JABBAR ABDULLAH (JALLAH)
Dari kiri ke kanan: Siti Sa'adah (Moderator); Cucuk Espe; Nanda Sukmana dan Edyy Soetjahjono
Alhamdulillah. Geladak Sastra # 13; BEDAH BUKU: "BERHALA OBAMA dan SEPATU BUAT BUSH (Kumpulan Puisi Asep Sambodja)", yang digelar oleh Komunitas Lembah Pring di Lantai dua Perpustakaan Mastrip Jombang, Jl. Dr. Soetomo-Jombang, tanggal 27 Februari 2011, pukul 13.00 Wib, berjalan dengan lancar dan gayeng.
Sesuai dengan daftar hadir, diskusi yang rampung menjelang maghrib itu dihadiri kurang lebih 36 orang. Ketiga narasumber juga telah menggugurkan kewajibannya dengan hadir dan mempresentasikan makalahnya. Sementara si moderator dengan sangat piawai telah mampu mengendalikan jalannya diskusi.
Agar tak berasa monoton, Cucuk Espe menawarkan sejak awal diskusi agar sekiranya diskusi juga diwarnai baca puisi. Maka bangkitlah Mbah Thohir dari tempat duduknya. Ia meminjam buku "BERHALA OBAMA dan SEPATU BUAT BUSH (Kumpulan Puisi Asep Sambodja)" milik Siti Sa'adah. Dalam buku itu ia bertemu puisi berjudul "PEREMPUAN DI PERSIMPANGAN ABAD". Lantas dibacanya dengan khusyu'. Sesekali "tertawa", "teriak" dan mengepalkan lima jari tangan kanannya. Selesai. Gemuruh tepuk tangan menyambutnya. Ia duduk lagi.
"Saya belum mampu menulis segala yang ada di pikiran saya (puisi, cerpen, dan lainnya). Karena itu, saya hanya mampu menghargai (Alm) Asep Sambodja dengan membacakan puisinya", kata Mbah Thohir yang sejak tanggal 26 Februari sudah "nyipeng" di Jombang untuk nonton teater.
Moderator lantas membuka pintu interaktif kepada forum. Satu persatu muncul apresiasi dari peserta terhadap uraian narasumber dan tentang buku puisi Asep Sambodja. Tanggapan paling awal datang dari Pak Robin al-Kautsar, pemilik antologi puisi EKLEKTIKA. Dia menjlentrehkan sedikit tentang siapa itu Asep Sambodja, dan secara umum membeberkan dunia sastra Indonesia.
Menyusul kemudian Fatoni Mahsun, penggiat Sanggar Kata. Dilanjutkan lontaran dari Fahrudin Nasrulloh. Lalu narasumber memberikan jawaban atas tiap-tiap tanggapan dan kritikan. Setelah itu, moderator kembali mempersilahkan kepada yang hadir untuk baca puisi. Maka tampillah Liestyo Ambar (Komunitas Alief Mojoagung) dan si Bedor, kawan mahasiswa BAHTRA STKIP PGRI Jombang yang secara bergantian membacakan puisi-puisi Asep Sambodja.
Menyusul kemudian Eddy Soetjahjono (Roda Art Studio) baca puisi yang diawali dengan mengirim do'a kepada (alm) Asep Sambodja. Baca puisinya menjadi penanda usainya diskusi. Karena dianggap sudah cukup, maka moderator mengakhiri diskusi. "Semoga bermanfaat dan, wassalamu'alaikum warahmatullohi wabarokatuh," ujar Siti Sa'adah, pegiat Penggila Sastra Kopi.
_________
KOMUNITAS LEMBAH PRING MENGUCAPKAN RASA TERIMA KASIH YANG SEBESAR-BESARNYA KEPADA :
1. Bapak Imam, Kepala Perpustakaan Mastrip Jombang.
2. Penerbit Buku ULTIMUS Bandung
3. Balai Belajar Bersama Banyumli, Mojokerto.
4. Ibu Novarita
5. Bapak Nasrul Illahi
6. Kawan Rifqi "Londo".
7. Seluruh peserta yang hadir dan mengalir, serta hamba Allah yang baik lainnya.
Semoga segala kebaikan mereka diberi ganti dengan yang lebih baik oleh Allah SWT. Amiin.
