View allAll Photos Tagged Menenangkan
Tumbuh liar di tepi-tepi jalan dan belukar semak ,
namun ianya adalah sumber rezeki serangga yang memerlukan..
Dan apabila ianya diletak ditempat sebegini tampak "keanggunannya"..
Mungkin mampu menyerikan dan menenangkan.. INSYAALLAH..
Photographer : Greenboy a.k.a Budakijau
::Sunrise ini dirakam selepas solat subuh di masjid jamek baserah,selepas solat terus tunggu matahari naik di Teluk Cempedak,Kuantan,Pahang,tak disangka plak,ade batu lumut hijau,sebelom ni xjumpa plak,layannnn::
Exif :
23 July 2012/07:48AM
Shot in NEF
Exposure: 1/13sec at f18 (handheld)
Filter : -
Exposure Program : M
Matering Mode: Pattern
ISO 100
Flash: No
Focal Lenght : 18mm
Exposure Bias : -0.3 step
Camera: Nikon D90
Lens : Sigma 10-20mm f4
White Balance : 4000k
Picture Control : Greenboy Landscape
keep in touch : www.facebook.com/greenboyoriginal or www.flickr.com/photos/budakijau or www.http://500px.com/GreenboyOriginal
Tajuk :
Jangan Melengah-lengahkan Waktu Berbuka
Hadith :
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:”Manusia tidak henti-hentinya mendapat kebaikan selama mereka mempercepatkan berbuka puasa.”
Riwayat Bukhari dan Muslim
Huraian
Pengajaran Hadis:
i)Menyegerakan berbuka adalah antara perkara yang disunatkan di dalam Islam kerana ia membezakan antara cara puasa oarang-orang Yahudi dan Nasrani yang sengaja melambat-lambatkan waktu berbuka.
ii)Sunat berbuka puasa dengan tamar (kurma) sebagaimana yang diamalkan oleh Rasulullah s.a.w. Ini adalah kerana tamar mengandungi karbohidrat yang tinggi di samping mengandungi asid amino. Di antaranya ialah triptofan yang didapati boleh menenangkan perasaan.
iii)Antara hikmah disunatkan berbuka dengan buah tamar juga adalah kerana kandungan gula di dalam kurma adalah lebih mudah diserap oleh badan berbanding dengan makanan manis yang lain di mana badan akan segera kembali segar setelah seharian berpuasa. Sebaliknya jika seseorang itu berbuka puasa dengan memulakan pengambilan makanan yang berat tanpa memulakan makanan yang manis, maka gula yang diambil kemudiannya memerlukan waktu yang lebih lama iaitu antara 3-4 jam sebelum dapat diserap oleh usus.
iv)Dari sudut perubatan puasa itu sendiri sebenarnya merupakan satu kaedah perubatan yang dapat mengubati gangguan usus selain boleh mengawal berat badan dan mengubati penyakit kencing manis, darah tinggi dan sakit jantung.
v)Setiap Muslim hendaklah memastikan bahawa makanan yang dimakan sewaktu berbuka adalah yang halal dan bersih bukan makanan yang haram atau syubhat selain berwaspada dengan kuantiti makanan yang diambil itu sendiri iaitu janganlah terlalu banyak sehingga menyebabkan badan terasa berat untuk mengerjakan ibadat seperti solat terawih dan sebagainya.
Lagu Penyembahan Yang Menyentuh Hati - Cara Menenangkan Hatimu di Hadapan Tuhan
Ⅰ
Cara tenangkan hati di hadapan Tuhan:
Tarik hatimu dari hal lahiriah, tenanglah,
berdoa pada Tuhan s'penuh hati.
Dengan hati tenang, makan, minum,
nikmati firman-Nya.
Renungkan kasih dan
karya Tuhan dalam hati.
Pertama mulailah dengan doa.
Pusatkan pikiran,
berdoa pada waktunya.
Meskipun sibuk, dikejar waktu,
tak peduli apa pun yang terjadi,
berdoa seperti biasa,
makan, minum firman Tuhan.
Dekatkan Tuhan di hatimu,
renungkan kasih-Nya.
Renungkan firman-Nya,
tanpa ada gangguan.
Tenangkan hati di hadapan Tuhan
adalah langkah terpenting
'tuk masuk ke dalam firman Tuhan.
S'mua sangat butuh p'lajaran ini,
s'mua sangat butuh p'lajaran ini.
Ⅱ
Saat hatimu capai ketenangan
hingga kau mampu merenungkan
Kasih Tuhan di tiap kesempatan,
hingga kau sungguh mendekat pada-Nya
dan hatimu penuh pujian,
ini melampaui doa,
kau punya tingkat pertumbuhan.
Hanya setelah mereka mampu
sungguh tenang di hadapan Tuhan,
manusia digerakkan Roh Kudus.
M'reka akan dicerahkan, dituntun,
dan dit'rangi oleh-Nya,
bers'kutu dengan-Nya,
pahami kehendak-Nya.
Jika mencapai ini,
m'reka 'kan t'lah masuk
jalur benar dalam kehidupan rohani.
Tenangkan hati di hadapan Tuhan
adalah langkah terpenting
'tuk masuk ke dalam firman Tuhan.
S'mua sangat butuh p'lajaran ini,
s'mua sangat butuh p'lajaran ini.
dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
🎵Rekomendasi:
Lagu Pujian dan Penyembahan 2019 - Kita Berkumpul Memuji Tuhan - Pujian Penyembahan
"Sesungguhnya hiburan itu menenangkan, dan ini adalah hiburanku kerana ianya amat menenangkan."
Location: Bagan Datoh, Perak.
# Single Exposure
# ND8 attached
© digitalmurabbiphotography 2013
Sesekali jadilah kawan yang mendengar dari yang bercerita
Ambillah masa untuk memahami hati dan perasaan kawan
Kerana dia juga seorang manusia
Dia juga ada perasaan takut,
Dia juga ada perasaan bimbang,
Dia juga ada rasa sedih dan kecewa,
Dia juga ada kelemahan,
Dan
Juga perlukan kawan sebagai kekuatan
Jadilah kita kawannya itu.
Kita selalu melihat dia ketawa
Tetapi mungkin sebenarnya dia tidak setabah
Dan seceria yang kita sangka
Kerana dia juga manusia mudah terluka dan kecewa.
Disebalik senyumannya itu
Mungkin banyak cerita sedih yang ingin diluahkan
Disebalik kesenangannya itu
Mungkin tersimpan seribu kekalutan
Kita tidak tahu
Tetapi !
Kita boleh menjadi sahabat seperti dia
Mungkin kita akan tahu.
Pernahkah kita memberi peluang untuk
Berbicara tentang bimbangnya, takutnya
Pernahkah kita menenangkan dia
Sebagaimana dia menyabarkan kita
Ikhlaskah kita mendengar kejayaan dan berita gembiranya?
Untungnya mempunyai seorang sahabat
Yang sentiasa disisi kita
Pada waktu kita memerlukan dia.
Chik [Ya]
( 3.30 a.m / 20 Feb 2009 )
Anak Laut
"Kudengarkan lautku
Berlenggang-lenggok
Kudendangkan lautku
Tempat berpaut.
Kudendangkan lautku
Pintu hidup
Kudendangkan lautku
Pintu maut." J.M. Aziz
Tribute to Allahyarham J.M. Aziz(1937 - 2001)
J.M. Aziz is a fisherman, storyteller to the sea (sea poet) and a fighter in life suffering from the leper (Kusta), where he lost sight and a few limbs.
All his poems was inspired by the sea and fisherman.
J.M. in his name mean Jiwa Merana (Languish Soul).
among his great poems :
1-Anak Laut
2-Penyu Menangis Siapalah Tahu (was sung by the singer no1 Malaysia Allahyarham Dato' Sudirman Haji Arshad )
3-Puisi Penyu
4-Kesian Dia
5-Berkolek Bersajak
6-Sepi itu Indah ( for Seniwati Sarimah )
7-Sebutir Bintang ( for Allahyarham Dato' Sudirman Haji Arshad )
"Puisi adalah penawar Jiwa luka saya...ia memupuk semangat dan menenangkan jiwa lara saya..." J.M. Aziz
Canon AE-1 + 50mm f1.8 FD
Kodak Gold 100
Kuala Terengganu, Terengganu, Malaysia.
Lagu Penyembahan Yang Menyentuh Hati - Hasil dari Menenangkan Hati di Hadapan Tuhan
Ⅰ
'Tuk datang ke Tuhan,
jadikan firman-Nya hidupmu,
kau harus tenang di hadapan-Nya.
Bila kau tenang,
Dia 'kan mencerahkan
dan membuatmu mengerti.
S'makin tenang di hadapan Tuhan,
semakin Dia mencerahkanmu.
Manusia harus saleh, beriman–
itu jalan penyempurnaan.
Hanya bila tenang di hadapan Tuhan
kau 'kan pahami firman-Nya kini
dan dengan b'nar terapkan
penc'rahan dari Roh Kudus,
dengan jelas menangkap maksud Tuhan,
dengan arah pelayanan yang jelas,
mengerti jamahan dan tuntunan dari Roh Kudus,
mampu 'tuk hidup di bawah
tuntunan Roh Kudus.
Inilah hasil dari ket'nangan di hadapan Tuhan.
Ⅱ
Kunci 'tuk masuk hidup rohani
ialah tenang di hadapan Tuhan.
S'mua latihan rohani akan efektif,
jika kau tenang di hadapan-Nya.
Jika kau tak bisa tenangkan hati,
kau tak 'kan mampu menerima karya
yang dari Roh Kudus.
Hanya bila tenang di hadapan Tuhan
kau 'kan pahami firman-Nya kini
dan dengan b'nar terapkan
penc'rahan dari Roh Kudus,
dengan jelas menangkap maksud Tuhan,
dengan arah pelayanan yang jelas,
mengerti jamahan dan tuntunan dari Roh Kudus,
mampu 'tuk hidup di bawah
tuntunan Roh Kudus.
Inilah hasil dari ket'nangan di hadapan Tuhan.
Ⅲ
Saat orang tak mengerti firman Tuhan,
tanpa cara pen'rapan,
tak menangkap maksud Tuhan,
dan saat orang
tak tahu prinsip bertindak,
s'mua kar'na hati m'reka tak tenang
di hadapan-Nya.
Hanya bila tenang di hadapan Tuhan
kau 'kan pahami firman-Nya kini
dan dengan b'nar terapkan
penc'rahan dari Roh Kudus,
dengan jelas menangkap maksud Tuhan,
dengan arah pelayanan yang jelas,
mengerti jamahan dan tuntunan dari Roh Kudus,
mampu 'tuk hidup di bawah
tuntunan Roh Kudus.
Inilah hasil dari ket'nangan di hadapan Tuhan.
Tujuan menjadi tenang adalah
untuk bersungguh-sungguh dan menerapkan,
mengerti dengan jelas firman Tuhan
dan pada akhirnya
memahami kebenaran dan mengenal Tuhan.
Diadaptasi dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
🎵Rekomendasi:
Lagu Pujian Penyembahan Kristen "Kidung Kerajaan: Kerajaan Turun ke Bumi" Paduan Suara Berskala Besar
Makanan Ibu Hamil prenagen.com/makanan-kaya-asam-folat-untuk-ibu-hamil Menjadi saran hamil tentang apa yang harus diambil dalam
Seorang wanita harus mempertimbangkan makan membawa saran anak benar-benar secepat banyak orang mengetahui benar-benar mengharapkan bayi. Setiap mengharapkan ibu bayi harus menjaga apa yang wanita feed untuk kepentingan bayi yang belum lahir tertentu juga. Bayi ingin diet yang memadai untuk tumbuh seimbang selain kuat. Jenis kaleng juga mengurangi risiko yang terkait dengan keadaan serius berikut bayi datang ke dalam dunia.
Bantu asam folat mengurangi risiko yang terkait dengan cacat tabung saraf selama trimester utama. Asam folat dapat digunakan sebagai pelengkap mineral atau mungkin diambil dari diet berlimpah dengan sereal, roti, gandum selain pasta.
Telur
Ovum menggabungkan lebih dari 12 suplemen kesehatan yang meliputi protein kesehatan yang penting untuk melaksanakan anak. Jaringan anak harus memiliki protein kesehatan yang memadai untuk menghasilkan benar. Ovum juga akan berlimpah dengan klorin yang sering kemajuan kesehatan otak bayi tertentu dan kebugaran. Ovum bisa menerima status miskin karena kadar kolesterol yang meskipun guru mengenali di mana gadis-gadis yang seimbang bisa mengkonsumsi 1 atau 2 butir telur setiap hari sebagai bagian dari rencana diet seimbang yang baru.
Ikan forel
Trout merupakan metode yang efektif untuk mendapatkan asam lemak omega 3. Namun demikian, pastikan Anda membuat trout tertentu mengagumkan. Makan hewan peliharaan segar termasuk kuman selain pengisap darah yang dapat merugikan masing-masing ibu selain bayi.
Apel khusus
Apel khusus biasanya berlimpah dengan karotenoid yang selanjutnya diubah menjadi vitamin Apa saja kimia diserap. Meskipun mengambil di dieksekusi vitamin Setiap oleh sumber daya hewan peliharaan mungkin tidak aman, sayur karotenoid tergantung yang hanya dikonversi menjadi vitamin Apa karena yang diinginkan.
Apel khusus juga akan metode kaya untuk mendapatkan tertutup oleh dedaunan selain serat makanan. Apel khusus biasanya ekonomis selain fungsional untuk mengatur.
Pepaya
Pepaya bisa menjadi buah hangat yang berlimpah dengan serat pangan selain kalium. Profesional dalam penawaran Selain membawa saran anak untuk dapat anak perempuan yang hati pengetahuan praktis menumpahkan mengambil pepaya. Sistem kardiovaskular gudang biasanya dialami selama trimester 3. Namun demikian, ibu hamil harus memilih untuk pepaya siap. Pepaya alami mendapatkan pepsin yang akan menyebabkan kontraksi.
paprika merah
Paprika merah biasanya sarat dengan vitamin G yang akan mendukung kemajuan tertentu selain memperbaiki berhubungan dengan kimia jaringan sementara dalam menjalankan anak. Paprika merah menggabungkan lebih banyak vitamin G dibandingkan kisaran ramah lingkungan. Tambahan G selain membantu tubuh Anda mengambil dalam logam lebih cepat itu adalah nutrisi penting bagi wanita.
Alpukat
Alpukat menggabungkan asam folat yang penting dalam pembangunan di otak bayi di samping sistem tegang. Selain itu, mungkin menenangkan masalah kesehatan pagi tertentu di mana ibu pengetahuan praktis. Alpukat selain menggabungkan kalium, vitamin G selain vitamin B6.
Menggila
Loco biasanya makanan pembuka yang sangat baik mengenai ibu hamil. Banyak orang menggabungkan mineral penting misalnya magnesium, selenium, seng dan dalam beberapa kasus kalsium. Mereka juga memasukkan lemak tubuh besar yang berharga sementara dalam menjalankan anak. Mereka akan dengan cepat ditambahkan dalam salad, pasta, selain barang dimasak.
Kacang espresso
Anda akan menemukan banyak biji kopi untuk memilih dari biji kopi angkatan laut untuk dapat biji kopi hitam di samping kacang. Mereka begitu mudah untuk memasukkan ke dalam rencana diet. Kacang espresso memiliki jumlah kaya serat makanan. Melalui membawa seorang anak, yang berkurang kecepatannya sistem pencernaan tertentu yang sering menetapkan ibu dalam bahaya sembelit selain wasir. Asupan serat makanan dapat membantu meringankan semacam ini kesulitan.
Gadis mendapatkan banyak tips tentang apa yang harus mengambil sementara dalam menjalankan anak. Sangat disarankan agar Anda mengikuti tertentu dokter kulit yang membawa saran anak untuk memastikan bayi baru lahir masih seimbang.
Setiap ibu memiliki bayi biasanya mencoba untuk menemukan yang tepat membawa saran anak. Apa dalam acara yang Anda ambil ketika Anda mengharapkan bayi pasti satu bit nasihat sampai situs web ini menawarkan penerbit. Cukup ibu selain bayi dapat menjadi situs web berkomitmen untuk membawa saran anak dan sponsor terkait dengan beberapa isu-isu lain yang masalah ibu baru selain bayi.
Di sini la tempat ku menenangkan fikiran, melarikan diri dari kesibukan duniawi. Aku bahagia setiap kali di sini.
Location : Pantai Kelanang.
Filter used : P121M + P125F
Critics are welcome.
Pule pandak (Rauwolfia serpentina dan Rauwolfia verticillata) bukan keluarga pulai. Bahkan tanaman pule pandak hanya berupa semak dengan tinggi 1 sd. 1,5 m. Meskipun kurang populer, pule pandak merupakan tanaman obat penting. Salah satu khasiatnya adalah afrosidiak (meningkatkan gairah seksual). Sebab fungsi pule pandak mampu mengobati lemah syahwat yang disebabkan oleh gangguan fisik (akibat tekanan darah tinggi) dan juga akibat tekanan psikis. Hingga pule pandak bisa disamakan dengan purwoceng (Pimpinella pruatjan), yang selama ini lebih dikenal sebagai “ginseng jawa”.
Sama dengan ginseng, purwoceng dan pasak bumi, bagian tanaman pule pandak yang dimanfaatkan adalah akarnya. Kalau akar ginseng dan purwoceng membentuk umbi, maka akar pule pandak hanya melingkar-lingkar seperti ular. Sifat akar pule pandak ini juga berlainan dengan akar pasak bumi yang lurus masuk ke dalam tanah seperti “pasak” yang ditancapkan ke “bumi”. Akar pule pandak berwarna merah mencolok. Akar yang tertinggal di dalam tanah karena tanamannya dicabut, terbakar atau terputus oleh cangkul, akan menumbuhkan individu tanaman baru. Hingga pule pandak bisa diperbanyak dengan stek akar maupun dengan biji. Oleh masyarakat tradisional, akar pule pandak sering dimanfaatkan untuk menawarkan bisa (antidote) akibat gigitan ular dan serangga serta obat penenang (sedative). Selain sebagai penawar bisa dan penenang, pule pandak juga berkhasiat melancarkan peredaran darah.
Berdasarkan analisis farmakologis, akar pule pandak mengandung alkaloid resepine, reserpinine, rescinnsmine, yohimbine, ajmaline, ajmalinine, ajmalicine, serpentine dan serpentiine. Alkaloid yohimbine inilah yang berkhasiat mengobati gangguan syaraf (menenangkan), sekaligus mengembalikan keperkasaan seksual pria. Namun yohimbine yang terkandung dalam akar pule pandak kurang begitu penting jika dibandingkan dengan alkaloid reserpine yang mampu menurunkan tekanan darah (mengatasi hipertensi). Sementara alkaloid ajmaline mampu menormalkan denyut jantung. Dengan khasiat seperti ini, potensi pule pandak sebagai pengganti ginseng menjadi sangat besar.
Meskipun kandungan alkaloid dalam akar pule pandak sangat ditentukan oleh umur tanaman dan lokasi budidayanya. Semakin kering dan tandus kawasan budidayanya, semakin tinggi kadar alkaloid dalam akarnya. Akar pule pandak terbaik saat ini dihasilkan oleh India dan Pakistan. Di Indonesia, budidaya pule pandak banyak dilakukan di kawasan hutan jati yang gersang seperti di Kab. Grobogan, Blora dan Bojonegara.
Manfaat pule pandak bagi kesehatan tubuh :
Obat alami yang dapat menyembuhkan Hipertensi atau lebih dikenal dengan Antihipertensi.
Mengurangi dan sangat cepat untuk menormalkan tekanan darah.
Mencegah ngelu atau obat sakit kepala alami.
Mempercepat penyembuhan luka akibat gigitan hewan seperti ular dan kalajengking.
Mengobati penyakit kulit, seperti bisul dan lain-lain.
Obat terapi untuk insomnia / penyakit susah tidur.
Menyembuhkan epilepsi.
Mengurangi radang atau pembengkakan empedu.
Demikian yang saya jelaskan tentang khasiat pule pandak bagi kesehatan tubuh yang berguna untuk mengobati berbagai jenis penyakit yang sering mengganggu kesehatan kita dan kita harus mencegah penyakit-penyakit tersebut.
Bagi orang yang memasuki dan mengambil thariqah Qodiriah
wan Naqsyabandiyah ini, maka dia harus melaksanakan kaifiah atau tata
cara sebagai berikut; 1. Datang kepada guru mursyid untuk memohon izin
memasuki thariqahnya dan menjadi muridnya. Hal ini dilakukan sampai
memperoleh izinnya. 2. Mandi taubat yang dilanjutkan dengan shalat
taubah dan shalat hajat. 3. Membaca istighfar 100 kali. 4. Shalat
istikharah, yang bisa dilakukan sekali atau lebih sesuai dengan
petunjuk sang Mursyid. 5. Tidur miring kanan dan menghadap kiblat
sambil membaca shalawat Nabi Saw sampai tertidur. Setelah lima hal
tersebut dilakukan, selanjutnya adalah; Pelaksanaan Talqin Dzikir/Bai’
at dengan cara kurang lebihnya seperti tersebut di atas. Melakukan
puasa dzir-ruh (puasa sambil menghindari memakan makanan yang berasal
dari yang bernyawa) selama 41 hari. Baru setelah itu, dia tercatat
sebagai murid thariqah qodiriyah wan naqsyabandiyah. Adapun setelah
menjadi murid thariqah ini, dia berkewajiban mengamalkan wirid-wirid
sebagai berikut; a. Diawali dengan membaca: ىهلا تنا ىدوصقم كاضرو
ىبولطم , كتبحمىنطعا كتفرعمو الو لوح الو ةوق الا هللاب ىلعلا ميظعلا 3 ×
b. Hadrah Al-Fatihah kepada Ahli silisilah Thariqah Qodiriah wan
Naqsyabandiyah. c. Membaca Al-Ikhlas 3 kali,Al- Falaq 1kali, dan
An-Nas 1 kali. d. Membaca shalawat umm 3 kali. مهللا لص ىلع انديس دمحم
ىبنلا ىمالا ىلعو هلا هبحصو ملسو e. Membaca istighfar 3 kali. رفغتسا
هللا روفغلا ميحرلا f. Rabithah kepada guru mursyid sambil membaca:
هلاال الا هللا يح قاب , ال هلا الا هللا يح دوجوم , ال هلا الا هللا يح
دوبعم g. Membaca dzikir nafi itsbat (ال هلا الا هللا ) ) enam puluh
lima kali. kemudian dilanjutkan dengan; h. Membaca lagi: ىهلا تنا
ىدوصقم كاضرو ىبولطم , كتبحمىنطعا كتفرعمو الو لوح الو ةوق الا هللاب
ىلعلا ميظعلا 3 × i. Menenangkan dan mengkonsentrasikan
hati ,kemudian kedua bibir dirapatkan sambil lidah ditekan dan gigi
direkatkan seperti orang mati, dan merasa bahwa inilah nafas
terakhirnya sambil mengingat alam kubur dan kiamat dengan segala
kerepotannya. j. Kemudian dengan hatinya mewiridkan dzikir ismudz-dzat
( (هللا seribu kali Keterangan: - Semua wirid tersebut dilaksanakan
setiap kali setelah shalat maktubah. - Untuk dzikir ismudz- dzat,
kalau sudah bisa istiqomah setelah shalat maktubah maka ditingkatkan
dengan di tambah qiyamul lail dan setelah shalat dhuha. - Untuk dzikir
ismudz-dzat boleh dilakukan sekali dengan cara di ropel 5000 x (bagi
yang masih ba’ da maktubah) aau 7000 X (bagi yang sudah di tingkatkan)
- Sikap duduk waktu melaksanakan wirid tersebut tidak ada keharusan
tertentu. Jadi bisa dengan cara tawarruk,iftirasy atau bersila. -
Bacaan aurad tersebut adalah bagi para mubtadi’ atau pemula. - Ajaran
aurad dan pelaksanaan amalan dzikir lainnya yang ada dalam thariqah
qodiriah wan Naqsyabandiyah ini secara lebih detail dan terperinci,
dapat diketahui apabila seseoang telah masuk menjadi anggotanya dan
meningkat ajarannya. Keterangan: -Informasi mengenai kaifiyah dan
amalan dalam thariqah qodiriyah wan naqsyabandiyah ini diperoleh dari
KH.Abdul Wahab Mahfudhi, seorang mursyid thariqah Qodiriyah wan
Naqsyabandiyah yang juga pengasuh pondok pesantren “ Asy-Syarifah” ,
Brumbung, Mranggen, Demak, Jawa Tengah. -Untuk kegiatan tawajuhhan di
tempat KH.Abdul Wahab Mahfudhi diadakan setiap hari selasa untuk
putri/ibu-ibu, dan setiap hari Rabu untuk putra/bapak- bapak, mulai
jam 08.00-12.00 wib. -Untuk pelaksanaan bai’ at, bisa dilakukan setiap
saat. Adapun sanad kemursyidan KH.Abdul Wahhab Mahfudhi adalah sebagai
berikut: KH.Abdul Wahhab Mahfudhi dari Syaikh Ihsan dari Syaikh
Muhammad Ibrahim dari Syaikh Abdul Karim Banten dari Syaikh Ahmad
Khotib Sambas dari Syaikh
Syamsudin dari Syaikh Muhammad Murodi dari Syaikh Abdul Fath dari
Syaikh Utsman dari Syaikh Abdurrahim dari Syaikh Abu Bakar dari
SyaikhYahya dari Syaikh Hisamudin dari Syaikh Waliuddin dari Syaikh
Nurrudin dari Syaikh Sarofudin dari Syaikh Samsudin dari Syaikh
Muhammad Al-Hatak dari Syaikh Abdul Aziz dari Sulthonul Auliya’
Sayyidisy Syaikh Abdul Qodir Al-Jilaniy dari Syaikh Abi Sa’ id
Al-Mubarak bin Mahzumi dari Syaikh Abul Hasan Ali Al- Makari dari
Syaikh Abu Farh At- Thurtusiy dari Syaikh Abdul Wahid At-Taimi dari
Syaikh Siir As-Saqthi dari SyaikhAbu Bakar As-Syibli dari Syaikh
Sayyidi Thoifah Ash- Shufiyah Abul Qasim Al-Junaid Al-Baghdadi dari
Syaikh Ma’ ruf Al-Kurkhi dari Syaikh Abu Hasan Ali Ar-Ridlo bin Musa
Ar- Rofi dari Syaikh Musa Al-Kadhim dari Syaikh Sayyidina Al-Imam Ja’
far Ash-Shadiq dari sayyidina Muhammad Al-Baqir dari sayyidina Al-Imam
Ali Zainal Abidin dari sayyidina Asy-Syahid Husein bin Sayyidatina
Fatimah Az- Zahro’ dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib dari Sayyidil
Mursalin wa Habibi Rabbil-‘ Alamin wa Rasulillah ila Kaffatil-
Khola-iq Ajma’ in Muhammad Saw dari sayyidina Jibril AS dari
Rabbul-Arbab wa Mu’ tiqur Riqab Allah Swt.
Melalui kotak pesan daring Anna mengonfirmasi ia akan datang dua pekan lagi, yang berarti hari ini. Tidak perlu menyiapkan apa-apa, aku adalah bagian dari keluarga, bukan tamu istimewa, tulisnya gede rasa. Memang dikiranya aku akan menggelar karpet merah di bandara? Tapi, toh kubalas dengan gambar wajah kuning bulat menyeringai jenaka, meski saat mengetiknya mulutku mengerucut, bersungut.
Aku tak benar-benar berminat menerima kedatangannya, jauh hari, dekat hari, terencana atau tiba-tiba, bagiku sama buruknya. Setelah korespondensi panjang lewat media sosial yang entah bagaimana permulaannya itu, akhirnya Anna mengaku sebagai saudara kembarku.
Dia tuliskan, saat dikirim untuk belajar kedokteran di Universitas Saint Petersburg, Bapak kami jatuh cinta pada seorang mahasiswi lokal yang kelak ia menjadi ibu kami. Kisah cinta mereka mekar di semester ketiga perkuliahan, sejak pertemuan tak sengaja di lorong manuskrip Melayu di perpustakaan umum Saltykov-Shchedrin. Itu terjadi kira-kira satu sampai dua dekade setelah peristiwa proklamasi.
Pertengahan tahun enam puluhan Bapak lulus dan berencana membawa pulang Ibu, tapi gagal. Situasi panas di tanah air waktu itu. Pemerintahan lama dikudeta, rezim baru melarang alumni luar negeri kembali, pukul rata semua dianggap berbaluan kiri jika menolak menandatangani pernyataan mengutuk pemimpin terguling. Bapak termasuk yang menampik karena merasa berutang budi sudah diberi kesempatan sekolah tinggi. Jadilah ia pelarian, diburu sampai ke Vietnam. Kami berdua lahir di tengah sisa kecamuk perang, di Ho Chi Minh City yang masih porak-poranda. Ibu lalu membawa Anna kembali ke Leningrad dan aku dititipkan kepada entah siapa, pulang ke Amlapura. Bapak tetap tinggal dan menjadi dokter rumah sakit militer setempat. Setelah itu, semua gelap. Tak ada kabar, Ibu hanya mendengar Bapak tertembak, jasadnya tak terjejak.
***
Luh, istriku, bertanya, “Apakah ada penerbangan langsung dari Moskwa ke Denpasar?” Tolol, kubilang. Tentu saja tidak ada. Perjalanan dari Rusia ke Indonesia makan waktu 20 jam, setidaknya butuh satu atau dua kali transit, di Abu Dhabi, di Hong Kong, atau di mana saja, tergantung maskapai yang dipakai. Tidak ada direct flight!
“Tapi ini ada,” sergahnya, menggumam dengan nada rata, dengan jari-jari dan mata menumpu pada layar tablet di pangkuannya, “Aeroflot, low cost carrier. Langsung dari Domodedovo Airport ke Ngurah Rai.” Mulutku melecu. Untuk apa bertanya kalau sudah tahu?
Tak perlu resah, kata Luh, bukankah kalian hanya sepasang kakak beradik dan bukan sepasang kekasih? Aku melengos. Seharian kalimat-kalimatnya sama sekali tak menenangkan. Tapi mengapa harus aku tak tenang? Luh menyeduh kopi dan menuangkannya ke cangkir-cangkir kaca seperti biasa, satu untukku satu untuknya, pertanda ini sudah pukul lima, sudah dekat senja. Harum kafein menguar, bersahutan dengan aroma gula merah. “Minumlah, ini sempurna,” ia berlagak bersulang dengan senyumnya yang selalu menggoda, namun entah kenapa sore ini di mataku terkesan meledek.
***
Anna mengabarkan baru saja mendarat, berarti bisa tiba di sini dalam satu jam, asal kondisi lalu lintas Badung-Karangasem tak kelewat padat. Aku membayangkan apa yang akan kami bicarakan nanti ketika bertemu muka. Apakah aku harus menyambutnya dengan gembira atau memeluknya penuh rindu, mengingat kami adalah kembaran yang terpisah puluhan tahun? Atau kujelaskan saja langsung kepadanya bahwa aku sama sekali tak percaya versinya tentang riwayat kami. Kalaupun aku menerima kunjungannya, semata-mata demi sopan santun, menuruti saran istriku, bukan memenuhi penasaranku tiba-tiba memiliki saudara kandung. Seumur hidup aku yatim piatu, tak punya asal-usul, orokku ditemukan di halaman pura Desa Tumbu, kata orang ibuku bukan manusia, melainkan arca batu.
Anna memperkenalkan dirinya dengan cara yang amat formal, tegak dekat leneng di pintu gerbang, menghadapku dengan sikap tubuh lurus dan senyum ramah. Menyebut namanya, menanyakan kabar, mengagumi rumah tradisional kami sambil tetap berdiri. Lalu seperti sudah terencana, lengannya bergerak laksana petugas pengibar bendera pada upacara di halaman gedung-gedung negara, membentuk persis sudut siku-siku, menyodorkanku sebuah kotak kayu seukuran kotak sepatu, “Dari ibu.”
Apakah maksudnya ini oleh-oleh, hadiah, wasiat atau apa, tak diterangkannya. Jadi kuterima pemberiannya itu dengan separuh syak dan sebuah pertanyaan tak bermutu, “Ia menitipkannya padamu?”
“Pada hari terakhir Ibu sadar.”
Aku tak siap harus menimpali apa. Melihatku canggung, Luh buru-buru menyela, “Mari, mari masuk jeroan. Kita ngeraos, ngobrol-ngobrol di dalam….” Mulutnya langsung nyerocos menanyakan apa saja, tangannya lalu sibuk menawarkan berbagai penganan kampung yang sejak tadi disiapkannya, jaje lukis yang manis, jaje ketimus yang gurih, pisang rai yang legit. Suasana kaku perlahan berubah sesegar es tambring.
Sepasang Matryoshka
Anna mengatakan tak akan tinggal terlalu lama. Ia hanya membawa satu koper tanggung dan satu tas tangan yang ditentengnya ke mana-mana, mirip kantung ajaib karena dari dalamnya ia mengambil berbagai macam benda, termasuk sebuah album kecil, “Ini kakek,” ditunjuknya potret lelaki berkumis setebal milik Stalin. Seorang perempuan tambun tersenyum anggun yang duduk dekat pria berkumis itu diperkenalkannya sebagai nenek. Kemudian seraut wajah tirus berdiri semampai, disebutnva sebagai Ibu. Wajah wanita ayu dalam gambar itu seperti kukenal entah di mana, mirip seseorang tapi aku lupa siapa. Di situ ia berpose mendekap sesosok bocah mungil montok bertopi renda di puncak kepala. Anna tersenyum seakan ingin mempermaklumkan dirinya sendiri di masa lalu, “Itu aku.”
Istriku tertawa gemas ketika mengatakan lucu sekali anak ini, manis sekali.
“Nah, ini kau,” Anna menarik sepucuk foto lagi, melihat ke arahku. Telunjuknya menuding wajah bayi yang terbungkus selimut serapat kepompong, sebelah pipinya menempel pada pundak kiri seorang lelaki muda berkulit sawo tua, berperawakan sedang, berkemeja longgar, berjas tanpa dasi, tak berpeci, “Dan ini Bapak.”
“Cukup!” putusku. Anna kaget, dahinya mengernyit. Luh ikut gugup, tersenyum kecut, tikar lampit tempat kami duduk ikut-ikut menciut.
“Jangan teruskan omong kosong ini,” aku mendesis.
“Maksudmu?” Anna herusaha berhati-hati.
“Maaf, Anna,” aku mulai iba kepadanya, “Barangkali memang saja kau dan aku memiliki beberapa hal yang sama. Tapi sudah pasti kita bukanlah saudara!”
Anna terdiam sebentar. “Kau harus tahu, Ibu membuat sebuah lemari yang berisi baju-bajumu. Masih utuh sampai sekarang. Setahun sekali ia menjahit setelan baru seukuran tubuhmu, membelikanmu sepasang kaus kaki dan longjohn satu nomor lebih besar setiap Natal.”
“Itu tidak membuktikan apa pun!”
“Tidak ada yang perlu disangkal, Ananta.”
“Dengar,” kurendahkan suara, “Boleh jadi aku lahir dari rahim seorang ibu, mewarisi darah seorang ayah. Tapi kalau alam raya ini saja terjadi karena satu tubrukan maha dahsyat hingga hancur berkeping-keping, bukan mustahil juga pada suatu ketika, sebutir di antara miliaran debu serpihan terhalusnya terbawa angin ke suatu bukit yang luar biasa jauhnya, tersambar petir, tercatu listrik, lalu hidup, dan… jadilah aku!” Anna tak menyangka mendengarku sesinis itu.
Sudah genap setahun ini Ibu terbaring koma. Anna lalu bercerita begitu saja tanpa menghiraukan apakah aku menyimak atau mengabaikannya. Catatan rumah sakit mengatakan batang otaknya masih berfungsi, jantungnya masih berdetak, beberapa organ masih merespons baik. Setiap kali sepupunya yang menetap di Desa Troparyovo datang ke Moskwa menumpang kereta metro untuk menjenguk dan menyanyikan lamat-lamat senandung cinta Katyusha di samping ranjangnya, kepalanya bergerak lemah ke kanan ke kiri seperti berusaha mengikuti tempo. Jika ada seseorang menyebut nama Bapak dan namamu, sudut bibirnya terangkat seperti tersenyum. Saban ada kesempatan anggota keluarga berkumpul membacakan doa untuk kesembuhannya, ujung matanya menitikkan air seperti terharu.
Kata Nenek, bukan rencana Ibu terpisah dari Bapak, tapi waktu itu harus diputuskan bagaimana menyelamatkan anak-anak. Amerika berkoar, agresi komunis sedang mengancam seluruh dunia, sangat-sangat berbahaya, Eisenhower dengan domino effect-nya berteori, jika tidak dihancurkan ideologi ini akan merajalela ke seantero Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Tentara-tentara diturunkan menumpas komunisme di mana-mana, mulai dari Vietnam sampai ke negara-negara sekitarnya yang saling bertetangga. Alih-alih, baku bunuh terjadi setiap hari, di kota, di desa, di perbatasan, di pedalaman, di kampung, di hutan. Semua orang tiba-tiba saja menjadi musuh bagi yang lain tanpa terkecuali. Mayat bergelimpangan sampai nyaris tak terkenali. Dalam nalar perang, sama sekali hal biasa jika ada satu, dua, bahkan seratus orang hilang, atau dihilangkan, sekalipun ia bukan siapa-siapa, tak mengancam, tak membahayakan bahkan tak punya pengaruh apa-apa, seperti Bapak, atau siapa saja yang tahu-tahu enyah, lenyap.
Anna berhenti berkisah. Matanya menyusuri nat-nat lantai keramik di bale daja. Luh meninggalkan kami beberapa saat lalu, pamit ke paon mengambil sesuatu.
“Aku telah terbiasa hidup tanpa Ibu,” kataku. “Tak ada nama Bapak dalam Kartu Susunan Keluarga, akta kelahiran sampai paspor, kolom tempat tanggal lahirku pun kosong,” kutekankan setiap kata sambil kupandangi wajah Anna. Aku ingin ia memercayaiku sebagaimana aku mulai menganggap bualannya masuk akal. Anna hanya mengangguk. Langit adalah pantulan kopi hitam ditaburi remah roti, cahaya ribuan bintang menggambar bayang-bayang lereng Gunung Agung di bahu malam. Wangi dupa melintas menenteramkan.
“Aku sering memikirkan, bagaimana aku bisa sampai di tempat ini.”
“Ibu sering memikirkan di belahan dunia mana kau berada.”
“Ia tak menganggapku mati?”
“Ia menganggapmu selalu ada di dekatnya.”
Kotak yang tadi diserahkan Anna kepadaku, isinya sebuah boneka kayu gendut yang beranak pinak jika dibuka. Yang terbesar seukuran genggaman tangan dewasa, berturut-turut empat lagi lebih kecil, lebih kecil lagi, hingga yang terkecil seukuran ibu jari. Anna mempermainkan gelas belimbing kosong di tangannya, bersandar pada salah satu sakanem, tiang penyangga rumah.
“Aku menghubungi empat ratus empat puluh sembilan akun lelaki seumuranmu di negeri ini. Kutanyai masing-masing dari mereka, adakah di antara kalian yang memiliki matryoshka?”
Anna memerinci sambil tertawa kecil membayangkan lagi perjuangannya, “Seperti menolong pangeran mencari sebelah sepatu Cinderella ke seluruh pelosok dunia. Tapi aku yakin pasti menemukannya.”
Boneka kayu itu kini ada di timanganku, “Jadi, Bapak adalah seorang dokter?” pertanyaanku ini bukan basa-basi. Anna mengangguk, “Dokter muda yang belum sempat berbuat apa-apa, kecuali menyelamatkan orang-orang yang dicintainya.”
Mataku hangat, “Kata orang-orang sejak dulu, bapakku pemberontak dan ibuku pelacur.”
Terngiang lagi rundungan di masa kecil, untukku yang berkulit putih, berambut merah, bertubuh dan berhidung tinggi. Ke mana pun aku pergi sebayaku akan bernyanyi, cunguhne gede cara nyambu, hidungnya besar seperti jambu, cunguhne gede cara nyambu…. Terus menerus berolok tentang bapak ibuku, sambil tertawa-tawa, menungguku merengek dan akhirnya meraung. Aku marah dan malu, tapi tak tahu harus kepada siapa mengadu. Anna meletakkan gelas dan menghela napas, “Ibu adalah seorang penyair yang beralih jadi buruh pabrik.”
Lama sesudah itu kami sibuk dengan hiruk-pikuk pikiran dan perasaan sendiri. Aku bertanya-tanya, siapa kiranya yang keluar dari perut Ibu lebih dulu di antara kami? Kupindah-pindahkan dari tangan kanan ke kiri, ke tangan kanan, ke kiri lagi—seperti membulatkan jaje pulung-pulung ubi, boneka yang terbuat dari kayu lipa itu lalu kupisahkan dari induknya dengan menariknya satu per satu hati-hati. Pada setiap dasarnya terpahat nama-nama.
Namaku tertera pada yang paling kecil: Ananta, satu suku kata lebih singkat dari nama Bapak, Anantara. Nama Anna, selisih dua huruf dari Ivanna, nama Ibu. Déjá vu ini mengesalkan dan menggelikan pada saat yang bersamaan. Didahului kokok ayam pertama dini hari itu, Anna menyatakan ulang niatnya, “Aku bertekad menemukanmu, untuk Ibu.” Orang-orangan kecil bersusun-susun itu satu-satunya petunjuk ia mengacu.
Dari arah merajan, dengan anteng terlingkar di pinggang bersiap sembahyang, Luh datang menghampiri, sebuah besek bambu berdebu diangsurkannya ke tengah kami. Kukeluarkan isinya, persis seperti yang Anna bawa, boneka kayu gendut yang beranak pinak jika dibuka. Yang terbesar seukuran genggaman tangan dewasa, berturut-turut empat lagi lebih kecil, lebih kecil lagi, hingga yang terkecil seukuran ibu jari. Pada setiap dasarnya terpahat nama-nama, Ananta, Anna, Ivanna, Anantara.
Telapak kaki boneka terbesar bertuliskan kalimat yang sama, Svetit vsegda, Vestit vezde—bersinarlah selalu, bersinarlah di mana saja. Kutipan stanza tua penyair Rusia kesukaan Ibu. “Ibu pernah bilang,” kata Anna, “Pada suatu ketika, tanpa sengaja, bisa saja kita menjadi bagian gelap bahkan tergelap dari kehidupan seseorang. Sungguh pun begitu, jangan padam.”
Matahari belum lagi mekar seutuhnya, tapi sinarnya yang lembut membuat pipi-pipi matryoshka merona. Pagi ini aku adalah seorang anak, seorang adik, seorang lelaki yang memiliki sejarah hidup, setelah separuh abad lebih tanpa kejelasan asal-usul. Perempuan yang duduk di seberangku itu, yang wajahnya mentah-mentah seperti wajahku, kakak kandungku Anna, tampak letih tapi lega. “Ananta,” ia melirih, “Ibu memintamu memaafkannya.”
Vika Wisnu, pengajar Program Ilmu Komunikasi Untag Surabaya dan sukarelawan Gerakan Sadar Autisme. Cerpennya pernah termasuk dalam buku Cerpen Pilihan Kompas 2014. Tulisan terbarunya dimuat dalam antologi “Tumbuh Bersamamu, 27 Kisah Inspiratif Ibu Anak Berkebutuhan Khusus”. Buku pertamanya, ditulis bersama Gadis & Kika, berjudul BER317AN diterbitkan Penerbit Buku Kompas.
Bambang Pramudiyanto, lahir di Klaten, 10 September 1965. Kini menetap di Kasihan, Bantul, DI Yogyakarta, setelah menempuh pendidikan STSRI “ASRI” Yogyakarta. Lima Besar The Philip Morris Group of Companies Indonesia Art Award 1995. Selama kariernya sebagai pelukis telah menggelar tiga kali pameran tunggal pada periode 1995 sampai 2001.
[1] Disalin dari karya Vika Wisnu
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kompas” edisi Minggu 14 Oktober 2018
The post Sepasang Matryoshka appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.
via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2QMX9sU
Berziarah dan Mengenang ke makam Siti Khadijah di Ma’la – Jika menjelang berakhirnya musim haji, kota Mekkah dipastikan penuh sesak oleh para jamaah dari seluruh penjuru dunia. Setelah melakukan prosesi Tahalul sebagai penyempurna selesainya Ibadah Haji, biasanya di sisa-sisa akhir hari para jamaah berziarah ke tempat-tempat bersejarah di kota Mekah.
Tidak hanya di musim haji, program Paket Umroh 2017 di Rabbani Tour pun memiliki itinerary yang di dalamnya ada program cityTour ke tempat-tempat bersejarah di Kota Mekkah, selain ibadah umroh, juga ada CityTour Mekkah dan Madinah. Salah satu program CityTour yaitu berziarah ke makam tua Ma’la di Mekkah. Ma’la merupakan pemakaman umum yang letaknya tidak jauh dari Masjidil Haram, 1 km ke arah barat tepatnya di daerah Hujun. Orang yang meninggal di Mekkah, baik itu Jemaah haji atau umroh juga masyarakat umum yang tinggal disana maka akan dimakamkan di pemakaman umum ini.
Dapatkan PROMO PAKET UMROH HEBAT [Hemat dan BersahaBAT] + CAIRO MESIR hanya 23 JUTA ALL IN.
Komplek pemakaman Ma’la sudah ada dari zaman nenek moyang Nabi Muhammad saw. Orang yang pertama dikuburkan adalah Qushai bin Qilab, beliau merupakan nenek moyang dari suku Quraisy. Kemudian kakek Nabi saw, diantaranya adalah: Abdul Manaf bin Qushai, Hasim bin Abdul Manaf, Abdul Muthalib bin Hasim, dimakamkan juga paman-paman beliau yaitu Abu Thalib, al-Walid ibnu Mughirah, termasuk putra-putra beliau Qhasim. Juga di Ma’la ini terdapat makam para sahabat, antara lain: Abdullah bin Umar, Abdullah bin Zubair, Yasir bin Amar, Abdullah bin Amr bin Ash, Asmah binti Abu Bakar, Abdurahman bin Abu Bakar, Abdullah bin Umar ibnu Khathab, Abdullah bin Zubair. Dan para sahabiyah yang pertama kali sahid adalah sumaiyah, dan masih banyak lagi para sahabat yang dimakamkan di pemakaman Ma’la tersebut.
Berziarah dan Mengenang ke makam Siti Khadijah di Ma’la - Tempo Dulu
Pemakaman ma’la ini menjadi istimewa dikarenakan ada orang yang dicintai Rasulullah saw disemayamkan, yaitu Sayyidatina Khadijah al-Kubra. Menurut informasi Posisi makamnya tepat berada di bawah kaki gunung Assayyidah (bukit Khadijah) menghadap ke kiblat ke arah Masjidil Haram, namun untuk letak makam yang pastinya tidak ada orang yang mengetahui secara pasti dikarenakan di makam tersebut tidak terdapat tanda atau tempat khusus sebagai penanda tempat Siti Khadijah disemayamkan.
