wahkris
Canang “Kecil Namun Sarat Akan Makna”
Canang berasal dari bahasa jawa kuno yang pada mulanya berarti sirih, yang disuguhkan pada tamu yang sangat dihormati. Jaman dulu, sirih benar – benar bernilai tinggi. Dan bagi umat hindu canang merupakan sarana persembahyangan yang sakral dan sarat akan makna, namun dalam keseharian mungkin kita hanya tau wujud dari canang itu tanpa memahami makna-makna yang terkandung di dalamnya.Harus diketahui Inti dari canang sari itu adalah porosan yang berbahan dari sirih(base-red) yang dalam bahasa jawa kuno diartikan sebagai persembahan untuk orang yang dihormati. Dan canang dijadikan sebagai sebuah persembahan bagi umat hindu di bali. Diamana Canang terdiri atas plawa yang merupakan lambang tumbuhnya pikiran yang hening dan suci, sehingga dapat menangkal pengaruh busuk dari nafsu duniawi. porosan yang terbuat dari pinang dan kapur yang dibungkus daun sirih, dimana pinang, sirih dan kapur adalah lambang pemujaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Tri Murti. Pinang lambang pemujaan pada Dewa Brahma, kapur lambang pemujaan pada Dewa Siwa, sirih lambang pemujaan pada Dewa Wisnu. Jejaitan atau tetuasan merupakan perlambang ketepatan dan kelanggengan pikiran dan lambang permohonan pada TYME agar alam lingkungan hidup kita selaras dan seimbang. Dan bahan yang terakhir dalam pembuatan canang adalah bunga yang merupakan perlambang keikhlasan dan kasih sayang.
Canang “Kecil Namun Sarat Akan Makna”
Canang berasal dari bahasa jawa kuno yang pada mulanya berarti sirih, yang disuguhkan pada tamu yang sangat dihormati. Jaman dulu, sirih benar – benar bernilai tinggi. Dan bagi umat hindu canang merupakan sarana persembahyangan yang sakral dan sarat akan makna, namun dalam keseharian mungkin kita hanya tau wujud dari canang itu tanpa memahami makna-makna yang terkandung di dalamnya.Harus diketahui Inti dari canang sari itu adalah porosan yang berbahan dari sirih(base-red) yang dalam bahasa jawa kuno diartikan sebagai persembahan untuk orang yang dihormati. Dan canang dijadikan sebagai sebuah persembahan bagi umat hindu di bali. Diamana Canang terdiri atas plawa yang merupakan lambang tumbuhnya pikiran yang hening dan suci, sehingga dapat menangkal pengaruh busuk dari nafsu duniawi. porosan yang terbuat dari pinang dan kapur yang dibungkus daun sirih, dimana pinang, sirih dan kapur adalah lambang pemujaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Tri Murti. Pinang lambang pemujaan pada Dewa Brahma, kapur lambang pemujaan pada Dewa Siwa, sirih lambang pemujaan pada Dewa Wisnu. Jejaitan atau tetuasan merupakan perlambang ketepatan dan kelanggengan pikiran dan lambang permohonan pada TYME agar alam lingkungan hidup kita selaras dan seimbang. Dan bahan yang terakhir dalam pembuatan canang adalah bunga yang merupakan perlambang keikhlasan dan kasih sayang.