Salam hormat,
JABBAR ABDULLAH (LURAH KOMUNITAS LEMBAH PRING)
Dari kiri ke kanan: Siti Sa'adah (Moderator); Cucuk Espe; Nanda Sukmana dan Edyy Soetjahjono
Alhamdulillah. Geladak Sastra # 13; BEDAH BUKU: "BERHALA OBAMA dan SEPATU BUAT BUSH (Kumpulan Puisi Asep Sambodja)", yang digelar oleh Komunitas Lembah Pring di Lantai dua Perpustakaan Mastrip Jombang, Jl. Dr. Soetomo-Jombang, tanggal 27 Februari 2011, pukul 13.00 Wib, berjalan dengan lancar dan gayeng.
Sesuai dengan daftar hadir, diskusi yang rampung menjelang maghrib itu dihadiri kurang lebih 36 orang. Ketiga narasumber juga telah menggugurkan kewajibannya dengan hadir dan mempresentasikan makalahnya. Sementara si moderator dengan sangat piawai telah mampu mengendalikan jalannya diskusi.
Agar tak berasa monoton, Cucuk Espe menawarkan sejak awal diskusi agar sekiranya diskusi juga diwarnai baca puisi. Maka bangkitlah Mbah Thohir dari tempat duduknya. Ia meminjam buku "BERHALA OBAMA dan SEPATU BUAT BUSH (Kumpulan Puisi Asep Sambodja)" milik Siti Sa'adah. Dalam buku itu ia bertemu puisi berjudul "PEREMPUAN DI PERSIMPANGAN ABAD". Lantas dibacanya dengan khusyu'. Sesekali "tertawa", "teriak" dan mengepalkan lima jari tangan kanannya. Selesai. Gemuruh tepuk tangan menyambutnya. Ia duduk lagi.
"Saya belum mampu menulis segala yang ada di pikiran saya (puisi, cerpen, dan lainnya). Karena itu, saya hanya mampu menghargai (Alm) Asep Sambodja dengan membacakan puisinya", kata Mbah Thohir yang sejak tanggal 26 Februari sudah "nyipeng" di Jombang untuk nonton teater.
Moderator lantas membuka pintu interaktif kepada forum. Satu persatu muncul apresiasi dari peserta terhadap uraian narasumber dan tentang buku puisi Asep Sambodja. Tanggapan paling awal datang dari Pak Robin al-Kautsar, pemilik antologi puisi EKLEKTIKA. Dia menjlentrehkan sedikit tentang siapa itu Asep Sambodja, dan secara umum membeberkan dunia sastra Indonesia.
Menyusul kemudian Fatoni Mahsun, penggiat Sanggar Kata. Dilanjutkan lontaran dari Fahrudin Nasrulloh. Lalu narasumber memberikan jawaban atas tiap-tiap tanggapan dan kritikan. Setelah itu, moderator kembali mempersilahkan kepada yang hadir untuk baca puisi. Maka tampillah Liestyo Ambar (Komunitas Alief Mojoagung) dan si Bedor, kawan mahasiswa BAHTRA STKIP PGRI Jombang yang secara bergantian membacakan puisi-puisi Asep Sambodja.
Menyusul kemudian Eddy Soetjahjono (Roda Art Studio) baca puisi yang diawali dengan mengirim do'a kepada (alm) Asep Sambodja. Baca puisinya menjadi penanda usainya diskusi. Karena dianggap sudah cukup, maka moderator mengakhiri diskusi. "Semoga bermanfaat dan, wassalamu'alaikum warahmatullohi wabarokatuh," ujar Siti Sa'adah, pegiat Penggila Sastra Kopi.
_________
KOMUNITAS LEMBAH PRING MENGUCAPKAN RASA TERIMA KASIH YANG SEBESAR-BESARNYA KEPADA :
1. Bapak Imam, Kepala Perpustakaan Mastrip Jombang.
2. Penerbit Buku ULTIMUS Bandung
3. Balai Belajar Bersama Banyumli, Mojokerto.
4. Ibu Novarita
5. Bapak Nasrul Illahi
6. Kawan Rifqi "Londo".
7. Seluruh peserta yang hadir dan mengalir, serta hamba Allah yang baik lainnya.
Semoga segala kebaikan mereka diberi ganti dengan yang lebih baik oleh Allah SWT. Amiin.
Salam hormat,
JABBAR ABDULLAH (LURAH KOMUNITAS LEMBAH PRING)