberdayaan Perempuan / Bhs Inggris Bhs Arab

2.Paket A.B.C / TBM/ KBU/

3.Pendidikan Anak Usia Dini PAUD

 

Daftar Pengurus Lembaga

 

NoNAMA TUTORL/PTEMPAT /TANGGAL LAHIRPENDIDIKAN

TERAKHIRJABATAN

1Hamdi FD,QHLBilekedit31-12-1977Ma’hadPengelola

2Sumiati NingsihPBilekedit19-01-1987MASekretaris

3Mustianah, S.pd.PAjok.31-12-1979 S1Bendahara

 

Data Warga Belajar dan Tutor

 

NoJenis ProgramWarga BelajarTutorKet

LPJmlLPJml

1.Pendidikan Anak Usia Dini

PAUD Irsyadulhayat

21

23

43

4

4

Jumlah212343-44

2.Paket B Setara SMP & Paket C

POKJAR

2

8

10

5

-

5

Jumlah28105-5

3.Keaksaraan Fungsional2201803006410

4.Kegitan Usaha (KU)

Usaha Bakulan

Usaha Ayaman dari Bambu

-

10

20

10

20

-

-

1

1

1

1

Jumlah-2020-11

 

Ketenagaan (Sdm) Yang Dimiliki

 

NoJenis/Profesi TenagaTingkat Pendidikan (Orang)

SMPSMADipl.S1Jumlah

1.Pengurus/Pengelola-2215

2.Administratif--1-1

3.Pendidik PAUD--4-4

4.Tutor Pendidikan Keaksaraan-53412

5.Tutor Pendidikan Kesetaraan--246

6.Instruktur/Pelatih Keterampilan---22

7.Tenaga Kebersihan/Dapur1---1

8.Jaga Malam-----

Jumlah17121131

 

Data Tenaga Kependidika

NoJenisJenjang Pendidikan

>S1S1D3/D4<D3Jml

1Ketua PKBM1-1-1

2Sekretaris-1--1

3Bendahara-1--1

4Koordinator program-1--1

5Pengelola Program-11-2

6Urusan Kesekretariatan-1--1

7Petugas Perpustakaan---11

8Teknisi1---1

Jumlah15219

 

Program Pembelajaran Dan Pelatihan

 

Jenis ProgramTarget Sasaran (Orang)

LakiPerempJumlah

Kelompok Bermain PAUD222143

Pendidikan Kesetaraan Paket B347

Pendidikan Kesetaraan Paket C3811

Life Skill Pemberdayaan Perempuan-99

Keaksaraan Fungsional (KF)212950

Kursus Komputer8715

Kursus Bahasa Inggris/Arab71219

TBM342054

     

Sarana Fasilitas Yang Dimiliki

 

1.Status Lahan/Bangunan

Lahan PersiapanLuas Tanah

Luas Bangunan

Luas Tanah300 m2

80 m2

700 m2Milik Sendiri

2.Rincian BangunanRuang Tamu

Ruang Sekretariat

Ruang Kantor Pengurus

Ruang Belajar PAUD

Ruang Praktek Keterampilan

Ruang Serbaguna

Ruang TBM

Ruang Usaha/Produksi

Ruang Perpustakaan/TBM

Ruang Penjaga/Satpam

Ruang Mushallah

Ruang Dapur

Ruang Toilet/WC1 Ruang

1 Ruang

1 Ruang

2 Ruang

Gabung

1 Ruang

1 Ruang

-

1 Ruang -

1 Ruang

1 Ruang

1 Ruang

3.Sarana/Fasilitas Pembelajaran dan PelatihanKursi Tamu

Meja/Kursi/Lemari Sekretariat

Meja/Kursi/Lemari Ruang Teori

Meja/Kursi Ruang Keterampilan

APE PAUD

Lemari/Rak Buku

Mesin Tik Manual

Komputer

Printer

Alat-alat Keterampilan Menjahit

Alat Keterampilan Makanan Olahan

Papan Tulis

Buku/Modul/Bahan Belajar Lain

Alat Keterampilan Unit Produksi2 Set

3 set

6 Paket

4 Paket

17 unit

2 unit

-

3 Unit

1 Unit

-

-

4 Lembar

9 Eksemplar

-

            

Uraian Program Yang Diusulkan

NOURAIAN KEGIATANPENJELASAN

1Jenis KegiatanPeningkatan Mutu Kelembagaan PKBM

2Tujuan Dengan Program Bantuan Peningkatan Mutu PKBM ini bertujuan untuk melaksanakan pengadaan sarana dan parasarana penunjang pembelajaran, subsidi penyelenggaraan program dan pembiayaan kapasitas pendidik dan pengelola PKBM dalam rangka menciptakan pendidikan yang bermutu dan kredibel.

3Sasaran /peserta1.Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran serta sistem administrasi pengelolaan manajemen yang kredibel dan akuntability.

2.Meningkatkan kompetensi tutor dalam rangka mendapatkan hasil pendidikan dan pelatihan yang bermutu.

3.Menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan serta tercukupinya sarana prasarana minimal penunjang pembelajaran.

4Hasil yang diharapkanBertambahnya kelengkapan sarana prasarana yang yang akan menunjang terwujudnya pembelajaran yang bermutu dan menyenangkan bagi pesera didik.

 

Berkembangnya proses improvisasi dalam kegiatan pembelajaran bagi pengelola dan tutor , dengan adanya deversifikasi dan transformasi sistem pembelajaran;

Adanya alternatif model tekhnologi pembelajaran yang mampu diterapkan oleh tutor setelah mengikuti pelatihan.

Adanya kerjasama antar lembaga penyelenggara pelatihan dengan mitra untuk magang /penempatan/pengembangan pembelajaran yang bermutu dan menyenangkan.

 

Terwujudnya mutu program yang dilaksanakan dan tersedianya administrasi pengelolaan yang akuntabel dan rapi.

Meningkatnya pelayanan program yang dilaksanakan oleh PKBM karena didukung oleh SDM dan sarana/prasarana yang memadai.

Terselenggaranya berbagai program yang dirancang oleh PKBM yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat disekitarnya.

Tersedianya data base pendidikan non formal dan profil wilayah kerja PKBM sebagai landasan dalam penyusunan perencanaan program.

 

5Langkah-langkah persiapan dan pelaksanaan1 . Sosialisasi Program

 

Agar program Peningkatan Mutu Kelembagaan PKBM terlaksana sesuai dengan tujuan dan harapan maka PKBM Irsyadulhayat akan melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat sasaran, Tutor dan Stake holder lainnya yang di laksanakan lembaga PKBM. Tujuan dari sosialisasi ini adalah memberikan informasi kepada sasaran tentang apa saja yang akan dilakukan dalam rangka pelaksanaan program peningkatan mutu lembaga PKBM.

Unsur tim sosialisasi berasal dari PKBM Irsyadulhayat sebagai pelaksana program dan Tenaga Tekhnis PNF Kecamatan Gerung. Sasaran sosialisasi adalah :

a.Tokoh-tokoh kunci seperti tokoh Pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan stake holder lainnya yang ada di masyarakat.

b.Tutor-Tutor Program

c.Pemerintah / aparat desa di wilayah setempat.

2. Melakukan Identifikasi Kebutuhan (Need Assesment)

3.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan yang dimiliki oleh PKBM terkait dengan upaya mutu kelembagaan PKBM. Pelaksanaan dilakukan dengan melaksanakan workshop, diskusi atau curah pendapat dengan stakholder, tutor, peserta didik dan pengelola PKBM.

 

4.Perumusan Masalah dan Penyusunan Solusi

Masukan dari semua pihak diinventarisir dan dibuat skala prioritas mana yang akan didahulukan. Kemudian dicarikan solusi dan atau pemecahan terhadap masalah-masalah yang berhasil dikumpulkan.

5.Membuat Rencana Kerja dan Jadwal Kegiatan

Penjabaran dari hasil identifikasi masalah dan solusiyang akan dilakukan dibuatkan sebuah matrik rencana kerja dan jadwal kegiatan dalam rangka melaksanakan peningkatan mutu kelembagaan PKBM. Rencana kerja dan jadwal kegiatan ini merupakan rencana kerja yang akan dilaksanakan oleh lembaga PKBM untuk melaksanakan program peningkatan mutu.

 

6Ruang Lingkup Kegiatan Peningkatan Mutu Kelembagaan

 

PKBM1.1. Penyusunan Rencana Kerja , sebagai acuan dalam melaksanakan program peningkatan mutu kelembagaan PKBM. Rencana kerja yang disusun bersifat pertisipatif dan sangat tergantung kepada kebutuhan lembaga, peningkatan mutu peserta didik dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan.

2.2. Melakukan pengurusan dokumen legalitas yang belum lengkap seperti akte notaris kelembagaan kursus PKBM, akte notaris PAUD dan TBM. Termasuk pengurusan NPWP, ijin operasional dan NPWP masing-masing program di lembaga PKBM Irsyadulhayat seperti kursus, Pos pelayanan PAUD dan Taman Bacaan Masyarakat.

3.3. Penyelenggaraan rapat /konsultasi/koordinasi/dan pertemuan-pertemuan dalam rangka restrukturisasi dan revitalisasi PKBM Irsyadulhayat dengan unsur-unsur terkait dalam peningkatan kapasitas kelembagaan PKBM.

4.3. Melakukan pendataan (data base) sasaran program di wilayah kerja PKBM Irsyadulhayat seperti data sasaran PAUD, Putus sekolah/DO SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, pengangguran, Buta Aksara, Melek Aksara, tingkat perekonomian, potensi pengembangan sumber daya alam dan manusia, dan peluang usaha/keterampilan yang perlu dikembangkan. Pendataan dilakukan dengan melibatkan unsur pemerintahan desa, dusun dan RT, dengan menggunakan sistem pendataan tekhnologi informatika.

5.4. Melakukan perbaikan sarana sekretariat dengan penataan ruang belajar, ruang tutor dan pengadaan PAM/air bersih, penyusunan dan pengadaan booklet/leaflet tentang profil dan program PKBM Irsyadulhayat.

6.5. Pembenahan administrasi pembelajaran, keuangan dan administrasi umum serta membuat papan data visual tentang keadaan peserta didik, tutor, tenaga pengelola, kalender pembelajaran, data lulusan dan data monografi wilayah kerja.

7.6. Pengembangan kurikulum dan bahan ajar, karena mulai tahun 2011 PKBM Irsyadulhayat telah menetapkan sistem KTSP. Pendanaan juga akan digunakan untuk menyusun kurikulum serta modul-modul keterampilan fungsional dalam rangka memperkuat spektrum pembelajaran PNF yang berbasis vokasional.

8.7. Penambahan vasilitas perkantoran seperti mebelair, rak arsip, lemari buku, pengadaan mesin fax dan telpon.

9.8. Mengadakan pelatihan serta workshop yang berkaitan dengan peningkatan mutu pengelola atau staf PKBM terutama yang berkaitan dengan manajemen pengelolaan, pnyusunan rencana kerja dan sistem pendataan yang berbasis tekhnologi informatika.

10.9. Melaksanakan Monitoring dan evaluasi program secara berkesinambungandengan untuk mengetahui pekembangan program, mengetahui keberhasilan, manfaat dan dampak program serta mengetahui berbagai permasalahan yang terjadi dan solusi dalam rangka penyempurnaan program. Sasaran Monitoring dan Evaluasi adalah Kelompok belajar, Tutor dan Penyelenggara.

7Fasilitas/sarana kegiatanSarana dan Prasarana Pendukung Dimiliki

1 . Tempat Manajemen

1. Sekretariat: PKBM Irsyadulhayat dengan luas bangunan 80m2 luas tanah 300 m2 dan lokasi tanah pesiapan untuk PKBM Seluas 700m2

2. Ruang

Belajar : 2 lokal

Perpustakaan : 1 lokal

Ruang Komputer : 1 lokal

WC : 1 lokal

Administrasi : 1 lokal

Ruang PAUD : 2 Lokal

Ruang Life skill : 1lokal

 

2 . Administrasi yang di miliki saat ini :

Papan Struktur Organisasi

Papan Nama PKBM

Papan Nama PAUD

Program Kerja

Papan Keadaan WB, Tutor

Papan Struktur Organisasi PAUD

Papan Kreatifitas Anak PAUD

3 . Sarana dan Prasarana Penunjang

Meja dan Kursi Pengelola 2 set

Rak buku 2 set

Komputer dan Meja Komputer 3 set

Papan Tulis White board besar 4 buah

Papan Tulis 3buah

Lemari alat Permainan 2 buah

APE Out Door 6 Unit

4 . Bahan Belajar

Pengetahuan Umum 20 judul

Buku cerita Anak 500 EX

Buku Keterampilan 15 judul

Modul Tematik 2 buah

Kurikulum KUM 5 buah.

