Sayid Budhi
Bacalah : Perjalanan Menuju Bedugul
INI BUKAN PUISI :
Tidak boleh membaca dengan serius
Dilarang mengcopy apalagi memperbanyak isi dan cerita tanpa sepengetahuan panelis :D
Ketika itu Kalender berada pada angka 6 di hari Jumat bulan Februari 2009.
Jam tangan ku menunjukkan pukul 11.15 WIB hampir tengah Malam.
Tapi aku lupa kalau jam tangan 21Win menunjukkan pukul 00.25 WITA, ternyata selisih 1 jam 10 menit, yang pasti sudah selisih 1 hari laa.., Nggak tau yang mana yg benar dengan selisih 10 menitnya itu tapi yang jelas jam ku masih stelan Indonesia Barat...
Anda jangan berfikir kalau kami sudah berada di Bedugul yaa...
Kami ( aku, Jessy, Didi, dan 21Win ) sedang menyiapkan karpet Merah di Bandara ngurah Rai menjemput Menteri Puisi Cep danie dan Kang Enhaka... Hahaha....
Aku nggak tau dengan Bahasa mereka selama ini, padahal mereka juga baru pertama kali bertemu disini tapi mereka selalu tertawa sepanjang jalan dengan melanjuti puisi-puisi flickr-nya itu... hahaha..., mantaaap...!!!
So.., Lalu kami berangkat malam itu menuju Bedugul yang dipandu 21Win dan Jessy sang Idol
Hujan Lebat , dan deras pula itu ( apa bedanya... ) membawa kami kesebuah Villa yang sangat menyeramkan di Bedugul sana, sampai2 mereka melihat penampakan yang masuk dan duduk di mobil ku..., lalu tak lama mereka memutuskan untuk meninggalkan villa itu, kami mencari villa yang lain...
Villa yang lain pun tak kalah seramnya malah komersil lagi, cuma numpang istirahat selama 2 jam tapi mereka tetap hitung 1 hari no discount..., sementara waktu itu sudah jam 4 pagi...
Akhirnya terjadi kata sepakat, kami pergi kesebuah perkebunan strawbery dan ngaso disana selama beberapa jam sambil bercerita, minum kopi dan teh..
Paginya..., sambil menunggu hujan berhenti, kami motret di perkebunan itu..
setelah sarapan kami baru meluncur ke Pura Ulun Danu di lokasi yang sama di Bedugul..., Tapi hujan masih tidak mau berhenti, tidak ada warna biru disini, tidak ada cahaya matahari disini, yang ada cuma hujan dan kabut..., terpaksa harus berpayung kesana kemari melindungi my baby D80, tapi hasil fotopun tidak bagus.... (maklum saja ya.. )
Tidak ada kesan apa-apa disini selain menatap Pura ini disini (sayangnya nggak ada Rini disini)
Tapi cerita sepanjang perjalanan, sepanjang menunggu hujan berhenti itu yang tak bisa dilupakan, sangat berkesan..., Ada yang bawa kacang Rahayu 1 kg (dikeroyokin ber-enam), ada yang bawa kopi Tora Bika, ada yang bawa teh Dilmah dengan berbagai aroma dan rasa, tapi untungnya malah aku bawa pemanas air instan buat di Mobil, walaupun harus menunggu 20 menit untuk mendidih, hahaha seru lah...
Sepertinya harus kembali lagi ke Bedugul mencari Matahari dan langit biru di Bedugul.
Tapi diriku tidak mau lagi mencari penumpang gelap di tengah kabut malam.
Terima kasih Jessy yang sudah menakut-nakuti melihat penampakan di jok belakang mobil ku - 21Win yang sudah memandu kami dengan hebatnya ditengah malam buta, hujan lebat, super kabut, dingiiiin tauuu, - Cep Danie , cukup-cukup-cukup lawakannya, sakit peruuuttt, ngakak melulu..., dan Kang Enhaka yang ternyata sama penakutnya.., malahan sempat melihat penampakan sungguhan di dekat toilet hahaha... terima Kasih buat semuanya yaa...
btw ehhh..., gimana yah cara membuat Link melalui nama Mereka disini???
