View allAll Photos Tagged ijin
IBN MARYAM
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu'jizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh? (2:87)
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada 'Isa putera Maryam beberapa mu'jizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada diantara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya. (2:253)
(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), (3:45)
dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah ", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa.(4:157)
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (4:171)
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?". Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(5:17)
Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan 'Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (5:46)
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (5:72)
Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu). (5:75)
Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (5:78)
(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai 'Isa putra Maryam, ingatlah ni'mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata". (5:110)
(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut 'Isa berkata: "Hai 'Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?". 'Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman". (5:112)
Isa putera Maryam berdo'a: "Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling Utama". (5:114)
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai 'Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". 'Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". (5:116)
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (9:31)
Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. (19:34)
Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir. (23:50)
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh. (33:7)
Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamnaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. (43:57)
Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik. (57:27)
Dan (ingatlah) ketika 'Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (61:6)
Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana 'Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (61:14)
(JESUS IN QURAN)-Isa dalam Al Quran
Nabi Isa a.s. disebutkan sebanyak 25 kali dengan nama Isa, 11 kali dengan sebutan Al-masih, dan 23 kali dengan sebutan ibn Maryam.
1.Isa disebutkan 25 kali dalam Al Quran yaitu:
§ Al Baqarah, surat ke 2 ayat 87, 136, 253
§ Ali Imran, surat ke 3 ayat 45, 52, 55, 59, 84
§ An Nisa, surat ke 4 ayat 157, 163, 171
§ Al Maidah, surat ke 5 ayat 46, 78, 110, 112, 114, 116
§ Al An’am, surat ke 6 ayat 85
§ Maryam, surat ke 19 ayat 34
§ Al Ahzab, surat ke 33 ayat 7
§ Ash Shura, surat ke 42 ayat 13
§ Az Zukhruf, surat ke 43 ayat 63
§ Al Hadid, surat ke 57 ayat 27
§ As Saff, surat ke 61 ayat 6, 14
2.Al-Masih disebutkan 11 kali dalam Al Quran
§ Ali Imran, surat ke 3 ayat 45
§ An Nisa, surat ke 4 ayat 157, 171, 172
§ Al Maidah, surat ke 5 ayat 17 (dua kali), 72 (dua kali), 75
§ At Taubah, surat ke 9 ayat 30, 31
3. Ibn Maryam (Putra Maryam) disebut 23 kali dalam Al Quran
§ Al Baqarah, surat ke 2 ayat 87, 253
§ Ali Imran, surat ke 3 ayat 45
§ An Nisa, surat ke 4 ayat 157, 171
§ Al Maidah, surat ke 5 ayat 17 (dua kali), 46, 72, 75, 78, 110, 112, 114, 116
§ At Taubah, surat ke 9 ayat 31
§ Maryam, surat ke 19 ayat 34
§ Al Mu’minun, surat ke 23 ayat 50
§ Al Ahzab, surat ke 33 ayat 7
§ Az Zukhruf, surat ke 43 ayat 57
§ Al Hadid, surat ke 57 ayat 27
§ As Saff, surat ke 61 ayat 6, 14
Al Baqarah 87
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu'jizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh? (2:87)
Al Baqarah 136
Katakanlah (hai orang-orang mu'min): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (2:136)
Al Baqarah 253
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada 'Isa putera Maryam beberapa mu'jizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada diantara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya. (2:253)
Ali Imran 45
(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), (3:45)
Ali Imran 52
Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri. (3:52)
Ali Imran 55
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya". (3:55)
Ali Imran 59
Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (3:59)
Ali Imran 84
Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, 'Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri."(3:84)
An Nisa 157
dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah ", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa.(4:157)
An Nisa 163
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, 'Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (4:163)
An Nisa 171
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (4:171)
An Nisa 172
Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya. (4:172)
Al Maidah 17
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?". Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(5:17)
Al Maidah 46
Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan 'Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (5:46)
Al Maidah 72
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (5:72)
Al Maidah 75
Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu). (5:75)
Al Maidah 78
Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (5:78)
Al Maidah 110
(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai 'Isa putra Maryam, ingatlah ni'mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata". (5:110)
Al Maidah 112
(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut 'Isa berkata: "Hai 'Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?". 'Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman". (5:112)
Al Maidah 114
Isa putera Maryam berdo'a: "Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezkilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling Utama". (5:114)
Al Maidah 116
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai 'Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". 'Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". (5:116)
Al An’am 85
dan Zakaria, Yahya, 'Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh. (6:85)
At Taubah 30
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?(9:30)
At Taubah 31
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (9:31)
Maryam 34
Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. (19:34)
Al Mu’minun 50
Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir. (23:50)
Al Ahzab 7
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh. (33:7)
Asy Syuura 13
Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (42:13)
Az Zukhruf 43
Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku". (43:63)
Al Hadid 27
Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik. (57:27)
As Saff 6
Dan (ingatlah) ketika 'Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (61:6)
As Saff 14
Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana 'Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (61:14)
sekelompok pemuda sedang membetulkan sepeda motor mereka, rupanya akan di pakai untuk malam minggu besok .. dan mereka tersenyum waktu aku minta ijin memotret..
Kepada siapa kami mengadu, Pemprov tak ada dana untuk kebakaran hutan, Pemerintah Pusat yang memberikan Ijin Pemanfaatan Hutan cuek saja, Perusahaan merusak lingkungan........masyarakat ingin murah membuka lahan.
Lingkaran setan!!!!!!!!!!!!!...................
Ribuan terkena ISPA
Anak sekolah libur
Hatiku dongkol
Tolong kami
before,only in dreams, how so I could get round the sun.
when escort simbok/my mother, weding party .
sun bulleted really, this chance, I should be drawing.
yes I permit while, for photographs.
is the result.
bring your camera anywhere if you do not want to lose the moment.
dulu hanya dalam angan,bagaimana ya aku bisa mendapatkan matahari bulet.
waktu itu pas lagi mengantar simbok nyumbang/kepesta pernikahaan.
wah matahrinya bulet banget ,ini kesempatan,aku harus dapat gambarnya.
ya aku ijin sebentar,untuk memfotonya.
inilah hasilnya.
bawa kamera kamu kemanapun jika tidak ingin kehilangan moment.
Taken at Kawah Ijen, East Java, Indonesia during Extraordinary Photo Adventure Travel 2010
Non-HDR image...
PENUMPANG ISTIMEWA
Pernah aku naik taksaka ini tahun 2000, beli tiket di stasiun Gombong (masih manual, dengan tulisan tangan). Taksaka ini hanya berhenti di Kutoarjo, Purwokerto dan Cirebon.
Karena di stasiun Gombong tak berhenti, harus naik di ketiga stasiun tadi, aku memilih stasiun Kutoarjo.
Dasar lagi apes, naik bus ke Kutoarjo, busnya lambat sekali, sering ngetem, , di Kutowinangun aku turun dari bis, naik ojek ke Kutoarjo...tapi tak terkejar juga kiranya.
Aku nekat turun di Prembun, masuk ke stasiun.
Bicara dengan Kepala Stasiun Prembun dan menunjukkan tiket, bahwa aku jelas telat kalau harus ke stasiun Kutoarjo, dengan alasan bus kecelakaan (bohong...wkwkwkwkwk).
Sang Kepala telpon ke Stasiun Kutoarjo, memang ternyata Taksaka sudah berangkat....trus minta ijin untuk berhenti di stasiun Prembun.
Akhirnya.....Taksakan itu betul2 berhenti ...mengangkut aku seorang di stasiun kecil....
Terima kasih Ka Stasiun yang baik hati...
~explore~ #451
Victim: Kongsi Con
Location: Tapak pembinaan Lestari Putra
Date: 14 Aug 2009 Time: 18:31:08
Boleh saya masuk...itu la ayat pertama ku bila sampai area bapak2 gantang nih..takut gak..hehehe..aku cari tempat ni melalui signal wau yg dorg main..ikut punya ikut rupanya kawasan setinggan penempatan kongsi con..dorg ni ok jer!!siap bg aku cuba naik kan wau sebesar aku!!
Wak mau mintak ijin ya, mau tangkap gambar!!bisa ya..selamber je aku!! terdiam mereka, terkelip-kelip melihat 1 sama lain..dengan hairan aku bertanya sekali lg!! bisa ya wak mau di ambil gambarnya..aku hairan lg..xder respon nih..debarang jantung dah mula kuat..tetiba ader suara sumbang berbunyi di belakang aku..kamu mau bagi sama bapak polisi ya, bulan puasa udah dekat..uang mau pakai banyak ni..!! nggak mau aku tidor di lockup polisi..terperanjat aku kali ni buatkan jantung aku berdegup lebih kencang seperti kelemasan!! aku tarik nafas panjang2 control macho sambil keluarkan kotak rokok Nusantara, cucuh sebatang!!kebetulan aku baru2 try rokok jenis nih..rokok asli dari negara mereka!!seribu mata memandang pada gelagat aku..hahahaha...aku buat2 tergelak pahit..selamber lg aku bilang...nggakk wak..hobby nya memang begini..pulang kerja ini aja yg mampu sy buat wak..ambil gambar sana sini..bikin album!! baru la dorg semua bercakap2 balik dalam lorat jawa barangkali yakin kan diri sendir yg aku nih baik gaknya hehehe!! terdengar lg suara garau menyampuk..bisa bg kami pabila siap tak?? huh lega aku baru la degup jantung aku reda..sambil memusingkan kepala ke arah suara tadi aku meniru lorat depa nih..waduh...bisa wak!!tapi selepas aku kerjain betul2!!bagi lagi muka wak lagi cantikkkk....ada lg yg menyampuk..jadi kamu bilang muka kami tidak cantik ya!!sambil yg lain dok gelak2 kan aku!!dorg pun dah hepy semacam ni..ada can la aku shot petang nih...yg xtahan tu siap ada yg nak on the sport...send aja di handpon sy..bisa??? slow jer nada aku berkata..nggak bisa wak ini kamera betul!! korg tau apa yg dorg perli aku...waduhhh...ketinggalan ya kamu!! handpon sy bisa buat panggilan. ambil gambar, main game pon boleh!! boleh dorg gelak2 kan aku!! siottt tol...tetiba tapak tangan rakannya singgah di kepala wak yg memerli aku tadi...kok nya jgn bisa buli dia dong..pelagi reramai kami gelak memecah suasana hening petang tu di selang seli bunyi irama wau yg bebas di udara!!!
Wah heppy jg sepetang bersama dorg nih...riuh rendah..aku sendiri hairan la dgn hobby aku nih..membuat kan aku jadi berani bikin apa2 yg sebelum ni aku tak biasa buat!!
Perbualan kami terhenti seketika pabila aku menunjukkan wau yg besar bewarna putih merah betul di atas kepala aku dan mereka2 nih...tanya ku...siapa yg empunya wau besar lagi tinggi megah di awan tu....?? semua pakat tengok di hujung jari aku melengok ke atas dan kembali melihat ke arah aku dengan riak muka yg semacam...kali ni lagi cuak aku...aku aku aku..gu gu gur gura......
to be continue nex episode....;-)
Photo intellectual property owned by Andhika Mapparessa.
Do not remove watermark, and yes: cropping is removing.
Do not republish for commercial use without permission.
All character names & designs are properties of their respective copyright owners.
This is a fan project. No money making purpose intended.
=====================================
Hak kekayaan intelektual atas foto ini adalah milik Andhika Mapparessa.
Dilarang keras menghilangkan watermark, termasuk juga memotong, mengedit, atau apapun bentuk penghilangan atas sebagian dan/atau seluruh bagian dari watermark.
Dilarang keras mempublikasikan foto ini untuk kepentingan komersil tanpa ijin.
=====================================
Cosplayer cast:
Kamen Rider Super One: Felix
Kaizoku Sentai Gokaired: Tatsuya Bowo
Power Ranger Jungle Fury Bat Ranger: Erlan Arisandi
Kamen Rider OOO Tatoba Combo: Rizal Amir
Kamen Rider OOO Tajyador Combo: Bay Rider
Black Lion RIO - Natanael Adrian E
Jyuuken Sentai Gekired: Prakasha Ganda B
Kamen Rider Chalice: Erick Purnomosidi
Tokushou Sentai Dekared: Roby B
Jamuan (Al-Mā'idah):110 - (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata".
BMW = be my wife.. eehh.. aku minta ijin dulu sama mereka ambil foto ini.. tertarik cara dia gendong anak sambil naik motor.. ckckck.. hebat ya .. barangkali hanya di indonesia ya yg boleh macam gini..
Photo intellectual property owned by Andhika Mapparessa.
Do not remove watermark, and yes: cropping is removing.
Do not republish for commercial use without permission.
All character names & designs are properties of their respective copyright owners.
This is a fan project. No money making purpose intended.
=====================================
Hak kekayaan intelektual atas foto ini adalah milik Andhika Mapparessa.
Dilarang keras menghilangkan watermark, termasuk juga memotong, mengedit, atau apapun bentuk penghilangan atas sebagian dan/atau seluruh bagian dari watermark.
Dilarang keras mempublikasikan foto ini untuk kepentingan komersil tanpa ijin.
=====================================
Cosplayer cast:
Kamen Rider Super One: Felix
Kaizoku Sentai Gokaired: Tatsuya Bowo
Power Ranger Jungle Fury Bat Ranger: Erlan Arisandi
Kamen Rider OOO Tatoba Combo: Rizal Amir
Kamen Rider OOO Tajyador Combo: Bay Rider
Black Lion RIO - Natanael Adrian E
Jyuuken Sentai Gekired: Prakasha Ganda B
Kamen Rider Chalice: Erick Purnomosidi
Tokushou Sentai Dekared: Roby B
ijin pindah kamar brapo trimakasih atas kerjasamanya pak pe..
KA BBM Lepas Walikukun
aryasaloka.blogspot.com/2012/01/hunting-awal-tahun-2012.html
Photo intellectual property owned by Andhika Mapparessa.
Do not remove watermark, and yes: cropping is removing.
Do not republish for commercial use without permission.
All character names & designs are properties of their respective copyright owners.
This is a fan project. No money making purpose intended.
=====================================
Hak kekayaan intelektual atas foto ini adalah milik Andhika Mapparessa.
Dilarang keras menghilangkan watermark, termasuk juga memotong, mengedit, atau apapun bentuk penghilangan atas sebagian dan/atau seluruh bagian dari watermark.
Dilarang keras mempublikasikan foto ini untuk kepentingan komersil tanpa ijin.
=====================================
Cosplayer cast:
Kamen Rider Super One: Felix
Kaizoku Sentai Gokaired: Tatsuya Bowo
Power Ranger Jungle Fury Bat Ranger: Erlan Arisandi
Kamen Rider OOO Tatoba Combo: Rizal Amir
Kamen Rider OOO Tajyador Combo: Bay Rider
Black Lion RIO - Natanael Adrian E
Jyuuken Sentai Gekired: Prakasha Ganda B
Kamen Rider Chalice: Erick Purnomosidi
Tokushou Sentai Dekared: Roby B
I thought my second layered Puzzle Bomb would be easier, as it has 3 rather than 5 layers and fewer (416) pieces. Big mistake.
Jamuan (Al-Mā'idah):110 - (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata".
Photo intellectual property owned by Andhika Mapparessa.
Do not remove watermark, and yes: cropping is removing.
Do not republish for commercial use without permission.
All character names & designs are properties of their respective copyright owners.
This is a fan project. No money making purpose intended.
=====================================
Hak kekayaan intelektual atas foto ini adalah milik Andhika Mapparessa.
Dilarang keras menghilangkan watermark, termasuk juga memotong, mengedit, atau apapun bentuk penghilangan atas sebagian dan/atau seluruh bagian dari watermark.
Dilarang keras mempublikasikan foto ini untuk kepentingan komersil tanpa ijin.
=====================================
Cosplayer cast:
Kamen Rider Super One: Felix
Kaizoku Sentai Gokaired: Tatsuya Bowo
Power Ranger Jungle Fury Bat Ranger: Erlan Arisandi
Kamen Rider OOO Tatoba Combo: Rizal Amir
Kamen Rider OOO Tajyador Combo: Bay Rider
Black Lion RIO - Natanael Adrian E
Jyuuken Sentai Gekired: Prakasha Ganda B
Kamen Rider Chalice: Erick Purnomosidi
Tokushou Sentai Dekared: Roby B
officially the Republic of the Marshall Islands (RMI), is a Micronesian nation of atolls and islands in the middle of the Pacific Ocean, just west of the International Date Line and just north of the Equator. This nation of roughly 62,000 people is located north of Nauru and Kiribati, east of the Federated States of Micronesia, and south of the U.S. territory of Wake Island, to which it lays claim. In 1986 independence was attained under a Compact of Free Association with the
United States.
History
Little is clearly understood about the early history of the Marshall Islands. Researchers agree on little more than that successive waves of migratory peoples from Southeast Asia spread across the Western Pacific about 3,000 years ago, and that some of them landed on and remained on these islands. The Spanish explorer Alonso de Salazar landed there in 1529. They were named for English explorer John Marshall, who visited them in 1799. The Marshall Islands were claimed by Spain in 1874.
Following papal mediation and German compensation of $4.5 million, Spain recognized Germany's claim in 1885, which established a protectorate and set up trading stations on the islands of Jaluit and Ebon to carry out the flourishing copra (dried coconut meat) trade. Marshallese Iroij (high chiefs) continued to rule under indirect colonial German administration.
At the beginning of World War I, Japan assumed control of the Marshall Islands. The Japanese headquarters was established at the German center of administration, Jaluit. On January 31, 1944 American forces landed on Kwajalein atoll and U.S. Marines and Army troops later took control of the islands from the Japanese on February 3, following intense fighting on Kwajalein and Enewetak atolls. In 1947, the United States, as the occupying power, entered into an agreement with the UN Security Council to administer much of Micronesia, including the Marshall Islands, as the Trust Territory of the Pacific Islands.
From 1946 to 1958, it served as the Pacific Proving Grounds for the United States, and was the site of 67 nuclear tests on various atolls. A significant radar installation was constructed on Kwajalein atoll.
On May 1, 1979, in recognition of the evolving political status of the Marshall Islands, the United States recognized the constitution of the Marshall Islands and the establishment of the Government of the Republic of the Marshall Islands. The constitution incorporates both American and British constitutional concepts.
There have been a number of local and national elections since the Republic of the Marshall Islands was founded. The United Democratic Party, running on a reform platform, won the 1999 parliamentary election, taking control of the presidency and cabinet.
The islands signed a Compact of Free Association with the US in 1986. Trusteeship was ended under United Nations Security Council Resolution 683 of December 22, 1990. Until 1999 the islanders received US$180M for continued American use of Kwajalein atoll, US$250M in compensation for nuclear testing, and US$600M in other payments under the compact.
Despite the constitution, the government was largely controlled by traditional chiefs. It was not until 1999, following corruption allegations, that the aristocratic government was overthrown, with Imata Kabua replaced by the 'commoner' Kessai Note.
Original settlement
Although the Marshall Islands were settled by Micronesians in the 2nd millennium BC, little is known of their early history. People traveled by canoe between islands using traditional stick charts
Arrivals of the Europeans
Spanish explorer Alonso de Salazar was the first European to see the islands in 1526, but they remained virtually unvisited by Europeans until the arrival of British Captain John Charles Marshall in 1788. The islands were named after him in the British maps. However, they were claimed under the Spanish sovereignty as part of the Spanish Oceania. In 1874 the Spanish sovereignty was recognized by the international community. They were sold to Germany in 1884 through papal mediation.
A German trading company settled on the islands in 1885. They became part of the protectorate of German New Guinea some years later.
World War I
Under German Imperial control, and even before then, the Marshall Islands were from time to time visited by Japanese traders and fishermen, but contact with the islanders was not on a regular basis. After the Meiji Restoration the Japanese government undertook a policy of turning Japan into a great economic and military power in East Asia.
In 1914, Japan joined the Entente powers during World War I, and found it possible to capture German colonies in China and Micronesia. On September 29, 1914, Japanese troops occupied the atoll of Enewetak, and on September 30, 1914 the atoll of Jaluit the administrative center of the Marshall Islands. After the war, on June 28, 1919, Germany renounced all of its Pacific possessions, including the Marshall Islands. On December 17, 1920, the Council of the League of Nations approved the mandate for Japan to take over all former German colonies in the Pacific Ocean, located north of the equator. The Administrative Center of the Marshall Islands atoll remained Jaluit.
Unlike the German Empire, which had economic interests primarily in Micronesia, the accession of the territory to Japan, a small area and with few resources, would to some extent alleviate Japan's problem of increasing population but the ever increasing scarcity of land to house the exploding population. During the years of colonial rule in the Marshall Islands Japan moved more than 1,000 Japanese to the Marshall Islands. Unlike in the Mariana Islands and Palau, their share in the archipelago never exceeded the number of indigenous people.
Under Japanese rule a greatly enlarged administration was introduced and local leaders were appointed by the Japanese, which weakened the authority of local traditional leaders. Japan also tried to change the social organization in the islands from Matrilineality to the Japanese Patriarchal system, but with no success. In addition during the 30s one third of all land up to the high water level was declared the property of the Japanese government. On the archipelago, before it banned foreign traders, the activities of Catholic and Protestant missionaries were allowed.
Indigenous people were educated in Japanese schools, studying Japanese language and Japanese culture. This policy was the government strategy not only in the Marshall Islands, but on all the other mandated territories in Micronesia. In March 27, 1933, Japan left the League of Nations, but despite that, it continued to manage the islands in the region and in the late 1930s, even started the construction of air bases on some atolls, which also further served local residents. The Marshall Islands were an important geographical position, being the easternmost point in Japan's defensive ring at the beginning of World War II.
Independence
In 1979, the Government of the Marshall Islands was officially established and the country became self-governing.
In 1986, the Compact of Free Association with the United States entered into force, granting the Republic of the Marshall Islands (RMI) its sovereignty. The Compact provided for aid and U.S. defense of the islands in exchange for continued U.S. military use of the missile testing range at Kwajalein Atoll. The independence procedure was formally completed under international law in 1990, when the UN officially ended the Trusteeship status.
Geography
The Marshalls consist of 29 atolls and five major islands, which form two parallel groups--the "Ratak" (sunrise) chain and the "Ralik" (sunset) chain. Two-thirds of the nation's population lives in Majuro and Ebeye. The outer islands are sparsely populated due to lack of employment opportunities and economic development.
Location: Oceania, group of atolls and reefs in the North Pacific Ocean, about one-half of the way from Hawaii to Papua New Guinea
Geographic coordinates: 9°00′N 168°00′E / 9°N 168°E / 9; 168
Map references: Oceania
Area:
total: 181.3 km²
land: 181.3 km²
water: 0 km²
note: includes the atolls of Bikini, Enewetak, and Kwajalein
Area - comparative: about the size of Washington, DC
Land boundaries: 0 km
Coastline: 370.4 km
Maritime claims:
contiguous zone: 24 nm
exclusive economic zone: 200 nm
territorial sea: 12 nm
Maritime boundaries:
Micronesia
Kiribati
Climate: wet season from May to November; hot and humid; islands border typhoon belt
Terrain: low coral limestone and sand islands
Elevation extremes:
lowest point: Pacific Ocean 0 m
highest point: unnamed location on Likiep 10 m
Natural resources: phosphate deposits, marine products, deep seabed minerals
Land use:
arable land: 0%
permanent crops: 60%
permanent pastures: 0%
forests and woodland: 0%
other: 40%
Irrigated land: NA km²
Natural hazards: occasional typhoons
Environment - current issues: inadequate supplies of potable water
Environment - international agreements:
party to: Biodiversity, Climate Change, Desertification, Law of the Sea, Ozone Layer Protection, Ship Pollution
signed, but not ratified: Climate Change-Kyoto Protocol
Geography - note: two archipelagic island chains of 30 atolls and 1,152 islands; Bikini and Enewetak are former US nuclear test sites; Kwajalein, the famous World War II battleground, is now used as a US missile test range
Other info
Oficial name:
Aolepān Aorōkin M̧ajeļ
Republic of the Marshall Islands
Independence:
October 21, 1986
Area:
181.40 km2
Inhabitants:
54.000
Languages:
Kajin M̧ajeļ and English
English [eng] 600 in Marshall Islands (2004). Classification: Indo-European, Germanic, West, English
More information.
Marshallese [mah] 43,900 in Marshall Islands (1979 Bender). Also spoken in Nauru. Alternate names: Ebon. Dialects: Rälik, Ratak. Two inherently intelligible dialects. Speech on Ujelang, the westernmost island, is slightly less homogeneous. Lexical similarity 33% with Ponapean. Classification: Austronesian, Malayo-Polynesian, Central-Eastern, Eastern Malayo-Polynesian, Oceanic, Central-Eastern Oceanic, Remote Oceanic, Micronesian, Micronesian Proper, Marshallese
Capital city:
Dalap-Uliga-Darrit
Meaning country name:
Named after British Captain John Marshall, who first documented the existence of the islands in 1788.
Description Flag:
The flag of the Marshall Islands, an island nation in the Pacific, was adopted upon the start of self-governance, May 1, 1979.
The Marshall Islands were part of the Trust Territory of the Pacific Islands administered by the United States, from which the Marshall Islands and Micronesia split. In common with other island nations in the region, this flag features the symbolic representation of the islands' place within the ocean. The rising diagonal band represents the equator, the star above representing this Northern Hemisphere archipelago. The white and orange portions of the band represent, respectively, the Ratak Chain ("sunrise") and the Ralik Chain ("sunset"), as well as symbolizing peace and courage. The star's 24 points represent the number of electoral districts, while the four elongated points represent the principal cultural centers of Majuro, Jaluit, Wotje and Ebeye.
Coat of arms:
The coat of arms of the Marshall Islands consists of a blue background, which represents the sea. On the blue background, there is an angel with outstretched wings symbolizing peace. Behind the angel, there are two islands with an outrigger canoe and a palm tree. On the upper left and right in the shield are a red and white stripe. Behind the shield there is a stylized nautical chart. In the ring above the shield is the phrase Government of the Marshall Islands, and below, the national motto, Jepilpin ke Ejukaan (in Marshallese, "Accomplishment Through Joint Effort".
Motto:
"Jepilpilin ke ejukaan" ("Accomplishment through Joint Effort")
National Anthem: Forever Marshall Islands
Marshallese language
Aelon eo ao ion lometo;
Einwot wut ko loti ion dren elae;
Kin meram in Mekar jen ijoilan;
Erreo an romak ioir kin meramin mour;
Iltan pein Anij eweleosim woj;
Kejolit kij kin ijin jikir emol;
Ijjamin Ilok jen in aolemo ran;
Anij an ro jemem wonakke im kej rammon Aelin kein am.
English lyrics
My island (heart) lies o'er the ocean;
Like a wreath of flowers upon the sea;
With a (the) light of Maker from far above;
Shining the with the brilliance of rays of life;
Our Father's wondrous creation;
Bequeathed to us, our Motherland;
I'll never leave my dear home sweet home;
God of our forefathers protect and bless forever Marshall Islands.
Internet Page: www.visitmarshallislands.com
Marshall islands in diferent languages
eng: Marshall Islands
arg | spa: Islas Marshall
deu | nds: Marshallinseln / Marſhallinſeln
dsb | hsb: Marshallowe kupy
fra | jnf: Îles Marshall
glg | oci: Illas Marshall
ind | msa: Kepulauan Marshall / كڤولاوان مارشال
kin | run: Amazinga ya Mareshali
afr: Marshall-eilande
ast: Islles Marxall
aze: Marşall adaları / Маршалл адалары
bis: Masal Aelan
bos: Maršalovi otoci / Маршалови отоци
bre: Inizi Marshall
cat: Illes Marshall
ces: Marshallovy ostrovy
cor: Ynysow Marshall
crh: Marşall Adaları / Маршалл Адалары
cym: Ynysoedd Marshall
dan: Marshalløerne
epo: Marŝaloj
est: Marshalli Saared
eus: Marshall uharteak
fao: Marshalloyggjarnar
fin: Marshallinsaaret
frp: Iles March•al
fry: Marshalleilannen
fur: Isulis Marshall
gla: Na h-Eileanan Mharshall
gle: Na hOileáin Marshall / Na hOileáin Marṡall
glv: Ny h-Ellanyn Varshyl
hat: Machal
hrv: Maršalovi otoci
hun: Marshall-szigetek
ibo: Agwe-etiti Mashal
ina: Insulas Marshall
isl: Marshalleyjar
ita: Isole Marshall
jav: Kepulauan Marshall
kaa: Marshall atawları / Маршалл атаўлары
kmr: Adaêd Marşalê / Адаед Маршале / ئادایێد مارشالێ; Cizîrêd Marşalê / Щьзиред Маршале / جزیرێد مارشالێ
kur: Marşalên / مارشالێن
lat: Insulae Marsalienses
lav: Māršala salas
lin: Monɛ́nɛ ya Marshall
lit: Maršalo salos
lld-bad: Isoles Marshall
lld-grd: Ijules Marshall
ltz: Marshallinselen / Marſhallinſelen
mah: Aelōn̄ in M̧ajeļ
mlg: Nosy Marshalla
mlt: Gżejjer Marxall
mol: Insulele Marshall / Инсулеле Маршалл
nld: Marshalleilanden
nno: Marshalløyane
nob: Marshalløyene
nrm: Îles du Mach’cha
pol: Wyspy Marshalla
por: Ilhas Marshall; Ilhas Marechal
que: Marshall W’atakuna
rmy: Dvipa Maršall / द्वीपा मार्शाल्ल
roh: Inslas da Marshall
ron: Insulele Marshall
rup: Insulile Marshall
scn: Ìsuli Marshall
slk: Marshallove ostrovy
slo: Marsxal Ostrovis / Маршал Островис
slv: Maršallovi otoki
sme: Marshallsullot
smg: Maršala Saluos
smo: Atu Malesala
sqi: Ishujt Marshall
srd: Isulas Marshall
swa: Visiwa vya Marshall
swe: Marshallöarna
tet: Nusar Marxál
ton: ʻOtumotu Masalo
tpi: Masel Ailan
tuk: Marşal adalary / Маршалл адалары
tur: Marşallar; Marshall Adaları
uzb: Marshall orollari / Маршалл ороллари
vie: Quần đảo Mác-san
vol: Marjaluäns
vor: Marshalli Saarõq
wln: Iyes Marshall
wol: Dunu Marsaal
zza: Adey Marşali; Gırawê Marşali
alt: Маршаллов ортолыктар (Maršallov ortolyktar)
bak: Маршалл утрауҙары / Marşall utrauźarı
bel: Маршалавы астравы / Maršałavy astravy; Маршалавы выспы / Maršałavy vyspy
bul: Маршалови острови (Maršalovi ostrovi)
che: Маршалл гӀайреш (Maršall ġajreš)
chm: Маршалловый остров-влак (Maršallovyj ostrov-vlak)
kaz: Маршалл аралдары / Marşall araldarı / مارشالل ارالدارى
kir: Маршалл аралдары (Maršall araldary)
kjh: Маршаллово олтырыхтар (Maršallovo oltyryĥtar)
krc: Маршалл айрымканлары (Maršall ajrymkanlary)
kum: Маршалл атавлары (Maršall atavlary)
mkd: Маршалски острови (Maršalski ostrovi)
mon: Маршаллын арлууд (Maršallyn arluud)
oss: Маршаллы сакъадӕхтӕ (Maršally saḳadäĥtä)
rus: Маршалловые острова (Maršallovyje ostrova)
srp: Маршалска острва / Maršalska ostrva
tat: Маршалл утраулары / Marşall utrawları
tgk: Ҷазираҳои Маршал / جزیرههای مرشل / Çazirahoi Marşal
tyv: Маршалл ортулуктар (Maršall ortuluktar)
ukr: Маршаллові острови (Maršallovi ostrovy)
ara: جزر مارشال (Ǧuzuru Māršāl); جزر مرشال (Ǧuzuru Maršāl); جزائر مارشال (Ǧazāʾiru Māršāl); جزائر مرشال (Ǧazāʾiru Maršāl)
fas: جزایر مارشال / Jazâyere Mâršâl
prs: جزایر مارشال (Jazāyer-e Māršāl)
pus: د مارشال ټاپوګان (də Māršāl ṫāpogān)
uig: مارشال ئاراللىرى / Marshal aralliri / Маршалл араллири
urd: جزائر مارشل (Jazāʾir-e Māršal)
div: މާށަލް އައިލެންޑްސް (Māŝal A'ilenḋs)
heb: איי-מרשל (Iye-Maršal); איי-מארשאל (Iye-Mâršâl)
lad: איזלאס מארשאל / Izlas Marshal
yid: מאַרשאַל-אינדזלען (Maršal-Indzlen)
amh: የማርሸል ደሴቶች (yä-Maršäl dässetoč)
ell-dhi: Νησιά Μάρσαλ (Nīsiá Mársal)
ell-kat: Νῆσοι Μάρσαλ (Nī̃soi Mársal)
hye: Մարշալյան կղզիներ (Maršalyan kġziner)
kat: მარშალის კუნძულები (Maršalis kundzulebi)
ben: মার্শাল দ্বীপপুঞ্জ (Māršāl dbīppuñjô)
pan: ਮਾਰਸ਼ਲ ਟਾਪੂ (Māršal ṭāpū)
kan: ಮಾರ್ಶಲ್ ದ್ವೀಪಗಳು (Māršal dvīpagaḷu)
mal: മാര്ഷല് ദ്വീപുകള് (Mārṣal dvīpukaḷ); മാര്ഷല് ഐലന്റ്സ് (Mārṣal Ailanṟs)
tam: மார்ஷல் தீவுகள் (Māršal tīvukaḷ)
tel: మార్షల్ దీవులు (Mārṣal dīvulu)
zho: 馬紹爾群島/马绍尔群岛 (Mǎshào'ěr Qúndǎo)
jpn: マーシャル諸島 (Māsharu Shotō)
kor: 마셜제도 (Masyeol Jedo)
mya: မာရ္ဟယ္က္ဝ္ယန္းစု (Mašɛ Kyũsú)
tha: หมู่เกาะมาร์แชล ([h]Mū̀kɔ Mā[r]čʰǣn); หมู่เกาะมาร์แชลล์ ([h]Mū̀kɔ Mā[r]čʰǣn[l])
khm: កោះម៉ាស្យល (Kōḥ Māsyal); កោះម៉ាសាល (Kōḥ Māsāl)
Rambut lelaki dengan wajah putih bersih itu gimbal. Bagian depan rambut menutupi wajahnya yang tampan. Sorot matanya bening memandang penuh tenang. Hidung lelaki berkumis tebal itu memang mancung. Ia hanya berselimut sarung duduk diantara dua drum. Itu sebagai penyangga kayu penahan layar rangkap dua dengan pintu dari plastik tempat ia bertapa.
Dibagian belakang gubug kecil itu dipasang triplek. Setiap kali layar atap itu mulai menua dan lusuh maka akan diganti oleh pak Sugiyono yang kebetulan rumahnya persis di depan tempat mbah Fanani bertapa. Ketika kami mencoba membuka pintu plastik tempanya bertapa dan menyapanya dengan salam ia diam seribu bahasa.
“Assalamualaikum mbah,” kata kami kepadanya. Ia hanya diam saja. Mata memandang kebawah lalu ia hanya melumatkan bibirnya.
Dalam suasana penuh tanda tanya itu angin dingin yang berhembus bersahut kencang dengan raungan bunyi mesin-mesin dipinggir jalan tak ku hiraukan. Tampak dibawah pintu itu dua gelas bekas minuman air putih dan teh serta dua mangkok bekas bakso dan mie. Didalam ruangan tersebut terlihat pengab. Namun kondisi tersebut tak dihiraukan oleh mbah Fanani. Meski tampak lusuh ada aura positif yang terpancar dari badannya. Ia hanya melumatkan kedua bibirnya yang tampak merah.
Setelah beberapakali berhasil mengambil gambar beliau dengan ijin beberapakali dengan berbahasa Indonesia akhirnya saya putuskan untuk menutup kembali pintu tempatnya bertapa.
Menurut pak Ono bahwa mbah Fanani bertapa di tepi jalan kawasan RT 1 RW 1 depan musala Al-Amin itu sudah 20 tahun. Setiap pagi ia mengaku memberinya makan mie goreng dan malam harinya kadang ada juga diberi nasi goreng lengkap dengan minum teh hangat dan air putih.
“Barusan saya ganti layar atap tempatnya bertapa. Ia tidak mau diberi pakaian bagus dan sandal jepit. Tiap bulan sekali keluarganya dari Kuningan Jawa Barat selalu menengok perkembangan dia,” katanya.
Lain halnya dengan penturan Susliono. Lelaki berusia 35 tahun yang berjualan bakso dekat tempat mbah Fanani bertapa tersebut mengaku tiap siang selalu memberikan bakso. Ia menyadari tak tahu kapan mbah Fanani keluar dari tempat tersebut untuk sekedar buang air besar dan air kencing. Itu terjadi bagi semua warga Wonosobo yang dulu pernah memenangi saat dia bertapa di Desa Tieng Kecamatan Kejajar.
“Ia tapa bisu.Saya hanya ingin berbagi dengan sesama dan Alhamdulillah rejeki lancar,” kata warga Garung Wonosobo yang bolak-balik tiap hari untuk berjualan bakso tersebut.
Meski terjadi hujan deras dan panas, lanjut dia, mbah Fanani tak pernah beranjak dari duduknya. Ia tetap diam di dalam bangunan kecil di pinggir jalan tersebut. Keadaaan lelaki yang tak pernah diketahui pernah mandi di Desa tersebut tak pernah membuat masyarakat merasa terganggu. Sebaliknya masyarakat sepertinya sudah terbiasa dengan sikap aneh yang muncul dari dalam diri mbah Fanani.
“Jika sewaktu-waktu keluar diberi bakso tangannya juga mau menerima meski dia bergerak dari tempat satu dengan yang lain dengan merangkak. Alhamdulillah bakso saya selalu habis,” ujarnya.
Susliono mengaku pernah diajak berbicara dengan mbah Fanani dalam bahasa Indonesia. Suatu malam mbah Fanani mengaku pernah diusir oleh seorang putri agar pergi dari tempat tersebut.”Akibatnya ia merangkak cepat sekitar 500 meter sampai pos polisi di Desa Dieng Kulon ini,” paparnya.
Kejadian lain, lanjut dia, banyak orang dari Kudus, Banjarnegara yang berbondong-bondong ke tempat pertapaan mbah Fanani. Mereka membawa beberapa botol air mineral.”Botol air itu diletakkan ditempat mbah Fanani bertapa, setelah seperempat jam dengan doa penuh keyakinan mereka lalu meninggalkan tempat mbah Fanani,” paparnya.
Ketika keluarga warga Kuningan ini bertandang ke tempat ia bertapa menggunakan mobil mbah Fanani juga tak mau diajak berbicara. Kendati ditawari untuk berganti pakaian ia tetap menolak mengenekannya.”Mbah Fanani sepertinya lebih nyaman hidup tanpa mengenakan pakaian bagus. Ia bilang bahwa laku yang ia perbuat itu karena dulu kakekknya pernah bertapa selama tiga tahun di kawah Sikidang dan Sumur Jolotundo objek wisata Dieng wilayah Kabupaten Wonosobo,” tandasnya.
Dari informasi yang dihimpun dan berhembus luas di tengah masyarakat Wonosobo lelaki misterius yang diduga memiliki nilai mistis ini memiliki pandangan tersendiri dengan dataran tinggi Wonosobo. Sebagaimana tertera dalam ramalam Jayabaya wilayah Kedulangmas (Kedu, Magelang dan Banyumas) nantinya akan ditutupi dengan banjir bandang. Karena itu mbah Fanani memiliki pandangan bahwa dia tidak akan kembali ke tanah kelahirannya sebelum kejadian tersebut terjadi di wilayah Wonosobo.
“Mbah Fanani berkata dia akan kembali ke rumahnya di Kunginan Jawa Barat dengan naik perahu,” kata Budiyanto warga Wonosobo.
Atas dasar pemahaman itulah lelaki yang disebut-sebut sebagai manusia aneh dan langka di zaman modern saat ini terus duduk diam di dataran tinggi Dieng.
Meski sebagian besar masyarakat dilokasi tersebut mengenakan kaos kaki dan kaos tangan serta baju serta celana panjang namun mbah Fanani memilih telanjang dada. Hanya kain sarung saja yang menempel dibagian tubuhnya. Ia merasa damai dengan kondisi tersebut lantaran memiliki pandangan lain pada umumnya yang terjadi atas berbagai konstruksi agama, budaya dan keyakinan yang terjadi ditengah masyarakat umum.(Yudi)
Pudarnya Pesona Cleopatra
Dengan panjang lebar ibu menjelaskan,
sebenarnya sejak ada dalan kandungan
aku telah dijodohkan dengan Raihana
yang tak pernah kukenal."Ibunya Raihana
adalah teman karib ibu waktu nyantri di
pesantren Mangkuyudan Solo dulu" kata
ibu.
"Kami pernah berjanji, jika dikarunia
anak berlainan jenis akan besanan untuk
memperteguh tali persaudaraan. Karena
itu ibu mohon keikhlasanmu", ucap
beliau dengan nada mengiba.
Dalam pergulatan jiwa yang sulit
berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku
menuruti keinginan ibu. Aku tak mau
mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi
mentari pagi dihatinya, meskipun untuk
itu aku harus mengorbankan diriku.
Dengan hati pahit kuserahkan semuanya
bulat-bulat pada ibu. Meskipun
sesungguhnya dalam hatiku timbul
kecemasan-kecemasan yang datang begitu
saja dan tidak tahu alasannya. Yang
jelas aku sudah punya kriteria dan
impian tersendiri untuk calon istriku.
Aku tidak bisa berbuat apa-apa
berhadapan dengan air mata ibu yang
amat kucintai. Saat khitbah (lamaran)
sekilas kutatap wajah Raihana, benar
kata Aida adikku, ia memang baby face
dan anggun.
Namun garis-garis kecantikan yang
kuinginkan tak kutemukan sama sekali.
Adikku, tante Lia mengakui Raihana
cantik, "cantiknya alami, bisa jadi
bintang iklan Lux lho, asli ! kata
tante Lia. Tapi penilaianku lain,
mungkin karena aku begitu hanyut dengan
gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra,
yang tinggi semampai, wajahnya putih
jelita, dengan hidung melengkung indah,
mata bulat bening khas arab, dan bibir
yang merah. Di hari-hari menjelang
pernikahanku, aku berusaha menumbuhkan
bibit-bibit cintaku untuk calon
istriku, tetapi usahaku selalu sia-sia.
Aku ingin memberontak pada ibuku,
tetapi wajah teduhnya meluluhkanku.
Hari pernikahan datang. Duduk
dipelaminan bagai mayat hidup, hati
hampa tanpa cinta, Pestapun meriah
dengan empat group rebana. Lantunan
shalawat Nabipun terasa menusuk-nusuk
hati. Kulihat Raihana tersenyum manis,
tetapi hatiku terasa teriris-iris dan
jiwaku meronta. Satu-satunya harapanku
adalah mendapat berkah dari Allah SWT
atas baktiku pada ibuku yang kucintai.
Rabbighfir li wa liwalidayya!
Layaknya pengantin baru, kupaksakan
untuk mesra tapi bukan cinta, hanya
sekedar karena aku seorang manusia yang
terbiasa membaca ayat-ayatNya. Raihana
tersenyum mengembang, hatiku menangisi
kebohonganku dan kepura-puraanku. Tepat
dua bulan Raihana kubawa ke kontrakan
dipinggir kota Malang.
Mulailah kehidupan hampa. Aku tak
menemukan adanya gairah. Betapa susah
hidup berkeluarga tanpa cinta. Makan,
minum, tidur, dan shalat bersama dengan
makhluk yang bernama Raihana, istriku,
tapi Masya Allah bibit cintaku belum
juga tumbuh. Suaranya yang lembut
terasa hambar, wajahnya yang teduh
tetap terasa asing. Memasuki bulan
keempat, rasa muak hidup bersama
Raihana mulai kurasakan, rasa ini
muncul begitu saja. Aku mencoba
membuang jauh-jauh rasa tidak baik ini,
apalagi pada istri sendiri yang
seharusnya kusayang dan kucintai.
Sikapku pada Raihana mulai lain. Aku
lebih banyak diam, acuh tak acuh, agak
sinis, dan tidur pun lebih banyak di
ruang tamu atau ruang kerja. Aku merasa
hidupku ada lah sia-sia, belajar di
luar negeri sia-sia, pernikahanku sia-
sia, keberadaanku sia-sia.
Tidak hanya aku yang tersiksa,
Raihanapun merasakan hal yang sama,
karena ia orang yang berpendidikan,
maka diapun tanya, tetapi kujawab
"tidak apa-apa koq mbak, mungkin aku
belum dewasa, mungkin masih harus
belajar berumah tangga "Ada kekagetan
yang kutangkap diwajah Raihana ketika
kupanggil 'mbak', "kenapa mas
memanggilku mbak, aku kan istrimu, apa
mas sudah tidak mencintaiku" tanyanya
dengan guratan wajah yang sedih.
"wallahu a'lam" jawabku sekenanya.
Dengan mata berkaca-kaca Raihana diam
menunduk, tak lama kemudian dia terisak-
isak sambil memeluk kakiku, "Kalau mas
tidak mencintaiku, tidak menerimaku
sebagai istri kenapa mas ucapkan akad
nikah? Kalau dalam tingkahku melayani
mas masih ada yang kurang berkenan,
kenapa mas tidak bilang dan menegurnya,
kenapa mas diam saja, aku harus
bersikap bagaimana untuk membahagiakan
mas, kumohon bukalah sedikit hatimu
untuk menjadi ruang bagi pengabdianku,
bagi menyempurnakan ibadahku didunia
ini". Raihana mengiba penuh pasrah. Aku
menangis menitikan air mata buka karena
Raihana tetapi karena kepatunganku.
Hari terus berjalan, tetapi komunikasi
kami tidak berjalan. Kami hidup seperti
orang asing tetapi Raihana tetap
melayaniku menyiapkan segalanya
untukku.
Suatu sore aku pulang mengajar dan
kehujanan, sampai dirumah habis
maghrib, bibirku pucat, perutku belum
kemasukkan apa-apa kecuali segelas kopi
buatan Raihana tadi pagi, Memang aku
berangkat pagi karena ada janji dengan
teman. Raihana memandangiku dengan
khawatir. "Mas tidak apa-apa" tanyanya
dengan perasaan kuatir. "Mas mandi
dengan air panas saja, aku sedang
menggodoknya, lima menit lagi mendidih"
lanjutnya. Aku melepas semua pakaian
yang basah. "Mas airnya sudah siap"
kata Raihana. Aku tak bicara sepatah
katapun, aku langsung ke kamar mandi,
aku lupa membawa handuk, tetapi Raihana
telah berdiri didepan pintu membawa
handuk. "Mas aku buatkan wedang jahe"
Aku diam saja. Aku merasa mulas dan
mual dalam perutku tak bisa kutahan.
Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi
dan Raihana mengejarku dan memijit-
mijit pundak dan tengkukku seperti yang
dilakukan ibu. "Mas masuk angin.
Biasanya kalau masuk angin diobati
pakai apa, pakai balsam, minyak putih,
atau jamu?" Tanya Raihana sambil
menuntunku ke kamar. "Mas jangan diam
saja dong, aku kan tidak tahu apa yang
harus kulakukan untuk membantu Mas".
"Biasanya dikerokin" jawabku lirih.
"Kalau begitu kaos mas dilepas ya, biar
Hana kerokin" sahut Raihana sambil
tangannya melepas kaosku. Aku seperti
anak kecil yang dimanja ibunya. Raihana
dengan sabar mengerokin punggungku
dengan sentuhan tangannya yang halus.
Setelah selesai dikerokin, Raihana
membawakanku semangkok bubur kacang
hijau. Setelah itu aku merebahkan diri
di tempat tidur. Kulihat Raihana duduk
di kursi tak jauh dari tempat tidur
sambil menghafal Al Quran dengan
khusyu. Aku kembali sedih dan ingin
menangis, Raihana manis tapi tak
semanis gadis-gadis mesir titisan
Cleopatra.
Dalam tidur aku bermimpi bertemu dengan
Cleopatra, ia mengundangku untuk makan
malam di istananya. "Aku punya
keponakan namanya Mona Zaki, nanti akan
aku perkenalkan denganmu" kata Ratu
Cleopatra. "Dia memintaku untuk
mencarikannya seorang pangeran, aku
melihatmu cocok dan berniat
memperkenalkannya denganmu". Aku
mempersiapkan segalanya. Tepat puku
07.00 aku datang ke istana, kulihat
Mona Zaki dengan pakaian pengantinnya,
cantik sekali. Sang ratu mempersilakan
aku duduk di kursi yang berhias berlian.
Aku melangkah maju, belum sempat duduk,
tiba-tiba "Mas, bangun, sudah jam
setengah empat, mas belum sholat Isya"
kata Raihana membangunkanku. Aku
terbangun dengan perasaan kecewa.
