asmaradewo
Gereja_Annai_Valengkanni
Membentang gapura bermahkota rumah adat Batak Toba, sedangkan di tiang sebelah kanan berhias patung china dengan tangan terkatup pengungkapan gongxi patchai. Dan di sebelah kiri terdapat patung perempuan india yang sedang menari.
Kemegahan Gereja Annai Valengkanni sudah tampak saat memasuki area rumah ibadah umat kristen Katholik. Gereja ini sangat unik, eksotik, dan menarik. Pada atap gereja terdapat tiga kubah besar, menyerupai kubah-kubah seperti masjid. Dan di atas kubah itu terdapat salib yang tertancap kokoh. Secara keseluruhan pada bangunan gereja ini menyerupai sebuah kuil.
Menuju ke ruangan ibadah yang berada di lantai dua, para jemaat atau pengunjung menaiki tangga yang melengkung, dan dari atas gereja itu sendiri tangga yang melengkung tersebut membentuk seperti gambar kedua tangan yang ingin memeluk.
“Setiap bentuk bangunan pada gereja mempunyai arti. Misalnya saja di depan gereja ini ada pohon pisang, kenapa harus pohon pisang yang dijadikan simbol, ada yang tahu?” tanya Pastor James Barathaputra saat menyambut jemaat dari Tanah Karo di depan Gereja Annai Valengkanni, Sabtu (2/7/2016).
Seorang jemaat menjawab, namun jawabannya salah. Sementara yang lain hanya terdiam, menunggu jawaban dari pastur James Barathaputra.
“Karena pohon pisang merupakan lambang kehidupan kekal,” terang Pastor James yang saat itu berkemeja lengan biru kotak-kotak dan bersarung.
Cukup lama Pastur James menerangkan kepada jemaat mengenai beragam keistimewaan yang dimiliki oleh Gereja Annai Valengkanni. Kemudia pria yang sudah sepuh dengan tongkat di tangan kanan menyuruh para jemaat untuk memasuki ruangan yang ada di belakang gereja.
Di saat sendiri itu pula saya menghampiri Pastor James.
“Gereja Valengkanni adalah gereja yang tiada duanya di dunia. Ya, karena saya sendiri yang mendesain. Gereja ini bukan sekadar rumah ibadah milik agama Katholik saja, tapi merupakan sebuah warta kepada manusia bagaimana penciptaan dunia, karena sesungguhnya setiap bagunan pada gereja itu berbicara (pen: memiliki arti), dan juga sebagai tempat yang bisa dikunjungi semua suku, dan semua agama,” terang Pastor James pada saya.
Di sebelah kanan depan gedung juga terdapat replika taman tanah suci. Jadi bagi pengunjung yang belum pernah ke tanah suci, taman mini itu bisa memberi gambaran saat berada di tanah suci bagi umat agama Katholik.
Selain itu, terdapat pula gedung aula tempat beribadah di hari-hari biasa yang berada di sebalah kanan gereja. Dan di belakang aula itu terdapat sumber air yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
“Kalau kita yakin dengan air ini, maka penyakit yang kita derita bisa sembuh,” kata Betty pada saya, sambungnya lagi sambil tersenyum, “sakit hati juga bisa sembuh.”
Setelah mengobrol-ngobrol sebentar, saya menaiki tangga di gedung lantai dua. Di dalam ruangan begitu sejuk, lantainya begitu bersih dan mengkilap, dan berjejer pula kursi yang tersusun rapi. Saat itu tidak ada kebaktian, jadi ruangan itu tampak sepi, hanya beberapa pengunjung saja. Pada langit-langit gedung terdapat ukiran gambar yang berkisah.
Kalau diperhatikan sejak awal, hampir di setiap sudut gereja tidak pernah lepas dari patung atau ukiran Bunda Maria. Dan menurut agama Kristen Katholik sendiri Bunda Maria merupakan sosok manusia yang paling suci. Pada ruangan di lantai dua ini patung Yesus berada di sebelah kanan depan, sedangkan ibunya (Bunda Maria) berada di sebelah kiri.
Dan bagi jemaat atau pengunjung yang ingin membeli souvenir, asesoris seperti kalung, gelang, dan lain-lain tersedia di sana yang didatangkan dari pulau Jawa. Misalnya saja harga kalung, mulai dari Rp 30.000 sampai Rp 70.000. Buku mengenai Gereja Annai Valengkanni jug ada, yang dibandrol Rp 35.000. Semua barang yang dijual di sini sudah diberkati. Maksud sudah diberkati itu adalah barang-barang yang dijual ini sudah didoakan oleh pastur.
Nah di sebelah kiri bangunan gereja, terdapat sebuah kantin. Jadi bagi pengunjung yang lapar atau haus bisa menikmati kemegahan dan kecantikan Gereja Annai Valengkanni sembari makan dan minum. Kalau sahabat travel tertarik ke Gereja Annai Valengkanni? Alamatnya berada di Jln. Sakura III, Taman Perumahan Sakura Indah, Tanjung Selamat, Tuntungan, Medan, Sumatera Utara.[]
Gereja_Annai_Valengkanni
Membentang gapura bermahkota rumah adat Batak Toba, sedangkan di tiang sebelah kanan berhias patung china dengan tangan terkatup pengungkapan gongxi patchai. Dan di sebelah kiri terdapat patung perempuan india yang sedang menari.
