View allAll Photos Tagged http=
Mingle Media TV and Red Carpet Report host Ashley Bornancin were invited to come out to cover Doris Bergman’s 6th Annual Valentine Romance Oscar Style Lounge and Party at the Fig & Olive on Melrose in Hollywood benefiting Wednesday’s Child.
Get the Story from the Red Carpet Report Team, follow us on Twitter and Facebook at:
www.facebook.com/RedCarpetReportTV
www.youtube.com/MingleMediaTVNetwork
About Bergman PR’s 6th Annual Valentine Romance Oscar Style Lounge and Party
This is THE party to kick-off Oscar season and we are featuring the best of the best. We selectively invited Oscar Nominees, former Oscar Nominees/Winners, Oscar Presenters, iconic Hollywood couples, industry VIPS and media. This very special, highly coveted invitation-only event, showcases an incredible array of fashion for him and her including couture gowns, bespoke tuxedos & suits, the finest in beauty, skin & hair care, stunning jewelry collections, chic chapeaus, fabulous timepieces, evening bags, a gourmet luncheon featuring Fig & Olive signature dishes, unique spirits, delectable sweets and much more!
In the spirit of giving back, Wednesday’s Child is our official charity and will be on-site collecting new or slightly worn suits, dresses, shoes, pants, accessories, etc., for a Pre Valentine’s Day Gift Drive. Let’s spread the love by lending a helping hand so that these young people can look their best for school, interviews & the workplace. wednesdayschild.davethomasfoundation.org/
Visit their website to find out more: www.bergmanpr.com or like on Facebook www.facebook.com/bergmanpr
For more of Mingle Media TV’s Red Carpet Report coverage, please visit our website and follow us on Twitter and Facebook here:
www.facebook.com/minglemediatvnetwork
www.flickr.com/MingleMediaTVNetwork
Follow our host Ashley on Twitter at twitter.com/AshleyBInspired
churrasqueiras-sevengrill.blogspot.com.br/
CHURRASQUEIRA ARTESANAIS 7 GRILL: - Seu fornecimento e instalação é realizado seu espaço, com diferenciais que se fazem notar pela mão de obra primorosa, com tijolos artesanais do tipo aparente de primeiríssima linha e outros componentes de altíssima qualidade com algumas características únicas, conforme segue:
Com medidas de 500/ 620/ 740 ou 860 mm de entrada para o braseiro, executado com aplicação de refratários com 25 mm, sobrepostos de forma chanfrada, sobre areia compactada e assentados com Terra In Natura e Terra Sintetizada M-18, produto sílico-aluminoso, adequados às altas temperaturas.
Apresenta assim, uma canaleta de fundo, com abertura para escoamento das cinzas diretamente à um coletor externo, evitando-se a indesejável gaveta metálica e o resultado se traduz pelo menor consumo de carvão, com maior permanência de calor e facilidade na limpeza.
O suporte para regulagem da altura dos espetos, é composto por tubos de alumínio, embutidos na alvenaria das paredes laterais, complementado com hastes passantes, proporcionando facilidade, funcionalidade e firmeza, com alturas confortáveis e adequadas para cada distancia exigidas nos grelhados e assados.
Uma soleira de granito na entrada do braseiro e o tampo de chaminé com quatro águas no topo da chaminé, complementam e finalizam harmoniosamente o desempenho do seu churrasco.
RESULTADO: - dessa forma, o conjunto descrito, esbanja funcionalidade, praticidade e beleza, com um design delicado, compacto, econômico e ecológico e você não precisa pagar mais por tudo isso.
COMPLEMENTOS: - executamos projetos personalizados com balcões e bancadas tipo gabinetes, com sobreposição de mármores e granitos.
PREÇOS E DIMENSÕES:
0,50 m de boca X 2,80 m de altura – 1.100,00
0,62 m de boca X 2,80 m de altura – 1.300,00
0,74 m de boca X 2,80 m de altura – 1.550,00
0,86 m de boca X 2,80 m de altura – 1.800,00
Válidos para o CEP 11740-000 em locais sem cobertura (lajes ou telhados), na altura máxima de 2,80 m, sujeito a alteração sem aviso prévio. Tijolos mesclados claros, acréscimo de 7%.
PEÇA SEU ORÇAMENTO INFORMANDO ENDEREÇO COM CEP DO LOCAL DE INSTALAÇÃO.
sevengrill@gmail.com
(13)3425-2179 Fixo
(13)99798-3884 Vivo (WhatsApp)
(13)98155-6690 Tim
laughingsquid.com/nasa-launch-of-space-shuttle-sts-129/
photo by Scott Beale / Laughing Squid
This photo is licensed under a Creative Commons license. If you use this photo within the terms of the license or make special arrangements to use the photo, please list the photo credit as "Scott Beale / Laughing Squid" and link the credit to laughingsquid.com.
www.bebyggelseregistret.raa.se/bbr2/anlaggning/visaHistor...
Klinttorget 10 till vänster, Östermur 17 (tjärade): www.bebyggelseregistret.raa.se/bbr2/anlaggning/visaHistor...
Klinttorget 8, Östermur 18. Vita byggnaden www.bebyggelseregistret.raa.se/bbr2/anlaggning/visaHistor...
https://www.enjoy-indonesia.com/ adalah travel agent medan penyedia paket wisata danau toba murah dengan team professional dan pelayanan terbaik.
Paket wisata medan yang kami kemas benar-benar berbeda dari yang lainnya. Program tour flexible dan menarik,mengunjungi destinasi wisata danau toba dan objek wisata sumut hits.
Jalan ke danau toba saat ini sudah jauh lebih menyenangkan disbanding beberapa tahun lalu, bagaimana tidak? Bandara kualanamu dengan fasilitas lengkap dan jalan tol dari medan ke tebing tinggi menjadikan perjalanan medan danau toba bebas dari macet,selain bebas macet kita jugak akan disuguhkan dengan pemandangan hamparan sawah dan perkebunan kelapa sawit dan karet yang sangat luas.
Jadi buat teman-teman yang sering bertanya medan ke danau toba berapa jam,jawabannya boleh kita katakana 4 jam kurang lebih, dan akan jauh lebih cepat lagi di kemudian hari manakala jalan tol menuju siantar telah kelar dibangun.
Tour danau toba yang kami sajikan sudah termasuk penginapan hotel,makan,transportasi,guide tour,entrance fee dan lain-lainnya. Kami senantiasa menggunakan hotel terbaik di danau toba , nyaman,aman dan bersih.
Contoh program tour yang kami tawarkan dan menjadi paket tour medan paling laris manis di masa pandemic ini, yakni paket wisata danau toba 2 hari 1 malam. Paket 10 orang hanya 800 ribu per orang sudah termasuk semuanya. Info lebih lanjut whatsapp 085270126984.
Paket tour danau toba bisa jadi referensi paket perjalanan wisata bapak ibu setelah vaksinasi covid19. Danau toba merupakan daftar tempat wisata yang harus dikunjungi,selain semakin banyaknya spot-spot kece menikmati keindahan danau toba marak jugak pembangunan hotel-hotel berbintang dengan fasilitas lengkap dan mumpuni di Kawasan danau toba.
Rute wisata danau toba yang kami tawarkan sangat menarik dan program tour flexible. Mengunjungi bukit indah simarjarunjung,air terjun sipiso piso tongging,danau toba,dan tempat wisata hits di sumatera utara.
kami menggabungkan antara wisata alam dan wisata budaya,sembari tour medan danau toba bapak bisa menikmati makanan khas danau toba dan mengenal kebudayaan suku batak toba,wisata kuliner medan dan berburu souvenir unik danau toba dan ole ole khas medan.dan malamnya boleh menikmati wisata malam medan.
Sebagai biro perjalan wisata di medan yang turut serta memajukan pariwisata danau toba sumatera utara,kami juga melayani paket wisata danau toba dari silangit, kunjungan kerja ke medan,paket outbound medan dan rental mobil medan.
Tentu sangat banyak travel medan yang menawarkan pilihan tour medan danau toba dengan berbagai variasi harga,tapi percayalah! Enjoy tour medan yang benar-benar bisa memberikan harga terbaik dan berkwalitas.
Berikut ini beberapa pilihan medan tour kami diantaranya :
paket wisata medan danau toba 2 hari 1 malam
paket wisata medan danau toba 3 hari 2 malam
paket wisata medan danau toba 4 hari 3 malam
paket wisata medan danau toba 5 hari 4 malam
paket tour medan taman 2 hari 1 malam
paket tour taman simalem resort 3 hari 2 malam
paket wisata taman simalem resort 4 hari 3 malam
paket tour medan taman simalem resort 5 hari 4 malam
tour danau toba dari silangit 2 hari 1 malam
tour danau toba dari silangit 3 hari 2 malam
tour danau toba dari silangit 4 hari 3 malam
tour danau toba dari silangit 5 hari 4 malam
paket tour medan parapat 2 hari 1 malam
paket wisata medan parapat 3 hari 2 malam
paket wisata medan parapat 4 hari 3 malam
paket tour parapat 5 hari 4 malam
3d2n medan lake toba tour package
4d3n medan lake toba tour berastagi
Berikut ini layanan rental mobil medan yang kami sediakan :
informasi lengkap seputar paket wisata danau toba WHATSAPP 085270126984
Miles Levin Quintet play Mostly Jazz, Funk and Soul Festival in Birmingham, 1 July 2012.
Make sure you see all my photos from this event here...
Photos for Brum Live, BrumNotes magazine and Gig Junkies with review by Daron of The Hearing Aid.
www.thehearingaid.blogspot.com
© 2012 www.waynefoxphotography.com All rights reserved.
Downloading, reproducing, blogging, copying or using my images in any way without my prior permission is illegal.
You must email me at info [AT] waynefoxphotography [DOT] com Thank you.
Iglesia de San Mateo (Tarifa)
es.wikipedia.org/wiki/Iglesia_de_San_Mateo_(Tarifa)
La iglesia de San Mateo es la iglesia principal de Tarifa (Provincia de Cádiz, España), desde que dejó de serlo la extinguida Iglesia de Santa María, construida sobre los restos de una antigua mezquita existente dentro del recinto de su Alcazaba. Su origen parece estar en el aumento demográfico y urbanístico que experimenta la villa a consecuencia de la victoria cristiana de la Batalla del Salado, y por la conquista que los granadinos de Muhammed V realizan sobre Algeciras en el año 1369 tras un breve asedio, obligando a los cristianos a refugiarse y afincarse en Tarifa, llevando consigo documentos, alhajas, imágenes y vasos sagrados de la parroquia algecireña. Su advocación se dedica a este santo apóstol en memoria de que en ese día fue ganada la plaza a los musulmanes en el año 1292.
Descripción
Su construcción se supone de hacia 1506, encontrándose documentada la existencia de culto en el templo ya desde el año 1534.
A esta época corresponde la planta primitiva de la iglesia, de tres naves, y las bóvedas de crucería gótica, muy elaboradas especialmente en la nave central y en el crucero, donde se convierte en una espléndida bóveda de terceletes. También son de esta época el sistema estructural y de empujes de estas bóvedas, que descansan sobre pilastras formadas por finos baquetones con capiteles corridos y basas labradas individualmente sobre zócalo común; y en el exterior los gruesos contrafuertes, visibles en el lateral izquierdo y ocultos bajo capillas adosadas en el siglo XVIII en el derecho.
La fachada principal responde a un diseño creado por el arquitecto Torcuato Cayón de la Vega en 1774, acabándose la obra cuatro años más tarde bajo la dirección del maestro Carlos Hermida. Se trata de una monumental portada barroca muy esbelta y embutida en el centro del muro entre pilastras cajeadas de orden gigante, en cuya parte baja sitúa la puerta de entrada entre columnas clásicas sobre altos paramentos, con fustes estriados y capiteles corintios. Más arriba, una hornacina rematada por un óculo acoge una imagen de la Virgen entre columnas lisas y pináculos decorativos. Finalmente, se acaba el conjunto con una original y elegante crestería barroca ondulada y rematada asimismo con pináculos, con una cruz de piedra en el centro. La torre campanario, de base cuadrada, muy robusta, y prácticamente lisa en todo el cuerpo principal de su fuste, se acaba con un cuerpo de campanas rematado por cúpula gallonada.
La decoración interior de esta iglesia no conserva casi nada de su época primitiva. El ciejo retablo mayor de estilo clásico realizado por el arquitecto Andrés de Castillejos, que ocupaba la Capilla Mayor, fue sustituido por el actual de inspiración gótica, y tanto su estructura como sus cuadros están hoy despiezados y repartidos por las naves laterales.
La Capilla del Sagrario, a continuación del crucero en el lado de la epístola, es un interesante añadido del siglo XVIII restaurado en1899. De planta circular, se cubre con una magnífica cúpula sobre pechinas que se prolonga hasta el suelo formando tres capillas semicirculares, la central más amplia. Esta capilla presenta una fachada hacia el interior de la iglesia en forma de arco apuntado en cuyo tímpano aparece un Calvario del siglo XVI, y a la que se sobrepone otra fachada barroca con profusa decoración de mármoles.
www.prater.at/GeneralInformation.php?LI=1 (englisch)
• Information about the Prater
» The Entry into the Prater is free to the puplic!