"Maafkan aku Mas, membuat Mas kurang
suka, tetapi Mas belum sholat Isya"
lirih Hana sambil melepas mukenanya,
mungkin dia baru selesai sholat malam.
Meskipun cuman mimpi tapi itu indah
sekali, tapi sayang terputus. Aku jadi
semakin tidak suka sama dia, dialah
pemutus harapanku dan mimpi-mimpiku.
Tapi apakah dia bersalah, bukankah dia
berbuat baik membangunkanku untuk
sholat Isya. Selanjutnya aku merasa
sulit hidup bersama Raihana, aku tidak
tahu dari mana sulitnya. Rasa tidak
suka semakin menjadi-jadi. Aku benar-
benar terpenjara dalam suasana konyol.
Aku belum bisa menyukai Raihana. Aku
sendiri belum pernah jatuh cinta, entah
kenapa bisa dijajah pesona gadis-gadis
titisan Cleopatra.
"Mas, nanti sore ada acara qiqah di
rumah Yu Imah. Semua keluarga akan
datang termasuk ibundamu. Kita diundang
juga. Yuk, kita datang bareng, tidak
enak kalau kita yang dieluk-elukan
keluarga tidak datang." Suara lembut
Raihana menyadarkan pengembaraanku pada
Jaman Ibnu Hazm. Pelan-pelan ia
letakkan nampan yang berisi onde-onde
kesukaanku dan segelas wedang jahe.
Tangannya yang halus agak gemetar. Aku
dingin-dingin saja. "Maaf#8230; maaf jika
mengganggu Mas, maafkan Hana,
"lirihnya, lalu perlahan-lahan beranjak
meninggalkan aku di ruang kerja. "Mbak!
Eh maaf, maksudku D..Din..Dinda Hana!,
panggilku dengan suara parau tercekak
dalam tenggorokan. "Ya Mas!" sahut Hana
langsung menghentikan langkahnya dan
pelan-pelan menghadapkan dirinya
padaku. Ia berusaha untuk tersenyum,
agaknya ia bahagia dipanggil "dinda".
"Matanya sedikit berbinar. "Te.. terima
kasih Di..dinda, kita berangkat bareng
kesana, habis sholat dhuhur, Insya
Allah." ucapku sambil menatap wajah
Hana dengan senyum yang kupaksakan.
Raihana menatapku dengan wajah sangat
cerah, ada secercah senyum bersinar
dibibirnya. "Terima kasih Mas, Ibu kita
pasti senang, mau pakai baju yang mana
Mas, biar dinda siapkan? Atau biar
dinda saja yang memilihkan ya?". Hana
begitu bahagia.
Perempuan berjilbab ini memang luar
biasa, Ia tetap sabar mencurahkan bakti
meskipun aku dingin dan acuh tak acuh
padanya selama ini. Aku belum pernah
melihatnya memasang wajah masam atau
tidak suka padaku. Kalau wajah sedihnya
ya. Tapi wajah tidak sukanya belum
pernah. Bah, lelaki macam apa aku ini,
kutukku pada diriku sendiri. Aku memaki-
maki diriku sendiri atas sikap dinginku
selama ini., Tapi, setetes embun cinta
yang kuharapkan membasahi hatiku tak
juga turun. Kecantikan aura titisan
Cleopatra itu? Bagaimana aku
mengusirnya. Aku merasa menjadi orang
yang paling membenci diriku sendiri di
dunia ini.
Acara pengajian dan qiqah putra ketiga
Fatimah kakak sulung Raihana membawa
sejarah baru lembaran pernikahan kami.
Benar dugaan Raihana, kami dielu-elukan
keluarga, disambut hangat, penuh cinta,
dan penuh bangga. "Selamat datang
pengantin baru! Selamat datang pasangan
yang paling ideal dalam keluarga!
Sambut Yu Imah disambut tepuk tangan
bahagia mertua dan bundaku serta
kerabat yang lain. Wajah Raihana cerah.
Matanya berbinar-binar bahagia. Lain
dengan aku, dalam hatiku menangis
disebut pasangan ideal.
Apanya yang ideal. Apa karena aku
lulusan Mesir dan Raihana lulusan
terbaik dikampusnya dan hafal Al Quran
lantas disebut ideal? Ideal bagiku
adalah seperti Ibnu Hazm dan istrinya,
saling memiliki rasa cinta yang sampai
pada pengorbanan satu sama lain. Rasa
cinta yang tidak lagi memungkinkan
adanya pengkhianatan. Rasa cinta yang
dari detik ke detik meneteskan rasa
bahagia.
Tapi diriku? Aku belum bisa memiliki
cinta seperti yang dimiliki Raihana.
Sambutan sanak saudara pada kami benar-
benar hangat. Aku dibuat kaget oleh
sikap Raihana yang begitu kuat menjaga
kewibawaanku di mata keluarga. Pada
ibuku dan semuanya tidak pernah
diceritakan, kecuali menyanjung
kebaikanku sebagai seorang suami yang
dicintainya. Bahkan ia mengaku bangga
dan bahagia menjadi istriku. Aku
sendiri dibuat pusing dengan sikapku.
Lebih pusing lagi sikap ibuku dan
mertuaku yang menyindir tentang
keturunan. "Sudah satu tahun putra
sulungku menikah, koq belum ada tanda-
tandanya ya, padahal aku ingin sekali
menimang cucu" kata ibuku. "Insya Allah
tak lama lagi, ibu akan menimang cucu,
doakanlah kami. Bukankah begitu, Mas?"
sahut Raihana sambil menyikut lenganku,
aku tergagap dan mengangguk sekenanya.
Setelah peristiwa itu, aku mencoba
bersikap bersahabat dengan Raihana. Aku
berpura-pura kembali mesra dengannya,
sebagai suami betulan. Jujur, aku hanya
pura-pura. Sebab bukan atas dasar
cinta, dan bukan kehendakku sendiri aku
melakukannya, ini semua demi ibuku.
Allah Maha Kuasa. Kepura-puraanku
memuliakan Raihana sebagai seorang
istri. Raihana hamil. Ia semakin manis.
Keluarga bersuka cita semua. Namun
hatiku menangis karena cinta tak
kunjung tiba. Tuhan kasihanilah hamba,
datangkanlah cinta itu segera. Sejak
itu aku semakin sedih sehingga Raihana
yang sedang hamil tidak kuperhatikan
lagi. Setiap saat nuraniku bertanya
"Mana tanggung jawabmu!" Aku hanya diam
dan mendesah sedih. "Entahlah, betapa
sulit aku menemukan cinta" gumamku.
Dan akhirnya datanglah hari itu, usia
kehamilan Raihana memasuki bulan ke
enam. Raihana minta ijin untuk tinggal
bersama orang tuanya dengan alasan
kesehatan. Kukabulkan permintaanya dan
kuantarkan dia kerumahnya. Karena rumah
mertua jauh dari kampus tempat aku
mengajar, mertuaku tak menaruh curiga
ketika aku harus tetap tinggal
dikontrakan. Ketika aku pamitan,
Raihana berpesan, "Mas untuk menambah
biaya kelahiran anak kita, tolong nanti
cairkan tabunganku yang ada di ATM. Aku
taruh dibawah bantal, no.pinnya sama
dengan tanggal pernikahan kita".
Setelah Raihana tinggal bersama ibunya,
aku sedikit lega. Setiap hari Aku tidak
bertemu dengan orang yang membuatku
tidak nyaman. Entah apa sebabnya bisa
demikian. Hanya saja aku sedikit repot,
harus menyiapkan segalanya. Tapi toh
bukan masalah bagiku, karena aku sudah
terbiasa saat kuliah di Mesir.
Waktu terus berjalan, dan aku merasa
enjoy tanpa Raihana. Suatu saat aku
pulang kehujanan. Sampai rumah hari
sudah petang, aku merasa tubuhku benar-
benar lemas. Aku muntah-muntah,
menggigil, kepala pusing dan perut
mual. Saat itu terlintas dihati
andaikan ada Raihana, dia pasti telah
menyiapkan air panas, bubur kacang
hijau, membantu mengobati masuk angin
dengan mengeroki punggungku, lalu
menyuruhku istirahat dan menutupi
tubuhku dengan selimut. Malam itu aku
benar-benar tersiksa dan menderita. Aku
terbangun jam enam pagi. Badan sudah
segar. Tapi ada penyesalan dalam hati,
aku belum sholat Isya dan terlambat
sholat subuh. Baru sedikit terasa,
andaikan ada Raihana tentu aku ngak
meninggalkan sholat Isya, dan tidak
terlambat sholat subuh.
Lintasan Raihana hilang seiring
keberangkatan mengajar di kampus.
Apalagi aku mendapat tugas dari
universitas untuk mengikuti pelatihan
mutu dosen mata kuliah bahasa arab.
Diantaranya tutornya adalah professor
bahasa arab dari Mesir. Aku jadi banyak
berbincang dengan beliau tentang mesir.
Dalam pelatihan aku juga berkenalan
dengan Pak Qalyubi, seorang dosen
bahasa arab dari Medan. Dia menempuh S1-
nya di Mesir. Dia menceritakan satu
pengalaman hidup yang menurutnya pahit
dan terlanjur dijalani.
"Apakah kamu sudah menikah?" kata Pak
Qalyubi.
"Alhamdulillah, sudah" jawabku.
"Dengan orang mana?".
"Orang Jawa".
"Pasti orang yang baik ya. Iya kan?
Biasanya pulang dari Mesir banyak
saudara yang menawarkan untuk menikah
dengan perempuan shalehah. Paling tidak
santriwati, lulusan pesantren. Istrimu
dari pesantren?".
"Pernah, alhamdulillah dia sarjana dan
hafal Al Quran".
"Kau sangat beruntung, tidak sepertiku".
"Kenapa dengan Bapak?"
"Aku melakukan langkah yang salah,
seandainya aku tidak menikah dengan
orang Mesir itu, tentu batinku tidak
merana seperti sekarang".
"Bagaimana itu bisa terjadi?".
Kamu tentu tahu kan gadis Mesir itu
cantik-cantik, dank arena terpesona
dengan kecantikanya saya menderita
seperti ini. Ceritanya begini, Saya
seorang anak tunggal dari seorang yang
kaya, saya berangkat ke Mesir dengan
biaya orang tua. Disana saya bersama
kakak kelas namanya Fadhil, orang Medan
juga. Seiring dengan berjalannya waktu,
tahun pertama saya lulus dengan predkat
jayyid, predikat yang cukup sulit bagi
pelajar dari Indonesia.
Demikian juga dengan tahun kedua.
Karena prestasi saya, tuan rumah tempat
saya tinggal menyukai saya. Saya
dikenalkan dengan anak gadisnya yang
bernama Yasmin. Dia tidak pakai jilbab.
Pada pandangan pertama saya jatuh
cinta, saya belum pernah melihat gadis
secantuk itu. Saya bersumpah tidak akan
menikaha dengan siapapun kecuali dia.
Ternyata perasaan saya tidak bertepuk
sebelah tangan. Kisah cinta saya
didengar oleh Fadhil. Fadhil membuat
garis tegas, akhiri hubungan dengan
anak tuan rumah itu atau sekalian
lanjutkan dengan menikahinya. Saya
memilih yang kedua.
Ketika saya menikahi Yasmin, banyak
teman-teman yang memberi masukan
begini, sama-sama menikah dengan gadis
Mesir, kenapa tidak mencari mahasiswi
Al Azhar yang hafal Al Quran, salehah,
dan berjilbab. Itu lebih selamat dari
pada dengan YAsmin yang awam
pengetahuan agamanya. Tetpai saya tetap
teguh untuk menikahinya. Dengan biaya
yang tinggi saya berhasil menikahi
YAsmin. Yasmin menuntut diberi sesuatu
yang lebih dari gadis Mesir.
Perabot rumah yang mewah, menginap di
hotel berbintang. Begitu selesai S1
saya kembali ke Medan, saya minta agar
asset yang di Mesir dijual untuk modal
di Indonesia. KAmi langsung membeli
rumah yang cukup mewah di kota Medan.
Tahun-tahun pertama hidup kami berjalan
baik, setiap tahunnya Yasmin mengajak
ke Mesir menengok orang tuanya. Aku
masih bisa memenuhi semua yang
diinginkan Yasmin. Hidup terus
berjalan, biaya hidup semakin nambah,
anak kami yang ketiga lahir, tetapi
pemasukan tidak bertambah. Saya minta
Yasmin untuk berhemat. Tidak setiap
tahun tetapi tiga tahun sekali YAsmin
tidak bisa.
Aku mati-matian berbisnis, demi
keinginan Yasmin dan anak-anak
terpenuhi. Sawah terakhir milik Ayah
saya jual untuk modal. Dalam diri saya
mulai muncul penyesalan. Setiap kali
saya melihat teman-teman alumni Mesir
yang hidup dengan tenang dan damai
dengan istrinya. Bisa mengamalkan ilmu
dan bisa berdakwah dengan baik.
Dicintai masyarakat. Saya tidak
mendapatkan apa yang mereka dapatkan.
Jika saya pengin rending, saya harus ke
warung. Yasmin tidak mau tahu dengan
masakan Indonesia.
Kau tahu sendiri, gadis Mesir biasanya
memanggil suaminya dengan namanya. Jika
ada sedikit letupan, maka rumah seperti
neraka. Puncak penderitaan saya dimulai
setahun yang lalu. Usaha saya bangkrut,
saya minta YAsmin untuk menjual
perhiasannya, tetapi dia tidak mau. Dia
malah membandingkan dirinya yang hidup
serba kurang dengan sepupunya.
Sepupunya mendapat suami orang Mesir.
Saya menyesal meletakkan kecantikan
diatas segalanya. Saya telah diperbudak
dengan kecantikannya. Mengetahui
keadaan saya yang terjepit, ayah dan
ibu mengalah. Mereka menjual rumah dan
tanah, yang akhirnya mereka tinggal di
ruko yang kecil dan sempit. Batin saya
menangis. Mereka berharap modal itu
cukup untuk merintis bisnis saya yang
bangkrut. Bisnis saya mulai bangkit,
Yasmin mulai berulah, dia mengajak ke
Mesir. Waktu di Mesir itulah puncak
tragedy yang menyakitkan. "Aku menyesal
menikah dengan orang Indonesia, aku
minta kau ceraikan aku, aku tidak bisa
bahagia kecuali dengan lelaki Mesir".
Kata Yasmin yang bagaikan geledek
menyambar. Lalu tanpa dosa dia
bercerita bahwa tadi di KBRI dia
bertemu dengan temannya. Teman lamanya
itu sudah jadi bisnisman, dan istrinya
sudah meninggal.
Yasmin diajak makan siang, dan
dilanjutkan dengan perselingkuhan. Aku
pukul dia karena tak bisa menahan diri.
Atas tindakan itu saya dilaporkan ke
polisi. Yang menyakitkan adalah tak
satupun keluarganya yang membelaku.
Rupanya selama ini Yasmin sering
mengirim surat yang berisi berita
bohong. Sejak saat itu saya mengalami
depresi. Dua bulan yang lalu saya
mendapat surat cerai dari Mesir
sekaligus mendapat salinan surat nikah
Yasmin dengan temannya. Hati saya
sangat sakit, ketika si sulung
menggigau meminta ibunya pulang".
Mendengar cerita Pak Qulyubi membuatku
terisak-isak. Perjalanan hidupnya
menyadarkanku. Aku teringat Raihana.
Perlahan wajahnya terbayang dimataku,
tak terasa sudah dua bualn aku berpisah
dengannya. Tiba-tiba ada kerinduan yang
menyelinap dihati. Dia istri yang
sangat shalehah. Tidak pernah meminta
apapun. Bahkan yang keluar adalah
pengabdian dan pengorbanan. Hanya
karena kemurahan Allah aku mendapatkan
istri seperti dia. Meskipun hatiku
belum terbuka lebar, tetapi wajah
Raihana telah menyala didindingnya. Apa
yang sedang dilakukan Raihana sekarang?
Bagaimana kandungannya? Sudah delapan
bulan. Sebentar lagi melahirkan. Aku
jadi teringat pesannya. Dia ingin agar
aku mencairkan tabungannya.
Pulang dari pelatihan, aku menyempatkan
ke toko baju muslim, aku ingin
membelikannya untuk Raihana, juga
daster, dan pakaian bayi. Aku ingin
memberikan kejutan, agar dia tersenyum
menyambut kedatanganku. Aku tidak
langsung ke rumah mertua, tetapi ke
kontrakan untuk mengambil uang
tabungan, yang disimpan dibawah bantal.
Dibawah kasur itu kutemukan kertas
merah jambu. Hatiku berdesir, darahku
terkesiap. Surat cinta siapa ini,
rasanya aku belum pernah membuat surat
cinta untuk istriku. Jangan-jangan ini
surat cinta istriku dengan lelaki lain.
Gila! Jangan-jangan istriku "serong"?.
Dengan rasa takut kubaca surat itu satu
persatu. Dan Rabbi ternyata surat-surat
itu adalah ungkapan hati Raihana yang
selama ini aku zhalimi. Ia menulis,
betapa ia mati-matian mencintaiku,
meredam rindunya akan belaianku. Ia
menguatkan diri untuk menahan nestapa
dan derita yang luar biasa. Hanya Allah
lah tempat ia meratap melabuhkan
dukanya. Dan ya#8230; Allah, ia tetap setia
memanjatkan doa untuk kebaikan
suaminya. Dan betapa dia ingin hadirnya
cinta sejati dariku.
"Rabbi dengan penuh kesyukuran, hamba
bersimpuh dihadapan-Mu. Lakal hamdu ya
Rabb. Telah muliakan hamba dengan Al
Quran. Kalaulah bukan karena karunia-Mu
yang agung ini, niscaya hamba sudah
terperosok kedalam jurang kenistaan. Ya
Rabbi, curahkan tambahan kesabaran
dalam diri hamba" tulis Raihana.
Dalam akhir tulisannya Raihana berdoa
"Ya Allah inilah hamba-Mu yang kerdil
penuh noda dan dosa kembali datang
mengetuk pintumu, melabuhkan derita
jiwa ini kehadirat-Mu. Ya Allah sudah
tujuh bulan ini hamba-Mu ini hamil
penuh derita dan kepayahan. Namun
kenapa begitu tega suami hamba tak
mempedulikanku dan menelantarkanku.
Masih kurang apa rasa cinta hamba
padanya. Masih kurang apa kesetiaanku
padanya. Masih kurang apa baktiku
padanya? Ya Allah, jika memang masih
ada yang kurang, ilhamkanlah pada hamba-
Mu ini cara berakhlak yang lebih mulia
lagi pada suamiku. Ya Allah, dengan
rahmatMu hamba mohon jangan murkai dia
karena kelalaiannya. Cukup hamba saja
yang menderita. Maafkanlah dia, dengan
penuh cinta hamba masih tetap
menyayanginya. Ya Allah berilah hamba
kekuatan untuk tetap berbakti dan
memuliakannya. Ya Allah, Engkau maha
Tahu bahwa hamba sangat mencintainya
karena-Mu. Sampaikanlah rasa cinta ini
kepadanya dengan cara-Mu. Tegurlah dia
dengan teguran-Mu. Ya Allah
dengarkanlah doa hamba-Mu ini. Tiada
Tuhan yang layak disembah kecuali
Engkau, Maha Suci Engkau".
Tak terasa air mataku mengalir, dadaku
terasa sesak oleh rasa haru yang luar
biasa. Tangisku meledak. Dalam tangisku
semua kebaikan Raihana terbayang.
Wajahnya yang baby face dan teduh,
pengorbanan dan pengabdiannya yang
tiada putusnya, suaranya yang lembut,
tanganya yang halus bersimpuh memeluk
kakiku, semuanya terbayang mengalirkan
perasaan haru dan cinta.
Dalam keharuan terasa ada angina sejuk
yang turun dari langit dan merasuk
dalam jiwaku. Seketika itu pesona
Cleopatra telah memudar berganti cinta
Raihana yang datang di hati. Rasa
sayang dan cinta pada Raihan tiba-tiba
begitu kuat mengakar dalam hatiku.
Cahaya Raihana terus berkilat-kilat
dimata. Aku tiba-tiba begitu
merindukannya. Segera kukejar waktu
untuk membagi cintaku dengan Raihana.
Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang
seiring dengan air mataku yang menetes
sepanjang jalan. Begitu sampai di
halaman rumah mertua, nyaris tangisku
meledak. Kutahan dengan nafas panjang
dan kuusap air mataku.
Melihat kedatanganku, ibu mertuak
u memelukku dan menangis tersedu-sedu.
Aku jadi heran dan ikut menangis. "Mana
Raihana Bu?". Ibu mertua hanya menangis
dan menangis. Aku terus bertanya apa
sebenarnya yang telah terjadi.
"Raihana#8230; istrimu..istrimu dan anakmu
yang dikandungnya".
"Ada apa dengan dia".
"Dia telah tiada".
"Ibu berkata apa!".
"Istrimu telah meninggal seminggu yang
lalu. Dia terjatuh di kamar mandi. Kami
membawanya ke rumah sakit. Dia dan
bayinya tidak selamat. Sebelum
meninggal, dia berpesan untuk
memintakan maaf atas segala kekurangan
dan kekhilafannya selama menyertaimu.
Dia meminta maaf karena tidak bisa
membuatmu bahagia. Dia meminta maaf
telah dengan tidak sengaja membuatmu
menderita. Dia minta kau meridhionya".
Hatiku bergetar hebat. "Ke#8230;. kenapa ibu
tidak memberi kabar padaku?". "Ketika
Raihana dibawa ke rumah sakit, aku
telah mengutus seseorang untuk
menjemputmu di rumah kontrakan, tapi
kamu tidak ada. Dihubungi ke kampus
katanya kamu sedang mengikuti
pelatihan. Kami tidak ingin
mengganggumu. Apalagi Raihana berpesan
agar kami tidak mengganggu ketenanganmu
selama pelatihan. Dan ketika Raihana
meninggal kami sangat sedih, Jadi
maafkanlah kami".
Aku menangis tersedu-sedu. Hatiku pilu.
Jiwaku remuk. Ketika aku merasakan
cinta Raihana, dia telah tiada. Ketika
aku ingin menebus dosaku, dia telah
meninggalkanku. Ketika aku ingin
memuliakannya dia telah tiada. Dia
telah meninggalkan aku tanpa memberi
kesempatan padaku untuk sekedar minta
maaf dan tersenyum padanya. Tuhan telah
menghukumku dengan penyesalan dan
perasaan bersalah tiada terkira.
Ibu mertua mengajakku ke sebuah
gundukan tanah yang masih baru
dikuburan pinggir desa. Diatas gundukan
itu ada dua buah batu nisan. Nama dan
hari wafat Raihana tertulis disana. Aku
tak kuat menahan rasa cinta, haru,
rindu dan penyesalan yang luar biasa.
Aku ingin Raihana hidup kembali.
Tiba-tiba dunia gelap gulita
By: Habiburrahman El-Shirazy
Rambut lelaki dengan wajah putih bersih itu gimbal. Bagian depan rambut menutupi wajahnya yang tampan. Sorot matanya bening memandang penuh tenang. Hidung lelaki berkumis tebal itu memang mancung. Ia hanya berselimut sarung duduk diantara dua drum. Itu sebagai penyangga kayu penahan layar rangkap dua dengan pintu dari plastik tempat ia bertapa.
Dibagian belakang gubug kecil itu dipasang triplek. Setiap kali layar atap itu mulai menua dan lusuh maka akan diganti oleh pak Sugiyono yang kebetulan rumahnya persis di depan tempat mbah Fanani bertapa. Ketika kami mencoba membuka pintu plastik tempanya bertapa dan menyapanya dengan salam ia diam seribu bahasa.
“Assalamualaikum mbah,” kata kami kepadanya. Ia hanya diam saja. Mata memandang kebawah lalu ia hanya melumatkan bibirnya.
Dalam suasana penuh tanda tanya itu angin dingin yang berhembus bersahut kencang dengan raungan bunyi mesin-mesin dipinggir jalan tak ku hiraukan. Tampak dibawah pintu itu dua gelas bekas minuman air putih dan teh serta dua mangkok bekas bakso dan mie. Didalam ruangan tersebut terlihat pengab. Namun kondisi tersebut tak dihiraukan oleh mbah Fanani. Meski tampak lusuh ada aura positif yang terpancar dari badannya. Ia hanya melumatkan kedua bibirnya yang tampak merah.
Setelah beberapakali berhasil mengambil gambar beliau dengan ijin beberapakali dengan berbahasa Indonesia akhirnya saya putuskan untuk menutup kembali pintu tempatnya bertapa.
Menurut pak Ono bahwa mbah Fanani bertapa di tepi jalan kawasan RT 1 RW 1 depan musala Al-Amin itu sudah 20 tahun. Setiap pagi ia mengaku memberinya makan mie goreng dan malam harinya kadang ada juga diberi nasi goreng lengkap dengan minum teh hangat dan air putih.
“Barusan saya ganti layar atap tempatnya bertapa. Ia tidak mau diberi pakaian bagus dan sandal jepit. Tiap bulan sekali keluarganya dari Kuningan Jawa Barat selalu menengok perkembangan dia,” katanya.
Lain halnya dengan penturan Susliono. Lelaki berusia 35 tahun yang berjualan bakso dekat tempat mbah Fanani bertapa tersebut mengaku tiap siang selalu memberikan bakso. Ia menyadari tak tahu kapan mbah Fanani keluar dari tempat tersebut untuk sekedar buang air besar dan air kencing. Itu terjadi bagi semua warga Wonosobo yang dulu pernah memenangi saat dia bertapa di Desa Tieng Kecamatan Kejajar.
“Ia tapa bisu.Saya hanya ingin berbagi dengan sesama dan Alhamdulillah rejeki lancar,” kata warga Garung Wonosobo yang bolak-balik tiap hari untuk berjualan bakso tersebut.
Meski terjadi hujan deras dan panas, lanjut dia, mbah Fanani tak pernah beranjak dari duduknya. Ia tetap diam di dalam bangunan kecil di pinggir jalan tersebut. Keadaaan lelaki yang tak pernah diketahui pernah mandi di Desa tersebut tak pernah membuat masyarakat merasa terganggu. Sebaliknya masyarakat sepertinya sudah terbiasa dengan sikap aneh yang muncul dari dalam diri mbah Fanani.
“Jika sewaktu-waktu keluar diberi bakso tangannya juga mau menerima meski dia bergerak dari tempat satu dengan yang lain dengan merangkak. Alhamdulillah bakso saya selalu habis,” ujarnya.
Susliono mengaku pernah diajak berbicara dengan mbah Fanani dalam bahasa Indonesia. Suatu malam mbah Fanani mengaku pernah diusir oleh seorang putri agar pergi dari tempat tersebut.”Akibatnya ia merangkak cepat sekitar 500 meter sampai pos polisi di Desa Dieng Kulon ini,” paparnya.
Kejadian lain, lanjut dia, banyak orang dari Kudus, Banjarnegara yang berbondong-bondong ke tempat pertapaan mbah Fanani. Mereka membawa beberapa botol air mineral.”Botol air itu diletakkan ditempat mbah Fanani bertapa, setelah seperempat jam dengan doa penuh keyakinan mereka lalu meninggalkan tempat mbah Fanani,” paparnya.
Ketika keluarga warga Kuningan ini bertandang ke tempat ia bertapa menggunakan mobil mbah Fanani juga tak mau diajak berbicara. Kendati ditawari untuk berganti pakaian ia tetap menolak mengenekannya.”Mbah Fanani sepertinya lebih nyaman hidup tanpa mengenakan pakaian bagus. Ia bilang bahwa laku yang ia perbuat itu karena dulu kakekknya pernah bertapa selama tiga tahun di kawah Sikidang dan Sumur Jolotundo objek wisata Dieng wilayah Kabupaten Wonosobo,” tandasnya.
Dari informasi yang dihimpun dan berhembus luas di tengah masyarakat Wonosobo lelaki misterius yang diduga memiliki nilai mistis ini memiliki pandangan tersendiri dengan dataran tinggi Wonosobo. Sebagaimana tertera dalam ramalam Jayabaya wilayah Kedulangmas (Kedu, Magelang dan Banyumas) nantinya akan ditutupi dengan banjir bandang. Karena itu mbah Fanani memiliki pandangan bahwa dia tidak akan kembali ke tanah kelahirannya sebelum kejadian tersebut terjadi di wilayah Wonosobo.
“Mbah Fanani berkata dia akan kembali ke rumahnya di Kunginan Jawa Barat dengan naik perahu,” kata Budiyanto warga Wonosobo.
Atas dasar pemahaman itulah lelaki yang disebut-sebut sebagai manusia aneh dan langka di zaman modern saat ini terus duduk diam di dataran tinggi Dieng.
Meski sebagian besar masyarakat dilokasi tersebut mengenakan kaos kaki dan kaos tangan serta baju serta celana panjang namun mbah Fanani memilih telanjang dada. Hanya kain sarung saja yang menempel dibagian tubuhnya. Ia merasa damai dengan kondisi tersebut lantaran memiliki pandangan lain pada umumnya yang terjadi atas berbagai konstruksi agama, budaya dan keyakinan yang terjadi ditengah masyarakat umum.(Yudi)
§©·d ßü¬£yñUØjõ¤pðs¯_ð¿øò'ÊÞVK+ø5&¼¾µ½Kgàæ7DqFa½·¾OØ µë5R¸!(ÿ9u·íî¢Ð¹å¡,7·ü"Ò4çPÜÿf¸F0yRÿbv¢E«!þÛ$2hQ»ÒïoẼ6U~QÆõõ
'¾ÝH2Ù²Yõq£qÿ½úòíAºûS+Óf&`KÚxø2 o×ÉzÏu8®íhEæÖ¤,±×u5®ÿÈß²Ù¶1·%ôÞæ=kNµÕôÉ=[K ÕN V¤VÙUäm8Bâ%L`Ò»DûÒ¹%!MyHTßL¯4.%«4L @æù[κåî¹æåj
jw&¼©ÓðÊã
¡ÇÃ#õIëE]ʶ²êhñjww/(U¤Û GaðzÀÈÉë³Äy±ß1é6ÿYµµºúìCGtW`Ë_³ÚÝb^A³{3M8`¶pÄ]l¥ÉâÛí7Ù_/ôöÞ{_,cÕ¹
Ü$©Êõj#`Æ¥_J?Øû.íËâø³Q¨½¿Ü²/Iò}ìÒýráâi§¦Å8å¾ÿev^9£9rc.hmBéXDZ&KV ÷é×3
«yzÁ.uqp@¨ä©hzaR4TTª)*_oÇfñÏ1m^îöiÕ´ö£H«ÁY©GU~(·¾án.,d¢r!Xnß&^X%
pE>^Í¥éH)å¢êIãöþ-DnÁz/´kë{·QBúW$>=Ê
¥P<¾Ís=BR¿ád§æôß'ëöcËòZÔs^O+£R²ÇÊÔþÏ/³ÇUmD+n.£¹ùÈLìnÀe²Ót3/.Y}_NIëãNÈ2IDê×Ã
Æ,å_ädYjÛËw¨jÖâX§c;öXÖbH,8[SìæºY¯ÓÏrË×Ze¶v¶Ó¼wRʯ:ÆQ'ÇØå<B©1'&¶Üx}i9zü©ÁzWküü~._köswü_ÇÓþr¿ÿÖâé;4ºÒ¾çlïÉ\¼Ô5ÛU`¹
íòË"ÈÒs£è+ç*è×
ê*ªHX(UÇç1Ì×6oæ'E°¶¶¢
®ZIjT!¶û²^¯J£
{äv£rÈÓtÛâ5$1®WM2¯É»ImtKåâKkÍ$´,+ÈuôÈDÛlUù¬"Ïy%Óm£~lNÁÇÅrF²8+Ì4uÛ`¦6ÒZßÎê¹XÇq±5ÉÁ¢QhHuoC1ÍÖHèÔ$÷¥23ÛìúË7úUàRÕEøSº°4(Àý§lYrùÎÓi%©0
ñU¨ $/¯^{x¦°Ìm*zB¼`V^ê¹NiÄÜæ=Gô]íô©,±¹£`¦á 'n@8½Ïa2Z^E§Åéª\ëLÆ2}HG×ã#[ù²ÄrQL$~×ú¿¦ß~¯-¹ú?X¯ú¹oäóÂÿÿ×ä÷Úæ%·Õ¤÷ÔÔy£8¶Tþ¬[l=Kɶò?oeÒlïï!k:E%²p$fb/ò«Ê7tGº;æ´¼¹MÜVáï[(íq$±þÇü¬$ß%yßuÏBÖëR¾ºi
¯ÂÏ@ò?EÙh*ÉËù4ð
OSúå®&?t A6É,
«+öM¬÷òöÒsÍÜFxÄç©þLeô¯&ëÇC×¢¸y)i'îîüïNüŤdßgl¢ænAãGCðÉfO¶¶ºS©Äï<E[°@!å³Uø·øW®ãgäI
µX¬Y9I<+ñ5P);låbxçQÖu¥¿Ó¬ì§êfÝ«'TfF#·ò×ál®3â-ÙáÁîx¥§®Zjjagã·}»0=²3ÃNåúÖª+Û7(Ûª^,7ëàrìraZy¤épz
µÈI!t
¤òå&ßÕ+æl¯4·r±òdÞYÔõ/k§]¤NÁ}(¨Ç×íJíñ
±Å0v(Éç¦~ÔÙ~³p`µg4åq'@Gp;ûS-2éÑY5·4û¨eyþ·§¤©2IuV)¯CNû²¬ o»
1ÕùªÅµ=I%©h.æÃ2·_Ë)£.kÆ.Kq
nQÐjN/þ·4³Y¬ZH=EZw`z)øW,Dú
A[|¨ßÞz«táÆ¹°Ý³gÿÐçZ¦±¥ÜéPi-%Ìýr"ZVôpÌOíwÁ lq<Q
·ó¤FÚD<U.âáÆÀã ÌÌYüw¼ó:þ
;óQÔ¹M4ß`À¸áÀPµÛ,l×Åd¼sÎlÔ_¹ÔîB
ôàSûÉ ú2¹LÈÀ³Zy"Ê+(ÚáâªñSSÜ|Àɯ
PqòÌH¸¼+"íUªòoì(rp×d7èk_^ùd÷ÐÆMëªFæÎà©FHzzdTòÀgìã
\²xc6RÈõ[÷ó>£b{r õêM?É]ócØhÅ*Õ35ý#ÌSéþ]u,ad*ÑórÑ!cµ7Ù~9Ùè;Npçç/épý_KÒh{;%?âa?æÀM_××íâÖ-ê^ýe*ûn>Úæ¬hv>,HÃXòDþ#'#UÁ; A¢y/̬ºÝýìÐØHZHl¤
ñ¤gìð
ù5ûYÂeÇ8HÆBëù¯?,p;_y7´Ãw=Òhn¬þæ>jeP½y%ö¦R*ììÃòärõ1ß/ëibÓo*[-§º²ö©È-9Sè{]/ËwS%α"Gk¥Ùw;˱0BbûÍó^Iõ5¹o^ü·Ñ<ÅçØ<ã{7;dl.4éÔ,sFÈè~2C)ýçü.l!§"~¯©²vxæ¡ù;ag®^-ÉheAEBx˼I}\?Ñhq#d%×^dÓæ¶ÅìS³4BÄX¹TfLÌmNX4ú^;6ÂxaÌûò/SÕµ;íoQ»Ú(½(#<J½jî´ÉçÓøR®
Dh:Ö©sçÍRËJ¶õK½åÂ(EbíHÍE]óY{8YÉÂÈ<£Ã}-ÅüO{O,Þ
Gj«(
ÃУÈÒHÍö~×ûï6½±ÚÓÎv<8`#c/ï8~®/æäôÅé²HÏéÇÃÆ2úÿârG
ãßzÝäÚ|VñqýUSÔfðõ¢Æ¿äf¿M¬fÈtÿcõF£Ô'qz¿ý¯ø¸ÙFOlü¬Ò`¶ò¯KnÄÅØC¿n)ÖêwyÍF_Y`ßú ¾KÝ66³¾¿z`¨aN´ñùeóÊ\÷\MóyF¯åÀk$3OoÄÂäx~N¹tv'¨fÞAüÉÔtûFp/´a'²ÊHVµì;ü9A/H¶Ñ|¹®iêÚ-éR"_A]9õ(èh9{Óý`á(á
Y¶©ªk0èÚä1p²õ§k3L©P¯ZæQ7&H¨í¶é.æí^ÏL_ÔóIçsÍ$ɺ!ñ¤c¬½ãò×ÎÇMTÕ=-Ñ(º}¬õK,qª|Ah?¼p«üÙÚµÅcßÑôÿÒRgãN\húWi~EÒgò=Ï|Ó3åÑ{]Ïþ>!Ý9J²|
Ë=_hHýßó?âÿKõ8øèq-¸x¥ÿ©1ü¬ó
´ýJGëcRf1(åCJJT/êúÇþ16UW3À*úâ\\ ¿§üÕÚ?õ]PÕ¯ôlnõ)$ò'ð*ÑOµãü¹hÑ7ýV8°zâH2þ*üôSüÒÕ§2´öUKÇ8ææðÐÅñV.,V0¿ðUOeRÀ|þËýSýSø~®'6¯ª`È@o´Ô
»|_/ìä±JFvI¿MúZuY+¥*Pú}>WãéÓ|Õçl¢0AjñÆ¿Q(
tÛ4Ì#Íåx¸0ò_3yÞÊV`aè~0@úÌX«v#uu²½v${e°~%K§ê¯ÄÒ4é÷e¤[aؾÿs[¿ÒÄá¬ÚÝ^rwøË~ïÜëÌlÄÞç,[K¨Xùé{}ZáÂHgSÅîÀòÁVÝèÌ.ò¾¡q{§yßÓ+¶SĹV_§|ÊnT 5k³&§!aĸ'MëÖ,CfRBúk[ÿÓùwMÕuYÚ×HÓæÕgøåÛmÐñ
=I¤¢ªÿö³¶£E¡±Çùßå?©Äïábäx2²MhæçU·PÌÍÆ@ýãI#ðøP_îþÙåºjçÊâ%9VÒn:¢;â¥KÕü0ô£üµòÚÞ_«êm-ç¥l$bcÍ$hµ>
ÿ³äÙËë{SWħôãõz8gÇü8}\\?Æã-ø}^,}\rþ8¾®.㮳ùuå5Õ¯ÐXz]@ßT°¶¹HÑdi(Ѥgeýã9û?c4qÊ%ïÀ!!ÅS¯ø8üä`ÒFx£\92J%é¯òäý?JD|¤iº%ôb9u7R¯w'«G·ÛÅ$Q¬¾ìë+£ÿ¹`xõ?O§/ðñú¸8¿¡9XôÐË&Gîø¢c
Oûo®Qü93²ò®
I®u/%wí%Â6Í*N|Q¢é$ð_±CÕðßIãýï¯ÃðËøg)qúbÓ,£gÕ(dÉ&9Î?GüÙJÁüÔðùË]¼ú¾ ,¶W0¢¾Äñ;ªýR@~>_/ø\ƸB<^¸8xeâGúé\l£zª9"»<^7ùÑþíêߺ¤×XÆ&¶GmÅe⬠£<$jý¨ø?Ùø&r¢c(Ê\\|<\2þ¦O§þ&Ì1è¢Rúÿ¥üÎ?GõÞ}«k×zÌêf¿ÊÊʾ°G@Å2J*½6ãÿä²Hߢ~àþærÿ7ù¥£8ÈCøqu<þ/óR9Yíeè"'ºÕâFÇýÖWþ$Ù zñ_ó6ÿwý'yHßð'ÿO6f%ei.yDãIE^¬Ýø©ðäe9¡¿ô.k¸z¿Íþø¥(&eXÄír£Ö6¡´
!æ@ÉHØðñ}[z¿â¥üÖr"¦\__ÓþÊúY'[PÒî£Õc´iùG!µ©¢GyÓáÚ³þV]KFXIþiÿJ;GêI|Ãez¯"/îI~;=ÛàïVÿWeDW'1äEæ»äIªÑZÞ¥$ òd5¡QJ?Ͳ[·8ÒÖ_Qíáôc-·^§¾N%L@ä2É=ì{ëZm¶K£Ýív±òî±s¤jî-¡Ô-µÃý*Dfýܶ9T©Ûè1ëvZ~4÷1ñHM§É
ÌË^*BS Ûkgy¿òßËÐùaW{Z[wµX£ãòeÌ´â¿Ïö²qÕoÂÈü¹²ó?2ù[^²ÔDÏa2ÚMÍmnxÖ±ûÝ·û̬R×-ù%¿¢u?÷Áûׯ\»1à/ÿÔë2-mm¡éÖiZe²a*á-ÝÝPð¡´®x_¼ãûÜÄXÎÌOð×ï#Ï$©õqí±Æ&$Ç×/æpKÿyO£êþ·¥'S´]2é$Î-ZYb´¿ê,rFÎGÕÓ
iP¾$DÌÁ$±Ë.!âÊí¼¾²r%s0ñ<8ÀæÅÅ8ñÿÃ¥ôøq¿Î[¨ëv·-ªØÚYB×ýÂÍ<sy8[µXuãéý¾Oc¡Á3/Tý{pF|¿{ûÙKù¼?WÕýZ|RÅ1d°aðÿÛx¥×Ãÿ(Ùk8ÑZ»Ïm¡CQÒ§Õ5ëÞKøD^
b©UpYBÉ7%û_»\ÆXË-Bcx¥SãàÍ_þöé?²ïøï,L¿¯.(ý_Äy»{keô+A²Åö1Ï"ºÛhÜ3ª3ðóâñ#/QüìPáÿw/Rtù"`1PÊe)dþû?ô#/âù¼<LT6q¢OoZÛ£³þ$²V
x©ýý¬Ë¹%/§ó¼Qúx¢ñà
¿#8ß,QÆcÅËûÏæðüïê¸yDIhx{OÕÇÇ?çAéà[x{ùÙÜs$EÀâýÙøùe +¯TMd}süI«Ccú¸¿~¯_û%)®W,ð«°ªJõ^A¾MQµò§.9`ÇqÿWþ©¶øQ5¹1ôô¬ËºÇÕºêa`Þ¢¼¥*®ä~Ö]I3¹q%¨;?K6òÜÚð#ê(T!4)\·Àr<h¬ÎwP,?¿Q²
µI#ä2qÄÏÁäO^¥6àd+ð׿2ÎÇ/P
}ÜÓß$UÒíÀ¥Düó
ÕÕZ~9¸HéibÒ((¿äì¤æ%7@1Î+ýGôåÚ]e´Ñ1¸õhJü_,ʼܵÅäÉoüËK
Æn.-kxöìÜk,±\¸Öµ<2p±Ëkïy÷Õô«úÿ ®½ª×¨üëëz©éÿyë|~÷Å<JÿÿÕzÐÛÇj¶¶¶Ú¡&W³¨.$Cx÷ü_ìxf¿øÌ±ï]z88¥ëó~ÿÇüæg)JG..._ðx7êÿþÕýHù.µYõmKNµI.ò[²)¡p¡&pÛ,¿û-ðæ<£B3ð¿âÍçNWû¿ê}.0ÇO
DðÇÕÆÞ¦kä`"yb|0õ~ë_ÞdñÿWÕü×yåîöëO»2ïuW¶¸æ Ô}^"Kn«_ÝþÛqø3Y±F~2GPÓxáÿÏþ+øZNª%cá®êc²¾]E§ÃVÒíËzó)cAÔ}Écú×fvÃë2íòoVÕR?¨k±Âb E^:å@4SþOÙÍÈ`ÚÏå_ænyêÙÝZ^¬G÷RBj(9#mïö±$w²â®aê:N½o«EÒh-"ÆèÜèwø·Âà²q¾lĶٯ^}`½®kHBþ¡D+OM@ääåysÄ3JF2Øl6̳2µ³ eUUIÆvÜ |ùá%G4²Y¤k/My¤V*NÕAû³*ú$Þ«ùe}%4s;%ÌÕôÑdØW~l~Î$|f!2ÇZ¥´{¨";«y%vi¡ª¤_|Uªñ~?±ãÓÄÝl\hg£ê$ózç<õ¥kq W^o´ò£
ºÑ»år'w"<ÕtÖ»òh+Êûéß#³+/ÿÖÆÎÚ[]ÌEÍkoq¢]eîä(.ú|Òû¤ÂHÛ®i´?x.\X÷£yãú¸e_%õ}/C¦É,#ÇôKª£ñxrãþ/ãðÖëã½í¥ëwgx`ômuEa5ÓÉ
3|*¡§Ôçñz¼?ÖãCÌÇHqqKÑ_§úÞGð3Ã(8¥?ZY3û¾ÿ÷|_ôË[ÒT¤rkÜY]²éÒéqÙÒ¯f2dâj9ú~ý
ø³6,»Bpý÷r~ò#)z?ÞÅ¢1LÂ0ü¾X^XäiqãÃüá¿üRâÆÆßGÕ!¹Â}vÂö)b·²fµRêJ[ú¼ªoVáËâ_ø,Ï)Î&',päÆcÅ÷¾«7ó¿¬Ç&²dæðò@ãóGúráõzÿNÞ&XzrâîcþS2ÉJY×<¿%ì¤Öp&°ÊdÔcvâÛë´Iªð£§S'¤²}¿æÇ^À¯Dñ_ùY?£êa÷z½ä÷7
¼ëbò2ÍdU¤)YyYP×ìóÿ#*" @ÃÄÿTú8áL±ÿ;þuðÄ"Wû¸L(\Ù´·J[¼º!YÐÿv§WVjþÉfÃÕÔ¸qËÃþw«×õ3×ë¢}Gý/Ç
ðÝe¥Äî<7¢ãj»7ù?i' =;F ðJ¼ôÆ1Ú7Á?¯ý:`¶±Ø´vN'\cã
VU_ 5&W+òôOþú¢Óâs³µ¦F~CùçË}Ä/õ]N'K#x-ê$þH©Wÿ[71x°¸ê¸@}Ay,s©·t?HÛ52ÏÚ8#y§E³¬°Ï(ñdoÔNO«$¹³ùÎòZÍIDq§MÁè
dÑÿ
̼ZIuÙ1=CS¸¿r¢BT}·?@ÌìxÄELË=Íâ[óÃËjÏûYÇvaaª}_Z·¶¶&;t¤
ÃÀõo¿)Ç:YÓÿ>M5¥ÄS´\É×!êy ¢Ø)SÁ[ãe6¤/úÎ6¬wH°äÖgúô7v°éÓ64ä6§!Ëb>ßùs,@En³úó>µgêzu¯ª¼y×*×ìz{zûùy_>,»ÿ×Y\éºvÁul&i{Xí!sqõYD> tãû¿µÇ,æ£)Ê¢D¥Î°cÁûϧcêýǪ1ñ/¯üÔÝüÖr}n=U4àeôm5Í«Ë-d¸²ó©nÓx9|OÇeÆ(á09vã£û¬¼ôbðÿ±âññãñgKQ/ï'ÃpÔx0ôcÇü0Çüî(9¯GP´ÊxÕtûk·nf´#õ§ZrõUD<¹¢ñøbK$$3O$£ÅÁÈË~ÞSëþ']ãBC!%9Ëèý×õ¿%ÿ\Ò"½¾·aò±Õ-5WCqê×Òá";£Jú]ãþ|8eäBDËùø|?_¢Q¿Úéø59<ÉB1ü¿å½~Þð±I-OÐ~Çr\3ÃÇýä²úÈÏ×þÇ
y]'QHã¸ìàbòæãxòȪLNþ^<¡ãñ·òæfædÓáGOÃòþ)»þ?àÆjrçü¿Åø?ÿJ1cñǪgêþó1Å,RÅ9²3tLmox¼ò~;¢Ëñ»eð N¶õqKãýé¤DÅY2þ§ý7â>Ööêa¬TB#v`yz@2IO$¢òÛùs0×ÕêõM½|_ípa:°9ÿ±ý"mYü¿æxµ«UH¢?¼*Qáuã"oÝíÍÇnÿ¤âêa½Vï§ùíá²Y-ëúwCSTä*¨î¶ø×'L&l8O5ïÌ]:H[ýÙp?3èòßÔ>IÙ
kjÔîVGDÓôËs_B¬ÿKQwù²:?çJÒ+¹äd½w$ÒÝ¥fN
åÑ %Z~
®kwImek-ÌÒ}xAcOòEÿe-²Í+òóS´»hõ=ÏÇû(FÿtÊråÈúÆÜ;PY[i®`[ùWüÄ&÷)2QÀÃSY!$¤L9Û~¸#-ÚÇ6a®ÜÇ-Æ,çWzy·A+¡û³+Nëõ{«i:LWi̪лÂÔiSO«z¾¯µýÏ/Óû\ð%ÿÐ(òd·ðéeÚ\}Rúx&%fá* Möù_Ϊ¹ÎÎ@ÏÃ#1ñqúÿÊÏ/õ]Q5£ÄL¿wg§þW.F{.¯c°ÞÁ¬&×Ör"¸òUïKýGUVãé/õlNqÄ£êÇO§ãøÜ0¥)eñãû¨O¼L>úæ2kòM,kªÛ\Ýé~üËiDÙzÃ¥6^
ÿ»üYùÿ£ÐáÅûÌ¿êÿ;ÕþŦ^@3Àxqñ?ÊÆ^ú<\L뾫Íd²Ýz¾Ãr,ÒJèZ þÈSöó7'¦_Á/ýë±×åÉx±åð!,0?ñßøÿ)¸.æ5¾Ïc4¬#UºfzqGáÆ@9Sþ1ðL=9¥Å¿î¿ÿ§þuéã×g'ñÿVÎҲѦÔcÿRí¢w)¦a¥]ÙujqÝãû+eÔGñËÕ(ä×ÿbËÇÈÉ~ú_\gD¸¿¸ÒÍ H;IAH㹦u`²/·/ö³ÊN+¬2>¹µÿ1¯<{ñ?ÍõJÑÿA4ß[¼gïMÍÉHÂäÃãåÇsSáûa a/\¿Íÿ;ý3÷@BQg§\Ã/é¹R.ÛÔ¹¾éÉ~³x-y¥x²ÊÈËG"0¯WðKÑÅøÿ6Dï=gû¹ùÿÐô¦7?¤!¶Y'a©Nu¢N+RÊs<
ê|¿WùpÈpþûßó
äeóG®.ãçÚ}¤jª¼Y6Ý|_åfËI"8Á#ëôÿF-9ñC+ÿzXï<¡¬è\¤cmaÝ~(ó35±J?1í/<¹9+Yld5QÔWö[ü¬rñȵm^êöBÒ1à:-IÈÛ£m¥z-ÄãàFÞ9L§ÜÙÂŪjËo¬s´0D¥!ýÐ ±cË
9qÙÃÌ×÷í2ÞLLq·á]¶ÿÌvý¬n#5Äò/¦
Ú*j&ÓKBÈjM6_/&ABdÐ<µºùOZSýdãC÷zÿ/|±o¦Ù\ÝéñÍ},I$ï 2~ñøXñvg§'Ùè]úTáÂ}Ö:`²Ë?ÿÑ.òþ=®½¥FüÔZ5Û6aépdE©ffåð¯Ùø³3 oÓÅÃý/\_ë;lÃp?qø³âÿx˵x
äܶíÖ¯"?¨f¸K3n©:DÑózE-OÇû?ë7tÓ>+âôqxÜràãâôúàåFPã¬||rÚ´óÔBrõåþOúD=öo¯É¥ÝX\ÎtÈ-ìtçVi¥íz¯Fæ®Üy;}çÃíf¿õOS×µKkÛ¸/Ê~FÖÔ[²ÍÊA)"Eé«À¤ÿÏ%
4ãF"³}Y=»?Úø¸ør8ÑÓNJ#|_]0xøg.1éâ¿úEÖ-
â½D(ç!çVT*
O¦«öý\Ycøw)púa,Öñ²'ãõKéô;×êãò[Á:DëÆï²)xê¬LaOîÓ
Bñø¹c##ÅýßÕõý>¿çÏêYøIþ®)ú¥êþóæéâúÖ|Ò¢Ês¬O)$GïYòAð-pÂ\zMÿV?Ýÿ?© l=2âÿKæÿôÈ]JQÓdE±!ô8¡¨¿·æ§þjÍzïþ®ïx½(Ê. ý_ÃÏÕøþj]ù)=Õæ©ks7%Ô£8võ"È¿ð¼ó?,=¸7»;óýËi"ºI¡FÜ¿íV|õæÍ%4ï=˦Bl$q5§Sû©cõTÿ-xåâWý3Êú¾£Qag$Ê»4(æÆÚ]uc=ÛÁsXÍO·Ë*fN..¦¶²Éd't{Rȯ@ÜXÓb2éÄÓd7Wt'lÅOE¢I)í a£³¿(BÖ£]DÁ4ó5ç&ØI²"£ù×6£@8ñþóúÁë²ê2Ò¨?õFÿyÌsF0úôÿïÃ×Ǿ,øGsÿÒ)Ò|û«kî§]1DgkjʲÐ:g¾Ï©ðýætø'ËÄÇŽþ¯û×c§Åw/àñÿú_«ýóÓtë[»}e®!¶[¨0Ënb$¹j$~·d¯Ýü\?,âôírêõB\ÅüÿWðñ9&>Y§ÇûÏñÇÓÇþV÷\FÁ°O«sÊPA¬e¬§÷ÍÌÚ̲¦ø8d=]}\N·$¸÷»?Î`´3}u.-5YmÖkÈ£YÍÌÈѧÄçÄÆòüÿ«xaã03ÿ2ñ'þºP`#ë2âã¿àþoûä/|¹¨Þit¢XÖÊÓN¶{ä'Ö%õUYü|OµûÏø&ÌÙNñúx#Gô¿m&v>%úx(0«Àccº3GÌ-U>§Sãÿ³É²8È"à#)J1ãþ_WóøHÜG¥Þý\Pþt¸çüH4÷ñÎú`º´CjiCFEøÑãUý¦øÛýo.ý<ÝGúÞ·& d&R$ÎãÃüÈÅ$6ñLÑDêú%}9$2¬TƦ`¥~ÖX'" WðÇ'õÿÍþkdLõqÃÞdâþ9Køxîµ&È]Ës
Á$G×*²±¯IÜ¥û\¹c$ÄF\B^Kêÿsþ/_÷8÷ÿKêü9ùqgu¯4zd72ZÜlö×ìÑ+#§èÜC_i³exy¹G«ùÿKýª»Öþ·õ^¿åÊË-þ
Yï§¹¾·oV0 GmëQñ1å_ÌKN ÇÕ?ó|+>îªËê!ú*?À)x·ä·\ò¯%PRÒålïGÿµ^Þ¶NR÷ûø"ØÇ,qUø¼ö&/0!Õ& î#w?2?ü¾Dü¿·8ÕYfJë±`Õoö'fÏûCЯ%õ.ôûIÄÃ?MÇoí´]ÓâµÓ¡~ÅQk
xGrI{3Gù¦8 lfoòI8ÔÑ#Y¹AåCLzÑøµ
/ÿÓä?'&åó×6×osj^Ù¥K[Q"%,B}fìrâµYe(×õ¸f£Ëéîzm½ôºtZ}ôò¼7<PôäµT覴ûmûY¤ÎLä"æÿÒ
õ¾OâH_1iöV1Þ_»Æ.f»õã@Û§và¿ëdõ p-Ìkø½_ÑþsØÛ¬ÕÇçÒôéo´ù`µ½NdÌöÂXZ©Ìu<øÏìütÈ.¯OãeÿOغú|®õ8"º[)!ô4
HâÿÉ˹»ff?êü~?