Buku Bacan umum dan agama 301buah

Buku Bahsa Arab + Kitab-Kitab 110 buah

8Kelengkapan AdministrasiSemua kelengkapan administrasi dilampirkan fotokopinya.

      

Rencana Anggaran Belanja

NoKomponen PembiayaanRincian PembiayaanVolSatuan

(Rp)Jumlah

(Rp)

1.Proses Perijinan dan alat kelengkapan organisasi1.Pengurusan Akta Notaris Lembaga PAUD dan lembaga kursus PKBM

2.Pengurusan Rekening Bank dan NPWP Kelembagaan PAUD dan Kursus serta ijin operasional kelembagaan.

2 x

  

2 x

1.000.000

  

1.000.000

2.000.000

  

2.000.000

Jumlah I4.000.000

2.Peningkatan Kualitas Sumber daya pengelola1.Pelatihan tenaga pendidik dan kependidikan dalam rangka pengelolaan/manajemen program.

2.Workshop pengelolaan dan penyelenggaraan program PKBM.

3.Asistensi pengelolaan PKBM dan pendampingan

 

1 x

   

1 x

 

2 x

 

2.000.000

   

2.000.000

 

500.000

 

2.000.000

   

2.000.000

 

1.000.000

Jumlah II5.000.000

3.Pendataan PKBM1.Pendataan potensi pendidikan non formal dengan name and adreess(jumlah buta huruf, putus sekolah SD, SMP dan SMA, Jumlah pengangguran, Tingkat Perekonomian, potensi sumber daya alam dan manusia, dll.)

2.Pembuatan Papan Data visual tentang Lulusan dan Daya serap program, rencana kerja, kalender pembelajaran, profil kelembagaan, data pendidik dan tenaga kependidikan.

3.Entri Data Base peserta didik , tutor dan lulusan program PKBM dan data potensi wilayah untuk PNF.

4.Penyusunan data persiapan lembaga dan program

   

1 x

       

6 B

      

1 x

  

2 x

   

4.000.000

       

500.000

      

1.000.000

  

500.000

   

4.000.000

       

3.000.000

      

1.000.000

  

1.000.000

Jumlah III9.000.000

4.Penyelenggaraan rapat /konsultasi/koordinasi/pertemuan dalam rangka restrukturisasi dan revitalisasi PKBM1.Sosialisasi dan penyerapan aspirasi pengembangan PKBM dan program.

2.Rapat penyusunan rencana kerja dan prioritas rencana pengembangan PKBM.

3.Workshop penyusunan kurikulum dan bahan pembelajaran.

4.Konsultasi dan koordinasi pengembangan dan peningkatan mutu lembaga dan program.

5.Pembuatan Aidicat TBM siswa untuk pendidikan anak usia dini.

1 x

  

1 x

   

1 x

  

2 x

  

3 x4m2

 

1.000.000

  

1.000.000

   

1.000.000

  

500.000

  

500.000

 

1.000.000

  

1.000.000

   

1.000.000

  

1.000.000

  

1.000.000

Jumlah IV5.000.000

5.Penataan Sistem Administrasi1.Pengadaan ATK

2.Pembuatan, penataan dan pengadaan standar minimal administrasi perkantoran untuk setiap program 4 pkt

  

4 pkt

250.000

  

500.0001.000.000

  

2.000.000

Jumlah V3.000.000

6.Perbaikan sekretariat dan publikasi1.Pengadaan mebelair dan perlengkapan sekretarian.

2.Rehab ringan ruang sekretariat, WC dan ruang belajar.

3.Pembuatan Lokal kursus komputer PKBM Irsyadulhayat

4 unit

 

2 unit

   

4x4m

500.000

  

1.500.000

   

2.000.000

  

3.000.000

  

3.000.000

Jumlah VI8.000.000

Jumlah I+II+III+IV+V+VI30.000.000

Jumlah Keseluruhan Yang Diajukan : Rp. 30.000.000

Terbilang :Tiga Puluh Juta Rupiah

    

PENUTUP

Program Peningkatan Mutu Kelembagaan PKBM dirasakan sangat penting untuk dilakukan, karena keberhasilan program PNF di tingkat bawah sangat tergantung kepada kemampuan lembaga PKBM dalam mengelola program yang dilaksanakan. Tetapi keberhasilan pengelolaan sangat ditentukan oleh kemampuan lembaga untuk menyusun potensi yang dimiliki kemudian diolah mencadi sebuah perencanaan yang sistematis sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

Disamping itu dukungan masyarakat dan sumber daya yang dimiliki oleh lembaga PKBM juga akan menentukan keberhasilan program yang sedang dilaksanakan oleh PKBM. Oleh karena itu peningkatan mutu lembaga PKBM melalui penataan administrasi yang sehat, restrukturisasi kelembagaan yang kuat, inventarisir potensi melalui data base PNF, penambahan sarana prasarana yang telah tersedia, penyusunan perangkat pembelajaran yang terintegrasi vokasi dan persiapan legalitas kelembagaan untuk persiapan akreditasi sangat mendukung dalam pengembangan mutu kelembagaan pendidikan non formal dimasa yang akan datang.

Mengingat penilaian kemajuan suatu lembaga dan penilaian output yang dihasilkan sangat tergantung pada kredibilitas lembaga di mata masyarakat, sehingga Program Peningkatan Mutu Kelembagaan PKBM mutlak untuk dilakukan agar lembaga-lembaga PNF juga bisa bersaing dengan lembaga formal lainnya.

Demikian proposal ini kami buat dalam rangka menjadi acuan dan pertimbangan Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal PAUDNI, Kemendiknas RI dalam mengalokasikan Program Pendidikan Peningkatan Mutu Kelembagaan PKBM yang akan dilaksanakan oleh PKBM Irsyadulhayat.

 

LAMPIRAN-LAMPIRAN

 

1.Surat pernyataan lembaga penerima bantuan (sesuai dengan format)

2.Salinan/foto kopi akta notaris/surat ijin operasional pendirian lembaga/organisasi.

3.Salinan/foto kopi nomor rekening bank

4.Salinan / foto copy NPWP atas nama lembaga

5.Struktur organisasi kepengurusan lembaga .

                            

Kalo mau safe ijin ya

 

karya AlvinGRGL1806 ( Alvin Nugraha Adniputra ( saya sendiri ) )

ÿ.íÿU1üÔ¼ùH÷ÐÍþcÿ&ÿHíÿU0þj^KùH÷µÿC5ùü¶ÿvÿñüܼòï-ùÉ_ÌZÒÄnGûÎæ¼W/%ü¤{ÊÆÿüÉþkúGÿñüÜ»?)òyóÇÏ>cÑntmI­MØQ(ð°aF©¦ã#=A¦PÓg^Iò$¾LÒ5mJÞ$¾ºFÜI+§&2º¨ëÇuGdÛâp§`ü¶ò\É1ÁèÎ$^L38B®wW¨¸xdx

ÈR8ÿ-¼¢í$^¼à)JäL[<BÀÿ0¼¿§hzÕ­½DrÁê°c]ùþ)¶´×I è0!éè(ûÆRy²4Õ¢­Á¯Ù§ü@

¤±K_@xÜ'ëɣɪFø¾(*W/Hø<ÕjRz6KÿøÈÙ*±ãÉZOO(ÿ×å¤î3]NÉxlùtÅUbªÝqJðp%rñUàï¥ÚÑÿCýFýXcÍK¾òË

AEérRt¨~EìÜ10·ú§õdCßåtï7ùÞ

Rg[I WhϬkUßçqÝÄ õÿ7ÿÎ9y7Iòέª[]]ú¶6\Dà©hаbiQá`&mó`{`tÅiQ"ëÔ2%

6-ã¾(}9ù[gi'åÎòÛ$X¯!½}F£(ÿ$?Ûý´M&­æc¶±aYÎVÀ:y¦ÈÈ÷¶cæØO}

ÌKÝÊCCF8}©§ódvl»æ^wù°è<Ãjô´Só«¾ù\q¬§·D²Vý&æ:GSÑV¼tÊyÈÂH};¢FûÿÄØX¶öíã:á-g8cAªã*ªWÆø¨W

Ó®^¸º»â³Xu6Ò

ïÄíôaÃâ+á ¢´·Ct»ÿ«GDâB&Ú¢£"¬þq §ü¬ôf ±º5&öeC>O£3§þU×JȬFsÐþë>aäÓoG¶Ú¾9K»NÀá\Vr

G7êÝYfähïtÖ»¸¸*ÐPõäÊ~X8ÇTÛ~_yyÕþºïú/78JrPXÈ¥UÛøEy`Å$c/WÒµ¿+éZYÜ=Nði

Å̵úÀ^M=Ð4ö~<Êç¦"Ü@vcyåu­iI$Ê­%

¸i¤feþ&bªßOÌ\ܬÏÐOôÊ´ÙkôëÿÑå

ös\ìVp«¹mª!Rê)4,z|@µºL¯ìm­a[{¡r²­d¢àÝë×£K{±ùu;ȵÏLïb¥ØoJ³Ûâ®Y\XÔ¼¯[©Ne£.*ÔÓõeR

6Âvª6ò:¤r£Ä¯¤éÑ$¼Å¡

`kãáÝN;ë:ÄάÚ:zöQÂ&õe"ñx§Åö[.±ÓvÏ¥#_,ëðBóËe$Bkf

ÅDjXH»!'ãv}"çêÂßÌ»½Ä$H¡¼r1Ç+e<±

}O[ý¯õæc;¹úª»ú6]þËS®]`~OèZã˰ßèóêÎKÈ%ËÌ®ÅH§Ã¿ÙÉx»ó`1H¯5ëÙíæDêÞÖ;`¡ª

×û~4øq"Í@ðÆm­^ʲO/è÷ûP®],sLæËW;8XZ¤á¥¸VV/AññV¼°ÖìåP[iaõ

fÞÏÖKM,±«/Cäê[`v³Çl[Τb¶§q§Þ^[¶PÅÉ#zU ØÕª2ëq#/`Àö" äÿ

ù²jí¥o/?ÿÒäÅ

3^ìV;b¨yomãvIUz© ,LãU¶yb)֮߸â4 þl`y±3Òec«Í¤ñsy¡hËCwjSu$¥j8wmâÙ%v±wÎæÎ7"kµËñÄq¦hݲiæØtnö×2ÙK}jHø/L_¿g÷fFxá·2ãJ3÷Iæ7¤îÒ,NAøþÏú£ìä$8Ü2®lÊ~iÔcâ4»dS

Õh

Zо9lÂlÑgú=óuÃê7°r¥ÞK¨ÑcG`ù¯0¿o(Ë#±nAµÞzü­ÕdѼ·kÎ0®.yH½GTþÕpbÊ6s¸¶ó_tÖÓuGÍîd2ȨÅO"ÜY©Ëå×íl07L^æÖ}NæK¸S¯ï4$

©JöÛ-26kà÷O¬¯;E±ºe×b*¤Ö¤WlÆqra`Tñå½2N.fy´°kp©´{Çìûå¾1ª<ÚNóDÖQË«,ÖÓ·èpãÐ$*Íõz×ì×~9!Èóeáºe¬jPÙÀH{!.H.¡]ÔQÔî1qÁ?%;{;Ãldx£úÒ

Ë0¥Hqñmö°Q²äÂqÆ+¦£¡yNÖdG¹¹¹»¶!¦â!n7gaßñÂ'[4˪·­5KÉî´HÏJÜG;\´aª¢²wâÿ

ý»yjá(¼¥¤iÓ[M¥k+©\Zh¸ñ1*S^×!"HLbæ¥æ;7âüÀ­ñ'!$¦Y*Ú.¤ÍÊÚØE$·Niº¯'cJü!k\ÄBc_­þXyÕ¼±ËÅõ6W-¼©!®ûkËÀd¡7AÊßìoikuk®5½ÔmÄ(D £i×ïÆ\uEjßÔ®5RB«jÄ+JãvNdÚÝ.d³ôÁ"ÛÊ ¬

.ÿåR\

lÅ¿ÿÓä­$M$`¼köE@ù÷cENWuRc`Pðm¶4Øï*Ku¡zõ¼9Hwù±êKù?A;¨iºVëÌ¥;ö#¨ØáYPD1FÑÚÚýOK.±úr(PRA;ÐrùäqÈRrÆ¢¯£ùT@

o9ýÍ9ÂÓcSZÛ|Èipò

1Æ.·EÛyïQV%CËê¸*©­:w;d£3vÃo$74½b$`YZ

P}v-¼KãaÊÆÄkrK¢xcÄ6L!A¢à¨ÛÈø«ónF+[èÖ;y"JKjòÄËZµRÃðtÃ+ÓoVÕ?WÒagà PªÔäûOxá¯6N²ÉÚu««ýZ&DÁ##¢üC)Fµ\ÉÄ^ʾ±åýOË6ͨ^Á2ÎÍ2Aé2²1Ý~j{dHdeÙååÇøª­nòñ­G'@Ä~ÖÊ3(ÙÈ7º-ªSs¶QLí~hÜÁi²ÎIlVWdj9,d)¨§áÉÀYeb­áZºýÕÀ¢$%QÅ@