Komplek pemakaman Ma’la ini tidak seperti pemakaman umumnya yang berada di Indonesia. Karena setiap kuburan di Ma’la tidak diberikan tanda seperti batu nisan atau gundukan tanah. Kuburan di Ma’la hanya ditandai dengan batu yang besarnya hanya sebesar kepalan tangan orang dewasa, dengan tanah yang diratakan tanpa ada gundukan tanah di tengahnya. Semua bentuk dan ukuran disamaratakan.
Berziarah dan Mengenang ke makam Siti Khadijah di Ma’la
Berziarah dan Mengenang ke makam Siti Khadijah di Ma’la
Ma’la merupakan nama sebuah kawasan di kota Mekkah, sudah dari zaman dahulu tempat tersebut menjadi pemakaman nenek moyang bangsa Arab. Kuburan yang tertata rapih, tidak menyeramkan, karena letak pemakamannya di antara pemukiman warga yang lumayan padat, pemakaman tersebut dikelilingi tembok setinggi kurang lebih 1 meter. Kota Mekkah memang mempunyai beberapa pemakaman umum lainnya, seperti di Madinatu Syoraya yang letaknya masih di kawasan Tanah Suci Haram. [UMROH PLUS CAIRO MESIR]
Berziarah dan Mengenang ke makam Siti Khadijah di Ma’la
Siti Khadijah merupakan putri dari Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab al-Qurasyiyah al-Asadiyah. Beliau tumbuh menjadi wanita mulia di antara wanita-wanita di kaumnya, dengan julukan at-thahirah (bersih dan suci). Seorang wanita yang teguh, cerdas juga memiliki perangai yang luhur.
Dalam catatan sejarah siti Khadijah telah dua kali menjalani rumah tangga. Pertama ia menikah dengan Abu Halah bin Zurarah at-tamimi, memiliki dua orang anak. Sepeninggal Abu Halah, kemudian ia dinikahi oleh Atiq bin A’id bin Abdullah al-Makhzumi namun tidak lama rumah tangga yang kedua kalinyapun pisah. Banyak tawaran dari pemuda dan pemuka di kalangan Quraisy yang ingin mempersunting Siti Khadijah. Tetapi Khadijah menutup hatinya untuk sementara dan memusatkan perhatiannya untuk mendidik putra-putrinya, selain itu tentunya mengurusi urusan perniagaan yang beliau miliki, karena Khadijah merupakan saudagar kaya.
Ketika Khadijah mencari orang yang tepat untuk menjual dagangannya, Allah SWT mempertemukan Khadijah bersama Muhammad (ketika itu belum diangkat sebagai Nabi). Muhammad yang dikenal memiliki kejujuran juga berakhlak mulia sehingga dijuluki al-Amin. Maka ketika itulah Khadijah meminta Muhammad untuk menjadi rekan bisnis. Melihat pencapaian dalam perniagaan yang dijalankan Muhammad, Khadijah merasa gembira karena Muhammad begitu amanah seperti apa yang yang telah orang-orang ceritakan. Dengan kepribadian Muhammad itulah Khadijah jatuh cinta kepada Muhammad. Hingga akhirnya Allah mempersatukan mereka dalam ikatan yang sah untuk mengarungi kehidupan bersama (menikah).
Ketika itu Nabi Muhammad berusia 25 tahun sedangkan Siti Khadijah berusia 40 tahun. Namun, faktor usia tidaklah menjadi penghalang bagi keduanya untuk berumah tangga. Kehidupan bahagia antara seorang pemuda yang berbudi mulia bersama wanita saudagar kaya yang mulia pula.
Siti Khadijah merupakan wanita pertama yang beriman dan bersaksi atas kerasulan Nabi Muhammad saw. Seorang istri Nabi yang merelakan seluruh jiwa, raga juga hartanya untuk mendukung perjuangan sang suami dalam menyebarluaskan agama Islam. Kemulian hati, kebesaran jasa juga akhlaknya begitu membekas pada Rasulullah. Terkadang Rasulullah menyebutkan kebaikan-kebaikannya meski beliau telah wafat mendahuluinya.
Rasulullah saw bersabda: “ia (Khadijah) telah beriman kepadaku ketika orang lain kufur. Dia juga mempercayaiku ketika orang-orang mendustakanku. Dia memberikan hartanya kepadaku ketika tidak ada orang lain yang dapat membantuku.” [Hadits Riwayat Bukhari, Ahmad dan Thabrani].
Wanita terhormat di kalangan Quraish ini memiliki kedudukan khusus di mata Rasulullah saw. Itu bukan dikarenakan kehormatan juga kekayaan yang ia miliki, namun dikarenakan keimanan juga kepeloporannya dalam berislam. Siti Khadijah yang begitu setia menyertai Rasulullah saw baik dalam suka maupun duka. Ketika Rasulullah saw mengalami kegelisahan yang begitu teramat sangat, Khadijah hadir menyelimuti masalahnya, datang menjadi penenang Rasul. Khadijah merupakan sebaik-baik wanita yang patut dijadikan sebagai teladan oleh wanita di sepanjang zaman. Bagaminana tingkah laku beliau pada suami dan orang lain, cara melayani suami juga mengasuh anak-anaknya, serta akhlak-akhlak lainnya di kehidupannya.
Siti Khadijah merupakan assabiquun al-awwaluun yaitu golongan yang pertama mengimani akan kenabian Muhammad saw. Sosok wanita yang menenangkan, menguatkan juga mendukung Nabi di masa-masa sulit, ketika Nabi Saw dicerca, dihina, ditertawakan bahkan sampai dianggap gila.
Begitulah sosok wanita yang menjadi pendamping Rasululloh saw, semoga menjadi contoh untuk para wanita sekarang. Demikian paparan artikel mengenai Berziarah dan Mengenang ke makam Siti Khadijah di Ma’la. Jangan lewatkan artikel lainnya mengenai WISATA MUSLIM ke berbagai Negara.
UMROH HEBAT [Hemat dan BersahaBAT] + CAIRO MESIR hanya 23 JUTA ALL IN!!!
Segera daftar di PAKET UMROH HEBAT + CAIRO MESIR sebelum kehabisan KUOTA!!!
Paket Tour Labuan Bajo 4d3n, Paket Trip Pulau Komodo, Open Trip Labuan Bajo, Trip Ke Labuan Bajo, Paket Trip Labuan Bajo
Paket Wisata Sailing Tour Labuan Bajo 2 Hari 1 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 1 malam.
Hari 1: Taka Makassar – Manta Point – Long Beach – Pulau Padar
1.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: islander.io
Daya tarik Taka Makassar adalah bentuk pulaunya yang unik menyerupai bulan sabit. Bentuk pulaunya juga seakan-akan timbul dari permukaan lautan. Uniknya lagi, keberadaan pulau ini hanya akan terlihat apabila air laut mengalami pasang surut. Walaupun pulaunya sangat kecil dan terbatas, keelokannya semakin bertambah dengan adanya pasir putih yang menyelimutinya. Selain itu, peserta dapat menyelami air lautnya yang jernih melalui kegiatan snorkeling. Di balik lautnya yang jernih itulah tersimpan surga terumbu karang bagi kehidupan hewan-hewan laut kecil.
2.Diving dan Berinteraksi dengan Ikan Pari di Manta Point
(Pukul 10.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: Liputan6.com
Di sini, peserta dapat menyaksikan secara langsung kerumunan manta ray (ikan pari khas Indonesia Timur) berenang bebas di lautan biru. Tidak hanya melihat, tetapi peserta juga dapat membelai dan memberi makan manta ray apabila memiliki keberanian untuk berinteraksi langsung. Manta ray juga tak jarang dikerubungi ubur-ubur, karena ubur-ubur adalah makanan utamanya. Jika beruntung, peserta dapat mengamati gerombolan pari manta yang sedang asyik menyantap koloni ubur-ubur.
Dengan deretan terumbu karangnya yang cantik juga biota lautnya yang beragam, spot ini menjadi spot diving menarik di Labuan Bajo. Kekayaan baharinya yang sangat menawan hati pantas sekali diabadikan dengan kamera bawah air.
Usai bersenang-senang di bawah laut, peserta akan menyantap makan siang dengan masakan yang telah dimasak oleh kru kapal.
3.Berjemur dan Berenang Santai di Long Beach
(Pukul 14.30-16.00 WITA)
Sumber Foto: ntt.indonesiasatu.id
Pantai ini sungguh unik karena pasirnya yang berwarna pink. Keunikan itu bisa terjadi karena butir-butir pasir putihnya bercampur dengan terumbu karang berwarna merah yang sudah mati. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink.
Di pantai ini, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang. Ataupun, mencoba berjemur di atas pasir dan membiarkan tubuh terpapar sinar matahari agar memperoleh warna kulit yang eksotis.
4.Trekking dan Menikmati Sunset di Pulau Padar
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Padar menjadi salah satu spot foto instagramable yang paling dicari, karena pesona keindahan alamnya yang mengagumkan. Apalagi jika sudah berada di kawasan puncaknya, para peserta akan terlena dengan buaian angin semilir yang menemani indahnya pemandangan langit berwarna jingga, laut biru yang jernih, serta hamparan bukit yang mengelilingi Pulau Padar saat sore hari. Tidak hanya itu, atmosfernya yang fenomenal dapat dimanfaatkan untuk momen bersantai-santai ataupun melakukan fotografi. Namun, sebelum mencapai puncaknya, peserta harus berjuang melalui jalur trekking yang cukup sulit. Oleh sebab itu, Pulau Padar menjadi lokasi yang sempurna bagi para penggemar trekking.
Saat malam hari, peserta akan bersantap malam, kemudian beristirahat dan tidur malam di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Padar.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Exotic Komodo Souvenir Shop
Setelah mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan kembali diajak berlayar ke Pulau Komodo.
1.Melihat Satwa Purba Dari Dekat di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.kompas.com
Taman Nasional Komodo menjadi salah satu daya tarik wisata yang populer di Labuan Bajo. Sebab, kawasan ini merupakan habitat asli satwa purba buas yang sudah langka di Indonesia. Oleh karena itu, satwa komodo sangat dilindungi di kawasan ini. Sembari menikmati hutannya yang masih asri, peserta akan didampingi oleh ranger (pawang) untuk melihat komodo dari jarak dekat. Tidak perlu khawatir, karena para ranger sudah memahami karakteristik komodo. Dengan tuntunan mereka, peserta dapat berfoto bersama komodo dari jarak beberapa meter dalam suasana yang tenang. Peserta juga dapat menyaksikan secara langsung betapa buasnya komodo saat diberi umpan daging oleh ranger. Dengan demikian, peserta akan memperoleh wawasan luas tentang habitat dan cara hidup satwa komodo, sambil merasakan sensasi bertualang nan menyenangkan dalam melakukan pencarian satwa-satwa komodo di dalam hutan.
Setelah puas berkeliling di Taman Nasional Komodo, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Bajo, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat menuju toko oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di tengah perjalanan, peserta akan singgah sebentar di restoran lokal untuk makan siang.
2.Belanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 14.00-15.30 WITA)
Sumber Foto: discoveryourindonesia.com
Seusai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan diajak ke Exotic Komodo Souvenir Shop, yang lokasinya dekat dengan Bandara Labuan Bajo. Di sini, peserta dapat berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur, seperti kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, kain tenun khas Nusa Tenggara, gantungan kunci, kaos, tas, sandal, kopi khas daerah Manggarai, serta cemilan-cemilan khas NTT. Tidak ribet mencari oleh-oleh di toko ini, sebab tiap bagian ruangan sudah ditentukan penataan jenis oleh-olehnya. Dengan begitu, peserta akan merasa nyaman dalam berbelanja berbagai macam oleh-oleh khas Labuan Bajo, hanya di satu tempat saja.
Selesai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan kembali pulang dengan sejuta kenangan berharga.
Paket Wisata Labuan Bajo 3 Hari 2 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan yang telah disepakati. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 2 malam berturut-turut.
Hari 1: Pulau Padar – Long Beach – Pulau Rinca
1.Menjelajah dan Mendaki Pulau Padar
(Pukul 08.00-11.00 WITA)
Sumber Foto: merahputih.com
Peserta akan menjelajah Pulau Padar dengan melakukan trekking yang dapat meningkatkan kekuatan fisik tubuh. Walaupun jalur trekking-nya cukup sulit, perjalanan trekking di Pulau Padar tak akan membuat peserta merasa capek. Sebab, para peserta akan langsung dimanjakan dengan pemandangan laut biru kristal yang berpadu dengan keeksotisan hamparan bukitnya yang berwarna coklat. Oleh karena itu, suasananya yang rupawan dan menentramkan hati sangat pantas diabadikan dalam berbagai macam sudut pandang foto.
2.Berenang dan Snorkeling di Long Beach
(Pukul 11.30-13.00 WITA)
Sumber Foto: sironline.id
Usai lelah trekking di Pulau Padar, peserta dapat berleha-leha di atas taburan pasir berwarna pink di Long Beach. Pantai ini mudah dijangkau karena letaknya berada di balik bukit Padar. Sambil bersantai ria, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang di sekitar pantai. Selain itu, Long Beach juga menawarkan spot snorkeling yang aman, karena permukaannya yang landai.
Sehabis bersantai-santai di Long Beach, peserta akan makan siang di atas kapal kemudian berlayar menuju Pulau Rinca. Perjalanan ke Pulau Rinca akan ditempuh selama kurang lebih 2 jam.
3.Jelajah Pulau sambil Menelusuri Jejak Komodo di Pulau Rinca
(Pukul 15.00-17.00 WITA)
Sumber Foto: airport.id
Menjadi salah satu bagian dari gugusan kepulauan komodo, Pulau Rinca juga menjadi habitat asli satwa komodo. Walaupun populasi komodonya lebih sedikit dibandingkan di Pulau Komodo, satwa-satwanya akan lebih mudah ditemui di sini. Tidak perlu takut akan diterjang komodo buas, sebab di sini peserta akan dipandu dengan para ranger (pawang) yang sudah berpengalaman mengenali karakteristik komodo. Ranger akan membawa peserta melihat lebih dekat serta mempelajari cara hidup para komodo yang berkeliaran.
Tidak hanya menelusuri jejak komodo, peserta juga dapat melakukan trekking di Pulau Rinca. Pilihan jalur trekking-nya bervariasi, mulai dari trekking pendek, medium, sampai panjang, yang dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing peserta agar mengecilkan resiko kecelakaan nantinya. Trekking akan semakin asyik karena ditemani dengan keindahan pemandangan hamparan laut biru yang berpadu dengan perbukitan nan istimewa.
Malamnya, kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Rinca agar peserta dapat beristirahat malam dengan tenang di atas kapal.
Hari 2: Gili Lawa Darat – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kalong
Usai mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan berangkat melanjutkan kembali berwisata bahari di Labuan Bajo.
1.Hiking di Gili Lawa Darat
(Pukul 07.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: Flickr/Untung Sihombing
Setiba di Gili Lawa Darat, pertama-tama peserta akan disapa dengan bentangan garis pantai yang bertaburkan pasir putih nan lembut. Lalu, peserta akan diajak hiking selama kurang lebih 1 jam agar sampai ke puncak bukitnya. Dari atas puncak bukitnya itulah akan terbentang pemandangan yang sungguh mempesona. Pemandangan perbukitan yang membelah laut sebiru berlian, merupakan harta karun berharga di Gili Lawa yang mampu menambah kedamaian jiwa. Tidak hanya itu, hembusan angin lembut yang menggoyang-goyangkan rumput-rumput di padang savana, juga akan menyejukkan tubuh yang penat sehabis hiking.
Padang savana ini memiliki nuansa yang berbeda saat musim kemarau dan musim hujan. Pada saat musin kemarau, savananya akan dihiasi dengan rumput-rumput yang berwarna coklat. Sedangkan pada musim hujan, rumput-rumputnya akan terlihat berwarna hijau di sepanjang bukit.
2.Berenang & Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: boatcharterkomodo.com
Jangan meremehkan kecilnya Taka Makassar. Sebab, di pulau pasir timbul inilah peserta dapat melihat secara nyata surga terumbu karang yang menjadi sumber kehidupan bagi ikan-ikan kecil, di bawah air lautnya yang sangat bening. Maka dari itu, Taka Makassar menjadi salah satu spot snorkeling favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo. Selain snorkeling, peserta dapat menyusuri juga bersantai sejenak di atas pasir putihnya yang begitu lembut, bagai menghabiskan waktu luang di pulau milik sendiri.
Sesudah puas memandang keelokan terumbu karang, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal, yang sudah disajikan oleh kru kapal. Usai dari Taka Makassar, kapal lanjut berlayar ke Manta Point untuk berjumpa dengan ikan pari khas Indonesia Timur.
3.Diving/Snorkeling bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumbe Foto: Onenews.id
Kerumunan pari manta (ikan pari khas Indonesia Timur) yang berenang bebas di lautan biru dapat dengan mudah ditemui saat melakukan diving di Manta Point. Jika beruntung, peserta dapat mengamati koloni ubur-ubur yang mengerubungi ikan pari manta. Selain itu, membelai juga memberi makan pari manta juga patut dicoba agar memperoleh pengalaman yang tak terlupakan saat berinteraksi langsung dengan ikan manta. Tidak hanya disapa oleh ikan pari manta saja, peserta juga disambut dengan biota laut lainnya yang berenang mengelilingi aneka terumbu karang yang begitu elok.
4.Menyaksikan Kelelawar Beterbangan kala Langit Senja di sekitar Pulau Kalong
(Pukul 16.00-20.00 WITA)
Sumber Foto: labuanbajotour.com
Seperti namanya, Pulau Kalong adalah pulau yang menjadi tempat bersarang bagi banyak kelelawar dengan berbagai macam ukuran. Waktu terbaik untuk menyaksikan dan mengambil foto kelelawar-kelelawar tersebut beterbangan, yaitu pada saat sore hari menjelang malam. Pemandangannya dijamin cantik sekali karena pada saat senja, langit jingganya yang berpadu dengan warna biru gelap semakin elok karena berhiaskan para kelelawar yang berterbaran di angkasa.
Pada malam hari, peserta menikmati waktu bebas sembari menyantap makan malam, lalu beristirahat di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Kalong.
Hari 3: Goa Batu Cermin – Komodo Gift Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Goa Batu Cermin, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Menelusuri Fosil Biota Laut di Langit-langit Goa Batu Cermin
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: ekonomi.bisnis.com
Mulanya, goa ini berada di bawah permukaaan laut, yang pada akhirnya muncul ke permukaan darat. Oleh karena itu, di sini peserta dapat menemukan banyak fosil binatang laut, khususnya fosil penyu. Selain itu, peserta akan takjub melihat dinding gua yang memantulkan cahaya bagai sebuah cermin. Pantulan cahaya tersebut dapat terjadi karena di dalam dinding Goa Batu Cermin terkandung banyak garam.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Komodo Gift Shop
(Pukul 13.30-15.00 WITA)
Sumber Foto: indonesiatraveler.id
Sebelum pulang, jangan lupa menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di sekitar kawasan destinasi wisata Goa Batu Cermin, ada toko oleh-oleh yang menjual segala pernak-pernik khas NTT, bernama Galery Komodo Gift Shop. Produk- produk yang dijual sebagian besar merupakan hasil karya dari penduduk lokal. Produk- produk tersebut diantaranya berupa kain tenun khas NTT, sepatu dari tenun, perhiasan mutiara khas Nusa Tenggara, dekorasi pajangan dari kulit mutiara, kaos, topi, serta gantungan kunci dengan motif-motif khas NTT. Selain membeli berbagai macam produk aksesoris dan fashion, peserta juga dapat berbelanja berbagai makanan dan cemilan khas NTT di kedai restonya.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang kembali ke kediaman masing-masing dengan memori yang sungguh berkesan di hati.
Paket Wisata Labuan Bajo 4 Hari 3 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Lalu, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Kapal akan berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.00 WITA, dan menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam ke Goa Rangko.
Hari 1: Goa Rangko – Gili Lawa
1.Berenang di Kolam Renang Bawah Tanah, Goa Rangko
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: liburankemanaya.com
Goa Rangko bukan hanya sekedar gua. Ada harta karun tersembunyi di dalamnya. Saat memasuki goa, peserta akan dibuat terpukau dengan kecantikan kolam air asinnya yang berasal dari laut. Berenang di kolamnya bagaikan berenang di kolam pribadi, sebab lokasinya jauh dari keramaian. Sambil berendam di dalam kolam, peserta dapat menikmati stalagtit dan stalakmit Goa Rangko nan eksotis. Waktu terbaik untuk mendatangi Goa Rangko yaitu dari pukul 12.00 sampai dengan pukul 14.00. Karena pada saat itu, sinar matahari akan masuk ke celah-celah goa, sehingga kejernihan air kolamnya yang sangat biru tampak jelas.
Sebelum memasuki goa di siang hari, peserta dapat bersantai-santai dan istirahat sejenak di pesisir pantai Pulau Gusung. Lalu menyeberangi jembatan kayu panjang yang dibangun oleh penduduk lokal, untuk sampai ke Goa Rangko. Dari atas jembatan tersebut, peserta akan disuguhkan keelokan koral-koral di bawah air lautnya yang sangat jernih.
Setelah asyik berendam di dalam kolam Goa Rangko, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal.
2.Jelajah Bukit dan Berburu Sun Set di Gili Lawa
(Pukul 16.00-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Dari atas bukit Gili Lawa, peserta akan disuguhkan pemandangan sun set yang sungguh mempesona. Bentangan langit yang bependar jingga kemerah-merahan juga hembusan anginnya yang sepo-sepoi, akan menciptakan ketenangan yang damai dan tentram bagi pikiran dan hati. Namun, sebelum menikmati kesejukan dari atas Gili Lawa, peserta harus berjuang menempuh jalur yang berbukit-bukit. Tenang saja, perjuangan itu akan terbayarkan dengan pemandangan alamnya yang sangat luar biasa ketika sudah sampai di atas bukit.
Selesai menyaksikan keindahan sun set di Gili Lawa, kapal akan berlayar dan berlabuh di dermaga Pulau Komodo. Di Pulau Komodo tersebut, peserta akan menginap di homestay selama 2 hari ke depan. Sebelum istirahat tidur malam, peserta makan malam terlebih dahulu dengan hidangan yang sudah disajikan oleh pengelola homestay.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Pulau Seraya – Pulau Siaba – Long Beach
Usai mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan kembali berlibur dan bersenang- senang ke berbagai atraksi wisata menarik di Labuan Bajo.
1.Berjumpa dengan Satwa Purba Langka di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.30 WITA)
Sumber Foto: Tirto.ID
Taman Nasional Komodo merupakan habitat asli satwa komodo yang hampir punah di Indonesia. Rugi sekali berlibur ke Labuan Bajo kalau belum berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Sebab, di sini peserta dapat melihat komodo yang berkeliaran bebas di hutan. Tentu saja keselamatan peserta terjamin karena akan dipandu dengan pawangnya. Pawang tersebut akan menuntun peserta menjelajahi hutan untuk mempelajari dan melihat satwa komodo secara langsung dari dekat. Sambil memberikan umpan daging kepada salah satu komodonya, pawang akan menjelaskan secara rinci mengenai karakteristik dan cara hidup komodo kepada peserta. Tidak hanya mempelajari, peserta juga mendapat kesempatan langka, yaitu berfoto bersama komodo, yang merupakan hewan purba langka di Indonesia, dari jarak beberapa meter.
2.Bersantai di Pantai Pulau Seraya
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Seraya merupakan pulau resort yang indah. Pulau resort ini memiliki bungalow-bungalow yang memiliki konsep alami. Hal itu dapat dilihat dari atapnya yang berasal dari alang-alang dan dindingnya yang beranyamkan bambu. Tidak hanya menawarkan penginapan saja, pulau ini juga menawarkan ketenangan dan keteduhan bagi peserta. Deretan pohon nyiur yang melambai-lambai di pinggir pantai semakin menyejukkan hati dan pikiran yang penat. Di atas pasir putihnya yang lembut, peserta dapat bermalas-malasan sambil berjemur di bawah terik matahari, menikmati hangatnya sinar matahari saat siang hari. Momen bersantai-santai tersebut akan lebih apik lagi apabila ditemani dengan kuliner lezat yang telah dipesan di restoran. Selain bersantai-santai, peserta juga dapat berenang di lautnya. Tidak perlu takut tenggelam, karena ketinggian permukaan air lautnya hanya setinggi paha orang dewasa saat laut surut. Saat asyik berenang, peserta dapat menjumpai kerumunan ikan-ikan kecil warna- warni yang sungguh menggemaskan.
Untuk makan siang, peserta dapat memesan aneka menu makanan yang tersedia di restoran Pulau Seraya.
3.Diving/Snorkeling bersama Penyu di Pulau Siaba
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumbe Foto: komodoresort.com
Pulau Siaba adalah diving site yang terdapat di utara Pulau Komodo. Diving site ini sangat istimewa karena menawarkan pengalaman menyelam dengan sensasi yang amat menyenangkan. Ketika menyelam, peserta akan disuguhkan hamparan terumbu karang dengan bermacam-macam warna. Hamparan terumbu karang itulah yang menjadi habitat untuk sekuumpulan penyu. Oleh karena itu, Pulau Siaba mendapat julukan City of Turtle. Tidak heran kalau di sini, penyu-penyu amat mudah ditemui di antara koral-koral. Selain penyu, pulau ini juga menjadi habitat fauna laut lainnya, seperti sotong, jaran laut, ikan duyung, hiu koboi, ikan mandarin, dan masih banyak lagi biota laut lainnya yang menarik untuk diamati.
4.Menikmati Kecantikan Hamparan Pasir Pink Kala Senja di Long Beach
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: nizrnizar.com
Sore hari enaknya berjalan-jalan menyusuri tepi pantai. Apalagi kalau pantainya bertaburkan pasir-pasir yang berwarna pink. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink. Kecantikan hamparan pasir pink di pantai ini semakin kentara saat sore hari. Cocok sekali untuk mengambil beberapa foto dengan latar belakang yang sungguh memikat hati kala senja. Selain berfoto ria, peserta juga dapat bersenang-senang di sekitar pantai dengan berenang dan bermain air dengan keluarga dan sahabat.
Malamnya, kapal akan berlayar lagi ke Pulau Komodo untuk mengantar peserta kembali ke homestay masing-masing. Untuk makan malam, peserta dapat bersantap di homestay, lalu beristirahat agar tubuh terasa segar saat melanjutkan perjalanan keesokan hari.
Hari 3: Pulau Kelor – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kanawa
Setelah mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan check out, lalu berangkat menikmati berbagai atraksi wisata bahari yang spektakuler di Labuan Bajo.
1.Trekking Menjelajahi Pulau Kelor
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.detik.com
Pulau Kelor menjadi salah satu tempat trekking yang menarik untuk dijelajahi. Peserta akan diajak melatih kebugaran tubuhnya melalui kegiatan trekking ke bukit, yang terletak di tengah pulau. Walaupun bukitnya terlihat kecil dan pendek, jalurnya memiliki banyak rintangan yang menantang bagi para penggemar trekking. Namun, setelah sampai di puncak bukitnya, rasa lelah akan lenyap sekejap ketika memandang langit biru, lautan luas, dan jejeran pulau yang sungguh memanjakan mata. Lanskap alam yang memikat hati itulah yang juga membuat Pulau Kelor menjadi tempat yang syahdu untuk berburu fotografi sekaligus menenangkan pikiran.
2.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: wanderintwo.com
Snorkeling di Taka Makassar akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi peserta. Lautnya yang sejernih kristal membuat pemandangan bawah lautnya sangat terlihat jelas ketika melakukan snorkeling di sini. Hamparan terumbu karang yang dikelilingi dengan ikan-ikan kecil yang sedang berenang, akan membuat semua orang sadar betapa kayanya laut Indonesia. Selain itu, peserta dapat menyusuri Taka Makassar dengan telanjang kaki, agar merasakan lembutnya pasir putih yang menyelimuti pulau kecil ini nan timbul di tengah-tengah lautan.
Sesudah puas snorkeling menikmati kekayaan bahari bawah laut di Taka Makassar, peserta akan bersantap siang di atas kapal dengan masakan yang telah dibuat oleh kru kapal.
3.Snorkeling/Diving Bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumber Foto: travel.tribunnews.com
Manta Point menjadi salah satu spot diving/snorkeling yang seru di Labuan Bajo. Sebab, saat menyelam di spot ini peserta akan ditemani dengan ikan pari khas Indonesia Timur, yaitu pari manta. Jika beruntung, peserta dapat menyaksikan secara langsung pari manta yang sedang menyantap koloni ubur-ubur. Oleh karena itu, perlu sekali membawa kamera underwater untuk mengabadikan momen langka ketika meyelam bersama pari manta, yang sedang berenang bebas di lautan biru.
4.Bersantai dan Menikmati Pemandangan Bintang Malam Hari di Pulau Kanawa
(Pukul 17.00-00.00 WITA)
Sumber Foto: gotripina.com
Kondisi Pulau Kanawa masih terlihat sangat alami. Sebab, air laut yang mengelilingi pulau ini sangat bening, sebening kaca. Dari atas dermaganya saja, peserta sudah disambut dengan ikan-ikan kecil yang berenang dan hamparan terumbu karangnya di dalam lautnya. Oleh karena itu, Pulau Kanawa menjadi tempat yang seru untuk berenang, snorkeling, dan diving.
Tidak hanya keindahan lautnya saja, pemandangan langit malam harinya juga tidak kalah mempesona. Sebab, saat setelah lewat jam 11 malam, seisi pulau hanya akan diterangi dengan hamparan cahaya bintang yang makin membuat suasana semakin romantis. Maka dari itu, peserta wajib mencoba menghabiskan malam di pulau ini, dengan menginap di bungalow atau menyewa tenda yang telah disediakan oleh pengelola wisata.
Untuk malam ketiga, peserta akan bermalam di atas kapal. Peserta dapat menikmati waktu bebas sambil makan malam di atas kapal, kemudian istirahat tidur malam di tempat tidur yang tersedia di dalam kapal. Kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Kanawa sampai keesokan paginya.
Hari 4: Desa Adat Liang Ndara – Exotic Komodo Souvenir Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo. Dan, tiba di Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.30 WITA, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Desa Adat Liang Ndara, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Jelajah Budaya Lokal dan Menonton Pertunjukan Tradisional di Desa Adat Liang Ndara
(Pukul 10.00-12.00 WITA)
Sumber Foto: phinemo.com
Ingin merasakan nuansa kebudayaan lokal nan otentik? Kalau begitu, Desa Adat Liang Ndara menjadi atraksi wisata budaya yang wajib dimasukkan dalam daftar saat berlibur ke Labuan Bajo. Kearifan lokal warganya saja sudah terasa saat sudah sampai di depan pintu masuk. Setibanya di pa’ang atau pintu masuk menuju desa adat, peserta akan langsung disambut oleh ketua adat. Penyambutan itu juga dibarengi dengan pemberian selendang etnik khas daerah Manggarai kepada tiap peserta, sebagai bentuk ucapan selamat datang. Di samping itu, peserta juga akan diberikan sopi atau tuak lokal dari pohon enau dan pinang sirih. Sambutan yang ramah itu merupakan upaya menjaga tradisi masyarakat adat Manggarai Barat.
Sesudah sesi penyambutan oleh ketua adat, peserta akan diajak menonton berbagai penampilan seni yang telah dipersiapkan warga desanya. Salah satu tari tradisional yang populer adalah pertunjukan Tari Caci. Tari Caci adalah sebuah tarian ritual yang dimainkan oleh para pria dengan saling mencambuk. Ada filosofi yang terkandung dalam tarian tersebut, yaitu jika terkena cambuk jangan menyalahkan orang, tetapi harus melihat ke dalam diri sendiri apakah diri sendiri punya kesalahan terhadap orang lain.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumber Foto: tripboba.com
Sebelum pulang ke rumah, ada baiknya membawa oleh-oleh khas Labuan Bajo untuk membahagiakan diri sendiri, maupun juga berbagi kebahagiaan bersama keluarga dan teman-teman. Tidak perlu kesulitan mencari oleh-oleh khas Labuan Bajo karena konsep Exotic Komodo Souvenir Shop menawarkan sensasi berbelanja oleh-oleh hanya di satu tempat saja. Di Exotic Komodo Souvenir Shop, ada banyak aneka oleh-oleh khas Labuan Bajo yang dapat dibeli, berupa kain tenun Songke aneka motif, kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, serta gantungan kunci, kaos, tas, dan sandal dengan motif lokal khas NTT. Selain aksesoris dan produk fashion, peserta juga dapat berbelanja Kopi Manggarai dan cemilan-cemilan enak khas NTT. Selain itu, keuntungan berbelanja di sini ialah letaknya yang sangat strategis karena berdekatan dengan Bandara Labuan Bajo.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang dengan jiwa dan raga yang segar dan siap kembali berproduktivitas.
DI saat gerimis menggaris tipis, dan tebal kabut begitu akut, aku melamunkan burung möwe, krähe, atau taube, dan segala jenis burung yang biasa berkitar liar di sekitar pantai dan teluk di sini, pastilah sedang mendekam dengan bulu terkembang sembari saling bercumbu dengan pasangan masing-masing. Dalam cuaca dingin di mana api unggun hanya sebatas rencana yang gagal, dan selimut tebal tak bisa menahan gigil yang bebal, bergumul bisa menjadi pilihan terbaik selain menenggak anggur ditemani cerutu sampai jatuh dan tersungkur.
Tapi, sungguh, aku tak paham dengan tingkah gadis asing yang sedang duduk sambil terpingkal-pingkal di depanku ini. Tak pernah bertemu sebelumnya, tiba-tiba ia datang menghampiri sambil membawa dua gelas glühwein dan mengatakan akan mentraktirku malam ini. Ia juga menawarkan –lebih tepatnya melemparkan– cerutu ke arahku, yang jika dilihat dari jenisnya sulit untuk mengatakan dia tipe gadis yang hanya merokok di kala putus asa, atau sekadar coba-coba.
Kemudian, dia memperkenalkan diri bernama Helen, asli Jerman. Dengan alasan basa-basi paling basi sekalipun, sungguh, tak ingin aku merespons salam pekenalan darinya. Hanya sekilas kuperhatikan matanya saat ia bicara; mata yang lebar dengan pupil kebiruan. Alisnya cokelat muda tebal, sangat kontras dengan kulit wajahnya yang khas Eropa; putih terang dan nyaman dipandang. Dia mengenakan sweater wol rajut bermotif kereta santa, yang terlihat agak terlalu besar untuk tubuhnya. Rambutnya lurus sebahu, terbungkus penutup kepala warna merah muda
“Dari mana asalmu?” Aku tak bicara. Hanya menggeleng. Tatapannya teduh, namun mendalam seakan teluh hendak merelungi tubuhku. Lalu, dia berkata setengah tersenyum, “Cuaca dingin seperti ini kau bahkan tak memakai sehelai mantel pun? Sangat aneh.” Aku membalas senyumannya dengan tarikan napas panjang sambil mengangguk-angguk kecil setengah terpaksa. Jujur saja, aku tak suka jika ada yang mengganggu kegemaran sekaligus tugasku untuk bersendiri dan diam-diam mengamati.
Bagi banyak manusia, barangkali kegemaran dan tugas adalah dua hal berbeda. Hidup mereka pun selalu berada di antara gaya tarik-menarik antardua hal itu. Maka, perasaan lelah, ketidakadilan, bahkan kadang putus asa sama purbanya dengan usia dunia mereka. Tapi, tidak bagiku. Keduanya adalah sama. Kesendirian adalah momentum paling sempurna untuk bercakap-cakap dengan diri sendiri tentang apa saja, tanpa perlu malu, takut, atau gelisah pada suatu perasaan apa pun. Lain halnya manusia yang berinteraksi dengan rutinitas sehari-hari yang sering kali terlalu menuntut dan mutlak harus diturut.
Lagi pula aku sudah telanjur yakin bahwa aku memang hidup untuk sendiri, diam-diam mengamati, merekam tiap getir, keluh kesah, atau harapan yang kadang terkatakan lantang, kadang lemah dalam bisikan, atau bahkan yang teredam dalam diam dari tiap manusia. Itu adalah kegemaranku, sekaligus tugas yang tak pernah lepas dariku. Aku akan berpindah, selalu tak pernah menetap lama. Aku hanya mendengar dan tak harus mengenal kata berbagi, ingin, atau lain-lainnya lagi.
Tetapi, kenyataan sekarang memang sungguh ganjil. Meski makhluk bernama Helen ini kusadari sedang menginterupsi kesendirianku, aku tak cukup punya alasan untuk pergi. Cuaca di luar teramat buruk: kabut membuat jarak pandang berkisar tiga meter, dan membuat segelas glühwein panas hanya mampu mempertahankan kehangatannya tak lebih dari waktu yang dibutuhkan mengisap setengah batang cerutu. Lagi pula, selain penjaga gerai di weihnachtsmarkt yang meringkuk menahan dingin dan kantuk, tak ada lagi makhluk selain aku dan gadis kejutan ini. Mana bisa mendadak pergi?
“Rupanya kamu orang yang suka diam, ya?” tanyanya lagi. Aku menggerakkan sedikit kepalaku, dan kutarik alisku agak ke atas. Dia mengangguk, seakan memahami maksudku.
“Baiklah. Kalau begitu, aku saja yang berbicara. Kalau kamu mau membalas, aku akan senang. Kalau kadu diam pun, tidak mengapa. Aku hanya ingin kamu tahu. Deal?” Begitu katanya. Aku menghela napas panjang dan mengangguk. Ah, ini akan jadi lebih lama dari yang kuduga, pikirku.
Jam menunjuk pukul dua dini hari ketika dia bercerita tentang hidupnya: yatim-piatu semenjak usia sembilan tahun; kerja sambil belajar di suatu perguruan tinggi di daerah pinggiran Hamburg; bertunangan dengan seorang pelaut untuk kemudian gagal karena kapal yang dinakhodai kekasihnya dinyatakan tak akan pernah berlabuh kembali di suatu malam badai beberapa tahun lalu.
Aku memang tak seberapa menghiraukan ceritanya. Tetapi, dapatlah kukatakan bahwa pada awalnya dia mampu bercerita dengan jelas dan kronologi. Namun, selepas dia menenggak lima–enam gelas glühwein dicampur dengan rum, bicaranya jadi tak keruan. Ini diperparah dengan cerutu tipis yang daun tembakau dan kertas lintingannya dijual terpisah itu. Helen mengeluarkannya tanpa perasaan bersalah sedikit pun, melintingnya, lalu mengisapnya dengan detail bibir yang begitu subtil hingga per satuan helai asap seolah terlalu sayang untuk dibuang. Aromanya sungguh kuat dan khas. Maka, beberapa saat setelah itu, jadilah semua yang diceritakannya terkesan ambigu, tak tentu maksud, dengan ekspresi bicara yang teaterikal dan terkesan absurd.
Apa yang membuatnya terpingkal-pingkal seperti saat ini adalah ketika ia bertanya kepadaku, “Mengapa banyak orang justru membeli kemabukan di eh..eh…situ? Ha..ha..,” ucapnya sambil menunjuk menara rumah ibadah. Itulah pertanyaan yang diajukannya kepadaku, sekitar lima menit lalu. Selama itu pula dan hingga kini, ia tertawa begitu lepas tak tentu arah.
Ah, aku tahu, itu jenis pertanyaan sindir ejekan yang bukan tanpa dasar. Eropa, ya aku paham. Tempat di mana ilmu dan logika pernah menjadi segalanya. Menyempit ke Jerman, negeri penghasil banyak pemikir berotak kidal sehingga pemikirannya pun kerap kekiri-kirian, namun tetap liberal memuja kebebasan. Dan mengapa aku bilang bahwa pertanyaan Helen tadi adalah sindiran, lebih tepatnya sindir satir yang cerdas, adalah diam-diam aku berpikir dia tak sepenuhnya keliru.
Pertanyaannya itu mengingatkanku akan kejadian beberapa tahun yang lalu, ketika di suatu negeri nun jauh di sana terjadi bencana dahsyat tak berkeputusan. Pada musim kemarau, segalanya mengering dan menyedihkan: sawah hanya tanah kering yang retak, pepohonan meranggas, dan sungai-sungai mengering menjelma tanah lapang tempat bocah-bocah bertubuh layu bermain sepak bola bergawang debu.
Udara dan pemandangan yang terlampau gerah dan menyedihkan itu diperparah dengan beberapa ladang yang mulai terbakar. Tak begitu jelas mengapa dan siapa yang membakar. Yang pasti, terjadi keributan antar penduduk tentang siapa yang harus dipersalahkan dalam kebakaran seperti itu. Beberapa pihak yang dituduh mengaku dirinya hanya disuruh oleh tuan tanah yang mereka sendiri tak pernah melihatnya. Ketika ia terus dipaksa dan akhirnya dengan pasrah menyebut sebuah nama, tertuduh itu kemudian dianggap tak hanya membakar hutan, tapi juga tukang fitnah!
Begitulah, keributan itu menerus berulang, seperti sengketa tak berkesudahan. Perangkat desa itu sudah berusaha melakukan berbagai tindakan untuk meredakan kegusaran warga. Tetapi, itu saja tidak cukup. Seluruh warga seolah terlalu sangsi untuk menuruti segala perintah yang diberi. Sampai pada saat para tetua di negeri itu mengumandangkan seruan-seruan sebagai penenang. Ajaib! Sebagian besar penduduk seolah terbius, mendadak terdiam seakan suatu mantra sakti mandraguna meredam segala kegalauan.
Selang beberapa bulan kemudian, langit seolah menjawab doa mereka. Hujan membayar dahaga mereka dengan curah yang setimpal. Sungai menderas, rumput-rumput hijau semarak dengan celoteh girang dari kanak-kanak. Semua orang bergembira menyambut hujan yang dianggap selalu membawa mujur karena mereka kini tak lagi menganggur sebab sawah dan ladang kini siap disemai dengan padi, rempah, atau biji anggur.
Sayang, keceriaan karena lepas dari langit kemarau itu tak berlangsung lama. Bala banjir dan gelombang pasang dari laut di utara negeri menjelma lengan-lengan Izrail yang datang mengambili nyawa-nyawa penduduk desa itu secara acak. Di bukit, di pesisir, setiap hari, selalu saja ada yang meninggal. Penduduk desa mulai putus asa dan marah. Di saat itulah, sekolompok tetua dengan hiasan zirah di tubuh dan kepala bekerja keras mencegah keputusasaan penduduk macam itu. Dan sekali lagi, seperti waktu lalu, mereka berkumpul untuk berdoa beramai-ramai. Setelah berdoa dengan seksama, mereka pulang bersama dada lapang sembari serempak berkata, “Beruntunglah terdapat bencana susul-menyusul seperti ini. Sebab, dengan begini, persatuan dan kesatuan kita yang selalu rentan kini semakin terkuatkan.” Dan tak ada upaya lain yang sungguhsungguh kulihat dari mereka agar malapetaka semacam itu tak terulang di tahun berikutnya.
Ah, aneh sekali. Memang begitukah tabiat manusia?
Sering aku merenung dan membayangkan jawaban atas pertanyaanku itu. Dan Helen yang masih saja terpingkal-pingkal di depanku ini membuatku sedikit menemu jawab. Ah, sudah lewat delapan menit ia tertawa. Tidakkah ia lelah?
Tiba-tiba Helen menutup bibirnya, lalu terdiam. Bahkan lebih aneh, mimik mukanya berbalik total seperti hendak menangis. Matanya membening, bibirnya bergemetar samar. Ia sedang menahan air mata.
Tiba-tiba dia menggeser posisinya: duduk tepat rapat di sebelah bahu kananku. Kerlip lampulampu dari kapal yang hendak merapat ke pelabuhan tampak sedikit cemerlang. Barangkali kabut sudah berangsur menipis. Tiba-tiba saja disandarkannya kepalanya itu pada lenganku, dan dengan setengah memeluk ia mulai terisak.
“Kau lihatlah di luar sana. Lautan itu menyimpan begitu banyak riak di dalamnya, yang pada suatu saat akan meledak menjadi gelombang. Setiap kali aku menatap ombak, juga kapal-kapal yang datang dan pergi itu, aku selalu teringat…” suaranya kembali parau. Dingin. Helen tak mampu melanjutkan kalimatnya. Dia menangis lagi.
“Dia masih di sana bukan? Ah..mengapa..bahkan sekadar bisik menenangkan. Tak ada jawab, selain bunyi-bunyi ganjil yang selalu menerorku di malam hari dan membuatku menggigil tak henti mengutuki diri sendiri!”
Helen seakan bermonolog, dan kalimatnya yang terakhir itu seakan marah sekaligus lemah, dan jujur saja aku sedikit tertarik.
“Kenapa kamu masih diam saja? Kamu mengerti ceritaku, kan?” tanyanya.
Pada jarak dan suasana sedemikian dekat, aku putuskan untuk membalas tatapannya. Ah, sepasang mata yang indah, namun dengan tatapan kesepian yang begitu pucat. Kukira Helen juga merelungi mataku, dan kurasakan kini dia sengaja lebih mendesakkan tubuhnya kepadaku. Tapi, sungguh, aku tetap tak menemukan alasan untuk berlaku lebih dari diam.
“Kenapa kamu baru datang sekarang, malaikatku?” Nada bicaranya kini selembut kabut. Diraihnya tanganku, lalu ditempatkannya pada pipi kanannya yang basah oleh air mata. Aku membalas pandangan matanya yang masih membasah, sama dalam dan tenangnya. Sementara aku dan dia saling melepaskan pandangan, aku merasa di antara jarak pandang itu beribu cemara tumbuh menjulang begitu rimbun dan tinggi. Terlalu rimbun, hingga aku, dan mungkin dia, tak bisa melihat sesuatu yang dicari dengan lebih seksama. Tak bisa! Hanya bisa saling menebak-nebak, memanjat, kemudian turun, dan naik di pohon yang lain lagi, begitu seterusnya, berharap bisa menemukan sudut penglihatan yang lebih baik.
Mendadak ia melepaskan tanganku, berdiri dan berjalan agak linglung, menoleh sejenak ke arahku, lalu pergi menembus kabut dan gerimis. Ah, segelas glühwein yang Helen berikan untukku bahkan belum terminum separo.
Ketika melihat punggungnya menjauh, sungguh aku tak tahu persis apa yang sebenarnya Helen pikirkan atau duga tentangku. Mungkin ia berpikir bahwa aku bisu. Atau, aku tak berminat pada nafsu. Aku maklum, dan itu bukan masalah bagiku. Tapi, karena kejadian barusan, aku mulai berpikir bagaimana seandainya aku ini manusia, yang ternyata bisa begitu rela melakukan apa saja demi menawarkan rasa sepi dan kerinduannya….
Hamburg, 2018
Möwe: camar
Krähe: gagak
Taube: merpati
Glühwein: Minuman lokal Jerman. Terbuat dari campuran wine, jeruk, dan rempah-rempah yang disajikan hangat. Hanya dijual di bulan Desember jelang perayaan Natal
Weihnachtsmarkt: Pasar Natal, umumnya buka sore hingga dini hari
K.Y. Karnanta
Kukuh Yudha Karnanta, staf pengajar di Departemen Bahasa dan Sastra Inggris FIB Universitas Airlangga Surabaya. Visiting lecture di Departemen Languages and Cultures of Southeast Asian Universitat Hamburg, Jerman.