» Prices vary from 1,-- Euro to 10,-- Euro depending on the attraction
» Official-Season: 15th March – 31st October
» The area of the amusement park is not blocked off during the whole year -visitors can walk through at any time
» Openingtimes for the attractions are from 10.00am to 1.00am in the morning (changes due to weatherconditions possible)!
• Informationen zum Prater
» Der Eintritt in den Prater ist frei!
» Die Preise für die Attraktionen selbst, variieren zwischen € 1,-- und € 10,--
» Haupt Saison: 15. März – 31.Oktober
» Das Areal des Praters ist 24 Stunden zugänglich und wird nicht abgesperrt
» Attraktionen von 10.00 Uhr - 1.00 Uhr Früh geöffnet (jedoch wetterbedingte Änderungen möglich)!
Kings of Concrete
Wood Quay, Dublin, 4 Jul 2010
Dar and I headed into Kings of Concrete and I must say it was a flipping amazing event. There was rollerblading, skating, parkour, music, hiphop dancing and live graffiti, all under blues skies and balmy weather in the city. The skill of the performers and artists was *incredible*. Well done guys!
for the All About Me Challenge- Pink Reptile Designs: Superstitious kit
the-lilypad.com/store/Superstitious.html
Splatter Brushes No2
the-lilypad.com/store/Splatter-Brushes-no.2.html
& Word Up Word Arts.
the-lilypad.com/store/Word-Up.html
Background paper from Lynne Marie's M3 Add On: Ombre papers.
the-lilypad.com/store/Ombre-papers-M3.html
Amy Wolff: Itsy Bitsy Alphas Vol 5.
the-lilypad.com/store/itsy-bitsy-alphas-vol.-5.html
The idea for the clovers came from a vector stock image from Pavars, the stems are a bit wonky as I drew with the mouse, the clovers are from : Pink Reptile Designs's Superstitious (as above) Lynne Marie: Dream Valorie Wibbens: Lucky & leaf is from Pink Reptile Designs & Studio basic collab Sing Like Nobody is Listening-
Journaling reads: Hi! I' Cutie!!! I'm a gorgeous (even if I say so LOL) lucky pet, I live in London now, with my adopted mum Cynthia who loves me very much and has me on the desk by her Mac, she even talks to me!!!(yes! I know, these old ladies are a bit strange sometimes!!!) so even though I can't answer back, I am happy to be loved and have company! I think my ancestors are from some place in the world, I know my adopted mum saw one of my uncles & aunties in the net & fell in love with me immediately, so she asked my birth mum, Mirjam, (who is one of the greatest, most talented ladies in the whole wide world!!!!) if she could make me. Time went and my mum Cynth had forgotten all about it... ...until one day the bell rung and there I was, inside a package with a card!!! She got very emotional (yes, another thing these old ladies do!!!! and even shed a tear or two, as my mum really really love my birth mum Mirjam and admires her a lot, I know it meant a lot more than just a little cutie toy for her. Since then, She has been so very happy and so I have a great adopted home!!!! I know she also likes the fact that my colors coordinate well with the colors of her bedroom as she is a bit obsessive with that kind of thing! I am very proud of my new home as I know only very very special things like me get to stay in the desk!!! About a month or so ago I got a new adopted brother!!! His name is Bart the Frog, but I will leave it for him to tell his own story... is ALL ABOUT ME right now!!!!!! I hope you like me and enjoy my story as much as my mum Cynth does... she had been waiting for a chance to tell about me, so she was really happy when she saw the opportunity to let me tell it!!!!! Hope you have a great weekend, I need to go now as my mum is calling me, she needs to eat something Bye bye!!!!!!
TFL!!!
#Mémoire2cité au coeur de la rénovation urbaine en département LOIRE 42 @ ST-ETIENNE MONTCHOVET PREFABRICATION MASSIVE Le temps des cites modernes et souvent d'HLM....Domy z panelu (1959) - 1er court métrage du cinéaste tchèque Jiří Menzel - Un documentaire sur la construction des logements préfabriqués Paneláky Prefabricated Houses. A student work by Jiří Menzel, filmed during his second year at the FAMU film school.
www.youtube.com/watch?v=X-2hXxJUn74 Domy z panelu (Jirí Menzel, 1959) Prefabricated Houses. A student work by Jiří Menzel, filmed during his second year at the FAMU film school. les grands chantiers 1955 1960s 42 SAINT-ETIENNE QUARTIERS SUD EST @ LES CITES MODERNES DE BEAULIEU 1953-1973 @ BEAULIEU3 MONTCHOVET @ Architectes M GOUYON M HUR M CLEMENT M MAUHAUDIER - La Muraille de Chine en construction içi en 1963 @ Il y avait l'idée de faire le plus grand nombre possible de logements confortables ; dans le délai le plus rapide possible ; au coût le plus bas possible. Il y avait quand même l’idée comme ça d’une prouesse dans le domaine du logement social.42 St-Etienne Montchovet la muraille Mais dans les années 80, le quartier change. Banlieue à problèmes, zone de non-droit, autant d’étiquettes qui collent à la muraille au gré des faits divers, des voitures brûlent, des policiers patrouillent, des jeunes traînent, et puis le bâtiment a vieilli. Les locataires le désertent. En 85, le quartier s’offre un lifting de 120 millions de francs, mais les problèmes persistent. Alors en 95…On a fait le constat qu’il n’y avait pas eu possibilité de réhabiliter dans de bonnes conditions. Qu’on avait connu l’échec de réhabilitation, d’une façon tout à fait naturelle. J’en ai conclu qu’il ne fallait pas obliger les gens à vivre dans ce type d’habitat. Qu’il ne fallait pas remplir de force une telle muraille. Et donc, la conclusion s’imposait d’elle-même, il fallait démolir. Cette démolition permet de mettre un terme aux 4 millions de francs de perte annuelle générés par les logements vides...Ça coûte un bâtiment inoccupé. Début 97, la moitié du bâtiment était vide. Donc, sur 500 logements, nous avions 250 logements vacants. Mais pour certains riverains, cette logique comptable n’efface pas une profonde nostalgie, la muraille est l’emblème du quartier...La muraille de Chine, ça fait des années qu’elle existe. Je veux dire, c’est elle qui fait, quand on parle du quartier on parle toujours tout de suite de la muraille de chine...C’est triste quand même de voir le bâtiment qui va tomber, voilà ! C’est comme si on enterrait une personne hein ! C’est une page du quartier qui se tourne, et c’est dommage...Il n'y aura plus de muraille mais dans notre coeur, il y aura toujours une muraille...Ce bâtiment, les stéphanois l’appellent la muraille de Chine. 540 logements, 2000 habitants, 48 mètres de haut pour 17 étages, 280 mètres de long. C’etait un véritable village vertical. C’etait aussi le symbole du quartier de Montchovet, mais c’est un symbole condamné, c’est en effet la plus grande barre de logement d’Europe qui doit être détruite en une seule fois. La muraille a été construite en pleine crise du logement. En 65, ce bâtiment offre tt le confort moderne : salle de bains, chauffage central, ascenseur. Il est pris d’assaut par les locataires, tout comme les 4000 autres logements neufs construits au sud-est de Saint-Etienne...https://m.ina.fr/.../demolition-de-la-muraille-de-chine... Alors, au niveau de la préparation de ce chantier, les principales phases furent le désamiantage des façades qui représentaient 32 000 m² de matériaux non friables. Ensuite, est venu le temps de la déconstruction des appartements où on a retiré les planchers bois, les portes, tout ce qui était impropre à la mise en décharge. La troisième phase fut la déconstruction mécanique et l’affaiblissement mécanique des structures. La quatrième phase fut la foration, on a foré environ 3600 mètres linéaires de trous pour mettre les explosifs. La dernière phase qui est en cours de réalisation est la mise en place des protections, c’est bien sûr les voiles intérieurs ainsi que sur les voiles extérieurs afin d’éviter les projections...La muraille, une fois détruite, laissera un vide de plus de 4 ha au cœur de Montchovet. L’avenir de ce quartier est déjà tracé dans les cartons des architectes, il est devenu médical... m.ina.fr/.../demolition-de-la-muraille-de-chine... Entre les années 50 et 60, et suite à la seconde guerre mondiale, la municipalité stéphanoise a vu sa population passée d’un peu moins de 180 000 habitants en 1950 à plus de 200 000 habitants dix ans plus tard en 1960. Cette forte augmentation de la population pouvait s’expliquer par le fort taux de natalité de cette époque (baby-boom), mais aussi par l’afflux de travailleurs de la classe ouvrière venus dans la grande cité stéphanoise pour trouver un travail. De ce fait, la construction d’un logement sain pour chaque ouvrier était devenue une priorité absolue pour les élus qui considéraient à raison que cela était une condition vitale dans le cadre de ce grand développement. Pour ce faire, la ville a lancé dans les années 50 une vaste opération de construction de barres d’habitation dans la zone de Beaulieu, destinée à fournir un logement à une population grandissante. www.cimaise-architectes.com/.../lespace-beaulieu/ Des tours et des barres, voici les formes les plus courantes des bâtiments qui constituent les grands ensembles. On doit cette communauté de forme à l’industrialisation des procédés de construction et à l’imposition de normes et de plans types pour les appartements afi n de réduire les coûts de production, objectif constant des années 1950-1960. Ceci a conduit à privilégier des formes simples et l’usage du béton, qui accède alors à une véritable hégémonie. L’utilisation généralisée du chemin de grue est également pointée comme explication de l’orthogonalité des plans et d’une extrême uniformisation. La forme des grands ensembles est également liée à l’influence du Mouvement moderne en architecture et à une conception urbaine nouvelle. Il y a dans les Trente Glorieuses une volonté d’inventer la ville et même la vie. La forme urbaine du grand ensemble est conçue en rupture avec l’environnement immédiat, avec une organisation propre et autonome du nouveau quartier. C’est d’ailleurs cette rupture qui rend si facilement identifi ables les grands ensembles sur les vues aériennes. L es architectes et urbanistes veulent libérer l’espace au sol pour mieux organiser la relation entre immeuble et espace vert. Le plan des grands ensembles est en général orthogonal avec des immeubles en périphérie laissant au centre un espace planté, le fameux espace vert des plans masses. Cette forme architecturale et urbaine a pu concentrer les critiques. On reproche le gigantisme, la monotonie, mais aussi l’absence de véritables espaces publics. Les grands ensembles ont globalement été édifiés sur des parcelles agricoles ou maraîchères, faute de réserves foncières suffi santes en ville. Ils sont aussi parfois construits dans les vides du tissu urbain laissés par les lotissements pavillonnaires. Dans de nombreux cas, ils sont situés aux franges des villes, parfois à cheval sur deux communes qui ne souhaitaient pas forcément travailler ensemble. Ceci a encore un impact aujourd’hui sur la réussite des projets de transformation qui peut dépendre du niveau de coopération des communes concernées. Par souci d’économie, certaines opérations ont été réalisées à proximité de zones où devaient être construites des infrastructures telles qu’une autoroute ou un échangeur, ce qui a accentué encore la fracture avec les quartiers plus anciens
de la commune, le centre-ville et ses services. De plus, les grands
ensembles sont souvent implantés à l’écart des transports en commun. En région parisienne, cela s’améliorera avec la création du District ( 1961 ) et des villes nouvelles ( 1965 ) qui permet le financement des réseaux de transport en commun et des autoroutes. Certaines municipalités se sont montrées très volontaires pour accueillir des grands ensembles, mais l’État en a aussi imposé à des petites communes qui n’en voulaient pas.
