Back to photostream

Kisah Sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari, Pahlawan Konstantinopel

Kisah Sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari, Pahlawan Konstantinopel – Sahabat Nabi Muhammad Saw yang bernama Khalid bin Zaid bin Kulaib bin Tsa’labah bin Abdi ‘Amr bin ‘Auf bin jasym bin Ghanam bin Malik bin an-Najjar bin Tsa’labah bin al-Kazraj merupukan keturunan dari bani Najjar, adapun ibunya yang bernama Hindun binti Sa’id bin Amru keturunan dari Bani al-Harits bin al-Khazraj. Sahabat Nabi ini lebih populernya dengan nama Abu Ayyub Al-Anshari Al-Khazraj Al-Badri. Beliau seorang yang sudah tidak lagi muda, di usianya yang ke 80 tahun hampir tak menyurutkannya untuk selalu membela Rasul dan berjihad di jalan Allah SWT, sampai ia wafat menghadap ilahi sesuai dengan apa yang telah ia idam-idamkan dari sejak muda.

 

Kisah Sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari, Pahlawan Konstantinopel ini merupakan penduduk Madinah, ia berasal dari kabilah Anshar. Walaupun ia tidak tinggal di Mekkah dan menjadi seorang yang pertama masuk Islam, akantetapi pancaran keimanan juga kecintaan terhadap Rasulullah Saw begitu teramat besar, sehingga ia ikut hadir dalam perjanjian setia Aqabah.

 

Tatkala Rasulullah Saw beserta Abu Bakar melaksanakan hijrah dari Mekkah menuju Madinah, maka rumah Abu Ayyub lah yang pertama disinggahi oleh Rasulullah. Abu Ayyub juga telah dipersaudarakan oleh Rasulullah Saw dengan Mus’ab bin Umair, seorang sahabat dari Muhajirin yang sekaligus menjadi utusan Rasul untuk mengajarkan Islam dan berdakwah kepada penduduk Madinah sebelum hijrahnya Rasulullah Saw.

 

[caption id="attachment_8272" align="aligncenter" width="700"] Kisah Sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari, Pahlawan Konstantinopel[/caption]

 

Dalam itinerary Paket Wisata Muslim Aqsa selain anda berwisata di palestina-jerussalem, anda pun akan dibawa ke Istanbul Turki dan berziarah ke makam Kisah Sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari. Menapaki bukti-bukti sejarah Islam bersama Wisata Muslim Rabbani Tour. tak hanya berwisata tapi Rabbani Tour menyediakan Paket Umroh Plus.

 

Abu Ayyub senantiasa menyertai Rasulullah Saw dalam segala pertempuran antara Muslimin dengan orang-orang kafir, diawali dengan ikut serta dalam perang Badar, kemudian perang Uhud dan pertempuran-pertempuran sesudahnya. Ia tidak pernah absen berjihad di jalan Allah SWT bersama Rasulullah Saw dan para Khalifah sesudahnya hingga akhir hayatnya.

 

Kisah Sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari, Pahlawan Konstantinopel

 

Setibanya Nabi Saw di Madinah semua orang-orang Anshar berharap rumahnya disinggahi oleh Rasulullah Saw, setiap melewati rumah pasti tali kekang onta Rasul dipegang oleh mereka karena menginginkan untuk disinggahi, namun beliau bersabda “berilah jalan untuk onta ini, karena ia adalah onta yg sudah diperintah

 

Yang akhirnya unta Rasulullah Saw berhenti tepat di depan rumah Bani Malik bin Najjar, beliau pun turun dari untanya. Tampak seorang muslim yang berseri-seri karena merasa bergembira, kemudian seseorang tersebut membawakan barang muatan yang dibawa Rasulullah dan mempersilahkan beliau masuk ke rumah. Seseorang yang beruntung tersebut adalah Abu Ayyub Al-Anshari Khalid bin Zaid, merupakan cucu dari Malik bin Najjar.

 

Pertemuan kali ini bukanlah yang pertama, karena sebelumnya sewaktu utusan Madinah pergi menuju kota Mekkah untuk berbaiat Aqobah, Abu Ayyublah salah satu dari 70 orang Mukmin yang mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat ke tangan Rasulullah Saw, berjanji setia dan siap menjadi pembela Rasul. Janji yang dilandasi atas kecintaan dan mengharap ridho Allah SWT.

 

Setelah itu Rasulullah bermukim di Madinah, menjadikan kota tersebut sebagai pusat penyebaran agama Allah SWT. begitu beruntungnya sahabat Abu Ayyub yang rumahnya dijadikan tempat pertama yang didiami oleh Rasulullah Saw. Beliau akan tinggal beberapa waktu di rumah Abu Ayyub hingga selesainya pembangunan Masjid dan rumah beliau di sampingnya.