øeÙè¼Ù­^Å

r#0PEäð¦8*Ѩ¾&¬Oë­Â,

³"*vU$³?F­=î©y)F¿»ðQÐ(oÆ<]e1ú¦«ªÉrÑIT <ܸÙeðê;GS)T¨}<?GúU}ZðݼmªÁ }emÌ΢D«²ÆWÓ³b"nѨÖK0gÕ«Û%Î%`K4 Q=kµióÊ'wd5À«FG®ë66ÏaW0«C*z­Uf§Ä ¯ì×ü¬Ëä@èWG25Ö©oÖ±KÊä:ófN`_ò¿ÉÌyÊ@Óg:·æncµßì-í5{u6Ñß$JaÛ7ZrÀ,)4Åo¿0üí}/­.¯tìAÿ$/§®=RûUÖÍëîý¥#âz§V¡¦nlj>^oFâåá!¯'4¦ÍANßf¹9²wq%ª-qæo2ÛÄÖ"åî­f

jR­¶ÀôÌm7.\QåÉÿÔâ39X¤d&¼OM»{f¼ÝäºÙb 4Bù!

z»±Vêc¤¦&eªE4HÙAÚ_Õ$¾4¨ÄHä©ë]ýQ¿\¶<LÄ£(Qvë¶Ý1Ç#ÄdúHCùgM#Få,`[ncæjíÎFÁÙúômÙdlêSÔÜõíצXa}W-yjãK´

s$78²MGý²¬Ð4sÆ«ðÛS1¬²µÎ5·±¸ú»·¡eö4h´Ò[$í]w!Å;ôñʳtnÓzý{ÌWq]X\J×^3#}PÙ<s$n× Kg¢þHé6·µ%[:prUwß(ÔK£võ{róñ;}ùÞÂ?5íݼ«up¨Êx3PÒ£¯áõEæ^Pü¸½ÖF&43^jQ¬×oÅ=«¨jA÷|äj|ÈããÃ\Ú2jL¶}çüã÷/­8hòi·b3Ë2~&ÚüYO

ó¯5)ù²ç@ÔoIé*X¤Âî¥e,i-èmÕt$KÔM!«ÉéÆZËWW!OqáÔÊUVTßÌέsCñF'ÅRÔñ×)NÅÉÅ© Qf>.WiÄ@Ðü/uxôM.[«±¸`x»ÊäoÅGoÚo##$eãåïÉ/&iÞ^ÊY×\Ô.9)ºhýQ°1ÑXȨ¬ü¬Ë ¬QàæÁï?çúæfÓud°

ðW

4EÃñ? ßñ,)Ëç_ØjÚÕÞª)âÖfYcúmCUu´¬¿¶cdvl5ºYs¨EQ"T)òÃøóÂTÛYíÒ+¡%Äuø'ùze&DÃÄáÝèuP%~+öV´åJeSL¤KÿÕ/ÕõoÊ_ÑNµÒ¡ôÝxÁ"à7N\Áå\Â#¹ÚíÕå²[-ÌG//M¨+8§±í$±»ûÛëá½ÅÊ<±ÄÓÌ+ÄHÁ3

q2'd-¬*zKµC@WÄñaÝy&ovL+?¸SQñjzÔH¯_§#ÆYÚWkõ©ÍͰ¸1YÃ/îâzI¯ÓÛ.9H$ìYÄ`HÏëj¨ñõöfævÿWVsÈï2ëS¥ì»HâÙKȯÃÛâg;ÿ­ca{ÊÈîd7ðĶâW2%¼dâøª9««þ_,ÇÈjGfPØ"Móò¤q!ò£¤.yBAôÅ+à2<e¾§=¯6¨TåÊCö¾ú_ÀÉmª_êJò(eEõk"âm*kàkÉ1õsBë2Ék¸µnÕ|ÜSnLøâÌI¢×jÀ¤hÑ\G{s$¢14R«

´Ô(W²9ÈðÕ5D[ØçÞ+^ õ®3ÏÈ<@OM¿keø¿ÊÌ]A¹7à=t5EïO^¹CrYæKkKòÞö?RÙãeI§b~ü!jÞgùoyþïPs

ªc`!GâS·SÏíf\2ÑÝ£&+'ÞrüàÖ-.à²ÓZ1z×ËWQV¢¢

+S·Çñ|9,ëxV5¼êDo9Z¾£B1_æV䯾,«Ç-Þ{Îüï©j:¦£§©ÝÉxÀÎʨJ-iövïáãÊKF\CdÅ Ó#D¶!yOéò£©

#?û¨æpÅÐ)_Øi×ÎPEE* E+HÂ4âè\y¯R@ÑsÆê)#

¿íåü6ãR7Ê×BêêKMêÚB~!QÖ2jÛñl¯)fÜ;îÉ4O7j~Pý#u¢UºN,ñ~Rª$^,»Ãâþ\.0«J®ìçú¸j~% #z'!0Y//_Ê:¾öÓQb¡ÑY~.w2ÚÆb³(øÕGÃÀV¬ÍüaÞ(NätRëL¡±"ó:±KZÐÐoþ~9§ü±æX5íÅ·¡;!ÙÍðüxÿ>%ËÎX¸ñÃ.Eü¥Ö|Ï«ÞC§ÚÇ

§°úTYàGM÷ÿ6ÊsB1Ô¶b¤|Üa5JnãQ¸íLÄr^uùõ-ä>IV®È^BeUØ`ËFÿdTÿ­cêhÔKÂmüÛw鯦B±cyTUaR@ëA\Í nI&mç5ªÚÉø%·fW

È2òRÛß0²

 

BÒ?A³,SÌsHúq´`P{ó3ô9õÉÑøDµr?FbÕ$

7rÃ,µN ÊâËQÜP¼0 (Å(tïß®_Â8¾ªOmÂB²-Mz¦T°m²9]vÍÄË"³K$2GQê8âïÑT±ÿ[ 1p

ðÍÅÍÅPÇmN­¯tºÖ?N;FVbvYcpÊHØ¿ÿ×â1ÛhÞ¢lcªÄ

$%¿Ê«·ÿc4q@ôÿJÍ©%¥Ë¤

SS°¿!ÍYyT¯}w+(+6Ihªà¯Oòs÷äÀK»;Aé˼à}=µ»þÉR7ÿÁtÈÊÐyÌ7K3Å6z}ÜIgzmâ

ÖªÜÜÝߪÌâUݹ¶Ô,;ó¨Ë@Ü8æDúYöy5þ»úsÃm-I©àµßá¥3 ­÷½§N´Òìù%´Û¤j«êJßsN¬ßµË(&ù²¹&ªÃ ¹éÙT÷5«üËÒ Ô|®Ú6çê­4Tóúkþ²åÍH0È.%ñüæiöhXü®l˯$þ`KHùHeÚ0ªe

H£j0ZíO§1¥G£æÑo¤ýk¸bºýØwD>ħÄ~\ª@èô|òéNm.ÎVfYbI%ÞVidnJ;cÆjHtwÂKä*R8aÄP

tVÆuѳ2ú7lj̯ƨh?ÌÚÜÕL¬5-?£-Úr´kY»o³ÄðsæP?Ó!®ãIá3´>â^p¬Â¤ü[îÛý¢px¥º?$Pµ·³ìy$©qn¨NY5Ê";§^£=¶0úiËã3£2ï½®COb¹TÎíÐ

.µ;«²Ò]Í4×B,Í+ª»Ñvù`²#Þém.á¢ËÃ4ѵ;æf/¥ÃÍÍSE¼hnÂ<døXc6Ti«¸Ø»ÂsmsHÔ 8«/Ñ<­ùòî¢Ú=ÅÓÝ2ÎÕ

HÕ£¼¾¾w¢×#-F5-½õ¤òÚ^v®ÐNôxÉVéòÊ$¶ÄØpwOÓd²=^ó¡l÷×±)mÓxÆëÈüeV¹v"V^MzZ

ýÝü

m:JÌbqaV vßQÕp«¹_öÊ[O+$lÀôâ9ªIdF86%W&´Ú6_eì,üÙGåǯ%óÍ$¡å´ÌéûðwjåYg³n<tmî:nb3;ª®Ût;|4Ûnç1[UbkN;±ãñr4ûö§uÅR8ëúÖaÖ§®§OïâW*Þ+U¶{'sL&H|Í=Ù¿óTªiëlu&BYÅ@qᳫ%ÈÍ´PRè¾^x¬î­¦´[tÅqêYõ##\FסJFr]VÚº¼ÂòWìrqÓ

Ýîí3®fÈlàÄÜ­´­Ý«Nç&SrIÉ0%ù_òÿWò±ç

V1´Óií,bJÇl¬^UoV6NN

ös*Í]Ór*"Þij

ÛCʼ.ßFS.mÃö×-³¯/~Uk·þJÍu

Yeã<-';x*

_QÕ丸MQb.GgÚÃ?©¼n©^m±ØSápZP¡µ fut¶ôÚ£©ùîrqÆb×,Ü|Å%öI×"úÒ;[TJ*à¶HÆßÿÑàâxiö

3°´[ôepñ0b£ãzfNÚ3y%³,ÃöH9qh6o£Cwª³Ei©"RµeJáÌ­sc°´þ×È~l¹p«f­wiáEÿøzwån¤U}SÊÚ½ýº²õi¢~Q²N8ȨÆduÈd6¢:w0­IÌ^qó

ÆatxÜÃ$«±xÀbè­ñ#rø²W@[

óg?LiS³x¥àãøàâ¢É<¥ê¾NóV«ëk¥¥ãËdÀÊêe²X*òEêpØ ÒÓó· ÕyCj7wÖ«¬°!A;zaM Èf³4­]:$Y./V²1rÜß4*£ÔÛFWüµ°DN¡}Bwry

Ì92ôk2ÉÉTüjþû9+:ÄÆ6æáìH" n«

ÍqT£jnbF'Wj©!AzJé\*eçÏ- {yÍ=G¬Ç¾çærpm)ü¨Õç*O-"¹[:°«þ.O&ácºmù£¤ë>aó}õÆlo Ò­í­gôKpól¤Õ¶aör1 O=CÖ¾t¬

0È?K!+óN§iÀÞ[æ¬WÛî _§-Á¼²í+`cIM#J>¹>[8¸ùÛ#ý%fõ+"Ó¶ã18røÁCË©Ú!¯ ÇùFù!ZÌÃÐtOÌ]BOÊÿðUÆ¥´ñYÂÎ7)êõ]¨?Êû\rÃElð/øï$ÜÀì-u}2î´rÌdtuÛïÌay¶øe*Ô4&²Ó&½}FÎY! }Zy_âØÜU¯ùY8ÊÍ Æe¯þb_KgeåÛK!òöp-´r:\(õ$+Áë'.9$

ùQÎóG

Jú%H;xæGIuÍÚ=i}ËfDT¼µxþÈäSOÿÒå÷å¤vu©[ê1ßGkãñ$/]ù0ËféCZW¤y+ô¾·öÀ­(oܰâU

¦ôÉK'¨¤c±amåXÓɨúQÅl?{o]ÆåKlíñqÉÉÞ²ÞÚt´h%KÉ´|_£çï~I'þ^Ò¯5UYÜ0gI*'$r¼FÇÃ*ÙK%¸ò¶b"ÖdyÔúÄ%Ö³$WìU»g{6FÒíK@[+[V°gOª¼V×HÃEY[ùi'¿ääìe¶é®äã©h:§é×Q$ª!o´CÑùer g!©þV¥ÅG¡;ÊË(âjÌyíÓ|ÉG%UòÌ

ú=­ýFåàY¢²½6`>!#þlÉæÒcUÜOùG$ýë^ °b#5kû*ÄïL§Æ-c·XÞïЯ¨!æí¿Ýö²beAòø¸¾±Ó½`dÎnd ( uFå¾FR¡m¡ëþ^Óc°³Ki8ÜK)bf¨ôÖ} ÿg(,ÉO-⣷U#«äàj7![p0!Yy±2FC

¨PA`zì=Sc£¯0¬£¡&Á<8ÿ±ÅR¿1è'S"£PHf}o¨/eºgsÖKu?§ýâ1YíÌúmmºõQ²òd¼&¸]RZÝ¿ÖÄjB2¿Âª_ïåþVFRÊ-eç§[ëÉU6&¢W¿LAM÷¼á´õ»InK4qËC_YÞ5©=¾9=B

w

ZÖÙ#·`0HùsdòÜO¬ÇQ«²òÕ

ðû[1ÃE¦ÁBí¡þ^XßyBfIeKõ%eP¬LG£0kLäJbÂmÏËV×VÚIdZ

¤+®ÔpWâ.ÿµ¿Ë#.{1É1HÍGô}Îmõ{ÀÕg2³)]ö«L? ó¶?Éæ+ìÎÖÂwF÷òR@£5hžÉÉe°Ãù©ÌNÁK)éÊ£,¶]Çí÷×øaA;kÝBæ;KH{X,q ÜØ`%"$òMõÑx-.V9jnf5Z