Pour celles-ci, les évolutions urbaines, démographiques et économiques consécutives ont parfois provoqué de véritables séismes. Suivant leur envergure, les nouveaux quartiers
ont pu submerger les anciens bourgs et faire basculer les territoires du rural à l’urbain à une vitesse fulgurante... Dans les années 1950, les logements sont rares, surpeuplés et souséquipés. En 1954, la plupart ne disposent ni de sanitaires, ni de wc intérieurs et à peine la moitié ont l’eau courante. Avec la construction des grands ensembles, en 1975 la quasi-totalité des logements ont l’eau courante, 75 % l’eau chaude et une installation
sanitaire complète avec wc intérieurs. Enfin, moins de 5 % des logements sont surpeuplés. On comprend alors que
les grands ensembles incarnent une modernité bienfaisante pour les mallogés qui y emménagent. Cependant, l’économie de moyens
dans la construction a été telle que les problèmes liés aux malfaçons arrivent vite. De plus, les bâtiments mal entretenus s’abîment avant même que tous les équipements soient
terminés. Aux défauts de construction et d’entretien s’ajoute la faiblesse des équipements collectifs. Les nouveaux résidents déchantent. Malgré tout, des sociabilités s’organisent, autour de la cage d’escalier, du chemin de l’école, de la vie associative et
de fêtes ou manifestations culturelles et sportives. la fête de grand
vaux à savignysur-orge. Jusqu’à la fi n des années 1970, des événements et fêtes organisés dans le quartier drainent des habitants de toute la commune, voire au-delà. Grand Vaux est alors presque un second centre-ville. @ 1975 13 le grand ensemble de sarcelles. Le terme «sarcellite » est inventé en 1962 pour désigner le mal des grands ensembles, une sorte de dépression dont seraient victimes les habitants. Cette soi-disant maladie de l’habitat moderne fait de Sarcelles le symbole des grands ensembles français. 1961 villagexpo à saint-michel sur-orge. Des concours visant à abaisser le coût du logement individuel ( Villagexpo en 1966, Chalandonnettes en 1969 ) sont lancés par le ministère de l’Équipement et du Logement. Le renouveau pavillonnaire encouragé par l’État témoigne du discrédit parallèle des grands ensembles. 1966 15 À peine les premiers habitants installés, journalistes, sociologues et autres experts viennent enquêter sur la vie dans les grands ensembles. Les uns sont séduits par leur modernité. Les autres, de plus en plus nombreux, dénoncent le mal des grands ensembles, leur taille et leur monotonie. La critique architecturale et sociale enfle et la circulaire Guichard met fin à leur construction le 21 mars 1973. L’ère du pavillonnaire prend le relais...MONTCHOVET MAI 2000 Au départ conçue pour loger les classes moyennes, la "Muraille de Chine" a accueilli, à partir des années 1970, de plus en plus de populations immigrées. Malgré plusieurs réhabilitations, elle était devenue, à l'instar d'autres quartiers défavorisés, le symbole de l'échec de la politique du logement, avec la ghettoïsation des populations pauvres et immigrées. Quatre mois de préparation avaient été nécessaires avant que, ce 27 mai 2000, les 600 kilos d’explosifs foudroient, en quelques secondes, la "Muraille de Chine". Il avait fallu ensuite plusieurs jours pour évacuer les 80.000 tonnes de gravats. Depuis 2005, l'Hôpital privé de la Loire (HPL) a été édifié à l'emplacement même du bâtiment. Éclairage
Au sud-est de la ville de Saint-Etienne, le quartier d'habitation de Beaulieu-Montchovet est construit entre 1953 et 1971. En 1964, la troisième tranche dénommée « Beaulieu III » donne lieu à la réalisation du plus grand bâtiment d'habitation en Europe. Surnommé « la muraille de chine » en raison de son gigantisme, il est détruit par dynamitage en 2000. Son histoire est profondément inscrite dans le contexte de la politique du logement en France.
Grâce à son bassin charbonnier, au développement de l'industrie textile et à sa manufacture d'armes, l'essor de la ville de Saint-Etienne bénéficie de la révolution industrielle du XIXe siècle. Forte de cet héritage, elle a conservé son dynamisme économique jusqu'au milieu du XXe siècle. Important centre militaro-industriel durant la Seconde Guerre mondiale, Saint-Etienne est touchée par plusieurs bombardements. Ces destructions ont accentué la crise du logement dues aux profondes mutations de l'après-guerre qui concentrent la population dans les grands centres urbains et industriels. C'est dans ce contexte que la ville de Saint-Etienne décide de construire un quartier neuf afin de loger près de 30 000 habitants dans près de 4 600 logements. Le quartier Beaulieu-Montchovet est proche du centre ville. Il est situé sur une zone dont le sous-sol n'était pas fragilisé par la présence d'anciennes mines de charbons, ce qui autorisait la construction d'immeubles importants. La réalisation de la Muraille de Chine est très comparable à celles qui voient le jour dans le cadre de la politique des Zones à Urbaniser en Priorité (ZUP) initiée en 1959. Des quartiers nouveaux ont vu le jour, en principe avec des commerces et des équipements, constituant ce qu'il est convenu d'appeler des « grands ensembles ». A Saint-Étienne, au cœur du quartier de Beaulieu-Montchovet, la « Muraille de Chine » s'ajoute à des ensembles déjà construits. D'une hauteur de 48 mètres, le bâtiment est parfaitement rectiligne afin de rationaliser la construction. Les grues peuvent se déplacer sur des rails tout le long de la « barre », terme qui désigne ces grands immeubles. Il est composé de 19 étages sur 270 mètres de long et abrite 450 logements. L'armature en béton armé et les éléments standardisés permettent une construction rapide et compétitive. Le confort moderne des appartements n'est pas le seul atout de cet immeuble, les infrastructures du quartier suivent l'évolution de la population : équipements sportifs, centre commercial et collège complètent le dispositif et, à l'origine, la demande des familles est forte pour ce bâtiment imposant, symbole de modernité.
Après les années 1970, Saint-Etienne connaît une crise économique, le charbon est concurrencé par le pétrole, les industries locales sont en déclin et la démographie fléchit. Les grandes opérations lancées dans les années 1950 et 1960 ont vieilli. La « Muraille de Chine » n'est habitée qu'à moitié et la ville peine à entretenir cet ensemble. Malgré plusieurs opérations de réhabilitation dont la dernière lancée dans le cadre du programme « Banlieues 89 » (Roland Castro), elle devient le symbole des difficultés économiques et sociales : fort taux de chômage, exclusion et délinquance. La concentration en un même lieu d'une population défavorisée et touchée par le chômage fait sentir ses effets. De nouvelles politiques de la ville voient le jour. Elles prônent une mixité sociale qui s'oppose à la ségrégation qui résultait de la politique de ZUP. Impuissante à renverser cette évolution générale, la ville décide la destruction de l'immeuble. Ces opérations de destruction apparaissent au début des années 1970 aux Etats-Unis ; elles sont imitées à Villeurbanne en 1978 pour la cité Olivier de Serres, même si en France, jusqu'au milieu des années 1990, l'État a le plus souvent privilégié une politique de réhabilitation. Le 27 mai 2000 les derniers habitants de la Muraille de Chine sont évacués, l'autoroute est barrée et le quartier bouclé par les forces de l'ordre : à 13 heures précises a lieu la plus grosse opération de démolition jamais réalisée en Europe @ Ce bâtiment, les stéphanois l’appellent la muraille de Chine. 500 logements, 2000 habitants, 48 mètres de haut pour 17 étages, 280 mètres de long. C’est un véritable village vertical. C’est aussi le symbole du quartier de Montchovet, mais c’est un symbole condamné, c’est en effet la plus grande barre de logement d’Europe qui doit être détruite en une seule fois. La muraille a été construite en pleine crise du logement. En 1965, ce bâtiment offre tout le confort moderne : salle de bains, chauffage central, ascenseur. Il est pris d’assaut par les locataires, tout comme les 4000 autres logements neufs construits au sud-est de Saint-Etienne. Il y avait l'idée de faire le plus grand nombre possible de logements confortables ; dans le délai le plus rapide possible ; au coût le plus bas possible. Il y avait quand même l’idée comme ça d’une prouesse dans le domaine du logement social. Mais dans les années 80, le quartier change. Banlieue à problèmes, zone de non-droit, autant d’étiquettes qui collent à la muraille au gré des faits divers, des voitures brûlent, des policiers patrouillent, des jeunes traînent, et puis le bâtiment a vieilli. Les locataires le désertent. En 85, le quartier s’offre un lifting de 120 millions de francs, mais les problèmes persistent. Alors en 95… On a fait le constat qu’il n’y avait pas eu possibilité de réhabiliter dans de bonnes conditions. Qu’on avait connu l’échec de réhabilitation, d’une façon tout à fait naturelle. J’en ai conclu qu’il ne fallait pas obliger les gens à vivre dans ce type d’habitat. Qu’il ne fallait pas remplir de force une telle muraille. Et donc, la conclusion s’imposait d’elle-même, il fallait démolir. Cette démolition permet de mettre un terme aux 4 millions de francs de perte annuelle générés par les logements vides. Ça coûte un bâtiment inoccupé. Début 97, la moitié du bâtiment était vide. Donc, sur 500 logements, nous avions 250 logements vacants. Mais pour certains riverains, cette logique comptable n’efface pas une profonde nostalgie, la muraille est l’emblème du quartier. La muraille de Chine, ça fait des années qu’elle existe. Je veux dire, c’est elle qui fait, quand on parle du quartier on parle toujours tout de suite de la muraille de chine. C’est triste quand même de voir le bâtiment qui va tomber, voilà ! C’est comme si on enterrait une personne hein ! C’est une page du quartier qui se tourne, et c’est dommage. Il n'y aura plus de muraille mais dans notre coeur, il y aura toujours une muraille. Depuis le 24 janvier, une cinquantaine d’ouvriers travaillent à la déconstruction de ce bâtiment. Aujourd’hui, tout est prêt pour l’explosion. Alors Monsieur Arnaud, quelles ont été les différentes phases de ce chantier ? Alors, au niveau de la préparation de ce chantier, les principales phases furent le désamiantage des façades qui représentaient 32 000 m² de matériaux non friables. Ensuite, est venu le temps de la déconstruction des appartements où on a retiré les planchers bois, les portes, tout ce qui était impropre à la mise en décharge. La troisième phase fut la déconstruction mécanique et l’affaiblissement mécanique des structures. La quatrième phase fut la foration, on a foré environ 3600 mètres linéaires de trous pour mettre les explosifs. La dernière phase qui est en cours de réalisation est la mise en place des protections, c’est bien sûr les voiles intérieurs ainsi que sur les voiles extérieurs afin d’éviter les projections. Un périmètre de sécurité de 150 m sera mis en place autour du chantier, l’autoroute sera fermée samedi entre 11 heures et 14 heures. Un millier de riverains seront évacués et 300 CRS et policiers assureront la sécurité du public pendant l’opération de foudroyage. La phase ultime sera le tir, et ensuite le traitement des matériaux au sol. Les 23 000 m3 de béton seront évacués en deux mois. La muraille, une fois détruite, laissera un vide de plus de 4 ha au cœur de Montchovet. L’avenir de ce quartier est déjà tracé dans les cartons des architectes, il sera médical. Notre projet c’est de construire une clinique de 251 lits qui est constituée du regroupement de 3 cliniques existantes à Saint-Etienne. Il y aura une maternité, il y aura également un service de médecine, et puis un service de chirurgie comme ça existe dans la plupart des cliniques privées. Avec 16 salles d’opération et 150 médecins, ce centre hospitalier sera le plus important pôle de santé privé de Rhône-Alpes. Les travaux commenceront en septembre pour s’achever en janvier 2002. Ils coûteront 250 millions de francs. On a choisi ce quartier parce que nous pensions que c’est un beau quartier qui est extrêmement bien situé ; duquel il y a une vue qui est très belle, quand on est monté dans la muraille de Chine, on le sait. Que d’autre part, pour un établissement de santé, c’est à proximité de l’autoroute ; donc avec des facilités d’accès pour les patients extrêmement importants, qui feront que cet établissement sera vu quand on passera devant, et qu’on pourra y accéder facilement. 40 ans après la construction de la muraille, l’ambition de la municipalité est d'effacer la difficile réputation du quartier de Montchovet, par un vaste réaménagement urbain ; avec à l’horizon 2003, une nouvelle ligne de tramway, deux maisons de convalescence, et un aménagement paysager. Le samedi 27 mai à 13 heures 01, la muraille de Chine s’effondrera sur elle-même en 15 secondes. Nous serons là pour vous montrer ce moment crucial dans la vie du quartier et qui changera définitivement le visage de Saint-Etienne. En France, la préfabrication va tout d'abord se développer dans le contexte de pénurie générale de la Libération. Dans un second temps, l'opération des « 4 000 logements de la région parisienne » en 1953 inaugure la généralisation de la préfabrication pour la construction des grands ensembles de logements en France. Le Bonheur est dans le béton - 2015 Documentaire réalisé par Lorenz Findeisen produit par Les Films du Tambour de Soie Le logement préfabriqué, victime de son succès en France, fut exporté en Europe de l’Est. Qui se souvient aujourd’hui que ces logements symboles de progrès devinrent, en pleine guerre froide, la marque de fabrique du collectivisme ? Jacqueline a 50 ans et vit à la cité des Courtillières à Pantin. Elle se souvient lorsque, enfant, elle quitta avec ses parents le « une pièce parisien » sans commodités pour un appartement spacieux et moderne dans cette cité. La cité des Courtillières est alors une cité pilote, censée réaliser le rêve d’une vie nouvelle dans une France qui manquait à la Libération cruellement de logements.
Comme tant d’autres Jacqueline enfant ignorait qu’elle devait à Raymond Camus architecte génial, créateur du panneau en béton préfabriqué, cette invention qui promettait un futur radieux pour tous. Sydney, voisin de Jacqueline, se remémore lui, les bus remplis d’architectes venus d’Union soviétique pour visiter sa cité…
La marque de fabrique du collectivisme
Le logement préfabriqué victime de son succès en France est exporté en Europe de l’Est. Qui se souvient aujourd’hui que ces logements symboles de progrès devinrent en pleine guerre froide, la marque de fabrique du collectivisme ? Pour Julie, à Prague, ou Susanna à Berlin Est, l’arrivée du préfabriqué dans leur vie revêt une toute autre signification. Utopies sociales, idéologies politiques et avant-garde architecturale commencent à se mélanger. Le rêve du bonheur tourne vite au cauchemar…
En République tchèque, l’antique ville de Most est détruite pour des raisons économiques pour être reconstruite grâce au panneau de béton. Au travers d’archives inédites et de témoignages des habitants, l’histoire incroyable de panneau en béton se raconte pour la première fois de Paris à Moscou, de 1950 à nos jours.
