View allAll Photos Tagged cepat

Kereta Angkutan Rel untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung di Kawasan Cikamuning

Unti Overheas Catenary System projek Kereta Cepat di Stasiun Tegalluar

Lokomotif DF4C "Doraemon" & DF4B "Watermelon" di Depo Kereta Tegalluar

Kereta Cepat Jakarta Bandung melewati wilayah Nyalindung

Sunset at Teluk Senangin Beach

KUJR EM 120 "Arjuna" dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung berpapasan di wilayah Padalarang

Kereta Angkutan Rel untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung di Kawasan Cimincrang

cepat sembuh dan cepat pulih kembali...

ditunggu photo-photo indahnya

Kereta cepat RCH yang setara dengan kereta peluru Jepang dan Prancis..Hebat.

Kecanggihan negara Fanda perlu di acungi Jempol tidak ketinggalan dengan negara Eropa, bagai mana dengan kita..ini hanya sekedar oleh oleh saja bukan yang lain, karena semua jawabannya sudah bisa di mengerti sendiri.

1.Stasiun canggih kereta api yang canggih Guangdho.

2.Kereta cepat RCH dari arah Shanghai.

3.Kereta cepat dari arah ..ndak tahu lupa.

4.Daleman yang begitu mewah.

selamat menikmati.

#Tech:  Mengapa Burung Migrasi Lebih Cepat dari Jadwalnya?0

Bila Allah cepat makbulkan doamu,

maka DIA menyayangimu,

Bila DIA lambat makbulkan doamu,

maka DIA ingin mengujimu,

Bila DIA tidak makbulkan doamu,

maka DIA merancang sesuatu yang lebih baik untukmu.

Oleh itu, sentiasalah bersangka baik pada ALLAH dalam apa jua keadaan pun...

Kerana kasih sayang ALLAH itu mendahului kemurkaanNya.

 

Salam Jumaat dari saya buat sahabat yg baik hatinya..

 

| Pantai Kelanang, Banting |

 

Camera: Canon EOS 50D

Lens: Tokina 11-16mm f/2.8

Filter: GND 0.9

Focal Length: 11mm

Shutter Speed: 13 sec

Aperture: f/22

ISO/Film: 100

Taken: November 26th 2012

Copyright: Fared Shamsuddin

  

Bonda… cepat atau pun lambat aku pun akan menyusulmu…

 

tunggu aku di tempat yang terindah di sisi Allah..

 

Sementara aku mengumpulkan bekal di akhirat...

 

aku akan selalu berdoa untukmu bonda…

Info lengkap klik griyabayar.net/kereta-cepat.html

 

#PPOB #PULSA #LISTRIK #PDAM #TELKOM #BPJS #TIKET #GRIYABAYAR #IMPERIUMPAY #KLIKPPOB #PPOBBTN

Bus Efisiensi tujuan Purwokerto melintas di daerah Jalan Jojga-Wates

Salah satu peluang bisnis yang cukup menggiurkan untuk dijalankan ditahun 2016 ini adalah bisnis dibidang property. Mengapa demikian? Karena property salah satu kebutuhan utama yang mesti terpenuhi. Dilihat dari pasarnya, bisnis ini memiliki prospek yang sangat bagus kedepanya.

Namun, untuk bisa...

 

wirabisnis.com/8-tips-agar-rumah-anda-terjual-cepat.html

Pada saat air surut, pantai terbuka sangat luas di Desa Luang Timur. Tim Darat #XPDCMBD harus berjalan cukup jauh dari kapal cepat yang ditumpangi hingga desa target.

A modified ex-Prameks DEMU for Kereta Cepat feeder services being tested around Central Java

 

Unfortunately this trainset would end up break down at Linggapura

Kereta Luar Biasa (KLB) Ujicoba Feeder untuk Kereta Cepat Jakarta Bandung, relasi Lempuyangan - Prupuk p.p ~

 

Petak Stasiun Purwokerto - Karanggandul, Daerah Operasi V Purwokerto.

Ketika masih beroperasi melayani rute Padalarang - Bandung - Cicalengka

©Sekitar --- All rights reserved. Please don't use this image on websites, blogs or other media without my explicit permission.

Umumnya, pemandangan di pesisir Pulau Luang yang didominasi oleh alat tangkap, tali untuk budidaya rumput laut, dan rumput laut yang sering dijemur. Namun di beberapa tempat juga sering ditemukan ikan-ikan asin yang sedang dijemur.

Halo Jatikers! kepengen nguasai bahasa asing, tapi bingung? Bahasa asing, terutama bahasa inggris saat ini jadi bahasa wajib yang harus dikuasai jika kamu ingin berkompetisi di dunia kerja. Nah jatik.com mau ngasih tipsnya buat kamu. Apa saja tipsnya?