[1] Disalin dari karya K.Y. Karnanta
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Jawa Pos” Minggu 23 Desember 2018
The post Secangkir Glühwein untuk Darda’il appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.
via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2RiyG2L
Alhamdullilah Syukur ke hadrat Ilahi dapat melancong ke Bandung, Indonesia pula. Sebelum ini pernah ke Bali untuk bersantai-santai. Kali ini... Shopping sambil makan angin. Naik flight dari Senai JB dan turun di Jakarta. Kemudian upah Pak Supir bawa kami sekeluarga seramai 7 orang naik MPV Suzukinya langsung ke Bandung. Menginap di Hotel Guntur kemudian di bawa ke Puncak keesokan harinya. Bermalam di Homestay yang sangat menenangkan dan dingin sekali... Kenangan terindah!
Musim dingin bulan Januari menemani langkah kakiku keluar dari lobi Steigenberger Frankfurter Hotel. Gedung-gedung berbalut lampu warna-warni, menambah indah sepenggal wilayah penanda kota, kawasan Domplatz. Town Hall yang memasang poster besar Aaron Neville membuatku sejenak menghentikan langkah. Sang maestro jazz itu berkabar sedang menggelar konser di Frankfurt.
Langkah kaki berlanjut, menelusuri jalan kecil untuk bertemu ikon kota, Katedral Santo Bartolomeus. Ada stasiun kereta, tepat di depan sisi kanan katedral. Aku berjalan merapat di samping stasiun kereta. Di belakang, sedikit di luar halaman katedral ada museum yang menyimpan koleksi perjalanan peradaban bangsa Jerman. Di pintu masuk museum tersua kedai kopi White Cafe.
Dia duduk membaca sebuah buku di White Cafe. Kupanggil lirih, “Saras….” Ia, pemilik nama itu, meletakkan buku. Bibirnya terbuka, lirih menyebut Sang Pencipta. Saras memandang tajam wajahku. Beralih menatap jaket tebal Versace yang baru kubeli seminggu lalu di Milan. Celana panjang Ermenegildo Zegna yang belum patah seterikanya tak lepas dari pandangannya. Tatapan Saras berakhir ke sepatu Adidas edisi terbatas yang kubeli di toko utama Adidas di Berlin.
Aku membentangkan tangan. Saras beranjak dari kursi. Menyerbu dan mendekapku. Dekapan erat lagi hangat. “Bau tubuhmu berbeda, Agung. Calvin Klein Obsession. Aku memang begitu terobsesi bertemu denganmu.”
Ya, bau tubuhku memang berbeda. Begitu kontras dengan bau tubuhku sebelas tahun lampau. Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Dua ratusan mahasiswa mengelilingi panggung demontrasi. Oktober dua puluh delapan. Saat paling tepat menggelorakan Sumpah Mahasiswa. Aku meloncat ke atas panggung. Meraih mikrofon untuk berorasi. Itulah demonstrasi yang muncul lagi di kampus setelah terakhir besarbesaran sepuluh tahun lalu saat melengserkan kekuasaan Orde Baru.
“Kawan-kawan, sudah sepuluh tahun mahasiswa hidup dalam kenyamanan. Saatnya bergerak lagi. Ada banyak ketimpangan. Ada banyak penyelewengan kekuasaan. Ayo kita bergerak ke rumah rakyat. Kita ke gedung DPRD!”
Aku turun dari panggung. Berdiri paling depan, memimpin rombongan. Kami bergerak meninggalkan panggung demonstrasi. Seribu meter dari Gedung Pusat UGM. Ada perempatan jalan besar. Kami tetap bergerak. Namun tepat di depan department store lokal, rombongan mahasiswa diadang puluhan aparat keamanan. Lengkap dengan sepatu lars, tameng, pentungan, dan gas air mata.
Entah siapa memulai, terdengar sebuah kata kencang lagi keras, “Serbu!!!” Serentak pentungan turun dari udara. Menebas tubuh mahasiswa. Menerjang kaki mahasiswa. Kekerasan tercipta. Rombongan mahasiswa berhamburan. Cerai-berai menuju empat penjuru mata angin senyampang dengan guyuran gas air mata.
Mataku panas. Aku tertatih-tatih. Gebukan pentungan mendera tubuhku. Aku tersungkur. Sebelum gebukan kedua menghajar, aku segera bangkit. Berlari. Tiga aparat keamanan menyusul. Lorong-lorong department store. Berujung di sebuah gang. Gang yang terasa amat panjang. Sebuah pertigaan, aku belok ke kanan. Ada pintu rumah terbuka. Aku nyelonong ke sana.
“Ya, Tuhan!” seorang wanita membuka bibir begitu aku memasuki pintu rumahnya.
“Dikejar aparat!” tersengal-sengal aku menjelaskan.
Wanita itu langsung bergerak, menutup pintu. Lalu berkata tegas, “Buka sepatumu. Lepaskan bajumu!”
“Apa?!” aku tidak paham perintahnya.
“Ayo, cepat. Jangan terlambat!”
Kuikuti perintahnya. Kucopot sepatu. Kulepas baju. Ia kemudian mendekapku. Bersandar di tembok, ia berseru, “Peluk aku! Dekap aku!” Naluriah aku patuhi ajakannya.
Pintu didobrak. “Ketangkap kau!” suara dari mulut aparat keamanan terdengar.
“AaahhÖ.” dia berseru. Masih tetap mendekapku. Hanya matanya tajam menatap si aparat keamanan.
“Maaf, maafÖ,” aparat itu menurunkan pentungan. Menutup pintu pelan. Lalu terdengar teriakan, “Bukan! Bukan cecenguk itu!” Derap-derap sepatu lars meninggalkan rumah, hilang di kelokan jalan.
“Aman,” katanya. Lalu ia melepas dekapan. Ia meninggalkan aku yang masih terpaku di tempat. Mengambil segelas air putih, “Minumlah.”
Kuteguk air putih itu. Kesadaran hinggap dalam logikaku. Kemudian aku tahu, dia Maria Saraswati. Berasal dari Surabaya. Ambil fakultas psikologi di kampus yang sama denganku, UGM. Kami beda fakultas. Aku di ekonomi jurusan manajemen.
Pelukan tanpa rencana itu ternyata bersambung berjilid panjang. Aku sering mendatangi kosnya. Lalu sering berboncengan motor menelusuri jalanan kota Yogya. Di Stadion Kridosono kudekap dia sambil mendengarkan konser grup lawas Michael Learn to Rock. Mampir di Lembaga Indonesia Prancis, melihat pameran lukisan. Tentu di depan pintu kosnya yang selalu berujung pada ciuman di pipi. Saras yang sungguh ayu benar-benar merontokkan naluri purbaku; jatuh cinta.
Sayang hubungan emosional itu putus tak lebih dari umur jagung. Perkawinan orang tua Saras memburuk, berujung pada perceraian. Itu menimbulkan luka sangat dalam bagi Saras. Ia kecewa pada orang tuanya. Kekecewaan itu dia lampiaskan dengan meninggalkan jauh kedua orang tuanya. Berlin tujuan Saras. Melanjutkan kuliah S-2. Uang warisan ayahnya yang pengusaha di Surabaya lebih dari cukup untuk membiayai kuliah dan hidup Saras di Berlin.
Tidak hanya memutus hubungan dengan kedua orang tuanya. Hubungan emosi denganku pun terjerembap. Suara telepon Sarah nun jauh di Berlin menghentikan hubungan kami. “Agung, aku trauma atas perceraian kedua orang tuaku. Terlampau berat bagiku menerima kenyataan ini. Biarkan aku di Berlin menenangkan diri. Biarkan pula aku membunuh benih-benih cinta padamu. Selamat tinggal dan sukses dengan wanita baru pilihanmu.” Telepon dia tutup dan sejak itu pula hubunganku dengan Saras tertutup.
***
“Kau masih seperti dulu, Saras. Tetap ayu,” aku membuka percakapan setelah kami duduk berhadapan.
“Kau berubah terlampau jauh. Penampilanmu sekarang tidak mencerminkan dulu ketika dikejar-kejar aparat,” Saras menimpali.
Aku tertawa ringan. “Di Frankfurt tiada sah bila tidak mencecap anggur.” Saras menunjukkan daftar menu ke arahku. “Cabernet Sauvignon paling terkenal di cafe ini.”
Aku menyetujui anggur pilihan Saras.
“Sebelas tahun tiada bersua, bagaimana kau bisa sampai di kota ini?” Saras bertanya.
“Selesai kuliah, orang tuaku membiayaiku ambil master bisnis di Amerika. Berbekal gelar master, aku diterima di perusahaan multinasional di Jakarta. Pengalaman sebagai aktivis mempercepat karierku. Tak sampai tujuh tahun aku sudah jadi general manager. Membawahkan semua penjualan produk di Indonesia. Dua minggu ini aku berkeliling Eropa. Mengunjungi kantor pusat di Swiss, ke kantor cabang di Barcelona, Lyon, Roma. Lalu berlanjut konferensi bisnis digital dua hari di Rotterdam. Hari ini bebas, dan siap jalan-jalan di Frankfurt. Kau?”
Kutatap wajah aristokrat Saras. Ia menyibakkan rambut. Ada anting hijau muda menghias telinganya. Anting yang dulu kubelikan di salah satu toko di Malioboro.
“Master psikologi aku raih di Berlin enam tahun lalu. Pernah bekerja di perusahaan global yang berkantor cabang di Indonesia juga. Tapi hanya bertahan dua tahun. Tiga tahun ini aku di Frankfurt. Ambil doktor sambil jadi asisten dosen. Kabar Bayu? Ong? Dita? Ahmad?” Saras bertanya tentang teman-teman mantan aktivis.
“Bayu jadi orang partai. Ong sekolah di Amerika. Selesai doktor hukum malah jadi pastor Katolik dan sekarang bertugas di Venezuela. Dita kawin dengan Sitompul dan pulang kampung ke Kabanjahe. Jadi petani dengan puluhan hektare tanaman jeruk. Ahmad membesarkan pesantren leluhurnya di Situbondo.”
Aku teguk Cabernet Sauvignon. “Aaron Neville malam ini main di Town Hall. Bagaimana kalau kita habiskan malam di Town Hall?”
Ajakanku disetujui Saras. White CafÈ, penggalan kawasan Domplatz dan berujung di Town Hall. Ketika Aaron Neville bernyanyi “Don’t Know Much”, kudekap erat tubuh Saras. Kucium lembut pipi ranum Saras.
***
Lonceng Katedral Santo Bartolomeus Frankfurt terdengar lantang. Penanda sore berganti petang. White Cafe, secangkir latte panas dan dua potong sosis frankfurter wurtschen menemaniku petang ini. Penjaga cafe menyerahkan surat bertulis tangan. Surat dari Saras. Katanya, Saras mendadak ada acara yang tak bisa ditinggalkan. Kubuka surat dan kueja perlahan.
“Agung, aku tulis surat ini agar tidak meninggalkan jejak di dunia maya. Semalam ketika tanganmu erat menggenggam tanganku, puluhan aparat Jerman datang mengepung apartemenku. Ketika kau melumat habis bibirku, habis juga seluruh isi apartemenku diobrak- abrik aparat. Sejak malam itu aku jadi buron. Aku tidak ingin melibatkanmu. Lanjutkan kariermu yang cemerlang. Biarkan aku dengan kawan-kawan dari Solidarity Without Borders bergerak di bawah tanah. Menghilang darimu. Bau Calvin Klein Obsession yang menempel di tubuhmu masih menyengat dalam indra ciumku. Aku terus terobsesi denganmu. Sama persis dengan obsesiku untuk penghapusan perdagangan bebas dunia yang membuat negara-negara miskin makin miskin. Tunggu aku di Indonesia.”
Aku terpana. Seketika metabolisme tubuhku kacau tak beraturan.
Maria Saraswati, gadis ayu yang mampu membangkitkan naluri purbaku, ternyata aktivis gerakan transnasional. Kulipat surat tulisan tangan Saras. Dari balik jendela White CafÈ, kutatap lanskap kota. Musim dingin Januari kali ini di Frankfurt terasa sepi sekali. (28)
Catatan
Solidarity Without Borders merupakan gerakan transnasional yang menentang globalisasi. Pada 2017 di Hamburg Solidarity Without Borders menggerakkan demonstrasi besar, yang berujung pada kerusuhan massal.
– AM Lilik Agung, trainer dan konsultan bisnis. Menulis novel Awan dan dua kumpulan cerpen, Starbucks Suatu Senja dan Orang-Orang Kampus.
[1] Disalin dari karya AM Lilik Agung
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Suara Merdeka” edisi Minggu 13 Januari 2019
The post Di Frankfurt Januari Ini Sepi Sekali appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.
via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2CoPWK2
Massage Oil Lvender merupakan minyak yang digunakan pada saat massage dan digunakan juga sebagai aroma terapi karena baunya yang menenangkan.
Aroma Lavender juga mengusir nyamuk.
Info selebihnya click:
TATKALA suara ketukan pintu mengibaskan dingin di sekitar telinga, hujan sedang bertambah lebat. PLN baru saja melakukan pemadaman bergilir dan Nosa menggigil karena demam berdarah.
Melly tahu yang mengetuk pintu itu tiada lain, kecuali Tuhan. Pertolongan Tuhan hanya datang di akhir, demikian Melly meyakini. Melly bergeming di tubir paling pinggir. Bilamana tangan Tuhan terulur? Orang-orang membekap mulut, bersedekap sambil mengamati dari jauh, memandang jijik, dan menganggap Melly tak lagi manusia seperti mereka. Pertolongan Tuhan kali ini pasti datang, bisik Melly kepada Nosa. Tuhan tak mungkin abai.
Tuhan berdiri di muka Melly. Kehadiran-Nya saja sudah membuat Melly jatuh bahagia. Seolah semua beban hidup, segala kesulitan, dan penyakit Nosa yang hampir membuatnya yakin kematian akan memisahkannya dengan Nosa, tak berkutik menyiksa Melly lagi.
Tuhan yang tahu semua yang dirasakan Melly, menyingkirkan Melly dari hadapan-Nya. Masuk menuju dipan di kamar satu- satunya. Di sana Nosa menjelma kepompong. Digulung sarung, kain batik peninggalan Ibu Melly, selimut putih, dan dua lembar seprai. Itu satu-satunya cara Melly membantu mengusir demam Nosa yang tak kunjung turun.
Tiga bulan lalu, Melly membawa Nosa ke kampung ini. Satu-satunya yang tersisa di kampung ini ialah rumah Ibu yang sempit, rapuh, doyong, dan tak terurus. Akan tetapi, hanya di pojok sanalah, tempat di muka bumi ini yang Melly harapkan memberinya atap. Sepotong harapan dan sedikit pertolongan.
Kita akan liburan ke rumah nenek, kata Melly menenangkan Nosa. Dalam hati, Melly menampik, rumah nenek Nosa tak sehangat dalam cerita dongeng. Nenek yang meninggal karena usia tua, tak Melly antarkan ke permakaman.
Melly tak ingin melihat wajah ibunya dengan ragam cumbu, keringat, dan pekat sperma laki- laki telah berkerak dan menebal di tubuhnya. Tak ingin ia membiarkan kenangan terakhir di benak ibunya demikian. Biarlah ibunya membawa kenangan bahwa Melly ialah gadisnya yang berusia sembilan belas tahun, turut Sapuan si supir truk ke Jakarta, merantau sebagai buruh di pabrik garmen.
Sepanjang perjalanan dari terminal bus, dua degup perempuan itu saling memburu. Melly diterkam kekhawatiran bagaimana orang-orang kampung menilainya dan Nosa dikejar kegembiraan untuk menyaksikan bagaimana rupa sang nenek. Bukan Mami Julya, perempuan tua sekaligus pemilik pondokan Melly. Bukan juga Manissa, perempuan yang kerap Nosa saksikan kencing sambil berdiri seperti para lelaki pengunjung pondokan Melly. Aku mau minta gendong sama nenek, Nosa membatin.
Tak ada yang mau menerima Melly. Yang melihat Melly diantar ojek menatap seperti mata pemanah yang bersiap menarik busur. Alih-alih menyapa dengan kerinduan, mereka justru mengirim perkataan kasar. Anak durhaka. Ibunya mati, tidak datang. Anak tak tahu diuntung. Sekarang pulang membawa anak. Anak pelacur. Pulang pasti menjual tanah dan sawah. Mengais warisan yang tersisa.
Melly sesunggukkan. Dengkulnya loyo. Bersimpuh di hadapan Tuhan. Apakah Tuhan datang karena akan menutup hidup Melly? Apa Tuhan ingin menertawakan hidup Melly? Melly semakin tergugu, kata-kata berloncatan tak teratur.
Mengantar kematian itu sudah diserahkan kepada Izrail. Malam ini bukan malam terakhir hidup Melly. Kali ini Tuhan benar-benar datang ingin menolong Melly dan Nosa.
Karomah Tuhan. Nosa langsung sembuh. Bangun dari kasur dan menyibak kokon selimut, seperti kupu-kupu yang mengepakkan sayap. Lebih cerah dan segar. Apa dia nenek, Ibu? Nosa polos bertanya dari balik kokon selimut. Bukan, dia Tuhan. Kita kedatangan Tuhan dan akan diberi pertolongan. Melly mengusap wajahnya yang basah keringat dan air mata. Malam itu, Tuhan menginap di rumah Melly. Melly yang kikuk mendapatkan kunjungan mendadak dari Tuhan, diliputi rasa bahagia sekaligus merasa istimewa. Benar yang sering dia dengar, pertolongan Tuhan datang di akhir-akhir pengorbanan.
Saat pagi mulai merekah, Melly mendekati Tuhan. Dan begitu lirih bertanya, apa Tuhan tidak sebaiknya kembali ke al-arsy1), tempat Tuhan berkedudukan? Tentu Tuhan akan terhina bila diketahui oleh pengikutnya tengah bermalam di rumah Melly, mantan perempuan nakal.
Tuhan membalas dengan lembut. Tuhan tak perlu dibela seperti itu, Tuhan mulia dengan cara di luar akal manusia.
Belum lagi dibalas, Melly mendengar suara orang-orang bergumam dari belakang rumah. Nosa yang sedang buang hajat di jumbleng2) terdengar berbincang dengan mereka. Melly gegas menuju Nosa, tak ingin bocah polos dan tak tahu cara berdusta itu menceritakan semuanya.
Baru sampai di pintu belakang, Melly melihat dua lelaki yang dia kenali sebagai Topan dan Andung, bercakap-cakap dengan Nosa. Dua lelaki itu jongkok di luar jumbleng, bertanya dan Nosa menjawab dengan tetap ada di atas mulut kakus mengejankan kotoran dari dubur. Melly menepuk keningnya sendiri.
Tuhan semalam datang ke rumah. Menolongku dan Ibu. Seneng, ternyata Tuhan itu keren dan tidak tidur. Tuhan bisa datang ke rumah. Nosa mengoceh mirip burung emprit usai didulang pepaya masak. Yakin kamu kalau itu Tuhan, bukan lelaki simpanan ibumu, tanya Andung. Topan terkikik. Tangannya memegang bilah dari dahan kemlanding, menepuk-nepuk dinding kakus yang berbahan plastik dan anyaman bambu mulai keropos. Beberapa terjatuh.
Benar, dia Tuhan. Tengok saja, dia sekarang ada di rumah ngobrol bersama Ibu. Nosa menuding ke rumah. Andung menoleh. Seketika Melly sembunyi di balik pintu belakang. Mengamati apa yang akan mereka lakukan. Keduanya berdiri. Melly tahu apa yang akan keduanya kejar. Bukti bahwa Melly menyembunyikan lelaki. Bila itu mereka temukan, warga kampung akan menindak langsung Melly. Bisa mengusir, membakar rumah, atau menebas hidup Melly seketika. Toh sudah tak ada yang mau menganggap Melly.
Sebaiknya, Tuhan kembali ke langit. Andung dan Topan akan masuk ke rumah ini. Dan aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan. Melly lagi- lagi bersimpuh.
Tuhan yang berhak memerintah manusia, bukan manusia yang mengatur Tuhan. Jawaban itu mengunci lidah Melly. Matanya basah. Dadanya goyah. Lebih-lebih, terdengar langkah kaki mendekat dan pintu belakang digeser.
Bisik keduanya mulai jelas terdengar. Melly! Tak dilanjutkan kalimat Andung, setelah tahu bukan manusia yang di hadapannya. Benar kata Nosa, Tuhan semalam menginap di rumah Melly.
Tuhan, mengapa harus bermalam di sini. Ini tempat kotor. Pemilik rumah ini perempuan kotor. Manusia kotor. Tentu lebih pantas bila Yang Mahasuci menginap di tempat suci. Tuhan bisa singgah di masjid, musala, atau di rumah Kiai Toha. Andung gugup menyampaikannya. Dan siapa saja tentu tak bisa berkata lancar bila sudah bertatap wajah dengan Tuhan. Tuhan diam tak menyahut.
Merasa lemah, Andung dan Topan segera keluar dari rumah Melly dan mencari bala bantuan. Tak berselang lama, Andung datang dengan segerombolan orang. Ada Kiai Toha, ada sekdes, ada modin, ada lurah, dan tentu ada gemuruh kemarahan yang berarak seperti awan di atas mereka.
Mengapa Tuhan lebih memilih Melly? Kurang suci dan taat apa, Kiai Toha dan orang-orang kampung? Mengapa justru bermalam di rumah perempuan hina seperti Melly? Perempuan hina itu telah menyembunyikan Tuhan! Menghina kesucian Tuhan dengan merendahkan, laiknya pengunjung jalang pondokannya. Semua menyerang pertanyaan. Melly sama seperti mereka, tak tahu betul maksud Tuhan. Nosa menangis, tangannya diikatkan di paha Melly. Melly hanya diam. Mulutnya sudah buntu.
Tak mendapat jawaban jelas. Orang-orang dengan arahan Kiai Toha mencoba merangsek masuk ke rumah Melly. Perempuan mana yang bisa menghalau laki-laki dalam jumlah banyak. Setelah masuk, mereka tak menemukan apa-apa kecuali barang-barang usang dan tak seberapa milik Melly dan Nosa. Suara teriakan. Suara tangisan Nosa. Berkelindan.
Tanpa ada yang mengetahui bersumber dari tangan siapa, api pertama tepercik, mulai membakar rumah Melly. Kiai Toha beralasan, rumah perempuan jalang tak boleh ada di kampung ini. Agar Tuhan tidak kembali menyambangi rumah hina, dan hanya datang ke tempat-tempat suci; masjid, musala, dan kediaman Kiai Toha.
Api membesar. Suara emprit bersuitan, suara ayam berkokok ketakutan. Sesaat Kiai Toha tersadar, belum disaksikannya Tuhan keluar dari rumah Melly. Bila demikian, sama saja dia memerintahkan membakar Tuhan. Dia lari ke depan. Dengan serban serta gerakan tangan seadanya, Kiai Toha berusaha memadamkan api. Andung mencegah, takut orang suci itu jatuh mati dalam kobaran. (M-2)
Catatan:
1. Al-Arsy: tempat kedudukan Tuhan dalam keyakinan agama Islam. Berupa berupa singgasana seperti kubah yang memiliki tiang-tiang yang dipikul dan dikelilingi malaikat.
2. Jumbleng: Kakus tradisional, biasanya berdinding tidak terlalu tinggi dan diletakkan di belakang bangunan utama.
Teguh Affandi, menulis cerpen dan ulasan buku di berbagai media massa. Pernah menjuarai sayembara cerpen Femina, Green Pen Awards Perhutani, dan Pena Emas Nurul Fikri. Sekarang tinggal di Jakarta sebagai editor sastra di salah satu penerbit di Jakarta.
[1] Disalin dari karya Teguh Affandi
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” Minggu 16 Desember 2018
The post Tuhan Bermalam di Rumah Melly appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.
via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2BoZcNQ
Kedai kopi bermunculan di mana-mana, tetapi warung kopi Bu Trinil tetap menjadi favorit saya. Kopi bikinan Bu Trinil tetap paling jos rasanya; saya sudah merasakan khasiatnya bagi kesehatan jiwa saya.
Di warung Bu Trinil saya bisa berkenalan dan mengobrol dengan berbagai macam orang. Petang itu, misalnya, saya berkenalan dengan seorang pria berbaju batik biru, namanya Marbangun. “Panggil saja Bang Bangun,” ujarnya.
Marbangun bercerita, saat ini dia sedang menata hidupnya. Sudah bertahun-tahun dia mencari peruntungan di dunia politik, tetapi belum juga membuahkan hasil. Dia pernah dua kali nekat ikut mencalonkan diri sebagai anggota badan legislatif di kotanya dan kedua-duanya gagal.
“Semoga sampean tidak terjerumus ke dalam kancah politik. Politik itu keras, penuh muslihat. Orang lugu seperti sampean akan celaka,” katanya.
Untuk menuruti ambisinya, banyak harta benda yang telah dia korbankan. Dia sudah menjual tanah dan sapi di kampung, mobil, perabotan furnitur, dan barang-barang berharga lainnya. Bahkan, katanya, “Seandainya saya punya kucing, mungkin saya akan jual kucing juga.”
Setelah didera berbagai kegagalan, Marbangun memutuskan untuk berserah kepada Tuhan, menjauhkan diri dari godaan duniawi. Dia ingin ikut membangun masyarakat yang bertakwa dan berakhlak mulia.
“Tak ada lagi yang bisa saya jual,” katanya. “Satu-satunya yang masih bisa saya jual ialah…”
Dengan agak tergesa-gesa Marbangun beranjak dari duduknya, membayar jajanannya, lalu pamit pergi; katanya dia akan menengok dan mendoakan temannya yang sakit. Pada saat bersamaan merebak bau kentut yang menyengat. Saya dan beberapa orang saling memandang curiga, seakan-akan saling menyelidik siapa yang telah melepaskan kentut tanpa bunyi itu. Sambil memencet hidungnya, Bu Trinil mengarahkan telunjuknya kepada Marbangun yang sedang melangkah pergi. “Orang itu memang suka kentut sembarangan,” cetusnya.
***
Sepulang dari warung Bu Trinil, saya bersiap menyambut kedatangan Paman Yusi, senior saya. Saya dan teman-teman menyebutnya “paman” karena sifat kebapakan dan dedikasinya yang besar sebagai guru dan penasihat spiritual penulis-penulis muda.
Paman Yusi baru saja pulang dari Amerika. Seusai menjalani residensi selama enam bulan di sana, dia berhasil merampungkan sebuah novel yang telah bertahun-tahun di kerjakannya—sebuah novel yang tebalnya melebihi Alkitab, yang untuk membacanya dengan khidmat dan meresapkannya ke dalam kalbu diperlukan retret minimal sebulan.
Paman Yusi mengajak beberapa teman merayakan rezeki dengan pesta puisi dan kopi di kos saya. Tentu saja Paman Yusi yang bertanggung jawab atas ketersediaan kopi, rokok, kacang rebus, singkong, dan pisang goreng.
Kegiatan iseng yang diprakarsai Paman Yusi ini menarik perhatian beberapa remaja setempat. Mereka bergabung dengan kami dan kami oke-oke saja.
Para remaja itu tampaknya ikut terserang virus puisi. Mereka jadi hafal baris puisi saya: Kurang atau lebih, setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi. Entah siapa di antara mereka yang mengubahnya menjadi Rayakanlah setiap rezeki dengan ngopi agar bahagia hidupmu nanti. Kata-kata ini mereka kumandangkan dan dendangkan di mana-mana. Kami gembira karena usaha kami menghaluskan jiwa melalui sastra di kalangan anak-anak muda mulai membuahkan basil.
Paman Yusi kembali mengadakan pesta kopi dan puisi di kos saya ketika novelnya yang lebih tebal dari Alkitab itu terbit. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini tidak ada remaja setempat yang datang dan bergabung. Mereka pasti sedang sibuk belajar untuk menghadapi ujian sekolah.
Di tengah kegembiraan kami merayakan rezeki Paman Yusi, serombongan pemuda setempat tiba-tiba mendatangi kami sambil menyerukan kata-kata bernada ancaman. Ternyata mereka mau menemui dan meringkus saya. Saya dianggap dan dituduh telah menyebarkan ajaran sesat.
Saya bingung, ajaran sesat mana yang saya sebarkan. Komandan pemuda setempat menunjukkan sesobek kertas bertuliskan Rayakanlah setiap rezeki dengan ngopi agar bahagia hidupmu nanti.
“Oh, itu puisi, kak, bukan ajaran,” saya menjelaskan.
Komandan pemuda setempat: “Pokoknya, gara-gara ayat yang anda sebarkan ini, anak-anak di sini jadi rusak kerohaniannya.”
“Puisi itu menghaluskan jiwa, kak, bukan merusak,” timpal saya.
“Menghaluskan jiwa bagaimana? Karena terpengaruh oleh ayat ini, orang-orang di sini jadi keranjingan kopi. Dikit-dikit ngopi. Anak-anak jadi betah melek semalaman, lalu bangun kesiangan. Kita jadi susah ngebangunin mereka buat sekolah. Dikasih duit buat bayar sekolah malah dipake buat ngopi-ngopi.”
Paman Yusi melirik ke arah saya sambil pura-pura batuk-batuk, entah maksudnya apa.
Yang tua-tua ikutan keranjingan juga. Suami-suami habis gajian sibuk ngopi. Istri-istri dikasih uang belanja malah dipake ngopi. Rusaklah pokoknya.”
Subagus, teman kami yang sering berperan sebagai “seksi keamanan”, menyimak dengan tegang. Untung dia memakai kacamata gelap sehingga kegalauan matanya tidak kelihatan.
“Kalau dapat rezeki, mestinya kan berdoa dan bersyukur kepada Tuhan, bukan malah ngopi-ngopi. Yang bisa kasih kebahagiaan kan cuma Tuhan, bukan kopi.”
Saya tak tahu lagi harus bilang apa.
“Intinya kami minta pertanggungjawaban. Bisa jadi urusan polisi nih.”
Mendengar “urusan polisi”, hati saya terguncang. Saya membayangkan hal-hal buruk akan menimpa saya.
Paman Yusi memberikan kode kepada Subagus agar segera menangani komandan pemuda setempat
Subagus bangkit, mengajak komandan pemuda setempat bicara empat mata. Oleh komandan pemuda setempat, Subagus dibimbing untuk menemui pemimpin gerakan yang menunggu di seberang sana, di bawah pohon mangga. Ya ampun, ternyata itu Marbangun, pria tampan berbaju batik biru itu.
Saya tak tahu perundingan macam apa yang mereka lakukan. Saya hanya melihat Subagus berbicara dengan pemimpin gerakan dan komandan pemuda setempat sambil memiringkan telunjuk di jidatnya. Pasti dia bilang saya ini sinting, tidak waras. Saya juga sempat melihat dia merogoh saku celananya.
Setelah melalui perundingan yang cukup alot, pemimpin gerakan memerintah komandan pemuda setempat membubarkan rombongan.
Mungkin karena dianggap sinting, setelah itu saya dicuekin orang-orang. Hanya beberapa remaja yang tetap segan kepada saya. Saya sempat bertanya, benarkah orang-orang jadi keranjingan kopi gara-gara puisi saya. Mereka bilang tidak tahu.
Ketika suatu sore saya keluar untuk cari angin dan beli rokok, saya melihat Marbangun sedang duduk manis menyeruput kopi dan melahap pisang goreng di warung Bu Trinil.
***
Pada suatu kangen, setelah berhari-hari pergi mengerjakan proyek penulisan naskah film dokumenter, saya singgah ngopi di warung Bu Trinil. Bu Trinil senang saya muncul lagi. Dia mengira saya pergi untuk tidak kembali.
Bu Trinil bercerita bahwa selama saya pergi telah terjadi sesuatu yang menggemparkan.
“Ada sosok laki-laki enggak pake celana muncul di gardu ronda. Ngeri deh. Kelaminnya luka, berdarah. Dia merintih Sakit, Jenderal! Sakit, Jenderal!”
“Oh, eltece,” saya menyela.
“Eltece?”
“Iya, itu namanya eltece, laki-laki tanpa celana.”
Bu Trinil tertawa mantap.
“Saat mau ditangkap, hantu itu lari ke gang, dikejar, dikepung, tapi lolos.”
Saya menyeruput kopi.
“Malam berikutnya ia nongol di rumah Marbangun. Marbangun teriak-teriak ketakutan, ia malah ketawa-ketawa.”
Eltece konon menghadang Marbangun malam-malam dalam perjalanan ke kamar mandi. Marbangun digertak: Piye kabare? Ngeri zamanku to? Eltece kemudian mencubit-cubit pipinya sambil berseru Beri aku kopi! Beri aku kopi!
Saya tidak terkejut mendengar cerita Bu Trinil.
Pada suatu malam, saat sedang bermain ketoprak, ayah saya dijemput oleh beberapa orang tak dikenal dan sejak itu saya tak pernah lagi melihatnya. Waktu itu sedang berlangsung gerakan pembersihan terhadap orang-orang yang dianggap kiri. Di kemudian hari saya mendengar cerita tentang para seniman dan aktivis yang diculik, disiksa, bahkan ada yang dikerat kemaluannya. Ayah ikut diciduk atas rekomendasi seorang temannya yang merasa punya masalah pribadi dengan Ayah. Sesungguhnya Ayah hanyalah orang lugu yang punya hobi bermain ketoprak.
Saya pernah dihadang eltece—dengan darah mengental di ujung kelaminnya—saat mau menyepi di kamar mandi menjelang dinihari. Dia merintih Sakit, Jenderal! Saya tatap wajahnya yang memelas. Ia memandang saya dengan heran. Saya membungkuk dan mengucapkan kalimat, Kita adalah cinta yang berjihad melawan trauma. Setelah itu ia menghilang.
Sosok eltece tampaknya benar-benar menghantui Marbangun sehingga dia sulit tidur dan tidak berani ke kamar mandi sendirian. Atas anjuran Bu Trinil, secara diam-diam dia menemui saya. Dia menduga, kemunculan eltece di rumahnya ada hubungannya dengan saya.
“Hantu itu teriak Beri aku kopi! Beri aku kopi! Saya lantas teringat ayat kopi yang sampean bikin dan disebarkan anak-anak remaja itu.”
Marbangun bertanya, apakah saya tahu cara mengusir hantu eltece.
“Wah, Bang Bangun salah alamat. Masak orang sinting seperti saya ngerti cara mengusir hantu.”
“Sudahlah. Yang bilang sinting itu kan bukan saya.”
Ya sudah, saya katakan saja kepada Marbangun, “Kalau eltece muncul lagi, sambutlah dengan ramah, kasih hormat, lalu bikinkan kopi. Setelah itu, berjanji akan bertakwa secara benar, mencari rezeki secara halal, dan tidak kentut sembarangan.”
Marbangun terdiam.
***
Saya pikir, setelah Marbangun menemui saya, persoalannya dengan eltece selesai. Ternyata ada kelanjutannya.
Malam itu orang-orang di warung Bu Trinil geger melihat Marbangun berlari kencang sambil berteriak-teriak minta tolong seperti sedang dikejar seseorang. Katanya dia mau ditangkap eltece. Orang-orang bingung karena tidak melihat sosok yang memburunya.
Marbangun terns berlari menuju kos saya. Dia minta perlindungan. Dia sembunyi di kamar saya. Sesaat kemudian Eltece datang: “Mana Marbangun? Marbangun mana?” Saya terima dia dengan baik. Saya tanya, mengapa dia mau menangkap Marbangun. Ternyata dia cuma mau memberikan dompet Marbangun yang dia temukan di depan ATM. Saya terima dompet Marbangun dari eltece seraya mengucapkan banyak terima kasih. Setelah itu, dia pergi sambil tertawa.
Marbangun tertegun sembari menenangkan jantungnya. Saat itulah dia merasa mantap untuk menempuh jalan kerohanian yang bersih dan mewartakan hal-hal baik kepada sesama. Saya mendukung niat sucinya.
Niat suci Marbangun mulai kelihatan ketika keesokan harinya dia mengajak saya ngopi di warung Bu Trinil. Bu Trinil heran melihat saya datang berdua dengan Marbangun. Namun, diam-diam saya tetap waspada. Siapa tahu kebaikannya hanya modus.
Sikap saya untuk tetap waspada terbukti tepat. Di tengah kenikmatan kami—para pengunjung warung Bu Trinil—minum kopi dan menyantap pisang goreng, tiba-tiba merebak bau kentut yang menyengat. Meskipun aromanya agak berbeda, saya sudah yakin itu pasti kelakuan Marbangun. Seketika itu pula saya kehilangan respek lagi terhadapnya. Orang semacam itu memang sulit berubah.
Sewaktu saya bergegas pergi, Bu Trinil dengan cepat menggamit lengan saya dan berkata pelan, “Aduh, maaf ya tadi. Saya sudah enggak kuat nahan. Perut saya kembung. Untung enggak bunyi.”
Joko Pinurbo alias Jokpin telah menerbitkan sejumlah buku puisi dan beroleh berbagai penghargaan. Buku puisinya antara lain Selamat Menunaikan Ibadah Puisi (2016), Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu (2016), dan Buku Latihan Tidur (2017) . Cerpennya dimuat dalam buku kumpulan Cerpen Pilihan Kompas tahun 2013, 2014, dan 2015.
Made Gunawan, lahir di Apuan, Tabanan, 14 Juli 1973, dan menempuh pendidikan di STSI Denpasar (1995-2001). Tahun 1999 ia pernah pameran Sketsa dan Lukisan di rumah indekosnya, sebuah gang sempit dan kumuh di Kota Denpasar. Tahun 1997 mendapat penghargaan Sketsa Terbaik dari STSI Denpasar. Tahun 2001 sebagai 10 Besar Karya Seni Terbaik dari STSI Denpasar. Tahun 2003 sebagai pemrakarsa Lukisan 1000 Kotak (Perempuan & Bunga) dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
[1] Disalin dari karya Joko Pinurbo
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kompas” Minggu 9 Desember 2018
The post Ayat Kopi appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.
via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2QqZ1fl
Open Trip Labuan Bajo 2023 Dari Jakarta, Open Trip Labuan Bajo Dari Surabaya, Open Trip Labuan Bajo Desember 2021, Open Trip One Day Labuan Bajo, Open Trip Labuan Bajo Dan Wae Rebo
Paket Wisata Sailing Tour Labuan Bajo 2 Hari 1 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 1 malam.
Hari 1: Taka Makassar – Manta Point – Long Beach – Pulau Padar
1.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: islander.io
Daya tarik Taka Makassar adalah bentuk pulaunya yang unik menyerupai bulan sabit. Bentuk pulaunya juga seakan-akan timbul dari permukaan lautan. Uniknya lagi, keberadaan pulau ini hanya akan terlihat apabila air laut mengalami pasang surut. Walaupun pulaunya sangat kecil dan terbatas, keelokannya semakin bertambah dengan adanya pasir putih yang menyelimutinya. Selain itu, peserta dapat menyelami air lautnya yang jernih melalui kegiatan snorkeling. Di balik lautnya yang jernih itulah tersimpan surga terumbu karang bagi kehidupan hewan-hewan laut kecil.
2.Diving dan Berinteraksi dengan Ikan Pari di Manta Point
(Pukul 10.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: Liputan6.com
Di sini, peserta dapat menyaksikan secara langsung kerumunan manta ray (ikan pari khas Indonesia Timur) berenang bebas di lautan biru. Tidak hanya melihat, tetapi peserta juga dapat membelai dan memberi makan manta ray apabila memiliki keberanian untuk berinteraksi langsung. Manta ray juga tak jarang dikerubungi ubur-ubur, karena ubur-ubur adalah makanan utamanya. Jika beruntung, peserta dapat mengamati gerombolan pari manta yang sedang asyik menyantap koloni ubur-ubur.
Dengan deretan terumbu karangnya yang cantik juga biota lautnya yang beragam, spot ini menjadi spot diving menarik di Labuan Bajo. Kekayaan baharinya yang sangat menawan hati pantas sekali diabadikan dengan kamera bawah air.
Usai bersenang-senang di bawah laut, peserta akan menyantap makan siang dengan masakan yang telah dimasak oleh kru kapal.
3.Berjemur dan Berenang Santai di Long Beach
(Pukul 14.30-16.00 WITA)
Sumber Foto: ntt.indonesiasatu.id
Pantai ini sungguh unik karena pasirnya yang berwarna pink. Keunikan itu bisa terjadi karena butir-butir pasir putihnya bercampur dengan terumbu karang berwarna merah yang sudah mati. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink.
Di pantai ini, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang. Ataupun, mencoba berjemur di atas pasir dan membiarkan tubuh terpapar sinar matahari agar memperoleh warna kulit yang eksotis.
4.Trekking dan Menikmati Sunset di Pulau Padar
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Padar menjadi salah satu spot foto instagramable yang paling dicari, karena pesona keindahan alamnya yang mengagumkan. Apalagi jika sudah berada di kawasan puncaknya, para peserta akan terlena dengan buaian angin semilir yang menemani indahnya pemandangan langit berwarna jingga, laut biru yang jernih, serta hamparan bukit yang mengelilingi Pulau Padar saat sore hari. Tidak hanya itu, atmosfernya yang fenomenal dapat dimanfaatkan untuk momen bersantai-santai ataupun melakukan fotografi. Namun, sebelum mencapai puncaknya, peserta harus berjuang melalui jalur trekking yang cukup sulit. Oleh sebab itu, Pulau Padar menjadi lokasi yang sempurna bagi para penggemar trekking.
Saat malam hari, peserta akan bersantap malam, kemudian beristirahat dan tidur malam di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Padar.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Exotic Komodo Souvenir Shop
Setelah mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan kembali diajak berlayar ke Pulau Komodo.
1.Melihat Satwa Purba Dari Dekat di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.kompas.com
Taman Nasional Komodo menjadi salah satu daya tarik wisata yang populer di Labuan Bajo. Sebab, kawasan ini merupakan habitat asli satwa purba buas yang sudah langka di Indonesia. Oleh karena itu, satwa komodo sangat dilindungi di kawasan ini. Sembari menikmati hutannya yang masih asri, peserta akan didampingi oleh ranger (pawang) untuk melihat komodo dari jarak dekat. Tidak perlu khawatir, karena para ranger sudah memahami karakteristik komodo. Dengan tuntunan mereka, peserta dapat berfoto bersama komodo dari jarak beberapa meter dalam suasana yang tenang. Peserta juga dapat menyaksikan secara langsung betapa buasnya komodo saat diberi umpan daging oleh ranger. Dengan demikian, peserta akan memperoleh wawasan luas tentang habitat dan cara hidup satwa komodo, sambil merasakan sensasi bertualang nan menyenangkan dalam melakukan pencarian satwa-satwa komodo di dalam hutan.
Setelah puas berkeliling di Taman Nasional Komodo, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Bajo, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat menuju toko oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di tengah perjalanan, peserta akan singgah sebentar di restoran lokal untuk makan siang.
2.Belanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 14.00-15.30 WITA)
Sumber Foto: discoveryourindonesia.com
Seusai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan diajak ke Exotic Komodo Souvenir Shop, yang lokasinya dekat dengan Bandara Labuan Bajo. Di sini, peserta dapat berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur, seperti kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, kain tenun khas Nusa Tenggara, gantungan kunci, kaos, tas, sandal, kopi khas daerah Manggarai, serta cemilan-cemilan khas NTT. Tidak ribet mencari oleh-oleh di toko ini, sebab tiap bagian ruangan sudah ditentukan penataan jenis oleh-olehnya. Dengan begitu, peserta akan merasa nyaman dalam berbelanja berbagai macam oleh-oleh khas Labuan Bajo, hanya di satu tempat saja.
Selesai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan kembali pulang dengan sejuta kenangan berharga.
Paket Wisata Labuan Bajo 3 Hari 2 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan yang telah disepakati. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 2 malam berturut-turut.
Hari 1: Pulau Padar – Long Beach – Pulau Rinca
1.Menjelajah dan Mendaki Pulau Padar
(Pukul 08.00-11.00 WITA)
Sumber Foto: merahputih.com
Peserta akan menjelajah Pulau Padar dengan melakukan trekking yang dapat meningkatkan kekuatan fisik tubuh. Walaupun jalur trekking-nya cukup sulit, perjalanan trekking di Pulau Padar tak akan membuat peserta merasa capek. Sebab, para peserta akan langsung dimanjakan dengan pemandangan laut biru kristal yang berpadu dengan keeksotisan hamparan bukitnya yang berwarna coklat. Oleh karena itu, suasananya yang rupawan dan menentramkan hati sangat pantas diabadikan dalam berbagai macam sudut pandang foto.
2.Berenang dan Snorkeling di Long Beach
(Pukul 11.30-13.00 WITA)
Sumber Foto: sironline.id
Usai lelah trekking di Pulau Padar, peserta dapat berleha-leha di atas taburan pasir berwarna pink di Long Beach. Pantai ini mudah dijangkau karena letaknya berada di balik bukit Padar. Sambil bersantai ria, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang di sekitar pantai. Selain itu, Long Beach juga menawarkan spot snorkeling yang aman, karena permukaannya yang landai.
Sehabis bersantai-santai di Long Beach, peserta akan makan siang di atas kapal kemudian berlayar menuju Pulau Rinca. Perjalanan ke Pulau Rinca akan ditempuh selama kurang lebih 2 jam.
3.Jelajah Pulau sambil Menelusuri Jejak Komodo di Pulau Rinca
(Pukul 15.00-17.00 WITA)
Sumber Foto: airport.id
Menjadi salah satu bagian dari gugusan kepulauan komodo, Pulau Rinca juga menjadi habitat asli satwa komodo. Walaupun populasi komodonya lebih sedikit dibandingkan di Pulau Komodo, satwa-satwanya akan lebih mudah ditemui di sini. Tidak perlu takut akan diterjang komodo buas, sebab di sini peserta akan dipandu dengan para ranger (pawang) yang sudah berpengalaman mengenali karakteristik komodo. Ranger akan membawa peserta melihat lebih dekat serta mempelajari cara hidup para komodo yang berkeliaran.
Tidak hanya menelusuri jejak komodo, peserta juga dapat melakukan trekking di Pulau Rinca. Pilihan jalur trekking-nya bervariasi, mulai dari trekking pendek, medium, sampai panjang, yang dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing peserta agar mengecilkan resiko kecelakaan nantinya. Trekking akan semakin asyik karena ditemani dengan keindahan pemandangan hamparan laut biru yang berpadu dengan perbukitan nan istimewa.
Malamnya, kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Rinca agar peserta dapat beristirahat malam dengan tenang di atas kapal.
Hari 2: Gili Lawa Darat – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kalong
Usai mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan berangkat melanjutkan kembali berwisata bahari di Labuan Bajo.