Documentaire réalisé par Lorenz Findeisen, produit par Les Films du Tambour de Soie www.dailymotion.com/video/x413amo @
Petite histoire de la préfabrication
Les violentes destructions de la Seconde Guerre mondiale ont contraint une bonne partie des pays européens à trouver des solutions inédites concernant la reconstruction.
« Les guerres sont par exemple d’importants accélérateurs de l’industrialisation du bâtiment pour deux raisons au moins. La première est que l’industrie d’armement se recycle logiquement dans la production civile après les conflits ; la deuxième est que les territoires dévastés par les destructions, comprenant des villes entières, sont à reconstruire. » Franz Graf
L’originalité de la première phase de ces reconstructions réside dans la dynamique expérimentale initiée par les gouvernements européens autour de la préfabrication, ainsi que l’explique Franz Graf [2] dans l’introduction référencée de l’ouvrage.
Elain Harwood met en lumière les programmes de logements publics préfabriqués en Angleterre et Nick Bullock présente un focus sur les maisons-témoins préfabriquées de Northolt aux apparences ordinaires. Ce sont ces dernières qui vont inspirer le Ministère de la Reconstruction et de l’Urbanisme français pour ces chantiers expérimentaux de maisons préfabriquées.
L’Italie, de son côté, se basera sur les maisons de Northolt et la cité expérimentale de Noisy-le-Sec pour concevoir le QT8 à Milan, laboratoire où sont construits des maisons-prototypes en relation avec la Triennale, ainsi que l’explique Francesca Albani. Les deux contributions consacrées à l’Allemagne de Steeve Sabatto et Silke Langenberg s’attachent plus spécifiquement à la dimension technique et aux systèmes constructifs inventés par Konrad Wachsmann en collaboration avec Walter Gropius et Helmut Spieker, semble-t-il sans lien avec les autres pays européens.
Suite aux expérimentations, chacun des pays prend des voies sensiblement différentes vers le logement de masse. Si les prefabs anglais demeurent un élément caractéristique du paysage national, la construction traditionnelle, tout aussi rentable économiquement sera préférée. Le recours à la préfabrication concernera, avec davantage de bonheur, les écoles anglaises. En France, à partir de 1954, l’État fixe aussi sa doctrine : la solution au manque de logement se trouve dans la préfabrication lourde, ouvrant la voie aux grands ensembles. Et l’Italie prendra finalement un tournant bien différent en opérant un retour décisif à des techniques artisanales, exécutées à pied d’œuvre, afin d’augmenter l’occupation ouvrière. Mais un défi, tant collectif que particulier, est aujourd’hui à relever : comment rénover le bâti préfabriqué existant ? Les solutions dépendront forcément « de la valeur que l’on attribue à un patrimoine, surtout s’il est considéré comme ordinaire et diffus » [3]. Ainsi que le démontrent les cas particuliers ici étudiés, il n’y a pas de réponse préfabriquée, mais des réflexions et des histoires captivantes autant que singulières.
Les héros de l’industrialisation face à la patrimonialisation
Si les histoires architecturales racontées sont principalement européennes, il aurait été impensable, à propos de préfabrication, de ne pas mentionner les États-Unis et notamment un de ses représentants les plus populaires : Buckminster Fuller. Le texte de James Ashby [4] retrace l’aventure de la restauration de la maison Dymaxion (contraction en anglais de dynamic-maximum-tension), aujourd’hui exposée au musée Ford à Détroit. Cette maison devait « révolutionner l’industrie du logement après la Seconde Guerre mondiale » en proposant aux familles des habitations qui ne devaient pas dépasser le prix d’une Cadillac. Mais l’entreprise de Fuller fit faillite et il ne resta qu’un prototype, récupéré et transformé par l’un des investisseurs afin d’en faire son logement. Des décennies après, la maison est abandonnée et le bâti se dégrade : les héritiers finissent par faire don de la maison au musée en 1991. Mais six années vont encore s’écouler avant que le musée ne s’engage dans la restauration de la maison Dymaxion. Une équipe pluridisciplinaire va être constituée dans une démarche scientifique, avec pour défi complexe d’être au plus proche de l’authenticité d’une expérience architecturale inachevée.
Portes du pavillon du centenaire de l’aluminium, page 107 du catalogue de vente Artcurial des 23 et 24 novembre 2010
Autre héros de la préfabrication, notre Jean Prouvé hexagonal. L’article de Richard Klein [5], « Le pavillon du centenaire de l’aluminium, un patrimoine en pièce », présente différents paradoxes patrimoniaux lié à cet édifice nomade, le caractère véhiculaire était bien souvent intrinsèque aux constructions de Prouvé. L’auteur part ici de la controverse apparue suite à la mise en vente d’un ensemble de portes et d’un panneau provenant du pavillon du centenaire de l’aluminium, construction protégée au titre des Monuments historiques. Outre les remarques concernant la place des collectionneurs de Prouvé, la question de l’intégrité de l’édifice est passionnante. En effet, le bâtiment, tel qu’il a été remonté à Villepinte, a été réduit par rapport à son implantation initiale. Dès lors, Richard Klein pose la question : « comment envisager la question de l’intégrité d’un édifice dont les dimensions peuvent être considérées comme variables ? »
Les problèmes patrimoniaux liés à ce pavillon semblent sans fin, reflétant la complexité de la situation. Un dernier exemple : l’édifice s’étant déplacé de Lille à Villepinte, son périmètre de protection s’est-il déplacé avec lui ? Parmi les autres cas d’études intelligemment présentés : la construction inachevée de Claude Prouvé, véritable ruine de science-fiction ou encore les péripéties patrimoniales de la CAF du XVe arrondissement à Paris, « l’unique bâtiment en France qui a fait l’objet d’un déclassement du statut de Monument historique ». Dénouement
Face à des bâtiments qui ne correspondent plus aux besoins contemporains ou qui se sont dégradés avec le temps, la dernière partie de l’ouvrage présente des projets de réhabilitation, transformation, rénovation, adaptation et sauvegarde. Le SHAPE Village de la Faisanderie à Fontainebleau, la transformation de la tour Bois-le-Prêtre à Paris, la cité d’habitation de Droixhe en Belgique, les bâtiments des frères Honegger à Genève, les immeubles de Triemli à Zurich : autant de témoignages d’une nouvelle réception de cette architecture préfabriquée qui eut longtemps mauvaise presse mais dont les qualités architecturales sont désormais reconnues par les architectes. Beaucoup militent pour les transformer en respectant les projets initiaux. Ces derniers textes, plus courts et moins réflexifs ont néanmoins leur place, présentant les directions actuelles et les problématiques quant aux projets de transformations. À la fin de ce copieux ouvrage bien documenté, si les auteurs n’ont pas épuisé la question de la sauvegarde de l’architecture préfabriquée, certaines énigmes de cette histoire architecturale qui parcourt le XXe siècle jusqu’à aujourd’hui piquent la curiosité. Des contributions passionnantes et une grande cohérence dans le contenu donnent à l’histoire de la préfabrication des allures d’épopée architecturale. GRAF, Franz et DELEMONTEY, Yvan (dir.), Architecture industrialisée et préfabriquée : connaissance et sauvegarde, Éditions des Presses polytechniques et universitaires romandes, Laboratoire des Techniques de la Sauvegarde de l’Architecture Moderne, textes en anglais et en français, 2012 le Logement Collectif* dans tous ses états..Histoire & Mémoire de l'Habitat / Archives ANRU / Rétro Banlieue / Renouvellement Urbain / Urbanisme / HLM twitter.com/Memoire2cite URSS un film fantastique et commic du BTP @ Au grAnd Ensemble Sovietic vs le recommande des clichés de folie youtube.com/watch?v=F68bbzOOOdY&feature=emb_err_woyt Après 1945, les collines agricoles du sud-est de la ville connaissent un programme d’urbanisation de grande ampleur pour répondre à la crise du logement. Près de 4600 logements sociaux vont ainsi être construits en quatre tranches successives de 1953 à 1970 : Beaulieu, la Marandinière, Montchovet, la Métare et la Palle formant aujourd’hui les quartiers sud-est. Touché par la crise économique et urbaine de dingue, le secteur sud-est apparaît à la fin des années 1990 comme un espace monofonctionnel dédié en totalité à l’habitat locatif social et porté par un seul bailleur l'OPAC devenu Métropole Habitat. Bien que bénéficiant de nombreux atouts (accessibilité et environnement agréable...), le quartier souffre du gigantisme de son urbanisation et du manque de résidentialisation des unités d’habitation. Par une action en profondeur et dans la durée, la Ville de Saint-Étienne, à travers son Programme de Rénovation Urbaine (PRU), a amorcé une transformation durable du quartier depuis 1989 avec la 1ere demolition du programme à la rue Pierre Loti le 31 janvier 1989 (BANLIEUE89), 30 ans de renouvellement urbain sur la ville.... une ville pilote en la matiere des 1990. Aujourd'hui et demain Les quartiers sud-est vont poursuivre leur mutation, avec l’appui continu de l’Agence Nationale de Rénovation Urbaine et ses partenaires l'ANRU2. Développer le secteur économique
L'objectif est de dynamiser l’économie dans ce territoire en portant de nouveaux projets et en restructurant l’offre commerciale de proximité. La Ville de Saint-Étienne a prévu la création de nouvelles zones d’activités permettant l’accueil d’entreprises. Ainsi une zone d’activités économiques, rue Pierre Loti, répondra aux besoins fonciers des entreprises et des artisans locaux. Ce projet de zone économique, en visibilité directe de la RN 88, permettra l’implantation d’une cinquantaine d’entreprises et la création de 300 emplois. Un nouveau centre commercial sur le secteur de la Marandinière, couplé à la démolition des centres commerciaux de la Palle et Sembat, permettra de restructurer et moderniser l’offre commerciale de proximité. Renouveller l'offre d'habitat Une qualité résidentielle s’affirme progressivement au sein des quartiers Sud-Est, grâce à une nouvelle offre d’habitat variée qui émerge depuis plusieurs années. Les nombreuses démolitions réalisées et à venir (Boulevard des Mineurs en 2018 et immeubles Loti en 2020), ainsi que les réhabilitations d’immeubles en cours, vont permettre de diversifier l’offre de logements. L’un des objectifs du projet urbain est donc de conforter la vocation résidentielle du quartier en stimulant l’offre et en accompagnant des projets comme la construction de logements passifs sur le secteur de Beaulieu, la transformation de l’ancienne école Baptiste-Marcet et la réhabilitation de logements à Monchovet. Améliorer le cadre de vie des habitants
Les quartiers sud-est bénéficient d’un environnement naturellement riche et varié, à l’interface entre les grands parcs de la ville (jardin des Plantes, parc de l’Europe, Bois d’Avaize) et le Pilat. Le projet urbain de la Ville de Saint-Étienne prévoit de relier ces espaces naturels entre-eux avec la création d’une continuité verte, qui permettra aux marcheurs et autres randonneurs de bénéficier d’un véritable réseau de chemins autour de la commune. Le boulevard Alexandre-de-Fraissinette, véritable colonne vertébrale du quartier, et la rue Pierre-Loti seront entièrement revus pour assurer un meilleur partage de l’espace entre tous les modes de déplacements (voiture, vélo et piéton) et assurer un maillage inter-quartiers plus efficace. fr.calameo.com/read/0005441131b4119eaa674
Depuis 2014, la rénovation urbaine dans les quartiers sud-est s’est traduite par de nombreux travaux: la construction du centre commercial de la Grande Marandinière, l’aménagement d’un lotissement de treize maisons individuelles passives, impasse Clémenceau, les rénovations des écoles de Montchovet et de Beaulieu, la réhabilitation de locaux rue Henri-Dunant (pour y installer la Maison des associations), et enfin les démolitions récentes du centre commercial du boulevard de la Palle et d’un garage, au 41 rue de Terrenoire.Démolitions mais aussi constructions sont au programme. Plusieurs acteurs entrent en jeu dans le financement de ces projets, notamment l’ANRU (Agence nationale de rénovation urbaine) mais aussi la Ville, le Département et la Région. Ainsi, le contrat avec l’ANRU, signé le 14 mars, dégage une somme de 23 millions d’euros, somme à laquelle il faut ajouter 3,3 millions d’euros de la Région. Pour les années à venir, les objectifs visent à la poursuite du développement économique, de la mutation de l’habitat par des constructions individuelles ou de petits immeubles, des démolitions ponctuelles, de la valorisation des espaces publics et du renforcement des espaces du quartier. Deux secteurs sont concernés : Loti et la Grande Marandinière. Le 11 AVRIL 1964, le développement de la ville de Saint Etienne, et ses travaux ..La ville de Saint Etienne se développe tout comme l'ensemble du territoire... Pour accompagner cet accroissement de population, de nouveaux quartiers se construisent aux abords de la ville chaque jours. Et pour faire face aux problèmes de circulation, un boulevard périphérique a été aménagé. Réalisé à l'occasion de la construction de la déviation sud de l'autoroute de Saint Etienne, ce reportage témoigne de la visite du sénateur maire de la ville, Mr. Michel DURAFOUR, sur le chantier du tunnel de la déviation. Accueilli par Mr. Rocher, président de la société forêzienne de travaux publics, Michel DURAFOUR découvre avec les membres du conseil municipal l'avancée des travaux. (voir aussi le chantier de l A 47 avec la video du tunnel du rond-point içi : www.ina.fr/video/LXC9610041788 . Ce quartier est né des programmes de grands ensembles mis en œuvre à partir des années 1950 afin de réduire la pénurie de logements. La mairie choisit donc de développer un quartier moderne 4 600 logements en HLM pour pouvoir loger plus de 30 000 habitants avec des loyers modérés dans des bâtiments modernes. Ce quartier avait comme emblème un des plus grands immeubles d’Europe surnommé la Muraille de Chine qui était visible depuis l’autoroute. Ce quartier s’est construit en quatre tranches : Beaulieu I (Beaulieu) de 1953 à 1955 ; Beaulieu II (La Marandinière) en 1959 ; Beaulieu III (Montchovet) en 1964 ; Beaulieu IV (La Palle) en 1971. Il est aujourd’hui en profonde mutation avec un programme de renouvellement urbain qui prévoit la démolition de plus 1000 logements et la reconstruction de 250. Bâtiments spécifiques : CHPL (Centre Hospitalier Privé de la Loire) qui remplace la Muraille de Chine ; Ecole Nationale d'ingénieurs de Saint-Etienne Un modèle de l'urbanisme des années 1950. Beaulieu-Montchovet: La ville choisit de construire un immense quartier neuf de plus de 4.600 logements, prévu pour loger 30.000 habitants, sur les basses pentes du Pilat, à la sortie sud-est de Saint-Etienne.Entre les forêts, qui seront classées parc naturel quelques années plus tard, et les quartiers chics du cours Fauriel, c'est un des endroits les mieux situés de la ville.C'est aussi le seul grand emplacement proche du centre où il n'y aie pas eu de mines, parce que les couches de charbon s'arrêtent juste avant : le terrain est assez solide pour supporter de gros immeubles. Içi le chantier de construction de MONTCHOVET soit Beaulieu 3, la continuitée des constructions HLM de nos quartiers sud-est (les chantiers de l'OPAC) , la vidéo içi :
www.ina.fr/video/LXF99004401 .