Kemegahan Gereja Annai Valengkanni sudah tampak saat memasuki area rumah ibadah umat kristen Katholik. Gereja ini sangat unik, eksotik, dan menarik. Pada atap gereja terdapat tiga kubah besar, menyerupai kubah-kubah seperti masjid. Dan di atas kubah itu terdapat salib yang tertancap kokoh. Secara keseluruhan pada bangunan gereja ini menyerupai sebuah kuil.
Menuju ke ruangan ibadah yang berada di lantai dua, para jemaat atau pengunjung menaiki tangga yang melengkung, dan dari atas gereja itu sendiri tangga yang melengkung tersebut membentuk seperti gambar kedua tangan yang ingin memeluk.
“Setiap bentuk bangunan pada gereja mempunyai arti. Misalnya saja di depan gereja ini ada pohon pisang, kenapa harus pohon pisang yang dijadikan simbol, ada yang tahu?” tanya Pastor James Barathaputra saat menyambut jemaat dari Tanah Karo di depan Gereja Annai Valengkanni, Sabtu (2/7/2016).
Seorang jemaat menjawab, namun jawabannya salah. Sementara yang lain hanya terdiam, menunggu jawaban dari pastur James Barathaputra.
“Karena pohon pisang merupakan lambang kehidupan kekal,” terang Pastor James yang saat itu berkemeja lengan biru kotak-kotak dan bersarung.
Cukup lama Pastur James menerangkan kepada jemaat mengenai beragam keistimewaan yang dimiliki oleh Gereja Annai Valengkanni. Kemudia pria yang sudah sepuh dengan tongkat di tangan kanan menyuruh para jemaat untuk memasuki ruangan yang ada di belakang gereja.
Di saat sendiri itu pula saya menghampiri Pastor James.
“Gereja Valengkanni adalah gereja yang tiada duanya di dunia. Ya, karena saya sendiri yang mendesain. Gereja ini bukan sekadar rumah ibadah milik agama Katholik saja, tapi merupakan sebuah warta kepada manusia bagaimana penciptaan dunia, karena sesungguhnya setiap bagunan pada gereja itu berbicara (pen: memiliki arti), dan juga sebagai tempat yang bisa dikunjungi semua suku, dan semua agama,” terang Pastor James pada saya.
Di sebelah kanan depan gedung juga terdapat replika taman tanah suci. Jadi bagi pengunjung yang belum pernah ke tanah suci, taman mini itu bisa memberi gambaran saat berada di tanah suci bagi umat agama Katholik.
Selain itu, terdapat pula gedung aula tempat beribadah di hari-hari biasa yang berada di sebalah kanan gereja. Dan di belakang aula itu terdapat sumber air yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
“Kalau kita yakin dengan air ini, maka penyakit yang kita derita bisa sembuh,” kata Betty pada saya, sambungnya lagi sambil tersenyum, “sakit hati juga bisa sembuh.”
Setelah mengobrol-ngobrol sebentar, saya menaiki tangga di gedung lantai dua. Di dalam ruangan begitu sejuk, lantainya begitu bersih dan mengkilap, dan berjejer pula kursi yang tersusun rapi. Saat itu tidak ada kebaktian, jadi ruangan itu tampak sepi, hanya beberapa pengunjung saja. Pada langit-langit gedung terdapat ukiran gambar yang berkisah.
Kalau diperhatikan sejak awal, hampir di setiap sudut gereja tidak pernah lepas dari patung atau ukiran Bunda Maria. Dan menurut agama Kristen Katholik sendiri Bunda Maria merupakan sosok manusia yang paling suci. Pada ruangan di lantai dua ini patung Yesus berada di sebelah kanan depan, sedangkan ibunya (Bunda Maria) berada di sebelah kiri.
Dan bagi jemaat atau pengunjung yang ingin membeli souvenir, asesoris seperti kalung, gelang, dan lain-lain tersedia di sana yang didatangkan dari pulau Jawa. Misalnya saja harga kalung, mulai dari Rp 30.000 sampai Rp 70.000. Buku mengenai Gereja Annai Valengkanni jug ada, yang dibandrol Rp 35.000. Semua barang yang dijual di sini sudah diberkati. Maksud sudah diberkati itu adalah barang-barang yang dijual ini sudah didoakan oleh pastur.
Nah di sebelah kiri bangunan gereja, terdapat sebuah kantin. Jadi bagi pengunjung yang lapar atau haus bisa menikmati kemegahan dan kecantikan Gereja Annai Valengkanni sembari makan dan minum. Kalau sahabat travel tertarik ke Gereja Annai Valengkanni? Alamatnya berada di Jln. Sakura III, Taman Perumahan Sakura Indah, Tanjung Selamat, Tuntungan, Medan, Sumatera Utara.[]