¨Ð&2éüßRT|¯£YØêÚìz¼¾¸µBèÅ.t2ºü.%=%Eÿ²ÜÃ}¿Óþk<¨écþj^Zâ4ÔmíæX#y°$F2VASCÕþß._ófn-Tâ(ëòõ?Ïþ£l5ѼAõ}sÇý_é%÷R\ÏzßVrñµ¬²[¡grõD^Uu<Gí+7Åð䡯Gâø³éªSáÔÏeáI¾8Ë-Fàþ²]æT-å^9âFI"JòqN¿åÙø3;ArÍã(Æf·eSê¯*|U]¸¢OVXn4Á$bN té¶bÌnÂQ¢ùûÍÈu
-©Âb$üW§Þ2 ÑCÜü½©SÈÚF¤ÛË=¤~§SýÌkþa]$Ú¢c5
¥+ZôÈCfSßË=ùoBòS<x²Hó¢!oÚ£âØ}f| eÉ9Ä
ÙüÞòëICÒ/Båþ²~eãÅz~fùrz$s$ìhþ&=©½1ðOëö't¨ôy¡?V;h'eC1hhEiƽò©$7hýq4Í4knTwÔíb²jR4I½FÿeAOÇ$k£5
¿íæ³´0C$M#OÑýVøã«Ý%óñ¶_0EÄRzÏl^ÞFbY^±´iPSÓøWUxd3á¹éú¥ÿiõæÀ<åwy§þýÃ@fÆ4TðbÒÈ´Ù¹|16gbÓCÕ/þD}_W«ÿ~äå#&øk÷ßæú¡ÅëM¢êþ^±Ôî$?¦vVÊÕhfq!Oâxâ`éûL«=ÃÅü|Xÿâþ¦pqû¿¢ÿ©üïé t½Xj¦±*pÉfa?Má/MqNÞ¯øê7ÎÌI3ý~7ô?êKü·¦]ZÛj
2
T¸PlJÍìPñþoåån¦Qâ+ÐGãüäûË>kóè´ØëNÓ`UO^åQ¸GJ¡è:ÈÅÆñ'Ñê_~uÓnô[Ýn®.î-c7Mstwz°V¥YbWlÇÔGª$ls²ó½reVÕ¹Ç|Å(z×妢ÏùuèD¡¤´â*ª:ÿÆL$ì¡âþkYçPVeiX±%MEzõ#Ì2,wDNLI*§®ÁyµB§`Xü9'É[Ô´ßÊ)d
ּ
p,Ê¿&jÄs æîlÔ²ÍÈ2\ÚÄò\xO+zPÐ
/áË!-±Äê^oP¯®7âçÑVgâ+?#ÿ͹©ÕâÇ+ÒùßÒrqðÕVýìbÊ;íNþc?ïoavýÛ¨Èn`[pßü¯ö9®Ëduõôp£)çüæý)ªÉ®^iÚ©ý'§F7i,Aè¾¢V´ÝþÍyþ¶CVßMµÂ{pËó
¶»g4¶3Hu{{à³é×-!7µSPÑÄ?yPÜ}H¾Ê}ÍðqÝpù¿§ôÿ¾âv~?_ø7õOêýçôU¼Á¦Ëo¤ipÞÝǶñÜG
Æ=Hå]¥1=OvâJý'J¾?WúOó
ÅÇiÁ!«$¯ø¿ÉÆ(éЬ4÷p°ÂK82ɪàòoí±Á)Qâ)ÿ¥þw©à =\²z¡ÿÃõ¤¢AvcyõN#éýWZTCñ~õs&Dø`~ï7/êÂùÒþQ? |8ýqÿ]e¥"\]É-¿Ôímßâ¸*´bôÒgf&®*øaEðÑñ$GÑÂ}~!ãðÿ£é8x¥wŰâóý_GõÓõ9áWF)s4r´`JgÊÓq'ãÿ²ÜØbH;Â3ùAÇ3ßø"ÍnGd?ÊߣúïSOüÁb R+©fo¬0iJÍx+
áOØàÙnkß»ôãô #¾÷éé\LÝ?.üÅç:\R23ÊÏ&û;7nxáóCÒ4{iÞÚÊÖv7VÆ _ÙjR¹9"KǼÁgzÃInÑfJ
WjÒ lħÃ"ü®V{Ûý&z«ÜFH z^KóWâr\;#,ó6¬X]I
ÍÖ`5øÌdü[VûÎEl<óQ´±²pöæd-_°T{§2#..ÉyCó'XÒôøíõFÝW¡zÆÔA%@öËa4ÛÔË üÛÑßZÏõ¡\Wýj¯êË<Ø3D±_ÎÚ¾µ(¯wÆÙJ7èÅûæ$ÓfiZ$ÿaLóË"OócþǨÄYy
á°¸kÄ»ô>ª¬¾ÊPªÒ¼5(+ËãWÇ(ã
úþö?æð§!ê¿«ýÏÕøáO\Ñ'P»~wp%×6a¬²/RX»·Çû<0¥H©ÇüSHÂMW;EyfIõím"äÆ-¸»$á*üJ±W~Mð»ð,¶|£?T½Ù®`Â"Gðß÷ÑÁeejÒ̯4©ßWúãæä9`&þTÊäe>"#(ÈxOÓü^öL£LJb?L½\?Üãõ7qÜ]\I,Ikª[õbXÇéÅ'.r3!Gû\~:¿ú¹vDqá?L¸½\y!ôÿ;ý+fÅÇÿ¸ãù¨ýÌBÖ'fá©FQnbh~ß2ÍúÏü¸3bôÊ<nÌü®YâF¥ÃKë×Ãá§6£â$Gêë÷æÇúRG=ÌV÷aDíTÆ^ÀxD^4éJîÞÿ+pý¬:hNädâ2ðçõóÿø¦xñÜÔ÷ãü?î}Hÿ9ë·5j¢5Ta~YÑå=ê¾^ózV«âMpó5bw³+Po&2E5Ì®5moZêv:ôüb ò^ÿg5äW6dçAIt?5hjÌ]ù¹©nQCþÍWPÉ¼áæ½;J{-âõR@&¨¯ÀM*>IHy®µù"³yRÞI¦Fq â)ÜʾäâÂUe}w©êÈÎÎB<v¨ÛîÌÌCuMRêvT©æõÛ2еØó+!ikE¢þý3Sôµæúmë^]ÕôCmµ_W
E8(
9xà6çÀÙ=ä+×jÓ¨éOEÿÙ8BIM%âE$J.þ|y]ÿâXICC_PROFILEHLinomntrRGB XYZ Î1acspMSFTIEC sRGBöÖÓ-HP cprtP3desclwtptðbkptrXYZgXYZ,bXYZ@dmndTpdmddÄvuedLviewÔ$lumiømeas$tech0rTRC<gTRC<bTRCELRY`gnu|¡©±¹ÁÉÑÙáéòú&/8AKT]gqz¢¬¶ÁËÕàëõ!-8COZfr~¢®ºÇÓàìù -;HUcq~¨¶ÄÓáðþ
+:IXgw¦µÅÕåö'7HYj{¯ÀÑãõ+=Oat¬¿Òåø2FZnª¾Òçû%:Ody¤ºÏåû
'
=
T
j
®
Å
Ü
ó"9Qi°Èáù*C\u§ÀÙó
&
@
Z
t
©
Ã
Þ
ø.Id¶Òî%A^z³Ïì&Ca~¹×õ1OmªÉè&Ed£Ãã#Cc¤Åå'IjÎð4Vx½à&Il²ÖúAe®Ò÷@e¯Õú Ek·Ý*QwÅì;c²Ú*R{£ÌõGpÃì@j¾é>i¿ê A l Ä ð!!H!u!¡!Î!û"'"U""¯"Ý#
#8#f##Â#ð$$M$|$«$Ú%%8%h%%Ç%÷&'&W&&·&è''I'z'«'Ü(
(?(q(¢(Ô))8)k))Ð**5*h**Ï++6+i++Ñ,,9,n,¢,×--A-v-«-á..L..·.î/$/Z//Ç/þ050l0¤0Û11J11º1ò2*2c22Ô3
3F33¸3ñ4+4e44Ø55M55Â5ý676r6®6é7$7`77×88P88È99B99¼9ù:6:t:²:ï;-;k;ª;è<'<e<¤ >`> >à?!?a?¢?â@#@d@¦@çA)AjA¬AîB0BrBµB÷C:C}CÀDDGDDÎEEUEEÞF"FgF«FðG5G{GÀHHKHH×IIcI©IðJ7J}JÄKKSKKâL*LrLºMMJMMÜN%NnN·OOIOOÝP'PqP»QQPQQæR1R|RÇSS_SªSöTBTTÛU(UuUÂVV\V©V÷WDWWàX/X}XËYYiY¸ZZVZ¦Zõ[E[[å\5\\Ö]']x]É^^l^½__a_³``W`ª`üaOa¢aõbIbbðcCccëd@ddée=eeçf=ffèg=ggéh?hhìiCiiñjHjj÷kOk§kÿlWl¯mm`m¹nnknÄooxoÑp+ppàq:qqðrKr¦ss]s¸ttptÌu(u
uáv>vvøwVw³xxnxÌy*yyçzFz¥{{c{Â|!||á}A}¡~~b~Â#åG¨
kÍ0ôWºã
G
«r×;iÎ3þdÊ0ücÊ1ÿfÎ6nÖ?¨zãM¶ ô_É4
uàL¸$ühÕB¯÷dÒ@®ú i Ø¡G¡¶¢&¢££v£æ¤V¤Ç¥8¥©¦¦¦ý§n§à¨R¨Ä©7©©ªª««u«é¬\¬ÐD¸®-®¡¯¯°°u°ê±`±Ö²K²Â³8³®´%´µµ¶¶y¶ð·h·à¸Y¸Ñ¹J¹Âº;ºµ».»§¼!¼½½¾
¾¾ÿ¿z¿õÀpÀìÁgÁãÂ_ÂÛÃXÃÔÄQÄÎÅKÅÈÆFÆÃÇAÇ¿È=ȼÉ:ɹÊ8Ê·Ë6˶Ì5̵Í5͵Î6ζÏ7ϸÐ9кÑ<ѾÒ?ÒÁÓDÓÆÔIÔËÕNÕÑÖUÖØ×\×àØdØèÙlÙñÚvÚûÛÜÜÝÝÞÞ¢ß)߯à6à½áDáÌâSâÛãcãëäsäüåæ
æçç©è2è¼éFéÐê[êåëpëûìííî(î´ï@ïÌðXðåñrñÿòóó§ô4ôÂõPõÞömöû÷øø¨ù8ùÇúWúçûwüüý)ýºþKþÜÿmÿÿÿáËhttp://ns.adobe.com/xap/1.0/
©2014 Bert Jaspers
ÿîAdobedÿÛ
""""ÿÀÐ5ÿݧÿÄ¢
s!1AQa"q2¡±B#ÁRÑá3bð$rñ%C4S¢²csÂ5D'£³6TdtÃÒâ&
EF¤´VÓU(òãóÄÔäôeu
¥µÅÕåõfv¦¶ÆÖæö7GWgw§·Ç×ç÷8HXhx¨¸ÈØèø)9IYiy©¹ÉÙéù*:JZjzªºÊÚêúm!1AQa"q2¡±ðÁÑá#BRbrñ3$4CS%¢c²ÂsÒ5âDT
&6E'dtU7ò£³Ã()Óãó¤´ÄÔäôeu
¥µÅÕåõFVfv¦¶ÆÖæöGWgw§·Ç×ç÷8HXhx¨¸ÈØèø9IYiy©¹ÉÙéù*:JZjzªºÊÚêúÿÚ?®c9
âq¡ÅWN¸¡Õ¦*íÆ*Þ*âkµV6´*Ùc¹wöÅZqWTPÞ)kõõÅ[#lP¶ÇÏ®§qµÊªÓ\¤aVÃS®(oqVëLUª×lWlaVØ«}1WUp4ÅqUµ'®)XÊH4ë¥j¡©'WábÙÅ\*1U´å\M1Vú~¼U¦(XG°%Ԯث=}±Wb«iÛµJm´:|ñU¿`Ußd{×n6àhza
UA|(h8À®g¦[]Æû`Jð*´Âp¨¡Å[d¦ãZßl
â®Þ¸«\¨IÀ«Ë)ë
PìßH¦ù·ÀOÓ
ZWéÅW¢Ã\h0¡Ý0+)k*µ^¬øâ¼1¸u¨ñÅW«SoÅêWÛ
»>üUµ'jûâÜb1¸UpÂ
A¾*¶¾wÅZ;ë°ñÅW.Ão®*î8«dm·*æÅVî1UÕ¦4M0%¢i¸7*Ø8¡up«X«Å]ZâU¾ø«M\j¾;Uup¡k5p+¶'lR´µ?º¤ôÅTä}ð%rлZAüñWÈýت jaBâÀì{â
¬þx¥i°`K@b®®*î½|qC¸áK`ÓñÅ
ÇݬëóßWÃç
r¦*º¸¡v*Õk[¯aEE1Wï
V¹'ïÀ¬v÷þ¸ªçZ¥
{tÅW
®*Ù¡ÜTâªó×µ~(i~iø·^»â×m±UÅ«±Â
¼ùð+u]Û
¸xâ®aMñU
|p+û¿®*¼áVé´Ë^ª|huÛo^¸¡£Ö³_J%;áUç÷àJêm\PÿÿÐr¦b¹
)ßT®®*ÐRvÅ["¡ºb×lPѵªÓJâ*µp%µéZõÅ
3o]ÄqðÅ\E1W¨÷ÅZ¨qWr1V©M^¥aÛ[÷Å[¯c
zb«W
®Pà|1UÀáCx¥¬U qUÛUÕÅ]µZuÅ[ëòÅ\u+58²ÅZ"¥¯lPÒïóÅ.5Å]ÃðßnÅVñ¦*ÑÜàW0Å-SpP:ôP´ÿZzW·ÈöÅVê
1UE&~8UaâzìǪ+PoÛ
ã
lRêbáCTü0+]zâÈ¡LWP6hÇ\impZm´w
ÑÅZlÐ⫦)Sd®ÃÀàJÑUÛÀb«©Sôâ ?Å
ÿÃ
¶M~uÅ=\n¡ªjaVöíã¸}تîXPÐÜàV÷§Ñ®mð«]?U°;ü±UÀS
¸î)#¸WqÅ-tÅ]±ë¸®*×LUÀâòÅZ'jb±Vë
âWn½±Wb«O\Rã¶þ²qV©¶þ¥ÝöÅTׯZ`VúUQhã*ÙÛïª|öÛÃføàUA!QN£aL(¥âºûáV
´ï[}8ªÎâ¦Ý±U«ÓÚî@§/QMðªÖjüñK}zâr§NªîX«|Ux¡PÙÛnتÂk¬owMñU§n¸koï\RØZtÛh·Û_Q×ïPÓÆ>ÑéÚÅÛà0+U4¯ù×uF*Ý@Å+ï¿Ë^
1UÄÓ§lPî@b«·pÅWSÇlÿÎUwaLUµ8«FªÆN)[»²@:6Ø
\<p+tû±WÿÑqÌW!w*ØðÅ]LU±íZªÐõßWV¸PêWhqK]qU¥k×»:vÅZ']Ʀ¸ªêSè»nøiÅVñßç¶)]OÇ-þ8¥½õâ®+]þ
×LUÕÅW.o8·lUz*Þ(ZqK¦*êÓ®®XNmpªþC¶(j¸¥°¸ªÞ8«©¬a\\§¾(vlUpÅV°þ¸«EAÜvÀ¼i¶*×¶*â@ÅVôëV8¨ÀXl0%³¿]«LUw.?F8ÝzbÀ;bý]¾ãkJ¡QÒ§Ã$
áÇ|PØ"´Å[¨ï
\GëÅT¼Ua&¿*bá»wÅÓÄwUq\P´ì1JÒOêÀ«ýxU°ÂF(oû1VÓï«è1C[×éÅ.§êÅ[¯;®*´op}±U§l51WTb®4ªÖl
ÐñÅW×
µZo¬/\²Slmi!ß
·ËlU¢N*°L
·¾)kÛøU¿Ptï)°äyt4À
íS¶*¸o(l½M)ãÒÖJôö·Òn¤W®*ïL±£xUT)Q±Â
õ®-é.åôbnqVí¾pb«¨øUÔ¡ÅZ÷ÅW¡ÛW¦)ulPº
;n0+\Ã
m-íÛ
ÒuÀPb®**×_»vÝ\Uc¥>%ᄅ-U®*Q
Þ ¦-2+רHQ×TëÄQ¶ZêtØSõàJ¨¦I
³þ~«@Ðb¨÷þ¸ªàMk®Ønp¡ÛUµ%~Uq8«\±V¨¡À®àz*ÕI8«`|5ÅV+Ó·Ëz}«ÿÒ§c®B¦:Uko¶µ_
±ßzxâ
àVë
ò¦*¼7|*àj7ÅZ+NªßpQª.ß|Ui¥ µÀ®&1UÂ=ð¡k~¼JTë×Ç®E-ßå¾*ª*ÂÓåZTñù`UÁ¦XM>
Ø5ÅWVPØq\m[ä1W
aW`VéµMñWb®Å[1VÃW
·\(qð*Ò¸¥°1VñWb«V|
·|R¼Ø¡ÄS
´PXS©|R·ZàUÝ\\¢£q
\ÄÒ£¶*Ù4è{â
´ÌbÁßÛõb
Þ¥zí¸ÃkNVø½ëLUQ¤Ú0Ú)¿SÛßZZ V´î^¢(lo¹1BÐj1JâÔªÒ߯¸m
V±ðÀÇ~â
¨Ø¡ÄqK\qU¼MqWt«`öùb«ÃS
Ëõb«WïÅ\[m¼1WWzb«M{{â«xûbᬠ»\*´U¢HÀR£l
bbqí´WßkÓï-µC®ªþ¸PÑA´¸«F:ímw¦:a[wÓj U£AÐ`UÀáWw®*Ñ;m´@üqUÛÛ\\Çlo·ðÅZjb®~*ר:VZ½0+ª@ÅZ®ÕÅ[ç
VS»UaC`øøâ
ç ÀqjíóÅWR»aU3Éw0%rÈÏ
ñÞ¸«ã8±JÓ×ujwÅV]ñU¿gqÔ`Kjüª,u+Cãüp%L¯ k×úàU¦®^§a
Z$¾ø¿ÿ3
]@1Uü©¶#|P©_*ãÓk¿¶*ئ*¶ ÷ß¶k
[ ¦*´±]*Ðø·é»jàWÿÓÎùä+(§\¬h~x·®)ZMp*ÃNø×î*áQ×\ð«|±Bå=ñVÈ®u1Vn¦øUbJO\/áU§©úø¥Ê(PßÔb«wØ¥ +·L
¼W¥=°«`×_
hûÚÎuí\GôÅVÒ«º´;âôÅ
ØP©·l(u1UQ-
ºâÎ*ìPÞp8«uÅ\N*àqVé§LRáñb0ÀR¿®-©8©HCFìzâRHø¨jG|imcE¹#&Ö¦ø®ôÅWð ñÃJ°¦ÞÀ®4øo´üqJл{Óõb«Ø=ö8¡°M~/Uw:=\§þ8¡xÛ®67Âø×ëàqVý:PâµqU¤b®±VêÅV+_|]ÄaBÒõÀS{qZC$À#cÓ+ò«»b¸×µÃõâ«i¶*Ý(ká®âȨ®
{âñ¦ÝñWÅZã®á·JbR¿*ßaWqñÀ®>تÒ6®*êShUªxàK¦*Ù4Å
R»RÝqBÞ§®×
¥qU¤WlU¾«t®*Ð#¦*ºhÃj£ñÅZä)´¾hoÔõÅZ$þ8¥¤5§\Bë˶*Ùí¬áµíW
ZT÷é×PUc(ì1K©A¶(htekÛWuUÔ=kµC¸Ô
±Vé»(\W
áCVªjt#M¯!Û.«xáWâ«9`Wo×
»¦s/,*§ºÔó®´
¯MÿæÅZd+°û#¯ÑÿÅZ·jb3<O¿XµmǾ¯aO£øaCGzü¿âX¥ºnø¥xÛ
¦(^p«[Ölûõ?ǵÄõÅW*´íòÅ[bbÐÒ¸«ÿÔlsÈTÂ
¯ÅÜôÀöÅ]|0¬olR°l|±WP¶*â|1UEl(w1¸½vÚ´Ç\UÛuqV«¹÷ßv*â?RÐÅW±BÓ¾*°_¶Z*¼5qUÕÂ
êÓ
»ôÅZ+ËéÀk¾4®+ZàU¤¶)pªÐiª)ñÂÉ¡m;b\ULEMÆ
M¶zâ®m±U<0%®45¦*´ÑM<0+G¥zb®¯ð8ªä=Ï*¸µÑ
W(1C»*º«`â
¤
íãZd'¦*´TuÀù~¼PР﮸UºöÅ\*ÙA\VÖzuÚ¸)m¢éZbEØøáC@ïô`VÉíM«
VÝG´*ø«u'/0«cw}ñV*á·¶*á¶*ß,PêáWWµ\UÄâ¹xcj´
|°*þøUa8«DïãZ-O»¶*á¶ø¡²p«jU¾¡ªmJâ«Â«®(v)ZØ«¬5ï+y©²ÜÖ½p%ÅEk¬d Qh;o-¢ýxUq#{â
ÜbÖWµáª¡ß-°ªáâ0«u¦Þø«KZo.+]ñBÕP¾ûâ2>تàt=ñUà5p¡¢*±À~¹sª×
Sl:â«iá\*¸l
l<1VÍ;âb®ëµ°Å[ï$V¥¯§o¦(Zk-âo·NÃÇ
ºFn¸UfôÀ05Å.ßÛ]QøáCî*ÑÀ«ØUº×k*êbqï[aWø«}1Vë®áCÅ[ÅZ¦*êU¯*î«b««´G¶*´×V¯A.jâ«
qV÷ÀÅZ#îÅ-mÓl&*¼PØZaVèV*íñWöŪÇ
º´ùb«¶;â¼qV»oøâ«ha.+OP´Óîñ¥°{b«Yvé¿|UH~¿|p©ÿ?U²´ú1U¼7?çÓo
1U*PÐõ?ÇWÚ£¯¾(o?1
W®Ø¡ku÷þ¥p4â®*¼þ=°«¹WçµËÿÖ)íëwÜàV«.qW*Ó-p+J´Å+«C þUm)]Jý¬U°¼»aVøØÒÚë+»bLU®ûb®8«t¦Ø««N«rÅ[ãßj¤Ur¿sR¸o\RÝ+|UØ¥²PѪá
Z5¦Ø«Làlß<
ÞÝqVùvÅTÊצlâLUplUpzôÃh\Ç
«u«*Þ*Ö*ÙÅVwÀ«Å®ÅZ*1U¾Øª£ñS@z}¬zaCDتÖ/.ø¼qWP×®*×ô8«L©À«@?ôv«ûàV@éòÅTJr;tÅ+Â×o®1lQm0^ç¶)koÇT(=ñAo|*¹G(jbÀS
5§mƪRß
p¡²»W[Ç}ð%ºPî½1K©÷=zS]AQóÅ]BwöÅ[ûáUÊ(7Å
^¥iRp+dxaVµÅZ¡ûð%Äo=6ÀPâÐáVþ/ÇiXôöÅU*zûáCEF*âk¶®oPâµbúaCTÅ[ã½qV©·JâSowm°+ap«F*ÕqUƸ«8¡±ó®;b1W1UÀÓn£j¾«±V¹UƧSe¯N¸µP.ç®øºâ:b«H¬j`JÊTb¶Øx?v]LPد|*Þ*Ñ$m¶´Å]Ê¡Þ =1Vö:áU¼õ®®©n-<ºâ{øb«K
ûbV¸«jÇé=1VÉ®ãéÅVµqU¤ñÀ«xW¾ÿæØ¥uë¬c_ש¾øÙoÃ
QÇ~ßç˯çÆÿíaUâ¯JÿqBâwïizuë\<N*îcèéÿâ¯ÿ×V¿,Ær¯~çhTâ±b«GL
º¸U¯|Ui;Ó[QA¥pªî5ź*¤XöùäRî«;bØPÑÜâ®XEv:`JäØaUç-"¸õÅVp¯Nø)6»ï!ªbÖb®ØU°äbó®6b®XoZ¡1V
F*»(o*Ùß
´=»`W=ñZZdÅ4·ÕöÁkM08ÈE~ü´¹X*×/Õ»íµAøÓ*¿)s¿F*ÐëAãLU¶xb«}=ë´½Ü`Kt©®Ý0¡p.¸ªáïáHð÷Å\
âì:Ó
ª×
ß·Ú¸U±´~XºW
»ÔöÅ[§ëÅV2ÔàK\Ewö8«ªø«F*Ù8¡®G·Zân6¥iñU àKdUnøªîG|UiÅ]]é®bȯ|*Õi×®¦jâÓl
±UÔÂ
Så-ÓÃpÅ]LUnãw\
Þ*ì*tÅZ ââ|±W\@ÅZ«¦*áSå
]\U¬Ui¨é-×[Aß¾*êU«´NXMNØÙ^ßNYJm-U¼PÞØUp8PÕÀ#¦*Ñb>ÖÃ[Í[¡ÅWn ôÅZ*Fêk¸ÐUib<i®
â®&*·cÓ®*´3-8ï¾þà`UBøáUíÓúàKÓ Å[äZÊGÄ1U0×}ÿ¦)hÑFû×¶*@8«jïßúâ
aðî0¡Üñµ¥¬j;b/öâª{S?ÿÐÒf3{DrÜ`Kº
±U¼8«dj¸«ubSÇ´
1Bªï
W
צ¶(:v«MFq?ӻتÒÀ®£ZvÀÕã
÷Å\8ªó
®ÕÅ-ÔbÀbÀâÈ«h{`VÆløªÜ
êWlUªWlRã¶(k1KöÅõw§¶6|R±Ø¿P·éóÐrzô#
ÓuïÓ]Ó[â«À Â(ÅW
\EqVnlU²µéG|UÛ¸¥oUÜF*ß1WÅ\qVÀß8¯)k¦*í¿UªT}«¸×|Uo
=ð%Ô?*ѵÅV_Ä`VÅW®ûW
·Çj
bñ¦;Aﮩ~¸«f®*×Ëo¦(iØ¥®Db«Ãçåü1K±V«Q¸ñWn:â®5ÅVÓoz`UÇÃ
¶*î½qU¥vÛ´)woU¼([ïLoèÅ¥:bzâ®ø¡w,*×\Upâûb(hâ®$UÝ0%£\U¾¸ªÒ¸«¨F*êâ«wp8U²qV¶Å]\U««·Q¸oº¸ªÚâòÅ[®(j
Vñ=NqZoþ¬n¡c%wÅ-Íw8«p*ßLñMº\U Üvú1VµÅWzmÄU¾X¡£FØâ¡xý»\]@;b
¤/|Rà¡÷«D2ûUuß[·LU MñVéá×hk^bªnFüïÙÀ:qúêÅZ`µ1K|îÀ]°ªÒué-¢¸ÅUR)Ó
TÓn°*Õ5?ôÅ+ßnØ¡^5çB¥0¡ÿÑ^zæ+ÒïÓw*tß¾*êúñV«Mü1K«MñW*Ø{âùX¥U:m
e¾ìUo˦)uE6«Û|U¯o£µ×·CM±C·ï´@ÀpÒ¬
k¸W¸öÅ+¨Å
â*´°8¥z(Tmð¡ªÓovÇkÅZ=0+_,UªwÅ. ±WÅ\¾*ÑÖ¸Á|p«`m·A×oë-´V}ªÌkp+تá
ÃaVë+á®U¼Uªâ«[Z5^ªáSÛnPÝ1V±WWväàV¨1WS庸ªàk
Z¥qV¸àVÅ-{â«H¦j®Â\U}kÓ
Q]Zôé»lUÄø«U¯lR»ß
@qVè1V¨1WSkqWÅ]ƸÜqVÓ¸®*´Óu1WPàU´'¸1CaN*Õ7Å+(jØU±¶h1WWÃièêTô ¡"A
*ìðÅJêU°0«G¥p+x¡Ø«xU¢©L
âÛb
âÀ8P߸%1V¾
Ñ¥qW1VÉTáWZä;U¡(ÆÕSI
õ`JÞBªÂß:o+jGOlUÊÄïã¶Ï]þxªÏüPÀk°ðÅV;×ãWõ©¦ØU¢¢¿,Uuë»n¡¶§Zâ«KhHÅW¬a]©¾´ddûU¦¥E~cnP¨¤
Æ7µÐm¬åã+©^ßv(iÅ(9ÚG4^ød0cP¾äíó¦I¸ßîöÅVê>?où«¹Ý0«ñÀ«ÔrÜâ®f§\Uá×îÅ*bs^?çþNUU
ÐPo×
+M°¡¾g¦)ÿÒ°ðÌG%¡QúÁÅ\}¾x«uU£|UÕ®*ßéEvÅ[8«uë®'
µ\UÃÃu+×k¶\~,P°±0%ªbÕ{vÆâhh7Å+~Ð÷À«¸×
*p*§W*ï
m
Å\1UÀxaVÀÅ['5A]ÄU¯lUØ«*´í¾hï\»í´Aoj¤UÜ«¶o~x«×i|0+þ8ªÞ;âÔůlU°Ç¨ÅW«x(\pªÒNp¥¼(uqWÅ\[v*Þ*ÑØªÐGO£¶iLPß_ áU½¶À«In¥oÖ¸ÝF(j¦¿N)h9ùõÀ´¼5véBþ>¡M¾»âã¡Àm^¿v*¼µqCÅWFÙ$;¦w,U°k
[®*Þ(j¾8¥Ø«UÅ[k»¦*´Rî@bS»qZÅ]\Uºâ«y
bWl°ï¬. 8¥ÁýñUáñCAëÒ¸«|»U¿S
ÓÅUT×
³vتڷëÀo]±UÄm×
Zæ[ê¥w1ÔvÅ
z¶6´´I¦4E--áZ®*ã¿LUªxàVûaVûÔb«L}±WQÇ^ëÅ]Æ»b«½ záE(m·8ÙJbpSèÅVúdbüq¥¶ý:imÞ6ÅZôLim¦¸ÆÚàGzàJÛ
k
~&ýx®¨)L(qÅ]\U°8¡x+ß
)ÔUºW¦ZÃV
¯]_|*ØP7 Å\WÇwãXÊz×o»ZR½©.(;áC©ßT×çVb1(?ÏlUE*>
kØöÀ®®*ÿÿÓ2Üf#ÐÅTÛc·l
دÓ
]ËÜbî~XªúáW
b«¯LPÙ¦hü;àVÅ[ßsÇj b«ÁUÇÇhw8ªÐØàJâ§¡ÅYIÅ-q¦ã~øª¢ÔtÅ
0®ôñ¤®HÀÂ^p¡a4ÀrÅ+«áç\*ê×o§LUÛâS¾*ìU¬
ÖýñWb«N)w*Ý1Vï^ø«tßhWq4ßo®*îéé+a)óÆÚ"j°ôªÖ¸Úir¹8m¼5zâ«©á
wNø«X«uÅ]ÈbrÅZæ6¥»â®ø`W#hHØ4XRíþUwL(]OU¿*à1V¸ÅWlØm
Õ
F4¶¦ÉM°%aØ@?i[,ú0¡k¶¸8ß+
(iZ¢ âñCT=ñUÔÂr¦j»ý8¥Á±C¹
â® ÅV²âSw¿Ïhú°+@7÷Å-_Uc(_´I|Uio+WnI8UÊAÅW±Bê×
¯*ÝTüqV½@:b®3øm×Zi®Üøãh¦àצ¬¤SÐm4ߨݽ±µ¥ÍÆÀ*¿=ºÇmR»{USÇ
ôë×p[h®*Ð_
ºaWuÅZ#ZTøm+ûaB¨É1h§,Zc#¦
VÆ_LPêaV©.¦*êb®¦(jÅ.#Ãk¦*êâUcxàK[bL
ØØo×pQÖ*Ñ«Fk[¥zt®Ütè1VÃ7|Uºø«GâÅZ5î+º¸«dÓ®*ÝGlUÜÅb6RGÃýz`JÒ8
]¿V*·6ÅWª1W3ñö¦*×*íÓüùb«Á Åâ?³ÿÔPÆõÌG%mhwùàK}wÂã¸é-sþ«k%6ú0¡0qUE8PÙ5é
Z»£¶G*ê*ØñVb«Z0:`¥µËÓ
·¶1WR¸ªàµÂø|ð%ÀbþxU¡¾q¸bqÅ\V½p*Ð)sb®"««®¸¡¾¸U¢qWb®ÅZ$uÅ]¶*ÕðÀ®1Vè;aWS·×,a.åJ}±UÀoRpªþ#p¢ÝÀø)Z(<q¤µ@1U¼p+Å[ Å\6ï
[1UÀ
\[Ã\U¢<1Wl Æk4¶µÕF©Àø°Å[àqC¡ÜâPøâÃ6I*°R¸áM·b«Ù«×XÅ\F*¦ëÈPßZ,¿FØ«KNµé\
½Mv¯J*¨(6øPÚÓ]¶(uFqPzï-q\UM£R6Ûl¶u?N*ÐBǶ*¹AŨÄaWÞØ«GO*´Ôì}ð%¢ ü¶ÅZ*ëV
ýx¥Þ§l
qU½ë®íá®Zz`K\?UnÃl
»ë¶qA¸F¦
UDGãE¯XƵü}±C¸ûaV¸p+|qV;â®é´H#hÓµ\*´½µÈ⮩ÀÐáV¹ÆÖë
®([ÄâVw#´_¶*ØjìqWÅ[»â«yâ´ØcßwÚÛXAÝqCdªÞ¥Ô ¦*´¯/*â)¾*Þø«Ej{ShíÔb®¥qUÊO|Pã¾)kc5è1U ïL
¸R»áUô»btÅV±=)hÛ®*Ýÿn*´Ò÷Å]ÇoUEª:àJÕßü÷Àª¸*îgíSèÅ_ÿÕø«±Vê:âl;b®
?*ØÅ[®(u{b)Å.®*Õ*â*kôàVÀïº
·S®5¦Ø¡ÅvÅ[§õ«xï-0$b®ãMðRµí¶*¼¥qWqÅ]AµP1VÐ^§\jvŦ)lPî5®ã+L\öÅ]B1V®ç[ZýÅWTâ®ZUűV¹Sh8=±WTØß ¢aW,qUëCÛ4ÌÛ¶)oüqCa«M·¦*©Èdµ°ZZ-íµÌÃhàKA¿Q/mð¡²jqVÀQ»a4ÅV5)í¾µA\U³Ói;`V§|Uo.£çWñÂ
´8x뿾ozb®¦Ø«DSnâÉãÓ|*¼H(¦¹ÓÛÓ|(uNµÛ¬l
Õ)µAú±Jê
W
,0%¢GLU®½0+öÅ[®iMXöÅ4½]©ÐªÊ×ÛôÆ4¶Ó-¾¸|±C§Ñ»Û
¸#üûàK¹ÔûaBàÝñUCZQ^ø¥vø¡Ãßoc
ZaáVÒ¥ÔÅ\N*ÐßlUÅ|1WPâLU¢ÔÅZ®*î#©í·]½±BÞf´¦Ø¼p¡Ç~¸¥ 1Vè*Ðñ#j·\UoíVztÜb§Àíý¸«¸ã_ÿÖSAß1\¼SÓpR¹V¥¢Ôë·ôÅ
(©øºtùàJò+Óå¶7C»Õ«BB>cl®õ«¾Ï\URµÛ
U³%0Ú)°ÊØ«ºbÖUº»|*êbq8զث)uqBàØUØ«T§\
î#®*Ø¡é
\FXXôÀWh×hbp+©\Uզثj=ðªìPá[¡ÄbbêÅ[;⮫ºUm}ð+`áVöÅ]P(\
w®ã»ßhõÀ
ñUÄaBÒ)+I#»l±UÜ*Ø¡¼RÝ0¡ªW·
]\UÞø«¹bV¸«}ñV=°+·Å-õPµÎRf®Ø·
±K\iô×[7Ø¡oªo*ÒJ²¯ OJb«_s+øâzتþ@üqWsðð®õ4÷À
TÜo¾ÝrA[+´p+¸£|iZ¦õùb«*⦽*1UôÀ«
+
\UÜ}±WÅ]CLUÜ7©ÁIw"Úd¨§Li6ÐB6Eq¥pøzâGlmi³'a
TÙê>Vûâäª(Yê
»OßÕx';Ø««üqVÃvÂuÀ_|UiÒ¸«c~Þ«Gå´kÛß·ÄáVø,U®h«x`K|1[Zb¦Ãl)OlP¨7É!wLUÔÅZ¦*⸫EÜb®¡Àn:RÑë¾*´wÅWã/¯Ó
ZäqV{`VÁUºWh:â«IÀ£]QØUÇl
³µÓZôk\¤Pºb«®ØU¦¨Å\´ê1W}¬UÍA¸ÅV¯õÅ\ª:°+\*î#®ÿ,ÿ×PtÌW!Å»b«h)h¦Ûo¬aÄTàKHÜ·_¿ªÇåï
½0k^°ÒÛb:tÆ×q|PÑ8·ðÅZä~X«u¯\*¸
öÅ
î;âì~X«aéþg^oá
äzâõ§\(j àU¥
iã\kºui¶*ÖØªìUØ«íãÀ·Å.¯(uk\·kvÄ`U S\*ì*êUƽ±WôÅ]LUÄTm»~ªÒOALUÔîp+¾_,Uh©ßUF4VURð¡n·M««©Û
´W b®àF»
F*×¥]é-â]Ó
»Å[p¡p«TÅ]Nø«`b® Å[ÅZ8«TÅ[í»kuÅ-qÅà0Rm¦@E6ÆÚÛb¶·Òé¶
M¸¢4¶°¨§L
¦Ð)>q¤ÚßH¦£åVUËRkÐâ«ùxâ«hzöðöÅ_ÿÐðëKBO»Zh·#¶:o¯P~xUubøþ8«_g¦*îTÅWr¯\UÜGðÅV²×a*Õ^=±KtðÅVÖF[S^=ºR¼Ï¾(lS¶idàVÅFsÔ}«a½MqUE ôÅ
oI;àV¸Zã´AÅZÀÎøU¾»â®*1U¥;vÀ¸ø|ñVøU¢§øb
`W¯CßpWp#n
»¦Ø«x«@×n«|F[EF#p_iWP1K
1UÕÃ
º£miä1WsUÜÆk1K\«»Å\iV1·ÌbÃh]ÌbÔbmZÅ[ÂS»µLUÀb®8ªÕzö"ÚÒãíºªÓà0%ÄÓXÄYBp%p{aVïJ÷ÅZ§êÅZeå·|U¯J-©±Tu;â«ÔTÒ»aV¹
ÐÐàUÜQÒ£[ëS·nØÚÒõ×|6´¸Hø¡Äøbm^«SçU¯ã
7û°&ÜzSqÅVªòëíWðaCDï¾ø¥´ØÒÛ
SpQáµéiVñ±[pAÓ¶À«ZW¸«aAé¯
+\
Õ(qJá
TöÅ[¯*Ñ>ø OolUªµ1Jî5ëS¾k0% êÅ\F*µúÔbWÇ»¾*ê
[ë¾*¸1Pºµßh¶ø«EÇLmZÀáW\
ã¾)ZAÅVó í×úb´¨=ð¡¬
åJuÆÝ,>øáRqVùø««á¸qC¾X¥¼P·ç\iÛ8
)j£ZzàV0÷ÅV^ÇqZø®_îw¦.\Sw©ÛÿÑ>LsÉpCÛ®ôÇ|Qkº*¸P¸-p«¦*·~¸ºøáW
ï*ÝAêqW>øUÄT¤4ýX
BÞ'Þ§c.¥zí
WÅ
Õí
Zg¯ËppqUÃ~¡Ôâk¸ìqU@h)
å
[8«®l*î8«\1W¸·A·A´@8«[`U¼F)vØ«ª1W©ï_lw^øÇm°«T=F\0«tÅ
;áWPU¯|
åñ¥Çk¨Å\bê1JêáCT®u\*мUºaWS¶kwÅ]Ƕ)ZcÅZâF*ÞÇ®*ß|Uup¡Ô«tÅ]]LUÇhâ«wÀ»»®~¸«±WSh»jbû ûð«£¥qWuû±U4·@å|\Ô=}±U
(zxàK·§¶*µh>¯¯ê~(ZÀÓcÛâàûàJú´ð8Pî¯lUz9ðïÛ
¢ò¯á
Mð%ºï×¾*áNÞØªñÒ7C
\}±WTuÅW×
®[PqJÃAÓ®º¡MHßw*µV«>8ªÝÇ|UÕ8«`W®*ßUÔ¡ÅZ1W
ñUàø{âð«ªF*ß,U¢Ø«CZH¶µØûb®
´U²|p«U=i¾uwÜb«ë\*º¾ø¡M,ZT¸¥pß¾(l0«|Øâr®ÝñVÑ~üUºÓ
µ[
^¡¾x«ÅV|(1Kí¶*µªÑW¦ØUÁÅ[麵ÅVN«XÀïÅ[ ¦Ø«ïá·@zö«YI;}ø±ðâ«Á®;jâ¯ÿÒðßßÇß1Ý0ªß»®ãÇß
º¾(_Ël6q4ÅZäkb«Lªzü°Zi î6'|U¾µï+B>'F4«éNÞØUÀ×c¸ÆÿHÅ\A1U ×´@Å-Q»b«ÕéòÅÁ®7ÇÃéÅ[¦*ì*¸PÝqWTõ®]Zbr«}qV«Û·×u0ªÒ0%À{âµLUo,lP´¯)wqVFkqóÅ['n¸Ug"NøP
¦wø«¸ÓjÞÃ5^Ø«|Å]^ØU°qUÀâWlâ®|U±
ÅZ¥p%¢)¦¸UÕ¦(w1Öå·º¸«ØªÚàK±C«
[ùb°%ÃÃw}±V«ºâR«ußv*Ób«?®´P¿sÅTܵ*1M*¨Å\áñV×}éM*¼lzS®86ýø«UöÅV;
Õé¶7é®Â6*´0+T¦*Øí
[iÁmlï·\*××u}ñW=ñVì1UË·SR1CuÅ[¯lUÛUm|qK1U¥küp+8aU¢£¸µ:â«ðªÒ`U¼XuíW
÷Å»áWßho¾*áïW
ÓÿÓ
÷ÌW%ÅÉÀ®qV÷úp«TìNøÁÛ-.TíóÅ+C>£|U H?)T8¡°»t¡ÅWÓ
íÅW0ªÖ®YÆ»ÿqJ éøáBà8ªÒ1JÖ¡À1Uõ0¡°Fw,UÜ*Ñ"»U®XÅÇlU®G¶¦(]Ë
¸6Ø«eñZh¶Ø«¹o¶mñBá 8UÁ*Ñ`p+¶Å-b«iZ¨ï]A·Èbë\*àk¶*ìUÄb®¡Å]´V½±WPø`K¸ûaCeqU´8ßáC\OA]LR´lUÜh)óÅZá½pR»Ò\i6åWaÞ¸Qn¨í´@À«¾)pnÃÛ¯B8V«
áE*\PãVÒ«±WV½1W|UÛoû1U´cºªUÇå´ÍJW¬*çVÇ©Àê£}ñCEï¶*×!àqWÛ¦*ß«C°ßZlK\6´´=°%Àöºb
'\{áBîñWTt®*ÐaZWl°>¡ÛJaU¤+©ø°ÛhìqKMZí®CM°¡q5ÅVvÅWá¶wØPÑÅ.ö«¨{â¸SmñÅZÙzb«j{â«@$àUD5«ª;â©\R¶Û¸µ0«U®*âk×XM:`K@rÅ[¡1VÕíb«-?çks½p+
~Ç]_*âøÕ4¯ÿÔuÌG%½q`تÎté¾6«E:b«[ßYZïJ-(òª¡!º(wô⫱ï¯
W÷Â«Æø«ClbW¸n1Cí¸Ó¯ÓµAÛµÄàU[ëZãá»Ó8Ò®
|pªá¶(l
]±í¶*ßM°¡Äx`WSw*ØÅ]Aµ»w,U¢N)[S[*Ó
àU¼qKÀU *ãóÅZä1K®ã]\(vôÅ[ßj8ÕÞ¸«k¶Ç
¸â±W{¸©Å\1C«¿\U®ßF)\1CD1Ktýx«Db®§*×Õ¸Ô}ø«XºáWÛ_\(lâôÅ\N(j¸¥Õ¦ø«|¶ÅZå\U®X«|±VÍ1BÒF)uqV*Ñ4À«LU¾[b
¤øbéï©8&£Û"¨ËZÖ¿,R×>;´8ÚÒ¢ÌømâAv*ã#õcKk|1UN8P³°ßÇ
®ÇpÅ]Óaº£õâo]ث׮*´¯lUa~"<X¦§üöÀÀøaCkÚãÈïV¸)ÓiZ½qW
~¬
Ḯ*î?.øª¢
u9$. ñÅ]Æ=±V*»jé¸íf¹À:*íë·í»1V8ªÒGß["½1UÃÛ
"±
[«\ñWr箯|(ltßzâTbPh¡ï¶|UºqðÅ-ÔöÅZ-¾*ÖÇéÅ[¦*â+©å-¨§\PÙ ñU´#§LRØû°¡ºm¾*µ¶Àù7l(hî|)ß´1Vë¿ÿÕPæ#Ñ=*âµß¬ãO)\<1W*Fl¯~¡ªÝ1Uµßj~¬oqú±UàÚ×
îpªý\PÙ`p«[öÀ®çA¿ÏmH·Â1V$Ua$ôùàK@±é®ÓsíUºPÝLR´qU¥Hé.ùâì1Cª1Vê0«ª*Õ}ñWTUÕ¦\8UÛâ·Å+«\PêbbðÅZï¶w!