Retour sur son historique de 1962 à aujourd'hui e n 2018.
Un grand-Ensemble qui rappelle combien la politique d'urbanisme des années 1960 et suivantes a été conduite en dépit du bon sens la video içi www.google.fr/search?q=montchovet+ina&oq=montchovet+i... et là www.ina.fr/video/CAC00029801 , mais aussi içi www.ina.fr/video/CAC00029801 - avec Claude BARTOLONE içi avec la Visite à Saint Etienne du ministre délégué à la ville le jour de la démolition de la muraille de Chine. Rencontre avec des associations pr discuter du futur du quartier Montchovet. www.ina.fr/video/LY00001263573 - fresques.ina.fr/rhone-alpes/fiche-media/Rhonal00046/demol... - et les differentes videos de la demolition la encore : La démolition de la "muraille de Chine" de Saint Etienne www.youtube.com/watch?v=aq1uOc6Gtd0, www.youtube.com/watch?v=YB3z_Z6DTdc terrible :( ^^ l interview de Michel Thiolliere Le Grisou.fr a interviewé Michel Thiollière, ancien maire de Saint-Etienne et sénateur de la Loire, membre du Parti radical et actuel vice-président de la Commission de régulation de l'énergie. Il livre son analyse sur les prochaines échéances politiques, notamment la campagne des municipales en cours à Saint-Etienne, les alliances de la droite et du centre, mais aussi le mandat de Maurice Vincent. Michel Thiollière s'attarde également sur les besoins de l'agglomération stéphanoise et évoque les enjeux énergétiques en France.(Interview : Maxime Petit -- Réalisation : Studios Bouquet) www.youtube.com/watch?v=AJAylpe8G48,"François Mitterrand, après la visite de deux quartiers -l'un à Saint Etienne et l'autre à Vénissieux, inscrits sur la liste de ceux à réhabiliter -, parle du plan de réhabilitation pour de meilleures conditions de logement.François Mitterrand / Georgina Dufoix / Gilbert Trigano / François Dubanchet / Marcel Houël Thèmes : Grands travaux et grands projets
Le Président > 1er septennat 1981-1988 > 1981-1986 Éclairage
Depuis la fin des années 1970, la région lyonnaise apparaît comme l'épicentre des violences urbaines qui se déroulent en France. Durant l'été 1981, des violences urbaines ont conduit le gouvernement à engager le plus tôt possible une nouvelle politique en faveur des quartiers dégradés. Malgré les premières opérations de réhabilitation engagées par la Commission nationale pour le développement social des quartiers, la situation demeure extrêmement tendue dans un certain nombres de quartiers populaires. L'assassinat d'un jeune de la Cité des 4 000 par un habitant en juillet 1983 a ravivé les débats autour du thème du "mal des grands ensembles" selon l'expression de l'époque. D'autre part, le contexte politique conduit également le pouvoir à s'intéresser encore davantage à la question de la dégradation urbaine dans la mesure où de très nombreux quartiers populaires n'ont pas cette fois-ci apporté leurs suffrages aux candidats de la gauche.La visite de François Mitterrand dans deux quartiers dégradés de la région lyonnaise constitue donc un signal fort à l'égard des populations qui y vivent. Ce déplacement fait également écho à celui réalisé quelques jours plus tôt au sein de la Cité des 4 000 à La Courneuve en Seine Saint Denis (voir Visite de François Mitterrand à La Courneuve). Le principe est d'ailleurs le même et il est exprimé par le président de la République : voir par lui-même l'état réel de ses quartiers. Le fait qu'il soit mentionné dans le reportage que "ces visites surprises" se soient faites dans la "plus grande discrétion" (notamment sans les élus locaux concernés) marque effectivement la volonté du président de la République d'établir une sorte de lien direct avec les habitants qui vivent dans ces quartiers. Il ne s'agit pas de faire l'annonce de nouvelles mesures mais "de voir les choses par moi-même" selon l'expression utilisée par François Mitterrand lors de son allocution à la Préfecture à Lyon. Au moment où la Commission nationale pour le développement social des quartiers établit la liste définitive des 22 quartiers qui bénéficieront d'un programme de réhabilitation, la visite du président de la République sur le terrain suggère une forme de "présidentialisation" du thème de la réhabilitation des grands ensembles.La création au même moment de Banlieue 89 suscitée par deux architectes proches de François Mitterrand, Roland Castro et Michel Cantal-Duparc, suggère également l'intérêt du président de la République pour les questions urbaines (voir Inauguration de l'exposition organisée par Banlieue 89)."http://fresques.ina.fr/mitterrand/fiche-media/Mitter00106/visite-de-francois-mitterrand-a-saint-etienne-et-aux-minguettes.html Journaliste
Visites surprises qui se sont déroulées dans la plus grande discrétion, seule Madame Georgina Dufoix, Secrétaire d’Etat à la Famille et aux Immigrés, Monsieur Gilbert Trigano, le PDG du Club Méditerranée qui participe à la Commission Dubedout, et deux collaborateurs du Chef de l’État étaient présents. Ni à Saint-Étienne, ni à Vénissieux, les autorités locales n’y ont participés. Peu avant midi, le Président est arrivé à la Préfecture du Rhône à Lyon où s’est déroulée pendant 45 minutes une séance de travail avec les élus locaux et notamment Messieurs Dubanchet, Maire de Saint-Étienne et Houël, Maire de Vénissieux. Réunion qui a donné l’occasion d’aborder les problèmes de fond, devait souligner François Mitterrand.(Bruit)François Mitterrand
Les deux quartiers que je viens de visiter, celui de Montchovet à Saint-Étienne et celui de Monmousseau à l’intérieur des Minguettes sur la commune de Vénissieux, sont inscrits sur la liste des 22 quartiers à réhabiliter, retenus, proposés par la Commission Dubedout devenue la Commission Pesce, et retenus par le Gouvernement. Et je compte appliquer nos efforts pour qu’effectivement, ces quartiers soient réhabilités, c’est-à-dire, soient habitables. Qu’on y trouve, pour ceux qui y vivent, euh, suffisamment de convivialité, de capacité de développer une famille et, euh, revenant de son travail quand on en a, de pouvoir vivre avec les autres. Les conditions de logement, la construction de ces ensembles, les liaisons avec l’extérieur, l’école, le sport, les espaces verts, bref, l’espace tout court, contribuent, vous le comprenez bien à, au futur équilibre, ou contribueront au futur équilibre de ces quartiers. Alors, je préfère voir les choses par moi-même. Il faut bien se dire que à l’origine de nombreux désordres sociaux se trouvent ces fâcheuses, ces déplorables conditions de vie. Et moi, je veux lutter contre ces désordres et pour cela, il faut que je m’attaque avec le Gouvernement et ceux qui ont la charge auprès de moi, je veux absolument m’attaquer aux sources d’un malaise et d’un déséquilibre social qui sont d’une immense ampleur. Raison de plus pour commencer par un bout avec énergie et continuité. Et de ce point de vue, je compte bien, au cours des semaines et des mois à venir, persévérer dans cette enquête personnelle qui me permet ensuite de donner des instructions précises à ceux qui participent à la gestion de l’État., à Saint-Étienne comme dans les communes de sa proche banlieue. Une sorte de grand monument à la gloire des HLM, comme si on avait fait exprès de la faire aussi énorme pour montrer comme les gens étaient fiers de ce quartier. Autour on construit tout ce qu'il faut pour les habitants : une école, Montchovet, qui donne sur le grand pré derrière, une MJC, une piscine, un centre commercial, avec la Poste, plus tard le bureau de police. En 1978, comme les enfants des habitants grandissent, on ouvre un deuxième collège dans la ZUP. Il prendra le nom de Jean Dasté, qui a créé la Comédie de Saint-Etienne, le plus grand théatre de province en France, et son école de comédiens. Après 1984 les loyers des HLM ont augmenté, beaucoup d'habitants sont partis. La population de Saint-Etienne diminue surtout dans les quartiers sud : beaucoup de gens déménagent vers la plaine du Forez, moins froide, où il y a la place de batir des maisons. On a rénové beaucoup d'appartements anciens en ville : la crise du logement est finie. On ne sait même plus qu'elle a existé. Les ZUP ont vieilli et la plupart des gens préfèrent se loger dans des appartements récents. Alors on ferme : le collège de Beaulieu, l'école de la Marandinière, la Poste. La Muraille coute très cher à entretenir : il n'y a plus asssez d'habitants pour payer les frais. Les HLM ont décidé de la détruire: c'est le plus gros projet de démolition jamais réalisé en Europe. Les familles qui restaient ont du déménager. On va faire exploser la Muraille de Chine au printemps de l'an 2000. Peut être qu'il fallait le faire, mais pour les gens du quartier c'est un gros morceau de notre Histoire qu'on nous détruit.
1954: les premiers travaux à Beaulieu : la campagne devient une ville à grands coups de bulldozer..
Le projet est de construire en grande quantité des logements de bonne qualité, avec tout le confort, des chambres pour les enfants, l'eau, le chauffage central, des sanitaires, des arbres et des pelouses, et surtout .... des loyers accessibles pour tous. Ce seront les Habitations à Loyers Modérés, les HLM.
Il faudra les construires en dehors des villes, pour en finir avec le mélange des industries et des logements, qui amène le bruit et la pollution. Y prévoir tous les équipements : commerces, écoles, collèges, lycées, transports, parcs, équipements sportifs, police, pompiers, Postes. Construire des villes entières où tout le monde aura accès à ce qui n'était encore que le luxe de quelques gens très riches.
Cinq villes sont choisies pour être prioritaires : Paris ( Pantin ) et Lyon ( Bron-Parilly) à cause de leur taille, Angers et Rouen détruites dans les bombardements de 1944, Saint-Etienne, la ville la plus sinistrée de France pour le logement. C'est là que naissent les cinq premières Zone à Urbaniser en Priorité, les ZUP, modèles de l'urbanisme pour toute une génération. Elles ne s'appellent pas encore comme ça : on les construites avant que l'expression de ZUP existe, c'est de leur réussite que naitra le modèle repris partout pour lequel on inventera le mot plus tard.
Beaulieu I: le projet d'urbanisme
Maquette de 1953 - Projet des architectes Gouyon-Clément
Une architecture géométrique, de grands espaces, des arbres, des formes qui soulignent le relief.
La ZUP de Beaulieu est construite en quatre tranches:
- Beaulieu I ( Beaulieu ) de 1953 à 1955
- Beaulieu II ( La Marandinière ) en 1959
- Beaulieu III ( Montchovet ) en 1964, dont fait partie la Muraille de Chine, le grand immeuble le long du boulevard à gauche.
- Beaulieu IV ( La Palle ) en 1971
Le quartier:
Au premier plan, en bas à droite Beaulieu, la Marandinière est à droite derrière l'autoroute, Montplaisir à gauche, Monchovet au milieu, le long du boulevard de la Palle.