1. Main game

 

Sumber...

 

www.jatik.com/pengen-cas-cis-cus-bahasa-asing-dengan-cepa...

My 3D Portofolio

 

Menyediakan jasa pembuatan perspektif 3d, murah dan cepat

 

Segera hubungi :

email : sobat_lama007@yahoo.com

hp : 0812 9489 4000

 

blog : eben3d.blogspot.com

 

jasa render 3d, 3d murah dan cepat, 3d artist impressions, buat 3d rumah

 

"Sayang, Abang minta izin untuk nikah sorang lagi," Aliyah yang sedang melipat kain, terdiam seketika. Mungkin terkedu. Adakah pendengarannya kian kabur lantaran usianya yang kian beranjak. Adakah dialog tadi hanya dilafazkan di dalam TV, sementelah TV juga dipasang. Tapi, ahh bukanlah.

TV sedang menayangkan iklan Sunsilk, mustahil sudah ada siri baru iklan Sunsilk?

 

Dia menghela nafas panjang.

 

Dia memandang sekali imbas wajah Asraf Mukmin, kemudian tersenyum. Meletakkan kain yang telah siap dilipat di tepi, bangun lantas menuju ke dapur. Langkahnya diatur tenang. Segelas air sejuk diteguk perlahan. Kemudian dia ke bilik Balqis, Sumayyah, Fatimah. Rutin hariannya, mencium puteri-puterinya sebelum dia masuk tidur. Dahulu, semasa puterinya kecil lagi, rutin itu dilakukan dengan suaminya. Kini, anak-anak kian beranjak remaja. Kemudian, dia menjenguk bilik putera bujangnya yang berdua, si kembar, Solehin dan Farihin. Pengabisannya dia kembali kepada suaminya.

 

Asraf Mukmin hanya diam, membatu diri. Dia amat mengenali isterinya. Jodoh yang diatur keluarga hampir 16 tahun yang lepas menghadiahkan dia sebuah keluarga yang bahagia, Aliyah adalah ikon isteri solehah. Namun, kehadiran Qistina, gadis genit yang menjawat jawatan pembantu tadbir kesetiausahaan di jabatannya benar-benar membuatkan dia lemah.

 

"Kau mampu Asraf, dengan gaji kau, aku rasa kau mampu untuk beri makan 2 keluarga," sokongan Hanif, teman sepejabat menguatkan lagi hujah apabila dia berdepan dengan Aliyah.

 

" Abang Asraf, Qis tak kisah. Qis sanggup bermadu jika itu yang ditakdirkan. Bimbinglah Qis, Qis perlukan seseorang yang mampu memimpin Qis," masih terngiang-ngiang bicara lunak Qis.

 

Akhir-akhir ini, panas rasanya punggung dia di rumah. Pagi-pagi, selesai solat subuh, cepat-cepat dia bersiap untuk ke pejabat. Tidak seperti kelaziman, dia akan bersarapan berjemaah bersama isteri dan anak- anak. Aduhai, penangan Qis gadis kelahiran Bumi Kenyalang benar-benar menjerat hatinya.

 

" Abang , Aliyah setuju dengan permintaan Abang. Tapi, Aliyah nak berjumpa dengan wanita tu," Lembut dan tenang sayup-sayup suara isterinya. Dia tahu, Aliyah bukan seorang yang panas baran. Aliyah terlalu sempurna, baik tetapi ahh hatinya kini sedang mengilai wanita yang jauh lebih muda.

 

"Bawa dia ke sini, tinggalkan dia bersama Aliyah selama 1 hari saja, boleh?" pelik benar permintaan isterinya. Hendak dipengapakan apakah buah hatinya itu? Namun, tanpa sedar dia menganguk, tanda setuju. Sebab, dia yakin isterinya tidak akan melakukan perkara yang bukan-bukan. Dan hakikatnya dia seharusnya bersyukur. Terlalu bersyukur. Kalaulah isterinya itu wanita lain, alamatnya perang dunia meletus lah jawabnya. Melayanglah periuk belanga. Ehhh, itu zaman dulu-dulu. Zaman sekarang ni, isteri-isteri lebih bijak.

 

Teringat dia kisah seorang tentera yang disimbah dengan asid, gara-gara menyuarakan keinginan untuk menambah cawangan lagi satu. Kecacatan seumur hidup diterima sebagai hadiah sebuah perkahwinan yang tidak sempat dilangsungkan. Dan dia, hanya senyuman daripada Aliyah.

 

"Apa, nak suruh Qis jumpa dengan isteri Abang," terjegil bulat mata Qis yang berwarna hijau. "Kak Aliyah yang minta," masih lembut dia memujuk Qis.