1.Hiking di Gili Lawa Darat
(Pukul 07.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: Flickr/Untung Sihombing
Setiba di Gili Lawa Darat, pertama-tama peserta akan disapa dengan bentangan garis pantai yang bertaburkan pasir putih nan lembut. Lalu, peserta akan diajak hiking selama kurang lebih 1 jam agar sampai ke puncak bukitnya. Dari atas puncak bukitnya itulah akan terbentang pemandangan yang sungguh mempesona. Pemandangan perbukitan yang membelah laut sebiru berlian, merupakan harta karun berharga di Gili Lawa yang mampu menambah kedamaian jiwa. Tidak hanya itu, hembusan angin lembut yang menggoyang-goyangkan rumput-rumput di padang savana, juga akan menyejukkan tubuh yang penat sehabis hiking.
Padang savana ini memiliki nuansa yang berbeda saat musim kemarau dan musim hujan. Pada saat musin kemarau, savananya akan dihiasi dengan rumput-rumput yang berwarna coklat. Sedangkan pada musim hujan, rumput-rumputnya akan terlihat berwarna hijau di sepanjang bukit.
2.Berenang & Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: boatcharterkomodo.com
Jangan meremehkan kecilnya Taka Makassar. Sebab, di pulau pasir timbul inilah peserta dapat melihat secara nyata surga terumbu karang yang menjadi sumber kehidupan bagi ikan-ikan kecil, di bawah air lautnya yang sangat bening. Maka dari itu, Taka Makassar menjadi salah satu spot snorkeling favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo. Selain snorkeling, peserta dapat menyusuri juga bersantai sejenak di atas pasir putihnya yang begitu lembut, bagai menghabiskan waktu luang di pulau milik sendiri.
Sesudah puas memandang keelokan terumbu karang, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal, yang sudah disajikan oleh kru kapal. Usai dari Taka Makassar, kapal lanjut berlayar ke Manta Point untuk berjumpa dengan ikan pari khas Indonesia Timur.
3.Diving/Snorkeling bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumbe Foto: Onenews.id
Kerumunan pari manta (ikan pari khas Indonesia Timur) yang berenang bebas di lautan biru dapat dengan mudah ditemui saat melakukan diving di Manta Point. Jika beruntung, peserta dapat mengamati koloni ubur-ubur yang mengerubungi ikan pari manta. Selain itu, membelai juga memberi makan pari manta juga patut dicoba agar memperoleh pengalaman yang tak terlupakan saat berinteraksi langsung dengan ikan manta. Tidak hanya disapa oleh ikan pari manta saja, peserta juga disambut dengan biota laut lainnya yang berenang mengelilingi aneka terumbu karang yang begitu elok.
4.Menyaksikan Kelelawar Beterbangan kala Langit Senja di sekitar Pulau Kalong
(Pukul 16.00-20.00 WITA)
Sumber Foto: labuanbajotour.com
Seperti namanya, Pulau Kalong adalah pulau yang menjadi tempat bersarang bagi banyak kelelawar dengan berbagai macam ukuran. Waktu terbaik untuk menyaksikan dan mengambil foto kelelawar-kelelawar tersebut beterbangan, yaitu pada saat sore hari menjelang malam. Pemandangannya dijamin cantik sekali karena pada saat senja, langit jingganya yang berpadu dengan warna biru gelap semakin elok karena berhiaskan para kelelawar yang berterbaran di angkasa.
Pada malam hari, peserta menikmati waktu bebas sembari menyantap makan malam, lalu beristirahat di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Kalong.
Hari 3: Goa Batu Cermin – Komodo Gift Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Goa Batu Cermin, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Menelusuri Fosil Biota Laut di Langit-langit Goa Batu Cermin
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: ekonomi.bisnis.com
Mulanya, goa ini berada di bawah permukaaan laut, yang pada akhirnya muncul ke permukaan darat. Oleh karena itu, di sini peserta dapat menemukan banyak fosil binatang laut, khususnya fosil penyu. Selain itu, peserta akan takjub melihat dinding gua yang memantulkan cahaya bagai sebuah cermin. Pantulan cahaya tersebut dapat terjadi karena di dalam dinding Goa Batu Cermin terkandung banyak garam.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Komodo Gift Shop
(Pukul 13.30-15.00 WITA)
Sumber Foto: indonesiatraveler.id
Sebelum pulang, jangan lupa menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di sekitar kawasan destinasi wisata Goa Batu Cermin, ada toko oleh-oleh yang menjual segala pernak-pernik khas NTT, bernama Galery Komodo Gift Shop. Produk- produk yang dijual sebagian besar merupakan hasil karya dari penduduk lokal. Produk- produk tersebut diantaranya berupa kain tenun khas NTT, sepatu dari tenun, perhiasan mutiara khas Nusa Tenggara, dekorasi pajangan dari kulit mutiara, kaos, topi, serta gantungan kunci dengan motif-motif khas NTT. Selain membeli berbagai macam produk aksesoris dan fashion, peserta juga dapat berbelanja berbagai makanan dan cemilan khas NTT di kedai restonya.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang kembali ke kediaman masing-masing dengan memori yang sungguh berkesan di hati.
Paket Wisata Labuan Bajo 4 Hari 3 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Lalu, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Kapal akan berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.00 WITA, dan menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam ke Goa Rangko.
Hari 1: Goa Rangko – Gili Lawa
1.Berenang di Kolam Renang Bawah Tanah, Goa Rangko
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: liburankemanaya.com
Goa Rangko bukan hanya sekedar gua. Ada harta karun tersembunyi di dalamnya. Saat memasuki goa, peserta akan dibuat terpukau dengan kecantikan kolam air asinnya yang berasal dari laut. Berenang di kolamnya bagaikan berenang di kolam pribadi, sebab lokasinya jauh dari keramaian. Sambil berendam di dalam kolam, peserta dapat menikmati stalagtit dan stalakmit Goa Rangko nan eksotis. Waktu terbaik untuk mendatangi Goa Rangko yaitu dari pukul 12.00 sampai dengan pukul 14.00. Karena pada saat itu, sinar matahari akan masuk ke celah-celah goa, sehingga kejernihan air kolamnya yang sangat biru tampak jelas.
Sebelum memasuki goa di siang hari, peserta dapat bersantai-santai dan istirahat sejenak di pesisir pantai Pulau Gusung. Lalu menyeberangi jembatan kayu panjang yang dibangun oleh penduduk lokal, untuk sampai ke Goa Rangko. Dari atas jembatan tersebut, peserta akan disuguhkan keelokan koral-koral di bawah air lautnya yang sangat jernih.
Setelah asyik berendam di dalam kolam Goa Rangko, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal.
2.Jelajah Bukit dan Berburu Sun Set di Gili Lawa
(Pukul 16.00-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Dari atas bukit Gili Lawa, peserta akan disuguhkan pemandangan sun set yang sungguh mempesona. Bentangan langit yang bependar jingga kemerah-merahan juga hembusan anginnya yang sepo-sepoi, akan menciptakan ketenangan yang damai dan tentram bagi pikiran dan hati. Namun, sebelum menikmati kesejukan dari atas Gili Lawa, peserta harus berjuang menempuh jalur yang berbukit-bukit. Tenang saja, perjuangan itu akan terbayarkan dengan pemandangan alamnya yang sangat luar biasa ketika sudah sampai di atas bukit.
Selesai menyaksikan keindahan sun set di Gili Lawa, kapal akan berlayar dan berlabuh di dermaga Pulau Komodo. Di Pulau Komodo tersebut, peserta akan menginap di homestay selama 2 hari ke depan. Sebelum istirahat tidur malam, peserta makan malam terlebih dahulu dengan hidangan yang sudah disajikan oleh pengelola homestay.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Pulau Seraya – Pulau Siaba – Long Beach
Usai mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan kembali berlibur dan bersenang- senang ke berbagai atraksi wisata menarik di Labuan Bajo.
1.Berjumpa dengan Satwa Purba Langka di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.30 WITA)
Sumber Foto: Tirto.ID
Taman Nasional Komodo merupakan habitat asli satwa komodo yang hampir punah di Indonesia. Rugi sekali berlibur ke Labuan Bajo kalau belum berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Sebab, di sini peserta dapat melihat komodo yang berkeliaran bebas di hutan. Tentu saja keselamatan peserta terjamin karena akan dipandu dengan pawangnya. Pawang tersebut akan menuntun peserta menjelajahi hutan untuk mempelajari dan melihat satwa komodo secara langsung dari dekat. Sambil memberikan umpan daging kepada salah satu komodonya, pawang akan menjelaskan secara rinci mengenai karakteristik dan cara hidup komodo kepada peserta. Tidak hanya mempelajari, peserta juga mendapat kesempatan langka, yaitu berfoto bersama komodo, yang merupakan hewan purba langka di Indonesia, dari jarak beberapa meter.
2.Bersantai di Pantai Pulau Seraya
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Seraya merupakan pulau resort yang indah. Pulau resort ini memiliki bungalow-bungalow yang memiliki konsep alami. Hal itu dapat dilihat dari atapnya yang berasal dari alang-alang dan dindingnya yang beranyamkan bambu. Tidak hanya menawarkan penginapan saja, pulau ini juga menawarkan ketenangan dan keteduhan bagi peserta. Deretan pohon nyiur yang melambai-lambai di pinggir pantai semakin menyejukkan hati dan pikiran yang penat. Di atas pasir putihnya yang lembut, peserta dapat bermalas-malasan sambil berjemur di bawah terik matahari, menikmati hangatnya sinar matahari saat siang hari. Momen bersantai-santai tersebut akan lebih apik lagi apabila ditemani dengan kuliner lezat yang telah dipesan di restoran. Selain bersantai-santai, peserta juga dapat berenang di lautnya. Tidak perlu takut tenggelam, karena ketinggian permukaan air lautnya hanya setinggi paha orang dewasa saat laut surut. Saat asyik berenang, peserta dapat menjumpai kerumunan ikan-ikan kecil warna- warni yang sungguh menggemaskan.
Untuk makan siang, peserta dapat memesan aneka menu makanan yang tersedia di restoran Pulau Seraya.
3.Diving/Snorkeling bersama Penyu di Pulau Siaba
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumbe Foto: komodoresort.com
Pulau Siaba adalah diving site yang terdapat di utara Pulau Komodo. Diving site ini sangat istimewa karena menawarkan pengalaman menyelam dengan sensasi yang amat menyenangkan. Ketika menyelam, peserta akan disuguhkan hamparan terumbu karang dengan bermacam-macam warna. Hamparan terumbu karang itulah yang menjadi habitat untuk sekuumpulan penyu. Oleh karena itu, Pulau Siaba mendapat julukan City of Turtle. Tidak heran kalau di sini, penyu-penyu amat mudah ditemui di antara koral-koral. Selain penyu, pulau ini juga menjadi habitat fauna laut lainnya, seperti sotong, jaran laut, ikan duyung, hiu koboi, ikan mandarin, dan masih banyak lagi biota laut lainnya yang menarik untuk diamati.
4.Menikmati Kecantikan Hamparan Pasir Pink Kala Senja di Long Beach
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: nizrnizar.com
Sore hari enaknya berjalan-jalan menyusuri tepi pantai. Apalagi kalau pantainya bertaburkan pasir-pasir yang berwarna pink. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink. Kecantikan hamparan pasir pink di pantai ini semakin kentara saat sore hari. Cocok sekali untuk mengambil beberapa foto dengan latar belakang yang sungguh memikat hati kala senja. Selain berfoto ria, peserta juga dapat bersenang-senang di sekitar pantai dengan berenang dan bermain air dengan keluarga dan sahabat.
Malamnya, kapal akan berlayar lagi ke Pulau Komodo untuk mengantar peserta kembali ke homestay masing-masing. Untuk makan malam, peserta dapat bersantap di homestay, lalu beristirahat agar tubuh terasa segar saat melanjutkan perjalanan keesokan hari.
Hari 3: Pulau Kelor – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kanawa
Setelah mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan check out, lalu berangkat menikmati berbagai atraksi wisata bahari yang spektakuler di Labuan Bajo.
1.Trekking Menjelajahi Pulau Kelor
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.detik.com
Pulau Kelor menjadi salah satu tempat trekking yang menarik untuk dijelajahi. Peserta akan diajak melatih kebugaran tubuhnya melalui kegiatan trekking ke bukit, yang terletak di tengah pulau. Walaupun bukitnya terlihat kecil dan pendek, jalurnya memiliki banyak rintangan yang menantang bagi para penggemar trekking. Namun, setelah sampai di puncak bukitnya, rasa lelah akan lenyap sekejap ketika memandang langit biru, lautan luas, dan jejeran pulau yang sungguh memanjakan mata. Lanskap alam yang memikat hati itulah yang juga membuat Pulau Kelor menjadi tempat yang syahdu untuk berburu fotografi sekaligus menenangkan pikiran.
2.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: wanderintwo.com
Snorkeling di Taka Makassar akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi peserta. Lautnya yang sejernih kristal membuat pemandangan bawah lautnya sangat terlihat jelas ketika melakukan snorkeling di sini. Hamparan terumbu karang yang dikelilingi dengan ikan-ikan kecil yang sedang berenang, akan membuat semua orang sadar betapa kayanya laut Indonesia. Selain itu, peserta dapat menyusuri Taka Makassar dengan telanjang kaki, agar merasakan lembutnya pasir putih yang menyelimuti pulau kecil ini nan timbul di tengah-tengah lautan.
Sesudah puas snorkeling menikmati kekayaan bahari bawah laut di Taka Makassar, peserta akan bersantap siang di atas kapal dengan masakan yang telah dibuat oleh kru kapal.
3.Snorkeling/Diving Bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumber Foto: travel.tribunnews.com
Manta Point menjadi salah satu spot diving/snorkeling yang seru di Labuan Bajo. Sebab, saat menyelam di spot ini peserta akan ditemani dengan ikan pari khas Indonesia Timur, yaitu pari manta. Jika beruntung, peserta dapat menyaksikan secara langsung pari manta yang sedang menyantap koloni ubur-ubur. Oleh karena itu, perlu sekali membawa kamera underwater untuk mengabadikan momen langka ketika meyelam bersama pari manta, yang sedang berenang bebas di lautan biru.
4.Bersantai dan Menikmati Pemandangan Bintang Malam Hari di Pulau Kanawa
(Pukul 17.00-00.00 WITA)
Sumber Foto: gotripina.com
Kondisi Pulau Kanawa masih terlihat sangat alami. Sebab, air laut yang mengelilingi pulau ini sangat bening, sebening kaca. Dari atas dermaganya saja, peserta sudah disambut dengan ikan-ikan kecil yang berenang dan hamparan terumbu karangnya di dalam lautnya. Oleh karena itu, Pulau Kanawa menjadi tempat yang seru untuk berenang, snorkeling, dan diving.
Tidak hanya keindahan lautnya saja, pemandangan langit malam harinya juga tidak kalah mempesona. Sebab, saat setelah lewat jam 11 malam, seisi pulau hanya akan diterangi dengan hamparan cahaya bintang yang makin membuat suasana semakin romantis. Maka dari itu, peserta wajib mencoba menghabiskan malam di pulau ini, dengan menginap di bungalow atau menyewa tenda yang telah disediakan oleh pengelola wisata.
Untuk malam ketiga, peserta akan bermalam di atas kapal. Peserta dapat menikmati waktu bebas sambil makan malam di atas kapal, kemudian istirahat tidur malam di tempat tidur yang tersedia di dalam kapal. Kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Kanawa sampai keesokan paginya.
Hari 4: Desa Adat Liang Ndara – Exotic Komodo Souvenir Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo. Dan, tiba di Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.30 WITA, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Desa Adat Liang Ndara, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Jelajah Budaya Lokal dan Menonton Pertunjukan Tradisional di Desa Adat Liang Ndara
(Pukul 10.00-12.00 WITA)
Sumber Foto: phinemo.com
Ingin merasakan nuansa kebudayaan lokal nan otentik? Kalau begitu, Desa Adat Liang Ndara menjadi atraksi wisata budaya yang wajib dimasukkan dalam daftar saat berlibur ke Labuan Bajo. Kearifan lokal warganya saja sudah terasa saat sudah sampai di depan pintu masuk. Setibanya di pa’ang atau pintu masuk menuju desa adat, peserta akan langsung disambut oleh ketua adat. Penyambutan itu juga dibarengi dengan pemberian selendang etnik khas daerah Manggarai kepada tiap peserta, sebagai bentuk ucapan selamat datang. Di samping itu, peserta juga akan diberikan sopi atau tuak lokal dari pohon enau dan pinang sirih. Sambutan yang ramah itu merupakan upaya menjaga tradisi masyarakat adat Manggarai Barat.
Sesudah sesi penyambutan oleh ketua adat, peserta akan diajak menonton berbagai penampilan seni yang telah dipersiapkan warga desanya. Salah satu tari tradisional yang populer adalah pertunjukan Tari Caci. Tari Caci adalah sebuah tarian ritual yang dimainkan oleh para pria dengan saling mencambuk. Ada filosofi yang terkandung dalam tarian tersebut, yaitu jika terkena cambuk jangan menyalahkan orang, tetapi harus melihat ke dalam diri sendiri apakah diri sendiri punya kesalahan terhadap orang lain.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumber Foto: tripboba.com
Sebelum pulang ke rumah, ada baiknya membawa oleh-oleh khas Labuan Bajo untuk membahagiakan diri sendiri, maupun juga berbagi kebahagiaan bersama keluarga dan teman-teman. Tidak perlu kesulitan mencari oleh-oleh khas Labuan Bajo karena konsep Exotic Komodo Souvenir Shop menawarkan sensasi berbelanja oleh-oleh hanya di satu tempat saja. Di Exotic Komodo Souvenir Shop, ada banyak aneka oleh-oleh khas Labuan Bajo yang dapat dibeli, berupa kain tenun Songke aneka motif, kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, serta gantungan kunci, kaos, tas, dan sandal dengan motif lokal khas NTT. Selain aksesoris dan produk fashion, peserta juga dapat berbelanja Kopi Manggarai dan cemilan-cemilan enak khas NTT. Selain itu, keuntungan berbelanja di sini ialah letaknya yang sangat strategis karena berdekatan dengan Bandara Labuan Bajo.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang dengan jiwa dan raga yang segar dan siap kembali berproduktivitas.
Warkah Terakhir Untuk Kekasih
(Selamat Tinggal Rusia)
Kekasihku,
Lewat berlabuh tirai senja,
merah menutup jendela Moskva,
pada musim panas remaja,
cinta yang berbunga,
daisi mewangi,
kuning dandelion,
selepas mekar tulip
dan harum lilac.
Cinta kita adalah transit,
pengembaraan ke negeri abadi,
yang mengajar erti manusiawi,
pencarian cinta hakiki,
di terminal dunia,
sebuah kehidupan.
Gugur daun ke genggaman,
menanti tibanya musim sejuk,
selalu kau disampingku,
hangat dipelukmu erat,
menenangkan gigil hati sepi,
deras angin tanah nurani.
Dan musim berganti,
kecilku meniti usia dewasa,
kau masih anak gadis rupawan,
ingin dihiasi perhiasan kemodenan
sedang aku setia pada keaslian,
kubah St Basil pelbagai warna,
menghiasi dadamu, Dataran Merah
di Kremlin bersejarah.
Kekasihku,
tiba sudah masa,
untukku meneruskan kembara,
akan kurindu detik waktu itu,
terakhir bercumbu pada malam putih,
keakraban yang memaut kasih,
bersaksi Hermitage dan Peterhof,
di St Petersburg.
KHAIRIL IDHAM ISMAIL
Julai 20, 2008
SHREMETYEVO 2 AIRPORT
- published in Berita Harian
Berkualitas, 0882-3938-9598, Open Trip Lombok Labuan Bajo, Maluku Utara
Trip Labuan Bajo 1 Hari, 1 Day Trip Labuan Bajo, Trip 1 Hari Di Labuan Bajo, Trip Labuan Bajo 2021, Trip Labuan Bajo 2022
Paket Wisata Sailing Tour Labuan Bajo 2 Hari 1 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 1 malam.
Hari 1: Taka Makassar – Manta Point – Long Beach – Pulau Padar
1.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: islander.io
Daya tarik Taka Makassar adalah bentuk pulaunya yang unik menyerupai bulan sabit. Bentuk pulaunya juga seakan-akan timbul dari permukaan lautan. Uniknya lagi, keberadaan pulau ini hanya akan terlihat apabila air laut mengalami pasang surut. Walaupun pulaunya sangat kecil dan terbatas, keelokannya semakin bertambah dengan adanya pasir putih yang menyelimutinya. Selain itu, peserta dapat menyelami air lautnya yang jernih melalui kegiatan snorkeling. Di balik lautnya yang jernih itulah tersimpan surga terumbu karang bagi kehidupan hewan-hewan laut kecil.
2.Diving dan Berinteraksi dengan Ikan Pari di Manta Point
(Pukul 10.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: Liputan6.com
Di sini, peserta dapat menyaksikan secara langsung kerumunan manta ray (ikan pari khas Indonesia Timur) berenang bebas di lautan biru. Tidak hanya melihat, tetapi peserta juga dapat membelai dan memberi makan manta ray apabila memiliki keberanian untuk berinteraksi langsung. Manta ray juga tak jarang dikerubungi ubur-ubur, karena ubur-ubur adalah makanan utamanya. Jika beruntung, peserta dapat mengamati gerombolan pari manta yang sedang asyik menyantap koloni ubur-ubur.
Dengan deretan terumbu karangnya yang cantik juga biota lautnya yang beragam, spot ini menjadi spot diving menarik di Labuan Bajo. Kekayaan baharinya yang sangat menawan hati pantas sekali diabadikan dengan kamera bawah air.
Usai bersenang-senang di bawah laut, peserta akan menyantap makan siang dengan masakan yang telah dimasak oleh kru kapal.
3.Berjemur dan Berenang Santai di Long Beach
(Pukul 14.30-16.00 WITA)
Sumber Foto: ntt.indonesiasatu.id
Pantai ini sungguh unik karena pasirnya yang berwarna pink. Keunikan itu bisa terjadi karena butir-butir pasir putihnya bercampur dengan terumbu karang berwarna merah yang sudah mati. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink.
Di pantai ini, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang. Ataupun, mencoba berjemur di atas pasir dan membiarkan tubuh terpapar sinar matahari agar memperoleh warna kulit yang eksotis.
4.Trekking dan Menikmati Sunset di Pulau Padar
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Padar menjadi salah satu spot foto instagramable yang paling dicari, karena pesona keindahan alamnya yang mengagumkan. Apalagi jika sudah berada di kawasan puncaknya, para peserta akan terlena dengan buaian angin semilir yang menemani indahnya pemandangan langit berwarna jingga, laut biru yang jernih, serta hamparan bukit yang mengelilingi Pulau Padar saat sore hari. Tidak hanya itu, atmosfernya yang fenomenal dapat dimanfaatkan untuk momen bersantai-santai ataupun melakukan fotografi. Namun, sebelum mencapai puncaknya, peserta harus berjuang melalui jalur trekking yang cukup sulit. Oleh sebab itu, Pulau Padar menjadi lokasi yang sempurna bagi para penggemar trekking.
Saat malam hari, peserta akan bersantap malam, kemudian beristirahat dan tidur malam di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Padar.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Exotic Komodo Souvenir Shop
Setelah mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan kembali diajak berlayar ke Pulau Komodo.
1.Melihat Satwa Purba Dari Dekat di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.kompas.com
Taman Nasional Komodo menjadi salah satu daya tarik wisata yang populer di Labuan Bajo. Sebab, kawasan ini merupakan habitat asli satwa purba buas yang sudah langka di Indonesia. Oleh karena itu, satwa komodo sangat dilindungi di kawasan ini. Sembari menikmati hutannya yang masih asri, peserta akan didampingi oleh ranger (pawang) untuk melihat komodo dari jarak dekat. Tidak perlu khawatir, karena para ranger sudah memahami karakteristik komodo. Dengan tuntunan mereka, peserta dapat berfoto bersama komodo dari jarak beberapa meter dalam suasana yang tenang. Peserta juga dapat menyaksikan secara langsung betapa buasnya komodo saat diberi umpan daging oleh ranger. Dengan demikian, peserta akan memperoleh wawasan luas tentang habitat dan cara hidup satwa komodo, sambil merasakan sensasi bertualang nan menyenangkan dalam melakukan pencarian satwa-satwa komodo di dalam hutan.
Setelah puas berkeliling di Taman Nasional Komodo, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Bajo, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat menuju toko oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di tengah perjalanan, peserta akan singgah sebentar di restoran lokal untuk makan siang.
2.Belanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 14.00-15.30 WITA)
Sumber Foto: discoveryourindonesia.com
Seusai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan diajak ke Exotic Komodo Souvenir Shop, yang lokasinya dekat dengan Bandara Labuan Bajo. Di sini, peserta dapat berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur, seperti kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, kain tenun khas Nusa Tenggara, gantungan kunci, kaos, tas, sandal, kopi khas daerah Manggarai, serta cemilan-cemilan khas NTT. Tidak ribet mencari oleh-oleh di toko ini, sebab tiap bagian ruangan sudah ditentukan penataan jenis oleh-olehnya. Dengan begitu, peserta akan merasa nyaman dalam berbelanja berbagai macam oleh-oleh khas Labuan Bajo, hanya di satu tempat saja.
Selesai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan kembali pulang dengan sejuta kenangan berharga.
Paket Wisata Labuan Bajo 3 Hari 2 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan yang telah disepakati. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 2 malam berturut-turut.
Hari 1: Pulau Padar – Long Beach – Pulau Rinca
1.Menjelajah dan Mendaki Pulau Padar
(Pukul 08.00-11.00 WITA)
Sumber Foto: merahputih.com
Peserta akan menjelajah Pulau Padar dengan melakukan trekking yang dapat meningkatkan kekuatan fisik tubuh. Walaupun jalur trekking-nya cukup sulit, perjalanan trekking di Pulau Padar tak akan membuat peserta merasa capek. Sebab, para peserta akan langsung dimanjakan dengan pemandangan laut biru kristal yang berpadu dengan keeksotisan hamparan bukitnya yang berwarna coklat. Oleh karena itu, suasananya yang rupawan dan menentramkan hati sangat pantas diabadikan dalam berbagai macam sudut pandang foto.
2.Berenang dan Snorkeling di Long Beach
(Pukul 11.30-13.00 WITA)
Sumber Foto: sironline.id
Usai lelah trekking di Pulau Padar, peserta dapat berleha-leha di atas taburan pasir berwarna pink di Long Beach. Pantai ini mudah dijangkau karena letaknya berada di balik bukit Padar. Sambil bersantai ria, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang di sekitar pantai. Selain itu, Long Beach juga menawarkan spot snorkeling yang aman, karena permukaannya yang landai.
Sehabis bersantai-santai di Long Beach, peserta akan makan siang di atas kapal kemudian berlayar menuju Pulau Rinca. Perjalanan ke Pulau Rinca akan ditempuh selama kurang lebih 2 jam.
3.Jelajah Pulau sambil Menelusuri Jejak Komodo di Pulau Rinca
(Pukul 15.00-17.00 WITA)
Sumber Foto: airport.id
Menjadi salah satu bagian dari gugusan kepulauan komodo, Pulau Rinca juga menjadi habitat asli satwa komodo. Walaupun populasi komodonya lebih sedikit dibandingkan di Pulau Komodo, satwa-satwanya akan lebih mudah ditemui di sini. Tidak perlu takut akan diterjang komodo buas, sebab di sini peserta akan dipandu dengan para ranger (pawang) yang sudah berpengalaman mengenali karakteristik komodo. Ranger akan membawa peserta melihat lebih dekat serta mempelajari cara hidup para komodo yang berkeliaran.
Tidak hanya menelusuri jejak komodo, peserta juga dapat melakukan trekking di Pulau Rinca. Pilihan jalur trekking-nya bervariasi, mulai dari trekking pendek, medium, sampai panjang, yang dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing peserta agar mengecilkan resiko kecelakaan nantinya. Trekking akan semakin asyik karena ditemani dengan keindahan pemandangan hamparan laut biru yang berpadu dengan perbukitan nan istimewa.
Malamnya, kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Rinca agar peserta dapat beristirahat malam dengan tenang di atas kapal.
Hari 2: Gili Lawa Darat – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kalong
Usai mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan berangkat melanjutkan kembali berwisata bahari di Labuan Bajo.
1.Hiking di Gili Lawa Darat
(Pukul 07.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: Flickr/Untung Sihombing
Setiba di Gili Lawa Darat, pertama-tama peserta akan disapa dengan bentangan garis pantai yang bertaburkan pasir putih nan lembut. Lalu, peserta akan diajak hiking selama kurang lebih 1 jam agar sampai ke puncak bukitnya. Dari atas puncak bukitnya itulah akan terbentang pemandangan yang sungguh mempesona. Pemandangan perbukitan yang membelah laut sebiru berlian, merupakan harta karun berharga di Gili Lawa yang mampu menambah kedamaian jiwa. Tidak hanya itu, hembusan angin lembut yang menggoyang-goyangkan rumput-rumput di padang savana, juga akan menyejukkan tubuh yang penat sehabis hiking.
Padang savana ini memiliki nuansa yang berbeda saat musim kemarau dan musim hujan. Pada saat musin kemarau, savananya akan dihiasi dengan rumput-rumput yang berwarna coklat. Sedangkan pada musim hujan, rumput-rumputnya akan terlihat berwarna hijau di sepanjang bukit.
2.Berenang & Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: boatcharterkomodo.com
Jangan meremehkan kecilnya Taka Makassar. Sebab, di pulau pasir timbul inilah peserta dapat melihat secara nyata surga terumbu karang yang menjadi sumber kehidupan bagi ikan-ikan kecil, di bawah air lautnya yang sangat bening. Maka dari itu, Taka Makassar menjadi salah satu spot snorkeling favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo. Selain snorkeling, peserta dapat menyusuri juga bersantai sejenak di atas pasir putihnya yang begitu lembut, bagai menghabiskan waktu luang di pulau milik sendiri.
Sesudah puas memandang keelokan terumbu karang, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal, yang sudah disajikan oleh kru kapal. Usai dari Taka Makassar, kapal lanjut berlayar ke Manta Point untuk berjumpa dengan ikan pari khas Indonesia Timur.
3.Diving/Snorkeling bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumbe Foto: Onenews.id
Kerumunan pari manta (ikan pari khas Indonesia Timur) yang berenang bebas di lautan biru dapat dengan mudah ditemui saat melakukan diving di Manta Point. Jika beruntung, peserta dapat mengamati koloni ubur-ubur yang mengerubungi ikan pari manta. Selain itu, membelai juga memberi makan pari manta juga patut dicoba agar memperoleh pengalaman yang tak terlupakan saat berinteraksi langsung dengan ikan manta. Tidak hanya disapa oleh ikan pari manta saja, peserta juga disambut dengan biota laut lainnya yang berenang mengelilingi aneka terumbu karang yang begitu elok.
4.Menyaksikan Kelelawar Beterbangan kala Langit Senja di sekitar Pulau Kalong
(Pukul 16.00-20.00 WITA)
Sumber Foto: labuanbajotour.com
Seperti namanya, Pulau Kalong adalah pulau yang menjadi tempat bersarang bagi banyak kelelawar dengan berbagai macam ukuran. Waktu terbaik untuk menyaksikan dan mengambil foto kelelawar-kelelawar tersebut beterbangan, yaitu pada saat sore hari menjelang malam. Pemandangannya dijamin cantik sekali karena pada saat senja, langit jingganya yang berpadu dengan warna biru gelap semakin elok karena berhiaskan para kelelawar yang berterbaran di angkasa.
Pada malam hari, peserta menikmati waktu bebas sembari menyantap makan malam, lalu beristirahat di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Kalong.
Hari 3: Goa Batu Cermin – Komodo Gift Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Goa Batu Cermin, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Menelusuri Fosil Biota Laut di Langit-langit Goa Batu Cermin
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: ekonomi.bisnis.com
Mulanya, goa ini berada di bawah permukaaan laut, yang pada akhirnya muncul ke permukaan darat. Oleh karena itu, di sini peserta dapat menemukan banyak fosil binatang laut, khususnya fosil penyu. Selain itu, peserta akan takjub melihat dinding gua yang memantulkan cahaya bagai sebuah cermin. Pantulan cahaya tersebut dapat terjadi karena di dalam dinding Goa Batu Cermin terkandung banyak garam.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Komodo Gift Shop
(Pukul 13.30-15.00 WITA)
Sumber Foto: indonesiatraveler.id
Sebelum pulang, jangan lupa menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di sekitar kawasan destinasi wisata Goa Batu Cermin, ada toko oleh-oleh yang menjual segala pernak-pernik khas NTT, bernama Galery Komodo Gift Shop. Produk- produk yang dijual sebagian besar merupakan hasil karya dari penduduk lokal. Produk- produk tersebut diantaranya berupa kain tenun khas NTT, sepatu dari tenun, perhiasan mutiara khas Nusa Tenggara, dekorasi pajangan dari kulit mutiara, kaos, topi, serta gantungan kunci dengan motif-motif khas NTT. Selain membeli berbagai macam produk aksesoris dan fashion, peserta juga dapat berbelanja berbagai makanan dan cemilan khas NTT di kedai restonya.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang kembali ke kediaman masing-masing dengan memori yang sungguh berkesan di hati.
Paket Wisata Labuan Bajo 4 Hari 3 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Lalu, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Kapal akan berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.00 WITA, dan menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam ke Goa Rangko.
Hari 1: Goa Rangko – Gili Lawa
1.Berenang di Kolam Renang Bawah Tanah, Goa Rangko
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: liburankemanaya.com
Goa Rangko bukan hanya sekedar gua. Ada harta karun tersembunyi di dalamnya. Saat memasuki goa, peserta akan dibuat terpukau dengan kecantikan kolam air asinnya yang berasal dari laut. Berenang di kolamnya bagaikan berenang di kolam pribadi, sebab lokasinya jauh dari keramaian. Sambil berendam di dalam kolam, peserta dapat menikmati stalagtit dan stalakmit Goa Rangko nan eksotis. Waktu terbaik untuk mendatangi Goa Rangko yaitu dari pukul 12.00 sampai dengan pukul 14.00. Karena pada saat itu, sinar matahari akan masuk ke celah-celah goa, sehingga kejernihan air kolamnya yang sangat biru tampak jelas.
Sebelum memasuki goa di siang hari, peserta dapat bersantai-santai dan istirahat sejenak di pesisir pantai Pulau Gusung. Lalu menyeberangi jembatan kayu panjang yang dibangun oleh penduduk lokal, untuk sampai ke Goa Rangko. Dari atas jembatan tersebut, peserta akan disuguhkan keelokan koral-koral di bawah air lautnya yang sangat jernih.
Setelah asyik berendam di dalam kolam Goa Rangko, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal.
2.Jelajah Bukit dan Berburu Sun Set di Gili Lawa
(Pukul 16.00-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Dari atas bukit Gili Lawa, peserta akan disuguhkan pemandangan sun set yang sungguh mempesona. Bentangan langit yang bependar jingga kemerah-merahan juga hembusan anginnya yang sepo-sepoi, akan menciptakan ketenangan yang damai dan tentram bagi pikiran dan hati. Namun, sebelum menikmati kesejukan dari atas Gili Lawa, peserta harus berjuang menempuh jalur yang berbukit-bukit. Tenang saja, perjuangan itu akan terbayarkan dengan pemandangan alamnya yang sangat luar biasa ketika sudah sampai di atas bukit.
Selesai menyaksikan keindahan sun set di Gili Lawa, kapal akan berlayar dan berlabuh di dermaga Pulau Komodo. Di Pulau Komodo tersebut, peserta akan menginap di homestay selama 2 hari ke depan. Sebelum istirahat tidur malam, peserta makan malam terlebih dahulu dengan hidangan yang sudah disajikan oleh pengelola homestay.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Pulau Seraya – Pulau Siaba – Long Beach
Usai mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan kembali berlibur dan bersenang- senang ke berbagai atraksi wisata menarik di Labuan Bajo.
1.Berjumpa dengan Satwa Purba Langka di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.30 WITA)
Sumber Foto: Tirto.ID
Taman Nasional Komodo merupakan habitat asli satwa komodo yang hampir punah di Indonesia. Rugi sekali berlibur ke Labuan Bajo kalau belum berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Sebab, di sini peserta dapat melihat komodo yang berkeliaran bebas di hutan. Tentu saja keselamatan peserta terjamin karena akan dipandu dengan pawangnya. Pawang tersebut akan menuntun peserta menjelajahi hutan untuk mempelajari dan melihat satwa komodo secara langsung dari dekat. Sambil memberikan umpan daging kepada salah satu komodonya, pawang akan menjelaskan secara rinci mengenai karakteristik dan cara hidup komodo kepada peserta. Tidak hanya mempelajari, peserta juga mendapat kesempatan langka, yaitu berfoto bersama komodo, yang merupakan hewan purba langka di Indonesia, dari jarak beberapa meter.
2.Bersantai di Pantai Pulau Seraya
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Seraya merupakan pulau resort yang indah. Pulau resort ini memiliki bungalow-bungalow yang memiliki konsep alami. Hal itu dapat dilihat dari atapnya yang berasal dari alang-alang dan dindingnya yang beranyamkan bambu. Tidak hanya menawarkan penginapan saja, pulau ini juga menawarkan ketenangan dan keteduhan bagi peserta. Deretan pohon nyiur yang melambai-lambai di pinggir pantai semakin menyejukkan hati dan pikiran yang penat. Di atas pasir putihnya yang lembut, peserta dapat bermalas-malasan sambil berjemur di bawah terik matahari, menikmati hangatnya sinar matahari saat siang hari. Momen bersantai-santai tersebut akan lebih apik lagi apabila ditemani dengan kuliner lezat yang telah dipesan di restoran. Selain bersantai-santai, peserta juga dapat berenang di lautnya. Tidak perlu takut tenggelam, karena ketinggian permukaan air lautnya hanya setinggi paha orang dewasa saat laut surut. Saat asyik berenang, peserta dapat menjumpai kerumunan ikan-ikan kecil warna- warni yang sungguh menggemaskan.
Untuk makan siang, peserta dapat memesan aneka menu makanan yang tersedia di restoran Pulau Seraya.
3.Diving/Snorkeling bersama Penyu di Pulau Siaba
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumbe Foto: komodoresort.com
Pulau Siaba adalah diving site yang terdapat di utara Pulau Komodo. Diving site ini sangat istimewa karena menawarkan pengalaman menyelam dengan sensasi yang amat menyenangkan. Ketika menyelam, peserta akan disuguhkan hamparan terumbu karang dengan bermacam-macam warna. Hamparan terumbu karang itulah yang menjadi habitat untuk sekuumpulan penyu. Oleh karena itu, Pulau Siaba mendapat julukan City of Turtle. Tidak heran kalau di sini, penyu-penyu amat mudah ditemui di antara koral-koral. Selain penyu, pulau ini juga menjadi habitat fauna laut lainnya, seperti sotong, jaran laut, ikan duyung, hiu koboi, ikan mandarin, dan masih banyak lagi biota laut lainnya yang menarik untuk diamati.
4.Menikmati Kecantikan Hamparan Pasir Pink Kala Senja di Long Beach
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: nizrnizar.com
Sore hari enaknya berjalan-jalan menyusuri tepi pantai. Apalagi kalau pantainya bertaburkan pasir-pasir yang berwarna pink. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink. Kecantikan hamparan pasir pink di pantai ini semakin kentara saat sore hari. Cocok sekali untuk mengambil beberapa foto dengan latar belakang yang sungguh memikat hati kala senja. Selain berfoto ria, peserta juga dapat bersenang-senang di sekitar pantai dengan berenang dan bermain air dengan keluarga dan sahabat.
Malamnya, kapal akan berlayar lagi ke Pulau Komodo untuk mengantar peserta kembali ke homestay masing-masing. Untuk makan malam, peserta dapat bersantap di homestay, lalu beristirahat agar tubuh terasa segar saat melanjutkan perjalanan keesokan hari.
Hari 3: Pulau Kelor – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kanawa
Setelah mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan check out, lalu berangkat menikmati berbagai atraksi wisata bahari yang spektakuler di Labuan Bajo.
1.Trekking Menjelajahi Pulau Kelor
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.detik.com
Pulau Kelor menjadi salah satu tempat trekking yang menarik untuk dijelajahi. Peserta akan diajak melatih kebugaran tubuhnya melalui kegiatan trekking ke bukit, yang terletak di tengah pulau. Walaupun bukitnya terlihat kecil dan pendek, jalurnya memiliki banyak rintangan yang menantang bagi para penggemar trekking. Namun, setelah sampai di puncak bukitnya, rasa lelah akan lenyap sekejap ketika memandang langit biru, lautan luas, dan jejeran pulau yang sungguh memanjakan mata. Lanskap alam yang memikat hati itulah yang juga membuat Pulau Kelor menjadi tempat yang syahdu untuk berburu fotografi sekaligus menenangkan pikiran.
2.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: wanderintwo.com
Snorkeling di Taka Makassar akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi peserta. Lautnya yang sejernih kristal membuat pemandangan bawah lautnya sangat terlihat jelas ketika melakukan snorkeling di sini. Hamparan terumbu karang yang dikelilingi dengan ikan-ikan kecil yang sedang berenang, akan membuat semua orang sadar betapa kayanya laut Indonesia. Selain itu, peserta dapat menyusuri Taka Makassar dengan telanjang kaki, agar merasakan lembutnya pasir putih yang menyelimuti pulau kecil ini nan timbul di tengah-tengah lautan.
Sesudah puas snorkeling menikmati kekayaan bahari bawah laut di Taka Makassar, peserta akan bersantap siang di atas kapal dengan masakan yang telah dibuat oleh kru kapal.
3.Snorkeling/Diving Bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumber Foto: travel.tribunnews.com
Manta Point menjadi salah satu spot diving/snorkeling yang seru di Labuan Bajo. Sebab, saat menyelam di spot ini peserta akan ditemani dengan ikan pari khas Indonesia Timur, yaitu pari manta. Jika beruntung, peserta dapat menyaksikan secara langsung pari manta yang sedang menyantap koloni ubur-ubur. Oleh karena itu, perlu sekali membawa kamera underwater untuk mengabadikan momen langka ketika meyelam bersama pari manta, yang sedang berenang bebas di lautan biru.
4.Bersantai dan Menikmati Pemandangan Bintang Malam Hari di Pulau Kanawa
(Pukul 17.00-00.00 WITA)
Sumber Foto: gotripina.com
Kondisi Pulau Kanawa masih terlihat sangat alami. Sebab, air laut yang mengelilingi pulau ini sangat bening, sebening kaca. Dari atas dermaganya saja, peserta sudah disambut dengan ikan-ikan kecil yang berenang dan hamparan terumbu karangnya di dalam lautnya. Oleh karena itu, Pulau Kanawa menjadi tempat yang seru untuk berenang, snorkeling, dan diving.
Tidak hanya keindahan lautnya saja, pemandangan langit malam harinya juga tidak kalah mempesona. Sebab, saat setelah lewat jam 11 malam, seisi pulau hanya akan diterangi dengan hamparan cahaya bintang yang makin membuat suasana semakin romantis. Maka dari itu, peserta wajib mencoba menghabiskan malam di pulau ini, dengan menginap di bungalow atau menyewa tenda yang telah disediakan oleh pengelola wisata.
Untuk malam ketiga, peserta akan bermalam di atas kapal. Peserta dapat menikmati waktu bebas sambil makan malam di atas kapal, kemudian istirahat tidur malam di tempat tidur yang tersedia di dalam kapal. Kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Kanawa sampai keesokan paginya.
Hari 4: Desa Adat Liang Ndara – Exotic Komodo Souvenir Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo. Dan, tiba di Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.30 WITA, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Desa Adat Liang Ndara, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Jelajah Budaya Lokal dan Menonton Pertunjukan Tradisional di Desa Adat Liang Ndara
(Pukul 10.00-12.00 WITA)
Sumber Foto: phinemo.com
Ingin merasakan nuansa kebudayaan lokal nan otentik? Kalau begitu, Desa Adat Liang Ndara menjadi atraksi wisata budaya yang wajib dimasukkan dalam daftar saat berlibur ke Labuan Bajo. Kearifan lokal warganya saja sudah terasa saat sudah sampai di depan pintu masuk. Setibanya di pa’ang atau pintu masuk menuju desa adat, peserta akan langsung disambut oleh ketua adat. Penyambutan itu juga dibarengi dengan pemberian selendang etnik khas daerah Manggarai kepada tiap peserta, sebagai bentuk ucapan selamat datang. Di samping itu, peserta juga akan diberikan sopi atau tuak lokal dari pohon enau dan pinang sirih. Sambutan yang ramah itu merupakan upaya menjaga tradisi masyarakat adat Manggarai Barat.
Sesudah sesi penyambutan oleh ketua adat, peserta akan diajak menonton berbagai penampilan seni yang telah dipersiapkan warga desanya. Salah satu tari tradisional yang populer adalah pertunjukan Tari Caci. Tari Caci adalah sebuah tarian ritual yang dimainkan oleh para pria dengan saling mencambuk. Ada filosofi yang terkandung dalam tarian tersebut, yaitu jika terkena cambuk jangan menyalahkan orang, tetapi harus melihat ke dalam diri sendiri apakah diri sendiri punya kesalahan terhadap orang lain.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumber Foto: tripboba.com
Sebelum pulang ke rumah, ada baiknya membawa oleh-oleh khas Labuan Bajo untuk membahagiakan diri sendiri, maupun juga berbagi kebahagiaan bersama keluarga dan teman-teman. Tidak perlu kesulitan mencari oleh-oleh khas Labuan Bajo karena konsep Exotic Komodo Souvenir Shop menawarkan sensasi berbelanja oleh-oleh hanya di satu tempat saja. Di Exotic Komodo Souvenir Shop, ada banyak aneka oleh-oleh khas Labuan Bajo yang dapat dibeli, berupa kain tenun Songke aneka motif, kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, serta gantungan kunci, kaos, tas, dan sandal dengan motif lokal khas NTT. Selain aksesoris dan produk fashion, peserta juga dapat berbelanja Kopi Manggarai dan cemilan-cemilan enak khas NTT. Selain itu, keuntungan berbelanja di sini ialah letaknya yang sangat strategis karena berdekatan dengan Bandara Labuan Bajo.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang dengan jiwa dan raga yang segar dan siap kembali berproduktivitas.
#pakettourlabuanbajo2d1n #hargapaketwisatalabuanbajo2021 #pakettourlabuanbajo3d2n #paketwisatalabuanbajo3d2n #pakettourlabuanbajo4d3n #pakettrippulaukomodo #opentriplabuanbajomurah #opentriplabuanbajodarijakarta #opentriplabuanbajo #biayaopentriplabuanbajo
Murah, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Start Lombok, Nusa Tenggara Barat
Trip Labuan Bajo 2d1n, Trip Labuan Bajo 2021, Open Trip Labuan Bajo 2021, Open Trip Labuan Bajo 2022 Dari Jakarta, Open Trip Labuan Bajo 2d1n
Paket Wisata Sailing Tour Labuan Bajo 2 Hari 1 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 1 malam.