îjiñ¢Þt0ÿÿÓãz%¼¶cB×Êêõ+Tý!FÜó+Ù,µ»Õ,`[Hô×;¾$¹di¥j±ÚKõËË;MEL@Oâ*Ùqmɦk¾WäWXòóÉöÑÙݽ7SQ³Sj6DÀ¥Z3yoO½)§Ey,;[Ü,æ¼UfJ÷Æq¾LE±WótÛí2kxáQ,Æ=è¼);^@ÚÂO?næ´¼Ñm$ô­&¹{²ãuwmÿf½rF nTJöu·uë;xí­¯A!Æ;v±

ñ§.Il#¹?OÌ=vFúÔÑÚË&ܬý'HXÙä&û?FG6Ìf5È(Mç§çËV1'·6w3AõvòÓV+X¶²AW/6äüÇ»eîN_ÈJP

Hâ(W¾WálÌtS°½Óîdúü³rb}£µw WèÄÀCåRyÁ9Û,ª&Kt¢

óýÞù},ãÍêÑX~§ÊH¡)Å*ÁÀý­ªkOâÊY¢â©êÊ·¦9"^ì#í|(¥¯éÛZU¾

+\ý7Jì£æâα[£d ø«Û¯ûUFèÛ,±º´¦s¿2³+QD¸ÁüÄn­¯µiâgú½Î-å*̬Õ}È>#ñdãÓÞĤV>q4++vg0-´i /µBw;¬¹#

Ð%²÷ÍÚtà;LXÐmAB§Ä

â PfÀ-®£¶Óõ;WâeyahÜTÔDàÔ}ý3$îC@<Ð-ª½½Ã]E!/êDÕOz|ððÞÈ2_«ë6wV[% ©d äÌ7åZà+)XM<¿æ¸-t!¥´Ò*,LV-Sµ(W¯ÀZa:§~ÍÐ308Ù´]¨éѲBL@^Hì{1¨úp@¡ËcKmLU4ÒäÀ_zø§)rpòL

ké¥OZ¨'ï59MÊÿÔó?ß'Ûëµz±÷ùæ9äåGnßFc¹á

Z=1U¯^puûc®Yld^ñáZðçÿm

(Û*ò¥?yÒö²¼qóF7^ÙKrÃÓ

´:©Cßýëû_g¯L6ä°ÿy?o§~F2æÂ/Bò'Zãûòýèå_îGÙíêeSnÓí=¬GJÓíz¾­h|¹-:Ö_Sááþúý¬*«w_J?S/Z>>¥8ý¯÷_§ðúËÏö±BûÊóÞò¬_ÝÓÚý¯Ùùâ¡Fÿ¤yúÝ+Ç}¸~×úß3Î5ýç$$`ÿâXICC_PROFILEHLinomntrRGB XYZ Î1acspMSFTIEC sRGBöÖÓ-HP cprtP3desclwtptðbkptrXYZgXYZ,bXYZ@dmndTpdmddÄvuedLviewÔ$lumiømeas$tech0rTRC<gTRC<bTRCELRY`gnu|¡©±¹ÁÉÑÙáéòú&/8AKT]gqz¢¬¶ÁËÕàëõ!-8COZfr~¢®ºÇÓàìù -;HUcq~¨¶ÄÓáðþ

+:IXgw¦µÅÕåö'7HYj{¯ÀÑãõ+=Oat¬¿Òåø2FZnª¾Òçû%:Ody¤ºÏåû

 

'

=

T

j

  

®

Å

Ü

ó"9Qi°Èáù*C\u§ÀÙó

  

&

@

Z

t

 

©

Ã

Þ

ø.Id¶Òî%A^z³Ïì&Ca~¹×õ1OmªÉè&Ed£Ãã#Cc¤Åå'Ij­Îð4Vx½à&Il²ÖúAe®Ò÷@e¯Õú Ek·Ý*QwÅì;c²Ú*R{£ÌõGpÃì@j¾é>i¿ê A l Ä ð!!H!u!¡!Î!û"'"U""¯"Ý#

#8#f##Â#ð$$M$|$«$Ú%%8%h%%Ç%÷&'&W&&·&è''I'z'«'Ü(

(?(q(¢(Ô))8)k))Ð**5*h**Ï++6+i++Ñ,,9,n,¢,×--A-v-«-á..L..·.î/$/Z//Ç/þ050l0¤0Û11J11º1ò2*2c22Ô3

3F33¸3ñ4+4e44Ø55M55Â5ý676r6®6é7$7`77×88P88È99B99¼9ù:6:t:²:ï;-;k;ª;è<'<e<¤ >`> >à?!?a?¢?â@#@d@¦@çA)AjA¬AîB0BrBµB÷C:C}CÀDDGDDÎEEUEEÞF"FgF«FðG5G{GÀHHKHH×IIcI©IðJ7J}JÄKKSKKâL*LrLºMMJMMÜN%NnN·OOIOOÝP'PqP»QQPQQæR1R|RÇSS_SªSöTBTTÛU(UuUÂVV\V©V÷WDWWàX/X}XËYYiY¸ZZVZ¦Zõ[E[[å\5\\Ö]']x]É^^l^½__a_³``W`ª`üaOa¢aõbIbbðcCccëd@ddée=eeçf=ffèg=ggéh?hhìiCiiñjHjj÷kOk§kÿlWl¯mm`m¹nnknÄooxoÑp+ppàq:qqðrKr¦ss]s¸ttptÌu(u

uáv>vvøwVw³xxnxÌy*yyçzFz¥{{c{Â|!||á}A}¡~~b~Â#åG¨

kÍ0ôWºã

G

«r×;iÎ3þdÊ0ücÊ1ÿfÎ6nÖ?¨zãM¶ ô_É4

uàL¸$ühÕB¯÷dÒ@®ú i Ø¡G¡¶¢&¢££v£æ¤V¤Ç¥8¥©¦¦¦ý§n§à¨R¨Ä©7©©ªª««u«é¬\¬Ð­D­¸®-®¡¯¯°°u°ê±`±Ö²K²Â³8³®´%´µµ¶¶y¶ð·h·à¸Y¸Ñ¹J¹Âº;ºµ».»§¼!¼½½¾

¾¾ÿ¿z¿õÀpÀìÁgÁãÂ_ÂÛÃXÃÔÄQÄÎÅKÅÈÆFÆÃÇAÇ¿È=ȼÉ:ɹÊ8Ê·Ë6˶Ì5̵Í5͵Î6ζÏ7ϸÐ9кÑ<ѾÒ?ÒÁÓDÓÆÔIÔËÕNÕÑÖUÖØ×\×àØdØèÙlÙñÚvÚûÛÜÜÝÝÞÞ¢ß)߯à6à½áDáÌâSâÛãcãëäsäüåæ

æçç©è2è¼éFéÐê[êåëpëûìííî(î´ï@ïÌðXðåñrñÿòóó§ô4ôÂõPõÞömöû÷øø¨ù8ùÇúWúçûwüüý)ýºþKþÜÿmÿÿÿá)http://ns.adobe.com/xap/1.0/

     

Photographer: Adrian Swierczynski

    

Copyright: All reserved

            

0, 0

255, 255

    

0, 0

255, 255

    

0, 0

255, 255

    

0, 0

255, 255

                                              

ÿîAdobedÿÛ

 

""ÿÀ`ÿÝRÿÄ¢

 

s!1AQa"q2¡±B#ÁRÑá3bð$rñ%C4S¢²csÂ5D'£³6TdtÃÒâ&

EF¤´VÓU(òãóÄÔäôeu

¥µÅÕåõfv¦¶ÆÖæö7GWgw§·Ç×ç÷8HXhx¨¸ÈØèø)9IYiy©¹ÉÙéù*:JZjzªºÊÚêúm!1AQa"q2¡±ðÁÑá#BRbrñ3$4CS%¢c²ÂsÒ5âDT

&6E'dtU7ò£³Ã()Óãó¤´ÄÔäôeu

¥µÅÕåõFVfv¦¶ÆÖæöGWgw§·Ç×ç÷8HXhx¨¸ÈØèø9IYiy©¹ÉÙéù*:JZjzªºÊÚêúÿÚ?8

©âÞ$ýßÍ·d²ä¤I$v>Á¿Éÿ+(ÂäHIñßä6À¨¹$

¿ØU:P1ôéúð*ÑÈ nÇa_øn8««È:MÿÏ®¶UCV=FßNØ«C*Ðnzââ¤r:×åkM©ÿ¦®v#yäûLRV²¸4Øu;iô¼å¾7U^A¾Éßn¤W

VªÐ®ßwºÓ

+BNÝ>Y¡ycoí>ÿµix­ÌnH;SßÛ

äíÄìÃè¯L)\ÛÀÔuéËß"­Á*zu®

¡6zéôðâF<»F§O»çñ`Vê@ý0¡o'zî(7ø²÷ÀHBjOJmAO|PÐ`@:÷|©W%9Q@éQá¾­ëºZøxöfëLUSª

¦ÿ>þÛ~Ö¹@û$ô }ªb

Åj8Óq¹©é\

·}&¿U¹^v¯ûµ¶Ha@C:ëïbÒnxÚ PïOZUU SßzåQ

[piñoµ+þf⮪¸4?Õ¥G*³ØÖ`6Ä!¨h*k¿zí÷bÌ*-c4;tß%|kÌÐH# ©F4̪wéøÝGíb­È§qRAñé_õqUè¢AZµPSOò°ª×Bp÷­ÛÇ·üZXH)ðQ¿·5ñÐ0Þ|H¯¶ÌiÜô§Mÿâ8P¸L¬ÂÂÔÿ´Û"¦´oqÇ¥=þÎ)j ÔЭ÷Å+Wâ]è6¡,PÓt¡ÛöG|*ÔÎj)ÐS~àâŤpß

ü=v=±Vʨ¡ ëQþ}qKK¹ "ñ?«ý¡ÑÆÊÜ&®ÛõÛ®S"UûMø?J¯¬´_ÓñZàJ;Õ:ä¸ò£ïÐ)_À`J"¡@sAòßüÝ­Tu­;Óþ*ºZP

À×ðÅVhIé·Ñ¯dWøh

)^[m¿[CÈ7~ýqWz¾CRv¯Qµ=©·È54<

ýF*µRbAð®(OÙªåÓ|P±

H©#í{í^=±W7ÆÕü]ÛÃm¤(ð¨Gáöp¡

+¼©a¶ûuèØPVEQðõ§qÛ­ÕQE"AP¥#5

ש #ù±BXR£á§¿öþÎ(Pe5`v¨¯öâ¨s*·~»Ä²J ÁOÄ´5¯I"ª«

Mv?ÙþN(CKZM:·ùþÖ*

Ú¤ScáýrH[µ5®ý°%

;ׯ¶¥I-Øï±=éþÞ

Î

húb¥;ýAO»pR¤*Ð)Ú§õÿ×8R î§éÿ6ÅTÒªwjmÛ)ȼnÛ

TÇO-¨á·ÑíW

8i¿XôÛzíJP`BÄ_5GOzPvJ®oT¸À´¡êlB»Øoôm\VÓb(64ȪóSµGÏ$ ¼ÍH¯ùíªàáiÈ|]<2*¦h~Я'

¬P®Äôت£)åðïØ~¬

¤

ü(oÓ

µNÛW¯¾«íFÚ>°+dñîw °¡S?åtïÜþÕ0*² Òúh?