]QÓoïÅZ§¶k'K\
UÜ4p)m¾x᥷1Vê;â®4Å
s¸ôÅ[åÞ«dâ
¥öÅ.ôÆÖò4ÂVóöÀÕÅyûbߦ*Ù$ví¸¸¯L*àâ¦n«á
Z%i\8ªÒ@Å.ªõÅ[UuF6$Ú¹8ªp%ÀUºâïß4W·MþX«8¡v[B0+¾xRÑÀ«JàWqÅ\TöÅZ5lU¢;|ñK¸âvû±U¼WzàK¸p¡cÀq]ûâ
UzaBðôë
[æ´ë¨ë]LU¡¶*ØnX«E7öï¯8P·µ©µ7'ßV°'ñÀ©ßüöÅ;SèÅZ"¸¥ªøâð¿lP¦ÊPí¾´)k¯_lU¼Pß:aµoë_Uµ5ÅWË|P¶×§LRØ=qCtU±LUÅF*Ó:b®ñVöéµÀb®
qVÒ½*¹(Y¹À¦ØªÒSß®¸PÙ8«¹bU±·Ï\0¡Äø`WmµÇÃiÅ+iá·JûUÄâ1ÀWkcZ"½qVÅGË7±ùâ
Z#ZA:àJÃRh:تäU¢Hé¾*·#C¶\U¾UÅ]·\Uº btÅZ$«¶ë¶EzbqðÅVÀÅÅ>ü*âµÅZ¥~x«DÓµZb®*ø«Tâ|qVùm\Uÿ×1¦Ç»}±UÜk
Vñ§NØ´¨8c+¬f§Ïq&¿/Õº õüqUÃÛ®*¹NøP¼%>,U¢ûUÊ´ë×øâ««áó«Â(qC[ãL*Ý1CtÛjG*´¶»+N8ªï§
$ã·_lU¼U° â4Å#ÃZä1K¹A<G\miµcôâ«Wlµ0««F\miw:mi£¾*á\Ç
µ\
âqWßláU´=NlUL¶)_ö*ÐJtÅZc^Á;â]Æ)h×ç·\UծتÖÜUºïôâÿLP¸-Nlb«{àVï¶1W{áWÛÇS`æ´»|ñUÞØ«·¦Øªå߯(Tè0¡fÕûñKB§å´»p%¶]ñWV¡°+¾*Ù4®®lTaU§n«cq|PÐlR¼SZE1V*Ñþ«@í´k-ííW¡ÇZªôß(p+L<zoZá˶*áðtð«\«×\ÿ~(TY)¶,2i×®vãu|qVáx¦8íÓ¸¶*ÕÛhØ«\i+]K|¶ÅTJSÇüθï]°*ê*µ·Ç»í´SçRF]Ó;¯\Urôé
WÅ
ß¶*ÐÛq®=0ªÖh×§ùí-Å\
(\
pªà|qCD×-ÄoµÊ¿øªâßmM6ÂUoø«eN*´
ÕN*î^8«
{⦣¦*ÚPÙ>«¸÷í¿ÿÐôæ3Ñ
Úí[ áCÝ·AÛ¬àqJÑॷNøªÒ´ê=°%¾#¿|*Ñ=pnæÔ}±UäW®.ªài
ùáE4Nhb«©´F*×wÅ+Y1¥·Pï\+
[¯¸ÅZÛÜàU½iL*ÝO(h¸*àêqKlvÛS;õÀªDª°%ծǴ|z÷À®T®õÂl~Ö*¼)^«
Nî*´Æ[®*¾b«;´Qþ iôb«ÔÓ
®¸¡p«©?*ÐßküþüUßk®"½0«hz×
9¨ÅT*p2^¾(svÅVß\MqV±WW;lRî5öÅ[eåýqCªG¾*ÕyuÅ[-ÛZ6ÛüÿlW©ÅWVUÝqUÀPÕjxRà½*Õ1U7_ö°%o:
þìUx=ûâ®ãhlqUÜÿÑîsÈk=qUô¦(o®øU¦ÃlRµè>Xh§s¾*åwÅ]×ç㸡n¿,RïO[w
b¶Ñjl0*ÀåÍ?θ¥x`»â
À×
¶zñUç
õnq´7êøÚÒîUßj ô5ÅZsØâ¾h0'ðÅ\$ÆÕw8ÄÖk§ÝW¢×.¦uiÇ\»â®u¨Û
±UÚ§]¿\UmIØ`UUUoz⫹¹Å2w=1Zhª)Û|*ÝqCºbúíÛ
¬c*|{õÀ©LU¾TéwÝqV½ñWÿÒ:æ3{`âáW8kß®)QÚùmJõ½7ª´'
Liâ;wÅV1¦ø¥o*ôéV8,8ö;`Kh¼GÏõãJêTTbqﺦ´|ñUÕ4ÜUaQ÷`VÁ4 '
®æ)¿\UrS
oÛZ\¸ªµFÇVGÊõÅ+Ï_Ç5MèqKeN*à¾8ªõmZv¾(S-½0%p¦Zë]°+T?1×®TÆpÂ
6Q¹è0+d)5S+öÂ
Þ Â®ë[éÓ
¸¶kêΫu|*àqUÃ7L*¶»àJáLPâ1Wt®À|ñK®*⣾+kY0*Õ¥Á)!iwé]¶*ÙÅVï[©üpªáñuÅW,xiÛ%7ÅTÉ®k¿Nø¥±\UpZõÅL*àh1U¬ÛàU§Ä{bËUÅËÐTáBÊûb´íÛ|
¬TqÛ
Ú+ø`K}þüPß!
\«Óh±À®¿oçWaVùb®®*Ñ8«E©øãjêUØ«Å\wé·Ç¾*ÕlU®ØÀ¹ÃM¬++qV©´Û\
¶¡E1UÅ6÷«Ä6ÃhwzöÀmZW
¸~#î>׫q$
ÄUk nø×¦q¥·2ñßS&¦Pm¶8â¤b«x¸£¶ãºµØUªxb«6mîi\BNy$SjÅ*¼{b¶Ø«©*0+AI>ØUl°Þ0RA\Âz»â®ç]\U°x¥Ã|Umm°%xÛ|(TPÙé¨p¦§sZöÿW#IµN;W
©È(}º`*±jÕ÷ßWèkþ{ãJÝBý8UÁÈÅZõClF6´¼wÅYHùb®¯õûñJàBaBàÕÅWRPØZaVþxªÒ@ÅVÓ[*Ýi
qVhRá\UÜ|qU¤V6ÃmñKAÏL
¸¶Â«ï¾(\dòÃkKÀ൦íãVÅW¢»aUN8-ipz·UÅwÛ¶©L*¼®(S;j«c®sµ6í¬;ïí-wùU¢(*³§O
¼8oÇ
ÓdUºW8ßl°Â®;âT
¼*ã·LU ?*Ñ'¶lã
['ÃpñV¸íµJ`W ÅZ¨8U£
M©#®¬jôÀ®ØUgoaW ø½ÿ(u
~ü
¸Z/â£a×
ÚÑõÃ[ZIåLU´ÐíÖ@p¡Ë
¬o
÷À¢=ê:b¶¼)¡Å{â'ð=0+Go¾*æN[âhÔtÅ\
:â2¸ÅZÝzàUêþP¨£
aUµÀ\P¸t«6À;¿-²)¥ª
*½*¾Vúp¡Äâ^¸«@àWqÂqñÀ¶qJÊWs[¥p«Ø«@ß\§ßc¶AñChi×
µZ°*WìâÀxbª íS¶.¯Ý\HÅ
W°Å+HoØ¥ÿÔ¯jãÎCmÄbªeX«OáJôwñÃHTãL(wLR¼(v*Ñ5Å]Zb«Z·lhUuGlPÝi×
´ÏØ`µhRÙ*»ªü|qJÖQÔ±UiK|1V¸Ól¨Âª]ñCUñJÒ@Às={bt«|¼1WrÚ£
¸QÄ7é»í-¶(7®*¦d5ß·PÛ⫸öÅWSl*ÑØtÅV½ÔàUë'ÝÑM8ÒÚÞ%~[bDQ!TÓbPl*¼×
+
ÛZ߸ûáVÔÔíe$àV©^¸¥UTaBÞ~«L¬ Çl¨"¿v*âi,ocµ\Ur¶6Þ8«}0«|·Å\lo¶ËØbPUª®¸«ÅV¸®*ÐÅ\wÅVp¯\Vú~6ÆÐ4ü1Wu«LèwÅW;·8ÚkÄp%S§ß
V¡ößõ`Uêm^Ó
¸¯U¸Ø»â¼|B¸Urxb
Ýð«S~»û`)SÜàKj¦¸¡y4é¶YZÐõé+kÊ«T#c®ùâ«ká®Wâ1Caùo®Sã
W+aCÆ*°ÃV¦¯L(hV±Û})^QÓ
EqVÔí\vØáU¼hW¶E>x¡ÔðÅ+X°À =ð«LÄ|°+jaµ¥Uea¶4WzàU¥wÅ-LPÐ5ë\*Ð$`Uàí·_*Òº`V¯C»¦ÿÕ²3w¦b¹TÛ|U~.
·LUÄb«Æ°+SSõ?Ïߦ%®à{ãkKÔ×
¶vÅ[
qWq®(h*ìR¨¶)I!`%4±kÐîzàJî
b{âq8¥M#AÓ¦*¸
ö'XRz`K Å,@ØbÅ1U»ë\
·ü?)TTPõÃl[C¾ßá¸àVºâ«úaCDâLUÁybßå$
ð*ÇUjÓß©· iÛû0%°ÄuöÅWúbÎØUÕÀß
¶¦¿*¸°¡uiº¸ªÞøØ«ÂìqW±WuÅV
î«xªÖ¦)Xc¦
M¬ +bH8Üj*w¯õÅ+BßoíÅ[ãüqUôxu¹Høªúréï §¾^¦(]_*ÑöÅVHß¶´)ÔUºW¦(iR¦k.U=öë® Â
'bpM{dSK¦vuS¶qzb´Ò±mÉëqUë¾ç¾lb«ØªÀ0*êPâ3qé
i²À
ñV¹×eßå»&§¦*îÛl
à¶]Äw#µûvÀ
þx¥³¬"½qU#¶®Cß+h1U
wØ`W}U Ié´Iªêòé±Å[
\UR§¦?ÿÖûf;{©Zùb®ç¥Ü(ohµp+\*k%o§\¶Ý8¾xUw/UÃ~¸ªú×
é\
qW'
´Ø¯lRÓl1WFE¥©X¢N¡ÑÖn§¥pXÞ#Sø»äRã7Ïøâð«â?
îÂÃ5À7o|UÞ¶)]±Ä ¹=1VÂo¿^U¶cÐb¸Ónø¥oCQW(îØUº½qVŦ*à8ÒÚü(iUcp%L¥:àKÓT§|(k¡§ùï[>®Sj¿sAôàJÒæ´³¾ÞÇl1½ðªá.ô8Ú)¿QOC
W\
ØðªÒ1VÁÞ§üë"´®l:bs5öÅ\=±UÇ|*×lU°µÅ[-O4p%¢µÅZ8p\*Ý1Uø`W\Rî"¸«¸ªá¶-yiÓ®ZX¬XWå+éCcÇukøb±U×ïÀ]ð«@[éZáWq'®*êøb«yvù`WuÅ\P4ZFô;Sj>Xh§ìâ§ã[¨Å
Ór*ÝqVÁ#®(lU²ØU®¸±
\EqV±UÕÅ\qWR¸«¨øªÒøb¶¹ªÞ àM1öÒÚS+?«¯7ß
´<0+T¦*êÓüýðªá?oóÜãh¥àóÂߦ)U{â«öèqUêØaCtÞ¸ÒÚí+ÐvüqVǾvçoU¡ííÿ5b.*µ¤Q¹Å-Óã¶(Se=FMªP©È
áCFBßg]Ôo
V¶?U¢9uÛuBaU½wZaQV'nتÐÇ¥)þ|qVÔ×åªTaB×Û®¬
kSªqBêûaV¸V
º´ØpªÚøø~¬
ßvÂËø`UÞ¥
E*+ÂPt«Tßh
µ*Ø4뺣®*áV>ØU²àl*Õ{wÀ«·Â«H$ÔUÓ
®*´ø¥½©¿\UqÂ
´q.ÅZ$6*³ïíÑZ
±V¹øâ´¸H᡺â¶jµûð+l
m
[lU®«\Éß"UÔðÅ+«LP×*â«G)jFi«C_|RÑROß¶9PÚ¸8ªîXUªøb®#¾p8Uºâ
÷aUÃ~¸«Db¶[]ÇsShUûbâïV´`¶t·ùíKAÈØó¦+KÃxaWqhÆËÓ+HxõªË%E/wÂÐïWtÂs5¦6´»fë¶*ÑNǵ1½0RV*×lUqïÅV2àU¼Kmþ}qJáPا|*±»Q1³lp%pElP½á§o¦(\^UO>ÐBzâ®õ)JóûX«}qU
«°À(-°Ûüøâ
` Â
¢ñK¶8«j)Sk~øUÜ«±Å\V¸i^Ø¥i4ë¨#|U°8þ«òØâ«
l6Ålü;
Ý{â¯ÿÐmÍëhk×lR¼PàÅ[ã
\WkÁJãðâ«§[L*©\(kk*Ñ âã\ÌNÀàVÅO\Ur(sl+¬=6Å*r1MúÃWç·Ç6wÅ[UpqBêS
#¬+^´á¾¸)êzõÅW8¯lR¤TäRå@wï®]Æm®(\´=(Fu)¾*¶8xUºÓ®(h½wÅ+yýØ«aª1W3vÅ\¶ØU Ôß]@ç4Pi+#µZo¸V2ý?¯ÚäOoá
]°ÜvÀ®$¿N¸UÇüpb§
¯õâê
·ÆªÞÜ`¤´»UcJÀ )úñµ¥üwöÅ]Ó|Uw*
áBá¾*Þ4NZN)mqV¾*©JaBo.
MÛnUc!ëóÀ
_lUÞimMê½}ð+×¥üÿT¾9*â|qV¾k¦Ø«Gß¶í|RØÅVî1VéµMþüUxZïº8ªßMZ[[éÐjqVÅN*ßN¸¡¼*ØÅ\8ªÿ(j§¦*Ò£Wz|ñJúS
¶HÅZë¶(wRÕ1Vúâq®*¦ñkóÁIµ9cðÀR±U«\
¬£$AÀªl)ÓU#-O¿
i
iwÚÅ
®$
»â©Å[;aBݪzSZáÒ¥±4l8ªÖj`Jéß[¡8«dTS,áC]È)¦*µ«þ~Ø«DPS©¦-ǧùþÎ(w«ãÓZTmß
©ñ'aÓüÛWÇN(%P|;W
OXM~Xåâ«ÆØP¿s®ÃZ;tÅ[®*Ýv¦*¦Ë\R´:b«T1L
´
øøbª¥>XmixPÛáCt#lUÝ©O£ÿÑPæ3{t¦\qWn1VÆ*à)¸â
´ï]OU¢¿~pSV¶ÝqU3SÓ®¸=6ÆÕPb¶j¸«|éjRíTý:D×û0RmzÝ1C®Ã ÅW
\qC|×®*Ùjb«Wç\E{U´R;ÔàUÄaUµÅZ~X«Ej)o¿¹vÄ)ZÒTôÁi§*.تíÏÚÅ
Ô.ØU¾]Î(Xâ»àJ,ÍÓolTRÇ®.]Í~Up«À¦ø¡a$â¶À«Tï¶*ª¿,(q8ªÆÅ+iãVá-
½ð«}±UÑR0+`3
{bP¨ú?V)l2þ}ñC|¡Üiß¶(n´ÂìÝqVø÷ªÖqÓ¾6´×ï\
·Å+8øàKŸ÷«\ÓãImM(zWÛ,e û`JPm߸ӯ*´PÿûUZ99lzvÂÅy=ñVqW5{b:¿u9b®åã/ÄTï·Ëm±V¸÷Å\|U¦Å.8ªà+¾(qPF*³Ó Pb
qW/ÃÓTxáC|ÅqWÿÒè=s½Ø«k·LPÑ>8¥ qVÁo-ûG·PwÅ[öÅ
¬o¿TÚlZbFÝðRm6Â
¤WØàV¸ûâLPåqµ¥§ðÀFjªF]SJ
°ªôRp¡¦Mö?F[Ä®ø¸t§l(\:aVÀÅ]Z|ñC¸ªÆ¸¥¥©ø«UÀöÅV±ðÅ+jNغ0k¾
J}øP´Ô`JlJU°¾ç6ÃZ)º¾¥rÉ\m¸¶ØP°¾JÞc¾)TZð¡u{b
ÂUo¹À§¸±Uâ¿ù÷Å[é¿ùí¸"¸«ë1ø0RzWǪ)?«
ì6¡ªÇm[]ÌwÂèLR¸
aB×4À«Nø¥h8Ô8ªõÂü±VÅVlU¿*ØÃo¶(j¥¢;¸«[ôù`V¨LRíÆÇQÔ·÷`)\"¦4¶à¡Å
;áVúUo
ëóÀ«¸áWl1WW¶*êâPa|qVÈÂá´MqW/L
¦jOùøâiþ~ø¦@w¦Àþx«@ûâªÁ°¡vo¦(lUp8UØ««á`MÅ.¶\¢PâqV¹ö=±VÂ×Û\A«_,U¢ uÅVÔ£¬q\R´±w.ØUÄUi>È÷íJ¯^X·Û
/ZäÇiºm×õ8ìqµ¥Áë¶*¸Pá
\FZA1K¾*¸
öÂ
2©:×TH`Mp%ÄvüáqVÛ
ñUDcMúbk×oóåªðõPâlRÙ;m»µ{â«*iï¯Aß7ʧ]Ë
»~ø«D`VùS
»iº`V©Üâ¦*°øUªví¿ÿÓèÛ1ÛÚNo*ê×qðÅ\+×®=0¡¬Rá»8«|±BZ§·êªðE0¡ÅqU¥@öÅ-µ@0*Î m-~üU°W¾luÀ«Ç8P¤ä~!rÔïZáUô¦Ç,äAÅ+qúqC$â«\»l1K+uÅ[AÓw3ÓZjù`VøÓ\¦7ZaW6S?)nb¦U9$,jvÀ2ØàKªLUa¨;`U¥Ij°%zï¹ë
¥E)á
m\*â1BÒÀb}¡\UÁ¦uÅZ»?,UÌØÁ±Vmixjuë/áÕ¢ØÃßu1V¾x¥¢Þ8«¶#lUÇmuM}°«~¥qµ¦®*Ý1WS¾*Ñ\
×\TlUkGQ×â*¸Põë
Wb«µÎ½qK{þÖ(i|qJãaCÓETáÓ¶vâ
ñUÁiº¸«U¦*Ñ5Û´ÜqUÁ)¹ÂâÎ*µ\ZG*° 8)6×mñVùi»s¾*©Ï¶I
r®X#âÛåUñÂöÅZ¶*×϶
:aVËã[óÀS¶)]@¸P°ç[U#èþ«e¿dáBªH#mÆE+Àà´ö·O)oïí"R´ÏªòñÂÔ*Ñ'·\Uºm¾*§]ð+`VáUÔ8ªãLUªâ ÂÓ¶Ò£¶zâÅVbØÄªÖÝqKEé×µPqWSÃZ*)\N¸P¾µÅ]Ë8¨a¾)]LPÙUÃu1U¥»tÀªq(AEöÄ$¯výqW4Å
©®*ÓRÑ@w8aüýñK|Hÿ?|(mZóß^Ûûâ
µ®Ô¦)h\
¾÷Â)#6=±VêOöaVÃS7Èð«¹VÔb»ÓW)
¦lTü°«Ó-©¸ È¥Eßp)[SS~¦*½^Äâ®'¹ÂòÛ\8PÑÛ´;âã×»ß/«tû°««¸â«8¦ÃÀÇz
¸{õ«Xr4`U>40%¡Ö¿çüتúÐPûáVÏÅÓh1;bÃÓ¶*ß?ÇTØUÝqW#w#Ó\$ñ´-;bX©
xñW@!!ÛÄZTmþxP¦êÛPø`Jî|E_jch§ãVY|rVÆàJÒþ)hE1VÓ¦jb×ïÅ]ÄtÀ®(¬wú1¥¶¸rí³`K¸¾qÛaäw®*ÝEvÅUäß\UÕ¦*´àVºý«Å-ñoí!iß§¶)XEz{`Ve íW
í\(U]è[l(n ôÅ
<M}¶È²ZM?RÚTï_Pß-·Â®SW
V»ç¹S\}ñV·ú1VÀ¦-.L[SZâ«ÐW~تú
3vÅVò8²pªÆAZ÷ȦÔ$Bz`K\)ÔâêätP»¾(h®ÕÅ+jkLUP0ý¬PÛ8è0«|wñÅZv éih{ãkKù×
ð«`TbSZST¤L%`¯S¶qZâ®àZb
¾µm×·QÓZ¾#q¯aµzâºí\Sn¡Âµë®.ÀaZr9;UYB
Ó¶ØÚÓW8S¶)u1W{b«9`WÿÖb¹
~ß§Ë2µ9;üðRv\$+öãh§zÝ÷ÆÖA
T·Êp«aÁÅ\øªõß
¦(oa·A×
´vÀ«
p%¢NwuÀ°«@àUǧ¾h
Õj1UÁ*×U®5ÅZF)hÓ¡° Å[âFw/U®uÅV=°+{UËïªTwÉ!¢ÕÀ«O¶¸ß^é
¶4ծإÄâ«I'®Q
[8ªÒ+óÀ«¾Z¸ªÒ7¦·Zâ|8¥g¤ã-`Ǧ)kâqLUb6ý0*¡jL(T_*ÝjqUÒ¡¶)^-¯s×lU³\Uqjb
÷8·®¦Ôø¡ªTâà+ìzbþ8«\·¦*×/áV^oíÅ+ºôâ
Áé×
¯Z§
Zb«Mz`UÔìp«©¦*·å]úñV¹civ*êÓlo¾47ÀPõÅVñ¯á]Ä««ã¾q¶u/\vÅ
Å[]U¡Û6ñÁkJǦ,;Rß\U¾8¡¢¥®ðRÚÆO¸¥x\(wUcømAÀué\ Ó~¸«m¡©Å-¬Å¸8oc
W?N(sH«×Sõ
M;uÅV¸¥É°¯|B·A^X«·8«Ek[UáUç
¤Z+J*½MM0ªð|(Z[°é¶Z§WóÃhk~Ø«LÇ[qBØV[8U°*Ø#®(ZMNø¥pQZâ«Âáb¾
ðªÓ·OU£0G4¶æ6ÄW®4¶¨)ß
"¸«\qW±Wuë¸(í¸0*ÂÀqJÂÜb®å^£¹¾*q#®øU¢´ÀMÎ*àA8ªð¢áU¤×©)n¢ªÃN¸ºý0«`ß¾i¦ßZZ¦§ü÷Å[
Zb®¨Å]Ëvûð*ÎDíUcp±*?+máBîªÚU¾¸«¨1WW[Ó·JõÅ\Ëá\RµÛ
¤HRÓ!ê0+MZbÔø¡qé
TÊÐ`JäøzáB¨a´5ê¨ÁjãS×\¸UºÓs*°ýñJÒµÀøñݺb
¹Û¶\QmñÅZmºb.îÝp*ÖtéZ õ?v*¦V»
Ú×äXÒÚ'zn0Z¬W'å¶6´©ê×1UÊÃéÂ
Ãs®Û
cLUª×µJwÅ[$âN)p^G|UwPÙaUøwVÚâIéãV¹+Ðb«v¨'Û¸å·JïµB1VÃRUuk¾(\iWà=ðòBÞ~8-]λ.6^*vÂ
M:¸«]qUØ«±Cj꺻TâV¸«W¦*´S4×
Õi·Zâ®+mLUijoc½1K|qVöXÍVP½p% §¾*ÙÛ
rH mï¤5©=ªàq*|*´¸ïV¨åCª)ã±Â
U|(kÔÞ«|ñUÊÃ
¶EqWtÅZ#µLU°0«Å]ÓRÔm¤(q$KªWÞUPõ¡³wÒÚÒ
íZå^¸«¸×l*Ukìj7Àª`±=kAUUÇBvÂÅ£ rTvßuXP_äýB
¸ZnrHZô8E=ñC`×|U}õP¥!ïÞ àVÛYÀwØbÂâ®T=ö¡²xl>üUÂPM1µ¦ë
_ÿÓcnJªÐdîX«|Pà+¹ë\qW|U³
ñWqÅVÓ]µBqVÀvØU£¾*¶´OlRØ5ÅWÓ4IÅVò'Vã¬åCÄuÅ+Ãxâ
ã
\tÂU¾X¡Ø«Å\qU¦½ð%°;aWU¡\
º½°«¦*ØlPÑ5Å-Su0+EEjqJη\®1Ó[S¥7¥0%µÛ§ùÓ
®õ+¶6\¸«|Ok¦*îTÅW«S
W
¦*Õ;â«)ã+ÁPÝF*¦û
Ðß®)kÓ)6Ø\PØUcÃ\GÓí´QpRÚÆ¸ÒAS1ï+ÑJíZâ
RÀ
òHpa-SZSS[§Ý¦ÛaWtØ`V8«©Zâ«U¾¸«AûU\
·í%iCô`U¡Jâtßüúâ
êîpÒÛmEé'aÓMâïÓç
U£^øCª2Hi*ìU¢i-òÂ*ßLU³»hUÛUªS®*ê×[ÀW&Ûã©9´>xªÒN)qßç»ûâ® øªÒǵËÇ
®ZvÅ-r#nko¹s¶«
®Ç
¯(:U ¢¸«\ß4FÕÅ-«öÅUS/WÂ
Ä×
\
Þo®*ÝiZ `V¸Wôû\imiÛ·¾]ĸªÆ
[iÅTþÎÕ8¥¢j:àU+H Ðb®H<Õ¿Ïöp¡AC
qÓT,{ôÂ^¥ F*Ñ)]ñV©ANæ*î§hÛ|UnNø«\©'¦¬%]¾X¥rÐ
±V£®*·Å_ÿÔè)Û1)ÈSc.®$Ux`£|(h=pZ·ÈaWr®*àÕÅW
zb«Nº£5Zâoº¸«{bP¸«i®'
j¸ûâ
»
°S+^
#ÃXW¾´^¸Ú¯æpÚ
®â®8¡Ý1WuÅ[«X¥ÔÅ]LUÃv*¸PÑ¥oU¦N[`Jà´Å
2Sk`l
[pJb¶ØUh8}ÂØ¥p8P¸51C¹Wlo×jùb\RÕ)¶nUr¶(u+°ÅZ+Øbw¦¸¯ñUÊ|P×Ûo4¶´¦4¥0*02m|N*¼tÂbªPaCga¬$
Ý;*àGlU°qVPb®\
Ý)
]óÅ\@Å]Äu8ÒÚ×%¶0*§§µ¸éï[7ÅW¨$ï
ªã$¿(jÅ[¦qßh7Å[5Å\=ñWº¸«Ap+xUÃßkcº«}1UÔªÆLRjt¬*Õk]Äb®äLU²tÅTÙHíVRиªÕ¯@+¾^@PÓ.S|R½IÅ[æÇ,Ä]Ç*¹TU±^£85qUêp¡vØ«©\*ã¶Ø«GßhÛ¸Pâ««ØaV«´~,
·lRãðïµÏ§pàVjwÆÖM±JÂÀ«\RÒòñUejo
ÿ[¶6´Ñ8¥L±«häâ
Qí
\qU¦:]ZtÅ\¤ºáUàw8¡kÆGLk)k:tÅ\Wk*ÿÿÕèLÅruªÃ?,ØÒd¯\N ð+`áCÆÖ®øUw«|·Ûl©;UÕ¦*ÑÀ«JÓ¸¨Múâ«9±ÁkM ¡ÿ=°ªõm©ê6l5p¡/UØU¾«UÅ\wÅZ`Vë
]µL
ÞookXûà)S;XÿË[âF(XÇTÍN)oq¶(^²Ó®ZoaQßµ'V]ò)iiL*ºâõÅ
õÅVñ¨Å-#¾*Ó?½ñVâíï¶I«¾Ñ ÅWq'¯LUiUÊÄw®(oÕÆÖ¬¡°¡ºÓ|Rî~«`múâ¹î1VÁåòÅW
p¡Ü~ìUi`JµÚâqKU8PØn[b8k!í+(qK¸Ø«F£|
¶´ß
νqJå&¾8¡p oøaV÷'.LU³Vé¸-qVéá
\*7ÅWÅmþX«^ØÒ¡ï-qÅ_ÿÖètÌföÀñÅZÛ[Lv*´¯.£lYÇ|®â~Uoá]ÇÃhß\ «L¨«¹Øªî£
Çk®ÂSZp%¬UÀU½±CT8¥®8«¶*¶¸ªÂM<p%p«¸cKnôQ-âÀï\+8ÚÓ|°ÚrÅ]\UÝ:b®U¼Uo\Uw\U¼PÑ$b®¥¾8¡®,RÕiúm
£ß·^ø«h¥vÀ
#
¯®(ZÇ®]Ë
\UÔ¯LU²)
Zë®b\U¡WPêSXø¥a©È¥¯L˵ÄáWb®«\|p+¸Po*qK]1WðÅWñŧ*Ù®o*ÒéØâ«K\p*ú
aV8«U#®l
áUÕðÅZã^¸«GÛ)\Rม¦zl:âoÔôÅU(¦ÄÚ)¿R¸mip5Å[PÕp%À×n¸¡Õ Å]Ë
®®*ãã¯.ªb¤S¬zR°¶hõÅ+Bø`KÃ,`Å+K2ºdRª%ccMðVû'
-`T`JÐÔÅËcWbrí`n+[68Ò- )lbÍzaU¬µÛVñ+·¾l*Ѫì½1VÑÏ|miÅÁÛ¡Å[¯lUpñ8¡u+
Z"1VÐÚÅ\ÌØªÓï´øqe;¸Ue
jvÀ«¸
]Äâ«9SnøÐaß]LUM
7ÀªEk\|U°i°Å¯LU}(0ªåjuØâ
àøaWN*êbÎÃ[ï+Ý0¡²ÕØí
Zÿ\
êw¦)ÿ×èiííâb«z`KtÅ]Ê¡c6´b±1UW|ZAð%¤fn KÏÏ
÷8«ðÆÕP7¢r®n£8Uß,U£Z¦ol(hUÃ['
ÓZ+\UhÛWW
«¸W¾*Þõ ÅTÜ×l-PS[â{áC©LUÅ©Ó\±µ^
¯aC«A»¯L
Ø aU¬qW·í»u;âR¸¢§ Å-ñÅ Å\ªì(q¥iZàU
)-V«jÕÅUL(l*²ÀuÅ[qBí¦u1Woº8«\+¹Àq8¥pPî#¦*Ó
UªwïZ#¥MN*Ù¾*·p*Ò¤b5Àòãßm\Uvݰ¡výñWlUűUW©ñÅ-¨* V¾ç7ßl*¼l7Å
TR´ôÀ®'lU®#¶)]B1CLÔÅV_öâ¹ÓnÿÛUU¸õÉ!x|m
×
¸UÝ1W
÷ÅWvÅ8Ui©;àKµ×|UØkR¤Ôí+WµW*â1UÀ´ñÀ®¨í¸F*¸Hzñµ]E|4w
b¶Ó-1U¤S·¶*¨
DíLR³îtÛ.å
Z¦jïßiÿ~)\àtÅVpßÀ«;ïUª.ç\6®Ç_PzâtÅ\EqCT§\R´X¾G¦l0úqVÔß
l!A¶¦E+¹ß
´Õl
´Gµ)sU¯O¹è{bOM±U@´ÂÈ^ýqBà«ë
O·\
á® aVâñÅ[PêvÅ/ÿЦlÕSï¼MôK°AúpÚ®\s·
H®¬â)ZFp\Rßi~]2)pUq# ßwÏ®*ØP\i]ò·8ØÅ:aV¹`µw3Õµjïªð0¡Ç[J`Kºâ«NÛb®ÅZ1W`Ka|p¡u1VëL*°ÐïZâ1¤º¦*Ø=±U:iL\vÅ
pÅZRA¯o|U¾G
·Ë\(qBê*°àUÝ0«±WñV©®¡¼Un)l·Å[Åw=qJÓ¶l=v¦Ø«fqPqV8¥¾¡¯)hbïï¶0«¹bò#80olU½»aWS´1Wbß´¾*îÁJÐ]
UPACARA PITRA YADNYA
Ada empat lontar utama yang memberi petunjuk tentang adanya upacara Pitra yadnya, yaitu Yama Purwa Tatwa (mengenai sesajen yang digunakan), Yama Purana Tatwa (mengenai filsafat pembebasan atau pencarian atma dan hari baik-buruk melaksanakan upacara), Yama Purwana Tatwa (mengenai susunan acara dan bentuk rerajahan kajang), dan Yama Tatwa (mengenai bentuk-bentuk bangunan atau sarana upacara).
Pitra Yadnya berasal dari bahasa Kawai.Pitr artinya leluhur dan Yadnya berarti korban suci yang tulus iklhas.Pitra Yadnya adalah suatu kewajiban dari preti sentana sebagai wujud bakti kepada leluhur sesuai dengan Panca Srada yaitu Widhi Tatwa, Atma Tatwa, Purnabhawa,Karma Phala,dan Moksa.Anak yang berbakti kepada orang tua dinamakan Putra, dalam bahasa sansekerta Putt berarti neraka dan ra berarti menghindarkan atau menyelamatkan.Maka putra berarti anak yang menghindarkan orang tua atau leluhurnya dari neraka.Seorang suputra (su artinya baik) yang melaksanakan pitra yadnya bertujuan mensucikan arwah atau roh atau atma leluhurnya yang telah meninggal dunia.Atma perlu disucikan terus agarsuatu ketika dapat manunggal (bersatu) demngan ParamaAtma (Brahman atau Hyang Widhi).Pensucian atma setelah manusia meninggal dunia diartikan sebagai upaya membebaskan atma dari ikatan-ikatannya yaitu Stula Sarira (Panca Maha Butha) dan Sukma Sarira (Panca Tan Matra).Panca Maha Butha adalah badan atau tubuh yang terdiri atas unsur-unsur padat (yaitu tulang dan daging), cair (yaitu darah,air seni,dan cairan dalam tubuh), udara (yaitu paru-paru), panas atau cahaya (yaitu sinar mata dan panas tubuh), ether atau langit-langit(yaitu urat saraf).Panca Tan Matra adalah pengaruh semua panca indra (mata,telinga,hidung,lidah,dan kulit) terhadap atma ketika masih hidup.Pensucian atma ketika manusia masih hidup dapat dilaksanakan oleh setiap manusia dengan cara tubuh dibersihkan dengan air, pikiran dibersihkan dengan kejujuran,jiwa dibersihkan dengan ilmu pengetahuan dan tapa (pengendalian sad ripu),akal dibersihkan dengan kedyatmikaan atau kebijaksanaan berdasarkan ajaran agama Hindu.
Adapun pahala bagi seorang suputra dapat dijabarkan sebagai berikut :
Kirti yaitu mendapat pujian dan kerahayuan atau kesejahteraan
Mahayusa yaitu umur panjang
Bala yaitu tangguh menghadapi gejolak kehidupan
Yasa Patitingal Rahayu yaitu jasa mulia yang dikenang, diteladani, serta membuat kesejahteraan bagi keturunannya.
Pitra Yadnya terdiri atas tiga tahapan sebagai berikut : Ngaben,Nyekah, dan Mapaingkup.
Apabila ketiga tahapan ini diselesaikan dalam waktu 1 hari atau 12 jam maka dinamakan Nandang Mantri .Sedangkan pada upacara yang biasa ada tenggang waktu beberapa hari antara Ngaben,Nyekah, dan Mapaingkup.Ngaben dengan ngebet tulang dinamakan Asti Wedana,sedangkan yang tidak ngebet tulang atau langsung dari jenazah yang baru meninggal dinamakan dunia disebut Sawa Sedana.
Upacara ngaben memiliki kata Ngaben yang berasal dari kata ngabuin (huruf u dan i dipolahkan menjadi e) yang berarti menjadikan abu (diperabukan).Upacvara ngaben merupakan serangkaian upacara untuk mengembalikan unsur-unsur Panca MahaButha ke tempatnya masing-masing yaitu unsur padat ke tanah (Pertiwi), unsur cair ke Apah, unsur udara ke Bayu, unsur panas atau cahaya ke Teja, dan unsur ether ke Akasa.Upacara ini dimulai dengan Ngulapin di pura Dalem,memungkah di setra,Meseh lawang di catus Pata atau di cangkem Setra, masiram, lalu Ngaskara,Narpana,lalu ngeseng dan nganyut ke Segara Agung atau Alit.Ngulapin di pura Dalem bertujuan untuk memohon ijin Ida Bethara Durga sebagai sakti Siwa bahwa sang Suputra akan melaksanakan Pitra Yadnya.mamungkah di Setra bertujuan untuk membuat simbolswa berupa kayu (cendana atau sebagai) atas ijin Ida bethara Mrajapati.Bagi jenazah baru simbol ini tidak digunakan.Meseh Lawang bertujuan untuk memulihkan secara simbolis cacat-cacat tubuh jenazah yang diperoleh semasa hidup.Masiram atau mabersih bertujuan untuk membersihkan sawa (mayat) dengan cara memandikan mayat.Ngaskara adalah upacara pensucian atma tahap awal.Narpana adalah manghaturkan sang Lina (yang meninggal) sesajen seperlunya.Ngeseng sawa adalah membakar sawa di setra dirangkai dengan nyepit,nguyeg,dan ngereka abu jenazah.Upacara ngaben diakhiri dengan nganyut abu ke segara sebagai pengembalian unsur cair ke apah.Setelah ngaben status sang Lina meningkat menjadi sang Pitara.
Nyekah disebut juga Nyekar karena nama sang Pitra sudah diganti dengan nama bunga, misal sandat,cempaka,jempiring,dan sbeagainya (untuk sawa wanita), sedangkan untuk sawa pria memakai nama kayu yaitu cendana,majagau,ketewel,damulir,dan sebagainya.Sering juga upacara ini dinamakan Ngeroras, yang berasal dari kata Ro (dua) dan Ras (pisah), yang secara harfiah berarti pisah dua kali.
Tujuan upacara ini adalah menghilangkan Sukma Sarira atau Panca tan matra sebagai langkah kedua mensucikan atma.Nyekah diawali dengan Ngulapin di Segara,kemudian Ngajum Sekah,lalu Ngaskara Sekah,Narpana Sekah,Ngeseng Sekah, dan Nganyut Sekah.Ngulapin di Segara bertujuan untuk mohon ijin Ida Bethara Baruna sebagai penguasa laut untuk melanjutkan upacara Pitra Yadnya .Ngajum Sekah adalah membuat simbol Panca Tan Matra yang disebut Puspa Lingga.Ngaskara Sekah adalah mendak dan mensucikan Puspa Lingga.Narpana Sekah adalah menghaturkan sesajen kepada atman yang sudah disucikan.Ngeseng sekah dilaksanakan dengan membakar Puspa Lingga sebagai simbol menghilangkan Panca Tan Matra bertujuan agar atma dapat dengan damai menuju khayangan, tidak lagi terikat dengan keduniawian.Nganyut Sekah adalah kelanjutan dari membuang panca tan matra serta mensucikan atma dengan air dari tujuh sungai yang ada di India (Sapta Gangga), yaitu gangga, Yamuna, Serayu,kaweri,Sindu,Saraswati, dan Narmada.Ketujuh sungai suci itu bermuara ke laut, sehingga laut dapat dipandang sebagai perwakilan ketujuh sungai tersebut.Setelah Nyekah, ikatan atma sudah terbebas dari Panca maha Butha dan panca tan matra, sehingga yang masih melekat dan ditanggung jawabkan oleh atman ke hadapan Hyang Widhi adalah karma Wasana, yaitu baik buruknya karma (Subha Asubha Karma) sewaktu masih hidup.Kondisi Karma Wasana inilah yang menentukan baik buruknya kehidupan dimasa yang akan datang setelah berinkarnasi (lahir kembali) ke dunia.
Upacara mapaingkup disebut juga sebagai upacara Ngerajeg Linggih, karena mepaingkup artinya menyatukan serta menstanakan, dalam hal ini menyatukan atma yang baru diupacarai dengan atma-atma yang yang sudah lama diupacarai yang berstana di Sanggah Pamerajan.Upacara ini terdiri dari dua bagian yaitu Masakapana Nilapati dan Nawur danda Kalepasan.Masakapan Nilapati diawali dengan Ngulapin di Segara sebagai permohonan ijin kepada Ida Bhatara Baruna, kemudian Nyegara Gunung yang tujuannya mohon kesejahteraan kepada Hyang Widhi dan dilanjutkan di sangah merajan untuk proses panunggalan dan penstanaan disaksikan oleh Catur Dewata (Iswara,Brahma,Mahadewa,dan Wisnu).Bagian kedua upacara Mapaingkup adalah Nawur Danda Kalepasan yang dilaksanakan dengan persembahyangan oleh preti sentana, memohon kepada Hyang Widhi agar atma yang telah diupacarai mendapat tempat yang baik serta dimaafkan segala kesalahannya ketika amsih hidup, termasukjanji-jani sesangi atau saud-saud yang belum terbayar, agar dipulihkan serta tidak lagi menjadi beban bagi preti sentana.Setelah mepangkur, status atma sudah menjadi Bethara Dewa Hyang atau Bethara Raja Dewata.
Setelah upacara mapaingkup atau ngerajeg linggih,dilaksanakan upacara maajar-ajar.Tujuannya adalah nagkilang Bhatara Raja Dewata ke pura pura stana para Dewa (Hyang Widhi) agar mendapat restu serta dikenal sebagai atma yang sudah disucikan.Kemiripan upacara ini seperti pelaksanaan TirtaGamana bagi manusia yang masih hidup.Adapun pura-pura yang wajib dikunjungi ketika meajar-ajar antara lain :
1. Pura Khayangan Tiga setempat
2. Kelompok pura di Lempuyang Stana Hyang Giri Jaya
3. Silayukti, stana Mpu Kuturan dan Mpu Bharadah
4. dasar Bhuwana Gelgel stana Mpu Ghana
5. Pura kawitan
6. Besakih, meliputi pura Dalem Puri,Manik Mas,Pedharman masing-masing,Penataran Agung
Bilamana ada kesempatan, alangkah baiknya jika dilanjutkan ke pura Uluwatu,Pulaki,Batur,Penulisan,RambutSiwi,dan sebagainya.Setelah meajar-ajar,maka selesailah seluruh rangkaian upacara Pitra yadnya.
