Di desa ini, aku dipanggil mas Jiwo sejak tahun 1993.

 

Desa Pogog, kalurahan Tengger, kecamatan Puhpelem, kabupaten Wonogiri adalah desa yang letaknya berbatasan dengan kabupaten Ponorogo pada sisi timur dan kabupaten Magetan pada sisi Utara.

Letaknya di sisi selatan Gunung Lawu.

Secara geografis desa itu masuk kabupaten Wonogiri tetapi secara kultural lebih bercorak Ponorogo-an.

 

Saya mengenal desa ini sejak tahun 1993 saat KKN menjalani sebagai mahasiwa KKN yang bersama sebuah tim dari UNS Surakarta

 

Di sini aku masih berusaha untuk 'KKN' secara mandiri sampai sekarang.

 

MAS JIWO POGOG: Aku aseli orang desa Gawok-desa kecil di pinggir kota Solo-lahir, besar, kerja dan tinggal di sini. Wong ndesooo mann…! Bapak simbokku petani, simbah-simbahku juga petani. Warga (kehormatan) di desa Pogog-desa tertinggal-lereng gunung Lawu sisi Selatan, Wonogiri, Jateng berbatasan dengan Ponorogo, Jatim.

 

Di desa Pogog sedang aku menjalani (Kuliah Kerja Nyata) atau KKN sendirian dengan masa waktu yang tak terbatas.

 

Di desa tertinggal dan tandus ini aku kembangkan berbagai program KKN untuk menuju desa wisata buah berbasis ekonomi kerakyatan.

 

Program KKN ini merupakan kelanjutan KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada tahun 1993. Bedanya, KKN kali ini adalah atas inisiatif saya sendiri.

 

Tentang ide, tenaga dan biaya saya tanggung sendiri juga. Apa yang aku lakukan di desa ini adalah dalam rangka menguji satu pendapat yang aku yakini bahwa hanya seorang diripun seseorang bisa membangun sebuah desa tanpa bantuan siapapun meski latar belakang saya sama sekali bukan dari pertanian.

 

Aku juga warga Kotawaringin Barat (Kalteng) tempat nenek moyang nenek dan kakek anak-anakku. Istriku ‘urang Banjar’ lahir di Kalsel dari keluarga pedagang dan pelaut. Aku seorang wiraswasta profesional di bidang mebelair dan lukisan.

Read more
View all

Photos of Kel. Tengger, Kec. Puhpelem Wonogiri

Testimonials

Nothing to show.