Hari 1: Taka Makassar – Manta Point – Long Beach – Pulau Padar
1.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: islander.io
Daya tarik Taka Makassar adalah bentuk pulaunya yang unik menyerupai bulan sabit. Bentuk pulaunya juga seakan-akan timbul dari permukaan lautan. Uniknya lagi, keberadaan pulau ini hanya akan terlihat apabila air laut mengalami pasang surut. Walaupun pulaunya sangat kecil dan terbatas, keelokannya semakin bertambah dengan adanya pasir putih yang menyelimutinya. Selain itu, peserta dapat menyelami air lautnya yang jernih melalui kegiatan snorkeling. Di balik lautnya yang jernih itulah tersimpan surga terumbu karang bagi kehidupan hewan-hewan laut kecil.
2.Diving dan Berinteraksi dengan Ikan Pari di Manta Point
(Pukul 10.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: Liputan6.com
Di sini, peserta dapat menyaksikan secara langsung kerumunan manta ray (ikan pari khas Indonesia Timur) berenang bebas di lautan biru. Tidak hanya melihat, tetapi peserta juga dapat membelai dan memberi makan manta ray apabila memiliki keberanian untuk berinteraksi langsung. Manta ray juga tak jarang dikerubungi ubur-ubur, karena ubur-ubur adalah makanan utamanya. Jika beruntung, peserta dapat mengamati gerombolan pari manta yang sedang asyik menyantap koloni ubur-ubur.
Dengan deretan terumbu karangnya yang cantik juga biota lautnya yang beragam, spot ini menjadi spot diving menarik di Labuan Bajo. Kekayaan baharinya yang sangat menawan hati pantas sekali diabadikan dengan kamera bawah air.
Usai bersenang-senang di bawah laut, peserta akan menyantap makan siang dengan masakan yang telah dimasak oleh kru kapal.
3.Berjemur dan Berenang Santai di Long Beach
(Pukul 14.30-16.00 WITA)
Sumber Foto: ntt.indonesiasatu.id
Pantai ini sungguh unik karena pasirnya yang berwarna pink. Keunikan itu bisa terjadi karena butir-butir pasir putihnya bercampur dengan terumbu karang berwarna merah yang sudah mati. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink.
Di pantai ini, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang. Ataupun, mencoba berjemur di atas pasir dan membiarkan tubuh terpapar sinar matahari agar memperoleh warna kulit yang eksotis.
4.Trekking dan Menikmati Sunset di Pulau Padar
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Padar menjadi salah satu spot foto instagramable yang paling dicari, karena pesona keindahan alamnya yang mengagumkan. Apalagi jika sudah berada di kawasan puncaknya, para peserta akan terlena dengan buaian angin semilir yang menemani indahnya pemandangan langit berwarna jingga, laut biru yang jernih, serta hamparan bukit yang mengelilingi Pulau Padar saat sore hari. Tidak hanya itu, atmosfernya yang fenomenal dapat dimanfaatkan untuk momen bersantai-santai ataupun melakukan fotografi. Namun, sebelum mencapai puncaknya, peserta harus berjuang melalui jalur trekking yang cukup sulit. Oleh sebab itu, Pulau Padar menjadi lokasi yang sempurna bagi para penggemar trekking.
Saat malam hari, peserta akan bersantap malam, kemudian beristirahat dan tidur malam di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Padar.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Exotic Komodo Souvenir Shop
Setelah mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan kembali diajak berlayar ke Pulau Komodo.
1.Melihat Satwa Purba Dari Dekat di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.kompas.com
Taman Nasional Komodo menjadi salah satu daya tarik wisata yang populer di Labuan Bajo. Sebab, kawasan ini merupakan habitat asli satwa purba buas yang sudah langka di Indonesia. Oleh karena itu, satwa komodo sangat dilindungi di kawasan ini. Sembari menikmati hutannya yang masih asri, peserta akan didampingi oleh ranger (pawang) untuk melihat komodo dari jarak dekat. Tidak perlu khawatir, karena para ranger sudah memahami karakteristik komodo. Dengan tuntunan mereka, peserta dapat berfoto bersama komodo dari jarak beberapa meter dalam suasana yang tenang. Peserta juga dapat menyaksikan secara langsung betapa buasnya komodo saat diberi umpan daging oleh ranger. Dengan demikian, peserta akan memperoleh wawasan luas tentang habitat dan cara hidup satwa komodo, sambil merasakan sensasi bertualang nan menyenangkan dalam melakukan pencarian satwa-satwa komodo di dalam hutan.
Setelah puas berkeliling di Taman Nasional Komodo, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Bajo, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat menuju toko oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di tengah perjalanan, peserta akan singgah sebentar di restoran lokal untuk makan siang.
2.Belanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 14.00-15.30 WITA)
Sumber Foto: discoveryourindonesia.com
Seusai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan diajak ke Exotic Komodo Souvenir Shop, yang lokasinya dekat dengan Bandara Labuan Bajo. Di sini, peserta dapat berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur, seperti kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, kain tenun khas Nusa Tenggara, gantungan kunci, kaos, tas, sandal, kopi khas daerah Manggarai, serta cemilan-cemilan khas NTT. Tidak ribet mencari oleh-oleh di toko ini, sebab tiap bagian ruangan sudah ditentukan penataan jenis oleh-olehnya. Dengan begitu, peserta akan merasa nyaman dalam berbelanja berbagai macam oleh-oleh khas Labuan Bajo, hanya di satu tempat saja.
Selesai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan kembali pulang dengan sejuta kenangan berharga.
Paket Wisata Labuan Bajo 3 Hari 2 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan yang telah disepakati. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 2 malam berturut-turut.
Hari 1: Pulau Padar – Long Beach – Pulau Rinca
1.Menjelajah dan Mendaki Pulau Padar
(Pukul 08.00-11.00 WITA)
Sumber Foto: merahputih.com
Peserta akan menjelajah Pulau Padar dengan melakukan trekking yang dapat meningkatkan kekuatan fisik tubuh. Walaupun jalur trekking-nya cukup sulit, perjalanan trekking di Pulau Padar tak akan membuat peserta merasa capek. Sebab, para peserta akan langsung dimanjakan dengan pemandangan laut biru kristal yang berpadu dengan keeksotisan hamparan bukitnya yang berwarna coklat. Oleh karena itu, suasananya yang rupawan dan menentramkan hati sangat pantas diabadikan dalam berbagai macam sudut pandang foto.
2.Berenang dan Snorkeling di Long Beach
(Pukul 11.30-13.00 WITA)
Sumber Foto: sironline.id
Usai lelah trekking di Pulau Padar, peserta dapat berleha-leha di atas taburan pasir berwarna pink di Long Beach. Pantai ini mudah dijangkau karena letaknya berada di balik bukit Padar. Sambil bersantai ria, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang di sekitar pantai. Selain itu, Long Beach juga menawarkan spot snorkeling yang aman, karena permukaannya yang landai.
Sehabis bersantai-santai di Long Beach, peserta akan makan siang di atas kapal kemudian berlayar menuju Pulau Rinca. Perjalanan ke Pulau Rinca akan ditempuh selama kurang lebih 2 jam.
3.Jelajah Pulau sambil Menelusuri Jejak Komodo di Pulau Rinca
(Pukul 15.00-17.00 WITA)
Sumber Foto: airport.id
Menjadi salah satu bagian dari gugusan kepulauan komodo, Pulau Rinca juga menjadi habitat asli satwa komodo. Walaupun populasi komodonya lebih sedikit dibandingkan di Pulau Komodo, satwa-satwanya akan lebih mudah ditemui di sini. Tidak perlu takut akan diterjang komodo buas, sebab di sini peserta akan dipandu dengan para ranger (pawang) yang sudah berpengalaman mengenali karakteristik komodo. Ranger akan membawa peserta melihat lebih dekat serta mempelajari cara hidup para komodo yang berkeliaran.
Tidak hanya menelusuri jejak komodo, peserta juga dapat melakukan trekking di Pulau Rinca. Pilihan jalur trekking-nya bervariasi, mulai dari trekking pendek, medium, sampai panjang, yang dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing peserta agar mengecilkan resiko kecelakaan nantinya. Trekking akan semakin asyik karena ditemani dengan keindahan pemandangan hamparan laut biru yang berpadu dengan perbukitan nan istimewa.
Malamnya, kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Rinca agar peserta dapat beristirahat malam dengan tenang di atas kapal.
Hari 2: Gili Lawa Darat – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kalong
Usai mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan berangkat melanjutkan kembali berwisata bahari di Labuan Bajo.
1.Hiking di Gili Lawa Darat
(Pukul 07.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: Flickr/Untung Sihombing
Setiba di Gili Lawa Darat, pertama-tama peserta akan disapa dengan bentangan garis pantai yang bertaburkan pasir putih nan lembut. Lalu, peserta akan diajak hiking selama kurang lebih 1 jam agar sampai ke puncak bukitnya. Dari atas puncak bukitnya itulah akan terbentang pemandangan yang sungguh mempesona. Pemandangan perbukitan yang membelah laut sebiru berlian, merupakan harta karun berharga di Gili Lawa yang mampu menambah kedamaian jiwa. Tidak hanya itu, hembusan angin lembut yang menggoyang-goyangkan rumput-rumput di padang savana, juga akan menyejukkan tubuh yang penat sehabis hiking.
Padang savana ini memiliki nuansa yang berbeda saat musim kemarau dan musim hujan. Pada saat musin kemarau, savananya akan dihiasi dengan rumput-rumput yang berwarna coklat. Sedangkan pada musim hujan, rumput-rumputnya akan terlihat berwarna hijau di sepanjang bukit.
2.Berenang & Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: boatcharterkomodo.com
Jangan meremehkan kecilnya Taka Makassar. Sebab, di pulau pasir timbul inilah peserta dapat melihat secara nyata surga terumbu karang yang menjadi sumber kehidupan bagi ikan-ikan kecil, di bawah air lautnya yang sangat bening. Maka dari itu, Taka Makassar menjadi salah satu spot snorkeling favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo. Selain snorkeling, peserta dapat menyusuri juga bersantai sejenak di atas pasir putihnya yang begitu lembut, bagai menghabiskan waktu luang di pulau milik sendiri.
Sesudah puas memandang keelokan terumbu karang, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal, yang sudah disajikan oleh kru kapal. Usai dari Taka Makassar, kapal lanjut berlayar ke Manta Point untuk berjumpa dengan ikan pari khas Indonesia Timur.
3.Diving/Snorkeling bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumbe Foto: Onenews.id
Kerumunan pari manta (ikan pari khas Indonesia Timur) yang berenang bebas di lautan biru dapat dengan mudah ditemui saat melakukan diving di Manta Point. Jika beruntung, peserta dapat mengamati koloni ubur-ubur yang mengerubungi ikan pari manta. Selain itu, membelai juga memberi makan pari manta juga patut dicoba agar memperoleh pengalaman yang tak terlupakan saat berinteraksi langsung dengan ikan manta. Tidak hanya disapa oleh ikan pari manta saja, peserta juga disambut dengan biota laut lainnya yang berenang mengelilingi aneka terumbu karang yang begitu elok.
4.Menyaksikan Kelelawar Beterbangan kala Langit Senja di sekitar Pulau Kalong
(Pukul 16.00-20.00 WITA)
Sumber Foto: labuanbajotour.com
Seperti namanya, Pulau Kalong adalah pulau yang menjadi tempat bersarang bagi banyak kelelawar dengan berbagai macam ukuran. Waktu terbaik untuk menyaksikan dan mengambil foto kelelawar-kelelawar tersebut beterbangan, yaitu pada saat sore hari menjelang malam. Pemandangannya dijamin cantik sekali karena pada saat senja, langit jingganya yang berpadu dengan warna biru gelap semakin elok karena berhiaskan para kelelawar yang berterbaran di angkasa.
Pada malam hari, peserta menikmati waktu bebas sembari menyantap makan malam, lalu beristirahat di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Kalong.
Hari 3: Goa Batu Cermin – Komodo Gift Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Goa Batu Cermin, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Menelusuri Fosil Biota Laut di Langit-langit Goa Batu Cermin
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: ekonomi.bisnis.com
Mulanya, goa ini berada di bawah permukaaan laut, yang pada akhirnya muncul ke permukaan darat. Oleh karena itu, di sini peserta dapat menemukan banyak fosil binatang laut, khususnya fosil penyu. Selain itu, peserta akan takjub melihat dinding gua yang memantulkan cahaya bagai sebuah cermin. Pantulan cahaya tersebut dapat terjadi karena di dalam dinding Goa Batu Cermin terkandung banyak garam.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Komodo Gift Shop
(Pukul 13.30-15.00 WITA)
Sumber Foto: indonesiatraveler.id
Sebelum pulang, jangan lupa menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di sekitar kawasan destinasi wisata Goa Batu Cermin, ada toko oleh-oleh yang menjual segala pernak-pernik khas NTT, bernama Galery Komodo Gift Shop. Produk- produk yang dijual sebagian besar merupakan hasil karya dari penduduk lokal. Produk- produk tersebut diantaranya berupa kain tenun khas NTT, sepatu dari tenun, perhiasan mutiara khas Nusa Tenggara, dekorasi pajangan dari kulit mutiara, kaos, topi, serta gantungan kunci dengan motif-motif khas NTT. Selain membeli berbagai macam produk aksesoris dan fashion, peserta juga dapat berbelanja berbagai makanan dan cemilan khas NTT di kedai restonya.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang kembali ke kediaman masing-masing dengan memori yang sungguh berkesan di hati.
Paket Wisata Labuan Bajo 4 Hari 3 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Lalu, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Kapal akan berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.00 WITA, dan menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam ke Goa Rangko.
Hari 1: Goa Rangko – Gili Lawa
1.Berenang di Kolam Renang Bawah Tanah, Goa Rangko
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: liburankemanaya.com
Goa Rangko bukan hanya sekedar gua. Ada harta karun tersembunyi di dalamnya. Saat memasuki goa, peserta akan dibuat terpukau dengan kecantikan kolam air asinnya yang berasal dari laut. Berenang di kolamnya bagaikan berenang di kolam pribadi, sebab lokasinya jauh dari keramaian. Sambil berendam di dalam kolam, peserta dapat menikmati stalagtit dan stalakmit Goa Rangko nan eksotis. Waktu terbaik untuk mendatangi Goa Rangko yaitu dari pukul 12.00 sampai dengan pukul 14.00. Karena pada saat itu, sinar matahari akan masuk ke celah-celah goa, sehingga kejernihan air kolamnya yang sangat biru tampak jelas.
Sebelum memasuki goa di siang hari, peserta dapat bersantai-santai dan istirahat sejenak di pesisir pantai Pulau Gusung. Lalu menyeberangi jembatan kayu panjang yang dibangun oleh penduduk lokal, untuk sampai ke Goa Rangko. Dari atas jembatan tersebut, peserta akan disuguhkan keelokan koral-koral di bawah air lautnya yang sangat jernih.
Setelah asyik berendam di dalam kolam Goa Rangko, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal.
2.Jelajah Bukit dan Berburu Sun Set di Gili Lawa
(Pukul 16.00-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Dari atas bukit Gili Lawa, peserta akan disuguhkan pemandangan sun set yang sungguh mempesona. Bentangan langit yang bependar jingga kemerah-merahan juga hembusan anginnya yang sepo-sepoi, akan menciptakan ketenangan yang damai dan tentram bagi pikiran dan hati. Namun, sebelum menikmati kesejukan dari atas Gili Lawa, peserta harus berjuang menempuh jalur yang berbukit-bukit. Tenang saja, perjuangan itu akan terbayarkan dengan pemandangan alamnya yang sangat luar biasa ketika sudah sampai di atas bukit.
Selesai menyaksikan keindahan sun set di Gili Lawa, kapal akan berlayar dan berlabuh di dermaga Pulau Komodo. Di Pulau Komodo tersebut, peserta akan menginap di homestay selama 2 hari ke depan. Sebelum istirahat tidur malam, peserta makan malam terlebih dahulu dengan hidangan yang sudah disajikan oleh pengelola homestay.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Pulau Seraya – Pulau Siaba – Long Beach
Usai mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan kembali berlibur dan bersenang- senang ke berbagai atraksi wisata menarik di Labuan Bajo.
1.Berjumpa dengan Satwa Purba Langka di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.30 WITA)
Sumber Foto: Tirto.ID
Taman Nasional Komodo merupakan habitat asli satwa komodo yang hampir punah di Indonesia. Rugi sekali berlibur ke Labuan Bajo kalau belum berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Sebab, di sini peserta dapat melihat komodo yang berkeliaran bebas di hutan. Tentu saja keselamatan peserta terjamin karena akan dipandu dengan pawangnya. Pawang tersebut akan menuntun peserta menjelajahi hutan untuk mempelajari dan melihat satwa komodo secara langsung dari dekat. Sambil memberikan umpan daging kepada salah satu komodonya, pawang akan menjelaskan secara rinci mengenai karakteristik dan cara hidup komodo kepada peserta. Tidak hanya mempelajari, peserta juga mendapat kesempatan langka, yaitu berfoto bersama komodo, yang merupakan hewan purba langka di Indonesia, dari jarak beberapa meter.
2.Bersantai di Pantai Pulau Seraya
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Seraya merupakan pulau resort yang indah. Pulau resort ini memiliki bungalow-bungalow yang memiliki konsep alami. Hal itu dapat dilihat dari atapnya yang berasal dari alang-alang dan dindingnya yang beranyamkan bambu. Tidak hanya menawarkan penginapan saja, pulau ini juga menawarkan ketenangan dan keteduhan bagi peserta. Deretan pohon nyiur yang melambai-lambai di pinggir pantai semakin menyejukkan hati dan pikiran yang penat. Di atas pasir putihnya yang lembut, peserta dapat bermalas-malasan sambil berjemur di bawah terik matahari, menikmati hangatnya sinar matahari saat siang hari. Momen bersantai-santai tersebut akan lebih apik lagi apabila ditemani dengan kuliner lezat yang telah dipesan di restoran. Selain bersantai-santai, peserta juga dapat berenang di lautnya. Tidak perlu takut tenggelam, karena ketinggian permukaan air lautnya hanya setinggi paha orang dewasa saat laut surut. Saat asyik berenang, peserta dapat menjumpai kerumunan ikan-ikan kecil warna- warni yang sungguh menggemaskan.
Untuk makan siang, peserta dapat memesan aneka menu makanan yang tersedia di restoran Pulau Seraya.
3.Diving/Snorkeling bersama Penyu di Pulau Siaba
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumbe Foto: komodoresort.com
Pulau Siaba adalah diving site yang terdapat di utara Pulau Komodo. Diving site ini sangat istimewa karena menawarkan pengalaman menyelam dengan sensasi yang amat menyenangkan. Ketika menyelam, peserta akan disuguhkan hamparan terumbu karang dengan bermacam-macam warna. Hamparan terumbu karang itulah yang menjadi habitat untuk sekuumpulan penyu. Oleh karena itu, Pulau Siaba mendapat julukan City of Turtle. Tidak heran kalau di sini, penyu-penyu amat mudah ditemui di antara koral-koral. Selain penyu, pulau ini juga menjadi habitat fauna laut lainnya, seperti sotong, jaran laut, ikan duyung, hiu koboi, ikan mandarin, dan masih banyak lagi biota laut lainnya yang menarik untuk diamati.
4.Menikmati Kecantikan Hamparan Pasir Pink Kala Senja di Long Beach
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: nizrnizar.com
Sore hari enaknya berjalan-jalan menyusuri tepi pantai. Apalagi kalau pantainya bertaburkan pasir-pasir yang berwarna pink. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink. Kecantikan hamparan pasir pink di pantai ini semakin kentara saat sore hari. Cocok sekali untuk mengambil beberapa foto dengan latar belakang yang sungguh memikat hati kala senja. Selain berfoto ria, peserta juga dapat bersenang-senang di sekitar pantai dengan berenang dan bermain air dengan keluarga dan sahabat.
Malamnya, kapal akan berlayar lagi ke Pulau Komodo untuk mengantar peserta kembali ke homestay masing-masing. Untuk makan malam, peserta dapat bersantap di homestay, lalu beristirahat agar tubuh terasa segar saat melanjutkan perjalanan keesokan hari.
Hari 3: Pulau Kelor – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kanawa
Setelah mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan check out, lalu berangkat menikmati berbagai atraksi wisata bahari yang spektakuler di Labuan Bajo.
1.Trekking Menjelajahi Pulau Kelor
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.detik.com
Pulau Kelor menjadi salah satu tempat trekking yang menarik untuk dijelajahi. Peserta akan diajak melatih kebugaran tubuhnya melalui kegiatan trekking ke bukit, yang terletak di tengah pulau. Walaupun bukitnya terlihat kecil dan pendek, jalurnya memiliki banyak rintangan yang menantang bagi para penggemar trekking. Namun, setelah sampai di puncak bukitnya, rasa lelah akan lenyap sekejap ketika memandang langit biru, lautan luas, dan jejeran pulau yang sungguh memanjakan mata. Lanskap alam yang memikat hati itulah yang juga membuat Pulau Kelor menjadi tempat yang syahdu untuk berburu fotografi sekaligus menenangkan pikiran.
2.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: wanderintwo.com
Snorkeling di Taka Makassar akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi peserta. Lautnya yang sejernih kristal membuat pemandangan bawah lautnya sangat terlihat jelas ketika melakukan snorkeling di sini. Hamparan terumbu karang yang dikelilingi dengan ikan-ikan kecil yang sedang berenang, akan membuat semua orang sadar betapa kayanya laut Indonesia. Selain itu, peserta dapat menyusuri Taka Makassar dengan telanjang kaki, agar merasakan lembutnya pasir putih yang menyelimuti pulau kecil ini nan timbul di tengah-tengah lautan.
Sesudah puas snorkeling menikmati kekayaan bahari bawah laut di Taka Makassar, peserta akan bersantap siang di atas kapal dengan masakan yang telah dibuat oleh kru kapal.
3.Snorkeling/Diving Bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumber Foto: travel.tribunnews.com
Manta Point menjadi salah satu spot diving/snorkeling yang seru di Labuan Bajo. Sebab, saat menyelam di spot ini peserta akan ditemani dengan ikan pari khas Indonesia Timur, yaitu pari manta. Jika beruntung, peserta dapat menyaksikan secara langsung pari manta yang sedang menyantap koloni ubur-ubur. Oleh karena itu, perlu sekali membawa kamera underwater untuk mengabadikan momen langka ketika meyelam bersama pari manta, yang sedang berenang bebas di lautan biru.
4.Bersantai dan Menikmati Pemandangan Bintang Malam Hari di Pulau Kanawa
(Pukul 17.00-00.00 WITA)
Sumber Foto: gotripina.com
Kondisi Pulau Kanawa masih terlihat sangat alami. Sebab, air laut yang mengelilingi pulau ini sangat bening, sebening kaca. Dari atas dermaganya saja, peserta sudah disambut dengan ikan-ikan kecil yang berenang dan hamparan terumbu karangnya di dalam lautnya. Oleh karena itu, Pulau Kanawa menjadi tempat yang seru untuk berenang, snorkeling, dan diving.
Tidak hanya keindahan lautnya saja, pemandangan langit malam harinya juga tidak kalah mempesona. Sebab, saat setelah lewat jam 11 malam, seisi pulau hanya akan diterangi dengan hamparan cahaya bintang yang makin membuat suasana semakin romantis. Maka dari itu, peserta wajib mencoba menghabiskan malam di pulau ini, dengan menginap di bungalow atau menyewa tenda yang telah disediakan oleh pengelola wisata.
Untuk malam ketiga, peserta akan bermalam di atas kapal. Peserta dapat menikmati waktu bebas sambil makan malam di atas kapal, kemudian istirahat tidur malam di tempat tidur yang tersedia di dalam kapal. Kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Kanawa sampai keesokan paginya.
Hari 4: Desa Adat Liang Ndara – Exotic Komodo Souvenir Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo. Dan, tiba di Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.30 WITA, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Desa Adat Liang Ndara, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Jelajah Budaya Lokal dan Menonton Pertunjukan Tradisional di Desa Adat Liang Ndara
(Pukul 10.00-12.00 WITA)
Sumber Foto: phinemo.com
Ingin merasakan nuansa kebudayaan lokal nan otentik? Kalau begitu, Desa Adat Liang Ndara menjadi atraksi wisata budaya yang wajib dimasukkan dalam daftar saat berlibur ke Labuan Bajo. Kearifan lokal warganya saja sudah terasa saat sudah sampai di depan pintu masuk. Setibanya di pa’ang atau pintu masuk menuju desa adat, peserta akan langsung disambut oleh ketua adat. Penyambutan itu juga dibarengi dengan pemberian selendang etnik khas daerah Manggarai kepada tiap peserta, sebagai bentuk ucapan selamat datang. Di samping itu, peserta juga akan diberikan sopi atau tuak lokal dari pohon enau dan pinang sirih. Sambutan yang ramah itu merupakan upaya menjaga tradisi masyarakat adat Manggarai Barat.
Sesudah sesi penyambutan oleh ketua adat, peserta akan diajak menonton berbagai penampilan seni yang telah dipersiapkan warga desanya. Salah satu tari tradisional yang populer adalah pertunjukan Tari Caci. Tari Caci adalah sebuah tarian ritual yang dimainkan oleh para pria dengan saling mencambuk. Ada filosofi yang terkandung dalam tarian tersebut, yaitu jika terkena cambuk jangan menyalahkan orang, tetapi harus melihat ke dalam diri sendiri apakah diri sendiri punya kesalahan terhadap orang lain.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumber Foto: tripboba.com
Sebelum pulang ke rumah, ada baiknya membawa oleh-oleh khas Labuan Bajo untuk membahagiakan diri sendiri, maupun juga berbagi kebahagiaan bersama keluarga dan teman-teman. Tidak perlu kesulitan mencari oleh-oleh khas Labuan Bajo karena konsep Exotic Komodo Souvenir Shop menawarkan sensasi berbelanja oleh-oleh hanya di satu tempat saja. Di Exotic Komodo Souvenir Shop, ada banyak aneka oleh-oleh khas Labuan Bajo yang dapat dibeli, berupa kain tenun Songke aneka motif, kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, serta gantungan kunci, kaos, tas, dan sandal dengan motif lokal khas NTT. Selain aksesoris dan produk fashion, peserta juga dapat berbelanja Kopi Manggarai dan cemilan-cemilan enak khas NTT. Selain itu, keuntungan berbelanja di sini ialah letaknya yang sangat strategis karena berdekatan dengan Bandara Labuan Bajo.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang dengan jiwa dan raga yang segar dan siap kembali berproduktivitas.
#opentriplabuanbajo2022 #opentriplabuanbajo2022darijakarta #opentriplabuanbajodarisurabaya #opentriplabuanbajodesember2021 #opentriponedaylabuanbajo #opentriplabuanbajodanwaerebo #opentripmurahlabuanbajo #opentripkelabuanbajo #hargaopentriplabuanbajo #opentriplabuanbajo1hari
Open Trip Labuan Bajo Murah, Open Trip Labuan Bajo Dari Jakarta, Open Trip Labuan Bajo, Biaya Open Trip Labuan Bajo, Open Trip Labuan Bajo 2022
Paket Wisata Sailing Tour Labuan Bajo 2 Hari 1 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 1 malam.
Hari 1: Taka Makassar – Manta Point – Long Beach – Pulau Padar
1.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: islander.io
Daya tarik Taka Makassar adalah bentuk pulaunya yang unik menyerupai bulan sabit. Bentuk pulaunya juga seakan-akan timbul dari permukaan lautan. Uniknya lagi, keberadaan pulau ini hanya akan terlihat apabila air laut mengalami pasang surut. Walaupun pulaunya sangat kecil dan terbatas, keelokannya semakin bertambah dengan adanya pasir putih yang menyelimutinya. Selain itu, peserta dapat menyelami air lautnya yang jernih melalui kegiatan snorkeling. Di balik lautnya yang jernih itulah tersimpan surga terumbu karang bagi kehidupan hewan-hewan laut kecil.
2.Diving dan Berinteraksi dengan Ikan Pari di Manta Point
(Pukul 10.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: Liputan6.com
Di sini, peserta dapat menyaksikan secara langsung kerumunan manta ray (ikan pari khas Indonesia Timur) berenang bebas di lautan biru. Tidak hanya melihat, tetapi peserta juga dapat membelai dan memberi makan manta ray apabila memiliki keberanian untuk berinteraksi langsung. Manta ray juga tak jarang dikerubungi ubur-ubur, karena ubur-ubur adalah makanan utamanya. Jika beruntung, peserta dapat mengamati gerombolan pari manta yang sedang asyik menyantap koloni ubur-ubur.
Dengan deretan terumbu karangnya yang cantik juga biota lautnya yang beragam, spot ini menjadi spot diving menarik di Labuan Bajo. Kekayaan baharinya yang sangat menawan hati pantas sekali diabadikan dengan kamera bawah air.
Usai bersenang-senang di bawah laut, peserta akan menyantap makan siang dengan masakan yang telah dimasak oleh kru kapal.
3.Berjemur dan Berenang Santai di Long Beach
(Pukul 14.30-16.00 WITA)
Sumber Foto: ntt.indonesiasatu.id
Pantai ini sungguh unik karena pasirnya yang berwarna pink. Keunikan itu bisa terjadi karena butir-butir pasir putihnya bercampur dengan terumbu karang berwarna merah yang sudah mati. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink.
Di pantai ini, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang. Ataupun, mencoba berjemur di atas pasir dan membiarkan tubuh terpapar sinar matahari agar memperoleh warna kulit yang eksotis.
4.Trekking dan Menikmati Sunset di Pulau Padar
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Padar menjadi salah satu spot foto instagramable yang paling dicari, karena pesona keindahan alamnya yang mengagumkan. Apalagi jika sudah berada di kawasan puncaknya, para peserta akan terlena dengan buaian angin semilir yang menemani indahnya pemandangan langit berwarna jingga, laut biru yang jernih, serta hamparan bukit yang mengelilingi Pulau Padar saat sore hari. Tidak hanya itu, atmosfernya yang fenomenal dapat dimanfaatkan untuk momen bersantai-santai ataupun melakukan fotografi. Namun, sebelum mencapai puncaknya, peserta harus berjuang melalui jalur trekking yang cukup sulit. Oleh sebab itu, Pulau Padar menjadi lokasi yang sempurna bagi para penggemar trekking.
Saat malam hari, peserta akan bersantap malam, kemudian beristirahat dan tidur malam di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Padar.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Exotic Komodo Souvenir Shop
Setelah mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan kembali diajak berlayar ke Pulau Komodo.
1.Melihat Satwa Purba Dari Dekat di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.kompas.com
Taman Nasional Komodo menjadi salah satu daya tarik wisata yang populer di Labuan Bajo. Sebab, kawasan ini merupakan habitat asli satwa purba buas yang sudah langka di Indonesia. Oleh karena itu, satwa komodo sangat dilindungi di kawasan ini. Sembari menikmati hutannya yang masih asri, peserta akan didampingi oleh ranger (pawang) untuk melihat komodo dari jarak dekat. Tidak perlu khawatir, karena para ranger sudah memahami karakteristik komodo. Dengan tuntunan mereka, peserta dapat berfoto bersama komodo dari jarak beberapa meter dalam suasana yang tenang. Peserta juga dapat menyaksikan secara langsung betapa buasnya komodo saat diberi umpan daging oleh ranger. Dengan demikian, peserta akan memperoleh wawasan luas tentang habitat dan cara hidup satwa komodo, sambil merasakan sensasi bertualang nan menyenangkan dalam melakukan pencarian satwa-satwa komodo di dalam hutan.
Setelah puas berkeliling di Taman Nasional Komodo, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Bajo, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat menuju toko oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di tengah perjalanan, peserta akan singgah sebentar di restoran lokal untuk makan siang.
2.Belanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 14.00-15.30 WITA)
Sumber Foto: discoveryourindonesia.com
Seusai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan diajak ke Exotic Komodo Souvenir Shop, yang lokasinya dekat dengan Bandara Labuan Bajo. Di sini, peserta dapat berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur, seperti kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, kain tenun khas Nusa Tenggara, gantungan kunci, kaos, tas, sandal, kopi khas daerah Manggarai, serta cemilan-cemilan khas NTT. Tidak ribet mencari oleh-oleh di toko ini, sebab tiap bagian ruangan sudah ditentukan penataan jenis oleh-olehnya. Dengan begitu, peserta akan merasa nyaman dalam berbelanja berbagai macam oleh-oleh khas Labuan Bajo, hanya di satu tempat saja.
Selesai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan kembali pulang dengan sejuta kenangan berharga.
Paket Wisata Labuan Bajo 3 Hari 2 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan yang telah disepakati. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 2 malam berturut-turut.
Hari 1: Pulau Padar – Long Beach – Pulau Rinca
1.Menjelajah dan Mendaki Pulau Padar
(Pukul 08.00-11.00 WITA)
Sumber Foto: merahputih.com
Peserta akan menjelajah Pulau Padar dengan melakukan trekking yang dapat meningkatkan kekuatan fisik tubuh. Walaupun jalur trekking-nya cukup sulit, perjalanan trekking di Pulau Padar tak akan membuat peserta merasa capek. Sebab, para peserta akan langsung dimanjakan dengan pemandangan laut biru kristal yang berpadu dengan keeksotisan hamparan bukitnya yang berwarna coklat. Oleh karena itu, suasananya yang rupawan dan menentramkan hati sangat pantas diabadikan dalam berbagai macam sudut pandang foto.
2.Berenang dan Snorkeling di Long Beach
(Pukul 11.30-13.00 WITA)
Sumber Foto: sironline.id
Usai lelah trekking di Pulau Padar, peserta dapat berleha-leha di atas taburan pasir berwarna pink di Long Beach. Pantai ini mudah dijangkau karena letaknya berada di balik bukit Padar. Sambil bersantai ria, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang di sekitar pantai. Selain itu, Long Beach juga menawarkan spot snorkeling yang aman, karena permukaannya yang landai.
Sehabis bersantai-santai di Long Beach, peserta akan makan siang di atas kapal kemudian berlayar menuju Pulau Rinca. Perjalanan ke Pulau Rinca akan ditempuh selama kurang lebih 2 jam.
3.Jelajah Pulau sambil Menelusuri Jejak Komodo di Pulau Rinca
(Pukul 15.00-17.00 WITA)
Sumber Foto: airport.id
Menjadi salah satu bagian dari gugusan kepulauan komodo, Pulau Rinca juga menjadi habitat asli satwa komodo. Walaupun populasi komodonya lebih sedikit dibandingkan di Pulau Komodo, satwa-satwanya akan lebih mudah ditemui di sini. Tidak perlu takut akan diterjang komodo buas, sebab di sini peserta akan dipandu dengan para ranger (pawang) yang sudah berpengalaman mengenali karakteristik komodo. Ranger akan membawa peserta melihat lebih dekat serta mempelajari cara hidup para komodo yang berkeliaran.
Tidak hanya menelusuri jejak komodo, peserta juga dapat melakukan trekking di Pulau Rinca. Pilihan jalur trekking-nya bervariasi, mulai dari trekking pendek, medium, sampai panjang, yang dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing peserta agar mengecilkan resiko kecelakaan nantinya. Trekking akan semakin asyik karena ditemani dengan keindahan pemandangan hamparan laut biru yang berpadu dengan perbukitan nan istimewa.
Malamnya, kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Rinca agar peserta dapat beristirahat malam dengan tenang di atas kapal.
Hari 2: Gili Lawa Darat – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kalong
Usai mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan berangkat melanjutkan kembali berwisata bahari di Labuan Bajo.
1.Hiking di Gili Lawa Darat
(Pukul 07.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: Flickr/Untung Sihombing
Setiba di Gili Lawa Darat, pertama-tama peserta akan disapa dengan bentangan garis pantai yang bertaburkan pasir putih nan lembut. Lalu, peserta akan diajak hiking selama kurang lebih 1 jam agar sampai ke puncak bukitnya. Dari atas puncak bukitnya itulah akan terbentang pemandangan yang sungguh mempesona. Pemandangan perbukitan yang membelah laut sebiru berlian, merupakan harta karun berharga di Gili Lawa yang mampu menambah kedamaian jiwa. Tidak hanya itu, hembusan angin lembut yang menggoyang-goyangkan rumput-rumput di padang savana, juga akan menyejukkan tubuh yang penat sehabis hiking.
Padang savana ini memiliki nuansa yang berbeda saat musim kemarau dan musim hujan. Pada saat musin kemarau, savananya akan dihiasi dengan rumput-rumput yang berwarna coklat. Sedangkan pada musim hujan, rumput-rumputnya akan terlihat berwarna hijau di sepanjang bukit.
2.Berenang & Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: boatcharterkomodo.com
Jangan meremehkan kecilnya Taka Makassar. Sebab, di pulau pasir timbul inilah peserta dapat melihat secara nyata surga terumbu karang yang menjadi sumber kehidupan bagi ikan-ikan kecil, di bawah air lautnya yang sangat bening. Maka dari itu, Taka Makassar menjadi salah satu spot snorkeling favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo. Selain snorkeling, peserta dapat menyusuri juga bersantai sejenak di atas pasir putihnya yang begitu lembut, bagai menghabiskan waktu luang di pulau milik sendiri.
Sesudah puas memandang keelokan terumbu karang, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal, yang sudah disajikan oleh kru kapal. Usai dari Taka Makassar, kapal lanjut berlayar ke Manta Point untuk berjumpa dengan ikan pari khas Indonesia Timur.
3.Diving/Snorkeling bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumbe Foto: Onenews.id
Kerumunan pari manta (ikan pari khas Indonesia Timur) yang berenang bebas di lautan biru dapat dengan mudah ditemui saat melakukan diving di Manta Point. Jika beruntung, peserta dapat mengamati koloni ubur-ubur yang mengerubungi ikan pari manta. Selain itu, membelai juga memberi makan pari manta juga patut dicoba agar memperoleh pengalaman yang tak terlupakan saat berinteraksi langsung dengan ikan manta. Tidak hanya disapa oleh ikan pari manta saja, peserta juga disambut dengan biota laut lainnya yang berenang mengelilingi aneka terumbu karang yang begitu elok.
4.Menyaksikan Kelelawar Beterbangan kala Langit Senja di sekitar Pulau Kalong
(Pukul 16.00-20.00 WITA)
Sumber Foto: labuanbajotour.com
Seperti namanya, Pulau Kalong adalah pulau yang menjadi tempat bersarang bagi banyak kelelawar dengan berbagai macam ukuran. Waktu terbaik untuk menyaksikan dan mengambil foto kelelawar-kelelawar tersebut beterbangan, yaitu pada saat sore hari menjelang malam. Pemandangannya dijamin cantik sekali karena pada saat senja, langit jingganya yang berpadu dengan warna biru gelap semakin elok karena berhiaskan para kelelawar yang berterbaran di angkasa.
Pada malam hari, peserta menikmati waktu bebas sembari menyantap makan malam, lalu beristirahat di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Kalong.
Hari 3: Goa Batu Cermin – Komodo Gift Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Goa Batu Cermin, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Menelusuri Fosil Biota Laut di Langit-langit Goa Batu Cermin
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: ekonomi.bisnis.com
Mulanya, goa ini berada di bawah permukaaan laut, yang pada akhirnya muncul ke permukaan darat. Oleh karena itu, di sini peserta dapat menemukan banyak fosil binatang laut, khususnya fosil penyu. Selain itu, peserta akan takjub melihat dinding gua yang memantulkan cahaya bagai sebuah cermin. Pantulan cahaya tersebut dapat terjadi karena di dalam dinding Goa Batu Cermin terkandung banyak garam.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Komodo Gift Shop
(Pukul 13.30-15.00 WITA)
Sumber Foto: indonesiatraveler.id
Sebelum pulang, jangan lupa menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di sekitar kawasan destinasi wisata Goa Batu Cermin, ada toko oleh-oleh yang menjual segala pernak-pernik khas NTT, bernama Galery Komodo Gift Shop. Produk- produk yang dijual sebagian besar merupakan hasil karya dari penduduk lokal. Produk- produk tersebut diantaranya berupa kain tenun khas NTT, sepatu dari tenun, perhiasan mutiara khas Nusa Tenggara, dekorasi pajangan dari kulit mutiara, kaos, topi, serta gantungan kunci dengan motif-motif khas NTT. Selain membeli berbagai macam produk aksesoris dan fashion, peserta juga dapat berbelanja berbagai makanan dan cemilan khas NTT di kedai restonya.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang kembali ke kediaman masing-masing dengan memori yang sungguh berkesan di hati.
Paket Wisata Labuan Bajo 4 Hari 3 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Lalu, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Kapal akan berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.00 WITA, dan menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam ke Goa Rangko.
Hari 1: Goa Rangko – Gili Lawa
1.Berenang di Kolam Renang Bawah Tanah, Goa Rangko
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: liburankemanaya.com
Goa Rangko bukan hanya sekedar gua. Ada harta karun tersembunyi di dalamnya. Saat memasuki goa, peserta akan dibuat terpukau dengan kecantikan kolam air asinnya yang berasal dari laut. Berenang di kolamnya bagaikan berenang di kolam pribadi, sebab lokasinya jauh dari keramaian. Sambil berendam di dalam kolam, peserta dapat menikmati stalagtit dan stalakmit Goa Rangko nan eksotis. Waktu terbaik untuk mendatangi Goa Rangko yaitu dari pukul 12.00 sampai dengan pukul 14.00. Karena pada saat itu, sinar matahari akan masuk ke celah-celah goa, sehingga kejernihan air kolamnya yang sangat biru tampak jelas.
Sebelum memasuki goa di siang hari, peserta dapat bersantai-santai dan istirahat sejenak di pesisir pantai Pulau Gusung. Lalu menyeberangi jembatan kayu panjang yang dibangun oleh penduduk lokal, untuk sampai ke Goa Rangko. Dari atas jembatan tersebut, peserta akan disuguhkan keelokan koral-koral di bawah air lautnya yang sangat jernih.
Setelah asyik berendam di dalam kolam Goa Rangko, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal.
2.Jelajah Bukit dan Berburu Sun Set di Gili Lawa
(Pukul 16.00-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Dari atas bukit Gili Lawa, peserta akan disuguhkan pemandangan sun set yang sungguh mempesona. Bentangan langit yang bependar jingga kemerah-merahan juga hembusan anginnya yang sepo-sepoi, akan menciptakan ketenangan yang damai dan tentram bagi pikiran dan hati. Namun, sebelum menikmati kesejukan dari atas Gili Lawa, peserta harus berjuang menempuh jalur yang berbukit-bukit. Tenang saja, perjuangan itu akan terbayarkan dengan pemandangan alamnya yang sangat luar biasa ketika sudah sampai di atas bukit.
Selesai menyaksikan keindahan sun set di Gili Lawa, kapal akan berlayar dan berlabuh di dermaga Pulau Komodo. Di Pulau Komodo tersebut, peserta akan menginap di homestay selama 2 hari ke depan. Sebelum istirahat tidur malam, peserta makan malam terlebih dahulu dengan hidangan yang sudah disajikan oleh pengelola homestay.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Pulau Seraya – Pulau Siaba – Long Beach
Usai mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan kembali berlibur dan bersenang- senang ke berbagai atraksi wisata menarik di Labuan Bajo.
1.Berjumpa dengan Satwa Purba Langka di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.30 WITA)
Sumber Foto: Tirto.ID
Taman Nasional Komodo merupakan habitat asli satwa komodo yang hampir punah di Indonesia. Rugi sekali berlibur ke Labuan Bajo kalau belum berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Sebab, di sini peserta dapat melihat komodo yang berkeliaran bebas di hutan. Tentu saja keselamatan peserta terjamin karena akan dipandu dengan pawangnya. Pawang tersebut akan menuntun peserta menjelajahi hutan untuk mempelajari dan melihat satwa komodo secara langsung dari dekat. Sambil memberikan umpan daging kepada salah satu komodonya, pawang akan menjelaskan secara rinci mengenai karakteristik dan cara hidup komodo kepada peserta. Tidak hanya mempelajari, peserta juga mendapat kesempatan langka, yaitu berfoto bersama komodo, yang merupakan hewan purba langka di Indonesia, dari jarak beberapa meter.
2.Bersantai di Pantai Pulau Seraya
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Seraya merupakan pulau resort yang indah. Pulau resort ini memiliki bungalow-bungalow yang memiliki konsep alami. Hal itu dapat dilihat dari atapnya yang berasal dari alang-alang dan dindingnya yang beranyamkan bambu. Tidak hanya menawarkan penginapan saja, pulau ini juga menawarkan ketenangan dan keteduhan bagi peserta. Deretan pohon nyiur yang melambai-lambai di pinggir pantai semakin menyejukkan hati dan pikiran yang penat. Di atas pasir putihnya yang lembut, peserta dapat bermalas-malasan sambil berjemur di bawah terik matahari, menikmati hangatnya sinar matahari saat siang hari. Momen bersantai-santai tersebut akan lebih apik lagi apabila ditemani dengan kuliner lezat yang telah dipesan di restoran. Selain bersantai-santai, peserta juga dapat berenang di lautnya. Tidak perlu takut tenggelam, karena ketinggian permukaan air lautnya hanya setinggi paha orang dewasa saat laut surut. Saat asyik berenang, peserta dapat menjumpai kerumunan ikan-ikan kecil warna- warni yang sungguh menggemaskan.
Untuk makan siang, peserta dapat memesan aneka menu makanan yang tersedia di restoran Pulau Seraya.
3.Diving/Snorkeling bersama Penyu di Pulau Siaba
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumbe Foto: komodoresort.com
Pulau Siaba adalah diving site yang terdapat di utara Pulau Komodo. Diving site ini sangat istimewa karena menawarkan pengalaman menyelam dengan sensasi yang amat menyenangkan. Ketika menyelam, peserta akan disuguhkan hamparan terumbu karang dengan bermacam-macam warna. Hamparan terumbu karang itulah yang menjadi habitat untuk sekuumpulan penyu. Oleh karena itu, Pulau Siaba mendapat julukan City of Turtle. Tidak heran kalau di sini, penyu-penyu amat mudah ditemui di antara koral-koral. Selain penyu, pulau ini juga menjadi habitat fauna laut lainnya, seperti sotong, jaran laut, ikan duyung, hiu koboi, ikan mandarin, dan masih banyak lagi biota laut lainnya yang menarik untuk diamati.
4.Menikmati Kecantikan Hamparan Pasir Pink Kala Senja di Long Beach
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: nizrnizar.com
Sore hari enaknya berjalan-jalan menyusuri tepi pantai. Apalagi kalau pantainya bertaburkan pasir-pasir yang berwarna pink. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink. Kecantikan hamparan pasir pink di pantai ini semakin kentara saat sore hari. Cocok sekali untuk mengambil beberapa foto dengan latar belakang yang sungguh memikat hati kala senja. Selain berfoto ria, peserta juga dapat bersenang-senang di sekitar pantai dengan berenang dan bermain air dengan keluarga dan sahabat.
Malamnya, kapal akan berlayar lagi ke Pulau Komodo untuk mengantar peserta kembali ke homestay masing-masing. Untuk makan malam, peserta dapat bersantap di homestay, lalu beristirahat agar tubuh terasa segar saat melanjutkan perjalanan keesokan hari.