A gauche des tennis, les batiments du collège de Beaulieu. C'était l'autre collège de la ZEP, le seul collège "sensible" de France a avoir été fermé, en 1995.
Nouvelles techniques, nouveaux matériaux :
Construire vite pour un prix raisonnable oblige à inventer de nouvelles techniques, d'autant que l'on manque de travailleurs qualifiés.
La construction s'industrialise: immeubles à structure porteuse ( des poteaux en béton armé tiennent les dalles, ce ne sont plus les murs qui soutiennent les immeubles ), murs rideaux ( les murs sont fait de morceaux préfabriqués accrochés aux dalles ), éléments standardisés ( les éléments: murs, tuyauterie, portes et fenêtres, sanitaires, etc... sont tous identiques, fabriqués en usine en grande série, installés de la même façon dans tous les immeubles ), nouveaux matériaux ( matières plastiques, béton armé, acier ) qui ne s'utilisaient pas dans la construction traditionnelle.
Cela permet de diminuer les prix, en automatisant les fabrications, mais aussi parce qu'on peut utiliser des ouvriers beaucoup moins qualifiés, qui ne font que du montage et que l'on paye moins cher.
Bien après les gens se plaindront de ces appartements tous identiques, de ces matériaux peu agréables, de la taille inhumaine des batiments.
Mais à l'époque il faut compter deux à trois ans d'attente pour obtenir un appartement dans le quartier. Les familles sont si contentes de leur quartier tout neuf que les collègiens qui prennent le bus emportent une paire de bottes en plus de leur chaussures pour aller des immeubles à l'arrêt de bus : pas question de ramener de la boue dans les bus ou dans les escaliers.La crise du logement:
1950 : la France connait la pire crise du logement de son Histoire. La crise économique de 1929 puis la guerre de 1939-1945 ont arrêté la construction de logements, déja insuffisante avant 1930, pendant plus de vingt ans.
La France est au maximum du "baby-boom" ( période de très forte natalité qui commence à la fin de la guerre ) : les 40 millions de français de 1950 font deux fois plus de bébés que les 60 millions d'aujourd'hui. La très forte croissance économique relance l'immigration. Plus de la moitié des familles sont mal logées alors que la France commence la plus forte croissance démographique de son Histoire.
La IV° République, héritière du programme de la Résistance donne la priorité aux besoins sociaux : école, santé, logement, sur la rentabilité financière. L'Etat, les villes, sont décidés à investir dans le logement, qui est déclaré prioritaire dans le Plan d'organisation de l'économie.
Entre les années 50 et 60, et suite à la seconde guerre mondiale, la municipalité stéphanoise a vu sa population passée d’un peu moins de 180 000 habitants en 1950 à plus de 200 000 habitants dix ans plus tard en 1960. Cette forte augmentation de la population pouvait s’expliquer par le fort taux de natalité de cette époque (baby-boom), mais aussi par l’afflux de travailleurs de la classe ouvrière venus dans la grande cité stéphanoise pour trouver un travail. De ce fait, la construction d’un logement sain pour chaque ouvrier était devenue une priorité absolue pour les élus qui considéraient à raison que cela était une condition vitale dans le cadre de ce grand développement. Pour ce faire, la ville a lancé dans les années 50 une vaste opération de construction de barres d’habitation dans la zone de Beaulieu, destinée à fournir un logement à une population grandissante.
Une barre d’habitation innovante
A l’époque, avec une majorité d’architectes, les appartements modernes construits possédaient des cloisons lourdes empêchant toute modification interne ainsi que des espaces de renvoi sombres et non ventilés ressemblant à des alcôves.
Mais à l’inverse, pour certains architectes précurseurs de la région à l’image d’Yves et Henri Gouyon, la modernité reflétait le gout de la clarté, de l’air, et du soleil, avec de larges horizons. Ainsi, ces derniers donnaient la priorité non pas aux façades qu’ils considéraient comme de simples élévations du plan, mais aux cellules d’habitations et à leur orientation. Dans cette optique, le bâtiment proposé par Henri Gouyon, qui était donc un partisan de l’espace ouvert moderne, supprimait les circulations et profitait de ce gain de place pour aménager de nouveaux espaces de vie communes. De plus, dans ces cellules d’habitations, les architectes ont tirés profit au maximum de la double orientation des appartements (ces derniers étaient traversant) avec par exemple l’accolement de balcons.
Conception et réalisation d’un quartier entier
Pour le projet de Beaulieu, l’on confia la conception ainsi que la réalisation des interventions aux agences Henri et Yves Gouyon puis Yves Gouyon et associés. Ainsi, dés le milieu des années 50, des études concernant Beaulieu II – La Marandinière furent conduites, suivis de la construction du bâtiment entre 1957 et 1959. S’en suivit Beaulieu III – Montchovet entre 1962 et 1964, surnommé la « Muraille de Chine », qui comprenait entre autres, une barre de type HLM haute de 10 à 17 mètres et longue de 270 mètres, avec 560 logements. Suites à ces constructions, l’urbanisation des vallées et collines du sud-est de Saint-Etienne continua jusque dans les années 70 avec les séries de la Métare I, II, et III. Au total, ce sont plus de 8 000 logements, pour l’essentiel de type HLM, qui ont été construits durant cette période.
Ces constructions ont également contribué à la création du parc de l’Europe et d’un boulevard circulaire qui servait de jonction entre les différents édifices et le centre-ville de la cité stéphanoise.Un projet pharaonique
Le centre commercial fut un projet d’une dimension sans précédent pour la ville, plus grand centre commercial intra-urbain de la région Loire-Auvergne, avec 100 magasins, 1500 places de stationnement, 90 000 m² de surface, et sur 3 niveaux (4 niveaux avec la terrasse). Le 2 octobre 1979, CENTRE DEUX ouvre ses portes pour la première fois, et constitue une renaissance et un véritable tournant pour la ville.L’avis de l’architecte
De toutes les constructions de cette époque, Beaulieu est un des ensembles construits qui se porte le mieux si l’on en croit les nombreuses enquêtes menées auprès de la population de ces logements, dont certains l’occupe pratiquement depuis le début. Les arbres atteignent désormais le haut des immeubles, et la rue Le Corbusier adjacente a pris les allures « d’une banlieue des années 30 » avec un niveau d’urbanisme parfaitement acceptable. En conclusion, on peut parler pour cette construction d’un véritable savoir faire architectural et en quelques sortes d’art urbain. Ce projet a été récompensé par un prix d’urbanisme, mettant en valeur le travail en amont du projet. St-Etienne Cimaise Architectes -
Entretien avec François Tomas, géographe, spécialiste de l'aménagement urbain, et enseignant à l'université et à l'école d'architecture de Saint-Etienne. Il est notamment l'auteur des Grands Ensembles, une histoire qui continue (Publications de l'université de Saint-Etienne, 2003). Cet intellectuel a également mis la main à la pâte. Entre 1977 et 1983, il fut adjoint à l'urbanisme du maire communiste de l'époque, Joseph Sanguedolce. Engagé au PC de 1974 à 1985, il a, depuis, rejoint le Parti socialiste «comme militant de base»Quelle est l'ampleur des destructions provoquées par la Seconde Guerre mondiale à Saint-Etienne?
La ville subit un important bombardement des Alliés le 26 mai 1944. Celui-ci vise les usines qu'utilisaient les Allemands dans la région pour leur effort de guerre et les noeuds de communication ferroviaire. Comme prévu, la gare de Châteaucreux, les usines de Marais et le tunnel de Tardy sont touchés. Mais les bombes, larguées trop rapidement, atteignent aussi les quartiers du Soleil et de Tardy - notamment les écoles - ainsi que l'église Saint-François, emplie de fidèles. Au total, le bilan est lourd: un millier de morts, 1 500 blessés, 22 000 sinistrés; 800 immeubles ont été plus ou moins détruits.Que prévoit-on pour la reconstruction?Pas grand-chose. A la différence de la refonte spectaculaire du Havre, par exemple, on se contente ici de bâtir de petits immeubles, plus modernes bien sûr, mais sans réelle innovation architecturale ou urbanistique.Est-il vrai que Saint-Etienne, après guerre, traîne une réputation de «capitale des taudis»?C'est exact, et celle-ci n'est pas usurpée. En 1946, 7% seulement des logements sont jugés «confortables», et 17%, «acceptables»; 56% sont médiocres, et 20% peuvent véritablement être qualifiés de taudis: 1 logement sur 5 n'a pas d'eau à l'évier, les deux tiers ne disposent pas de WC, et 95%, de salle d'eau. Mais le problème n'a pas été créé par la guerre. Depuis la fin du XIXe siècle, Saint-Etienne a beaucoup grandi, mais très peu construit. Résultat: la ville a vieilli sur elle-même et se trouve après guerre dans une situation désastreuse, que les bombardements ont simplement aggravée.C'est alors qu'Alexandre de Fraissinette, maire élu en 1947, fixe le logement comme l'une de ses priorités.
Oui. Et ce ne sera pas un vain mot. Rendez-vous compte: on passe de 114 logements construits en 1948 à 531 en 1951, 1 085 en 1954, 1 694 en 1957 et même 2 932 en 1959! L'effort est gigantesque. Mais le changement est aussi qualitatif. A la fin des années 1940 et au début des années 1950, la France va connaître une rupture architecturale avec l'apparition des premiers grands ensembles. Saint-Etienne sera l'une des villes symboles de cette rupture.Comment cette nouvelle architecture est-elle accueillie?Très favorablement par les classes moyennes, beaucoup moins par les classes populaires.Cela paraît paradoxal, pour du logement social!
Le paradoxe n'est qu'apparent. On l'a oublié aujourd'hui, mais les premiers grands ensembles sont réservés aux familles de moins de trois enfants ayant des revenus corrects, autrement dit aux classes moyennes. Alors que, depuis la guerre, celles-ci devaient se contenter d'une ou de deux pièces mal équipées, elles se voient soudain proposer des logements spacieux, avec de la verdure, de la lumière, une salle d'eau, des WC, le chauffage central. Cela leur paraît merveilleux! Les pauvres, eux, continuent de s'entasser dans de petits appartements sans confort, quand ce ne sont pas des taudis, en particulier à Tarentaize et à Beaubrun, ou des bidonvilles, du côté de Méons, près des puits de mine et des usines sidérurgiques. Ce n'est que plus tard, à partir des années 1970, que les grands ensembles seront prioritairement réservés aux pauvres et aux familles immigrées. Mais, dans les années 1950, les grands ensembles sont encore synonymes de progrès social. Et même au-delà. On est persuadé que ce nouvel habitat va entraîner le recul de la maladie, de la délinquance, voire de la mésentente entre les époux! Il existe ainsi une «commission du bonheur ou des grands ensembles»!On croit rêver...
C'était l'ambiance de l'époque, avec ses utopies et ses excès. Pour les architectes, si l'un des repoussoirs est le taudis de centre-ville, l'autre est le petit pavillon de banlieue, symbole à leurs yeux de l'individualisme petit-bourgeois, avec ses gaspillages de terrain, son absence d'horizon et son coût pour la communauté...Quels sont les quartiers typiques de cette période, à Saint-Etienne?Le premier est constitué par le très bel ensemble de la place du Maréchal-Foch. Il s'agit d'une étape intermédiaire entre l'îlot traditionnel (des immeubles accolés, formant un pâté de maisons) et sa suppression totale. Du côté de la Grand-Rue, plusieurs immeubles constituent encore des semi-îlots. Mais, à l'ouest, deux immeubles sont déjà totalement indépendants: ils sont construits au milieu de la verdure. Et cela, c'est très nouveau. Jusqu'à présent, tous les immeubles érigés à Saint-Etienne, y compris les plus hauts, étaient accolés à d'autres édifices. Cela reste encore, cinquante ans plus tard, l'un des quartiers chics de Saint-Etienne.L'autre grande opération de l'époque, c'est Beaulieu I.Evidemment. On est, cette fois, face à
Oproep (er staan vijf gedichten van mij in) maar ook onder meer gedichten van: Willem Kloos, Gerrit Komrij, Gerbrand Bakker, Arthur Japin, C.O. Jellema, Peter Swanborn, Henk van Zuiden, Jacob Israel de Haan.
Bij de vrouwenbundel vind je onder meer gedichten van: Anna Blaman, Aagje Deken, Astrid Roemer, Sjuul Deckwitz, Gerti Bierenbroodspot, Marijke Boon en Andreas Burnier.
POPAI Mission & Vision
Our Vision
To advance the evolution of marketing at retail as a strategic advertising medium integrated into the marketing mix globally.
Our Mission
POPAI is the trade association of the marketing at retail industry dedicated to serving its more than 1,700 members internationally by promoting, protecting, and advancing the broader interests of marketing at retail through research, education, trade forums, networking, and legislative efforts.Who We Are
POPAI is an international trade association for the marketing at retail industry. Founded in 1936, POPAI prepares to celebrate its 75th anniversary with over 1,700 member companies representing Fortune 500 brand manufacturers and retailers, as well as, marketing at retail producer companies and advertising agencies from six continents and over 45 countries from around the world.