¦@In*6ð%ó¡å^~ï

B4{¿±®I¥$U©j¿çÐ`ü'¨úr2È'jÐ¥

ôù{f9l]c±bnÚhÐVAÅâD`O_|@rÎI¨M|ß*à*ÜdzS·Ð1Uü>=ZtëªE?!¸tتÇ6äPmJnOáã-UÜÐáB*ÖíBznwôáIW%v n+ÛþüþX6¸4íL¬XÙ>ö¶­>uùàUÞºÉþÕvñ5ùåÂíÂÈBWãùv#Å}ðCÓà¢Ð×jïµqU>j)¡öß~S"È®-Æ÷ W§\(Z@$"HéPv÷ï¶)©¨Û§sö°º/Nã¾øP»§SQSô½>ü!æVkÜ5`fjq,ý;óí¸PPo¿QÐ~Å[MÅÀO]þxP½§J[P¤Ä·ÈW\ÜC5+M÷éß

*

¤µkíñwÀª­ÄîHÞ´óv ïJ¹tðíRO».·FôзcN^í*»bÜ'o¿âÅ\R¬Ië¬W

1ãOÔô®Ç¹¶P6ë²ÐýøB¶ÝbAù÷ùbÑÛü|~y%]Òjv¾­©&¶â¿Ù

!w"¤µ=úàCµÜïÈÐýøKïEYjOéJ,|tÜ5?VA)p\ì(ASOÖ2Þ:¦U©ÖµÊ%6¿j

 

×~þø

l|"¤¦"¨-H±Z.ûý߯%tV

¾^ÅTSìN¥r*·JHVnÓ¢ä

Q

@SÇv;Ó·Ý¥mOTû'¿ÑJâ«PÝ÷©Â­£¥+S¿·ùòÀYíl_,\$/s½zì1Uª§í1§ÓíLTõ(¼¶Û¡®þøSÑsIØÐ¸¡ïóÀZq@4;xÓKeøîTTò¥IñË$Ä*TTÇ|©UØ-Ý+N´Ä%³²¯SJVð¥È8*|zb

ñ¡

Ò,EA¯QQOÅ+yð­XPS`*Höð®#z*ôÇ|%ÇÛ£

lé¶!RíUh¨O@ÔI·P¨ª+þk"Á

86ëÿ°ª°PJUkMº

º>ÖD¥´ýà5 zìá¯cÆöW§ÓNØUÃãsÓæ?Ê_³Vn$#§]

<0«qÄA @kZbUzz©v®ãýh--P;ò«ÌJøvýs¹oeSC^$q?²hPvïìÞØ«&xûôÿk

ö¬±0f@Ì@kËÄqÂ[Yeb R£±ípÚ¦£ÑomØ36í×côBÄä.ïMª¤Ôþ\dÁXV$ÓcÕ²)l*¤»m¶®FøJûÓ½+]¨{âÑ$½ý­ò*Ñlhh}úòÀ­¿²»ûã­vßöÎçcD¨¯Oø.¡¹Ië±ÿW¶%V0 âÔ¶=E)BÆPTlQN é¥Jö!ÀñèÊNývþK

X;Ƭh+E=AÌg¥âh¿üGiÝÂ*jA¯ZáUªÅw¦Ã¡=û}?êàWEF`+×§ù·8¸éZõú0ZP P

÷ñ¨ÿ=°2\XmêÒO_õÿÕÀPÛGÔzV´úGóa*uâ#©ä:SÃ[ʸ¨ÛnµÞÜp*ç"0*~×Zx}äP¬ìê+`¨PÖ ì:dY9

jåØùâ­î8ø©PIìIk

ZîXS©W·]°!væ¨Ãj+í_¿íb-~Ï

6ôñUjªÕ»©WðéÉcñävøäúíÚ¿ìkþ¶ÔDª58UmA²TÐ}Ýp*§Ç÷d׸÷È]J½IÙ¡?!)j6]ÏB7

 

#£½E6ïòÛ­)QZZTÖ»áV½ETPwß]Àr.h@»!V

éßnÞÙ2­KR£sÿý´YÎä}°ªè¨iƦ¿í`JÔ}¡{tëã ¡E

Ezõýòq(Pr×b@Ûùvþ8c²=*V·ËÉ\PSj«PÖ§üé

!¦¢ýI÷À¨fþÿz|=úuí÷d¸#zuû>¬±R³Ðîz|ÿØä"5øk×§eèiI_ÄE#aó>ßæ¸«@PkA¿l\K3u¥1hN

náU¡¹6ä7({`)r|aÈLPÚ¹ÌïSSZÖ§»ùqW-NÀ5øò¶ãôdRÒæ¦oaC©$û÷ªGâ

)íCôoÿÂRFõûÿ§ÙÅ-ïö¥ÀtÛþ5Å++ÆTüÅ

Ằm^¿>ÝvÉ*ÄÏÙÚ£¹íðølVH¨ Ú¦¤ì0%¸eMû^ÝñW-7­Ý\*Ó}¢Ëð·AáôûdB´d$| ZSÇ[nÁH;

ÖFªÆ¯BèT»Z"ئBR¤s¨=iV¡©¯ãOH!ÅìIâ

;Ò¹Xöj-9ó4Å(½7j[¥}ürqbQÞ»0ÒµÛ®ôñËÓ;l õ­¶@³²c¶àîOݶl¸QÐNL1*Ws¯§ÆC³

×øÓþ#*µÂ©èiNÛwȲ\»5(DZûð)]ö®A®ûo×üPXlEv¡þ²

¸CÖ÷û¶ÀÙ¾äøwÛìþÎØP²?}EÝG_Ƕ,äH¡ ª÷ñÚ»×i\JûWn¤*ø}¡+Ô5d¢r)òÉF,BnUëA¸²LJº â6å¹À¨¨5

*A×lSI

º(5+ñ½{ÓÛ Íh­Juëí¶GÄ@Þ¾íôdUorw­{* Í@ ì¾Í+TñWÐÐõ¯ZáJ¨d<º3

Ðþ¬oÔ©øw=ÉÂ

àH$o½wßd·j

{Ôx£VÄ ¥GçðÀ«*ñ ïÿxáBÐ6ÀTîüW+@ _ǧöqU¼Ðtùo

¿Pr

+Bz~°Ø

S1ñ§!R}úÓüÛ­øzT½}½ñPÙT&£¶H!j`

{÷8UO4M~@wª±ÇÙûéô|ñ*·rõ"ª½éJí.$ñ_0)Yêk½I§ÑÓ&µ¸Ô8ïÔïWRJ4"ØSÛ,

_´{øoáóÀ­/ëB=½¼1WH_íw§Sý¸¡°åªÔ|,U¶Æ9꫱z¹ëôb­zd

Ph6é·¾9O%cÛmÈ?óN*UjðÅ!ÃCr:üj2J#­OÃ]üÕZ

Yq'¨CÒËÀ¦JµÝ{þ8UU½OêÅZ%V0%yZÔt×½1B#¶ãqùøàVÕS¸ïW1­XôöÅBÕkÖaóÅ*wdÓ·zôÉ(À$~"ÅÀ*t=}ònµÝwÜ

¸

²ôÙ$¬j¨´§lr%E

HÅrGPY{*âT

R£¿ö`CÞ»Ðø«¾È

»m×éÅJàí7Oëº6WaCÐýýñP¹©ìiÛå

JûmLÕѾUnÇnØ«PO¶*æ!¶qCCaC×\GËKÐTì6éô

Ú¨dí-©ü?Å*Áªjz

æp+Sò

AI±>Ù0À´7ß

º»vE÷`¢½½°*w®I¢íÜþ¬P­

Ð×®@²ÐpÇlUMwíúñT4¢¤TtÛ

¶jW½qU&ø

ßT/Ì|²lZH è½~_Ó"mØRê?ÚÈ¢£l~_Ç Yvßjè

?^EÉ];ïS*§ÅJødæPO#·ß­ =¿¦¥MzïOÃ&ÁËðÓÀôÅÈwèw;mA¼|:ôÈjÑþÞM%JׯJn}ñB)ÈuþY48

o¾,rPíMé\B ä$ËC¤zab­Üþ9É1ªP:|òÍ]Xµ©Ü÷È¥x&¼iCÛ´ïðI©ìëª PPô]¶ÅU¿ ÿo|Bª5¦Ã¶%Éej#ß&«1¥+Ðm¢¾$O6=ð&Ð7+O×A2·(¯Í@ ìwÚb¨Àu?Aßù¯Ø¯ÄÒ¿Ù©\·Âwø

6ñ¨ÿ>X²29Ò§a¶M,e¦çoíå

ä¯ri_ÅP×r|=+QÛøåDî^ã­¦(FØÿz¦¡ý~ÙrVIn8ýªò÷¥7Ìva¦Kä°*¯Cì8ï¿q+ð`Oñ}{ÓörA

w'á<"ý¾YÎ)8+NõùÓZ­M[©#èÅQ

8ÀtÛídâ´#~{ô®øBUM9pg ØR¸9Þ¾D%§

Wg¡;j*Ü_bi½ ,mÉ¡Øìw¦­O·êÅZUêVtü?

<yT

SzãôaUìÌ´¢þ8¹j9R®ßðÙ%Pý4®ø½d± Sl¾2%oï8èRXÐPLSë`h

:í°é²rbAPwjmßåK¥WÃa_»â¼ Ù4¥ÏÛ

±ëÃIZ¡ÌrqçÍ.pymÛ.

¸À5ëZÒPT{Ã+)D¦Ì!ýrJui^ R½ÏùõÊ8¢¥M{½¾ð7QN$vÏËö¾Udkµ{Òù

ÏQðP

T¿

PSÖË¿ú»åA4ÇÒ+øf`pJ§Mcn4'qNR[4ßÀøÿóe°"aRÔr{ìz|ð3FYÈq*OZ

wÅQMkR;×ýl®BܪÃ<=þÕÄ`Q«

õßÚö~,WF¥N¤íOþÞ%KZP⾨R

JǦæÊ?á¾Ö@·î£eرêwéLCu0éþkµÈ37pCãã¿|PºAOÛ?ÀÿÿÐÖ"FûzÖ¢¹«vKdrjxòZ

צÿ.X¡ ç-8íÔoN ñÀ¨Ér]ý>)[¹¥i¾Ýw'

AjHèz\Khµ+û¨}¼TüY «ìíC·¾8

ÏÓØ

ãþËü¬)n¼]aQ]¸ïL¬âí½:l(j¡èÆ¢

ÕØÓù±Jâ»oÖwï¶ôä{m׮ءrãc¾ç§ÛÇý¬P¢ vþæ1BöPÆSoµyR(NôÚÚcW8â_¥*>]>*¸V­¹¥:ñöÿÅVhî(+MÉý_µªeñ# =«ã­?º

Æ*Ók¾Ý­

âªkZWâ;(q_Sâéþ}p+\T|þ^ãìµ1V**0ïîØ«|hIÚaòÛvlUkN×®çSò`5§õÅ*È ¨P¡|Ç+JôëSþ|±Wß}U¦&×¹÷öÀUÜx9' ¡®ÇÇn½qXUyl

w÷ý¾Xw¦øiCâ7'ü¯£\\TÑkÐ|ÀìNÝ©ñ

áC|7¥*kÈv§¿ÌþÎZ§ZïP:ã\*²¨¯jl~x¡FHê8(ß°G¶(R5BìE{SØâÍö8±ÙA¯@:}P¤àPUfúz¨0S×b|@ëâqB§ÉSJ¶ßóKb

Bõê;v8Rpâ:±¶®ù$76¡~´§ëôaBÊH,wM;­¡J­vØÈÛød©2?Þ¦Ý{í+ó¨¯

kü0

-¡+CBwëOQ½¹Â«Ô5IÛ¹0%¥Ør6ûð¨Z©¢üUÅd¡Uv?æ1WJÄ

¥Oô¦86Àõ§`1VÔÑ»oÓæiÃVë.f$PÇÇøbÙÞ¾#Z´é¿ÑLs±ñÚ½;ø«|B© zÿVãF4ýiM¾^øhfè)òÂsURià~X£¹íS_¹~2éüpªÙ>Ñ uÛlUcN]hv ®*Ú©@©Ú¿×

¶Ï~`JSíï

\¤ö4¥{b«ÊpÜVµ­?V*¥É$CÔáUÈÆ§~£çO)\ ùÿ*Ó@=~X¡°zVnݱ,§

{v4ÀÔÐl7Üu?<Uk©Ú¿N*Ñ·.éN8ÚªÁxH(û0ÞcÓ"b¶Qè_öYU3U©Ü°ð×ÛZ䫸ßjïáV©¡¨­kóý¯ôÄóé

Z5$

^ÞêàUR¯JëÚÿ¯d%

T

Ozü±UBÏ$Ù«_ó8ªÚñTV´éW2¯R)µ{(p¯#ο7¥ §ü%[,Òrè+íÿ?ñ

ç"^§p{íôâøònÊi½7¯û¢¢¶'rzv#üÆ,qSñ

CÐÛol*£H$QáÓüÎ!ÙÄÔS}öáCO·_øUsÕº+ô`Pn0&áTvx¸1øEv?×!8Û SHÿw4¨4¦TÍuØ·lGûx²j8±"

HéOÛá

ôÀÝ©ñ

¾%[`ùûû`VÑùã©;tØU¿J°?hõ ©ÿ[éÅW

ÐíÓ`vý_RÐ5$/Q]éÖ¸¡M±!H¨;íß¡¦w&Já¥1V®M}Q½iÞ½ðªöÐñO)Óç©sh×îðÅ\ÏÅ"¿Ñ¶*ÙøZ©é×k~_½¥O|m¢#á^§Ã¿nØ¡h »é±ÿì²QVø?1áM°\Àâð¨UªÀuùW`Q­TÈxX@ãØÕ¼qUìÔ«nNä;`Wm]©òìáp¡R¬ÌOê?ü*¶1È¥k^¸ªÿSázxÔÿ(r;¯Ù¥§ùôÀ«P=ût>Ør«O_À|±U´ZóAJ½)\B¯UªîôeÚ½©% V:µä|?Íp«h¥Eé«sÈ(ÚèØUr^