Diambil dari Serial Upacara Panca Yadnya
Disusun oleh :
Ida Pedanda Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi
Griya Tamansari Lingga Ashrama
Jl pantai Lingga Singaraja Bali
2IFm²ÍéÜUÞëC¥&_*Ƕj%Rã§®)--s>WÔ((çµ*lOÚµMXiò»DQùhc·súÔ#>a*J©9Èë\¼ºõ¾MÎÇ'û¹Îêb.ü3ªn®iåÜnq8¸8)J¥vÐHõÇS];â$YDhµÙÚ±2]N>ó%ìæ³ÔdÖYØÙGAØÀɦÆ*ÔÖÃi¬})ÛC¯Ý°«ÐPN*yHöXÍô¦´9%¸OJuXÚ²,ÅÏõ Ü
Ø=+Ϋ±¬µÙ:¶AT«åGqÆ^l9j$ÝËjÊ>ø :ï#8à×tS8²O0,d0G\ô¥IÕ²T#[Êi2®ì)r\¸cõ¨&B>تó1wM«¹ÁÎ=)Ì»Î#ÐôºØhAó+üÀ(A89ÆíE´9Øþ- 6áó~#/#£r[951!Ŧ7SÓ´²$$
Ü£nÔÁü+fìò»²ÏæÈÅFqÀÀç?äÓÞ»N~¤VièfÝäÑ,aUpÀo#;Ò67÷ïSm
9K
ÌÜÁöáµ#'9bJÁYcÉ{Ó¶a2=;T=µ7ÌìG÷HëOÜ;zqY'¦§\nÈc<ùW?¥Yþb8½ëËQèÆ6c¼y,Ã?!ëZ(®"r2ð:W$)ÝìîUf=J½[i#UÈp)W3¼V§TLù`¼{U)6íaÇ<úzWLî¨ô+.d÷yÉÉò*f?õÎÞ8<gÛó¬dÕ¯cϾãâÚmà§_Ëó§Hì¨'=ð9Ô¬cU²%Þe½TN*Üp·ÏåÀgæSYM8¨òUXI×&óFõʱlô©RVHêSæ±n[eXüÐgà+î'¿òªé,±Æí^FïJÂIs]W-Òä(ÚqÔqD-æÏ¶aùÔV"Ø-ßÕ.òË(ëvDÑFùóQÐ>ÌxÍuÓ£h»óÀL°SÉoN*ÄS²J6¨1´qÅm/y)X½åÇÜ3U8¢%sÊç½G·ãIû±¥ñ³ tVõ¨dkv÷©æVFs´#,IóNõONÿJ´gI!ùIÂN´/uhB"*ÈaS¶*§¾z¤Ridùo#<Í6ÛHw¾Ä÷ÙSÃî?*V*d"*]ø®´ùy· y
W={dúÖEýÒÉÔHnaþsUfsÏÜV($aVQÕd$\ô®mM]j1*j±êsüë`»ûýÛñòlàcéYNiJÇe?ì«0íöO¯ãUVÚI§QWM»Èù}GÖ¹î6Û°öFLB°qÐ~j!å¨1È;rk8«½v6W®ùvÀ£ÍÐþô±Àddï¼]$ÖäÏòFåå[ýbôú
TapwüÍùH=ª©ÉìdåËËFIo͸nÎsÅeCóÉ´´è7
u-Ì\u¹¥öb@#¯¥^Tû4ùC$üÝøÚÐæn×.^â t#?7LÙ°3&âU±ó\»»ÜuÞå`=1ÍUºÎp«·åzSi·bæù]@
,Ã`{ÔJ¯6@o¸uF|Ã
¤ìIlX\G\NÕsËGx
)jt(ÙÙ®Ö1t]»1õªw%@26¯^¹¬S³
+"F6»oÍÁɧ$(ÀÏxéF7V<ôÔd(ÉRyÚOãÖ©^þú-5½ÜtFrw3ZÝÄôîǾ
@,Jyù××ôÍ©ÂÖc³1Jý(=Êr¼òøy¯:µÒguµ5ê«#.á&ÖþеH²)ñÎxäÒ¢|²Z¢¤tÖ·BL|«6ÒXð2kiîvAÈ ¯|þï§%a\H³xpJg¯j²;䣨yñ½õ4G$6²ù,Üÿµ©hWÏ s´3J¤¹ÎXÔçËÉ6ç¨ÍóNí¹WkÔU#fuµub4+(X~W=*½ÀdA!÷ÖðL"ÔäùGØ?ä75W$|óÍL¥`µ>È¿)fë)X,ù!Xíã¨ å¸ ÿJÕù19ÉÆ9w/÷GZÍor""í
@ÇøTÛÐ+@®®eb¯Ð®Ü(öæGÔä<£Ö¥BIÏqé\òÔAbHdãýó\ÍjkbUm°°ÛóýÓXÆÁ ¯Vº®%Á1 òÍȨ#Y\2WÞª+¸¤µ´ù³øúÐÙPvFJÂLXð,2Æ(`íþxâ
¹²6ÀùG_ZI\vÍ\¬eb³eÊ?*Uʾ^µÁ;={÷ç0ár;u©lGæäçõ¢O'Þ·Q¹ÏÔEí7$¹þµ·¥ìOÓFyLnÇ,Ä0=ëòÇÎÖg!©H>ücy+f®ÚÌÑ0ÿíùNµæViÊëȨèÔöi¾ðN{V©\¨ÆI#¥va⢻+"à?Â9Ü[×<×éßCN/º9*_ê*Ð+e
äî|
ß<s^´beEmµÉmGøSl²È°+Ä`ÁS÷N[1;FÁ%è¿wÍeÞHÛ21ÈVï]î:3ÑS²9Ù路x(ä³t»Ëþ|Xûu®ZsG$ÖÇ?;pNZ£h@01Àüê&ºTv
¯·YºÏNjã+;3xêK6$ç=}*ÔsùÊÎdsHÜW$çéYr°yæ-Uä.ÑÎ=«ÒM+µgc:èïÀíp£dàúÒÃ(ÚdùÀÆN8?®+5)6¶3[UÕd&B©1NÞ$|²1ÑñÓÞRIrÛsKÚÄ¡RR¼ç#ϽO`es»8È÷¢1V}ÙÑÏi$M,»Ãóàå»sM\Fz;ÇÈ de%s¦R{s7hÛ,:F8Å[ÂÁX¨Ü^¨¨¾k\
bÙ&_â*0zU9îQXl8˹>õI(«N6¸%xÿX¤ÞVE&ص¸¥9kæg4R¿¶ÞûÙÁòþ½g´Ì*Jñ¼~¦±»÷&K¨¨ÞY2;àÁüx?¥\1òúÖr7®æ]Kþcw7wtÏZI\KhA.8ÊUV»n¬ÚúèfoxeWRpXñþ½kÀ±<q¤HÛ³ ×J7½5Ðq\ÏSiÏw<cnÑÁªò©\~T
9Ð×S¿7oëô4³¹^K ã'¬~½ëjÆDÑ̨
'÷cq[SºÒ[ÂWC ¦cn·Â9Û÷Nã}kTùbÕìÛ0¢]¨í¸ïÈ9ǵK,âp<¨Üy$cVwd©4dK GÆ7¸êUGl0VAùHïYÛèLS³]Ï"åq=+Úü;/îÀm+üL:ô¢ÛV0Öì÷æ6¶Ú'%<âºøsl"×y¥«8R´©]Émå¬LyÉQéç^yy0]ѳ!ÜúÙý+²
;4|½z²±ç/ÓE)gÙ²åzù'Sfk×2s^¬ì.g³aqMNd'Ò¦£¼NÚoSÖ¿+SDaøçºqÞ¹ýnñãµS
n4y^ÅÆw>ûº<RÊòÔõ§oûÖYgÜQñk®ï¹NNÂl¿(ü*®ûÆhÎÓó1éÍk$kÍ}
hîÖ8HwSøeÊ19Ed¿ïÒñס¼lÕ?íµwî$P\Ü·(,ÌWóç ~
iÍ3[Zá®Â²£K§½YÉiH2e÷OzâåS´¤mF
M&gû9pG#gõZyØ@NQþ$×gÂ×'bÀ³F
Ò&ÝÛIÆ+PºÌ¨Å0(
%ó¤sì®mpÒÀh\¢áY÷5E¥\3ÏÄ¡c¸'$ä6{WÏͧ5g¤¯;¹_·-HÛõ5¦n!HòÄ37Î=+}¤ÄÅÚ÷$]»(˳¤/;GvºcQdb¹ÃÿJòÛäÖZæ«hY¼ExJ¨§ðÈ÷¬ý«#nPð8#=ë®ðÒç¢Ò¾¥¼T
û\XÁô£+ĬX³ck¢æâa9rIç$^lhÃ.ÑPÛ\ù[~Ü
ÌÐt®äùZKciÞã/<©´{@b\sòÍBغe
¿§¿ë^ʲVïùuUÔæÙÜ;¯ÞÐÂZ^4$e=àóÇù÷¯OW³ü-É=Îö;Ǽ~I£hǽkÌÂ#'ÍÇÝëõ»^Õ·±êFNvHÔÝ,nWzóùÓÖ
ÁKdþúPØÙÒkVQÜéw¹c+dãk·Óãi}
E^©"°·+=ìT¾báY¹Ü~ñìrrê-ÈP3íÝ{ÐäåoRÛ˲ÚD¸l"üãÚ¹¹âÌm¸!Cï]oYKcmTlÌ#!ã}§*Íõ¥·´oW8cêk&¢¯(ìÙçR«i3vÒpÌH>ðyô®4ib`ÿ(Î3ïéDiòÜúz#*å_íEfvW^K;÷ªsìv%õä×Þ©ÉEÙVö³2YJ^|£©%py#æà*íÛÎàxük}âô8 ÔYµ$Ù·(ëQ¨7ãYQÆ[¾ñÿÍA6®¹K[cásl8ÿ8¬æp¤Hç¹cSHÁX»m4o§íe>z2q
ï\æ«:®Å a@VÙÀϵuÅ{×{µ%¥,àHyVOobkvæ(Ű1d6×µv¸¨+Dó:i6ËstA!Ðg;úWk®ô;c`q÷ð:W'î¶uSJ&4ñ±Æ#\½ý´²%AêÄ¿
y8Jp÷æz½®øÐ9*¸
ÉÿõÖ¼ypr7t8ÇÊù¤´fã/ÙÉĸàéùÖ5Ì»åeêÝs'ר®éNÞèªÉ%¡ËÜ+'°÷Ê<zÍç)|$G
·F+Ä.YÙìïøÜàTå-M¹àX£EXòêV<è*¯Äî»ÚStýïuh\á¨ëhöÃÍ1ó·é¿J}¥qGO¥JN)YéúÝlY¦¨Ü¤r;ûV¬·q
V`ª3ÉÍtÞº°õÂ÷8'äÛÏ`QÜ~¾Ç*ùP*×mxÆ0¾ÌèÃÎ̳"ªä»å×ZÅaå;#£$jO=Ï¥x_,/cè%+@5Üʲò¹w]f&ì¯vôöý+Î ½ITr:/·3,k8$¹)®¼µpIn
÷ ¢Õú$öG.²<EV6'æb*ý¼A¶cÇ#óÒ+ZG§vÓ/mdR7¤õâ²oÂ,ò)Ç~Gò®©¶º©F7F[Ü,¥T+~º
ÚÓ¦Þ<8æ1ÉÛµc)ÚVþ¿×Ëíq÷7/#æ¹ÅS!RT7|ÿÄkµCMNy=aA¼E&Iàôµè^µIñ+/Ý<T©®wÛ_¼ç÷Ñ©<Pu$!Üy~T
Ïáp««)ÙYÙY1sµA]äÿZ3¶ÔòØ\sN¥Ghô<ö¹ÈP¢ÀòV=úÒ²4[éÇåæækæoBI,<Ç%@,vG@jòÊñ¡«¹à°®§ÝÎÏfâîVgjÞ¥x,Üç«3´n[x#;¸ýªZ+÷ueY"«a¶å¡öý*¤ó®ù#ågÎÝßÍ:©+ósfÓʶÁzrG4èá$dç<ô¯^ºU`Ó¹½b;~`çgLâ°o¤0ÄÀvcüëØùQãî£áÙÁ@íÛOçüª;;òb1ÉckÚh¿÷øãÜÕóª9ôôÅtO±Ò¢ù|Ì+ÉÙÆðÌàá|¾zT£ÀÉ/Ïã^J4ÓüëüÎ)驨
¢À_»ßos«w",¸*G`:vM¤Ú{Z&&ñ%Ð1Ü®;W¢ø6ܵØä+KuçøWM¤äüΪ^óIcèè³B$3ñ#§á]R,(®à*×Þ¼Js¼®tËì>Ð¥çûßH±¢îpàà8¯Ù©Fço´ædêW÷¨¬3ÈAÀ#Ö¢µxæG@ZGF F0¶(´ËQ^äqÁæYÉ%¸±09ÿÕßbJ®7)êV½=óµàÔ,|§¨j'dOâm£VKìëÕ½E~¤¹,|NÄ×mØUÜn\ó^£_mUÚÛYyÃqïñDîwáçyÎâHÚKRÎån?®÷;cð@áO\zVtãFïs¾ªh¨ÛwHy-»¿ÓÖ®ÚÎZ]]Æ7=ÍrÊ<²¹ÓObrÉìG~BÖkCæ¾é9^õ|®ú9]óÚ«¾#*®}ºâ°¯Ä¤£è[¦Rº9'7¡i7¤µxçéP<Jó"ÎW\R§ÊìqNòãíü±+ÿ-nø®2ú3vá\7hcÛò®8¾V:²rV9ùÀäH¾Pã=¼ÝªQq×ßi[#Âu±¡P!r /=~«HFªûæ<gq¯Ç5Lî¤ZFÕ³}¿Äyvôxb2á²Çî¹úWN½Ï~3Néð)
9ÇqÓ=³Rî8Ýkº|¶±Üvá¶õùøÓαl:cÖ·Qè)]² q¤þj53Ï©Üzk9EsF
n?bù\Gñ5\THÓª;V$wGÌiÜBÛzåjázÖNVbk[¢Äp±ëïR1Q2m|d8§FìÈÕ1YSî°=:TL1÷O^höq{"\u¸©&xAxÎ*DMÃ÷½WÀþµJйsóÈûÔò°dX½
ccWîìãÒüD)ÕZèºe+ô!s6÷$síSýçbÄíèëNNìPzjVegB*9=E@¤¨±ÇÐnâüÀÇãÖpÆÞGn{Ö©·aYAAÀÝøRDÓ9eÁäÇùïMìsu'(ÌÒD2ß.î¡}ý
FÑ
%p¦ïóÖ¡hLE*v®y<úU)r·D1ÓÕ¹ëVõAuaç
1øP3·;v¥i¡Îôw]É'ý±UãÃv»Tß¡qKqíò'îñëØQ±X-êæ¦ý¤Æ«óÀíP<k¸yõý*í`è!QßôSQÈpd2´¯mIZ¡T*X8!OjUV}Ùl½ªn£SK½FD-¸08Tw>Tp£;¹çúWÇt褻U(Ñ£1#í5æ±ÚpO`ç[:+©ÇdJå&;dVÉÏñUÔ@pÑnù¹ùxǵy±nÏëþ뤻À0FüX:óJ£Üê~nGwÖÖÐè³² VùJ>qZ³äâýÒe#ÔWdéò¥Ê
¤Mn¡£W|û/©Çj[vúW?³hío¨_æ.¹ÆIêjôa·BêAuÜ3ü¿JÛáÜûú2y¡cÛ½25á·)RN äjÎÑ©¹fݬ_¸o78ù¹éÍbIpΡ[£w5ge×"¸7 Fãã0¦îónìÃ?çT÷íОT8+±RO|ûÒ«+n.^ãz\¬ÅORü$ÈvPcs3O
Eò§éY?Þ+#ksj¤fár»Ï=zÕ¨ã̧Í!£E*}jùv- ±Ûµ óÎN;Ö|±ªÈÉý¤däô>Õq³²g;jö3f9ÔîmÃõ«bçËù»V/o_JßÙÚ(i¤)o4`s¸.sXÇyË1ïÉöÅjô++®q+nùƵaÝG÷ÐÌÆÞ¦©S8ªËö"Xq»º#ÂÁÄÂ=¿693QZ¯sE±æÒ¦Â:#áv/éUÁ"°ºuuâ¹ê+Êçl]ß(éÈ£å=r)¶ÏöguQÜä{t¬¥juü/Aâ`\È]¸Çòª³¨%0ϸǦjS¶¥Êw³hß*vùF6JäS0}qYIsjÌ\ýÒp«%°¦p[=8ïP«ªù0qÆOb+HÚ,
4Ú(M«xÍ»¢6zMÄVª
ܪÖc¥ukËt)Uw²7ÅàOÄ1ÝVc.òJï ×ò«s²±zª"Ý#ùæG ãAmæÊ·OóÓ©¬â5Ùͤ.D.aÝHÞÏ×s£çÅ+ QØ(éøSr³lNqnUhsà6ç°ê*¬÷ͼß'Ö¡Êì¸%?ÊÙ
S¡jV4$±]¤dzÖéßCª÷Ô¨Ó¤N|°ý~Ó²8ÇÝ^ÿýzÎoJÆ'6ó0£Zs!gRrF°®èTwHãzèAŗrÚFÖXêxl§ ú×}£cêà9a
TíIf&Lõ>À׳½Gc§!«BÌ»+`*X§À+Á8ÈÇ´bGM6äîi,A§Êzíä
p2ÄÉòüÃ=«Ë
7'·ùZÍ[R¼*#k"®yîML²38²¼çÑåÒÇ;FWÏpË»g¶*X¢iX¬¼(,zgë]®J)$uAÝX¿_cH±õ³öH¢`±¶1Ïzçwg\)Ø´*©[£5a
ÅpIYkw®ilTNÒF6ïìFp?¥]x4 Æ«s¨ûîr(òjYXíâ$qÜþµ×JѲý_¨®uMnwFjÚågÚ0Ù#;HíUÝã.T6©@§¯A=Q´ô9ùNq«Ö«H
f2EÁ<ô!$Ï+GBHmÕ'$ã<Ó1åÅw£ùÔçövÕ¤¸Fb²«Ô·lÓÊNqDRÒ,®G+¶ÃÈQØ/ûU?-ZBNGMÝ
wEÆKu$å&ËqÉr§½
fEÁëÅR¤fª]XLìÄÝ6·"³î$m¤±Pr=+Õ§Ø»c¼UÀÇ+*A®¶¯
UÈãOϧcÀÚȱý1ÀÎ;T`¶zô?áZÆ]ÎLé 8^¡«+|"'ÆM.ÍÀu®=ÐC±v¯\ö4ä`óü
a+îdݸÁ%yïI´pAiðt/q§/mFÂò:U}Ä>[5·ÂL¤Ú4b2`ݨÉ"µæº9Ó±ø÷4Á©n®yû§ T§vkÍq¬¿ 'íÍF¹vÚrH½+[4hYì`çóÍI?ÈÛdW¸äð>µ\×з©H
f$çRíÃ庬/c-XããA>µhL ydÎ:µ5X(Ú¹cÜÕytL|³ÏòïÔ2(¥S¼bÜ^§Ö.K%kK\µ7`ûûT¨ó2a©4j¢d_ àÐýjµÛ´2D3ÎIùVÍ$µ:×f@X,g îô¥É9l㶬#'åôʸëïThC|¶N=iêT®Næ|äÀVQZóæó
éOÔgéÚ¹g¡CvÏJFÛrMfSv'SÏÞ§cÇ
Z`Gvûãq<þsH¬¦V[o8<QФíC¶áÀärj¡;Ûó8átn$nØáy&íØw<àô¦´%hX]ª£®iVÝîd
ÒHN ZRÜ¢bpA æ¤fç®kÇST´#ÞH#ëLwÂúg½b¹ú÷©ÄE'ÅkhEº99ǵBÜ9Û´Ó<úTÛ`úòk]<Ìrì<T$íªHêJÈFlHÆÑZf;±.çÂéÜÖº°ØÝ¹úæ¸L×Ú²èfÕÏ¥e&8I+18ÛÁÀúv¬S¥K³]Üdzv¯Éi«5¨4¥h£áÑf,1CS-zlB¾kÄw½yXJoGýZÈ-ÊìjÀ\JÆ5ÛFæ©eI$*z1ô×O0zzØz²C?!ïéRºeeÝÉÏÓ5àâ®w%ËçE¿ï
S¬[mv HïÞ¶¥y;²¢uDZÁbàåAÈö;O.(9§æ@úÒzÎÖ:RKRâH
üÇ#y=½
8sn¦o-°0ëZ:·HÛ"34rYÎäQÓ Î~µfHc?LgP4AßRRRzC²bR§f'êk¿-%ÖðOCäzÿ7vqÐ˹U(UbGqTmÂD¾\6à¿©UNZUC.¬Þh¼#]¤ò ªO?9Ê0ÇÌÏ=k*©Eû¡U«YvÑ7)Õ[õKy#Ýrî»ýkªñ3
u+ÞÝù"®ãó¬XäÙU<·8ëjwå76ÆM²eÛðý±Y}Â8Ý·9½wÓÓ}Øe¬%c-/$s
àÑsqE,Cs]Q«ìáï=Nf¹]$FºòcÉÏ¥RRÈyÀóÍ8ÔJ±$³23láfºÇ¯¥a:Nñ7Jö6mj
f*ê¸ÚÝ?
F!ÞD.iÏâ+£â¹º\¡!ClcÏ©¬'³NæûsøW5Oݹ¬¢&HÁÁ/¸²|ªOô«0Ç"¹_ÍÜÒkúþÆ´Á,HÛØÖYPÓ7Ù Ò£öi#KßBË2,d1NHÅ,Cr4à*ªäã88úV\ñJ:¿ò)-,Mi
çjõ8GP·IÆòOTòyªW½ÎWÊÒ2§·[DU`ÁOÝbÙïëU¥"èlîòß¡¸§/Þ7ýÃrÙXZAælÊÜ¨Ç 8ªò_>ilÇ>õëR§fÏ2¥ÖÑ8
nNïéUäÌ+¶õ' '\Öõ5w<úÒÃ_æ;3Ðó·øEJËåÚÌïϧé^j1<)«]3NÆà¢ävÅÎp1;ÖmîÎ5ïlO)7Dl`YB}ìöÏ¥7íaùGM¯jÒ²:ùT#n¥ë$[t^W{r{ãÖ½cÂÒã¬qP0Z½*znpÎ_Nìó_Z?ÙQ§dU_r0M|½«¢¬>7Z¶eP§}ÎrNÔ`Z&ýÓÒ´¬z¯
¬¶Â¦QÛóúõÚA[Áóf1Á'¿5ùþ)®{
ÑÔi±âvØv¡SÉ<þ½Z0@W~3^SjÚÙ£
¾ÂmJüÛ5³j£Ìó'ô?p÷®6¹µBqiØÕ¶l|gÆtGµÆ6+È©ÇÔúüIª¶Ck±ÛÈRr{ÖV³¨h 8P dú~Ï;'cèäþÉËH_ÎåÎ
&A·kcézÆdnß"±RâEmÁ²ÛGáüéÖÒÒlV'wC^íyüï#Q»Õ¢ìrVBYN$µd\9?AÞ¦MÓ3$6Ì'qÜ× 8®f5mãr7^ë{8ùFÚãPm©§teZy¦cøÚUõ¾*üö*ÊÏË ûÔ'²gmkcBIH«ç+ôÁÏ,*¼§{ªº*(adW\ûR7mÜÆJ++Ï\Õ
ETY6lÇ;¹'Þ´¦ù¯ZE³!c)Âp©ªÿ`3ùªÞ¤3p¹ÇjµF£cÃö~Õ\ÌUTb0F ÕYÈWÆs×q]oBÞãh¼äDêA*=Fj)ãòÝ¡B¸ÇúWÒ½ïÒÇJYFè
¡L*(íUB(
ã?
zê©g×úÿ!ÍmcV(¤rfW
]£@ulK->íûsä_%^2u=íü2ýÞ£ Ïó/$üÙÁÿ" ÆGÜÝ}~¼S§¡»¸¶Ùð3ѯPl¥±c"Úà²è£ÓëJ¦¤Ûîs¸sêT¼¸sT1&Ñ:f©@ÒÜÉEsó ù]ê^õ»vq"K0Ø+·Ë»§Íqú
7GÑR³å÷^·G]rèb
2D|HfÉ$:ØÒíÒt7ªJ±ãoñ®ºÔ¢·[G³îwðÏZ¬cc»z`W=jÐôé%а;eo(©e?)qÔý{ÖLìT̸ó$7AXÂzhwÎÒZ'13¶OÊjìô¹Z(Dá0ÈÏ4;Û]Ï.2åMzôO'OÈóÅvmÒH6ôÞó^UHó-º³Uå!³r6ò?«Ê=Ú+»]§×~µêSq]ÎiJÒQGc§D°`Èu©óû·;/+ìîÊÏjU$lÉúÖyË3F67Éõ©)'¿»Óóý6nÚô2)'è¢q4«Â|¹Óú×J^éô1ا}¸¤
Áù·¯=9¬9¤A!pàêkPF¯·ê:è¯p¾SÛ,äåpré½h¢$"h¹¯.Tqr'îÂ3¸n(¼`U&Ù½¼¦yÃß·>õrLÙ$
åÙUH-°+zÎÀyæ}þµÏ.k£¦7±'$<ñR:ͼ6
Æ}Õ
¼ótÔóä¹ÜÍä÷qÈs[°¸Y<J÷5ÇK:ßõýhrsY´khº[±±®0Fpô5Ûù¯,n"Y6~aµè»8éÔé¥iÒïÊe0Hà±÷ªfEfÛ.6§CsÛñ¯5YE;E»Ú¸:¶3×wñSÖÙwHÑõ=09cN)ûÍì¶.D]¤Û:
N¨ýMRÔ;vba+ÔúÖöæmí6ÌîwHÆ5Áëµ8ö«ÖÅ~Я.ÐCm;ø {{WfªÂþ×ùÑå³6®YLÙVQÈ$¾lî$)Ç\WO»©GfÉbº,O
\cCw½!xÑÊ~^ø«QæG¯±¯áåy²)aÓt<õë[V±È]².åÂ' Té;+îz4àÜ[:r¾ç;¹$vmØ^«õ#&Ȳ±ãg?waonÿçýy3¤Üµ£e
æB!±3Á5ê\ÐÖ¤/¨õõªFC#±®ë×#9ô¯:qæ¤Ï^Wiìmä÷VF\d2}+¥Ðaùæ[Ôm~oæ+ËÃÓ µ¿ùéBÈ×¹¶I 8ÚÇ}+Ô
Ã0 6'EQòéõ)ÔIW÷uG3u?_ìÊçZÑÒ%- óFQ©ZèçÙÄòãÝÑvâé¿WÑAÉ2°"¸*7ýë¬ÙsÛÝeG´1íBAÎÕ[%qçª@
vÆØUÉHínµÍ߬^`Kp2=k®RÝès:w¹"ÇömÁb¬ýO½zTÂ.w|§?Òºc%ùîsÂQ~öÐöò¼søb±e.IUB9_nxª¨µ¹¥Hû·"ù+`ç#·Ö¥6 [¤¯cí\´µêqEû¥9cû<MÈäïéô¦Å:9TáN2+£$÷K¶ìÀn°9XÖ¬Q¥ÂoÊ~ÿL×l§Ë+Ñ9KË2LÁúe²GsbHa*Ààäuê
B5û¤7)ÁËß\
C22*)DBôÁÝ¿æÇÊÈ©ö1z=çF&dóþôÚ1¸e°yZ[pÜdG®ÅMÜÕGR«»îädõ³®a&-÷fLcpà}kÑô8îä½I¢É(7ã§ZDu_ò+£sVr¹®ÌjM«ºC8ã¥Bò.HL`+c¯µqʤ[V:£%ÐÏdUBªSósÐ}j¦e`´g¡QÃ
Á6£xÿ_×P{¡#|x
m'&¶ Ûköpv×¥lÂ;Ì3v¨R# rǵ25có3ÀÅuÕJçs}u8FP¬@äç?áPGmöyIçq!ù1onðN«Í¶xp¿&ÑOÿù,ì1Ðq^¦¶Ä
a¥R%o_ZôÛÃotÌ °ÜÀô¯OW}ÿSzLûÂׯ±aÔ¶§qô®¶âG7Q#
>â¼
ÕmxeÏ
hNXààqjdî±>'|Äg<f¼åRÚ+DdÇ1*X² ü¤cÏU4±G/ú~UÑ{aÎzFõm´Ò;s;ñ޼Ƿ2IoÄÒȧvÕÚì}ëÔ¦Úhó±¹iÜùP¶òÜG0.ÊܹÉö¬6³Ì18?JûÚP椮õ?3¬¹Y~°ÉeèÉ®¢Ân 8Hù
®mÃÊó@DÚÊ£ã¥M4*Rô. PõW.>îîr̳°ù».wj
¥uQ+c'Ò-³'$Ó*Ë2DU{þõs]Éæn}ØØôOZÍÉ´ìq¿{FVðI³®GB?ýuF±`Gòg
½mNÍóu*1ÓA¥`0Ä)+Î(YU§?gm«§û×µM¤üÏ6w¬×ål±9Ü:ý)[P|à¸}(êsI·ÙÙ
R(ØùîÊ#j$ªÍ¶&wzX6婤5
OÿÏ4]¡§MÄè¦kbÔD|±²*ìä½Go\´Ç½sΣw{¡Ëre²K)pè+"ybÄ|Hí^MIZVG]Ó!Ä@Õv{óëQ4h¶ä@¸#Úºe(Ý2øµ bå2ûy«ÉUضî'§¦E|î*~ÒüÛÁs;ÖÊËtcI4q²0r¯
U^p0îq_ RnçÂ˱gfå
£'¹ÅQhÌ s^¤jèáä×Qb˾$áIãoz¾#UMªr3ì§;Äjb*î|Hþ_JFsóAÕݵt]¡*HL,XôÀëOX@ÃhÇ4Ôo¹-ØR7¸*zàR;n0nº:bÕ¯aµç#¸9¿JÊ^öä©nwáöÆ>ð© ýÓò6T©ã$ñ©·Q¶
fÁÜYN>nÔrccsøÖj£·ÐÊR[
UÚ*®áÆjj&ïò=«²Iµ¡Ñ7Èį8çjÔÈ$;s\I¤ùM®Éøm£¾?
ss°jè½I´h-ÆpØÁeíþAænÝÕO^Æ¢é+2ùFÇGĤ0_9àñN9cPvÐVÐnÝû¶*=ýj`Á¾Bu>¦®Ú3Ú©ùOîñC.2 ¤¡Ë°¯ÐQX4xÀÜO?/C^ÔÉ'qâMäyéÅH²sÇ)XÞÖetw`t=éÌáãÓük©2Aùváx8ö¦¬¤e\ñÖ°rWì52pGLzRùLO³[ètÅ+\ pÀãæã÷£Ê¿+?±ÏZèQæz&âÌ=ZÌD>wGm£ýYÈÉ®JEÃ⺹yt:Ó¸ÌqHFEZV;©Æè1EK`á¨Ý¹¥¸X0
-jO-ÆÇ?3wR9äg^æErËs«vÜÌ6gêIþwÊ;ʶ@®G7{KXܵ
ÏVÏjB©Â8õÁ$í¡Ê¨2c9ä~´îCt<óS
MlÒÑ÷NW¡5ñ«¤0}È®gtí½¶±äîëO
åì½êÔ^¨WFW
£§zq@Ãh<sïZ-Å8@Á!F9jBC&ìãÜÖ/â±J6m]Ì·$ÕóJ[+ǧҬÍÝhû^Ôõå=j:pÀ9§do8?ëEìX ²¾Íû[Ýée;gG5ÏÍïQVE0É$cÖ;Øy|îõ®®kèL`/;ð0{ñÛµ!àu¾Nêl°Ò]DÌ« äḩ6ax#üÒNÂo¢wv|Ã<Ó&-´®@8Æ
9ËSWìã¦^WÙÔ¤£¡0ãn*Ñå³§Òþr¹_2í#¾pjámÈËJ
-k ÌÇ4õL`ãjã¸R¸<dò:Ø®@uæºeò ,YðR#ÁNO^õDuÇGb¤½³Í*±õüë£ÓZj[
pä}*í¼[¦Ü`z×4Ý´6庹¿n¡C¹íS*HNåÚ£ÃWT£¢0.ZûÖê$Ü79ëÿרbÊ$mó#ý+Ì¿³§RN:¡l0VÞs)Î*ÔeÔàíÎ;ôÅíl6yÀd!O9Q_zEBHëÉ8çõ¬#/{QÍ{ÖÀÊU*}²;qU¦
IÚ7@®
wv^*ÄÇzsVãY9u|ÈÈõÅkÊÐâ°¯îC1Z
RÀS¼{{W<ï»5ZY²9bܨUm à§ÖdXÐ,n=Gjã
ã4Ì&ýâ¿T7z"ZFvàðsÒ»*CÙËÞvmØHÅK¯¯Qõüê%vI=Ê\ûb¹ª%¹èÓ²E3$A¯=]Õ]©; ÆÏõ®8Æ{5É<ÝÏ·,3Zåv»[ÎiÂWFèº
Á{
IT!ÝqèhnÇjN(¡*¼¯·)ÀÕÂ!Ü
çw9Òçmã+Ë(GÊx ~UG·iOSÏãY¨Ù½K-ndFeÚ®sÕxÏÖ²Ï4 '³åçgkË.ÀÇéLl¼{123P£ÕÎïa\ÛìL¹çnÞÄÜ#(ÊóÆw¿~Íö1.ìj[Z°\CóÆÒqÍ2tÛ!.ðîx¡{º#Ñ9Q8TpB p|ÃßÚ,rùF6È\ÿÞoJ[½LõlªEB~QɦEc±»päNÍ3PnW(H£å¾ð9¨ÀfYÙO©ö®ØÊÑÔÑG]K
ß!o¸A9Î=ªx7¬HdüÅjk~
8ëb9ßµ×r»ª@@d<`á VM³Qåz¨c³»#æÇ0°º%ßÙ|pO¥nìeËÔÝX#òJÊC|ÝGµ.do)|a$yµ_$©Ú÷Ù¿rIÆÞà{ÕÉd*6ë\þ4à¹Ó:w¸Ã$Lg
½xǽ=-×ìå¶sÛ=·¥K¢¥¡¡+öVdpX*~b$¤§ÊvÕm$9å
ÄyEäÎ3S±!I·0\·Èr[ó¬ígs(ÇS
ñP±%`QZÇÈSÝx«¹4á r¥#BÝvd³(¾lõüêò,e¨Ä»¶®Î8õ®XûòÔÚTºåU\°añÍ2}§1¶ì2mùzÕ´¥gÊ)EI²²YÇbÞ¬89ìM°·n·²¨îs¨Ù¬ m§/9æò!2õÑsXÆQåZYNÿ,wÿõVtÍå!Uàg^¤W¡ÍË©ÓR(J©$@RÃÓ©©¬*ìÀFAçÚ°öÝ3Ks«"«+´0X*äcÒÛ±B<ÑÁOµqÖ´ïÌzT 6aÚ2Ð8¾f$ôÅ6vÝ Ë?Tv®HÍBí*ï1&$ùUNev$hYàI$öÇÜØÀ¤íÀ8ãJ®©&2ì9çë]KANÉ4\U/ægëÈ4/6áB¥uÅYYß¡RT3ÜÏÏNfÇ`½EtÂJÚs6£$*\nÏÍSÀR'ç8ùÏomO>i$9"1)$ô=ù©¼¨8Î
¹ë[©\ÁE+ÇUÊðküì9ç¥u)XéQæÔæfã |Õ&Ï8ïú×]9½="FNÜGÐu¥zõ®ÖĪ65y[°z
nN&ÉÚÃ$uÉØw}=*¤/ÝÎr+FùΩ$+©"X·´±ä¨íãJĦ%aó¦ 1Z2¬3
rnek¤ª;»·Óð¨¤r[gõQPµ#TLo`$ò~ÉTÄa9ùº¥-CãYp8ïÇZIÆ=9+£revùÿÇ)e+=ø©Rw9ùäÜÊqÇa*¥ÊàAZD¥;i}»T|±ëÔ]VѲ©Ê1Ï^jIæeó9ÆsY\±n|(É`ÓÌasÀïþ5
_R-qR8î)"
aUÙl AÊöªÒ(#zzUêBlDùºS£%þUËwDñðäcÐÕ¡²zeªWÃqjÂ)Y8ù6öÈÉ>õÝ$ô99ÛÆiBñw4óþb
F8'<õ[|ÌÆWb¹i0?/ò¤÷G$¾õ¬m¥ß×ìèZÔ\ü£8ÁãuBòÅìô¬Òw/¹úàõüG½5mòçîc8{SoPQЮçl¬f$ÇéS·ûÇw^µ´d+7¹UÀÚ»8P.K}ê¢uy9}©Ñ¼±H^'ØpGõ.%F=ÅfYÛÌPÈ6¶Àsâ¡ÈÒý
¤N)§ ò)·tCÐzrzsVe$«c·Øú`fS'¡®´!jîà5FÙoÏ §{1%@Hã·5&ÎǯֶO¡ÕÍ¥àsóHNf¢ö3H
8â¼.N1VCv9bzÑÐ9¤Ñ-Øúe¼£å\Ãoñ
¢óïyÁ6@Ï>Õù,½5ws»5Þ±«\ã>z)Îòܼíÿ
ò_+·B¥tm y\Çß 1è1Kÿïþ£cMz*ü®ËbeOÞб$±ÊUaVR@=áDvÍçj±$ð}
gSÞJÅ9;¤]
ÉÇ2nåp1ÚÆTp²6¾áÆZ¸¥Eé®RØebêÇ÷zqÚ¬ZƶåÄ¡Lg#
ÛµW,mÎkmÆäòF¢¡!¾÷¥7¶!G*6¨ÆxúVÆ$Ë+iñpÏzÜòÔçÛÉlí^$©·&ßÉR.LrùJw¯Aî0Çüæ¡b$Ï62ZôTZ%¸¤rÂÛÊDÿlµN$0ÏÊNöç¤nUKý}«¼®)Ûµ:ɸ`p!
Û¿½zìÒ}I®ìHl\Ýã?
SxÈÝÝO8'M9rWV9$V:ýÔ
õöïZ¶vËk¶eÈ~?yOlq¦å~u±vÔÏVò6åÜ@ÛþzU ZTO,nR~l
åMEjmOÞ%KEHÃ2í¯,:gÔÓ&XV=ºîàüÍÞ°qJ÷Óþôe"ûFÝ3³§zÙ¶ý]EHpÆGçÉNR»×úÿTfËI²útµSr}£)ÓȯwB7e=YT,K)hܲ #ælúÓØ>ÞûxÞÍò+*pM9n{"W
_ã=H«BÜ¥°0¸;GѶ¨æ¶¶!xD*w|Ì6O¦+=fh¿1r0TgãYM¹ü¬z²oMÍ¿æÚT:Sâ¹NѰP§#ú~Ì Óþµ7ôMùD;x$õçõ¥mÅÙ§õÅLá6·6åzcÓñr¿yKvqõ» ·FXî@Æ;W|·oþC¡ÇZ|*2»|¹nÕ$Ñ4vÎI>¸êÓÒ¢¢\Ép²ÊÈ\!PmÁùkV%g`b%cÀÊt ý=+æ×3VØÃò»/pä,Çi?uº:Ts4
b«*°û¼ä
ôâÖÇk\ªæ,óÄò.Ixò:ãéP\ÎUö®â7ëZFÊWG*È@2ysùïéTÚ,Jd`ïKnÎ+غ¬ysÔ³4"DHänÀ8&³öäÄj'·øÖµ^§5ÕÞ0¸ÜpXã ïV~ÈÜy`yÊàV±÷á¯CȪîìÁE½ïêpzýj Aåq{==«khG*¤µ$ÊùÚJ;þzÛæ3 öÅkF\íÍÌÆØ?xÊ2%Æzuí^Åá¹ZÍ¡1¦×OL×α2=J·"ê
eyÝOËÍùW¨%Üf.<ÆeãæËÚ»1
âµ0u/μҸVÆHã 'FüzÖ/cÊ©6Ïø+8¥Ãíz=~ò=îRRHô%¬Ó1¦ù4(úTöÊB\ôÍmJ#®Z±*ãaA(ag½tv²¼Hr )ñǽtVà¹{L)óV¿ÄxVwaíóhuDâ
É=Gå^}hÂ/ë©sÔÃ226ÜUÇ£¦Ø-̹1?
û÷Í_*¿-Äæ®mÜFÛXdç·á\tû!ùçªôíYû[Lö§$U"/#"P[¾1[:j³å÷èAéô¹ºâ¥©·>öYw©q÷céøÖݵºÉ£¨,«/U¦õM²eh;¼ðw´æní)K!n:dä
á¥-ÉШÉó .vçq×¥iéíx¨ùK8ÎONÕÖ©¥«Z)®¦¥Ú¹·-ÕØBôê;ÖıÃ)s9Ê£`óÚ°\¥®ÅÍYhHÒm@éÃmùõ¨Ñ¼ÿ
QÃMiË{\ÛÆ)¤À¢Û+È+»Ú°/$w=knE't{[S*ÙS#
íæ³G÷sì+F»ÁF6á8?sÑ®úl¿¦ynØPw8aÐýk»ïì©äc·ï2ï]sªÅ¯qYΡn×SªÆÌ±âÎÔB
ïiÀçqÉÞ¼ßgfؽÕÙMähË,Ç{§qÆ>Òp²ÇÀéNIkÐã$ ÊÆ&xX:íåûÖq¶ítÏ çµ]*4knÅYía7®#þn£Òim½Ã~§é\®a¥´þê'6åE°SØúv®bîç˹9 c沩yY[úG=W$vZkxMâÆCÿ¯O½í_êmÈùõ5DÔ5ݯé8¾KÏHÓ,I`ÊßMçBÎé·<ûû×E:´v½º]{#M6óg
zö¯b²mWIênZ2ÅAp2~IaáÁt¬ªÂ6¹ìáåuc+>cAnp9À÷«bxßr\¢ùú%Më¢×ðçË#SNõÉ?0^r?