 

"Biar betul, apa dia nak buat dengan Qis?" "Takutlah Qis, silap haribulan dia bunuh Qis!" terkejut Asraf Mukmin. "Percayalah Qis, Aliyah bukan macam tu orangnya. Abang dah lama hidup dengannya. Abang faham," Qistina mengalih pandangannya.

 

Mahu apakah bakal madunya berjumpa dengannya? Dia sering disogokkan dengan pelbagai cerita isteri pertama membuli isteri kedua. Heh, ini Qistina lah. Jangan haraplah jika nak membuli aku. Desis hati kecil Qistina. Hari ini genap seminggu Qistina bercuti seminggu. Seminggu jugalah dia merindu. Puas dicuba untuk menghubungi Qistina, namun tidak berjaya. Rakan serumah menyatakan mereka sendiri tidak mengetahui ke mana Qistina pergi. Genap seminggu juga peristiwa dia menghantar Qistina untuk ditemuduga oleh Aliyah. Sedangkan dia diminta oleh Aliyah bermunajat di Masjid Putra. Di masjid itu, hatinya benar-benar terusik. Sekian lamanya dia tidak menyibukkan dirinya dengan aktiviti keagamaan di masjid Putra.

 

Dulu, sebelum dia mengenali Qistina, saban malam dia akan bersama dengan Aliyah serta anak-anaknya, berjemaah dengan kariah masjid. Kemudian menghadiri majlis kuliah agama. Membaca Al-Quran secara bertaranum itu adalah kesukaannya. Namun, lenggok Qistina melalaikannya. Haruman Qistina memudarkan bacaan taranumnya. Hatinya benar-benar sunyi. Sunyi dengan tasbih, tasmid yang sering dilagukan. Seharian di Masjid Putra, dia cuba mencari dirinya, Asraf Mukmin yang dulu. Asraf Mukmin anak Imam Kampung Seputih. Asraf Mukmin yang asyik dengan berzanji. Menitis air matanya. Hatinya masih tertanya-tanya, apakah yang telah terjadi pada hari itu. Aliyah menunaikan tanggungjawabnya seperti biasa. Tiada kurangnya layanan Aliyah. Mulutnya seolah-olah terkunci untuk bertanya hal calon madu Aliyah.

 

Tit tit... sms menjengah masuk ke kantung inbox hensetnya.

"Qis minta maaf. Qis bukan pilihan terbaik utk Abang jadikan isteri. Qis tidak sehebat kak Aliyah. Qis perlu jadikan diri Qis sehebatnya untuk bersama Abang.

 

Dibawah hensetnya, ada sekeping sampul besar.

 

Kepada: Asraf Mukmin, Suami yang tersayang...

 

Asraf Mukmin diburu kehairanan. Sampul berwarna cokelat yang hampir saiz dengan A4 itu dibuka perlahan.

   

---------------------------------------------------------------

 

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasihani.

  

Salam sejahtera buat suami yang tercinta, moga redhaNya sentiasa mengiringi jejak langkahmu. Abang yang dikasihi, genap seminggu sesi temuduga yang Aliyah jalankan pada Qistina. Terima kasih kerana Abang membawakan Aliyah seorang calon madu yang begitu cantik. Di sini Aliyah kemukakan penilaian Aliyah.

  

1. Dengan ukuran badan ala-ala model, dia memang mengalahkan Aliyah yang sudah tidak nampak bentuk badan. Baju- bajunya memang mengikut peredaran zaman. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tak sanggup Abang diheret ke neraka kerana menanggung dosa. Sedangkan dosa Abang sendiri pun, masih belum termampu untuk dijawab di akhirat sana , apatah lagi Abang nak menggalas dosa org lain. Aliyah sayangkan Abang...

 

2. Aliyah ada mengajak dia memasak. Memang pandai dia masak, apatah lagi western food. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tahu selera Abang hanya pada lauk pauk kampung. Tapi tak tahulah pula Aliyah kalau-kalau selera Abang sudah berubah. Tapi, Aliyah masih ingat lagi, masa kita sekeluarga singgah di sebuah restoran western food, Abang muntahkan semua makanan western food tu. Lagi satu, anak-anak kita semuanya ikut selera ayah mereka. Kesian nanti, tak makan la pula anak-anak kita. Aliyah sayangkan Abang...

 

3. Aliyah ada mengajak dia solat berjemaah. Kelam kabut dibuatnya. Aliyah minta dia jadi Imam. Yelah, nanti dia akan menjadi ibu pada zuriat Abang yang lahir, jadinya Aliyah harapkan dia mampu untuk mengajar anak-anak Abang untuk menjadi imam dan imamah yang beriman. Tapi, kalau dia sendiri pun kelam kabut memakai telekung... Aliyah sayangkan Abang...