Hari 3: Pulau Kelor – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kanawa
Setelah mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan check out, lalu berangkat menikmati berbagai atraksi wisata bahari yang spektakuler di Labuan Bajo.
1.Trekking Menjelajahi Pulau Kelor
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.detik.com
Pulau Kelor menjadi salah satu tempat trekking yang menarik untuk dijelajahi. Peserta akan diajak melatih kebugaran tubuhnya melalui kegiatan trekking ke bukit, yang terletak di tengah pulau. Walaupun bukitnya terlihat kecil dan pendek, jalurnya memiliki banyak rintangan yang menantang bagi para penggemar trekking. Namun, setelah sampai di puncak bukitnya, rasa lelah akan lenyap sekejap ketika memandang langit biru, lautan luas, dan jejeran pulau yang sungguh memanjakan mata. Lanskap alam yang memikat hati itulah yang juga membuat Pulau Kelor menjadi tempat yang syahdu untuk berburu fotografi sekaligus menenangkan pikiran.
2.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: wanderintwo.com
Snorkeling di Taka Makassar akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi peserta. Lautnya yang sejernih kristal membuat pemandangan bawah lautnya sangat terlihat jelas ketika melakukan snorkeling di sini. Hamparan terumbu karang yang dikelilingi dengan ikan-ikan kecil yang sedang berenang, akan membuat semua orang sadar betapa kayanya laut Indonesia. Selain itu, peserta dapat menyusuri Taka Makassar dengan telanjang kaki, agar merasakan lembutnya pasir putih yang menyelimuti pulau kecil ini nan timbul di tengah-tengah lautan.
Sesudah puas snorkeling menikmati kekayaan bahari bawah laut di Taka Makassar, peserta akan bersantap siang di atas kapal dengan masakan yang telah dibuat oleh kru kapal.
3.Snorkeling/Diving Bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumber Foto: travel.tribunnews.com
Manta Point menjadi salah satu spot diving/snorkeling yang seru di Labuan Bajo. Sebab, saat menyelam di spot ini peserta akan ditemani dengan ikan pari khas Indonesia Timur, yaitu pari manta. Jika beruntung, peserta dapat menyaksikan secara langsung pari manta yang sedang menyantap koloni ubur-ubur. Oleh karena itu, perlu sekali membawa kamera underwater untuk mengabadikan momen langka ketika meyelam bersama pari manta, yang sedang berenang bebas di lautan biru.
4.Bersantai dan Menikmati Pemandangan Bintang Malam Hari di Pulau Kanawa
(Pukul 17.00-00.00 WITA)
Sumber Foto: gotripina.com
Kondisi Pulau Kanawa masih terlihat sangat alami. Sebab, air laut yang mengelilingi pulau ini sangat bening, sebening kaca. Dari atas dermaganya saja, peserta sudah disambut dengan ikan-ikan kecil yang berenang dan hamparan terumbu karangnya di dalam lautnya. Oleh karena itu, Pulau Kanawa menjadi tempat yang seru untuk berenang, snorkeling, dan diving.
Tidak hanya keindahan lautnya saja, pemandangan langit malam harinya juga tidak kalah mempesona. Sebab, saat setelah lewat jam 11 malam, seisi pulau hanya akan diterangi dengan hamparan cahaya bintang yang makin membuat suasana semakin romantis. Maka dari itu, peserta wajib mencoba menghabiskan malam di pulau ini, dengan menginap di bungalow atau menyewa tenda yang telah disediakan oleh pengelola wisata.
Untuk malam ketiga, peserta akan bermalam di atas kapal. Peserta dapat menikmati waktu bebas sambil makan malam di atas kapal, kemudian istirahat tidur malam di tempat tidur yang tersedia di dalam kapal. Kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Kanawa sampai keesokan paginya.
Hari 4: Desa Adat Liang Ndara – Exotic Komodo Souvenir Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo. Dan, tiba di Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.30 WITA, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Desa Adat Liang Ndara, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Jelajah Budaya Lokal dan Menonton Pertunjukan Tradisional di Desa Adat Liang Ndara
(Pukul 10.00-12.00 WITA)
Sumber Foto: phinemo.com
Ingin merasakan nuansa kebudayaan lokal nan otentik? Kalau begitu, Desa Adat Liang Ndara menjadi atraksi wisata budaya yang wajib dimasukkan dalam daftar saat berlibur ke Labuan Bajo. Kearifan lokal warganya saja sudah terasa saat sudah sampai di depan pintu masuk. Setibanya di pa’ang atau pintu masuk menuju desa adat, peserta akan langsung disambut oleh ketua adat. Penyambutan itu juga dibarengi dengan pemberian selendang etnik khas daerah Manggarai kepada tiap peserta, sebagai bentuk ucapan selamat datang. Di samping itu, peserta juga akan diberikan sopi atau tuak lokal dari pohon enau dan pinang sirih. Sambutan yang ramah itu merupakan upaya menjaga tradisi masyarakat adat Manggarai Barat.
Sesudah sesi penyambutan oleh ketua adat, peserta akan diajak menonton berbagai penampilan seni yang telah dipersiapkan warga desanya. Salah satu tari tradisional yang populer adalah pertunjukan Tari Caci. Tari Caci adalah sebuah tarian ritual yang dimainkan oleh para pria dengan saling mencambuk. Ada filosofi yang terkandung dalam tarian tersebut, yaitu jika terkena cambuk jangan menyalahkan orang, tetapi harus melihat ke dalam diri sendiri apakah diri sendiri punya kesalahan terhadap orang lain.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumber Foto: tripboba.com
Sebelum pulang ke rumah, ada baiknya membawa oleh-oleh khas Labuan Bajo untuk membahagiakan diri sendiri, maupun juga berbagi kebahagiaan bersama keluarga dan teman-teman. Tidak perlu kesulitan mencari oleh-oleh khas Labuan Bajo karena konsep Exotic Komodo Souvenir Shop menawarkan sensasi berbelanja oleh-oleh hanya di satu tempat saja. Di Exotic Komodo Souvenir Shop, ada banyak aneka oleh-oleh khas Labuan Bajo yang dapat dibeli, berupa kain tenun Songke aneka motif, kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, serta gantungan kunci, kaos, tas, dan sandal dengan motif lokal khas NTT. Selain aksesoris dan produk fashion, peserta juga dapat berbelanja Kopi Manggarai dan cemilan-cemilan enak khas NTT. Selain itu, keuntungan berbelanja di sini ialah letaknya yang sangat strategis karena berdekatan dengan Bandara Labuan Bajo.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang dengan jiwa dan raga yang segar dan siap kembali berproduktivitas.
Promo, 0882-3938-9598, Open Trip Ke Labuan Bajo 2022, Maluku
Open Trip Labuan Bajo 2021, Open Trip Labuan Bajo Agustus 2022, Open Trip Labuan Bajo 2023, Pen Trip Labuan Bajo November 2023, Open Trip Labuan Bajo Dari Semarang
Paket Wisata Sailing Tour Labuan Bajo 2 Hari 1 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 1 malam.
Hari 1: Taka Makassar – Manta Point – Long Beach – Pulau Padar
1.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: islander.io
Daya tarik Taka Makassar adalah bentuk pulaunya yang unik menyerupai bulan sabit. Bentuk pulaunya juga seakan-akan timbul dari permukaan lautan. Uniknya lagi, keberadaan pulau ini hanya akan terlihat apabila air laut mengalami pasang surut. Walaupun pulaunya sangat kecil dan terbatas, keelokannya semakin bertambah dengan adanya pasir putih yang menyelimutinya. Selain itu, peserta dapat menyelami air lautnya yang jernih melalui kegiatan snorkeling. Di balik lautnya yang jernih itulah tersimpan surga terumbu karang bagi kehidupan hewan-hewan laut kecil.
2.Diving dan Berinteraksi dengan Ikan Pari di Manta Point
(Pukul 10.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: Liputan6.com
Di sini, peserta dapat menyaksikan secara langsung kerumunan manta ray (ikan pari khas Indonesia Timur) berenang bebas di lautan biru. Tidak hanya melihat, tetapi peserta juga dapat membelai dan memberi makan manta ray apabila memiliki keberanian untuk berinteraksi langsung. Manta ray juga tak jarang dikerubungi ubur-ubur, karena ubur-ubur adalah makanan utamanya. Jika beruntung, peserta dapat mengamati gerombolan pari manta yang sedang asyik menyantap koloni ubur-ubur.
Dengan deretan terumbu karangnya yang cantik juga biota lautnya yang beragam, spot ini menjadi spot diving menarik di Labuan Bajo. Kekayaan baharinya yang sangat menawan hati pantas sekali diabadikan dengan kamera bawah air.
Usai bersenang-senang di bawah laut, peserta akan menyantap makan siang dengan masakan yang telah dimasak oleh kru kapal.
3.Berjemur dan Berenang Santai di Long Beach
(Pukul 14.30-16.00 WITA)
Sumber Foto: ntt.indonesiasatu.id
Pantai ini sungguh unik karena pasirnya yang berwarna pink. Keunikan itu bisa terjadi karena butir-butir pasir putihnya bercampur dengan terumbu karang berwarna merah yang sudah mati. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink.
Di pantai ini, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang. Ataupun, mencoba berjemur di atas pasir dan membiarkan tubuh terpapar sinar matahari agar memperoleh warna kulit yang eksotis.
4.Trekking dan Menikmati Sunset di Pulau Padar
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Padar menjadi salah satu spot foto instagramable yang paling dicari, karena pesona keindahan alamnya yang mengagumkan. Apalagi jika sudah berada di kawasan puncaknya, para peserta akan terlena dengan buaian angin semilir yang menemani indahnya pemandangan langit berwarna jingga, laut biru yang jernih, serta hamparan bukit yang mengelilingi Pulau Padar saat sore hari. Tidak hanya itu, atmosfernya yang fenomenal dapat dimanfaatkan untuk momen bersantai-santai ataupun melakukan fotografi. Namun, sebelum mencapai puncaknya, peserta harus berjuang melalui jalur trekking yang cukup sulit. Oleh sebab itu, Pulau Padar menjadi lokasi yang sempurna bagi para penggemar trekking.
Saat malam hari, peserta akan bersantap malam, kemudian beristirahat dan tidur malam di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Padar.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Exotic Komodo Souvenir Shop
Setelah mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan kembali diajak berlayar ke Pulau Komodo.
1.Melihat Satwa Purba Dari Dekat di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.kompas.com
Taman Nasional Komodo menjadi salah satu daya tarik wisata yang populer di Labuan Bajo. Sebab, kawasan ini merupakan habitat asli satwa purba buas yang sudah langka di Indonesia. Oleh karena itu, satwa komodo sangat dilindungi di kawasan ini. Sembari menikmati hutannya yang masih asri, peserta akan didampingi oleh ranger (pawang) untuk melihat komodo dari jarak dekat. Tidak perlu khawatir, karena para ranger sudah memahami karakteristik komodo. Dengan tuntunan mereka, peserta dapat berfoto bersama komodo dari jarak beberapa meter dalam suasana yang tenang. Peserta juga dapat menyaksikan secara langsung betapa buasnya komodo saat diberi umpan daging oleh ranger. Dengan demikian, peserta akan memperoleh wawasan luas tentang habitat dan cara hidup satwa komodo, sambil merasakan sensasi bertualang nan menyenangkan dalam melakukan pencarian satwa-satwa komodo di dalam hutan.
Setelah puas berkeliling di Taman Nasional Komodo, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Bajo, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat menuju toko oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di tengah perjalanan, peserta akan singgah sebentar di restoran lokal untuk makan siang.
2.Belanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 14.00-15.30 WITA)
Sumber Foto: discoveryourindonesia.com
Seusai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan diajak ke Exotic Komodo Souvenir Shop, yang lokasinya dekat dengan Bandara Labuan Bajo. Di sini, peserta dapat berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur, seperti kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, kain tenun khas Nusa Tenggara, gantungan kunci, kaos, tas, sandal, kopi khas daerah Manggarai, serta cemilan-cemilan khas NTT. Tidak ribet mencari oleh-oleh di toko ini, sebab tiap bagian ruangan sudah ditentukan penataan jenis oleh-olehnya. Dengan begitu, peserta akan merasa nyaman dalam berbelanja berbagai macam oleh-oleh khas Labuan Bajo, hanya di satu tempat saja.
Selesai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan kembali pulang dengan sejuta kenangan berharga.
Paket Wisata Labuan Bajo 3 Hari 2 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan yang telah disepakati. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 2 malam berturut-turut.
Hari 1: Pulau Padar – Long Beach – Pulau Rinca
1.Menjelajah dan Mendaki Pulau Padar
(Pukul 08.00-11.00 WITA)
Sumber Foto: merahputih.com
Peserta akan menjelajah Pulau Padar dengan melakukan trekking yang dapat meningkatkan kekuatan fisik tubuh. Walaupun jalur trekking-nya cukup sulit, perjalanan trekking di Pulau Padar tak akan membuat peserta merasa capek. Sebab, para peserta akan langsung dimanjakan dengan pemandangan laut biru kristal yang berpadu dengan keeksotisan hamparan bukitnya yang berwarna coklat. Oleh karena itu, suasananya yang rupawan dan menentramkan hati sangat pantas diabadikan dalam berbagai macam sudut pandang foto.
2.Berenang dan Snorkeling di Long Beach
(Pukul 11.30-13.00 WITA)
Sumber Foto: sironline.id
Usai lelah trekking di Pulau Padar, peserta dapat berleha-leha di atas taburan pasir berwarna pink di Long Beach. Pantai ini mudah dijangkau karena letaknya berada di balik bukit Padar. Sambil bersantai ria, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang di sekitar pantai. Selain itu, Long Beach juga menawarkan spot snorkeling yang aman, karena permukaannya yang landai.
Sehabis bersantai-santai di Long Beach, peserta akan makan siang di atas kapal kemudian berlayar menuju Pulau Rinca. Perjalanan ke Pulau Rinca akan ditempuh selama kurang lebih 2 jam.
3.Jelajah Pulau sambil Menelusuri Jejak Komodo di Pulau Rinca
(Pukul 15.00-17.00 WITA)
Sumber Foto: airport.id
Menjadi salah satu bagian dari gugusan kepulauan komodo, Pulau Rinca juga menjadi habitat asli satwa komodo. Walaupun populasi komodonya lebih sedikit dibandingkan di Pulau Komodo, satwa-satwanya akan lebih mudah ditemui di sini. Tidak perlu takut akan diterjang komodo buas, sebab di sini peserta akan dipandu dengan para ranger (pawang) yang sudah berpengalaman mengenali karakteristik komodo. Ranger akan membawa peserta melihat lebih dekat serta mempelajari cara hidup para komodo yang berkeliaran.
Tidak hanya menelusuri jejak komodo, peserta juga dapat melakukan trekking di Pulau Rinca. Pilihan jalur trekking-nya bervariasi, mulai dari trekking pendek, medium, sampai panjang, yang dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing peserta agar mengecilkan resiko kecelakaan nantinya. Trekking akan semakin asyik karena ditemani dengan keindahan pemandangan hamparan laut biru yang berpadu dengan perbukitan nan istimewa.
Malamnya, kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Rinca agar peserta dapat beristirahat malam dengan tenang di atas kapal.
Hari 2: Gili Lawa Darat – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kalong
Usai mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan berangkat melanjutkan kembali berwisata bahari di Labuan Bajo.
1.Hiking di Gili Lawa Darat
(Pukul 07.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: Flickr/Untung Sihombing
Setiba di Gili Lawa Darat, pertama-tama peserta akan disapa dengan bentangan garis pantai yang bertaburkan pasir putih nan lembut. Lalu, peserta akan diajak hiking selama kurang lebih 1 jam agar sampai ke puncak bukitnya. Dari atas puncak bukitnya itulah akan terbentang pemandangan yang sungguh mempesona. Pemandangan perbukitan yang membelah laut sebiru berlian, merupakan harta karun berharga di Gili Lawa yang mampu menambah kedamaian jiwa. Tidak hanya itu, hembusan angin lembut yang menggoyang-goyangkan rumput-rumput di padang savana, juga akan menyejukkan tubuh yang penat sehabis hiking.
Padang savana ini memiliki nuansa yang berbeda saat musim kemarau dan musim hujan. Pada saat musin kemarau, savananya akan dihiasi dengan rumput-rumput yang berwarna coklat. Sedangkan pada musim hujan, rumput-rumputnya akan terlihat berwarna hijau di sepanjang bukit.
2.Berenang & Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: boatcharterkomodo.com
Jangan meremehkan kecilnya Taka Makassar. Sebab, di pulau pasir timbul inilah peserta dapat melihat secara nyata surga terumbu karang yang menjadi sumber kehidupan bagi ikan-ikan kecil, di bawah air lautnya yang sangat bening. Maka dari itu, Taka Makassar menjadi salah satu spot snorkeling favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo. Selain snorkeling, peserta dapat menyusuri juga bersantai sejenak di atas pasir putihnya yang begitu lembut, bagai menghabiskan waktu luang di pulau milik sendiri.
Sesudah puas memandang keelokan terumbu karang, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal, yang sudah disajikan oleh kru kapal. Usai dari Taka Makassar, kapal lanjut berlayar ke Manta Point untuk berjumpa dengan ikan pari khas Indonesia Timur.
3.Diving/Snorkeling bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumbe Foto: Onenews.id
Kerumunan pari manta (ikan pari khas Indonesia Timur) yang berenang bebas di lautan biru dapat dengan mudah ditemui saat melakukan diving di Manta Point. Jika beruntung, peserta dapat mengamati koloni ubur-ubur yang mengerubungi ikan pari manta. Selain itu, membelai juga memberi makan pari manta juga patut dicoba agar memperoleh pengalaman yang tak terlupakan saat berinteraksi langsung dengan ikan manta. Tidak hanya disapa oleh ikan pari manta saja, peserta juga disambut dengan biota laut lainnya yang berenang mengelilingi aneka terumbu karang yang begitu elok.
4.Menyaksikan Kelelawar Beterbangan kala Langit Senja di sekitar Pulau Kalong
(Pukul 16.00-20.00 WITA)
Sumber Foto: labuanbajotour.com
Seperti namanya, Pulau Kalong adalah pulau yang menjadi tempat bersarang bagi banyak kelelawar dengan berbagai macam ukuran. Waktu terbaik untuk menyaksikan dan mengambil foto kelelawar-kelelawar tersebut beterbangan, yaitu pada saat sore hari menjelang malam. Pemandangannya dijamin cantik sekali karena pada saat senja, langit jingganya yang berpadu dengan warna biru gelap semakin elok karena berhiaskan para kelelawar yang berterbaran di angkasa.
Pada malam hari, peserta menikmati waktu bebas sembari menyantap makan malam, lalu beristirahat di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Kalong.
Hari 3: Goa Batu Cermin – Komodo Gift Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Goa Batu Cermin, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Menelusuri Fosil Biota Laut di Langit-langit Goa Batu Cermin
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: ekonomi.bisnis.com
Mulanya, goa ini berada di bawah permukaaan laut, yang pada akhirnya muncul ke permukaan darat. Oleh karena itu, di sini peserta dapat menemukan banyak fosil binatang laut, khususnya fosil penyu. Selain itu, peserta akan takjub melihat dinding gua yang memantulkan cahaya bagai sebuah cermin. Pantulan cahaya tersebut dapat terjadi karena di dalam dinding Goa Batu Cermin terkandung banyak garam.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Komodo Gift Shop
(Pukul 13.30-15.00 WITA)
Sumber Foto: indonesiatraveler.id
Sebelum pulang, jangan lupa menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di sekitar kawasan destinasi wisata Goa Batu Cermin, ada toko oleh-oleh yang menjual segala pernak-pernik khas NTT, bernama Galery Komodo Gift Shop. Produk- produk yang dijual sebagian besar merupakan hasil karya dari penduduk lokal. Produk- produk tersebut diantaranya berupa kain tenun khas NTT, sepatu dari tenun, perhiasan mutiara khas Nusa Tenggara, dekorasi pajangan dari kulit mutiara, kaos, topi, serta gantungan kunci dengan motif-motif khas NTT. Selain membeli berbagai macam produk aksesoris dan fashion, peserta juga dapat berbelanja berbagai makanan dan cemilan khas NTT di kedai restonya.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang kembali ke kediaman masing-masing dengan memori yang sungguh berkesan di hati.
Paket Wisata Labuan Bajo 4 Hari 3 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Lalu, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Kapal akan berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.00 WITA, dan menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam ke Goa Rangko.
Hari 1: Goa Rangko – Gili Lawa
1.Berenang di Kolam Renang Bawah Tanah, Goa Rangko
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: liburankemanaya.com
Goa Rangko bukan hanya sekedar gua. Ada harta karun tersembunyi di dalamnya. Saat memasuki goa, peserta akan dibuat terpukau dengan kecantikan kolam air asinnya yang berasal dari laut. Berenang di kolamnya bagaikan berenang di kolam pribadi, sebab lokasinya jauh dari keramaian. Sambil berendam di dalam kolam, peserta dapat menikmati stalagtit dan stalakmit Goa Rangko nan eksotis. Waktu terbaik untuk mendatangi Goa Rangko yaitu dari pukul 12.00 sampai dengan pukul 14.00. Karena pada saat itu, sinar matahari akan masuk ke celah-celah goa, sehingga kejernihan air kolamnya yang sangat biru tampak jelas.
Sebelum memasuki goa di siang hari, peserta dapat bersantai-santai dan istirahat sejenak di pesisir pantai Pulau Gusung. Lalu menyeberangi jembatan kayu panjang yang dibangun oleh penduduk lokal, untuk sampai ke Goa Rangko. Dari atas jembatan tersebut, peserta akan disuguhkan keelokan koral-koral di bawah air lautnya yang sangat jernih.
Setelah asyik berendam di dalam kolam Goa Rangko, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal.
2.Jelajah Bukit dan Berburu Sun Set di Gili Lawa
(Pukul 16.00-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Dari atas bukit Gili Lawa, peserta akan disuguhkan pemandangan sun set yang sungguh mempesona. Bentangan langit yang bependar jingga kemerah-merahan juga hembusan anginnya yang sepo-sepoi, akan menciptakan ketenangan yang damai dan tentram bagi pikiran dan hati. Namun, sebelum menikmati kesejukan dari atas Gili Lawa, peserta harus berjuang menempuh jalur yang berbukit-bukit. Tenang saja, perjuangan itu akan terbayarkan dengan pemandangan alamnya yang sangat luar biasa ketika sudah sampai di atas bukit.
Selesai menyaksikan keindahan sun set di Gili Lawa, kapal akan berlayar dan berlabuh di dermaga Pulau Komodo. Di Pulau Komodo tersebut, peserta akan menginap di homestay selama 2 hari ke depan. Sebelum istirahat tidur malam, peserta makan malam terlebih dahulu dengan hidangan yang sudah disajikan oleh pengelola homestay.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Pulau Seraya – Pulau Siaba – Long Beach
Usai mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan kembali berlibur dan bersenang- senang ke berbagai atraksi wisata menarik di Labuan Bajo.
1.Berjumpa dengan Satwa Purba Langka di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.30 WITA)
Sumber Foto: Tirto.ID
Taman Nasional Komodo merupakan habitat asli satwa komodo yang hampir punah di Indonesia. Rugi sekali berlibur ke Labuan Bajo kalau belum berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Sebab, di sini peserta dapat melihat komodo yang berkeliaran bebas di hutan. Tentu saja keselamatan peserta terjamin karena akan dipandu dengan pawangnya. Pawang tersebut akan menuntun peserta menjelajahi hutan untuk mempelajari dan melihat satwa komodo secara langsung dari dekat. Sambil memberikan umpan daging kepada salah satu komodonya, pawang akan menjelaskan secara rinci mengenai karakteristik dan cara hidup komodo kepada peserta. Tidak hanya mempelajari, peserta juga mendapat kesempatan langka, yaitu berfoto bersama komodo, yang merupakan hewan purba langka di Indonesia, dari jarak beberapa meter.
2.Bersantai di Pantai Pulau Seraya
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Seraya merupakan pulau resort yang indah. Pulau resort ini memiliki bungalow-bungalow yang memiliki konsep alami. Hal itu dapat dilihat dari atapnya yang berasal dari alang-alang dan dindingnya yang beranyamkan bambu. Tidak hanya menawarkan penginapan saja, pulau ini juga menawarkan ketenangan dan keteduhan bagi peserta. Deretan pohon nyiur yang melambai-lambai di pinggir pantai semakin menyejukkan hati dan pikiran yang penat. Di atas pasir putihnya yang lembut, peserta dapat bermalas-malasan sambil berjemur di bawah terik matahari, menikmati hangatnya sinar matahari saat siang hari. Momen bersantai-santai tersebut akan lebih apik lagi apabila ditemani dengan kuliner lezat yang telah dipesan di restoran. Selain bersantai-santai, peserta juga dapat berenang di lautnya. Tidak perlu takut tenggelam, karena ketinggian permukaan air lautnya hanya setinggi paha orang dewasa saat laut surut. Saat asyik berenang, peserta dapat menjumpai kerumunan ikan-ikan kecil warna- warni yang sungguh menggemaskan.
Untuk makan siang, peserta dapat memesan aneka menu makanan yang tersedia di restoran Pulau Seraya.
3.Diving/Snorkeling bersama Penyu di Pulau Siaba
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumbe Foto: komodoresort.com
Pulau Siaba adalah diving site yang terdapat di utara Pulau Komodo. Diving site ini sangat istimewa karena menawarkan pengalaman menyelam dengan sensasi yang amat menyenangkan. Ketika menyelam, peserta akan disuguhkan hamparan terumbu karang dengan bermacam-macam warna. Hamparan terumbu karang itulah yang menjadi habitat untuk sekuumpulan penyu. Oleh karena itu, Pulau Siaba mendapat julukan City of Turtle. Tidak heran kalau di sini, penyu-penyu amat mudah ditemui di antara koral-koral. Selain penyu, pulau ini juga menjadi habitat fauna laut lainnya, seperti sotong, jaran laut, ikan duyung, hiu koboi, ikan mandarin, dan masih banyak lagi biota laut lainnya yang menarik untuk diamati.
4.Menikmati Kecantikan Hamparan Pasir Pink Kala Senja di Long Beach
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: nizrnizar.com
Sore hari enaknya berjalan-jalan menyusuri tepi pantai. Apalagi kalau pantainya bertaburkan pasir-pasir yang berwarna pink. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink. Kecantikan hamparan pasir pink di pantai ini semakin kentara saat sore hari. Cocok sekali untuk mengambil beberapa foto dengan latar belakang yang sungguh memikat hati kala senja. Selain berfoto ria, peserta juga dapat bersenang-senang di sekitar pantai dengan berenang dan bermain air dengan keluarga dan sahabat.
Malamnya, kapal akan berlayar lagi ke Pulau Komodo untuk mengantar peserta kembali ke homestay masing-masing. Untuk makan malam, peserta dapat bersantap di homestay, lalu beristirahat agar tubuh terasa segar saat melanjutkan perjalanan keesokan hari.
Hari 3: Pulau Kelor – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kanawa
Setelah mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan check out, lalu berangkat menikmati berbagai atraksi wisata bahari yang spektakuler di Labuan Bajo.
1.Trekking Menjelajahi Pulau Kelor
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.detik.com
Pulau Kelor menjadi salah satu tempat trekking yang menarik untuk dijelajahi. Peserta akan diajak melatih kebugaran tubuhnya melalui kegiatan trekking ke bukit, yang terletak di tengah pulau. Walaupun bukitnya terlihat kecil dan pendek, jalurnya memiliki banyak rintangan yang menantang bagi para penggemar trekking. Namun, setelah sampai di puncak bukitnya, rasa lelah akan lenyap sekejap ketika memandang langit biru, lautan luas, dan jejeran pulau yang sungguh memanjakan mata. Lanskap alam yang memikat hati itulah yang juga membuat Pulau Kelor menjadi tempat yang syahdu untuk berburu fotografi sekaligus menenangkan pikiran.
2.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: wanderintwo.com
Snorkeling di Taka Makassar akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi peserta. Lautnya yang sejernih kristal membuat pemandangan bawah lautnya sangat terlihat jelas ketika melakukan snorkeling di sini. Hamparan terumbu karang yang dikelilingi dengan ikan-ikan kecil yang sedang berenang, akan membuat semua orang sadar betapa kayanya laut Indonesia. Selain itu, peserta dapat menyusuri Taka Makassar dengan telanjang kaki, agar merasakan lembutnya pasir putih yang menyelimuti pulau kecil ini nan timbul di tengah-tengah lautan.
Sesudah puas snorkeling menikmati kekayaan bahari bawah laut di Taka Makassar, peserta akan bersantap siang di atas kapal dengan masakan yang telah dibuat oleh kru kapal.
3.Snorkeling/Diving Bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumber Foto: travel.tribunnews.com
Manta Point menjadi salah satu spot diving/snorkeling yang seru di Labuan Bajo. Sebab, saat menyelam di spot ini peserta akan ditemani dengan ikan pari khas Indonesia Timur, yaitu pari manta. Jika beruntung, peserta dapat menyaksikan secara langsung pari manta yang sedang menyantap koloni ubur-ubur. Oleh karena itu, perlu sekali membawa kamera underwater untuk mengabadikan momen langka ketika meyelam bersama pari manta, yang sedang berenang bebas di lautan biru.
4.Bersantai dan Menikmati Pemandangan Bintang Malam Hari di Pulau Kanawa
(Pukul 17.00-00.00 WITA)
Sumber Foto: gotripina.com
Kondisi Pulau Kanawa masih terlihat sangat alami. Sebab, air laut yang mengelilingi pulau ini sangat bening, sebening kaca. Dari atas dermaganya saja, peserta sudah disambut dengan ikan-ikan kecil yang berenang dan hamparan terumbu karangnya di dalam lautnya. Oleh karena itu, Pulau Kanawa menjadi tempat yang seru untuk berenang, snorkeling, dan diving.
Tidak hanya keindahan lautnya saja, pemandangan langit malam harinya juga tidak kalah mempesona. Sebab, saat setelah lewat jam 11 malam, seisi pulau hanya akan diterangi dengan hamparan cahaya bintang yang makin membuat suasana semakin romantis. Maka dari itu, peserta wajib mencoba menghabiskan malam di pulau ini, dengan menginap di bungalow atau menyewa tenda yang telah disediakan oleh pengelola wisata.
Untuk malam ketiga, peserta akan bermalam di atas kapal. Peserta dapat menikmati waktu bebas sambil makan malam di atas kapal, kemudian istirahat tidur malam di tempat tidur yang tersedia di dalam kapal. Kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Kanawa sampai keesokan paginya.
Hari 4: Desa Adat Liang Ndara – Exotic Komodo Souvenir Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo. Dan, tiba di Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.30 WITA, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Desa Adat Liang Ndara, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Jelajah Budaya Lokal dan Menonton Pertunjukan Tradisional di Desa Adat Liang Ndara
(Pukul 10.00-12.00 WITA)
Sumber Foto: phinemo.com
Ingin merasakan nuansa kebudayaan lokal nan otentik? Kalau begitu, Desa Adat Liang Ndara menjadi atraksi wisata budaya yang wajib dimasukkan dalam daftar saat berlibur ke Labuan Bajo. Kearifan lokal warganya saja sudah terasa saat sudah sampai di depan pintu masuk. Setibanya di pa’ang atau pintu masuk menuju desa adat, peserta akan langsung disambut oleh ketua adat. Penyambutan itu juga dibarengi dengan pemberian selendang etnik khas daerah Manggarai kepada tiap peserta, sebagai bentuk ucapan selamat datang. Di samping itu, peserta juga akan diberikan sopi atau tuak lokal dari pohon enau dan pinang sirih. Sambutan yang ramah itu merupakan upaya menjaga tradisi masyarakat adat Manggarai Barat.
Sesudah sesi penyambutan oleh ketua adat, peserta akan diajak menonton berbagai penampilan seni yang telah dipersiapkan warga desanya. Salah satu tari tradisional yang populer adalah pertunjukan Tari Caci. Tari Caci adalah sebuah tarian ritual yang dimainkan oleh para pria dengan saling mencambuk. Ada filosofi yang terkandung dalam tarian tersebut, yaitu jika terkena cambuk jangan menyalahkan orang, tetapi harus melihat ke dalam diri sendiri apakah diri sendiri punya kesalahan terhadap orang lain.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumber Foto: tripboba.com
Sebelum pulang ke rumah, ada baiknya membawa oleh-oleh khas Labuan Bajo untuk membahagiakan diri sendiri, maupun juga berbagi kebahagiaan bersama keluarga dan teman-teman. Tidak perlu kesulitan mencari oleh-oleh khas Labuan Bajo karena konsep Exotic Komodo Souvenir Shop menawarkan sensasi berbelanja oleh-oleh hanya di satu tempat saja. Di Exotic Komodo Souvenir Shop, ada banyak aneka oleh-oleh khas Labuan Bajo yang dapat dibeli, berupa kain tenun Songke aneka motif, kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, serta gantungan kunci, kaos, tas, dan sandal dengan motif lokal khas NTT. Selain aksesoris dan produk fashion, peserta juga dapat berbelanja Kopi Manggarai dan cemilan-cemilan enak khas NTT. Selain itu, keuntungan berbelanja di sini ialah letaknya yang sangat strategis karena berdekatan dengan Bandara Labuan Bajo.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang dengan jiwa dan raga yang segar dan siap kembali berproduktivitas.
#paketwisatalabuanbajo2hari1malam #hargapakettravellabuanbajo #pakettourlabuanbajokomodo #pakettourlabuanbajokelimutu #pakettourlabuanbajokapal #paketwisatalabuanbajopulaukomodo #pakettravelkelabuanbajo #paketliburanlabuanbajomurah #pakettourlabuanbajomurah #paketwisatalabuanbajowaerebo
Interior ruang tidur utama. pelaksanaan master bed room mr.jackson di Graha family Surabaya bertema minimalis. Interior dalam rumah sebaiknya terasa nyaman bagi penggunanya, hal ini karena sebagian besar manusia menghabiskan waktu di dalam rumah terutama di ruang tidur apabila berada di rumah. Ruang tidur sebagai tempat peristirahatan untuk mengakhiri semua rutinitas harian. Suasana ruang dalam suatu interior sedapat mungkin sebagai tempat nyaman untuk tidur agar dapat menenangkan pikiran. Keberadaannya sangat utama bagi tiap individu apalagi yang sudah berkeluarga.
Untuk mengharapkan apa yang diinginkan pemilik rumah menunjuk tim Adi Munandar sebagai arsitek dan desain interior untuk merenovasi rumah di Graha family Surabaya ini. Dalam proses desain, tiap orang memiliki karakter tersendiri untuk itu desain ruang tidur utama. Konsep ruang tidur Bapak Jackson diharapkan bersuasana cozy. Pada desain interior ini, implementasi cozy diterapkan pada organisasi aktifitas dalam ruang tidur serta pemilihan element interior dan pemilihan warna.
Unsur alami dihadirkan pada nuansa keseluruhan interior yang minimalis ini. Penggunaan unsur kayu dengan garis desain lurus yang kuat diperlembut dengan pemilihan warna coklat soft yang hangat. Penempatan lighting juga menunjang kesan hangat suatu ruang tidur utama terutama daerah back wall kasur serta plafond.
Penentuan detail mebel diharapkan mencerminkan karakter dan usia pengguna rumah tinggal di kawasan Graha family Surabaya. Jiwa muda dan energik dapat dilihat dari desain nakas yang fungsional. Warna coklat tua sangat kontras dengan back wall tempat tidur yang didominasi unsur kaya berwarna coklat muda dan bergaris desain tegas. Apabila anda ingin mendapatkan suasana ruang tidur yang diharapkan silahkan menghubungi kami, tim arsitek surabaya di 031.7043.3570. Kami akan membantu renovasi interior dan desain mebel untuk rumah tinggal anda.
Open Trip Labuan Bajo 2021, Open Trip Labuan Bajo, Trip Ke Labuan Bajo, Paket Trip Labuan Bajo, Open Trip Labuan Bajo 2022
Paket Wisata Sailing Tour Labuan Bajo 2 Hari 1 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 1 malam.
Hari 1: Taka Makassar – Manta Point – Long Beach – Pulau Padar
1.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: islander.io
Daya tarik Taka Makassar adalah bentuk pulaunya yang unik menyerupai bulan sabit. Bentuk pulaunya juga seakan-akan timbul dari permukaan lautan. Uniknya lagi, keberadaan pulau ini hanya akan terlihat apabila air laut mengalami pasang surut. Walaupun pulaunya sangat kecil dan terbatas, keelokannya semakin bertambah dengan adanya pasir putih yang menyelimutinya. Selain itu, peserta dapat menyelami air lautnya yang jernih melalui kegiatan snorkeling. Di balik lautnya yang jernih itulah tersimpan surga terumbu karang bagi kehidupan hewan-hewan laut kecil.
2.Diving dan Berinteraksi dengan Ikan Pari di Manta Point
(Pukul 10.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: Liputan6.com
Di sini, peserta dapat menyaksikan secara langsung kerumunan manta ray (ikan pari khas Indonesia Timur) berenang bebas di lautan biru. Tidak hanya melihat, tetapi peserta juga dapat membelai dan memberi makan manta ray apabila memiliki keberanian untuk berinteraksi langsung. Manta ray juga tak jarang dikerubungi ubur-ubur, karena ubur-ubur adalah makanan utamanya. Jika beruntung, peserta dapat mengamati gerombolan pari manta yang sedang asyik menyantap koloni ubur-ubur.
Dengan deretan terumbu karangnya yang cantik juga biota lautnya yang beragam, spot ini menjadi spot diving menarik di Labuan Bajo. Kekayaan baharinya yang sangat menawan hati pantas sekali diabadikan dengan kamera bawah air.
Usai bersenang-senang di bawah laut, peserta akan menyantap makan siang dengan masakan yang telah dimasak oleh kru kapal.
3.Berjemur dan Berenang Santai di Long Beach
(Pukul 14.30-16.00 WITA)
Sumber Foto: ntt.indonesiasatu.id
Pantai ini sungguh unik karena pasirnya yang berwarna pink. Keunikan itu bisa terjadi karena butir-butir pasir putihnya bercampur dengan terumbu karang berwarna merah yang sudah mati. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink.
Di pantai ini, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang. Ataupun, mencoba berjemur di atas pasir dan membiarkan tubuh terpapar sinar matahari agar memperoleh warna kulit yang eksotis.
4.Trekking dan Menikmati Sunset di Pulau Padar
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Padar menjadi salah satu spot foto instagramable yang paling dicari, karena pesona keindahan alamnya yang mengagumkan. Apalagi jika sudah berada di kawasan puncaknya, para peserta akan terlena dengan buaian angin semilir yang menemani indahnya pemandangan langit berwarna jingga, laut biru yang jernih, serta hamparan bukit yang mengelilingi Pulau Padar saat sore hari. Tidak hanya itu, atmosfernya yang fenomenal dapat dimanfaatkan untuk momen bersantai-santai ataupun melakukan fotografi. Namun, sebelum mencapai puncaknya, peserta harus berjuang melalui jalur trekking yang cukup sulit. Oleh sebab itu, Pulau Padar menjadi lokasi yang sempurna bagi para penggemar trekking.
Saat malam hari, peserta akan bersantap malam, kemudian beristirahat dan tidur malam di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Padar.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Exotic Komodo Souvenir Shop
Setelah mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan kembali diajak berlayar ke Pulau Komodo.
1.Melihat Satwa Purba Dari Dekat di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.kompas.com
Taman Nasional Komodo menjadi salah satu daya tarik wisata yang populer di Labuan Bajo. Sebab, kawasan ini merupakan habitat asli satwa purba buas yang sudah langka di Indonesia. Oleh karena itu, satwa komodo sangat dilindungi di kawasan ini. Sembari menikmati hutannya yang masih asri, peserta akan didampingi oleh ranger (pawang) untuk melihat komodo dari jarak dekat. Tidak perlu khawatir, karena para ranger sudah memahami karakteristik komodo. Dengan tuntunan mereka, peserta dapat berfoto bersama komodo dari jarak beberapa meter dalam suasana yang tenang. Peserta juga dapat menyaksikan secara langsung betapa buasnya komodo saat diberi umpan daging oleh ranger. Dengan demikian, peserta akan memperoleh wawasan luas tentang habitat dan cara hidup satwa komodo, sambil merasakan sensasi bertualang nan menyenangkan dalam melakukan pencarian satwa-satwa komodo di dalam hutan.
Setelah puas berkeliling di Taman Nasional Komodo, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Bajo, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat menuju toko oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di tengah perjalanan, peserta akan singgah sebentar di restoran lokal untuk makan siang.
2.Belanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 14.00-15.30 WITA)
Sumber Foto: discoveryourindonesia.com
Seusai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan diajak ke Exotic Komodo Souvenir Shop, yang lokasinya dekat dengan Bandara Labuan Bajo. Di sini, peserta dapat berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur, seperti kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, kain tenun khas Nusa Tenggara, gantungan kunci, kaos, tas, sandal, kopi khas daerah Manggarai, serta cemilan-cemilan khas NTT. Tidak ribet mencari oleh-oleh di toko ini, sebab tiap bagian ruangan sudah ditentukan penataan jenis oleh-olehnya. Dengan begitu, peserta akan merasa nyaman dalam berbelanja berbagai macam oleh-oleh khas Labuan Bajo, hanya di satu tempat saja.
Selesai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan kembali pulang dengan sejuta kenangan berharga.
Paket Wisata Labuan Bajo 3 Hari 2 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan yang telah disepakati. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 2 malam berturut-turut.
Hari 1: Pulau Padar – Long Beach – Pulau Rinca
1.Menjelajah dan Mendaki Pulau Padar
(Pukul 08.00-11.00 WITA)
Sumber Foto: merahputih.com
Peserta akan menjelajah Pulau Padar dengan melakukan trekking yang dapat meningkatkan kekuatan fisik tubuh. Walaupun jalur trekking-nya cukup sulit, perjalanan trekking di Pulau Padar tak akan membuat peserta merasa capek. Sebab, para peserta akan langsung dimanjakan dengan pemandangan laut biru kristal yang berpadu dengan keeksotisan hamparan bukitnya yang berwarna coklat. Oleh karena itu, suasananya yang rupawan dan menentramkan hati sangat pantas diabadikan dalam berbagai macam sudut pandang foto.
2.Berenang dan Snorkeling di Long Beach
(Pukul 11.30-13.00 WITA)
Sumber Foto: sironline.id
Usai lelah trekking di Pulau Padar, peserta dapat berleha-leha di atas taburan pasir berwarna pink di Long Beach. Pantai ini mudah dijangkau karena letaknya berada di balik bukit Padar. Sambil bersantai ria, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang di sekitar pantai. Selain itu, Long Beach juga menawarkan spot snorkeling yang aman, karena permukaannya yang landai.
Sehabis bersantai-santai di Long Beach, peserta akan makan siang di atas kapal kemudian berlayar menuju Pulau Rinca. Perjalanan ke Pulau Rinca akan ditempuh selama kurang lebih 2 jam.
3.Jelajah Pulau sambil Menelusuri Jejak Komodo di Pulau Rinca
(Pukul 15.00-17.00 WITA)
Sumber Foto: airport.id
Menjadi salah satu bagian dari gugusan kepulauan komodo, Pulau Rinca juga menjadi habitat asli satwa komodo. Walaupun populasi komodonya lebih sedikit dibandingkan di Pulau Komodo, satwa-satwanya akan lebih mudah ditemui di sini. Tidak perlu takut akan diterjang komodo buas, sebab di sini peserta akan dipandu dengan para ranger (pawang) yang sudah berpengalaman mengenali karakteristik komodo. Ranger akan membawa peserta melihat lebih dekat serta mempelajari cara hidup para komodo yang berkeliaran.
Tidak hanya menelusuri jejak komodo, peserta juga dapat melakukan trekking di Pulau Rinca. Pilihan jalur trekking-nya bervariasi, mulai dari trekking pendek, medium, sampai panjang, yang dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing peserta agar mengecilkan resiko kecelakaan nantinya. Trekking akan semakin asyik karena ditemani dengan keindahan pemandangan hamparan laut biru yang berpadu dengan perbukitan nan istimewa.
Malamnya, kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Rinca agar peserta dapat beristirahat malam dengan tenang di atas kapal.
Hari 2: Gili Lawa Darat – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kalong
Usai mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan berangkat melanjutkan kembali berwisata bahari di Labuan Bajo.
1.Hiking di Gili Lawa Darat
(Pukul 07.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: Flickr/Untung Sihombing
Setiba di Gili Lawa Darat, pertama-tama peserta akan disapa dengan bentangan garis pantai yang bertaburkan pasir putih nan lembut. Lalu, peserta akan diajak hiking selama kurang lebih 1 jam agar sampai ke puncak bukitnya. Dari atas puncak bukitnya itulah akan terbentang pemandangan yang sungguh mempesona. Pemandangan perbukitan yang membelah laut sebiru berlian, merupakan harta karun berharga di Gili Lawa yang mampu menambah kedamaian jiwa. Tidak hanya itu, hembusan angin lembut yang menggoyang-goyangkan rumput-rumput di padang savana, juga akan menyejukkan tubuh yang penat sehabis hiking.
Padang savana ini memiliki nuansa yang berbeda saat musim kemarau dan musim hujan. Pada saat musin kemarau, savananya akan dihiasi dengan rumput-rumput yang berwarna coklat. Sedangkan pada musim hujan, rumput-rumputnya akan terlihat berwarna hijau di sepanjang bukit.
2.Berenang & Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: boatcharterkomodo.com
Jangan meremehkan kecilnya Taka Makassar. Sebab, di pulau pasir timbul inilah peserta dapat melihat secara nyata surga terumbu karang yang menjadi sumber kehidupan bagi ikan-ikan kecil, di bawah air lautnya yang sangat bening. Maka dari itu, Taka Makassar menjadi salah satu spot snorkeling favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo. Selain snorkeling, peserta dapat menyusuri juga bersantai sejenak di atas pasir putihnya yang begitu lembut, bagai menghabiskan waktu luang di pulau milik sendiri.
Sesudah puas memandang keelokan terumbu karang, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal, yang sudah disajikan oleh kru kapal. Usai dari Taka Makassar, kapal lanjut berlayar ke Manta Point untuk berjumpa dengan ikan pari khas Indonesia Timur.
3.Diving/Snorkeling bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumbe Foto: Onenews.id
Kerumunan pari manta (ikan pari khas Indonesia Timur) yang berenang bebas di lautan biru dapat dengan mudah ditemui saat melakukan diving di Manta Point. Jika beruntung, peserta dapat mengamati koloni ubur-ubur yang mengerubungi ikan pari manta. Selain itu, membelai juga memberi makan pari manta juga patut dicoba agar memperoleh pengalaman yang tak terlupakan saat berinteraksi langsung dengan ikan manta. Tidak hanya disapa oleh ikan pari manta saja, peserta juga disambut dengan biota laut lainnya yang berenang mengelilingi aneka terumbu karang yang begitu elok.