ô-«Û
m§ôª'={×=ÏjÑ¢6@°ó8$v®zhÖW&E`xéWK÷h笴åDÖ±¬L3Á!=½+§(ârZSbrô®ZS¼¶6·ÇÐVjªEÙ´
Û¸w¬æEE´TY¢e
¼ä§µv_m÷Ë}+ê]Üv7¯îV+Q#ìH'¡¯9ÔçûEÉ[rxzå½ö9êûÈÄ
ê»à1q·Ö¯i®c03ãà°ÇZõ°ôùí#ͺË7v!m¯$gç¤Aq·)Û¹äÿZE7Íwý05º&EdaÌ:ñÉÍkZD$b¤g t>Ò½
ª÷iÊNéîË[[ªL¯ð(®'PAGÉ#§òz×ýßut:Ñ£3Ë6ÌN#ûÃÞº}6o"XKg%»]Í(¤Ó9v7'ÄeË)ä0}«]Çç_g¿ýzÙËÚU¶¬H
Ú¿+q÷ÛYâ³ÓLÿr+%I^ìãlµ0o5RÆV̨OlUxY&UH·m¥c±%Ì\·_:RÒ9úzélió|èÇÜÝÎÈû¬ò8¤MÊSää
=zô¬¹wZÈÖ )Oà>µq¼vV²Ô£arZ0ÌNv¢Ç¡¥,îÅv÷cþÉ÷®¨7¥Ïlsm$O&Ò|¼ñWm¬ª´¾@OzîMM\Íjìn_$n¸È=3Y÷Ê«++gwÔbº©ÓmêEEÉtV@^2UÇÉ×ñý*
Ë Xf¸Û×=ª+Uv@¥Yö
Þ¯2¡-w2©òÀ³;*¿uÎ÷ªsÅ¥# â 8êG§µwJÒV}LÔZVfMÄ
Và±°u÷¯Xðu«Kl$2aÇ$ú×ÎI·)'ýv;hÓ÷¬Ï£¼/,a¤uU_{q]ÂjPMpªÙÃ`SóOzùÊÉs]SF*:JþD¦Cü§ ±çéUïçYdHìÃÊ@éÞ¸\}ã¾Éje4»mt£8ù:f¦²ºUSʵDèqÖºã/fbë_Dk·{0oÊG9ÇóO[ÈïÚ±gËFR¼W£N¢Ç3À50·Q¹¹89æ°þÊѱi#8\ò=+ô.ÑHüÚ²R¹µa4lá$F!T×ygm1FaTyÝì+ªR/ô±¿
´J¤"²!ÏFôýj¬z¬T×xòQv±ô1Õ&ðÞ¬ÆY¸ÿõS%ÑÍ XË9ûÄRPÐRNæ{0X×nq¼M6&"£kÌ1º²Þ-#Ü«w¢|ûÛÁ¤é¾ÏÆGÍÐ2(i(èk¢4ÖWlíäàgô¨'ÿT(å[¿áD}èØïTùUÂ8ļÂìüþµ?ä¤kå2õþµO*åw)EI0Úrk$À`qëT¥Ì;
ØÆäW0n,áÑÉæmɱÏáS}ÖÙOvǾâ¥ÔüùÝ;B´ç×â,30å8ôïridCÔ(ÅóY@^jÓ)aÛçØ cczi!V2Þ¥9#6Ðe5Í-mUs¹=O¥°äqÏ5~Ñ$e(»0bädwqXð©ù^ÃwSÓ©#h_¸²k¡Ùܲ¸a±È@äwÅâ9Ú9®o¡Öb6SÔ1û½ri|ì|»'ëÒ«5vh!NÑÔÆ9ÿ=*¹
'ÊÁð}zÖ°¹iaÉi®r2;ÓäU'*OvÍSÓC>[«2¸3õc*¸´ô1³ÔHÓÖ¡h.c%óÆiêÑ! d`6ýî{TÑá8
ØtãrÂÝ¢,6G
½]¨ &[o9ÏJìÖÀ±¯ÜÆÓä1p$)P[û½zW/.¬R´¦×$Ô3Îið±·Ä±íR÷X}êÞ¶æ¶rHÒÊCIëÇZp0Jü¸Çjìó»æG±îUÎKïÐW3sÎcé×rm´uB7EéÖ£ç³=
w¢§ÒME&¬Ç¸£Õ`'?Ê'Ç%rT\zÐ
ÇÃ9rªw5"UF$Ll`¶>½Gç\*JäµöY9Ê!Ês½ ]Ä»|«Ù@Å\ÛC;0Wq¯zL¤R5-§éé]+Ýb¸0IB®â¹é¾Zí9=ñÏZ´ìoØþG*ä»N8unqÇjMZWv¸×F\mSÑEVa¹;¨½ÎgÇÂÉ,¤1ùHÏaÏù/Ùú#!vàzJÎHÑ+¢rØ'ùâxç³z0åì"ºÈ0þ :`ÿú©ë'0á¼ÝÍb¾»Ø@#
ÀnaÈö¡Wb6Wàdä×b²d¨ª>®[ý¡M
¨
Hô#¬¥kÚä3íc´dç¾xçËUIóX7fJ>ZAÉ4ÿ5pS#°Ç5:&uÃB2¨n{àu'98lúSZ]JúÜî÷?JT_äúWÏ©Ë(Ýè?vÐ@´¿dÎùª
ys÷WìokèIg¤¢5,)~½~v(ò2qÁ©÷ÅqÂåå}êP¶ä6VýâåG~j£³y¥aüééPàâ±U#ÂxÑa~aòïôª^iY¶ü Ø÷*Z&íränªàÈqÒTI
9RÝøíÒ»'5®nw2 äñJ|P
äH[׿9ÅqÊ|Í£6ÛÐFd2²«î+ÀRpMfÎæ)¿xÈ¿+`pzä®ßõ©WLW̼ ãéÞ§ôäéô®V&5MÂÀF2AÈÀñQ·*a¿¼Ã¨ÏéXMYÜôT\nX¶É«mcÏçUçÛµÂç9àp*Û¼uLãÊó±P28?Iå8À<áry#üjaÍÊ5§}ÐZM¼º¶à6=2èd"äP}«GkØô}Ó"RU)à[iÿ¥:)å+í\u£¯íRVÜ·mÉ+<a¹ùGUÉ^9.à@ܽGc]{ÆB)-dtvdÞ áJsUã±iP¶ÆÈaý3\µaÍ+47M4KY»òÈbH')À^kAÿÑ.Ô7Lúð®^hÆét(¾VØÆebÐgsx<úUöW{dµI!×éíX=M%-t-ÂCäJ?x[cpØÇÓᯬ¥7u¡»".ä ®ï^N~µ,±Æ yH6vÔSVQ±×tÑ÷¸F0Ç&¤E!?tQÁþªãy4cÌÊï\Ç@Ìwd@éÚcVµ
s¹x¸cÅo
vV:y{anùs|ì§å`ÝýëR"<üÀªó¤×L!faÉÔÄk©ºCqòûö©ðÅóg**õ#¶SÒÌ@-ãgD&ÐïïÿêªR<°ä«
¸ ׿5¤DCIGAªHF+ëÚVUï±Íd¢âÎ-eUÒF|æø}*5µ;ÂärÇv«Æ'8;"}´pXÜzb¬$HB´¡öÈ^ªjéCK±ÀÛÄB;xéû×){#.Dé;¨Æx®½S6·,N^è
¿_zÍI¹úWe5dzzªY²Ø«Jn¿"ºÖ¬Õ!ç¹PÿVÃÈb¢fû&ÔÈuè>FËäôæzÝÛQ.¶ùEË
lÔS#bc̸éÆ+9ÄÍ&÷G`ùê¥zSÕv2?6ìqÍd©ü,QÁÆíÌri#?MÉnîÈÈx¢fÂ÷¾aôªû9Ú#PÞ+¡e×ÍR±çåç#üûÕPB°PCmùxéBv2[X! `¤jd#¼Jü|¤çêke+j5lFУ|í¿þx?ç5 ëlHe;±?I¾cxÝeRͽ
Ó((GCF]û>ÅW9;¹9ìj6f
£§Òº%DD`_8=×µy aéô¬ÜYVd¨6õàÎ{ÕøÑ%îc°çnr1 ¤®QÙºCånOÞNxnzb´m-nQ|ÀÎL÷©1òv~´L«Ü·Å-ùtúÒ;cÆW9"°qÖåD«,{¤` VÏ"p3I&ÖãÐä88ëÇZLn Üõºd5¨(÷=¨?1Æãèj·E'aeÊ)]£ÄÔ/¹Ûǽs2ZÔ6îÇàô5iaèB¦H9§¯Í(¶¤IÛB`?Tª'9-q]WÐÊÚÙ¶:XzTLxíR´:dϸ©w0a{Ö©«ßÉëLfëÇz½ÅÍÐUíÅ×P´2hvÝÇåÅ0¦¥jÕÖ´}ÆèG÷_·¹S1WÏf¤c/gfu^ÊÄÁ[¦hа?ÃÇ¥NQV3(Èp08ý)BQk¦°Ý©Ã®>_ëNÛÈãnNâ@çNÑVE·mê)&x4ùj±
d$v^EM§bØ*ÝsÛÔËøLìÓn:0ÅX_ ¯<\ÕØr«
%U0@N3Ïz«4x
=
[ôìr;Y®¥;hVùÌçt¥rTcþEiM9½Lù±E¼Ý˹pç
{ÈcöK¢í
¿.{ýk±Zý¿¯¼JÞð»³?ú9Ü sßÔBMËæmoâ^JÞkÝ=D·ÌHÉTddäÓå20ñ»,ÌxãÒºÜ÷3²½ØS'î·2IûÝ*Ò£
ò9lä¦x÷5橸ÞÏúÿoN<º%g_oÒ¹#%$ÙÐ+5 #mLp~î9¢æÒyS%(Ç˸óÔ×]JZ&zTúÙË126>PjhJÅóL®§§dW]8µM#_mfPän=ù'éTî I3úøôéR¢ùI8Øæ¡PrØnxíKò
ØçqÄO"»©ÇYTãØ«`âe=I
Ó4±BÙPAcmý@AôäMeðxÀØÃÖ×RMtãÌ*î2rwqæµm·EG þN}+Jm¯tðZ÷.`wbVõ?ç5F[GXD+`à#ëC÷®*^lO!¤BÐã½L²FÛÓ4©GÜFÆLLwõ-¼÷DÆrSÊûîW7W³>Ñ#K4òÕuáùÍtöò¹rpH\·B+Õ¤Wg5owDQxd
Ìå1Ðâ5ß9ÜIVëíìÞçvÕÑã?ìÂèâfVi¶wëü«ä
JS%ÉÈÛ>µ)¾d^å 02AÇIýàÏLæ»j/të¢ýä{Ѭ
»Û`.F}«¬¶A6Üïþ'é_I=Oce¹Hð¬}Â;÷«
*ïåÀ
Ç«Çp:W*E¢É
¹Ú~Q·_¬@ÌXF¬ÒH2ô¯:q³iÍ# °ieDvTÚ2Xn°®$«:KçÐ.kÛSë0ñ±=Ê´2#¶#mÇ«fYt¤¬IÃåçåV=÷îèSÄ8(¡0@¨L«¸´Èîã#ð¬ÒRdµx¢;ÍùJqé´Ôñ¾É\{îÅwÚ*Rسs/ÌW
ǶqµXâIKÁ¼²\|Þ¸¯:ÜÎÅSîÉ6û2ÆT>~èÂ+çåðÁÇJí
.VTRÔb²°Î3Æ}jÒ*M2¤HÄ`tú×l*1»ÐHZ(T íëÁªòL»r0ìEe)\ÛFè祸[Ðy`dÇÕVrXîbq·¨¥m*ì°ÁbR"o1åe¢ñÒçYºÃ$N+:µÎÕ¥®&y@.¤s>Pk¾»,Yc(²&A9¬c'»"^ê)lfE3²± '©y©ûÀA#t'öa{jxÍ7©=ÆÊLsÐý?*b,ä&:+«X-v0PKRyeÊ«±æ¢¶Apí $pÐ*ÉÆëC¡[DÊ(rvspH¦Z¶&!TðXñÿê¯.e8·ÈÒ6ëyÙö«mSÃÐ×KÞJ ÈîÆ¿xÿ:¤/3=JÃ']Ǹ==ª¬vsÓð5ͦÔèz³^P¡1ÛGðõ?kDÌxòÀÆ9ÅZ¦£²°»U89-TòAª2ÂÒ1.pzàÒÚJæ\º6øFÂ#æùy5(¹àgSXÆ2GXr²ëgwÈø°ùÏ_J]ÊF0Û³2§é^effôFRãh'÷Ï÷¹#=Ehâ-ÎsµÇ5¥OzÖ]ö,ÀÒlÊv²ä|çêk{¥w&Bwd²¼V¦ÒÔIØÉ½»6÷Aí¡ùsÅt¶×%$#që]Õ ;#Î¥9{fºÚṮ#wÓë^Oii¹`FÆûÞ£5óxeÛ{5£ï
ªÍ³~Õ?"§ÞÏ¡=-§kì±Ú»ähã+«w2o£¦ºQq¸%Ü\ÍîÖ`áÈä/aÒ´.I\õÌÆó"\D~PFNN[é[zvÜâRêyùszPäàí-é't¥Y'ÞáØÓçñ®dXQÖ\1à®kªºæ;^¦e\N2Îìîÿ>õ¨J©+8Î;WDgZFt
6náå`ÜqÛëZY}A"º
Vã8è+5åkyܢʹ[¦}jÓÖèÚïIeyO£¯>Ü*H
IwS·qç¶®µ|Ú²õô¥¢%¥ÉÀ5ÌI;g$ÆÅAhü«Ê\þîÆ5¬ö6¢Xnln͹5$qÉ*¡Ê)Áü)ÍÆI>¦±I]ÈH,Nõ+r?zÐk¦Xäî¾nO9ük
iũ-ZJ78
E¼ÀÿeVÜÏÁ#Ʊ¤¢»µvQ×'§µ}îî¯ïͳkNVÔ`ª79>·{&rFAÚ½+¢æíáÕg?"ìy¶UT²
çpªÖvªÐ,²ïú©®ÒM®o?ÐÍÇÜÜÓÙÐDß #Úº¸Û¼ÅØ«¤c7w¾_ÂcÏ,{ö½Ç~µZLyçq'«{ºläÛc¶G-â;FL¯á]8Úî2Ò°öj0}ÙéÑiFÌ/{æ09ëÆ¼ÇRïÞ8ü
y×öi¦zêQµ8ò=3[:TM0|ç$r>¸¯2´ÛZÊ×±<èb·òåbÏÔãq×2mwu!W9´Òfc!]ä@̬ùúV¥òºæNHäôô8:®Q»>ô®n]º#íÈ#}OSYûUb,íFJþئæÓfTò2ùf=»[åÛO¦+u-%Ò)î&ùC0 éîk2¤ãÓsMóXÉ»LàH¡0|Í£8¨¡ÄR[v_±ü+ÉEèõþêG7+бlDÒïºp
õÍn¨fýÚwqó£ÎºaI(óE·©)·#eÁîç5y"À z¥g-Ö¹ã©#ù¡#gÜwüªUýìN á-æF+E(§dq%[Ô±b§vÎkBÆôÛd/8«R|éGÓñ8íË#¢s4/4ä 'ø½1Î+*yãz.à¼Bx¯rþÍ¢æ1.-DIwÆóÈÏ?@¬¸,@Æô¨tù¥¡äJ¤k)Á'h¢Õd'¨Æ
¹õE˪:Z#"è<É^9¨Á6ìC1ã9ô«Ì¯9._ëræ%bHßÌQ(lqZ0ÔRp¬«GQ_+U¹\õ©9u7u}
ÚGcG®jyP·ÎñüzW<_6[©Í¡VDU dªÿÖ¬ÚÞl9aém8êrE(½I/í÷Ù3Z)cïÓÒ¾oñl¥`c9Ü8OùÍtQ±"J1±óf®ÅîÙ~oáÀZ3.udäÝsé_¦PQM³ó*nlØÓ-äiÁ#A½wî³Ã¡X÷í\õdõ=:PåÍË|HÊÀ}áß½o% D6.Þ;cë^?$·G½OD®uý¦nfuJ£rai@µXô_Ï¥"Ë,XKÃvæî¤ØÆí4]¶R½-½?JÐܤi§½qªniÜê§+jqúÜÓBï@¿oü>庬nÓ£[2¢ëÉö¯wNqºØù¬Â\ÈÀä#å sPã÷êʹþ÷²
v±}Ô+þG#4×}Ѱ@Ô3^¬53k\XãE(9ÇNÂÒG èQ²±·p=ðhÇVD×Q{Wp%8û¿áJ#Üê«FsëPôVFvVdrþìy7kerTõÜ8úÕIXç°øÊ¨;Ç'Ú%!÷â¡5ÊÍV¢«ù;7vàg½?æUòäs^}9^WèonT$p©LwÆyþLÀÊØl¼§u=h,d1À5sËÙógp#NEr]¶iN+¤ãúÞµ]ãonvñ§Úãu¦âzJÄãæg$çpìj¬É+o#
zß5ú~
åËnîBö©Âó{sÅtÆñÜFK63Á8âÃi+·=;«Þì¯k:ÊNry5£eTíÇ^Â÷¶æFaÈôGÌ«¢8PªÎìu5<x0C+dv®£±PVeÿX9\ô6H°ÅÀð_{Ö<»~ò¸®C)p¾ÔWDY£V*ÍoÉØvC\ÍÚ Û5³IÓLÉu cñ¦¨©ëA\ku¦W±s÷D¢¥ê̲r):ôlP§Þ¬"ãÖ¢Z"êD¥9ûǦ}jür*0pq× ¯.¦¤ß±bVàþFµbB>S\ÏSR÷X¯ô¨Õ°ÄHÑù£4cïFxéPýÜ4jSÎ9¯BË©Í)\T<e¸,y<céMBS##¾sÔÔJVõ3µÎ3·µI+l¶ 0È#£ÈÏ©MAV;áFx=M[IÞ\+u>´cNÃ$\ÉÎÞWùTeÇïPõ)"@Ã8$ÊéRmòá\ôÉ+;²W¹TȾvç©ÓÛ%òÄñÐ)âºak64´Ñ´@3ªÃ °ëïO,ʼӳÍL_8ù\HD[2¾yÈþY
«É99?JÍÁ§vO*r$9 ½T'¹Û:òr1Í&¹º|¬tR)Qæ»®ÑÍ$¼d3ZF7ïr4=êh£>`Ï zW#¢ÓÐÊÜ£g8å¤×àúÕ÷#n6¹PT Å?s¸'që·]¤Úv»ýkCü'¹Ï¥1£Úù|
=Hê*f¯
Ã1æ2!.3·<ýqU2\Q´|¡°7`WN
ÿ^dÂmRÛTcvyÏ¥h[6èWxÚ29ÇøÕT»5U,ìM7)/Üäþ5lÀBØû¸ëÖ)( J÷+}ásÈcãdö1ÇAüëNÏDdãmØÙH$1'åïÚ®ãiÀ8ºqz0¢G¨ nÅëí
å%ñÆ\õëZò9£YK[nYv¦FÞi/1çÚÌw?ýu¦Ûô2såÐ|±¬ØçiíúÔG:y@îAÆxãµMÕ=.[3Z2²ÌÇ&î3·î¿,ê7FN¨¾¬õºº(ecçиÓQ{ÝUS<
ݵc;ÉØæÐ±Ó;}*¾Y®ÄsdoqÁèË×DRºy6ª¸dt^µYmÛWÝH¨\Ê÷ØOKÜÕûLb- 8Uþö8]îð8ÁçÕºTekìD`æ@¿º+B²ÄX1±Åt'toM4EÔ
¼ãPöáf ÈUS*.·×&¥
5/4âà}jÚÌ;ªFì{võ®ÍI÷¹¨Ò³·Ì9ëÒª]ß·ØäwVÈ*;c¦k9yüªæwCycæ>¿ç°$òü½±®Ü£ùкåÍs»àÇÝÉ«¾sCºõSÎOÒºÓKC¦)DËxÁqmÃýô¨]NÈ
ÅSZ71©«¸mýàoÑò«qǹq0RTpÕ;èNªB]FÒãzuÍBêìOp°¬º
0I
.Üñz´drqzçæ{r«±¸Xã1+gòOøTèw\+)T,8ùsÚ
+1¨Í§Ä8^3ÙV$U>c*¨ÆÐqSÊD©©jR2e±Ì¬>÷ô¨f"9;qÇÖ¶ö2·Båâd;»¿j±m E@)˸5Ã.^]N7ïȤÝ{qÝüõ¨LUó@Èù±Î}k9É·dtŦ´+HÀrHÈ>ôÓ 1á¸-ÜgÒ¶pihsËW©Zæãz$(òõ&³¹7n'/é«î'/vâ¼FÙµ·)Ú@>´!l¤Äâ?8ÇøÒ_1Í£l¬Ê¾^+×&°î"ß+l {Ñ]\æjëBF·ïç7¿z6(Ah<=8ª¿*²;iÂÊãÅla¶sVí¤õ%OOc^uFÛÔô!#r5ÉöÎíÀv¦}jëïJ±»Dæ|#|îºYV['$0^;gç½ë0érµ¿$¨qÎ}êI"R9#MpÅ93±´¢ÐëHl]¡¶µ¿o¼¹Q´|£8ϦkÂòÔé§K{)e
þïïQÉûì3;|¸c|µÑK³
!
Tð£5¯mr"
gåÎDRó|*ü¼4
,9
ß»yPO©5ÑÞÌÝËÙK¶=Ë"ä·*2}+P%£,:8®ø%r¤UØî#º¹àãu¥,j>¸ÏZõ¶çn¤²Æ¢Ðÿx¼p¼íôÍD£÷{Õ¶óü
s4ù®L¯¡*®Õ;xUieÝãfx¬^¤¤£Ea$Qæ®Ü0uo¨è+¶þêgÚ{EÈÊSßäjF3;¤®Ð:{¸Ú2{·ºÚ6ÀÁØmÀôé\=åé
Û²<¾¤¯tÍ/¡Òoàd.~08ÉéÂû»0m§§8^ÃüzÇ´üÝ=OzéFÊ×°7ä
Á<¯¹éJKSW¸á°¨úT÷9¤a¼|£q$M\08Ôðʱ3Ð+£Ý(i¹Rã¥QRÉ6$#æç=«8¾]µFÞÝsì)
póéÚÙ¦ÄÞp`U©ÎIâ£fÅodZ8÷6##4äAÊ 3Éæ¡ê̤µ$UpÃ9zSn§ â£T-SÔYPÙÊâ£r
÷èMdÛzW*ì/&#hêO2IËÛª(/T)$b¨¼Ö¹cÉÏ''®i~Wæ«X"IÿëSnÀC;V6±CÁ$MóBFsÒ¶è&çF$ò8¨öÁ|óÅrrÝ
î7nÒvG¼òOµ³V'©#[áA$c¶iÉò/ÍøQº3uæÄ¤b£c
'Ú}rÇúR
ÎG~¬RwdÀ\TÆBÎ=iE6]ä)æn*2JäçT¿)äS`â26ærw0+¢/MCçмBQÛæÜ½}EAUDòq
¾Â¿¥Í_{Ãó³f=ìfGuû©»øøëô¦ZÊË"$ìx^Gú×Zj§7Ë&\YÏbqâÉÀ¨nVIàbhà>Ý*Í&eÍrx§)PJ¯ÞÁç>õfI\ZÇã 3ãú×
HIߦTS¦®!ÇwÁAïÇô»yL(#vîæ¹i4¤âuÅóîW16âBòNæëxQ˽2[Ö»æV4ÕÝ-÷¥û!AéS´"í¾¥Jjö2ÛîS
Êá³ù5òK2¹Ç9É5QæJßç¡-E2¶ò¤î^JçV£o=Õ@$éÆ+Ös´U·d(òîf_1G1Ýó6֬Ʀ;PnaqÂf¢ú·±¿tA>Ó48åQ:Õ)ü¨L¬@ÈÀãæö®NHûDÖßämï]#`î2I$äç½X4-å¸\mÜÄz
ôì;÷1eòá
)ÇÍéÓÝã~ªvövmvÚ/_,dmîQËdõ5BâeYÚRÄqO¥C5Ñ>T*ã=ÿt×lÃINqÈ5mÉØUÚTÆÄî^Ç8<ÕÝádÎ[îíHç¤åf"Q±;0É÷5,Û²HQòíÒª[°Ð©;d{rEFÙp¥Y÷dÄOëYJæªIè[FfU?7EçÒ¬î78àú{W]«ÈÉö®iÙ&}F»÷<KîmN^íú®UÙNYw\÷ª¦[cåìVé·ÐzÒå¹r2m¥a»j«ÁrÆ¥6¸(mN½"R¹WûÒAÏxÉ®ræ=ÂI
¶àNYGôÇ4¹,ÏQ·¡V ||«ÃF¼_Reãs| úWu9.DÑç¥tT¸²vëëÓ ªbØ ä·$ó]rýälèH˺4FG¸ÁíT'ü¦OøzàÓå\ªúX,äÓ3 ù¥$åÆF÷ã>¸«ñ¶µ Þ¼lÄñüýø¥¹+¦g³¤Òw² âAÓÓµtoæ?4Aä8ü3SVÏChÏFÍêQËÁ%u%ËúÖDÒ+´j,Ù;q¸¨
7qÍÛr¼Ï, BYw½:Óró½1ÏñRI;£&¯¹¨×*ó0*ÎÞ¢«L÷äå@}Ç¡¦¹¹v&R·º Ôp¥ÙU`¤Ûp~eJè÷Y¤tÜ~LªÎ¬hFT$ù˼ùZMÿ]?S^fé&T©Â1Ï¥lÄæs¸9NÒ«øæ¡ÎËH#Êe8ùG**;ûI<|ÞÇèB±êN,.
aökòÇ̹%ÓÓôªR²ÊUI,p@_~¿¥zQ±ñû×.Ú<¡ãû4äÆ9¾+jIeFv/,Gl×vè˨8'ô¬]Õ¤¹]ËÉ8iØþ÷'Úµáu<g=5u-=JKmâªÈÔ¬mßD¾AÞA,AºêkËTùé§fXkR%+´q·q]6'ö}ªùgi$SÞ°ç¦;×ofË´3)÷úÔP*jÿÒ¹#Ê®_¸C¶5y8,O@=3ëUØ© É
RqæµrOqjÝÈf¶ä&BüÃ}EtSºiQÅæyð¶V,çiïI§6åWÔå%¶å·ì(Àê3ïúÔ8
ÈÚHùϧzãÍÌÖÎÒ»"Ò-äs¾@îÁ^àÿJêüÔMÛóÑ<WeÓ´q3.nÙe%K$N5uqºá²x'wµdåìgUÚV/ÚZ#@D¬¾bÎAª7%©1È£ ÿ*¬ô}NÝr+Á"D8ÆMhعdd|Ívk·ÊÔfÏΤÑÕ£®¡j7ª¿67zó\ôÑÜ$ÑAê+Õ¾¯Ôªå³(ÊÅ´,K¡ +Õ¼Ï.ZR¹ÉôúÖ±¼ZG½Ëï2öHÁª©fPÁr0Ø=½kJÔT +µ©JêTZ`µ]dxWae#pQ_?Qk̺_õ)Êí6i²´vmïVSØb¬Æp¸tVp2ð:ì¥7w¥4ã¡~Ü«8Ø`?1Ó Lºxã·»K¨é½Ëµy?Õq°ãÒ¯Z6æ6'¨úW2\ö5ÚZ2\µµ°C C'W7¬J`3;±¹ßìêÞ\®ìoÒ½CÂòl¹Auó:qv¯ÓTãÊßæU9h})§ËQ,;V# >ÕÑG{æ]2G$N8§ó¥äzÍòBÐorà?j²²mÓDrÛIâã®{ÓTÔu5¶·"#fP?)ÇQê+Ry"ed]¬¢»9éÅ«¶Pæ
SPhP
¤H$GÖ¾TñÌeêß~õW!zzW«¦ÜçbZÙ>Ol²86åë
¢/sÈ5ú:w¦ùíUË#«°½£ !û°î+¦kϵ!
ìX}kÄÄ{ºÍ9^65òÈa»Þõ±§ªË"dâ>Êr+2åÜõ£vÇ_¦ÒD=)Ú¤KwhK8¿Þ^=MfÚÑ*±çÒÉå\*ËÓT°à
Τw·;HϧZàåI´aÙ2ÄWc
fséÄÔ4¢¬/ìõaÉÿ8¯N½H"ÞÅ«il·nN;V媼H£+/<ãÞ½¥&õ:æ´rå$ÆÑÉÒµRÍ#j920 úU&¤r=^
¦JÎU:ä½1Xú|ñ0Î[$á~ºSVv0çÍ´ÈGÍÎÝ«ÔóÍf±h]ÁVÚÇÏQø×î¤
ÆV[I¿ÜáCÿ׬ùuæ4ç[1ù$¸o½î¼ý(hlüÇkQ¦)1¦19íMiGôçFj9RD§fD˸1©~näuÊ»W»¹é7d|ÄSU(«¡rêJÑírÃn÷NEFÊzcÕr÷ÚÔ3KÛµFXv;ÆÖv!½
ÊLn6g%±õ÷«~{nØ
%´DEßqà
ÃqU=ãÇáQ¶èìFÝýÍc=£¼6E_;*iy5"md¶qÆJÖ*ä´¢Ç+®õG(çvÍÁ¶áTµlÕÁ0|¾
HÜÝ
Oxç¯JÍK[Úh$T?0%Pzõ¤cÉu<?85»I]ì#&àJÎ=éðÖÛdQËn,F0)ÄÝjÊ<±áK}+#P/ÌÅX¨è«Kõ;ákÍõüê¾HkXêzÐ
ǽyîÏs£|Úíç''<dÖÌÂ/ÁÌÜì¶97B#ísS7ä¨ôíï]´Ö¡Qc*/×תÉc³þº[ÔÅ»h( p¡Wo$úÒ¼NùeÚ»GÕ¡ä>ÏLñN×D¶î@éób cÏò¦í*§<úqM-,ãÑßødQµwö#
ØÊõõ4áÈõ*Roq0ÂüÄã¨ä
3/s]ÞØkìG'Í×õ¨Y°
ð¹àdñX¥Êͺ"T0hÉVÜ}zÓ²¾F3¢jæWh(÷ *ÃÈ4¼)Q±@Þ´ÝìÊ¥ö&sÓEæd®0N·Nú"Ýïap;Ò*çwåg£jÃÛ
>¦m9¬§%cÓºJÀ¬KþÐZ#aI+Åo$ÑÍ#r$¶zÀ=êÜ_4á8lúÔVcx-4¶Ë!©ÏSÒCîm¼§çIÛbÇü³Í$}*U
^ERO¨bp?Ï5Ï(¹q³ÔWJO äûQ³Ûqá<ñXÞÖ!Ýsr|³ÃpsÁ?çû«O)U×<wÏ,] ÆÕ%ÇÊÇ êM^A¹#cûÖJ*kÌ[²Í¹È¬pN6ýM\êH,¿1ÆÍ[Fñ¥)ç4'w¸ÊÏzUXÝ~γv'5*É0qÖåRvÌ|°0ÜÂ¥åöQßæ9=*íÏèmZèiµÎN
MVR;¡#Ð]1j+Ê×cD{$ýùÃs´%G,NÃeäO½a7®2.Ô
N ¼÷©`ElU`Ç,1Ú¦BY
Ìw/ëJéó{ÈWrldî8çÚ¬ÙÊUw,aÇ+¸Ô½%¡«vh¥¨ZnÞ¨.3gAj ;òþU£xÝѧå0ÚÄ»úÔ¥ö»(¨Ãñü=*éÂÐIÁÛr_]¹èëZ×¶±Py8§7.WW,=Ë Ô»ÊÊXdÔÅ{0Udázóýk«Iw=|²¶¿¾A¿¿ §C2Êæ£
fUö5\È2³F"ùÜ2ñÀÏCP\±Ø_(Kàg9¦Ú£ÌHåtsÛhÃ:Ç Ümç$rk¯4r){Öeø¥I^ÜwÍMgÛç¥
ØënåèîÝUa_dHü
RÏIÃÛÞ²ùt2í¡Wì̹%@}Øn¸h-b¹Wo?7¾q\üî[
4ÔªìqáÇ *8¥0gÖ§ÒÔIò»2µÚÚnG*TàqÖ£Úóã®G&½%$Ì&õv2®r0¨Ã0oZ£õÉ
G×Et+GTr¶ÚÌ$g¾r~èïîiìÏ(aßÄHüñUÉí#sMËÝ(HYPö±
=ª;gu°ªmo#U¦*æY~_®?ýuÚT2ªää1äúóYÎIHõi+Äe)HR¹aÆzþ½kCÂbÙaäu®*r¾S{4ËHòt«j*¤n<çÚ¹©&s{uæåd(9 J²ª±;H$ÈQÐcùïQRwG\ed:8Ô!0lÇE8Þ99©Cbh
ïì+^#æ²ùÅpÅkse&2l´{0H<ç *4(U×Ï\ö¬j;ÈÇ©,HêËæ.åô«·V®Öl}ÌçqøT¨s295$3FD{wñ÷FýU,Q¦#nîyæºehluBQLQÊå¥yÞO_ozäõua!X,¶3UB§9UYë½ÄOLÔ0y÷¸à®ëÍ{v¹æ7Ê6%»mß?úÕ2Ûî`©_¼ÀwéÓ94"/MHdeÞBdÏûûôéUÕ9=½ë«§aÍhBÙ¥1î|
Ùßµe#O!¼ÜAéZÁûX¥Øóv(eXöF8×?Z7XÐ H#9®¾SU¹¨ÌbWó¾c¸{{W<iX¹<ÖY$l¥©YnScúg¥vÃDlÎÀÆzÔ°ÊH"nÚºSH¤ìÉ<²äÈ'¨©eÁô<Ô¹jok¼Æ¡³¥j'Á2:~ùjÌP2<Ìpx4¾rïÜi'<
ÆR»±W$av',ü¦zE
ç1¶aN)õ0q'n:=*&GqEGB'a2{w¤\Jàä+íÐS²5e¯(Náܵc©%OûU¯;h®Oï%
üc%5b§ c9ǵTRÜÆZKoÂg%»ôÀ¨'+ÃüU¤¶ªçwÉÉèM9ؤlä2?
ÉòèN²m"ñG§L6hr°AïKä'¡n¿§@©´¹zdJÊJÄ5qw«g'w~:fùÇN½¨·*"ÌVÌËÉVêõ«w»¯ëH;ô×[×µ^RaUpwHïZÎ Y½LÅA^qØ
z9^ôFNFjºp6§¥:;eg4yHEQüi¨ëÖ³µì0àojz{¥®+}ëÈsÀ sçVåÂ69;»úÓ]Áéú
I´c y¤FÛõµÐÍ9m©agÀ$óô¨Ì÷
ôÇj¾8O9äRmXºÍ(êÌb¬/Ô~4à{Îîir7È éR)%{~5ºÑ:Ey;§;ñËÇ ¥/
U0W
UzWâÔôÏM7syFÀ
ç5"¥0Y²>ïa]¿29>y;s¬#îà³8ªñÂ`±x'qSV
>//³êòD
Û#¬Ý}êD]Ó¶¹çVRi-©T»å'´í¹ìzo]}{&JîòÐôüiBÝjJD®
b®F'©ïQÅõ¥Ó ^"M\¦Dæ<Éåð3¸R$¸6WQÎån¿LWæ½Îuºò$q$ðqÿ8¬öXüÌÈçpäìõ=ÌnQ1;\íÇ÷yêkÖ6ÛI
u$îG5nÎ7DMër$
Ttþ¬²·`î2A+I©·ò%T¹nwÍ2ìúÕæUÖr2ÙèÏ¥oM5¬M[RE"vEþ$ÜsÍf¯Ð«vL¤±©;AFÃvÆïXβ]Ãp¨êÓÕØã¨îgy¯µSh\c*dyÙÙX+g5Ë%Íî54\¥¸Äqïò1|õ'½6I%?gíp
§{W]7m$`Ú¢3¡ª17÷ióÄwËãùqÇÿ®²Uß)Q®IJ«©Ç¿sûA ícÁÇqõÓ&V; ôÔgÿ{ÆÓÀÒ¬Ezò¡7*XpsÅÉÉÙ~
GÇ9ÇNÆÙ¤!jÈëô¬Z:e-D±ª¢Báöð@nZIbµNâ¬yÈ5ºÛ¡4BÌQ|ÆS~âzÿ*w9Wí]<íJÇ; ¨Ææû´³930Çðíã5ÔÖ¦7ÖÄ2Å=Áw7)Àæño#äíå''kRQw4PÔ»n~bC+)b6@೺
sñ¯21¼ÏúÓür÷ÑC[â!µU³ÏSÚ±ËaÔ¾sÍvJËCh+ê++< Äc9é}´&<8 å`GLf²o-ÆÏß è
U8{ÚìEUs(Á4ETzQE{e1¸£s½¤±Åk+%C½S?7{7YnÜ70cøV³´ÎN{èYxhZ6^!ÎQ|äÑ jµ¨KÝE1nX»»oпk$K"ÄmÛ¯¯¯µvFµ>n£NF«%¤ºHãÝ>éÀÃToí6£ì§{;b¼
½«uô2m¼©$ý#·O§¹ulÆ¡@ÈÈçÞ¤mæ8?u¶f¥¬²E®üì àp?úôël+¸¸;||¸Èüëº49ÙÍ)ésQµ©fÃ4¤¸~µåI-&Æ Ð
µkÉó
¥D»ç$gûSÖFç59hJZX¡B-ªlÙÿ=ªì4ûØ·åvzjEczRi$YÐLýMr&Xòû½kW6=ɱ¶1¥²/yÎHêkT:«)oâ=p0¢µöNQFtÕ»ç
]òÌÃ;vóYèÏ"¡pà18÷ï]¼#©ôÛü¨#$À¬÷@,:È_ó¹95tRÜEIP¦N¡ØtÏ_åSá¾Íæ`x?
ròÍ=?¦mmlPîgÀ,`_MzrcTi
;'<+È/ïz~Ó=8OÙ\Ûä1c<}¥C½]Fwyv÷Åa»=+hÈÖy.¤.ï3¶ÿ¥ëjÄn#uéR§%+Koø?ðÇ<Ûè[0?J(CÚGCr*úÁ,h+27úõMzM¦î:ID¡"îvÜáÔ»ùöüªª(æãw\ëUßQM§-Lò¾l&ñÎ1cëVà ¸"}¹`Pv«qKVy¶Qe¹fY¦¼+`¾õÝF³
ê²ZÝçrä~l(ã qUÆe§³Ì\*ªÎrèu¤XYÑßí;A-ÉÖ¯dc
Æò:ÑÍÑû¥6£m]sXÓÈáüª1
r»ëbe¢1ÚÂK7Ì?碴tàÕØµ²|ªÇJWw)Ý]@.»±>¬)8w\>î:W4SrHýÄqλÉ;±n=jÍ¥Ì)bWo?1>ÿë×D¤ºtôeMn9gyB£Ï&¸í>å£,×ÊTáãÜõ¯»2¶ÅI~òïc~ÚDÁ¸nëZnìùçsîÚ1úÎæ2ØëÐxÝÇç##qê¥bß\¼[Ä»T1ÍwÅ7Mß¡¥Ë ºsùÒ(
ÌÎ6ùý+Fâ"¨ÀÝIæªÃgýw&7Q¹sH%"1!&A¹s¼v«Óâ(lÃ"0F8ª5¹=YæÚÝÃIp]óÉëYHY÷È
ü½:f·U.rÕ¥bfóRRÑ6áÉö«¶qG,Iæf-çdW¥üÅÏг5¨HaPPüü*S°GÍÓêÕ5
õwÈÅTää÷?äT¶0AÈà~TJJ˱¾Ñ/ÝÄÏ?/AXY+1*vrö=k´£VÉN*{¢pw! þ]MM-± íláùë^Õè|¥¤ºtênÈn,@hÈÛÿúëVùBÇÝ÷÷¯6³rôWf×SrïË÷¸ëL2I$2ÀdÃôüë«)F£¿õøö9\®ÎÃùjáDrO,Gõ®]B©p6²a¤
¨?s»ô7SRÐåµXØòIs»¨¬d"+0Â.Ækӣ̮´H¤;Æa¦¸Ý7h+jÈ5Baß»q<dW6<ËmªÎ%w:W'¿ËÜôç+«×"hÃ1Àéõ4Gä
Á^t#(Ôæå׿õýnyê¯R=§#;FzóTãerz§ÿDq\)$N?xÜy5áw¡7KA1IrÛ mÁ¸àÕµ£n¥ÀCçåü}ë¦ÜÉ6Á§'¡}·¥ª
'äþqÀ¬Ï"%H\îù9?Lv[æA%t_Ó;ÎüÃî£r¢f&G*È2X¤uçñªqØj*(ÏmÌ¥Ô¨N¸äÏ@e2+aG%00}«Ê¯y4º~5¬Ð?w*X±Éâ³îÆøáóóNßzÚn)o§âs=Q
庢?0Çò«* ¶ôa^µÊ*ÍlrÆÓÝZ¨
±íQÔm8ãÒ¹Kë}¬\¸ÎBEvrÝÛ¡ÓZ²3í¥û\j1ÎÜð1ïÜÒÅ$q
*vüc5Ý{¨ÉceÉ#_#{ãèN
6ÏqHÞ½¸é]§»a;%É* 7;ä
U ãªõ¼¥~S$µ°BFKº}³WvÄMÿùTtýzÒ/s¥+/YO8 0p)·ð)Ýäm$·s»½¼}Õc0¯îÁmÛÌHã5«b]Oó¸>n¾y§ou_©¬UÑ©v°HTÂûÛocÀ÷5Ä_HÇÌU%Î1úW5hèRjöC4«mg"1¼6[æêÖ½Ãý ¡¼M¸Î:g·ç^
çÉKmu:hk£>ÑôP2ÈBç}ÞqüërPËß*6ÌcwÉîkÍØúêSf¨_"c£6ûS°Ì¡\+øõ¢z-(®¾°¢¾ëáW.«G «í6Ãl ¼0ã·/¼t¸ò«ÚåÃÂì¨ø,Î ä×É*Ëu;Ý#'jãµôxäïÐùbv¹â×L<ãå;xÓÿÖ¯ÅûÏCÒÂûÆüw
eùY~aë[PD¦ðv@yà9ÝòütvfÌzÄQì£ü´ÏþÛ×Hàü¬?
{H©Í§ds·Ìeùå9ä`sY¹À'wê3æ´Ìì5"òæÈ½Ykô÷OÍßJé®î[÷vÒwzÈè¹$
¼¥håm©¸áÍ{ð2dÊ\ÑÐÖÓTÃ8o0(f>õÜiT÷vªÈ³{+H«4ÅÖÓv\È"DsÝï\n¯yËQ\í~?*ô-ʶ¬Á9/2a´ýݤt÷¦>¼¼ÅeB2ñë\s»ÜxuϨëb+g!FXGnÖÃ+ààíþ,÷>µäW¹ô³iÜÛ}]¹ù¾nõ¬Ç!nnwª¯ s×5Êå}OCA\UXÜ,grJô'§jÀ¹HÀÌI'1¥sJ¯)çë)hqú¸VV]ÈàLRøcàçñ¬§UTG5TâîkÛ,¹RyYºçµt:Rù«.òAPFò;ûTEÝXÎ-ÓgY¦èB
JêϹüëØô}$ØÄUõ^>µ×JHî©%-%H¡xÃî`ÝÝ8ôÅCw:KI$I~dÇ×¥9´ì´ñw©ÀÑ\wÚp;q_(xÅë;\Óüâ¾¹¢®|n!¶q+Fã`?Nÿ¥:i$Æ1É>룿/CŹa¢dB¡A?NqSCÊ#${Ö±vbkhDçhãߥ0ÆXîcÖü¶3zÜF[÷øÇAïV"P[®ziØ]¢Ô;s¤ñQ̹Á'#¯^µ§Äm"²ÉµÀ l^stlù£ZiY¥ÊY·9ÁùqMnÂc íW5}^ó¸Ð²H¤Ïb¥Eýá m#¯©®;µ¹Öâ-<¡cÀ;CçU·¤/§Ê8¤wc3üäÆÜÖ2¨å-FêäûïäÐ*nÆsÂp3øT´ú5¢ØøÈô ãç#Ôórvvrб¬PÅXýjÞbsÒ¶wµ
~££%Q÷ã¿lU!ùÏíÃT¢®VìW'oLÖ¤hbû90²y8®kµÐbÌF~chòfÂûö©êf¥>3ÔníS¹oá®gï³vÚ-ª7©^z`
£©é[¯uتÐT órAã=ÏJS <uëÈúÑ9_DB\«QÛ#Ü¡½ëTØ2ÎYTd¯=k5½ÌìDcnX©!ý9À©"ï`»x\[Jæ}GÇ,Ùù³ià¸jã÷úRR¹ÛY¬K(Æáިݨ\V©3¦2¶
Z®;VÉØîKQ*UÀûÜU'fuB6ZuÁ¨Åt%us¤uºF;¥7¡Èvì*hÁÝÍsËr¹5cùò½1ÁÁ«1¨Ü1yä×EËjì³÷[$û«i´æýßÊÎqé+^R¹®¬R2_ ô¦ôõ5-YòC²Êä`fÃnѹϯҡ» 8 íêyàûTás(î{PQÌðüEG´9-ߦ_A6þS¡Ûh`§¢ã¡!1Zì8÷°ULüÇ¥G,eð~Pãã¿Zi\Z;¡`Mç÷«;2v¨ùzä¿)¥±FHÜ*1Î>cT*v+m9ëV/S¶MGAìàrsCǹFÞø95Ú99nK\g,0yÚi]pøQ÷Gç[&t¥dA þ쪾7p>¢¦r½Çl/¸Â>üâ¡5S·Ì¤ÖÝ
Çîã¯AÒ¸ùõåKcb5iw,ÎsWÙQÄCÊ$õf¸dzôÑóðÌ'SøÔ[nyäSÎpsYó[K´oF&N¡\ðè©sWùUÇ$ ÌÌ繸Ï4ÊLê¡Ôc ÿ:Æ¢i_¨FWLAr¬ä#&Þz$ʹÈ
xã"°uW^Û
twMç#Æ0@5kïÑão@ßÒ²MÂVþ¬Bm ¬@E»pO>ôë@×E¶Õ=òMoRîÖ6mÅèZ¸í(¸È*zâ£÷®Õ9ù¹-ÁÅJºW7[jC4A\É:çÓ¢O8o¸A¹FÕãzVÐønfì¤BwCs¾T÷@ëÏÿZ¬+,¾wrÌHÝ÷©ù^¦ª<ÛyL¶ªnìzåU¦ÁXÁÜF·9ËvãÌ÷@×.¥x¢ÁÝîe²yϵhSP8,¸àó\é鮿Øä/+2e亻BÄ@ÁÊ:Ý´¤ÍTyÝÆ8V#ÎâJt`ËÚÀx
{VQVЮDö$Ú¥Joe^)±3Ä;£Ã`«ÅKj,·edK"¬è#!Û ªXKiÛÈÜXpKãÔ
ÙÅN:'£d&sã°¹®Y>w¡0ZÓÄWîgs£$M`¢±Ú1Á<WBVZrOR®Ó!
$®'¸¾õmB3ÉeÝÊç\ðø9ß¼Ëq+Ã0xïQÝKóm¨=0q^|¨ÎÖM
+@Àÿ¾HïV¢nÑ· BæZþÏÝ&hÙF09àõ«0@ð0/òðÃ=+e&ÐãNÆo¬¥[w×5zîÅlÚÑÖh&ÅEÉÜuâ¸d1èÂÒE³ÄfráWyÿgS4bÞå0A#$R[P*¬·Y'å¦x&£[m¤62xãùö©Ø¶_y'XuïÒ¥c$Å}qÇëCæKâ²Ø[x®%³÷ð¥s!#ûÝÏZÖþêBq²(ª3»å~¹^ÿ
K ilpÓë]p]N+_cIÙþ«»HÞB¤|òc,zW-Yҽשyí'·ýi"ùpõìkwlR
õCvß·,xÚ9ÇÖ¼ê×oCºº´s¼däääçÚ· °60q}ë§%ï¤ZØ@ÊaAèí¯6Õm°±í×Eù]×¼lLQÑ£2dxyïëS¬rF¤Q̤sÍa+Å7Ô\º1K*§Ó>`SÂëí\ÍòÆäB} ¾d3+
¡6ýìäÖÅm6\;.IùNvã×¥¯KSV%XÕß%¹Æ½bU`Ídé\ír£¦êÅ+ræHxÁë-ÿÒ#.)»;5çÛöw/áÌ©üMq3´ý?
ª¿2mÂïÃâ¾
NÈóÞ¥ã1Æ-øë*t} F¤dõ=pk¥KÝVT¶UÀ.rzb¨Hä*P`r%ËräÈíúp»zè>`®ÖA'Ü@1Ç&´ÃÅF'\¤*Éæº¹o=N3ô¨®RL@mÏU®Û6Ë]NoV`Ñ÷ËtµrRÄa_Çê¥%{vVÞY0ÄúÓ;àWTv:3nMK21
O'}JIZ&
çvÞ¬ªO3r2ÁaÚ£cЧ°Æd9ÝÌ>biceÞ¥HIç&³F@ϼÊëQ²Cä¸{µc-$gaqÌüÇåMY1 ü£åÔ}k£a-I°Z"$#=>nÔ±Ä%K6yç½'Ur,V=¤0¿¦*ªä0òùÇR*£fË»Ï\U¿+Ì? üÛ½)¶vcDݱ²ªzp3ô§,b\sÎXsQ»#Øq¯óøTA×k¬rzàf·ÖCG°}3rlÝxÉàT%fi~
øYv|àÃh).~Xó:Í]ìÌÔt2ÆAÇ·jvAÜ9ë&ï ¹"´Å=ç
qøÓ¸´lªA{/óªä²ü9'±¡.]½±$~Ù'Ú¬DÊnVvèUzý}«jÍ:,J¨ÂõäsùÕö¾?P:ýk¦ÎÀÖ¢Íîõ
¬ñôPx'yÍsQzJ:hG&Øÿ×`ù¨¶uÓ}kÒNÆ=o!Ùc+ÝQVÖNs'GVïZ7t(««ò>ZSèè*aHçó\ÜÎçDvT¡ÁÇ\µ²6@#v~UÀµ4REv-Ë!IÎQR ¡k²,M[RÒÅæ|¹ç$õíÚ@É6á~_c5{
PROPOSAL
PENGAJUAN DAN PENGELOLAAN PENYELENGGARAAN
PENINGKATAN MUTU PKBM IRSYADULHAYAT
TAHUN 2012
Diajukan Kepada
Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat,
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Gedung E Lantai 6, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270
Oleh:
Nama Lembaga : PKBM Irsyadulhayat
Alamat : Jl. Gunung Sasak, Babussalam Kec. Gerung Lombok Barat
No. Telp./HP: 081805219554
PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT
(PKBM)*IRSYADULHAYAT*
Jl. Gunung Sasak, Bilekedit, Desa Babussalam, Kec. Gerung, Kab. Lombok Barat
Kode Pos. 83363 Hp. 081805219554
Babussalam, 05 Maret 2011
Kepada
Yth. Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat
Direktorat Jenderal PAUDNI, Kementerian Pendidikan Nasional
Up. Subdit Kelembagaan dan Kemitraan
Gedung E Lantai 6, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta
Di
J a k a r t a
SURAT PENGANTAR
Nomor : 014/Ph/A/PKBM-IH/III/2012
NoJenis Yang DikirimJumlahKeterangan
1.
Proposal Pengajuan dan Pengelolaan Dana Kegiatan Peningkatan Mutu PKBM Tahun 2012 1 Bundel
Dikirim dengan hormat untuk mendapatkan pertimbangan dan persetujuan. Terima kasih
Ketua PKBM Irsyadulhayat
Hamdi FD,QH
Tembusan :
1.Kabid PNFI Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Barat di Gerung.
2.Arsip
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
Jl. Soekarno Hatta Girimenang – Gerung Tlp. (0370) 681539
SURAT REKOMENDASI
Nomor :
Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Lombok Barat menerangkan bahwa :
Nama Lembaga : PKBM Irsyadulhayat
Ketua Lembaga : Hamdi FD,QH
Alamat Lembaga : Dusun Bilekedit Barat, Desa Babussalam, Kecamatan Gerung,
Kab. Lombok Barat, Provinsi NTB
Nomor Telepon : 081805219554
Adalah lembaga PKBM yang memiliki kelayakan dalam menyelenggarakan Kegiatan Peningkatan Mutu Kelembagaan PKBM, untuk seterusnya dinyatakan layak untuk mengajukan proposal kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini ,Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan Nasional untuk memperoleh dana Kegiatan Peningkatan Mutu Kelembagaan PKBM Tahun 2012.
Apabila PKBM yang bersangkutan mendapatkan bantuan maka kami sanggup memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Demikian Rekomendasi ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Giri Menang, 05 Maret 2012
A.n. Kepala Dinas Dikpora Kab.Lombok Barat
Kabid PAUDNI
Drs. H. KHALID
Pmbina IVa
NIP. 19571231 1978021 019
PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT
(PKBM)*IRSYADULHAYAT*
Jl. Gunung Sasak, Bilekedit, Desa Babussalam, Kec. Gerung, Kab. Lombok Barat
Kode Pos. 83363 Hp. 081805219554
SURAT PERNYATAAN
KESANGGUPAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN MUTLAK
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama Lembaga : PKBM Irsyadulhayat
Jabatan : Ketua PKBM Irsyadulhayat
Alamat : Jl. Gunung Sasak Bilekedit Babussalam
Telp./HP: 081805219554
Dengan ini menyatakan bahwa:
1. Bantuan digunakan untuk Peningkatan Mutu kelembagaan PKBM Irsyadulhayat dan
tidak akan digunakan untuk keperluan pribadi.
2. Kegiatan Peningkatan Mutu PKBM Irsyadulhayat dilaksanakansesuai dengan jadwal yang diajukan dalam proposal.
3. Penyerahan laporan awal dilaksanakan 3 (tiga) hari setelah danacair dan laporan akhir 6 (enam) minggu setelah dana diterima atau selambat-lambatnya tanggal 28 Desember 2012.
4. Apabila di kemudian pernyataan ini tidak sesuai dengan keadaanyang sebenarnya, saya bersedia dikenakan sanksi administrasi dan/atau tuntutan lain sesuai ketentuan perundang-undangan yangberlaku.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan bermateraicukup untuk digunakan sebagaimana mestinya.
Babussalam, 05 Maret 2012
Yang Membuat Pernyataan
Hamdi FD,QH
Profil Lembaga
1.Nama LembagaPUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) IRSYADULHAYAT
2.Alamat LembagaDusun Bilekedit, Desa Babussalam, Kecamatan
Gerung, Kab. Lombok Barat Prov. NTB
3.Tanggal Berdiri27 Oktober 2007
4.Akte Notaris
Perijinan No06 Notaris : LL. FAHRIZAHARTA, SH
14 Tahun 2011
5.NPWP15.038.464.2.915.000
6.NILEM52.1.03.0001.4.0.0001
7.Nama BankBRI Unit Gerung Cabang Mataram
8. No.Rek Lembaga4684-01-012711-53-4
9.Kegiatan pendidikan masyarakat yang dilaksanakan saat ini:
1.Program Kursus / Pemberdayaan Perempuan / Bhs Inggris Bhs Arab
2.Paket A.B.C / TBM/ KBU/
3.Pendidikan Anak Usia Dini PAUD
Daftar Pengurus Lembaga
NoNAMA TUTORL/PTEMPAT /TANGGAL LAHIRPENDIDIKAN
TERAKHIRJABATAN
1Hamdi FD,QHLBilekedit31-12-1977Ma’hadPengelola
2Sumiati NingsihPBilekedit19-01-1987MASekretaris
3Mustianah, S.pd.PAjok.31-12-1979 S1Bendahara
Data Warga Belajar dan Tutor
NoJenis ProgramWarga BelajarTutorKet
LPJmlLPJml
1.Pendidikan Anak Usia Dini
PAUD Irsyadulhayat
21
23
43
4
4
Jumlah212343-44
2.Paket B Setara SMP & Paket C
POKJAR
2
8
10
5
-
5
Jumlah28105-5
3.Keaksaraan Fungsional2201803006410
4.Kegitan Usaha (KU)
Usaha Bakulan
Usaha Ayaman dari Bambu
-
10
20
10
20
-
-
1
1
1
1
Jumlah-2020-11
Ketenagaan (Sdm) Yang Dimiliki
NoJenis/Profesi TenagaTingkat Pendidikan (Orang)
SMPSMADipl.S1Jumlah
1.Pengurus/Pengelola-2215
2.Administratif--1-1
3.Pendidik PAUD--4-4
4.Tutor Pendidikan Keaksaraan-53412
5.Tutor Pendidikan Kesetaraan--246
6.Instruktur/Pelatih Keterampilan---22
7.Tenaga Kebersihan/Dapur1---1
8.Jaga Malam-----
Jumlah17121131
Data Tenaga Kependidika
NoJenisJenjang Pendidikan
>S1S1D3/D4<D3Jml
1Ketua PKBM1-1-1
2Sekretaris-1--1
3Bendahara-1--1
4Koordinator program-1--1
5Pengelola Program-11-2
6Urusan Kesekretariatan-1--1
7Petugas Perpustakaan---11
8Teknisi1---1
Jumlah15219
Program Pembelajaran Dan Pelatihan
Jenis ProgramTarget Sasaran (Orang)
LakiPerempJumlah
Kelompok Bermain PAUD222143
Pendidikan Kesetaraan Paket B347
Pendidikan Kesetaraan Paket C3811
Life Skill Pemberdayaan Perempuan-99
Keaksaraan Fungsional (KF)212950
Kursus Komputer8715
Kursus Bahasa Inggris/Arab71219
TBM342054
Sarana Fasilitas Yang Dimiliki
1.Status Lahan/Bangunan
Lahan PersiapanLuas Tanah
Luas Bangunan
Luas Tanah300 m2
80 m2
700 m2Milik Sendiri
2.Rincian BangunanRuang Tamu
Ruang Sekretariat
Ruang Kantor Pengurus
Ruang Belajar PAUD
Ruang Praktek Keterampilan
Ruang Serbaguna
Ruang TBM
Ruang Usaha/Produksi
Ruang Perpustakaan/TBM
Ruang Penjaga/Satpam
Ruang Mushallah
Ruang Dapur
Ruang Toilet/WC1 Ruang
1 Ruang
1 Ruang
2 Ruang
Gabung
1 Ruang
1 Ruang
-
1 Ruang -
1 Ruang
1 Ruang
1 Ruang
3.Sarana/Fasilitas Pembelajaran dan PelatihanKursi Tamu
Meja/Kursi/Lemari Sekretariat
Meja/Kursi/Lemari Ruang Teori
Meja/Kursi Ruang Keterampilan
APE PAUD
Lemari/Rak Buku
Mesin Tik Manual
Komputer
Printer
Alat-alat Keterampilan Menjahit
Alat Keterampilan Makanan Olahan
Papan Tulis
Buku/Modul/Bahan Belajar Lain
Alat Keterampilan Unit Produksi2 Set
3 set
6 Paket
4 Paket
17 unit
2 unit
-
3 Unit
1 Unit
-
-
4 Lembar
9 Eksemplar
-
Uraian Program Yang Diusulkan
NOURAIAN KEGIATANPENJELASAN
1Jenis KegiatanPeningkatan Mutu Kelembagaan PKBM
2Tujuan Dengan Program Bantuan Peningkatan Mutu PKBM ini bertujuan untuk melaksanakan pengadaan sarana dan parasarana penunjang pembelajaran, subsidi penyelenggaraan program dan pembiayaan kapasitas pendidik dan pengelola PKBM dalam rangka menciptakan pendidikan yang bermutu dan kredibel.