Aaahhh..., untung sudah ada mybigbro yang sudah kasih tau cara buat linknya, hehehe
Bacalah : Perjalanan Menuju Bedugul
INI BUKAN PUISI :
Tidak boleh membaca dengan serius
Dilarang mengcopy apalagi memperbanyak isi dan cerita tanpa sepengetahuan panelis :D
Ketika itu Kalender berada pada angka 6 di hari Jumat bulan Februari 2009.
Jam tangan ku menunjukkan pukul 11.15 WIB hampir tengah Malam.
Tapi aku lupa kalau jam tangan 21Win menunjukkan pukul 00.25 WITA, ternyata selisih 1 jam 10 menit, yang pasti sudah selisih 1 hari laa.., Nggak tau yang mana yg benar dengan selisih 10 menitnya itu tapi yang jelas jam ku masih stelan Indonesia Barat...
Anda jangan berfikir kalau kami sudah berada di Bedugul yaa...
Kami ( aku, Jessy, Didi, dan 21Win ) sedang menyiapkan karpet Merah di Bandara ngurah Rai menjemput Menteri Puisi Cep danie dan Kang Enhaka... Hahaha....
Aku nggak tau dengan Bahasa mereka selama ini, padahal mereka juga baru pertama kali bertemu disini tapi mereka selalu tertawa sepanjang jalan dengan melanjuti puisi-puisi flickr-nya itu... hahaha..., mantaaap...!!!
So.., Lalu kami berangkat malam itu menuju Bedugul yang dipandu 21Win dan Jessy sang Idol
Hujan Lebat , dan deras pula itu ( apa bedanya... ) membawa kami kesebuah Villa yang sangat menyeramkan di Bedugul sana, sampai2 mereka melihat penampakan yang masuk dan duduk di mobil ku..., lalu tak lama mereka memutuskan untuk meninggalkan villa itu, kami mencari villa yang lain...
Villa yang lain pun tak kalah seramnya malah komersil lagi, cuma numpang istirahat selama 2 jam tapi mereka tetap hitung 1 hari no discount..., sementara waktu itu sudah jam 4 pagi...
Akhirnya terjadi kata sepakat, kami pergi kesebuah perkebunan strawbery dan ngaso disana selama beberapa jam sambil bercerita, minum kopi dan teh..
Paginya..., sambil menunggu hujan berhenti, kami motret di perkebunan itu..
setelah sarapan kami baru meluncur ke Pura Ulun Danu di lokasi yang sama di Bedugul..., Tapi hujan masih tidak mau berhenti, tidak ada warna biru disini, tidak ada cahaya matahari disini, yang ada cuma hujan dan kabut..., terpaksa harus berpayung kesana kemari melindungi my baby D80, tapi hasil fotopun tidak bagus.... (maklum saja ya.. )
Tidak ada kesan apa-apa disini selain menatap Pura ini disini (sayangnya nggak ada Rini disini)
Tapi cerita sepanjang perjalanan, sepanjang menunggu hujan berhenti itu yang tak bisa dilupakan, sangat berkesan..., Ada yang bawa kacang Rahayu 1 kg (dikeroyokin ber-enam), ada yang bawa kopi Tora Bika, ada yang bawa teh Dilmah dengan berbagai aroma dan rasa, tapi untungnya malah aku bawa pemanas air instan buat di Mobil, walaupun harus menunggu 20 menit untuk mendidih, hahaha seru lah...
Sepertinya harus kembali lagi ke Bedugul mencari Matahari dan langit biru di Bedugul.
Tapi diriku tidak mau lagi mencari penumpang gelap di tengah kabut malam.
Terima kasih Jessy yang sudah menakut-nakuti melihat penampakan di jok belakang mobil ku - 21Win yang sudah memandu kami dengan hebatnya ditengah malam buta, hujan lebat, super kabut, dingiiiin tauuu, - Cep Danie , cukup-cukup-cukup lawakannya, sakit peruuuttt, ngakak melulu..., dan Kang Enhaka yang ternyata sama penakutnya.., malahan sempat melihat penampakan sungguhan di dekat toilet hahaha... terima Kasih buat semuanya yaa...
btw ehhh..., gimana yah cara membuat Link melalui nama Mereka disini???
Aaahhh..., untung sudah ada mybigbro yang sudah kasih tau cara buat linknya, hehehe