ahmadrock
MBAH DIM BANTEN
kiriman : idris
idris212@yahoo.com
KH.Muhammad Dimyati yang biasa
dipanggil dengan Buya Dimyati
merupakan sosok Ulama Banten
yang memiliki karismatik, beliau
lahir sekitar tahun 1952 anak
pasangan dari H.Amin dan Hj.Ruqayah. Sejak kecil Buya
Dimyati sudah menampakan
kecerdasannya dan
keshalihannya, beliau belajar dari
satu pesantren ke pesantren
lainnya mulai dari Pon-pes Cadasari, kadupeseng
Pandeglang,ke Plamunan hingga
ke Pleret Cirebon. Buya Dimyati sosok ulama yang
cukup sempurna dalam
menjalankan perintah agama,
beliau bukan saja mengajarkan
dalam ilmu syari’ ah tapi juga menjalankan kehidupan dengan
metode bertashauf, tarekat
yang di anutnya tarekat
Naqsabandiyyah Qodiriyyah. Maka
wajar jika dalam perilaku sehari-
hari beliau penuh tawadhu’ ,istiqomah ,zuhud dan ikhlas. Banyak dari beberapa
pihak maupun wartawan yang
coba untuk mempublikasikan
kegiatannya di pesantren selalu
di tolak dengan halus oleh Buya
Dimyati begitupun ketika beliau di beri sumbangan oleh para
pejabat beliau selalu menolak dan
mengembalikan sumbangan
tersebut, hal ini pernah dialami
ketika Buya Dimyati di beri
sumbangan Oleh Mba Tutut ( Anak Mantan presiden
Soeharto) sebesar 1 milyar
beliau mengembalikannya. Buya Dimyati merintis pesantren
di desa Cidahu Pandeglang
sekitar tahun 1965 beliau
banyak melahirkan ulama-ulama
ternama seperti Habib Hasan bin
ja”far assegaf yang sekarang memimpin Majlis Nurul Musthofa di
Jakarta dan masih banyaklagi
murid-murid beliau yang
mendirikan pesantren. Tanggal 3 october 2003 tepat
hari jum’ at dini hari Kh.Muhammad Dimyati dipanggil
oleh Alloh SWt
keharibaannya.Banten telah
kehilangan sosok ulama yang
karismatik dan tawadhu’ yang menjadi tumpuan berbagai
kalangan masyarakat untuk
dimintai nasihatnya bukan hanya
dari masyarakat Banten saja
tapi juga umat islam pada
umumnya.Beliau di maqomkan tak jauh dari rumahnya di Cidahu
Pandeglang hingga kini maqom
tersebut selalu ramai dikunjungi
oleh para peziarah dari berbagai
daerah di tanah air.
MBAH DIM BANTEN
kiriman : idris
idris212@yahoo.com
KH.Muhammad Dimyati yang biasa
dipanggil dengan Buya Dimyati
merupakan sosok Ulama Banten
yang memiliki karismatik, beliau
lahir sekitar tahun 1952 anak
pasangan dari H.Amin dan Hj.Ruqayah. Sejak kecil Buya
Dimyati sudah menampakan
kecerdasannya dan
keshalihannya, beliau belajar dari
satu pesantren ke pesantren
lainnya mulai dari Pon-pes Cadasari, kadupeseng
Pandeglang,ke Plamunan hingga
ke Pleret Cirebon. Buya Dimyati sosok ulama yang
cukup sempurna dalam
menjalankan perintah agama,
beliau bukan saja mengajarkan
dalam ilmu syari’ ah tapi juga menjalankan kehidupan dengan
metode bertashauf, tarekat
yang di anutnya tarekat
Naqsabandiyyah Qodiriyyah. Maka
wajar jika dalam perilaku sehari-
hari beliau penuh tawadhu’ ,istiqomah ,zuhud dan ikhlas. Banyak dari beberapa
pihak maupun wartawan yang
coba untuk mempublikasikan
kegiatannya di pesantren selalu
di tolak dengan halus oleh Buya
Dimyati begitupun ketika beliau di beri sumbangan oleh para
pejabat beliau selalu menolak dan
mengembalikan sumbangan
tersebut, hal ini pernah dialami
ketika Buya Dimyati di beri
sumbangan Oleh Mba Tutut ( Anak Mantan presiden
Soeharto) sebesar 1 milyar
beliau mengembalikannya. Buya Dimyati merintis pesantren
di desa Cidahu Pandeglang
sekitar tahun 1965 beliau
banyak melahirkan ulama-ulama
ternama seperti Habib Hasan bin
ja”far assegaf yang sekarang memimpin Majlis Nurul Musthofa di
Jakarta dan masih banyaklagi
murid-murid beliau yang
mendirikan pesantren. Tanggal 3 october 2003 tepat
hari jum’ at dini hari Kh.Muhammad Dimyati dipanggil
oleh Alloh SWt
keharibaannya.Banten telah
kehilangan sosok ulama yang
karismatik dan tawadhu’ yang menjadi tumpuan berbagai
kalangan masyarakat untuk
dimintai nasihatnya bukan hanya
dari masyarakat Banten saja
tapi juga umat islam pada
umumnya.Beliau di maqomkan tak jauh dari rumahnya di Cidahu
Pandeglang hingga kini maqom
tersebut selalu ramai dikunjungi
oleh para peziarah dari berbagai
daerah di tanah air.