anwarsiak***sibuk***
TAKSAKA
PENUMPANG ISTIMEWA
Pernah aku naik taksaka ini tahun 2000, beli tiket di stasiun Gombong (masih manual, dengan tulisan tangan). Taksaka ini hanya berhenti di Kutoarjo, Purwokerto dan Cirebon.
Karena di stasiun Gombong tak berhenti, harus naik di ketiga stasiun tadi, aku memilih stasiun Kutoarjo.
Dasar lagi apes, naik bus ke Kutoarjo, busnya lambat sekali, sering ngetem, , di Kutowinangun aku turun dari bis, naik ojek ke Kutoarjo...tapi tak terkejar juga kiranya.
Aku nekat turun di Prembun, masuk ke stasiun.
Bicara dengan Kepala Stasiun Prembun dan menunjukkan tiket, bahwa aku jelas telat kalau harus ke stasiun Kutoarjo, dengan alasan bus kecelakaan (bohong...wkwkwkwkwk).
Sang Kepala telpon ke Stasiun Kutoarjo, memang ternyata Taksaka sudah berangkat....trus minta ijin untuk berhenti di stasiun Prembun.
Akhirnya.....Taksakan itu betul2 berhenti ...mengangkut aku seorang di stasiun kecil....
Terima kasih Ka Stasiun yang baik hati...
TAKSAKA
PENUMPANG ISTIMEWA
Pernah aku naik taksaka ini tahun 2000, beli tiket di stasiun Gombong (masih manual, dengan tulisan tangan). Taksaka ini hanya berhenti di Kutoarjo, Purwokerto dan Cirebon.
Karena di stasiun Gombong tak berhenti, harus naik di ketiga stasiun tadi, aku memilih stasiun Kutoarjo.
Dasar lagi apes, naik bus ke Kutoarjo, busnya lambat sekali, sering ngetem, , di Kutowinangun aku turun dari bis, naik ojek ke Kutoarjo...tapi tak terkejar juga kiranya.
Aku nekat turun di Prembun, masuk ke stasiun.
Bicara dengan Kepala Stasiun Prembun dan menunjukkan tiket, bahwa aku jelas telat kalau harus ke stasiun Kutoarjo, dengan alasan bus kecelakaan (bohong...wkwkwkwkwk).
Sang Kepala telpon ke Stasiun Kutoarjo, memang ternyata Taksaka sudah berangkat....trus minta ijin untuk berhenti di stasiun Prembun.
Akhirnya.....Taksakan itu betul2 berhenti ...mengangkut aku seorang di stasiun kecil....
Terima kasih Ka Stasiun yang baik hati...