4.Menyaksikan Kelelawar Beterbangan kala Langit Senja di sekitar Pulau Kalong
(Pukul 16.00-20.00 WITA)
Sumber Foto: labuanbajotour.com
Seperti namanya, Pulau Kalong adalah pulau yang menjadi tempat bersarang bagi banyak kelelawar dengan berbagai macam ukuran. Waktu terbaik untuk menyaksikan dan mengambil foto kelelawar-kelelawar tersebut beterbangan, yaitu pada saat sore hari menjelang malam. Pemandangannya dijamin cantik sekali karena pada saat senja, langit jingganya yang berpadu dengan warna biru gelap semakin elok karena berhiaskan para kelelawar yang berterbaran di angkasa.
Pada malam hari, peserta menikmati waktu bebas sembari menyantap makan malam, lalu beristirahat di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Kalong.
Hari 3: Goa Batu Cermin – Komodo Gift Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Goa Batu Cermin, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Menelusuri Fosil Biota Laut di Langit-langit Goa Batu Cermin
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: ekonomi.bisnis.com
Mulanya, goa ini berada di bawah permukaaan laut, yang pada akhirnya muncul ke permukaan darat. Oleh karena itu, di sini peserta dapat menemukan banyak fosil binatang laut, khususnya fosil penyu. Selain itu, peserta akan takjub melihat dinding gua yang memantulkan cahaya bagai sebuah cermin. Pantulan cahaya tersebut dapat terjadi karena di dalam dinding Goa Batu Cermin terkandung banyak garam.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Komodo Gift Shop
(Pukul 13.30-15.00 WITA)
Sumber Foto: indonesiatraveler.id
Sebelum pulang, jangan lupa menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di sekitar kawasan destinasi wisata Goa Batu Cermin, ada toko oleh-oleh yang menjual segala pernak-pernik khas NTT, bernama Galery Komodo Gift Shop. Produk- produk yang dijual sebagian besar merupakan hasil karya dari penduduk lokal. Produk- produk tersebut diantaranya berupa kain tenun khas NTT, sepatu dari tenun, perhiasan mutiara khas Nusa Tenggara, dekorasi pajangan dari kulit mutiara, kaos, topi, serta gantungan kunci dengan motif-motif khas NTT. Selain membeli berbagai macam produk aksesoris dan fashion, peserta juga dapat berbelanja berbagai makanan dan cemilan khas NTT di kedai restonya.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang kembali ke kediaman masing-masing dengan memori yang sungguh berkesan di hati.
Paket Wisata Labuan Bajo 4 Hari 3 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Lalu, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Kapal akan berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.00 WITA, dan menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam ke Goa Rangko.
Hari 1: Goa Rangko – Gili Lawa
1.Berenang di Kolam Renang Bawah Tanah, Goa Rangko
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: liburankemanaya.com
Goa Rangko bukan hanya sekedar gua. Ada harta karun tersembunyi di dalamnya. Saat memasuki goa, peserta akan dibuat terpukau dengan kecantikan kolam air asinnya yang berasal dari laut. Berenang di kolamnya bagaikan berenang di kolam pribadi, sebab lokasinya jauh dari keramaian. Sambil berendam di dalam kolam, peserta dapat menikmati stalagtit dan stalakmit Goa Rangko nan eksotis. Waktu terbaik untuk mendatangi Goa Rangko yaitu dari pukul 12.00 sampai dengan pukul 14.00. Karena pada saat itu, sinar matahari akan masuk ke celah-celah goa, sehingga kejernihan air kolamnya yang sangat biru tampak jelas.
Sebelum memasuki goa di siang hari, peserta dapat bersantai-santai dan istirahat sejenak di pesisir pantai Pulau Gusung. Lalu menyeberangi jembatan kayu panjang yang dibangun oleh penduduk lokal, untuk sampai ke Goa Rangko. Dari atas jembatan tersebut, peserta akan disuguhkan keelokan koral-koral di bawah air lautnya yang sangat jernih.
Setelah asyik berendam di dalam kolam Goa Rangko, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal.
2.Jelajah Bukit dan Berburu Sun Set di Gili Lawa
(Pukul 16.00-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Dari atas bukit Gili Lawa, peserta akan disuguhkan pemandangan sun set yang sungguh mempesona. Bentangan langit yang bependar jingga kemerah-merahan juga hembusan anginnya yang sepo-sepoi, akan menciptakan ketenangan yang damai dan tentram bagi pikiran dan hati. Namun, sebelum menikmati kesejukan dari atas Gili Lawa, peserta harus berjuang menempuh jalur yang berbukit-bukit. Tenang saja, perjuangan itu akan terbayarkan dengan pemandangan alamnya yang sangat luar biasa ketika sudah sampai di atas bukit.
Selesai menyaksikan keindahan sun set di Gili Lawa, kapal akan berlayar dan berlabuh di dermaga Pulau Komodo. Di Pulau Komodo tersebut, peserta akan menginap di homestay selama 2 hari ke depan. Sebelum istirahat tidur malam, peserta makan malam terlebih dahulu dengan hidangan yang sudah disajikan oleh pengelola homestay.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Pulau Seraya – Pulau Siaba – Long Beach
Usai mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan kembali berlibur dan bersenang- senang ke berbagai atraksi wisata menarik di Labuan Bajo.
1.Berjumpa dengan Satwa Purba Langka di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.30 WITA)
Sumber Foto: Tirto.ID
Taman Nasional Komodo merupakan habitat asli satwa komodo yang hampir punah di Indonesia. Rugi sekali berlibur ke Labuan Bajo kalau belum berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Sebab, di sini peserta dapat melihat komodo yang berkeliaran bebas di hutan. Tentu saja keselamatan peserta terjamin karena akan dipandu dengan pawangnya. Pawang tersebut akan menuntun peserta menjelajahi hutan untuk mempelajari dan melihat satwa komodo secara langsung dari dekat. Sambil memberikan umpan daging kepada salah satu komodonya, pawang akan menjelaskan secara rinci mengenai karakteristik dan cara hidup komodo kepada peserta. Tidak hanya mempelajari, peserta juga mendapat kesempatan langka, yaitu berfoto bersama komodo, yang merupakan hewan purba langka di Indonesia, dari jarak beberapa meter.
2.Bersantai di Pantai Pulau Seraya
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Seraya merupakan pulau resort yang indah. Pulau resort ini memiliki bungalow-bungalow yang memiliki konsep alami. Hal itu dapat dilihat dari atapnya yang berasal dari alang-alang dan dindingnya yang beranyamkan bambu. Tidak hanya menawarkan penginapan saja, pulau ini juga menawarkan ketenangan dan keteduhan bagi peserta. Deretan pohon nyiur yang melambai-lambai di pinggir pantai semakin menyejukkan hati dan pikiran yang penat. Di atas pasir putihnya yang lembut, peserta dapat bermalas-malasan sambil berjemur di bawah terik matahari, menikmati hangatnya sinar matahari saat siang hari. Momen bersantai-santai tersebut akan lebih apik lagi apabila ditemani dengan kuliner lezat yang telah dipesan di restoran. Selain bersantai-santai, peserta juga dapat berenang di lautnya. Tidak perlu takut tenggelam, karena ketinggian permukaan air lautnya hanya setinggi paha orang dewasa saat laut surut. Saat asyik berenang, peserta dapat menjumpai kerumunan ikan-ikan kecil warna- warni yang sungguh menggemaskan.
Untuk makan siang, peserta dapat memesan aneka menu makanan yang tersedia di restoran Pulau Seraya.
3.Diving/Snorkeling bersama Penyu di Pulau Siaba
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumbe Foto: komodoresort.com
Pulau Siaba adalah diving site yang terdapat di utara Pulau Komodo. Diving site ini sangat istimewa karena menawarkan pengalaman menyelam dengan sensasi yang amat menyenangkan. Ketika menyelam, peserta akan disuguhkan hamparan terumbu karang dengan bermacam-macam warna. Hamparan terumbu karang itulah yang menjadi habitat untuk sekuumpulan penyu. Oleh karena itu, Pulau Siaba mendapat julukan City of Turtle. Tidak heran kalau di sini, penyu-penyu amat mudah ditemui di antara koral-koral. Selain penyu, pulau ini juga menjadi habitat fauna laut lainnya, seperti sotong, jaran laut, ikan duyung, hiu koboi, ikan mandarin, dan masih banyak lagi biota laut lainnya yang menarik untuk diamati.
4.Menikmati Kecantikan Hamparan Pasir Pink Kala Senja di Long Beach
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: nizrnizar.com
Sore hari enaknya berjalan-jalan menyusuri tepi pantai. Apalagi kalau pantainya bertaburkan pasir-pasir yang berwarna pink. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink. Kecantikan hamparan pasir pink di pantai ini semakin kentara saat sore hari. Cocok sekali untuk mengambil beberapa foto dengan latar belakang yang sungguh memikat hati kala senja. Selain berfoto ria, peserta juga dapat bersenang-senang di sekitar pantai dengan berenang dan bermain air dengan keluarga dan sahabat.
Malamnya, kapal akan berlayar lagi ke Pulau Komodo untuk mengantar peserta kembali ke homestay masing-masing. Untuk makan malam, peserta dapat bersantap di homestay, lalu beristirahat agar tubuh terasa segar saat melanjutkan perjalanan keesokan hari.
Hari 3: Pulau Kelor – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kanawa
Setelah mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan check out, lalu berangkat menikmati berbagai atraksi wisata bahari yang spektakuler di Labuan Bajo.
1.Trekking Menjelajahi Pulau Kelor
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.detik.com
Pulau Kelor menjadi salah satu tempat trekking yang menarik untuk dijelajahi. Peserta akan diajak melatih kebugaran tubuhnya melalui kegiatan trekking ke bukit, yang terletak di tengah pulau. Walaupun bukitnya terlihat kecil dan pendek, jalurnya memiliki banyak rintangan yang menantang bagi para penggemar trekking. Namun, setelah sampai di puncak bukitnya, rasa lelah akan lenyap sekejap ketika memandang langit biru, lautan luas, dan jejeran pulau yang sungguh memanjakan mata. Lanskap alam yang memikat hati itulah yang juga membuat Pulau Kelor menjadi tempat yang syahdu untuk berburu fotografi sekaligus menenangkan pikiran.
2.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: wanderintwo.com
Snorkeling di Taka Makassar akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi peserta. Lautnya yang sejernih kristal membuat pemandangan bawah lautnya sangat terlihat jelas ketika melakukan snorkeling di sini. Hamparan terumbu karang yang dikelilingi dengan ikan-ikan kecil yang sedang berenang, akan membuat semua orang sadar betapa kayanya laut Indonesia. Selain itu, peserta dapat menyusuri Taka Makassar dengan telanjang kaki, agar merasakan lembutnya pasir putih yang menyelimuti pulau kecil ini nan timbul di tengah-tengah lautan.
Sesudah puas snorkeling menikmati kekayaan bahari bawah laut di Taka Makassar, peserta akan bersantap siang di atas kapal dengan masakan yang telah dibuat oleh kru kapal.
3.Snorkeling/Diving Bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumber Foto: travel.tribunnews.com
Manta Point menjadi salah satu spot diving/snorkeling yang seru di Labuan Bajo. Sebab, saat menyelam di spot ini peserta akan ditemani dengan ikan pari khas Indonesia Timur, yaitu pari manta. Jika beruntung, peserta dapat menyaksikan secara langsung pari manta yang sedang menyantap koloni ubur-ubur. Oleh karena itu, perlu sekali membawa kamera underwater untuk mengabadikan momen langka ketika meyelam bersama pari manta, yang sedang berenang bebas di lautan biru.
4.Bersantai dan Menikmati Pemandangan Bintang Malam Hari di Pulau Kanawa
(Pukul 17.00-00.00 WITA)
Sumber Foto: gotripina.com
Kondisi Pulau Kanawa masih terlihat sangat alami. Sebab, air laut yang mengelilingi pulau ini sangat bening, sebening kaca. Dari atas dermaganya saja, peserta sudah disambut dengan ikan-ikan kecil yang berenang dan hamparan terumbu karangnya di dalam lautnya. Oleh karena itu, Pulau Kanawa menjadi tempat yang seru untuk berenang, snorkeling, dan diving.
Tidak hanya keindahan lautnya saja, pemandangan langit malam harinya juga tidak kalah mempesona. Sebab, saat setelah lewat jam 11 malam, seisi pulau hanya akan diterangi dengan hamparan cahaya bintang yang makin membuat suasana semakin romantis. Maka dari itu, peserta wajib mencoba menghabiskan malam di pulau ini, dengan menginap di bungalow atau menyewa tenda yang telah disediakan oleh pengelola wisata.
Untuk malam ketiga, peserta akan bermalam di atas kapal. Peserta dapat menikmati waktu bebas sambil makan malam di atas kapal, kemudian istirahat tidur malam di tempat tidur yang tersedia di dalam kapal. Kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Kanawa sampai keesokan paginya.
Hari 4: Desa Adat Liang Ndara – Exotic Komodo Souvenir Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo. Dan, tiba di Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.30 WITA, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Desa Adat Liang Ndara, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Jelajah Budaya Lokal dan Menonton Pertunjukan Tradisional di Desa Adat Liang Ndara
(Pukul 10.00-12.00 WITA)
Sumber Foto: phinemo.com
Ingin merasakan nuansa kebudayaan lokal nan otentik? Kalau begitu, Desa Adat Liang Ndara menjadi atraksi wisata budaya yang wajib dimasukkan dalam daftar saat berlibur ke Labuan Bajo. Kearifan lokal warganya saja sudah terasa saat sudah sampai di depan pintu masuk. Setibanya di pa’ang atau pintu masuk menuju desa adat, peserta akan langsung disambut oleh ketua adat. Penyambutan itu juga dibarengi dengan pemberian selendang etnik khas daerah Manggarai kepada tiap peserta, sebagai bentuk ucapan selamat datang. Di samping itu, peserta juga akan diberikan sopi atau tuak lokal dari pohon enau dan pinang sirih. Sambutan yang ramah itu merupakan upaya menjaga tradisi masyarakat adat Manggarai Barat.
Sesudah sesi penyambutan oleh ketua adat, peserta akan diajak menonton berbagai penampilan seni yang telah dipersiapkan warga desanya. Salah satu tari tradisional yang populer adalah pertunjukan Tari Caci. Tari Caci adalah sebuah tarian ritual yang dimainkan oleh para pria dengan saling mencambuk. Ada filosofi yang terkandung dalam tarian tersebut, yaitu jika terkena cambuk jangan menyalahkan orang, tetapi harus melihat ke dalam diri sendiri apakah diri sendiri punya kesalahan terhadap orang lain.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumber Foto: tripboba.com
Sebelum pulang ke rumah, ada baiknya membawa oleh-oleh khas Labuan Bajo untuk membahagiakan diri sendiri, maupun juga berbagi kebahagiaan bersama keluarga dan teman-teman. Tidak perlu kesulitan mencari oleh-oleh khas Labuan Bajo karena konsep Exotic Komodo Souvenir Shop menawarkan sensasi berbelanja oleh-oleh hanya di satu tempat saja. Di Exotic Komodo Souvenir Shop, ada banyak aneka oleh-oleh khas Labuan Bajo yang dapat dibeli, berupa kain tenun Songke aneka motif, kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, serta gantungan kunci, kaos, tas, dan sandal dengan motif lokal khas NTT. Selain aksesoris dan produk fashion, peserta juga dapat berbelanja Kopi Manggarai dan cemilan-cemilan enak khas NTT. Selain itu, keuntungan berbelanja di sini ialah letaknya yang sangat strategis karena berdekatan dengan Bandara Labuan Bajo.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang dengan jiwa dan raga yang segar dan siap kembali berproduktivitas.
Terpercaya, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Ke Lombok, Lampung
Open Trip To Labuan Bajo, Open Trip Labuan Bajo Waerebo, Open Trip Labuan Bajo Weekday, Open Trip Labuan Bajo 2022, Open Trip Labuan Bajo 2022
Paket Wisata Sailing Tour Labuan Bajo 2 Hari 1 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 1 malam.
Hari 1: Taka Makassar – Manta Point – Long Beach – Pulau Padar
1.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: islander.io
Daya tarik Taka Makassar adalah bentuk pulaunya yang unik menyerupai bulan sabit. Bentuk pulaunya juga seakan-akan timbul dari permukaan lautan. Uniknya lagi, keberadaan pulau ini hanya akan terlihat apabila air laut mengalami pasang surut. Walaupun pulaunya sangat kecil dan terbatas, keelokannya semakin bertambah dengan adanya pasir putih yang menyelimutinya. Selain itu, peserta dapat menyelami air lautnya yang jernih melalui kegiatan snorkeling. Di balik lautnya yang jernih itulah tersimpan surga terumbu karang bagi kehidupan hewan-hewan laut kecil.
2.Diving dan Berinteraksi dengan Ikan Pari di Manta Point
(Pukul 10.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: Liputan6.com
Di sini, peserta dapat menyaksikan secara langsung kerumunan manta ray (ikan pari khas Indonesia Timur) berenang bebas di lautan biru. Tidak hanya melihat, tetapi peserta juga dapat membelai dan memberi makan manta ray apabila memiliki keberanian untuk berinteraksi langsung. Manta ray juga tak jarang dikerubungi ubur-ubur, karena ubur-ubur adalah makanan utamanya. Jika beruntung, peserta dapat mengamati gerombolan pari manta yang sedang asyik menyantap koloni ubur-ubur.
Dengan deretan terumbu karangnya yang cantik juga biota lautnya yang beragam, spot ini menjadi spot diving menarik di Labuan Bajo. Kekayaan baharinya yang sangat menawan hati pantas sekali diabadikan dengan kamera bawah air.
Usai bersenang-senang di bawah laut, peserta akan menyantap makan siang dengan masakan yang telah dimasak oleh kru kapal.
3.Berjemur dan Berenang Santai di Long Beach
(Pukul 14.30-16.00 WITA)
Sumber Foto: ntt.indonesiasatu.id
Pantai ini sungguh unik karena pasirnya yang berwarna pink. Keunikan itu bisa terjadi karena butir-butir pasir putihnya bercampur dengan terumbu karang berwarna merah yang sudah mati. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink.
Di pantai ini, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang. Ataupun, mencoba berjemur di atas pasir dan membiarkan tubuh terpapar sinar matahari agar memperoleh warna kulit yang eksotis.
4.Trekking dan Menikmati Sunset di Pulau Padar
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Padar menjadi salah satu spot foto instagramable yang paling dicari, karena pesona keindahan alamnya yang mengagumkan. Apalagi jika sudah berada di kawasan puncaknya, para peserta akan terlena dengan buaian angin semilir yang menemani indahnya pemandangan langit berwarna jingga, laut biru yang jernih, serta hamparan bukit yang mengelilingi Pulau Padar saat sore hari. Tidak hanya itu, atmosfernya yang fenomenal dapat dimanfaatkan untuk momen bersantai-santai ataupun melakukan fotografi. Namun, sebelum mencapai puncaknya, peserta harus berjuang melalui jalur trekking yang cukup sulit. Oleh sebab itu, Pulau Padar menjadi lokasi yang sempurna bagi para penggemar trekking.
Saat malam hari, peserta akan bersantap malam, kemudian beristirahat dan tidur malam di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Padar.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Exotic Komodo Souvenir Shop
Setelah mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan kembali diajak berlayar ke Pulau Komodo.
1.Melihat Satwa Purba Dari Dekat di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.kompas.com
Taman Nasional Komodo menjadi salah satu daya tarik wisata yang populer di Labuan Bajo. Sebab, kawasan ini merupakan habitat asli satwa purba buas yang sudah langka di Indonesia. Oleh karena itu, satwa komodo sangat dilindungi di kawasan ini. Sembari menikmati hutannya yang masih asri, peserta akan didampingi oleh ranger (pawang) untuk melihat komodo dari jarak dekat. Tidak perlu khawatir, karena para ranger sudah memahami karakteristik komodo. Dengan tuntunan mereka, peserta dapat berfoto bersama komodo dari jarak beberapa meter dalam suasana yang tenang. Peserta juga dapat menyaksikan secara langsung betapa buasnya komodo saat diberi umpan daging oleh ranger. Dengan demikian, peserta akan memperoleh wawasan luas tentang habitat dan cara hidup satwa komodo, sambil merasakan sensasi bertualang nan menyenangkan dalam melakukan pencarian satwa-satwa komodo di dalam hutan.
Setelah puas berkeliling di Taman Nasional Komodo, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Bajo, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat menuju toko oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di tengah perjalanan, peserta akan singgah sebentar di restoran lokal untuk makan siang.
2.Belanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 14.00-15.30 WITA)
Sumber Foto: discoveryourindonesia.com
Seusai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan diajak ke Exotic Komodo Souvenir Shop, yang lokasinya dekat dengan Bandara Labuan Bajo. Di sini, peserta dapat berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur, seperti kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, kain tenun khas Nusa Tenggara, gantungan kunci, kaos, tas, sandal, kopi khas daerah Manggarai, serta cemilan-cemilan khas NTT. Tidak ribet mencari oleh-oleh di toko ini, sebab tiap bagian ruangan sudah ditentukan penataan jenis oleh-olehnya. Dengan begitu, peserta akan merasa nyaman dalam berbelanja berbagai macam oleh-oleh khas Labuan Bajo, hanya di satu tempat saja.
Selesai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan kembali pulang dengan sejuta kenangan berharga.
Paket Wisata Labuan Bajo 3 Hari 2 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan yang telah disepakati. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 2 malam berturut-turut.
Hari 1: Pulau Padar – Long Beach – Pulau Rinca
1.Menjelajah dan Mendaki Pulau Padar
(Pukul 08.00-11.00 WITA)
Sumber Foto: merahputih.com
Peserta akan menjelajah Pulau Padar dengan melakukan trekking yang dapat meningkatkan kekuatan fisik tubuh. Walaupun jalur trekking-nya cukup sulit, perjalanan trekking di Pulau Padar tak akan membuat peserta merasa capek. Sebab, para peserta akan langsung dimanjakan dengan pemandangan laut biru kristal yang berpadu dengan keeksotisan hamparan bukitnya yang berwarna coklat. Oleh karena itu, suasananya yang rupawan dan menentramkan hati sangat pantas diabadikan dalam berbagai macam sudut pandang foto.
2.Berenang dan Snorkeling di Long Beach
(Pukul 11.30-13.00 WITA)
Sumber Foto: sironline.id
Usai lelah trekking di Pulau Padar, peserta dapat berleha-leha di atas taburan pasir berwarna pink di Long Beach. Pantai ini mudah dijangkau karena letaknya berada di balik bukit Padar. Sambil bersantai ria, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang di sekitar pantai. Selain itu, Long Beach juga menawarkan spot snorkeling yang aman, karena permukaannya yang landai.
Sehabis bersantai-santai di Long Beach, peserta akan makan siang di atas kapal kemudian berlayar menuju Pulau Rinca. Perjalanan ke Pulau Rinca akan ditempuh selama kurang lebih 2 jam.
3.Jelajah Pulau sambil Menelusuri Jejak Komodo di Pulau Rinca
(Pukul 15.00-17.00 WITA)
Sumber Foto: airport.id
Menjadi salah satu bagian dari gugusan kepulauan komodo, Pulau Rinca juga menjadi habitat asli satwa komodo. Walaupun populasi komodonya lebih sedikit dibandingkan di Pulau Komodo, satwa-satwanya akan lebih mudah ditemui di sini. Tidak perlu takut akan diterjang komodo buas, sebab di sini peserta akan dipandu dengan para ranger (pawang) yang sudah berpengalaman mengenali karakteristik komodo. Ranger akan membawa peserta melihat lebih dekat serta mempelajari cara hidup para komodo yang berkeliaran.
Tidak hanya menelusuri jejak komodo, peserta juga dapat melakukan trekking di Pulau Rinca. Pilihan jalur trekking-nya bervariasi, mulai dari trekking pendek, medium, sampai panjang, yang dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing peserta agar mengecilkan resiko kecelakaan nantinya. Trekking akan semakin asyik karena ditemani dengan keindahan pemandangan hamparan laut biru yang berpadu dengan perbukitan nan istimewa.
Malamnya, kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Rinca agar peserta dapat beristirahat malam dengan tenang di atas kapal.
Hari 2: Gili Lawa Darat – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kalong
Usai mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan berangkat melanjutkan kembali berwisata bahari di Labuan Bajo.
1.Hiking di Gili Lawa Darat
(Pukul 07.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: Flickr/Untung Sihombing
Setiba di Gili Lawa Darat, pertama-tama peserta akan disapa dengan bentangan garis pantai yang bertaburkan pasir putih nan lembut. Lalu, peserta akan diajak hiking selama kurang lebih 1 jam agar sampai ke puncak bukitnya. Dari atas puncak bukitnya itulah akan terbentang pemandangan yang sungguh mempesona. Pemandangan perbukitan yang membelah laut sebiru berlian, merupakan harta karun berharga di Gili Lawa yang mampu menambah kedamaian jiwa. Tidak hanya itu, hembusan angin lembut yang menggoyang-goyangkan rumput-rumput di padang savana, juga akan menyejukkan tubuh yang penat sehabis hiking.
Padang savana ini memiliki nuansa yang berbeda saat musim kemarau dan musim hujan. Pada saat musin kemarau, savananya akan dihiasi dengan rumput-rumput yang berwarna coklat. Sedangkan pada musim hujan, rumput-rumputnya akan terlihat berwarna hijau di sepanjang bukit.
2.Berenang & Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: boatcharterkomodo.com
Jangan meremehkan kecilnya Taka Makassar. Sebab, di pulau pasir timbul inilah peserta dapat melihat secara nyata surga terumbu karang yang menjadi sumber kehidupan bagi ikan-ikan kecil, di bawah air lautnya yang sangat bening. Maka dari itu, Taka Makassar menjadi salah satu spot snorkeling favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo. Selain snorkeling, peserta dapat menyusuri juga bersantai sejenak di atas pasir putihnya yang begitu lembut, bagai menghabiskan waktu luang di pulau milik sendiri.
Sesudah puas memandang keelokan terumbu karang, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal, yang sudah disajikan oleh kru kapal. Usai dari Taka Makassar, kapal lanjut berlayar ke Manta Point untuk berjumpa dengan ikan pari khas Indonesia Timur.
3.Diving/Snorkeling bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumbe Foto: Onenews.id
Kerumunan pari manta (ikan pari khas Indonesia Timur) yang berenang bebas di lautan biru dapat dengan mudah ditemui saat melakukan diving di Manta Point. Jika beruntung, peserta dapat mengamati koloni ubur-ubur yang mengerubungi ikan pari manta. Selain itu, membelai juga memberi makan pari manta juga patut dicoba agar memperoleh pengalaman yang tak terlupakan saat berinteraksi langsung dengan ikan manta. Tidak hanya disapa oleh ikan pari manta saja, peserta juga disambut dengan biota laut lainnya yang berenang mengelilingi aneka terumbu karang yang begitu elok.
4.Menyaksikan Kelelawar Beterbangan kala Langit Senja di sekitar Pulau Kalong
(Pukul 16.00-20.00 WITA)
Sumber Foto: labuanbajotour.com
Seperti namanya, Pulau Kalong adalah pulau yang menjadi tempat bersarang bagi banyak kelelawar dengan berbagai macam ukuran. Waktu terbaik untuk menyaksikan dan mengambil foto kelelawar-kelelawar tersebut beterbangan, yaitu pada saat sore hari menjelang malam. Pemandangannya dijamin cantik sekali karena pada saat senja, langit jingganya yang berpadu dengan warna biru gelap semakin elok karena berhiaskan para kelelawar yang berterbaran di angkasa.
Pada malam hari, peserta menikmati waktu bebas sembari menyantap makan malam, lalu beristirahat di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Kalong.
Hari 3: Goa Batu Cermin – Komodo Gift Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Goa Batu Cermin, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Menelusuri Fosil Biota Laut di Langit-langit Goa Batu Cermin
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: ekonomi.bisnis.com
Mulanya, goa ini berada di bawah permukaaan laut, yang pada akhirnya muncul ke permukaan darat. Oleh karena itu, di sini peserta dapat menemukan banyak fosil binatang laut, khususnya fosil penyu. Selain itu, peserta akan takjub melihat dinding gua yang memantulkan cahaya bagai sebuah cermin. Pantulan cahaya tersebut dapat terjadi karena di dalam dinding Goa Batu Cermin terkandung banyak garam.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Komodo Gift Shop
(Pukul 13.30-15.00 WITA)
Sumber Foto: indonesiatraveler.id
Sebelum pulang, jangan lupa menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di sekitar kawasan destinasi wisata Goa Batu Cermin, ada toko oleh-oleh yang menjual segala pernak-pernik khas NTT, bernama Galery Komodo Gift Shop. Produk- produk yang dijual sebagian besar merupakan hasil karya dari penduduk lokal. Produk- produk tersebut diantaranya berupa kain tenun khas NTT, sepatu dari tenun, perhiasan mutiara khas Nusa Tenggara, dekorasi pajangan dari kulit mutiara, kaos, topi, serta gantungan kunci dengan motif-motif khas NTT. Selain membeli berbagai macam produk aksesoris dan fashion, peserta juga dapat berbelanja berbagai makanan dan cemilan khas NTT di kedai restonya.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang kembali ke kediaman masing-masing dengan memori yang sungguh berkesan di hati.
Paket Wisata Labuan Bajo 4 Hari 3 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Lalu, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Kapal akan berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.00 WITA, dan menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam ke Goa Rangko.
Hari 1: Goa Rangko – Gili Lawa
1.Berenang di Kolam Renang Bawah Tanah, Goa Rangko
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: liburankemanaya.com
Goa Rangko bukan hanya sekedar gua. Ada harta karun tersembunyi di dalamnya. Saat memasuki goa, peserta akan dibuat terpukau dengan kecantikan kolam air asinnya yang berasal dari laut. Berenang di kolamnya bagaikan berenang di kolam pribadi, sebab lokasinya jauh dari keramaian. Sambil berendam di dalam kolam, peserta dapat menikmati stalagtit dan stalakmit Goa Rangko nan eksotis. Waktu terbaik untuk mendatangi Goa Rangko yaitu dari pukul 12.00 sampai dengan pukul 14.00. Karena pada saat itu, sinar matahari akan masuk ke celah-celah goa, sehingga kejernihan air kolamnya yang sangat biru tampak jelas.
Sebelum memasuki goa di siang hari, peserta dapat bersantai-santai dan istirahat sejenak di pesisir pantai Pulau Gusung. Lalu menyeberangi jembatan kayu panjang yang dibangun oleh penduduk lokal, untuk sampai ke Goa Rangko. Dari atas jembatan tersebut, peserta akan disuguhkan keelokan koral-koral di bawah air lautnya yang sangat jernih.
Setelah asyik berendam di dalam kolam Goa Rangko, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal.
2.Jelajah Bukit dan Berburu Sun Set di Gili Lawa
(Pukul 16.00-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Dari atas bukit Gili Lawa, peserta akan disuguhkan pemandangan sun set yang sungguh mempesona. Bentangan langit yang bependar jingga kemerah-merahan juga hembusan anginnya yang sepo-sepoi, akan menciptakan ketenangan yang damai dan tentram bagi pikiran dan hati. Namun, sebelum menikmati kesejukan dari atas Gili Lawa, peserta harus berjuang menempuh jalur yang berbukit-bukit. Tenang saja, perjuangan itu akan terbayarkan dengan pemandangan alamnya yang sangat luar biasa ketika sudah sampai di atas bukit.
Selesai menyaksikan keindahan sun set di Gili Lawa, kapal akan berlayar dan berlabuh di dermaga Pulau Komodo. Di Pulau Komodo tersebut, peserta akan menginap di homestay selama 2 hari ke depan. Sebelum istirahat tidur malam, peserta makan malam terlebih dahulu dengan hidangan yang sudah disajikan oleh pengelola homestay.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Pulau Seraya – Pulau Siaba – Long Beach
Usai mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan kembali berlibur dan bersenang- senang ke berbagai atraksi wisata menarik di Labuan Bajo.
1.Berjumpa dengan Satwa Purba Langka di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.30 WITA)
Sumber Foto: Tirto.ID
Taman Nasional Komodo merupakan habitat asli satwa komodo yang hampir punah di Indonesia. Rugi sekali berlibur ke Labuan Bajo kalau belum berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Sebab, di sini peserta dapat melihat komodo yang berkeliaran bebas di hutan. Tentu saja keselamatan peserta terjamin karena akan dipandu dengan pawangnya. Pawang tersebut akan menuntun peserta menjelajahi hutan untuk mempelajari dan melihat satwa komodo secara langsung dari dekat. Sambil memberikan umpan daging kepada salah satu komodonya, pawang akan menjelaskan secara rinci mengenai karakteristik dan cara hidup komodo kepada peserta. Tidak hanya mempelajari, peserta juga mendapat kesempatan langka, yaitu berfoto bersama komodo, yang merupakan hewan purba langka di Indonesia, dari jarak beberapa meter.
2.Bersantai di Pantai Pulau Seraya
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Seraya merupakan pulau resort yang indah. Pulau resort ini memiliki bungalow-bungalow yang memiliki konsep alami. Hal itu dapat dilihat dari atapnya yang berasal dari alang-alang dan dindingnya yang beranyamkan bambu. Tidak hanya menawarkan penginapan saja, pulau ini juga menawarkan ketenangan dan keteduhan bagi peserta. Deretan pohon nyiur yang melambai-lambai di pinggir pantai semakin menyejukkan hati dan pikiran yang penat. Di atas pasir putihnya yang lembut, peserta dapat bermalas-malasan sambil berjemur di bawah terik matahari, menikmati hangatnya sinar matahari saat siang hari. Momen bersantai-santai tersebut akan lebih apik lagi apabila ditemani dengan kuliner lezat yang telah dipesan di restoran. Selain bersantai-santai, peserta juga dapat berenang di lautnya. Tidak perlu takut tenggelam, karena ketinggian permukaan air lautnya hanya setinggi paha orang dewasa saat laut surut. Saat asyik berenang, peserta dapat menjumpai kerumunan ikan-ikan kecil warna- warni yang sungguh menggemaskan.
Untuk makan siang, peserta dapat memesan aneka menu makanan yang tersedia di restoran Pulau Seraya.
3.Diving/Snorkeling bersama Penyu di Pulau Siaba
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumbe Foto: komodoresort.com
Pulau Siaba adalah diving site yang terdapat di utara Pulau Komodo. Diving site ini sangat istimewa karena menawarkan pengalaman menyelam dengan sensasi yang amat menyenangkan. Ketika menyelam, peserta akan disuguhkan hamparan terumbu karang dengan bermacam-macam warna. Hamparan terumbu karang itulah yang menjadi habitat untuk sekuumpulan penyu. Oleh karena itu, Pulau Siaba mendapat julukan City of Turtle. Tidak heran kalau di sini, penyu-penyu amat mudah ditemui di antara koral-koral. Selain penyu, pulau ini juga menjadi habitat fauna laut lainnya, seperti sotong, jaran laut, ikan duyung, hiu koboi, ikan mandarin, dan masih banyak lagi biota laut lainnya yang menarik untuk diamati.
4.Menikmati Kecantikan Hamparan Pasir Pink Kala Senja di Long Beach
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: nizrnizar.com
Sore hari enaknya berjalan-jalan menyusuri tepi pantai. Apalagi kalau pantainya bertaburkan pasir-pasir yang berwarna pink. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink. Kecantikan hamparan pasir pink di pantai ini semakin kentara saat sore hari. Cocok sekali untuk mengambil beberapa foto dengan latar belakang yang sungguh memikat hati kala senja. Selain berfoto ria, peserta juga dapat bersenang-senang di sekitar pantai dengan berenang dan bermain air dengan keluarga dan sahabat.
Malamnya, kapal akan berlayar lagi ke Pulau Komodo untuk mengantar peserta kembali ke homestay masing-masing. Untuk makan malam, peserta dapat bersantap di homestay, lalu beristirahat agar tubuh terasa segar saat melanjutkan perjalanan keesokan hari.
Hari 3: Pulau Kelor – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kanawa
Setelah mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan check out, lalu berangkat menikmati berbagai atraksi wisata bahari yang spektakuler di Labuan Bajo.
1.Trekking Menjelajahi Pulau Kelor
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.detik.com
Pulau Kelor menjadi salah satu tempat trekking yang menarik untuk dijelajahi. Peserta akan diajak melatih kebugaran tubuhnya melalui kegiatan trekking ke bukit, yang terletak di tengah pulau. Walaupun bukitnya terlihat kecil dan pendek, jalurnya memiliki banyak rintangan yang menantang bagi para penggemar trekking. Namun, setelah sampai di puncak bukitnya, rasa lelah akan lenyap sekejap ketika memandang langit biru, lautan luas, dan jejeran pulau yang sungguh memanjakan mata. Lanskap alam yang memikat hati itulah yang juga membuat Pulau Kelor menjadi tempat yang syahdu untuk berburu fotografi sekaligus menenangkan pikiran.
2.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: wanderintwo.com
Snorkeling di Taka Makassar akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi peserta. Lautnya yang sejernih kristal membuat pemandangan bawah lautnya sangat terlihat jelas ketika melakukan snorkeling di sini. Hamparan terumbu karang yang dikelilingi dengan ikan-ikan kecil yang sedang berenang, akan membuat semua orang sadar betapa kayanya laut Indonesia. Selain itu, peserta dapat menyusuri Taka Makassar dengan telanjang kaki, agar merasakan lembutnya pasir putih yang menyelimuti pulau kecil ini nan timbul di tengah-tengah lautan.
Sesudah puas snorkeling menikmati kekayaan bahari bawah laut di Taka Makassar, peserta akan bersantap siang di atas kapal dengan masakan yang telah dibuat oleh kru kapal.
3.Snorkeling/Diving Bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumber Foto: travel.tribunnews.com
Manta Point menjadi salah satu spot diving/snorkeling yang seru di Labuan Bajo. Sebab, saat menyelam di spot ini peserta akan ditemani dengan ikan pari khas Indonesia Timur, yaitu pari manta. Jika beruntung, peserta dapat menyaksikan secara langsung pari manta yang sedang menyantap koloni ubur-ubur. Oleh karena itu, perlu sekali membawa kamera underwater untuk mengabadikan momen langka ketika meyelam bersama pari manta, yang sedang berenang bebas di lautan biru.
4.Bersantai dan Menikmati Pemandangan Bintang Malam Hari di Pulau Kanawa
(Pukul 17.00-00.00 WITA)
Sumber Foto: gotripina.com
Kondisi Pulau Kanawa masih terlihat sangat alami. Sebab, air laut yang mengelilingi pulau ini sangat bening, sebening kaca. Dari atas dermaganya saja, peserta sudah disambut dengan ikan-ikan kecil yang berenang dan hamparan terumbu karangnya di dalam lautnya. Oleh karena itu, Pulau Kanawa menjadi tempat yang seru untuk berenang, snorkeling, dan diving.
Tidak hanya keindahan lautnya saja, pemandangan langit malam harinya juga tidak kalah mempesona. Sebab, saat setelah lewat jam 11 malam, seisi pulau hanya akan diterangi dengan hamparan cahaya bintang yang makin membuat suasana semakin romantis. Maka dari itu, peserta wajib mencoba menghabiskan malam di pulau ini, dengan menginap di bungalow atau menyewa tenda yang telah disediakan oleh pengelola wisata.
Untuk malam ketiga, peserta akan bermalam di atas kapal. Peserta dapat menikmati waktu bebas sambil makan malam di atas kapal, kemudian istirahat tidur malam di tempat tidur yang tersedia di dalam kapal. Kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Kanawa sampai keesokan paginya.
Hari 4: Desa Adat Liang Ndara – Exotic Komodo Souvenir Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo. Dan, tiba di Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.30 WITA, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Desa Adat Liang Ndara, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Jelajah Budaya Lokal dan Menonton Pertunjukan Tradisional di Desa Adat Liang Ndara
(Pukul 10.00-12.00 WITA)
Sumber Foto: phinemo.com
Ingin merasakan nuansa kebudayaan lokal nan otentik? Kalau begitu, Desa Adat Liang Ndara menjadi atraksi wisata budaya yang wajib dimasukkan dalam daftar saat berlibur ke Labuan Bajo. Kearifan lokal warganya saja sudah terasa saat sudah sampai di depan pintu masuk. Setibanya di pa’ang atau pintu masuk menuju desa adat, peserta akan langsung disambut oleh ketua adat. Penyambutan itu juga dibarengi dengan pemberian selendang etnik khas daerah Manggarai kepada tiap peserta, sebagai bentuk ucapan selamat datang. Di samping itu, peserta juga akan diberikan sopi atau tuak lokal dari pohon enau dan pinang sirih. Sambutan yang ramah itu merupakan upaya menjaga tradisi masyarakat adat Manggarai Barat.
Sesudah sesi penyambutan oleh ketua adat, peserta akan diajak menonton berbagai penampilan seni yang telah dipersiapkan warga desanya. Salah satu tari tradisional yang populer adalah pertunjukan Tari Caci. Tari Caci adalah sebuah tarian ritual yang dimainkan oleh para pria dengan saling mencambuk. Ada filosofi yang terkandung dalam tarian tersebut, yaitu jika terkena cambuk jangan menyalahkan orang, tetapi harus melihat ke dalam diri sendiri apakah diri sendiri punya kesalahan terhadap orang lain.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumber Foto: tripboba.com
Sebelum pulang ke rumah, ada baiknya membawa oleh-oleh khas Labuan Bajo untuk membahagiakan diri sendiri, maupun juga berbagi kebahagiaan bersama keluarga dan teman-teman. Tidak perlu kesulitan mencari oleh-oleh khas Labuan Bajo karena konsep Exotic Komodo Souvenir Shop menawarkan sensasi berbelanja oleh-oleh hanya di satu tempat saja. Di Exotic Komodo Souvenir Shop, ada banyak aneka oleh-oleh khas Labuan Bajo yang dapat dibeli, berupa kain tenun Songke aneka motif, kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, serta gantungan kunci, kaos, tas, dan sandal dengan motif lokal khas NTT. Selain aksesoris dan produk fashion, peserta juga dapat berbelanja Kopi Manggarai dan cemilan-cemilan enak khas NTT. Selain itu, keuntungan berbelanja di sini ialah letaknya yang sangat strategis karena berdekatan dengan Bandara Labuan Bajo.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang dengan jiwa dan raga yang segar dan siap kembali berproduktivitas.
#pakettravelpulaukomodo #pakettourlabuanbajoayana #pakettourlabuanbajodaribandung #pakettourlabuanbajodaribali #paketwisatalabuanbajodarijogja #pakettourlabuanbajodarijakarta #paketwisatalabuanbajodarisemarang #pakettourlabuanbajodesember2021 #paketwisatalabuanbajodarikupang #pakettourkelabuanbajodarijakarta
Terjangkau, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Mei 2022, Nusa Tenggara Timur
Harga Trip Labuan Bajo 2021, Open Trip Labuan Bajo 2021, Biaya Trip Labuan Bajo 2021, Trip Labuan Bajo 3d2n, Trip Labuan Bajo 4d3n
Paket Wisata Sailing Tour Labuan Bajo 2 Hari 1 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 1 malam.
Hari 1: Taka Makassar – Manta Point – Long Beach – Pulau Padar
1.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: islander.io
Daya tarik Taka Makassar adalah bentuk pulaunya yang unik menyerupai bulan sabit. Bentuk pulaunya juga seakan-akan timbul dari permukaan lautan. Uniknya lagi, keberadaan pulau ini hanya akan terlihat apabila air laut mengalami pasang surut. Walaupun pulaunya sangat kecil dan terbatas, keelokannya semakin bertambah dengan adanya pasir putih yang menyelimutinya. Selain itu, peserta dapat menyelami air lautnya yang jernih melalui kegiatan snorkeling. Di balik lautnya yang jernih itulah tersimpan surga terumbu karang bagi kehidupan hewan-hewan laut kecil.
2.Diving dan Berinteraksi dengan Ikan Pari di Manta Point
(Pukul 10.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: Liputan6.com
Di sini, peserta dapat menyaksikan secara langsung kerumunan manta ray (ikan pari khas Indonesia Timur) berenang bebas di lautan biru. Tidak hanya melihat, tetapi peserta juga dapat membelai dan memberi makan manta ray apabila memiliki keberanian untuk berinteraksi langsung. Manta ray juga tak jarang dikerubungi ubur-ubur, karena ubur-ubur adalah makanan utamanya. Jika beruntung, peserta dapat mengamati gerombolan pari manta yang sedang asyik menyantap koloni ubur-ubur.
Dengan deretan terumbu karangnya yang cantik juga biota lautnya yang beragam, spot ini menjadi spot diving menarik di Labuan Bajo. Kekayaan baharinya yang sangat menawan hati pantas sekali diabadikan dengan kamera bawah air.
Usai bersenang-senang di bawah laut, peserta akan menyantap makan siang dengan masakan yang telah dimasak oleh kru kapal.
3.Berjemur dan Berenang Santai di Long Beach
(Pukul 14.30-16.00 WITA)
Sumber Foto: ntt.indonesiasatu.id
Pantai ini sungguh unik karena pasirnya yang berwarna pink. Keunikan itu bisa terjadi karena butir-butir pasir putihnya bercampur dengan terumbu karang berwarna merah yang sudah mati. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink.
Di pantai ini, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang. Ataupun, mencoba berjemur di atas pasir dan membiarkan tubuh terpapar sinar matahari agar memperoleh warna kulit yang eksotis.
4.Trekking dan Menikmati Sunset di Pulau Padar
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Padar menjadi salah satu spot foto instagramable yang paling dicari, karena pesona keindahan alamnya yang mengagumkan. Apalagi jika sudah berada di kawasan puncaknya, para peserta akan terlena dengan buaian angin semilir yang menemani indahnya pemandangan langit berwarna jingga, laut biru yang jernih, serta hamparan bukit yang mengelilingi Pulau Padar saat sore hari. Tidak hanya itu, atmosfernya yang fenomenal dapat dimanfaatkan untuk momen bersantai-santai ataupun melakukan fotografi. Namun, sebelum mencapai puncaknya, peserta harus berjuang melalui jalur trekking yang cukup sulit. Oleh sebab itu, Pulau Padar menjadi lokasi yang sempurna bagi para penggemar trekking.
Saat malam hari, peserta akan bersantap malam, kemudian beristirahat dan tidur malam di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Padar.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Exotic Komodo Souvenir Shop
Setelah mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan kembali diajak berlayar ke Pulau Komodo.
1.Melihat Satwa Purba Dari Dekat di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.kompas.com
Taman Nasional Komodo menjadi salah satu daya tarik wisata yang populer di Labuan Bajo. Sebab, kawasan ini merupakan habitat asli satwa purba buas yang sudah langka di Indonesia. Oleh karena itu, satwa komodo sangat dilindungi di kawasan ini. Sembari menikmati hutannya yang masih asri, peserta akan didampingi oleh ranger (pawang) untuk melihat komodo dari jarak dekat. Tidak perlu khawatir, karena para ranger sudah memahami karakteristik komodo. Dengan tuntunan mereka, peserta dapat berfoto bersama komodo dari jarak beberapa meter dalam suasana yang tenang. Peserta juga dapat menyaksikan secara langsung betapa buasnya komodo saat diberi umpan daging oleh ranger. Dengan demikian, peserta akan memperoleh wawasan luas tentang habitat dan cara hidup satwa komodo, sambil merasakan sensasi bertualang nan menyenangkan dalam melakukan pencarian satwa-satwa komodo di dalam hutan.