3Sasaran /peserta1.Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran serta sistem administrasi pengelolaan manajemen yang kredibel dan akuntability.
2.Meningkatkan kompetensi tutor dalam rangka mendapatkan hasil pendidikan dan pelatihan yang bermutu.
3.Menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan serta tercukupinya sarana prasarana minimal penunjang pembelajaran.
4Hasil yang diharapkanBertambahnya kelengkapan sarana prasarana yang yang akan menunjang terwujudnya pembelajaran yang bermutu dan menyenangkan bagi pesera didik.
Berkembangnya proses improvisasi dalam kegiatan pembelajaran bagi pengelola dan tutor , dengan adanya deversifikasi dan transformasi sistem pembelajaran;
Adanya alternatif model tekhnologi pembelajaran yang mampu diterapkan oleh tutor setelah mengikuti pelatihan.
Adanya kerjasama antar lembaga penyelenggara pelatihan dengan mitra untuk magang /penempatan/pengembangan pembelajaran yang bermutu dan menyenangkan.
Terwujudnya mutu program yang dilaksanakan dan tersedianya administrasi pengelolaan yang akuntabel dan rapi.
Meningkatnya pelayanan program yang dilaksanakan oleh PKBM karena didukung oleh SDM dan sarana/prasarana yang memadai.
Terselenggaranya berbagai program yang dirancang oleh PKBM yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat disekitarnya.
Tersedianya data base pendidikan non formal dan profil wilayah kerja PKBM sebagai landasan dalam penyusunan perencanaan program.
5Langkah-langkah persiapan dan pelaksanaan1 . Sosialisasi Program
Agar program Peningkatan Mutu Kelembagaan PKBM terlaksana sesuai dengan tujuan dan harapan maka PKBM Irsyadulhayat akan melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat sasaran, Tutor dan Stake holder lainnya yang di laksanakan lembaga PKBM. Tujuan dari sosialisasi ini adalah memberikan informasi kepada sasaran tentang apa saja yang akan dilakukan dalam rangka pelaksanaan program peningkatan mutu lembaga PKBM.
Unsur tim sosialisasi berasal dari PKBM Irsyadulhayat sebagai pelaksana program dan Tenaga Tekhnis PNF Kecamatan Gerung. Sasaran sosialisasi adalah :
a.Tokoh-tokoh kunci seperti tokoh Pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan stake holder lainnya yang ada di masyarakat.
b.Tutor-Tutor Program
c.Pemerintah / aparat desa di wilayah setempat.
2. Melakukan Identifikasi Kebutuhan (Need Assesment)
3.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan yang dimiliki oleh PKBM terkait dengan upaya mutu kelembagaan PKBM. Pelaksanaan dilakukan dengan melaksanakan workshop, diskusi atau curah pendapat dengan stakholder, tutor, peserta didik dan pengelola PKBM.
4.Perumusan Masalah dan Penyusunan Solusi
Masukan dari semua pihak diinventarisir dan dibuat skala prioritas mana yang akan didahulukan. Kemudian dicarikan solusi dan atau pemecahan terhadap masalah-masalah yang berhasil dikumpulkan.
5.Membuat Rencana Kerja dan Jadwal Kegiatan
Penjabaran dari hasil identifikasi masalah dan solusiyang akan dilakukan dibuatkan sebuah matrik rencana kerja dan jadwal kegiatan dalam rangka melaksanakan peningkatan mutu kelembagaan PKBM. Rencana kerja dan jadwal kegiatan ini merupakan rencana kerja yang akan dilaksanakan oleh lembaga PKBM untuk melaksanakan program peningkatan mutu.
6Ruang Lingkup Kegiatan Peningkatan Mutu Kelembagaan
PKBM1.1. Penyusunan Rencana Kerja , sebagai acuan dalam melaksanakan program peningkatan mutu kelembagaan PKBM. Rencana kerja yang disusun bersifat pertisipatif dan sangat tergantung kepada kebutuhan lembaga, peningkatan mutu peserta didik dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan.
2.2. Melakukan pengurusan dokumen legalitas yang belum lengkap seperti akte notaris kelembagaan kursus PKBM, akte notaris PAUD dan TBM. Termasuk pengurusan NPWP, ijin operasional dan NPWP masing-masing program di lembaga PKBM Irsyadulhayat seperti kursus, Pos pelayanan PAUD dan Taman Bacaan Masyarakat.
3.3. Penyelenggaraan rapat /konsultasi/koordinasi/dan pertemuan-pertemuan dalam rangka restrukturisasi dan revitalisasi PKBM Irsyadulhayat dengan unsur-unsur terkait dalam peningkatan kapasitas kelembagaan PKBM.
4.3. Melakukan pendataan (data base) sasaran program di wilayah kerja PKBM Irsyadulhayat seperti data sasaran PAUD, Putus sekolah/DO SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, pengangguran, Buta Aksara, Melek Aksara, tingkat perekonomian, potensi pengembangan sumber daya alam dan manusia, dan peluang usaha/keterampilan yang perlu dikembangkan. Pendataan dilakukan dengan melibatkan unsur pemerintahan desa, dusun dan RT, dengan menggunakan sistem pendataan tekhnologi informatika.
5.4. Melakukan perbaikan sarana sekretariat dengan penataan ruang belajar, ruang tutor dan pengadaan PAM/air bersih, penyusunan dan pengadaan booklet/leaflet tentang profil dan program PKBM Irsyadulhayat.
6.5. Pembenahan administrasi pembelajaran, keuangan dan administrasi umum serta membuat papan data visual tentang keadaan peserta didik, tutor, tenaga pengelola, kalender pembelajaran, data lulusan dan data monografi wilayah kerja.
7.6. Pengembangan kurikulum dan bahan ajar, karena mulai tahun 2011 PKBM Irsyadulhayat telah menetapkan sistem KTSP. Pendanaan juga akan digunakan untuk menyusun kurikulum serta modul-modul keterampilan fungsional dalam rangka memperkuat spektrum pembelajaran PNF yang berbasis vokasional.
8.7. Penambahan vasilitas perkantoran seperti mebelair, rak arsip, lemari buku, pengadaan mesin fax dan telpon.
9.8. Mengadakan pelatihan serta workshop yang berkaitan dengan peningkatan mutu pengelola atau staf PKBM terutama yang berkaitan dengan manajemen pengelolaan, pnyusunan rencana kerja dan sistem pendataan yang berbasis tekhnologi informatika.
10.9. Melaksanakan Monitoring dan evaluasi program secara berkesinambungandengan untuk mengetahui pekembangan program, mengetahui keberhasilan, manfaat dan dampak program serta mengetahui berbagai permasalahan yang terjadi dan solusi dalam rangka penyempurnaan program. Sasaran Monitoring dan Evaluasi adalah Kelompok belajar, Tutor dan Penyelenggara.
7Fasilitas/sarana kegiatanSarana dan Prasarana Pendukung Dimiliki
1 . Tempat Manajemen
1. Sekretariat: PKBM Irsyadulhayat dengan luas bangunan 80m2 luas tanah 300 m2 dan lokasi tanah pesiapan untuk PKBM Seluas 700m2
2. Ruang
Belajar : 2 lokal
Perpustakaan : 1 lokal
Ruang Komputer : 1 lokal
WC : 1 lokal
Administrasi : 1 lokal
Ruang PAUD : 2 Lokal
Ruang Life skill : 1lokal
2 . Administrasi yang di miliki saat ini :
Papan Struktur Organisasi
Papan Nama PKBM
Papan Nama PAUD
Program Kerja
Papan Keadaan WB, Tutor
Papan Struktur Organisasi PAUD
Papan Kreatifitas Anak PAUD
3 . Sarana dan Prasarana Penunjang
Meja dan Kursi Pengelola 2 set
Rak buku 2 set
Komputer dan Meja Komputer 3 set
Papan Tulis White board besar 4 buah
Papan Tulis 3buah
Lemari alat Permainan 2 buah
APE Out Door 6 Unit
4 . Bahan Belajar
Pengetahuan Umum 20 judul
Buku cerita Anak 500 EX
Buku Keterampilan 15 judul
Modul Tematik 2 buah
Kurikulum KUM 5 buah.
Buku Bacan umum dan agama 301buah
Buku Bahsa Arab + Kitab-Kitab 110 buah
8Kelengkapan AdministrasiSemua kelengkapan administrasi dilampirkan fotokopinya.
Rencana Anggaran Belanja
NoKomponen PembiayaanRincian PembiayaanVolSatuan
(Rp)Jumlah
(Rp)
1.Proses Perijinan dan alat kelengkapan organisasi1.Pengurusan Akta Notaris Lembaga PAUD dan lembaga kursus PKBM
2.Pengurusan Rekening Bank dan NPWP Kelembagaan PAUD dan Kursus serta ijin operasional kelembagaan.
2 x
2 x
1.000.000
1.000.000
2.000.000
2.000.000
Jumlah I4.000.000
2.Peningkatan Kualitas Sumber daya pengelola1.Pelatihan tenaga pendidik dan kependidikan dalam rangka pengelolaan/manajemen program.
2.Workshop pengelolaan dan penyelenggaraan program PKBM.
3.Asistensi pengelolaan PKBM dan pendampingan
1 x
1 x
2 x
2.000.000
2.000.000
500.000
2.000.000
2.000.000
1.000.000
Jumlah II5.000.000
3.Pendataan PKBM1.Pendataan potensi pendidikan non formal dengan name and adreess(jumlah buta huruf, putus sekolah SD, SMP dan SMA, Jumlah pengangguran, Tingkat Perekonomian, potensi sumber daya alam dan manusia, dll.)
2.Pembuatan Papan Data visual tentang Lulusan dan Daya serap program, rencana kerja, kalender pembelajaran, profil kelembagaan, data pendidik dan tenaga kependidikan.
3.Entri Data Base peserta didik , tutor dan lulusan program PKBM dan data potensi wilayah untuk PNF.
4.Penyusunan data persiapan lembaga dan program
1 x
6 B
1 x
2 x
4.000.000
500.000
1.000.000
500.000
4.000.000
3.000.000
1.000.000
1.000.000
Jumlah III9.000.000
4.Penyelenggaraan rapat /konsultasi/koordinasi/pertemuan dalam rangka restrukturisasi dan revitalisasi PKBM1.Sosialisasi dan penyerapan aspirasi pengembangan PKBM dan program.
2.Rapat penyusunan rencana kerja dan prioritas rencana pengembangan PKBM.
3.Workshop penyusunan kurikulum dan bahan pembelajaran.
4.Konsultasi dan koordinasi pengembangan dan peningkatan mutu lembaga dan program.
5.Pembuatan Aidicat TBM siswa untuk pendidikan anak usia dini.
1 x
1 x
1 x
2 x
3 x4m2
1.000.000
1.000.000
1.000.000
500.000
500.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
Jumlah IV5.000.000
5.Penataan Sistem Administrasi1.Pengadaan ATK
2.Pembuatan, penataan dan pengadaan standar minimal administrasi perkantoran untuk setiap program 4 pkt
4 pkt
250.000
500.0001.000.000
2.000.000
Jumlah V3.000.000
6.Perbaikan sekretariat dan publikasi1.Pengadaan mebelair dan perlengkapan sekretarian.
2.Rehab ringan ruang sekretariat, WC dan ruang belajar.
3.Pembuatan Lokal kursus komputer PKBM Irsyadulhayat
4 unit
2 unit
4x4m
500.000
1.500.000
2.000.000
3.000.000
3.000.000
Jumlah VI8.000.000
Jumlah I+II+III+IV+V+VI30.000.000
Jumlah Keseluruhan Yang Diajukan : Rp. 30.000.000
Terbilang :Tiga Puluh Juta Rupiah
PENUTUP
Program Peningkatan Mutu Kelembagaan PKBM dirasakan sangat penting untuk dilakukan, karena keberhasilan program PNF di tingkat bawah sangat tergantung kepada kemampuan lembaga PKBM dalam mengelola program yang dilaksanakan. Tetapi keberhasilan pengelolaan sangat ditentukan oleh kemampuan lembaga untuk menyusun potensi yang dimiliki kemudian diolah mencadi sebuah perencanaan yang sistematis sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.
Disamping itu dukungan masyarakat dan sumber daya yang dimiliki oleh lembaga PKBM juga akan menentukan keberhasilan program yang sedang dilaksanakan oleh PKBM. Oleh karena itu peningkatan mutu lembaga PKBM melalui penataan administrasi yang sehat, restrukturisasi kelembagaan yang kuat, inventarisir potensi melalui data base PNF, penambahan sarana prasarana yang telah tersedia, penyusunan perangkat pembelajaran yang terintegrasi vokasi dan persiapan legalitas kelembagaan untuk persiapan akreditasi sangat mendukung dalam pengembangan mutu kelembagaan pendidikan non formal dimasa yang akan datang.
Mengingat penilaian kemajuan suatu lembaga dan penilaian output yang dihasilkan sangat tergantung pada kredibilitas lembaga di mata masyarakat, sehingga Program Peningkatan Mutu Kelembagaan PKBM mutlak untuk dilakukan agar lembaga-lembaga PNF juga bisa bersaing dengan lembaga formal lainnya.
Demikian proposal ini kami buat dalam rangka menjadi acuan dan pertimbangan Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal PAUDNI, Kemendiknas RI dalam mengalokasikan Program Pendidikan Peningkatan Mutu Kelembagaan PKBM yang akan dilaksanakan oleh PKBM Irsyadulhayat.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1.Surat pernyataan lembaga penerima bantuan (sesuai dengan format)
2.Salinan/foto kopi akta notaris/surat ijin operasional pendirian lembaga/organisasi.
3.Salinan/foto kopi nomor rekening bank
4.Salinan / foto copy NPWP atas nama lembaga
5.Struktur organisasi kepengurusan lembaga .
ÿ.íÿU1üÔ¼ùH÷ÐÍþcÿ&ÿHíÿU0þj^KùH÷µÿC5ùü¶ÿvÿñüܼòï-ùÉ_ÌZÒÄnGûÎæ¼W/%ü¤{ÊÆÿüÉþkúGÿñüÜ»?)òyóÇÏ>cÑntmIMØQ(ð°aF©¦ã#=A¦PÓg^Iò$¾LÒ5mJÞ$¾ºFÜI+§&2º¨ëÇuGdÛâp§`ü¶ò\É1ÁèÎ$^L38B®wW¨¸xdx
ÈR8ÿ-¼¢í$^¼à)JäL[<BÀÿ0¼¿§hzÕ½DrÁê°c]ùþ)¶´×I è0!éè(ûÆRy²4Õ¢Á¯Ù§ü@
¤±K_@xÜ'ëɣɪFø¾(*W/Hø<ÕjRz6KÿøÈÙ*±ãÉZOO(ÿ×å¤î3]NÉxlùtÅUbªÝqJðp%rñUàï¥ÚÑÿCýFýXcÍK¾òË
AEérRt¨~EìÜ10·ú§õdCßåtï7ùÞ
Rg[I WhϬkUßçqÝÄ õÿ7ÿÎ9y7IòΪ[]]ú¶6\Dà©hаbiQá`&mó`{`tÅiQ"ëÔ2%
6-ã¾(}9ù[gi'åÎòÛ$X¯!½}F£(ÿ$?Ûý´M&æc¶±aYÎVÀ:y¦ÈÈ÷¶cæØO}
ÌKÝÊCCF8}©§ódvl»æ^wù°è<Ãjô´Só«¾ù\q¬§·D²Vý&æ:GSÑV¼tÊyÈÂH};¢FûÿÄØX¶öíã:á-g8cAªã*ªWÆø¨W
Ó®^¸º»â³Xu6Ò
ïÄíôaÃâ+á ¢´·Ct»ÿ«GDâB&Ú¢£"¬þq §ü¬ôf ±º5&öeC>O£3§þU×JȬFsÐþë>aäÓoG¶Ú¾9K»NÀá\Vr
G7êÝYfähïtÖ»¸¸*ÐPõäÊ~X8ÇTÛ~_yyÕþºïú/78JrPXÈ¥UÛøEy`Å$c/WÒµ¿+éZYÜ=Nði
Å̵úÀ^M=Ð4ö~<Êç¦"Ü@vcyåuiI$Ê%
¸i¤feþ&bªßOÌ\ܬÏÐOôÊ´ÙkôëÿÑå
ös\ìVp«¹mª!Rê)4,z|@µºL¯ìma[{¡r²d¢àÝë×£K{±ùu;ȵÏLïb¥ØoJ³Ûâ®Y\XÔ¼¯[©Ne£.*ÔÓõeR
6Âvª6ò:¤r£Ä¯¤éÑ$¼Å¡
`kãáÝN;ë:ÄάÚ:zöQÂ&õe"ñx§Åö[.±ÓvÏ¥#_,ëðBóËe$Bkf
ÅDjXH»!'ãv}"çêÂßÌ»½Ä$H¡¼r1Ç+e<±
}O[ý¯õæc;¹úª»ú6]þËS®]`~OèZã˰ßèóêÎKÈ%ËÌ®ÅH§Ã¿ÙÉx»ó`1H¯5ëÙíæDêÞÖ;`¡ª
×û~4øq"Í@ðÆm^ʲO/è÷ûP®],sLæËW;8XZ¤á¥¸VV/AññV¼°ÖìåP[iaõ
fÞÏÖKM,±«/Cäê[`v³Çl[Τb¶§q§Þ^[¶PÅÉ#zU ØÕª2ëq#/`Àö" äÿ
ù²jí¥o/?ÿÒäÅ
3^ìV;b¨yomãvIUz© ,LãU¶yb)֮߸â4 þl`y±3Òec«Í¤ñsy¡hËCwjSu$¥j8wmâÙ%v±wÎæÎ7"kµËñÄq¦hݲiæØtnö×2ÙK}jHø/L_¿g÷fFxá·2ãJ3÷Iæ7¤îÒ,NAøþÏú£ìä$8Ü2®lÊ~iÔcâ4»dS
Õh
Zо9lÂlÑgú=óuÃê7°r¥ÞK¨ÑcG`ù¯0¿o(Ë#±nAµÞzüÕdѼ·kÎ0®.yH½GTþÕpbÊ6s¸¶ó_tÖÓuGÍîd2ȨÅO"ÜY©Ëå×íl07L^æÖ}NæK¸S¯ï4$
©JöÛ-26kà÷O¬¯;E±ºe×b*¤Ö¤WlÆqra`Tñå½2N.fy´°kp©´{Çìûå¾1ª<ÚNóDÖQË«,ÖÓ·èpãÐ$*Íõz×ì×~9!Èóeáºe¬jPÙÀH{!.H.¡]ÔQÔî1qÁ?%;{;Ãldx£úÒ
Ë0¥Hqñmö°Q²äÂqÆ+¦£¡yNÖdG¹¹¹»¶!¦â!n7gaßñÂ'[4˪·5KÉî´HÏJÜG;\´aª¢²wâÿ
ý»yjá(¼¥¤iÓ[M¥k+©\Zh¸ñ1*S^×!"HLbæ¥æ;7âüÀñ'!$¦Y*Ú.¤ÍÊÚØE$·Niº¯'cJü!k\ÄBc_þXyÕ¼±ËÅõ6W-¼©!®ûkËÀd¡7AÊßìoikuk®5½ÔmÄ(D £i×ïÆ\uEjßÔ®5RB«jÄ+JãvNdÚÝ.d³ôÁ"ÛÊ ¬
.ÿåR\
lÅ¿ÿÓä$M$`¼köE@ù÷cENWuRc`Pðm¶4Øï*Ku¡zõ¼9Hwù±êKù?A;¨iºVëÌ¥;ö#¨ØáYPD1FÑÚÚýOK.±úr(PRA;ÐrùäqÈRrÆ¢¯£ùT@
o9ýÍ9ÂÓcSZÛ|Èipò
1Æ.·EÛyïQV%CËê¸*©:w;d£3vÃo$74½b$`YZ
P}v-¼KãaÊÆÄkrK¢xcÄ6L!A¢à¨ÛÈø«ónF+[èÖ;y"JKjòÄËZµRÃðtÃ+ÓoVÕ?WÒagà PªÔäûOxá¯6N²ÉÚu««ýZ&DÁ##¢üC)Fµ\ÉÄ^ʾ±åýOË6ͨ^Á2ÎÍ2Aé2²1Ý~j{dHdeÙååÇøªnòñG'@Ä~ÖÊ3(ÙÈ7º-ªSs¶QLí~hÜÁi²ÎIlVWdj9,d)¨§áÉÀYebáZºýÕÀ¢$%QÅ@
øeÙè¼Ù^Å
r#0PEäð¦8*Ѩ¾&¬OëÂ,
³"*vU$³?F=î©y)F¿»ðQÐ(oÆ<]e1ú¦«ªÉrÑIT <ܸÙeðê;GS)T¨}<?GúU}ZðݼmªÁ }emÌ΢D«²ÆWÓ³b"nѨÖK0gÕ«Û%Î%`K4 Q=kµióÊ'wd5À«FG®ë66ÏaW0«C*zUf§Ä ¯ì×ü¬Ëä@èWG25Ö©oÖ±KÊä:ófN`_ò¿ÉÌyÊ@Óg:·æncµßì-í5{u6Ñß$JaÛ7ZrÀ,)4Åo¿0üí}/.¯tìAÿ$/§®=RûUÖÍëîý¥#âz§V¡¦nlj>^oFâåá!¯'4¦ÍANßf¹9²wq%ª-qæo2ÛÄÖ"åîf
jR¶ÀôÌm7.\QåÉÿÔâ39X¤d&¼OM»{f¼ÝäºÙb 4Bù!
z»±Vêc¤¦&eªE4HÙAÚ_Õ$¾4¨ÄHä©ë]ýQ¿\¶<LÄ£(Qvë¶Ý1Ç#ÄdúHCùgM#Få,`[ncæjíÎFÁÙúômÙdlêSÔÜõíצXa}W-yjãK´
s$78²MGý²¬Ð4sÆ«ðÛS1¬²µÎ5·±¸ú»·¡eö4h´Ò[$í]w!Å;ôñʳtnÓzý{ÌWq]X\J×^3#}PÙ<s$n× Kg¢þHé6·µ%[:prUwß(ÔK£võ{róñ;}ùÞÂ?5íݼ«up¨Êx3PÒ£¯áõEæ^Pü¸½ÖF&43^jQ¬×oÅ=«¨jA÷|äj|ÈããÃ\Ú2jL¶}çüã÷/8hòi·b3Ë2~&ÚüYO
ó¯5)ù²ç@ÔoIé*X¤Âî¥e,i-èmÕt$KÔM!«ÉéÆZËWW!OqáÔÊUVTßÌÎsCñF'ÅRÔñ×)NÅÉÅ© Qf>.WiÄ@Ðü/uxôM.[«±¸`x»ÊäoÅGoÚo##$eãåïÉ/&iÞ^ÊY×\Ô.9)ºhýQ°1ÑXȨ¬ü¬Ë ¬QàæÁï?çúæfÓud°
ðW
4EÃñ? ßñ,)Ëç_ØjÚÕÞª)âÖfYcúmCUu´¬¿¶cdvl5ºYs¨EQ"T)òÃøóÂTÛYíÒ+¡%Äuø'ùze&DÃÄáÝèuP%~+öV´åJeSL¤KÿÕ/ÕõoÊ_ÑNµÒ¡ôÝxÁ"à7N\Áå\Â#¹ÚíÕå²[-ÌG//M¨+8§±í$±»ûÛëá½ÅÊ<±ÄÓÌ+ÄHÁ3
q2'd-¬*zKµC@WÄñaÝy&ovL+?¸SQñjzÔH¯_§#ÆYÚWkõ©ÍͰ¸1YÃ/îâzI¯ÓÛ.9H$ìYÄ`HÏëj¨ñõöfævÿWVsÈï2ëS¥ì»HâÙKȯÃÛâg;ÿca{ÊÈîd7ðĶâW2%¼dâøª9««þ_,ÇÈjGfPØ"Móò¤q!ò£¤.yBAôÅ+à2<e¾§=¯6¨TåÊCö¾ú_ÀÉmª_êJò(eEõk"âm*kàkÉ1õsBë2Ék¸µnÕ|ÜSnLøâÌI¢×jÀ¤hÑ\G{s$¢14R«
´Ô(W²9ÈðÕ5D[ØçÞ+^ õ®3ÏÈ<@OM¿keø¿ÊÌ]A¹7à=t5EïO^¹CrYæKkKòÞö?RÙãeI§b~ü!jÞgùoyþïPs
ªc`!GâS·SÏíf\2ÑÝ£&+'ÞrüàÖ-.à²ÓZ1z×ËWQV¢¢
+S·Çñ|9,ëxV5¼êDo9Z¾£B1_æV䯾,«Ç-Þ{Îüï©j:¦£§©ÝÉxÀÎʨJ-iövïáãÊKF\CdÅ Ó#D¶!yOéò£©
#?û¨æpÅÐ)_Øi×ÎPEE* E+HÂ4âè\y¯R@ÑsÆê)#
¿íåü6ãR7Ê×BêêKMêÚB~!QÖ2jÛñl¯)fÜ;îÉ4O7j~Pý#u¢UºN,ñ~Rª$^,»Ãâþ\.0«J®ìçú¸j~% #z'!0Y//_Ê:¾öÓQb¡ÑY~.w2ÚÆb³(øÕGÃÀV¬ÍüaÞ(NätRëL¡±"ó:±KZÐÐoþ~9§ü±æX5íÅ·¡;!ÙÍðüxÿ>%ËÎX¸ñÃ.Eü¥Ö|Ï«ÞC§ÚÇ
§°úTYàGM÷ÿ6ÊsB1Ô¶b¤|Üa5JnãQ¸íLÄr^uùõ-ä>IV®È^BeUØ`ËFÿdTÿcêhÔKÂmüÛw鯦B±cyTUaR@ëA\Í nI&mç5ªÚÉø%·fW
È2òRÛß0²
BÒ?A³,SÌsHúq´`P{ó3ô9õÉÑøDµr?FbÕ$
7rÃ,µN ÊâËQÜP¼0 (Å(tïß®_Â8¾ªOmÂB²-Mz¦T°m²9]vÍÄË"³K$2GQê8âïÑT±ÿ[ 1p
ðÍÅÍÅPÇmN¯tºÖ?N;FVbvYcpÊHØ¿ÿ×â1ÛhÞ¢lcªÄ
$%¿Ê«·ÿc4q@ôÿJÍ©%¥Ë¤
SS°¿!ÍYyT¯}w+(+6Ihªà¯Oòs÷äÀK»;Aé˼à}=µ»þÉR7ÿÁtÈÊÐyÌ7K3Å6z}ÜIgzmâ
ÖªÜÜÝߪÌâUݹ¶Ô,;ó¨Ë@Ü8æDúYöy5þ»úsÃm-I©àµßá¥3 ÷½§N´Òìù%´Û¤j«êJßsN¬ßµË(&ù²¹&ªÃ ¹éÙT÷5«üËÒ Ô|®Ú6çê4Tóúkþ²åÍH0È.%ñüæiöhXü®l˯$þ`KHùHeÚ0ªe
H£j0ZíO§1¥G£æÑo¤ýk¸bºýØwD>ħÄ~\ª@èô|òéNm.ÎVfYbI%ÞVidnJ;cÆjHtwÂKä*R8aÄP
tVÆuѳ2ú7lj̯ƨh?ÌÚÜÕL¬5-?£-Úr´kY»o³ÄðsæP?Ó!®ãIá3´>â^p¬Â¤ü[îÛý¢px¥º?$Pµ·³ìy$©qn¨NY5Ê";§^£=¶0úiËã3£2ï½®COb¹TÎíÐ
.µ;«²Ò]Í4×B,Í+ª»Ñvù`²#Þém.á¢ËÃ4ѵ;æf/¥ÃÍÍSE¼hnÂ<døXc6Ti«¸Ø»ÂsmsHÔ 8«/Ñ<ùòî¢Ú=ÅÓÝ2ÎÕ
HÕ£¼¾¾w¢×#-F5-½õ¤òÚ^v®ÐNôxÉVéòÊ$¶ÄØpwOÓd²=^ó¡l÷×±)mÓxÆëÈüeV¹v"V^MzZ
ýÝü
m:JÌbqaV vßQÕp«¹_öÊ[O+$lÀôâ9ªIdF86%W&´Ú6_eì,üÙGåǯ%óÍ$¡å´ÌéûðwjåYg³n<tmî:nb3;ª®Ût;|4Ûnç1[UbkN;±ãñr4ûö§uÅR8ëúÖaÖ§®§OïâW*Þ+U¶{'sL&H|Í=Ù¿óTªiëlu&BYÅ@qᳫ%ÈÍ´PRè¾^x¬î¦´[tÅqêYõ##\FסJFr]VÚº¼ÂòWìrqÓ
Ýîí3®fÈlàÄÜ´Ý«Nç&SrIÉ0%ù_òÿWò±ç
V1´Óií,bJÇl¬^UoV6NN
ös*Í]Ór*"Þij
ÛCʼ.ßFS.mÃö×-³¯/~Uk·þJÍu
Yeã<-';x*
_QÕ丸MQb.GgÚÃ?©¼n©^m±ØSápZP¡µ fut¶ôÚ£©ùîrqÆb×,Ü|Å%öI×"úÒ;[TJ*à¶HÆßÿÑàâxiö
3°´[ôepñ0b£ãzfNÚ3y%³,ÃöH9qh6o£Cwª³Ei©"RµeJáÌsc°´þ×È~l¹p«fwiáEÿøzwån¤U}SÊÚ½ýº²õi¢~Q²N8ȨÆduÈd6¢:w0IÌ^qó
ÆatxÜÃ$«±xÀbèñ#rø²W@[
Yþ
óg?LiS³x¥àãøàâ¢É<¥ê¾NóV«ëk¥¥ãËdÀÊêe²X*òEêpØ ÒÓó· ÕyCj7wÖ«¬°!A;zaM Èf³4]:$Y./V²1rÜß4*£ÔÛFWüµ°DN¡}Bwry
Ì92ôk2ÉÉTüjþû9+:ÄÆ6æáìH" n«
ÍqT£jnbF'Wj©!AzJé\*eçÏ- {yÍ=G¬Ç¾çærpm)ü¨Õç*O-"¹[:°«þ.O&ácºmù£¤ë>aó}õÆlo ÒígôKpól¤Õ¶aör1 O=CÖ¾t¬
0È?K!+óN§iÀÞ[æ¬WÛî _§-Á¼²í+`cIM#J>¹>[8¸ùÛ#ý%fõ+"Ó¶ã18røÁCË©Ú!¯ ÇùFù!ZÌÃÐtOÌ]BOÊÿðUÆ¥´ñYÂÎ7)êõ]¨?Êû\rÃElð/øï$ÜÀì-u}2î´rÌdtuÛïÌay¶øe*Ô4&²Ó&½}FÎY! }Zy_âØÜU¯ùY8ÊÍ Æe¯þb_KgeåÛK!òöp-´r:\(õ$+Áë'.9$
ùQÎóG
Jú%H;xæGIuÍÚ=i}ËfDT¼µxþÈäSOÿÒå÷å¤vu©[ê1ßGkãñ$/]ù0ËféCZW¤y+ô¾·öÀ(oܰâU
¦ôÉK'¨¤c±amåXÓɨúQÅl?{o]ÆåKlíñqÉÉÞ²ÞÚt´h%KÉ´|_£çï~I'þ^Ò¯5UYÜ0gI*'$r¼FÇÃ*ÙK%¸ò¶b"ÖdyÔúÄ%Ö³$WìU»g{6FÒíK@[+[V°gOª¼V×HÃEY[ùi'¿ääìe¶é®äã©h:§é×Q$ª!o´CÑùer g!©þV¥ÅG¡;ÊË(âjÌyíÓ|ÉG%UòÌ
ú=ýFåàY¢²½6`>!#þlÉæÒcUÜOùG$ýë^ °b#5kû*ÄïL§Æ-c·XÞïЯ¨!æí¿Ýö²beAòø¸¾±Ó½`dÎnd ( uFå¾FR¡m¡ëþ^Óc°³Ki8ÜK)bf¨ôÖ} ÿg(,ÉO-⣷U#«äàj7![p0!Yy±2FC
¨PA`zì=Sc£¯0¬£¡&Á<8ÿ±ÅR¿1è'S"£PHf}o¨/eºgsÖKu?§ýâ1YíÌúmmºõQ²òd¼&¸]RZÝ¿ÖÄjB2¿Âª_ïåþVFRÊ-eç§[ëÉU6&¢W¿LAM÷¼á´õ»InK4qËC_YÞ5©=¾9=B
w
ZÖÙ#·`0HùsdòÜO¬ÇQ«²òÕ
ðû[1ÃE¦ÁBí¡þ^XßyBfIeKõ%eP¬LG£0kLäJbÂmÏËV×VÚIdZ
¤+®ÔpWâ.ÿµ¿Ë#.{1É1HÍGô}Îmõ{ÀÕg2³)]ö«L? ó¶?Éæ+ìÎÖÂwF÷òR@£5hžÉÉe°Ãù©ÌNÁK)éÊ£,¶]Çí÷×øaA;kÝBæ;KH{X,q ÜØ`%"$òMõÑx-.V9jnf5Z
îjiñ¢Þt0ÿÿÓãz%¼¶cB×Êêõ+Tý!FÜó+Ù,µ»Õ,`[Hô×;¾$¹di¥j±ÚKõËË;MEL@Oâ*Ùqmɦk¾WäWXòóÉöÑÙݽ7SQ³Sj6DÀ¥Z3yoO½)§Ey,;[Ü,æ¼UfJ÷Æq¾LE±WótÛí2kxáQ,Æ=è¼);^@ÚÂO?næ´¼Ñm$ô&¹{²ãuwmÿf½rF nTJöu·uë;xí¯A!Æ;v±
ñ§.Il#¹?OÌ=vFúÔÑÚË&ܬý'HXÙä&û?FG6Ìf5È(Mç§çËV1'·6w3AõvòÓV+X¶²AW/6äüÇ»eîN_ÈJP
Hâ(W¾WálÌtS°½Óîdúü³rb}£µw WèÄÀCåRyÁ9Û,ª&Kt¢
óýÞù},ãÍêÑX~§ÊH¡)Å*ÁÀýªkOâÊY¢â©êÊ·¦9"^ì#í|(¥¯éÛZU¾
+\ý7Jì£æâα[£d ø«Û¯ûUFèÛ,±º´¦s¿2³+QD¸ÁüÄn¯µiâgú½Î-å*̬Õ}È>#ñdãÓÞĤV>q4++vg0-´i /µBw;¬¹#
Ð%²÷ÍÚtà;LXÐmAB§Ä
â PfÀ-®£¶Óõ;WâeyahÜTÔDàÔ}ý3$îC@<Ð-ª½½Ã]E!/êDÕOz|ððÞÈ2_«ë6wV[% ©d äÌ7åZà+)XM<¿æ¸-t!¥´Ò*,LV-Sµ(W¯ÀZa:§~ÍÐ308Ù´]¨éѲBL@^Hì{1¨úp@¡ËcKmLU4ÒäÀ_zø§)rpòL
ké¥OZ¨'ï59MÊÿÔó?ß'Ûëµz±÷ùæ9äåGnßFc¹á
Z=1U¯^puûc®Yld^ñáZðçÿm
(Û*ò¥?yÒö²¼qóF7^ÙKrÃÓ
´:©Cßýëû_g¯L6ä°ÿy?o§~F2æÂ/Bò'Zãûòýèå_îGÙíêeSnÓí=¬GJÓíz¾h|¹-:Ö_Sááþúý¬*«w_J?S/Z>>¥8ý¯÷_§ðúËÏö±BûÊóÞò¬_ÝÓÚý¯Ùùâ¡Fÿ¤yúÝ+Ç}¸~×úß3Î5ýç$$`ÿâXICC_PROFILEHLinomntrRGB XYZ Î1acspMSFTIEC sRGBöÖÓ-HP cprtP3desclwtptðbkptrXYZgXYZ,bXYZ@dmndTpdmddÄvuedLviewÔ$lumiømeas$tech0rTRC<gTRC<bTRCELRY`gnu|¡©±¹ÁÉÑÙáéòú&/8AKT]gqz¢¬¶ÁËÕàëõ!-8COZfr~¢®ºÇÓàìù -;HUcq~¨¶ÄÓáðþ
+:IXgw¦µÅÕåö'7HYj{¯ÀÑãõ+=Oat¬¿Òåø2FZnª¾Òçû%:Ody¤ºÏåû
'
=
T
j
®
Å
Ü
ó"9Qi°Èáù*C\u§ÀÙó
&
@
Z
t
©
Ã
Þ
ø.Id¶Òî%A^z³Ïì&Ca~¹×õ1OmªÉè&Ed£Ãã#Cc¤Åå'IjÎð4Vx½à&Il²ÖúAe®Ò÷@e¯Õú Ek·Ý*QwÅì;c²Ú*R{£ÌõGpÃì@j¾é>i¿ê A l Ä ð!!H!u!¡!Î!û"'"U""¯"Ý#
#8#f##Â#ð$$M$|$«$Ú%%8%h%%Ç%÷&'&W&&·&è''I'z'«'Ü(
(?(q(¢(Ô))8)k))Ð**5*h**Ï++6+i++Ñ,,9,n,¢,×--A-v-«-á..L..·.î/$/Z//Ç/þ050l0¤0Û11J11º1ò2*2c22Ô3
3F33¸3ñ4+4e44Ø55M55Â5ý676r6®6é7$7`77×88P88È99B99¼9ù:6:t:²:ï;-;k;ª;è<'<e<¤ >`> >à?!?a?¢?â@#@d@¦@çA)AjA¬AîB0BrBµB÷C:C}CÀDDGDDÎEEUEEÞF"FgF«FðG5G{GÀHHKHH×IIcI©IðJ7J}JÄKKSKKâL*LrLºMMJMMÜN%NnN·OOIOOÝP'PqP»QQPQQæR1R|RÇSS_SªSöTBTTÛU(UuUÂVV\V©V÷WDWWàX/X}XËYYiY¸ZZVZ¦Zõ[E[[å\5\\Ö]']x]É^^l^½__a_³``W`ª`üaOa¢aõbIbbðcCccëd@ddée=eeçf=ffèg=ggéh?hhìiCiiñjHjj÷kOk§kÿlWl¯mm`m¹nnknÄooxoÑp+ppàq:qqðrKr¦ss]s¸ttptÌu(u
uáv>vvøwVw³xxnxÌy*yyçzFz¥{{c{Â|!||á}A}¡~~b~Â#åG¨
kÍ0ôWºã
G
«r×;iÎ3þdÊ0ücÊ1ÿfÎ6nÖ?¨zãM¶ ô_É4
uàL¸$ühÕB¯÷dÒ@®ú i Ø¡G¡¶¢&¢££v£æ¤V¤Ç¥8¥©¦¦¦ý§n§à¨R¨Ä©7©©ªª««u«é¬\¬ÐD¸®-®¡¯¯°°u°ê±`±Ö²K²Â³8³®´%´µµ¶¶y¶ð·h·à¸Y¸Ñ¹J¹Âº;ºµ».»§¼!¼½½¾
¾¾ÿ¿z¿õÀpÀìÁgÁãÂ_ÂÛÃXÃÔÄQÄÎÅKÅÈÆFÆÃÇAÇ¿È=ȼÉ:ɹÊ8Ê·Ë6˶Ì5̵Í5͵Î6ζÏ7ϸÐ9кÑ<ѾÒ?ÒÁÓDÓÆÔIÔËÕNÕÑÖUÖØ×\×àØdØèÙlÙñÚvÚûÛÜÜÝÝÞÞ¢ß)߯à6à½áDáÌâSâÛãcãëäsäüåæ
æçç©è2è¼éFéÐê[êåëpëûìííî(î´ï@ïÌðXðåñrñÿòóó§ô4ôÂõPõÞömöû÷øø¨ù8ùÇúWúçûwüüý)ýºþKþÜÿmÿÿÿá)http://ns.adobe.com/xap/1.0/
Photographer: Adrian Swierczynski
Copyright: All reserved
0, 0
255, 255
0, 0
255, 255
0, 0
255, 255
0, 0
255, 255
ÿîAdobedÿÛ
""ÿÀ`ÿÝRÿÄ¢
s!1AQa"q2¡±B#ÁRÑá3bð$rñ%C4S¢²csÂ5D'£³6TdtÃÒâ&
EF¤´VÓU(òãóÄÔäôeu
¥µÅÕåõfv¦¶ÆÖæö7GWgw§·Ç×ç÷8HXhx¨¸ÈØèø)9IYiy©¹ÉÙéù*:JZjzªºÊÚêúm!1AQa"q2¡±ðÁÑá#BRbrñ3$4CS%¢c²ÂsÒ5âDT
&6E'dtU7ò£³Ã()Óãó¤´ÄÔäôeu
¥µÅÕåõFVfv¦¶ÆÖæöGWgw§·Ç×ç÷8HXhx¨¸ÈØèø9IYiy©¹ÉÙéù*:JZjzªºÊÚêúÿÚ?8
©âÞ$ýßÍ·d²ä¤I$v>Á¿Éÿ+(ÂäHIñßä6À¨¹$
¿ØU:P1ôéúð*ÑÈ nÇa_øn8««È:MÿÏ®¶UCV=FßNØ«C*Ðnzââ¤r:×åkM©ÿ¦®v#yäûLRV²¸4Øu;iô¼å¾7U^A¾Éßn¤W
VªÐ®ßwºÓ
+BNÝ>Y¡ycoí>ÿµixÌnH;SßÛ
äíÄìÃè¯L)\ÛÀÔuéËß"Á*zu®
¡6zéôðâF<»F§O»çñ`Vê@ý0¡o'zî(7ø²÷ÀHBjOJmAO|PÐ`@:÷|©W%9Q@éQá¾ëºZøxöfëLUSª
¦ÿ>þÛ~Ö¹@û$ô }ªb
Åj8Óq¹©é\
·}&¿U¹^v¯ûµ¶Ha@C:ëïbÒnxÚ PïOZUU SßzåQ
[piñoµ+þf⮪¸4?Õ¥G*³ØÖ`6Ä!¨h*k¿zí÷bÌ*-c4;tß%|kÌÐH# ©F4̪wéøÝGíbȧqRAñé_õqUè¢AZµPSOò°ª×Bp÷ÛÇ·üZXH)ðQ¿·5ñÐ0Þ|H¯¶ÌiÜô§Mÿâ8P¸L¬ÂÂÔÿ´Û"¦´oqÇ¥=þÎ)j ÔÐ÷Å+Wâ]è6¡,PÓt¡ÛöG|*ÔÎj)ÐS~àâŤpß
ü=v=±Vʨ¡ ëQþ}qKK¹ "ñ?«ý¡ÑÆÊÜ&®ÛõÛ®S"UûMø?J¯¬´_ÓñZàJ;Õ:ä¸ò£ïÐ)_À`J"¡@sAòßüÝTu;Óþ*ºZP
À×ðÅVhIé·Ñ¯dWøh
)^[m¿[CÈ7~ýqWz¾CRv¯Qµ=©·È54<
ýF*µRbAð®(OÙªåÓ|P±
H©#í{í^=±W7ÆÕü]ÛÃm¤(ð¨Gáöp¡
+¼©a¶ûuèØPVEQðõ§qÛÕQE"AP¥#5
ש #ù±BXR£á§¿öþÎ(Pe5`v¨¯öâ¨s*·~»Ä²J ÁOÄ´5¯I"ª«
Mv?ÙþN(CKZM:·ùþÖ*
Ú¤ScáýrH[µ5®ý°%
;ׯ¶¥I-Øï±=éþÞ
Î
húb¥;ýAO»pR¤*Ð)Ú§õÿ×8R î§éÿ6ÅTÒªwjmÛ)ȼnÛ
TÇO-¨á·ÑíW
8i¿XôÛzíJP`BÄ_5GOzPvJ®oT¸À´¡êlB»Øoôm\VÓb(64ȪóSµGÏ$ ¼ÍH¯ùíªàáiÈ|]<2*¦h~Я'
¬P®Äôت£)åðïØ~¬
¤
ü(oÓ
µNÛW¯¾«íFÚ>°+dñîw °¡S?åtïÜþÕ0*² Òúh?