Öµ ìp*Òæ´joÒ@pª

ùY¤_s×o»bQSúò)@ o¬²ôTV¹>:¦Á

Ã¥¨Û¯VYµñn_

b¸==²IXÑó"¿O_B ®¡ËOzÓèlKµiMãlm©ËzxPWQ¶ìU©½âzvÈAê5ާñ¦l¸$?ìÕ·éþOòâU°Ür=þúàWL*ýqVùTxÓqRqC

¯özïþËü.x¯¦âü¦Oj¿¥¥£jWÃír\eîÒϹ-¿\¬Å¬Åì+á_¿u@PÇíÒíãÿàK¨

ÏZwÿ'BúÕ·ìjiR?ÍkTËñ £§Zíþ|±W¶úv§AZjÐTò?-½°rÅEP64§zü8«nÁPÕP|»v=O|P¨ÍJ

½¼1V

Ü+øbt>?çße:öÝ~N¹D¹¶E5

Þ©© Å©%^ Pö¦ýýûâÔñ rüÿà±J`jE&§§Ý¾(pâÃâa÷l?ãlR¹x«rjÔöë\»ÐÎÿû/ÙÅ

ª°&(­NÝÎwM@w­wñùJ¥IRÛ

èküßËN8«¹­

w¦ÿOù_êâ®'â*ßj¿/òp«|£äÓaÖú1C ÖÏ^ø¥a

J Cµ{×å

]B»Ò§ û>⼪ mNǼÛÅÜ¿o*äZý~ÛÿÁb­ü5ÜWjoAþ}0ªÖ*IÙ¼kCÛåIø@ëØW§·|

ÔB¬Bö]ºÛ|Y4O"h=Ýr%Z-ÉyֵµFÔ¯^¿æØªçRGų´[åúð*Ö´Z~ì²A()Ï

©4¦ßwõÉ0G6ÔüÿÏódY,ÂñH=7¯|UjROP¤Ó¥{áUBàÈ

ß­?PÀ«(²­Wzußn¸¥º Rµm¹,(m)øºWçúh²)Ø{ûám¾ Ähv4ðìáJQÙAýNhIhÇÛcÓüëª3Åe©íLU½y4ï¸Û$­HIRS¸=ø¡{H\úðø¾?ðØ¥È(I=(p¡ÌOÄ«½~áN»þÎw1»wjS¿ëÂhN&ì+½ÃîÂU}^Jh@ÜøL

´¸?i·qN¸UJYÙ_ìÆ;ò¾XªVeR~ä

Õ21å¿`?%ÖßP|DSµzÕd.ÆÇó®)T-w]é] å@äv5ýuûXªÿ|nå

 

óñ§Ø×Ûß­Ó5ãжñÿ+$¡¯ÅMzø]A&ä

ÿùñÅ[驨¥

¶ûS½ió4µU¬@ïÜÕ\*Ú¹cN´æp+JÆSAZ

 

þ¼Uµ~òöéJâ

­Älj;£ß"ê´ BNÕÉ!rà

wëÐS

¡¦R©±$ß~*Q

õÿ?§

¶Y ©âÛøSÇrkNÀOøhµEXú7¯ûXU§4µvíþËVù5$4è+_

°%hQPÂw$_|*ÒSï^ôé»TzØ´ðäÁ·AþQû±VànKÀ{± SÃn=0oÔ|¶#mºSå]!­SF ê+ø!WK)cË`=oO

Ð4""p=ºä¼¯Z

|«K

Tí˯}ñUÁЪÆOl*«ì`ÃÚ½«òðÉZ®û°?æqBïÒ÷Rw­1VýÅGNýFJõ¬&?.ØÑU;ì@aÔbâk^J(cøôÅZbQA;{Poj6æ u®Ã¥;|8²mPªÑkȶ]÷ÜTÜ}¡NI

§µFÛáCr,rw¦*Ó|OÈÄuÛ¨(-RëÒv¡¦L¥qÔ¾9&

ë¨ØoÓ¶¢#Ø

ð%

.ÅÂ:ûwíeHØ¢?5`ù8¯½7?z°Ù¿k¦(XI.wã¯M°*p ýñUiâC)4§±ÛÄ`J)`û@Wjô§ìÿ

.G*ªV½kãQZ¶¨¿dP°ªê6àP4$üðNãACñ¾ýª~ü%sÁB±©¯ÙZaB#Ú¬}Ø¡¥r ·Q±>`Kµ;í\Ua%¾!Eß±Û¦5ð­ØRãzvÄ+¾*Bjw¡ú7Ī߶7?gc߾ݱVé¸n4ê{á_Ê¥ô¥~aU0W!±è)þ}°«AQ«7]Ïìÿ×X«EBP²ÐýýG|\äQOÜi"¢´=@ýðØPÙ@Suù³ï¬p)¹$¦Þ¡uH'kàÔ5À­JƤ

Ó¡m÷÷ðÅ*j8ÐÔ"½?¦(_Bìdc¹ üFøR±Ð¹øö­=°!Ìi°ñéQúñWF(Mv u#ðÔ§ÃROZý(@ÀPÓÞ0¤(Ïp+1j0#ü÷²%,¸¹'Æ¿N\ð´ð«oQµ75Å]"²P)}ñU˹§O§õàK£§Jâ¶'Ï

kZ(éÜ÷ÅU=-

M++Ha¸xâ­Hï÷f*£rÌ£Ø$¡

Kuöù×$X¢ÑÜì{mKjJMºôÀ­µTï_¦ØR°Ó©;àB÷%I¥|1Jå`â­á±ßÄâ­ 4ïÓßs·ë·ùï¶6ØÔWws^ñ¯

1TÍCÐtí¶YöjO¿l¡ñW4éßi®õ8ªàAÞ;b~¤6ñJåÔxØôÛW)×èÅ-Æ'Çã¦)A1©É°.ASN½ñ@W_Ð`f½·¯j:×®vð9$:£}Ø¡n9¤Ó YT(¼·ñÈ*±u°'üéPε©ROùüð¡dKÓç

Z­H¦àaT`M;d»þ×B´¨ÈHåR:ì£ztÈJª4}û|²,n6Ðß|!Pʵ®äÖ´ürHTôÜPïâ¾S¸n}:t©ïý2AJ

סéNÙ6_ Åø¨zeeE%ûSõdª

w+dÕÈcB>Í;

|°!

Pãu4ë÷dZ*§^Ã

C

ñTæÈ´0*jhO*£Ó¡ùdK$ÂHR;»eE(

Ið§\UAØÕ#n¬vãáñPûaT+.â½>XX®â@GãÛçWÅöÞâ¼$7µ6ÉE/Gü2ÐÔWÛzBkj~ßo¤³I@6â§ ­Nßð¹a]jÛ+AÚ)í-­ýتִí©Ý§Â7¦Õ?YNÔ;`dµª(NÆ+ã

ZVÑ·Ðl:í×õ

[¥iôåD¦Ü|FF^ã¬û;áB?M¥iÖ£©+"b;Äæ;0/^ uðíúöÈÅÌ71ZSÃðßþiÅ+ãjUè*7ÿk

¨\¿5ªÔP

í²NU=75ù`JèÖ½EÚùââ@å°§NÇýMÕA¦Ý{bbY?á.vJï×Þ¸­¸R]¹ø|r?Û°ì+±h½I;§JÑЦäõíOQM¢r¥zÔÖ¿@­"ü?J×Çl(]Ϊ7+ZÿÝZZT1¥i¿ÐÞU³Zåªül¸

HµbyoNÿ¯/VD´;ùsB­º±~ï)Þ>*§ìíOó÷ÌBåD+kSú½²)\©ÈÔAÓjvÀ°©.ßA©ñ¬mß2aÉÆ4½È

Ðí¾èw§ËP@ý¬¨¥.AI©ïOl

[=BøÄÿÊ`U'Ú»wéÐdY.ôÉØïZoOÙùâ®ÇÆ}4ûñKu

µk¹íOë(jàA®û,l\ªy&æ´¿D³SXÁ#~KÔ~Þ8ªô4f=±U¡xÈ"×î9ß_µ±ë_ã

(Kú$

4zõý¬¶,eÉJÇïS×lËB¨£t;uɵ£íÃZïÔwÊÊBmaU'uߦìOZ¤¶Ñ

NÕÚ¿ñ,8T*¢Øxö°%QH_¤xÞ¸ºÑM«½G¶,²+ÄÑ»ür*¸È

JøÛýlUh_Ká,6Ücþ®*òÕ*¦¦I¨ÿ?æÈàº5E

AïþVE¾%©;÷;o_òqJþ\HV=ë¿*Ô¤.õm¨Mðßýl

ÿÿÑ-°î)ÕsVìv`¿ãZûì~_åb408Ý¶Ú¤ÆØHÔµzÕ

-FäÐt»½)×n³W§%¢5

öå×Ã

©)$ìE6ê?YýRßMÈ¡~G~ýñUÈ8î»ÛqÛ©È*I¯ZÐoLP¹mº/BÍ­ç½(i±ø¿óýUµÊw©4öý¸Uvô íÐ(7¡ÿW

"ªÓ§-ºV§jSýl]é! RømÓìá

àä Ðö*¦ÿæ¸Uµ4]þx¥Ò-h²PB*FþÞ8sQBÛS­1V

nA¶ïN§M¿X¬H4j=iÿâ

Äí¸´£íwÅZ©£¡¥wè=×íaWQe!£}ºöë¨F

XØü©¿¾)E»²ÇñÅUOÃN^Ôßü{b­½û4±ëÒ½ðªÕ3SÔ;ÿµU}BHµ;

Û

¹aA¾Õ#ÇÛ

´x­ÙîÏìàCUuÞ£¨~»þÎßðØ¥¦)â»OÅV"­x¨4¡®ÃT`ÍöEhi^ذüc¶#øÿ«¶ã.Grzý=?k

¶¢jnÝ¿§úتÃG*µ(k°ü1Ciñ=iý¸ªÞuùb® ©a½:îzíãÛSÝAã¹tßþ¶.vÛJÇå´± n©ñöðÅVÁè~mAµ6ÅTJ

Txt¾c)[ÇZñÜ]÷ÿ:b®öÛtùáU³ý-

C·ùÿÂâ8t5©ì;ø|8¡Bà½ZqçóÅT%

v©¡ÇÛþi¨y: íÒ° ¡î*äSíVa

PÒ\(CH­6Û

Ò!©¦ì£·*´ïJíZÔûØU¥bÇã­k^8ÎJ

xõé´¤{Tu§oåÅV³Óqàé

]Ò(N*·bÛÿv(Y)ûLj;Ó

×°=ÏéÅ-

R»Ðtë

Vý;ýøw±´ëLPÑâÂ»ïØøâ®)©ÞüúàK|ê

wï­#sO³áá

ZSÄò©-×Þ¸«dr5ÜN

wCCN»*¹zS¦ç­aCSP+N«¨¡é_

1UªµÝA5ÅV¢´­0ªÓR+ÛúàVÏ^'¦Çý¼*ÐP*jïO|U³Èi÷b­ Þ´÷«£4 n6¨ß

´ßv÷îqKd1jnJ×(TP¤W ¯ÑÓ%>hÕ®ô¡ª2ïN§izQ·zÏÑá«FÕ©lSÝ~ÐúqRÖí*ÃâïãL()SäÝëÎ×!*Æôïþkªìkö||IùÿVñ]©Q½wÅUR2AÐÿÄp*ÕÚ¡¡S ?çþ®ÊÐ

þ8¥²ÔUU!";Óö±UÌ-ª×s¸À«cCÈ0SJÔÛß/R3J#zúñ*ÔM!'¹kßÄ`UB¬

(Nû+¾ÞØP±AR¥|>ÕqUñQX=

ÐxÐüñU@

Ò

Wc·ÑL!In§â4ØW¿\*¢ô©cPAÂñGÔõúqUy}JúabÎâ:2Asb{ûä¦zm÷1ÂJÕFÕÊåÈ|BüDëÇzdK°í·¶¡¿Y(ª«ßqþ³¹cá^½°+r

gí_é

WmÀ0#µ:øàVÁ£Wµ+ðú±WZ­·Ê½«üØU ¬C

¯qZV½:~Ö*ÐAJ(¦¼»í

T29à*ÝM

*?*¼GÄ2w¥û·#ZÁÜHö Ur®ôQÆWÃqÛr£uÞ¾;Ò«";l>ìÀqB

ï×üªPaBõ@?Ï|B­Mú]AûG«©Îª~*Ú"«CíNªñðTøq|UpbV¾;{Ó5«AZ÷ßÃè¦*£{ýC^UÇ

¬â&5mÉÚª}ñP½Ò½ýð*³

q5¯JmôäUu-÷=*þý1V¦Zñ¸¦ÔB»ãñmQ×èðÅ+Ø

¬

 

