DIA DIHATIMU (TUHAN CHINTA)

 

Bulan menangis, ketika malam tiba

Iba melihat dia ditelan putus asa.

Disetiap sudut malam telah dicarinya dia

Mengapa tiada juga jawaban “disini Aku”.

Ia pun terdiam lelah dan menyerah dalam lamunan.

 

Langit sunyi bintang-bintang sepi

Awan tersedu dalam isak hujan yang tertahan

Malaikat cinta turun berkereta hijau-hijau dedaunan

Menyapanya, kenapa mengapa kau membiarkan kepedihan hatimu mengejekmu

Sia-sia doamu, karena dia yang kaupanggil dengan serumu tiada memberi jawaban, “disini aku”.

Mengapa tak kau panggil lagi nama-Nya menyesalkah kamu karena sia-sia hatimu

Merindu.

 

Jangan terjebak dalam kesedian hatimu

Penjarah yang paling membosankan adalah

Hatimu tenggelam dalam penjarah kepedihan hatimu

Jangan mau kau dijajah lagi oleh kepedihan hatimu

Dari tembok-tembok kebimbangan pikirmu (otakmu)

Bukan terali besi yang didiami para narapidana dari maling uang

Rakyat itu hanyalah tubuhmu.

 

Berbaliklah dan tataplah mentari pagi

Yang tak pernah terlambat bersinar dari negerimu

Masih ada waktu, masih ada harapan cinta untukmu negeriku

Sebab karena cinta dia tak pernah terlambat terbit dari negerimu bawa kabar

Disana masih ada kehidupan saudara/iku.

 

“Nasib-Ku ada pada Cinta-Mu Tuhan”

 

Cinta ajarilah aku percaya

Cinta ajarilah aku jujur

Cinta ajarilah aku setia

Cinta ajarilah aku tabah

Cinta ajarilah aku merindukannya

Cinta ajarilah aku tabah

 

Sebab kau tau semua yang ada dihatiku

Sebab hatiku terbuka di matamu

Sebab rasa ini tak tersemubunyi dimata-Mu

Cinta itulah kau Tuhan

 

Keraguan-ku adalah kepastian-Mu

Kawatir-ku adalah jaminan-Mu

Kebingungan adalah petunjik-Mu

Ketakutan-ku adalah keberania-Mu

Keputus asaan-ku adalah harapan-Mu

Kegelapan-ku adalah terang-Mu

Kemarahan-ku adalah kesabaran-Mu

  

26 juli 2006 j

Read more
  • JoinedDecember 2008
  • OccupationSTUDENT
  • HometownPAPUA
  • Current cityYOGYA
  • CountryINDONESIA

Testimonials

Nothing to show.