¦@In*6ð%ó¡å^~ï
B4{¿±®I¥$U©j¿çÐ`ü'¨úr2È'jÐ¥
ôù{f9l]c±bnÚhÐVAÅâD`O_|@rÎI¨M|ß*à*ÜdzS·Ð1Uü>=ZtëªE?!¸tتÇ6äPmJnOáã-UÜÐáB*ÖíBznwôáIW%v n+ÛþüþX6¸4íL¬XÙ>ö¶>uùàUÞºÉþÕvñ5ùåÂíÂÈBWãùv#Å}ðCÓà¢Ð×jïµqU>j)¡öß~S"È®-Æ÷ W§\(Z@$"HéPv÷ï¶)©¨Û§sö°º/Nã¾øP»§SQSô½>ü!æVkÜ5`fjq,ý;óí¸PPo¿QÐ~Å[MÅÀO]þxP½§J[P¤Ä·ÈW\ÜC5+M÷éß
*
¤µkíñwÀªÄîHÞ´óv ïJ¹tðíRO».·FôзcN^í*»bÜ'o¿âÅ\R¬Ië¬W
1ãOÔô®Ç¹¶P6ë²ÐýøB¶ÝbAù÷ùbÑÛü|~y%]Òjv¾©&¶â¿Ù
!w"¤µ=úàCµÜïÈÐýøKïEYjOéJ,|tÜ5?VA)p\ì(ASOÖ2Þ:¦U©ÖµÊ%6¿j
×~þø
l|"¤¦"¨-H±Z.ûý߯%tV
¾^ÅTSìN¥r*·JHVnÓ¢ä
Q
@SÇv;Ó·Ý¥mOTû'¿ÑJâ«PÝ÷©Â£¥+S¿·ùòÀYíl_,\$/s½zì1Uª§í1§ÓíLTõ(¼¶Û¡®þøSÑsIØÐ¸¡ïóÀZq@4;xÓKeøîTTò¥IñË$Ä*TTÇ|©UØ-Ý+N´Ä%³²¯SJVð¥È8*|zb
ñ¡
Ò,EA¯QQOÅ+yðXPS`*Höð®#z*ôÇ|%ÇÛ£
lé¶!RíUh¨O@ÔI·P¨ª+þk"Á
86ëÿ°ª°PJUkMº
º>ÖD¥´ýà5 zìá¯cÆöW§ÓNØUÃãsÓæ?Ê_³Vn$#§]
<0«qÄA @kZbUzz©v®ãýh--P;ò«ÌJøvýs¹oeSC^$q?²hPvïìÞØ«&xûôÿk
ö¬±0f@Ì@kËÄqÂ[Yeb R£±ípÚ¦£ÑomØ36í×côBÄä.ïMª¤Ôþ\dÁXV$ÓcÕ²)l*¤»m¶®FøJûÓ½+]¨{âÑ$½ýò*Ñlhh}úòÀ¿²»ûãvßöÎçcD¨¯Oø.¡¹Ië±ÿW¶%V0 âÔ¶=E)BÆPTlQN é¥Jö!ÀñèÊNývþK
X;Ƭh+E=AÌg¥âh¿üGiÝÂ*jA¯ZáUªÅw¦Ã¡=û}?êàWEF`+×§ù·8¸éZõú0ZP P
÷ñ¨ÿ=°2\XmêÒO_õÿÕÀPÛGÔzV´úGóa*uâ#©ä:SÃ[ʸ¨ÛnµÞÜp*ç"0*~×Zx}äP¬ìê+`¨PÖ ì:dY9
jåØùâî8ø©PIìIk
ZîXS©W·]°!væ¨Ãj+í_¿íb-~Ï
6ôñUjªÕ»©WðéÉcñävøäúíÚ¿ìkþ¶ÔDª58UmA²TÐ}Ýp*§Ç÷d׸÷È]J½IÙ¡?!)j6]ÏB7
#£½E6ïòÛ)QZZTÖ»áV½ETPwß]Àr.h@»!V
éßnÞÙ2KR£sÿý´YÎä}°ªè¨iƦ¿í`JÔ}¡{tëã ¡E
Ezõýòq(Pr×b@Ûùvþ8c²=*V·ËÉ\PSj«PÖ§üé
!¦¢ýI÷À¨fþÿz|=úuí÷d¸#zuû>¬±R³Ðîz|ÿØä"5øk×§eèiI_ÄE#aó>ßæ¸«@PkA¿l\K3u¥1hN
náU¡¹6ä7({`)r|aÈLPÚ¹ÌïSSZÖ§»ùqW-NÀ5øò¶ãôdRÒæ¦oaC©$û÷ªGâ
)íCôoÿÂRFõûÿ§ÙÅ-ïö¥ÀtÛþ5Å++ÆTüÅ
Ằm^¿>ÝvÉ*ÄÏÙÚ£¹íðølVH¨ Ú¦¤ì0%¸eMû^ÝñW-7Ý\*Ó}¢Ëð·AáôûdB´d$| ZSÇ[nÁH;
ÖFªÆ¯BèT»Z"ئBR¤s¨=iV¡©¯ãOH!ÅìIâ
;Ò¹Xöj-9ó4Å(½7j[¥}ürqbQÞ»0ÒµÛ®ôñËÓ;l õ¶@³²c¶àîOݶl¸QÐNL1*Ws¯§ÆC³
×øÓþ#*µÂ©èiNÛwȲ\»5(DZûð)]ö®A®ûo×üPXlEv¡þ²
¸CÖ÷û¶ÀÙ¾äøwÛìþÎØP²?}EÝG_Ƕ,äH¡ ª÷ñÚ»×i\JûWn¤*ø}¡+Ô5d¢r)òÉF,BnUëA¸²LJº â6å¹À¨¨5
*A×lSI
º(5+ñ½{ÓÛ ÍhJuëí¶GÄ@Þ¾íôdUorw{* Í@ ì¾Í+TñWÐÐõ¯ZáJ¨d<º3
Ðþ¬oÔ©øw=ÉÂ
àH$o½wßd·j
{Ôx£VÄ ¥GçðÀ«*ñ ïÿxáBÐ6ÀTîüW+@ _ǧöqU¼Ðtùo
¿Pr
+Bz~°Ø
S1ñ§!R}úÓüÛøzT½}½ñPÙT&£¶H!j`
{÷8UO4M~@wª±ÇÙûéô|ñ*·rõ"ª½éJí.$ñ_0)Yêk½I§ÑÓ&µ¸Ô8ïÔïWRJ4"ØSÛ,
_´{øoáóÀ/ëB=½¼1WH_íw§Sý¸¡°åªÔ|,U¶Æ9꫱z¹ëôbzd
Ph6é·¾9O%cÛmÈ?óN*UjðÅ!ÃCr:üj2J#OÃ]üÕZ
Yq'¨CÒËÀ¦JµÝ{þ8UU½OêÅZ%V0%yZÔt×½1B#¶ãqùøàVÕS¸ïW1XôöÅBÕkÖaóÅ*wdÓ·zôÉ(À$~"ÅÀ*t=}ònµÝwÜ
¸
²ôÙ$¬j¨´§lr%E
HÅrGPY{*âT
R£¿ö`CÞ»Ðø«¾È
»m×éÅJàí7Oëº6WaCÐýýñP¹©ìiÛå
JûmLÕѾUnÇnØ«PO¶*æ!¶qCCaC×\GËKÐTì6éô
Ú¨dí-©ü?Å*Áªjz
æp+Sò
AI±>Ù0À´7ß
º»vE÷`¢½½°*w®I¢íÜþ¬P
Ð×®@²ÐpÇlUMwíúñT4¢¤TtÛ
¶jW½qU&ø
ßT/Ì|²lZH è½~_Ó"mØRê?ÚÈ¢£l~_Ç Yvßjè
?^EÉ];ïS*§ÅJødæPO#·ß =¿¦¥MzïOÃ&ÁËðÓÀôÅÈwèw;mA¼|:ôÈjÑþÞM%JׯJn}ñB)ÈuþY48
o¾,rPíMé\B ä$ËC¤zabÜþ9É1ªP:|òÍ]Xµ©Ü÷È¥x&¼iCÛ´ïðI©ìëª PPô]¶ÅU¿ ÿo|Bª5¦Ã¶%Éej#ß&«1¥+Ðm¢¾$O6=ð&Ð7+O×A2·(¯Í@ ìwÚb¨Àu?Aßù¯Ø¯ÄÒ¿Ù©\·Âwø
6ñ¨ÿ>X²29Ò§a¶M,e¦çoíå
ä¯ri_ÅP×r|=+QÛøåDî^ã¦(FØÿz¦¡ý~ÙrVIn8ýªò÷¥7Ìva¦Kä°*¯Cì8ï¿q+ð`Oñ}{ÓörA
w'á<"ý¾YÎ)8+NõùÓZM[©#èÅQ
8ÀtÛídâ´#~{ô®øBUM9pg ØR¸9Þ¾D%§
Wg¡;j*Ü_bi½ ,mÉ¡Øìw¦O·êÅZUêVtü?
<yT
SzãôaUìÌ´¢þ8¹j9R®ßðÙ%Pý4®ø½d± Sl¾2%oï8èRXÐPLSë`h
:í°é²rbAPwjmßåK¥WÃa_»â¼ Ù4¥ÏÛ
±ëÃIZ¡ÌrqçÍ.pymÛ.
¸À5ëZÒPT{Ã+)D¦Ì!ýrJui^ R½ÏùõÊ8¢¥M{½¾ð7QN$vÏËö¾Udkµ{Òù
ÏQðP
T¿
PSÖË¿ú»åA4ÇÒ+øf`pJ§Mcn4'qNR[4ßÀøÿóe°"aRÔr{ìz|ð3FYÈq*OZ
wÅQMkR;×ýl®BܪÃ<=þÕÄ`Q«
õßÚö~,WF¥N¤íOþÞ%KZP⾨R
JǦæÊ?á¾Ö@·î£eرêwéLCu0éþkµÈ37pCãã¿|PºAOÛ?ÀÿÿÐÖ"FûzÖ¢¹«vKdrjxòZ
צÿ.X¡ ç-8íÔoN ñÀ¨Ér]ý>)[¹¥i¾Ýw'
AjHèz\Khµ+û¨}¼TüY «ìíC·¾8
ÏÓØ
ãþËü¬)n¼]aQ]¸ïL¬âí½:l(j¡èÆ¢
ÕØÓù±Jâ»oÖwï¶ôä{m׮ءrãc¾ç§ÛÇý¬P¢ vþæ1BöPÆSoµyR(NôÚÚcW8â_¥*>]>*¸V¹¥:ñöÿÅVhî(+MÉý_µªeñ# =«ã?º
Æ*Ók¾Ý
âªkZWâ;(q_Sâéþ}p+\T|þ^ãìµ1V**0ïîØ«|hIÚaòÛvlUkN×®çSò`5§õÅ*È ¨P¡|Ç+JôëSþ|±Wß}U¦&×¹÷öÀUÜx9' ¡®ÇÇn½qXUyl
w÷ý¾Xw¦øiCâ7'ü¯£\\TÑkÐ|ÀìNÝ©ñ
áC|7¥*kÈv§¿ÌþÎZ§ZïP:ã\*²¨¯jl~x¡FHê8(ß°G¶(R5BìE{SØâÍö8±ÙA¯@:}P¤àPUfúz¨0S×b|@ëâqB§ÉSJ¶ßóKb
Bõê;v8Rpâ:±¶®ù$76¡~´§ëôaBÊH,wM;¡JvØÈÛød©2?Þ¦Ý{í+ó¨¯
kü0
-¡+CBwëOQ½¹Â«Ô5IÛ¹0%¥Ør6ûð¨Z©¢üUÅd¡Uv?æ1WJÄ
¥Oô¦86Àõ§`1VÔÑ»oÓæiÃVë.f$PÇÇøbÙÞ¾#Z´é¿ÑLs±ñÚ½;ø«|B© zÿVãF4ýiM¾^øhfè)òÂsURià~X£¹íS_¹~2éüpªÙ>Ñ uÛlUcN]hv ®*Ú©@©Ú¿×
¶Ï~`JSíï
\¤ö4¥{b«ÊpÜVµ?V*¥É$CÔáUÈÆ§~£çO)\ ùÿ*Ó@=~X¡°zVnݱ,§
{v4ÀÔÐl7Üu?<Uk©Ú¿N*Ñ·.éN8ÚªÁxH(û0ÞcÓ"b¶Qè_öYU3U©Ü°ð×ÛZ䫸ßjïáV©¡¨kóý¯ôÄóé
Z5$
^ÞêàUR¯JëÚÿ¯d%
T
Ozü±UBÏ$Ù«_ó8ªÚñTV´éW2¯R)µ{(p¯#ο7¥ §ü%[,Òrè+íÿ?ñ
ç"^§p{íôâøònÊi½7¯û¢¢¶'rzv#üÆ,qSñ
CÐÛol*£H$QáÓüÎ!ÙÄÔS}öáCO·_øUsÕº+ô`Pn0&áTvx¸1øEv?×!8Û SHÿw4¨4¦TÍuØ·lGûx²j8±"
HéOÛá
ôÀÝ©ñ
¾%[`ùûû`VÑùã©;tØU¿J°?hõ ©ÿ[éÅW
ÐíÓ`vý_RÐ5$/Q]éÖ¸¡M±!H¨;íß¡¦w&Já¥1V®M}Q½iÞ½ðªöÐñO)Óç©sh×îðÅ\ÏÅ"¿Ñ¶*ÙøZ©é×k~_½¥O|m¢#á^§Ã¿nØ¡h »é±ÿì²QVø?1áM°\Àâð¨UªÀuùW`QTÈxX@ãØÕ¼qUìÔ«nNä;`Wm]©òìáp¡R¬ÌOê?ü*¶1È¥k^¸ªÿSázxÔÿ(r;¯Ù¥§ùôÀ«P=ût>Ør«O_À|±U´ZóAJ½)\B¯UªîôeÚ½©% V:µä|?Íp«h¥Eé«sÈ(ÚèØUr^
Öµ ìp*Òæ´joÒ@pª
ùY¤_s×o»bQSúò)@ o¬²ôTV¹>:¦Á
Ã¥¨Û¯VYµñn_
b¸==²IXÑó"¿O_B ®¡ËOzÓèlKµiMãlm©ËzxPWQ¶ìU©½âzvÈAê5ާñ¦l¸$?ìÕ·éþOòâU°Ür=þúàWL*ýqVùTxÓqRqC
¯özïþËü.x¯¦âü¦Oj¿¥¥£jWÃÃr\eîÒϹ-¿\¬Å¬Åì+á_¿u@PÇíÒíãÿàK¨
ÏZwÿ'BúÕ·ìjiR?ÍkTËñ £§Zíþ|±W¶úv§AZjÐTò?-½°rÅEP64§zü8«nÁPÕP|»v=O|P¨ÍJ
½¼1V
Ü+øbt>?çße:öÝ~N¹D¹¶E5
Þ©© Å©%^ Pö¦ýýûâÔñ rüÿà±J`jE&§§Ý¾(pâÃâa÷l?ãlR¹x«rjÔöë\»ÐÎÿû/ÙÅ
ª°&(NÝÎwM@wwñùJ¥IRÛ
èküßËN8«¹
w¦ÿOù_êâ®'â*ßj¿/òp«|£äÓaÖú1C ÖÏ^ø¥a
J Cµ{×å
]B»Ò§ û>⼪ mNǼÛÅÜ¿o*äZý~ÛÿÁbü5ÜWjoAþ}0ªÖ*IÙ¼kCÛåIø@ëØW§·|
ÔB¬Bö]ºÛ|Y4O"h=Ýr%Z-ÉyֵµFÔ¯^¿æØªçRGų´[åúð*Ö´Z~ì²A()Ï
©4¦ßwõÉ0G6ÔüÿÏódY,ÂñH=7¯|UjROP¤Ó¥{áUBàÈ
ß?PÀ«(²Wzußn¸¥º Rµm¹,(m)øºWçúh²)Ø{ûám¾ Ähv4ðìáJQÙAýNhIhÇÛcÓüëª3Åe©íLU½y4ï¸Û$HIRS¸=ø¡{H\úðø¾?ðØ¥È(I=(p¡ÌOÄ«½~áN»þÎw1»wjS¿ëÂhN&ì+½ÃîÂU}^Jh@ÜøL
´¸?i·qN¸UJYÙ_ìÆ;ò¾XªVeR~ä
Õ21å¿`?%ÖßP|DSµzÕd.ÆÇó®)T-w]é] å@äv5ýuûXªÿ|nå
óñ§Ø×ÛßÓ5ãжñÿ+$¡¯ÅMzø]A&ä
ÿùñÅ[驨¥
¶ûS½ió4µU¬@ïÜÕ\*Ú¹cN´æp+JÆSAZ
þ¼Uµ~òöéJâ
Älj;£ß"ê´ BNÕÉ!rà
wëÐS
¡¦R©±$ß~*Q
õÿ?§
¶Y ©âÛøSÇrkNÀOøhµEXú7¯ûXU§4µvíþËVù5$4è+_
°%hQPÂw$_|*ÒSï^ôé»TzØ´ðäÁ·AþQû±VànKÀ{± SÃn=0oÔ|¶#mºSå]!SF ê+ø!WK)cË`=oO
Ð4""p=ºä¼¯Z
|«K
Tí˯}ñUÁЪÆOl*«ì`ÃÚ½«òðÉZ®û°?æqBïÒ÷Rw1VýÅGNýFJõ¬&?.ØÑU;ì@aÔbâk^J(cøôÅZbQA;{Poj6æ u®Ã¥;|8²mPªÑkȶ]÷ÜTÜ}¡NI
§µFÛáCr,rw¦*Ó|OÈÄuÛ¨(-RëÒv¡¦L¥qÔ¾9&
ë¨ØoÓ¶¢#Ø
ð%
.ÅÂ:ûwíeHØ¢?5`ù8¯½7?z°Ù¿k¦(XI.wã¯M°*p ýñUiâC)4§±ÛÄ`J)`û@Wjô§ìÿ
.G*ªV½kãQZ¶¨¿dP°ªê6àP4$üðNãACñ¾ýª~ü%sÁB±©¯ÙZaB#Ú¬}Ø¡¥r ·Q±>`Kµ;í\Ua%¾!Eß±Û¦5ðØRãzvÄ+¾*Bjw¡ú7Ī߶7?gc߾ݱVé¸n4ê{á_Ê¥ô¥~aU0W!±è)þ}°«AQ«7]Ïìÿ×X«EBP²ÐýýG|\äQOÜi"¢´=@ýðØPÙ@Suù³ï¬p)¹$¦Þ¡uH'kàÔ5ÀJƤ
Ó¡m÷÷ðÅ*j8ÐÔ"½?¦(_Bìdc¹ üFøR±Ð¹øö=°!Ìi°ñéQúñWF(Mv u#ðÔ§ÃROZý(@ÀPÓÞ0¤(Ïp+1j0#ü÷²%,¸¹'Æ¿N\ð´ð«oQµ75Å]"²P)}ñU˹§O§õàK£§Jâ¶'Ï
kZ(éÜ÷ÅU=-
M++Ha¸xâHï÷f*£rÌ£Ø$¡
Kuöù×$X¢ÑÜì{mKjJMºôÀµTï_¦ØR°Ó©;àB÷%I¥|1Jå`âá±ßÄâ 4ïÓßs·ë·ùï¶6ØÔWws^ñ¯
1TÍCÐtí¶YöjO¿l¡ñW4éßi®õ8ªàAÞ;b~¤6ñJåÔxØôÛW)×èÅ-Æ'Çã¦)A1©É°.ASN½ñ@W_Ð`f½·¯j:×®vð9$:£}Ø¡n9¤Ó YT(¼·ñÈ*±u°'üéPε©ROùüð¡dKÓç
ZH¦àaT`M;d»þ×B´¨ÈHåR:ì£ztÈJª4}û|²,n6Ðß|!Pʵ®äÖ´ürHTôÜPïâ¾S¸n}:t©ïý2AJ
סéNÙ6_ Åø¨zeeE%ûSõdª
w+dÕÈcB>Í;
|°!
Pãu4ë÷dZ*§^Ã
C
ñTæÈ´0*jhO*£Ó¡ùdK$ÂHR;»eE(
Ið§\UAØÕ#n¬vãáñPûaT+.â½>XX®â@GãÛçWÅöÞâ¼$7µ6ÉE/Gü2ÐÔWÛzBkj~ßo¤³I@6â§ Nßð¹a]jÛ+AÚ)í-ýتִí©Ý§Â7¦Õ?YNÔ;`dµª(NÆ+ã
ZVÑ·Ðl:í×õ
[¥iôåD¦Ü|FF^ã¬û;áB?M¥iÖ£©+"b;Äæ;0/^ uðíúöÈÅÌ71ZSÃðßþiÅ+ãjUè*7ÿk
¨\¿5ªÔP
í²NU=75ù`JèÖ½EÚùââ@å°§NÇýMÕA¦Ý{bbY?á.vJï×Þ¸¸R]¹ø|r?Û°ì+±h½I;§JÑЦäõíOQM¢r¥zÔÖ¿@Â"ü?J×Çl(]Ϊ7+ZÿÝZZT1¥i¿ÐÞU³Zåªül¸
HµbyoNÿ¯/VD´;ùsBº±~ï)Þ>*§ìíOó÷ÌBåD+kSú½²)\©ÈÔAÓjvÀ°©.ßA©ñ¬mß2aÉÆ4½È
Ðí¾èw§ËP@ý¬¨¥.AI©ïOl
[=BøÄÿÊ`U'Ú»wéÐdY.ôÉØïZoOÙùâ®ÇÆ}4ûñKu
µk¹íOë(jàA®û,l\ªy&æ´¿D³SXÁ#~KÔ~Þ8ªô4f=±U¡xÈ"×î9ß_µ±ë_ã
(Kú$
4zõý¬¶,eÉJÇïS×lËB¨£t;uɵ£íÃZïÔwÊÊBmaU'uߦìOZ¤¶Ñ
NÕÚ¿ñ,8T*¢Øxö°%QH_¤xÞ¸ºÑM«½G¶,²+ÄÑ»ür*¸È
JøÛýlUh_Ká,6Ücþ®*òÕ*¦¦I¨ÿ?æÈàº5E
AïþVE¾%©;÷;o_òqJþ\HV=ë¿*Ô¤.õm¨Mðßýl
ÿÿÑ-°î)ÕsVìv`¿ãZûì~_åb408Ý¶Ú¤ÆØHÔµzÕ
-FäÐt»½)×n³W§%¢5
öå×Ã
©)$ìE6ê?YýRßMÈ¡~G~ýñUÈ8î»ÛqÛ©È*I¯ZÐoLP¹mº/BÍç½(i±ø¿óýUµÊw©4öý¸Uvô íÐ(7¡ÿW
"ªÓ§-ºV§jSýl]é! RømÓìá
àä Ðö*¦ÿæ¸Uµ4]þx¥Ò-h²PB*FþÞ8sQBÛS1V
nA¶ïN§M¿X¬H4j=iÿâ
Äí¸´£íwÅZ©£¡¥wè=×íaWQe!£}ºöë¨F
XØü©¿¾)E»²ÇñÅUOÃN^Ôßü{b½û4±ëÒ½ðªÕ3SÔ;ÿµU}BHµ;
Û
¹aA¾Õ#ÇÛ
´xÙîÏìàCUuÞ£¨~»þÎßðØ¥¦)â»OÅV"x¨4¡®ÃT`ÍöEhi^ذüc¶#øÿ«¶ã.Grzý=?k
¶¢jnÝ¿§úتÃG*µ(k°ü1Ciñ=iý¸ªÞuùb® ©a½:îzíãÛSÝAã¹tßþ¶.vÛJÇå´± n©ñöðÅVÁè~mAµ6ÅTJ
Txt¾c)[ÇZñÜ]÷ÿ:b®öÛtùáU³ý-
C·ùÿÂâ8t5©ì;ø|8¡Bà½ZqçóÅT%
v©¡ÇÛþi¨y: íÒ° ¡î*äSíVa
PÒ\(CH6Û
Ò!©¦ì£·*´ïJíZÔûØU¥bÇãk^8ÎJ
xõé´¤{Tu§oåÅV³Óqàé
]Ò(N*·bÛÿv(Y)ûLj;Ó
×°=ÏéÅ-
R»Ðtë
Vý;ýøw±´ëLPÑâÂ»ïØøâ®)©ÞüúàK|ê
wï#sO³áá
ZSÄò©-×Þ¸«dr5ÜN
wCCN»*¹zS¦çaCSP+N«¨¡é_
1UªµÝA5ÅV¢´0ªÓR+ÛúàVÏ^'¦Çý¼*ÐP*jïO|U³Èi÷b Þ´÷«£4 n6¨ß
´ßv÷îqKd1jnJ×(TP¤W ¯ÑÓ%>hÕ®ô¡ª2ïN§izQ·zÏÑá«FÕ©lSÝ~ÐúqRÖí*ÃâïãL()SäÝëÎ×!*Æôïþkªìkö||IùÿVñ]©Q½wÅUR2AÐÿÄp*ÕÚ¡¡S ?çþ®ÊÐ
þ8¥²ÔUU!";Óö±UÌ-ª×s¸À«cCÈ0SJÔÛß/R3J#zúñ*ÔM!'¹kßÄ`UB¬
(Nû+¾ÞØP±AR¥|>ÕqUñQX=
ÐxÐüñU@
Ò
Wc·ÑL!In§â4ØW¿\*¢ô©cPAÂñGÔõúqUy}JúabÎâ:2Asb{ûä¦zm÷1ÂJÕFÕÊåÈ|BüDëÇzdK°í·¶¡¿Y(ª«ßqþ³¹cá^½°+r
gí_é
WmÀ0#µ:øàVÁ£Wµ+ðú±WZ·Ê½«üØU ¬C
¯qZV½:~Ö*ÐAJ(¦¼»í
T29à*ÝM
*?*¼GÄ2w¥û·#ZÁÜHö Ur®ôQÆWÃqÛr£uÞ¾;Ò«";l>ìÀqB
ï×üªPaBõ@?Ï|BMú]AûG«©Îª~*Ú"«CíNªñðTøq|UpbV¾;{Ó5«AZ÷ßÃè¦*£{ýC^UÇ
¬â&5mÉÚª}ñP½Ò½ýð*³
q5¯JmôäUu-÷=*þý1V¦Zñ¸¦ÔB»ãñmQ×èðÅ+Ø
¬
#Üo¡®Ôµ§}ºSÇÛ'9=wÜdØ/Zt¦ý*EYòÜíÓÃÛ"Yq
E-ÄxÓl&¨¨¥:ÔÒ½±UÜ*ÇJv;ïü|p%±&~ón(pv#¨¦ô~ïõp*òý¶ô =+ºª ìk½{ôÑ¡$RÄöëí¾¯
Ký÷aÚ¿äàCL
B1=kS·ÝÇÛ@º»Ý´¨¿vO¢ÊÊøáòÞ¹¯DB~ x÷§°Å+*FûTáãÛ,R:©iRk¾ýkªéQöVÅZ`ä|TÚ §AW-Høôû5§ºâ£«©îiÓÆ£¯ìáC]ÀÈ ðÿ'Cj-ð'±¡¡Û·âÙ ¯Ò5
J8Ò¢(%«·SCO×VñW
ñ=éÛ¾\@4F¡÷ú>üØ|y]öéôaW1°ØÒµ;¿üÓUñ(+E¡ß§}¶ë
V"rñ?}~x]ÅIjôoøW¡óø@èÛ¯¶®(´Pâ¨4é¶Ô®*½OÇÇoLÒ¦§ü¯õp«Q°`)ö÷§onØ«;EHÛ ýUÅ[¨TJ®äã½+
Z¢qo³P)×ýÄ«( wÒn®P¤-(XïJ¶¶ì*:¿ÀaV¨xvdÓÛù}í`JãÁ@4¨Øí·vÄ!®J>Õ*4ê;ìäUÅ2V9u§ýu¸:òQó®*´e2
ô¯ëÛÏU¨C^ÔðÅW²^[ÔSoÿǪ\]G"FÛSýo³WTQOÂ^ݿఫ{ØÐÑ@®ÿ<*Â5x©;"ïMûåñäãhe©j÷{áJ§3ÞlU¸ÂºÓØâ«RE0%c+r%õüF
PI¥Ïùq*å ë¶!nøS%Û
ý`¸
4ãßr°W£·|U¦UVÔòjV¦¿<HEæj+Qüã\5ê)BE~X´F&®ø¥¸Àé¿Ñª
8;mT¾**±3A»x⬷D
¶ëËÆ»3\Ûbì@S^ýzmþ|²,ܱøG!@ð=0¡tcâZì+áÓþiÅ+TÉîI4Ü~Êü8¡°ûCvû«óþlmYXªÞµUøÛn
YC]:¯Ï¬WV5V»R¿çöqJØâ®ìwùÔV£ÛaÈ´öÂÐ@@rkÓ¾*¨Ô¯#Õñùmÿ©1?>»øvÿµ¥6ø`AãMÿæì%¨9mO¸|±VÂEwS½(zì{)q) Sc°P²Gzxýð%SÓîÆ w;R8áBÆmÙS_Õÿ5`UèQ»·BEÌáU¼;u"7jí¡µ0Qi½ON#A]íJmUIô'`w Ȫâ97½QÖ
¬f%cNöÅVÓ`Ú´qW1*Åv4®ôê=Îq
SuéZmóÈ«n§a@Mß¶Ã
©¸$vצøP× ÃÙÁ¯À«n[|^ÿñ®¡d'~àxøaBªñô˶H!y üN¸#ãWTBP6ÿ?ù«"Ì*Ä¥¨ToÖjO±Å[á@HØó÷ý¯åã-q½>ÿlU( hMj7ß¾"¦f`AÜõ§ºàJZ1,Izm
Ó{ÓçþUr)[ÌT ҾثeÊëP6ëV¿¯J¼0j§£zg|*å
À?!ÐàW8ïÆ;áþ©Â®SG§ì(Ó|\¯V$kÚ£ðñû8Ø=bvüÿà°¡¶PA+A¿Aã
P³EiSZÓüÿæìT¢vcJ©Æ¢íaVËð>
Ï1JÂ6H!¾*µ) $áò\Uc( )¯_Ú¨6ýx¥ÊHôÜü¾
áV5H4éJuÅ\èCõ=Vm·ÉPzì>UéW
I¨w ¥=ðªÈÔ¨ãBi]«þc.G"ÂôñéòÅ.SÄÔ×R¨âÆï@Ô4¦ßçÛ¬ÙG"´§¸É/Uâx¿Mê{ÐwÛ"*Ó"»ÓØáUüèv¦ßí|Uk¹+Äq=Fà\*Ø?²ãjÿo#º(ÕðíNÿeû#s6±ÓlPaãþ˶R£ìGq·L*«Ä ÞTW
Ë`huÇ¡Ä%ÔJoA\Y8¯ ¡ºn6ÿ°+¹øw¾xª×@¥j
v§·ü-;7*Z×ðÅTn§MwðÿpRGÅ×-jUHöuöÀlq©A¡Aü26R¡Ðÿk$L-·@ñÿ=°%
qjJ
P§ìàVä)NûÐÖ¡d²qÈÁ ö?Ù*Zd¯µ>ÎXYiUêAÛÃ~¥b(RGF'oÓ¶ÄÕHï¾ýkÜ
Ø,ÀIúç4«JCA°Å.yx/4+üÁHßoøÛ
ȋ*
{|©-3n7íPãâ?~C¶çèÉ!p"{⨫zµÛ+,23QÈÐ/^ÉÈ«A¨çöGíbêÂi6âI#
â Ûí×Aþ96-(«Q¶ÂÅ·¥fhÀÿ·û9¾¡»×ðȲRº>Уt¨ÅU§ë=2Hn Ŷ4þÍûàU¨è;d¡¤ 5öÂ1ëQ¶ÕÄ!-9£®Z¼i¶+â=pÊOÂ:xÛ(-Ñ5¥zøøäR#r°ëNzbOºòßüÆ*
VåÖ»íã·öaB©zoO)Z/rÛñï¾*¹«?Ì))|¢·n¹hj*Ö¦®ôoס7¶^;õÞ²Ì|dâjûélWº·öàUêkûÁ½<:ý8¥BèpCSBÝþ8¤ I^½ûX²u7â«~ÁîjNت
ú×Ol²eÉ,t
µzåî:Ô_s÷b© Tì?Ï|Èã;©×î¦c¶H$î(<{àd¹¹ÉëZn5ÿWîÅ-3<¾È=ký5zvÇÀ~88¤£¥Ei×olU%Øu=ýý±THE§O*oá\×"<
Ö¦½|øªÿSz
ôÿ?ÙÀÖ»
°*ç ~<6¦[(Ý»w÷?j¸ªØÿ
8¨ÞÃÛ9wøH©*àA;*:b«X~¶Û·ù
Uz-ñTõÏÙ®)nV,ÛJÒ¿üB×aUR>[o¹=2²-QGÂËMÉß®ßådYæZ·bE+ôï®f$s^Â<1Wr,h6#µ6ÿ?ò°% ÀPv4Û¹ÿqJWûã&¤Ð~¯ö?]äǧ-6¯¾e¡£Zcj]ØÓüëA2ÁûúW¾VY
B)ñø}°ÀÉ1¶E@4&ïô`dE¡ÚRµêGl¯^
øû~¼RêøjI&¦xÿ¸à»l.qT4xïÇqý¸¡ËPE*GA°ÿ,Rî
HrG;tÅWÕªÖ»Ð{b«Ù¾Ð¡Øv4ÅTÚ |O~§ÇâþlU{R (OZwÅ.U¨%~È$tÛïñ®(rÌ*Ôs×üûâ,®¯JûS¸ÿ±Jà¡(kFjÐmÔâ)©#¡jS~»b« .!O_àGùUÅZf@WOúçr¦ ÐV§c½âXU¥bE¦ÃíSzôÅ?k@G@vÿ#T«µ{ÿ*¨àlâýÎÔè6ã
]#|ÔáÜø«ee§s½GOù«·N%¼6;ô÷?åaCEH$¡÷Ú¼1Jî ~ô4÷ùþÎZ±1`wû}¡µ_o¦³\´j4¥:tùTâ=M9Sn¥wÏ[Ä©R½i@{®A@Kl£®Ôì|qV¨hÛn<®*Ñ¡ 5 5ë·|U¹8±|øªÎAÀ/Zè(GôÅ
ÈO-÷ tü1U«QZÓ®ÿÃìÓ[«Ìþ"¿êü?-qÄPmZ×èîÖÅ*R$×Áp*$µO#¿rGnU°y7J7cÔâ°áµOølU§BÉQÔ-ÔëûXUwÙø«¨'®ûw>«\#c^oqJÛ¯*Ñ£0éR+¸í×
µUû^ø«¹a½1CWý @Ú¾ûáW)JSb*)ýqWVÝií
[![}þtÀ°ä¢½Ã¶*çJþÍ|qU¤}ÚNh+/±'å®ä=·|*·Äü`w8«OMÀ¯Ýú±V±ÜS~ñUÅbÅOøàV¹Ôï±ë_»Û
¶My7>l
´Azb«TÃÛ
ºÅâkQQßZÀGÝü1V¸j
ì}ñUàò/Zíý¸ªÖU¨zSl*¿ÂÂ*ß%?o¯MñJÒFÀõo׸ŷÄ@®ûb8 Ô
úSñï[æjê;ÓiÄöÜÓT·
vù|{ûbUZ¡@+BGZíþkJxhDZ®B¥Érâ+
0Iö=éÚýÚÈÎÕ ü¾}}8{½>Û©÷¦)iBSMö¥=ñC|C/ÂhÀÓþ8¥¤pYÞwÛ¾þ8«|C-T4ïÿ\⪤Päô `U±¸?ðð>ÿ³
ÆNÀUÆ ¿k¯°¨ÅW©")
áßß®)ê5 ì<;¶ç
¨½XoQNÕªDÀoU¥ýuý1CICCòÛ
í~¿1·ùõÅQ«ØliÓ¦L1C©(ÕU;´¸iR*Ôè<|r¢)´V#ñùHw:
ªGCß¡¦ÿ)[ËéFí¯28ôHÅ[Y
AB{öp*Ù$åVèAþ8U¹vâk¾ßÇii'Â
h(UÎÕû"çí¹»iNýùb®£c^þ$ÄqVøuߦÝëßs¨`¥k÷bªÅ(4úùUaf"
©_ÕôUcPâè)_wÄ+
~È4VïÐâzlGN¿ì°¡
&Ó»×pl,J.¼~DÐØÓ·¹È³jl*mïü´Â
¡w#âÜmZuÅ[o]Îûï·ö~Ö(+¤·ÇZ¿ÈMê7þÎT«QÜ÷ßùqWj+@wÛ±û?ðG¯ä ¨¦Æ¿=°¡`Û
Ó}éPº
BiBzûä¯méRFÔÜkÓ"R¢¿êàJæØ¡'möù°ßü¬UrV1Uìõ¿ã\
Ò©&mNÿB×
ª2s#aÄ÷`V¨5øh+¹ëQÿÅU8q5 ì)ÿËs èiZRûÿá±J¢³5x´¦ÝÕÅZæI©¯cµvÜUR!ðÔ³o·Oóþ\*´P|dj1Uî
I5;0ÛßpÙ¹§ÂµÛ¯Ë
¶£ÃQJÖ¥ãU?ÔSrH®ßçðô®aCCÔòN¶V*oÄÓ~¦¾ÃíaVØ| u®Çzx`U:¯Ûq÷ú>Í0*õ%w=Tu¦i]XPõRNÃÄ/r1WQ&¾çüت֨¡;
Wè1U
w@Ø×®ØUV?Nûz÷>ß,UEKqãÊ lAé·ó`W;7ÚWb»l¾*¹~Tî|{öð«ÕâÿIp§4 ¿jüòèòi)·zø}Ù.m±GPn;﹯ol5µtíßüÿk+Ä̵Zuû=
¨fb¬H=ùûbÊhO@~ãØ`WFà{?*¼ÑÀM@¿ñ¶*æ" @$P¶ÛÍ8«jÌÄ"¤Pøb
ÕïºÛÕòÅW©
kZu¥É8ªâ¤ÔÐïCßÃ
Ç×rE(²ÿÃ`U7ëÇmÅvê?Éëÿ®j~-»}ß~©³1®ç¿Zü©áû\±U¬¼H
í½Õ§ú¸¡©¶Àq4ì?^kÛ7Ǧû|*ß2rß&ìæ®í<í|ë¾þ4¦(nEßËÆUoÀZ±lR§ÄT¹8;¸í\È
n¿/óÄ!ÒwîkÒ é·|)i¶Ý|PÒ*Õ¸j¶ÂF¡]Üòpo¶
Ì좷Eî@R9V Süü1V£ 1Q·!×¾_o³½O^çá´ÄhªÝ¿ÊÀ«ê#¡ëò§o|*ë"oµjI
7+Å9O
GO~8B
À 4¯O¿#ìÁVzV'þ5ùS05Zï^¿,oV´®à¾ie$ÑIâ<+üتúÅFÁ{aB¬ô*JÒ vïLYhõfõMG*ÓÇïÉhÀQG R¤m×åJâÜOèGJüqTü#jìkøb«
âP{S°ÿ+þ%¶Õ@S¡éB6ýX«jܰcC±®Ã§Sõ*®Æ ;aUU`½Éê+áÕù©ß¨
`JðqÔW¹ï
T)ôÁ ¨;W§\U:ópT
ÛmÇ|*®½¡$Ò¢¸«ND1lUi~uÿÅ\FMFÀøþÎj0µ,vØV¦¾ßäáVIÜTëJU¡-oÔïö·ûX«eUÀJõëóÅV/F©?Ó®«-ýÇæ0¡ ÊzïþµË!CZ ¿8ÔñîOM»{âSÇjR¡¼zuÛZgâhIï÷v8ªÙ"éJ×;áC©VS^ÃþiÅZXMh:í×Yñl<Ië_Ùû±CdWjnûXã'#Cºõÿ0qCEy*@êc
+KÜÿLPÚ0á¹U·*¬(áLUspQIUAáKs!Üø´
BÊ»ôUÛç®ýñU±¨ÜaUêh6í_Ç®â(Gv¥M:b°jµ$U´Ûu=AÜìF[¹øÈÜöÂvBENô¦*×0½~ÍGolRÓ=
{}?ÇiX
ô¥1U³
ÇzaS·æZU Û»B!P}
ÛÃ"ÊA¶=ñWVSM±UªIZVÚ´Å[RM:tÛl
ÓԿªµ^ã¡öÅZbÀz÷«q°»Smäym½;|±U /^ûýªéNäôùdâ¡B
)_É1q»UÔ;CòÅ]¿q×k©PÕ:
Whè0%x©¬¤oM
+þÞÄmMLRº5®m ô¦*cÛå`\)î1P® õ¯l[dv;|±T0$6?,P{þ¬¬³¸'cQïÓcUY¤îwØ`JÁ¦ÀUMHo¡a «xv¨V |±FþþØPÁ<ECW Ydt
)Zm,³
é׿
2)P¸PÊ+ß$\½0¡zZ×sÐöÅT®ûð
(uPA¨$Ó`<æF97ñÅënkZø¬³¨§Èü²ºCÔoµwëð×"ÉJä¡¢×±§M
|T;Ù%Z)ªï¸'P~`np¡.wÛ®Z:bÎ)b*Ö¦¢¿\Y9|'p*#Õ!¹Sð ¦JätéZtÅ+ÃZìHÀ¿µh{ÿ·V¡^];W
¶È Üé¿X@ÄÔáW3À
ªzoÖ«Q5X"ÔPÛP÷>Ø /E^§·SL)rÈìwð6*·ÒR6¦Ýþì*Õxî>B§¦ø!ÔÍdãà:øæL&2ïârÖU§Ú
reAeÜo±'îÌBåxÛeM:TmÓÜp%l)Äp#j7þÜUlµÜ¤ï*Ap¼Y=ûí1qd=wéµ*[Æ~¡Ã]Ïá¢mÂÔÛuÀò
Ws^Õ=T[¢4+¾æ»wÀ@¢¡¨¨ëÛi~-5¯ïצ)JW©ñª,KP5w½þgÉYIáóïür,ÖÈ5V¿}6é×¶ÏQ¿ÄÛõþ¡Î¦´´j{PûàKT
ATT×¶ÇüúáJ_«*+±üý²è5ÍÜjwR¥S@rE5³©¨§) DÚ°VY
xê´ô¨=÷û±d*`7é¶õû_µß"ÉYC2¯¡=ÿÏíb®â@Øò\l*Bv:íàÊÀªrCØöçþNSu¹ïàOüm!E¤mÅHÞñÿ6ÈàÑj?`}£^Øæø¨ÀT
ý°%¸ÀPBå½~U©
EùÜvÅ_ÿÓ¼`nqó¯Oö9«vNP0c¾ÔtØmðþ¼*Éä6Þ¯OúàB>8NîUwÚ¶Å+@*»¶ø{lUÒíZPë½j}¿áqUÄq%«^ÇÀñUÄ0ãU¯MÇ«dn»mãý0+¸³~Îæ»±VÝiAÅkZ×þopÅÎÄoÓÛøbÐ6Ôܧs¾*Ñ}É¢Ú¾ûm_£\ª¶Sö÷ÿ?øU±ðÑËÒ;aV¶Eöèn«Wp6µºb«ÊE |Í=ÁÅ\"Êxí÷}ø«©SįíÐí¾*ê4û.NÞ=)
W5ÜPÔïOó߬Ñw;ÐW±/ù«/*9Q·R+÷·
-iñÕzJtû8ÀTPON4zâ®B@©Ç~¾*ÝOiöEܶ¡ÅW;¨_
ù÷ÅVÓÓ£
ØS§Ëùp+t`ÛWñÅ[QQ°Ü
íJvÅTÖ^@3¤¾Øªâź_óUºW¦ÂbükïZeR´$iØ÷=éüØ«jõmêÌ££
ù8PÝò>4Û§olR¨¿czvïá B(ñ§¿OU¢9P?]+Ðøþ˶hA;ÐPø{WCÄ
Í@ä¿OlR«°RáïýqBðH
É&¸U²v
7®ûrÛuhZ§½F*Û±jr®Ã§Ñ¶ÊÕ¨¯Ã¾ýôÅTßmÌ*öÛ\&½U7¯ù¶*»Óï×~½ÆøªÞ
Óµñë]ÅÀ7 éÓm½¼1Uª¦¨9wëOÇkz
B)µh:Ù?äâ®T£&´ÚL
»Ü¡ÝFǦÇüã
´Ì©Fá~ oìßóv*Òñmêhv¨§ùþÎ*¸ð
©üp*7P¥v¶Øªò§°+¿-ÿ*å¼@ë¿ù÷ÅZ9mZµFÿFû͸«ªAâ¿ØÐøí\¨Ã²ü>¶*ÐQ]·jì:}øªà@©5ñØÆ§µ¬U*h64Þ¯Ol
ÜPOsáÐÔbhZtïí
T%ødPAm·'í`UÞ§
PÿµÿûUSÕäµ§!B
?ÏîÅWÐÐòSF¨ñ¸ªÒ°¯ÄÝÁ4÷ظªø¡ ·]·ïǾpC@¼]À?Ï*âÀ§SÛ¯n\·À®¼C6äÖ´®Z+ðéµOíb¨â|(ñÅ]ÝGZñ§ü/¶*âxîÚöïÿ¬§,7>?1ãû8«n§ª-<<j~×ùXªÒƵ
HÎ*ÑJû±ðÅ[$¯Õê*ûXªÄªÖ´ñWVZPð?ëº ó"½+Ä{ë\UNP±S®Ü«µM+ûXU ¼h:ñØÛjï\Pµz§_ìÅT£$¶`:·l*·jT©Ûü×V`vöÜøUKÓ¥AÝ4$mþc)Àb;LUAªS«OöwÅP¯$p4Zñ#`E?Êú0ªc¾ôö©GÂp¡8<¸PWÀ?Ïöp±Rp*®§b6¯Ëo娽;ûWl(QuO!ÐÐxU¹A°ùGû,U©Ë©E}vðÅZÜ}jhp*Ò#ocJ*åOýp+ehA ØToÛ
¬§"JtxbCñ
Ç|UÁx(£ï§Ë^Ë@h74¡ÛRz/Âv¨Å[U©ZÞ8U°´£V¿ç¶)sq':ô5®ÿN*»®Þ¶Ã©ª³nUÅØn ØSÇÛkÁׯ¢·Zv¯ãUjPGZ`9·±û½°ªÌvz×¾ ìîÕ¾ aÓÊ7ä8¹ïóÊé°E+¸oéþm»àVȬ`Ð3t¯Î¸¥Ì_V*¾µSéP}úwÅV·økß°Å\I¨ ^ÂF*ÓÀöë¿£*¡¦ÌHÛz{ûàJÀ~±÷ªâ#`EO_ê¸U§&´hTôÃù±Ui¤H ·ð¦ß×,-ÐÓìôå×çã¶ÀÓP@ñý|pªñxX̺S«YeJ²Ýò)°*¢j~ýÿár)pì{õ"ëbn½ú÷îqJåP>ÉÛñï¹I °éBG]ÿUw!Cµh{øûb«¡ëíáþWòâ«iC½w}°ªÕUmÔR|÷8«¨Êj|ûñUÑDøvZÒN*ª»ìµë_øªèã.ÁHbêâ®`Há¾ãü»[Z¯6#E=¶Û]S¹£j»b«bR©ý{×Uäò©HF*ç&¿v©¨ÝIßcOÕÓbQVRèۯJú=GJwþÏ<(·G¥2¨éµNÛòM)¾2Ö*i¶Ø8Sj/hüÏ @múoøôÁIp½?
´Ûà>#¸ZÕÈTVÕXK)°¡ùm¥×ÕäØöûòAFÇÔSdD?Z;î§ÿnK£ÌÀß÷ÿ+ ÍläÛ]ÿëPÔ¡AÇe§¶\"æ@ý®BqJú.HëK¦Ó#*XÐ
b$´µ±.ÅA V òä@b2ªß&7ðû²²
Âá¾ä
¶ìE+
¿!ñöØ
õ¥;SwÕéEM©½Ûóø±UËnJG w5é¬ÍBõ?xåô0niZûUrÅÔ>Ê@G)hÀÀÝh;½à±UÊdè:}ÿÃHù.L¾¬9
µ$îhkJï«'jW·Q¿jâ«86ÍZ©ð>N*¿Ñ
³×}èzöñCkhAäE*iÓ¦4ø'ë·nø¥Ïnkµ¦àUÊ¿Ýü&â®hw
1ß~?ùXªV©$
|òAFÀÓY
Þpr)DzEâ~ÿzâ3lhHJÿf\mè>
s=6öùâ«ÖÕ\úf:vÅ\-bH]«íWe¦À<*µ8~ )Q¶ý¿É8ª£Y¯"ͱ¥IqWE3p¨íÜÅVW
\q©Û¯Zb«"oµJ¨5=¾Xª¢Ð±Mè;ø|ðªÞUv
þgWÅä®v¡° ¯üÀ¼è+×¶->$Ôïòû¾,Uc'VmöÞ¡²¦!Þ«
PPzS*¥~Å@?GX¢=b¨ð¥zöðÀþZîi×q©¯ÆÔéµùôÂ$e
;{Uhª¢Üøb
ÁM@"Ó¿_ULFëP(kM½±Uæ¬ÔêI;©ÅT¸~PµÅP÷Àú{øÓüûá*Öq'qýpTh«Ò¡·j{`WúÀ¢£s]«Qü¸¥Á
ÀÓïÛ®(Z{´úO*±êNôß§üTT¢îE+¹¥+_|
ïK61ëÒ;áWEmMÏQÔÔßîÅV
z
§¡¨*ïJ`|HöÅP×¾r:ønøB
ä*ÂqÓ&ÔJä3l àZLm¿ £©4þ¬TbÎÆ¾øÚHZß~Õÿ>X¤¥@-^ÇûU
´NÇ·
rHE\!£p_ÛüúàJ¨¨n4ð?æpZ«}8R¿ù©*U
ð8Ô© 6qá×|Uw[;Çù;b«U9½Ã¶*¸³n>=¶ú1U4BkSBh{Ó|UY#ä~wC½?ãl4
Þ7¨ØRVñ¥^ÖÇÕ'Ûza¥[õf!kííü0R §ÃáÜ´öí«#qü
±P¶æµ¥6=ÏíaUßa-Çmü0+;Ä÷aWoÐ)¥ðÀ®âkD ï_mcA°4'o£®S
Mµù*ºTÀõqUÔ!Ha±Û·ß)AJt²éÿ®ôT×¢S¸ß¶o è@÷ÿ=ðªê$¶çð#µEjÒ¢7éóþ\U¶WP[û÷øâ«JTP;ûý8ªÞÃnÂÛüÿâ8«dÖ¡Û¯Ýÿþl*ÞKê
~ÍOZí¬,+CÔö8PÛ~,IØíQqVßíV§¶@¥î*÷ ¹%ô=ÂÎ*½ª
zÐxb®s":øàTJ¶4í©3Ú^¤PÐî7ùb¨Y*Ôôv®´ )Ùh;°%£J*I|Hµó«U