#Üo¡®Ôµ§}ºSÇÛ'9=wÜdØ/Zt¦ý*EYòÜíÓÃÛ"Yq

E-ÄxÓl&¨¨¥:ÔÒ½±UÜ*ÇJv;ïü|p%±&~ón(pv#¨¦ô~ïõp*òý¶ô =+ºª ìk½{ôÑ¡$RÄöëí¾¯

Ký÷aÚ¿äàCL

B1=kS·ÝÇÛ@º»Ý´¨¿vO¢ÊÊøáòÞ¹¯DB~ x÷§°Å+*FûTáãÛ,R:©iRk¾ýkªéQöVÅZ`ä|TÚ §AW-Høôû5§ºâ­£«©îiÓÆ£¯ìáC]ÀÈ ðÿ'Cj-ð'±¡¡Û·âÙ ¯Ò5

J8Ò¢(%«·SCO×VñW

ñ=éÛ¾\@4F¡÷ú>üØ|y]öéôaW1°ØÒµ;¿üÓUñ(+E¡ß§}¶ë

V"rñ?}~x]ÅIjôoøW¡óø@èÛ¯¶®(´Pâ¨4é¶Ô®*½OÇÇoLÒ¦§ü¯õp«Q°`)ö÷§onØ«;EHÛ ýUÅ[¨TJ®äã½+

Z¢qo³P)×ýÄ«( wÒn®P¤-(XïJ¶¶ì*:¿ÀaV¨xvdÓÛù}í`JãÁ@4¨Øí·vÄ!®J>Õ*4ê;ìäUÅ2V9u§ýu¸:òQó®*´e2

ô¯ëÛÏU¨C^ÔðÅW²^[ÔSoÿǪ\]G"FÛSýo³WTQOÂ^ݿఫ{ØÐÑ@®ÿ<*Â5x©;"ïMûåñäãhe©j÷{áJ§3ÞlU¸ÂºÓØâ«RE0%c+r%õüF

PI¥Ïùq*å ë¶!nøS%Û

ý`¸

4ãßr°W£·|U¦UVÔòjV¦¿<HEæj+Qüã\5ê)BE~X´F&®ø¥¸À­é¿Ñª

8;mT¾**±3A»x⬷D

¶ëËÆ»3\Ûbì@S^ýzmþ|²,ܱøG!@ð=0¡tcâZì+áÓþiÅ+TÉîI4Ü~Êü8¡°ûCvû«óþlmYXªÞµUøÛn

YC]:¯Ï¬WV5V»R¿çöqJØâ®ìwùÔV£ÛaÈ´öÂÐ@@rkÓ¾*¨Ô¯#Õñùmÿ©1?>»øvÿµ¥6ø`AãMÿæì%¨9mO¸|±VÂEwS½(zì{)q) Sc°P²­Gzxý­ð%SÓîÆ w;R8áBÆmÙS_Õÿ5`UèQ»·BEÌáU¼;u"7jí¡µ0Qi½ON#A]íJmUIô'`w Ȫâ97½QÖ

¬f%cNöÅVÓ`Ú´qW1*Åv4®ôê=Îq

SuéZmóÈ«n§a@Mß¶Ã

©¸$vצøP× ÃÙÁ¯À«n[|^ÿñ®¡d'~àxøaBªñô˶H!y üN¸#ãWTBP6ÿ?ù«"Ì*Ä¥¨ToÖjO±Å[á@HØó÷ý¯åã-q½>ÿlU( hMj7ß¾"¦f`AÜõ§ºàJZ1,I­zm

Ó{ÓçþUr)[ÌT ҾثeÊëP6ëV¿¯J¼0j§£zg|*å

À?!ÐàW8ïÆ;áþ©Â®SG§ì(Ó|\¯V$kÚ£ðñû8Ø=bvüÿà°¡¶PA+A¿Aã

P³EiSZÓüÿæìT¢vcJ©Æ¢íaVËð>

 

Ï1JÂ6­H!¾*µ) $áò\Uc( )¯_Ú¨6ýx¥ÊHôÜü¾

áV5H4éJuÅ\èCõ=Vm·ÉPzì>UéW

I¨­w ¥=ðªÈÔ¨ãBi]«þc.G"ÂôñéòÅ.SÄÔ×R¨â­Æï@Ô4¦ßçÛ¬ÙG"´§¸É/Uâx¿Mê{ÐwÛ"*Ó"»ÓØáUüèv¦ßí|Uk¹+Äq=Fà\*Ø?²ãjÿo#º(ÕðíNÿeû#s6±ÓlPaãþ˶R£ìGq·L*«Ä ÞTW­

Ë`huÇ¡Ä%ÔJoA\Y8¯ ¡ºn6ÿ°+¹øw¾xª×@¥j

v§·ü-;7*Z×ðÅTn§MwðÿpRGÅ×-jUHöuöÀlq©A¡Aü26R¡Ðÿk$L-·@ñÿ=°%

qjJ

P§ìàVä)NûÐÖ¡d²qÈÁ ö?Ù*Zd­¯µ>ÎXYiUêAÛÃ~¥b(RGF'oÓ¶ÄÕHï¾ýkÜ

Ø,ÀIúç4«JCA°Å.yx/4+üÁHßoøÛ

ȋ*

{|©-3n7íPãâ?~C¶çèÉ!p"{⨫zµÛ+,23QÈÐ/^ÉÈ«A¨çöGíbêÂi6âI#

­â Ûí×Aþ96-(«Q¶ÂÅ·¥fhÀÿ·û9¾¡»×ðȲRº>Уt¨ÅU§ë=2Hn Ŷ4þÍûàU¨è;d¡¤ 5ö­1ëQ¶ÕÄ!-9£®Z¼i¶+â=­pÊOÂ:xÛ(-Ñ5¥zøøäR­#r°ëNzbOºòßüÆ*

VåÖ»íã·öaB©zoO)Z/rÛñï¾*¹«?Ì))|¢·n¹hj*Ö¦®ôoס7¶^;õÞ²Ì|dâjûélWº·öàUêkûÁ½<:ý8¥BèpCSBÝþ8¤ I^½ûX²u7â«~ÁîjNت

ú×Ol²eÉ,t

µzåî:Ô_s÷b© Tì?Ï|Èã;©×î¦c¶H$î(<{àd¹¹ÉëZn5ÿWîÅ-3<¾È=ký5zvÇÀ~88¤£¥Ei×olU%Øu=ýý±THE§O*oá\×"<

Ö¦½|øªÿSz

ôÿ?ÙÀÖ»

°*ç ~<6¦[(Ý»w÷?j¸ªØÿ

8¨ÞÃÛ9wøH©*àA;*:b«X~¶Û·ù

Uz-ñTõÏÙ®)nV,ÛJÒ¿üB×aUR>[o¹=2²-QGÂËMÉß®ßådY­æZ·bE+ôï®f$s^Â<1Wr,h6#µ6ÿ?ò°% ÀPv4Û¹ÿqJWûã&¤Ð~¯ö?]äǧ-6¯¾e¡£­Zcj]ØÓüëA2ÁûúW¾VY

B)ñø}°ÀÉ1¶E@4&ïô`dE¡ÚRµêGl¯^

øû~¼RêøjI&¦xÿ¸à»l.qT4xïÇqý¸¡ËPE*GA°ÿ,Rî

HrG;tÅWÕªÖ»Ð{b«Ù¾Ð¡Øv4ÅTÚ |O~§ÇâþlU{R (OZwÅ.U¨%~È$tÛïñ®(rÌ*Ôs×üûâ­,®¯JûS¸ÿ±Jà¡(kFjÐmÔâ)©#¡jS~»b« .!O_àGùUÅZf@WOúçr¦ ÐV§c½âXU¥bE¦ÃíSzôÅ?k@G@vÿ#T«µ{ÿ*¨àlâýÎÔè6ã

]#|ÔáÜø«ee§s½GOù«·N%¼6;ô÷?åaCEH$¡÷Ú¼1Jî ~ô4÷ùþÎZ±1`wû}¡µ_o¦³\´j4¥:tùTâ=M9Sn¥wÏ[Ä©R½i@{®A@Kl£®Ôì|qV¨hÛn<®*Ñ¡ 5 5ë·|U¹8±|øªÎAÀ/Zè(GôÅ

ÈO-÷ tü1U«QZÓ®ÿÃìÓ[«Ìþ"¿êü?-qÄPmZ×èîÖÅ*R$×Áp*$µO#¿rGnU°y7J7cÔâ­°áµOølU§BÉQÔ-ÔëûXUwÙø«¨'®ûw>«\#c^o­qJÛ¯*Ñ£0éR+¸í×

­µUû^ø«¹a½1CWý @Ú¾ûáW)JSb*)ýqWVÝií

[![}þtÀ­°ä¢½Ã¶*çJþÍ|qU¤}ÚNh+/±'å®ä=·|*·Äü`w8«OMÀ¯Ýú±V±ÜS~ñUÅbÅOøàV¹Ôï±ë_»Û

¶My7>l

´Azb«TÃÛ

ºÅâkQQßZÀGÝü1V¸j

ì}ñUàò/Zíý¸ªÖU¨zSl*¿ÂÂ*ß%?o¯MñJÒFÀõo׸ŷÄ@®ûb­8 Ô

úSñï[æjê;ÓiÄöÜÓT·

v­ù|{ûbUZ¡@+BGZíþkJxhDZ®B­¥Érâ+

0Iö=éÚýÚÈÎÕ ü¾}}8{½>Û©÷¦)iBSMö¥=ñC|C/ÂhÀÓþ8¥¤pYÞwÛ¾þ8«|C-T4ïÿ\⪤Päô `U±¸?ðð>ÿ³

 

ÆNÀUÆ ¿k¯°¨ÅW©")

áßß®)ê5 ì<;¶ç

¨½XoQNÕªDÀoU¥ýuý1CICCòÛ

í~¿1·ùõÅQ«ØliÓ¦L1C©(ÕU;´¸iR*Ôè<|r¢)´V#ñùHw:

ªGCß¡¦ÿ)[ËéFí¯28ô­HÅ[Y

AB{öp*Ù$åVèAþ8U¹vâk¾ßÇii'Â

h(UÎÕû"çí¹»iNýùb®£c^þ$ÄqVøuߦÝëßs¨`¥k÷bªÅ(4úùUaf"

©_ÕôUcPâè)_wÄ+

~È4VïÐâ­zlGN¿ì°¡

&Ó»×pl,J.¼~DÐØÓ·¹È³jl*mïü´Â

¡w#âÜmZuÅ[o]Îûï·ö~Ö(+¤·ÇZ¿ÈMê7þÎT«QÜ÷ßùqWj+@wÛ±û?ðG¯ä ¨¦Æ¿=°¡`Û

Ó}éPº

BiBzûä¯méRFÔÜkÓ"R¢¿êàJæØ¡'möù°ßü¬UrV1Uìõ¿ã\

Ò©&mNÿB×

ª2s#aÄ÷`V¨5øh+¹ëQÿÅU8q5 ì)ÿËs èiZRûÿá±J¢³5x´¦ÝÕÅZæI©¯cµvÜUR!ðÔ³o·Oóþ\*´P|dj1Uî

I5;0ÛßpÙ¹§ÂµÛ¯Ë

¶£ÃQJÖ¥ãU?ÔSrH®ßçðô®aCCÔòN¶V*oÄÓ~¦¾ÃíaVØ| u®Çzx`U:¯Ûq÷ú>Í0*õ%w=Tu¦i]XPõRNÃÄ/r1WQ&¾çüت֨¡;

Wè­1U

w@Ø×®ØUV?Nûz÷>ß,UEKqãÊ lAé·ó`W;7ÚWb»l¾*¹~Tî|{öð«ÕâÿIp§4 ¿jüòèòi)·zø}Ù.m±GPn;﹯ol5µtíßüÿk+Ä̵Zuû=

¨fb¬H=ùûb­ÊhO@~ãØ`WFà{?*¼ÑÀM@¿ñ¶*æ" @$P¶ÛÍ8«jÌÄ"¤Pøb

ÕïºÛÕòÅW©­

kZu¥É8ªâ¤ÔÐïCßÃ

­Ç×rE(²ÿÃ`U7ëÇmÅvê?Éëÿ®j~-»}ß~©³1®ç¿Zü©áû\±U¬¼H

í½Õ§ú¸¡©¶Àq4ì?^kÛ7Ǧû|*ß2rß&ìæ®í­<í|ë¾þ4¦(nEßËÆUoÀZ±lR§ÄT¹8;¸í\È

n¿/óÄ!ÒwîkÒ é·|)i¶Ý|PÒ*Õ¸j¶ÂF¡]Üòpo¶

Ì좷Eî@R9V Süü1V£ 1Q·!×¾_o³½O^çá´ÄhªÝ¿ÊÀ«ê#¡ëò§o|*ë"oµjI

7+Å9O

GO~8B

À 4¯O¿#ìÁVzV'þ5ùS05Zï^¿,oV´®à¾ie$ÑIâ<+üتúÅFÁ{aB¬ô*JÒ vïLYhõfõMG*ÓÇïÉhÀQG R¤m×åJâÜOèGJüqTü#jìkøb«