 

Abang yang disayangi, cukuplah rasanya penilaian Aliyah. Kalau diungkap satu persatu, Aliyah tak terdaya. Abg lebih memahaminya. Ini penilaian selama 1 hari, Abang mungkin dapat membuat penilaian yang jauh lebih baik memandangkan Abang mengenalinya lebih dari Aliyah mengenalinya.

 

Abang yang dicintai, di dalam sampul ini ada borang keizinan berpoligami. Telah siap Aliyah tandatangan. Juga sekeping tiket penerbangan MAS ke Sarawak. Jika munajat Abang di Masjid Putra mengiayakan tindakan Abang ini, ambillah borang ini, isi dan pergilah kepada Qistina. Oh ya, lupa nak cakap, Qistina telah berada di Sawarak. Menunggu Abang... Aliyah sayangkan Abg...

 

Tetapi jika Abg merasakan Qistina masih belum cukup hebat untuk dijadikan isteri Abang, pergilah cari wanita yang setanding dengan Aliyah... Aliyah sayangkan Abg.

 

Tetapi, jika Abg merasakan Aliyah adalah isteri yang hebat untuk Abangg.. tolonglah bukakan pintu bilik ni. Aliyah bawakan sarapan kegemaran Abang, roti canai.. air tangan Aliyah.

 

Salam sayang, Aliyah Najihah binti Mohd Hazery.

  

Jangan lupa untuk tekan butang share selepas anda baca♥

  

info : facebook

  

Dekade 90-an tenggelam dan dasawarsa selanjutnya naik ke permukaan. Perkembangan teknologi bergerak perlahan, kemudian semakin cepat. Penemuan baru hampir tiap tahun hadir di sisi kehidupan, tidak seperti sebelumnya yang membutuhkan waktu lebih lama. Kertas bertintakan kabar-kabar berbalas mulai tak menemukan ruang di masa ini. Bentuk perhatian seakan menyesuaikan perubahan zaman.

 

Di pinggir jalan raya, telepon umum memang masih terjamah pelanggan setianya. Akan tetapi, sentuhan teknologi memermak perangkat telepon menjadi lebih mungil, serta-merta nyaman dalam genggaman dan dapat terselip di saku celana. Jarak bisa dipangkas entah dari mana saja. Segenap manusia berhak memiliki, tak terkecuali Aida.

 

Kebutuhan tengah mengembang dalam kehidupan Aida. Tatkala ia harus menerima atau memberi kabar sesegera mungkin. Itulah sebabnya ia harus sering mampir ke sebuah penyedia layanan pulsa elektrik untuk memenuhi syarat sebagai pelaku informasi melalui ponselnya. Tanpa ia terka, Tuhan menyediakan ruang pertemuan tanpa hiasan janji-janji sebelumnya. Bahkan, perkiraan terlalu jauh dari pikiran mereka.

 

“Halo, apa kabar?” Sapaan seorang lelaki yang baru saja datang dan mendahului pembicaraan pada siang itu. Ia menyeret satu kursi duduk lalu meletakkannya di sebelah Aida.

 

Aida mengangkat kepala yang sebelumnya tertuju pada layar mini seluler, memastikan saldo pulsa sudah terisi. “Hai Fahrie, kabarku baik, kau sendiri bagaimana?” jawab Aida semringah sembari memperhatikan raut wajah Fahrie.

 

Mereka sudah lama tak mengadu tatapan sejak lulus dari sekolah menengah. Memang tak ada yang berubah dari paras Fahrie, hanya panjang kakinya yang telah melebihi dirinya.

 

“Kalau kau baik, berarti aku juga baiklah hahaha. Kau sudah lulus kuliah?” jawab Fahrie diselingi tawa. Fahrie sempat menanyakan perihal Aida kepada seorang teman.

 

Jadi, meskipun baru dipertemukan, ia bisa memapah pembicaraan ke arah mana saja dengan bekal keterangan yang telah ia himpun.

 

Saat pertemuan dengan Fahrie di usianya yang menginjak dua puluh tiga ini, Aida telah lulus dari dunia perkuliahan dan tak lama menganggur. Ia berkesempatan mengajar di sekolah swasta bernuansa religius. Setiap hari ia bertemu dengan anak-anak yang menggemaskan.

 

Mereka pun hanyut menikmati tanya jawab yang terlempar kepada satu sama lain. Selayaknya teman sejawat melepas rindu, yang juga mengenang masa lalu. Semua perihal yang telah berlalu terasa lucu untuk diingat, sekalipun menyakitkan di masa itu. Sekelumit canda yang merebak di antara mereka, mengundang tawa terbahak-bahak. Setelah waktu lampau sudah memuaskan, pokok bahasan mulai mengacu pada kenyataan, masa kini.