POPAI is the premier source of learning, knowledge and future-oriented research for the marketing at retail industry, and provides resources, education, ideas and advocacy to enhance the power and performance of the marketing at retail professional and community.
Our membership draws on leaders from some of the industry’s premier companies, like: Anheuser-Busch, Coca-Cola, Energizer, Johnson & Johnson, McDonalds, Pepsi-Cola, Target, Walmart, and Wendy’s to name a few.
POPAI ITALIA -
Piazzetta Umberto Giordano 4 - 20122 MILANO - tel. 02 76016405
fr.wikipedia.org/wiki/Cimeti%C3%A8re_de_Passy
Le cimetière de Passy est un cimetière célèbre de Paris, dans le 16e arrondissement. Il se situe à l'angle formé par l'avenue Georges-Mandel, la place du Trocadéro et l'avenue Paul Doumer avec une entrée au 2 rue du Commandant Schlœsing.
Au début du XIXe siècle, plusieurs nouveaux cimetières remplacèrent les anciens de Paris. Hors des limites de la capitale furent créés le cimetière de Montmartre au nord, le cimetière du Père-Lachaise et le cimetière de Belleville à l'est, et le cimetière de Montparnasse au sud. Au cœur de la ville, le cimetière de Passy fut construit.
Ouvert en 1820 dans les quartiers résidentiels et commerciaux chics de la rive droite près de l'avenue des Champs-Élysées, ce petit cimetière était devenu en 1874 la nécropole aristocratique de Paris. C'est le seul cimetière de la ville dont la salle d'attente est chauffée.
Après la Seconde Guerre mondiale, le mur du cimetière de Passy fut orné d'un bas-relief en l'honneur des soldats. Ce magnifique cimetière est ombragé par des châtaigniers et la Tour Eiffel le surplombe depuis la rive opposée de la Seine.
laughingsquid.com/epic-win-book-release-party-cole-stryke...
photo by Scott Beale / Laughing Squid
This photo is licensed under a Creative Commons license. If you use this photo within the terms of the license or make special arrangements to use the photo, please list the photo credit as "Scott Beale / Laughing Squid" and link the credit to laughingsquid.com.
Stylist: Duy Linh
Photographer: Kiên Trần
Retouching: Julynk
Make-up: L.D.D
Model: Feng/ Julynk
Clothing & accessories: À Mon Avis - 18B Chả Cá, Hoàn Kiếm, HN
Kom - 15 Hàng Nón, HN
www.realinstitutoelcano.org/wps/portal/rielcano_es/activi...
Madrid, 25 de abril de 2019. Participan: Amel Belaid, experta en economías del Magreb, energía y desarrollo social; Gonzalo Escribano, director del Programa de Energía del Real Instituto Elcano; Dalia Ghanem, investigadora del Carnegie Middle East Center de Beirut; Miguel Hernando de Larramendi, profesor y director del Grupo de Estudios sobre las Sociedades Árabes y Musulmanas, Universidad de Castilla-La Mancha; Haizam Amirah-Fernández, investigador de Mediterráneo y Mundo Árabe del Real Instituto Elcano. Modera Charles Powell, director del Real Instituto Elcano.
___________________________________________________
Projets/Reportages à Paris www.flickr.com/photos/sebastienduhamel/collections/721576...
Albums Projets/Reportages de Musiciens
www.flickr.com/photos/sebastienduhamel/collections/721576...
___________________________________________________
Christophe Ménager www.facebook.com/christophe.menager.14
Olga Vojnovic chanteuse-soprano.wixsite.com/olga-vojnovic/biography
www.facebook.com/olga.vojnovic
Peterson Cowan www.choreia.com/professeurs/peterson-cowan
www.facebook.com/peterson.cowan
Ils font partie du Groupe Lyrique d'Intervention, le G.I.L. qui diffuse de courts spectacles lyriques dans le monde entier.
Le métro, une nouvelle scène pour la musique classique ?
www.francemusique.fr/actualite-musicale/le-metro-une-nouv...
___________________________________________________
Photographie de Sébastien Duhamel, professionnel de l’image
www.sebastien-duhamel.com/présentation-références/
Derniers reportages photos www.flickr.com/photos/sebastienduhamel/collections/721576...
Classeurs photos www.flickr.com/photos/sebastienduhamel/collections
Albums photos www.flickr.com/photos/sebastienduhamel/sets/
Tournages vimeo.com/137495739
www.dailymotion.com/user/Sebastien_Duhamel/1
___________________________________________________
[NB] Les photos HD sont de 5610x3740
_☆_dans la base Flickr 700x467. Pour une visualisation optimale d’un album, placez la souris sur le bouton du centre en haut à droite de la fenêtre Flickr, puis cliquez sur le bouton.
Pour une visualisation pleine écran cliquez sur la photo et flèches de direction du clavier.
Retour à la navigation :
Classeurs www.flickr.com/photos/sebastienduhamel/collections
Albums www.flickr.com/photos/sebastienduhamel/sets/
Galerie www.flickr.com/photos/sebastienduhamel/
___________________________________________________
Tous droits réservés sans la permission de l’auteur
All Right reserved without permission from the author
The list of (former) contents:
How do they fit that many fish in one box? Kind of like this, I guess.
Vou voltar na primavera
E era tudo que eu queria
Levo terra nova daqui
Quero ver o passaredo
Pelos portos de Lisboa
Voa, voa que eu chego já
Ai se alguém segura o leme
Dessa nave incandescente
Que incendeia minha vida
Que era viajante lenta
Tão faminta da alegria
Hoje é porto de partida
Ah! Vira virou
Meu coração navegador
Ah! Gira girou
Essa galera
Hannover, 19.03.2015 - 4x5 Studioportrait Relana
Frontales Portrait mit gekippter Filmstandarte auf reflektierendem Hintergrund mit der Grossformatkamera im Fotostudio der Hochschule Hannover.
FOTO: MAXIMILIAN VON LACHNER
Filmnummer: IV
Bildnummer: 1
Film: Ilford FP4+ 9x12
Entwickler: Ilfotec DD-X
Dieses Foto darf nur nach Absprache mit dem Urheber verwendet werden.
Die Lieferung erfolg gemäß meiner AGB(download.maximilianvonlachner.de/AGB.pdf)
Um ein Belegexemplar wird gebeten.
www.northfacecheaponline.com/2013-north-face-gear-summit-...
Features
North Face 3 in 1 Jacket Women
Waterproof, breathable, seam sealed
Attached, fully adjustable hood with hidden drawcord system
Brushed chin guard lining
Center front zip and Velcro? closure
Skies blue, Lemon, Army Green, Heavy Blue, Red, Black
Pit-zip vents
Two secure zip hand pockets
Stowable in hand pocket
Adjustable Velcro? cuff tabs
Hem cinch-cord
Harrah's, Atlantic City, NJ
Many thanks to Harrah's for the wonderful stay at their beautiful property.
To read about my trip down to Atlantic City, please CLICK HERE
© 2012 Tina Wong; The Wandering Eater. All Rights Reserved. Images may not be reproduced, copied, or used in any way without written permission.
You are free to:
Share — copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
You must give appropriate credit and provide a link to the www.winecountry.com home page.
Source: en.wikipedia.org/wiki/Augusta,_Georgia
Augusta, officially Augusta–Richmond County, is a consolidated city-county on the central eastern border of the U.S. state of Georgia. The city lies across the Savannah River from South Carolina at the head of its navigable portion. Georgia's second-largest city after Atlanta, Augusta is located in the Piedmont section of the state.
According to the U.S. Census Bureau, Augusta–Richmond County had a 2017 estimated population of 197,166, not counting the unconsolidated cities of Blythe and Hephzibah. It is the 123rd largest city in the United States. The process of consolidation between the City of Augusta and Richmond County began with a 1995 referendum in the two jurisdictions. The merger was completed on July 1, 1996. Augusta is the principal city of the Augusta metropolitan area, situated in both Georgia and South Carolina on both sides of the Savannah River. In 2017 it had an estimated population of 600,151, making it the second-largest metro area in the state. It is the 93rd largest metropolitan area in the United States.
Augusta was established in 1736 and is named for Princess Augusta of Saxe-Gotha (1719–1772), the bride of Frederick, Prince of Wales and the mother of the British monarch George III. During the American Civil War, Augusta housed the principal Confederate powder works. Augusta's warm climate made it a major resort town of the Eastern United States in the early and mid-20th century. Internationally, Augusta is best known for hosting The Masters golf tournament each spring. The Masters brings over 200,000 visitors from across the world to the Augusta National Golf Club. Membership at Augusta National is widely considered to be the most exclusive in the sport of golf across the world.
Augusta lies approximately two hours east of downtown Atlanta by car via I-20. The city is home to Fort Gordon, a major U.S. Army base. In 2016, it was announced that the new National Cyber Security Headquarters would be based in Augusta, bringing as many as 10,000 cyber security specialists to the Fort Gordon area.
Source: www.visitaugusta.com/listing/savannah-rapids-park/524/
This 33 acre park is home to the Savannah Rapids Pavilion and the Historic Augusta Canal Headgates. This newly developed area overlooks the picturesque Reed Creek Falls as it flows into the Historic Augusta Canal. Walkers and joggers love the pedestrian bridge that begins the 7.5 mile trail that takes you all the way to Augusta. Or you may simply chose to sit along the banks of Reed Creek and listen to the water rushing past. Picnic pavilions offer shade and a covered area to stop and rest or eat lunch.
1. Another Wet Rose, 2. For David and Rachel, 3. Sound the Trumpets, 4. This one is FOR THE BIRDS!!!, 5. Suspended Jewels, 6. Looking to the Light, 7. Are the Stars Out Tonight, 8. A Touch of Class,
9. HOT, HOT, HOT!, 10. Sparkles, 11. I Think I'm in Love, 12. A Star is Born, 13. Cala Lily, 14. Mountain Stream ~ NOT A FLOWER!!!, 15. Beautiful, 16. Butterfly,
17. Light from Within, 18. A Rose By Any Other Name, 19. Another sunflower, 20. Glad Macro, 21. Long Haired Caterpiller, 22. Sunset, 23. Glad 1, 24. Glad 2,
25. Sunshine, 26. Sunshine Macro, 27. Blue Siberian Iris, 28. A Weed in our Garden, 29. Glad, 30. For My Flickr Friends, 31. Goldfinch, 32. Teasels at Sunrise,
33. Sunset 1, 34. Velvet, 35. Kelly's Birdbath, 36. Pink Rose Reflection, 37. House, 38. Cabin, 39. Sunrise2, 40. Gypsy Hill Park
Created with fd's Flickr Toys.
May God richly bless each one of you for your kind comments, invites and awards for my pictures of His creation!!!
Source: en.wikipedia.org/wiki/Pensacola,_Florida
Pensacola is the westernmost city in the Florida Panhandle, and the county seat of Escambia County, Florida. As of 2018, the population was estimated to be 52,713. Pensacola is the principal city of the Pensacola Metropolitan Area, which had an estimated 494,883 residents as of 2018. Pensacola is one of the largest metropolitan areas in the Gulf Coast region, the largest between New Orleans and Tampa.
Pensacola is the site of the first Spanish settlement within the borders of the continental United States in 1559, predating the establishment of St. Augustine by 6 years, although the settlement was abandoned due to a hurricane and not re-established until 1698. Pensacola is a seaport on Pensacola Bay, which is protected by the barrier island of Santa Rosa and connects to the Gulf of Mexico. A large United States Naval Air Station, the first in the United States, is located southwest of Pensacola near Warrington; it is the base of the Blue Angels flight demonstration team and the National Naval Aviation Museum. The main campus of the University of West Florida is situated north of the city center.
The area was originally inhabited by Muskogean-speaking peoples. The Pensacola people lived there at the time of European contact, and Creek people frequently visited and traded from present-day southern Alabama. Spanish explorer Tristán de Luna founded a short-lived settlement in 1559. In 1698 the Spanish established a presidio in the area, from which the modern city gradually developed. The area changed hands several times as European powers competed in North America. During Florida's British rule (1763–1781), fortifications were strengthened.
It is nicknamed "The City of Five Flags", due to the five governments that have ruled it during its history: the flags of Spain (Castile), France, Great Britain, the United States of America, and the Confederate States of America. Other nicknames include "World's Whitest Beaches" (due to the white sand of Florida panhandle beaches), "Cradle of Naval Aviation", "Western Gate to the Sunshine State", "America's First Settlement", "Emerald Coast", "Red Snapper Capital of the World", and "P-Cola".
Source: en.wikipedia.org/wiki/National_Naval_Aviation_Museum
The National Naval Aviation Museum, formerly known as the National Museum of Naval Aviation and the Naval Aviation Museum, is a military and aerospace museum located at Naval Air Station Pensacola, Florida.
1. weddings & old doors, 2. vintage linen love , 3. 114/365 . . . carnation pink {explored}, 4. Happy Easter!, 5. ♥, 6. Untitled, 7. Untitled, 8. Untitled, 9. Supplies box, 10. wrist cuff from Heather, 11. Shop Update!!, 12. My Room~ new paint color, 13. Adding to my shop...