âP{S°ÿ+þ%¶Õ@S¡éB6ýX«jܰcC±®Ã§Sõ*®Æ ­;aUU`½Éê+áÕù©ß¨

`JðqÔW¹ï

 

T)ôÁ ¨;W§\U:ópT

ÛmÇ|*®½¡$Ò¢¸«ND1lUi~uÿÅ\FMFÀøþÎj0µ,vØV¦¾ßäáVIÜTëJU¡-oÔïö·ûX«eUÀJõëóÅV/F©?Ó®«-ýÇæ0¡ ÊzïþµË­!CZ ¿8ÔñîOM»{â­SÇjR¡¼zuÛZgâhIï÷v8ªÙ"éJ×­;áC©VS^ÃþiÅZXMh:í×Yñl<Ië_Ùû±CdWjnûXã'#Cºõÿ0qCEy*@êc

+KÜÿLPÚ0á¹U·*¬(áLUspQIUAáKs!Üø´

BÊ»ôUÛç®ýñU±¨ÜaUêh6í_Ç®â(Gv¥M:b­°jµ$U´Ûu=AÜìF[¹øÈÜöÂvBENô¦*×0½~ÍGolRÓ=

{}?ÇiX

ô¥1U³

ÇzaS·æZU Û»B!P}

ÛÃ"ÊA¶=ñWVSM±UªIZVÚ´Å[RM:tÛl

ÓԿ­ªµ^ã¡öÅZbÀz÷«q°»Smäym½;|±U /^ûýªéNäôùdâ¡B

)_É1q»UÔ;CòÅ]¿q×k©­PÕ:

Whè0%x©¬¤oM

+þÞ­ÄmMLRº5®m ô¦*cÛå`\)î1P® õ¯l[d­v;|±T0$6?,P{þ¬¬³¸'cQïÓcUY¤îwØ`JÁ¦ÀUMHo¡a «xv¨V |±FþþØPÁ<ECW Ydt

)Zm,³

é׿

2)P¸PÊ+ß$\½0¡zZ×sÐöÅT®ûð

(uPA¨$Ó`<æF97ñÅënkZø¬³¨§Èü²ºCÔoµwëð×"ÉJä¡¢×±§M

|T;Ù%Z)ªï¸'P~`np¡.wÛ®Z:bÎ)b*Ö¦¢¿\Y9|'­p*#Õ!¹Sð ¦JätéZtÅ+ÃZìHÀ­¿µh{ÿ·V¡^];W

¶È Üé¿X@ÄÔáW3À

ªzoÖ«Q5X"ÔPÛP÷>Ø /E^§·SL)rÈìwð6*·ÒR6¦Ýþì*Õxî>B§¦ø!ÔÍdãà:øæL&2ïârÖU§Ú

reAeÜo±'îÌBåxÛe­M:TmÓÜp%l)Äp#j7þÜUlµÜ¤ï*Ap¼Y=ûí1qd=wéµ*[Æ~¡Ã]Ïá¢mÂÔÛuÀò

Ws^Õ=T[¢4+¾æ»wÀ@¢¡¨¨ëÛi~-5¯ïצ)JW©ñª,KP5w½þgÉ­YIáóïür,ÖÈ5V¿}6é×¶ÏQ¿ÄÛõþ¡Î¦´´j{PûàKT

ATT×¶ÇüúáJ_«*+±üý²è5ÍÜjwR¥S@rE­5³©¨§) DÚ­°VY

xê´ô¨=÷û±d*`7é¶õû_µß"ÉYC2¯¡=ÿÏíb®â@Øò\l*Bv:íàÊÀªrCØöçþNSu¹ïàOüm!E¤mÅHÞñÿ6ÈàÑ­j?`}£^Øæø¨ÀT

 

ý°%¸ÀPBå½~U©

EùÜvÅ_ÿÓ¼`nqó¯Oö9«vNP0c¾ÔtØmðþ¼*Éä6Þ¯OúàB>8NîUwÚ¶Å+@*»¶ø{lUÒíZPë½j}¿áqUÄq%«^ÇÀñUÄ0ãU¯MÇ«dn»mãý0+¸³~Îæ»±VÝiAÅkZ×þopÅÎÄoÓÛøb­Ð6Ôܧs¾*Ñ}É¢Ú¾ûm_£\ª¶Sö÷ÿ?øU±ðÑËÒ;aV¶Eöèn«­Wp6µºb«ÊE |Í=ÁÅ\"Êxí÷}ø«©SįíÐí¾*ê4û.NÞ=)

W5ÜPÔïOó߬Ñw;ÐW±/ù«/*9Q·R+÷·

-iñÕzJtû8ÀTPON4zâ®B@©Ç~¾*ÝOiöEܶ¡ÅW;¨_

ù÷ÅVÓÓ£

ØS§Ëùp+t`ÛWñÅ[QQ°Ü

íJvÅTÖ^@3¤¾Øªâź_óUºW¦ÂbükïZeR´$iØ÷=éüØ«jõmêÌ££

 

ù8PÝò>4Û§olR¨¿czvïá B(ñ§¿OU¢9P?]+Ðøþ˶hA;ÐPø{WCÄ

Í@ä¿OlR«°RáïýqBðH

É&¸U²v

7®ûrÛuhZ§½F*Û±jr®Ã§Ñ¶ÊÕ¨¯Ã¾ýôÅTßmÌ*öÛ\&½U7¯ù¶*»Óï×~½ÆøªÞ

Óµñë]ÅÀ7 éÓm½¼1Uª¦¨9wëOÇkz

B)µh:Ù?äâ®T£&´ÚL

»Ü¡ÝFǦÇüã

´Ì©Fá~ oìßóv*Òñmêhv¨§ùþÎ*¸ð

©üp*7P¥v¶Øªò§°+¿-ÿ*å¼@ë¿ù÷ÅZ9mZµFÿFû͸«ªAâ¿ØÐøí\¨Ã²ü>¶*ÐQ]·jì:}øªà@©5ñØÆ§µ¬U*h64Þ¯Ol

ÜPOsáÐÔb­hZtïí

T%ødPAm·'í`UÞ§

PÿµÿûUSÕäµ§!B

?ÏîÅWÐÐòSF¨ñ¸ªÒ°¯ÄÝÁ4÷ظªø¡ ·]·ïǾpC@¼]À?Ï*âÀ§SÛ¯n\·À®¼C6äÖ´®Z+ðéµOíb­¨â|(ñÅ]ÝGZñ§ü/¶*âxîÚöïÿ¬§,7>?1ãû8«n§ª-<<j~×ùXªÒƵ

HÎ*ÑJû±ðÅ[$¯Õê*ûXªÄªÖ´ñWVZPð?ëº ó"½+Ä{ë\UNP±S®Ü«µM+ûXU ¼h:ñØÛjï\Pµz§_ìÅT£$¶`:·l*·jT©Ûü×V`vöÜøUKÓ¥AÝ4$mþc)Àb;LUAªS«OöwÅP¯$p4Zñ#`E?Êú0ªc¾ôö©GÂp¡8<¸PWÀ?Ïöp±Rp*®§b6¯Ëo娽;ûWl(QuO!ÐÐxU¹A°ùGû,U©Ë©­E}vðÅZÜ}jhp*Ò#ocJ*åOýp+ehA ØToÛ

¬§"Jtxb­Cñ

Ç|UÁx(£ï§Ë^Ë@h74¡ÛRz/Âv¨Å[U©ZÞ8U°´£V¿ç¶)sq':ô5®ÿN*»®Þ¶Ã©ª³nUÅØn ØSÇÛkÁׯ¢·Zv¯ãUjPGZ`9·±û½°ªÌvz×¾ ìîÕ¾ aÓÊ7ä8¹ïóÊé°E+¸oéþm»àVȬ`Ð3t¯Î¸¥Ì_V*¾µSéP}úwÅV·økß°Å\I¨ ­^ÂF*ÓÀöë¿£*¡¦ÌHÛz{ûàJÀ~±÷ªâ#`EO_ê¸U§&´hTôÃù±Ui¤H ·ð¦ß×,-ÐÓìôå×çã¶À­ÓP@ñý|pªñxX­ÌºS«YeJ²Ýò)°*¢j~ýÿár)pì{õ"ëb­n½ú÷îqJåP>ÉÛñï¹I °éBG]ÿUw!Cµh{øûb«¡ëíáþWòâ«iC½w}°ªÕUmÔR|÷8«¨Êj|ûñUÑDøvZÒN*ª»ìµë_øªèã.ÁHbêâ®`Há¾ãü»[Z¯6#­E=¶Û]S¹£j»b«bR©ý{×Uäò©HF*ç&¿v©¨ÝIßcOÕÓbQVRèۯJú=GJwþÏ<(·G¥2¨éµNÛòM)¾2Ö*i¶Ø8Sj/hüÏ @múoøôÁIp½?

´Ûà>#¸ZÕÈTVÕXK)°¡ùm¥×ÕäØöûòAFÇÔSdD?Z;î§ÿnK£ÌÀß÷ÿ+ ÍläÛ]ÿëPÔ¡AÇe§¶\"æ@ý®BqJú.HëK¦Ó#*XÐ

b$´µ±.ÅA V òä@b2ªß&7ðû²²

Âá¾ä

¶ìE+

¿!ñöØ

õ¥;SwÕéEM©½Ûóø±UËnJG w5é¬ÍBõ?xåô0niZûUrÅÔ>Ê@G)hÀÀÝh;½à±UÊdè:}ÿíHù.L¾¬9

µ$îhkJï«'jW·Q¿jâ«86ÍZ©ð>N*¿Ñ

³×}èzöñCkhAäE*iÓ¦4­ø'ë·nø¥Ïnkµ¦àUÊ¿Ýü&â®hw

1ß~?ùXªV©$

|òAFÀÓY

Þpr)DzEâ~ÿzâ3lhHJÿf\mè>

s=6öùâ«ÖÕ\úf­:vÅ\-bH]«íWe¦À<*µ­8~ )Q¶ý¿É8ª£Y¯"ͱ¥IqWE3p¨íÜÅVW

\q©Û¯Zb«"oµJ¨5=¾Xª¢Ð±Mè;ø|ðªÞUv

þgWÅä®v¡° ¯üÀ¼è+×¶->$Ôïòû¾,Uc'VmöÞ¡²¦!Þ«

PPzS*¥~Å@?GX¢=b¨ð¥zöðÀþZîi×q©¯ÆÔéµùôÂ$e

;{Uhª¢Üøb

ÁM@"Ó¿_ULFëP(kM½±Uæ¬ÔêI;©ÅT¸~PµÅP÷Àú{øÓüûá*Öq'qýpTh«Ò¡·j{`WúÀ¢£s]«Qü¸¥Á

ÀÓïÛ®(Z{´úO*±êNôß§üTT¢îE+¹¥+_|

ïK61ëÒ;áWEmMÏQÔÔßîÅV

z

§¡¨*ïJ`|HöÅP×¾r:ønøB

ä*ÂqÓ&ÔJä3l àZLm¿ £©4þ¬TbÎÆ¾øÚHZß~Õÿ>X¤¥@-^ÇûU

´NÇ·

rHE\!£p_ÛüúàJ¨¨n4ð?æpZ«}8R¿ù©*U

ð8Ô© 6qá×|Uw[;Çù;b«U9½Ã¶*¸³n>=¶ú1U4BkSBh{Ó|UY#ä~wC½?ãl4

Þ7¨ØRVñ¥^ÖÇÕ'Ûza¥[õf!kííü0R §ÃáÜ´öí«#qü

±P¶æµ¥6=ÏíaUßa-Çmü0+;Ä÷aWoÐ)¥ðÀ®âkD ï_mcA°4'o£®S

Mµù*ºTÀõqUÔ!Ha±Û·ß­)AJt²éÿ®ôT×¢S¸ß¶o è@÷ÿ=ðªê$¶çð#µEjÒ¢7éóþ\U¶WP[û÷øâ«JTP;ûý8ªÞÃnÂÛüÿâ8«dÖ¡Û¯Ýÿþl*ÞKê

~ÍOZí¬,+CÔö8PÛ~,IØíQqVßíV§¶@¥î*÷ ¹%ô=ÂÎ*½ª

zÐxb®s":øàTJ¶4í©3Ú^¤PÐî7ùb¨Y*Ôôv®´ )Ùh;°%£J*I|Hµó«U

1 3 4 5 6 7 ••• 72 73