Setelah puas berkeliling di Taman Nasional Komodo, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Bajo, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat menuju toko oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di tengah perjalanan, peserta akan singgah sebentar di restoran lokal untuk makan siang.
2.Belanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 14.00-15.30 WITA)
Sumber Foto: discoveryourindonesia.com
Seusai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan diajak ke Exotic Komodo Souvenir Shop, yang lokasinya dekat dengan Bandara Labuan Bajo. Di sini, peserta dapat berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur, seperti kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, kain tenun khas Nusa Tenggara, gantungan kunci, kaos, tas, sandal, kopi khas daerah Manggarai, serta cemilan-cemilan khas NTT. Tidak ribet mencari oleh-oleh di toko ini, sebab tiap bagian ruangan sudah ditentukan penataan jenis oleh-olehnya. Dengan begitu, peserta akan merasa nyaman dalam berbelanja berbagai macam oleh-oleh khas Labuan Bajo, hanya di satu tempat saja.
Selesai berwisata di Labuan Bajo, peserta akan kembali pulang dengan sejuta kenangan berharga.
Paket Wisata Labuan Bajo 3 Hari 2 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Kemudian, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan yang telah disepakati. Selanjutnya, peserta menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo sembari merasakan sensasi menginap di kapal selama 2 malam berturut-turut.
Hari 1: Pulau Padar – Long Beach – Pulau Rinca
1.Menjelajah dan Mendaki Pulau Padar
(Pukul 08.00-11.00 WITA)
Sumber Foto: merahputih.com
Peserta akan menjelajah Pulau Padar dengan melakukan trekking yang dapat meningkatkan kekuatan fisik tubuh. Walaupun jalur trekking-nya cukup sulit, perjalanan trekking di Pulau Padar tak akan membuat peserta merasa capek. Sebab, para peserta akan langsung dimanjakan dengan pemandangan laut biru kristal yang berpadu dengan keeksotisan hamparan bukitnya yang berwarna coklat. Oleh karena itu, suasananya yang rupawan dan menentramkan hati sangat pantas diabadikan dalam berbagai macam sudut pandang foto.
2.Berenang dan Snorkeling di Long Beach
(Pukul 11.30-13.00 WITA)
Sumber Foto: sironline.id
Usai lelah trekking di Pulau Padar, peserta dapat berleha-leha di atas taburan pasir berwarna pink di Long Beach. Pantai ini mudah dijangkau karena letaknya berada di balik bukit Padar. Sambil bersantai ria, peserta dapat menyejukkan diri dengan bermain air dan berenang di sekitar pantai. Selain itu, Long Beach juga menawarkan spot snorkeling yang aman, karena permukaannya yang landai.
Sehabis bersantai-santai di Long Beach, peserta akan makan siang di atas kapal kemudian berlayar menuju Pulau Rinca. Perjalanan ke Pulau Rinca akan ditempuh selama kurang lebih 2 jam.
3.Jelajah Pulau sambil Menelusuri Jejak Komodo di Pulau Rinca
(Pukul 15.00-17.00 WITA)
Sumber Foto: airport.id
Menjadi salah satu bagian dari gugusan kepulauan komodo, Pulau Rinca juga menjadi habitat asli satwa komodo. Walaupun populasi komodonya lebih sedikit dibandingkan di Pulau Komodo, satwa-satwanya akan lebih mudah ditemui di sini. Tidak perlu takut akan diterjang komodo buas, sebab di sini peserta akan dipandu dengan para ranger (pawang) yang sudah berpengalaman mengenali karakteristik komodo. Ranger akan membawa peserta melihat lebih dekat serta mempelajari cara hidup para komodo yang berkeliaran.
Tidak hanya menelusuri jejak komodo, peserta juga dapat melakukan trekking di Pulau Rinca. Pilihan jalur trekking-nya bervariasi, mulai dari trekking pendek, medium, sampai panjang, yang dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing peserta agar mengecilkan resiko kecelakaan nantinya. Trekking akan semakin asyik karena ditemani dengan keindahan pemandangan hamparan laut biru yang berpadu dengan perbukitan nan istimewa.
Malamnya, kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Rinca agar peserta dapat beristirahat malam dengan tenang di atas kapal.
Hari 2: Gili Lawa Darat – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kalong
Usai mandi dan sarapan pagi di atas kapal, peserta akan berangkat melanjutkan kembali berwisata bahari di Labuan Bajo.
1.Hiking di Gili Lawa Darat
(Pukul 07.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: Flickr/Untung Sihombing
Setiba di Gili Lawa Darat, pertama-tama peserta akan disapa dengan bentangan garis pantai yang bertaburkan pasir putih nan lembut. Lalu, peserta akan diajak hiking selama kurang lebih 1 jam agar sampai ke puncak bukitnya. Dari atas puncak bukitnya itulah akan terbentang pemandangan yang sungguh mempesona. Pemandangan perbukitan yang membelah laut sebiru berlian, merupakan harta karun berharga di Gili Lawa yang mampu menambah kedamaian jiwa. Tidak hanya itu, hembusan angin lembut yang menggoyang-goyangkan rumput-rumput di padang savana, juga akan menyejukkan tubuh yang penat sehabis hiking.
Padang savana ini memiliki nuansa yang berbeda saat musim kemarau dan musim hujan. Pada saat musin kemarau, savananya akan dihiasi dengan rumput-rumput yang berwarna coklat. Sedangkan pada musim hujan, rumput-rumputnya akan terlihat berwarna hijau di sepanjang bukit.
2.Berenang & Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: boatcharterkomodo.com
Jangan meremehkan kecilnya Taka Makassar. Sebab, di pulau pasir timbul inilah peserta dapat melihat secara nyata surga terumbu karang yang menjadi sumber kehidupan bagi ikan-ikan kecil, di bawah air lautnya yang sangat bening. Maka dari itu, Taka Makassar menjadi salah satu spot snorkeling favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo. Selain snorkeling, peserta dapat menyusuri juga bersantai sejenak di atas pasir putihnya yang begitu lembut, bagai menghabiskan waktu luang di pulau milik sendiri.
Sesudah puas memandang keelokan terumbu karang, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal, yang sudah disajikan oleh kru kapal. Usai dari Taka Makassar, kapal lanjut berlayar ke Manta Point untuk berjumpa dengan ikan pari khas Indonesia Timur.
3.Diving/Snorkeling bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumbe Foto: Onenews.id
Kerumunan pari manta (ikan pari khas Indonesia Timur) yang berenang bebas di lautan biru dapat dengan mudah ditemui saat melakukan diving di Manta Point. Jika beruntung, peserta dapat mengamati koloni ubur-ubur yang mengerubungi ikan pari manta. Selain itu, membelai juga memberi makan pari manta juga patut dicoba agar memperoleh pengalaman yang tak terlupakan saat berinteraksi langsung dengan ikan manta. Tidak hanya disapa oleh ikan pari manta saja, peserta juga disambut dengan biota laut lainnya yang berenang mengelilingi aneka terumbu karang yang begitu elok.
4.Menyaksikan Kelelawar Beterbangan kala Langit Senja di sekitar Pulau Kalong
(Pukul 16.00-20.00 WITA)
Sumber Foto: labuanbajotour.com
Seperti namanya, Pulau Kalong adalah pulau yang menjadi tempat bersarang bagi banyak kelelawar dengan berbagai macam ukuran. Waktu terbaik untuk menyaksikan dan mengambil foto kelelawar-kelelawar tersebut beterbangan, yaitu pada saat sore hari menjelang malam. Pemandangannya dijamin cantik sekali karena pada saat senja, langit jingganya yang berpadu dengan warna biru gelap semakin elok karena berhiaskan para kelelawar yang berterbaran di angkasa.
Pada malam hari, peserta menikmati waktu bebas sembari menyantap makan malam, lalu beristirahat di tempat tidur yang telah tersedia di dalam kapal. Kapal akan bermalam di sekitar perairan Pulau Kalong.
Hari 3: Goa Batu Cermin – Komodo Gift Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Goa Batu Cermin, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Menelusuri Fosil Biota Laut di Langit-langit Goa Batu Cermin
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: ekonomi.bisnis.com
Mulanya, goa ini berada di bawah permukaaan laut, yang pada akhirnya muncul ke permukaan darat. Oleh karena itu, di sini peserta dapat menemukan banyak fosil binatang laut, khususnya fosil penyu. Selain itu, peserta akan takjub melihat dinding gua yang memantulkan cahaya bagai sebuah cermin. Pantulan cahaya tersebut dapat terjadi karena di dalam dinding Goa Batu Cermin terkandung banyak garam.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Komodo Gift Shop
(Pukul 13.30-15.00 WITA)
Sumber Foto: indonesiatraveler.id
Sebelum pulang, jangan lupa menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh khas Labuan Bajo. Di sekitar kawasan destinasi wisata Goa Batu Cermin, ada toko oleh-oleh yang menjual segala pernak-pernik khas NTT, bernama Galery Komodo Gift Shop. Produk- produk yang dijual sebagian besar merupakan hasil karya dari penduduk lokal. Produk- produk tersebut diantaranya berupa kain tenun khas NTT, sepatu dari tenun, perhiasan mutiara khas Nusa Tenggara, dekorasi pajangan dari kulit mutiara, kaos, topi, serta gantungan kunci dengan motif-motif khas NTT. Selain membeli berbagai macam produk aksesoris dan fashion, peserta juga dapat berbelanja berbagai makanan dan cemilan khas NTT di kedai restonya.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang kembali ke kediaman masing-masing dengan memori yang sungguh berkesan di hati.
Paket Wisata Labuan Bajo 4 Hari 3 Malam Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo
Peserta berkumpul terlebih dahulu di Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunggu kapal.
Lalu, peserta akan naik kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas memadai, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan peserta. Kapal akan berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.00 WITA, dan menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam ke Goa Rangko.
Hari 1: Goa Rangko – Gili Lawa
1.Berenang di Kolam Renang Bawah Tanah, Goa Rangko
(Pukul 11.00-13.00 WITA)
Sumber Foto: liburankemanaya.com
Goa Rangko bukan hanya sekedar gua. Ada harta karun tersembunyi di dalamnya. Saat memasuki goa, peserta akan dibuat terpukau dengan kecantikan kolam air asinnya yang berasal dari laut. Berenang di kolamnya bagaikan berenang di kolam pribadi, sebab lokasinya jauh dari keramaian. Sambil berendam di dalam kolam, peserta dapat menikmati stalagtit dan stalakmit Goa Rangko nan eksotis. Waktu terbaik untuk mendatangi Goa Rangko yaitu dari pukul 12.00 sampai dengan pukul 14.00. Karena pada saat itu, sinar matahari akan masuk ke celah-celah goa, sehingga kejernihan air kolamnya yang sangat biru tampak jelas.
Sebelum memasuki goa di siang hari, peserta dapat bersantai-santai dan istirahat sejenak di pesisir pantai Pulau Gusung. Lalu menyeberangi jembatan kayu panjang yang dibangun oleh penduduk lokal, untuk sampai ke Goa Rangko. Dari atas jembatan tersebut, peserta akan disuguhkan keelokan koral-koral di bawah air lautnya yang sangat jernih.
Setelah asyik berendam di dalam kolam Goa Rangko, peserta akan menyantap makan siang di atas kapal.
2.Jelajah Bukit dan Berburu Sun Set di Gili Lawa
(Pukul 16.00-19.00 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Dari atas bukit Gili Lawa, peserta akan disuguhkan pemandangan sun set yang sungguh mempesona. Bentangan langit yang bependar jingga kemerah-merahan juga hembusan anginnya yang sepo-sepoi, akan menciptakan ketenangan yang damai dan tentram bagi pikiran dan hati. Namun, sebelum menikmati kesejukan dari atas Gili Lawa, peserta harus berjuang menempuh jalur yang berbukit-bukit. Tenang saja, perjuangan itu akan terbayarkan dengan pemandangan alamnya yang sangat luar biasa ketika sudah sampai di atas bukit.
Selesai menyaksikan keindahan sun set di Gili Lawa, kapal akan berlayar dan berlabuh di dermaga Pulau Komodo. Di Pulau Komodo tersebut, peserta akan menginap di homestay selama 2 hari ke depan. Sebelum istirahat tidur malam, peserta makan malam terlebih dahulu dengan hidangan yang sudah disajikan oleh pengelola homestay.
Hari 2: Taman Nasional Komodo – Pulau Seraya – Pulau Siaba – Long Beach
Usai mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan kembali berlibur dan bersenang- senang ke berbagai atraksi wisata menarik di Labuan Bajo.
1.Berjumpa dengan Satwa Purba Langka di Taman Nasional Komodo
(Pukul 08.00-10.30 WITA)
Sumber Foto: Tirto.ID
Taman Nasional Komodo merupakan habitat asli satwa komodo yang hampir punah di Indonesia. Rugi sekali berlibur ke Labuan Bajo kalau belum berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Sebab, di sini peserta dapat melihat komodo yang berkeliaran bebas di hutan. Tentu saja keselamatan peserta terjamin karena akan dipandu dengan pawangnya. Pawang tersebut akan menuntun peserta menjelajahi hutan untuk mempelajari dan melihat satwa komodo secara langsung dari dekat. Sambil memberikan umpan daging kepada salah satu komodonya, pawang akan menjelaskan secara rinci mengenai karakteristik dan cara hidup komodo kepada peserta. Tidak hanya mempelajari, peserta juga mendapat kesempatan langka, yaitu berfoto bersama komodo, yang merupakan hewan purba langka di Indonesia, dari jarak beberapa meter.
2.Bersantai di Pantai Pulau Seraya
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: superadventure.co.id
Pulau Seraya merupakan pulau resort yang indah. Pulau resort ini memiliki bungalow-bungalow yang memiliki konsep alami. Hal itu dapat dilihat dari atapnya yang berasal dari alang-alang dan dindingnya yang beranyamkan bambu. Tidak hanya menawarkan penginapan saja, pulau ini juga menawarkan ketenangan dan keteduhan bagi peserta. Deretan pohon nyiur yang melambai-lambai di pinggir pantai semakin menyejukkan hati dan pikiran yang penat. Di atas pasir putihnya yang lembut, peserta dapat bermalas-malasan sambil berjemur di bawah terik matahari, menikmati hangatnya sinar matahari saat siang hari. Momen bersantai-santai tersebut akan lebih apik lagi apabila ditemani dengan kuliner lezat yang telah dipesan di restoran. Selain bersantai-santai, peserta juga dapat berenang di lautnya. Tidak perlu takut tenggelam, karena ketinggian permukaan air lautnya hanya setinggi paha orang dewasa saat laut surut. Saat asyik berenang, peserta dapat menjumpai kerumunan ikan-ikan kecil warna- warni yang sungguh menggemaskan.
Untuk makan siang, peserta dapat memesan aneka menu makanan yang tersedia di restoran Pulau Seraya.
3.Diving/Snorkeling bersama Penyu di Pulau Siaba
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumbe Foto: komodoresort.com
Pulau Siaba adalah diving site yang terdapat di utara Pulau Komodo. Diving site ini sangat istimewa karena menawarkan pengalaman menyelam dengan sensasi yang amat menyenangkan. Ketika menyelam, peserta akan disuguhkan hamparan terumbu karang dengan bermacam-macam warna. Hamparan terumbu karang itulah yang menjadi habitat untuk sekuumpulan penyu. Oleh karena itu, Pulau Siaba mendapat julukan City of Turtle. Tidak heran kalau di sini, penyu-penyu amat mudah ditemui di antara koral-koral. Selain penyu, pulau ini juga menjadi habitat fauna laut lainnya, seperti sotong, jaran laut, ikan duyung, hiu koboi, ikan mandarin, dan masih banyak lagi biota laut lainnya yang menarik untuk diamati.
4.Menikmati Kecantikan Hamparan Pasir Pink Kala Senja di Long Beach
(Pukul 16.30-19.00 WITA)
Sumber Foto: nizrnizar.com
Sore hari enaknya berjalan-jalan menyusuri tepi pantai. Apalagi kalau pantainya bertaburkan pasir-pasir yang berwarna pink. Semakin dekat dengan laut, warna pasirnya semakin terlihat pink. Kecantikan hamparan pasir pink di pantai ini semakin kentara saat sore hari. Cocok sekali untuk mengambil beberapa foto dengan latar belakang yang sungguh memikat hati kala senja. Selain berfoto ria, peserta juga dapat bersenang-senang di sekitar pantai dengan berenang dan bermain air dengan keluarga dan sahabat.
Malamnya, kapal akan berlayar lagi ke Pulau Komodo untuk mengantar peserta kembali ke homestay masing-masing. Untuk makan malam, peserta dapat bersantap di homestay, lalu beristirahat agar tubuh terasa segar saat melanjutkan perjalanan keesokan hari.
Hari 3: Pulau Kelor – Taka Makassar – Manta Point – Pulau Kanawa
Setelah mandi dan sarapan pagi di homestay, peserta akan check out, lalu berangkat menikmati berbagai atraksi wisata bahari yang spektakuler di Labuan Bajo.
1.Trekking Menjelajahi Pulau Kelor
(Pukul 08.00-10.00 WITA)
Sumber Foto: travel.detik.com
Pulau Kelor menjadi salah satu tempat trekking yang menarik untuk dijelajahi. Peserta akan diajak melatih kebugaran tubuhnya melalui kegiatan trekking ke bukit, yang terletak di tengah pulau. Walaupun bukitnya terlihat kecil dan pendek, jalurnya memiliki banyak rintangan yang menantang bagi para penggemar trekking. Namun, setelah sampai di puncak bukitnya, rasa lelah akan lenyap sekejap ketika memandang langit biru, lautan luas, dan jejeran pulau yang sungguh memanjakan mata. Lanskap alam yang memikat hati itulah yang juga membuat Pulau Kelor menjadi tempat yang syahdu untuk berburu fotografi sekaligus menenangkan pikiran.
2.Snorkeling di Taka Makassar
(Pukul 11.00-12.30 WITA)
Sumber Foto: wanderintwo.com
Snorkeling di Taka Makassar akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi peserta. Lautnya yang sejernih kristal membuat pemandangan bawah lautnya sangat terlihat jelas ketika melakukan snorkeling di sini. Hamparan terumbu karang yang dikelilingi dengan ikan-ikan kecil yang sedang berenang, akan membuat semua orang sadar betapa kayanya laut Indonesia. Selain itu, peserta dapat menyusuri Taka Makassar dengan telanjang kaki, agar merasakan lembutnya pasir putih yang menyelimuti pulau kecil ini nan timbul di tengah-tengah lautan.
Sesudah puas snorkeling menikmati kekayaan bahari bawah laut di Taka Makassar, peserta akan bersantap siang di atas kapal dengan masakan yang telah dibuat oleh kru kapal.
3.Snorkeling/Diving Bersama Pari Manta di Manta Point
(Pukul 13.00-15.00 WITA)
Sumber Foto: travel.tribunnews.com
Manta Point menjadi salah satu spot diving/snorkeling yang seru di Labuan Bajo. Sebab, saat menyelam di spot ini peserta akan ditemani dengan ikan pari khas Indonesia Timur, yaitu pari manta. Jika beruntung, peserta dapat menyaksikan secara langsung pari manta yang sedang menyantap koloni ubur-ubur. Oleh karena itu, perlu sekali membawa kamera underwater untuk mengabadikan momen langka ketika meyelam bersama pari manta, yang sedang berenang bebas di lautan biru.
4.Bersantai dan Menikmati Pemandangan Bintang Malam Hari di Pulau Kanawa
(Pukul 17.00-00.00 WITA)
Sumber Foto: gotripina.com
Kondisi Pulau Kanawa masih terlihat sangat alami. Sebab, air laut yang mengelilingi pulau ini sangat bening, sebening kaca. Dari atas dermaganya saja, peserta sudah disambut dengan ikan-ikan kecil yang berenang dan hamparan terumbu karangnya di dalam lautnya. Oleh karena itu, Pulau Kanawa menjadi tempat yang seru untuk berenang, snorkeling, dan diving.
Tidak hanya keindahan lautnya saja, pemandangan langit malam harinya juga tidak kalah mempesona. Sebab, saat setelah lewat jam 11 malam, seisi pulau hanya akan diterangi dengan hamparan cahaya bintang yang makin membuat suasana semakin romantis. Maka dari itu, peserta wajib mencoba menghabiskan malam di pulau ini, dengan menginap di bungalow atau menyewa tenda yang telah disediakan oleh pengelola wisata.
Untuk malam ketiga, peserta akan bermalam di atas kapal. Peserta dapat menikmati waktu bebas sambil makan malam di atas kapal, kemudian istirahat tidur malam di tempat tidur yang tersedia di dalam kapal. Kapal akan berlabuh di sekitar dermaga Pulau Kanawa sampai keesokan paginya.
Hari 4: Desa Adat Liang Ndara – Exotic Komodo Souvenir Shop
Di hari terakhir, kapal akan mengantar peserta kembali ke Pelabuhan Labuan Bajo. Dan, tiba di Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 07.30 WITA, untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat. Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta singgah sebentar di rumah makan lokal sekitar pelabuhan untuk mengisi perut. Baru setelah itu, peserta berangkat menuju Desa Adat Liang Ndara, yang dilanjutkan dengan sesi berbelanja cinderamata di pusat oleh-oleh terdekat.
1.Jelajah Budaya Lokal dan Menonton Pertunjukan Tradisional di Desa Adat Liang Ndara
(Pukul 10.00-12.00 WITA)
Sumber Foto: phinemo.com
Ingin merasakan nuansa kebudayaan lokal nan otentik? Kalau begitu, Desa Adat Liang Ndara menjadi atraksi wisata budaya yang wajib dimasukkan dalam daftar saat berlibur ke Labuan Bajo. Kearifan lokal warganya saja sudah terasa saat sudah sampai di depan pintu masuk. Setibanya di pa’ang atau pintu masuk menuju desa adat, peserta akan langsung disambut oleh ketua adat. Penyambutan itu juga dibarengi dengan pemberian selendang etnik khas daerah Manggarai kepada tiap peserta, sebagai bentuk ucapan selamat datang. Di samping itu, peserta juga akan diberikan sopi atau tuak lokal dari pohon enau dan pinang sirih. Sambutan yang ramah itu merupakan upaya menjaga tradisi masyarakat adat Manggarai Barat.
Sesudah sesi penyambutan oleh ketua adat, peserta akan diajak menonton berbagai penampilan seni yang telah dipersiapkan warga desanya. Salah satu tari tradisional yang populer adalah pertunjukan Tari Caci. Tari Caci adalah sebuah tarian ritual yang dimainkan oleh para pria dengan saling mencambuk. Ada filosofi yang terkandung dalam tarian tersebut, yaitu jika terkena cambuk jangan menyalahkan orang, tetapi harus melihat ke dalam diri sendiri apakah diri sendiri punya kesalahan terhadap orang lain.
2.Berbelanja Oleh-oleh di Exotic Komodo Souvenir Shop
(Pukul 13.00-14.30 WITA)
Sumber Foto: tripboba.com
Sebelum pulang ke rumah, ada baiknya membawa oleh-oleh khas Labuan Bajo untuk membahagiakan diri sendiri, maupun juga berbagi kebahagiaan bersama keluarga dan teman-teman. Tidak perlu kesulitan mencari oleh-oleh khas Labuan Bajo karena konsep Exotic Komodo Souvenir Shop menawarkan sensasi berbelanja oleh-oleh hanya di satu tempat saja. Di Exotic Komodo Souvenir Shop, ada banyak aneka oleh-oleh khas Labuan Bajo yang dapat dibeli, berupa kain tenun Songke aneka motif, kerajinan mutiara asli Labuan Bajo, serta gantungan kunci, kaos, tas, dan sandal dengan motif lokal khas NTT. Selain aksesoris dan produk fashion, peserta juga dapat berbelanja Kopi Manggarai dan cemilan-cemilan enak khas NTT. Selain itu, keuntungan berbelanja di sini ialah letaknya yang sangat strategis karena berdekatan dengan Bandara Labuan Bajo.
Usai menikmati liburan di Labuan Bajo, peserta akan pulang dengan jiwa dan raga yang segar dan siap kembali berproduktivitas.
#pengalamanikutopentripkelabuanbajo #opentriplabuanbajostartjakarta #opentriplabuanbajokapalphinisi #opentriplabuanbajokapalphinisisamara #kelabuanbajotanpaopentrip #opentriplabuanbajokelombok #opentripkelabuanbajo2022 #opentriplomboklabuanbajo #opentriplabuanbajostartlombok #opentriplabuanbajomei2022
BU Sulasih melontarkan pertanyaan, sebelum mengakhiri pelajaran kimia. ”Siapa ingin menjadi guru?” Tak satu pun murid menjawab. Semua diam.
”Tak adakah yang ingin jadi guru? Menggantikan saya kelak ketika pensiun?” Bu Sulasih mengulang pertanyaan. Namun semua murid tetap diam.
”Mirna?”
”Tidak, Bu. Mirna tak ingin jadi guru.”
”Bayu?”
”Tidak, Bu. Jadi guru susah, murid nakal- nakal,” jawab Bayu. Sontak suasana kelas menjadi ramai. ”Nyadhar ta kowe, nek muride kaya awakmu, gurune susah 1),” timpal murid lain.
”Dari satu kelas ini tak adakah yang ingin jadi guru?” ulang Bu Sulasih.
”Tidak!” Kali ini semua murid menjawab serempak.
Bu Sulasih kecewa dan sedih. Tidak inginkah anak-anak sekarang bercita-cita jadi guru? Bu Sulasih menutup pelajaran. Dengan hati sedih, dia meninggalkan kelas.
***
”Mau melanjutkan ke nama, Asih?” tanya Pak Santo kepada Sulasih yang saat itu bakal lulus dari SMA.
”Ilmu gizi, Pak.”
”Bagus. Tidak inginkah kamu jadi guru?” tanya Pak Santo lagi.
Sebenarnya sejak kecil Sulasih bercita-cita menjadi guru atau dokter. Itu cita-cita masa kanak- kanak. Namun, entah kenapa, semenjak duduk di bangku SMA, Sulasih tak ingin lagi jadi guru. Rasa-rasanya profesi guru kurang menarik lagi bagi dia. Menurut Sulasih, guru bukan profesi bergengsi.
”Menjadi guru memang tak memberikan kekayaan materi. Namun batin guru sangat kaya,” kata Pak Santo, seolah-olah tahu pikiran Sulasih. ”Apa pun yang kamu pilih, lakukanlah sungguh- sungguh. Jika kelak pilihan kamu tidak tercapai dan kamu harus menghadapi kenyataan lain, lakukanlah dengan sungguh-sung- gun pula. Siapa tahu kamu jadi guru yang hebat.”
”Nggih 2), Pak,” jawab Sulasih ketika Pak Santo hendak berlalu.
Pak Santo lalu melangkah menuju ke ruang guru di pojok gedung SMA Harapan, Kota Demak.
Sulasih sangat menaruh hormat pada Pak Santo, guru di sekolahnya. Pak Santo bukan orang kaya. Namun semua anaknya berpendidikan tinggi, sopan, dan baik. Mereka rajin dan dapat menjaga nama baik keluarga. Sulasih mengenal betul keluarga Pak Santo, karena mereka tinggal di satu desa. Mereka berbeda dari anak-anak orang kaya di desanya. Kebanyakan anak dari orang tua yang sukses dalam materi, justru tidak dapat membawa diri. Rusak dalam pergaulan. Sulasih melangkah pergi, menyusul teman- temannya.
Mereka hendak mendaftarkan diri mengikuti seleksi masuk ke perguruan tinggi.
***
Sulasih memandangi gedung SMA Harapan, tempat dulu dia bersekolah. Namun saat ini dia bukan murid. Dia telah menjadi guru. Dia teringat kembali kata-kata almarhum Pak Santo. ”Perkataan Bapak benar. Aku sekarang jadi guru, Pak,” gumam Sulasih.
Pagi hari. Sejuk, seperti pagi-pagi sebelum- nya. Murid-murid berdatangan. Ada yang ber- jalan santai sambil mengobrol. Ada pula yang berlari-lari kecil ketika gerbang sekolah perla- han ditutup.
Sulasih selalu suka melihat pemandangan itu. Dia berdiri di depan gerbang menyambut mereka. Mata Sulasih menangkap tiga laki-laki berseragam polisi berjalan tergesa menuju ke sekolah. Dia sangat mengenal salah seorang di antara mereka. Pak Gede.
Lelaki itu berbadan tinggi besar, berkulit cenderung gelap. Sesuai dengan namanya. Namun wajahnya tak menunjukkan keramahan. Ia salah seorang wali murid. Menjadi polisi makin membuat dia bersikap gemedhe. 3)
”Ada apa lagi ini?” Sulasih menerka-nerka. Seperti yang sudah-sudah, kedatangan Pak Gede pasti membawa bencana.
Mereka mendekat. Hanya satu yang ada dalam pikiran Sulasih. Gawat!
”Pak Kepala ada? Pak Ridwan ada?” ucap Pak Gede kasar, tanpa salam, dan bernada per- intah. Ia tak pernah menghargai orang lain.
”Ada, Pak,” sahut Sulasih cepat.
Ketiga tamu tak diundang itu segera melangkah menuju kantor Kepala Sekolah. Tak berapa lama, terdengar Pak Gede mengumpat- umpat. Kepala Sekolah berupaya menenangkan dan bernegosiasi. Sulasih menajamkan telinga. Untunglah, hampir seluruh murid telah masuk ke kelas sehingga suasana sudah tidak ramai.
”Saya akan memproses kasus ini ke peng- adilan, Pak. Saya akan pidanakan Pak Ridwan,” terdengar suara Pak Gede marah.
”Sabar, Pak. Masalah ini bisa kita selesaikan baik-baik secara kekeluargaan,” jawab Kepala Sekolah.
”Ini kekerasan dan penganiayaan.”
”Maaf, Pak Gede. Itu hanya usaha Pak Ridwan mendisiplinkan siswa. Pak Ridwan orang baik. Saya yakin beliau tidak akan meng- aniaya murid.”
”Saya sudah membuat laporan dan sudah ada surat penangkapan Pak Ridwan.”
”Tapi, Pak….”
Kata-kata Kepala Sekolah menggantung. Lawan bicaraya telah keluar ruangan bersama kedua temannya dengan arogan. Mereka kini menuju ke ruang guru. Tergesa Kepala Sekolah menyusul.
Sulasih segera menghampiri Kepala Sekolah. Ada seribu tanya di kepalanya. Namun tidak terucap, hanya berupa isyarat; dia meman- dang Kepala Sekolah. Dengan isyarat pula Kepala Sekolah meminta Sulasih tenang.
Sulasih menyaksikan ketiga polisi itu meng- giring Pak Ridwan. Wajah Pak Ridwan tetap tenang. Dia tidak membantah atau melawan. Benar, kedatangan Pak Gede merupakan bencana.
Memang Pak Ridwan menampar Topan, anak Pak Gede. Namun bukan tanpa alasan. Pak Ridwan mendapati Topan hendak meraba- raba salah seorang murid perempuan sambil mengucapkan kata-kata kasar dan menjijikkan. Baru kali ini Pak Ridwan menampar murid. Hanya tamparan kecil. Tamparan yang pantas didapatkan Topan.
Namun tindakan Pak Ridwan menurut Undang-undang tentang Perlindungan Anak merupakan tindak kekerasan yang tak boleh dilakukan. Bagaimanapun kronologi peristiwa itu dan apa pun alasannya, guru tak boleh menampar siswa.
Kini, Pak Ridwan di penjara. Topan bebas berbuat sesuka-suka. Tak ada lagi guru berani berurusan dengan dia. Mereka tak lagi peduli untuk memperbaiki sikap dan karakternya. Buat apa repot-repot mendidik Topan jika akhirnya masuk penjara?
***
Jumat, 3 Februari 2018, pukul 05.00 WIB.
Kring! Kring! Telepon Sulasih berdering. Ia bergegas mengambil telepon yang tergeletak di meja. Tertera nama sahabatnya di layar. Ujung jarinya menggeser gambar gagang telepon berwarna hijau untuk menerima panggilan.
”Hallo, Fit?”
”Asih, Mas Budi meninggal semalam,” suara Fitri lirih.
Fitri mengabarkan perkara Budi, kakak tingkat mereka sewaktu kuliah.
Memilukan. Kemarin, Sulasih sudah mendapat kabar tentang seorang murid memukul guru hingga sang guru dilarikan ke rumah sakit. Kini, guru itu yang ternyata orang yang sangat dia kenal telah terbaring kaku.
Pagi ini, Sulasih melangkah gontai menuju ke sekolah. Berita kematian Mas Budi menjadi topik serius di ruang guru.
Kejadian demi kejadian di sek- itarnya, dari kasus Pak Ridwan dan Mas Budi, telah mengubah segalanya; harapan, impian, dan idealismenya. Sulasih berdiam diri, duduk di belakang meja kerja di ruang guru. Sulasih masih muda, dengan segala angan- angan. Namun kini angan-angan itu melayang diempas kenyataan.
”Bu Asih, inilah pendidikan kita saat ini. Jika ingin selamat tak usah terlalu idealis. Nanti malah celaka.”
Sulasih menoleh ke sumber suara. Seorang rekan kerja yang sudah senior berdiri di samping mejanya.
”Awake dhewe mung saderma mulang, ngarahke lan ngelingke yen bisa dielingke. Yen gak kena dielingke, ya wislah,” imbuh sang rekan.
Para guru seolah-olah telah kehilangan harapan dan semangat. Tugas administrasi merapat. Beban di pundak makin berat. Susah- payah guru menasihati dan memberikan contoh di sekolah, dengan mudah luntur oleh pergaulan siswa di luaran.
Sulasih berada di kelas siang ini. Di kelas itu ada murid yang sangat bengal. Murid itu terus-menerus membikin ulah, memancing kemarahan. Dia mengingatkan dengan lisan. Tak mempan. Namun dia ingat, tak ingin berna- sib sama seperti Pak Ridwan dan Mas Budi. ”Biarlah dia bengal,” pikir Sulasih.
Dia merasa jiwanya sebagai guru harus mati, seiring kematian seorang guru, kakak tingkatnya ketika kuliah. (28)
Catatan:
1) Kamu sadar ya jika muridnya seperti kamu, guru memang jadi susah.
2) Iya
3) Pongah, jemawa.
4) Kita sekadar mengajar, mengarahkan, dan mengingatkan kalau bisa kita ingatkan. Jika tidak bisa kita ingatkan, ya sudahlah.
Ismul Farikhah, guru SMP Negeri 5 Kepil, Wonosobo
[1] Disalin dari karya Ismul Farikhah
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Suara Merdeka” Minggu 25 November 2018
The post Matinya Guru appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.
via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2AnkNpj
NABI SAW dalam hadis diriwayatkan daripada Abu Hurairah, seorang lelaki datang kepada Nabi SAW lalu berkata: “Berwasiatlah kepadaku Ya Rasulullah. Lalu Baginda bersabda: Jangan engkau marah.” Nabi SAW mengulanginya sebanyak tiga kali.
Setiap manusia ada mempunyai sifat marah, begitu juga haiwan. Seekor kucing yang jinak dan manja akan marah apabila kita menyakitinya dengan menarik ekornya beberapa kali.
Sifat sabar adalah penghalang daripada sifat marah. Bagaimanapun, kesabaran ada had dan batasnya kerana apabila sudah hilang sabar maka timbullah kemarahan.
Menurut Imam Al-Ghazali, sikap marah ialah nyalaan api bersumber daripada api Allah yang menyala dan menjulang tinggi sampai naik ke hati. Maka terpulang kepada seseorang untuk cepat marah, marah keterlaluan (marah tidak bertempat), marah pertengahan (mampu mengawal marahnya) atau tidak tahu marah.
Marah yang sederhana adalah marah terpuji, manakala tidak tahu marah adalah terkeji dan marah keterlaluan adalah termasuk dalam marah terkeji yang dilarang oleh Nabi SAW seperti sabdanya.
Marah keterlaluan dilarang Islam kerana mendatangkan kesan dan implikasi tidak baik kepada orang yang marah, juga orang kena marah. Disebabkan marah ada rumah tangga runtuh, kerana marah anak didera, pembunuhan berlaku, anak lari dari rumah, majikan ditetak pembantu rumah dan kerana marah orang saman-menyaman.
Menurut Imam Al-Ghazali, 10 punca menyebabkan sifat marah:
* rasa bangga diri (sombong)
* takjub kepada peribadi sendiril
* suka bergurau senda yang ber lebihan dan melampaui batas
* suka bercakap perkara sia-sia
* suka membuat fitnah
* suka berbantah-bantah dalam sesuatu perkara
* khianat
* tamak kepada harta dan pangkat
* tidak dapat mengendalikan nafsu dan emosi dengki dan irihati.
Apabila seseorang itu marah maka pergerakan fizikalnya akan turut berubah. Api kemarahan semakin memuncak menyebabkan percakapannya menjadi kuat, kata-kata tidak teratur, bahasanya lucah, kasar dan bersifat menghina.Orang yang marah akan merendah-rendahkan orang dimarah, muka dan matanya menjadi merah, badannya terketar-ketar, tangan dan kakinya menjadi ringan untuk memukul dan menghentam, akalnya pada waktu itu tidak digunakan secara betul, semua tindakan mengikut nafsu kemarahannya.
Bagi orang yang waras, tentu kita tidak sanggup melihat keadaan kita sewaktu marah jika ia dirakam dan ditayang semula untuk menontonnya. Bagi orang yang kena marah mungkin akan berdiam diri, kadang kala melawan dengan kata-kata atau kekuatan.
Marah turut berlaku kepada individu yang mempunyai kedudukan seperti orang agama berstatus ustaz, ustazah, tuan guru, ulama, marah dan melenting.
Marah yang dipuji adalah marah yang pertengahan, iaitu marah bertempat. Contohnya, seorang bapa marah kepada anaknya yang tidak mahu bersolat atau menutup aurat. Nabi SAW mengajar dalam sabdanya yang bermaksud: “Suruhlah anak kamu bersolat ketika berumur tujuh tahun dan pukullah mereka yang tidak mahu bersolat ketika berumur 10 tahun dan pisahkan mereka dari tempat tidur.”
Marah kepada mereka yang memusuhi Islam sehingga kita boleh mengisytiharkan berperang. Begitu juga dalam mencegah kemungkaran, perlu ada marah.
Contoh paling hebat berlaku dalam sejarah ialah ketika Saidina Ali berada dalam satu peperangan di mana beliau hampir hendak memenggal leher musuhnya, tiba-tiba musuhnya itu meludah mukanya. Lalu Saidina Ali tidak jadi memenggal lehernya.
Maka musuhnya berasa pelik lalu bertanya kepada Saidina Ali mengapa tidak jadi membunuhnya. Maka Saidina Ali menjawab: “Aku takut bahawa aku membunuhmu bukan kerana Allah tetapi kerana marah kepada kamu kerana meludahku.” Hebatnya Saidina Ali masih lagi menggunakan pertimbangan akal dan syariat walaupun ketika marah.
Ubat Sikap Marah
MARAH satu daripada sifat tercela (mazmumah) yang dibenci Allah s.w.t dan Rasulullah s.a.w. Perasaan marah yang gagal dikawal sebenarnya boleh menimbulkan sifat keji lain seperti dendam, dengki, sombong dan angkuh.
Gagal mengawal emosi atau cepat naik angin biasanya berlaku ketika seseorang itu hilang pertimbangan.Memang benar ada yang mengatakan ‘aku sudah meletup, memang aku tak boleh buat apa-apa.’ Tetapi lebih baik kita belajar menenangkan diri sebelum menghamburkan sebarang bentuk perkataan kepada pihak lain.
Selain itu, melihatkan status diri sebagai insan yang berakal membolehkan kita menilai dulu sesuatu perkara sebelum melakukan sebarang tindakan yang bersandarkan desakan emosi semata-mata.
Ketika dalam keadaan marah, manusia sebenarnya dikuasai syaitan yang akhirnya akan berlaku suasana tegang seperti kawan bertengkar sesama kawan atau anak mengherdik ibu bapanya.
Allah s.w.t berfirman bermaksud: “Dan Tuhanmu (Allah ) perintah, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepada-Nya semata-mata, dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa.
“Jika salah seorang daripada keduanya atau kedua-duanya sekali sampai kepada umur tua dalam jagaan dan peliharaan, maka janganlah engkau berkata kepada mereka (sebarang perkataan kasar) sekalipun perkataan ‘uh’, dan janganlah engkau menengking menyergah mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan mulia (yang bersopan-santun).” (Surah al-Israk ayat 23).
Tidak kurang juga sifat marah yang timbul sesama kita, lebih-lebih lagi jika tiada persefahaman dalam sesuatu perkara. Satu pihak mula marah dengan pihak lain dan seterusnya mula timbul tuduh menuduh dan berprasangka buruk sesama sendiri.
Lebih buruk, jika perasaan marah itu gagal ditenteramkan walaupun sebelah pihak mungkin sedaya upaya mententeramkan keadaan.
Sebagai umat Islam, Nabi Muhammad s.a.w menganjurkan kita beberapa teknik bagi mengawal perasaan marah.
Cara terbaik dengan mengeluarkan kata-kata berhikmah. Kata-kata yang baik terbit daripada hati yang suci dan boleh menjadi pedoman kepada manusia.
Dari satu sudut lain, sifat pemarah senjata bagi menjaga hak dan kebenaran. Justeru, seseorang yang tidak mempunyai sifat marah akan dizalimi serta dicerobohi haknya.
Tetapi perkara tercela adalah sifat marah yang tidak kena pada tempatnya. Justeru, sebelum mengeluarkan kata-kata yang tidak elok ditutur, lebih baik sekiranya segera beristighfar.
Namun, kita sebenarnya tidak boleh menjadikan marah itu sebagai ukuran tepat untuk menggambarkan perasaan tidak puas hati.
Kita masih mempunyai masa bagi mengawal percakapan daripada menuturkan kata-kata berunsur herdikan, cacian seterusnya membibitkan perasaan marah yang tiada taranya.
Ini kerana setiap manusia mempunyai hati dan perasaan yang perlu dijaga. Kita sebenarnya tidak boleh sewenang-wenangnya mengambil jalan ‘pintas’ iaitu terus memarahi tanpa menyelidiki pokok pangkalnya. Sudah tentu, tindakan marah kita itu akan menjadi sia-sia serta menjarakkan hubungan persaudaraan.
Walaupun orang yang dimarahi itu melakukan kesilapan, sekurang-kurangnya mereka perlu memberi peluang daripada melemparkan perasaan marah berkenaan.
Marah boleh, tetapi jangan menjadi orang yang mempunyai sifat pemarah. Sebenarnya, apa yang terkandung daripada sifat marah itu perasaan benci terutama jika emosi menebal itu gagal dikawal sehingga terhambur perkataan cabar mencabar sehingga sanggup memberi ancaman kecederaan dan bunuh kepada individu lain.
Rasulullah s.a.w menganjurkan umatnya supaya tidak menjadi seorang yang pemarah seperti diriwayatkan Abu Hurairah, ada seorang lelaki berkata kepada Rasulullah: “Berpesan kepadaku! Baginda berkata: Jangan marah. Orang itu mengulangi lagi beberapa kali minta supaya dipesan. Namun baginda masih tetap berkata: Jangan marah!” (Riwayat al-Bukhari).
Bagi mengubati penyakit marah ini, Islam mengajar umatnya menahan diri ketika marah dan sabar apabila melawan hawa nafsu yang meluap-luap itu.
Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Sesungguhnya marah adalah secebis api yang dinyalakan dalam hati. Tidakkah engkau melihat kepada kedua-dua matanya yang merah dan urat-urat lehernya yang menggelembung? Maka apabila salah seorang daripada kamu berasakan sesuatu dari yang demikian, maka rapatkan diri kamu ke muka bumi (duduk menenangkan diri atau sujud kepada Allah).” (Riwayat al-Tirmidzi).
Sebenarnya, sifat marah itu dicetuskan syaitan yang dijadikan daripada api. Oleh itu ingatlah api itu boleh dipadamkan dengan air. Apabila seseorang itu sedang marah, sebaiknya dia hendaklah segera berwuduk, kerana air yang disapukan pada anggota wuduk bukan saja dapat menjauhkan diri daripada godaan dan hasutan syaitan, malah ia dapat menyejukkan muka dan anggota badan kita yang ‘membara’ akibat marah itu.
Rasulullah s.a.w bersabda bermaksud: “Apabila seseorang daripada kamu marah, maka hendaklah ia mengambil wuduk. Maka sesungguhnya marah itu daripada secebis api.” (Riwayat Abu Daud).
Mereka yang dapat menahan dirinya daripada dikuasai sifat marah akan mendapat ganjaran setimpal dengan usahanya. Rasulullah bersabda bermaksud: “Janganlah kamu marah dan bagi kamu balasan syurga.” (Riwayat al-Bukhari).
Sekiranya kita dimarahi, janganlah pula menambah buruk lagi keadaan. Kita harus memainkan peranan bagi memadamkan api kemarahan itu.
Firman Allah s.w.t yang bermaksud: “Dan juga (lebih baik dan lebih kekal bagi) orang yang menjauhi dosa besar serta perbuatan keji; dan apabila mereka marah (disebabkan perbuatan yang tidak patut terhadap mereka), mereka memaafkannya.” (Surah al-Syura ayat 37).
Antara langkah untuk mengawal dan mendidik diri supaya lebih bersifat tenang:
* Cuba pertimbangkan keadaan yang menyakiti hati itu. Fikirkan sama ada kemarahan kita itu mempunyai alasan kukuh atau tidak.
* Jangan menyalahkan orang lain. Beri tumpuan kepada punca sebenar yang mencetuskan kemarahan kerana ia mungkin juga berpunca daripada diri kita sendiri.
* Perbaiki keadaan selepas kita berada dalam keadaan tenang dan terkawal. Jangan lepaskan kemarahan kepada orang lain semata-mata kerana tidak puas hati dengan individu lain.
* Dapatkan rehat dan tidur secukupnya selain makan makanan berkhasiat kerana apabila badan letih, ia akan menyebabkan seseorang itu lebih cepat naik marah.
* Amalkan senaman ringkas selama beberapa minit setiap hari bagi mengurangkan ketegangan.
* Jadi seorang pendengar yang baik. Sifat orang pemarah adalah dia sangat sukar mendengar pendapat orang lain kerana merasakan tindakan serta pendapatnya mengatasi orang lain.
* Jauhi amalan yang menjadi punca perkelahian seperti suka merendah-rendahkan, memperlekeh serta mengherdik orang lain lalu digantikan dengan sifat memuliakan orang.
* Amalkan bacaan A’uzubillah himinasyaitaannirrajiim (Aku berlindung kepada Allah s.w.t daripada syaitan direjam) selain tidak meninggalkan solat kerana di dalamnya terdapat kesan hebat yang boleh menerbitkan perasaan tenang jika diamalkan dengan sepenuh ikhlas.