 

“Tak terasa ya, kita telah berada di usia sekarang. Aku yakin beberapa teman kita sudah menikah. Lalu, apa kau akan segera menikah dalam waktu dekat?” kata Fahrie diiringi berbagai dugaannya.

 

“Doakan untuk segera. Sekarang belum ada calonnya hehe. Kau mau mendahuluiku?” balas Aida terkekeh berlanjut mengintimidasi.

 

“Haha aku pun belum punya pasangan untuk diajak ke sana. Bukannya teman dekatmu se-abreg ya, apa tak ada yang memenuhi kriteriamu?” kata Fahrie mengelak yang diteruskan tanya yang menggoda.

 

Masih terukir jelas dalam kepala Fahrie, bahwasanya Aida merupakan dambaan setiap lelaki di masa sekolah menengah. Tak heran jika beberapa di antaranya pernah mengisi harinya. Hal itu juga berlaku ketika berada di lingkungan tempat tinggalnya. ‘Kembang Desa’ bahkan patut disematkan dalam julukannya. Barang kali ia masih menyandang nama itu hingga saat ini, pikir Fahrie.

 

“Belum ada yang berani serius. Kau sebagai lelaki bisa santailah, tak dikoyak oleh usia. Kalau wanita sudah masuk usia dua puluh lima dan belum ada calonnya bisa ketar-ketir,” jawab Aida yang mulai memakai sudut pandang gendernya.

 

“Bukannya takdir itu masing-masing? Jadi, ya kita tak perlu menyesuaikan waktu kita untuk sama dengan waktu mereka,” sahut Fahrie beserta pendapatnya mengemuka.

 

Perdebatan kecil menyeruap di sela pembicaraan mereka berdua. Mulai dari kehidupan secara garis besar, hingga mengerucut pada perihal waktu yang ideal untuk menikah. Pelanggan di warung elektrik itu silih berganti datang dan pergi, tetapi hanya sedikit memengaruhi keintiman mereka.

 

Berselang kesempatan, Fahrie mengambil papan kayu pengapit kertas yang tergeletak di meja pesanan. Kertas berisi puluhan nomor pelanggan itu disingkirkan, kemudian Fahrie menggoresnya dengan pulpen di cengkeraman jemarinya. Sembari menerangkan gagasan yang terlintas di pikirannya dengan cakap, sesekali Fahrie meminta Aida untuk menengok ke papan agar keduanya mencapai kesepahaman.

 

Aida memang sering kali menggunakan papan bor untuk memperjelas penyampaiannya kepada murid kesayangan. Namun, kali ini Aida harus bertukar posisi, ia bukan sebagai guru ketika berada di tengah penjelasan Fahrie.

 

“Kalau misalnya seperti ini, bagaimana?” tanya Fahrie meminta pendapat.

 

Senyuman bergurat dari wajah Aida karena tak mampu menahannya. Ia meringis gemas melihat Fahrie yang sok imajinatif mengubah papan kayu seolah menjadi surat perjanjian. Meskipun, dua kali anggukan kepala Aida ialah gestur yang menyiratkan persetujuan di antara mereka.

 

Sore kala terasa terik, benda-benda bersama bayangannya di sebelah timur tampak kala ditembak sinar surya. Tak terasa obrolan bisa berlangsung selama hitungan jam. Mereka pulang setelah pembicaraan santai cukup untuk mengisi waktu senggang di hari itu. Entah bagaimana pun juga, inti dari percakapan tadi hanyalah gurauan pengusik penat masing-masing.

 

***

 

Waktu berjalan lekas, cepat menggilas dua tahun berlalu. Tak ada perubahan mendalam pada masa ini selain anak band yang mulai mendominasi blantika musik Tanah Air. Mereka kerap memenuhi layar kaca stasiun televisi lokal di waktu tertentu. Kaset pita mulai tergantikan dengan piringan. Karya musisi beredar dan bisa ditemukan di titik keramaian dengan status bajakan.

 

Pagi hingga siang Aida mengajar. Malam hari merupakan sela waktu baginya untuk membaca bermacam jenis buku, seraya mendengar lagu kesukaannya. Ia berusaha memperdalam ilmu demi menjadi guru yang baik. Kesibukan lainnya tak lain ialah mengoreksi tugas murid-muridnya, memberi nilai yang sesuai serta menyiapkan materi keesokan harinya.

 

Sudah dua kali ia menyaksikan anak didiknya lulus melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah. Bangga sekaligus sedih dirasakan saat melepas mereka, menyisakan kenangan indah yang telah melekat dalam ingatan. Ia harus terbiasa. Momentum seperti itu akan terus terulang dalam kurun waktu pengabdiannya sebagai pendidik.