 

sejak itu pula kaum kafir Quraisy berniat untuk berbuat jahat, diadakannya penyerangan-penyerangan ke kota Madinah, karena mereka tidak rela Islam menyebar di luar Mekkah. Abu Ayyub pun selalu ikut serta dalam berjihad di jalan Allah SWT. mulai dari perang Badar, perang Uhud dan juga Khandaq. Setiap kali ada perang, Abu Ayyub tidak pernah absen, ia tampil sebagai pahlawan yg siap mengorbankan harta dan jiwanya. Firman Allah SWT yang senantiasa Abu Ayyub ulang-ulang dalam kehidupannya, baik siang maupun malam, “Berangkatlah kamu, baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat” (Surat at-Taubah: 41)

 

ketika terjadi pertikaian antara Ali dan Muawiyah, Abu Ayyub berdiri di pihak Ali tanpa ada sedikitpun keraguan di dadanya. Tatkala Khalifah Ali bin Abi Thalib syahid, khilafah pun berpindah kepada Muawiyah, Abu Ayyub menyendiri dalam kezuhudannya. Tidak ada harapan dari dunia selain untuk hanya berjihad di jalan Allah SWT bersama barisan kaum Muslimin.

 

Ketika ada kabar bahwa tentara Islam akan bergerak menyerang ke konstantinopel, ia pun bersegera memegang kudanya dan membawa pedang, pergi untuk mencari syahid di jalan Allah SWT yang telah lama ia damba-dambakan. Padahal umur Abu Ayyub sudah tidak lagi muda, umurnya sudah 80 tahun.

 

Dengan kondisi badan yang tak lagi muda itu Abu Ayyub tidak bisa berlama-lama bertempur, ia menderita sakit yg mengharuskannya beristirahat. Didatangilah ia oleh panglimanya. Nafas Abu Ayyub sudah begitu tersengal-sengal berlomba dengan keinginannya untuk menghadap ilahi. Panglima pasukan yaitu Yazid bin Muawiyah mendekatinya dan kemudian bertanya kepada Abu Ayyub, “Apa keinginan anda wahai Abu Ayyub?

 

[caption id="attachment_8279" align="aligncenter" width="225"] Kisah Sahabati: Abu Ayyub Al-Anshari, Pahlawan Konstantinopel[/caption]

 

Kemudian Abu Ayyub meminta kepada panglima Yazid untuk menyampaikan salamnya kepada seluruh kaum muslimin dan juga berpesan kepada para pasukan agar terus maju ke daerah musuh dan agarmembawanya ke tengah-tengah pasukan musuh, bila ia meninggal agar jasadnya dikuburkan di bawah dinding batu kontantinopel. Pasukan musliminpun menerobos pasukan musuh dan mendapatkan kemenangan, namun di waktu itu pulalah Abu Ayyub dimakamkan. Wasiat Abu Ayyub telah dilaksanakan oleh Yazid, tepat di jantung kota Konstantinopel yang sekarang bernama Istanbul, disanalah terdapat makam Kisah sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari seorang laki-laki besar yang berjihad di jalan Allah SWT, seorang yang sudah tua yang bercita-cita mati syahid. Abu ayyub wafat pada tahun 52 H.

 

[caption id="attachment_8278" align="aligncenter" width="375"] Kisah Sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari, Pahlawan Konstantinopel[/caption]

 

 

 

[caption id="attachment_8281" align="aligncenter" width="594"] Kisah Sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari, Pahlawan Konstantinopel[/caption]

 

Jasad Abu Ayyub memang terkubur disana, namun ringkikan kuda dan gemerincing pedang tak akan lagi terdengar di telinga kita. Waktu yang telah berlalu begitu lama, risalah-risalah islam yang dibawa estapet dari Rasul kemudian kepada para sahabat yang akhirnya sampai kepada kita. kini kita merasakan manisnya Islam dan bisa menyaksikan bukti-bukti sejarah yang tersebar di belahan dunia.

 

Demikian sejarah singkat Kisah Sahabat: Abu Ayyub Al-Anshari, Pahlawan Konstantinopel semoga ada manfaat yang bisa dipetik. Mari bergabung bersama Rabbani Tour dan dapatkan promo-promo menarik mengenai Umroh. Diantaranya promo Peket Umroh Hebat [Hemat dan Bersahabat] + CAIRO MESIR, juga ada promo Daftar 10 paket Umroh “GRATIS 1 PAKET UMROH”, dan ada promo Umroh Ekslusif HOTEL *5 di setiap awal bulan. Segera daftarkan diri dan keluarga anda untuk mengambil Paket Umroh di Rabbani Tour, hubungi atau datangi langsung ke kantor Rabbani Tour. umroh yuk !!! Asyiiiikkk . . .

 

 

 

 

 

 

3,792 views
0 faves
0 comments
Uploaded on January 26, 2017
Taken on May 19, 2012