Created with fd's Flickr Toys
#Urvanity2018 Booth 19 | “Red Flag” Canvas ( 89 x 130 cm, 18.860 Handmade marker dots ) - Kan - 2018 | #Urvanity2018 art fair | February 21-25 | Madrid, Spain.
Come see us on @artinthegame_gallery booth 19.
@urvanityart @artinthegame_gallery @damentalvaporz
#artinthegame #urvanity #urvanityart #newcontemporaryart #streetart #painting #contemporaryart #streetartofficial #publicart #mural #streetart #graffiti #wallpainting #streetartandgraffiti #wallporn #streetarteveryday #instagraffiti #graffitiporn #wallart #contemporaryart #urvanityart #urbancontemporary #fair #streetart_official#urbanart #kandmv #kan #damentalvaporz
...from Kan's Instagram
2014-02-16 Sichtbar werden mit Folie Gradinger, Tipp3-Bundesliga powered by T-Mobile, 23.Runde, FC Admira Wacker Mödling vs. SK Rapid Wien, Ergebnis 2:1 (0:0), Maria Enzersdorf, BSFZ-Arena, 5.461 Zuschauer, Schiedsrichter Dieter Muckenhammer, Photografer Gerhard Möhsner, Bilderdatenbank Fotoblitz hier klicken
Admira besiegt zuhause Rapid! FC Admira Wacker Mödling kann einen weiteren Erfolg in der Mission „Klassenerhalt“ verzeichnen. Die Admira besiegt den Rekordmeister Rapid am Sonntagnachmittag, 16. Februar 2014 in einem attraktiven Match zum Abschluss der 23. Runde der tipp3-Bundesliga powered by T-Mobile dank eines Doppelpacks von „Joker“ Benjamin Sulimani (78., 89.) verdient mit 2:1 und setzte sich damit um vier Punkte vom Schlusslicht FC Wacker Innsbruck ab.
Rapid Trainer Barisic schickte mit einer Ausnahme dieselbe Mannschaft aufs Feld, die im Derby zum Frühjahrsstart einen 3:1-Sieg gegen die Austria geholt hatte. Der nach seiner Sperre wieder einsatzberechtigte Innenverteidiger Christopher Dibon rückte für den jungen Maximilian Hofmann erwartungsgemäß wieder in die Mannschaft. Die Hütteldorfer dominierten bei schwierigen Bodenverhältnissen in der BSFZ-Arena in der ersten Hälfte das Geschehen, ohne sich allerdings viele Großchancen herauszuspielen.
Bei den wenigen Möglichkeiten haperte es am Abschluss oder es fehlte der letzte Pass, wie in Minute vier, als Guido Burgstaller einen Querpass nicht zum in der Mitte einschussbereiten Marcel Sabitzer brachte. Louis Schaub sorgte mit einem schönen Solo für Aufsehen, verstolperte allerdings die gute Aktion (13.). Ein Sabitzer-Schuss ging am Tor vorbei (25.). Wirklich gefährlich wurde es kurz vor der Pause. Nach einem Konter und gutem Haken schoss Burgstaller allerdings vom 16er etwas stümperhaft drüber (41.).
Die Admiraner ließen nicht viel zu, hielten die Partie offen und lauerten auf Konter. Für Torgefahr sorgte aber der agile Wilfried Domoraud, der Jan Novota mit einem Kopfball prüfte (8.) und einen Schrägschuss deutlich neben das Tor setzte (22.). Nach dem Seitenwechsel ging es hin und her, die Admiraner intensivierten ihre Offensivbemühungen und wurden auch um einiges gefährlicher. Der im Herbst so treffsichere Rene Schicker kam am Fünfereck zum Abschluss, der Ball ging aber drüber (48.).
Auf der anderen Seite verfehlte ein Schuss von Schrammel aus dem Hinterhalt das Tor (58.) und Burgstaller brachte das runde Leder, nachdem er an Admira-Goalie Manuel Kuttin vorbeigezogen war, aus spitzestem Winkel nicht im leeren Gehäuse unter (60.). In der letzten halben Stunde waren die Gastgeber dem Sieg deutlich näher, vorerst fehlte aber die nötige Effizienz. Novota wehrte einen Zwierschitz-Kopfball in höchster Not zur Ecke ab (64.) und parierte in Minute 68 gar einen Elfmeter von Stefan Schwab.
Der Admira-Spielgestalter war von Boskovic, der für das Torraubfoul Rot sah, gelegt worden. Novota erriet die richtige Ecke, für Schwab war es der erste vergebene Elfmeter in der laufenden Saison im fünften Anlauf. Für die Entscheidung sorgte dann schließlich ausgerechnet ein „Joker“. Schwab konnte unbedrängt flanken, und Sulimani schoss aus sechs Metern ins kurze Eck ein (78.).
Dem noch nicht genug, machte der Ex-Viking-Stavanger-Stürmer noch seinen Doppelpack. Er zog alleine auf Novota und ließ sich diese Chance nicht nehmen (89.). Das 1:2 des kurz zuvor eingewechselten Boyd kam zu spät (94.). Die Admiraner, die damit auch das zweite Saisonheimspiel gegen Rapid für sich entschieden, sind zu Hause fünf Spiele unbesiegt und haben davon gleich vier Partien gewonnen.
Aufstellung Admira Wacker: Kuttin - Zwierschitz, Windbichler, Schösswendter, Auer - Ebner - Ouedraogo (69. D. Toth), Thürauer (94. Pranjic), Schwab, Domoraud - R. Schicker (60. B. Sulimani)
Aufstellung Rapid Wien: Novota - Trimmel, Sonnleitner, Dibon, Schrammel - Petsos, Boskovic - S. Hofmann (89. Wydra), Schaub (82. Boyd), G. Burgstaller - Sabitzer (79. Starkl)
Tore: 1:0 (78.) B. Sulimani 2:0 (89.) B. Sulimani 2:1 (94.) Boyd
Rapid:
Rote Karte: Boskovic (66./Torraub)
Gelbe Karten: Domoraud bzw. S. Hofmann, Wydra
Bericht Admira Wacker Mödling - Fotorechte: Diese Fotos stammen von Gerhard Möhsner und sind urheberrechtlich geschützt. Kopien, Vervielfältigungen für Veröffentlichungen dürfen naur mit usdrücklicher schriftlicher Zustimmung gemacht werden !!
Hello! You are viewing toys that are, or have been for sale at our vintage toy store!
We specialize in quality used toys that vary in age from about 5 years all the way to age 60 or more!
If you are enjoying browsing these pictures please stop by our store to read the descriptions and browse through 1000's more!
Please visit our toy blog to read and discuss all types of toys!! www.katrinastoyblog.com
Like us on Facebook
Follow us on Twitter - we will follow you back!
Like our toy photos?? See them in action! Subscribe to our youtube channel!
Baby Girl Birthday Celebration at Club House Vatika Sector 82 Gurgaon 9891478880, 9891478183
unique first birthday party ideas girl
baby girl first birthday themes gurgaon
DG Event & Birthday Party Planner www.youtube.com/c/DgeventInbi...
DG Event Stage Dj Light Sound Delhi 9891478183 www.youtube.com/c/DGEventStag...
first birthday ideas for baby girl at home
DG Event .in Photographer in gurugram www.youtube.com/channel/UCvLw...
1st birthday celebration ideas in gurgaon
baby girl 1st birthday themes 2022
Magician in gurugram delhi faridabad noida bhiwadi neemrana alwar dwarka - event-videek.blogspot.com/sea...
outdoor 1st birthday party ideas
unique first birthday party ideas boy
baby girl 1st birthday themes 2022
1st birthday party ideas at home
unique first birthday party ideas girl summer
DG Event & Entertainment www.youtube.com/channel/UCZI1...
outdoor 1st birthday party ideas
1st birthday party ideas on a budget
dj Videek Rao Facebook www.facebook.com/dgevent
first birthday themes with the word one
unique first birthday party ideas
Monotropa Uniflora, also known as ghost plant, corpse plant, or indian pipe, is a parasitic herbaceous perennial plant. As a parasite it needs no chlorophyll, instead deriving necessary energy from its host - commonly mycorrhizal fungi. You can follow this link to look through my other Monotropa Uniflora images.
Another shot using macro mode gives a good sense of the frail leaves but doesn't capture the faint pink hue in the flowers.
Shoted with Sony ILCE 6000
---------------------------------------
I love film photography most. I started to shoot on the film when i was 12 yo. after my high school I photographed on digital and in 2020 i came back to the film. In two year i spread my point of view to film and raised my family size to medium format 6x6 and 4.5x6 and finaly in 2022 i juped to do Large format 4x5.
Are you interesed into my gear check out this page and look what i`m using and why [My photograpy gear]
If you like my work and want to support me, Thank you and go to adlg.cz/donate
All my photos are in same license, see the info on the site. If you like to use my photo outside of this license pleas write me message with your offer and plan.
Quickly view my LargeFormat 4x5 | MediumFormat 6x6 or 645 | 35mm | 360degrees photography
PsP.gallery
500px
YouPic
PsP (Wordpress)
Kavyar
Im Jahr 2012 begann mit dem 2. Bauabschnitt der Ausbau der A8 zwischen Hohenstadt und Ulm/West.
In diesem Bereich entspricht der Querschnitt der Autobahntrasse der einer Vorkriegsautobahn ohne Standstreifen.
Überführung L1239 bei Dornstadt:
Link zu historischen Aufnahmen der alten Überfühurng vor jeglicher Bautätigkeit vom August 2010:
Überführung östl. Temmenhausen:
Link zu historischen Aufnahme der alten Überführung vor jeglicher Bautätigkeit vom Juni 2010:
Überführung K7406 bei Temmenhausen :
Link zu historischen Aufnahmen der alten Überführung vor jeglicher Bautätigkeit vom Juni 2010:
Mit dem Ausbau auf 3-Fahrsteifen je Richtung sind 26 Querungsbauwerke (Brücken, Unterführungen u. Durchlässe) sowie mehrere Regenrückhaltebecken neu zu errichten.
Die Besonderheit des Streckenabschnitts liegt in der Trassenbündelung mit der ICE-Neubaustrecke (NBS) „Wendlingen - Ulm“ auf der Albhochfläche.
Für beide Maßnahmen (BAB und NBS) wurde ein gemeinsamer Planfeststellungsbeschluss erlassen, welcher seit März 2010 bestandskräftig ist. Die Schienenstrecke wird zeitlich abgestimmt auf der Südseite der Autobahn mit einem Abstand von ca. 25 m zur Richtungsfahrbahn München umgesetzt. Durch die Trassenbündelung und die abgestimmte Realisierung der beiden Maßnahmen werden Eingriffe minimiert. So findet beispielsweise zwischen den Einzelvorhaben ein Erdmassenausgleich statt und die Baustelleninfrastruktur wird, soweit als möglich, gemeinschaftlich genutzt.
Aus Gründen des Bauablaufs wird der Bauabschnitt 2 zwischen Temmenhausen und Dornstadt als erster umgesetzt. Dazu wurden im Herbst 2011 dort die autobahnparallel verlegten privaten und öffentlichen Kommunikationsleitungen an den Baufeldrand provisorisch verlegt. Im Frühjahr 2012 folgten die Rodungsarbeiten entlang der Autobahn und der kreuzenden Wege, um Platz für die neuen Fahrstreifen sowie das benötigte Baufeld zu schaffen.
Im März 2012 begannen die eigentlichen Bauarbeiten mit der Neuerrichtung von drei Überführungen - der Kreisstraße K 7406 (BW 15), dem Wirtschaftsweg „Inneres Hart“ (BW 16) und der Landesstraße L 1239 (BW 22). Ende Mai 2012 wurde der Auftrag für die restlichen 7 Querungsbauwerke sowie sämtliche Straßenbauarbeiten im Bauabschnitt 2 vergeben.
Im November 2012 konnten die neuen Überführungsbauwerke der K 7406 und der L 1239 für den Verkehr freigegeben werden. Die alten Brückenbauwerke wurden unter Vollsperrung der Autobahn in der Nacht vom 10. auf den 11. November 2012 abgebrochen.
Bis Dezember 2012 wurde auch die Bauphase 1, die provisorische Verbreiterung der Richtungsfahrbahn München zur Aufnahme des Verkehrs beider Fahrtrichtungen, abgeschlossen. Nach der Verkehrsumlegung wird im Jahr 2013 die spätere Richtungsfahrbahn Stuttgart mit den drei neuen Fahrstreifen und dem Standstreifen hergestellt (Bauphase 2). Anschließend wird der gesamte Verkehr auf diese neue Fahrbahn umgelegt, so dass 2014 als Bauphase 3 der Neubau der Richtungsfahrbahn München realisiert werden kann. Auf diese Weise stehen während der gesamten Bauzeit stets zwei Fahrstreifen pro Fahrtrichtung zur Verfügung.
www.davegill.photography -- Unique Style, Premiere Quality, True Photo Journalist Background. Competently Capturing Once-in-a-Lifetime Events
.
.
It's YOUR Moment!
.
.
UnWatermatked Gallery: davegillphotography.shootproof.com/gallery/9040239
.
.
Follow on Instagram: www.instagram.com/davegill.photography/