 

Beberapa kali ragam pertanyaan seputar pernikahan atau sejenisnya dilayangkan kepada Aida. Sebanyak itu pula permintaan doa ia sematkan di akhir kalimat sebagai jawaban. Bukan berarti tak ada ikhtiar, seorang pria dari perantara bahkan pernah mengisi hatinya dalam dua tahun ini. Namun, kecocokan tak sekadar memiliki hobi yang sama atau kemampuan finansial. Menurutnya, menjalin hubungan suci pun tak lepas dari lika-liku meskipun cinta telah menjadi landasannya. Dan, Tuhan belum membiarkan Aida bersua dengan takdirnya, mungkin di lain hari nantinya.

 

***

 

Dua kalender sudah ditanggalkan. Fahrie menjelma seorang pekerja yang tidak bisa jauh dari sepeda motor. Ia tidak mendiami satu tempat seharian, tetapi berpindah-pindah untuk meliput beragam kejadian. Tatkala jam istirahat pun ditinggalkan kala panggilan telepon menghendakinya untuk pergi. Dalam sehari, ia harus mengirimkan beberapa tulisan untuk melengkapi konten media cetak yang terbit harian. Ia sangat menikmati kehidupannya yang selalu dikejar tenggat waktu.

 

Pekerjaan Fahrie memungkinkan ia untuk bertemu dengan orang-orang baru dalam hidupnya. Penggalian informasi dilakukan kepada narasumber dengan berbagai macam karakter. Tak jarang jika Fahrie mendapatkan perlakuan atau sekadar perkataan yang kurang berkenan di hati. Untungnya ia sudah kebal. Hanya kebaikan yang akan diingat olehnya. Namun, ia masih belum sempat memikirkan cinta.

 

Empat jam menuju pergantian hari, pertanda bagi Fahrie untuk bergegas pulang dari kantor. Waktu itu ia sedang bebas. Pekerjaan sudah terselesaikan dan tak ada kencan dengan teman seperti biasanya. Namun, ia harus mampir mengisi saldo pulsa untuk selulernya. Semenjak menjadi pekerja, ia lebih sering menggunakan telepon layaknya suatu kebutuhan bagi dirinya.

 

Sesampai di tempat yang ia tuju dan memastikan sepeda motornya tertata semestinya, Fahrie memperhatikan perempuan dengan penutup mulut dan pria yang duduk di sebelahnya. Tak butuh waktu lama untuk menerka, dari lilitan kain jilbab yang khas dikenakan, ia pun mengetahui siapa pemilik wajah di balik masker itu.

 

“Hai Aida, selamat malam untukmu,” kata sapa Fahrie menghampiri dan masih berdiri.

 

Perubahan tak luput dari bangunan tempat ini. Warna cat semakin memerah disertai model iklan yang melekat pada satu sebelah dinding. Sejumlah kursi berjajar di depan meja kaca tembus pandang. Tersisa satu dua pelanggan pada jam-jam malam, berbeda dengan beberapa waktu sebelumnya. Penyedia layanan serupa kian merajalela, dapat ditemui dalam setiap kilometer jalan raya. Itu sebabnya tempat ini tak seramai dahulu kala.

 

“Iya selamat malam juga. Kok kamu bisa tau kalau aku?” kata Aida heran yang sedang tak menampakkan seluruh parasnya.

 

“Iyalah, sorot matamu hanya satu-satunya di dunia ini,” bual Fahrie menggombal.

 

“Dan, selamat malam untuk Mas tampan ini. Calonnya Aida ya pasti?” lanjut Fahrie yang hendak menjalin perkenalan dengan lelaki di samping Aida.

 

“Waduh.. bukan Mas, saya ke sini beli pulsa aja dan tidak saling kenal dengan Mbak ini,” sambut lelaki menerangkan yang sesungguhnya.

 

Seorang lelaki yang duduk di sebelah Aida hanyalah pelanggan di lapak pengisian pulsa elektrik itu. Setiap orang memungkinkan untuk dipertemukan pada waktu yang sama di tempat itu. Aida mematung, mendapati sikap Fahrie yang tak berubah selama mereka tak bersemuka. Prasangka, praduga, segala perkiraan tetap liar dalam dirinya. Kendati Aida terkadang menganggapnya sebagai ulah jenaka yang memicu gelak tawa.

 

Seusai transaksi menuai keberhasilan, lelaki yang tak sesuai persangkaan Fahrie ini pun beranjak pamit dan pergi entah ke mana. Kursi kosong yang ditinggalkan segera diisi oleh Fahrie. Perbincangan perihal kabar tak terelakkan sembari mereka memenuhi keperluannya masing-masing.

 

“Lalu, bagaimana tentang asmaramu?” celetuk Fahrie yang sudah mulai menjurus.

 

“Belum dipertemukan dengan yang semestinya. Doakan untuk segera. Kau sendiri?” sahut Aida menyelipkan permintaan doa.

 

“Hahaha bahkan aku tak sempat memikirkan hal itu,” jawab Fahrie berleha-leha.

 

Sambil berceloteh, Fahrie tersadar jika kemungkinan sebuah papan kayu pengapit kertas berada dalam cengkeramannya sedari tadi. Kala menemukan jeda di sela pembicaraan, Fahrie pun membalikkan kertasnya dan mengeja setiap kalimat dilengkapi bagan penjelasnya di papan kayu yang tak lagi mulus. Meskipun demikian, tinta masih membekas samar dan bisa diterjemahkan oleh Fahrie. Ia pun memperlihatkannya kepada Aida.

 

“Jika di usia dua puluh lima masing-masing dari kita belum menemukan pasangan, maka kita akan bersama. Dengan catatan, perjanjian ini dibatalkan jika salah satu dari kita telah menikah sebelum menginjak usia yang telah disebutkan.”

 

Sebuah paragraf tersebut tak sukar untuk diingat oleh Aida. Janji yang tercetus dari gagasan absurd Fahrie dua tahun terlampau. Aida pun tak mengasa jika pada akhirnya papan kayu itu menjadi awal ke terikatan dirinya terhadap Fahrie dalam jalinan yang serius. Tuhan mempersatukan mereka di luar sudut dugaan Aida, beriringan dengan cinta yang mulai bersemi di hatinya.

 

***

 

Kamar di rumah kontrakan berukuran 4 X 3 meter lengang ketika langit hitam membungkus hari. Sudah sebulan mereka menjalani hubungan layaknya suami istri, menikmati perduaan di ranjang yang sama. Namun, cinta bukan pangkal ikatan, melainkan sebuah janji.

 

Fahrie terbiasa mengajukan pertanyaan kepada seseorang dalam pekerjaannya, tetapi tidak untuk perihal isi hati Aida, ia masih menyimpannya rapat-rapat. Ia hanya berharap Tuhan menaburkan benih cinta dalam hati mereka.

 

Pada suatu malam mereka terenyak dalam lamunan masing-masing, sebelum menutup mata dengan doa. Baru saja terpejam, suara khas membangunkan Fahrie sebaliknya Aida sudah terlelap. Sumber bunyi itu berasal dari ponsel yang tergeletak tak jauh dari ranjang mereka. Fahrie menghampiri untuk memungutnya dan membuka pesan dari nomor tak bernama, serta-merta mengeja teks yang tertulis pada layar kecil itu “Selamat malam, mimpi indah Aida!”

 

Berjarak beberapa spasi, tertera nama seseorang. Seingat Fahrie, nama itu ialah salah satu mantan kekasih Aida semasa sekolah menengah. Fahrie pun terdiam memaknai nyeri yang sekejap hinggap di dadanya. Tak lama berselang ia telah mengartikannya, cinta mulai tumbuh menjulang dan mengarah pada teman sekamarnya ini. ■

 

Muhammad Nur Iskandar. Penulis aktif menghasilkan cerita pendek dan puisi. Karyanya dimuat di sejumlah media massa.

 

[1] Disalin dari karya Muhammad Nur Iskandar

[2] Pernah tersiar di surat kabar “Republika” edisi Minggu 09 Desember 2018

 

The post Arti Sesak di Dada Fahrie appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.

 

via Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara bit.ly/2PAyG9h

CEPAT UNTUNG, Distributor Es Kepal Asli Bulungan - Tanjung Selor, Distributor Es Kepal Asli Kabupaten Malinau - Malinau, Distributor Es Kepal Asli Kabupaten Nunukan - Nunukan, Distributor Es Kepal Asli Tana Tidung - Tideng Pale,

Distributor Es Kepal Asli Kota Tarakan - Tarakan

 

Keuntungan Menjadi Mitra Kami :

1. Both Eksklusif (Bisa tulis namamu di booth)

2. GRATIS! Bahan baku dan kemasan untuk 160 cup, siap jual

3. RESEP RAHASIA es Kepal Viral

4. 100% Keuntungan milik Mitra (TIDAK ADA BAGI HASIL)

5. Mesin Serut ES

6. Banner ukuran 2x1m

7. Stand Banner Premium

8. Kaos Es Kepal Viral (2pcs)

9. Perlengkapan jualan

 

ADMIN 1

TELKOMSEL 0812-9908-2068

 

ADMIN 2

THREE 0899-8300-287

 

ADMIN 3

INDOSAT 0858-1927-0513

 

ADMIN 4

XL 0859-6055-2959

  

Alamat Rumah:

Jl. Calung 1 No.374, RT08/RW07

Kel.Mekarjaya, Kec.Sukmajaya

Depok, Kode Pos: 16411

 

Search di Google Maps: Jalan Calung I, Mekar Jaya, Kota Depok, Jawa Barat

atau Lokasi klik: *******/maps/ZapfN5oRdUz

Ancer-ancer: Belakang PLN Depok Tengah atau Samsat Depok

 

HARGA PROMO dari 7,5 juta jadi 6,9 jt

PELUANG USAHA hasil puluhan JUTA TIAP BULAN

Cukup jual 60cup per hari Omset = 20jt / bulan

 

PAKET KEMITRAAN PREMIUM :

1. Mesin Ice Crusher

2. EKSKLUSIF BOOTH (Bisa tulis nama Usaha di Booth)

3. GRATIS! Bahan Baku Milo untuk 160 porsi

4. Spanduk ukuran 2x1m 1pcs

 

5. Roll Banner Premium 80cm x 160cm

6. Kemasan Mangkok sebanyak 160 pcs

7. Sendok Plastik sebanyak 160 pcs

8. Mente nuts untuk 160 porsi

 

9. Black Cookies Crumb untuk 160 porsi

10. Sendok Takar

11. Topless untuk Toping 3 pcs

12. Coller Box "Lion Star" 5.5 liter

 

13. Wadah Saus Milo

15. BONUS Flashdisk Toshiba 8gb berisi 100 Foto Produk yang instagramable senilai Rp. 1.850.000

16. "RESEP RAHASIA" Es Kapal Viral

17. Kaos Es Kapal Viral sebanyak 2pcs

18. BONUS! DVD dan Buku "Buka Langsung Laris" senilai Rp. 200.000

 

By Ghaida Qotrunnada

My 3D Portofolio

 

Menyediakan jasa pembuatan perspektif 3d, murah dan cepat

 

Segera hubungi :

email : sobat_lama007@yahoo.com

hp : 0812 9489 4000

 

blog : eben3d.blogspot.com

cc2018311 dengan ka.97 fajar utama jogja melesat cepat menuju ibukota

PROSES CEPAT! (CP) 0852-2239-9820 Harga Mitsubishi Xpander Limited Edition Harga Mitsubishi Xpander Limited di Harapan Baru Bekasi Utara

Klik wa.me/6285222399820 galant gto,mitsubishi strada 2005,mitsubishi colt 1985,lancer evo fast and furious,mitsubishi lancer 1989,pajero sport 2006,mobil pajero terbaru 2019,galant vr6,harga bekas xpander

Bebaskan jiwa adventure mu, berkendara dengan aman dan nyaman dengan fitur keselamatan yang modern. Kami Dealer Resmi Mobil Mitsubishi siap melayani Anda.

Untuk info lebih lanjut silahkan Hubungi :

Whatsapp : 0852-2239-9820

wa.me/6285222399820

Dealer Resmi Mobil Mitsubishi

mitsubishi-motors.web.id

Kami melayani untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi.

Cipadu Jaya Kecamatan Larangan,Kreo Selatan Kecamatan Larangan,Cipadu Kecamatan Larangan,Kreo Kecamatan Larangan,Larangan Indah Kecamatan Larangan,Larangan Utara Kecamatan Larangan,Gembor Kecamatan Periuk,Gebang Raya Kecamatan Periuk,Sangiang Jaya Kecamatan Periuk,Periuk Kecamatan Periuk

 

harga mitsubishi mirage 2015,harga colt diesel bekas 2012,mitsubishi lancer 95,mobil pajero 2018,harga mitsubishi delica bekas,harga fuso,harga mitsubishi mirage 2018,mitsubishi colt 2001,l300 mitsubishi 2019,mitsubishi galant 2.4

 

#hargacoltdieselbekas2012 #mitsubishilancer95 #mobilpajero2018 #hargamitsubishidelicabekas #hargafuso #hargamitsubishimirage2018 #mitsubishicolt2001 #l300mitsubishi2019 #mitsubishigalant2.0 #pajerosport2018harga

(CP) 0852-2239-9820 Harga Mitsubishi Xpander Limited Edition Harga Mitsubishi Xpander Limited di Harapan Baru Bekasi Utara

 

My 3D Portofolio

 

Menyediakan jasa pembuatan perspektif 3d, murah dan cepat

 

Segera hubungi :

email : sobat_lama007@yahoo.com

hp : 0812 9489 4000

 

blog : eben3d.blogspot.com

My 3D Portofolio

 

Menyediakan jasa pembuatan perspektif 3d, murah dan cepat

 

Segera hubungi :

email : sobat_lama007@yahoo.com

hp : 0812 9489 4000

 

blog : eben3d.blogspot.com

1 3 4 5 6 7 ••• 79 80